Bussi-Gesellschaft: Cium Persahabatan ala Orang München

Tiba hari yang ditunggu, saya janjian sama mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Jerman, kebetulan lagi mampir di LMU München untuk beberapa bulan. Kami bertemu di Galerieinkazentrum, seperti pusat perbelanjaan untuk makan siang sambil ngobrol. Pas mengenali perawakan orang Indonesia, langsung dari jauh kami sudah saling tersenyum. Ups, dia langsung menempelkan pipi kanan kiri cipika cipiki. Kaget dong. Kan baru saling kenal, kok langsung nyosor gitu ya secara dia ‘kan mahasiswa, bukan mahasiswi. Lalu hal ini juga terjadi ketika pertama kali berjumpa dengan teman saya orang Jerman pas di Airport, dia pun melakukan hal yang sama pada saya.
Nah, akhirnya dia pun bercerita kebiasaan masyarakat high society di sini dimana mereka akan saling cipika cipiki baik perempuan maupun pria. Saya pun suka mengamati hal tersebut saat mereka saling berjumpa satu sama lain di tempat publik seperti Hauptbahnhof atau stasiun kereta. Atau saat mereka berjumpa di Mall atau Restoran mereka juga akan melakukan hal yang sama. Hal ini juga sempat jadi bahan diskusi saya dengan teman kelas asal Inggris, dia pun kaget dengan gaya mereka yang dikenal “Bussi-Bussi” atau “Bussi-Gesellschaft”.

Bussi adalah julukan untuk cipika cipiki atau check-kissing sedangkan Gesellschaft” dapat diartikan “society”. Jadi bussi-bussi semacam cium persahabatan masyarakat disini. Namun sepertinya tidak semua di Jerman mengenal “Bussi-bussi” karena seperti teman saya asal Saxony, dia malah tidak paham cium persahabatan ini. 

Mungkin cukup populer “Bussi-bussi” terjadi hanya di München saja. Atau cukup juga mereka menyebut “Bussi” saja sudah dipahami sebagai cium persahabatan. Ada juga yang bilang bahwa “Bussi” adalah the bavarian dialect for kiss.

Jadi jangan heran jika datang berkunjung ke München dan menemukan mereka saling cipika cipiki baik pria maupun wanita.

Dirndl: Kostum Khas Perempuan Bayern

image

Contoh display dirndl di toko. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Sejak pertama saya melihat display Dirndl melewati jalan menuju apartemen tempo lalu di München, toko itu memajang dengan harga fantastis, 219 euro. Walah, kapan saya pakai baju harga 3 jutaan. Hmm… saya pun mikir mau membelinya.

image

Foto dari koran lokal. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Oktoberfest hampir tiba dipastikan drindl akan banyak dikenakan juga dan macam-macam perayaan serupa, rasanya saya ingin sekali memiliki dirndl. Bukan hanya sebagai koleksi tetapi juga perasaan gembira jika bisa pakai bersama suami yang punya Lederhosen seperti sepasang, kebetulan suami asal Bayern jadi memang kostum ini akan sering kami gunakan. Sama seperti di Jakarta, saya dan suami memakai baju batik sepasang bila ada keperluan formal. Entahlah, saya ingin punya Dirndl.

Tiba-tiba suami menyodorkan iklan Dirndl di koran berikut harganya. Dia tanya, kamu mau pilih yang mana? Wah. Terus ada lagi artikel perempuan Jerman yang pakai dirndl jadi buat saya kepengin. Dia bilang Dirndl ini akan jadi hadiah ulang tahun saya. “Sehr schön Schatz”, sambil mata saya merem melek sangking senangnya.

Dirndl adalah kostum tradisional yang biasa dikenakan oleh perempuan Jerman yang umumnya berada di sekitar pegunungan Alpen seperti wilayah Bayern atau Bavaria. Dirndl biasanya memiliki warna-warna terang yang terdiri dari korset, rok penuh, apron dan blus yang memiliki lengan “lonceng”. Bentuk dan bahannya beragam dari yang sederhana dan polos hingga yang modern dan terbuat dari sutera.

Jika musim dingin tiba, dirndl cenderung lebih berat, hangat dengan celemeknya bisa terbuat dari wol, katun tebal, linen hingga beludru. Begitupun lederhose di musim dingin biasanya dilengkapi dengan jaket hangat yang sepadan dengan warna celananya, seperti yang dimiliki suami. Untuk membedakan dirndl di musim dingin yakni warna-warnanya yang gelap dan lengannya yang panjang, sedangkan dirndl yang biasa dilihat saat Oktoberfest yakni cenderung berbahan katun ringan dan berlengan pendek.

Seiring dengan perkembangan mode, dirndl kini lebih fashionable dan terlihat memiliki model yang indah. Bahkan di acara perayaan tradisional “Feierntag”, dirndl biasa dikenakan oleh para perempuan Bayern. Atau mereka yang bekerja di industri pariwisata seperti di restaurant atau biergarten juga kerap masih mengenakan kostum Dirndl bagi perempuan dan Lederhosen untuk pria.

Sesama perempuan asal Asia yang bersuamikan Pria Jerman berujar bahwa ada tradisi yang membedakan perempuan-perempuan yang mengenakannya yang terlihat dari simpul talinya. Bila simpul tali terikat di sisi kiri perempuan yang memakainya menunjukkan bahwa si pemakai masih lajang sedangkan bila simpul tali di sisi sebaliknya menandakan bahwa ia sudah menikah. Saya pun tertawa jadi ingat sewaktu saya dan teman perempuan warga negara Amerika berdebat soal letak cincin kawin.

