Heidelberg (1): Menyelami Sisi Romantis Jembatan Karl-Theodor Kala Senja

Jembatan Karl-Theodor menjadi icon kota Heidelberg.
Jembatan Karl-Theodor yang melewati sungai neckar.
Pantulan senja menambah semarak romantis jembatan yang disebut juga ‘old bridge’.
Patung santo Johannes Nepomuk di sisi jembatan.

Heidelberg adalah salah satu kota impian yang ingin saya datangi bila saya tinggal di Jerman. Kota ini sangat cantik tampak dari kartu pos yang dikirimkan seorang kenalan asal Jerman pada saya beberapa waktu lampau. Akhirnya suami saya bersedia menemani saya berkunjung ke Heidelberg, yang berada di negara bagian Baden-Württemberg. Ternyata benar, jembatan Karl-Theodor masih tampak cantik seperti gambar di kartu pos yang saya punya.

Heidelberg adalah salah satu kota yang dikenal sebagai college town di Jerman karena di kota ini berdiri universitas tertua. Kota ini juga dipenuhi bangunan baroque yang khas di pusat kota, Altstadt. Namun kembali lagi jembatan Karl-Theodor tetap menjadi sentra perhatian turis seperti saya yang datang kala senja. Warna mentari di kala senja semakin memantulkan sisi romantis dari jembatan tersebut. Betul saja, jembatan pun semakin dipenuhi orang yang berfoto dan menantikan indahnya senja di jembatan.

Selain senja, jembatan Karl-Theodor memiliki sisi romantis lainnya. Jembatan ini misalnya terbuat dari batu yang terdiri atas sembilan lengkungan yang cantik. Jembatan yang melintasi sungai neckar ini pada awal dibangun disebut jembatan neckar pada abad 13. Tepatnya pada 21 Mei 1284 jembatan neckar diresmikan pertama kali. Semula jembatan ini adalah jembatan kayu peninggalan abad pertengahan kemudian lambat laun menjadi jembatan batu.

Abad 18, jembatan yang sudah melalui berbagai peristiwa perang dan sejarah berabad-abad lamanya pun beralih menjadi jembatan batu. Meski ada beberapa jembatan di Heidelberg yang melewati sungai neckar, tetapi jembatan yang disebut ‘old bridge’ memang sangat berkesan. Arsitekturnya pun dibuat dengan sangat menawan.

Tower di muka jembatan.
Abad 13 jembatan ini masih jembatan kayu kemudian abad 18, jenbatan dibuat permanen menjadi jembatan batu.
Gembok cinta, sisi romantis jembatan.

‘Old bridge’ panjangnya sekitar 200 meter. Di muka jembatan dari arah Alstatdt, tampak semacam menara tinggi menjulang seperti jembatan Charles di Praha. Meski tak semegah jembatan di Praha, tetapi masih ada lagi kesamaannya. Ya, Patung santo Yohanes Nepomuk pun berada di sisi jembatan. Sebagaimana anda ketahui patung santo Johannes Nepomuk sering diletakkan di sisi jembatan di Jerman, Austria dan Ceko.

Baca: Pesona jembatan Charles di Praha, Ceko

Sisi romantis old bridge tidak hanya dijadikan tempat berfoto pasangan tetapi tempat mengikat komitmen pasangan lewat gembok cinta. Meski gembok cinta tak sebanyak jembatan-jembatan lain pada umumnya, tetapi fenomena membuang kunci gembok ke sungai dan menautkan gembok di situ menambah semarak suasana romantis.

Dari old bridge, kita bisa mengamati Heidelberg Schloss atau kastil yang indah. Tentang kastil dan tempat lain yang jadi destinasi wisata di Heidelberg, dilanjutkan pada artikel berikutnya.

Makanan Khas Jerman (67): Spätzle mit Rahmsoße, Pasta dengan Saus Krim Merica Hitam

Pasta dengan saus krim merica hitam.
Salad pembuka.

Makanan asal Jerman selanjutnya yang saya perkenalkan adalah spätzle yang dihidangkan di restoran lokal di sini. Spätzle ini menjadi istimewa karena ada saus merica hitam yang disiramkan sebagai pendamping steak. Seperti yang anda lihat di foto, biji merica hitam tampak terlihat di atas steak panggang. Saus merica hitam ini disebut istimew karena saus kentalnya dari krim yang membuat semakin lecker. Dalam bahasa Indonesia, lecker adalah lezat.

