Kreasi Sendiri (38): Pempek dari Daging Ayam Tak Kalah Enaknya

Pempek daging ayam buatan sendiri.

Pempek adalah salah satu makanan nusantara asal Palembang. Saya suka makan pempek sewaktu tinggal di Indonesia. Pempek itu bisa dijadikan selingan saat makan siang hingga makan malam. Cuko yang khas, warnanya yang gelap dan rasanya pedas asam manis melengkapi rasa pempek yang sederhana. Pempek itu terbuat dari ikan, tetapi jenis ikan apa dan bagaimana membuatnya? Itu menjadi tantangan tersendiri ketika saya tinggal di luar negeri.

Saya bingung menentukan jenis ikan yang digunakan untuk pempek. Akhirnya saya memilih daging ayam fillet untuk dijadikan pempek. Siapa tahu ini bisa mengobati rasa rindu makan pempek meski isinya bukan olahan ikan. Membuat pempek ini menjadi pengalaman pertama kali saya dalam hidup, dimana dulu saya terbiasa membelinya. So, resep di bawah ini bisa untuk pemula yang ingin belajar membuat pempek.

Bahan yang diperlukan

  1. Tepung tapioka
  2. Tepung terigu
  3. Daging ayam giling
  4. Bawang putih
  5. Garam dan kaldu ayam
  6. Air
  7. Asam jawa
  8. Gula merah
  9. Cabai
  10. Timun
  11. Telur ayam

Langkah memasak

Pertama, buat air cuko terlebih dulu. Haluskan garam, bawang merah dan bawang putih. Didihkan air sesuai keperluan bersama gula merah dan asam jawa. Atur tingkat keasaman dan kekentalan sesuai selera.

Kedua, masukkan cabai yang dihaluskan saat air mendidih. Beri sedikit kaldu ayam dan gula pasir sesuai selera. Masak hingga semua larut dengan baik. Saring air cuko saat sudah dingin.

Ketiga, siapkan tepung tapioka yang jumlahnya dua kali dari tepung terigu. Air dingin.

Keempat, haluskan daging ayam giling bersama satu siung bawang putih, kaldu ayam dan garam.

Kelima, masak air hingga mendidih sesuai kebutuhan. Masukkan perlahan-lahan tepung tapioka. Aduk-aduk adonan hingga menyatu dengan api sangat kecil.

Keenam, campurkan jadi satu adonan nomor empat dan lima. Tambahkan tepung terigu dan aduk dengan tangan hingga bercampur rata.

Ketujuh, ambil satu sendok adonan dan pilin memanjang lonjong. Ini bisa disebut lenjer. Setelah cukup, anda bisa memasukkannya dalam air mendidih. Angkat jika lenjer sudah mengapung.

Kedelapan, siapkan telur yang sudah dikocok. Ambil satu setengah sendok adonan dan beri lubang di tengah. Masukkan sedikit telur. Tutupi semuanya dengan rapi. Setelah kapal selam sudah cukup dibuat, masukkan dalam air mendidih. Angkat dan tiriskan jika kapal selam sudah mengapung.

Kesembilan, goreng lenjer dan kapal selam dalam minyak panas. Bila matang maka lenjer dan kapal selam akan berwarna kecokelatan.

Kesepuluh, potong-potong kapal selam dan lenjer. Sajikan dengan potongan timun dan cuko yang sudah dibuat.

Setelah saya berhasil membuatnya di rumah, saya yakin anda juga bisa. Selamat mencoba!

Parkir Bertumpuk? Siasat Atasi Lahan Parkir Kendaraan

Satu ruang parkir, bisa untuk 6 mobil.

Seiring dengan bertambahnya kepemilikan kendaraan dan berkurangnya lahan maka ini menjadi tantangan tersendiri di kota-kota besar untuk mendapatkan tempat parkir. Strategi pemerintah untuk mensiasati lahan parkir bisa beragam. Mulai dari kebijakan tarif parkir yang beragam sesuai lokasi parkir, harga parkir yang tinggi, kerjasama dengan pihak swasta untuk mengelola parkir umum hingga membuat kendaraan umum yang nyaman sehingga orang lebih memilih naik public transportation. Itu adalah sepanjang pengalaman saya saja selama ini.

Pengalaman kami menginap di suatu hotel di kota besar, ternyata hotel tidak menyediakan lahan parkir. Itu berarti kami harus menemukan (P+R) area parkir umum sebelum datang. Ini yang kami alami di Amsterdam dan Brussels, dimana biaya parkir untuk dua kota besar tersebut cukup merogoh kocek. Sebagai perbandingan, biaya parkir 24 jam di Amsterdam itu sekitar 45€ sedangkan di Brussels sekitar 18€. Sistim perparkiran yang moderen, otomatis dan mandiri (self service) adalah perpakiran yang dikembangkan di kota-kota besar.

