Mesir (2): Malam Pertama Menginap di Hotel, Malam Kedua di Kapal Wisata

Sunset di sungai Nil, kota Luxor.
Makan malam dari kapal wisata.

Tiba di Hurghada, bandara internasional, kami segera mengurus visa. Antrian begitu banyak mengingat pesawat yang kami tumpangi dari Jerman membawa turis yang hendak berlibur. Setelah urusan visa dan bagasi selesai, kami bergegas menuju pintu keluar.

Di petunjuk informasi agen tur kami dikatakan bahwa ada petugas tur yang menjemput. Ternyata seorang petugas biro perjalanan mengarahkan kami pada mobil mini van menuju hotel, tempat kami menginap malam pertama. Rupanya dalam mobil sudah ada turis-turis dari Jerman juga yang menuju ke hotel dengan jalur yang sama.

Dance performance sebagai program malam di hotel kami menginap malam pertama.
Buah jambu biji ada di Mesir.

Tiba di hotel, petugas resepsionis menyambut kami dengan ramah dalam bahasa Jerman. Karena kami sudah lapar, kami langsung bisa menuju lokasi restoran, tempat makan malam. Cerita soal makanan bisa dicek sebelumnya di sini.

Setelah makan malam, kami melihat sekelompok tamu hotel duduk di tepi kolam renang menikmati shisa dan menonton film di layar lebar. Kami melewatinya karena kami mendengar atraksi musik dan tarian yang lebih menarik. Lokasinya ada di amphiteater. Ini adalah amphiteater buatan hotel yang membuat tamu hotel bisa menyaksikan apa saja di panggung dengan bangku-bangku mirip stadion.

Perjalanan dari Hurghada ke Luxor.

Atraksi undian dari hotel hingga tarian mempesona kami sebagai tamu hotel. Kami jadi tidak bosan selama di hotel yang berada di tepi laut merah ini. Pihak hotel juga menyediakan aneka minuman seperti kopi, teh hingg cocktail gratis. Sedangkan minuman alkohol harus membayar ekstra. Tersedia juga gratis popcorn dan permen kapas sesuai permintaan.

Ini liburan malam pertama, kami sudah lelah. Padahal tidak ada perbedaan waktu antara Jerman dan Mesir di musim panas.

Masjid besar di kota Qena.
Melewati kota Qena.

Besok pagi kami harus berpindah kota dari Hurghada ke Luxor. Setelah makan pagi di restoran, ada mini van yang menjemput kami sebelum kami berpindah naik bis ke Luxor.

Kami menempuh perjalanan selama 5 jam dari Hurghada dengan menumpang bis ekslusif, tanpa khawatir kepanasan. Padahal suhu udara di Mesir mencapai 40 derajat celcius. Luar biasa kan!

Kami berhenti 30 menit di untuk istirahat dan ‘urusan toilet’. Sepanjang perjalanan, kami hanya menemukan padang luas yang berbatu dan gersang.

Bis hampir mendekati kota Luxor, tiba-tiba tour guide mengatakan bahwa kami tiba di kota yang cukup besar bernama Qena. Kota ini berada di selatan Mesir. Kami bisa mengamati bagaimana kehidupan masyarakat Mesir umumnya.

Setelah kota Qena, kami langsung menuju Luxor. Kota Luxor berarti kota yang terkesan lux karena terdapat istana raja. Kota ini dilalui sungai nil. Di sini kami akan melalui wisata sungai nil dan menginap satu minggu di kapal wisata.

Tampak desain lobby kapal menuju ke kamar.

Tiba di kapal wisata tujuan, pemandu tur sudah menyambut kami. Kami langsung mendapatkan kamar tidur dan bergegas mendapatkan himbauan mengenai panduan perjalanan selama kami di kapal.

Makan siang dan makan malam dilayani secara prasmanan. Malam ini kami berlabuh di Luxor. Dan selama tujuh hari kami menginap di sini, dengan fasilitas seperti hotel bintang lima. Di kamar mandi didesain ekslusif dengan bathtube misalnya. Atau dek atas terdapat balkon, kafe, kolam renang, klinik dan fasilitas lainnya akan diceritakan secara terpisah.

