Pakai Sarung Tangan Hingga Kebijakan Hanya 1 Orang yang Masuk, Simak 5 Kebiasaan Berbelanja Selama Pandemi Corona

Jaga jarak selama di supermarket.

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Semula semua biasa saja ketika saya berbelanja di supermarket, tetapi kini segalanya bisa berubah ketika pandemi corona melanda dunia ini. Orang menjadi sensitif dan mengawasi satu sama lain. Seluruh supermarket memasang peraturan di pintu masuk demi keamanan dan kenyamanan bersama terkait krisis corona. Jika dulu saya tidak mendapati petugas keamanan di supermarket di wilayah tempat tinggal saya, kini ada 1 petugas keamanan yang mengawasi bersama. Di pintu masuk pun, ada sebagian supermarket menyediakan hand sanitizer untuk para pembeli secara gratis.

Perilaku berbelanja pun menjadi sorotan ketika tissue toilet di awal pemberlakuan masa ‘berdiam di rumah’ menjadi sulit dicari. Bersyukurlah, tisu toilet kini sudah bisa ditemukan kembali. Entah stoknya diperbanyak atau seiring kesadaran orang berbelanja.

“Berbelanjalah sesuai kebutuhan anda” mulai dikampanyekan agar orang berbelanja memikirkan kepentingan orang lain juga. Hal ini dimaksudkan untuk menekan fenomena panic buying yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Untuk menghemat waktu, saya membuat daftar belanja agar tidak perlu berlama-lama di luar rumah. Berbelanja hanya berdasarkan kebutuhan kemudian langsung pulang ke rumah. Itu perubahan perilaku saya berbelanja, tetapi perilaku lainnya bisa disimak dalam ulasan berikut.

1. Pakai sarung tangan dan masker

Jika di Jakarta dulu, saya begitu mudah menemukan orang memakai masker di jalan-jalan umum, maka ini tidak berlaku di tempat tinggal saya. Begitu pun jika ada yang terkena flu atau batuk, maka cukup gunakan saputangan untuk menutupinya. Orang akan menaruh curiga jika ada orang mengenakan masker di area publik. Itu dulu! Kini perubahan perilaku berbelanja terjadi seperti mengenakan masker. Masker yang dulu hanya dikenakan oleh tenaga medis di wilayah tempat tinggal saya, kini siapa saja yang punya dan merasa khawatir, bisa mengenakan masker ke supermarket. Baik pembeli yang merasa perlu pakai masker maupun staf supermarket pun memakai masker. Padahal dulu tidak demikian.

Saya pernah menuliskan penggunaan sarung tangan saat musim dingin untuk melindungi tangan. Namun perilaku mengenakan sarung tangan seiring krisis corona berbeda. Sarung tangan tentunya bukan untuk mode fashion seperti sarung tangan berbahan kulit misalnya, melainkan sarung tangan berbahan polyster seperti karet begitu. Padahal sarung tangan berbahan seperti itu biasanya digunakan untuk aktivitas membersihkan, kini seseorang bisa mengenakannya juga untuk berbelanja.

2. Hanya boleh 1 orang yang masuk

Kebijakan mengurangi gerombolan orang yang pergi dan bertemu dalam kelompok pun mulai diterapkan. Pusat perbelanjaan seperti shopping center dan supermarket non sembako (lebensmittel) memang ditutup, tetapi supermarket menjual kebutuhan pokok masih beroperasi. Tidak semua supermarket punya aturan yang sama.

Pada supermarket berskala besar dengan lokasi lebih luas, ada kebijakan hanya satu orang saja yang diijinkan masuk untuk berbelanja. Hal ini untuk mengurangi jumlah orang dalam supermarket. Di muka supermarket telah tersedia informasi petunjuk bahwa hanya 1 orang saja yang berada di dalam supermarket. Kemudian petugas keamanan yang dahulu tidak ada di supermarket kini tampak berjaga di pintu masuk mengingatkan pelanggan yang nekat datang bergerombol atau lebih dari 1 orang. Padahal dahulu, tidak ada petugas keamanan di pintu masuk.

3. Tidak banyak memegang bahan makanan, melainkan ambil yang akan dibeli

Sebelum terjadi pandemi corona, saya merasa sah-sah saja menimbang jahe dan memilih mana yang baik. Karena jahe di sini tidak terbungkus dan tersedia dengan berbagai ukuran di kotak tersendiri. Selama krisis corona ini, saya benar-benar lupa bahwa orang begitu sensitif dan akhirnya saya pun ditegur. Saya diberi peringatan oleh salah seorang pembeli yang memperhatikan saya memilih jahe terlalu lama dan memegang jahe tanpa sarung tangan. Pelajaran memang! Pandemi ini membuat orang begitu sensitif berbelanja di supermarket. Begitulah!

4. Ketersediaan tak banyak atau kosong pada rak makanan tahan lama, tisu toilet dan disinfektant hingga peringatan maksimal hanya beli 1 saja

Awal krisis corona yang melanda tempat tinggal saya, saya tidak begitu peduli dengan tisu toilet karena saya masih memiliki stok di rumah. Di sini 1 stok itu terdiri dari beberapa rol tisu toilet sehingga saya tidak terlalu khawatir. Semakin saya perhatikan, ini semakin ajaib ketika rak bagian tisu toilet itu kosong. Akhirnya saya pun ikut membeli ketika masih ada stok tak banyak di salah satu supermarket terdekat, tetapi hanya 1 stok saja yang boleh dibeli. Ada peringatan bahwa pembeli hanya boleh membeli 1 stok saja.

Setelah dua minggu waktu berdiam di rumah, nyatanya rak bagian tisu toilet dan disinfektant itu memang sering kosong. Beruntung jika pembeli datang saat supermarket sedang memasukkan stok baru sehingga bisa langsung membelinya. Namun saya masih mendapati kosong atau tak banyak pada stok tisu toilet, disinfektan dan rak makanan tahan lama di beberapa supermarket.

