Thunfisch Salad, Salad dengan Ikan Tuna: Makanan Khas Jerman (58)

Kembali lagi saya membahas salad yang tak pernah habis diulas. Saya tergila-gila makan salad mengingat suhu udara yang terik dan cocok untuk membuat tubuh tidak mengalami dehidrasi. Sebelumnya, saya sudah mencoba menikmati salad tuna dengan racikan khas masakan Italia di link ini. Tak hanya itu, saya juga pernah menyantap salad tuna dengan gaya khas Asia di restoran Vietnam di link ini.

Nah, kedua salad ini diracik dengan gaya berbeda tetapi salad tersebut tetap enak. Selanjutnya, bagaimana jika salad diracik secara lokal khas masakan Jerman?

Saya memesannya di restoran di rest area jalur bebas hambatan, tol. Anda pasti kenal nama restoran Jerman ini. Paulaner. Ya, di Jerman ada beberapa rest area di autobahn yang menempatkan restoran Paulaner untuk disinggahi. Restoran yang mengusung masakan Jerman ini memang bergaya moderen dengan masakan yang klasik, seperti salad yang dibuatkan untuk saya.

Untuk salad terasa enak atau tidak bergantung bagaimana juru masak membuatkan saus yang dicampurkan di antara sayuran segar di dalamnya. Saus salad ini menjadi rahasia dapur tiap restoran. Saus pada salad tuna ini terasa asam manis dengan sedikit saus tomat di dalam. Jangan lupa anda perlu mengaduknya agar saus salad tercampur aduk! Kadan9g kala ada restoran yang meletakkan saus salad sebagai topping, tetapi topping salad ini adalah potongan daging ikan tuna.

Apa yang membedakan salad khas Jerman adalah irisan bawang entah bawang merah atau bawang bombay. Sebagaimana anda perlu tahu bahwa bawang merah di sini berukuran besar, jadi jika diiris pun tampak serupa seperti bawang bombay. Irisan bawang merah segar itu menambah nikmat salad ini. Jika anda tak suka bawang merah yang sebenarnya tak terlalu menyebabkan bau mulut seperti bawang merah kecil, anda bisa memesannya pada pramusaji agar salad tanpa irisan bawang.

Tak hanya potongan sayur segar seperti daun salada air, wortel dan irisan tomat tetapi ada juga potongan telur yang bisa anda nikmati bersamaan. Tentu daging ikan tuna ini sudah ready to eat yang sudah matang. Rasa tuna dengan aneka sayuran bercampur satu di mulut. Ini enak!

Advertisements

Ketersediaan Rak Buku Terbuka, Satu Alasan Mengapa Tingkat Literasi di Sini Tinggi

Ilustrasi ruang tunggu di sini.

Ada banyak pengalaman yang menunjukkan bagaimana membaca itu adalah kebiasaan warga di Jerman. Dari sekian pengalaman, saya pilih tiga saja yang menarik untuk anda.

Pengalaman pertama.

Saat saya pindah, menempati satu hunian maka saya memerlukan perabotan perlengkapan rumah tangga seperti tempat tidur, meja, kursi, rak dan sebagainya. Setelah saya membelinya, saya berpikir bahwa nanti ada karyawan dari toko yang akan merakitkan untuk saya di kamar asrama. Ternyata tidak. Jika saya memerlukan bantuan karyawan toko maka saya harus membayarnya dengan sejumlah uang yang tentu saja mahal untuk ukuran mahasiswa saat pertama kali di Jerman. Lalu apa yang harus saya lakukan? Kata kasir toko, “Silahkan anda baca informasi bagaimana merakit barang yang anda beli!” Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya harus merakit meja belajar baru dari membaca buku petunjuk yang terselip di dalam produk.

Baca! Baca!

Pengalaman kedua adalah saat saya mengamati ruang tunggu di klinik, rumah sakit dan kantor pemerintahan. Mereka terbiasa menyediakan majalah, buku dan bahan bacaan ketimbang televisi. Dalam keheningan, orang-orang di ruang tunggu itu membaca bahan yang tersedia. Ruang tunggu saja sudah didesain supaya orang terbiasa membaca, ketimbang menyaksikan siaran televisi.

Kemudian, ada satu televisi yang diletakkan di dekat ruang tunggu, maka saya pun pindah ke situ. Saat saya tiba di situ, ternyata televisi itu adalah monitor berisi nomor antrian. Jadi informasi yang disampaikan bukan lagi lisan, melainkan apa pun yang tersaji di televisi tersebut adalah nomor antrian dan informasi singkat seperti berita dan sebagainya. Pengunjung pun dilatih untuk menyimak informasi tertulis ketimbang informasi lisan yang kadang membingungkan. Saya pun tampak malu bahwa itu bukan televisi.