Ngomong-ngomong, apa itu spätzle? Selintas bisa jadi anda memikirkannya. Ini semacam pasta di Jerman. Bentuknya kecil-kecil dengan bulat tak jelas. Saya sendiri pernah beberapa kali memesannya di restoran seperti käsespatzle. Di bagian wilayah Baden-Württemburg, käsespätzle menjadi menu wajib yang dipesan. Begitu pun saat saya berjalan-jalan ke Swiss yang bersebelahan dengan negara bagian Baden-Württemburg, käsespätzle juga mudah ditemukan.

Jika saya menyandingkan dengan makanan nusantara, ini serupa seperti mie telor. Pembuatannya pun sedikit mirip. Mie telor ini bisa untuk bakmi godok atau bakmi goreng. Begitu pun spätzle bisa saya dapatkan di supermarket. Saat air mendidih, masukkan spätzle yang dibeli di supermarket, lalu masak hingga 15-20 menit. Tiriskan airnya sebelum ditambahkan menu lainnya.

Setelah steak panggang siap disajikan, maka tambahkan saus lada hitam yang diberi krim. Krim tidak hanya memberi rasa enak saja tetapi mengentalkan sausnya. Biji merica yang sedikit hancur dibiarkan menjadi bagian dari sausnya. So tasty!

Rupanya saya mendapatkan tambahan salad. Salad ini sebagai pelengkap hidangan, tentu saja ini adalah complimentary. Anda bisa menolaknya jika merasa tidak butuh. Porsi makan yang benar-benar besar ya!

Bagaimana menurut anda?

Makanan Khas Asia (60): Dada Ayam Fillet Pakai Saus Kanton

Saus kanton itu terasa sedikit manis dan encer.

Makanan selanjutnya yang saya perkenalkan berasal dari Asia, tepatnya dari negeri tirai bambu. Kuliner ini terdiri atas daging ayam fillet bertepung dan digoreng kemudian diberi saus kanton. Nah saus kanton ini memberikan citarasa yang aduhai nikmat bagi pecinta makanan asia. Demikian si pramusaji menjelaskan ketika saya memesan sajian ini. Jadi hanya tinggal satu porsi lagi, dia akan membuatkannya untuk saya secara istimewa.

Saya memang belum pernah makan pesanan dada ayam fillet dengan saus kanton. Setelah saya mencicipinya, seperti yang anda lihat, saya langsung jatuh cinta. Ini enak sekali. Dada ayam dibalut tepung, diiris sedemikian rupa diletakkan di sisi nasi putih. Bersamaan saus kanton berwarna kecokelatan gelap bersama sayuran. Saus kanton pun diberi ekstra jika saya memerlukan lebih banyak lagi.

Baca: Aneka kuliner malam di Shenzhen, Tiongkok

Kanton sendiri adalah salah satu bagian di Tiongkok yang terletak di bagian Tenggara, yang terkenal dengan aneka gaya masakan yang lezat. Kini Kanton lebih dikenal Guangzhao. Selera masakan di Tiongkok bagian ini sama seperti di Hong kong. Saya sendiri pernah menyambangi wilayah ini bersama suami. Rahasia kuliner mereka adalah jahe, bawang putih dan anggur beras.

Lalu apa yang membuat saus kanton berwarna kecokelatan gelap?

Rupanya dalam saus kanton ada kecap, jamur shitake dan sedikit cuka. Agar sedikit mengental, saus yang hampir matang diberi tepung maizena. Namun rahasia lainnya adalah bawang putih, jahe dan anggur beras yang menguatkan aroma masakan dari kanton ini.

Untuk sayuran, mereka biasa membiarkan saus matang baru sayur dimasukkan. Itu sebab ada rasa crunchy dan segar pada sayuran. Mereka tidak benar-benar memasak sayuran sampai layu dan matang. Mereka percaya bahwa itu menjadi makanan yang sehat sebenarnya.

Ini bisa menjadi kreasi anda. Anda bisa menggantinya dengan daging ayam bagian lain atau daging sapi sesuai selera anda. Namun pastikan bahwa saus dibiarkan tidak menyatu saat memasaknya sehingga anda benar-benar bisa merasakan rasa asli saus kanton.

Hmmm, selamat makan!

Amsterdam (3): Hotel Suites Tanpa Resepsionis, Pernah Coba?

Amsterdam adalah salah satu kota yang dilalui banyak kanal.
Informasi keterangan hotel, tempat saya menginap. Kami puas dengan layanannya.

Traveling untuk bekerja atau liburan dan menginap di hotel bukan aktivitas pertama buat saya. Tetapi mencoba hotel tanpa resepsionis, ini adalah pengalaman pertama saya. Saya pernah mencoba berbagai hotel mulai dari yang berbintang sampai hotel melati, tetapi bagaimana hotel yang menawarkan tanpa resepsionis dan melakukan check in secara elektronik. Bisa jadi anda sudah pernah mengalaminya, silahkan bagikan dalam kolom komentar! Sementara anda yang belum pernah pasti penasaran ‘kan.

