Klöppeln, Seni Pekerjaan Merenda dan Belajar Kehidupan

Apakah anda pernah belajar menjahit atau membuat pekerjaan tangan dengan benang dan jarum? Jika ya, saya perkenalkan satu pekerjaan yang mungkin serupa yakni klöppeln.

Saya sendiri pernah mendapatkan keterampilan menjahit saat saya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Saya bersekolah di sekolah katolik. Dahulu siswa laki-laki belajar keterampilan listrik dan siswa perempuan belajar keterampilan menjahit. Dari menjahit, saya belajar menekuni suatu pola dan berlatih kesabaran. Namun belajar merajut atau merenda, saya belum pernah melakukannya?

Bagaimana saya bisa mengenal klöppeln?

Melalui festival budaya yang diadakan rutin tiap tahun seperti yang sudah diulas di artikel ini, saya mendapati pameran budaya yakni klöppeln.

Salah satu contoh hasil karya klöppeln.

Di area pameran budaya yang menampilkan mode dan gaya pakaian dari waktu ke waktu tampak dua orang perempuan sedang membuat klöppeln. Tangan mereka begitu terampil memainkan benang membentuk suatu pola. Sedangkan mata mereka sibuk mengikuti pola yang menjadi acuan pekerjaan mereka. Di sisi lain, ada hasil karya mereka yang juga dipajang di situ. Saya pun mengamati.

Klöppeln ini semacam teknik pekerjaan tangan yang menggunakan benang dan kayu gelondongan yang dibentuk mengikuti pola. Jalinan benang harus sistimatis, berkaitan dan saling silang antara satu benang dengan benang yang lainnya. Tak mudah memang karena diperlukan ketelitian dan kesabaran. Jika kita sudah salah dan keluar dari pola desain, harus mencari letak kesalahannya.

Seni kerajinan tangan ini bermula dari Italia di abad 16. Di Jerman sendiri, pekerjaan tangan ini sempat populer bagi para perempuan sekitar abad 19.

Ada satu pelajaran menarik dari pekerjaan tangan ini. Salah satu oma menunjukkan hasil renda setengah jadi. Saya kagum mendapatinya sangat indah untuk variasi selimut. “sehr schön, Oma!” kata saya. Oma pun balas tersenyum.

Namun si oma menunjukkan lagi sisi balik renda, tampak rumit dan tak menarik. Dia pun berpesan bahwa sesuatu yang indah itu butuh proses dan ketekunan. Saya melihat satu sisi sebagai orang lain, hasilnya sangat indah. Sedangkan di sisi lain sebagai pembuatnya, dibalik hasilnya ada proses yang rumit dan tak mudah untuk dijalani.

Saya belajar saat itu juga bukan hanya soal klöppeln, pekerjaan merenda tetapi juga tentang kehidupan.

Advertisements

Makanan Khas Asia (52): Tumis Cumi ala Kong Pao

Apakah anda bisa melihat bahwa daging cumi seperti terukir indah dalam tumisan?

Memasak cumi bukan hal yang mudah pada prakteknya. Saya sempat beberapa kali memasak cumi dan menjadikannya rasa cumi seperti ‘sandal jepit’ kenyal dan tak bisa dimakan. Saya ingin memasak cumi-cumi, namun apa daya, saya tidak tahu cara mengolahnya dengan benar. Saya salut juga jika ada yang memasak daging cumi-cumi dengan baik.

Daging cumi yang berbeda ukirannya, tampak indah dalam tumisan.

Kekaguman saya mencicipi cumi-cumi kembali pada selera masakan Asia. Baru-baru ini saya mencobanya di dua tempat yang berbeda. Cumi-cumi yang dipesan berasal dari dua restoran Vietnam yang berbeda, tetapi dua porsi pesanan saya tampak berbeda. Anda bisa melihat dengan jelas, bagaimana keduanya memiliki saus cokelat kehitaman yang sama? Ya, saus ini bernama kong pao. Itu sebab nama masakan ini adalah tumis cumi-cumi pakai saus kong pao.

Apa itu saus kong pao?

