4 Contoh Jajanan Sosis yang Biasa Dijual di Pasar Jelang Natal

Weihnachtsmarkt yang digelar di kota Vilshofen, Bavaria.

Masa Advent sudah datang yang menandai seluruh umat kristen di dunia menyiapkan diri menjelang Hari Raya Natal. Kekhasan masa Advent tak lepas dari kebiasaan warga Jerman mengadakan acara tahunan pasar rakyat, hampir di tiap kota. Pasar jelang natal ini disebut Weihnachtsmarkt, namun ada juga yang menyebutnya Christkindlmarkt.

Nah, saya akan mengulas empat kreasi jajanan sosis yang biasanya dijumpai. Sebagaimana anda tahu bahwa sosis adalah makanan mudah dan meriah yang dijumpai di seluruh Jerman. Tentu ada banyak varian menyajikan sosis agar bisa digemari para peminatnya.

1. Sosis panggang diberi Sauerkraut dan Acar Bawang

Bratwurst panggang dalam roti, dengan isian sauerkraut dan acar bawang. Sebagai tambahan, ada bubuk kari ditaburi di atasnya.

Makanan pertama yang dibahas adalah bratwurst yang dipanggang dan diselipkan dalam sammeln. Sosis bisa dikatakan sangat lezat bagi penikmat sosis karena sosis ini berisi hanya daging saja di dalam. Bratwurst di negeri Paman Sam biasanya terbuat dari daging sapi muda, sedangkan di Jerman umumnya menggunakan daging babi. Sosis bratwurst yang terkenal di sini berasal dari Nürnberg. Cerita saya menikmati sosis ini bisa dicek di kuliner yang wajib dinikmati di Nuremberg.

Sosis kreasi pertama yang saya temukan di pasar jelang natal adalah perpaduan bratwurst dengan sauerkraut. Saat saya memesan, penjual langsung memanggang sosisnya segera. Setelah sosis matang, penjual menyelipkan sosis di roti sammeln yang panjang, semacam roti bagutte. Kemudian penjual bertanya untuk tambahan rasa kepada saya sebagai pembeli. Ada sauerkraut di atas sosis dan acar bawang merah yang enak. Lalu pembeli bisa menambahkan bubuk kari atau saus tomat sesuai selera.

2. Sosis panggang Setengah Meter yang berasal dari daging kuda

Panjang ya!

Makanan kedua selanjutnya adalah Pferdewurst. Sosis ini diklaim oleh si penjual sebagai sosis terpanjang, dengan ukuran setengah meter atau lima puluh sentimeter. Sosis ini juga dipanggang sehingga tekstur dan aromanya menggoda selera pembeli. Tak heran pengunjung pasar jelang natal banyak mengantri untuk membeli. Sosis ini diselipkan di roti baguette yang panjangnya juga tak mampu menutupi keseluruhan sosis, seperti yang anda lihat. Setelah sosis matang, pembeli bisa menambahkan dengan saus tomat atau senf. Senf adalah bahasa Jerman untuk menyebut mustard.

Pferdewurst adalah salah satu jenis sosis yang bisa anda temukan di Jerman. Sosis ini berasal dari daging kuda, yang memang khusus diternakan untuk dikonsumsi. Anda akan bisa merasakan daging kuda begitu empuk dan tak banyak lemak. Jika dirasakan lebih jauh, daging kuda terasa sedikit manis. Ada sebagian orang memilih tidak mengkonsumsi daging kuda sesuai kebudayaan dan itu sah saja.

3. Currywurst

Sosis diberi bumbu kari dan dimakan bersama pommes.

Sosis ketiga adalah tentu ini mudah ditemukan di seluruh Jerman sepanjang masa. Tak harus menunggu pasar jelang natal, anda bisa mendapatkan currywurst dengan mudahnya. Mulai currywurst yang dijajakan di supermarket hingga restoran berkelas tanpa mengenal waktu khusus. Currywurst adalah salah satu makanan wajib jika anda berkunjung ke Jerman.

Tentang currywurst, silahkan anda temukan ulasannya di artikel makanan khas Jerman (9). Currywurst pun tak luput dari perhatian di pasar jelang natal. Anda bisa mendapatkan street foods ini sesuai kocek anda.

4. Sosis direbus dengan rasa pedas (Debreziner)

Sosis yang dimakan dengan mustard dan irisan seperti wasabi.

Terakhir adalah sosis yang berasa pedas bagi pecinta makanan pedas. Sosis yang direbus ini disebut debreziner, yang terasa pedas dengan sedikit berbumbu seperti bawang putih, paprika dan rempah-rempah. Debreziner berwarna merah pekat karena berasal dari daging babi dicampur dengan paprika. Nama sosis ini sendiri diambil dari salah satu kota di Hungaria, Debrecen.

Untuk menikmati sosis ini, orang-orang di sini menyantapnya bersama senf dan meerrettich. Meerrettich atau kadang disebut juga krent adalah semacam umbi tanaman yang rasanya pedas menyengat. Bagi saya, ini seperti wasabi bila anda menyantap sushi, makanan khas Jepang. Jadi bisa dibayangkan saus pedas dengan bumbu pedas menyengat tentu akan menimbulkan sensasi berbeda di musim dingin.

Baiklah, anda suka jajanan sosis yang mana?

