Mengapa Anak Sulung Lebih Pintar?

wpid-vvv.jpg
Anak-anak suku Baduy. Sumber foto: Dokumen pribadi

Pertanyaan itu diajukan oleh seorang teman saat kami sedang makan siang. Saya pun tergelitik untuk menyelidiki demikian, benarkah? Hal ini terkait dengan tulisan saya sebelumnya, apakah anak sulung lebih sukses https://liwunfamily.wordpress.com/2014/05/04/anak-sulung-lebih-sukses/. Meski kesuksesan bukan jaminan tentang kepintaran seseorang tetapi pertanyaan kawan saya tadi ingin segera dijawab.

Berdasarkan dari hasil studi dan bacaan berikut yang berhasil dirangkum:

  1. Editor Majalah Parenting berpendapat bahwa anak pertama mendapatkan perhatian yang besar dari keluarga dan kerabat orangtua. Anak pertama dianggap sebagai bentuk tanggungjawab orangtua saat pertama kali menjadi orangtua sehingga anak pertama cenderung diperlakukan secara sempurna. Sebagian besar waktu, tenaga dan juga mungkin uang diinvestasikan untuk anak pertama. Meski anak kedua dan selanjutnya diperlakukan hal yang sama tetapi pada anak pertama, orangtua lebih mencurahkan perhatian terbesarnya dibandingkan anak yang lain. Lebih lanjut, ia berpendapat bahwa anak pertama menjadi pusat perhatian sehingga anak pertama menjadi ambisius untuk sukses. Mereka juga lebih giat dan berkembang lebih cepat seperti menyerap kosakata. Hal ini menunjukkan bahwa mereka lebih cerdas.
  2. Ada sebuah studi yang menemukan bahwa orangtua ternyata lebih ketat memberlakukan aturan kepada anak pertama seperti nonton tivi, melaksanakan PR sekolah, dsb dibandingkan anak yang kedua dan selanjutnya. Setelah anak pertama, orangtua biasanya sudah mulai longgar dalam memberlakukan aturan.
  3. Sebuah studi jangka panjang ditunjukkan tentang pengaruh urutan kelahiran terhadap penilaian performa akademis di sekolah. Hasilnya ada pengaruh urutan kelahiran dengan hasil akademis yang diterima anak. Anak pertama cenderung memiliki skor yang lebih baik.
  4. APA (American Psychological Association) juga merilis hasil riset yang dilakukan oleh Frank dan koleganya. Studi mereka terhadap 90 kakak beradik di suatu sekolah menengah ingin mengetahui intelegensi, etos kerja dan performa akademis. Hasil mereka juga diverifikasi dengan rapot siswa yang diteliti itu sendiri. Ternyata anak sulung memiliki kecenderungan yang lebih baik dalam penilaian. Penelitian ini juga menyatakan bahwa ada banyak faktor mengapa hal itu terjadi, seperti orangtua mendampingi dan menaruh perhatian lebih pada anak pertama dibandingkan anak yang lain.

Beberapa hal yang menarik untuk saya:

  1. Bukan anak pertama, tengah atau bungsu yang menjadi kunci keberhasilan seorang anak. Sebaiknya orangtua bisa mengatakan bahwa setiap anak adalah terbaik dan mereka juga pandai.
  2. Jangan pernah membandingkan seorang anak dengan anak yang lain! Kerap orangtua ingin seorang anak mencontoh anak yang lain. Rasanya itu tidak adil. Setiap anak itu unik. Mereka tumbuh dengan karakter dan jiwa yang berbeda pula.
  3. Anak pertama bukan eksperimen. Perlakukanlah semua anak sama rata dan sama rasa!

Bagaimana menurut anda?

