Menanti Jawaban Doa

image

” 1 Corinthians 13:4-8 — Love is patient, love is kind. It does not envy, it does not boast, it is not proud. It does not dishonor others, it is not self-seeking, it is not easily angered, it keeps no record of wrongs. Love does not delight in evil but rejoices with the truth. It always protects, always trusts, always hopes, always perseveres. Love never fails.” Kutipan ditemukan di Toko Buku Rohani, Singapore. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Di suatu kisah diceritakan seorang perempuan yang setiap hari datang berdoa kepada Tuhan melalui doa Novena yang didoakan selama sembilan hari berturut-turut. Hanya satu pintanya, “Saya ingin Tuhan memberikan saya kupu-kupu yang indah pada bunga yang kupunya ini.”

Dengan tekun dia berdoa dan berharap kepada Tuhan dari hari pertama hingga seterusnya di hari ke sembilan. Kupu-kupu yang indah, yang ia harapkan agar menghiasi bunga di taman miliknya.

Datanglah perempuan itu ke Gereja untuk hari terakhir Misa Novena dengan penuh semangat. Ia yakin Tuhan menjawab doanya. Usai misa, ia segera mendapati bunga miliknya. “Kali ini, Kupu-kupu pasti muncul. Bukankah ini hari terakhir dari Novena.?” serunya di taman.

Ia langsung terkejut ketika mendapati bukan kupu-kupu yang hinggap di bunganya melainkan ulat.

Ia marah besar. Ia protes pada Tuhan. Ia merusak bunga yang indah itu. Ia kesal. Ia frustrasi. Ia kecewa pada ujud doa yang dia ucapkan selama 9 hari berturut-turut. Ia menangis. Ia bertanya dalam hati, mengapa Tuhan memberikan ulat ketika ia meminta kupu-kupu. Ia membenci ulat.

Semalaman ia menangis. Ia meratapi bunga yang telah dirusaknya karena tak menemukan kupu-kupu. Apalah arti doa yang diucapkan pada Tuhan berturut-turut? pikirnya.

Kemudian berangsur-angsur, perempuan itu melupakan bunga dan kupu-kupu itu.

Dua minggu sudah terlewati. Ia bermaksud ingin menata bunga-bunga di taman yang dirusaknya.

Luar biasa! Ia mendapati taman miliknya dipenuhi oleh kupu-kupu cantik yang terbang menghiasi bunga-bunga di taman itu. Rupanya ulat yang menyebalkan, menjijikkan dan tidak disukainya telah berubah menjadi kupu-kupu cantik seperti yang diimpikannya.

Kadang doa yang terjawab belum tentu seperti yang kita impikan. Kadang Tuhan memerlukan waktu untuk menjawab doa kita, menunda hingga saatnya tiba.

Ia tahu bahwa kita perlu sabar menunggu saat yang tepat. Bukankah Tuhan itu baik? Ia memberikan apa yang kita butuhkan dengan cara dan waktuNya. Hal yang perlu kita lakukan adalah perubahan, merubah pikiran kita. Jika menjadi kupu-kupu, maka perlu berubah dari ulat dan melewati proses yang disebut metamorphosa sehingga menjadi kupu-kupu yang cantik, apalagi kita sebagai makhluk yang bernalar, yang semestinya mau juga berubah.

Bukan seberapa banyak kita berdoa, tetapi seberapa baik kita mengerti rencana Tuhan setelah berdoa. Doa itu bukan mantra sulap.

Ada saatnya kita harus menerima kenyataan sebagai jembatan meniti impian.

6 Langkah Pembuatan Media Komunikasi untuk Perubahan Perilaku Sosial

Sebagai Praktisi komunikasi sosial, kerap saya harus menghadapi tugas untuk membuat strategi komunikasi yang sesuai dan tepat untuk isu tertentu. Media komunikasi yang tepat tentunya akan menunjang keberhasilan suatu program yang pastinya dipengaruhi oleh kecenderungan (trend) yang terjadi di masyarakat saat itu. Semisal sewaktu saya bekerja di bidang isu kesehatan HIV& AIDS delapan tahun silam tentu berbeda kecenderungan kondisi masyarakatnya dengan masa kini. Oleh karena itu, pengembangan-pengembangan media komunikasi amat sangat diperlukan yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi dan isu sosial yang sudah mendapat perubahan sehingga membentuk perilaku sosial yang diharapkan. Memang merubah perilaku sosial tidak mudah, memerlukan proses waktu yang tak sebentar. Media komunikasi adalah sarana pendukung dari suatu program.

Media komunikasi yang akan dibuat dalam bentuk BCC (Behaviour Change Communication) material berdasarkan pengalaman yang saya buat biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

1. Issue
Apa issue yang sedang berkembang dalam komunitas tersebut? Setiap wilayah akan berbeda-beda persoalan yang melatarbelakanginya. Misalnya, wilayah A tidak terbiasa cuci tangan karena tidak tersedianya sumber air, air begitu sulit untuk diperoleh. Jangankan untuk cuci tangan, untuk mandi saja hanya bisa dilakukan sehari sekali. Sedangkan di wilayah B, persoalan tersebut lebih disebabkan karena faktor kebiasaan dan minimnya informasi tentang pentingnya hidup sehat. Artinya bahwa kita sudah memahami dulu isu yang sedang berkembang baru kemudian menentukan langkah selanjutnya dan media apa yang tepat untuk disampaikan kepada masyarakat sehingga menjadi solusi yang edukatif dan inspiratif bagi mereka.