5. Tetap jaga jarak

Perilaku yang berubah adalah soal jaga jarak. Supermarket mulai menempelkan tanda peringatan untuk menjaga jarak di lantai supermaket. Ada sebagian supermarket di sini yang memang memiliki toko daging di dalam supermarket. Dulu kita bisa bebas berkomunikasi, melihat apa yang akan dibeli lebih dekat ke etalase kaca sambil menunggu giliran. Kini ada peringatan untuk tidak mendekati etalase kaca sekitar dua meter.

Begitu tiba di kasir, ada peringatan untuk tetap jaga jarak sekitar dua meter antara satu pembeli dengan pembeli lainnya sembari menunggu giliran di kasir. Selain itu, kasir kini dilengkapi dengan partisi transparan pelindung yang menjadi jarak antara pembeli dengan kasir. Dahulu, tentu tidak begitu.

Begitulah hasil pengalaman saya terhadap perubahan perilaku berbelanja yang berbeda setelah krisis corona masih terjadi sampai sekarang. Pastinya, kita semua ingin sehat dan berharap bahwa wabah ini segera berlalu.

Bagaimana perubahan perilaku berbelanja di tempat tinggal anda?

Kreasi Sendiri (48): Hänchenschnitzel, Schnitzel Daging Ayam dan Mini Kentang Rebus ala Rumahan

Penampakan masakan schnitzel buatan rumahan.

Schnitzel adalah makanan meriah yang populer di Jerman. Anda bisa menemukan berbagai hidangan schnitzel dari berharga murah di Imbiss atau toko daging hingga berharga mahal di restoran ekslusif. Jika anda datang ke Jerman maka schnitzel jadi menu wajib dicoba. Schnitzel ada yang berbahan daging sapi, daging babi, daging ayam bahkan schnitzel khusus untuk vegetarian pun tersedia.

Ngomong-ngomong soal schnitzel, kali ini saya ajak anda membuat schnitzel di rumah. Schnitzel ini berbahan dasar daging ayam fillet. Di sini saya menggunakan daging ayam kalkun agar rasanya lebih istimewa lagi. Waktu pengerjaan selama tiga puluh menit, anda bisa siasati dengan merebus mini kentang sebagai side dishes. So, langsung saja apa yang diperlukan untuk schnitzel.

Bahan yang diperlukan

  1. 2 potong Daging ayam fillet kalkun
  2. 5 sendok makan tepung
  3. 8 sendok makan tepung panir (tepung roti)
  4. 1 buah telur dikocok
  5. 1 lemon
  6. Garam dan merica
  7. Fett/bisa diganti dengan minyak goreng
  8. Kentang mini
  9. Air

Langkah memasak

Pertama, masak mini kentang rebus

  1. Cuci bersih kentang.
  2. Masukkan dalam panci yang berisi air hingga memenuhi kentang.
  3. Beri sedikit garam dan masak hingga air mendidih
  4. Setelah mendidih, masak dalam api sedang selama tiga puluh menit.
  5. Setelah masak, tiriskan airnya.
  6. Kentang yang dingin akan lebih mudah untuk dikupas.
  7. Sajikan dengan dekorasi irisan daun seledri.

Kedua, buat schnitzel

  1. Ambil ayam fillet dan pukul kedua sisinya.
  2. Beri garam dan merica.
  3. Siapkan tiga wadah. Wadah pertama, tepung terigu. Wadah kedua, telur yang dikocok. Wadah ketiga, tepung panir/roti.
  4. Masukkan satu daging ayam fillet ke wadah pertama, lumuri dengan tepung terigu seluruhnya.
  5. Lanjutkan ke wadah kedua, rendam dengan telur.
  6. Masukkan lagi ke wadah ketiga, lumuri daging dengan tepung panir/roti.
  7. Panaskan wajan dan ambil satu sendok fett/minyak goreng.
  8. Goreng daging hingga berwarna cokelat keemasan di kedua sisi.
  9. Sajikan dengan mini kentang di atas dan irisan lemon.

Selamat mencoba di rumah!

Apa yang Membuat Saya (Tetap) Sehat? 5 Ide yang Saya Lakukan Selama Berdiam di Rumah

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Ilustrasi.

“Bleib gesund!” demikian kalimat berbahasa Jerman meluncur dari kasir supermarket, penyiar radio dan tv hingga orang yang saya kenal di sini. Kalimat itu bisa diterjemahkan “Jaga Kesehatan!” hanya untuk menandakan bahwa sehat itu investasi. Kini perhatian seluruh dunia begitu menguatkan paradoks tersebut. Bahwa kita semua ingin tetap sehat secara fisik dan mental. Sehat itu sejatinya tidak hanya sekedar sehat secara fisik dan terhindar dari penyakit, tetapi secara mental pun begitu. Sehat itu dambaaan setiap orang. Apa artinya punya segalanya, jika kita tidak bisa menikmatinya hanya karena kita sakit.

Baru-baru ini saya mendapatkan pencerahan soal pendekatan kesehatan yang selama ini saya salah menerapkan. Contohnya, saya sakit maag, masalah pencernaan. Saya terbiasa untuk berpikir, ‘Apa yang membuat saya sakit maag?’ itu baik tetapi itu hanya melihat ke belakang (=masa lalu, penyebab) yang sudah terjadi. Sebaliknya, jika saya berpikir ‘Apa yang membuat saya sehat (=tidak sakit maag)?’ maka saya akan berpikir di kemudian hari, apa yang akan terjadi, agar saya bisa sembuh dari sakit maag dan tidak lagi mengalami masalah pencernaan di kemudian hari.

Pendekatan ‘Apa yang membuat saya sehat?’ itu menawarkan solusi dan harapan ke depan. Sementara jika saya melakukan ‘Apa yang membuat saya sakit?’ adalah sebuah refleksi penyebab yang memikirkan apa yang sudah terjadi. Agar saya tetap sehat maka saya juga perlu memikirkan bahwa fisik dan mental saya pun harus sehat. Masa lalu hanya mencari penyebab sakit, sedangkan pemikiran tetap sehat memberi solusi untuk masa depan.

Berikut 5 ide baik yang saya jalani agar saya tetap sehat selama berdiam di rumah.