Kembali ke dirndl, jika simpul tali terikat di tengah depan berarti ia masih lajang. Sedangkan jika diletakkan di sebaliknya, artinya di tengah belakang punggung menandakan ia sudah menjadi janda.

Entah benar atau tidak pengertian tali simpul tersebut namun menarik untuk memilikinya untuk Oktoberfest. Jika anda ada yang mau nitip ke saya tinggal sebutkan ukuran dan ongkos kirim ya hahahahaha…

image

image

image

Dirndl milik sendiri berikut aksesorisnya yang cocok dengan warna kulit saya. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Sumber bacaan: Wikipedia

Tips Menghindari Penipuan Tawaran Kerja lewat Internet

Di masa kini lewat kecanggihan teknologi, anda tak perlu mengetik dan mengirimkan lamaran lewat pos atau pun mendatangi perusahaan demi perusahaan (door to door) untuk mendapatkan tawaran pekerjaan. Anda cukup membuka laman yang anda cari maka lowongan kerja tersedia di depan mata. Selain memudahkan bagi kita yang membutuhkan pekerjaan, tentu ini juga memudahkan bagi perusahaan yang merekrut tenaga kerja dalam proses seleksi pelamar secara berkualitas dan profesional dengan efisien dan praktis.

Di sisi lain, saya masih menjumpai penyahgunaan lowongan pekerjaan untuk tujuan yang tidak baik dan menyimpang. Saya sendiri juga tidak tahu apa yang jadi tujuan ketika seseorang dimintai data atau CV padahal jenis pekerjaan dan perusahaan tidak jelas. Konon kabarnya, data tersebut bisa disalahgunakan untuk kepentingan yang tidak baik tanpa saya ketahui.

Belajar dari pengalaman tersebut, mungkin tulisan saya berikut dapat membantu. Hal-hal yang perlu diperhatikan terhadap kemungkinan penipuan/penyalahgunaan:

1. Anda akan ditawari pekerjaan tanpa wawancara kerja sebelumnya.
Dalam proses merekrut karyawan, wawancara adalah tahap awal untuk seleksi dan mengetahui sejauhmana potensi dan kapasitas pelamar yang telah mengirimkan surat lamarannya tersebut. Jika tanpa wawancara lebih dulu tetapi anda sudah mendapatkan posisi pekerjaan sebagai A, B, atau C, sebaiknya anda pikir-pikir dulu apakah benar tawaran tersebut. Sebagai contoh, hanya dengan lihat data saya sebagai mahasiswa, saya sudah diminta menjadi Akuntan yang jelas-jelas bertolakbelakang dengan latar belakang pendidikan, keahlian dan pengalaman kerja sebelumnya. Jika memang ini terjadi pada anda, sebaiknya anda selidiki dulu tawaran tersebut.

2. Anda akan diminta untuk mengirimkan atau transfer sejumlah uang
Anda akan mencari uang lewat pekerjaan, kan? Berarti anda memerlukan pekerjaan untuk mendapatkan uang. Sebaiknya tinggalkan saja tawaran ini dan mencari peluang lain. Jika di awal sudah beritikad tidak baik dengan meminta fee atau komisi, apapun istilahnya, sebaiknya tinggalkan saja. Anda berhak juga meminta penjelasan tujuan penggunaan uang tersebut jika mereka sudah meminta di awal sebelum anda bekerja. Sebagai contoh pengalaman saya, saat kita mengirimkan lamaran kerja di luar Indonesia maka mereka yang menawarkan pekerjaan ini berkelit uang tersebut untuk pengurusan visa/dokumen kerja, mess/tempat tinggal selama di luar negeri atau pengurusan dokumen lain yang dianggap oleh mereka sebagai bagian dari proses lamaran kerja. Jika ini memang terjadi, silahkan anda ajukan keberatan dan selidiki perusahaan tersebut.

3. Anda akan diminta untuk mengirimkan dokumen pribadi yang sensitif terbuka untuk diketahui secara umum, misalnya profil dan data diri pribadi anda atau nomor identitas anda. Hal ini tentu akan mudah dimanfaatkan untuk tujuan tidak baik, seperti pembuatan data palsu. Apalagi dalam kasus-kasus tertentu, ada juga yang dimintai nomor rekening dan data bank anda. Tentunya ini bukan dari bagian seleksi dan penerimaan kerja sesungguhnya.

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kejadian tersebut:

1. Silahkan cari informasi sebanyak-banyaknya tentang profil perusahaan yang dimaksud. Apakah benar perusahaan tersebut membuka lowongan kerja? Anda bisa konfirmasikan kepada bagian “Contact Us” atau “Hubungi Kami” jika anda memerlukan bantuan penyelidikan.

2. Jika kasus yang anda hadapi cukup serius (menyangkut materi, dsb), anda bisa laporkan kepada pihak berwajib untuk penanganan lebih serius lagi.

3. Anda juga bisa melaporkan di website, tempat dimana anda ditawari pekerjaan, di bagian “report” atau “laporkan” bila anda merasa bahwa lowongan ini adalah penyimpangan. Ceritakan kejadian yang menimpa anda, agar bisa diantisipasi oleh pengelolanya.

4. Agar jadi pembelajaran bagi orang lain juga, anda bisa menceritakan pengalaman anda secara luas, jika anda berkenan untuk dimuat secara publik. Anda bisa sampaikan tips untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak menimpa pada yang lain.

