Makanan Khas Asia (57): Sate Asal Vietnam Pakai Saus Kacang Beda Rasa dengan Sate yang Saya Kenal

Sate Ayam yang dibuat di restoran Vietnam.

Apa pun makanan yang diberi saus kacang dan berasa pedas, disebutnya sate. Entah mengapa muncul istilah sate yang memang berbeda dari sate yang umum dan menjadi kuliner nusantara. Sate yang saya ulas kali ini berasal dari Vietnam. Saya menjadi penasaran untuk mencobanya, meski ini berbeda dari sate yang saya kenal. Tetapi saya menyukai rasanya yang sungguh lezat sekali.

Sesungguhnya saya tidak bisa mengklaim bahwa makanan yang disebut satay atau sate itu hanya berasal dari Indonesia. Nyatanya makanan yang disebut sate yang saya nikmati ini hanya karena diberi bumbu kacang. Itu sama seperti sate sebagai makanan nusantara yang kita kenal. Hanya saja ada rasa saus yang berbeda antara bumbu kacang sate yang menjadi makanan nusantara dengan saus kacang yang dipakai pada makanan Vietnam.

Sate khas Vietnam dengan saus kacang ini sungguh enak.

Umumnya sate makanan nusantara tidak hanya berbumbu kacang saja. Menurut saya, kita menyebutnya sate ketika makanan itu dipanggang di atas bara api. Saus sate memang umumnya adalah saus kacang, tetapi tidak wajib. Bahkan saya paling suka makan sate dengan saus kecap manis, irisan cabai dan potongan bawang merah saja. Atau saya juga suka makan sate khas maranggi yang diberi saus sambal yang dihaluskan kasar. Itu hanya untuk membuktikan bahwa sate asal Indonesia tidak melulu bersaus kacang untuk menikmatinya.

Saya ambil contoh bumbu sate madura yang juga punya sate terenak dengan saus kacangnya. Ada kacang tanah, cabai, bawang merah, kemiri, kecap manis dan gula merah yang dihaluskan bersamaan. Sebelum dihaluskan, kacang tanah terlebih dulu disangrai dengan sedikit minyak. Setelah mendapatkan saus kacang yang dihaluskan, saus tersebut dicairkan dengan sedikit air panas. Dengan begitu, sate yang terdiri tusuk daging yang sudah dipanggang dapat dinikmati dengan saus kacangnya.

Tunggu, bagaimana dengan sate asal Vietnam?

Satenya sudah jelas berbeda dimana potongan dagingnya tidak dipanggang seperti sate khas nusantara. Tetapi kita berbicara tentang saus kacangnya yang enak pada sate asal Vietnam.

Bumbu sate berasal dari peanut butter yang mudah saya peroleh di toko asia di Jerman. Peanut butter juga saya pergunakan untuk saus kacang pada somay buatan saya. Bagaimanapun saya pikir peanut butter itu terkesan praktis dan simple tanpa menggoreng, menumbuk dan menghaluskan terlebih dulu.

Untuk mendapatkan saus sate terdiri atas peanut butter, saus hoisin yang sedikit pedas dan beri pasta bawang putih. Agar tambah enak, bisa juga diberi irisan bawang bombay. Percaya deh saus kacang pada sate asal Vietnam ini benar-benar menggoda rasanya. Penasaran ‘kan?

Kreasi Sendiri (34): Ini Rahasia Mie Ayam Indonesia yang Enak

Mie ayam buatan sendiri.

Menikmati bakmi ayam bisa menjadi pilihan tepat ketika cuaca di sini memang sedang menuju musim winter. Jika saya sedang berada di Jakarta, tentu mudah membelinya dimana saja. Namun kerinduan saya makan mie ayam membuat saya ingin mencoba membuatnya sendiri di sini.

Kadang disebut juga bakmi ayam yang menurut orang Tiongkok, ini benar-benar lezat.

Mengapa mie ayam ini enak?

Ada beberapa alasan yang menyebut mie ayam nusantara itu enak. Ini bukan soal micin atau kandungan msg yang di dalam racikan bumbunya. Pertama, potongan daging ayam yang dicacah dan diberi bumbu itu membuat nikmat para noodle lovers. Mie sendiri pada dasarnya berasa tawar, justru dengan topping potongan daging ayam halus yang diberi rempah-rempah justru memberi nikmat tersendiri. Coba deh anda makan mie saja, tanpa potongan topping potongan daging ayam berbumbu tadi! Tak enak ‘kan?

Kedua, proses menumis potongan daging ayam yang butuh waktu lama hingga benar-benar masak. Ternyata memasak potongan daging ayam itu waktunya hanya sebentar saja loh. Karena rasa daging ayam sudah cukup masak. Namun anda perlu membuat bumbu meresap lebih lama dengan membiarkannya dalam api kecil sehingga potongan daging ayam itu benar-benar berwarna kuning keemasan yang cantik. Itu alasan kedua mie ayam nusantara itu benar-benar enak.

Ketiga, mie ayam itu enak ketika diberi kuah minyak sisa dari rendaman potongan daging ayam yang menjadi topping. Awalnya saya bingung bagaimana membuat mie yang biasa dijual di Jakarta sebagai street foods karena ada minyak berbumbu yang biasa dicampurkan dalam semangkuk mie yang dipesan. Akhirnya saya praktik membuat minyak berbumbu dari hasil racikan memasak topping daging ayam. Hasilnya, ini membuat enak.

