Makanan Khas Timur Tengah (9): Seviyan Vermicelli Milk Pudding, Alternatif Sarapan Lagi

Bentuknya seperti lidi yang halus.

Menjelajahi Mesir yang kaya kuliner membuat saya mengenal aneka pudding yang selama ini tak banyak saya ketahui. Salah satunya adalah Seviyaan yang beberapa kesempatan disajikan sebagai alternatif sarapan saat kami bermalam di Mesir. Sebagai petualang rasa kuliner, saya tidak ingin melewati kesempatan untuk mencicipinya. Dan ternyata enak juga loh, setiap kali dihidangkan saya ambil lagi semangkuk. Cukup mengenyangkan untuk porsi makan ukuran saya.

Selain rice pudding yang pernah saya jumpai di Mesir, ternyata ada lagi pudding yang terbuat dari pasta. Pasta ini bentuknya seperti bihun tetapi lebih tebal dan lebih pendek. Jika dibayangkan, ini seperti lidi mungkin. Rasa pasta juga lebih halus dan lembut. Sedangkan seviyaan sendiri dengan santan terasa manis. Ya, boleh digolongkan seperti pudding.

Husein menuliskannya dalam bahasa Arab.

Karena saya penasaran, saya panggil Husein yang setia melayani kami di restoran. Seperti biasa, dia menjelaskan dengan ramah kuliner yang saya maksudkan. Namanya adalah seviyaan, yang dituliskan di serbet makan saya dalam bahasa Arab. Begitulah saya. Ini seperti saya pernah menikmati kuliner di Shenzhen, Tiongkok dan meminta resepsionis hotel untuk menuliskan namanya dalam huruf aksara bukan latin.

Dengan kuah susu yang enak dan manis.

Husein yang baik hati menjelaskan bagaimana pembuatannya. Semula saya pikir kuahnya yang berwarna putih dan berasa manis adalah santan kelapa. Ternyata ini adalah susu. Sedangkan seviyaan yang seperti pasta ini harus sudah masak sebelumnya. Kemudian bahan lain adalah kapulaga dan gula putih serta bubuk dalam bahasa Arab sebagai pelengkap. Saya lupa namanya.

Cara membuatnya mudah. Masukkan secangkir susu di dalam panci. Setelah panas, masukkan seviyaan yang sudah masak dan dipotong-potong terlebih dulu. Seviyaan yang pendek lebih mudah ditangani dan dimakan. Sementara dimasak, tambahkan gula putih dan kapulaga sesuai selera. Anda harus mengaduk-aduk agar susu tidak pecah.

Anda bisa menikmati setelah seviyaan pudding dingin, bisa untuk alternatif sarapan loh. Hmmm, enak!

Advertisements

Keriaan Oktoberfest 2019 yang Telah Berlalu

Patung Theresienwiese yang menjadi sejarah keberadaan Oktoberfest.
Langit mendung, tak cerah.
Meski cuaca tak mendukung, pengunjung di luar aula juga padat.
Wahana ini paling menegangkan. Anda berani?

Tahun ini saya dan suami datang ke Oktoberfest di awal Oktober. Biasanya saya datang ke acara festival budaya tahunan tersebut setiap bulan September. Tahun ini acara volkfest terbesar di Bavaria tersebut diperpanjang hingga 6 Oktober 2019. Itu sebab kami memutuskan datang menjelang penutupan.

Pertama, kondisi cuaca sungguh tidak mendukung. Rupanya sepanjang hari hujan melanda wilayah Bavaria. Kami berangkat suhu mendekati 8 derajat celcius. Padahal sekarang ini masih musim gugur. Kami urung pakai transportasi umum. Dengan begitu tidak ada acara minum bir buat kami karena kami mengendarai kendaraan pribadi. Kami berencana menikmati musik dan wahana permainan.

Begitu tiba di lokasi, hujan tak berhenti meski suhunya dua sampai empat derajat celcius lebih hangat dibandingkan sebelumnya. Saya mulai merasa kedinginan karena hujan terus mengguyur di luar prediksi. Ditambah saya memakai dirndl tanpa jaket. Lengkap sudah rasa tak nyaman dibalik keriaan volkfest yang biasanya kami hadiri. Tahun lalu kami begitu ceria dalam liputan saya di Oktoberfest 2018 ini.