Semoga bermanfaat 😀

8 Tanda Mengenali Musim Panas di Jerman & Tipsnya

Bagi saya yang berasal dari negeri tropis, cuaca panas bukan masalah tetapi tidak bagi mereka yang tinggal di Jerman, negeri empat musim. Meski sebenarnya belum dimulai musim panas yang sesungguhnya tetapi anomali cuaca pun berdampak juga sehingga tak mudah ditebak. Musim panas di Jerman disebut “Sommer”.

Yuks, intip tanda-tanda mengenali musim panas telah datang

image

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

1. Banyaknya permintaan es krim
Sebenarnya es krim adalah appetizer untuk segala musim. Toh saya juga masih menemukan es krim saat musim dingin. Hanya saja pada musim panas seperti ini penjualan es krim meningkat. Mereka biasa memesan es krim yang disebut Hörnchen, Waffel atau Tute.

2. Munculnya lalat
Di Jerman itu AC menjadi barang langka dibandingkan mereka yang hidup di wilayah tropis. Jadi saat cuaca terlihat cerah meski panas atau dingin, dapat dipastikan mereka akan membuka jendela. Nah persoalan yang muncul adalah lalat yang datang di musim terik di apartemen tinggal dan lalat betah berlama-lama hinggap.

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

3. Jalur lalu lintas padat di jam-jam tertentu
Sebenarnya telah dilakukan pengaturan libur sekolah dari Pemerintah Jerman sendiri di 16 negara bagian sehingga hal ini cukup baik bagi pengaturan transportasi dan kepadatan berpergian.
Nah jika sudah terhitung padat di Autobahn atau jalan tol maka anda perlu waktu tambahan agar tidak terjebak dalam jalur lalu lintas. Bahkan mungkin tingkat kecelakaan mudah terjadi di masa ini.

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

4. Pakaian yang simpel
Pepatah Jerman mengatakan, tidak ada cuaca yang buruk, yang ada hanya cara berpakaian yang salah. Nah di masa ini mereka tak mau kehilangan aktivitas outdoor meski panas menyengat. Lalu mereka mengenakan pakaian yang simpel dan mudah menyerap panas karena begitu praktis.

5. Banyak orang komplen udara panas
Cuaca panas di Jerman hampir 20 derajat celcius saja sudah dikomplen apalagi sampai menjelang 25 hingga 28 derajat celcius. Wajar jika mereka komplen jika panas terik menyengat hingga membuat mereka mengeluh tak nyaman.

6. Sekolah dan kantor memulangkan siswa dan pekerjanya
“Hitzefrei” yang jika diterjemahkan panas datang mari bebas. Ketika suhu naik tak tertahankan lebih 26 derajat celcius maka kasus-kasus tertentu seperti ini, siswa dan pekerja kantoran pulang lebih cepat. Meski ini peristiwa langka tetapi mungkin saja terjadi apabila tidak ada AC.

image

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

7. Meningkatnya pengunjung ke kolam renang
Baik kolam renang indoor maupun outdoor rata-rata akan dipenuhi oleh mereka untuk merasakan sensasi olahraga air ini. Tapi tidak termasuk saya, karena saya tak suka berenang jadi hanya mengamati saja.

8. Maraknya penawaran agen perjalanan
Mengingat jadwal liburan sekolah pun serta cuaca yang cerah untuk menikmati waktu bepergian bersama keluarga maka pemesanan tur agen perjalanan meningkat.

Apa pun musimnya yang terutama perlu diperhatikan adalah menjaga stamina tubuh agar tetap fit dan tidak mudah sakit.

Berikut tips dari saya:

1. Meski panas menyengat, tidak menyurutkan niat untuk olahraga. Jadi rajin olahraga itu perlu untuk stamina tubuh.

2. Perhatikan pola makan dengan perbanyak sayuran dan buah.

3. Rajin konsumsi vitamin dan suplemen tubuh.

4. Banyak minum air putih.

5. Hidup sehat dengan pola tidur yang rutin dan cukup serta tidak merokok.

Semoga bermanfaat

Sumber bacaan: http://m.dw.de

Seputar Lebaran: “Zuckerfest”

Lebaran telah datang setelah 30 hari umat Islam berpuasa. Meski saya dan suami tidak merayakannya tetapi lebaran memberi arti bagi saya asal Indonesia yang mayoritas merayakan lebaran. Saya pun mewawancarai suami asal Jerman seputar tradisi berlebaran di Jerman.

Muslim di Jerman didominasi oleh bangsa Turki yang sudah menetap lama di Jerman hingga lebih tiga generasi. Bahkan beberapa rekan kerja suami juga ada yang berasal dari Turki. Jerman telah menjadi rumah bagi mereka karena di sini telah tumbuh perkumpulan budaya Muslim Turki di Jerman, masjid bahkan katanya sudah ada dari mereka yang meninggal lalu dikubur disini. Artinya, tradisi mereka cukup kuat termasuk berlebaran.

Dulu waktu kursus bahasa Jerman dengan tema ” Feiertag”, Hari Raya Idul Fitri disebut “Zuckerfest”. Jika anda belajar bahasa Jerman, pasti tahu bahwa Zucker dalam bahasa Indonesia artinya gula. Jadi lebaran disebut festival gula? Waduh soal istilah ini memang jangan tanya suami tetapi mesti bertemu orang Turki langsung.

Sementara ada pula yang menyebut “Ramadhan Bayram” yakni istilah lebaran yang memang dikenal sama pula di negeri asalnya, Turki. Seperti tradisi di Indonesia, akan ada saling kunjung mengunjungi antar famili dan keluarga, tak ada permusuhan.