Sumber bacaan:

http://www.surfnetparents.com/1654/personality-traits-of-your-firstborn-child/

http://edition.cnn.com/2013/10/23/living/parents-first-borns-smarter-why/index.html

http://www.nbcnews.com/id/38683279/ns/health-childrens_health/t/sorry-kid-first-borns-really-are-smarter/#.VeB8yZfIsSE

Advertisements

3 Hal Tingkatkan Pikiran Positif

Setiap orang punya 24 jam yang sama dalam satu hari. Anda dan juga saya disibukkan dengan berbagai pekerjaan dan rutinitas yang membuat kita larut dalam aktivitas tersebut, kadang menyenangkan kadang pula membosankan. Dalam keadaan tertentu, hal-hal negatif bisa saja muncul meski kita sudah dilatih untuk selalu berpikir dan bersikap positif. Namun kenyataannya hal negatif bisa saja muncul dari luar diri, seperti lingkungan atau orang lain.

Nah, apa yang dapat membuat anda tetap merasa puas, gembira dan penuh syukur dalam hidup ini? Apa hobi dan kesukaan anda? Apa minat anda? Lakukan itu!

Berikut saya kutip tiga hal yang dapat meningkatkan pikiran positif berdasarkan hasil riset, antara lain:


Hidup terlalu indah untuk membenci. Berdamailah dengan waktu. Meditasi adalah salah satunya.

  1. Meditasi

Riset yang baru saja dilakukan oleh Frederickson dan kelompoknya telah menunjukkan bahwa orang yang sehari-hari melakukan meditasi ternyata menunjukkan emosi yang lebih positif dibandingkan mereka yang tidak sama sekali. Mengapa? Karena mereka yang melakukan meditasi diyakini berhasil meningkatkan kesadaran, tujuan hidup, dukungan sosial hingga mampu menurunkan sindrom penyakit.

Jika meditasi sulit bagi anda, luangkan waktu sejenak untuk berdoa. Setidaknya anda memiliki kekuatan spiritual yang anda yakini kepada sesuatu yang Ilahi. Ada pepatah yang mengatakan bahwa jangan pernah meremehkan kekuatan doa, karena doa menimbulkan energi yang positif dalam hidup. Apakah anda sudah berdoa hari ini?

  1. Menulis Hal yang Positif
wpid-menulis2.jpg
Tulislah hal yang positif! Hal ini akan membantu anda untuk selalu berpikir positif pula.

Sebuah riset dirilis oleh Journal of Research in Personality yang meneliti sekelompok mahasiswa. Ada 90 orang yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menulis tentang pengalaman intens positif setiap hari selama tiga hari berturut-turut. Kelompok kedua diminta untuk menulis tentang topik lain. Hasilnya, diteliti tiga bulan kemudian. Ternyata para mahasiswa di kelompok pertama memiliki tingkat mood yang lebih baik, jarang mengeluh sakit dan jarang berkunjung ke pusat kesehatan.

Jika menulis menjadi kelemahan buat anda, silahkan memposting kalimat-kalimat positif dalam media sosial. Mengapa? Dengan menulis kalimat positif akan lebih baik ketimbang caci maki yang akan menjadi sampah. Menulis adalah ekspresi terhadap apa yang anda pikirkan dan alami. Jika ingin menulis berupa kritikan, tulislah dengan santun dan solutif. Setidaknya anda tahu bahwa anda sebagai penulis pun tahu bagaimana seharusnya berpikir positif dan menuliskannya dengan baik. Selain sebagai penulis, anda juga kelak akan menjadi pembacanya juga.

Sediakan waktu sejenak dalam hidup untuk memiliki catatan kehidupan anda sendiri, misalnya dalam blog atau buku harian. Meski kesannya sepele, tetapi anda tidak akan pernah tahu bahwa pengalaman atau pikiran berharga anda di masa lalu ternyata mempengaruhi anda hingga kini. Jadi tulislah respon positif tentang anda!


Pergi ke tempat hiburan untuk bermain seperti ini ternyata lebih baik bagi kesehatan mental.