Seiring dengan berjamurnya fasilitas pelesiran berbagai orang di dunia di masa kini, tentu hotel sebagai tempat penginapan pun menawarkan berbagai fasilitas kekinian yang menarik minat wisatawan. Namun modernitas teknologi komunikasi bisa jadi mempermudah tamu hotel untuk self check in, membuat lebih praktis hingga tak perlu ada pekerja di bagian resepsionis. Segalanya dilakukan secara virtual yang terhubung lewat aplikasi dan komunikasi smartphone.

Saat saya liburan di Amsterdam, saya mencari hotel di pusat kota agar kami bisa dekat dengan berbagai destinasi wisata yang ditawarkan. Kami tak perlu merogoh kocek lagi untuk transportasi selama liburan dan mobil bisa kami parkirkan selama liburan. Oleh karena itu kami memilih hotel Sweets Beltbrug yang letaknya sekitar 20-30 menit berjalan kaki ke pusat kota. Selain itu hotel juga dekat dengan pusat kuliner dan mudah dijangkau dengan lokasi parkir umum. Kami puas dengan menginap di sini. Pelayanannya sungguh bagus.

Hotel suits ini berbeda dari kebanyakan hotel lainnya. Jumlahnya ada sekitar 28 suites dan lokasinya dekat dengan jembatan yang dahulu dijadikan transportasi air. Bangunan kamar kami dibuat tahun 1933 dengan rancangan arsitek P. L. Kraemer yang didominasi bata kuning. Tahun 2017 kamar di hotel SWEETS berganti kepemilikan dan dikelola untuk pariwisata kota. Tanpa mengubah struktur asli bangunan, kamar suites di dekat sungai ini menawarkan kenyamanan menginap di Amsterdam, yang dikenal memiliki banyak kanal.

Pemandangan di sekitar kamar.
Dekat dengan pusat kota.
Amsterdam tetap cantik meski di musim dingin, apalagi di musim panas.

Semula kamar suites kami adalah pos kontrol untuk jalur transportasi air, sebagaimana anda tahu bahwa Amsterdam terdiri dari beberapa jalur kanal. Kemudian seiring dengan kebutuhan pariwisata dan berkurangnya jalur transportasi air, pos kontrol diubah sesuai desain ulang tata kota. Kini pos itu menjadi kamar suites yang elegan dan mewah bagi turis seperti kami yang datang.

Kamar dibuat senyaman mungkin bagi tamu hotel. Fasilitas lengkap, hotel didesain unik, segalanya bersih dan pelayanan virtual yang ramah. Mengapa virtual? Kami tidak bertemu dengan siapa pun sebagai petugas layanan hotel, kami hanya berkomunikasi via email, telepon dan SMS. Lalu bagaimana check in saat kami datang?

Saya mendapatkan pemberitahuan bahwa hotel akan memberikan kode untuk self check in sebelum jam 16.00 atau waktu resmi check in. Kode diberikan via email yang mengharuskan kita mengunduh aplikasi Flexi Pass di google play store untuk android dan pilihan lain untuk Iphone dan sebagainya. Setelah tiba di hotel, kode yang diberikan via email dimasukkan dalam kode aplikasi Flexi Pass sebagaimana diminta. Setelah kami check in virtual, maka smartphone didekatkan beberapa saat di pintu kamar hingga tanda dari pintu untuk membukanya. Itu sudah menandakan kami telah check in. Proses check in hanya satu kali. Jika terjadi error atau pintu belum juga terbuka maka silahkan kontak petugas hotel yang berhubungan via email.

Untuk kebutuhan selanjutnya, ada kunci elektronik berbentuk kartu sebagaimana umumnya hotel yang menawarkan kartu elektronik sebagai kunci. Bila ada keperluan urgent atau genting, maka komunikasi bisa dilakukan secara virtual. Terbayang bahwa akomodasi atau tempat menginap di masa mendatang berikutnya bisa jadi memangkas anggaran untuk petugas jaga atau resepsionis misalnya.

Kelebihan dan kekurangan dengan sistim ini pasti ada. Bagi mereka yang tidak bisa terbiasa dengan panduan virtual, tidak menggunakan smart phone atau tidak suka dengan self service sebaiknya perlu berpikir ulang. Kelebihannya pun sudah diduga seperti yang anda tahu. Pengelola bisa memangkas anggaran staf resepsionis dan staf di muka hotel. Staf hotel pun bisa berkantor dimana saja.