Makanan Khas Asia (56): Korean Food Gimbap, Lalu Adakah Bedanya dengan Sushi?

Gimbap bisa diisi sesuai selera anda.
Gimbap yang saya nikmati di pasar pagi di Seoul, Korsel. Gimbap dibalut minyak wijen pada rumput laut. Ini juga membedakannya dengan sushi.

Hallo pecinta makanan Korea, saya kembali lagi mengulas makanan yang mungkin tertarik mencoba atau anda sudah pernah mencicipinya barangkali. Jika anda pernah ke Korea Selatan (Korsel) maka anda akan tahu gimbap itu begitu mudah dijumpai. Gimbap yang saya bahas ini diperoleh dari teman mahasiswa asal Korea Selatan yang memperkenalkannya dalam acara malam budaya di kampus, tempat saya belajar di Jerman.

Pernahkah anda makan gimbap?

Jika dilihat lebih dekat, maka anda perhatikan bahwa ini seperti sushi.

Atau pernahkah anda menikmati sushi, makanan khas Jepang?

Jika anda perhatikan sekilas, gimbap itu mirip dengan sushi ‘kan? Ketika teman asal Korsel ini sedang merencanakan untuk membuatnya, dia bermaksud meminjam sushi maker yang saya punya. Dalam artikel tersebut, saya bercerita bagaimana membuat sushi dengan bantuan alat tersebut, yang saya beli Jerman. Itu berarti sushi dan gimbap, sama atau beda?

Ternyata saya tidak sendiri. Ada sejumlah teman mahasiswa lain yang juga bertanya, apakah gimbap itu sama dengan sushi? Kebetulan satu orang mahasiswa berjaga dan memberikan satu per satu makanan asal negaranya, yang menjadi tanggungjawabnya. Dari penjelasannya, saya menjadi tahu bahwa sushi dan gimbap terdapat perbedaan. Penasaran ‘kan?

Gimbap bisa juga disebut kimbap. Mungkin kimbap terasa familiar, sedangkan bagi orang Korea lebih menyebutnya gimbap, hanya karena pengejaannya saja. Baik gimbap maupun kimbap adalah sama. Tetapi gimbap itu berbeda dengan sushi, makanan khas asal Jepang. Sushi sendiri sudah tak asing lagi di Jakarta, Indonesia. Ada banyak gerai sushi yang membuka bisnisnya. Saya kerap mencicipinya dahulu saat saya masih di Jakarta.

Gimbap di atas disajikan dua pilihan, yakni vegetaris dan non vegetaris. Untuk vegetaris terdapat telur dan sayuran di dalamnya. Sedangkan gimbap isian non vegetaris terdapat ikan dan daging. Gimbap menggunakan beras sedangkan untuk sushi biasanya menggunakan beras sushi khusus. Di supermarket di sini tersedia pilihan beras sushi yang memang berbeda dari beras pada umumnya. Itu sudah menjelaskan perbedaannya dengan sushi.

Disebut gimbap karena gim berarti rumput laut yang membungkusnya. Seperti yang anda lihat, tiap gimbap dibungkus dengan rumput laut. Sedangkan bap dimaksudkan dengan beras. Dari asal kedua kata ini maka makanan ini dikenal gimbap. Sedangkan orang luar Korsel lebih mengejanya menjadi kimbap.

Perbedaan lainnya juga pada saat kita membumbui sushi dan gimbap. Sushi bisa dibumbui dengan saus yang sedikit kecut seperti cuka dan wasabi. Ini sudah jelas membedakan antara sushi dan gimbap. Gimbap biasa dinikmati dengan minyak wijen. Gimbap terasa lebih manis, sedangkan sushi tidak.

Jika anda bertanya, manakah yang lebih dulu otentik gimbap atau sushi? Saya sendiri pernah mengulas bagaimana Korsel itu merupakan perpaduan dua budaya Tiongkok dan Jepang yang pernah menguasai negara tersebut. Kedatangan bangsa Jepang di masa lalu bisa jadi mempengaruhi kuliner di Korsel. Tentang kunjungan saya ke Korsel, bisa dicek di artikel-artikel sebelumnya.

Kue Khas Jerman (10): Stollen, Kue Tradisi Advent Jelang Natal

Irisan dalam kue setelah dipotong, anda bisa melihat ada marzipan, kacang mede bahkan apel kering.

Biasanya kue tersebut dalam satu loyang utuh, ditaburi gula pasir atau gula bubuk.
Selamat Memasuki Masa Advent bagi yang merayakannya!

Advent pertama akan dirayakan pada 1 Desember di tahun ini. Gaung perayaan Advent sudah mulai terlihat dari pernak pernik dekorasi natal yang menandakan Advent akan segera dimulai. Tentu masyarakat di Bavaria, tempat tinggal saya tak akan luput dari keriaan ini. Salah satunya adalah menikmati kue yang menjadi ciri khas bahwa natal sudah mulai dekat. Ya, Advent adalah masa persiapan sebelum Hari Raya Natal datang tanggal 25 Desember nanti.