Pengunjung ceria memenuhi wahana permainan.
Tiap booth di luar makanan didesain unik dan menarik.
Aula sudah penuh.
Schweinwurstl dan sauekraut.
Goulash suppe.

Kami segera parkir mobil, jaraknya tak begitu jauh dari lokasi. Biaya parkir sepanjang hari 20€. Kami pikir hujan akan berlalu, ternyata tidak. Kami segera merapat ke aula-aula yang menawarkan acara istimewa dan kuliner. Rupanya hujan gerimis membuat suasana aula menjadi lebih penuh. Pengunjung memadati aula sembari menghindari hujan di luar. Tanpa reservasi di aula, kemungkinan kecil untuk menikmati acara di aula.

Padat sekali pengunjung oktoberfest saat kami datang. Suara orang berbicara dalam bahasa bukan deutsch, menandakan pengunjung adalah turis mancanegara. Kami akhirnya hanya mendapat bangku di luar aula untuk memesan makan siang. Pemeriksaan di tiap aula begitu ketat. Demikian pula petugas jaga dan keamanan sigap dan lalu lalang menjaga kenyamanan pengunjung.

Langit mendung menggelayuti ibukota Bavaria. Namun begitu, semakin sore pengunjung semakin memenuhi acara Oktoberfest. Pengunjung membludak penuh tawa dan teriakan di tiap wahana permainan. Aula penuh bahkan ada yang sudah ditutup karena padatnya aula di dalam. Suara blaskapelle dan musik terdengar di masing-masing aula. Keriaan pengunjung di aula begitu terasa hingga pengunjung tanpa reservasi begitu sulit masuk.

Begitulah pengalaman Oktoberfest kami tahun ini yang telah berlalu.

Es Krim Kopi dan Es Kopi, Ini Bedanya!

Es krim rasa kopi.
Hmm, enak!

Musim panas telah berlalu di Jerman. Namun dua minggu lalu, di penghujung musim terjadi hari yang terik hingga mencapai suhu 22 derajat celcius. Hari yang indah dan cuaca mendukung dijadikan hari Minggu Berbelanja persiapan musim gugur. Padahal sebagaimana anda tahu bahwa hari Minggu di Jerman tidak ada supermarket yang beroperasi. Waktu berbelanja ini tidak lama, hanya dari jam 12.00 hingga jam 18.00 waktu setempat.

Seperti biasa saya dan suami tak mau kalah datang ke kota tersebut. Untuk berbelanja? Tidak! Kami senang mengamati lalu lalang dan keriaan warga, berbelanja, bernyanyi dan duduk menikmati kulineran. Kebetulan ada band yang meramaikan acara berbelanja ini. Sebagian warga larut berbelanja dan mengamati barang dagangan.

Suhu yang hangat mendorong saya ingin menikmati es krim. Mampirlah kami di kedai milik orang Italia. Sebagaimana yang pernah saya ceritakan bahwa es krim asal Italia memang punya rasa yang khas dan enak. Silahkan lihat kembali tulisan saya di sini!

Tampak antrian orang yang membeli es krim yang menjadi petunjuk banyak orang menggemari es krim rasa Italia ini. Saya ingin rasa sesuatu yang berbeda. Saya pilih es krim rasa kopi. Ini pertama kali saya mencoba es krim rasa kopi. Enak dan rasa kopinya itu nikmat sekali. Recommended!

Anda tahu ‘kan es krim Italia dengan gelato di dalam campuran sehingga es krim mereka itu benar-benar enak. Ditambah saya suka juga espresso milik orang Italia. Seperti pengalaman saya ditawari espresso di Roma yang menjadikan pengalaman kopi yang sempurna. Cerita saya bisa dilihat di sini. Espresso Italia tidak perut saya bermasalah. Saya puas! Lalu kini bayangkan dua perpaduan gelato dan espresso dalam es krim kopi milik orang Italia! Saya suka!

Es kopi.

Selanjutnya suami saya pesan es kopi. Nah apa pula itu? Beda es kopi dan es cappucino pernah saya bahas di link ini. Anda jadi tahu bedanya ‘kan.

Nah, racikan yang berbeda pada es kopi dengan es krim kopi. Kopi sudah disiapkan terlebih dulu sehingga sudah dingin. Beri es krim rasa vanilla ke dalam gelas. Campurkan kopi dingin di dalam gelas. Tambahkan krim, wafer dan taburan kopi sebagai dekorasi.