Beberapa hotel di Jerman pun sudah mulai menerapkannya menurut pendapat seorang teman mahasiswa yang bekerja part time sebagai zimmermädchen. Saya berpikir mungkin ini bisa jadi alternatif ide penginapan moderen di tahun mendatang. Sementara hotel-hotel yang tumbuh di pusat kota besar di Eropa memang semakin sulit mendapatkan lokasi parkir. Anda bisa bayangkan pula hotel self service termasuk parkir mobil yang kemudian ditanggung tamu hotel.

Selanjutnya saya akan menceritakan pengalaman parkir bertumpuk di suatu hotel di pusat kota.

Jika anda ingin datang ke Amsterdam, anda bisa mencoba layanan hotel suites nan ekslusif ini di pusat kota Amsterdam. Info lebih lanjut, cek website hotelnya.

Makanan Khas Meksiko (8): Empanada, Ini Mirip Pastel atau Panada dari Manado

Bentuknya mirip Pastel atau Panada ‘kan?
Ada tiga jenis yang dijual, anda suka yang mana?

Bagi anda yang suka jajan atau mencoba street foods, silahkan mencoba makanan asal Amerika Latin berikut ini. Lebih tepatnya ini berasal dari Meksiko, yang kaya akan kuliner pedasnya. Seperti yang anda lihat, bentuknya pun mirip seperti pastel atau panada sebagai jajanan nusantara.

Tebak dimana saya menemukannya?

Sewaktu saya dan suami berkunjung ke Brussels, Belgia kemudian kami mendatangi Christmas Market yang menjadi keriaan saat libur natal dan tahun baru. Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, pasar rakyat ini digelar sampai awal Januari tiap tahun. Isinya tidak hanya berbagai keperluan di musim dingin saja melainkan juga kuliner dari berbagai negara. Salah satu booth yang menjajakan jajanan yang menarik minat saya adalah empanada dari Meksiko.

Apakah anda pernah makan empanada sebelumnya?

Empanada yang dijual ada tiga jenis seperti yang tampak dalam foto di atas. Ada empanada vegetarian berisi sayuran saja, empanada isi chilli corn cane dan empanada isi keju. Dan yang paling ingin saya makan adalah isian chili corn cane. Namun sayangnya, jajanan ini sudah habis terjual. Saya hanya mendapati empanada isian veggie saja. Isinya adalah aneka sayuran yang ditumis. Empanada veggie pun tetap enak sama seperti pastel loh.

Saya beli satu.

Setelah saya membeli empanada, saya pun bertanya via whatsapp ke kenalan asal Meksiko. Dia studi bersama saya di Jerman. Dia pun berpendapat bahwa empanada itu sejenis pastry yang berisikan sayuran, daging atau keju sesuai selera. Empanada bisa digoreng pun bisa dipanggang. Dan ini sama seperti hasil kreasi sendiri sewaktu saya membuat pastel. Bentuknya pun serupa, hanya namanya saja yang berbeda. Saya yang berasal di Indonesia mengenalnya sebagai pastel atau panada dari Manado. Jajanan ini pun bisa ditemukan di Filipina, Malaysia dan Singapura juga.

Jika saya perhatikan empanada ini mirip seperti jajanan lain asal India dan Afrika. Ya, Samosa atau Sambusa seperti yang pernah saya ulas sebelumnya. Isian samosa dari India adalah kentang dan kacang lentil yang dihaluskan dan berbumbu. Sedangkan sambosa pun hampir mirip seperti samosa.

Baca: Antara Samosa dari India atau Sambusa dari Afrika

Sekarang anda jadi paham bahwa kuliner dari berbagai negara itu bisa punya kemiripan, hanya perbedaan nama dan sebutan saja. Migrasi antar penduduk telah memberi pengaruh pada dunia culinary.

Ssstt, empanada ini bentuknya lebih besar dari pastel loh. Makan 1 saja sudah membuat saya kenyang.

Makanan Khas Jerman (66): Burgunderbraten, Daging Sapi Panggang Warna Merah Kehitaman

Burgunderbraten di salah satu restoran yang saya pesan.

Makanan di Jerman memang punya nama yang unik, tetapi tentu berkaitan mengapa diberi nama tersebut? Sementara makanan nusantara semisal sayur asem saja, saya tidak bisa menjelaskan alasannya mengapa disebut sayur asem saat ditanya suami. Jawaban mudah saya adalah sayur tersebut berasa asem sehingga disebut sayur asem. Begitu pun nama-nama makanan di Jerman terkadang membuat saya berpikir, mengapa diberi nama tersebut. Seperti ulasan makanan berikut, yakni burgunderbraten.