  1. Bermain

Mengapa di hape kita selalu ada fitur permainan meski hanya sekedar ular yang tak berwarna dan meliuk-liuk? Karena pada dasarnya setiap orang suka bermain, meski sudah dewasa dan senior sekalipun. Mereka ingin menyenangkan diri sendiri, itu prinsip permainan. Seberapa sibuknya diri anda, luangkan waktu untuk bermain dengan buah hati anda sendiri, misalnya.

Saya pikir konteks bermain memiliki lingkup luas, apa pun itu tidak melulu terkait dengan alat atau video games. Gunakan berbagai media yang anda pikir bisa dinikmati sebagai permainan yang membuat anda tertawa lepas, tidak terbebani bahkan merasa kecurangan. Biarkan anda larut dalam suasana menyenangkan, tetapi lepas dari intrik yang curang dan penuh kompetisi. Apa permainan favorit anda?

Semoga bermanfaat J

Sumber bacaan: http://www.huffingtonpost.com/james-clear/positive-thinking_b_3512202.html

Dekatkan Diri padaNya, Bahagia Berkelanjutan

wpid-basilika-st.-anna-3.jpg.jpeg
Situasi gereja katolik di Jerman . Sumber foto: Dokumen pribadi.

Bahagia itu sederhana. Bahagia itu mudah. Ada banyak konsep yang bermunculan tentang kebahagiaan dari pengalaman dan pendapat. Mungkin cara berikut bisa ditiru jika ingin bahagia berkelanjutan.

Ahli Epidemiologi Dr. Mauricio Avendano berpendapat bahwa aktivitas keagamaan menjadi satu-satunya kegiatan yang membantu seseorang mencapai kebahagian berkelanjutan. Mengapa? Hasil studi tersebut dilaporkan dalam Jurnal Amerika tentang Epidemiology. Akhir-akhir ini tampak kecenderungan depresi meningkat di wilayah benua Eropa seiring dengan mekanisme bagaimana mengatasi depresi itu. Ada banyak pilihan gaya hidup yang ditawarkan untuk mengatasi problema kehidupan seperti depresi tersebut, misalnya olahraga; melanjutkan pendidikan, kegiatan sukarela atau aktivitas keagamaan.

Studi dilakukan oleh para peneliti di Erasmus MC dan the London School of Economics and Political Science terhadap 9000 orang Eropa yang telah berusia lanjut (diatas usia 50 tahun) selama empat tahun. Studi ini ingin mengetahui berbagai tingkat kegiatan sosial dengan pengaruh suasana hati seseorang.

Hasilnya sungguh mengejutkan di kala kecenderungan orang Eropa sudah mulai meninggalkan rutinitas keagaamaan, studi tersebut malah menunjukkan bahwa aktivitas keagaaman ternyata lebih berdampak positif dan menguntungkan ketimbang kegiatan lain. Padahal studi sebelumnya dikatakan bahwa orang-orang yang terlibat dalam aktivitas keagaaman, klub olahraga, kelompok politik dan kegiatan sukarela memiliki kesehatan mental yang lebih baik. Kini hasil studi tersebut secara khusus mengungkapkan bahwa pengalaman keagamaan berdampak pada kesehatan mental.

Jadi terbukti bahwa menghadiri misa di gereja, sembahyang di masjid atau pergi ke tempat ibadah ternyata memberikan reward yang tinggi dan manfaat berkelanjutan bagi kesehatan mental seseorang, terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia senja.

Bagaimana di Indonesia?

Sumber bacaan: https://www.yahoo.com/health/want-good-mental-health-get-religion-126590676148.html

http://www.lse.ac.uk/newsAndMedia/news/archives/2015/08/Church&MentalHealth.aspx

4 Resep Pernikahan Sehat

wpid-1-2.jpg
Sumber foto: Dokumen pribadi

Suatu kali seorang teman datang dan mengeluh tentang pernikahannya pada saya. Ia menyesal telah menikah dengan sang suami, padahal penyesalannya itu telah menghasilkan tiga buah hati yang cantik dan tampan. Mereka sudah dikaruniai oleh segudang kemewahan juga. Apa yang kurang? Teman saya ini pun membandingkan pernikahannya yang sudah hampir sepuluh tahun dengan saya yang baru seumur jagung. Mulailah ia membandingkan dari A hingga Z.