Resep membuat topping daging ayam yakni menghaluskan bumbu-bumbu. Terdiri atas bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lada dan garam. Setelah bumbu halus, tumis dengan banyak minyak agar nanti bisa digunakan untuk minyak berbumbu pada mie ayam. Tumis bumbu halus, tambahkan sereh, daun salam, daun jeruk dan sedikit kaldu ayam. Biarkan masak sebentar dalam api kecil.

Resep ini juga bisa dikreasikan menjadi bihun ayam, yang disesuaikan dengan selera anda.

Di lain waktu, saya kreasikan juga topping bakmie ayam menjadi bihun ayam. Bihun yang terbuat dari beras juga cukup mengenyangkan. Bukan tidak mungkin, ini bisa menjadi salah satu pilihan buat anda sekeluarga ketimbang jajan di luar rumah.

Selamat mencoba di rumah!

Mesir (21): Luxor Temple Menjadi Tempat Sembahyang Sejak Sebelum Masehi

Dua patung Ramses II sedang duduk berada di muka.
Salah satu obeliks lebih dekat.
Empat patung Ramses II berdiri dan tugu obeliks.
Area Ramses II court.
Dahulu tempat ini juga menjadi tempat penobatan firaun sebelum berkuasa.

Mesir memang tak pernah selesai dikupas wisata sejarahnya. Negeri tertua di dunia ini rupanya menyimpan banyak sekali sejarah peradaban yang tak lekang waktu. Itu sebab cerita wisata saya pun masih berlanjut. Masih di Luxor, kota yang menyimpan kekayaan sejarah para Firaun yang pernah dipelajari dalam ilmu sejarah dan budaya di sekolah dulu. Kali ini wisata berlanjut ke Luxor Temple, tempat yang direkomendasikan untuk dikunjungi bila anda tertarik dengan sejarah, budaya, arsitektur dan plus agama.

Luxor temple letaknya tepat di tengah kota Luxor sendiri. Berada di pusat kota, temple ini begitu mempesona sebagai objek foto orang yang lalu lalang. Ada traffic light, gedung pemerintahan, hotel dan area pertokoan yang berada di sekitar lokasi wisata ini. Itu sebab lokasi ini dijadikan destinasi terakhir karena mudah dijangkau.

Cuaca yang terik saat kami datang membuat saya sudah lelah begitu tiba. Pemandu wisata memberikan penjelasan tentang asal muasal pendirian temple dan keterkaitan beberapa tempat yang sebelumnya sudah dikunjungi. Hanya saja saya sudah tak fokus lagi menyimaknya dalam bahasa Jerman. Padahal lokasi wisata ini amat menarik wisatawan karena bangunan arsitekturnya yang megah, yang pernah dibangun selama ratusan tahun. Wow!

Bangunan yang megah ini diperkirakan ada sejak abad 15 Sebelum Masehi. Keberadaan bangunan ini masih ada kaitan dengan Karnak Temple, yang sudah saya ulas sebelumnya. Bahkan ada garis lurus seperti jalan yang sebelumnya menghubungkan kedua bangunan antara karnak temple dan luxor temple. Bayangkan ini sudah terjadi tiga ribu tahun lalu sehingga banyak peninggalan yang tak utuh dan tak sempurna. Ukiran tiap dinding candi tampak tak jelas tetapi penggalian dan penyelidikan sejarah tak berhenti untuk mencari tahu.

Untuk menunjukkan keterkaitan Karnak Temple dan Luxor Temple, ada sebuah festival ritual kuno yang membawa patung dewa Amun, dewi Mut dan dewa Khonsu dari Karnak Temple ke Luxor Temple. Festival ini disebut festival Opet sesuai penanggalan keagamaan bangsa Mesir waktu itu, sebelum masehi. Dengan begitu temple ini juga didedikasikan untuk pemujaan dewa-dewa tersebut, sebagai festival keagamaan tertua. Konon di Luxor Temple terdapat tempat bagi Amun mengalami kelahiran kembali. Itu sebab nama Luxor Temple disebut Thebes. Thebes adalah sebutan orang Yunani untuk wilayah Luxor pada masa itu sebagai tempat berdevosi kepada dewa Amun.

Kuil diawali dengan sphinx yang sebelumnya menghubungkan dengan Karnak Temple. Sphinx berkepala manusia dulu terhubung sampai Karnak Temple. Lokasinya berada di selatan. Di muka kuil ada 2 tiang kokoh seperti obeliks yang berukir kisah heroik tentang pertempuran Mesir melawan bangsa lain. Tiang penyangga di muka kuil dibangun oleh Ramses II dengan 4 patung Ramses yang berdiri dan 2 patung Ramses yang duduk dengan tangan diletakkan di lutut. Area ini sendiri disebut area Ramses II court. Ramses II hanya memperluas kuil ini, sebelum Hatshepsut dan Amenhotep III membangunnya.

Saya sudah tak banyak mendengarkan penjelasan dari pemandu wisata. Hanya saja, saya ingat bahwa kuil ini pernah menjadi pusat keagamaan terbesar. Dindingnya bergambarkan ukiran pujian kepada dewa-dewa Mesir dahulu. Namun bangsa Romawi datang menguasai Mesir. Luxor temple pun beralih fungsi.

Diperjelas dengan denah ini.
Sphinx dan lurus ke depan, tampak gereja.

Dewa Amun-ra dan dewi Mut.
Masjid.


Abad 6 Masehi Luxor Temple yang megah ini menjadi gereja kristen koptik yang mengawali jemaat kristen awal di Mesir. Untuk membuktikannya, di sini masih terdapat altar dan hiasan dinding seperti di gereja, tempat sembahyang umat kristiani. Sayangnya warnanya semakin pudar seiring waktu. Ada yang mengatakan bahwa dulu temple ini dijadikan biara untuk para misionaris kristen.