Pusat kota yang jadi pusat destinasi wisata, jangan harap bisa parkir sembarang atau parkir langsung di depan lokasi jika kendaraan yang dibawa bukan kriteria yang diperbolehkan. Wah, ini seperti pengalaman kami di Split, Kroasia dimana mobil kami diangkut oleh petugas penertiban parkir. Akhirnya kami harus membayar sejumlah denda untuk mengeluarkan mobil kami. Ada administrasi yang dibayarkan dengan jumlah yang tak kecil memberi pelajaran kami untuk tidak lagi parkir sembarang tempat dimana pun.

Mesin pembayaran otomatis di Amsterdam.

Pengalaman parkir lainnya, saat kami berada di kota Stuttguart. Masih di Jerman, rupanya ini adalah siasat mengatasi lahan terbatas dengan pertumbuhan kendaraan yang bertambah. Kami menginap di salah satu hotel di pusat kota yang menyediakan lahan parkir berbayar dan tidak langsung terhubung dengan hotel. Artinya, parkir ini tidak masuk dalam layanan hotel. Jarak parkir dengan hotel sekitar 10-15 menit dari hotel.

Baca juga: Pengalaman mobil diangkut petugas karena salah parkir

Parkir sistem ini disebut Duplex-Garage, yang bisa memaksimalkan satu lokasi 15 sampai 20 meter. Kemudian parkir ini bisa mencapai tiga tingkat untuk satu lahan parkir mobil. Saya yang mengamati sistim parkir ini terkesan dengan pengelolaannya untuk mengatasi lahan parkir di kota besar yang semakin sulit. Hal yang perlu diperhatikan juga, tinggi dari kendaraan yang diparkirkan. Ini hanya untuk kendaraan pribadi dengan tinggi yang sewajarnya. Itu sebab petugas hotel pertama kali bertanya dulu tinggi dan tipe kendaraan kami.

Petugas hotel memberikan kunci pintu utama parkir dan kunci untuk naik turun kendaraan. Untuk lokasi parkir yang biasanya kita bebas menentukan tempat parkir, dengan sistim ini tidak. Kendaraan sudah tercatat lokasi parkirnya, Anda harus parkir di lokasi nomor ini. Hal ini dimakudkan untuk administrasi dan keamanan bersama. Kemudian kami masuk dalam area parkir umum yang dimaksud dengan lokasi beberapa blok jauhnya.

Setibanya di lokasi parkir yang dimaksud sesuai petunjuk nomor parkir. Untuk 1 tempat mobil misalnya, ada kategori a, b dan c yang berarti ada tiga lokasi untuk satu tempat. Untuk menaikkan dan menurunkan kendaraan, ada kunci yang dimainkan. Tak usah khawatir mengenai ketahanan material yang digunakan, ini semua aman dan sudah teruji.

Begitu sekelumit pengalaman parkir bertumpuk yang kini menjadi solusi atasi lahan parkir yang semakin sulit. Mengingat pertambahan kendaraan yang tak sebanding dengan ketersediaan lahan parkir kendaraan. Saya sendiri baru mendapati di Jerman. Jika anda tahu sistim parkir seperti ini, silahkan bagikan di kolom komentar.

Rekomendasi Tempat (16): Drei Goldene Kugeln, Mall Plus City Austria

Wiener Schnitzel 150 gram.

Rekomendasi selanjutnya adalah restoran yang mengusung citarasa masakan Austria. Sebagai informasi, kuliner Austria dengan Jerman itu sepertinya hampir identik. Kita bisa menemukan ragam kuliner Austria yang mirip dengan Jerman, begitu pun sebaliknya. Apalagi saya yang tinggal di negara bagian Bavaria, dapat dipastikan memiliki citarasa kuliner yang sama dengan negeri tetangga, Austria. Termasuk tiga kuliner berikut yang dipesan di restoran lokal di salah satu pusat perbelanjaan Plus City.

Di akhir pekan, pilihan menikmati kuliner negeri tetangga memang menggoda. Ini menjadi ide menarik dimana kami ingin shopping sambil menikmati waktu keluarga dengan makan siang di mall. Pilihannya jatuh pada restoran lokal, Drei Goldene Kugeln yang ada di depan pintu masuk lantai 1 mall Plus City, Austria. Restoran ini memang selalu ramai, bahkan kami beberapa kali ke situ dan tidak mendapatkan tempat. Untuk kesekian kalinya, kami berhasil mendapatkan tempat duduk sehingga kami pun memesan menu lokal di situ.