Nah mungkin tradisi berikut bisa dikaitkan dengan “Zuckerfest” yakni anak-anak dalam tradisi Turki mencium tangan kanan yang lebih tua (Orangtua) dan kemudian akan diberikan permen karena sudah melakukannya. Jika di Indonesia, pengalaman saya sewaktu kecil yakni mencium tangan Mbah Perempuan, Eyang, Om, Tante, Pakde, Bude dari keluarga Mama lalu saya dapat “salam tempel” alias uang yang diberikan ke tangan saya hahahahaha…

Intinya dalam Lebaran, semua umat Islam kembali menyatu menjadi tradisi keluarga yang damai dan syahdu.

Ada pula yang mengatakan tradisi “Zuckerfest” bagi Muslim Turki di Jerman sebagai ekspresi sukacita sebagai berkat di akhir Ramadhan.

Ich wünsche allen Muslimen ein Frohes Zuckerfest!!! Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Mohon maaf lahir dan batin ya!!!

“Bitte” : Aneka Macam Makna

 

image

Dokumen pribadi.

 

 

Sebagai pemula belajar bahasa dan budaya jerman, banyak hal menarik untuk disimak tetapi tidak untuk dibandingkan. Meski belum bisa cas cis cus layaknya bla bla bla dalam pembicaraan normal, saya sedikit paham jika ada yang berbicara bahasa Jerman.

Nah, ada satu kata yang kadang bisa jadi kunci buat anda bicara bahasa Jerman. Kata itu adalah “Bitte” yang bila diucapkan dengan nada intonasi dan mimik muka sesuai konteksnya bisa berbeda-beda maknanya.

1. Jawaban atas ucapan terimakasih.
Anda tahu dong jika mengucapkan terimakasih dalam bahasa Jerman? Yup, Danke. Nah, jika lawan kita berkata, “Danke.” maka kita menjawabnya “Bitte”. Memang ini bukan keharusan seperti misalnya dalam bahasa Inggris, “Thank you” maka akan direspon, “You’re welcome”. Ada juga lawan yang mengatakan, “Dankeschön” maka kita bisa membalas dengan “Bitteschön.”

Oh ya anda bisa juga merespon secara sopan, misalnya seseorang berterimakasih atas hadiah yang anda berikan maka dapat berkata, “Vielen Dank für Ihren Geschenk! (Terimakasih banyak atas hadiah yang diberikan). Selanjutnya anda bisa merespon dengan membalas, “Bitte sehr!” (Terimakasih kembali) atau dalam bahasa Inggris digunakan “You’re welcome.”

2. Meminta tolong dan merespon permohonan tersebut.
Kita bermaksud meminta seorang pramusaji untuk membawakan daftar makanan, maka berbicara “Können Wir bitte die Speisekarte haben?” (Dapatkah kami melihat daftar makanan?) Lalu si Pramusaji akan datang membawakan yang dimaksud sambil bicara, “Bitte sehr” (Ya, silahkan). Silahkan lihat perbedaan intonasi kita dengan pramusaji dalam mengucapkan kata “Bitte” untuk meminta sesuatu dengan pramusaji yang bermaksud sopan untuk memenuhi permintaan kita.

Anda juga bisa menyatakan permintaan tolong yang umumnya biasa digunakan. Misalnya, “Kannst du mir bitte helfen, Schatz? (Dapatkah kau membantuku sayang?)

3. Untuk melakukan pesanan sesuatu atau memerintah. Kata “Bitte” misalnya, “Drei Bier bitte” (Tolong sediakan tiga bir!) Atau order bisa dilakukan misalnya, “Gib mir bitte Geld” (Berikan saya uang!)

4. Mempersilahkan duduk (Have a seat).
Bila kita di ruang tunggu atau di tempat publik dan kita ingin berbaik hati memberikan kursi maka kita bisa bicara, “Bitte setzen Sie sich” (silahkan duduk) Ingat terhadap orang yang baru dikenal, maka gunakan formal dengan “Sie.”

5. Menyatakan permisi.
Saya yang belum lancar bahasa Jerman kerap dalam dialog dengan mereka sering tidak paham. Untuk memperjelas maksud yang disampaikan lawan bisa digunakan kata “Bitte.” Contohnya, lawan bicara berkata, “Wo treffen wir uns?” (Dimana sebaiknya kita bertemu) Nah karena mereka bicara cepat maka saya tidak paham dan bermaksud mengulang maka dapat diucapkan, “Wie bitte” (Permisi, bisa diulang bicara apa tadi)

6. Dapat digunakan untuk mempersilahkan atau meyakinkan.
Anda ingin meyakinkan sesuatu kemudian bertanya. Anda berkata “Kann Ich mit Kreditkarte zahlen?” (Dapatkah saya membayar dengan kartu kredit?) Lawan bicara akan mempersilahkan anda menggunakan kartu kredit untuk bayar dengan berkata, “Ja, bitte!” atau bisa juga “Bitte!” saja cukup.

7. Menyatakan “Apa ada yang bisa saya bantu?”
Biasanya jika kita berjalan ke tempat publik seperti pusat perbelanjaan beberapa kali saya sempat dihampiri oleh petugas toko dan berkata, “Bitte/Bitte sehr/Bitte schön?” Mereka bermaksud untuk membantu saya dengan nada tanya. Ada pula pramusaji saat kita di restoran dan menghampiri kita dengan berkata, “Hallo, bitte sehr” atau pramusaji mengatakan “Ja, Bitte?” sambil mencatat menu yang akan kita pesan.