2. Needs
Kebutuhan akan media komunikasi dapat dilakukan dengan melakukan riset kecil-kecilan dan memanfaatkan pendekatan ke berbagai level untuk mengetahuinya. Apakah brosur dapat diberikan sementara tingkat baca di komunitas tersebut rendah? Atau media apa yang tepat sebagai sumber informasi bagi mereka?

3. Attention
Pikirkan selanjutnya adalah sesuatu yang menarik atensi masyarakat tentang persoalan yang akan kita sampaikan. Gali sebanyak-banyaknya tentang fakta dan data sehingga mereka paham bahwa perubahan diperlukan bagi mereka. Misalnya, ditemukan bahwa sekian persen orang terinfeksi HIV karena perilaku berisiko, yakni bla bla bla. Gunakan kalimat persuasif yang bisa diterima dalam budaya lokal. Jika memang diperlukan public figure, silahkan tentukan siapa yang dapat menjadi role model untuk isu tersebut. Buatlah media yang aktraktif bagi masyarakat.

4. Interest
Bangun pesan yang akan disampaikan sesuai interest yang ingin kita sampaikan dikaitkan dengan keinginan masyarakat. Masyarakat tentunya ingin hidup sehat,misalnya, jadi gunakan berbagai pesan dan media yang dapat diterima oleh masyarakat.

5. Visualization
Kini berikan penggambaran yang sesuai dan tepat untuk mengkomunikasikan pesan yang ingin kita sampaikan. Apakah poster atau papan reklame cukup efektif untuk menggambarkan informasi yang ingin kita sampaikan? Pikirkan bahwa dalam 5 detik saat melihat poster dan papan reklame, orang bisa paham informasi yang ingin kita sampaikan. Lain lagi misalnya kita menyampaikan melalui media film berdurasi singkat yang dapat diterima di setiap kalangan masyarakat. Apa pun itu, penggambaran pesan/informasi diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk peduli dan berdampak pada perubahan pola pikir dan secara bertahap juga pada perubahan perilaku. Ingat, tidak ada yang instan dalam membangun perubahan perilaku, namun ketika kita sudah mampu membangun kesadaran (bahwa masyarakat merasa perlu berubah) melalui media komunikasi yang kita buat artinya kita telah membuat suatu perkembangan yang lebih positif.

6. Action
Pada akhirnya kita ingin menegaskan kembali kepada khalayak tindakan yang diperlukan atau anjuran kepada masyakat untuk melakukan sesuatu. Sampaikan pula tips yang dapat dilakukan khalayak untuk mengatasi persoalan terhadap isu tersebut. Sisipkan ”reward” yang akan diperoleh jika mereka melakukannya, misalnya hidup lebih sehat, keluarga bahagia, dsb. Kita juga bisa berikan informasi alamat kontak jika mereka memerlukan informasi lebih lanjut/pengaduan/telpon.

Enam langkah ini bukan langkah akhir karena diperlukan lagi monitoring dan evaluasi untuk mengetahui seberapa besar dampak yang terjadi usai produksi media komunikasi tersebut.

Sekedar berbagi, semoga bermanfaat!

Sebelum Berlibur Keluar Negeri, Simak 6 Poin Ini!

image

Ilustrasi. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Untuk negeri empat musim saat ini sudah memasuki masa liburan musim panas. Di Jerman sendiri liburan akan berakhir di akhir September. Berikut saya akan sampaikan persiapan liburan keluar negeri bagi anda yang tertarik melancong, yakni:

1. Tiket pesawat
Belilah tiket pesawat jauh-jauh hari agar mendapatkan harga lebih murah. Jika anda membeli tiket di “peak season” seperti liburan maka harga tiket akan lebih mahal daripada harga normalnya. Itulah liburan, anda sudah harus antisipasi soal harga tiket pesawat.

2. Agenda liburan
Berapa lama anda akan pergi berlibur? Seminggu?Dua minggu? Atau beberapa hari? Susunlah agenda (itinerary) anda berlibur mulai dari hari pertama hingga kepulangan kembali ke rumah. Anda juga bisa pesan dan melakukan reservasi dengan paket tur di negara tujuan. Mereka punya banyak pilihan mulai dari paket hemat hingga paket lengkap. Anda bisa memilih. Untuk liburan selama kurang dari dua minggu, biasanya saya akan buat dengan rinci dan dilampirkan di form pengajuan visa, jika memang diperlukan. Untuk kenyamanan anda, pastikan dengan benar paket tur dari agen wisata di luar negeri. Jangan khawatir sesampainya di negara tujuan wisata, biasanya hotel/hostel tempat kita menginap juga sudah punya referensi paket tur sepanjang anda tahu, anda mau melakukan apa saja. Jadi agenda liburan itu sangat perlu.