Saya mendapati dua sajian burgunderbraten di dua tempat berbeda. Pertama, saya makan siang bersama suami. Kami memesan menu yang sama dan sesungguhnya saat itu, saya tidak tahu apa nama menu masakan yang saya makan. Saya pikir itu sama saja dengan schweinebraten. Hingga saya tahu ini berbeda ketika saya mendapati hidangan kedua di hotel, saat ada acara makan malam keluarga.

Warna burgundi membuat nama masakannya disebut demikian. Ini adalah makanan istimewa di Jerman yang terbuat dari irisan daging sapi muda yang dipanggang. Untuk rempah-rempah yang digunakan adalah thymian yang memberikan aroma khas pada sapi panggang tersebut. Begitu istimewanya di Jerman hingga hidangan ini terbawa ke Austria sebagai hidangan daging sapi ala Burgundy.

Burgunderbraten lain sebagai makanan utama, yang saya dapatkan dalam menu 5 macam.

Sebetulnya apa itu burgundy?

Burgundy adalah nama anggur yang berasal dari bagian timur Prancis. Lembah ini terkenal dengan anggurnya yang lezat. Di situ terdapat penyulingan anggur yang diminati bagi para wine lovers dunia. Warna wine burgundy adalah merah tua gelap. Meski ada juga anggur putih dari lembah ini, tetapi untuk masakan burgunderbraten lebih cocok anggur merah sehingga menampilkan warna yang khas.

Warna merah juga dilengkapi dengan warna kubis merah gelap sebagai pendamping makanan. Buktinya dua makanan yang sama yang satu, dinikmati di Jerman dan satu lagi dipesan di Austria menghasilkan sajian yang sama. Mereka selalu memberikan kubis merah sebagai sajian pendamping. Rasa kuliner ini enak pastinya. Sekarang anda jadi tahu mengapa masakan ini disebut burgenderbraten.

5 Cara Bahagia di Awal Tahun

Ilustrasi.

God has a perfect plan for us. He never does it all at once, just step by step because He wants to teach us to WALK by FAITH, not by sight – Happy Sunday!

Awal tahun sudah dimulai sebelas hari lalu. Sebagai awalan, kita berharap yang terbaik akan berjalan di sepanjang tahun ini. Ada yang menyiapkan rencana, resolusi, mimpi dan harapan untuk tercapai di sepanjang tahun. Namun ada juga yang tidak terlalu antusias menyiapkan itu semua dan memilih berjalan sebagaimana adanya. Ada atau tidak ada rencana, resolusi, impian dan harapan awal tahun tetaplah merasa bahagia.

Awal tahun biasanya dijadikan sebagai starting point untuk membuat perubahan hidup. Bagi sebagian orang, perubahan hidup itu menyenangkan meski mengkhawatirkan keberhasilannya. Dan bagi sebagian lainnya, mereka tak ingin bertaruh konsekuensi yang besar untuk membuat perubahan. Alasannya, bisa jadi karena kenyamanan.

Sejalan dengan rasa bahagia, lima hal berikut bisa membantu anda di awal tahun untuk tetap berbahagia.

1. Berpikirlah tentang sekarang, bukan kemarin atau yang akan datang.

Bahagia itu bukan karena hal kemarin atau hal yang akan terjadi besok. Bahagia itu karena hari ini bahwa kita masih bisa menikmati hidup. Kemarin itu sudah berlalu dan masa depan itu belum datang. Bila peristiwa yang berlalu itu manis, jadikan kenangan. Sebaliknya, bila peristiwa yang berlalu itu buruk, jadikan pelajaran. Hari ini adalah kesempatan yang menentukan hari yang akan datang, besok dan besok lagi. Apa yang akan terjadi di masa depan ditentukan di hari ini. Carpe diem, raihlah apa yang terjadi hari ini!

Baca: Carpe diem, apa itu?

2. Tidak menaruh harapan terlampau tinggi.

Bahagia itu tidak memikirkan sesuatu secara berlebihan, yang merumitkan keadaan. Bahagia itu sederhana, yang rumit itu pikiran. Begitu bahagianya orang lain yang tidak memikirkan serumit pikiran sendiri untuk menjadi sempurna. Semakin kita memikirkannya, semakin kita tidak bahagia. Tarik nafas dan rileks, maka semua akan baik-baik saja.