Baca! Baca!

Salah satu rak buku terbuka di Frankfurt am Main.

Pengalaman ketiga adalah saat saya berada di Frankfurt am Main tempo lalu. Kota besar ini ternyata punya program “Offene Bücherschränke” yang sudah ada di beberapa titik. Program ini menyediakan rak buku permanen dan terbuka yang membuat siapa saja bisa meminjam, menukarkan buku dan memberikan buku. Buku-buku ini tentunya gratis, termasuk tidak ada biaya peminjaman seperti perpustakaan dan juga tidak ada harga yang didapat jika kita memberikan buku.

Jika dibuat dalam istilah bahasa Indonesia, ini semacam program rak buku terbuka dimana siapa pun berhak membaca buku yang tersedia. Bagi mereka yang ingin memberikan atau menghibahkan bukunya, tentu ini akan menambah koleksi buku dalam rak tersebut. Bahkan buku-buku yang tersedia di ruang publik seperti di area pejalan kaki, seperti yang saya temukan, maka kita bisa memanfaatkan buku tersebut sambil kita membaca kafe, restoran, atau di halte bis misalnya.

Program penyediaan rak buku terbuka ini sudah dimulai sejak tahun 2009. Tidak hanya pemerintah daerah yang berperan dalam melaksanakan program ini, keterlibatan sponsor bahkan perseorangan telah membuat program rak buku terbuka ini semakin luas lagi di titik-titik populer di Frankfurt am Main.

Begitu tiga pengalaman saya tentang bagaimana budaya membaca sudah menjadi kebiasaan bagi warga di sini.

Würzburg (1): Dom St. Kilian Dibangun Sejak Abad Pertengahan

Maket yang menggambarkan keseluruhan bangunan Dom St. Kilian.
Tampak dari bawah dua menaranya.

Saat kami berkendara menuju Frankfurt, kami berhenti sejenak di Würzburg. Kami sudah lama ingin mampir ketika kami menjejakkan kaki di Nürnberg, tetapi kami urung pergi. Kini saat kami hendak pergi ke Frankfurt, kami tiba di sini. Di kota Würzburg yang kaya bangunan romantik khas abad pertengahan atau medieval. Selain itu, kami bisa melihat perbukitan dipenuhi tanaman anggur yang cantik. Ya, Würzburg terkenal dengan produksi anggur juga.

Kami langsung menuju pusat kota, apalagi tujuan kami adalah Dom atau Katedral yang menjadi magnet wisatawan setiap singgah di tiap kota-kota di Jerman. Dom ini memang sudah menjulang dengan dua menara kembarnya dari kejauhan. Menara lancip khas gaya arsitektur gothik nampak jelas menghiasi gereja katolik ini. Konon gereja katolik bergaya romantik khas bangunan abad pertengahan menjadi ciri khas Dom Würzburg. Dom dengan gaya arsistektur tersebut termasuk terbesar keempat di Jerman.

Tampak samping gereja.
Dekat pintu samping gereja.

Ciri khas bangunan gaya romantik di Eropa yakni pendirian bangunan tersebut pada abad pertengahan. Gaya romantik tampak pada lengkungan setengah lingkaran atap gereja. Gaya arsistektur ini konon mendominasi Eropa pada abad 6 hingga 11 Masehi. Sementara Dom Würzburg dibangun pada awal tahun 1000 Masehi. Ini menjadi cikal bakal katedral, tempat bernaung uskup dan pusat administrasi gereja-gereja katolik sekitarnya di Würzburg. Kemudian abad 16, Dom mengalami renovasi mengingat jumlah umat yang bertambah dan munculnya gaya arsistektur baru di Eropa. Dom pun memiliki ciri khas gaya gothik dengan dua menara kembar tampak menjulang runcing.

Suasana interior dan dalam gereja.
Dekat pintu samping gereja.

Kemudian abad 18, sisi-sisi interior gereja diperbaharui dengan gaya baroque. Ternyata pembaharuan gereja tak berhenti di situ saja. Pada saat perang dunia kedua, gereja ini mengalami kerusakan di berbagai sisi akibat bom. Lagi-lagi gereja mendapatkan pembaharuan yang sempurna pada tahun 1967. Semua informasi ini lengkap diperoleh dari petugas informasi katedral, jika anda datang selaku turis dan membutuhkan panduan. Anda perlu bayar sekian Euro dan tentu banyak informasi bisa anda selami di sini.

Mengapa diberi nama Santo Kilian?