Salah satu peninggalan misionaris kristen di Mesir, anda bisa melihat di pusat kota Luxor gereja katolik Santa Chatarina dan beberapa gereja denominasi lainnya. Bahkan saat saya datang di hari Minggu ke Luxor, tampak gereja dipadati umat yang sedang beribadah.

Pemandu wisata mengatakan ada satu dinding yang dulunya menjadi kuil pemujaan dewa, berubah menjadi salah satu bagian gereja. Kemudian dinding itu pula menjadi bagian dari masjid, tempat sembahyang umat islam. Masjid itu bernama Abu Al-Haggag. Sampai sekarang masjid ini masih digunakan masyarakat sekitar untuk bersembahyang.

Dari sini saya bisa menangkap maksud dinding informasi yang bertuliskan dalam bahasa Inggris sebagai berikut. “The functioning mosque makes Luxor Temple one of the rare sites in Egypt that has been a place continous worship since at least 2000 BC.” Itu sebab, anda layak menyelami misteri peradaban manusia berabad-abad lamanya di tempat ini.

Kreasi Sendiri (33): Kue Nagasari Tampak Eksotis dengan Daun Pisangnya yang Susah Ditemukan

Kue nagasari atau kue pisang yang dijajakan di malam budaya.
Kue pisang tampak eksotis di Eropa karena rasa dan pembungkusnya.

Sebagaimana yang saya janjikan tempo lalu bahwa saya menyediakan kue pisang atau yang disebut kue nagasari saat acara malam budaya di kampus. Cerita saya sebelumnya adalah saya berhasil mencoba kue pastel pakai puff pastry, tetapi saya berpikir ulang untuk menyajikannya. Akhirnya resep kue pastel ini dipakai kelompok mahasiswa dari Thailand.

Mengapa kue nagasari? Bisa jadi pertanyaan itu muncul dalam benak anda. Pemilihan kue nagasari menurut saya tak mudah sebagaimana sulitnya mencari daun pisang untuk membungkus kue nagasari. Bukan tanpa alasan, saya memilih kue nagasari untuk ditampilkan dalam malam budaya. Ternyata mereka suka dengan kue buatan saya.

Ini alasan pemilihan kue nagasari. Pertama, kue ini bisa diterima oleh berbagai kalangan baik vegan, vegetaris atau pemakan segala. Kue ini berisi tepung beras, sedikit tepung maizena, santan kelapa dan diberi irisan pisang. Tentu kue nagasari bisa dirasakan di semua lidah karena rasanya sederhana. Bagaimana pun di sini kami perlu menjelaskan apa yang menjadi deskripsi isian makanan yang dijajakan.

Alasan kedua, kue nagasari itu ternyata punya makna filosofinya sebagai salah satu jajanan pasar di Indonesia. Kue ini konon dahulu disajikan sebagai makanan untuk para tamu terhormat kerajaan. Belakangan diketahui siapa pun bisa menikmati kue nagasari karena pembuatannya yang sederhana. Bahkan kue nagasari tidak luput dari acara budaya di pulau Jawa. Kue nagasari dianggap simbol ketulusan hati karena warnanya yang putih.

Kue nagasari dipandang punya filosofi tradisi Jawa sehingga menjadi salah satu jajanan pasar.

Alasan berikutnya, kue nagasari tampak menawan dalam balutan daun pisang. Untuk mendapatkan daun pisang di sini, itu tidak mudah. Saya harus memesannya secara online. Daun pisang yang saya peroleh import dari negeri Thailand.

Kue nagasari menjadi misteri tersendiri bagi pengunjung yang datang. Apalagi tampilan kue nagasari menjadi khas dan unik ketika mereka sendiri baru pertama kali mencicipi kue nagasari. Mereka terkesan dan suka dengan rasa kue nagasari yang sedikit manis, gurih dan sederhana. Enak, kata mereka!

Alasan terakhir nih, aroma kue nagasari itu memang berbeda. Daun pisang ternyata membantu memberi aroma alami pada makanan yang dibungkusnya. Tak hanya itu, saya juga menambahkan daun pandan saat merebus santan sebelum dicampurkan tepung. Anda bisa membayangkan bahwa daun pandan itu memberi aroma yang enak untuk citarasa jajanan nusantara.

Jangan tanya saya lagi, bagaimana saya juga bisa mendapatkan daun pandan! Itu pastinya butuh perjuangan juga. Sama seperti daun pisang, daun pandan pun dipesan khusus sehingga wangi kue nagasari itu alami dan mengesankan.

Setelah berjibaku membuat kue ini, saya senang bahwa saya berhasil membuatnya dengan baik. Semua suka dengan rasa dan tampilan kue nagasari ini. Saya bangga bisa memperkenalkan kue ini kepada mereka yang belum pernah makan kue nagasari sebelumnya, apalagi ada juga yang belum pernah berkunjung ke Indonesia.

11 Tahun, 820 Hari: Sering Menulis Tiap Hari, Ini 7 Keseringan Dampaknya

Selamat bergabung di aplikasi wordpress yang ke-11!
Sudah 820 Hari, blogging tiap hari!

Menulis setiap hari itu menjadi tantangan tersendiri buat saya selama 820 hari. Padahal saya sudah memulai sejak 11 tahun lalu bergabung di wordpress, aplikasi yang menyalurkan hobi menulis saya. Namun kebiasaan rutin menulis baru beberapa tahun belakangan ini. Seandainya 11 tahun lalu saya sudah menulis tiap hari tentu sekarang saya sudah menghasilkan sekitar empat ribuan artikel. Sayangnya, itu tidak terjadi demikian.