Baik es krim kopi maupun es kopi adalah pilihan bagi coffee lovers untuk mencobanya. Tertarik mencoba?

Mesir (12): Desa Wisata Nubian Penuh Warna dan Buaya Sebagai Hewan Peliharaan

Begitu tiba, langsung disambut pasar isi sovenir.
Ini seperti rempah-rempah.
Coba tebak ini apa ya?

Program jam 15.00 sore hari adalah mengunjungi desa suku nubian yang unik dan penuh warna. Kapal kami masih berlabuh di Assuan atau Aswan. Setelah makan siang dan istirahat sebentar, kami pun bersiap melanjutkan acara berikutnya. Yaitu berkunjung ke desa wisata di seberang sungai nil yang juga menjadikan buaya sebagai hewan peliharaan. Dengan perahu kami menuju ke sana, yang berarti kami bisa melihat keindahan alam sekitar sungai nil.

Ayo, cek cerita tentang buaya yang sebelumnya diceritakan di sini!

Sampai di dermaga, kami sudah disiapkan perahu untuk rombongan turis berbahasa Jerman. Karena rombongan lainnya adalah turis asal Inggris yang tentu beda bahasa pengantarnya selama trip. Perahu motor kami semakin menjauhi dermaga, yang dikemudikan orang suku nubian. Kami bisa mengamati pemandangan sekitar sungai nil yang indah dan aneka burung yang menjadi habitatnya. Wisata kali ini lengkap, ada nature dan culture. Suka sekali!

Salah satu dinding warga dicat mencolok seperti ini.
Balkon atas.
Ruang tamu.

Di elephantine, pulau di sungai nil, yang juga berisi nilai sejarah 3000 tahun lalu yang sampai sekarang masih dikerjakan para arkeolog dunia. Konon temple khnum menjadi cikal bakal bagaimana batu granit bisa membentuk struktur bangunan seperti piramida di Kairo.

Lanjut menyusuri sungai nil, kami ditunjukkan monumen Aga Khan III. Beliau dimakamkan di situ setelah dua tahun wafatnya. Aga Khan dikenal sebagai tokoh muslim. Wisatawan yang tinggal di Assuan juga berkesempatan ke monumen ini. Untuk mengetahui siapa Aga Khan, silahkan anda cari tahu!

Monumen Aga Khan.

Perahu kami masih menyusuri sungai nil selama satu jam sebelum kami tiba di desa nubian. Tampak kejauhan desa ini berwarna-warni cerah yang memikat turis untuk datang. Kami juga sudah diingatkan untuk tidak memberi uang pada anak-anak di sini, yang kebanyakan sudah tak bersekolah dan bekerja membantu keluarga. Jika ingin memberi sesuatu pada anak-anak di sini, cukup cokelat, permen atau alat tulis. Begitu pesan pemandu wisata kami.

Buaya jadi peliharaan di rumah.
Awas buaya! Jadi dekorasi rumah.

Tiba di dermaga desa, pedagang sovenir dan anak-anak menyambut kami seperti biasa. Kami melewati pasar yang berisi sovenir kerajinan tangan dan hasil alam yang tampak menarik mata. Saya sendiri tidak tahu apa yang dijual mereka. Kami terus bergerak untuk datang ke suatu rumah besar yang dijadikan pusat informasi turis. Di sini kami bertemu rombongan turis dari belahan negara lain, yang dicirikan dengan bahasa yang berbeda-beda.

Pemandu wisata mengajak kami berkumpul untuk mendengarkan berbagai informasi seputar desa ini. Setelah itu, kami diberi waktu tiga puluh menit untuk berfoto dan berkeliling mengamati. Oh ya, tentu ada sesi foto bersama buaya. Kami diperlihatkan buaya dalam lubang yang diberi teralis, sehingga kami bisa melihatnya dari atas. Ya, buaya ini dipelihara oleh warga di sini. Buaya pun dijadikan aksesoris di rumah. Itu sebab mereka menjulukinya ‘crocodile house’.

Desa ini dihuni suku nubian asli. Meski terbilang berada di wilayah remote, desa ini bisa menghidupi warganya dari sektor pariwisata dan kerajinan alam. Turis yang lama di situ juga bisa berkeliling dengan onta untuk mengamati warna-warni desa tersebut.

Naik perahu seperti ini.
Dari kejauhan.
Sekelompok turis lainnya.