Saus kong pao berasal dari masakan yang berawal dari salah satu provinsi di Tiongkok. Saus ini berwarna cokelat kental dan pekat. Saus ini terbuat dari campuran sayur, kacang tumbuk, cabai dan sari daging ayam. Rasa saus ini gurih dan enak menurut saya. Saus ini pas dipadupadankan dengan aneka kuliner yang dikehendaki seperti tumis cumi dan aneka tumisan lain.

Seiring migrasi orang-orang Vietnam ke sini, muncul restoran yang menjajakan masakan khas Asia. Di restoran selera Asia seperti ini biasanya nama makanan dideskripsikan dengan detil dalam bahasa Jerman. Misal tumis cumi saus kong pao berarti cumi ditumis diberi saus bumbu kacang sedikit pedas bersama sayuran. Atau, makanan juga diberi visual gambar sehingga memudahkan pelanggan memahami makanan yang akan dipesannya. Untuk pemesanan, tiap menu makanan diberi nomor sehingga pelanggan bisa menyebutkan nomor pesanan kepada pramusaji, untuk memudahkannya.

Bagi saya, saus kong pao mengingatkan pada makanan sambal kacang yang kadang disajikan di pecel atau gado-gado. Hanya saja, bumbu saus kong pao berbeda sehingga berbeda pula rasanya.

Bagaimana menurut anda?

Festival Budaya, Gäuboden Volkfest 2019 di Straubing

Musim panas adalah musim perhelatan festival budaya yang hampir di adakan di tiap kota di Bavaria, wilayah tempat tinggal saya sekarang. Puncak festival budaya nanti saat Oktoberfest, akhir September di Munich. Volkfest, biasa disebut demikian dalam bahasa Jerman merupakan perayaan keriaan warga dengan bernyanyi, makan bersama, bermain dengan berbagai atraksi hiburan yang tersedia hingga menikmati bir yang membuat warga rileks berkumpul bersama. Itu adalah hasil pemahaman dan pengamatan saya selama ini.

Baru-baru ini saya dan suami datang ke Gäuboden Volkfest yang diselenggarakan tiap tahun di Straubing. Tahun ini sudah digelar sejak tanggal 9 sampai 19 Agustus di lokasi yang bernama Gäuboden di Straubing. Volkfest yang juga masuk terbesar di Bavaria, selain Oktoberfest juga berisi pameran. Pameran sendiri tidak hanya soal budaya Bavaria itu sendiri, ada juga kerajinan, industri rumahan hingga teknologi yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Total ada 16 gedung pameran disediakan panitia. Pengunjung pun puas, termasuk saya. Menurut saya, ini memang acara budaya terbesar setelah Oktoberfest.

Seperti biasa, jika acara Volkfest seperti ini anda akan menemukan banyak orang mengenakan pakaian tradisional untuk perempuannya adalah drindl dan laki-laki mengenakan celana lederhose. Tiap harinya ada berbagai macam hiburan yang disediakan panitia yang membuat pengunjung tak pernah sepi. Ini tampak dari ribuan mobil terparkir dan banyaknya bis yang difasilitasi untuk melayani pengunjung. Kami saja sulit mencari lokasi parkir karena begitu penuh di saat wiken dan hari libur.

Agar menarik bagi semua kalangan, tentu ada hiburan warga yang meriah terutama bagi anak-anak dan remaja melalui wahana permainan yang moderen dan menggembirakan. Tersedia aneka kuliner khas Bavaria, restoran dan kafe yang melayani pengunjung. Bagi para ibu seperti saya bisa membeli aneka perlengkapan rumah tangga dan hasil makanan industri rumahan. Lengkap!

Bagaimana sejarah Gäuboden Volkfest ini sebenarnya?

Dikutip dari laman http://www.bavaria.by yang menyatakan bahwa acara ini telah ada sejak tahun 1812. Ini merupakan festival budaya terbesar kedua di Bavaria. Dahulu ini menjadi acara pameran hasil produksi pertanian tahunan di sekitar Bavaria. Namun berangsur-angsur keikutsertaan pengisi pameran beragam, seperti tahun ini saja ada pameran produksi industri rumahan dan aneka teknologi yang membantu meringankan pekerjaan rumah tangga sehari-hari.