3. Akomodasi
Pikirkan juga mengenai lokasi anda tinggal dan menginap. Apakah hanya di satu hostel/hotel selama anda berada di negera tujuan? Atau anda akan pergi ke beberapa tempat, sehingga butuh beberapa tempat menginap pula? Pastikan semua pembayaran dengan baik. Lakukan korespodensi dengan karyawan hotel/hostel disana. Misalnya, ada sarapan/tidak, fasilitas yang disediakan, alamat lengkap, transportasi dari/ke bandara sampai mungkin colokan listrik dua atau tiga lubang dan masih banyak lagi.

4. Uang Asing
Pikirkan juga uang yang menjadi transaksi di sana. Jangan biasakan gunakan kartu kredit untuk pembayaran di luar negeri. Siapkan mata uang asing seperti mata uang US Dollar baru kemudian mata uang lokal. Saya biasanya menukar uang rupiah ke dalam mata uang US Dollar, setibanya di negara tujuan, saya tidak akan tukar semua ke dalam mata uang lokal negara tujuan. Simpan sisanya, siapa tahu anda bisa berhemat. Namun itu semua tergantung anda sendiri. Ada teman saya yang lebih baik menukar rupiah dengan mata uang lokal asal negara tujuan langsung sebelum berangkat.

5. Kesehatan
Perhatikan kesehatan anda sebelum liburan sehingga tidak mendatangkan “bencana” jika anda berangkat berlibur dalam keadan sakit. Cek juga kesehatan ke dokter yang biasa menangani anda tentang segala kemungkinan seperti sakit kambuhan, alergi dan penyakit lain yang membutuhkan perhatian. Bawa obat-obatan pribadi untuk meminimalisir sakit yang mungkin anda alami

6. Visa
Waktunya membuat visa sebelum berangkat liburan. Pastikan apakah anda bebas visa ke negara tujuan atau memerlukan visa. Ikuti petunjuk pembuatan dan pengurusan visa yang tertera di website kedutaan. Apakah bisa dilakukan Visa on Arrival (VoA) atau tidak? Ohya, cek pula masa berlakunya paspor anda. Pastikan masih tersedia dua lembar kosong dan memiliki masa tempo sebelum 6 bulan berakhirnya paspor.

Semoga artikel singkat ini bermanfaat. Selamat liburan!

Hal Sepele Dalam Wawancara Kerja yang perlu Diperhatikan Agar Sukses

 

 

2012-02-27 02.46.02
(Suasana perkantoran di malam hari di kawasan industri Singapore. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

 

Setiap orang yang sudah dipanggil untuk wawancara kerja berarti memiliki peluang untuk diterima dibandingkan sekian ratus atau ribu pelamar yang mengajukan lamaran pada posisi yang dilamar. Jadi mantapkan langkah anda agar anda berhasil dalam wawancara dan masuk pada tahap selanjutnya.

Berdasarkan pengalaman, di bawah ini saya akan menguraikan hal-hal yang anda anggap sepele tetapi sebenarnya memiliki poin yang bermanfaat bagi kesuksesan wawancara anda.

SEBELUM wawancara:
1. Kenali perusahaan/organisasi yang anda lamar.
Kemudahan akses internet berpeluang bagi anda untuk mengecek perusahaan/organisasi yang anda lamar. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai visi, misi, lokasi, capaian keberhasilan, dsb yang memang tersedia secara publik. Anda tak perlu menghafal, siapa nama Direktur Utamanya tetapi setidaknya anda paham organisasi/perusahaan tersebut.

2. Baca kembali rincian pekerjaan  (job description) dari posisi yang anda lamar.
Mungkin begitu banyaknya lamaran yang anda kirim, anda lupa rincian pekerjaan posisi yang anda lamar. Itu wajar. Bahkan anda bisa berpikir bahwa anda bisa menyamaratakan posisi yang anda lamar, misalnya anda melamar Sekretaris Eksekutif maka anda berpikir seorang sekretaris berhubungan dengan surat menyurat padahal belum tentu demikian. Kembali lagi, perusahaan/organisasi memberikan nama posisi lamaran sesuai kebutuhan yang diperlukan.

3. Simulasi/latihan wawancara.
Anda bisa saja menganggap wawancara kerja ini bukan pertama kalinya sehingga tak perlu simulasi. Padahal simulasi atau latihan akan mengurangi tension anda menghadapi wawancara sesungguhnya sekaligus memperkuat jawaban/respon apabila anda ditanya nantinya. Jika tak ada lawan bicara untuk simulasi, anda bisa latihan di hadapan kaca agar anda bisa memperhatikan respon anda saat ditanya.

4. Berdoa.
Selain memohon berkat dari Sang Ilahi, berdoa diyakini membantu anda untuk lebih positif menghadapi wawancara.

5. Survei lokasi lamaran.
Jika anda sudah tahu lokasinya, anda termasuk beruntung. Cek dulu lokasi wawancara yang akan diselenggarakan sehingga meminimalisir tersesat atau butuh waktu lama mencari saat hari wawancara. Gunakan juga google maps untuk membantu anda. Dengan demikian anda bisa memprediksi waktu keberangkatan agar tidak terlambat.

SAAT wawancara:
1. Datang tepat waktu.
Anda sudah bisa memprediksi perjalanan menuju lokasi wawancara. Usahakan datang setengah jam sebelum wawancara. Anda bisa gunakan untuk merapikan penampilan anda dan membuat diri nyaman sehingga ketegangan berkurang. Dengan datang lebih awal, siapa tahu anda diminta untuk mengisi formulir tertentu.

