3 Fish Fillet dan Kreasinya Bagi Pecinta Makan Ikan

Memasuki pekan suci sejak Minggu Palma, suami saya sudah mengingatkan untuk kita tidak makan daging seperti biasa terutama Jumat Agung. Ini sudah menjadi tradisi penduduk Bavaria yang mayoritas Katolik untuk pantang makan daging saat Jumat Agung. Bahkan opa-oma mertua dan orang-orang Bavaria dahulu menekuninya tiap Jumat untuk tidak makan daging. Lalu apa yang dimakan? Ikan tentunya. Itu sebab toko ikan fresh membuka warungnya hanya pada hari Jumat.

Saya sendiri pernah beberapa kali membuat fish fillet kesukaan suami saya, seperti pada resep yang dituliskan di sini. Jika di Indonesia, kami bisa memasak fish fillet dengan ikan dori maka di sini tentu bukan ikan jenis sama. Ikan yang biasa digunakan fish fillet disebut see lachs.

Untuk mengantisipasi kebosanan menikmati fish fillet, berikut tiga kreasinya yang dikumpulkan dari perburuan kuliner saya. Informasi berikut bisa menjadi pilihan anda, para pecinta ikan.

1. Fish Fillet dengan salad kentang

Kreasi pertama adalah potongan ikan yang dibaluri tepung roti dan dimakan bersama salad kentang. Salad kentang dalam bahasa Jerman disebut, kartoffelsalat. Kreasi pertama ini saya temukan di Kafe di Austria. Saat saya dan suami sedang berbelanja, kami melihat promosi harga hari itu yakni fisch fillet mit kartoffelsalat. Tentunya ini dilakukan tiap Jumat karena tradisi masyarakat Bavaria sedikit mirip dengan masyarakat Austria umumnya.

Bagaimana membuat salad kentang? Anda bisa menyimak cara saya membuatnya di sini. Rasa salad kentang yang menyegarkan ditambah dengan potongan ikan yang gurih menjadi nikmat tersendiri. Fish fillet dimasak serupa schnitzel dan ada pilihan jeruk lemon untuk menguatkan rasa. Si penyaji menambahkan saus mayonaise yang terdiri yoghurt asam, irisan daun dill, perasan lemon dan garam. Hmmm…

2. Fish Fillet dengan nasi dan bumbu kari

Pilihan kedua berikut berasal dari restoran selera asia di Jerman. Kami datang ke salah satu restoran Vietnam. Tentu anda yang terbiasa makan nasi, kreasi ini merupakan pilihan jitu agar tidak membosankan.

Ada bumbu kari yang terdiri dari bumbu kari merah, santan dan aneka sayuran yang dikehendaki. Sedangkan potongan ikan dibalut tepung biasa lalu digoreng. Selesai ikan berwarna kuning keemasan, potongan ikan dipotong lebih kecil lagi. Kemudian ditaburi di atas nasi dan diberi kuah kari sayur. Cocok ‘kan!

3. Fish Fillet dengan kentang goreng

Terakhir, fish fillet ini bisa jadi sudah pernah anda temukan di Indonesia. Saya pernah beberapa kali memesannya di restoran di Jakarta. Kini saya ulas kreasi ketiga dari restoran cepat saji, Nordsee. Pastinya nikmat dan menyehatkan karena terdiri atas potongan ikan dan kentang goreng.

Hal menarik, Nordsee menawarkan minuman buatannya yang masih fresh. Saya pun memesannya, yakni air putih ditambah irisan lemon dan daun mint. Ini menambah citarasa tersendiri untuk penikmat makan ikan.

Dari ketiga kreasi di atas, mana jadi pilihan favorit anda?

Ayo, makan ikan!

Advertisements

Membuat Daftar Riwayat Hidup (CV) Versi Bahasa Jerman

Membuat daftar riwayat hidup menjadi bagian dari persiapan melamar kerja. Daftar riwayat hidup tidak hanya menceritakan profil si pelamar kerja saja, tetapi juga bertujuan untuk meyakinkan pemberi kerja agar layak diterima bekerja. Daftar riwayat hidup umumnya dibuat runut sesuai pengalaman profesional yang dilakoninya. Namun dibalik itu, saya mendapatkan pencerahan dari job center di sini tentang bagaimana membuat lebenslauf, atau daftar riwayat hidup dalam bahasa Jerman.

Tiap orang yang sudah memasuki usia produktif dan berniat bekerja memang berurusan dengan job center. Job center memfasilitasi kita agar mudah mendapatkan pekerjaan, termasuk memberikan pengarahan bagaimana membuat lebenslauf dan bewerbung, surat lamaran kerja.

Lebenslauf berbahasa Jerman benar-benar dibuat terstruktur, seperti tabel yang benar-benar kronologis, rinci, runut dan sistimatis. Menurut saran job center, yakinkan pemberi kerja selama 15 detik melalui lebenslauf yang kita buat. Itu berarti kita tidak menulis daftar riwayat hidup berbelit-belit dan usahakan optimal sesuai posisi yang dilamar. Dengan begitu, si pelamar punya peluang bagus untuk diterima.