Gula Kapas atau Zuckerwatte, Manisnya Tak Lekang Waktu

Hasil jadi gula kapas yang saya beli.

Jika anda datang ke Jerman dan senang mengunjungi berbagai acara festival yang diselenggarakan secara musiman, maka anda bisa jadi mendapati gerai penjual manisan. Di lapak jualan manisan ini tersedia banyak permen, cokelat, es krim hingga minuman manisan yang digemari anak-anak. Namun ternyata ada saja remaja dan orang dewasa yang masih menyukai jajanan ini. Salah satunya adalah saya yang suka sekali membeli gula kapas setiap ada pameran. Jajanan ini mengingatkan saya pada masa anak-anak. Rasa manisnya memang menggoda selera.

Mesin penggiling gula kapas yang berputar saat pedalnya ditekan oleh si penjual, sementara tangan penjual memegang bilah bambu untuk merakit kapas yang dihasilkan dari gula yang sudah dimasukkan sebelumnya.

Terakhir kali saya membeli gula kapas di Indonesia ketika saya mengunjungi pasar malam di suatu kota saat saya sedang traveling untuk tugas kantor. Saya menghampiri penjual gula kapas itu dan memesan satu tangkai untuk saya sendiri. Setelah tiba di hotel, saya menikmatinya sendirian karena saya memang sedang ada tugas kantor. Gula kapas yang saya beli berwarna merah dan membuat lidah saya ikut berwarna merah. Tak sampai habis saya menikmatinya, kepala saya sudah pusing. Rekan kerja yang sama-sama traveling adalah ahli kima. Dia segera mengecek gula kapas yang saya beli. Dia katakan gula yang dipakai mengandung unsur zat perwarna. Itu sebab kepala saya pusing berdenyut.

Di Jerman, jajanan manisan ini disebut zuckerwatte.

Tetapi jangan pikir gula kapas di sini menggunakan zat perwarna! Tidak sama sekali! Saya tidak pernah merasakan sakit kepala setiap saya membelinya. Pun begitu, lidah saya pun tidak berwarna-warni sesuai warna gula kapas yang saya beli. Artinya, gula kapas di sini aman dan terjamin. Bahkan rasa gulanya pas, tak berlebihan dan bukan dengan pemanis buatan.

Di tiap festival, harga permen gula kapas berbeda-beda tergantung besar kecilnya acara tersebut. Festival di kota kecil terdapat gula kapas seharga 1,5€ begitu pun sebaliknya festival yang diselenggarakan akbar misalnya bisa mencapai 2,5€. Pastinya, harga gula kapas atau Zuckerwate dalam bahasa Jerman tidak melebihi 5€. Namun berapa pun harganya saya tetap membelinya karena rasa manisnya yang tak lekang waktu. Ini mengingatkan masa anak-anak saya yang indah.

By the way, darimana sih asal gula kapas itu sebenarnya?

Tak ada yang bisa menebak pasti darimana permen manisan ini berasal. Namun sebagian besar meyakini bahwa jajanan gula kapas muncul pertama kali di benua biru, Eropa. Hal itu disinyalir berasal dari mesin pemintal yang muncul di kala ada karnaval, festival dan keriaan lainnya yang diselenggarakan musiman. Pada masa itu manisan dikenal sebagai jajanan termahal bagi anak-anak. Hingga kini, anak-anak pun tetap menggemari jajanan yang lembut dan manis ini.

Ada yang menyebut alat mesin pemintal permen gula kapas telah ada sejak abad 15. Tetapi informasi lain menyebutkan, alat ini sudah dipatenkan sejak penemuan yang terjadi pada abad 19.

Dari masa ke masa bisa jadi telah ada penemuan yang membuat alat ini semakin moderen dan mudah dikendalikan. Bayangkan bahwa saya yang lahir dan dibesarkan di Asia masih menjumpai jajanan manisan yang sudah beratus-ratus tahun lalu telah ada di Eropa. Bagaimana pun manisnya gula kapas itu tak lekang waktu. Semanis masa anak-anak ketika kita penuh kegembiraan dalam dunia sederhana yang dikenal seorang anak.