2. Pakaian yang pantas.
Kesan pertama saat wawancara pertama kali adalah penampilan orang yang akan diwawancara. Bukan seberapa mahal atau seberapa bagus pakaian anda, tetapi hargai pewawancara dengan pakaian formal yang pas dan sesuai dengan anda. Jangan gunakan  warna pakaian terlalu mencolok atau perhiasan yang berlebihan bagi perempuan! Pakaian tampak bersih dan terlihat baik. Berikan kesan terbaik lewat penampilan perdana anda!

3. Ucapkan salam dan apresiasi!
Berikan salam pembuka dan apresiasi atas kesempatan wawancara. Terseyum dalam wawancara. Anda juga bisa berbasa-basi agar tidak terkesan kaku.

4. Perkenalkan diri.
Kenalkan diri anda dengan suara tegas dan jelas. Anda bisa menonjolkan prestasi pekerjaan anda sebelumnya yang berkaitan dengan posisi yang anda lamar. Jangan menjelek-jelekkan perusahaan/organisasi anda sebelumnya. Jangan pula memperlihatkan diri sombong!

5. Jujur dan terampil berkomunikasi.
Terampil dalam berkomunikasi itu penting karena ini saat anda meyakinkan Pewawancara agar anda diterima. Buat kontak mata yang baik. Jangan terlalu banyak bicara sehingga terkesan bertele-tele! Berikan jawaban yang baik dan benar dengan memastikan anda paham pertanyaan yang diajukan pada anda. Anda bisa mengklarifikasi sebelum menjawab jika anda belum yakin.

SETELAH wawancara:
1. Ucapkan terimakasih.
Untuk memberikan penghargaan atas waktu wawancara, berikan ucapan terimakasih kepada Pewawancara. Tunjukkan bahwa anda berminat untuk posisi yang anda lamar.

2. Tahap selanjutnya.
Agar anda bisa menunjukkan minat pada perusahaan/organisasi yang anda lamar, anda bisa bertanya apa tahap selanjutnya bila diterima di wawancara ini. Anda juga bisa bertanya perkiraan waktu proses penentuan wawancara sehingga anda bisa memprediksi keberhasilan anda melewati wawancara. Jangan anda bertanya perihal gaji atau keuntungan anda menjadi karyawan di perusahaan/organisasi tersebut! Karena wawancara ini adalah seleksi untuk tahap selanjutnya. Jika anda lolos wawncara, mungkin pertanyaan tersebut dapat diajukan.

Semoga berhasil dan sukses untuk anda!

10 Aktivitas Usir Rasa Bosan di Bandara

image

image

image

Konter check-in masih tutup (Gambar bawah). Beberapa tenant di Terminal 1, Bandara München, Jerman (Gambar Tengah dan Atas). Sumber foto: Dokumen pribadi.

Musim liburan telah tiba. Mungkin banyak dari anda yang memilih untuk menghabiskan liburan di luar wilayah tinggal dan memerlukan penerbangan. Atau, anda yang menjalani pekerjaan yang memiliki mobilitas intensitas tinggi dari satu wilayah ke wilayah lain dengan penerbangan, seperti pengalaman pekerjaan saya di masa lalu hehehe…Bisa jadi anda bosan apabila harus menunggu penerbangan di bandara hingga “mati gaya” bingung mau melakukan sesuatu sementara waktu penerbangan masih lama.

Kali ini saya mau berbagi tips, apa yang dilakukan untuk menunggu penerbangan di Bandara?

1. Keliling kota (City Tour Sightseeing)
Tak banyak airport menawarkan tur keliling kota mengingat fasilitas kemudahan dan juga jarak dari Bandara ke pusat kota. Namun pilihan ini bisa anda lakukan misalnya, bila anda transit di Changi Airport, Singapore. Ada paket gratis tur yang ditawarkan airport selama 4,5 jam dengan cara menunjukkan boarding pass dan passport. Untuk daftar, letaknya ada di terminal 2 dan terminal 3. Untuk city tour yang perlu diingat jadwal penerbangan anda selanjutnya yang masih longgar (tidak mepet) dan akses anda untuk memasuki negara tersebut.

2. Keliling Bandara dan semua Tenant di Bandara (berbelanja di Duty Free)
Jika anda berada di Bandara yang besar dan cukup lengkap dengan aneka Tenant yang variatif, cobalah berkeliling. Selain mengusir rasa bosan, siapa tahu anda tertarik untuk mendatangi lokasi Duty Free dan membelinya.

3. Menikmati Fasilitas “Airport Longue”
Bagi anda yang menjadi member seperti penawaran kartu kredit Bank atau Kartu Frequent flyer special dari penawaran istimewa maskapai penerbangan, anda bisa menikmati fasilitas longue dengan segala penawarannya, seperti makan, minum, suasana yang nyaman, menonton tivi, wifi atau bahkan tawaran pijet relaksasi. Jika anda tidak memiliki kartu kredit tertentu seperti saya atau mendapatkan fasilitas tawaran dari maskapai penerbangan maka anda bisa tanyakan kepada petugas jaga di depan pintu masuk, apakah bisa membayar untuk menikmati fasilitas longue? Pengalaman saya adalah saya membayar per orang dengan fasilitas yang sudah ditentukan.