Seehect gegrillt mit Krauterbutter.
Schweinebraten mit Knödel.
Buku menu.

Tak ada yang berbeda antara menu lokal Jerman dengan Austria. Ini tampak sekilas dari buku menu yang ditawarkan. Berhubung kami sudah lapar, kami memesan tiga menu karena kami pergi bersama ibu mertua. Pramusaji pun dengan sigap mencatat tiga pesanan kami. Beruntungnya kami segera mendapatkan tempat duduk di saat jam sibuk, waku makan siang di akhir pekan.

Untuk schnitzel, ini adalah menu andalan yang ditawarkan restoran ini. Schnitzel bukan hal baru bagi kami di Jerman. Makanan ini pun sudah mendunia dan saya sudah sempat memesannya di Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya kala kami traveling. Namun pasti ada yang berbeda dari schnitzel di sini. Ya, schnitzel di sini dibedakan dengan kategori beratnya daging yang diinginkan. Ukuran schnitzel yang paling kecil adalah 150 gram dan masih ada dua pilihan schnitzel yang berat lainnya. Seperti saya yang tak suka makan dalam porsi besar, saya memesan schnitzel dalam porsi kecil.

Baca: Schnitzel yang saya beli di Jerman

Menu lainnya yang dipesan juga bisa anda simak yakni ikan panggang. Jangan bayangkan ikan panggang dengan nasi plus lalapan sambal pedas! Seperti yang anda lihat, ini adalah ikan tanpa duri dengan kentang salad. Untuk menambahkan rasanya, ikan diberi butter yang berasa herbal atau disebut krautterbutter. Bagi penyuka makan ikan, menu seperti ini bisa menjadi kreasi tersendiri karena ini berbeda dengan menu ikan ala nusantara yang terkenal pedas.

Baca: Makan ikan tanpa nasi dan sambal

Menu lokal ketiga yang dipesan adalah schweinebraten mit knödel. Ini bukan kali pertama saya membahasnya, anda bisa lihat sendiri ini sama seperti menu lokal Jerman. Sauerkraut adalah salah satu yang menjadi ciri khas makanan lokal Jerman dan Austria.

Baca: Schweinebraten yang dipesan di Jerman

Lokasi yang strategis dan pelayanan cepat memang menjadi nilai plus di restoran ini. Restoran ini memberikan keistimewaan citarasa menu andalan lokal, di antara restoran-restoran lain di mall Plus City yang memang didominasi menu makanan non lokal.

Bagaimana pun makanan lokal di Austria tak ubahnya makanan yang didapat di Jerman. Ini bisa menjadi gambaran jika anda datang ke Austria.

Amsterdam (4): Light Festival Show, Perpaduan Seni, Cahaya dan Urban Design yang Menarik

Amsterdam light festival.
Jalur tur warna hijau adalah pilihan saya.
Tema kupu-kupu dari artis asal Jepang.
Ini dari Korea Selatan.
Mobil hanyut karena banjir.

Musim dingin membuat malam begitu cepat datang. Jam 4 sore hari hari sudah mulai gelap namun tiap musim punya keindahan tersendiri, termasuk musim dingin. Ini pula yang membuat beberapa kota di Eropa memanfaatkannya menjadi aktraksi wisata seperti Amsterdam Light Festival. Light festival lainnya juga saya nikmati di Brussels, ibukota Belgia dan beberapa kota lain di Eropa.

Dikutip dari laman resmi, Amsterdam light show digelar setiap tahun di musim dingin yang menampilkan iluminasi mengagumkan yang melibatkan artis, designer dan arsitek dari berbagai dunia. Saat kami datang festival sedang berlangsung hingga 19 Januari 2020. Untuk tema festival kali ini adalah DISRUPT, yang bisa diartikan kekacauan tetapi bisa juga menginspirasi perubahan.

Beruntungnya saya bisa hadir menyaksikan keindahan seni dan cahaya yang dipadukan bersamaan. Ini sama seperti saat saya datang ke kota Seoul, Korea Selatan ketika ada malam festival lampion karena acara seperti ini hanya terjadi pada periode tertentu saja. Semua begitu indah menghiasi kota. Atraksi ini menjadi pilihan keluarga dimana anak-anak bergembira memperhatikan iluminasi cahaya yang dimainkam. Seperti yang saya lihat, beberapa keluarga membawa anak-anak serta dalam acara night boat tour.

Night boat tour di malam hari saat light festival terbagi dua jalur yakni hijau dan merah. Kami memilih rute warna hijau, dengan tiket harga 23,50€ per orang. Untuk tiket rute warna merah sepertinya hampir sama besarnya. Jika anda sudah memesan secara online, anda berhak mendapatkan potongan harga. Durasi perjalanan night boat tour warna hijau berlangsung selama 75 menit. Di dalam ada penjelasan dalam bahasa Belanda dan terjemahan dalam bahasa Inggris. Secara informatif, pemandu wisata yang merangkap kapten boat menjelaskan bagian demi bagian iluminasi dengan baik.