Dahulu pekerjaan saya di Indonesia adalah sebagian traveling ke pelosok nusantara untuk bekerja. Tak terbayang berapa banyak tempat dan artikel yang bisa saya kumpulkan sekarang. Menyesal? Saya sangat menyesal tidak bisa menyisihkan kesibukan pekerjaan dahulu dengan menulis. Kini saya tahu betapa pentingnya menulis tiap hari untuk aktualisasi diri. Saya merasakan self-esteem yang tumbuh positif melalui kebiasaan ini.

Artikel ini bukan yang pertama yang menjelaskan manfaat menulis tiap hari dan tantangannya. Saya sudah mengulas sebelumnya, yang bisa anda cek di blog ini.

Kali ini saya membahas apa sih dampaknya menulis tiap hari selama 820 hari, yang saya rasakan. Sering menulis itu menyebabkan keseringan pada hal lain. Apa saja?

1. Sering Baca

Apakah anda berpikir saya tahu segala hal lewat semua ide yang saya tulis? Saya tahu tentang banyak hal ketika saya membutuhkannya untuk memperkaya data artikel saya. Artikel saya memang tidak berhubungan dengan persoalan pribadi, sehingga saya harus mencari informasi yang melengkapi artikel yang hendak ditulis. Mengapa begini? Mengapa begitu? Lewat membaca, saya menjadi tahu sesuatu yang mendasari atau latar belakang tentang sesuatu hal. Ada yang mengatakan membaca dulu kemudian menulis, tetapi bagi saya membaca dan menulis harus dilakukan beriringan atau sejalan.

2. Sering Bertanya

Mengapa mereka melakukan itu?” atau “Apakah benar di Tiongkok itu ada hari lajang?” dan sebagainya pertanyaan-pertanyaan saya pada beberapa kenalan saya berbeda bangsa di sini. Kebiasaan bertanya itu ternyata melatih berpikir kritis saya. Misalnya, saya bertanya bagaimana membuat makanan ini dan itu kepada orang lain. Jika anda hidup di negeri perantauan dan tidak mengenal akrab, anda tak mungkin bergosip dan membicarakan orang lain. Tentu berdiskusi soal kebiasaan, makanan hingga budaya itu membuat hidup saya makin kaya.

3. Sering Cari Tahu

Ada yang memanfaatkan kecanggihan smartphone itu untuk terhubung dengan orang lain yang berada jauh di sana, ada yang selfie, ada yang menjadi social media addicted atau ada pula yang menjadi vlogger. Semantara saya memanfaatkan smartphone untuk menyimpan ide menulis dan memotret apa yang saya lihat. Lewat smartphone, saya mencari tahu tentang ide menulis yang hendak saya kembangkan. Dunia kini seluas dua jari, anda bisa mencari tahu begitu mudahnya. Jika stuck menulis, segera cari tahu ide menarik untuk ditulis.

4. Sering Penasaran

Menulis tiap hari itu membuat saya penasaran pada banyak hal di dunia ini. Saya penasaran terhadap sesuatu hal sehingga ini melatih saya untuk menulis. Menulis tiap hari itu memunculkan rasa penasaran. Besok saya akan menulis apa. Bulan depan, apa yang akan saya tulis. Saya penasaran dengan suatu tempat, suatu makanan atau sesuatu hal, hanya karena saya harus menulis tiap hari.

5. Sering Berpendapat

Menulis tiap hari itu melatih keterampilan linguistik seseorang, itu yang saya rasakan. Ini bisa menjadi alasan, saya begitu mudah mengungkapkan pendapat saya ketika berdiskusi atau berjumpa dengan orang lain. Keterampilan lingustik itu membuat saya cakap berpendapat tentang sesuatu ide, bukan menggosip ya.

6. Sering Berpikir Terstruktur

Bahwa seberapa banyak orang memahami sesuatu, ketika dia sering berpikir terstruktur. Ia akan mudah menuliskan atau menyampaikan hal yang mudah dicerna dan terstruktur. Apa yang menyebabkannya? Menulis tiap hari melatih otak untuk menyampaikan sesuatu secara tertulis, yang berhubungan satu sama lain sehingga menjadi struktur artikel. Kebiasaan baik ini tentu mendorong saya untuk berpikir terstruktur dalam kerangka berpikir (=logical frame) yang sering tentang sesuatu hal.

7. Sering Punya ‘Me Time’ buat menulis

Hal terakhir yang menjadi keseringan saya adalah memiliki waktu sendiri untuk menulis. Saya tahu bahwa saya punya aktivitas lain yang juga sama penting atau lebih penting dari sekedar menyalurkan hobi menulis. Namun kebiasaan menulis tiap hari melatih saya untuk meluangkan waktu sendiri untuk menulis. Jika ditanya apa ‘me time’ saya? Menulis dan membaca adalah ‘me time’ saya yang tak terpisahkan.

Menulis tiap hari itu adalah soal memilih bagaimana memanfaatkan waktu luang. Target saya adalah menggenapi artikel sampai hari ke-1.000 menulis tiap hari. Semoga saya berhasil melampui 180 hari lagi menulis tiap hari.

Anda sendiri bagaimana?

Makanan Khas Timur Tengah (11): Couscous, Semacam Pasta dari Beras

Couscous dalam tampilan bisa jadi pengganti nasi.

Couscous terlihat tidak asing lagi buat saya saat saya menyambangi buffet makan siang dan makan malam sewaktu kami berlibur di Mesir. Pasalnya couscous ini ada juga di supermarket di Jerman yang dijual bersamaan dengan salad dan pasta yang sudah matang. Namun jujur saya belum pernah mencicipinya, seperti apa rasanya?