Baca: Ingin Ubah Hidup? Ubah dulu Pikiran

3. Berdamailah dengan diri sendiri dan orang lain.

Jika kita tidak bisa berdamai dengan diri sendiri, bagaimana bisa kita berdamai dengan orang lain. Damai itu mengampuni apa yang terjadi di masa lalu dan melepaskannya sebagai peristiwa hidup. Seberapa pun beratnya apa yang terjadi, mengampuni adalah cara untuk menemukan kedamaian.

Baca: Temukan kedamaian di siang bolong!

4. Tetap optimis dan positif tentang akhir tahun.

Perang belum dimulai tetapi kita sudah memikirkan kekalahan. Ini masih awal tahun, mengapa kita sudah memikirkan soal akhir tahun? Optimis saja bahwa segalanya bisa berjalan asalkan kita berusaha memperjuangkannya. Jika kita tetap optimis tentu akan memberikan energi yang positif dan membangun semangat. Ini akan membantu ketimbang pikiran negatif dan pesimis yang mengendurkan kepercayaan diri.

Baca: Segala permulaan itu pasti sulit

5. Jangan pernah berpikir untuk merubah sesuatu di tahun ini tetapi sesuatu berubah karena diri sendiri!

Menurut Kaizen, perubahan itu mulai dari hal kecil, sederhana dan berkelanjutan. Perubahan yang diharapkan itu biasanya adalah hal yang besar. Untuk mendapatkan perubahan besar mulailah dari hal yang kecil dan dari diri sendiri.

Baca: Seni menghadapi perubahan hidup

Awal tahun kerap dijadikan landasan kuat untuk membuat perubahan dalam hidup. Meski ini bukan sebuah aturan, namun nyatanya begitu banyak orang yang memilih awal tahun sebagai alasan untuk membuat perubahan.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

Mesir (26): Pyramid Giza dan Sphinx di Kairo yang Tak Lekang Waktu

Tiga Pyramid terbesar dan Sphinx. Titik ini selalu jadi spot foto favorit wisatawan.
Pyramid dari kejauhan.
Dua pyramid terbesar, tampak berdekatan.
Tampak dekat, padahal ini diambil dari lokasi yang jauh agar tampak keseluruhan.

Kunjungan ke the Egyptian Museum atau museum nasional di Kairo sudah selesai. Rombongan turis seperti kami berlanjut untuk makan siang. Kami berhenti di restoran yang menawarkan pemandangan pyramid Giza dari jendela restoran. Kami makan secara prasmanan dan menikmati kufta seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Dari sini kami berlanjut ke Pyramid Giza dan Sphinx sebagai salah satu destinasi wisata dunia.

Untuk berkunjung ke sini, kami mengikuti program tur dari agen perjalanan. Sebelum tiba di lokasi, pemandu wisata membebaskan kami memilih untuk berkeliling area dengan delman atau berjalan kaki sendiri. Kami memilih naik delman, dengan membayar satu delman sekitar 20€. Biaya itu di luar trinkgeld dalam bahasa Jerman artinya tip jika anda ingin memberikannya. Kami berpikir ini praktis dan tak perlu berlelah menjangkau pyramid yang letaknya berjauh-jauhan.

Akhirnya kami tiba di pyramid Giza dan Sphinx yang menjadi satu lokasi. Letak Pyramid ini sekitar 18 kilometer dari pusat kota Kairo. Setelah pintu masuk, tiket dibagikan satu per satu sambil dijelaskan durasi kunjungan dan apa saja yang bisa dilakukan selama kunjungan. Lalu kami berjalan ke salah satu area Pyramid terdekat dan mendapatkan penjelasan dari pemandu wisata.

Susunan luar pyramid dari bawah ke atas seperti ini. Ajaib sudah dibangun sejak lima ribu tahun lalu.
Satu delman untuk satu atau dua orang saja.
Saya pikir delman bisa jadi pilihan untuk mengelilingi pyramid yang letaknya berjauhan.
Sang kusir menjelaskan selama perjalanan berkeliling dan tak lupa uang tip.

Sphinx dari luar.
Ini dia salah satu keajaiban dunia.

Pyramid ini menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia karena diperkirakan sudah dibangun sejak lima ribu tahun lalu.

Pyramid ini berjumlah delapan dengan tiga pyramid yang terbesar. Pyramid Giza ini dibangun pada masa Old Kingdom. The great pyramid dibangun pada masa Firaun Khufu. Pyramid dibangun oleh orang Mesir jaman dulu untuk menyimpan tubuh Firaun raja mereka agar tetapa abadi menurut keyakinan mereka jaman dulu kala. Bahkan pyramid juga menyimpan barang-barang peninggalan raja untuk digunakan di akhirat nanti.