Nama santo Kilian memang tak begitu populer di telinga saya. Beliau berasal dari tanah Irlandia, yang pernah hidup sekitar abad 7. Setelah beliau selesai menyelesaikan studinya di Roma, beliau melanjutkan misi pelayanan di Würzburg, Jerman. Saat beliau datang, masih banyak warga di situ yang percaya pada berhala atau memuja pagan. Semasa hidup pelayanannya menjadi uskup hingga wafat, beliau memilih di Würzburg. Di sini pula beliau meminta dimakamkan. Perayaan santo Kilian diperingati setiap 8 Juli.

Akhirnya?

Satu yang pasti, kami datang kala Jerman dilanda suhu terpanas di musim panas. Suhu sekitar 41 derajat celcius saat itu membuat kami lelah menyusuri kota. Namun ketika kami masuk ke dalam katedral, rasa sejuk dan damai pun terasa. Rupanya tak hanya kami, banyak orang memilih merasakan sejuknya berada di rumah Tuhan. Setidaknya kami tak lupa untuk bersyukur bahwa selalu ada yang menarik di rumah Tuhan.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

Teh Hijau, Daun Mint dan Ketimun Dicampur Jadi Minuman Kala Musim Panas: Minuman (1)

Anda pasti sudah mendengar bagaimana Jerman dan sekitarnya terlanda musim panas yang sangat terik. Kamis lalu, saya sempat merekam suhunya dari penunjuk info di mobil saat mengendarai mobil. Saya tidak tahu tepatnya saya sedang berada dimana, tetapi suhu saat itu menjelang jam lima sore mencapai 40 derajat celcius. Ini benar-benar pengalaman musim panas terpanas dimana saya belum pernah mengalaminya di Eropa. Tetapi ini aneh, karena senin kemarin cuaca berubah menjadi 19 derajat saat jam dua siang. Tak ada yang bisa menebak cuaca saat ini.

Di tengah udara panas, saya menyambangi restoran yang mengusung makanan khas Afrika. Karena saya penasaran dengan kuliner ini, saya memesan makanan khas seperti yang saya tulis di sini. Namun untuk minumannya, saya memesan sesuatu yang berbeda dan belum pernah saya coba sebelumnya.

Minuman racikan restoran ini agak unik memang. Untuk pertama kalinya saya mencoba minum es teh hijau, dicampur daun mint dan irisan mentimun. Bagaimana rasanya? Anda pasti penasaran ‘kan.

Bagaimana membuatnya?

Pertama-tama teh hijau dari Jepang yang tepat disajikan. Lalu siapkan wadah yang sudah berisi air. Masukkan teh hijau bubuk dan daun mint. Beri sedikit perasan jeruk lemon. Jika anda suka manis, beri sedikit saja sirup tetapi ini hanya pilihan agar rasanya tidak pahit dari kandungan teh hijau. Setelah itu simpan dalam lemari es beberapa jam. Saat disajikan masukkan irisan mentimun dan beberapa es batu ke dalam gelas. Tambahkan mint sebagai hiasan.

Apa saja manfaatnya?

Manfaat minum teh saja, sudah pernah saya bahas sebelumnya di link ini. Di artikel tersebut anda bisa mengetahui manfaat teh hijau dan teh mint sekaligus. Namun bagaimana manfaatnya bila digabungkan menjadi teh hijau, daun mint dan mentimun sekaligus?

Saat saya mencicipi, ada rasa segar yang luar biasa enak. Beberapa batu es tampak mendinginkan minuman ini. Warna yang dihasilkan jelas hijau yang berasal dari daun mint, teh hijau dan mentimun itu juga. Ada rasa manis segar dalam minuman ini. Nikmat juga diminum saat musim panas begini.

Air mentimun adalah minuman banyak mengandung manfaat bagi kulit, mengatur tekanan darah dan baik pula untuk kesehatan tulang. Rasanya tepat jika saya meminum air mentimun saat panas karena minuman ini memberi kelembaban saat udara terik sekali. Begitu sederhananya air mentimun, anda bisa meraciknya sendiri di rumah. Hanya perlu segelas air, beberapa irisan mentimun dan sedikit perasan jeruk lemon. Simpan di lemari es sebelum menikmatinya!

Sedangkan untuk teh hijau sudah pasti baik sebagai anti oksidan melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas dan mengurangi penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Siapa pun mengakui manfaat yang diberikan teh hijau untuk mencegah penyakit seperti diabetes misalnya. Tentu teh hijau diminum tanpa gula.

Mint juga dipercaya mampu mencegah tubuh dari serangan flu dan mengurangi rasa sakit pada masalah pencernaan. Bahkan ada yang mengatakan mint dapat membantu menurunkan berat badan.