Makanan yang satu ini bisa dikatakan semacam pasta dari Timur Tengah. Begitu pendapat sebagian orang. Makan couscous dengan berbagai hidangan sudah terasa kenyang. Pasalnya couscous ini terbuat dari beras namun ada juga yang terbuat dari tepung semolina. Tepung semolina ini yang saya tahu bisa untuk membuat hidangan kue-kue dari Timur Tengah yang pernah saya cicipi. Tepung semolina ini terbuat dari biji gandum yang cocok untuk roti, pasta dan couscous untuk makanan khas Timur Tengah.

Jika dilihat lebih dekat, couscous itu tampak seperti biji-biji halus yang dikukus. Itu sebab couscous merujuk pada sejenis pasta seperti makanan Italia atau nudeln pada makanan Jerman. Couscous biasa menjadi side dishes untuk mereka yang berasal dari Timur Tengah, seperti Mesir. Tetapi seiring berjalannya waktu, couscous juga mudah ditemukan di benua biru seperti Jerman.

Untuk anda yang suka berkreasi makanan, couscous ini bisa menjadi alternatif makanan loh. Ini adalah alternatif yang populer selain nasi dan pasta. Couscous memang berasa tawar, tetapi teksturnya yang halus dan lembut menyebabkan couscous bisa menyerap pada aneka makanan. Anda bisa mengkombinasikan dengan sayuran dan daging rempah yang kaya bumbu pun sudah terasa enak.

Couscous tersedia di meja buffet saat prasmanan makan siang dan makan malam.

Untuk memasak couscous pun mudah. Anda bisa merendamnya terlebih dulu selama 10 menit. Ada yang memberikan campuran seperti kaldu, minyak dan air atau rempah yang membuatnya terada lezat. Setelah couscous direndam maka dia akan tampak mengembang. Anda bisa menambahkan sesuai selera anda. Misal couscous sebagai salad maka saya bisa tambahkan irisan daun peterseli, radieschen dan irisan tomat. Tambahkan sedikit garam dan perasan jeruk nipis. Dijamin ini adalah makanan yang kaya nutrisi.

Semoga anda terinspirasi untuk mencobanya di rumah. Barangkali ini bisa menjadi alternatif bila bosan makan nasi, pasta atau roti.

4 Contoh Jajanan Sosis yang Biasa Dijual di Pasar Jelang Natal

Weihnachtsmarkt yang digelar di kota Vilshofen, Bavaria.

Masa Advent sudah datang yang menandai seluruh umat kristen di dunia menyiapkan diri menjelang Hari Raya Natal. Kekhasan masa Advent tak lepas dari kebiasaan warga Jerman mengadakan acara tahunan pasar rakyat, hampir di tiap kota. Pasar jelang natal ini disebut Weihnachtsmarkt, namun ada juga yang menyebutnya Christkindlmarkt.

Nah, saya akan mengulas empat kreasi jajanan sosis yang biasanya dijumpai. Sebagaimana anda tahu bahwa sosis adalah makanan mudah dan meriah yang dijumpai di seluruh Jerman. Tentu ada banyak varian menyajikan sosis agar bisa digemari para peminatnya.

1. Sosis panggang diberi Sauerkraut dan Acar Bawang

Bratwurst panggang dalam roti, dengan isian sauerkraut dan acar bawang. Sebagai tambahan, ada bubuk kari ditaburi di atasnya.

Makanan pertama yang dibahas adalah bratwurst yang dipanggang dan diselipkan dalam sammeln. Sosis bisa dikatakan sangat lezat bagi penikmat sosis karena sosis ini berisi hanya daging saja di dalam. Bratwurst di negeri Paman Sam biasanya terbuat dari daging sapi muda, sedangkan di Jerman umumnya menggunakan daging babi. Sosis bratwurst yang terkenal di sini berasal dari Nürnberg. Cerita saya menikmati sosis ini bisa dicek di kuliner yang wajib dinikmati di Nuremberg.

Sosis kreasi pertama yang saya temukan di pasar jelang natal adalah perpaduan bratwurst dengan sauerkraut. Saat saya memesan, penjual langsung memanggang sosisnya segera. Setelah sosis matang, penjual menyelipkan sosis di roti sammeln yang panjang, semacam roti bagutte. Kemudian penjual bertanya untuk tambahan rasa kepada saya sebagai pembeli. Ada sauerkraut di atas sosis dan acar bawang merah yang enak. Lalu pembeli bisa menambahkan bubuk kari atau saus tomat sesuai selera.

2. Sosis panggang Setengah Meter yang berasal dari daging kuda

Panjang ya!

Makanan kedua selanjutnya adalah Pferdewurst. Sosis ini diklaim oleh si penjual sebagai sosis terpanjang, dengan ukuran setengah meter atau lima puluh sentimeter. Sosis ini juga dipanggang sehingga tekstur dan aromanya menggoda selera pembeli. Tak heran pengunjung pasar jelang natal banyak mengantri untuk membeli. Sosis ini diselipkan di roti baguette yang panjangnya juga tak mampu menutupi keseluruhan sosis, seperti yang anda lihat. Setelah sosis matang, pembeli bisa menambahkan dengan saus tomat atau senf. Senf adalah bahasa Jerman untuk menyebut mustard.

Pferdewurst adalah salah satu jenis sosis yang bisa anda temukan di Jerman. Sosis ini berasal dari daging kuda, yang memang khusus diternakan untuk dikonsumsi. Anda akan bisa merasakan daging kuda begitu empuk dan tak banyak lemak. Jika dirasakan lebih jauh, daging kuda terasa sedikit manis. Ada sebagian orang memilih tidak mengkonsumsi daging kuda sesuai kebudayaan dan itu sah saja.