Kita bisa masuk ke dalam pyramid tertentu yang disarankan saja tetapi harus membayar lagi tiket masuknya. Setelah mendapatkan penjelasan petugas tur bahwa di dalam pyramid itu tidak ada apa-apanya lagi maka kami merasa tak perlu masuk dalam pyramid. Lagi pula tak ada juga turis dalam rombongan kami yang berniat masuk ke dalam pyramid. Karena di dalam pyramid sesungguhnya hanya struktur bebatuan dan konstruksi yang juga belum selesai.

Untuk menjaga Pyramid, dibuatlah Sphinx yang letaknya di depan. Kita bisa berjalan kaki ke arah Sphinx tetapi kami tak masuk ke dalam area museum, hanya berfoto di depan Sphinx mengingat kami tak punya banyak waktu. Sphinx ini dalam mitologi Mesir kuno sebagai penggambaran Firaun yang berwajah manusia tetapi bertubuh singa. Diperkirakan Sphinx telah ada sejak 2500 tahun sebelum masehi. Sayangnya Sphinx yang tampak kini tak ada hidung dan tak utuh lagi.

Saran kunjungan:

  1. Berpakaian casual, nyaman dan mudah menyerap keringat. Suhu udara kami datang di musim panas memang sedikit hangat, daripada tak nyaman maka pastikan pakaian yang membuat anda nyaman selama di sana.
  2. Pakailah alas kaki tertutup. Alas tertutup menjaga kaki tetap bersih dari pasir dan nyaman, terutama untuk berjalan jauh.
  3. Pakai penutup kepala.
  4. Bawa kacamata surya karena ini melindungi mata dari angin yang membawa pasir halus.
  5. Ikuti petunjuk pemandu wisata.
  6. Jika anda tak ingin membeli sovenir, sebaiknya menolak dengan sopan dan menghindar.
  7. Bawa minum.
  8. Tidak membuang sampah sembarangan.
  9. Berhati-hati terhadap orang yang menawarkan berbagai jasa dan barang apa pun. Katakan secara sopan dan tegas.
  10. Tidak usah bawa banyak barang. Cukup letakkan di dalam mobil/bis di parkiran.

Tips Untuk Anda (9): Membuat Tahu Pong Sendiri di Rumah

Tahu pong buatan sendiri.

Apa jadinya jika anda merindukan makan tahu gejrot atau tahu isi yang berasal dari tahu pong. Selintas keinginan saya muncul ketika saya ingin makan jajanan tersebut yang saya kenal di Jakarta.

Tahu kini mudah dijumpai di restoran umum atau supermarket di Jerman. Bagaimana pun gaya hidup vegan dan vegetaris pasti mengenal tahu sebagai salah satu panganan di Eropa. Namun, saya belum menemukan tahu pong yang saya sukai. Rupanya tahu pong hanya dipesan khusus bila ada permintaan di toko asia.

Saya pun mencari informasi bagaimana membuat tahu pong dari tahu putih biasa yang umumnya dijual di toko asia. Alhasil saya berhasil membuatnya sendiri sehingga bisa digunakan sebagai jajanan tahu gejrot, tahu isi sayur dan semacamnya. Tanpa pengawet, tahu pong ini bisa awet selama disimpan di lemari pendingin. Hasil pengalaman saya tersebut, saya bagikan kepada anda di bawah ini.

Tahu gejrot olahan tahu pong buatan sendiri.

Langkah pertama, potong tahu sesuai selera yang sudah dibeli dari toko asia. Anda bisa memotong tahu menjadi persegi atau segitiga, sesuai keinginan. Goreng tahu dalam minyak panas sampai menutupi keseluruhan tahu. Tahu yang masak adalah tahu yang sudah berwarna kuning kecokelatan seluruh permukaannya. Setelah masak, tiriskan minyaknya. Tunggu tahu hingga menjadi dingin.

Langkah kedua, membuat tahu pong. Masak air dalam panci hingga mendidih. Beri satu sendok garam. Saat air sudah mendidih, masukkan tahu ke dalam air mendidih dan matikan kompornya. Biarkan tahu terendam selama beberapa jam lamanya atau hingga air menjadi dingin. Setelah tahu terendam, peras tahu dengan tangan untuk mengeluarkan airnya. Jika tahu kering, anda sudah siap membuat tahu gejrot atau tahu isi sayur.

Tahu isi sayur.

Selanjutnya, pembuatan tahu gejrot yang mudah.

1. Air gula asam diperoleh dari asam jawa ditambah gula merah yang dimasak dalam air panas. Setelah matang, air gula asam disaring.