Ich lerne Deutsch. Saya belajar bahasa Jerman. Menarik ya!?

Kartu “In Memoriam”

image

image

(Atas: Tampak muka Kartu “In Memoriam” almarhum Opa Mertua. Bawah: Tampak muka Kartu “In Memoriam almarhum Oma Mertua yang masih tersimpan. Sumber foto: Dokumen oribadi)

Baru-baru ini saya sedih kehilangan Opa Mertua yang meninggal dalam keadaan damai di usianya yang sudah 94 tahun. Saya salut juga bahwa hidup Opa melebihi prediksi Dokter yang semula mengatakan bahwa kemungkinan Opa hanya bertahan hingga dua bulan sementara prediksi ini disampaikan saat Desember 2013 lalu. Jadi bisa dibayangkan Opa Mertua bisa bertahan hingga tujuh bulan, meski kondisi fisiknya makin menurun makin lama.

Meski kondisi pendengarannya sudah menurun dan fisiknya sudah renta tetapi Opa Mertua selalu aktif berkarya hingga usia 92 tahun. Baru dua tahun belakangan, Ia harus hidup di atas kursi roda.

Usia Opa Mertua setahun lebih tua dibandingkan dengan Nenek saya yang sampai sekarang masih sehat dan tinggal di Flores. Sejak kecil saya tidak pernah punya Opa atau Kakek, jadi meski kebersamaan saya dengan Opa Mertua tak lama tetapi Opa Mertua mengajari saya tentang perjuangan dan kegigihan hidup. Opa Mertua konon juga pejuang jaman perang dunia dulu bahkan hingga hijrah ke negara Eropa Timur. Usai perang, Opa Mertua kembali ke Jerman. Begitulah cerita suami.

Oh ya, sebelum misa pemberkatan jenazah yang diadakan di Gereja terdekat, para kerabat diberi kesempatan melayat dan mengunjungi keluarga besar suami yang sedang berduka sampai dengan tiga hari. Sementara itu ternyata ada yang menarik, yakni Kartu “In Memoriam” yang kemudian dikirimkan kepada keluarga dan kerabat sebagai kenang-kenangan.

Kartu “In Memoriam” ini bertuliskan kalimat-kalimat indah seperti misalnya, ayat-ayat kitab suci. Di dalam kartu akan ada foto dari mereka yang meninggal. Di sisi dalam satunya lagi, ada nama, tanggal lahir, tanggal wafat dan kalimat puitis lainnya.

Berikut adalah kutipan indah dari kartu tersebut:

“Alles hat seine Zeit – es gibt eine Zeit
Der Freude, eine Zeit der Stille
Eine Zeit des Schmerzes
Eine Zeit der Trauer und
Eine Zeit der dankbaren Erinnerung”

Opa Mertua pun dimakamkan satu makam dengan Oma Mertua yang sudah meninggal lebih dulu saat Oma berusia 80 tahun. Begitulah cinta. Bahkan sampai maut memisahkan mereka, Opa Mertua masih ingin bersatu dengan Oma Mertua.

Saya tidak tahu apakah tradisi pemberian kartu “In Memoriam” berlaku di seluruh Jerman? Kebetulan suami berasal dari Bayern, Jerman Selatan. Di Indonesia sendiri beberapa kali peringatan arwah kepada mereka yang sudah meninggal juga diwujudkan dalam bentuk beberapa sovenir, seperti Mug, Bookmarker yang pernah saya terima tetapi belum pernah kartu “In Memoriam”.

Menurut wikipedia, kartu “In Memoriam” adalah sebuah kartu ucapan yang dicetak sebagai peringatan untuk acara tertentu seperti saat komuni pertama dan pernikahan yang berkaitan dengan sakramen bagi umat Katolik. “In Memoriam” berasal dari bahasa latin yang artinya mengenang. Namun kartu ini juga biasa dikaitkan dalam upacara kematian dan pemakaman. Di dalam kartu ini ada ayat kitab suci, doa dan informasi peristiwa dari pembuatan kartu. Konon diketahui muncul pertama kali di Belanda pada abad 17.

Tips Bertransportasi Umum di Negeri Orang

image

(ICE yaitu Intercity Express yang dikenal kereta tercepat dengan kecepatan 300km/jam. Sumber foto: Dokumen pribadi)

image

(Suasana hiruk pikuk di pusat stasiun München atau Hauptbahnhof München. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Kejadian ini tahun lalu, saat masih culun di München. Selama ini saya menggunakan kereta (Zug dalam bahasa Jerman) U-Bahn (Unter Bahn) atau kereta bawah tanah, saya hanya pasrah dan ikut saja sama si dia tanpa memperhatikan tiketnya. Saya langsung duduk manis sambil terkagum-kagum “kapan ya negeri saya punya kereta seperti ini”. Konon Jerman juga terkenal dengan teknologi keretanya yang super canggih dan tepat waktu, nama perusahaan perkereta-apiannya yakni Deutsche Bahn.

image

(Ini yang disebut S-Bahn alias Strasse Bahn berarti tidak di bawah tanah seperti U-Bahn. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Rupanya kelas sudah dimulai. Saya harus mandiri dan hanya kereta U-Bahn yang memang cocok dari Flat saya. Subuh saya sudah diceramahi dia, saat memberikan kartu pas kereta sambil menjelaskan caranya. Saya hanya manggut-manggut saja dan terkesan mengerti memanfaatkan kartu pas itu. Jadi memang tidak perlu pura-pura jika kita memang belum mengerti menggunakan kartu itu.