Advertisements

Makanan Khas Afrika (3): Tumis Hati Sapi ala Mesir

Nasi dan tumis hati sapi.

Waktu makan malam tiba. Kami masih dalam perjalanan dari bandara udara menuju hotel. Begitu tiba di hotel, tempat kami menginap pertama kali, kami sudah mencium aroma masakan. Maklum saja, kami sedang melalukan check in di resepsionis hotel yang ternyata letaknya dekat dengan restoran. Selesai check in, petugas mengarahkan kami untuk makan malam sementara barang dan koper kami langsung di antar ke kamar.

Aksi koki memasak tumis hati sapi.

Makan yang disediakan hotel itu sistim buffet, saya memilih yang saya mau. Tiba di giliran bagian daging, matanya saya tertuju pada aksi koki yang memasaknya penuh semangat berapi-api. Bayangkan saja aksinya ini membuat aroma masakan semakin menjadi-jadi. Saya pun lapar. Tertulis nama menu adalah tumis hati sapi.

Si koki tersenyum saat saya menyodorkan piring. Koki menjelaskan dalam bahasa Inggris 2 menit lagi. Saya pun menunggu demi tumis hati yang saya inginkan.

Piring pun terisi porsi tumis hati sapi yang saya inginkan. Ini berbeda dengan tumis hati yang pernah saya pesan di restoran Yunani. Cerita saya di cek di sini.

Segera saya mengambil nasi putih yang dimasak dengan gaya khas Mesir. Warna nasi pun tak putih seperti yang sering saya makan. Ada rasa dan bumbu yang dimasukkan di dalamnya. Ini seperti nasi berbumbu dengan warna cokelat terang. Tetapi ini bukan nasi goreng.

Kembali ke tumis hati sapi, ada warna cokelat kehitaman dari saus yang diberikan. Ini berasa sedikit manis gurih dalam sausnya. Sementara potongan hati sapi dibiarkan menyatu dengan potongan sayur. Ada wortel, timun jepang, paprika, daun capri dan bawang bombay. Rasanya sudah pasti mantap dan enak!

Ini mungkin bisa jadi ide anda memasak tumis hati sapi ala Mesir seperti yang saya ceritakan di atas.

Makanan Khas Jerman (59): Saure Lunge, Sup Paru Asam dan Sammerknödel

Saure Lunge yang saya beli di Ingolstadt, Jerman.

Suatu kali saya mengunjungi salah satu kota, dekat Munich untuk berbelanja yakni Ingolstadt. Tiba di sana adalah waktu makan siang. Segera saya dan suami mencari restoran yang bisa langsung melayani kami. Dipilihlah restoran citarasa masakan lokal, Bavaria.

Apa yang anda bayangkan jika anda memakan paru?

Saya pernah menikmati paru goreng yang kadang dijadikan cemilan di Indonesia. Tepatnya saya menikmati paru goreng khas masakan Jawa Timur bila saya memesan soto daging. Paru goreng itu gurih dan crunchy saat dikunyah.

Namun bagaimana jika paru tersebut dibuat dalam olahan masakan Bavaria? Penasaran ‘kan!

Bandingkan dengan menu sama yang disebut ‘Beschel’ di Austria.

Nama masakannya adalah saure lunge. “Saure” diterjemahkan dalam bahasa Jerman yakni “Asam” dan “Lunge” diterjemahkan menjadi “paru” begitulah kira-kira. Karena saya melihat nama masakannya terkesan asam, saya pun tidak memesannya. Suami saya memesannya karena konon saure lunge menjadi makanan meriah pada jaman dahulu di Ingolstadt.

Satu porsi saure lunge terdiri atas tumisan paru yang diberi saus khas seperti kebanyakan masakan Bavaria umumnya. Menurut suami saya, umumnya saus di saure lunge begitu kental dan terlihat seperti berkuah. Tetapi kenyataannya, saure lunge yang dipesan suami sudah tidak berkuah lagi. Beruntunglah saya tidak memesannya karena saya yakin pasti rasanya lebih asam.