4 Kreasi Sosis Mudah dan Simpel Dicoba

Sosis goreng pakai bumbu kari.

Sosis adalah makanan meriah di Jerman. Disebut meriah karena sosis begitu mudah ditemukan sebagai makanan istimewa yang tersaji eksklusif hingga jajanan murah yang praktis disantap di pinggir jalan. Sosis itu ada bermacam-macam di Jerman sehingga negeri ini kaya akan citarasa sosis. Itu sebab sosis menjadi satu kerinduan suami saat beliau harus berada di luar Jerman.

Nah, ada bermacam-macam kreasi sosis yang sudah saya santap di sini. Saya pun mengkoleksikan empat olahan sosis untuk anda agar terinspirasi untuk mencobanya. Mengapa? Pembuatannya mudah dan simpel sehingga siapa pun bisa membuatnya.

Sosis Goreng Berbumbu Kari

Sosis pertama yang dibuat adalah makanan populer yang disajikan di restoran eksklusif hingga jajanan street foods. Jika datang ke Jerman, anda wajib mencoba currywurst. Bahkan makanan ini sampai dibuatkan museum karena ini benar-benar populer.

Jangan pernah berpikir sosis berbumbu kari ini ditemukan di restoran India atau restoran khas Asia! Jangan pula memesan sosis bumbu kari di restoran India di sini!

Currywurst adalah sosis yang digoreng. Sebelumnya sosis diiris beberapa bagian agar minyak panas meresap ke seluruh bagian saat menggorengnya. Setelah matang, sajikan saus tomat merah dan bubuk kari di atas sosis. Currywurst selalu disajikan dengan kentang goreng.

Sosis Rebus dengan Roti

Sosis direbus dan dinikmati dengan roti termasuk makanan murah meriah yang mudah didapatkan di sini. Ini juga termasuk makanan praktis yang biasa disantap dalam segala kalangan usia. Sosis direbus dan dinikmati dengan roti ini bisa dimakan sebagai sarapan pagi, makan siang hingga makan malam.

Untuk merebus sosis ada tekhniknya. Pertama, air direbus hingga mendidih. Setelah air mendidih, masukkan sosis hingga terendam penuh ke dalam air. Masak dalam api kecil kira-kira 10-15 menit. Sebenarnya sosis ini sudah masak dan matang, memasukkannya dalam air panas hanya untuk membuatnya terasa crunchy saat dimakan.

Sosis dibuat Salad

Ternyata sosis bisa juga dibuat seperti salad. Sosis diiris tipis dan bentuknya sama, lalu diasamkan beberapa waktu sebelum disajikan. Makanan ini disebut wurstsalat dalam bahasa Jerman. Salad yang dibuat dari sosis ini biasa disajikan saat musim panas. Saya sendiri jarang atau bahkan tak pernah menemukannya saat musim dingin.

Sosis yang dipilih tertentu dan tidak semua sosis bisa dibuat salad. Setelah sosis diiris halus, siapkan racikan rendaman air salad. Ini terdiri atas air, irisan bawang merah, garam, gula, cuka dan sedikit merica bila suka. Setelah rasanya pas, rendam sosis dalam air salad selama satu jam dan masukkan dalam lemari pendingin bersama acar mentimun. Sajikan bersama roti.

Debrizener berbalut kulit pastry

Jajanan sosis terakhir sosis debreziner yang dibungkus blätterteig, dalam bahasa Jerman. Blätterteig ini disebut puff pastry, yakni kulit kue yang bisa digunakan semisal membuat kue pastel. Jajanan sosis ini katanya begitu berasal dari Hungaria. Sementara saya sendiri baru menemukannya di sini. Sosis yang dipilih juga hanya debrizener, saus rasa pedas. Sebelumnya, saya pernah membahas sosis ini di link ini.

Namun jajanan sosis debrizener blätterteig ini berbeda. Sosis debrizener dibalut kulit kue kemudian digoreng hingga berwarna kecokelatan. Itu tanda sudah matang. Kemudian sosis ditiriskan minyak panasnya. Lalu beri bubuk kari, sama seperti sosis pada nomor 1.

Selamat mencoba!