1. Manajemen diri agar terhindar dari stress

Apakah anda berpikir bahwa berdiam di rumah, dikarantina, isolasi diri atau apalah namanya tidak membuat stress? Apakah seseorang tidur seharian tidak membuat stress? Apakah seseorang hanya duduk, diam dan tidak bekerja di rumah tidak membuat stress? Stress itu menimpa siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Seorang anak kecil yang disuruh diam di rumah dan tidak boleh keluar rumah pun bisa membuatnya stress. Seseorang yang terbiasa rutin bekerja, berangkat pagi pulang malam dengan segudang aktivitas di luar rumah lalu tiba-tiba berdiam di rumah seharian, apakah dia tidak mengalami stress?

Ini tentu harus diatasi, bagaimana agar seseorang bisa mengelola stress selama berdiam di rumah. Stress muncul ketika terjadi kesenjangan antara harapan dengan kenyataan hidup. Mau belajar atau bekerja tenang di rumah, tetapi harus pula menjaga dan dan mengajari anak-anak yang belajar di rumah. Stress juga terjadi mendengar pemberitaan soal wabah corona di luar. Stress memikirkan keuangan selama tidak bekerja pun bisa terjadi.

Saat stress, ada orang yang begitu berisiko mengalami sakit atau rentan terserang penyakit. Oleh karena itu, saya perlu mengelola diri selama berdiam di rumah agar tidak stress. Berpikir positif dan selalu bersyukur adalah cara saya terhindar dari stress selama berdiam di rumah. Melihat foto-foto dan video liburan yang sudah terjadi membuat saya bersyukur atas apa yang saya miliki, bukan apa yang belum saya miliki.

Kenali apa yang membuat stress selama berdiam di rumah! Segera cari cara mengatasinya! Mengajari anak belajar di rumah bisa dibebankan pada peran ayah dan ibu, juga mungkin anggota keluarga lainnya. Terlalu banyak menyimak media sosial menimbulkan stress, maka matikan notifikasinya. Bermain dengan berbagai permainan tradisional atau moderen yang membuat kita bisa menikmati waktu selama berdiam di rumah.

Nikmatilah waktu berdiam di rumah dengan cara masing-masing. Cara saya dan cara anda mungkin saja berbeda, tetapi menikmati hidup itu sama, yakni tanpa syarat titik. Sampai waktu yang ditetapkan pemerintah berakhir, kita bisa melakukan hal positif, pengembangan diri, agar terhindar dari stress.

2. Meditasi dan Berdoa

Saya sempat kecewa karena beberapa rencana dibatalkan dan tidak terlaksana karena harus berdiam di rumah. Apa boleh buat! Lalu meditasi adalah cara saya menemukan kedamaian batin. Tak perlu waktu berjam-jam. Bagi saya, meditasi adalah saya punya waktu beberapa lama untuk berdiam diri, atur nafas dan berdiam dengan posisi yang nyaman di tempat sunyi atau kadang disertai instrumen meditasi. Ternyata ini membantu saya untuk mengelola pikiran dan perasaan agar tetap positif.

Tak harus meditasi, berdoa pun bisa dilakukan. Lakukan dengan cara anda membangun relasi dengan Tuhan. Berdoa itu seperti membangun rasa syukur, hati bahagia dan pengalaman positif lainnya. Berdoa di rumah agar wabah corona segera berlalu di seluruh dunia.

3. Lakukan aktivitas positif (Membaca, memasak, menulis, berolahraga, melukis, menonton film, dsb)

Melakukan apa yang menjadi kesukaan dan minat pribadi seperti memasak menu baru, bermain tradisional, melukis, berkebun, menulis jurnal bahkan senam, naik turun tangga pun dilakukan. Apa pun itu, aktivitas tersebut memberikan dampak yang luar biasa sembari berdiam diri di rumah. Ini bukan sekedar mengisi waktu luang karena terpaksa berdiam di rumah. Aktivitas positif bertujuan meningkatkan minat yang membuat keseharian di rumah tidak membosankan. Aktivitas positif dimaksudkan untuk membangun suasana perasaan yang membahagiakan, meski kondisi di luar masih belum menentu dan mengkhawatirkan.

4. Makan bernutrisi seperti buah dan sayur, kurangi gula dan junk food

Apa yang dirasakan tubuh sepanjang hari rupanya bergantung dengan asupan nutrisi yang dikonsumsi. Memasak adalah cara untuk melakukan aktivitas positif, disamping saya tahu apa saja bahan makanan di dalamnya. Dengan begitu, saya bisa atur sesuai selera dan kebutuhan saya.

Di rumah seharian, saya bisa mengatur menu sehat bernutrisi yang seimbang. Bila selama ini, saya terlambat makan atau melewatkan waktu makan siang, kini waktu makan saya lebih teratur. Bila saya kadang melewatkan sarapan pagi, kini saya bisa menikmati sarapan pagi lengkap tanpa terburu-buru.

Agar tetap sehat, saya siapkan sayur dan buah. Untuk makan dan minum, saya atur kadar gula agar tidak berlebihan. Jika selama ini saya makan sembarang seperti junk food dan makan terburu-buru saat makan siang, kini saya bisa makan bernutrisi sesuai selera dan tanpa terburu-buru.

5. Bagikan apa yang dirasa dengan orang lain (telepon, chatting, sms, video call)

Berdiam di rumah bukan berarti berhenti berkomunikasi dengan keluarga, kerabat dan teman lain. Meski dunia sosial kita dibatasi, bukan berarti kita membatasi komunikasi. Ada komunikasi digital yang membantu saya tetap terhubung dengan siapa saja seluruh dunia. Berbagai cerita dan pengalaman adalah hal yang lumrah karena kita adalah makhluk sosial.

Jika selama ini saya tak punya waktu chatting karena begitu sibuknya, kini saya bisa aktif dan menyapa siapa saja yang dikenal. Saya punya waktu mendengarkan mereka yang membutuhkan saya. Kini waktunya membangun relasi yang akrab, ketika biasanya saya begitu sibuk dan tak sempat membalas pesan chatting.

Kesimpulan

‘Apa yang membuat saya (tetap) sehat?’ adalah cara saya mengontrol diri agar sehat fisik dan mental selama berdiam di rumah. Tiap orang punya caranya masing-masing sesuai kebutuhan. Hidup anda ada dalam kendali tangan anda.