Oh ya, saure lunge juga punya nama lain yakni Saurem Lüngerl. Di Austria, nama masakan ini kadang disebut juga beschel. Menurut saya, sup paru asam ini lebih enak rasanya yang saya pesan di Jerman. Bumbu saure lunge terasa asam manis, sedangkan beschel di Austria lebih banyak daun dillnya.

Untuk mereka yang rindu makanan ini tetapi malas membuatnya sendiri maka makanan ini juga bisa dipesan di restoran atau dibeli di supermarket dalam bentuk kemasan siap disajikan.

Saure lunge ini dimakan bersama sammerknödel. Bisa dikatakan sammerknödel semacam pengganti kentang atau roti untuk makanan tertentu seperti saure lunge ini atau schweinebraten. Sammerknödel dijumpai pada masakan di Jerman bagian Selatan seperti Bavaria, Austria dan sedikit Ceko.

Mesir (1): Begini Urus Visa Wisata

Selamat datang di bandara udara Internasional Hurghada, Mesir.

Akhirnya liburan musim panas tiba. Kami putuskan pergi ke Mesir tahun ini. Kami memang mengagendakan berangkat ke Mesir untuk merasakan sensasi wellness urlaub seperti yang pernah saya ceritakan di sini. Menurut suami saya, liburan seyogyanya tidak disibukkan dengan berbagai urusan ini itu yang membuat stress. Dia ingin bahwa kami bisa berlibur dengan rileks, santai dan membuat kita benar-benar merasakan liburan.

Sepakat! Saya pun harus urus visa Mesir di Frankfurt. Di Jerman, ada tiga tempat untuk mengurusnya dan yang terdekat dari lokasi rumah tinggal adalah Frankfurt. Meskipun begitu, saya dan suami harus menginap semalam di hotel di Frankfurt. Akhirnya saya pun menyambangi kota metropolitan Frankfurt untuk selembar visa.

Sebagai penduduk Jerman, suami hanya perlu visa on arrival. Dia membayar 30€ begitu tiba di pintu terminal kedatangan bandara internasional Hurghada.

Syarat visa yang diperlukan untuk saya adalah

1. Pas foto berlatarbelakang putih 2 lembar.

2. Formulir aplikasi yang bisa diunduh di website kedutaan Mesir atau datang langsung ke kantor pengurusan visa Mesir. Setelah formulir terisi, fotokopi sebanyak dua kali.

3. Agenda perjalanan dan booking hotel dari biro perjalanan dan fotokopi dua kali.

4. Paspor asli dan dua lembar fotokopinya.

5. Kartu ijin tinggal di Jerman dan dua lembar fotokopinya.

6. Lembar amplop tertutup (karena visa saya dikirimkan via pos yang terdaftar)

7. Terakhir, bayar visa sebesar 38€.

Mudah ‘kan?

Tiba di gedung konsuler Mesir di Frankfurt, kami disambut petugas jaga di depan pintu. Telepon genggam ditahan petugas. Kami pun ditanya tujuan kedatangan. Karena kami bermaksud untuk membuat visa wisata ke Mesir maka kami diberi kartu beraksara bukan latin. Kartu ini sebagai jaminan penahanan telepon genggam. Jika urusan sudah selesai, kartu diberikan kepada petugas untuk mendapatkan telepon genggam kembali.

Kami diarahkan pada bagian pengurusan visa yang dilayani secara manual oleh satu orang petugas. Kami pun berdiri mengantri.

Saat saya menyerahkan dokumen, tidak banyak pertanyaan dari petugas. Stafnya dengan ramah membantu saya untuk menyiapkan dokumen yang langsung saya lengkapi saat itu juga. Bahkan beliau menyarankan saya agar visa yang sudah selesai sebaiknya dikirim via pos, ketimbang menunggu dua hari kemudian.

Done! Visa selesai. Kemudian visa dikirim via pos dalam kurun waktu kurang dari lima hari.

Keren!

Tips,

  1. Datang lebih awal sehingga bisa melengkapi kekurangan yang diminta petugas.
  2. Siapkan dokumen sesuai tujuan anda.
  3. Berpakaianlah rapi dan sopan.