3. Currywurst

Sosis diberi bumbu kari dan dimakan bersama pommes.

Sosis ketiga adalah tentu ini mudah ditemukan di seluruh Jerman sepanjang masa. Tak harus menunggu pasar jelang natal, anda bisa mendapatkan currywurst dengan mudahnya. Mulai currywurst yang dijajakan di supermarket hingga restoran berkelas tanpa mengenal waktu khusus. Currywurst adalah salah satu makanan wajib jika anda berkunjung ke Jerman.

Tentang currywurst, silahkan anda temukan ulasannya di artikel makanan khas Jerman (9). Currywurst pun tak luput dari perhatian di pasar jelang natal. Anda bisa mendapatkan street foods ini sesuai kocek anda.

4. Sosis direbus dengan rasa pedas (Debreziner)

Sosis yang dimakan dengan mustard dan irisan seperti wasabi.

Terakhir adalah sosis yang berasa pedas bagi pecinta makanan pedas. Sosis yang direbus ini disebut debreziner, yang terasa pedas dengan sedikit berbumbu seperti bawang putih, paprika dan rempah-rempah. Debreziner berwarna merah pekat karena berasal dari daging babi dicampur dengan paprika. Nama sosis ini sendiri diambil dari salah satu kota di Hungaria, Debrecen.

Untuk menikmati sosis ini, orang-orang di sini menyantapnya bersama senf dan meerrettich. Meerrettich atau kadang disebut juga krent adalah semacam umbi tanaman yang rasanya pedas menyengat. Bagi saya, ini seperti wasabi bila anda menyantap sushi, makanan khas Jepang. Jadi bisa dibayangkan saus pedas dengan bumbu pedas menyengat tentu akan menimbulkan sensasi berbeda di musim dingin.

Baiklah, anda suka jajanan sosis yang mana?

Makanan Khas Asia (56): Korean Food Gimbap, Lalu Adakah Bedanya dengan Sushi?

Gimbap bisa diisi sesuai selera anda.
Gimbap yang saya nikmati di pasar pagi di Seoul, Korsel. Gimbap dibalut minyak wijen pada rumput laut. Ini juga membedakannya dengan sushi.

Hallo pecinta makanan Korea, saya kembali lagi mengulas makanan yang mungkin tertarik mencoba atau anda sudah pernah mencicipinya barangkali. Jika anda pernah ke Korea Selatan (Korsel) maka anda akan tahu gimbap itu begitu mudah dijumpai. Gimbap yang saya bahas ini diperoleh dari teman mahasiswa asal Korea Selatan yang memperkenalkannya dalam acara malam budaya di kampus, tempat saya belajar di Jerman.

Pernahkah anda makan gimbap?

Jika dilihat lebih dekat, maka anda perhatikan bahwa ini seperti sushi.

Atau pernahkah anda menikmati sushi, makanan khas Jepang?

Jika anda perhatikan sekilas, gimbap itu mirip dengan sushi ‘kan? Ketika teman asal Korsel ini sedang merencanakan untuk membuatnya, dia bermaksud meminjam sushi maker yang saya punya. Dalam artikel tersebut, saya bercerita bagaimana membuat sushi dengan bantuan alat tersebut, yang saya beli Jerman. Itu berarti sushi dan gimbap, sama atau beda?

Ternyata saya tidak sendiri. Ada sejumlah teman mahasiswa lain yang juga bertanya, apakah gimbap itu sama dengan sushi? Kebetulan satu orang mahasiswa berjaga dan memberikan satu per satu makanan asal negaranya, yang menjadi tanggungjawabnya. Dari penjelasannya, saya menjadi tahu bahwa sushi dan gimbap terdapat perbedaan. Penasaran ‘kan?

Gimbap bisa juga disebut kimbap. Mungkin kimbap terasa familiar, sedangkan bagi orang Korea lebih menyebutnya gimbap, hanya karena pengejaannya saja. Baik gimbap maupun kimbap adalah sama. Tetapi gimbap itu berbeda dengan sushi, makanan khas asal Jepang. Sushi sendiri sudah tak asing lagi di Jakarta, Indonesia. Ada banyak gerai sushi yang membuka bisnisnya. Saya kerap mencicipinya dahulu saat saya masih di Jakarta.

Gimbap di atas disajikan dua pilihan, yakni vegetaris dan non vegetaris. Untuk vegetaris terdapat telur dan sayuran di dalamnya. Sedangkan gimbap isian non vegetaris terdapat ikan dan daging. Gimbap menggunakan beras sedangkan untuk sushi biasanya menggunakan beras sushi khusus. Di supermarket di sini tersedia pilihan beras sushi yang memang berbeda dari beras pada umumnya. Itu sudah menjelaskan perbedaannya dengan sushi.

Disebut gimbap karena gim berarti rumput laut yang membungkusnya. Seperti yang anda lihat, tiap gimbap dibungkus dengan rumput laut. Sedangkan bap dimaksudkan dengan beras. Dari asal kedua kata ini maka makanan ini dikenal gimbap. Sedangkan orang luar Korsel lebih mengejanya menjadi kimbap.

Perbedaan lainnya juga pada saat kita membumbui sushi dan gimbap. Sushi bisa dibumbui dengan saus yang sedikit kecut seperti cuka dan wasabi. Ini sudah jelas membedakan antara sushi dan gimbap. Gimbap biasa dinikmati dengan minyak wijen. Gimbap terasa lebih manis, sedangkan sushi tidak.