Apa yang dibandingkan oleh teman saya ini hanya ‘kulitnya’ saja. Ia iri melihat kemesraan pasangan lain. Ia ingin suaminya berubah romantis, yang menurut saya romantis itu relatif. Jika pasangan lain bisa awet hingga sepuluh, dua puluh, atau bahkan melewati pesta pernikahan perak atau emas, bukan berarti pernikahan tersebut tidak melewati badai dan gelombang dalam perjalanannya.

Maraknya media sosial yang ditunjukkan dengan aneka postingan mesra antar pasangan seperti status dan foto hanya merupakan irisan permukan, bukan keseluruhan. Tidak ada pernikahan sempurna layaknya pangeran dan putri di kerajaan dongeng.

Jadi kunci pernikahan yang sehat adalah,

  1. Berhenti mengeluhkan pernikahan anda, tetapi mensyukuri seseorang yang sedang berjuang bersama anda untuk membangun impian.
  2. Tidak membandingkan pernikahan anda dengan mereka. Anda sebagai orang yang bertanggungjawab menjalankan pernikahan, bukan mereka.
  3. Jangan pernah membandingkan pasangan anda dengan orang lain! Siapa pun tidak suka dengan hal itu.
  4. Berpikirlah bahwa tidak ada yang sempurna, termasuk pernikahan!

Seperti yang dikatakan bahwa jika kita mulai membandingkan, tentu ini akan menjadi racun yang akan merusak pikiran dan tentunya pernikahan anda sendiri.

Sumber bacaan:

https://www.yahoo.com/health/why-comparing-your-marriage-to-others-is-toxic-123751444925.html

Dijamin Cara Ini Buat Anak Tertidur!

Buku cerita anak
Salah satu buku cerita untuk anak berbahasa jerman. Sumber foto: Dokumen pribadi

Apa anda kesulitan menemukan cara yang ampuh untuk membuat anak tertidur saat tidur malam? Mungkin anda perlu membeli buku yang bisa digunakan untuk mendongeng menjelang tidur bagi si buah hati anda. Direktur Amazon, industri penjualan buku online di Inggris baru-baru ini dikabarkan terkejut melihat grafik penjualan pesanan buku yang mengalami kenaikan fantastis di posisi nomor satu untuk tingkat penulis independen. Loh, apa kaitan buku dengan anak tertidur?

Begini ceritanya. Ada seorang psikolog asal Swedia yang bernama Carl-Johan Forssen Ehrlin, dia berhasil memasukkan kata-kata dan struktur kalimat yang secara psikologis akan mampu membuat anak terkantuk-kantuk mendengarkannya. Kok bisa?

Ia memasukkan tokoh-tokoh yang identik dengan karakter seperti “ingin tidur”, misalnya Paman “Menguap” yang diperankan oleh kelinci atau burung hantu yang digambarkan memiliki kelopak mata yang berat. Semua ini disusun dalam kalimat yang menjiwai peran dari tokoh dongeng sehingga saat dibacakan anak seperti mengimajinasikan sehingga memudahkannya untuk terlelap.

Psikolog dari Universitas Jönköping, Ehrlin bermaksud untuk membantu anak fokus pada cerita yang dibacakan sehingga menimbulkan relaksasi agar mudah untuk tertidur. Buku yang berjumlah halaman 22 ini ternyata mendapat sambutan antusias dari peminatnya sehingga angka pesanannya melonjak.