4. Pijet relaksasi
Sekarang sudah ada beberapa Bandara yang juga menawarkan pijat relaksasi. Ada yang gratis di Airport Changi atau ada juga yang bayar seperti di Airport Dubai. Di Bandara lokal kini juga tersedia Tenant yang menyediakan pijat relaksasi seperti yang saya temukan di Bandara Hasanudin, Makassar. Selain menenangkan dan membantu anda agar lebih rileks, pijet relaksasi cukup membantu untuk “membunuh” rasa bosan seperti yang saya alami di Bandara Hat Yai, Thailand Selatan yang mencoba Thai Massage.

5. Membaca
Bagi anda yang punya hobi baca, jurus jitu ini cukup bagi anda untuk menghabiskan novel atau buku anda yang belum selesai dibaca. Anda juga bisa mendapatkan aneka bacaan gratis yang kadang juga tersedia di pojok-pojok waiting gate, seperti di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Oh ya, ada juga yang saya temukan mereka yang meninggalkan novel atau majalah di ruang tunggu Bandara, biasanya mereka adalah kaum Expat. Jika tidak gratis, silahkan anda beli buku atau aneka bacaan yang ingin anda baca di toko buku di lokasi Bandara. Hampir dipastikan selalu ada toko buku atau tenant yang menjual aneka buku bacaan.

6. Nongkrong di kafe internet dan surfing di dunia maya (chatting, games online, cek E-mail, dll)
Anda yang tidak ingin kehilangan waktu untuk surfing di dunia maya, silahkan datangi kafe yang menyediakan internet gratis. Selain bisa menikmati fasilitas kafe seperti makan minum, ngobrol dan suasana yang nyaman, anda juga bisa menghabiskan waktu berlama-lama dengan chatting dan aneka aktivitas lainnya lewat dunia maya.

7. Menemukan teman baru, kenalan dan ngobrol
Bagi anda yang tidak canggung untuk memulai pembicaraan dengan orang asing atau selalu ada topik pembicaraan dalam benak anda (bla bla bla), silahkan anda menemukan teman baru di kanan kiri anda. Seperti pengalaman yang pernah saya tulis sebelumnya, dimana saya berkenalan dengan para perempuan yang bekerja di negeri asing di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia.

8. Makan
Makan tidak hanya sekedar mengisi perut agar tidak lapar tetapi juga “killing time” saat di Bandara. Anda juga bisa mencoba sensasi rasa berbeda menu tradisional dan lokal yang kadang ditawarkan di restoran bandara.

9. Beli sovenir/Oleh-oleh
Belum membawa pulang sovenir untuk keluarga dan teman? Jangan khawatir! Anda bisa menemukannya di Bandara. Memang harga sovenir yang ditawarkan di Bandara berbeda dan lebih mahal, namun sebanding dengan ongkos anda untuk mencarinya. Daripada tidak membawa sovenir pulang, anda bisa mempertimbangkan untuk membelinya di Bandara.

10. Tidur
Aktivitas terakhir ini bisa anda lakukan kapan pun anda mau. Cari posisi yang nyaman, tidak berada di lokasi strategis yang jadi hilir mudik orang lalu lalang. Biasanya saya sudah siapkan satu set perlengkapan yang terdiri dari selimut mini lipat, penutup mata, bantal tiup penyangga dan headset. Siapkan alarm agar jam penerbangan anda tidak terlewat.

Kesimpulan

10 Hal di atas adalah hasil pengalaman pribadi. Bila anda menemukan hal baru yang belum tertulis, mohon dapat disampaikan dalam komentar! Siapa tahu bisa membantu bagi pembaca yang lain.

Semoga bermanfaat!

Menemukan “Chemistry” Perkawinan, Sulitkah?

Tak ada yang pernah berpikir bahwa pertengkaran dalam perkawinan akan membawa kelanggengan, bahkan kini usia perkawinan mereka sudah lebih dari 25 tahun. Mereka adalah Bude dan Pakde saya yang sering bertengkar hebat, adu mulut dan tak pernah akur di hadapan orang lain. Entah bagaimana cinta tumbuh di antara mereka, toh mereka sudah memiliki 3 putri dengan usia perkawinan yang melewati usia pesta perak. Lewat adu mulut dan pertengkaran, mereka bisa saling memaafkan dan memahami satu sama lain. Hingga kini mereka tetap bersama.

Begitulah cinta. Kadang kita tak pernah memahami bagaimana cinta bisa tumbuh kepada pasangan hidup yang mungkin sebelumnya dibenci, atau sepanjang perkawinan sering bertengkar. Mungkin satu sama lain telah menemukan “chemistry” yang tak bisa dijelaskan secara logis tetapi keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Anda tak bisa menemukan pada orang lain meski sejuta pesona ada pada diri yang lain, itu yang kemudian diyakini “chemistry”.

Ada dua hal dalam perkawinan bila tidak menemukan “chemistry” pada pasangan anda yakni pertama, anda menikahi orang yang salah. Atau kedua, anda mencintai orang dengan cara yang salah. Lantas bagaimana jika terlanjur menikah? Disini letak kebahagiaan seorang yang masih melajang agar tidak terdampar pada sebuah kesalahan perkawinan.