Salah satu hal meyakinkan pemberi kerja di awal adalah foto pelamar kerja. Di Indonesia, saya mendapatkan pencerahan soal daftar riwayat hidup tanpa foto agar tidak mengesankan hal subjektif. Meski pas foto bukan hal yang wajib juga di Jerman, namun lebenslauf disarankan berisi foto diri untuk menunjukkan gambaran si pelamar. Memberikan pas foto juga mengesankan pemberi kerja tentang siapa anda hanya dalam hitungan detik. Ini seperti memberi ide tentang anda via foto. Pas foto perlu berwarna dan sesuai kondisi terkini pelamar. Pas foto pun harus terkesan profesional dan elegan, bukan foto seluruh badan atau berpakaian santai.

Selanjutnya, identitas pribadi yang berisi rincian siapa si pelamar. Ini tentunya tak jauh berbeda dengan daftar riwayat hidup dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Buatlah informasi ini fungsional dan memang profesional. Misal, anda mencantumkan nomor telepon yang ternyata anda susah dihubungi. Jika anda punya dua nomor untuk waktu siang dan malam, maka anda bisa nyatakan itu. Atau kontak email yang memang bercirikan nama anda itu juga berarti menunjukkan keseriusan anda.

Lalu susunlah pengalaman profesional kerja dari yang terkini hingga terlama, setelah selesai pendidikan akhir. Hal menariknya, ada sebagian orang yang mungkin mengganggur dan sedang tak punya pekerjaan. Bagi kita, periode mengganggur dan sedang cari kerja itu tak perlu dicantumkan. Di sini, kita harus memasukkan semua periode yang dilakukan secara rinci apakah kita bekerja atau tidak. Karena hal itu berkaitan dengan data di job center. Mereka yang sedang tidak bekerja mendapatkan fasilitas dan kemudahan dari job center.

Di sini kita pun bisa mencantumkan kerja komitmen sosial kemasyarakatan yang sifatnya sukarela. Ini tidak wajib tetapi hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan penerima kerja. Saya sendiri tidak tahu alasannya. Misalnya saya ikut membantu program pemberian makanan tiap minggu untuk orang tidak mampu di suatu kota di Jerman.

Terakhir, lebenslauf wajib diberi keterangan bahwa semua informasi yang disampaikan di atas adalah benar. Dengan begitu, pelamar kerja harus menandatangani daftar riwayat hidup tersebut. Sebelum lebenslauf ditandatangani maka cantumkan tempat dan tanggal pembuatan terkini sebagai bukti pengesahan dan pertanggungjawaban.

Apa yang saya sampaikan di atas tidak bisa digeneralisasikan. Ini berdasarkan pengalaman subyektif sendiri. Anda sendiri bagaimana?

Wiener Schnitzel dan Wiener Wurst, Ini Bedanya!

Tampak “wiener wurst” kiri sebelah roti.

Jika anda datang ke Jerman, ada ragam pilihan menu yang bisa dipesan. Saya mendokumentasikannya untuk anda agar anda paham deskripsi makanan tersebut. Dua makanan yang hampir mirip namanya adalah “wiener wurst” dan “wiener schnitzel” biasanya disediakan di restoran tradisional. Agar lebih jelas perbedaannya, maka saya menjelaskannya seperti di bawah ini.

Wiener wurst

Wurst” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai sosis. Makanan ini yang paling mudah disajikan untuk orang Jerman pada umumnya yang didominasi oleh sosis dan roti. Menu ini terdiri atas sosis “wiener” dan roti. Untuk menambahkan kelezatan rasanya, biasanya ada senf atau mustard kuning. Sedangkan sosisnya hanya direbus beberapa menit dalam air panas.

Di negeri yang kaya akan sosis ini, ada banyak pilihan sosis. Sosis wiener adalah salah satunya. Sosis ini hampir serupa dengan sosis frankfurter. Konon si pembuat sosis enak “Frankfurter” migrasi dari Frankfurt, Jerman ke Wina, Austria. Itu sebab sosis ini tak ada bedanya karena keduanya sama-sama terbuat dari daging sapi dan daging babi yang dihaluskan. Bedanya, keduanya memiliki komposisi daging mana lebih banyak sehingga rasa dan teksturnya berbeda.

Wiener Schnitzel

Pertama kali saya coba makanan ini di sebuah hotel di Jawa Barat sebelum menginjakkan kaki di Jerman. Dalam deskripsi menu disebutkan makanan ini adalah favorit turis. Setelah saya tinggal di sini, saya jadi tahu bahwa schnitzel adalah makanan meriah, mudah dan murah. Namun pertanyaan saya, apa bedanya dengan “wiener schnitzel” yang kini akan dijelaskan.