Puas berfoto, kami kembali ke perahu untuk beranjak ke Assuan. Selama di perahu, tukang perahu lagi-lagi menggelar dagangannya yang berisi kerajinan tangan. Di sisi lain, saya sendiri sibuk mengamati warna-warni desa nubian dari kejauhan. Tak terasa senja pun tiba, warna sungai nil pun semakin jelas indah mempesona.

Terimakasih desa nubian. Di satu sisi buaya begitu menakutkan dan mengancam manusia. Namun di sisi lain di sini, buaya bersahabat dengan manusia.

Makanan Khas Italia (27): Caprese Salad, Mozarella dengan Saus Basilikumpesto

Makanan asal Italia yang saya bahas adalah sejenis salad yang biasanya dijadikan sebagai makanan pembuka untuk gala dinner. Salad ini saya pesan saat makan malam dengan suami di restoran masakan Italia. Salad serupa pernah saya bahas di link ini. Bedanya pos sebelumnya bercerita sandwich yang berisi isian mozarella dan tomat sedangkan kali ini bukan sandwich.

Salad berikut bernama caprese salad atau dalam bahasa Italia disebut insalata caprese. Salad terdiri atas irisan dua buah tomat dan irisan mozarella yang diletakkan selang-seling. Beri garam sedikit dan saus basilikum, yang berwarna cokelat kehitaman.

Untuk menikmatinya, ada saus basilikumpesto. Warnanya hijau kental yang ditaruh di atas salad.

Cara membuat saus basilikumpesto mudah. Ambil beberapa lembar daun basil. Cuci daun tersebut dan keringkan. Kupas dan potong kasar bawang putih. Kemudian panggang kacang pinus selama beberapa menit, tanpa minyak goreng. Siapkan food processor, masukkan daun basil, bawang putih dan kacang pinus. Tambahkan minyak zaitun dan garam. Haluskan semua bahan.

Salad ini bisa jadi pilihan bagi mereka yang menjalani diet sehat. Mozarella menjadi salah satu keju yang kaya akan vitamin B yang baik untuk kebutuhan kalsium. Dengan begitu keju ini menguatkan tulang sehingga tak mudah rapuh. Mozarella juga sumber protein yang baik untuk tubuh.

Sedangkan tomat sudah tentu memiliki kandungan vitamin C yang tinggi dan anti oksidan yang baik untuk kesehatan tubuh. Baik mozarella maupun tomat tersebut baik untuk nutrisi tubuh, mengapa tidak membuat caprese salad sendiri di rumah.

Mesir (11): Kenali 6 Jenis Teh yang Bermanfaat Untuk Kesehatan

Tiap negara punya tradisi sendiri tentang budaya minum teh, termasuk Mesir yang berada di benua Afrika. Sebagamana yang pernah saya bahas tentang kebiasaan orang Mesir memberi suguhan minuman teh saat tamu datang. Mereka umumnya memberi teh karkadeh yang warnanya merah. Cerita saya bisa dicek di link ini.

Ternyata Mesir punya ragam teh yang patut anda ketahui. Teh sendiri saya temukan di pasar tradisional yang masih alami diracik. Dan di situ saya jadi paham bahwa ada jenis-jenis teh yang biasa dinikmati masyarakat Mesir umumnya.

1. Teh Karkadeh

Saya pernah mengulas sebelumnya tentang teh merah ini. Teh karkadeh disebut juga hibiscus tea yang ditemukan di Indonesia, biasa disebut teh rosella. Dinamakan Rosella karena berasal dari tanaman roselle, yang juga disebut hibiscus sabdariffa. Bisa jadi warna merah dihasilkan dari warna tanaman roselle sendiri yang sudah berwarna merah

Teh karkadeh disuguhi pada tamu oleh warga lokal sebagai penghormatan pada tamu yang datang. Bila dilihat, teh karkadeh warnanya seperti merah sirup atau merah darah. Teh bisa diminum dengan atau tanpa gula, sesuai selera anda. Bahkan anda bisa memesan teh karkadeh dalam rasa yang dingin mengingat suhu di Mesir yang luar biasa panas.