Pakaian digantungkan.
Restoran di tepi kanal pun ikut meramaikan festival cahaya.
Hanya tulisan saja sudah keren.
Tema lingkungan hidup, es meleleh dan di sini anda tidak hanya melihat es mengambang di air tetapi juga ada suaranya yang menyerupai bongkahan es meleleh.
Anda bisa melihat kan bayangan di atas yang dihasilkan dari iluminasi seniman.
Ini iluminasi seperti bayangan anak memanjat, padahal itu hanya karya seniman.
Di bawah jembatan ini, jika sepasang kekasih berciuman maka cinta mereka akan sejati. Mitosnya!

Sepanjang rute kami mendapatkan sajian cahaya yang menarik. Saya merasa ini menjadi atraksi wisata yang layak anda coba jika anda berkunjung ke Amsterdam. Amsterdam light festival dalam berbagai versi juga bisa anda lakukan. Saya melihat ada night romantic boat tour dimana ada layanan glühwein dan minuman selama tour. Tetapi untuk night boat tour yang saya lakukan di tahun ini ditiadakan minuman atas kebijakan pemerintah kota.

Untuk memesan Amsterdam Light Festival bisa dipesan secara online atau membeli langsung di tempat. Lokasi tiket dan titik keberangkatan untuk jalur merah di pusat informasi turis atau di seberang Amsterdam Central Station. Sedangkan jalur hijau berada sekitar seratus meter kemudian.

Saya hanya membayangkan jika pariwisata di Indonesia bisa menggarap ide ini. Ada banyak kota di dunia yang menjadikan wisata air sebagai aktraksi wisata yang menarik. Sungai yang bersih bukan tak mungkin akan menjaga alam tetap lestari dan mendatangkan pundi-pundi pariwisata buat wisatawan. Who knows ya!

Kue Khas Jerman (14): Kue Eierlikör-Erdnusskuchen dengan Kue Erdnuss Sahne Torte, Pilih Mana?

Ini kue eierlikör-erdnuss.

Kue terenak yang saya temukan lagi adalah kue eierlikör-erdnuss pada saat acara hajatan pernikahan beberapa waktu lalu. Awalnya saya hanya tahu eierlikör sebagai minuman yang disajikan di kesempatan istimewa, ternyata eierlikör bisa untuk bahan campuran kue yang enak seperti kue tart atau dessert. Nah, kue yang saya temukan ini sebagai teman minum kopi saat pembukaan acara resepsi pernikahan.

Eierlikör itu lebih dikenal sebagai eggnog dalam istilah asing. Biasanya eggnog ini mengandung kandungan rum. Terkesan dari namanya, apakah ada kaitan dengan telur? Selintas itu pertanyaan saya sambil menikmati kue ini sedikit demi sedikit karena begitu lezatnya.

Eielikör ini populer di negara-negara berbahasa ibu Spanyol sebagai minuman istimewa. Di Meksiko, eggnog punya nama khusus. Eggnog adalah campuran telur, susu, vanila dan rum. Di Jerman, eggnog masuk dalam kategori minuman alkohol. Eggnog yang saya lihat berwarna kuning seperti warna kuning telur. Tentu kue ini terasa enak karena ada campuran eggnog dan kacang, seperti yang saya nikmati di acara wedding di sini.

Ini kue erdnuss sahne torte.

Kacang memang bisa menjadi bahan campuran kue tart atau torte dalam bahasa Jerman. Erdnuss sendiri dikenal sejenis peanut, dalam bahasa Inggris. Di Jerman sendiri ada beberapa kue yang menyelipkan kacang di dalam sajiannya. Erdnuss bisa dijadikan bahan dasar kue atau dijadikan dekorasi. Itu semua ada di pilihan peracik kue.

Nah di kue kedua ini, saya mendapati kacang memenuhi isian kue. Kacang memang tidak dihancurkan dalam kue, tetapi diletakkan pada lapisan isian kue dan lapisan atas sebagai dekorasi. Hasilnya, seperti yang anda lihat, kue ini tidak hanya enak, tetapi juga cantik terlihat.

5 Sup Usir Dingin ala Eropa, Bisa Dicoba di Rumah

Musim dingin melanda negeri empat musim saat ini, termasuk wilayah tempat tinggal saya. Ada berbagai cara untuk mengusir rasa dingin yang kerap saya alami saat sedang berada di luar rumah dan traveling. Salah satunya adalah mengkonsumi sup yang selalu tersaji hangat agar tubuh pun terasa hangat. Bagaimana pun mengkonsumsi sup dengan isian yang menyehatkan juga membantu tubuh untuk terhindar dari sakit selama musim dingin.