Dari sekedar minuman yang kaya nutrisi namun mudah dibuat, mengapa tidak dibuat sendiri di rumah. Toh, manfaatnya mengalahkan minuman non alamiah tentunya.

Selamat mencoba!

Schweinswürstlbraten, Sosis yang Dimakan dengan Sauerkraut: Makanan Khas Jerman (57)

Sosis ini dimakan dengan kentang rebus.

Jerman adalah negara dengan segudang jenis sosis. Jika anda datang ke sini, anda bisa pilih sosis vegan, vegetaris atau sosis original. Sosis juga diolah dengan dipanggang, direbus atau digoreng. Semua sosis diolah sesuai selera si pemesan. Bahkan ada pula sosis yang siap langsung disantap atau ready to eat. Bagaimana pun sosis itu disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan anda.

Atau sosis dimakan dengan roti.

Sosis yang akan saya bahas adalah schweinwürstl yang memang sosis berwarna putih keabu-abuan. Sosis ini memang berbeda ketimbang sosis yang umumnya kita tahu berwarna merah. Sosis ini hanya daging dan sedikit garam. Garam membuat warnanya berbeda yang biasanya kita kenal berwarna merah dan sejenisnya.

Untuk menikmati sosis ini, sosis ini digoreng atau sedikit dipanggang hingga berwarna kecokelatan. Jika sebagian sosis berwarna kecokelatan maka anda bisa langsung menyantapnya. Ada yang berpendapat anda bisa membuatnya berwarna kecokelatan dalam api sedang selama sepuluh menit.

Satu lagi, sosis ini juga berbeda ketika anda menyantapnya bersama sauekraut. Sauerkraut itu ibarat kimchi di Korea Selatan. Sauerkraut adalah potongan kol yang halus dan diberi fermentasi. Sauerkraut memang tepat menemani santapan sosis ini.

Tak hanya itu, sosis ini juga dinikmati dengan kentang rebus. Atau anda bisa juga menyantapnya dengan roti sammeln.

Lutherstadt Wittenberg (3): Destinasi Wisata Bersejarah yang Wajib Dikunjungi

Keliling kota Wittenberg dengan kereta ini yang memuat kapasitas 60an orang.

Untuk menutup kunjungan di kota Lutherstadt Wittenberg, berikut dijelaskan tempat yang menjadi tujuan wisata bersejarah melalui paket wisata yang tersedia. Kota Wittenberg menjadi salah satu destinasi wisata bila anda ingin tahu bagaimana sosok Martin Luther. Itu sebab kota ini tak pernah sepi dengan wisatawan dari pelosok Jerman dan berbagai belahan dunia. Pasalnya, Luther tidak hanya menjadi tokoh publik tetapi karya dan gerakannya pun sudah mendunia.

Patung Martin Luther di depan Frauenkirche, Dresden.

Kami datang ke pusat informasi wisata yang letaknya di depan Schlosskirche. Di sini terdapat toko sovenir dan paket wisata bersejarah keliling kota. Saya dan suami pun tak ketinggalan untuk ikut serta. Satu orang diwajibkan bayar 9€ dan mengikuti tur selama 1 jam. Dalam tur tersedia informan audio yang cukup jelas. Para wisatawan yang tertarik naik kereta terbuka yang cukup aktraktif.

Untuk schlosskirche atau All Saints Church dan museum Luther sudah dibahas sebelumnya. Silahkan anda cek!

Lalu apa saja yang bisa dikunjungi?

1. Markplatz

Dua tokoh gerakan reformasi gereja diabadikan di sini.

Markplatz dijumpai ada di hampir tiap kota di Jerman. Begitu pun di Wittenberg, kami melihat markplatz sebagai area perdagangan dan juga pernah menjadi saksi sejarah. Bagaimana pun markplatz adalah alun-alun kota, tempat strategis bertemunya penduduk kota. Anda bisa melihat area ini tak pernah sepi.

Area ini menjadi area perdagangan kota.

Ada patung Martin Luther di sini dan rekan seperjuangannya, Philip Melanchaton. Di sini pula anda bisa melihat bagaimana sejarah reformasi itu bermula. Alun-alun kota saat abad pertengahan menjadi tempat kampanye dimana banyak orang berkumpul mendengarkan seruan Luther.

Alun-alun kota juga terdapat toko, restoran kafe dimana anda bisa menikmati kota dengan santai. Kadang jika anda datang di waktu tepat maka ada konser musik atau pertunjukan kolosal di sini.

2. Lutherhaus

Tampak samping.