Hari pertama lolos, hari kedua hingga seterusnya saya pun lolos. Hari keempat, saya mulai bosan. Saya pulang ke flat pasti bengong lagi. Jadi saya niat jalan-jalan dengan kereta. Saya sengaja mengambil jurusan berlawanan dengan arah flat tempat tinggal saya. Di Jakarta juga dulu gitu, kalau mau duduk di kereta kita naik dulu ke stasiun paling jauh. Nah, saya pun demikian. Saya pikir kartu itu bisa digunakan sekehendak saya. Saya salah, saudara-saudara.

Seorang perempuan yang terlihat seperti penumpang biasa berbicara dalam bahasa jerman menanyakan tiket. Saya kasih dengan percaya diri. Astaga, dia pun mengoceh dalam bahasa jerman sambil bilang bahwa saya salah. Heh!!! Saya pun diperiksa paspornya dan dicatat namanya dalam sebuah slip pembayaran bank. Salahnya, si petugas mengira saya dari Korea, kenapa streotip muncul saya orang Korea? Astaga 180 derajat jauh berbeda. Saya jelaskan dalam bahasa jerman terbata-bata, asal negara saya dan maksud saya. Tetapi namanya negeri Jerman yang tertib dan taat hukum, siapapun pelanggar wajib diperlakukan sama.

Oh ya, denda 40 Euro saya dapatkan untuk kesalahan fatal karena salah memberi stempel pada kartu pas. Gubraks!!! Hebatnya, saat saya memberikan 40 Euro, Petugas menolak. Rupanya denda dibayarkan langsung lewat bank. Wah, cara seperti ini dijamin uang langsung masuk ke kas negara. Tidak ada lagi praktik suap menyuap lainnya saat sedang bertugas.

Berdasarkan pengalaman tersebut, berikut tips yang bisa membantu anda:

1. Selalu siapkan fotokopi paspor atau paspor asli dan kartu residen anda selama anda tinggal di luar Indonesia. Hal ini menunjukkan identitas anda seperti KTP.

image

(Ini contoh kartu gratis biasa dibagikan di stasiun atau tempat menginap yang menunjukkan rute kereta yang dilalui. Semua mudah dan sangat membantu bagi anda yang pemula. Sumber foto: Dokumen pribadi)

2. Tanyakan bagaimana jalur dan pemanfaatan kendaraan umum di negeri tersebut termasuk juga harga, penggunaan kartu dan pembayarannya. Anda juga bisa langsung tanyakan kepada petugas loket di terminal atau stasiun besar. Ada pula petugas pemandu turis yang kadang menyebar juga di stasiun. Ini saya jumpai misalnya di Seoul. Petugas pakai slayer bertuliskan “Ask Me” kalau tidak salah. Pastikan anda benar-benar paham dan tidak pura-pura seperti saya.

3. Jika ada pelanggaran dalam berlalu lintas dan berkendaraan, anda dapat menjelaskan siapa anda sebenarnya sebagai turis/pendatang baru. Ada yang dengan mudah menganulir kesalahan anda bila bukan kesalahan besar, seperti menabrak pasti itu kesalahan besar. Namun ada pula yang diperlakukan sama bagi setiap orang meski anda turis.

4. Bayarlah tiket sesuai ketentuan yang berlaku
Ini memang kisah yang tidak patut ditiru. Di negara Eropa semisal Belanda dan Jerman memang tidak dilakukan kontroling dan pengawasan ketat terhadap setiap penumpang. Celah ini dimanfaatkan beberapa teman Asia dengan tidak memiliki tiket. Pemerintah setempat telah mempercayai warganya bahwa jika akan pergi ke suatu tujuan maka penumpang dengan penuh kesadaran akan membeli tiket sesuai dengan harga yang berlaku. Kontroling tiket hanya dilakukan sewaktu-waktu. Bila kedapatan tidak punya tiket, anda akan kena sanksi yang fantastis. Saya masih melihat teman Asia memanfaatkan kepercayaan ini dengan tidak membeli tiket. Walah!!! Mereka benar-benar keterlaluan, memang bisa begitu. Belilah tiket sesuai tujuan dan kewajiban anda.

5. Bayarlah denda bila anda melanggar
Siapapun yang didenda sesuai ketentuan hukum yang berlaku wajib menaatinya. Bayarlah denda tersebut dan belajarlah untuk tidak mengulangi lagi.

image

(Ini contoh signboard di Stasiun Salzbürg, Austria tentang arah tujuan ke Stasiun München dan jadwal kereta berangkatnya. Sumber foto: Dokumen pribadi)

6. Biasakan untuk disiplin dan tertib sesuai aturan yang berlaku, misalnya mengantri saat membeli tiket, tidak dorong-dorongan, beri kesempatan orang dalam kereta keluar dulu baru anda masuk, beri bangku bagi yang memerlukan sementara anda masih sanggup berdiri, dsb. Perhatikan juga aturan yang berlaku dalam transportasi umum. Misalnya, saya pernah ditegur saat naik Mass Rapid Transportation (MRT) di Singapore karena mencoba makan dan minum. Rupanya dilarang makan dan minum selama di MRT.

