4 Salad Isi Sayuran Saja Tetapi Enak, Mau Bukti?

Salad sayuran yang dipesan di restoran Vietnam.

Hampir menutup musim panas, saya tetap memburu salad yang unik, menarik dan enak untuk dibagikan pada anda. Unik karena disajikan dengan kreativitas si koki dapur. Menarik karena saya belum pernah menemukan sebelumnya. Satu lagi, enak tentunya karena saya sudah mencobanya.

Tiga salad berikut hanya berisi sayuran saja tetapi sudah cukup membuat saya puas memesan mereka. Bahkan menikmati sayuran dalam salad ini saja sudah membuat saya kenyang.

Pertama, salad dari Vietnam.

Vietnam telah mendominasi kuliner khas Asia, selain Thailand. Salah satunya adalah salad khas Vietnam yang saya pesan beberapa waktu lalu. Isinya benar-benar murni hanya sayuran saja. Ada irisan wortel, tauge, kol, timun, paprika dan bawang merah besar. Untuk sausnya, ada sedikit mayonnaise dengan bumbu asam manis yang cukup enak di lidah saya. Setelah saus, salad ditutup dengan irisan daun ketumbar.

Kedua, salad dari India

Sedangkan salad kedua berasal dari salad vegan yang dipesan khusus dari restoran India. Isinya pun hanya sayuran saja. Ada yang menarik, salad ini diberi biji kenari yang gurih dan kaya nutrisi.

Salad terdiri atas irisan lobak putih yang rasanya seperti bengkuang, timun, tomat dan taburan daun ketumbar. Untuk dressing sausnya, ada cuka dan minyak zaitun untuk salad. Agar terasa gurih, ada biji kenari yang ditaburi di atas salad.

Ketiga, salad dari Yunani

Salad berikut adalah salad yang umumnya saya dapatkan sebagai complimentary dari menu yang dipesan di restoran Yunani. Ini juga termasuk salad sayuran.

Isian salad adalah daun salada air, kol, timun, irisan wortel, acar kol merah dan peperoni. Untuk sausnya, ada rasa asam manis yang berasal dari tzatziki yang menjadi saus khas mediterania. Menariknya, ada biji zaitun yang diselipkan dalam salad. Ini menjadi kekhasan masakan mediterania.

Keempat, Salad dari Mesir

Terakhir salad sayuran dari Mesir berupa aneka sayuran yang diiris terlebih dulu. Ada wortel, kol, timun dan acar bawang merah besar. Di sini ada terung ungu yang sudah dipanggang terlebih dulu. Hal yang membedakan lainnya adalah bawang merah besar yang dibelah dua dan dipanggang. Beri sedikit garam dan perasan jeruk nipis. Wah, enak ternyata!

Jadi, anda akan pilih mana?

Advertisements

Mesir (6): Ada Banyak Alasan Berkunjung, Anda Perlu Tahu

Pesisir laut merah yang indah.

Beberapa teman bertanya, mengapa kami memilih liburan musim panas ke Mesir? Jawabannya banyak. Pertama, kami suka dengan kultur atau budaya. Mesir adalah negara yang termasuk tertua di dunia yang kaya akan budaya sejak sebelum masehi. Kita tidak akan pernah habis menjejalahi budayanya yang sarat sejarah sejak saya belajar dulu di sekolah. Biasanya kami liburan di suatu negara tidak lama, namun kali ini kami punya lebih dari dua minggu hanya untuk Mesir.

Mesir tidak hanya piramida dan sphinx saja. Ada banyak alasan untuk datang ke sini.

Piramida dan sphinx yang ada di Kairo sudah ada dari ribuan tahun lalu.

Alasan kedua adalah Mesir juga punya alam dan pantai yang indah. Meski hanya sepuluh persen wilayah Mesir berisi gurun pasir, tetapi selalu ada sisi yang indah dan menarik untuk dikunjungi. Kami mengeksplor kota Luxor dan Assuan di pesisir sungai nil dengan kapal wisata. Sungai nil pun punya pesona tersendiri. Benar kata orang Mesir, sungai nil adalah hadiah terindah dari Tuhan. Di satu sisi sungai nil begitu subur sehingga dihuni banyak penduduk dan di sisi lain sungai nil dipenuhi padang yang gersang nan tandus.

Kaya kuliner dan selalu puas dengan makan dan minum selama traveling.