Apakah mendongeng hanya untuk membuat anak tertidur? Tidak hanya itu. Aktivitas favorit antara anak dengan orangtua ini rupanya berhasil diteliti oleh rumah sakit anak Cincinnati. Mereka memantau aktivitas otak anak saat mendengarkan cerita. Hasilnya wilayah otak anak mulai aktif untuk menyerap kata-kata dan mengartikan konsep. Dikatakan bahwa membacakan buku kepada anak-anak akan melatih kemampuan bahasa anak dan meningkatkan perkembangan kerja otak mereka.

Bagaimana menurut anda?

Sumber bacaan:

http://www.dailymail.co.uk/news/article-3198923/Book-ll-send-kids-sleep-Psychologists-story-using-words-children-tired-surprise-bestseller.html

http://www.parentherald.com/articles/8740/20150806/study-reveals-reading-storytelling-help-kids-long-run.htm

Ingin Pernikahan Mewah? Eits, Tunggu Dulu

wpid-20140406_225058.jpg
(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Hari pernikahan tentunya berkesan bagi siapa pun yang merayakannya karena dianggap sebagai hari bersejarah untuk memulai pilihan hidup bersama orang yang dicintai. Di masa kini pun begitu banyak tawaran konsep rencana pernikahan dengan segudang impian yang menjanjikan sehingga perayaan jadi “raja dan ratu” sehari benar-benar bermakna. Tentunya perayaan pernikahan berkesan tidak hanya bagi kedua mempelai tetapi juga mereka yang termasuk kaum keluarga dan kerabat bahkan tamu undangan yang hadir.

Dunia industri yang berkaitan dengan jasa persiapan hingga pelaksanaan perkawinan kini mulai bertaburan seiring dengan permintaan agar perayaan bersejarah tersebut dapat terlaksana menarik dan mengesankan. Tak jarang mereka yang hendak menikah mulai merancang dan mempersiapkan jauh-jauh hari agar pelaksanaan perhelatan berlangsung maksimal. Semua ingin yang terbaik, tentunya. Tetapi apakah pernah dipikirkan tentang biayanya?

Syukur jika anda sudah memiliki semua biaya yang diperlukan untuk pernikahan anda! Syukur pula jika anda termasuk satu dari sekian banyak pasangan yang beruntung bisa merayakan pesta mewah seperti “raja dan ratu” sehari. Gaya hidup dan tuntutan menjadi salah satu faktor untuk melaksanakan pesta pernikahan mewah nan bersejarah itu, namun apakah ini menjadi faktor kebahagian dalam perkawinan?

Di tahun 2014 sebuah studi yang dilakukan oleh dua professor di Universitas Emory menyatakan bahwa cincin pernikahan berkorelasi dengan tingkat perceraian. Jika cincin berharga murah dikatakan memiliki tingkat perceraian yang lebih rendah. Selain itu, pernikahan yang menghabiskan biaya lebih rendah ternyata memiliki pernikahan yang tahan lama ketimbang mereka yang telah royal menghabiskan biaya pesta pernikahan.

Menurut dua professor ini, pasangan yang menghabiskan biaya pernikahan rendah (sedikit) memiliki beban keuangan yang berkurang. Disinyalir ketegangan pernikahan bisa dipicu oleh beban keuangan di antara pasangan, termasuk soal biaya pernikahan. Hal ini bisa menimbulkan konflik dalam pernikahan nantinya.

Studi pertama ini bertujuan untuk meneliti korelasi antara biaya pernikahan dengan lama pernikahan yang dilakukan terhadap 3.151 orang dewasa di Amerika Serikat. Salah satu temuan studi menunjukkan pasangan yang menghabiskan kurang dari USD 1,000 untuk pesta pernikahan memiliki tingkat perceraian yang lebih rendah.

Di luar biaya pernikahan dan harga cincin, studi ini juga menambahkan bahwa semakin banyak jumlah orang yang menghadiri pernikahan, semakin rendah tingkat perceraian.