Ketika tour informan menyebut nama tempat ini, supir menghentikan kereta. Sebagian orang turun dan masuk ke gedung Lutherhaus. Beberapa turis baru masuk dengan mengantri satu per satu sambil menunjukkan tiket tur keliling kota. Rupanya anda perlu juga membayar tiket masuk ke Lutherhaus seperti umumnya museum.

Pintu masuk.

Lutherhaus adalah tempat dimana keluarga Luther tinggal dan menetap di Wittenberg setelah terjadinya reformasi gereja. Informasi dari tour guide bahwa kediaman keluarga Luther ini awalnya adalah biara karena bagaimana pun Luther itu pernah menjadi biarawan. Kemudian Luther mencetuskan protesnya dan biara pun diberikan untuk menjadi tempat tinggalnya. Di sini pula murid-murid Luther memahami gerakan yang diajarkannya. Bersama Katharina von Bora, Luther menghabiskan tahun-tahun awal gerakan reformasi di rumah ini.

Di sini pula anda bisa melihat bagaimana kamar pribadi Luther saat itu. Anda diajak untuk menyelami Luther dari tiap jengkal kediaman Lutherhaus.

3. Melanchaton Hause

Sebagaimana anda menyimak sejarah reformasi gereja abad pertengahan, bahwa Luther didampingi rekan seperjuangannya bernama Philip Melanchaton. Di rumah ini adalah kediaman Profesor Melanchaton tinggal dengan karya buah pikirnya hingga ia meninggal. Baru-baru ini rumah ini menjadi situs warisan dunia yang diakui UNESCO dan terbuka untuk umum.

4. Panorama 360

Di gedung moderen ini, kita bisa menjumpai visual teknologi yang menggambarkan kejadian abad pertengahan. Bangunan ini juga bisa disebut Luther 1517, sebagai memori gerakan Luther tahun 1517. Pengunjung bisa memahami dengan diajak seolah-olah anda larut dalam fenomena gerakan reformasi yang diusung Luther saat itu.

5. Gereja St. Maria

Setelah Markplatz, ada sebuah gereja tua bercorak cokelat. Ini adalah gereja Santa Maria. Di gereja ini Luther dan Katharina von Bora melangsungkan pernikahan. Luther yang semula biarawan memutuskan keluar dari kaulnya dan memilih menikahi seorang perempuan.

6. Haus der Geschichte

Tujuan selanjutnya adalah haus der geschicte. Di Jerman ada kota-kota yang juga memiliki haus der geschichte. Tergantung pada pendiriannya, haus der geschichte dibangun seperti layaknya museum. Di Wittenberg, haus der geschichte berisi tentang informasi kehidupan masyarakat setempat pada abad 20.

7. Hundertwasserschule

Terakhir adalah Hundertwassershule, dengan bangunan kubahnya seperti negeri dongeng. Untuk memasuki gedung ini, pengunjung perlu bayar tiket masuk. Ada tur tersedia sekitar 45 menit untuk menyelami segala sesuatu tentang sekolah yang dirancang oleh lulusan murid Luther.

Begitulah, hasil kunjungan singkat saya. Kota ini layak disinggahi bila anda tertarik dengan sejarah dan menyelami sosok Luther yang dikenal dunia. Kota ini juga ramah turis dan di banyak sisi terdapat area untuk menikmati kota secara moderen. Untuk mencapai kota ini, anda perlu menggunakan kereta dari Leipzig misalnya. Sementara kami berkendara dari Leipzig sekitar satu jam.

Lutherstadt Wittenberg (2): Menjelajahi Sosok Martin Luther di Museum

Tampak depan.
Data pengunjung dari berbagai belahan dunia.
Sebaran umat di seluruh dunia dalam data juga bisa disimak di museum.

Melanjutkan kunjungan saya di kota Martin Luther yakni Wittenberg, kali ini saya ajak anda menyelami bagian dalam dari gereja All Saints. Gereja ini disebut juga dalam bahasa Jerman Schlosskirche yang juga menjadi fenomenal karena tempat bersejarah terjadinya reformasi gereja. Tokoh yang merencanakan dan mengawali perubahan gereja ini adalah Martin Luther. Ini bukan hanya menjadi sejarah gereja saja, melainkan juga sejarah dunia yang penting untuk diingat.

Martin Luther dilahirkan pada 10 November 1483. Dia pula tokoh yang menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman, yang awalnya hanya dikenal dalam bahasa Latin. Setelah menempuh program doktoral Teologi di Italia, lima tahun kemudian ia protes terhadap kebijakan gereja saat itu. Kemudian 31 Oktober 1517, ia menancapkan 95 Thesisnya di pintu gereja All Saints atau yang juga dikenal Schlosskirche. Tahun 1525, Luther menikahi Katharina von Bora. Pada usia 63 tahun, Luther meninggal dunia.