Bersamaan dengan kami adalah turis asal Eropa yang menghabiskan waktu liburan musim panas di Mesir. Mereka menghabiskan diri dengan berjemur. Di tepi laut merah letak hotel kami selanjutnya. Jika anda suka diving dan snorkling, ini wajib sekali dicoba. Pantainya sangat indah. Dari sini, ada ferry yang bisa mengantar penumpang ke negara Saudi Arabia dengan waktu tempuh tiga setengah jam.

Jika suka sejarah, Mesir adalah tempatnya.

Mesir pun hanya ditempuh selama empat jam setengah dari bandar udara Munich, Jerman. Itu contohnya. Jadi penerbangan dari Eropa ke Mesir hanya beberapa jam saja sudah menjadi alasan untuk datang ke sini. Bayangkan jika mesti terbang menempuh belasan jam, mereka sudah merasa bosan. Mesir bisa jadi pilihan orang-orang Eropa berlibur.

Seorang penari Nubian sedang bersiap tampil.

Alasan lain semua kembali pada diri masing-masing. Kami pun bertemu dengan beberapa orang Eropa yang mengaku datang ke Mesir tiap liburan musim panas. Atau mereka datang bukan kali pertama seperti kami. Satu hal buat kami, selalu ada sisi menarik lebih dari sekedar traveling. Tinggallah beberapa lama di Mesir maka anda akan menemukan alasannya.

Huruf hierogliph yang menandakan Mesir sudah menjadi pelopor komunikasi lewat simbol-simbol.

Berikut 10 hal menarik saat saya traveling di Mesir.

  1. Orang di sini mengakui tidak mudah buat orang Jerman yang terbiasa disiplin waktu. Janjian kami dengan petugas tur selalu tidak tepat. Waktu singkat dipikir hanya 10-15 menit, kenyataannya berlaku lebih dari 30 menit. Buat kami tidak masalah, ini adalah liburan. Tetapi bagi warga di sini, kebiasaan tak tepat waktu sudah menjadi tradisi.
  2. Kebiasaan memberikan tip atau uang jasa. Dalam kultur Mesir ini disebut ‘Bakischich’ dalam bahasa Arab. Besarannya sekitar 10-15 persen dari total yang dibelanjakan. Agar pelayanan lebih maksimal, berikan tip di awal. Hari pertama semisal menginap di hotel beberapa hari maka kami sudah berikan tip di awal sehingga service room memuaskan. Tak segan, mereka yang membantu juga meminta tip untuk diberikan setelah selesai jasa layanan seperti tour guide, porter tas, kusir delman, sopir bis wisata, dsb. Ini sudah menjadi kebiasaaan mereka.
  3. Biaya hidup terjangkau dan paket wisata yang murah. Biasanya saya cukup sibuk menentukan soal makanan selama kami traveling. Di Mesir, kami bisa mendapatkan paket ‘all inclusive’ makan dan minuman dari pagi hingga malam yang lengkap selama traveling. Kulinernya sesuai lidah dan enak. Ada program acara yang menarik sehingga wisatawan seperti kami tak bosan dan betah selama di Mesir.
  4. Hari Jumat adalah hari libur di sini, sama seperti hari Minggu di Jerman. Sedangkan Kamis seperti layaknya hari Sabtu dan hari Minggu seperti hari Senin.
  5. Mesir menggunakan mata uang Egpytian Pound (LE) Mesir, meski begitu berlaku juga mata uang Euro untuk berbelanja di toko sovenir dan area pariwisata.
  6. Makanan yang disediakan adalah halal. Meski wisatawan selama saya berpergian adalah orang-orang Eropa, mereka puas dengan kuliner yang disediakan. Semua enak dan pas di lidah. Tiap hari ada tema kuliner yang buat wisatawan tidak bosan.
  7. Begitu pun soal minuman alkohol. Karena kami tinggal di wilayah pariwisata yang pastinya dihuni turis dari berbagai dunia maka mereka menyediakan alkohol dengan harga yang cukup mahal.
  8. Bahasa sehari-hari orang Mesir adalah bahasa Arab. Namun mereka yang bekerja di sektor pariwisata bisa berbicara dengan baik dalam bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Jerman dan bahasa Prancis.
  9. Tidak ada harga yang pasti saat anda berbelanja. Mereka memasang harga tetapi anda juga berhak menawar.
  10. Saat musim panas di Eropa seperti saat kedatangan kami, tidak ada perbedaan waktu antara Mesir dan Jerman. Kira-kira untuk waktu Indonesia Bagian Barat maka terjadi perbedaan lima jam lebih awal saat musim panas, semisal di Mesir jam 7 pagi maka di Jakarta jam 12 siang.