Sedangkan di Inggris, sebuah survey dilakukan oleh “Majalah Pengantin” kepada para pembacanya. Hasilnya diperoleh bahwa rata-rata pasangan di Inggris menghabiskan £ 24.700 pada pernikahan mereka dan harga rata-rata cincin sebesar £ 2.451.
Sumber bacaan:

http://edition.cnn.com/2014/10/13/living/wedding-expenses-study/index.html

http://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/spending-more-on-you-wedding-day-and-engagement-ring-could-make-you-more-likely-to-divorce-9789905.html

4 Tips Ekstrovert Kontrol Berbelanja

Pluscity adalah mall terbesar di kota Linz, Austria. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Apakah anda termasuk orang yang suka berbelanja atau istilah kerennya, shopping? Baru-baru dirilis hasil penelitian yang menunjukkan ada pengaruh tipe kepribadian dengan perilaku berbelanja. Hirsh menemukan di Amerika bahwa orang-orang yang suka berbelanja umumnya adalah mereka yang berkepribadian ekstrovert.

Hirsh berkata, “Semakin ekstrovert penduduknya, maka tingkat kesadaran untuk menabung rendah.” Melalui studi ini ingin ditunjukkan bagaimana psikologi kepribadian berkontribusi pada pengambilan keputusan dan perilaku ekonomi. Apakah anda setuju dengan hasil penelitian ini?

Ciri-ciri kepribadian ekstrovert, itu seperti apa? Mereka yang ekstrovert adalah mereka yang suka mengekspresikan diri dengan berbicara, aktif, dan umumnya enerjik. Hal ini tentu bertolak belakang dengan kepribadian introvert, yang lebih banyak berpikir ketimbang berbicara. Lebih suka diam ketimbang bergerak seperti saya.

Jadi apa hubungan kepribadian dengan perilaku berbelanja?

Mereka yang ekstrovert memiliki pribadi yang mudah dipengaruhi ketimbang introvert, itu pendapat saya. Ketika mereka datang ke shopping center, tentu godaan untuk berbelanja jadi semakin besar. Jika pengelolaan dihabiskan untuk berbelanja, otomotis daya untuk menabung jadi rendah.

Berikut tips dari saya agar bisa mengendalikan pengeluaran berbelanja anda,

  1. Hindari Mall atau pusat perbelanjaan.

Jika kebutuhan saya untuk menabung besar, saya sedapat mungkin mencari aktivitas lain ketimbang jalan-jalan ke Mall. Saya bisa membaca, memasak, membersihkan rumah atau apa saja dibandingkan harus menghampiri mall. Jika tidak perlu berbelanja, sebaiknya hindari dulu saja.

  1. Tulis barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan.

Untuk belanja kebutuhan pokok, atau lebensmittel biasanya saya menulis barang yang memang diperlukan. Barang yang diinginkan akan saya letakkan di daftar paling bawah, atau kadang simpan saja dalam pikiran. Jika ingat dibeli, tentunya. Karena bukan barang wajib, tentu daftar keinginan sebaiknya diabaikan saja, demi barang yang dibutuhkan.

  1. Bawa uang secukupnya, tinggalkan kartu kredit dan debit.

Ini trik yang jitu juga, saat berbelanja tinggalkan semua kartu berharga anda. Apa pun itu, buatlah anda membawa uang yang anda rasa cukup sesuai daftar belanja anda. Keinginan yang kuat untuk berbelanja bisa jadi disebabkan karena anda membawa kartu yang memudahkan transaksi anda.

  1. Minta orang sekitar untuk mengingatkan anda saat berbelanja.

Urusan tips ini biasanya saya serahkan kepada suami saya. Saya selalu meminta suami saya untuk jadi alarm yang memberi tahu saya untuk tidak membeli. Hasilnya berhasil, banyak barang yang saya tunda untuk dibeli hingga saya membutuhkannya.

Hmm, anda tertarik untuk mencoba tips pengendalian diri di atas yang saya praktikkan?