Pikirkan apa yang melatarbelakangi perkawinan anda, apakah soal status sosial? Bahwa menikah dianggap anda sudah “laku” atau “yang penting nikah”. Atau perkawinan dipandang sebagai pencarian keuntungan semata mengingat umur, ekonomi, gaya hidup, pekerjaan, atau permintaan orang lain.

Temukan “chemistry” pada pasangan anda agar perkawinan tidak lagi menjadi pembenaran dari tuntutan hidup. Nikmati kebahagiaan anda yang masih melajang agar anda tidak terjebak pada kesalahan, salah orang yang dicintai atau salah cara mencintai.

Mimpi Saja Tidak Cukup, Percaya!

push(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Satu hal yang membuat setiap orang sama dalam memiliki impian adalah kesempatan. Sedangkan yang membedakannya adalah kemampuan untuk mengolah kesempatan mewujudkan impian. Ada rasa takut dan tak percayaa yang kerap menghinggapi kita menggapai impian. Itu wajar. Jadi mimpi saja tidak cukup, tetapi beri kepercayaan. Percaya yang dimaksud sebagai berikut:

1. Percaya pada kekuatan Ilahi
Entah anda akan menyebutnya apa untuk meyakini kekuatan spiritual dalam diri anda, kekuatan Ilahi dimaksudkan kita percaya pada Yang Agung, Yang Esa, Sang Pencipta dan Pengatur Kehidupan.

Percaya bahwa Sang Ilahi tahu yang terbaik yang kita butuhkan. Teruslah berdoa dan memohon kepada kehendakNya. Ada satu kutipan yang selalu saya camkan dalam diri saya, PUSH, Pray Until Something Happens. Kita tidak pernah tahu bahwa sesuatu itu menjadi mungkin karena kekuatan kepercayaan kepada Sang Ilahi.

Ada orang yang ragu dan apatis dengan kekuatan Ilahi dalam mewujudkan impian, tetapi bagi saya kekuatan Ilahi melalui doa adalah kunci keberhasilan yang utama.

2. Percaya pada kemampuan diri sendiri
Orang yang bermimpi masih saja dihantui akan keraguan kapasitas dan kemampuan dirinya untuk meraih impian. Wajar dan lumrah hal itu terjadi. Bagi saya, impian diletakkan dalam pikiran dan hati kita karena Tuhan tahu bahwa kita bisa meraihnya.

Oleh karena itu, bermimpilah yang besar dan yakinlah bahwa anda bisa meraihnya. Orang yang percaya diri dipandang sebagai orang yang lebih berprestasi dibandingkan yang tidak karena dia tahu dan mengenali kemampuan dirinya.

3. Percaya pada petunjuk-petunjuk alam
Pernahkah anda menyadari bahwa alam bekerja dengan caranya untuk menuntun kita menuju impian? Terkadang alam membuat kita bersabar ketika apa yang kita capai belum terlaksana. Lalu alam mengajari kita untuk tidak menyerah. Alam juga yang memberikan kita petunjuk bahwa kita tidak mungkin memaksakan apa yang bukan menjadi kehendak Ilahi. Alam juga membuat kita tersenyum dengan caranya. Kita ingin agar cepat selesai, tetapi alam tidak mendukung dengan kondisi alam, cuaca, lingkungan atau apa lah yang membuat kita jengkel, mengapa ini terjadi. Percayalah bahwa alam akan menggiring kita pada rencana Ilahi, yang tak mungkin menjerumuskan kita pada kesesatan.

4. Percaya pada orang lain
Manusia itu makhluk sosial. Tak ada manusia yang dapat hidup sendiri. Manusia memerlukan orang lain sebagai eksistensi hidupnya. Jadi berikan kepercayaan pada orang lain juga untuk membantu kita menemukan benang merah dari kekusutan rencana kita. Berikan kepercayaan pada orang yang mengasihi kita untuk memberikan solusi. Mereka yang mencintai kita adalah mereka yang peduli akan mimpi-mimpi kita. Mereka yang peduli dengan mimpi-mimpi kita adalah mereka yang mendoakan kita dan selalu hadir saat kita terpuruk. Berikan kepercayaan pada orang lain maka setengah dari mimpi anda akan terlaksana berkat doa mereka. Mereka pun akan berbahagia karenanya.

5. Percaya pada pengalaman
Pengalaman adalah guru yang baik dalam hidup. Berulang kali saya menuliskan bahwa pengalaman itu sangat berharga dan tak pernah bisa dibeli dan didapatkan oleh setiap orang. Jika setiap orang punya kesempatan yang sama dalam hidupnya maka kita perlu cara yang berbeda agar dapat mencapai apa yang kita impikan. Itu lah yang disebut pengalaman. Albert Einstein, tokoh yang saya kagumi berpendapat bahwa suatu kegilaan jika kita mengharapkan hasil yang berbeda dengan melakukan cara yang sama. Pengalaman mengajari anda untuk selalu terbuka pada setiap peluang dan kesempatan. Tidak ada yang sia-sia. Hargai apapun pengalaman yang anda alami meski buruk sekalipun.

10 Tips Persiapan Wawancara Formal Jarak Jauh

Selama ini kita membayangkan bahwa wawancara hanya dilakukan dengan tatap muka, kini tidak lagi. Seiring kemajuan teknologi, wawancara dapat dilakukan jarak jauh via phone atau virtual.