Nantikan cerita liburan saya ke Mesir selanjutnya!

Kreasi Sendiri (24): Variasi Panggang Sayur, Ikan, Udang Hingga Sosis

Kreasi panggang sayur dan sosis.

Musim panas hampir saja berakhir di Eropa. Sepanjang musim saya beberapa kali memanggang makanan bersama keluarga di hari Minggu. Di saat cuaca cerah, kami duduk untuk memanggang makanan yang menjadi percobaan saya. Ada sayur, ikan, udang bahkan sosis untuk diujicobakan rasa mana yang lebih enak jika dipanggang.

Seperti yang saya ceritakan alat panggang yang dibeli di sini, minim asap. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengganggu kenyamanan tetangga sekitar.

Untuk sayur yang dipanggang, saya pilih bumbunya yakni garam, sedikit merica, daun rosemary, sedikit daun basilikum dan sedikit olive oil. Ternyata ini cukup enak. Apalagi jika sayur dipanggang bersama sosis. Jenis sayurannya bisa timun jepang, irisan bawang bombay, jamur kancing dan paprika.

Kreasi sayur panggang dengan herb butter bersama udang panggang.

Namun terkadang, saya memanggang sayur hanya berupa irisan wortel, jagung manis dan kacang polong dengan bumbu butter yang berbumbu, yang disebut juga herb butter. Ini bisa jadi pilihan

Untuk sosis, pilih yang sesuai selera anda. Kali ini saya pakai sosis yang didalamnya ada keju. Jadi ketika dipanggang, ada keju yang melted. Rasanya yummy!

Selain sayuran dipanggang, kreasi lain yakni udang. Setelah udang dibersihkan dan dibuangnya cangkang dan ekornya, tusuk dalam satu bilah bambu. Bumbunya hanya garam sedikit saja. Agar sedikit berminyak, saya tambahkan sedikit minyak zaitun. Atau anda juga bisa mengoleskan mentega saja.

Fillet ikan salmon dan ikan dori panggang.

Lanjut, makanan panggang adalah ikan. Ketimbang ikan panggang yang saya lakukan di sini, saya lebih memilih ikan bakar seperti yang biasa saya makan di Indonesia. Ikan panggang di sini adalah daging ikan tanpa duri. Ikan panggang yang saya gunakan seperti tampak foto adalah ikan salmon dan ikan dori.

Untuk bumbu panggang ikan, saya cukup oleskan herb butter. Rasanya? Silahkan anda bayangkan!

Dari pengalaman kreasi diatas, semoga menginspirasi anda memanggang di rumah.

Selamat mencoba!

Begini Tradisi Hari Pertama Sekolah di Jerman

Lain negara lain kebiasaan dalam menyambut tahun ajaran baru. Beberapa waktu lalu pertengahan di bulan Juli, saya mengamati kesibukan teman-teman di Jakarta yang sudah punya anak usia sekolah. Mereka sibuk menyiapkan mulai dari pendaftaran sekolah hingga membeli keperluan sekolah. Pada akhirnya di hari pertama sekolah, mereka juga meluangkan waktu untuk menemani anak di hari pertama di sekolah. Itu di Jakarta.

Nah, bagaimana di Jerman?

Pengamatan saya di sini pun demikian. Beberapa kenalan para ibu-ibu yang punya anak usia sekolah pun sibuk mengurus keperluan perlengkapan sekolah. Bedanya, anak-anak bersekolah di sini tidak diwajibkan pakai seragam sekolah. Hanya saja, berbagai keperluan sekolah tentu ingin yang terbaik untuk buah hati mereka.

Di musim panas ini, toko dan supermarket juga dipenuhi pernak-pernik keperluan dan kebutuan sekolah. Kebutuhan sekolah tidak hanya disediakan di toko buku saja tetapi terkadang supermarket menyediakan promo khusus yang menarik pembeli. Ini termasuk perlengkapan dan kebutuan sekolah.

Tunggu!