Saya sendiri tidak terlalu suka dengan rasa teh karkadeh. Karena umumnya saya suka teh selera Asia, seperti teh di Indonesia. Teh karkadeh bisa dijumpai di warung-warung makan di sekitar Mesir bagian selatan. Bahkan mereka menyebut teh rosella disajikan saat ada perayaan istimewa seperti pernikahan. Boleh dibilang jika anda datang ke Mesir, anda harus mencoba teh ini agar datang kembali.

2. Teh Badui

Badui adalah salah satu suku paling minoritas di Mesir. Tentang suku ini akan saya ceritakan terpisah. Teh badui biasa disajikan oleh warga Badui sendiri. Orang Badui yang ramah akan menyajikannya untuk anda, jika anda singgah dan berbaur bersama mereka. Saya sendiri tidak begitu detil melihat teh badui ini. Teh mereka semacam perpaduan tanaman liar kering, kapulaga, kulit kayu manis, daun teh hitam dan sedikit gula atau susu. Dimasak di atas bara api selama sepuluh menit sebelum disajikan.

3. Teh Kuning

Semula saya berpikir bahwa teh hanya dihasilkan di daerah musim dingin saja. Saya salah ternyata. Meski Mesir memiliki suhu yang terik dan hangat sepanjang tahun, ternyata Mesir juga bisa menghasilkan teh juga. Jika teh yang selama ini saya kenal berasal dari daun untuk menjadi teh, maka teh kuning dari Mesir berasal dari biji tanaman.

Biji tanaman ini berasal dari tanaman shambala yang tumbuh di daerah seperti Mesir. Tanaman ini banyak digunakan untuk pengobatan sehingga jika dihasilkan sebagai teh baik juga untuk kesehatan tubuh. Bahkan studi menunjukkan teh kuning dari Mesir dipercaya bisa menjadi obat, mempercepat proses penyembuhan hingga menurunkan berat badan. Wow!

4. Teh Doum

Teh berikutnya saya pikir hanya ditemukan di Mesir dan daerah padang pasir. Teh doum ini berasal dari tanaman sawit, yang juga disebut the doum palm fruit. Tanaman ini disebut sebagai salah satu tanaman paling berguna di dunia. Mulai dari akar, buah, batang hingga daunnya bisa dimanfaatkan manusia. Untuk teh sendiri, diambil dari buah pohon ini. Menurut studi, teh ini diyakini mengandung anti inflamasi, anti oksidan dan anti mikroba.

5. Teh Chamomile

Di Jerman teh chamomile bukan hal baru. Saya dengan mudah mendapatkan teh chamomile ini karena tanaman seperti bunga matahari banyak tumbuh di sini. Teh chamomile dipercaya dapat mengurangi risiko diabetes. Teh chamomile bisa menjadi pilihan relaksasi bila saya jenuh beraktivitas seharian.

Di Mesir teh chamomile juga mudah diperoleh karena tanaman chamomile tumbuh subur di lembah sungai nil. Warna teh chamomile biasanya kuning ringan. Minum selagi hangat, teh ini memberi efek menenangkan terutama bila anda kecapekan, kurang tidur atau bermasalah pada pencernaan.

6. Teh Mint

Terakhir adalah teh mint. Manfaat teh mint sudah pernah saya bahas di link ini. Teh mint ini begitu mudah didapat di Mesir. Selesai kami melakukan perjalanan trip di luar, kami mendapatkan secangkir teh mint. Ketika di Mesir suhunya sangat terik, kami minum teh mint yang hangat, ternyata itu sangat baik untuk tubuh. Sesekali suhu udara menyengat, silahkan coba teh mint!

Apa jenis teh yang anda sukai?

Menjelang Halloween Muncul Labu Kuning, Kaitannya Apa?

Halloween memang bukan kultur orang-orang sini. Begitu pendapat orang-orang tua Jerman kepada saya. Sebagian lagi berpendapat, halloween dirayakan oleh anak-anak muda. Sementara yang lain mengatakan halloween adalah untuk kepentingan dunia industri. Halloween yang saya kenal dulu di Indonesia hanya lewat film-film dari negeri Paman Sam.

Di negeri suami, saya sendiri lebih mengamati banyaknya penjualan labu kuning yang cukup menyita perhatian saya di supermarket atau penjualan langsung yang berada di sekitar area pertanian. Itu menandakan labu kuning dijual bukan karena waktu sekarang menjelang halloween, melainkan musim panen labu kuning tiba.

Pikiran saya pun terlintas pertanyaan, mengapa labu kuning diukir atau berhias menjadi dekorasi halloween?