Berikut pengalaman saya wawancara formal seperti lamaran kerja dan seleksi perguruan tinggi lewat telpon dan skype.

10 tips persiapan tersebut, antara lain:

1. Tentukan waktu interview yang disepakati kedua belah pihak.

2. Pahami durasi, materi dan tujuan wawancara misalnya untuk seleksi pekerjaan atau seleksi mahasiswa.

3. Pelajari hal-hal yang berkaitan dengan tujuan wawancara.

4. Simulasikan wawancara dengan orang lain untuk mengurangi ketegangan dan mengantisipasi respon Inerviewer yang muncul.

5. Periksa dan persiapkan peralatan yang diperlukan untuk wawancara seperti laptop, web cam dan headset yang tersedia mic.

6. Persiapkan stamina yang fit dan prima.

7. Persiapkan tempat dan ruang yang punya internet dengan jaringan koneksi bagus, tata cahaya lampu dan sinar matahari, tingkat kebisingan yang minim dan penuh privasi agar tidak terganggu. Anda bisa pilih Kafe, ruang kerja, ruang belajar, dsb.

8. Persiapkan penampilan dengan pakaian berwarna terang agar bisa terlihat baik. Jangan berpikir anda hanya melakukan wawancara jarak jauh maka anda dapat berpenampilan semaunya. Penampilan juga menentukan.

9. Siapkan air putih di samping meja wawancara, alat tulis, materi bacaan.

10. Berdoa bila sudah waktu wawancara supaya berhasil dan jangan lupa tersenyum agar membuat wajah tampak baik dilihat via webcam. Tersenyum akan membawa aura positif bagi anda.

Semoga sukses!

Mengapa Mudah bagi Orang Lain tetapi Sulit buat Saya?

image

( Aus einer Mücke einen Elefanten machen. Sebenarnya itu masalah kecil tetapi kita membuatnya jadi besar. Jika mudah bagi orang lain, seharusnya mudah juga buat saya, ya toh? Sumber foto: Dokumen pribadi)

Pernahkah anda mengalami hal demikian, buat orang lain itu mudah tetapi kenyataannya tidak untuk diri sendiri?

Usai lulus SMA saya berencana bawa mobil saat kuliah, jadi saya ambil kursus setir mobil. Ternyata sampai kursus setir mobil dua kali putaran dan punya SIM, saya masih belum bisa setir mobil hahahaha…

Lalu suatu kali Mama dan saya pergi naik angkot lalu kami berdua pilih duduk di depan, samping sopir. Mama iseng bertanya bagaimana sopir ini bisa menyetir mobil. Ternyata si sopir tidak lulus SD dan semua berawal dari pekerjaan awalnya sebagai kernet. Keberanian dan niat menafkahi keluarga jadi motivasi sopir untuk bisa menyetir. Tidak ada kaitan akademis juga buat setir mobil. Berkaca dari pengalaman tersebut, saya jadi berpikir mengapa buat orang lain mudah tetapi tidak untuk saya?

Lain lagi, seharusnya jika Dokter THT tidak melarang Bapak saya untuk berenang tentu saya bisa berenang karena Bapak mengajari saya dengan baik. Karena tidak boleh berenang lagi, saya ikut les renang saat masih sekolah dulu, tetap saja saya tidak bisa berenang. Sedangkan adik-adik saya bisa berenang tanpa les pula hahahaha…Lagi saya berpikir, tidak ada faktor keturunan penyebab bahwa itu menjadi sulit buat saya tetapi mudah bagi adik saya.

Dan mungkin masih banyak lain kejadian atau contoh-contoh yang anda alami sehari-hari.

Kita semua mengakui bahwa masing-masing orang punya kelebihan dan kelemahan yang berbeda-beda. Tidak ada individu yang identik sama. Every body is unique. Jadi jika mudah buat mereka tetapi sulit bagi saya, apa yang jadi penyebabnya? Pengalaman.

Cara kita mengalami itu yang berbeda, ada yang belajar dari pengalaman lalu berhasil tetapi ada juga yang tidak. Pengalaman mahal harganya. Jadi jika anda bisa membeli buku “Cara Cepat Jadi Kaya” yang berhasil bagi penulisnya belum tentu berhasil bagi anda pribadi. Pengalaman yang membedakan kita berbeda satu sama lain, bahkan terhadap sesuatu hal yang dianggap mudah dan bisa dicapai bagi orang lain.

Rumus kehidupan itu menandakan bahwa kemudahan seseorang menggapai keberhasilan atau kesuksesan tidak sama. Cara saya belajar naik sepeda dengan cara anda belajar bersepeda pasti beda meski kita sama-sama bisa naik sepeda. Jika saya mengikuti cara anda naik sepeda belum tentu saya berhasil bersepeda. Saya bisa menganggap naik sepeda itu sulit tetap bagi anda mudah saja bersepeda. Apa yang membedakannya? Cara pandang.

Saat kedua orang ini sama-sama belum bisa naik sepeda, lalu belajar bersama kemudian hanya satu orang yang berhasil bersepeda. Cara pandang mempengaruhi bagaimana kita menganggap itu mudah atau itu sulit. Anggapan yang membuat kita anggap orang lain mampu dengan mudah sementara saya sulit. Padahal setiap orang punya kesempatan yang sama dengan orang lain dalam hidupnya.