Ada lagi yang berbeda, supermarket menyediakan schultüten. Bentuknya seperti yang anda lihat, terbuat dari material kertas berwarna-warni dan berbentuk kerucut. Semula saya pikir ini adalah topi yang akan dikenakan anak pada hari pertama di sekolah. Ternyata tidak.

Saya pun langsung bertanya pada suami, orang Jerman langsung yang pernah mengalami hari pertama di sekolah. Dia tertawa mengingat masa usia sekolah yang sudah lampau dilewatinya. Menurutnya, dia mendapatkan schultüte dipenuhi berbagai manisan yang diisikan di dalam tas kerucut tersebut. Jadi ini bukan topi, melainkan ‘tas sekolah’ istimewa di awal tahun ajaran baru di sekolah.

Bagaimana tradisi tersebut terjadi?

Warga Jerman memang mewajibkan anak untuk bersekolah dan mengenal pendidikan. Sekolah semacam sarana anak untuk mengenal kehidupan lebih baik lagi, tidak hanya sekedar bermain saja. Itu sebab orangtua dan keluarga dari anak yang bersekolah perlu mendukung anak bersekolah.

Bahkan saya sempat mendengar tradisi lampau, bahwa nenek, kakek, paman dan bibinya pun turut serta merayakan seorang anak yang sudah memasuki usia sekolah. Perayaan ini ingin mengingatkan kepada anak bahwa sekolah itu penting.

Simbol dukungan keluarga pada anak yang bersekolah, salah satunya adalah schultüte. Di ‘tas sekolah ajaib’ tersebut, anak dapat menemukan ‘keajaiban‘ yang dibawakan keluarga untuk mereka. Ada roti manis, gula-gula, cokelat, permen dan sesuatu yang manis yang dimasukkan dalam schultüte. Harapannya, sesuatu yang manis ini akan membangkitkan minat anak untuk bersekolah.

Pendapat lain, hari pertama di sekolah biasanya begitu menakutkan dan pengalaman yang tak menyenangkan bagi seorang anak. Dengan mendapatkan sesuatu yang ‘manis dan mengejutkan’ yang terbungkus dalam schultüte di awal hari pertama bersekolah maka anak akan mengenang pengalaman manisnya bersekolah.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga!

Makanan Khas Yunani (10): Daging Domba dan Buncis Dalam Kuah Kari

Ini iga daging domba dengan buncis dan irisan tomat hanya sebagai dekorasi.

Akhir pekan saya dan suami menyambangi restoran Yunani yang ada di sini. Awalnya saya ingin makanan iga bakar dimana saya pernah menikmati baguett panggang yang pernah diulas di sini. Ternyata suami belum sempat memarkirkan mobil, ternyata restoran sedang tutup. Akhirnya suami saya mengajak makan siang di restoran lain yang sama-sama mengusung kulineran grillen, letaknya tak jauh juga. Yups, masakan khas Yunani.

Setibanya di restoran khas Yunani, semua tamu memilih duduk di teras luar lebih banyak ketimbang duduk di dalam restoran. Kami pun dengan berat hati duduk di dalam restoran. Si pramsaji pun dengan sigap menawarkan menu dan pertanyaan, apa yang hendak kami minum?

Seperti biasa, minuman yang kami pesan datang bersama schnaps ouzo asal Yunani.

Souflaki yang dipesan suami.

Pesanan saya berupa iga domba bersama buncis berkuah kari. Iga domba ini dipanggang terlebih dulu, kemudian dijadikan satu dengan buncis yang berkuah kari kental. Saya suka. Iga domba yang saya nikmati benar-benar lembut dan kuah karinya meresap.

Saya tidak terlalu suka buncisnya yang sudah terlalu masak. Buncis yang saya suka adalah berasa crunchy. Ini juga tampak pada irisan tomat yang jadi pelengkap, terasa terlalu empuk dinikmati.

Salad.

Bumbu khas mediterania tampak terasa sekali dalam gigitan daging domba. Itu sebab, ada yang mengatakan makanan ini disebut kari mediterania. Namun ada pula yang menyebutnya donner, karena makanan ini berisi iga domba seperti donner.