Berikut ini lima sup yang saya temukan di restoran dari berbagai tempat di Eropa.

1. Sup goulasch, Hungaria

Sup goulasch dengan potongan roti.

Goulasch adalah makanan asal Hungaria yang sudah populer di Jerman dan beberapa negara sekitarnya di Eropa. Ini menjadi makanan wajib saat saya bertandang di Hungaria. Nama goulasch sendiri sudah sering saya temukan saat saya memesan makanan di restoran di Jerman. Nah, pilihan sup berikut bisa jadi anda sukai yakni sup berisi potongan kentang, paprika dan daging sapi.

Baca: Mencoba goulasch otentik di Budapest

Untuk membuatnya pun mudah. Bahan-bahan yang berisi isian sup seperti potongan daging sapi direbus bersama bawang merah, bawang bombay dan pasta tomat. Beri garam, kaldu sapi dan merica sedikit. Kini anda bisa menikmati sup goulasch yang dimakan bersama roti.

2. Sup pancake, Jerman

Pfannkuchen suppe yang biasa dibuat ibu mertua.

Sup kedua juga mudah anda buat di rumah. Saya mengenal sup ini dari ibu mertua yang tahu bahwa saya suka makan pancake dan makan sup. Bagaimana jika dibuat keduanya dengan bahan yang sama. Kali lain, saya mendapati pfannkuchen suppe ini dalam berbagai kesempatan seperti di Christkindlmarkt, pasar jelang natal. Pfannkuchen suppe ini juga terkadang disebut Frittaten suppe Membuatnya juga mudah. Silahkan cek resepnya di link yang saya berikan!

Baca: Resep sup pancake

3. Sup griesnockerl, Austria

Sup griesnockerl yang juga bisa ditambahkan sayuran.

Selanjutnya adalah sup dari negeri tetangga yakni sup griesnockerl. Sup ini bisa disebut sebagai dumpling soup dalam istilah internasional. Dumpling atau pangsit dalam bahasa Indonesia dibuat dengan mudah dari adonan tepung maizena, butter dan telur. Setelah air kaldu sapi dalam panci sudah mendidih maka pangsit yang dibuat kecil-kecil dari adonan dimasukkan hingga matang. Anda juga bisa menambahkan potongan sayuran seperti wortel, kol atau sesuai selera. Mudah ‘kan!

Baca: Sup griesnockerl yang lain

4. Sup tomat, Swiss

Sup tomat, diberi krim dan irisan roti.

Berikutnya adalah sup tomat yang saya pesan di salah satu restoran di stasiun utama di Zürich, Swiss. Saat itu, saya memesannya sambil menunggu jadwal kereta kembali ke Jerman. Restoran yang terletak di stasiun utama Zürich ini menyediakan sup tomat yang terdengar enak untuk saya. Seperti yang anda lihat, ini pun mudah dibuat. Anda bisa menambahkan krim dan potongan roti agar semakin tasty. Cerita tentang Zürich, saya buat terpisah.

5. Sup krim kubis, Belanda

Sup krim kubis yang ditambahkan potongan roti.

Sup terakhir adalah sup krim kubis, yang juga sering saya temukan di Jerman. Namun sup kubis tersebut saya pesan di restoran di Den Haag. Ceritanya saya berkunjung ke pusat wisata keluarga Maduro, Den Haag. Karena waktu makan siang tiba, maka saya dan suami pun mampir di restoran di lokasi wisata tersebut. Sup kubis pun mudah dibuat setelah anda merebus kubis dengan kaldu sayur, garam dan merica kemudian hancurkan dengan food processors. Anda bisa tambahkan potongan roti kering. Tentang wisata di Den Haag, saya buat terpisah.

Dari kelima sup berbagai negara yang saya tampilkan, manakah yang ingin anda coba di rumah? Selamat berhari Minggu bersama keluarga.

Heidelberg (1): Menyelami Sisi Romantis Jembatan Karl-Theodor Kala Senja

Jembatan Karl-Theodor menjadi icon kota Heidelberg.
Jembatan Karl-Theodor yang melewati sungai neckar.
Pantulan senja menambah semarak romantis jembatan yang disebut juga ‘old bridge’.
Patung santo Johannes Nepomuk di sisi jembatan.