7. Tanyakan apabila ada kemudahan
Sebagai mahasiswa, anda mendapat kesempatan potongan harga dalam membeli tiket kereta. Anda juga bisa membeli tiket per bulan agar lebih hemat. Anda juga bisa mendapatkan sebagai turis atau pendatang baru peta dan kartu lintasan perjalanan. Peta atau kartu ini menjadi informasi buat anda yang ingin keliling kota menjadi mudah.

image

image

(Coba lihat bersih dan nyaman stasiun dan kondisi dalam keretanya, jadi jaga kebersihan itu perlu. Sumber foto: Dokumen pribadi)

8. Jagalah kebersihan
Anda sedang berada di negeri orang jadi tunjukkan identitas anda dengan menghargai milik bersama seperti transportasi umum. Hal terutama adalah tidak membuang sampah dan menjaga kebersihannya sepanjang anda berada di kereta atau transportasi umum milik bersama tersebut.

Selamat bertualang 😀

Geburtstag: Tradisi Hari Ulang Tahun di Jerman

 

 

wpid-img_20151005_011309.jpg
Dokumen pribadi.

 

Sewaktu kuliah dulu, dosen saya yang baru pulang studi dari Jerman cerita pengalamannya selama di Jerman. Menurut beliau, orang Jerman sangat menghargai tradisi perayaan ulang tahun untuk seseorang. Meski sederhana dan tak mewah tetapi sepertinya perayaan ulang tahun sangat berarti, tak sekedar potong kue dan tiup lilin semata. Jadi mereka yang dikenal dengan baik bagi orang Jerman, pertama-tama mereka akan mengucapkan ulangtahun saat tiba waktunya.

Berikut saya mau sampaikan tradisi perayaan ulang tahun dari beberapa pengamatan dan bacaan seputar tradisi perayaan ulang tahun di Jerman.

1. Jangan memberi ucapan sebelum hari ulang tahun yang sebenarnya karena dianggap akan membawa ketidakberuntungan!

Pernah suatu kali saya sampaikan ucapan ulang tahun ke teman saya asal Amerika. Setelah saya email, saya dapat kiriman balik dari teman saya ini bahwa saat itu bukan hari ulang tahunnya. Saya salah tanggal rupanya. Langsung saya email lagi dan sampaikan maaf. Saya juga tulis bahwa di Jerman akan dianggap kurang beruntung jika menyampaikan ucapan ulang tahun sebelum hari ulang tahun sebenarnya. Lalu dia balas email saya kembali bahwa menurut dia sebagai orang Amerika, pengucapan ulang tahun sebelum waktunya bukan masalah penting dan tidak berkaitan dengan ketidakberuntungan. Teman saya ini memaafkan. Nah, jadi beda budaya beda cara pandangnya. Jadi silahkan ucapkan ulangtahun pada waktunya supaya elok dan pantas. Jika perlu pasang reminder di Hp supaya membantu mengingat.

2. Ucapkan selamat ulang tahun yang umum dan biasa diucapkan seperti “Herzlichen Glückwunsch!”  atau “Alles gute zum Geburtstag!”

Cukup buat anda yang pemula menyampaikan, “Alles gute zum geburtstag”. Jika mau terkesan formal, ucapan dapat menjadi seperti, “Ich gratuliere zum Geburtstag” Istilahnya dapat diterjemahkan menjadi “Congratulations ya untuk hari ulangtahun Anda!” Jika sudah paham bahasa Jerman, silahkan perkaya lagi ucapannya. Alangkah indah jika kita bisa menyampaikannya dalam bahasa Jerman.

3. Lagu yang dinyanyikan saat ulangtahun biasa seperti berikut ini:
“Zum Geburtstag viel Glück!
Zum Geburtstag viel Glück!
Zum Geburtstag liebe ANNA (tambahkan nama yang berulangtahun)
Zum Geburtstag viel Glück!”
Itu syairnya dengan nada “Happy Birthday to you” (folk song english version) yang biasa kita nyanyikan hanya diganti menjadi lirik dalam bahasa Jerman.

4. Perayaan ulangtahun tergantung selera masing-masing.

Untuk mereka yang suka pesta, biasanya mereka menyelenggarakan pas sore sebelum ulang tahun. Lalu setelah jam 12 malam, diadakan acara tiup lilin dan “make a wish” kemudian pesta dilanjutkan lagi sampai larut malam. Namun pada umumnya acara ulang tahun bersama keluarga itu yang terutama seperti makan bersama atau sekedar “kaffee/tee und kuche” di pagi/sore hari.

5. Perayaan ulangtahun bagi anak-anak sangat istimewa di Jerman.

Anda masih ingat perayaan ulang tahun saat dulu masih kanak-kanak? Saya merayakan ulang tahun setiap tahun hingga umur dua belas tahun. Orang tua saya sangat perhatian untuk setiap ulang tahun anaknya. Nah, perayaan ulang tahun anak-anak, Kinderfeste, konon menurut sejarah berasal dari negeri Jerman. Di rumah dari anak yang sedang berulangtahun (Geburtsatgkind) akan dihiasi dengan berbagai dekorasi untuk menandainya. Hal yang unik adalah si Guru di sekolah tidak akan memberikan pekerjaan rumah yang jadi tugas sekolah pada anak yang sedang ulang tahun. Anggap saja jadi “Raja” atau “Ratu” sehari. Geburtstagkind dirayakan hingga anak berusia dua belas tahun.

6. Kue sudah pasti harus ada saat ulangtahun di Jerman.

Seperti biasa ulang tahun, pasti akan ada kue ulang tahun dan lilin. Lilin bisa sesuai dengan jumlah umur yang dirayakan, semua tergantung mereka yang merayakannya. Kue ulangtahun hanya simbol, tidak melulu kue tart.