Sedangkan suami saya, dia memesan makanan yang sudah diketahuinya dengan baik. Suami saya memesan souflaki yang pernah diulas di sini. Untuk kedua menu yang dipesan, kami mendapatkan salad khas mediterania.

Es Krim dari Italia, Mendadak Populer di Saat Musim Panas

Amarena rasa cherry.

Kepopuleren es krim di negeri empat musim selalu berlangsung di kala musim panas. Kedai es krim dari Italia begitu diminati warga, entah karena rasa atau dekorasi es krim yang dipenuhi buah yang memikat mata. Es krim yang dibuat orang Italia memang diakui enak oleh warga di sini. Padahal supermarket juga menyediakan es krim kemasan yang terjangkau harganya.

Banana split es krim.

Es krim bisa menjadi hal mewah ketika seseorang meraciknya istimewa yang dipenuhi paduan buah warna-warni mengesankan dan pesona dekorasinya. Namun es krim sederhana yang hanya berupa satu sendok rasa buah saja sudah cukup membuat hati senang. Entah mengapa es krim itu selalu punya magnet tersendiri yang menggoda siapa saja. Apalagi es krim buatan Italia, banyak orang sudah mengantri untuk membelinya.

Apakah benar es krim itu dari Italia?

Selintas itu pemikiran saya saat menikmati es krim di kedai milik orang Italia. Akhirnya saya pun mencari tahu sendiri tentang perjalanan es krim yang berasal dari Italia. Rupanya di Italia, es krim diperkenalkan oleh Marco Polo yang menjelajah dunia timur. Dia berhasil membawa ide es krim setelah dia mendapati es krim yang rasanya mempesona itu dari negeri Tiongkok.

Jika beli es krim seperti ini, biasanya harganya dihitung satu scoop es sekian Euro.

Bila ditelisik, es krim sudah ada lama di Tiongkok karena mereka berhasil membuatnya dengan enak dari olahan susu. Selain itu, di Tiongkok juga terjadi salju yang memungkin orang mengenal makanan dingin seperti es krim yang diberi rasa seperti sirup.

Setelah di Italia, es krim begitu mengesankan maka perjalanan es krim juga berlanjut seiring dengan migrasi. Bahkan muncul resep bagaimana membuat es krim yang enak seperti gelato misalnya. Gelato yang muncul di Italia pertama kali terbuat dari bahan alami sehingga lebih sehat. Gelato juga menggunakan bahan yang rendah lemak dan rendah kalori. Ini bisa menjadi rahasia racikan es krim dari Italia memang diminati warga di sini.

Selain rasa es krim yang enak, saya juga suka cara orang Italia menata es krim yang dibuat istimewa. Ada buah-buahan yang dipadupadankan dengan rasa es krim yang dipilih. Harga es krim satu porsi bervariasi tergantung dekorasi dan keindahan tampilannya. Namun jika musim panas tiba, bisnis es krim akan mendadak populer dan menguntungkan.

Klöppeln, Seni Pekerjaan Merenda dan Belajar Kehidupan

Apakah anda pernah belajar menjahit atau membuat pekerjaan tangan dengan benang dan jarum? Jika ya, saya perkenalkan satu pekerjaan yang mungkin serupa yakni klöppeln.

Saya sendiri pernah mendapatkan keterampilan menjahit saat saya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Saya bersekolah di sekolah katolik. Dahulu siswa laki-laki belajar keterampilan listrik dan siswa perempuan belajar keterampilan menjahit. Dari menjahit, saya belajar menekuni suatu pola dan berlatih kesabaran. Namun belajar merajut atau merenda, saya belum pernah melakukannya?

Bagaimana saya bisa mengenal klöppeln?

Melalui festival budaya yang diadakan rutin tiap tahun seperti yang sudah diulas di artikel ini, saya mendapati pameran budaya yakni klöppeln.

Salah satu contoh hasil karya klöppeln.

Di area pameran budaya yang menampilkan mode dan gaya pakaian dari waktu ke waktu tampak dua orang perempuan sedang membuat klöppeln. Tangan mereka begitu terampil memainkan benang membentuk suatu pola. Sedangkan mata mereka sibuk mengikuti pola yang menjadi acuan pekerjaan mereka. Di sisi lain, ada hasil karya mereka yang juga dipajang di situ. Saya pun mengamati.