Heidelberg adalah salah satu kota impian yang ingin saya datangi bila saya tinggal di Jerman. Kota ini sangat cantik tampak dari kartu pos yang dikirimkan seorang kenalan asal Jerman pada saya beberapa waktu lampau. Akhirnya suami saya bersedia menemani saya berkunjung ke Heidelberg, yang berada di negara bagian Baden-Württemberg. Ternyata benar, jembatan Karl-Theodor masih tampak cantik seperti gambar di kartu pos yang saya punya.

Heidelberg adalah salah satu kota yang dikenal sebagai college town di Jerman karena di kota ini berdiri universitas tertua. Kota ini juga dipenuhi bangunan baroque yang khas di pusat kota, Altstadt. Namun kembali lagi jembatan Karl-Theodor tetap menjadi sentra perhatian turis seperti saya yang datang kala senja. Warna mentari di kala senja semakin memantulkan sisi romantis dari jembatan tersebut. Betul saja, jembatan pun semakin dipenuhi orang yang berfoto dan menantikan indahnya senja di jembatan.

Selain senja, jembatan Karl-Theodor memiliki sisi romantis lainnya. Jembatan ini misalnya terbuat dari batu yang terdiri atas sembilan lengkungan yang cantik. Jembatan yang melintasi sungai neckar ini pada awal dibangun disebut jembatan neckar pada abad 13. Tepatnya pada 21 Mei 1284 jembatan neckar diresmikan pertama kali. Semula jembatan ini adalah jembatan kayu peninggalan abad pertengahan kemudian lambat laun menjadi jembatan batu.

Abad 18, jembatan yang sudah melalui berbagai peristiwa perang dan sejarah berabad-abad lamanya pun beralih menjadi jembatan batu. Meski ada beberapa jembatan di Heidelberg yang melewati sungai neckar, tetapi jembatan yang disebut ‘old bridge’ memang sangat berkesan. Arsitekturnya pun dibuat dengan sangat menawan.

Tower di muka jembatan.
Abad 13 jembatan ini masih jembatan kayu kemudian abad 18, jenbatan dibuat permanen menjadi jembatan batu.
Gembok cinta, sisi romantis jembatan.

‘Old bridge’ panjangnya sekitar 200 meter. Di muka jembatan dari arah Alstatdt, tampak semacam menara tinggi menjulang seperti jembatan Charles di Praha. Meski tak semegah jembatan di Praha, tetapi masih ada lagi kesamaannya. Ya, Patung santo Yohanes Nepomuk pun berada di sisi jembatan. Sebagaimana anda ketahui patung santo Johannes Nepomuk sering diletakkan di sisi jembatan di Jerman, Austria dan Ceko.

Baca: Pesona jembatan Charles di Praha, Ceko

Sisi romantis old bridge tidak hanya dijadikan tempat berfoto pasangan tetapi tempat mengikat komitmen pasangan lewat gembok cinta. Meski gembok cinta tak sebanyak jembatan-jembatan lain pada umumnya, tetapi fenomena membuang kunci gembok ke sungai dan menautkan gembok di situ menambah semarak suasana romantis.

Dari old bridge, kita bisa mengamati Heidelberg Schloss atau kastil yang indah. Tentang kastil dan tempat lain yang jadi destinasi wisata di Heidelberg, dilanjutkan pada artikel berikutnya.

Makanan Khas Jerman (67): Spätzle mit Rahmsoße, Pasta dengan Saus Krim Merica Hitam

Pasta dengan saus krim merica hitam.
Salad pembuka.

Makanan asal Jerman selanjutnya yang saya perkenalkan adalah spätzle yang dihidangkan di restoran lokal di sini. Spätzle ini menjadi istimewa karena ada saus merica hitam yang disiramkan sebagai pendamping steak. Seperti yang anda lihat di foto, biji merica hitam tampak terlihat di atas steak panggang. Saus merica hitam ini disebut istimew karena saus kentalnya dari krim yang membuat semakin lecker. Dalam bahasa Indonesia, lecker adalah lezat.

Ngomong-ngomong, apa itu spätzle? Selintas bisa jadi anda memikirkannya. Ini semacam pasta di Jerman. Bentuknya kecil-kecil dengan bulat tak jelas. Saya sendiri pernah beberapa kali memesannya di restoran seperti käsespatzle. Di bagian wilayah Baden-Württemburg, käsespätzle menjadi menu wajib yang dipesan. Begitu pun saat saya berjalan-jalan ke Swiss yang bersebelahan dengan negara bagian Baden-Württemburg, käsespätzle juga mudah ditemukan.

Jika saya menyandingkan dengan makanan nusantara, ini serupa seperti mie telor. Pembuatannya pun sedikit mirip. Mie telor ini bisa untuk bakmi godok atau bakmi goreng. Begitu pun spätzle bisa saya dapatkan di supermarket. Saat air mendidih, masukkan spätzle yang dibeli di supermarket, lalu masak hingga 15-20 menit. Tiriskan airnya sebelum ditambahkan menu lainnya.

