Menjangkau Perbatasan Jerman – Austria

Salah satu negara yang berbatasan langsung dengan Jerman adalah Austria. Begitu dekatnya dengan Austria, sampai-sampai seperti tidak ada perbedaan yang mencolok dalam segi budaya. 

Antara Jerman dengan Austria dibelah oleh sungai yang besar, Inn. Lalu dihubungkan dengan jembatan kemudian di kota pertama yang dijejak di Austria adalah Schärding.  Schärding dikenal dengan sebutan Baroqstadt, kota yang banyak dipenuhi bangunan bergaya khas Baroq. Di sini banyak pula turis yang singgah menikmati tata kota nan lampau namun masih cantik hingga sekarang. 

(Jembatan penghubung antara Jerman dengan Austria, menjejakkan kaki pertama di Schärding)

(Kota Schärding, Austria)

(Seberang sungai adalah negeri Austria)

Advertisements

Parkir Berbayar Otomatis

(Ini kasir otomatis untuk bayar parkir yang tampak di suatu rumah sakit. Sumber foto: Dokumen pribadi)

(Ini salah satu Parkautomat 20 cents € untuk 30 menit. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Sewaktu di Jakarta, saya dan suami mampir di wilayah Sabang untuk membuat pas foto. Karena sudah lama tidak di Jakarta, saya lupa jika di Sabang berlaku parkir berbayar otomatis, entah apa namanya. Oopps, suami sudah terlanjur parkir, ya sudah, terima nasib bagaimana menggunakannya. 

Saat mau coba utak-atik mesin otomatis parkir atau Parkautomat, tiba-tiba ada bapak pengatur parkir datang membantu. Dia tanya keperluan saya. Pikirnya jika untuk pas foto, mungkin hanya lima ribu rupiah. Saya serahkan uang tersebut. Done!

Nah, di Jerman Parkautomat juga diberlakukan. Baru-baru ini stasiun televisi Jerman menayangkan liputan implementasi Parkautomat lalu kemudian meminta pendapat warga seputar hal itu. Ada yang suka karena lebih praktis. Ada pula yang tak suka karena terbiasa gratis dan sekarang harus bayar, dan sebagainya. 

Tidak semua area pakai Parkautomat, kebanyakan area pemerintahan atau publik yang ramai seperti rumah sakit, dsb. Jika bisa gratis mengapa harus bayar hahaha.. Jadi saya dan suami pun berebut cari lahan parkir gratis meski jaraknya jauh dari tempat yang dituju. Risiko ya?!

Misalkan 20 cents € untuk 30 menit, ada orang yang sudah terlanjur bayar untuk 30 menit kemudian pergi setelah 20 menit. Berarti masih ada 10 menit tersisa, kita bisa pakai juga 10 menit berikutnya gratis. Ini semua terlihat di penunjuk waktu Parkautomat. Biasanya urusan di sini tidak terlalu lama, lumayan gratis 10 menit hehehe…

Lalu bagaimana jika cuek dan tidak bayar, ‘kan di Jerman tidak ada petugas parkir yang cek alias semua berdasarkan kesadaran? Hmm… siapa berani berhadapan dengan polisi dan kena denda?! Jadi daripada kena denda lebih baik bayar. Polisi terbiasa memantau dan berpatroli.

Oh ya, ada pula sistim Parkautomat yang biasa di Indonesia perlu ada staff yang beri karcis. Di sini mereka yang akan parkir masuk dan ambil tiket otomatis. Kartu dari mesin parkir itu disimpan. Setelah selesai urusan, kita bayar langsung di Kassenautomat yang bekerja otomatis dengan memasukkan kartu parkir. Di situ akan tertera besaran € yang harus dibayar. Setelah bayar dengan jumlah sesuai, kartu parkir dikembalikan. Kartu tersebut digunakan untuk keluar area parkiran dengan memasukkan ke mesin otomatis.

Semua dilakukan secara swalayan dan otomatis. So, berapa banyak karyawan yang dihilangkan di sini? Petugas pemberi karcis, petugas jaga + pengatur parkir dan petugas yang jadi kasir penerima uang. 

Begitulah cara kerja parkir berbayar otomatis yang saya ketahui. Dengan menjamurnya kendaraan, retribusi parkir menjadi sumber penerimaan yang lumayan besar jika dikelola dengan tepat.

Saya jadi ingat sewaktu masih kuliah di Jakarta, sempat membantu jadi Note-Taker FGD tentang perpakiran di Jakarta sekitar tahun 2000-an. FGD ini diselenggarakan oleh NGO. Nah, di sini saya paham bahwa retribusi parkir merupakan pasokan uang harian yang lumayan besar. Itu kira-kira 10 tahun-an lalu, kebayang jika dana parkir bisa dikelola dengan baik untuk pembangunan bersama.

☆ Foto menyusul…

Pork Knuckle ala Jerman: Schweinshaxe

Sumber foto: Dokumen pribadi.