Selamat mencoba 🙂

Sumber bacaan: http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-3176570/Can-t-control-shopping-habit-probably-extrovert-say-scientists.html

“How Are you?” Ini Maknanya

Saya dan suami kerap kali berpergian dan berjumpa dengan beberapa teman WNA dari berbagai negara. Nah, ada pengalaman menarik saat kami sering bertemu dengan teman  asal Amerika. Setiap kali bertemu, saya dan suami selalu berkata dengan siapa pun yang kami kenal dengan ramah sambil berkata, “Hallo”. Ungkapan ramah ini dimaksudkan untuk menjalin pertemanan dan silahturahmi di awal pertemuan.

Anna1
Sumber foto: Dokumen pribadi.

Tahukah bahwa ternyata ungkapan di awal yang diucapkan oleh teman WNA Amerika, “How are you?” saat bersalaman tidak serta merta merupakan pertanyaan yang perlu dijawab. Setiap kalimat “How are you?” yang meluncur dari mulut teman asal Paman Sam ini langsung dijawab dengan sopan oleh saya. Begitu pun suami saya. Kami berdua berpikir, ia bertanya tentang kondisi dan keadaan kami. Nyatanya tidak melulu seperti itu.

Pada akhirnya, teman kami dari Amerika ini menjelaskan bahwa kalimat “How are you?” di awal pertemuan tidak serta merta perlu direspon dan dijawab. Walah!? Ia berkata banyak juga dijumpai mereka yang belum paham dengan tradisi seperti itu, selalu merespon dan menjawab. Ia menegaskan sekali lagi, “That is a greeting, not a question.”

Apa artinya?

1. Ungkapan “hello” untuk menyapa di awal pertemuan.

2. Terkesan ramah dan peduli dengan anda.

Setiap budaya itu unik dan menarik. Well, good to know 🙂

Apa anda pernah punya pengalaman serupa?

Sumber bacaan: http://finance.yahoo.com/news/16-things-europeans-strange-america-165645125.html

Hubungan Medsos dengan Kesehatan Jiwa


Di media sosial, banyak orang percaya apa yang mereka sampaikan lewat postingan. Agar remaja lebih sehat, bijaklah memanfaatkan media sosial.

Masih seputar medsos yang baru saja dibicarakan. Sebuah studi baru-baru ini disampaikan dari Ottawa, Kanada terkait maraknya penggunaan media sosial pada remaja. Dikatakan bahwa mereka yang menghabiskan lebih dari dua jam dalam sehari menggunakan media sosial cenderung memiliki gangguan mental.

Penelitian melibatkan lebih dari 700 siswa sekolah yang berusia antara 12 dan 18 dan ditanya seberapa lama dalam satu hari menghabiskan diri di situs media sosial seperti Facebook, Twitter, MySpace dan Instagram. Hasilnya menunjukkan bahwa kemungkinan mereka lebih tinggi tiga kali lipat mengalami gejala-gejala gangguan mental seperti kecemasan, depresi hingga mengancam jiwa atau bunuh diri.

Terkadang remaja berpikir bahwa internet adalah hiburan yang menyenangkan dan bisa mencari solusi dari kesepian yang mereka alami. Kenyataannya tidak demikian, mereka telah berupaya menghentikan realitas kehidupan yang sebenarnya.

Senada dengan penelitian ini, minggu lalu Amerika baru saja merilis studi bahwa kecanduan ponsel berdampak pada depresi.

Melalui studi ini diharapkan orang tua dapat turut serta melakukan pengawasan terhadap aktivitas remaja dan anak-anak yang menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial. Bagaimanapun internet di masa kini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka.

Apa anda setuju dengan hasil penelitian ini?