Kue stollen adalah kue yang biasanya beredar menjelang natal, atau saat Adven sudah mulai berlangsung. Jika dulu warga di sini masih membuat kue stollen hasil rahasia resep Oma, kini kue stollen bisa ditemukan di supermarket dan toko roti. Begitu mudah, tanpa kita perlu sibuk di dapur membuatnya. Namun masih banyak juga yang membuat kue stollen di dapur sendiri. Biasanya mereka punya resep khusus atau mereka memang golongan orang yang harus menghindari beberapa bahan makanan seperti mereka yang diet gula misalnya.

Bagaimana pun kue stollen ini dibungkus dengan gula pasir seperti pada foto di atas yang saya makan. Ada juga yang dibalut gula bubuk seperti “bedak” begitu. Ini mengesankan kue ini manis rasanya, meski rasa di dalam kue itu sesungguhnya tak manis. Kue ini berisi buah-buah kering, kacang-kacangan dan marzipan. Marzipan itu terbuat dari kacang. Seperti kue stollen yang saya nikmati, ada buah kering apel dan aprikot yang disisipkan di dalam.

Kue stollen menjadi ciri khas kue yang berasal dari Jerman. Kue ini umumnya dinikmati menjelan natal atau selama masa Advent. Itu sebab kue ini disebut weihnachtsstollen, dimana weihnacten adalah kata bahasa Jerman untuk menyebut kata ‘natal’. Setelah natal, kue stollen juga kadang masih terjual di supermarket. Ada yang menyebut kue ini christstollen, karena setelah natal (:baca Christ) pun masih tersedia.

Jika anda datang langsung ke Dresden, anda bisa mencicipi kue stollen ini, yang konon kabarnya sangat enak. Kue stollen ini memang rasanya sederhana saja, tak seperti kue-kue yang kaya rasa yang dijual di toko kue. Pastinya ada sejarah mengapa kue ini muncul menjelang natal dengan rasanya yang khas.

Jaman dulu ada kebiasaan warga Jerman yang taat untuk berpantang saat Advent datang. Ini dimaksudkan sebagai perilaku beragama menjelang natal. Bahkan umat katolik masih meyakini bahwa Advent adalah masa persiapan untuk tidak membuat keriaan, pesta atau berpantang sebelum Hari Raya Natal. Kue stollen dianggap mewakili masa Advent. Rasanya tidak semanis kue-kue yang dijual di toko kue. Tampilannya pun tak menarik. Tak ada bahan kue seperti butter di dalam. Rasanya hambar dan sedikit keras. Itu mengingatkan orang tentang Advent untuk menyiapkan diri sebelum natal.

Di dunia, kue stollen dijuluki sebagai kue khas dari Jerman menjelang natal. Dahulu kue stollen punya rasa yang khas karena mengandung filosofi Advent, menjelang natal. Tetapi kini kue stollen bisa dinikmati selagi terjual umum. Biasanya kami menikmati kue stollen sebagai kudapan setelah sarapan pagi. Atau kadang kami menikmati kue stollen saat kaffeetrinken dalam keluarga-keluarga di Jerman.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

Mesir (20): Luxor Karnak Temple, Bangunan Termegah Sepanjang Sejarah dengan Arsitektur Menawan

Tiket masuk.
Bangunan begitu megah dan kokoh sejak sebelum masehi sudah berdiri, arsitekturnya
membuat berdecak kagum.
Meski pilar ini sudah terlihat tak sempurna, percayalah saya berpikir bagaimana mereka membuatnya sebelum ada teknologi sebelum masehi.

Tiap dindingnya berukir informasi yang tergerus jaman. Beratnya tiap pilar 70 ton.

Ini bukti peradaban manusia sebelum masehi.
Kompleks temple batu ini membutuhkan 30 masa pemerintahan firaun untuk membangunnya. Wow!

Sabtu pagi yang indah, program acara selanjutnya di Luxor adalah Karnak Temple. Kami semua berangkat dengan mengendarai bus menuju pusat kota Luxor. Lalu bis kami berlanjut ke Karnak Temple yang menjadi incaran wisatawan dunia yang suka sejarah dan arsitektur. Saya yang melihatnya dari kejauhan saja sudah berdecak kagum, apalagi dahulu ketika bangunan ini masih utuh. Jelas bangunan ini menjadi situs warisan dunia karena bangunan semacam aula dan beberapa temple lainnya dibangun dengan megah, indah dan tercatat terbesar di dunia.

Sebagai lokasi wisata dunia, tempat ini sudah lebih baik seperti lokasi tiket masuk, parkir mobil dan penataan sovenir yang tak mengganggu pengunjung. Tiket masuk dibagikan satu per satu di antara kami. Di pintu masuk terdapat informasi petunjuk bahwa karnak temple adalah kompleks beberapa kuil dan ruang pertemuan juga terdapat danau yang indah di sini. Bangunan ini sudah tampak menonjol dari pesisir sungai nil.

Kuil Karnak didedikasikan untuk dewa Amun-Ra, yang kepalanya bertanduk dua seperti lambang Aries dan wajahnya berjenggot panjang. Anda bisa melihat gerbang pintu masuk seperti kepala bertanduk yang berjejer di depan. Itu adalah simbol dewa Amun-Ra. Kuil ini didedikasikan pula untuk dewi Moot (=Mut) isteri dewa Amun-ra. Dari namanya, ini menjadi cikal bakal kata ibu, yakni mother, mutter (dalam bahasa Jerman) karena dewi Mut adalah ibu Khonsu. Dewa Khonsu adalah putera dari dewa Amun-Ra dan dewi Moot, yang berkepala bulan. Ini menjadi lambang di beberapa kuil terdapat keluarga, ayah, ibu dan anak. Itu adalah simbol mereka.