Setelah steak panggang siap disajikan, maka tambahkan saus lada hitam yang diberi krim. Krim tidak hanya memberi rasa enak saja tetapi mengentalkan sausnya. Biji merica yang sedikit hancur dibiarkan menjadi bagian dari sausnya. So tasty!

Rupanya saya mendapatkan tambahan salad. Salad ini sebagai pelengkap hidangan, tentu saja ini adalah complimentary. Anda bisa menolaknya jika merasa tidak butuh. Porsi makan yang benar-benar besar ya!

Bagaimana menurut anda?

Makanan Khas Asia (60): Dada Ayam Fillet Pakai Saus Kanton

Saus kanton itu terasa sedikit manis dan encer.

Makanan selanjutnya yang saya perkenalkan berasal dari Asia, tepatnya dari negeri tirai bambu. Kuliner ini terdiri atas daging ayam fillet bertepung dan digoreng kemudian diberi saus kanton. Nah saus kanton ini memberikan citarasa yang aduhai nikmat bagi pecinta makanan asia. Demikian si pramusaji menjelaskan ketika saya memesan sajian ini. Jadi hanya tinggal satu porsi lagi, dia akan membuatkannya untuk saya secara istimewa.

Saya memang belum pernah makan pesanan dada ayam fillet dengan saus kanton. Setelah saya mencicipinya, seperti yang anda lihat, saya langsung jatuh cinta. Ini enak sekali. Dada ayam dibalut tepung, diiris sedemikian rupa diletakkan di sisi nasi putih. Bersamaan saus kanton berwarna kecokelatan gelap bersama sayuran. Saus kanton pun diberi ekstra jika saya memerlukan lebih banyak lagi.

Baca: Aneka kuliner malam di Shenzhen, Tiongkok

Kanton sendiri adalah salah satu bagian di Tiongkok yang terletak di bagian Tenggara, yang terkenal dengan aneka gaya masakan yang lezat. Kini Kanton lebih dikenal Guangzhao. Selera masakan di Tiongkok bagian ini sama seperti di Hong kong. Saya sendiri pernah menyambangi wilayah ini bersama suami. Rahasia kuliner mereka adalah jahe, bawang putih dan anggur beras.

Lalu apa yang membuat saus kanton berwarna kecokelatan gelap?

Rupanya dalam saus kanton ada kecap, jamur shitake dan sedikit cuka. Agar sedikit mengental, saus yang hampir matang diberi tepung maizena. Namun rahasia lainnya adalah bawang putih, jahe dan anggur beras yang menguatkan aroma masakan dari kanton ini.

Untuk sayuran, mereka biasa membiarkan saus matang baru sayur dimasukkan. Itu sebab ada rasa crunchy dan segar pada sayuran. Mereka tidak benar-benar memasak sayuran sampai layu dan matang. Mereka percaya bahwa itu menjadi makanan yang sehat sebenarnya.

Ini bisa menjadi kreasi anda. Anda bisa menggantinya dengan daging ayam bagian lain atau daging sapi sesuai selera anda. Namun pastikan bahwa saus dibiarkan tidak menyatu saat memasaknya sehingga anda benar-benar bisa merasakan rasa asli saus kanton.

Hmmm, selamat makan!

Amsterdam (3): Hotel Suites Tanpa Resepsionis, Pernah Coba?

Amsterdam adalah salah satu kota yang dilalui banyak kanal.
Informasi keterangan hotel, tempat saya menginap. Kami puas dengan layanannya.

Traveling untuk bekerja atau liburan dan menginap di hotel bukan aktivitas pertama buat saya. Tetapi mencoba hotel tanpa resepsionis, ini adalah pengalaman pertama saya. Saya pernah mencoba berbagai hotel mulai dari yang berbintang sampai hotel melati, tetapi bagaimana hotel yang menawarkan tanpa resepsionis dan melakukan check in secara elektronik. Bisa jadi anda sudah pernah mengalaminya, silahkan bagikan dalam kolom komentar! Sementara anda yang belum pernah pasti penasaran ‘kan.

Seiring dengan berjamurnya fasilitas pelesiran berbagai orang di dunia di masa kini, tentu hotel sebagai tempat penginapan pun menawarkan berbagai fasilitas kekinian yang menarik minat wisatawan. Namun modernitas teknologi komunikasi bisa jadi mempermudah tamu hotel untuk self check in, membuat lebih praktis hingga tak perlu ada pekerja di bagian resepsionis. Segalanya dilakukan secara virtual yang terhubung lewat aplikasi dan komunikasi smartphone.