Mengenali sosok Martin Luther, anda bisa datang ke Lutherhaus, dimana beliau pernah tinggal. Namun saya datang menjelajahi museum Schlosskirche yang juga menyimpan kronologis terjadinya reformasi gereja. Di gereja ini pula konon Luther dimakamkan bersama dua pengikutnya yang setia.

Untuk masuk ke museum ini ada bagian yang gratis dan ada bagian berbayar. Pada bagian gereja di dalam memperlihatkan umumnya gereja katolik di Jerman yang bergaya gothik. Sayangnya gereja ini sudah tak aktif dan dijadikan museum. Di sini ada benda-benda rohani yang masih terawat baik, meski sebenarnya dahulu ini adalah gereja katolik. Kini gereja ini menjadi pusat jutaan mata yang ingin tahu bagaimana terjadinya reformasi gereja yang terjadi lima ratus tahun lalu.

95 Thesis terbaca jelas.

Setelah puas berkeliling bagian dalam gereja, anda bisa melihat sisi luar gereja yang dibangun dengan informatif dan aktraktif bagi turis. Ada biografi Martin Luther dari kelahiran hingga kematiannya. Lalu juga isi Thesis Luther yang terbaca dengan baik dalam bahasa Jerman. Di sini pula ada data statistik sebaran gereja yang denominasi di seluruh dunia setelah terjadinya reformasi.

Altar.
Pengunjung yang tak pernah sepi.
Organ dan interior umumnya gereja bergaya gothik di Jerman.
Bagian belakang gereja.

Hal menarik lainnya, anda bisa melihat video dan audio dalam museum berbayar. Di depan pintu ada monitor data pengunjung yang mencatat kedatangannya. Saya adalah orang ke-79 dari Indonesia yang pernah berkunjung ke sini. Museum ini sendiri dibuka menjelang perayaan lima ratus tahun reformasi gereja tahun 2017 lalu.

Lutherstadt Wittenberg (1): Menyelusuri Lahirnya Reformasi Gereja di All Saints Church

Pintu gereja All Saints.
Tampak kelompok turis memenuhi depan pintu gereja.
All Saints Church sisi lain.

Sebelum saya menjejakkan kaki di Jerman, seorang pemuda yang aktif di salah satu denominasi gereja Kristen Protestan pernah menceritakan kota Lutherstadt. Dia yang saya kenal di tempat saya bekerja, berujar bahwa dia diundang untuk datang ke Lutherstadt Wittenberg untuk mengenal sejarah gereja Kristen Protesan yang menjadi salah satu dari agama-agama di Indonesia. Saya yang mendengar cerita dia pun menjadi antusias dan berharap suatu saat saya bisa berkunjung ke Jerman. Pada dasarnya saya senang belajar sejarah dan itu membuat saya memahami tentang proses kehidupan sesungguhnya.

Tahun 2017 lalu pada tanggal 31 Oktober di seluruh Jerman dijadikan hari libur. Hari libur ini tidak biasa karena ini dirayakan bertepatan dengan lima ratus tahun reformasi gereja yang diinisiasi oleh Martin Luther. Untuk menghormatinya maka pemerintah Jerman menjadikan hari libur sebagaimana pernah saya ceritakan di sini dua tahun lalu.

Setelah kami bermalam di Leipzig, suami menyanggupi mimpi saya untuk berkunjung ke kota Lutherstadt. Maklum saja saya tak pernah tahu bahwa mimpi pergi ke Jerman itu terwujud, termasuk menyelusuri Lutherstadt yang menjadi minat saya. Akhirnya selama satu jam lebih berkendara dari Leipzig ke Wittenberg, kami pun berkesempatan mampir.

Disebut juga gothic Schlosstor.
95 Thesis Luther yang terukir di pintu dalam bahasa Latin.
Salinan 95 Thesis yang bisa dibeli di toko sovenir.
Kini pintu itu disebut Thesentür.

Tempat pertama yang kami datangi pastinya adalah pusat informasi wisata. Rupanya letak tour information itu tepat persis di depan gereja All Saints Church yang menjadi sejarah dunia. Setelah kami mendaftarkan paket tur kota, kami pun menyelusuri bagian terpenting dari munculnya gerakan reformasi gereja yang dilahirkan Marthin Luther.

Sebagaimana anda tahu bahwa gerakan yang dibuat Martin Luther memberi dampak besar bagi gereja saat itu, tahun 1500-an. Jika anda pernah belajar sejarah tentang abad pertengahan di Eropa kala itu maka anda bisa paham apa yang melatarbelakangi Luther melakukan gerakan tersebut.