Sebagai bangunan termegah di dunia sepanjang sejarah, tentu memerlukan waktu yang tak sebentar untuk membangunnya. Bayangkan saja konstruksi sudah dimulai sejak kekuasaan King Intef II, kemudian diperluas tahun 1971 Sebelum Masehi pada pemerintahan King Senusret I. Lalu pembangunan berlanjut terus hingga pemerintahan Ptolomeus VIII. Anda bisa membayangan betapa megahnya tempat ini masa itu, Sebelum Masehi.

Kompleks temple terbagi enam untuk penyembahan dewa Amun-ra, dewa Montu, dewi Mut, dewa Khonsu, dewa Opeth dan dewa Ptah. Begitu megahnya bangunan ini hingga membutuhkan 30 Firaun membangunnya. Kemegahannya juga menyedot animo wisatawan dunia sebagai target kunjungan kedua, setelah Piramid Giza di Kairo. Arsitekturnya yang terbuat dari batu kokoh hingga kini tak bisa diselami bagaimana manusia pada jaman itu bisa membangunnya. Begitu pendapat kami mendengarkan penjelasan reiseleiter, pemandu wisata berbahasa Jerman pada kami.

Kemegahan ini tampak dari hypostyle hall yang terdiri atas pilar batu yang kokoh dan tinggi menjulang. Anda perlu tahu bahwa pilar batu ini tertinggi di dunia, tak ada yang menandingi jumlahnya yang juga banyak. Ada 134 pilar batu yang melambangkan tanaman teratai di ujung tiang. Informasi menyebutkan bahwa hall termegah ini mulai dibangun pada pemerintahan King Seti I (1313 – 1292 Sebelum Masehi). Kemudian selesai dibangun oleh putranya sendiri, Ramses II (1292 – 1225 Sebelum Masehi).

Arsitektur menawan lainnya adalah obelisk, yakni tugu batu kokoh dengan muncung pada puncaknya. Obelisk ini berada pada pilar keempat dan kelima. Tinggi obeliks sekitar 28 meter. Wah!

Obeliks setinggi 28 meter di antara beberapa pilar batu.

Temple megah ini didedikasikan untuk dewa Amun-ra, yang menyerupai lambang aries seperti terlihat di muka pintu masuk.
Pilar batu diberi lingkaran menggambarjan dewa Amun-ra, yang punya tanduk dua.

Lebih jelas saya mengambil figur dewa Amun-ra (kiri) dengan dewa Khonsu (putranya).
Lingkaran kuning adalah figur dewa Khonsu. Lingkaran orange adalah figur dewa Monto yang digambarkan juga bertanduk dua, memegang senjata dan sebagai dewa perang. Lingkaran hijau adalah figur dewa Amun-ra.
Figur dewa Khonsu, dengan bulan di atas kepalanya.
Altar batu dalam kapel.
The sacred lake atau danau yang disucikan yang sudah berusia ribuan tahun lalu.

Ketika saya memasuki bangunan kompleks batu megah ini, saya berdecak kagum pada upaya manusia masa itu membuatnya. Ini seperti masa peradaban manusia dimulai, dengan menciptakan simbol-simbol komunikasi terukir di dinding-dinding batu tersebut. Kini sebagian informasi terukir itu sudah tergerus jaman.

Pada bagian tersembunyi dari kompleks ini adalah semacam kapel untuk berdoa. Dahulu ini dianggap tempat yang sakral untuk penobatan. Di tengahnya terdapat altar batu dan tempatnya begitu menjorok ke dalam sehingga sedikit gelap. Simbol di tiap dinding batu kapel kini sudah mulai pudar dan tak tampak lagi.

Bagian akhir dari kompleks ini adalah danau suci atau the sacred lake. Danau ini tampak indah mempesona, di akhir temple. Dengan luas 200 meter dan kedalaman lebih dari 100 meter, danau ini dimulai pembangunannya saat Hatshepsut dan Thutmosis III.

Begitu luasnya kompleks ini dengan pembangunannya yang berlangsung sebelum masehi, membuat saya berdecak kagum. Bagaimana kekuatan manusia saat itu, yang belum merasakan kecanggihan teknologi tentunya. Wajar tempat ini layak dikunjungi jika anda berkunjung ke Mesir.

Kreasi Sendiri (28): Mencampurkan Somay dengan Nasi? Begini Caranya

Somay berbalut kol yang sudah diberi bumbu kacang.

Selain kol, anda bisa memakai paprika besar sebagai resep aslinya.

Somay adalah salah satu jajanan populer saat saya masih anak-anak dulu. Saya suka membelinya karena harga somay yang terjangkau dan rasanya yang sederhana enaknya. Setelah pulang sekolah, saya makan somay yang dibeli di luar sekolah sudah terasa kenyang buat saya. Lambat laun somay menjadi makanan khas buat saya mengingatkan masa kecil saya yang indah di Jakarta. Dan saya pun ingin makan somay saat saya berada jauh di negeri perantauan, hasil percobaan saya berhasil dan bisa disimak di resep buat somay ala saya.