Malam Budaya Italia, Kuliner dan Kesenian yang Seru Dinikmati

Lagu berbahasa Italia yang dinyanyikan membuat pengunjung bergoyang caca.

Siapa pernah berkunjung ke Italia, setidaknya percaya bahwa kuliner di Italia itu lezat dan enak semua. Saya pernah mengulas kuliner Italia di link ini, saat saya berada di Italia yang dikenal dengan makanan-makanan enak di dunia. Syukurlah saya tidak sampai lama berlibur ke sana karena saya khawatir baju-baju yang saya bawa sudah tidak muat lagi.

Menikmati makanan khas Italia di Jerman bukan hal aneh. Anda akan mudah menemukan gerai pizza atau restoran khas Italia hampir di tiap kota di Jerman. Sejak kedatangan orang-orang Italia sebagai pekerja tamu di Jerman di era tahun 1950-an maka budaya Italia seperti melekat di sini. Tak hanya itu, Italia juga menjadi destinasi wisata saat orang-orang di sini ingin pergi berlibur.

Lihat antrian orang membeli pizza!

Dengan alasan di atas, digelar acara malam budaya Italia sekaligus untuk memeriahkan malam musim panas yang panjang baru-baru ini dilaksanakan di kota Pocking, Bavaria. Acara ini meriah yang diikuti berbagai kalangan tua, muda bahkan anak-anak. Begitu meriahnya acara ini karena diiringi aktivitas berbelanja hingga jam 22.00 malam hari. Ya, Pocking sendiri memang dijuluki Einkaufsstadt yang berarti Kota Pusat Belanja.

Tentunya malam budaya diiringi aneka kuliner Italia yang bisa dibeli di tempat. Pizza itu sudah pasti ada di sini. Aneka pasta dan bruschetta pun bisa anda jumpai. Makanan lain seperti crepes dan tiramisu juga tersedia di booth makanan manis. Makanan lain yang tak kalah menariknya adalah flammkuchen yang bentuknya mirip pizza dan dipanggang juga.

Flammkuchen.
Crepes.

Tampak antrian tiap booth makanan mengular. Sementara gerai es krim yang juga terbuat dari gelato khas Italia juga tak pernah surut pembeli. Pengunjung semakin padat manakala ada tayangan hiburan seperti grup band yang membawakan lagu berbahasa Italia. Pengunjung pun diajak berjoget caca, khas masyarakat Italia.

Di sudut pintu masuk dan keluar tampak booth biro perjalanan yang menawarkan paket liburan ke Italia. Ini seperti ide yang menarik untuk memperkenalkan publik tentang budaya dari negara tertentu seperti Italia dengan kuliner, lagu bahkan kesempatan berlibur. Mungkin saya hanya mengenal pizza saja, padahal ada banyak hal yang bisa diperkenalkan dari Italia.

Bagaimana menurut anda?

Kue Khas Jerman (9): Quarkbällchen dan Ausgezogene, Manis dan Simpel Untuk Dibuat

Kanan adalah kue Ausgezogene dan kiri adalah Quarkbällchen.

Kue-kue di sini tak selamanya dibuat dengan cara dipanggang dalam oven. Saya menemukan kue yang mudah dibuat bak donat jika saya mengamati pembuatannya. Atau kue Quarkbällchen misalnya, ini seperti roti bola yang berbalut gula pasir. Oleh karena itu, kedua kue ini layak saya bagikan kepada anda.

Pertama

Saya bahas kue roti bola ini yang disebut German fried cheese ball. Dari namanya yang disebutkan dalam istilah bahasa Inggris sudah terdengar jelas bahwa ini adalah kue berbentuk bola yang digoreng. Rasa manis kue roti bola ini berasal dari gula pasir yang dibalutkan di sekeliling permukaan kue. Warnanya cokelat tua adalah hasil roti yang digoreng dalam minyak panas.

Apakah ada keju di dalam pembuatannya?