Jaga kesehatan dan selamat berhari Minggu!

5 Tempat di Eropa yang Pernah Saya kunjungi dengan Mitos Bawa Keberuntungan

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Koin-koin yang dilemparkan ke kolam di Fontana de Trevi, Roma sebagai mitos keberuntungan.

Berpetualang di Eropa memang mengasyikkan. Bagi petualang yang suka kultur, pastinya akan terpesona berada di satu destinasi wisata ke destinasi wisata lain yang kaya akan cerita yang diyakini masyarakat setempat. Anggapan semacam mitos berkembang dari cerita rakyat disampaikan oleh pemandu wisata. Dan itu adalah pengalaman saya saat menyambangi lima tempat di Eropa tentang mitos pembawa keberuntungan.

Melihat kebiasaan kebanyakan turis yang datang dengan melempar uang logam atau menggosokkan tangan ke benda yang jadi sumber mitos sambil mengungkapkan keinginan pun saya tiru. Entah berhasil terwujud atau tidak, nyatanya perilaku konformitas itu pasti terjadi ketika kebanyakan turis melakukannya. Sementara suami saya, dia tidak mau melakukannya dan tak percaya dengan mitos. Mungkin ada juga turis yang tak mempercayainya dan hanya mengamati saja. Itu sah-sah saja, boleh dilakukan pun boleh juga tidak dilakukan.

Lima tempat berikut adalah destinasi wisata yang pernah saya sambangi dan masih berhubungan dengan mitos pembawa keberuntungan. Kelimanya berada di area publik, yang tak dipungut biaya untuk mengunjunginya. Sebagai lokasi wisata, pastinya ada ratusan mungkin ribuan orang yang menyambanginya.

1. Fontana de Trevi, Roma – Italia

Tempat yang tak pernah sepi dikunjungi turis.

Tempat pertama adalah air mancur di Roma, Italia yang selalu dipadati wisatawan dan memang memiliki atraksi ‘lempar koin’ ke kolam. Destinasi wisata ini memang tak berbayar sehingga siapa saja pasti bisa menyambangi tempat ini. Suami saya mengingatkan saya bahwa lempar koin ke kolam hanya mitos karena nanti ada petugas di malam hari yang mengumpulkannya dan memberikan kepada pihak yang memerlukan. Namun, saya sudah terlanjur mengucap keinginan dengan berdiri mebelakangi kolam lalu melemparkan koin ke dalam kolam.

2. Everard t’Serclaes, Brussels – Belgia

Brussels, Belgia.

Everard adalah patriot dari Belgia yang melindungi warga Brussels dari serangan musuh pada abad 14. Demikian saya mendengarnya dari pemandu wisata yang mengajak kami keliling pusat kota Brussels. Untuk mengenang jasanya, dibangunlah karya seni ini di area the Grand Palace. Setiap warga Brussels yang lewat tempat ini menyentuh tangan kiri lanjut dahinya sampai ke kepala anjing di kakinya. Kini tangannya tampak berkilau karena siapa saja, termasuk turis menggosok-gosokan sambil berucap keinginan dalam hati. Mitosnya, keinginan akan terkabul dalam satu tahun. Pendapat lain, anda mungkin akan kembali ke Brussels suatu saat nanti.

3. Man at Work, Bratislava – Slowakia

Jika anda tidak memperhatikan jalan di pusat kota Bratislava, anda tidak melihatnya. Begitu kecil.

Patung Man at Work adalah karya seni yang menjadi pusat perhatian turis yang datang ke Bratislava, Slowakia. Pasalnya anda tak perlu membayar karya seni ini. Siapa saja yang lalu lalang di pusat kota Bratislava akan mengabadikan foto atau berselfie-ria di dekat patung kecil ini. Namun sebagian lain percaya bahwa siapa saja yang memegang topi mirip topi tentara dari patung ini akan mendapatkan keberuntungan. Sekedar mitos memang, tetapi anda perlu mengantri dengan sekian banyak turis yang melakukan hal yang sama atau berfoto.

4. Good Luck Statue di Jembatan Charles, Praha – Ceko

Patung santo Johannes Nepomuk di jembatan Charles.
Simbol ini yang sering dijamah turis yang datang sebagai simbol keberuntungan.

Johannes dari Nepomuk adalah seorang imam di Praha dengan kisah heroik yang pernah saya ulas di blog ini sebelumnya. Sebagai santo atau orang kudus yang berasal dari Ceko, patung santo Johannes Nepomuk banyak ditempatkan di jembatan atau dekat sungai di wilayah Bavaria, Austria dan Ceko. Penduduk Ceko mempercayai bahwa siapa saja yang menyentuh perunggu rupa Santo Johannes Nepomuk yang ditempatkan di jembatan Charles akan membawa orang tersebut kembali ke Praha. Kini anda bisa melihat perunggu tubuhnya begitu berkilau karena siapa saja datang menyentuhnya.

5. Glücksbringer, Munich – Jerman

Di Altstadt München, terdapat patung babi pembawa keberuntungan bila menyentuh hidungnya.

Terakhir adalah babi keberuntungan di Munich, wilayah tempat tinggal saya sekarang. Sebagaimana anda tahu bahwa babi disimbolkan keberuntungan setiap pergantian tahun di Jerman dengan harapan kesuksesan di tahun yang baru. Nah, babi keberuntungan yang jadi karya seni ini bertempat di pusat kota (Altstadt) Munich, tak jauh dari Munich Town Hall. Katanya, jika anda memegang patung babi keberuntungan ini maka anda akan kembali lagi ke Jerman.

Mitos tetaplah mitos, boleh percaya pun boleh tak percaya. Dengan krisis corona sekarang ini, mungkin destinasi wisata di atas perlu juga dipertimbangkan bagi siapa saja yang menyentuh dan menggosokkannya. Atau muncul ide lain agar mitos tetaplah mitos sebagai bagian dari kultur dan pariwisata. Who knows!

Happy weekend!

Kreasi Sendiri (47): Bihun Kuah Saus Tomat Rasa Udang dan Telur

Bihun kuah saus tomat dengan rasa udang.