Suatu kali saya mendapati potongan harga untuk kol di supermarket. Kol di sini disebut weißkohl, dengan pilihan kol lain ada spitzkohl dan chinakohl. Namun saya membeli kol yang biasa saya jumpai di Jakarta, yakni weißkohl. Ukuran yang jumbo dan porsi makan saya yang sedikit, menyebabkan kol tak habis-habis. Ini yang memunculkan ide somay campur nasi. Resep ini hasil contekan resep paprika isi nasi, pemberian ibu mertua. Saya munculkan kreasi sendiri dengan memanfaatkan kol.

Untuk kreasi somay campur nasi ini, saya gunakan kol sebagai pengganti paprika, resep asli ibu mertua. Kol ini keras jika tidak direbus dulu dalam air panas. Masak hingga layu baru bisa digunakan untuk menggulung. Sedangkan isiannya saya gunakan daging sapi dan daging ayam giling. Anda juga bisa memanfaatkan ikan fillet, hanya saja anda perlu ekstra menghancurkannya terlebih dulu sebelum dicampurkan nasi.

Nasi yang digunakan bisa dimasak terlebih dulu sebelum dicampurkan jadi somay. Atau, saya manfaatkan nasi sisa kemarin karena suami saya memang jarang makan nasi. Daripada nasi terbuang, saya pergunakan nasi sebagai campuran somay. Hasilnya, makan dua sampai tiga buah somay ini sudah membuat kenyang. Ini bisa jadi menu kreasi anda di rumah loh.

Tak lengkap pula makan somay tanpa saus kacang. Saus kacang pun hasil kreasi sendiri. Ini adalah campuran peanut butter yang dibeli di toko asia di sini ditambah saus tomat. Hasilnya sempurna enak seperti somay juga.

Bahan yang diperlukan

  1. 350 gr Daging sapi giling
  2. 100 gr beras
  3. Bawang putih
  4. Bawang bombay
  5. Kaldu daging sapi/daging ayam
  6. Garam, merica
  7. Kol

Langkah memasak

  1. Masak air setengah panci berukuran sedang. Beri kaldu sapi/ayam yang bisa disesuaikan dengan daging giling yang anda gunakan.
  2. Setelah air mendidih, masukkan beras yang sudah dicuci. Masak sampai matang atau sekitar 15 menit.
  3. Setelah nasi matang, tiriskan dari airnya.
  4. Siapkan wadah yang berisi daging giling, bawang putih dan bawang merah yang sudah dihaluskan. Beri sedikit garam dan merica. Hancurkan dengan tangan biasa atau anda bisa menghaluskan dengan food processor, namun daging tidak sampai hancur.
  5. Campurkan nasi dengan adonan daging.
  6. Siapkan air panas dan masak hingga mendidih.
  7. Masukkan kol tiap lembar agar lebih lunak dan lembut. Anda bisa membuang tulang kol jika perlu. Kol yang lembut dan lunak bisa untuk menggulung somay nasi.
  8. Ambil satu lembar kol yang lunak, taruh 1 sendok somay nasi. Gulung dan bungkus hingga tertutup. Lanjutkan hingga beberapa lembar kol yang tersedia.
  9. Masak kol yang sudah tergulung di atas panci kukus. Masak selama 25-30 menit atau hingga matang.
  10. Untuk sausnya, saya campurkan 2 sendok peanut butter dan 1 sendok saus sambal dalam wadah. Beri air panas dan campurkan bersamaan.

Setelah semua siap disajikan, kol berisi somay nasi bisa dihidangkan dengan saus kacang.

Selamat mencoba!

Black Friday 29 November: Fenomena “Gila Belanja” Datang Lagi

Ilustrasi.

Fenomena berbelanja itu bisa berbeda-beda tergantung kebiasaan lokal. Ini yang dimanfaatkan pengelola bisnis untuk melihat peluang orang untuk berbelanja. Misalnya hari belanja yang dilangsungkan bersamaan dengan hari lajang di Tiongkok. Meski hari lajang hanya sekedar lucu-lucuan semata, nyatanya aktivitas berbelanja menjadi kesempatan serius berbisnis. Cerita saya tersebut bisa dicek di hari lajang atau hari belanja.

Di Indonesia juga memang ada fenomena hari belanja online nasional. Saya lupa bahkan tidak tahu kapan biasanya diselenggarakan program promo diskon berbelanja di Indonesia. Saya hanya tahu bahwa program diskon biasanya digelar saat menjelang Hari Raya Idul Fitri dan atau diskon menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Pada dua kesempatan tersebut, saya mendapati pusat perbelanjaan dipenuhi orang berbelanja.

Demikian pula di Jerman, fenomena orang berbelanja akan nampak pada saat Hari Raya Natal. Jangan harap dapat parkir mobil! Kata suami mengingatkan. Mungkin mall yang tak banyak seperti di Jakarta akan dipenuhi orang lalu lalang berbelanja. Promosi pun berseliweran, entah secara online atau diskon toko. Berbelanja pasti disukai, tua dan muda.

Lalu bagaimana BLACK FRIDAY itu sesungguhnya?