Sumber bacaan:

http://www.dailymail.co.uk/health/article-3172360/How-Instagram-Facebook-leave-teenagers-suicidal-spend-two-hours-day-social-networking-sites-likely-mental-health-problems.html

5 Hal yang Ingin Diketahui dari Akun Medsos Milik Mantan

Meski sudah tidak bersama lagi, mereka yang masih mengunjungi akun medsos milik mantan hanya penasaran, apakah mantan kekasih sekarang bahagia dengan statusnya? Sumber foto: Dokumen pribadi

Munculnya media sosial semakin menggeliatkan orang untuk mengasah rasa ingin tahu terhadap orang yang pernah dikenal, termasuk mantan kekasih. Media sosial yang dulu digagas untuk menghubungkan satu orang dengan yang lain sebagai bentuk jalinan pertemanan, kini media sosial juga dijadikan buruan untuk menyelidiki dan mengetahui keadaan mantan. Rasa penasaran ini muncul sehingga acap kali mengintip akun milik mantan hanya untuk mengetahui beberapa hal.

Sebuah studi yang dilakukan oleh The University of Western di Ontario menyebutkan bahwa perempuan masih mendominasi untuk mengecek mantan kekasih lewat media sosial. Dikatakan bahwa 88 persen pengguna Facebook perempuan masih mengintip akun milik mantan. Apakah gejala ini wajar?

Dari hasil diskusi dan bertanya dengan beberapa teman berikut 5 hal yang ingin diketahui sehingga seseorang masih mengunjungi akun media sosial milik mantan:

  1. Dimanakah lokasi keberadaannya?

Lokasi keberadaan menjadi incaran nomor satu untuk mengetahui informasi keberadaan mantan kekasih. Mereka ingin tahu apakah mantan kekasih sekarang sudah pindah lokasi tinggal atau mendapatkan promosi pekerjaan sehingga pindah ke lokasi lain. Terkadang lokasi keberadaan ingin diketahui sebagai isyarat seberapa jauh atau dekat mereka dengan mantan kekasih saat ini. Bisa jadi ada niat untuk menjalin tali silahturahmi kembali di masa mendatang jika berlokasi dekat dengan anda. Atau mereka merasa beruntung karena jarak lokasi sekarang yang berjauhan dengan mantan kekasih.

  1. Apa aktivitasnya sekarang atau apa yang sedang dikerjakannya?

Kebanyakan mereka yang mengunjungi akun mantan meski tidak berteman, hanya ingin mengetahui apa yang sedang dikerjakannya saat ini. Hal ini bisa menyangkut pekerjaan, gaya hidup atau informasi perubahan yang berbeda dari dulu mereka mengenalnya. Mereka bisa mengecek dari status yang dipostingkan atau dari timeline untuk menyelediki aktivitas yang sedang dikerjakannya saat sekarang.

 

  1. Apa statusnya sekarang?

Meski sudah menjadi mantan kekasih, tetapi mereka umumnya juga masih penasaran dengan status hubungan, apakah mantan kekasih masih melajang? Kepedulian mereka akan status mantan kekasih diumpamakan untuk mengetahui siapa yang lebih unggul untuk berpaling dari masa lalu.

  1. Bagaimana kondisi (tampang) nya sekarang?

Perubahan yang terjadi pada mantan bisa terlihat dari foto profil atau foto yang dipostingkan. Mereka yang mengunjungi akun milik mantan hanya sekedar untuk mengetahui perubahan pada penampilan dan bentuk tubuh. Ada pula yang masih memikirkan wajahnya yang dulu pernah dicintai hingga masih belum bisa melupakannya. Sesekali jika rasa rindu datang meski sudah menjadi mantan, mereka biasanya masih berkunjung ke akun milik mantan.

  1. Apakah dia bahagia?

Selain empat hal di atas, mereka yang masih mengunjungi akun milik mantan juga ingin mengetahui perasaan mantan. Meski kebahagiaan tidak diukur dari status hubungan, tetapi mereka yang masih menyelediki mantan masih tertarik dengan perasaan bahagia atau tidak mantan usai tidak bersama lagi.

Bagaimana dengan anda sendiri? Apakah anda juga masih mengunjungi akun milik mantan kekasih?

Sumber bacaan: http://lifestyle.okezone.com/read/2015/06/14/196/1165225/penyebab-wanita-masih-penasaran-dengan-mantan