Kemudahan dan kesulitan hidup tidak terletak dari kapasitas pribadi tetapi pengalaman dan cara pandang agar lebih berani menghadapinya. Saya yakin jika kita terus menerus mencoba dan tidak putus asa pastinya apa pun akan mudah juga pada akhirnya. Hidup itu indah sebagaimana kita memandangnya, jika kita memandang sulit maka hal itu menjadi sulit.

Tidak ada resep kehidupan yang jitu dan berlaku sama bagi setiap orang. Jika saya sudah mencoba mengikuti petunjuk buku resep yang saya baca, pasti rasanya tak pernah sama dengan rasa masakan yang disajikan peracik resep aslinya. Mudah baginya membuat menu tersebut tapi buat diri sendiri pasti saya harus belajar.

Jadi belajarlah untuk menemukan sensasi pengalaman kehidupan bagaimana pun sulitnya. Tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Pada akhirnya saat anda mencapai dan mengatakan “Itu mudah” anda akan tahu mengapa semua itu harus anda lalui.

5 Alasan Mengapa Perlu Menulis

image

Sejak bekerja di bidang komunikasi untuk isu perkembangan sosial, dunia tulis menulis menjadi bagian rutinitas pekerjaan saya. Pengalaman menarik saat saya bekerja sebagai Provincial Communications Coordinator dimana saya harus mendukung dan menginspirasi penerima manfaat program yakni Guru, Kepala Sekolah, Pengawas dan mereka yang berkepentingan dengan pendidikan di tingkat provinsi agar mulai menulis. Menulis yang dimaksud bisa berupa laporan reportase, opini, pengalaman best practise atau media sekolah seperti buletin yang memang diperlukan bagi transformasi dan replikasi yang bermanfaat selanjutnya.

Nah, beberapa kali dilakukan penguatan kapasitas untuk menulis bagi mereka yang bekerja di bidang pendidikan tersebut. Diharapkan kapasitas menulis akan mendorong mereka lebih giat lagi berbagi inspirasi edukasi.

Sekedar berbagi, berikut alasan yang saya sampaikan mengapa perlu menulis:

1. Menulis itu mendokumentasikan
Tak banyak orang punya kapasitas fotografi, lewat tulisan yang jadi “makanan” sehari-hari diharapkan mereka mau mendokumentasikan suatu peristiwa dengan baik. Kadang saya temukan mereka bingung bagaimana mulai menulisnya, saya sarankan mereka melalui panduan 5W + 1H (What, When, Why, Where, Who dan How) untuk mempermudah penulisan. Dokumentasi lewat tulisan dapat memperkaya proses belajar mengajar di kemudian hari.

2. Menulis itu menginspirasi
Melalui tulisan yang menginspirasi sebagai hasil pengalaman sehari-hari di kelas atau sekolah, diharapkan mereka menginspirasi sesama pendidik dalam meningkatkan kualitas dan mutu pengajaran. Inspirasi tulisan bisa berupa karya ilmiah alat bantu belajar, pengalaman mendidik anak atau metode belajar yang aktif dan menarik bagi siswa sehingga dapat direplikasikan oleh pendidik yang lain. Bukan tidak mungkin sekolah dapat mencontoh keberhasilan sekolah lain lewat inspirasi tulisan seorang pendidik yang menuliskannya.

3. Menulis itu membagikan pengalaman
Pengalaman adalah guru terbaik, begitu pepatah berbunyi. Memang benar adanya bahwa pengalaman mendidik dan mengajar di sekolah bukan pekerjaan yang mudah mengingat tidak hanya dituntut pencapaian akademis semata. Biasanya menulis berdasarkan apa yang sudah dialami lebih mudah sehingga kebiasaan menulis akan terbangun. Pengalaman best practice untuk mengidentifikasikan perubahan sebelum dan sesudah ada dampak perlakuan program diharapkan menjadi sekumpulan pengalaman yang aktraktif dan edukatif bagi solusi pendidikan.

4. Menulis itu menuangkan gagasan, ide dan pendapat
Apa pun gagasan dan ide mengenai pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan seperti alat bantu belajar, metode pengajaran, penulisan materi pengajaran diharapkan akan dituliskan melalui catatan tulisan yang kelak dapat dimanfaatkan. Tidak hanya sebagai rekomendasi pembelajaran tetapi juga tulisan-tulisan mampu membangun kebiasaan untuk mengasah kapasitas pendidik dalam menemukan inovasi pembelajaran.

5. Menulis itu melaporkan
Saya masih mendapati sulitnya bagi mereka meluangkan waktu membuat laporan. Entah karena tak ada waktu atau sebenarnya tidak ada sistematis pelaporan yang reguler dan jadi panduan sehingga menulis itu melaporkan juga menjadi sulit. Akhirnya berbekal panduan sederhana, mereka pun terbiasa untuk melaporkan perkembangan di sekolah terutama setelah adanya penguatan kapasitas (pelatihan).

Selamat menulis bagi pengembangan dunia pendidikan yang edukatif dan inovatif!!! Saya pun rindu untuk terlibat bersama lagi dalam program komunikasi untuk perubahan sosial.