7. Mereka yang ketahuan ulangtahun harus traktir teman/rekan kerjanya.

Di Jerman juga ada kebiasaan traktir kolega kerjanya jika kedapatan sedang berulangtahun. Sebaiknya pertimbangkan kocek di dompet, bila tak cukup sebaiknya jangan mengumbar tanggal ulangtahun anda pada teman-teman anda! Ini sekedar lelucon saja jika anda tak ingin membayar bill makanan atau bir/kopi di restaurant saat makan siang, misalnya.

8. Kado ulangtahun untuk orang istimewa harus ada.

Jika orang terdekat anda ulang tahun, tak ada salahnya anda memberikan kado sebagai ungkapan cinta (geburtstagsgeschenke). Tak harus mahal, setidaknya anda bisa memberikan tanda mata seperti umumnya misalnya coklat, parfum, bunga, buku, dsb. Tentunya pemberian anda tersebut akan dihargai oleh mereka yang sedang berulangtahun. Oh ya, kado yang diberikan juga tidak boleh dibuka sebelum hari ulang tahun yang sebenarnya. Tabu menurut mereka. Ayah dan ibu mertua memberikan besaran uang yang untuk saya dan setiap anaknya apabila berulangtahun. Lumayan!

9. Dialek ucapan ulangtahun beragam sesuai areanya, termasuk Bayerisch.

Konon ada berbagai kalimat ucapan selamat ulangtahun yang bervariasi sesuai dialek antar region di Jerman sendiri. Contohnya di Bayern, ucapannya terdengar menjadi, “Ois Guade zu Deim Geburdstog!”

10. Tak mesti ada, tetapi dulu ada periode tertentu saat ulangtahun harus diselenggarakan secara istimewa seperti usia 30 tahun, dst.

Ada perayaan ulang tahun tertentu yang dirayakan secara meriah bila mencapai usia 30, 50 dan 80 tahun. Di beberapa region di Jerman akan dikenal istilah pada pria yang berulangtahun di usia tersebut dengan, “Der Abrahamstag” Anda ingat ‘kan Bapa segala Bangsa dalam kitab suci, Bapa Abraham? Nah, menurut tradisi usia lima puluh ke atas tersebut dikenal pria sudah bermartabat dan lebih bijaksana seperti Bapa Abraham. Sedangkan di beberapa tempat diyakini pria yang genap berusia 30 tahun dan masih lajang maka diminta untuk menyapu tangga di ruang publik yang mudah terlihat dan bisa dijangkau oleh perempuan lajang lainnya yang melihat dan menaruh simpati. Tradisi ini belum pernah saya lihat, boleh percaya atau tidak.

Satu hal yang perlu diingat orang Jerman sangat menyadari makna pentingnya keluarga (family oriented) sehingga perayaan ulang tahun juga menjadi momen kebersamaan mereka bersama keluarga, orang-orang yang dikasihi.

Well, good to know!

Blähungen: “Masuk Angin” Dalam Bahasa Jerman

aa

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Salah satu hal yang paling mudah saya kenali pada tubuh saya yakni bila saya kena masuk angin. Duh memang norak jika saya selalu bawa jamu instan sachet dimana pun saya pergi. Biasanya disebabkan oleh kebiasaan malas makan lalu masuk angin. Cara mengatasinya jadi mudah bila sudah minum jamu sachet itu, ces pleng, kayak iklan kemudian saya bisa istirahat untuk meredakannya.

Anda pasti tertawa terpingkal-pingkal jika saya ceritakan teman kerja saya dulu menjelaskan ke teman kerja saya yang WNA tentang masuk angin dalam bahasa Inggris. Dia bilang begini, (sambil gerakan tangan ke seluruh tubuh) “You know my body is full wind. Wind enters to my body (hahahahahaha) and then you know I will feel (ekspresi badan kedinginan) cold and maybe I can (mulut membunyikan suara kentut berkali-kali, maaf hahahahahaha) many times.” Hahahahaha…

Lalu si teman saya yang WNA itu cuma melongo bingung, menebak-nebak sakitnya. Saya pun terpingkal-pingkal mengingat ekspresi dan bahasa inggrisnya yang standar.

Anda tahu apa jawab teman WNA saya? “Oh I know that, that is “masuk angin”… hey don’t forget my mom is Indonesia, meski saya Bule” hahahahahaha…

Giliran sekarang saya bingung menjelaskan masuk angin dalam bahasa jerman kala diserang pertanyaan, “Warum Schatz?” Hadeh otak saya sedang berputar, bukan karena pusing tetapi menjelaskan masuk angin dalam bahasa jerman hahahahaha…

“Bauchschmerzen ja Schatz?” Dia pun bertanya karena melihat saya meringis memegang perut yang telat makan jadi masuk angin.

Duh, dulu waktu kursus bahasa jerman pas tema “jenis-jenis penyakit” dikasih tahu sama Frau tentang “Masuk Angin”. Kok sekarang mendadak lupa.

Buka kamus kecil Oxford Dictionary, German – English. Akhirnya saya jadi ingat, saya pun bilang, ” Ich habe Blähungen Schatz. Kein problem. Leider ja. Ich muss jetzt schlafen.” Hihihihihihi…Akhirnya dia pun paham.

Jika dibuka di kamus sih, Blähungen itu “wind” dan mendekati maksud “masuk angin” dibandingkan yang lain.

Begini ini kebiasaan selalu dibawa-bawa kemana-mana termasuk soal penyakit. Untungnya saya tidak jadi seperti teman saya. Bisa-bisa saya menjelaskan “masuk angin” dalam bahasa jerman tetapi malah jadi aneh kedengarannya hahahaha…

Good to know 😀