Saat saya liburan di Amsterdam, saya mencari hotel di pusat kota agar kami bisa dekat dengan berbagai destinasi wisata yang ditawarkan. Kami tak perlu merogoh kocek lagi untuk transportasi selama liburan dan mobil bisa kami parkirkan selama liburan. Oleh karena itu kami memilih hotel Sweets Beltbrug yang letaknya sekitar 20-30 menit berjalan kaki ke pusat kota. Selain itu hotel juga dekat dengan pusat kuliner dan mudah dijangkau dengan lokasi parkir umum. Kami puas dengan menginap di sini. Pelayanannya sungguh bagus.

Hotel suits ini berbeda dari kebanyakan hotel lainnya. Jumlahnya ada sekitar 28 suites dan lokasinya dekat dengan jembatan yang dahulu dijadikan transportasi air. Bangunan kamar kami dibuat tahun 1933 dengan rancangan arsitek P. L. Kraemer yang didominasi bata kuning. Tahun 2017 kamar di hotel SWEETS berganti kepemilikan dan dikelola untuk pariwisata kota. Tanpa mengubah struktur asli bangunan, kamar suites di dekat sungai ini menawarkan kenyamanan menginap di Amsterdam, yang dikenal memiliki banyak kanal.

Pemandangan di sekitar kamar.
Dekat dengan pusat kota.
Amsterdam tetap cantik meski di musim dingin, apalagi di musim panas.

Semula kamar suites kami adalah pos kontrol untuk jalur transportasi air, sebagaimana anda tahu bahwa Amsterdam terdiri dari beberapa jalur kanal. Kemudian seiring dengan kebutuhan pariwisata dan berkurangnya jalur transportasi air, pos kontrol diubah sesuai desain ulang tata kota. Kini pos itu menjadi kamar suites yang elegan dan mewah bagi turis seperti kami yang datang.

Kamar dibuat senyaman mungkin bagi tamu hotel. Fasilitas lengkap, hotel didesain unik, segalanya bersih dan pelayanan virtual yang ramah. Mengapa virtual? Kami tidak bertemu dengan siapa pun sebagai petugas layanan hotel, kami hanya berkomunikasi via email, telepon dan SMS. Lalu bagaimana check in saat kami datang?

Saya mendapatkan pemberitahuan bahwa hotel akan memberikan kode untuk self check in sebelum jam 16.00 atau waktu resmi check in. Kode diberikan via email yang mengharuskan kita mengunduh aplikasi Flexi Pass di google play store untuk android dan pilihan lain untuk Iphone dan sebagainya. Setelah tiba di hotel, kode yang diberikan via email dimasukkan dalam kode aplikasi Flexi Pass sebagaimana diminta. Setelah kami check in virtual, maka smartphone didekatkan beberapa saat di pintu kamar hingga tanda dari pintu untuk membukanya. Itu sudah menandakan kami telah check in. Proses check in hanya satu kali. Jika terjadi error atau pintu belum juga terbuka maka silahkan kontak petugas hotel yang berhubungan via email.

Untuk kebutuhan selanjutnya, ada kunci elektronik berbentuk kartu sebagaimana umumnya hotel yang menawarkan kartu elektronik sebagai kunci. Bila ada keperluan urgent atau genting, maka komunikasi bisa dilakukan secara virtual. Terbayang bahwa akomodasi atau tempat menginap di masa mendatang berikutnya bisa jadi memangkas anggaran untuk petugas jaga atau resepsionis misalnya.

Kelebihan dan kekurangan dengan sistim ini pasti ada. Bagi mereka yang tidak bisa terbiasa dengan panduan virtual, tidak menggunakan smart phone atau tidak suka dengan self service sebaiknya perlu berpikir ulang. Kelebihannya pun sudah diduga seperti yang anda tahu. Pengelola bisa memangkas anggaran staf resepsionis dan staf di muka hotel. Staf hotel pun bisa berkantor dimana saja.

Beberapa hotel di Jerman pun sudah mulai menerapkannya menurut pendapat seorang teman mahasiswa yang bekerja part time sebagai zimmermädchen. Saya berpikir mungkin ini bisa jadi alternatif ide penginapan moderen di tahun mendatang. Sementara hotel-hotel yang tumbuh di pusat kota besar di Eropa memang semakin sulit mendapatkan lokasi parkir. Anda bisa bayangkan pula hotel self service termasuk parkir mobil yang kemudian ditanggung tamu hotel.

Selanjutnya saya akan menceritakan pengalaman parkir bertumpuk di suatu hotel di pusat kota.

Jika anda ingin datang ke Amsterdam, anda bisa mencoba layanan hotel suites nan ekslusif ini di pusat kota Amsterdam. Info lebih lanjut, cek website hotelnya.