Alasan lain, warga Mesir sangat ramah kepada wisatawan yang datang.

Semoga bermanfaat.

Makanan Khas Italia (25): Panini Prosciutto, Semacam Sandwich Keju dan Ham

Selanjutnya yang dibahas adalah makanan Italia yang mungkin pernah anda jumpai sebelumnya. Saya sendiri pernah membahas kuliner ini sebelumnya di link ini. Yups ini adalah panini. Namun pastinya saya tidak akan membahas hal yang sama. Panini yang saya bahas sekarang bernama panini prosciutto.

Apa bedanya?

Panini ini semacam sandwich yang bisa dimakan kapan saja sesuai selera. Ini bisa jadi sarapan pagi, makan siang bila ingin praktis dan tak banyak waktu makan atau makan malam. Semua sesuai selera anda.

Prosciutto sebenarnya adalah daging ham kering yang diiris tipis. Ada yang ready to eat, namun ada pula yang masih mentah. Lalu untuk mengisi dalam sandwich, ada irisan keju dan paprika. Lagi-lagi isian sandwich sesuai selera anda.

Untuk menikmati prosciutto, sandwich menggunakan roti panini yang lembut. Panini dilapisi bagian atas dengan biji wijen sehingga terasa gurih. Bentuk panini bisa bermacam-macam, tetapi yang saya perkenalkan sekarang panini sebagai sandwich.

Setelah terisi isian panini yang diinginkan, termasuk prosciutto, maka panggang dalam oven panas selama 15 menit. Ini membuatnya sandwich semakin enak dan crunchy. Biarkan hingga sandwich berwarna cokelat keemasan.

Bagaimana menurut anda?

Makanan Khas Afrika (5): Roz bil Laban, Pudding Nasi dari Mesir

Pudding nasi original buatan Mesir.

Anda mungkin masih ingat, saya pernah membahas tentang rice pudding atau pudding nasi beberapa waktu lalu. Ulasan tersebut bisa dicek di sini.

Ditambahkan sedikit cinamon untuk menambah rasa.

Berkaitan dengan rice pudding, saya mendapatkannya juga saat bermalam di kapal wisata di Mesir. Pudding nasi ini disajikan sebagai sarapan pagi Saya cukup terkejut juga mendapatinya dalam etalase sarapan pagi. Semula saya pikir ini adalah bubur karena tampak jelas terlihat bulir-bulir nasinya. Rupanya itu adalah pudding nasi.

Pudding nasi dengan gula putih tabur, enak juga loh.

Saya tentu saja mengambilnya dalam mangkuk. Saat duduk, saya bertanya pada pramusaji yang ramah melayani saya. Dia katakan itu adalah pudding nasi. Dia pun dengan senang menceritakan bagaimana pembuatan pudding nasi buatan isterinya di rumah.

Pudding nasi sebenarnya hanya berisi beras yang dimasak bersamaan susu. Diberi garam sedikit dan rasa vanila jika suka. Rice pudding buatan isterinya itu sangat enak. Jelas si pramusaji yang bernama Husein kepada saya.

Tak mau kalah, saya jelaskan saya juga suka pudding nasi sejak tinggal di Jerman. Saya justru baru mengetahui bahwa Mesir juga menjadikan pudding nasi sebagai sarapan pagi. Saya pun suka pudding nasi rasa vanila atau kadang ditambahkan kayu manis.Seperti bersemangat merespon cerita saya, Husein pergi ke bagian dapur.

Begitulah orang Mesir yang selalu ramah pada turis. Bergegas Husein membawakan bubuk kayu manis. Saya pun memasukkannya sedikit ke dalam mangkuk.

Anda bisa melihat dua pudding nasi asli dan pudding nasi dengan tambahan kayu manis.

Anda suka mana?

Makanan Khas Afrika (4): Egyptian Zuccini Oven Baked with Bechamel, Timun Jepang Panggang

Makanan berikut dari Afrika yang saya perkenalkan berasal dari Mesir. Maklum saja karena kami baru saja berpergian ke sana untuk menghabiskan liburan musim panas.