2. Haluskan garam, cabai dan bawang merah. Kemudian potong-potong tahu pong dan letakkan di atas piring. Letakkan cabai yang dihaluskan di atas potongan tahu.

3. Siram potongan tahu dengan air asam jawa.

Selamat mencoba!

Menikmati Jalan Bebas Hambatan di Benelux yang Bebas Biaya

Papan petunjuk di jalan tol di Belanda.

Berpetualang menggunakan jalur darat menjadi pilihan jika saya hendak pergi berlibur bersama suami. Pasalnya, kami bisa menikmati pemandangan indah dipenuhi kehijauan pengunungan, langit biru dan danau atau sungai yang bersih. Pilihan transportasi darat di eropa bisa menggunakan kereta api yang fasilitas dan servisnya terbaik di benua biru. Pilihan lain transportasi adalah mengendarai kendaraan sendiri. Ini yang menjadi cerita selanjutnya melalui jalan bebas hambatan di negara Benelux.

Negara Benelux adalah sebutan tiga negara berdekatan secara ekonomi dan geografis dan juga kebetulan bertetangga dengan Jerman, yakni Belanda, Belgia dan Luxemburg. Ketiganya sudah saya kunjungi dengan berkendara, meski pun kami harus berlelah-lelah dan fokus menyetir demi keselamatan. Namun kelebihannya tentu saja ada. Kami bisa mengatur kemana dan kapanpun kami suka. Kekurangannya juga ada seperti diliputi rasa lelah berkendaraan. Kami juga perlu mempertimbangkan biaya parkir yang tak murah. Tentang biaya parkir, saya buat artikel terpisah.

Cerita saya berkendara dan melewati jalan bebas hambatan seperti di Austria, Slovenia, Slowakia, Hungaria dan Kroasia misalnya. Di negara-negara yang saya sebutkan itu kami harus membeli vignette, yakni bea tol untuk menggunakan jalan bebas hambatan. Vignette itu semacam stiker ditempel di kaca depan, itu berlaku seperti Austria, Slovenia, Slowakia, Hungaria dan Swiss. Vignette ini berlaku untuk periode tertentu. Kecuali di Kroasia, jalan tol seperti layaknya di Indonesia. Ada pos jaga untuk memberi tiket dan menerima pembayaran.

Memasuki jalan tol dalam kota di Brussels, Belgia.

Berada di jalan tol di Luxemburg.

Selain vignette tersebut di atas, kami juga memikirkan biaya lagi jika pengendara melalui jalur “maut” yakni terowongan yang dibangun khusus dan canggih biasanya untuk mempercepat perjalanan. Sedangkan di Jerman, kami tidak perlu membayar biaya tol alias gratis. Ini sama seperti kami berkendara ke negeri tetangga, Ceko. Di sini pun tidak ada biaya tol. Sedangkan di Prancis, ada biaya khusus untuk melewati jalur “maut” yang hanya berada di area tertentu.

Itu tadi hanya pengantar saja. Bagaimana kita berkendara di tiga negara yakni Belanda, Belgia dan Luxemburg?

Jalan tol di Jerman sebagian besar tidak ada batas maksimum kecepatan, kecuali bila kita disarankan misalnya masuk tol dalam kota, batas akhir jalan tol, jalur perbatasan negara dan sebagainya. Di situ kita disarankan untuk mengurangi kecepatan sesuai petunjuk lalu lintas yang tertera. Sebaliknya jalan tol di tiga negara tersebut punya batas maksimal berkendara. Sepanjang jalan tol di Belanda misalnya hanya boleh kecepatan 120 Km/jam. Begitu pun di dua negara tetangganya, tak jauh berbeda.

Jalan tol gratis di tiga negara ini tidak berlaku untuk kendaraan seperti bis atau truk yang beroda lebih dari 4 dan membawa barang. Jalan tol di Jerman begitu mudah ditemui rasthof atau rest area dalam bahasa Inggris. Ada juga toilet umum, tempat parkir dan pom bensin. Di tiga negara tersebut tidak begitu banyak. Mungkin ketiga negara tersebut tidak seluas Jerman.

Oh ya, motor yang disyaratkan juga bisa memanfaatkan jalan tol. Jalan tol juga memiliki jalanan yang mulus dengan rambu-rambu lalu lintas jelas. Tak ada jalan berlubang. Pengguna kendaraan merasa puas dengan sistim jalan tol ini.

Sebagai pertimbangan, jarak berkendara dari Amsterdam ke Brussels sekitar dua jam saja. Jarak dari Brussels ke Luxembourg city pun sekitar 2 jam. Itu semua pasti melalui jalan tol. Lancar jaya ‘kan.

Bagaimana menurut anda?