Gereja All Saints dikenal juga dalam bahasa Jerman Gothic Schlosskirche nampak jelas saat anda memasuki kota Wittenberg yang berada di tengah Jerman. Karena memang schlosstor atau gerbang kota itu dibuat pada abad 14 sebagai benteng pertahanan.

Kini gereja ini menjadi museum bersejarah yang didatangi jutaan wisatawan dari berbagai belahan dunia. Satu lokasi yang wajib didatangi adalah pintu kayu asli yang menjadi saksi bagaimana sejarah gerakan reformasi itu dimulai. Di pintu yang disebut Thesentür dalam bahasa Jerman itu pada tanggal 31 Oktober tahun 1517 Luther menempelkan 95 Thesis yang menjadi acuan bahwa gereja perlu direformasi. Itu sebab selalu ada kelompok turis berfoto dan mendengarkan penjelasan tour guide di depan pintu tersebut.

Karena perang yang terjadi berulang kali melanda saat itu, gereja ini pun tak luput menjadi korban perang dan kebakaran. Tampak sudut-sudutnya terbakar dan sedikit bekas renovasi. Abad 19 King Frederic William IV dari Prusia memperbaiki pintu ini menjadi bentuk sekarang. Pun pintu bersejarah itu pun beralih kayu yang semula kayu diganti menjadi perunggu sebagai monumen. Teks Thesis Luther pun terukir indah di sini dalam bahasa latin tentunya. Wisatawan yang ingin mendapatkan salinan Thesis bisa diperoleh di toko sovenir.

Gereja bergaya arsitektur gothik ini kini menjadi tempat reformasi memorial yang berhubungan dengan Martin Luther. Di sini Luther dimakamkan berdekatan dengan Museum Luther yang akan dibahas kemudian.

Nantikan cerita saya selanjutnya!

Begini Sarapan Pagi yang Jadi Kebiasaan di Jerman

Sarapan pagi saya sebagai contoh ilustrasi.

Beberapa waktu lalu saya mendapat pertanyaan via email blog, bagaimana sarapan pagi yang jadi tradisi dan kebiasaan masyarakat Jerman umumnya? Saya pikir ini bisa menjadi artikel menarik untuk diulas ketimbang menjawabnya via email.

Bagaimana pun sarapan pagi itu penting dan utama sebelum beraktivitas. Saya sudah kerap membahas tentang manfaat sarapan pagi sebelumnya. Silahkan anda cari di blog ini! Pastinya, sarapan pagi tidak hanya memberi energi mengawali aktivitas rutin namun juga menjadi sumber konsentrasi dan kreativitas. Anda pasti bisa membayangkan jika kita melewati sarapan pagi. Itu menjadi alasan bahwa sarapan pagi itu perlu.

Ada yang berpendapat bahwa sarapan pagi itu menyita waktu. Padahal itu semua tergantung bagaimana anda mengelola waktu dengan baik. Saya pernah mengulas masakan bergizi untuk sarapan pagi yang punya durasi kurang dari sepuluh menit untuk menyiapkannya. Intinya anda tetap harus menikmati sarapan pagi dan menganggapnya anda adalah seorang raja atau roti. Jika anda berlaku begitu, dijamin anda akan punya produktivitas yang optimal.

Sarapan pagi yang saya lakukan terbilang praktis. Ini berbeda sewaktu saya masih tinggal di Indonesia dimana saya tidak pernah menyiapkan sarapan pagi sebelumnya. Sedangkan sarapan pagi di sini, saya terbiasa mandiri dan dibantu suami menyiapkan sarapan pagi ala Jerman.

Orang Jerman terbiasa memulai sarapan pagi sesuai kebiasaan yakni roti yang masih fresh, kalt essen, butter, mentega, keju dan selai. Kalt essen adalah makanan ready to eat seperti sosis, ham, schinken, salami dan aneka makanan daging dingin lainnya yang siap disantap. Ada juga telur mulai dari telur rebus, telur mata sapi hingga telur orak arik. Kadang disertai salad dan daun-daun segar seperti timun, tomat, paprika dan sebagainya.

Untuk minuman saat sarapan pagi kembali ke selera masing-masing. Kami berdua minum kopi. Kadang saya menyiapkan kaffesahne agar kopi saya tidak terlalu kuat. Saya juga meminum air putih hangat dan lemon. Kami juga menikmati segelas jus jeruk di akhir sarapan.

Untuk buah saat sarapan pagi, kami biasanya hanya makan pisang saja. Karena pisang adalah buah favorit kami berdua.

Bagaimana sarapan pagi anda?