Tertulis courgitte dalam etalase makanan. Saya pun mengambilnya sedikit untuk mencicipinya. Saya khawatir menyisakannya di piring jika tidak suka. Semula saya pikir ini adalah semacam lasagna buatan Mesir.

Saat saya duduk, beberapa rekan sesama turis berbahasa Jerman membicarakan courgitte. Saya pun mendengarkannya. Ternyata ini bukan lasagna seperti dalam pikiran saya. Orang Jerman menyebut timun jepang sebagai zucchini. Sebenarnya ini adalah timun jepang yang dipanggang.

Kok bisa? Penasaran ‘kan?

Nama sebenarnya tertulis dalam bahasa Arab yakni Kousa bil Bechamel. Untuk membuatnya pun agak mirip dengan lasagna. Husein, si pramusaji yang ramah melayani kami pun tak segan menjelaskannya pada saya, saat saya bertanya bagaimana pembuatannya.

Pertama, tentu anda harus membuat saus daging dulu. Daging sapi cincang ditumis bersamaan dengan bawang merah dan bawang putih cincang. Masak hingga berwarna kecokelatan selama kurang lebih lima belas menit.

Selanjutnya adalah menambahkan saus tomat, bubuk pala dan merica. Beri sedikit air dan didihkan hingga membuat daging sapi cincang matang.

Kedua, membuat saus béchamel. Caranya adalah cairkan mentega dalam panci dan tambahkan bumbu. Aduk terus sambil masukkan susu sedikit hingga saus mengental. Panaskan oven untuk memanggang.

Tahap terakhir adalah melumuri loyang dengan mentega. Lapisi dengan timun jepang yang sudah dipotong kecil. Kemudian lapisan selanjutnya, tentu daging cincang yang ditumis. Lakukan seterusnya hingga loyang terisi penuh. Tutup dengan saus bechamel. Panggang dalam oven hingga matang.

Karena piring berisi courgette telah habis saya nikmati, saya jadi lupa mengabadikannya dalam foto. Saya terlalu asyik mendengarkan penjelasan Husein. Courgitte biasa disajikan dengan nasi.

Apakah ini mirip dengan Lasagna?

Mesir (5): Hibiscus Tea, Teh Hitam, Teh Mint dan Kegemaran Minum Teh

Hibicus tea yang berwarna merah dan teh hitam yang berwarna cokelat gelap.

Ada hal menarik jika kita bertamu ke rumah warga Mesir, mereka memberi minum teh kepada tamu. Hal ini kerap saya dapatkan semisal saat bertandang ke rumah salah seorang warga di desa wisata di Assuan. Para tamu yang notabene adalah turis dari berbagai dunia, mendapatkan suguhan minuman teh dari si empunya rumah.

Teh Mesir.

Pengalaman lainnya soal minum teh adalah saat kami datang ke toko sovenir yang menjadi rangkaian tur. Sebelum seorang pria yang menjadi sales menjelaskan produk mereka, pria ini meminta rekannya untuk membawakan minuman untuk kami sebagai tamu yang datang. Dan minuman teh datang, kemudian pria yang notabene sales menjelaskan bahwa warna teh merah adalah teh karkadeh atau hibiscus tea dan warna teh gelap adalah teh hitam.

Penyambutan tamu dengan teh.

Tentang teh hitam, saya pernah membahasnya di link ini.

Pengalaman lain adalah di kapal wisata kami juga disuguhi teh mint setelah tiba di pintu utama kapal. Teh penyambutan ini diberikan ke tiap wisatawan yang menginap di kapal wisata sesudah kami seharian di luar melakukan pelesiran dengan suhu yang luar biasa panas. Anda bisa bayangkan suami saya tidak terbiasa minum teh dan beberapa jam di luar sudah membuatnya tak nyaman karena suhu yang sangat panas. Akhirnya dia terpaksa menerimanya. Saya jelaskan teh mint baik untuk kesehatan setelah kami berpanas ria di luar.

Teh memang baik untuk kesehatan seperti yang saya jelaskan di link ini. Siapa pun tak menyangkal itu.

Selain baik untuk kesehatan, warga di sini berharap kita akan kembali lagi datang ke Mesir karena kita sudah minum teh suguhan mereka. Itu barangkali alasan beberapa pasangan yang sudah senior dan berusia lanjut datang rutin ke Mesir sebagai liburan mereka. Mereka meninggalkan Eropa dan terbang ke Mesir untuk liburan.