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Memasak di rumah memang tak pernah bosan, apalagi jika kita pandai mengkreasikan bahan makanan di rumah. Kebetulan saya masih memiliki bihun yang tersisa, dari makan bakso bihun kemarin. Resep bakso buatan sendiri, bisa anda cek di link ini. Akhirnya, saya mengkreasikan bihun dengan bahan makanan yang tersedia di rumah, yakni udang dan pak choy. Intinya, memasak sendiri itu sesuai selera pun lebih sehat lagi.

Bahan yang diperlukan

  1. 1 bungkus kecil bihun
  2. 1 ikat sawi pak choy
  3. 1 butir telur ayam
  4. 50 gram udang bersih
  5. Cabai sesuai selera
  6. 2 siung bawang putih
  7. 3 siung bawang merah
  8. 1/2 sendok makan saus tiram
  9. 2 sendok makan pasta tomat
  10. Garam dan merica
  11. 1 sendok minyak sayur
  12. Air secukupnya
  13. Bawang goreng jika suka

Langkah memasak

  1. Masak air hingga mendidih. Matikan kompor. Masukkan bihun dan rendam dalam air mendidih. Tunggu sampai 10 menit. Tiriskan airnya, kemudian singkirkan sementara.
  2. Masak air hingga mendidih. Masukkan udang hingga masak 10-15 menit. Tiriskan airnya dan singkirkan sementara.
  3. Iris cabai, bawang merah, bawang putih dan juga sawi.
  4. Panaskan wajan dan masukkan minyak sayur.
  5. Masukkan cabai, bawang merah dan bawang putih. Masak beberapa menit.
  6. Masukkan telur, biarkan beberapa menit hingga setengah matang. Orak-arik telur bersamaan dengan cabai, bawang merah dan bawang putih.
  7. Beri saus tiram. Masak bersamaan.
  8. Tambahkan air sesuai selera.
  9. Setelah air mendidih, masukkan sawi pak choy. Masak hingga layu.
  10. Tambahkan pasta tomat, garam dan merica dan aduk kuahnya hingga mengental.
  11. Tambahkan bihun matang. Masak dalam api kecil selama lima menit.
  12. Sajikan dengan udang matang dan bawang goreng, jika suka.

Silahkan dicoba di rumah!

Keajaiban Hidup Adalah Saat Kita Bisa Melewati Krisis: Film To The Wonder (2013)

  • Judul film: to the Wonder
  • Genre: Drama
  • Tahun: 2013
Ilustrasi film.

Sinopsis film

Film ini bercerita tentang drama kehidupan antara sepasang suami-isteri dan kehidupan panggilan selibat sebagai seorang imam, pemuka agama katolik. Diawali dengan kisah cinta antara Neil, seorang warga Amerika dengan Marina, warga negara Eropa timur yang bertemu di Paris. Mereka saling jatuh cinta meski Marina sudah memiliki seorang anak perempuan berumur sepuluh tahun. Perjalanan cinta mereka tampak dari kunjungan mereka ke Mont Saint-Michel, Normandia yang membuat mereka begitu bahagia penuh cinta. Di film ini diperlihatkan bagaimana indahnya Normandia sebagai kebesaran Tuhan dan kemesraan mereka berdua. Bagi Marina, perjalanan cintanya dengan Neil adalah sebuah keajaiban (the Wonder).

Setelah mereka menikah secara resmi, Neil mengajak Marina untuk pindah ke negeri Paman Sam. Di USA, Neil mendapatkan pekerjaan baru sementara Marina harus beradaptasi di tempat baru. Bersamaan dengan itu, ada Romo Quintana, seorang imam yang harus melayani umatnya dengan berbagai persoalan kehidupan sosial. Romo Quintana bekerja mengunjungi orang yang bermasalah dengan hukum di penjara. Keseharian Romo Quintana juga melayani umat yang sakit atau mengalami permasalahan sosial.

Kebahagiaan Neil dan Marina berubah ketika Neil bertemu dengan perempuan sepermainan masa kecilnya bernama Jane. Meski Jane sudah menikah, tetapi Jane kini sedang menghadapi permasalahan rumah tangga dengan suaminya. Pertemuan Jane dan Neil yang intens menyebabkan keduanya jatuh cinta. Neil pun berselingkuh dari Marina. Perselingkuhan tidak dibenarkan bagaimana pun. Romo Quintana hadir menguatkan mereka untuk tetap bersama.

Drama hidup Neil dan Marina semakin meruncing ketika Marina tahu bagaimana Neil berselingkuh. Di sisi lain, anak perempuannya Tatiana mulai bosan karena tak ada teman bermain. Tatiana ingin kembali ke Eropa. Permasalahan pun timbul tentang ijin tinggal Marina dan putrinya di USA, batas visanya sudah mulai berakhir. Sepertinya Neil tak ingin memperpanjang visa mereka apalagi Neil cemburu begitu mendapati Marina pernah pergi kencan dengan seorang tukang kayu. Neil marah besar kepada Marina.

Pada akhirnya Neil dan Marina bercerai. Neil tampak bersama Marina ke bandara untuk mengantarkan Marina pulang kembali ke Prancis. Kisah pernikahan mereka berakhir di situ. Sementara Romo Quintana yang pernah mengalami krisis panggilan sebagai seorang imam semakin dikuatkan dengan doa Santo Patrick “Kristus bersama saya dan seterusnya” dimana doa yang dilafalkan Romo Quintana membuatnya bertahan untuk terus melayani umat yang membutuhkan kasih Tuhan. Mereka yang sakit, mereka yang miskin, mereka yang terpinggirkan adalah mereka yang memerlukan lawatan kasih Tuhan lewat Romo Quintana. Film ditutup dengan Romo Quintana yang melafalkan doa Santo Patrick.

Pesan moral

Saya tidak bisa berpendapat untuk film review karena saya tidak cukup ahli menjelaskannya. Film ini dinominasikan dalam Venice Film Festival tahun 2012. Film ini tidak terlalu banyak dialog, mungkin orang memandangnya membosankan tetapi bagi saya ini seperti refleksi pemain dalam peran kehidupannya. Setiap orang di dunia memiliki perannya masing-masing. Bagaimana ia merefleksikan peran dalam hidupnya, itu yang membuatnya sarat makna.