Jika anda bertanya, manakah yang lebih dulu otentik gimbap atau sushi? Saya sendiri pernah mengulas bagaimana Korsel itu merupakan perpaduan dua budaya Tiongkok dan Jepang yang pernah menguasai negara tersebut. Kedatangan bangsa Jepang di masa lalu bisa jadi mempengaruhi kuliner di Korsel. Tentang kunjungan saya ke Korsel, bisa dicek di artikel-artikel sebelumnya.

Kue Khas Jerman (10): Stollen, Kue Tradisi Advent Jelang Natal

Irisan dalam kue setelah dipotong, anda bisa melihat ada marzipan, kacang mede bahkan apel kering.

Biasanya kue tersebut dalam satu loyang utuh, ditaburi gula pasir atau gula bubuk.
Selamat Memasuki Masa Advent bagi yang merayakannya!

Advent pertama akan dirayakan pada 1 Desember di tahun ini. Gaung perayaan Advent sudah mulai terlihat dari pernak pernik dekorasi natal yang menandakan Advent akan segera dimulai. Tentu masyarakat di Bavaria, tempat tinggal saya tak akan luput dari keriaan ini. Salah satunya adalah menikmati kue yang menjadi ciri khas bahwa natal sudah mulai dekat. Ya, Advent adalah masa persiapan sebelum Hari Raya Natal datang tanggal 25 Desember nanti.

Kue stollen adalah kue yang biasanya beredar menjelang natal, atau saat Adven sudah mulai berlangsung. Jika dulu warga di sini masih membuat kue stollen hasil rahasia resep Oma, kini kue stollen bisa ditemukan di supermarket dan toko roti. Begitu mudah, tanpa kita perlu sibuk di dapur membuatnya. Namun masih banyak juga yang membuat kue stollen di dapur sendiri. Biasanya mereka punya resep khusus atau mereka memang golongan orang yang harus menghindari beberapa bahan makanan seperti mereka yang diet gula misalnya.

Bagaimana pun kue stollen ini dibungkus dengan gula pasir seperti pada foto di atas yang saya makan. Ada juga yang dibalut gula bubuk seperti “bedak” begitu. Ini mengesankan kue ini manis rasanya, meski rasa di dalam kue itu sesungguhnya tak manis. Kue ini berisi buah-buah kering, kacang-kacangan dan marzipan. Marzipan itu terbuat dari kacang. Seperti kue stollen yang saya nikmati, ada buah kering apel dan aprikot yang disisipkan di dalam.

Kue stollen menjadi ciri khas kue yang berasal dari Jerman. Kue ini umumnya dinikmati menjelan natal atau selama masa Advent. Itu sebab kue ini disebut weihnachtsstollen, dimana weihnacten adalah kata bahasa Jerman untuk menyebut kata ‘natal’. Setelah natal, kue stollen juga kadang masih terjual di supermarket. Ada yang menyebut kue ini christstollen, karena setelah natal (:baca Christ) pun masih tersedia.

Jika anda datang langsung ke Dresden, anda bisa mencicipi kue stollen ini, yang konon kabarnya sangat enak. Kue stollen ini memang rasanya sederhana saja, tak seperti kue-kue yang kaya rasa yang dijual di toko kue. Pastinya ada sejarah mengapa kue ini muncul menjelang natal dengan rasanya yang khas.

Jaman dulu ada kebiasaan warga Jerman yang taat untuk berpantang saat Advent datang. Ini dimaksudkan sebagai perilaku beragama menjelang natal. Bahkan umat katolik masih meyakini bahwa Advent adalah masa persiapan untuk tidak membuat keriaan, pesta atau berpantang sebelum Hari Raya Natal. Kue stollen dianggap mewakili masa Advent. Rasanya tidak semanis kue-kue yang dijual di toko kue. Tampilannya pun tak menarik. Tak ada bahan kue seperti butter di dalam. Rasanya hambar dan sedikit keras. Itu mengingatkan orang tentang Advent untuk menyiapkan diri sebelum natal.

Di dunia, kue stollen dijuluki sebagai kue khas dari Jerman menjelang natal. Dahulu kue stollen punya rasa yang khas karena mengandung filosofi Advent, menjelang natal. Tetapi kini kue stollen bisa dinikmati selagi terjual umum. Biasanya kami menikmati kue stollen sebagai kudapan setelah sarapan pagi. Atau kadang kami menikmati kue stollen saat kaffeetrinken dalam keluarga-keluarga di Jerman.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

Mesir (20): Luxor Karnak Temple, Bangunan Termegah Sepanjang Sejarah dengan Arsitektur Menawan

Tiket masuk.
Bangunan begitu megah dan kokoh sejak sebelum masehi sudah berdiri, arsitekturnya
membuat berdecak kagum.
Meski pilar ini sudah terlihat tak sempurna, percayalah saya berpikir bagaimana mereka membuatnya sebelum ada teknologi sebelum masehi.

Tiap dindingnya berukir informasi yang tergerus jaman. Beratnya tiap pilar 70 ton.

Ini bukti peradaban manusia sebelum masehi.
Kompleks temple batu ini membutuhkan 30 masa pemerintahan firaun untuk membangunnya. Wow!

Sabtu pagi yang indah, program acara selanjutnya di Luxor adalah Karnak Temple. Kami semua berangkat dengan mengendarai bus menuju pusat kota Luxor. Lalu bis kami berlanjut ke Karnak Temple yang menjadi incaran wisatawan dunia yang suka sejarah dan arsitektur. Saya yang melihatnya dari kejauhan saja sudah berdecak kagum, apalagi dahulu ketika bangunan ini masih utuh. Jelas bangunan ini menjadi situs warisan dunia karena bangunan semacam aula dan beberapa temple lainnya dibangun dengan megah, indah dan tercatat terbesar di dunia.