Mengapa Ambil Liburan di bulan Agustus?

Sejak beberapa minggu lalu pihak personalia di tempat saya bekerja pusing menentukan pembagian jadwal kerja di bulan Agustus. Kebanyakan karyawan mengambil cuti liburan musim panas di bulan Agustus. Saya akhirnya jadi paham ketika di awal kerja ditanya kapan saya biasanya menghabiskan liburan musim panas. Sejujurnya kami memang tidak melakukan libur musim panas di bulan Agustus sehingga hal ini tidak menjadi kekhawatiran. Sementara hampir sebagian besar karyawan di tempat saya bekerja meminta cuti di bulan Agustus.

Tentu anda bertanya, mengapa banyak orang-orang di Jerman senang memilih cuti untuk liburan musim panas di bulan Agustus. Akhirnya saya mencoba mencari tahu dengan bertanya kepada rekan kerja yang melakukannya.

1. Liburan musim panas

Negeri empat musim seperti Jerman itu serba salah saat dilanda musim dingin dan musim panas. Kala musim dingin, betapa sulitnya orang berpergian karena cuaca dan suhu yang tak nyaman membuat banyak orang memilih berdiam di dalam rumah atau ruangan. Begitu pun sebaliknya, saat terjadi musim panas seperti sekarang.

Tahun ini Jerman termasuk terlanda badai angin panas. Suhu pekan lalu bahkan mencapai 37 sampai 40 derajat celcius di wilayah tempat tinggal saya. Ada yang memilih meliburkan diri dan tidak berpergian, namun ada juga yang pergi ke tempat sejuk alias liburan. Puncaknya musim panas memang hanya enam minggu dan ini dimanfaatkan untuk rileks dan berlibur. Enam minggu itu termasuk di bulan Agustus. Jadi anda tahu alasan orang mengambil liburan musim panas.

2. Libur anak sekolah

Hal menarik libur agenda sekolah di seluruh Jerman itu berbeda-beda di tiap bundesland. Saya tinggal di wilayah Bavaria atau Bayern yang saya tahu memang Agustus sudah menjadi jadwal liburan anak-anak sekolah. Orangtua yang biasanya bekerja pun mau tak mau ikut serta libur di bulan Agustus agar bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan si buah hati. Kesempatan anak libur juga menjadi ajang momen istimewa orangtua dan anak. Orangtua bekerja mengambil cuti agar bersama si buah hati.

3. Promo dari Biro Agen Perjalanan

Saya juga melihat banyak promo paket tur liburan yang ditawarkan berseliweran di bulan Agustus. Paket liburan itu di sini tidak hanya ditawarkan oleh agen perjalanan saja tetapi ada juga dari pihak supermarket dan pihak lain yang menawarkan promo liburan. Momen liburan di bulan Agustus lebih gencar dilakukan karena musim itu menjadi high season di Eropa.

4. Bulan di tengah tahun

Kebanyakan orang-orang Jerman mengambil libur tahunan itu pada saat Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Momen akhir dan awal tahun menjadi ajang kumpul keluarga. Nah, untuk membuat jeda antara awal dan akhir tahun maka dipakailah cuti di bulan Agustus untuk berlibur sejenak. Intinya, orang-orang di sini merasakan pentingnya liburan sebagai jeda kesibukan rutinitas yang selama ini melanda. Bulan Agustus dipandang layak dipilih jadi cuti liburan musim panas karena ada di tengah tahun dan puncaknya musim panas.

5. Menikmati lamanya matahari bersinar

Musim panas itu memang paling asyik. Bangun pagi hari, matahari sudah bersinar. Jam delapan atau sembilan malam pun, suasananya masih seperti senja yang indah. Musim panas adalah hari yang panjang dan indah. Suhu yang hangat membuat orang senang menikmatinya dengan melakukan aktivitas di luar rumah. Itu tidak melulu dengan mengeluarkan uang untuk berlibur ke luar negeri. Rekan kerja saya yang lain mengambil cuti bulan Agustus karena dia ingin merenovasi rumah. Hal ini tentu tidak bisa dilakukan di musim dingin. Jadi lamanya matahari bersinar membuat orang senang beraktivitas, termasuk berkebun, berkemah, memancing bahkan merenovasi rumah.

Nah, itu tadi lima alasan yang saya temukan dari orang sekitar saya. Sebagian senang memilih liburan di bulan Agustus sementara ada yang senang juga mencari uang tambahan di bulan Agustus. Musim panas tidak hanya untuk liburan saja, tetapi bisa meningkatkan pendapatan bagi mahasiswa seperti saya. Untuk cari penghasilan tambahan di musim panas bisa dicek di sini.