Saya sendiri baru menyadarinya setelah berseliweran di mall, terdapat berbagai promosi yang dipajang toko-toko. Gaung ‘black friday’ pun terdengar di radio dan terlihat di brosur-brosur belanja yang dikirim ke rumah-rumah. Beberapa kenalan perempuan pun mulai membuat janji berbelanja di mall terdekat. Akhirnya saya jadi paham, Black Friday sudah menjadi bagian dari gaya hidup kekinian, dimana dulu warga Jerman itu tak mengenal fenomena hari khusus berbelanja tersebut.

Sekarang anda jadi paham bahwa hari khusus atau waktu khusus berbelanja itu memang bukan tradisi di sini. Itu sama seperti Halloween, yang bukan menjadi tradisi tetapi industri bisnis telah menjadikan gaya hidup kekinian para generasi sekarang. Black friday dicetuskan pertama kali di negeri Paman Sam yang didasari atas kesempatan tutup tahun sebelum Hari Raya Natal datang. Seperti yang saya katakan di atas, intensitas orang berbelanja akan tinggi menjelang Natal sehingga hari Jumat terakhir di bulan November dijadikan hari obral dan diskon yang menarik simpati orang berbelanja.

Ketika saya membuat janji berbelanja dengan beberapa kenalan asal Eropa Timur, mereka pun menjelaskan fenomena berbelanja akhir tahun sudah hal lumrah di negara mereka. Sebut saja Rumania, Ceko dan Hungaria serta negara lainnya. Istilah Black Friday buat mereka bukanlah hal baru. Bahkan mereka menantikan kesempatan sekarang ini untuk membeli banyak barang yang diinginkan. Karena mereka berharap potongan harga dan diskon untuk barang-barang, termasuk elektronik.

Jika dahulu saya menganggap orang pasti berbelanja saat menjelang hari raya, ternyata fenomena itu bertambah dengan program hari atau pekan khusus berbelanja. Ajakan berbelanja itu pun sudah datang dengan beberapa kenalan perempuan di sini, meski saya tidak termasuk ‘gila berbelanja’. Saya senang mengamati keriuhan orang yang sibuk memilih barang dan membayarnya. Lalu muncul pertanyaan saya, mengapa mereka berbelanja? Apakah mereka membutuhkannya atau sekedar konformitas hari berbelanja?

Bersiaplah Jumat, 29 November nanti untuk sibuk berbelanja di pusat perbelanjaan atau berbelanja online!

Bangga, Orang Indonesia Dapat BAMBI Award untuk Kategori “Our Earth” di Ajang Penghargaan Media Jerman

Dr. Willie Smits, pendiri Yayasan BOS Indonesia.
Penghargaan untuk Dr. Willie Smits atas dedikasinya pada kelangsungan orangutan.

Melati Wijsen memberikan pengantar singkat sebelum Dr. Willie Smits tampil ke panggung.

Jumat lalu (21/11) saya menyaksikan siaran televisi yang menggelar ajang penghargaan media bergengsi seantero Jerman. Sejujurnya saya jarang menonton televisi, namun ini seperti mendorong saya untuk bertahan menyaksikan acara ini hingga selesai karena ada orang Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini. Penghargaan untuk kategori ‘Unsere Erde’ atau Our Earth tahun 2019 jatuh kepada Dr. Willie Smits. Saya terharu dan bangga menyaksikannya.

Dr. Willie Smits bukanlah orang baru dalam dunia NGO. Dia adalah pendiri yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS). Organisasi yang mendedikasikan pada konservasi dan kesejahteraan orangutan yang terancam punah di Kalimatan. Aktivitas organisasi yang dimulai sejak tahun 1991 telah mengambil simpati banyak orang seperti pemerhati lingkungan, pecinta hewan dan mereka yang peduli pada kelangsungan bumi ini, melalui pemberdayaan dan edukasi kepada masyarakat sekitar untuk melestarikan alam dan kelangsungan hidup orangutan.

Dr. Willie Smits bisa berbicara bahasa Jerman dengan baik saat menerima penghargaan tersebut. Pria kelahiran Belanda ini, telah menaruh hati pada tanah Indonesia. Dia pun sudah menjadi warga negara Indonesia dan tinggal di Indonesia demi kecintaannya pada aktivitas yang ditekuni selama ini. Saat saya melihatnya maju dan menerima penghargaan, ada sebersit kalimat ‘Terimakasih’ terucap dalam bahasa Indonesia, yang membuat saya tergetar bahagia.

BAMBI Award adalah ajang penghargaan media tertua di Jerman. Tidak hanya public figure yang berseliweran di layar kaca saja yang mendapatkan penghargaan, tetapi BAMBI award juga memberikan kepada mereka yang berjasa dalam bidang olahraga, seni, media bahkan lingkungan hidup (: baca bumi). BAMBI Award adalah ajang penghargaan bergengsi di Jerman yang digelar rutin tiap tahun sejak tahun 1948. Di tahun ini saja BAMBI Award untuk kategori Aktris Internasional jatuh pada Naomi Watts, yang terbukti piawai dalam memainkan aneka film yang diperankannya. Kategori lain seperti ‘Charity‘ jatuh kepada Ratu Mathilde dari Belgia.