Ternyata saat saya amati bahan pembuatannya, kue roti bola ini tak ada keju sama sekali. Bahan-bahan kue pun serupa dengan bahan pembuatan donat yang biasa ibu saya buat di Jakarta. Itu sebab menurut saya, kue roti bola ini cocok bila dijadikan cemilan sore hari bersama kopi di rumah. Jika donat dibuat dengan bulat dan diberi lubang di tengah, sebaliknya roti bola ini hanya dibuat seperti bola. Setelah matang, sisi bola dimasukkan wadah berisi gula pasir untuk bermandikan gula.

Quarkbällchen adalah kue tradisional Jerman yang kini hanya ditemukan di sebagian kecil toko roti. Kebanyakan kue ini juga didapati saat ada festival musim panas atau pasar malam menjelang natal. Alasannya, Quarkbällchen begitu mudah dibuat di rumah sehingga siapa pun bisa menyiapkannya.

Kedua

Adalah Ausgezogene, yang juga menjadi kue tradisional di Jerman. Kue ini juga digoreng dalam minyak panas keseluruhan, lalu ditiriskan setelah berwarna kecokelatan. Setelah minyak tiris, beri gula bubuk untuk disajikan di atas kue sebagai dekorasi. Rasa manis yang alami membuat kue buatan Oma ini memang enak disantap bersama kopi di sore hari.

Camilan kedua ini mengingatkan saya kala saya masih kecil di Jakarta. Ini adalah jajanan saya serupa kue donat yang diberi gula bubuk. Biasanya kue ini disukai anak-anak seperti saya karena kue ini manis dan rasanya yang sederhana, ketimbang kue tar yang biasanya berhias dengan berbagai macam manisan yang membuat saya tak suka rasanya.

Kue Ausgezogene ini memang menggoda selera lagi untuk menikmati gorengan ala Jerman. Jika anda suka, silahkan temukan resepnya yang berseliweran di internet! Buat kue sendiri di rumah menjadi lebih enak, karena anda bisa mengontrol bahan pembuatannya dan kadar gula sesuai yang dikehendaki.

Happy Baking!

The Wurzburg Residence dan Sekitarnya: Würzburg (2)

Begitu megahnya tempat ini, ada 40 kamar yang didesain istimewa.

Melanjutkan cerita saya yang melipir sebentar di Würzburg saat berkunjung ke Frankfurt, maka berikut ini tentang tempat terindah di sana yang bercirikan bangunan baroque. Bangunan ini disebut Würzburg Residence atau bisa juga disebut Bavarian Palace Adminstration. Begitu sampai di Würzburg maka bangunan bergaya baroque dan rococo ini tampak megah dengan ciri khas baroque yang mempesona di tiap detil kubahnya dan pola tumbuhan merambat khas neo-klasik.

Menurut informasi, the residence ini dibangun pada abad 18. Butuh dua puluh tahun lebih menyelesaikan kondisi infrastruktur bangunan dan butuh enam puluh tahun sejak pendiriannya untuk membuatnya sempurna dengan dekorasi interior. Itu sebab bangunan ini juga masuk menjadi situs warisan dunia dari UNESCO sejak tahun 1981.

Jika melihat keseluruhan bangunan, pemikiran saya benar bahwa bangunan ini mirip dengan kastil di Wina, Austria yang pernah saya ulas di link ini. Sepertinya Bavaria di era abad 18 ingin juga punya kastil yang lebih megah dari itu. Jangan heran pula begitu besar uang dikeluarkan untuk pembangunannya. Padahal Bavaria saat itu sudah punya Munich Residence yang juga sama megahnya.

The Würzburg residence itu sempat mempesona Napoleon saat Prancis menguasai Jerman. Konon Napoleon pun sempat tiga kali beristirahat di tempat ini kala ia mampir melewati Würzburg.

Begitu megahnya the residence maka anda bisa melihat di dalam interiornya yang indah hingga taman di sekitarnya yang luas. Sayangnya pada perang dunia kedua, bangunan ini pun tak luput dari korban perang.

Saya pun tak sampai menjejakkan kaki ke dalam. Saya dan suami hanya menikmati secangkir kopi di kafe yang masih dalam satu kompleks bangunan. Saya ingin foto keseluruhan bangunan, ternyata susah karena begitu besar dan megahnya bangunan the residence ini.