Alasan pertama

Panen labu kuning ini memang di awal musim gugur atau sekitar September-Oktober di daratan Eropa. Labu kuning ini bisa dinikmati menjadi kue atau dicampur menjadi sup. Para petani saat ini sedang panen labu kuning. Ada yang langsung dijual, diletakkan di sekitar ladang mereka. Kemudian mereka yang berminat dengan labu kuning, langsung mengambil dan memasukkan pada kotak uang yang tersedia. Ini bisnis kejujuran memang. Namun kita bisa menemukan labu kuning di supermarket juga.

Alasan kedua

Labu menjadi salah satu hasil panen sebagai simbol perayaan musim gugur. Sebagaimana anda tahu, tiap musim di negeri empat musim punya keindahan tersendiri. Musim gugur datang, mengakhiri musim panas. Orang-orang merayakan datangnya musim gugur dengan mengukir wajah pada labu.

Alasan ketiga

Labu kuning itu dibentuk seperti lampion, di dalamnya ada lilin atau lampu, yang dikenal jack o latern sebagai dekorasi halloween di masa kini. Halloween diperingati banga Celtic sebagai awal titik balik matahari, menuju musim dingin. Matahari akan bersinar lebih pendek dibandingkan musim panas. Hari sudah mulai gelap ketika sore, yang sebaliknya terjadi di musim panas.

Labu yang kadang disebut “melon besar” ini bisa dibuat semacam penerangan atau lentera di luar rumah. Fungsinya tentu untuk menjadi alat bantu penerangan dimana suasana di luar rumah sudah gelap. Namun di sisi lain, labu sebagai penerangan dimaksudkan untuk mengusir roh-roh jahat. Daripada mengusir roh jahat dengan bakar-bakaran, maka lebih baik membuat labu seperti lentera.

Tentang festival pagan musim dingin dan roh jahat pernah saya ulas di link ini.

Makanan Khas Asia (53): Won Ton, Sejenis Pangsit Versi Sup atau Goreng

Won ton goreng.

Ada seorang kenalan lahir di Jerman tetapi kedua orangtuanya berasal dari Vietnam. Itu sebab kenalan saya berperawakan seperti orang Vietnam umumnya, hanya saja dia tidak bisa berbicara bahasa Vietnam. Generasi kedua dan seterusnya dari para migran asal Vietnam ini tinggal di Jerman untuk studi, bekerja atau membuka usaha kuliner. Salah satunya kenalan saya yang juga mahasiswa yang dan studi bersama saya di sini. Kemudian dia mengajak saya untuk menikmati kuliner Asia di restoran Vietnam.

Berhubung kuliah belum dimulai, saya pun menyambut baik ide dia untuk menikmati kuliner asal negeri orangtuanya. Kami berdua termasuk orang yang tak banyak makan sehingga porsi makanan yang dipilih pun tak besar. Pilihan menu makanan jatuh pada won ton atau dalam bahasa Inggris, kuliner ini disebut dumpling. Dumpling ini bisa disebut pangsit seperti yang saya kenal di Jakarta.

Won ton sup.

Karena hujan turun deras dan suhu menjadi lebih dingin saat musim gugur maka pilihan pertama kami adalah sup. Seperti yang anda lihat sup won ton terdiri atas beberapa pangsit dengan kuah sayur. Isian pangsit yang saya rasakan adalah daging ayam giling yang diberi bumbu sedikit. Lalu kenalan saya menceritakan bagaimana ibunya membuat sup won ton di rumah.

Isian pangsit untuk sup adalah daging giling dicampur tepung terigu, telur, sedikit bawang dihaluskan, garam, merica dan irisan daun bawang. Setelah dicampurkan menjadi satu, ambil satu sendok kecil dan dimasukkan dalam pangsit. Bungkus dengan memancungkan simpul atas pangsit. Setelah terkumpul sekian pangsit, kukus pangsit hingga matang. Hidangkan pangsit kukus dengan irisan sayuran seperti wortel dan kol yang sudah matang. Beri sedikit kaldu sayur dan masak hingga matang.

Selanjutnya untuk won ton goreng, isiannya sedikit berbeda. Isiannya adalah tepung terigu, udang yang bersih dan sudah dikupas kulitnya, garam dan merica. Selipkan isian pangsit goreng. Basahi satu sisi pangsit dengan air lalu lipat menutupi isian. Goreng dalam minyak panas. Won ton goreng biasa disajikan dengan saus asam manis.