Rupanya tak hanya Dr. Willie Smits yang mendapatkan kategori ‘Our Earth’ dari Indonesia saja, ada Melati dan Isabel Wijsen yang menginisiasi gerakan ‘Selamat Tinggal Tas Plastik’ yang dirilis di Bali. Mereka berdua mendapatkan kategori yang sama ‘Unsere Erde’ BAMBI Award di tahun 2017. Melati sendiri tampil memukau menyampaikan pengantar kepada audience yang hadir pada malam penghargaan BAMBI Award 2019 dalam bahasa Inggris, untuk kategori ‘Our Earth’ sebelum Dr. Willie Smits tampil ke atas panggung. Dia menyampaikan juga dalam bahasa Indonesia apresiasi kepada Dr. Willie Smits atas dedikasinya selama ini. Dan saya pun menjadi terharu, betapa mereka telah mengharumkan nama Indonesia lagi di mata dunia.

Ketika kita masih sibuk dengan identitas ‘Siapa orang Indonesia?’, mereka yang mendapatkan penghargaan ini telah menyatakan diri atas apa yang mereka perbuat untuk negara Indonesia. Selamat kepada Dr. Willie Smits, Isabel dan Melati Wijsen atas pelayanan yang dilakukan untuk kelestarian bumi.

Makanan Khas Italia (30): Pizza Prosciutto yang Dipesan Bukan di Italia

Pizza prosciutto pertama.

Pizza prosciutto kedua.

Pizza adalah makanan asal Italia yang sudah mendunia. Pizza ada dimana saja saat saya traveling. Pizza begitu mudah dijumpai, meski kita tidak sedang berada di Italia. Rasa pizza begitu mudah diterima banyak orang sehingga anda seperti tak pernah lihat seperti apa wujud asli pizza sesungguhnya.

Kreasi pizza itu menyebabkan pizza menjadi makanan murah meriah, yang artinya begitu mudah ditemukan dari harga termurah hingga yang perlu berkantong tebal. Itulah pizza yang diterima orang mulai dari pizza vegan sampai aneka rasa bisa diletakkan sebagai topping.

Sebagai topping, pizza yang saya bahas kali ini adalah pizza prosciutto yang memang sudah dikenal di gerai pizzeria di Jerman. Prosciutto sudah dikenal di sini sebagai kalt essen atau pelengkap isian sandwich. Karena prosciutto adalah irisan daging ham kering yang memang diperlukan tekhnik khusus untuk mengirisnya setipis mungkin dan fresh. Makanan ini berasal dari Italia.

Menurut orang Italia, prosciutto itu paling enak dinikmati sama keju mozzarela dan tomat. Beri sedikit saus balsamico dan dimakan bersama roti panini, itu sudah nikmat. Jangan sampai juga anda salah membedakan prosciutto dengan bacon dan pancetta. Karena prosciutto itu biasanya lebih kering dan lebih tipis.

Kini kembali pada dua pizza yang saya pesan. Saya pikir pizza yang benar-benar ada prosciutto tampak pada pizza foto pertama. Banyak daging ham yang mirip seperti prosciutto padahal itu bukan sebenarnya. Ini jelas pada pizza prosciutto foto kedua.

Kreasi pizza prosciutto bisa ditempatkan daun rucola atau daun rocket segar. Ada juga yang menempatkan buah zaitun seperti pada foto pizza kedua. Namun, lagi-lagi semua kembali pada selera anda sebagai pembeli.

Apakah anda juga suka makan pizza prosciutto?

Makanan Khas India (9): Pakora dan Teh Chai Jadi Perkenalan Budaya

Chai, teh rumahan racikan sendiri.

Pakora tambah saus peanut butter pedas.

Jika anda suka minum teh, anda juga bisa merasakan pengalaman sensasi minum teh dari India. Di India, teh disebut chai, seperti yang pernah saya ulas sebelumnya di artikel teh rumahan. Chai ini memiliki rasa dan warna yang berbeda seperti teh dari Indonesia umumnya. Ini seperti teh susu berdasarkan warnanya. Rasanya akan menjadi manis jika diberi gula.

Saya dan teman mahasiswa asal India ini berbicara soal teh yang menjadi kebiasaan dua negara ini. Menurut saya, teh di Indonesia didominasi teh hitam dan teh hijau. Sedangkan teh di India ada banyak ragamnya. Ada juga teh hitam asal India juga loh. Lalu dia menjelaskan bahwa India juga merupakan penghasil teh terbaik di dunia setelah negeri Tiongkok. Saya pun termangut-mangut lalu menyeruput teh chai di hadapan kami. Enak juga teh chai ini!

Teh chai menjadi teh rumahan di kebanyakan rumah tangga India. Minum teh chai bagi masyarakat India dipercaya membantu meningkatkan imunitas tubuh. Lalu teman asal India ini menjelaskan lagi bahwa ada kandungan jahe, kayu manis dan cengkeh. Rempah-rempah ini menyebabkan teh chai kaya rasa dan kaya manfaat seperti melindungi tubuh dari sakit. Itu sebab teh chai berbeda dari kebanyakan teh umumnya.

Di supermarket di Jerman itu memang sudah tersedia teh chai kemasan yang praktis sehingga kita tak perlu meraciknya dan merasa repot. Kata teman asal India ini menambahkan sambil tangannya mempersilahkan saya mencicipi pakora. Pakora ini menjadi cemilan yang nikmat ketika suhu udara di luar sudah dibawah 10 derajat.