Di depannya kami bisa manfaatkan untuk parkir mobil. Dan tak jauh dari situ, ada pos informasi turis. Anda bisa memesan paket wisata keliling kota Würzburg selama satu jam.

Selamat berhari Minggu!

Membayangkan Sungai Jadi Pantai, Mengapa Tidak?

Untuk menunjukkan bahwa ini sungai, kita bisa melihat di seberang sana masih terjangkau pandangan mata.

Beberapa kali saya sudah mengulas bagaimana sungai bisa menjadi wahana aktraksi yang menarik. Sungai memang kondisi nature yang diciptakan Tuhan. Namun nyatanya ada saja orang yang kreatif yang membuat sungai menjadi bermakna. Sungai yang bersih, tak berbau dan ditata dengan penuh artistik tentu akan mengundang warga untuk menikmatinya.

Ada saung dari bambu juga.

Contohnya, sungai di Seoul. Di sekitar sungai, siapa saja bisa berkunjung secara gratis dan menjadi aktraksi kota saat ada festival lampion. Cerita saya di link ini.

Food trucks tampak belakang dengan pemandangan pasir putih.

Lain lagi, sungai dijadikan pilihan wisata untuk mengenali keindahan arsitektur kota. Sungai danube yang membelah kota Buda dan Pest di Hungaria menjadi pilihan saya dan suami untuk menyaksikan keindahan bangunan di sisi sungai. Cerita saya bisa ditemukan di link ini.

Serasa di pantai ya, padahal ini sungai.

Dan masih banyak cerita kunjungan saya ke sungai-sungai lain yang bersih dan bisa dinikmati warga.

Olahraga air pun bisa dilakukan di sini.

Masih soal sungai, kali ini saya ajak anda ke salah satu kota di Bavaria, yakni Vilshofen yang mengkondisikan sungai seperti layaknya pantai. Di sungai donau atau danube ini, pemerintah setempat mengkondisikan lahan yang tak luas, kira-kira sekitar 300-500 meter yang berada di tepi sungai sebagai wahana keluarga layaknya di pantai. Tak ada tiket masuk untuk menikmatinya. Gratis!

Menikmati es krim buatan orang Italia.

Di kala musim panas, atraksi di tepi sungai ini bisa menjadi pilihan warga untuk berjemur di bawah teriknya matahari. Apalagi musim liburan sekolah, beberapa keluarga membawa anak-anaknya merasakan keceriaan di sini. Belum lagi, di dekat situ ada arena bermain untuk anak-anak yang membuat anak-anak semakin betah. Saya melihat anak-anak bermain air, membuat pasir hingga tertawa merasakan keceriaan bersama orangtuanya.

Bagaimana mungkin sungai disulap jadi pantai?

Tepi sungai sekitar 500 meter diberi pasir putih seperti pantai. Lalu ada dua saung yang terbuat dari bambu seperti mengingatkan pada wisata di pantai-pantai di Indonesia umumnya. Di depannya ada kursi malas yang biasa digunakan di pantai. Ada juga kursi-kursi dari kayu yang dibuat artistik dengan pohon palma di dekat situ. Ini semua buatan, tetapi semua mengesankan layaknya di pantai.

Beberapa warga bisa melakukan olahraga air seperti kano, jetski dan yacht kecil. Sebagian warga lain tampak asyik duduk di kursi malas, untuk membakar tubuh. Mereka menikmati ice cream di tangan mereka atau minuman. Ya, di situ juga tersedia food trucks yang menyediakan makanan ringan, minuman dan es krim untuk pengunjung.

Apa saja hal menarik menurut saya?

  1. Atraksi pilihan warga di musim panas ini hanya berlaku sementara dan gratis buat siapa saja.
  2. Sungainya benar-benar bersih.
  3. Tak ada sampah. Jika pengunjung datang membeli makanan dan minuman dari food trucks, maka mereka secara sadar membawa kemasan ke tempat sampah yang tersedia.
  4. Tentu ini menjadi peluang usaha juga bagi pengelola food trucks.
  5. Atraksi ini bisa menjadi pilihan keluarga.
  6. Sebagai bentuk kesadaran warga masyarakat untuk menjaga sungai tetap bersih sehingga bisa dinikmati sebagai hiburan warga.