Anda tertarik won ton sup atau goreng?

Mesir (10): Malam Budaya Nubian, Kamis Malam di Assuan

Masjid raya di Assuan.
Tarian suku nubian.
Kelompok seniman nubian terampil membawakan instrumen musik.
Duduk menikmati shisa adalah kebiasaan sehari-hari warga.

Program selanjutnya di Kamis malam hari adalah malam kesenian orang nubian yang sebagian besar menghuni Mesir bagian Selatan seperti Assuan dan negara Sudan. Malam ini kami masih di Assuan, dengan suguhan tarian dan musik yang dibawakan kelompok seni suku nubian. Ada yang menyebutnya juga nubia atau kush yang mendiami lembah sungai nil sejak kejayaan bangsa romawi, sebelum masehi.

Matahari mulai terbenam di sisi sungai nil. Makan malam pun sudah selesai. Saya dan suami memilih duduk di atas dek kapal menikmati pesona senja dan kerlap kerlip kota Assuan yang indah. Di sudut kota, masjid besar mengaggungkan pujian doa. Sementara di sisi lain, warga mememuhi taman di pinggir sungai nil. Bernyanyi, duduk bersama menikmati shisa hingga suara ceria anak-anak tak luput dari perhatian saya dan suami. Beberapa tamu kapal juga duduk bersama kami di kafe atas.

Jam 21.00 kelompok seni nubian bersiap tampil. Kami turun menyaksikan keramaian itu. Tiga orang tampil dengan pakaian warna-warni. Ada yang membawa rebana, gendang dan alat musik tradisional. Suara riuh menyambut kehadiran mereka. Seorang dari mereka meminta kami sebagai tamu kapal bertepuk tangan mengiringi tarian dan nyanyian mereka.

Tarian lain.
Senja di sungai nil.
Perahu yang membawa turis-turis berbahasa Jerman berkunjung ke desa nubian.
Pemandangan sungai nil di sisi gurun pasir.
Malam hari di dek atas kapal.

Saya sendiri mendengar nyanyian yang dinyanyikan dalam bahasa nubian, bukan bahasa Arab yang jadi bahasa resmi Mesir. Para kelompok seni dengan wajah sumringah meminta kami mengikuti apa yang diperagakan. Tawa mengiringi penampilan beberapa tamu dan seniman yang tampil dengan nyanyian dan tarian.

Selesai para seniman menghibur kami selama 45 menit, saya dan suami segera naik ke kafe atas kapal. Kami menikmati remang-remang malam menyusuri sungai nil. Warga setempat tampak bersuka ria karena Jumat adalah hari libur untuk mereka. Anak-anak di Mesir saat kami berlibur memang sedang libur sekolah. Libur sekolah di Mesir berlangsung selama tiga bulan.

5 Siasat Tetap Menulis (One Day One Post) Kala Traveling

Ilustrasi.

One day one post (ODOP) adalah istilah para blogger untuk tetap aktif tiap hari satu artikel. Begitu pun yang saya lakukan selama lebih dari 750 hari untuk eksis menulis dan membagikan pendapat dan pengalaman lewat blog ini.

Konsisten dan komitmen untuk muncul dengan berbagai tema artikel ternyata tidak mudah. Ini dia tantangan one day one post, sebagaimana yang pernah saya ungkapkan di link ini. Karena saya berpikir ada manfaat yang bisa diperoleh jika saya tetap menulis dan bagikan di blog. Manfaat materi memang tak sebesar dibandingkan kepusan batin bahwa hobi saya menulis tersalurkan dengan baik.

Sejalan dengan upaya ODOP saya bagikan siasat yang saya lakukan agar bisa tetap blogging selama traveling. Sejujurnya ODOP sambil traveling itu bukan hal mudah karena kita berada dalam situasi yang tidak biasa seperti kondisi internet, situasi perjalanan atau rasa lelah seharian plesiran. Berdasarkan pengalaman tersebut, saya buatkan 5 siasat hasil praktik pribadi.

1. Punya “Bank Tulisan”

“Bank Tulisan” adalah julukan saya untuk draft tulisan atau ide/konsep yang muncul untuk menjadi artikel. Sebelum berangkat traveling, saya sudah punya beberapa artikel yang ditabung di “Bank Tulisan” dan sewaktu-waktu dapat saya tarik dan keluarkan menjadi artikel.