Pendapat saya pakora itu mirip gorengan di Jakarta, ini bisa bakwan goreng, tahu goreng atau sayuran yang diberi tepung kemudian digoreng. Saya tunjukkan beberapa gambar gorengan asal nusantara lewat gambar di internet. Teman asal India itu pun mengamini ucapan saya. Jika anda membuat gorengan itu sama seperti makan cemilan pakora asal India juga loh.

Pakora itu bisa dikreasikan macam-macam, tetapi intinya adalah sayuran diberi sedikit garam, bawang dan telur lalu diaduk dan dibalur tepung. Terakhir, ini semua digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kecokelatan. Sama ‘kan seperti bakwan goreng menurut saya. Kita juga bisa menambahkan tahu atau makanan vegetaris lainnya. Karena pakora ini memang banyak dikonsumsi para vegetarian.

Untuk saus pakora pun bisa dikreasikan macam-macam, tergantung selera. Ada yang pakai yoghurt seperti saus mayonnaise begitu, namun ada pula yang dinikmati tanpa saus. Karena teman asal India ini tahu bahwa saya suka makan makanan pedas, dia mengkreasikannya dengan peannut butter ditambah saus sambal yang diberi sedikit air. Hasilnya seperti yang anda lihat.

Sambil menikmati kuliner asal India, pembicaraan dua budaya ini menjadi lengkap. Kami sepakat bahwa “Food brings friendship” lalu kami tertawa bersama-sama.

Bagaimana Hidup itu Berjalan? Belajar dari Sirkus

Ilustrasi.

Sejak saya masih anak-anak sudah mengenal sirkus. Ayah saya membawa saya dan adik saya pergi menonton sirkus di Jakarta, yang dulu populer digelar ketika liburan sekolah. Meski harga tiket sirkus tak murah, tetapi ayah saya membelinya untuk saya dan adik saya agar bisa terhibur selama liburan sekolah. Dari dulu sirkus sudah menjadi pertunjukkan yang menakjubkan, menyenangkan dan mengesankan dalam benak saya.

Setelah masa anak-anak berakhir, saya sudah tidak menemukan lagi pertunjukkan sirkus di Jakarta. Saya pun sudah abai dengan sirkus. Namun ingatan akan sirkus terbawa kembali saat saya pindah ke Jerman. Di sini sirkus masih menjadi hiburan rakyat yang kadang-kadang muncul semisal musim panas atau musim dingin. Beberapa kali juga saya perhatikan sirkus pun ada di acara festival budaya, volkfest di sini.

Sirkus memang menjadi hiburan rakyat yang disukai tua dan muda, mulai dari anak-anak hingga orangtua. Tetapi pertanyaannya, mengapa sirkus itu tidak pernah terselenggara sepanjang masa? Artinya sirkus itu hanya dilakukan di periode tertentu dan jangka waktu tertentu. Karena sirkus itu perlu waktu rehat, yang membuktikan bahwa hidup itu tak selamanya seperti pertunjukkan sirkus yang selalu menakjubkan dan mengagumkan.

Ayah saya pernah berkata bahwa hidup para pemain sirkus itu memang tidak menetap. Itu sebab pertunjukkan sirkus pun tak pernah sepanjang masa. Kata ayah saya “Untuk sesuatu yang menakjubkan dan mengagumkan, kita memang tak pernah bisa merasakannya sepanjang masa. Ada saatnya kita perlu menunggu kapan waktu pertunjukkan sirkus dimulai.” Dan menunggu itu memang melatih kesabaran saya. Ketika tiket sirkus sudah di tangan saya, sementara saya masih harus menunggunya beberapa hari kemudian untuk melihat pertunjukkan sirkus, itu adalah proses menunggu yang indah.

Sepulang dari sirkus, saya masih bertanya pada ayah selama perjalanan ke rumah. Pertanyaan saya misalnya, mengapa mereka bisa melakukan pertunjukkan itu dengan hebat? Ayah saya mengatakan bahwa mereka telah berlatih untuk kesekian kali tak terhitung banyaknya agar mereka tampil mengagumkan. Hal ini sudah mengajari saya bahwa tampil mengagumkan itu bukan hal mudah, ada proses dan latihan berkali-kali agar sempurna. Dari situ, ayah saya menjelaskan pada saya tentang pembelajaran hidup sesungguhnya.

Jika saya merasa gagal dan saya berbicara dengan ayah saya, dia mengingatkan saya tentang bagaimana sirkus itu berjalan. Bahwa segala sesuatu yang mengagumkan itu tidak ada yang instan dan mudah.

Ayah saya benar. Saya bisa belajar banyak hal dari pertunjukkan sirkus, tidak hanya soal tertawa dan bergembira saja tetapi soal kehidupan.

Ayah saya menambahkan bahwa kita bisa tampil seorang diri untuk sebuah keberhasilan dan kadang kita perlu tampil dalam sebuah tim, bersama orang lain. Dia juga mengingatkan bahwa keberhasilan hidup itu tak pernah lepas dari tangan dan bantuan orang lain juga yang mungkin tak tampak di layar panggung. Kadang kita bisa di atas panggung, tetapi bisa juga harus berada di belakang panggung. Namun keduanya sama baiknya.

Sirkus di masa anak-anak yang indah dan sirkus di masa kini saat saya menjadi dewasa yang menjalaninya sebagai pembelajaran hidup.