Klöppeln ini semacam teknik pekerjaan tangan yang menggunakan benang dan kayu gelondongan yang dibentuk mengikuti pola. Jalinan benang harus sistimatis, berkaitan dan saling silang antara satu benang dengan benang yang lainnya. Tak mudah memang karena diperlukan ketelitian dan kesabaran. Jika kita sudah salah dan keluar dari pola desain, harus mencari letak kesalahannya.

Seni kerajinan tangan ini bermula dari Italia di abad 16. Di Jerman sendiri, pekerjaan tangan ini sempat populer bagi para perempuan sekitar abad 19.

Ada satu pelajaran menarik dari pekerjaan tangan ini. Salah satu oma menunjukkan hasil renda setengah jadi. Saya kagum mendapatinya sangat indah untuk variasi selimut. “sehr schön, Oma!” kata saya. Oma pun balas tersenyum.

Namun si oma menunjukkan lagi sisi balik renda, tampak rumit dan tak menarik. Dia pun berpesan bahwa sesuatu yang indah itu butuh proses dan ketekunan. Saya melihat satu sisi sebagai orang lain, hasilnya sangat indah. Sedangkan di sisi lain sebagai pembuatnya, dibalik hasilnya ada proses yang rumit dan tak mudah untuk dijalani.

Saya belajar saat itu juga bukan hanya soal klöppeln, pekerjaan merenda tetapi juga tentang kehidupan.

Rice Pudding, Manis dan Lembut Jadi Alternatif Sarapan

Rice pudding rasa strawberry.

Pertama kali saya mengenal rice pudding ini justru saat saya menginap di salah satu hotel di Bratislava, Slowakia. Waktu itu, saya melihat etalase makanan untuk sarapan pagi yang disajikan secara prasmanan. Saya pun mengambilnya sedikit untuk mencicipinya, barangkali enak. Itu pemikiran saya. Ternyata saya suka.

Kembali ke Jerman, kenalan asal Slowakia membawakan rice pudding saat bekerja. Katanya ini baik untuk mengganjal perut manakala kami berdua belum sempat makan siang dan masih banyak yang harus dikerjakan. Untuk kedua kalinya, saya mencicipi lagi rice pudding dan rasanya pun tetap sama-sama enak.

Sekarang saya jadi menikmati rice pudding di saat jeda makan pagi dan makan siang. Pasalnya, ini benar-benar nikmat saat ada break aktivitas. Atau ini biasa dinikmati sebagai sarapan pagi. Kandungan karbohidrat pada puding nasi baik untuk sumber energi. Selain itu, puding nasi ini juga rendah kalori karena biasanya susu yang digunakan untuk puding nasi sebaiknya susu rendah lemak. Ini baik dibandingkan produk olahan susu lainnya.

Kenalan asal Slowakia ini menjelaskan puding nasi bisa jadi alternatif alami untuk sarapan pagi jika suka. Dia suka membuatnya sendiri di rumah. Katanya, puding nasi sebaiknya menggunakan bahan alami seperti beras, gula, telur, susu dan sedikit garam. Untuk menambah rasa puding nasi, anda bisa menambahkan kayu manis, madu atau pisang yang dihaluskan. Bahan-bahan alami tersebut sangat baik untuk tubuh tentunya.

Dia menjelaskan pula, pudding nasi bisa disajikan dalam kondisi hangat saat musim dingin tiba. Hal menariknya lagi, pudding nasi bisa disimpan yang kemudian dikonsumsi di kemudian hari jika masih ada stoknya.

Sementara saat ini, saya masih menikmati pudding nasi dengan membelinya. Terbukti di kantin kampus beberapa minggu lalu menyediakan pudding nasi sebagai pilihan menu. Kadang saya juga membeli pudding nasi kemasan di supermarket. Satu mangkuk kecil pudding nasi sudah membuat saya kenyang karena satu cup bisa berisi 300 kalori.

Apakah anda sudah pernah mencoba pudding nasi juga?