Dari cerita saya di atas, semoga ini bisa menginspirasi Indonesia yang kaya alamnya.

3 F yang Dilakukan di Hari Minggu di Sini, Apa Saja?

Menikmati waktu di hari Minggu.

Hari Minggu sangat berbeda di sini. Dibandingkan enam hari sebelumnya, pada hari Minggu banyak orang memilih untuk tidak bekerja. Jika pun ada yang mewajibkan untuk bekerja, biasanya ada kebijakan, pemberi kerja memberikan tambahan kompensasi sekian persen jika si pekerja harus bekerja di hari Minggu. Itu sebab hari Minggu menjadi hari istimewa. Di hari Minggu kebanyakan orang Jerman melakukan tiga F.

Apa itu 3 F?

Freizeit

Saya bingung mencari padanan kata Freizeit dalam bahasa Indonesia. Ini bisa diartikan sebagai waktu yang lowong dan bebas dimana kita bebas mengatur dan melakukan apa yang kita inginkan dan sukai. Dalam bahasa Inggris, freizeit bisa didefinisikan sebagai leisure time. Aktivitas ini bisa dikaitkan dengan hobi atau kesukaan yang menjadi minat anda. Bahkan jika tidur adalah kesukaan, silahkan juga dilakukan.

Freizeit bisa dilakukan bersama orang lain dan juga bisa dilakukan seorang diri. Ini adalah waktu yang bebas untuk melakukan yang diinginkan. Membaca bisa termasuk freizeit sebagai kegiatan personal. Atau, membiarkan diri dengan duduk di taman kota.

Freizeit juga dikategorikan berbayar dan perlu uang untuk melakukannya. Misalnya, nongkrong dan minum kopi di kafe bersama teman. Freizeit lain misalnya, pergi ke bioskop juga perlu uang. Namun ada juga freizeit yang digolongkan tak berbayar. Misalnya membersihkan rumah, berjalan di taman kota atau mengunjungi orangtua dengan bersepeda.

Mengapa biaya freizeit perlu diperhitungkan? Karena freizeit itu adalah salah satu kebutuhan yang patut masuk dalam anggaran kebutuhan juga. Meski freizeit tidak termasuk kebutuhan primer, tetapi anggaran freizeit perlu diperhitungkan. Anggaran freizeit juga ada dalam daftar biaya hidup (lebenshaltungskosten) di sini. Dan freizeit itu paling banyak dilakukan saat hari Minggu.

Familie

Jerman adalah negara yang termasuk memikirkan keluarga, atau family oriented. Di hari Minggu, banyak orang Jerman yang menghabiskan waktu bersama keluarga. Di saat mereka tidak bekerja, orangtua dan anak memanfaatkan hari Minggu untuk berbagi kebahagiaan satu sama lain. Ada yang berpergian ke suatu tempat seperti fun park atau rekreasi keluarga, tetapi ada juga yang menghabiskan kebersamaan di tempat-tempat umum tak berbayar yang biasanya menyediakan taman bermain anak-anak.

Ada yang mengatur acara keluarga di rumah seperti ngobrol, makan bersama atau nonton di ruang keluarga. Ketika enam hari lain mereka begitu sibuk beraktivitas maka hari Minggu justru dimanfaatkan hanya dengan orang yang intim seperti keluarga.

Freundschaft

Aktivitas lainnya di hari Minggu adalah Freundschaft. Pilihan lainnya adalah membangun pertemanan di hari Minggu, di saat tidak ada aktivitas studi dan pekerjaan. Ini bisa dilakukan dengan orang yang intim, artinya partner dan sahabat tetapi juga bisa dilakukan dalam kenalan yang punya minat sama.

Ada yang menghabiskan hari Minggu dengan ikut kelompok pesepeda ke suatu tempat, kelompok pejalan nord walking atau kelompok sukarelawan lainnya. Ada juga yang duduk di biergarten dan ngobrol bersama teman yang akrab, tetapi ada juga yang bermain seperti olahraga dan musik.

Apa yang biasa anda lakukan di hari Minggu?