Setiap orang dalam hidup pasti pernah mengalami krisis. Krisis sendiri diambil dari bahasa Yunani “Κρίση” yang berarti suatu peristiwa hidup yang menuntun pada ketidakpastian dan memberi situasi membahayakan. Krisis dalam pengertian lain berasal dari negeri Tiongkok. Huruf karakter China yang menunjukkan ‘krisis’ bisa memiliki dua pengertian yakni ‘bahaya’ atau ‘kesempatan’ sehingga bisa menimbulkan kesalahpahaman.

Krisis dalam film ditunjukkan ketika pasangan berbahagia Neil dan Marina menikah dan pindah ke negeri Paman Sam. Krisis perkawinan seperti perselingkuhan hingga berbuntut perceraian terjadi ketika Neil dan Marina mulai kehilangan gairah hidup, dimana dahulu cinta yang mereka sebut itu ‘keajaiban’. Bahwa migrasi seseorang bisa saja membuat krisis, ini pula yang dihadapi Tatiana, putri Marina yang tidak memiliki teman dan sulit menerima ayah barunya, Neil.

Krisis tidak melulu terjadi pada orang miskin atau orang yang bermasalah pada hukum. Toh, seorang imam seperti Romo Quintana pun mengalami krisis panggilan dalam hidupnya. Hidup itu bisa mendatangkan krisis. Krisis normatif misalnya bagaimana orang melalui masa pubertas atau ada juga yang mengalami ‘mid-life crisis’ yang berarti krisis itu bisa terjadi seiring usia. Namun bagaimana menangani krisis hidup, itu yang diperlihatkan dalam film ini.

Bagaimana anda menyebut ‘keajaiban’ atau ‘the wonder’ dalam hidup ini? Silahkan saksikan sendiri film yang sudah tayang beberapa tahun lalu! Anda bisa memaknainya dengan krisis yang kini melanda dunia atau anda ingin memahaminya untuk kalangan sendiri? Selamat menonton!

Kreasi Sendiri (46): Hanya Garam dan Merica Saja, Enak Loh Steak dan Kentang Goreng Ini

Cuma garam dan merica doang bumbunya!

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Edisi masak memasak di rumah kali ini adalah steak dan kentang goreng buatan sendiri. Selama berdiam di rumah, kita bisa membuat masakan ala restoran yang istimewa. Tentu ini semua tergantung bagaimana membuatnya dan menata masakan tersebut sehingga tampak spesial. Bahkan saya tidak menyangka, hanya garam dan merica saja, anda bisa membuatnya enak seperti yang saya buat di atas.

Bahan yang diperlukan

  1. Daging potongan steak
  2. Garam
  3. Merica
  4. Fett/bisa diganti minyak goreng
  5. Kentang
  6. Minyak goreng

Langkah memasak

Pertama, kentang goreng (pommes)

  1. Kupas kentang secara keseluruhan.
  2. Cuci bersih dan tiriskan airnya.
  3. Ambil wadah untuk memanggang.
  4. Letakkan garam butir besar secara keseluruhan wadah.
  5. Letakkan satu per satu kentang di atas butiran garam.
  6. Panggang kentang selama 40 menit hingga 1 jam, tergantung banyaknya kentang.
  7. Setelah kentang selesai dipanggang, potong-potong kentang seperti pada foto di atas.
  8. Panaskan wajan dan beri minyak goreng.
  9. Goreng kentang yang sudah dipotong sampai berwarna kecokelatan sepenuhnya.
  10. Setelah matang, tiriskan minyaknya dengan tisu makan.
  11. Siapkan wadah, ambil sedikit garam dan merica. Campurkan kentang yang matang dengan garam dan merica.

Kedua, membuat steak.

  1. Ambil irisan daging yang dipotong untuk steak.
  2. Pukul-pukul daging.
  3. Beri garam dan merica di kedua sisi daging.
  4. Panaskan wajan dan beri sedikit fett.
  5. Masak daging hingga kedua kedua sisi kecokelatan.
  6. Siap sajikan dengan kentang goreng.

Hanya garam dan merica saja, bisa membuat makanan tampak istimewa. Apakah anda ingin coba mempraktikkannya di rumah?

Selamat mencoba!

Musim Semi Tiba, Pelajari 5 Hal Berkebun Untuk Pemula Seperti Saya

Bibit tanaman mulai dijual di supermarket, tanda musim semi sudah dimulai.

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Hari Jumat lalu (20/3) adalah hari pertama dimulainya musim semi di Jerman. Itu artinya musim dingin pun sudah berlalu dan berganti musim yang baru. Tiap musim punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Namun pergantian musim selalu disambut gembira agar kehidupan baru yang lebih baik segera berlanjut. Meski wabah corona masih melanda Jerman, tetapi banyak orang optimis ini akan segera berlalu seiring pergantian musim.

Kami masih berdiam di rumah sampai batas waktu ditentukan. Ada banyak ide bisa dilakukan di rumah seperti mencoba berkebun. Jangan bayangkan berkebun seperti layaknya profesional yang menghasilkan panen nantinya berlipat-lipat! Berkebun yang saya maksud adalah untuk pemula yang nantinya hanya dikonsumsi untuk kalangan sendiri.

Oleh karena itu, teknik berkebun untuk pemula perlu diperhatikan. Siapa tahu anda bisa seberuntung saya bisa menikmati panen tomat cherri atau cabai, sehingga tidak perlu membelinya lagi. Anda juga bisa mencoba tanaman lain seperti tanaman yang digunakan buat masakan. Ada basilikum, seledri atau daun schnittlauch, yang bisa digunakan untuk bahan masakan.

Ilustrasi. Menikmati hasil panen itu rasanya sesuatu yang luar biasa.

1. Berkebun itu bukan sekedar isi waktu luang

Awalnya saya berpikir bahwa berkebun itu mudah, hanya tancapkan tanaman yang dikehendaki atau sering saja menyirami tanaman. Ternyata tidak seperti itu. Berkebun itu tetap perlu ‘hati’ artinya kita mengerjakannya dengan penuh cinta, bukan sekedar isi waktu lowong. Jika kita ingin hasil maksimal dalam berkebun, maka lakukan juga dengan penuh cinta.