Sebagai lokasi wisata dunia, tempat ini sudah lebih baik seperti lokasi tiket masuk, parkir mobil dan penataan sovenir yang tak mengganggu pengunjung. Tiket masuk dibagikan satu per satu di antara kami. Di pintu masuk terdapat informasi petunjuk bahwa karnak temple adalah kompleks beberapa kuil dan ruang pertemuan juga terdapat danau yang indah di sini. Bangunan ini sudah tampak menonjol dari pesisir sungai nil.

Kuil Karnak didedikasikan untuk dewa Amun-Ra, yang kepalanya bertanduk dua seperti lambang Aries dan wajahnya berjenggot panjang. Anda bisa melihat gerbang pintu masuk seperti kepala bertanduk yang berjejer di depan. Itu adalah simbol dewa Amun-Ra. Kuil ini didedikasikan pula untuk dewi Moot (=Mut) isteri dewa Amun-ra. Dari namanya, ini menjadi cikal bakal kata ibu, yakni mother, mutter (dalam bahasa Jerman) karena dewi Mut adalah ibu Khonsu. Dewa Khonsu adalah putera dari dewa Amun-Ra dan dewi Moot, yang berkepala bulan. Ini menjadi lambang di beberapa kuil terdapat keluarga, ayah, ibu dan anak. Itu adalah simbol mereka.

Sebagai bangunan termegah di dunia sepanjang sejarah, tentu memerlukan waktu yang tak sebentar untuk membangunnya. Bayangkan saja konstruksi sudah dimulai sejak kekuasaan King Intef II, kemudian diperluas tahun 1971 Sebelum Masehi pada pemerintahan King Senusret I. Lalu pembangunan berlanjut terus hingga pemerintahan Ptolomeus VIII. Anda bisa membayangan betapa megahnya tempat ini masa itu, Sebelum Masehi.

Kompleks temple terbagi enam untuk penyembahan dewa Amun-ra, dewa Montu, dewi Mut, dewa Khonsu, dewa Opeth dan dewa Ptah. Begitu megahnya bangunan ini hingga membutuhkan 30 Firaun membangunnya. Kemegahannya juga menyedot animo wisatawan dunia sebagai target kunjungan kedua, setelah Piramid Giza di Kairo. Arsitekturnya yang terbuat dari batu kokoh hingga kini tak bisa diselami bagaimana manusia pada jaman itu bisa membangunnya. Begitu pendapat kami mendengarkan penjelasan reiseleiter, pemandu wisata berbahasa Jerman pada kami.

Kemegahan ini tampak dari hypostyle hall yang terdiri atas pilar batu yang kokoh dan tinggi menjulang. Anda perlu tahu bahwa pilar batu ini tertinggi di dunia, tak ada yang menandingi jumlahnya yang juga banyak. Ada 134 pilar batu yang melambangkan tanaman teratai di ujung tiang. Informasi menyebutkan bahwa hall termegah ini mulai dibangun pada pemerintahan King Seti I (1313 – 1292 Sebelum Masehi). Kemudian selesai dibangun oleh putranya sendiri, Ramses II (1292 – 1225 Sebelum Masehi).

Arsitektur menawan lainnya adalah obelisk, yakni tugu batu kokoh dengan muncung pada puncaknya. Obelisk ini berada pada pilar keempat dan kelima. Tinggi obeliks sekitar 28 meter. Wah!

Obeliks setinggi 28 meter di antara beberapa pilar batu.

Temple megah ini didedikasikan untuk dewa Amun-ra, yang menyerupai lambang aries seperti terlihat di muka pintu masuk.
Pilar batu diberi lingkaran menggambarjan dewa Amun-ra, yang punya tanduk dua.

Lebih jelas saya mengambil figur dewa Amun-ra (kiri) dengan dewa Khonsu (putranya).
Lingkaran kuning adalah figur dewa Khonsu. Lingkaran orange adalah figur dewa Monto yang digambarkan juga bertanduk dua, memegang senjata dan sebagai dewa perang. Lingkaran hijau adalah figur dewa Amun-ra.
Figur dewa Khonsu, dengan bulan di atas kepalanya.
Altar batu dalam kapel.
The sacred lake atau danau yang disucikan yang sudah berusia ribuan tahun lalu.

Ketika saya memasuki bangunan kompleks batu megah ini, saya berdecak kagum pada upaya manusia masa itu membuatnya. Ini seperti masa peradaban manusia dimulai, dengan menciptakan simbol-simbol komunikasi terukir di dinding-dinding batu tersebut. Kini sebagian informasi terukir itu sudah tergerus jaman.

Pada bagian tersembunyi dari kompleks ini adalah semacam kapel untuk berdoa. Dahulu ini dianggap tempat yang sakral untuk penobatan. Di tengahnya terdapat altar batu dan tempatnya begitu menjorok ke dalam sehingga sedikit gelap. Simbol di tiap dinding batu kapel kini sudah mulai pudar dan tak tampak lagi.

Bagian akhir dari kompleks ini adalah danau suci atau the sacred lake. Danau ini tampak indah mempesona, di akhir temple. Dengan luas 200 meter dan kedalaman lebih dari 100 meter, danau ini dimulai pembangunannya saat Hatshepsut dan Thutmosis III.

Begitu luasnya kompleks ini dengan pembangunannya yang berlangsung sebelum masehi, membuat saya berdecak kagum. Bagaimana kekuatan manusia saat itu, yang belum merasakan kecanggihan teknologi tentunya. Wajar tempat ini layak dikunjungi jika anda berkunjung ke Mesir.