Nama makanannya susah disebut ketika berkunjung ke restoran Jerman, namun bila makan di restoran Jerman di Asia, mereka akan menuliskan nama makanan dalam Bahasa Inggris berikut penjelasannya. 

Yups, pork knuckle atau Schweinshaxe, ini semacam daging babi bagian paha atas yang dipotong khas oleh si tukang daging dan dimasak agak lama oleh si tukang masak. Bingung ‘kan? Malahan di restoran Jerman di Asia yang pernah saya datangi menuliskan pesan kepada pengunjung untuk memberi kabar dua jam sebelum kedatangan bila ingin memesannya. Wow! 

Anda penasaran betapa lama melumuri bumbu hingga meresap ke dalam dagingnya? Makanan ini memerlukan keahlian tukang potong daging yang handal sehingga pas dan sesuai ukurannya dan pemasakannya pula. Anda juga memerlukan pisau di tangan kanan seperti layaknya menyantap steak. 

Pork Knuckle tepat disajikan dengan German Dishes seperti mashed potato, kentang rebus atau pomes. Biar serasa seperti orang Jerman, pesan juga bir untuk menemani makannya. 

Mashed Potato atau Kentang Tumbuk: Kartoffelbrei Makanan Khas Jerman (4)

Cara memasak kentang tumbuk. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Jika makanan pokok Indonesia adalah nasi maka di Jerman ada kentang dan roti. Selain Kartoffelsalat atau salat kentang, lalu ada pomes, kentang goreng ala Jerman dan Bratkartoffeln. Nah kali ini saya mau berbagi pembuatan kentang tumbuk atau yang biasa dijumpai di restoran adalah mashed potato

Di Jerman, kentang tumbuk dikenal Kartoffelpürre atau Kartoffelbrei. Untuk kentang tumbuk pertama, sederhana tanpa seledri dan bawang putih. 

Bahan-bahan yang diperlukan:

1. Kentang 

2. Krim

3. Susu cair

4. Garam

5. Butter

Cara memasak:

1. Kupas kentang menjadi halus. Lalu rebus kentang dalam panci hingga posisi kentang tenggelam. Rebus selama 30 menit. Biasanya saya tambahkan garam sedikit dalam air. 

2. Tiriskan kentang setelah 30 menit dari air. Masukkan dalam wadah dan hancurkan kentang dan kemudian tambahkan butter,  krim sedikit dan susu cair sedikit. Hancurkan kentang bersama-sama hingga halus. 

Kentang tumbuk dengan daging panggang sederhana ala saya. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Aha!! Kentang tumbuk sudah disajikan bersama daging panggang sederhana ala saya. 

Selanjutnya, kentang tumbuk berbumbu. Ini biasanya jika tak ingin kentang tumbuk yang berasa hambar, ada bisa tambahkan seledri dan bawang putih. Agar tidak terlalu kental, saya hilangkan krim, hanya tambahkan susu cair sedikit saja agar mengental. 

Cara memasak:

1. Kupas kentang hingga bersih. Rebus dalam panci hingga kentang tenggelam selama 30 menit. Tambahkan garam saat merebutnya. 

2. Tiriskan kentang dari air. Taruh dalam wadah. Hancurkan bawang putih yang sudah direbus sebelumnya. Lalu masukkan bawang putih yang sudah dihaluskan dalam kentang. Masukkan susu cair sedikit dan butter. Hancurkan kentang bersama bumbu-bumbu tadi. 

3. Terakhir sebelum disajikan, letakkan irisan seledri dalam adonan kentang tumbuk. 

Voilla!! Kentang tumbuk dengan bola daging. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Aha!!  Kentang tumbuk siap disajikan bersama bola-bola daging. 

So, mudah bukan? Happy Trying ya! 

Fleischpflanzerl ala Bayerische: Makanan Khas Jerman (3)

Disajikan saat hangat dengan kentang tumbuk atau mashed potato. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Fleischpflanzerl dengan sayuran yang dihangatkan dulu di microwave kemudian ditumis sebentar di wajan.

Atau disajikan dengan sayuran rebus juga cocok. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Makanan khas Jerman satu ini boleh dibilang seperti Frikadelle atau perkedel daging, bahkan dalam bahasa Inggris disebut semacam meatballs. Ada banyak ragam cara membuatnya sesuai asalnya seperti yang saya buat ala Bayerische. Lalu juga bisa dicampur juga dengan bahan-bahan lain sesuai selera misalnya seledri atau paprika bahkan cabe bubuk. 

Kebetulan saya akan membuatnya sesuai bahan yang ditemukan dalam kulkas. Murah, mudah dan pastinya mengenyangkan. Dijamin anda pasti bisa memasaknya! 

Ini dia bahan-bahan yang diperlukan:

1. Satu baguette atau roti Perancis yang tidak berasa manis dan sudah lama (bukan yang masih fresh dari oven) 

2. 100 ml susu cair

3. 150 gr-200 gr daging giling sapi 

4. 1/2 Bawang bombay yang diiris halus

5 .Oregano secukupnya, seujung pisau atau setengah sendok teh. 