Teh lokal yang berasal dari Mesir itu berwarna merah. Saya sendiri memilih minum teh hitam. Tetapi suatu kesempatan, saya mencoba teh karkadeh yang ternyata saya tidak suka rasanya. Mungkin beda selera, suami saya akhirnya memilih minum teh karkadeh daripada dia tidak mendapat minum sama sekali.

Begitulah keramahan warga Mesir bila menyambut kita sebagai tamu. Di kapal wisata pun, kami mendapatkan beberapa kesempatan tea time di teras kapal.

Jika anda suka minum teh, jangan lewatkan kesempatan mencoba teh karkadeh dari Mesir!

Mesir (4): Museum Buaya Berisi Mumi Buaya Ribuan Tahun Lalu

Museum Buaya berada di sebelah Kuil Ombo atau Candi Sobek. Sobek adalah nama salah satu dewa Mesir jaman dulu yang digambarkan berwajah buaya. Sobek diyakini pernah memerintah pada 2500 Sebelum Masehi. Sobek juga dipercaya penguasa air. Air bagi masyarakat Mesir adalah cinta. Bahkan mereka menyebut sungai nil adalah hadiah terindah warga Mesir. Bayangkan bahwa hujan hanya datang satu kali dalam setahun. Itu sebab air punya makna kehidupan sejak dulu.

Mumi buaya yang berusia ratusan hingga ribuan tahun.

Sudah hampir gelap kami tiba di museum buaya. Petugas jaga memeriksa tiket masuk dan mempersilahkan kami masuk. Tour guide kami menunggu di luar. Kami diperingatkan petugas jaga museum tidak boleh mendokumentasikan dengan kamera atau video elektronik. Kami hanya boleh menggunakan kamera telepon genggam, tanpa blitz. Karena buaya di sini sudah berbentuk mumi yang disucikan.

Telur hingga anak buaya yang dimumikan.

Setelah pintu masuk tampak 20 buaya yang sudah tak bernyawa di dalam etalase kaca. Kami melihat di luar kaca buaya-buaya ini tampak menghitam dengan ukuran bervariasi. Ukuran buaya mulai dari 4,3 meter hingga 2 meter. Buaya ini pernah hidup di lembah sungai nil. Kini buaya tersebut sudah berpindah habitat ke sungai selatan Aswan.

Kuil pemujaan dewa Sobek.

Buaya dianggap suci karena mewakili dewa Sobek, yang menguasai air. Di sisi lain, buaya adalah hewan vertebrata tertua yang pernah hidup di dunia. Usianya juga panjang.Di etalase lain, buaya tampak masih dimumikan dibungkus dengan kain. Terdapat juga kertas doa, namun sayang saya tidak mendokumentasikannya. Etalase lain menggambarkan perkembangan buaya yang sudah dimumikan juga. Mulai dari telur buaya, bayi buaya hingga buaya yang masih berusia beberapa bulan dalam etalase tersebut. Kunjungan museum yang singkat diakhiri dengan toko souvenir untuk turis. Selanjutnya, saya perkenalkan satu desa yang memperlihatkan buaya dan manusia bisa hidup bersama. Buaya dijadikan hewan peliharaan keluarga.

4 Kreasi Pudding Cokelat yang Bisa Menginspirasi Anda

Happy Sunday!

Due to my summer holiday, I am not able to give more ‘like’ to all my blog followers and visitors. Hope it informs you.

Keep in touch! Again thanks for reading my blog.

Siapa suka pudding? Siapa juga suka pudding cokelat? Jika ya, mari simak kreasi pudding cokelat yang mungkin bisa menginspirasi anda. Semua pudding ini saya dapatkan di kantin kampus di bagian dessert. Karena pudding ini tampak enak, saya sajikan untuk anda.

Pertama,

Saya melihat pudding cokelat dengan topping buah kuning dan krim kue. Saya tidak tahu nama buah kuning ini karena saya belum pernah melihat sebelumnya di Indonesia. Buah ini di Jerman biasa digunakan sebagai hiasan dan dekorasi pada makanan atau minuman. Buah ini tentu bisa dimakan, hanya saja rasanya asam. Saya sendiri tidak suka dengan rasanya tetapi saya suka pudding ini.