Bank Tulisan juga sering saya manfaatkan saat saya tidak punya banyak waktu menulis karena saya lelah di perjalanan atau program acara traveling terlalu padat. Di Bank Tulisan juga saya menyimpan ide atau konsep yang saya temukan selama traveling. Ide menulis muncul manakala saya melihat minuman atau makanan yang menarik dan berbeda untuk diulas. Ide lainnya misalnya tempat tujuan traveling yang baru saja dikunjungi. Saya simpan semua di Bank Tulisan.

Saat saya sedang tak ada kegiatan di malam hari atau saat senggang di perjalanan, saya sempatkan mengembangkan ide dan konsep yang ada di Bank Tulisan. Saya lengkapi dengan informasi lainnya, termasuk foto yang sesuai dan bertanya pada beberapa orang untuk menunjang artikel saya.

2. Riset dan cari tahu

Kebiasaan ODOP itu bukan hal mudah manakala anda tidak sedang di rumah. Oleh karena itu, saya mencari tahu destinasi wisata yang dipilih agar kebiasaan ODOP tetap bisa saya lakukan. Misalnya, apakah hotel atau tempat saya menginap tersedia koneksi internet?

Tahun lalu saya traveling ke sekian negara di Eropa, internet di smartphone saya tidak mengalami hambatan. Jika saya harus upload artikel, internet di benua biru memang tidak bermasalah. Saya tetap bisa melakukannya. Namun ada kalanya traveling ke suatu tempat, jangkauan internet tentu menjadi masalah.

Cari tahu yang lain misalnya, perbedaan waktu. Tiap jam sekian di Jerman tentu saya konsisten upload 1 artikel. Saya ingin tetap konsisten jam tayang artikel. Alhasil riset dan cari tahu bisa membantu saya rutin ODOP.

3. Jaringan internet

Seperti yang diuraikan di atas, ketersediaan internet adalah hal yang mendukung atau menghambat melakukan ODOP. Di beberapa tempat wisata ada yang menerapkan biaya ekstra untuk internet yang memadai. Namun segi keamanan dan kenyamanan perlu juga diperhitungkan agar rutinitas ODOP bisa dilakukan.

Beruntungnya fasilitas pasca bayar yang difasilitasi Telekom dari Jerman memungkinkan saya tetap terhubung internet. Telekom yang saya gunakan bekerjasama dengan provider lokal negara tujuan traveling lalu saya hanya kirim kode SMS untuk mengaktifkan kuota internet. Meski biayanya sedikit lebih mahal dibandingkan biaya ekstra dari hotel, namun saya merasa puas bisa tetap rutin ODOP.

4. Siapkan smartphone untuk segala hal

Jika dahulu saya harus membawa laptop kemana pun saat traveling maka kini smartphone bisa melakukan ODOP dengan mudah. Melalui telepon pintar, saya bisa terhubung pada notes dan kamera yang super canggih. Saya harus cekatan dengan dua jari ketika tour guide sedang menjelaskan lokasi atau informasi wisata. Tangan saya pun segera sigap ambil foto sana sini. Kadang jika saya malas mengetik, saya rekam apa yang saya alami selama traveling agar saya tidak lupa.

Telepon pintar memang memudahkan semuanya. Itu seperti menunjukkan bahwa ODOP bisa dilakukan asalkan saya berniat menekuninya. Memang saya belum menjadi “the blogger” tetapi kecintaan saya menulis memberi saya banyak manfaat. Membaca dan menulis itu adalah dua hal yang tak terpisahkan. Kini tambah lagi, membaca, menulis sambil traveling itu pengalaman seru.

5. Seriuslah mengerjakannya

Terakhir, semua kembali pada keseriusan seseorang yang menekuni ODOP untuk jangka tertentu. Saya sendiri ingin mencapai seribu hari meski terkadang ada banyak tantangan. Misalnya, saya harus siap jam 2 pagi dini hari untuk traveling ke suatu kota, sementara jam sekian saya harus upload artikel. Pada jam tersebut, saya berada dalam perjalanan dan susah terjangkau internet. Saya tetap melakukan ODOP hanya saja waktunya tidak konsisten. Itu menandakan saya serius menekuni ODOP meski ada hambatan ini dan itu.

Semoga bermanfaat!