Berkebun itu seperti menikmati waktu bersama tanaman yang disayangi. Anda bisa bayangkan berkebun seumpama kita memelihara hewan peliharaan. Semua diperlukan dengan penuh cinta. Berkebun itu bisa dijadikan profesi, tetapi saya kali ini menekankan berkebun sebagai hobi atau kebiasaan baru di rumah. Bukan untuk mengisi waktu luang, tetapi hasil berkebun tentu dinikmati sendiri dan lebih sehat lagipula.

2. Tentukan dimana lokasinya

Berkebun tentu butuh lahan untuk tanaman yang dikehendaki. Tak penting seberapa luas lahan yang anda miliki, yang penting niatnya untuk berkebun. Anda bisa manfaatkan halaman belakang rumah untuk ditanami atau balkon rumah yang tak luas. Intinya, lokasi dan luas lahan menentukan juga tanaman yang dikehendaki.

Tak punya lahan untuk ditanami, bukan berarti anda tak bisa berkebun. Ada teknik moderen yang bisa disiasati, misalnya tanaman dengan pot seperti tanaman basilikum atau seledri yang bisa diletakkan di pot di dapur. Sewaktu-waktu tanaman ini bisa langsung dimanfaatkan. Ada juga tanaman gantung untuk menghiasi beranda rumah. Bunga hidup yang bisa diletakkan di dalam rumah pun bisa termasuk dalam kegiatan berkebun.

3. Beli bibit dan pilih tanaman yang dikehendaki

Mulainya musim semi bisa tampak dari ketersediaan bibit tanaman yang dijajakan di rak supermarket. Tak perlu ke supermarket khusus untuk membeli bibit tanaman, supermarket di sini menyediakannya. Berbagai bibit tanaman tersedia dengan mudahnya. Atau tanaman yang sudah berpot bisa diperoleh sesuai selera dan kebutuhan.

Tak hanya dijual dengan harga terjangkau, bibit tanaman terkadang diberikan secara cuma-cuma kepada pelanggan supermarket. Itu yang saya alami di sini. Atau bibit tanaman juga diberikan gratis sebagai kampanye cinta bumi. Keren ‘kan!

4. Rajin untuk merawat kesuburan tanaman

Tidak semua tanaman itu punya perawatan yang sama. Tidak perlu juga menjadi ahli tanaman untuk berkebun. Anda perlu rajin merawatnya sesuai kebutuhan tanaman. Bila anda membeli bibit tanaman atau tanaman berpot di sini maka selalu tersedia petunjuk informasi bagaimana merawatnya dengan baik. Seperti berapa banyak anda harus menyiramnya, jangkauan sinar matahari hingga perlunya pupuk agar bisa tetap subur.

Bila anda tidak memiliki informasi perawatan, anda bisa bertanya kepada petugas yang menjualnya. Biasanya mereka adalah orang yang mumpuni dan dibekali pengetahuan untuk merawat tanaman.

5. Konsisten dan komitmen bila ingin hasilkan tanaman yang dikehendaki

Untuk mendapatkan hasil yang dikehendaki, bersabarlah! Segala sesuatu itu butuh proses untuk memperoleh hasilnya. Oleh karena itu, anda perlu konsisten dan komitmen untuk merawatnya mulai dari bibit hingga menjadi tanaman yang dikehendaki. Ini adalah kunci bagi pemula yang memulai berkebun seperti saya.

So, apakah anda sudah mulai tertarik berkebun seperti saya?

Kreasi Sendiri (45): Rolade Panggang Daging Cincang, Bayam dan Keju yang Bisa Dipraktikkan di Rumah

Rolade sudah siap disantap dengan acar timun juga enak.

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Makanan kreasi saya berikutnya adalah rolade panggang daging cincang. Isian rolade yakni keju, schinken dan bayam. Kreasi masakan ini adalah perpaduan rolade yang biasanya menjadi masakan khas Jerman. Demikian pula isiannya pun ada keju, schinken dan bayam. Setelah rolade siap, masih ada bacon yang dibalut di luar rolade sebelum dipanggang. Hasilnya, makanan ini enak sekali sebagai variasi makanan di rumah.

Gambar 1.

Bahan yang diperlukan

  1. 500 gram daging sapi cincang
  2. 50 gram tepung panir.
  3. 1 paket schinken matang (ham)
  4. Baby spinat / bayam
  5. 200 gram keju
  6. 1 paket bacon
  7. 1 sendok teh garam
  8. 1 sendok bawang putih bubuk
  9. 1/2 sendok merica hitam bubuk
  10. 2 lembar alumunium foil
Gambar 2.
Gambar 3.
Gambar 4.

Langkah membuatnya

  1. Panaskan oven agar saat bahan sudah siap dipanggang, tak harus menunggu lama.
  2. Siapkan wadah dan masukkan daging cincang dan tepung panir.
  3. Tambahkan garam, merica dan bawang putih bubuk ke dalam wadah.
  4. Hancurkan daging cincang dan tepung panir dengan bumbu nomor 3, dengan tangan atau sendok hingga menyatu.
  5. Siapkan loyang pemanggang oven. Letakkan satu lembar alumunium folie. Pipihkan bahan nomor 4 dan letakkan di atas alumunium folie sehingga menjadi dasar lapisan.
  6. Setelah lapisan nomor 5 sudah pipih dan rata, tambahkan schinken matang ke seluruh permukaan lapisan. Lanjutkan di atas schinken, keju kemudian ratakan seluruhnya. (lihat gambar 4).
  7. Lapisan berikutnya adalah baby spinat yang sudah dicuci dan dikeringkan sebelumnya. Ratakan seluruhnya. Letakkan pada lapisan atas keju. (lihat gambar 3).
  8. Kini bentuk gulungan dari sisi anda seperti rolade yang menutupi isian baby spinat, schinken dan keju. (lihat gambar 2)
  9. Bentang satu lembar alumunium foil di atas loyang oven.
  10. Bentangkan bacon tiap lembar di atas alumunium foil.
  11. Buka rolade pada nomor 8, ambil sisi yang berada di atas anda yang memudahkan rolade digulung dengan bacon di tiap sisinya.
  12. Panggang rolade dalam alumunium foil (lihat gambar 2) selama 30 menit dengan suhu 180 derajat celcius.
  13. Selesai nomor 12, angkat loyang dan balikkan posisinya di loyang oven. Panggang di oven kembali 30 menit dengan suhu 200 derajat celcius.