Pudding cokelat ini diisi selang-seling antara rasa cokelat dengan rasa vanila. Ini benar-benar enak dan manisnya pas, tidak berlebihan. Pudding ini tampak indah senada dengan krim kue yang berwarna putih pada lapisan pudding berwarna cokelat.

Kedua,

Bagi anda yang tergila-gila hanya cokelat saja, maka anda bisa memilih pudding berikut. Pudding ini hanya berisi pudding cokelat yang berasal dari cokelat kakao yang sebenarnya. Agar rasa pudding sedikit manis, ada krim kue yang diletakkan sebagai topping dekorasi. Ini membuat rasa pudding cokelat terasa sempurna enak. Yummy!

Ketiga,

Pudding cokelat ternyata tidak hanya berasal dari cokelat kakao saja. Pilihan lain adalah pudding berbahan kopi. Sepertinya ini tidak benar-benar murni pudding kopi, tetapi ada rasa susu krim yang membuat warna pudding tidak benar-benar cokelat gelap seperti dua pudding sebelumnya. Ada yang membuatnya tampak indah pada lapisan atas pudding, lapisan pudding vanila dan krim kue. Oh ya, ada dekorasi cokelat yang membuatnya menarik mata.

Keempat,

Pudding terakhir ini tampak seperti pudding berbahan kopi. Nyatanya ini adalah pudding cokelat, hanya saja tidak berwarna cokelat gelap seperti dua pudding sebelumnya. Pudding ini sama seperti pudding nomor 3. Hal berbeda adalah lapisan vanila berwarna putih menjadi lebih banyak sehingga terlihat indah. Untuk topping dekorasinya, ada cokelat yang berbentuk biji kopi. Semula saya pikir ini adalah biji kopi, ternyata ini adalah cokelat yang berasa manis.

Jadi, anda pilih mana?

Mesir (3): Kom Ombo Temple, Kuil Kuno tentang Buaya dan Pengobatan

Tampak depan candi.
Dari candi, senja tampak mempesona.

Tiba di perjalanan paket pertama di Luxor adalah Kom Ombo dan Museum Buaya. Karena dua tempat ini punya banyak cerita dan foto, saya buat terpisah. Kapal kami berlabuh di Kom Ombo dari Luxor menuju Assuan. Rupanya kami datang saat senja hari. Ini waktu yang tepat untuk berfoto manakala sinar matahari ke arah kuil tampak mempesona, dengan senja yang cantik. Petugas tur membagikan tiket masuk ke kami dan anggota rombongan. Tur kami dalam bahasa Jerman tepatnya.

Sisi dalam dengan pilar yang dibangun seperti pada kekaisaran romawi.

Harga tiket 100 Lira Mesir dalam mata uang lokal, ini sudah termasuk tiket masuk museum buaya yang letaknya di sebelah kuil.

Salah satu dinding candi, bagaimana peran domestik perempuan dan berbagai simbol bahan makanan jaman itu.

Tepat di pintu utama, tampak gerbang kuil yang mempesona dengan sinar matahari hampir redup. Jika tak salah, pintu utama kuil menghadap ke barat. Kami berhenti mendengarkan penjelasan petugas tur. Dinding kuil masih tampak jelas terukir berbagai simbol penuh makna. Di sisi gerbang utama ada lambang ibu, bapak dan anak, seperti sebuah keluarga. Namun wajah ayah dalam dinding tersebut tergambar buaya.

Sisi lain menggambarkan keluarga. Ayah bermuka buaya, di tengah adalah ibu dan paling kiri adalah anak.

Kuil ini terbagi dua bagian, selatan dan utara yang dibangun pada masa Ptolomeus. Di bagian selatan candi didekasikan untuk dewa Sobek. Itu sebab nama tempat ini dikenal kuil sobek. Sobek digambarkan sebagai dewa yang menciptakan dunia dan alam semesta. Di sini pula terdapat kuil pemujaan untuk Sobek.

Lalu mengapa difigurkan buaya pada wajahnya?

Masyarakat dulu di sini percaya bahwa pencipta semesta adalah inkarnasi dari hewan. Namun ada pula yang menganggap Sobek berubah wujud menjadi buaya setelah bertapa. Sebagian percaya melihat wujud buaya di pertapaan tersebut. Ada yang menganggap itu adalah Sobek yang berwujud buaya. Itu sebab masyarakat setempat tidak membunuhnya.