6. 1 telor

7. Garam dan lada secukupnya. 

8. 3 sendok makan butter 

Ini dia penampakannya saat digoreng. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Cara memasaknya sebagai berikut:1. Potong roti baguette seperti dadu-dadu kecil. 

2.Panaskan 100 ml susu di panci kecil. dan masukkan  roti baguette yang sudah dipotong ke dalam susu, lalu tutup dan singkirkan. 

3. Siapkan wadah dan masukkan daging giling ke dalam. Masukkan satu buah telur dan campur dengan  daging. Masukkan garam, lada, irisan halus bawang bombay dan oregano secukupnya ke dalam adonan. 

4. Ambil adonan nomor 2 dengan memeras adonan dari susu dan sobek roti tersebut menjadi lebih kecil kemudian masukkan dalam adonan nomor 3.

5. Jika semua sudah ada dalam wadah, hancurkan adonan nomor 3 yang berisi roti yang dihancurkan pada nomor 4 dengan kedua tangan. Rasakan dengan kedua tangan bila adonan sudah menjadi hancur sehingga siap dibentuk. 

6. Bentuk adonan bolak balik seperti bola lalu pipihkan dengan sodet kayu. 

7. Panaskan 3 sendok butter dalam wajan panas. Lalu masukkan adonan yang sudah pipih selama 15 menit dalam wajan panas dengan api yang sangat kecil. 

8. Aha! Fleischpflanzerl ala Bayerische siap dihidangkan bersama mashed potato

Masakan ini siap disajikan untuk dua porsi. 

Tips dari saya:

1.Pastikan tangan anda tidak basah atau lengket saat membuat adonan bola-bola bilamana tidak maka adonan tidak terbentuk! Jika tidak suka pipih, bisa juga seperti bola-bola. 

2.Agar tidak gosong, bolak-balik adonan tersebut saat dalam wajan. Pastikan bahwa memasak dengan api kecil. 

3. Jika ingin pedas, bisa masukkan bubuk cabe atau paprika saat membentuk adonan. 

4. Makanan ini juga bisa disajikan dengan salad kentang atau Kartoffelsalat

ICE, Kereta Cepat Jerman Punya WiFi 

Jika anda sebagai traveler, kini tak perlu ragu lagi jika ingin tetap eksis di dunia maya selama di kereta. 

Sumber foto: Dokumen pribadi.

Pasalnya tahun 2017 ini, Jerman akan membuat koneksi internet yang cepat untuk mereka yang menggunakan kereta cepat, ICE. Meski sudah dimulai dari tahun 2016, pengadaan wifi konon masih terbatas pada beberapa kursi penumpang saja. 

Seperti yang dirilis dalam berita thelocal.de dikatakan bahwa Jerman akan mulai menyamai kecanggihan teknologi negara lain dalam menyediakan layanan wifi di kereta tercepat mereka ICE. 

Kereta cepat seperti yang pernah saya pernah ulas sebelumnya ini, akan menyediakan koneksi internet tanpa batas bagi para penumpang kelas satu. Namun untuk kelas lainnya, penumpang yang terhubung internet masih memiliki kapasitas limit data. 

Tentu ini menjadi hal menarik bagi mereka yang ingin tetap terhubung dengan internet untuk bekerja atau berwisata. Menarik ya! 

Mengapa Rumah di Jerman Punya Banyak Jendela? 


Rumah di Jerman dari kejauhan. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Ketika saya dan suami memutuskan berumah tangga, kami sepakat untuk tinggal di suatu kota dengan menyewa sebuah rumah. Saat memilih rumah, suami saya sangat concern untuk memperhatikan sirkulasi udara rumah. Ciri rumah tersebut adalah banyaknya jendela dalam setiap ruang. 

Yup, jika saya amati rumah-rumah di Jerman memiliki jendela yang banyak. Bahkan jendela-jendala itu tidak hanya untuk sirkulasi udara namun pencahayaan yang bagus, pendapat suami. 

Berbeda di rumah saya di Jakarta, rumah kami tertutup karena ada AC sebagai pendingin ruangan. Begitu pula, jendela juga tidak banyak. Selain itu, hasil kunjungan saya ke beberapa rumah adat di Indonesia, rumah tradisionalnya dibangun bahkan ada yang tanpa jendela. Mereka melakukan apa saja termasuk memasak di dalam rumah tanpa dibiarkan asap keluar rumah, hanya melalui pintu masuk atau pintu keluar saja. 

Begitu saya dan suami memilih rumah, jendela sebagai pencahayaan dan sirkulasi udara menjadi penentu. Maklum tidak banyak rumah yang memiliki pendingin udara, jadi perlu membiarkan udara masuk agar terasa nyaman dan adem. Rumah di Jerman memang harus memiliki penghangat ruangan atau Heizung yang dimanfaatkan saat musim dingin tiba.