Saran penyajian

  1. Buka lapisan alumunium foil secara hati-hati agar lapisan bacon tetap menyatu di rolade.
  2. Potong rolade seperi foto di atas.
  3. Sajikan dengan kentang atau acar timun seperti yang saya buat.

Selamat mencoba!

Hidup itu Adalah Anugerah: Film Theory of Everything (2014)

  • Judul film: Theory of Everything
  • Genre: Drama Biografi
  • Durasi: 2 jam 3 menit
Adegan dimana Stephan dan Jane pergi berlibur bersama.

Sinopsis film

Film ini dimulai dengan pengantar Stephan Hawking sebagai mahasiswa di Universitas Cambridge bersama Jane Wilde. Jane awalnya malu mendekati Stephan, tetapi kemudian keduanya semakin dekat untuk menjadi kekasih. Sementara Stephen mulai memperhatikan rasa sakit yang dideritanya sampai suatu hari, ia mengalami kecelakaan di kampus yang membuatnya sadar bahwa ia menderita penyakit yang sangat fatal.

Stephen memutuskan untuk perlahan-lahan menjauh dari Jane, tetapi Jane bersikeras bahwa mereka masih harus bersama. Kemudian mereka memutuskan untuk menikah. Stephen segera menyelesaikan gelar doktor dalam fisika kosmologis. Jane selalu berada di sisi Stephen, meskipun penyakit Stephen sudah menyebar dan mengganggu sistem tubuh, keseimbangan, bahkan panca indera.

Stephen dan Jane memiliki dua anak dan hidup bahagia. Pekerjaan Stephen telah diakui secara publik. Jane selalu siap mendukung karier Stephen dengan kondisi Stephen yang lumpuh. Namun seiring waktu, Jane kehilangan antusiasme dan frustrasi dengan kehidupan berkeluarga bersama Stephen, meskipun Jane tidak mengungkapkannya.

Ibu Jane tahu permasalahan yang dihadapi Jane, kemudian ia menyarankan untuk bergabung dengan paduan suara gereja agar Jane dapat mengisi waktu luangnya. Melalui kegiatan ini, Jane bertemu dengan seorang guru paduan suara bernama Jonathan. Jonathan mendekati Jane dan sangat akrab dengan Stephen Hawking. Jonathan banyak membantu Jane untuk membantu Stephen, yang lumpuh agar Stephan bisa bergerak. Jonathan membantu keluarga Stephen bepergian ke luar rumah seperti pergi berlibur. Jane mulai jatuh cinta pada Jonathan.

Ada desas-desus tentang kedekatan Jonathan dan Jane antara keluarga dan kerabat mereka. Jonathan menyadari hal ini dan berusaha menjauh dari Jane. Tetapi Jane tahu bahwa dia membutuhkan Jonathan untuk membuat hidupnya bergairah lagi, dan Stephen mengizinkannya. Jane memiliki anak ketiganya.

Suatu hari Jane pergi berkemah bersama Jonathan dan ketiga anaknya sementara Stephen melihat opera bersama saudari perempuannya. Di ruang opera, Stephen mengalami kekambuhan penyakitnya dan segera dibawa ke rumah sakit. Stephan mengalami masa kritis dan koma. Untuk menyelamatkan hidup Stephan, dokter harus melakukan trakeotomi pada Stephan karena ototnya lumpuh. Di sisi lain, operasi akan membuat kemampuan berbicara terganggu. Jane memutuskan untuk melanjutkan operasi trakeotomi tersebut. Setelah Stephan pulih, Jane berusaha mencari cara untuk tetap berkomunikasi dengan Stephan.

Untuk mendukung kegiatan Stephan, Jane menyewa seorang perawat profesional bernama Elaine. Elaine tahu cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan kerja Stephan. Kedekatan Elaine dan Stephan memungkinkan Jane untuk perlahan-lahan menarik diri dari kehidupan Stephan. Stephan juga mendapat bantuan program robot yang membantunya berbicara. Meskipun Stephan lumpuh dan tidak dapat berkomunikasi, dia masih dapat bekerja dan berhasil menerbitkan buku. Dunia mengakui karya Stephan.

Jane menyadari bahwa dia sudah mencintai Jonathan dan kembali dengan Jonathan. Akhirnya Stephen dan Jane bercerai, dan kemudian Jane menikahi Jonathan. Film berakhir dengan Stephen mengundang Jane untuk menerima gelar “Ksatria” dari Ratu Inggris meskipun mereka bercerai.

Pesan moral

Cinta adalah segalanya dalam hidup yang memberi semangat untuk tetap bergairah menjalani kehidupan meski masalah dan cobaan datang. Jane, isteri Stephan membuktikan cintanya dengan mendukung karir suami dan melayani suaminya yang harus hidup di kursi roda seumur hidup. Bahkan saat Jane sudah bercerai pun, ia tetap berada di dekat Stephan untuk membantu karirnya.

Di sisi lain, Stephan memaknai sakit yang dialaminya lewat karya dan keahliannya. Meski ia harus hidup di kursi roda tetapi Stephan membuktikan bahwa selalu ada cara untuk tidak mudah menyerah pada keadaan hidup. Ketika ia divonis tak bisa berbicara, ada mesin robot yang membantunya berkomunikasi dan tetap berkarya.

Hidup ini adalah anugerah. Dari film ini, saya belajar untuk mensyukuri apa pun keadaan yang terjadi. Tuhan selalu punya cara agar kita bisa memaknai apa yang sedang terjadi dalam hidup, baik itu suka maupun duka. Hidup ini tidak ada yang sia-sia, sebaliknya akan lebih bermakna ketika kita tahu bahwa untuk apa kita hidup di dunia ini.

Meski film ini sudah lima tahun lalu, tetapi film ini tetap punya sarat makna yang bisa dijadikan film keluarga. So, mumpung masih berdiam di rumah, film apa yang menjadi rencana anda hari ini?