Apakah anda bisa menemukan figur proses persalinan hingga menyusui?

Untuk membuktikannya, di sebelah kuil terdapat mumi buaya yang sudah ada sejak 2600 tahun lalu, tepatnya ketika kuil ini berdiri sebelum Masehi. Buaya begitu dihormati dahulu oleh warga di sini sehingga wajahnya dirupakan di kuil ini. Bahkan ada satu desa di Assuan yang menjadikannya hewan peliharaan di rumah. Cerita tentang desa ini akan saya buat terpisah.

Lorong pengukur air.

Pada bagian utara terdapat pilar batu yang dibangun mewakili kekaisaran romawi Kaisar Marcus Aurelius pada masa sekitar abad 2 sebelum Masehi. Ada tampak keluarga, figur suami, isteri dan anak. Dahulu dewa digambarkan seperti keluarga. Namun pendapat lain mengatakan ini adalah saudara laki-laki Sobek yang juga berwujud buaya. Kuil ini sudah lama dibangun sebelum Masehi.

Kini kuil memang tinggal reruntuhan saja dan tampak tak utuh. Namun para peneliti dan arkeolog masih mengerjakan makna simbol dari kuil ini sebagai informasi terbaru. Juga para ahli pengobatan berusaha memecahkan simbol yang sangat bermakna sekali di sini. Contohnya anda bisa melihat bagaimana proses persalinan terjadi. Atau ada tertulis tentang manfaat buah almond bagus untuk kulit dan rambut. Lainnya khasiat resep mujarab yang bisa dimanfaatkan dunia pengobatan. Sayangnya semua masih tertulis dalam huruf mesir kuno.

Sebagian yang tersisa.

Sampai sekarang para ahli berusaha memecahkan teka-teki simbol yang tertulis pada candi. Dan pekerjaan itu belum selesai, yang didanai lembaga internasional.

Tur kuil berakhir pada lorong pengukur ketinggian air sungai nil. Dahulu belum ada ukuran yang berlaku sebagaimana mestinya. Di kuil ini ada lorong mengukur ketinggian air yang dibangun dari menara dengan ukuran berupa tangga. Tangga ini menjadi ketinggian sungai nil untuk mengantisipasi luapan sungai yang tidak dikehendaki.

Kunjungan berlanjut ke museum buaya yang letaknya bersebelahan. Cerita berlanjut!

Roti Baguette Panggang Itu Enak, Bisa Dikreasikan Pula

Kreasi pertama, roti baguette panggang rasa bawang putih.

Roti baguette pernah saya nikmati pertama kalinya saat saya berwisata ke Ho Chi Minh City. Di Vietnam sana, saya mendapatkan sarapan pagi roti baguette dan telur omelet. Lalu saya juga melihat ada jajanan street foods yang bentuknya seperti baguette. Rupanya itu sandwich asli Vietnam, namanya Bahn Mi. Bahn mi ini seperti sandwich yang bisa dinikmati di segala kesempatan.

Kreasi kedua, roti baguette panggang bersama daging cacah halus dan irisan kol halus.

Berbicara roti baguette, ada dua variasi yang mungkin bisa anda coba juga. Roti yang berdiameter sekitar 5 sampai 6 sentimeter ini, memiliki panjang yang relatif berbeda-beda tergantung kebutuhan dan selera. Ada yang membaginya menjadi dua bagian seperti hot dog dan sandwich. Ada pula yang mengirisnya seperti cincin. Kembali lagi, ini soal selera.

Saya memesan kedua roti baguette saat menghampiri restoran yang menawarkan layanan panggang istimewa. Segalanya dibuat dengan dipanggang.

Pertama, kreasi aneka roti baguette panggang dengan rasa. Saya memesannya rasa bawang putih. Ada semacam bumbu campuran antara bawang putih yang dihaluskan dengan butter atau mentega. Dipanggang hanya pada sisi putih roti. Panggang dalam suhu yang panas beberapa menit.

Selanjutnya, roti baguette seperti sandwich yang juga dipanggang. Untuk daging cacahnya sudah matang dan berbumbu sebelum disisipkan di roti baguette. Tambahkan di sisi putih roti sambil dipanggang. Setelah matang, beri acar kol halus yang diiris tipis dan halus.

Ini benar-benar enak. Saya merasa sudah cukup puas menikmati dua kreasi roti baguette di atas.