Wiener schnitzel sudah dipublikasikan sebagai makanan otentik di Austria sejak abad 18. Dikatakan bahwa ada buku resep yang menjelaskan kuliner asal Austria tentang daging yang dipipihkan dan dibungkus dengan tepung roti. Lambat laun makanan ini juga meluas ke negara tetangga, Jerman. Kedua negara sepakat bahwa daging yang digunakan untuk wiener schnitzel adalah daging sapi muda. Anda tahu ‘kan harga daging babi lebih murah ketimbang daging sapi. Namun untuk schnitzel yang menggunakan daging babi perlu nama khusus agar orang paham.

Makanan ini rasanya sederhana saja. Tidak seperti makanan lain yang banyak bumbu. Begitu mudahnya saya membuatnya beberapa kali di rumah setelah saya menikah dengan suami. Wiener schnitzel disajikan dengan kentang goreng, kentang rebus atau salad kentang. Lalu ada irisan lemon yang ditambahkan untuk merasakan kenikmatan daging berbalut tepung roti.

Saya yakin anda juga bisa membuatnya. Untuk resepnya, silahkan lihat di sini!

Angus Beef Burger dan Kroatian Grill Platter di Dekat Peternakan Kuda: Rekomendasi Tempat (26)

Angus beef burger.
Kroatian grill platter, ada djuvec reis dan cevapcici.

Hari Minggu tiba, kami biasa mencari tempat makan baru usai pergi beribadah. Mobil kami melaju ke arah selatan dimana banyak orang di sini datang ke situ untuk melakukan wellness urlaub atau liburan kebugaran. Kami menemukan salah satu restoran yang baru dibuka. Letaknya pun dekat dengan peternakan kuda. Asyiknya kami duduk di dekat jendela dimana kami bisa melihat kuda di dalam kandang.

Apakah daging yang disediakan adalah daging kuda?

Jawabannya tidak. Ini tidak ada kaitan dengan kuliner daging kuda. Kebetulan letak restoran memang dekat dengan peternakan dan latihan pacu kuda. Itu sebab restoran dan biergarten dikenal dengan nama Reiterhof Biergarten. Tentu pengunjung bisa melihat aneka kuda yang memang diternakkan di sini. Dengan suasana natur yang alami membuat citarasa makanan yang disantap bertambah nikmat.

Kembali ke soal kuliner, restoran ini mengusung kuliner campuran antara restoran lokal dan kroasia. Kami mendapati perpaduannya dalam buku menu yang ditawarkan. Akhirnya kami pun memesan seperti yang tertulis di atas. Saya tertarik dengan angus beef burger yang disajikan secara klasik.

Suasana dalam restoran yang nyaman.
Sengaja kami duduk dekat jendela yang bisa melihat kandang kuda.
Kuda.
Silahkan datangnya ke sini!

Der Klassiker Angus Beef Burger adalah salah satu varian burger yang disajikan namun dengan daging sapi yang diternakkan. Istilah ini disebut angus cattle. Daging beef burger ini berasal dari peternakan sapi yang murni. Bagaimana pun sesuatu yang alami lebih enak rasanya. Mungkin hamburger ini tentu berbeda rasa daging sapi yang dipergunakan ketimbang burger lain. Burger yang saya pesan termasuk juga dengan pommes atau kentang goreng.

Jika burger yang saya pesan dengan burger dari tempat lain disandingkan, tentu berbeda juga harganya. Pasalnya burger yang saya pesan lebih mahal. Mungkin karena burger yang saya pesan punya daging yang berbeda dari soal rasa dan teksturnya. Untuk menikmatinya, ada tiga saus mulai dari saus tomat, saus mayo dan mustard. Porsinya cukup puas dan mengenyangkan.

Sedangkan pilihan suami adalah satu piring penuh nasi dan daging panggang ala Kroasia. Ini disebut Kroatisch Grill Platter. Sebagaimana kita tahu, ada djuvec reis yakni paprika pedas yang jadi kebanggaan orang Kroasia. Tak kalah juga, pesanan ini dilengkapi dengan cevapcici dan beberapa daging panggang yang diolah seperti khas mediterania.

Suasana yang nyaman dalam restoran dan pemandangan alam yang asri di luar restoran menambah poin plus restoran ini.

Agnes Bernauer dan Pina Colada, Menikmati Kue Lezat di Cafe Greindl, Passau: Rekomendasi Tempat (25)

Kaffeetrinken di sini.
Kue ini bernama Agnes Bernauer.
Sedangkan ini disebut Pina Colada.

Siapa sangka nama kue di atas seperti nama seseorang yang membuat penasaran. Rupanya kedua nama itu disematkan pada kue yang kami pesan di kafe Greindl, Passau. Letak kafe ini berada di kota tua, Altstadt dimana ini menjadi jalur destinasi wisata.

Di kota tiga sungai ini, ada kafe yang menyajikan kue, cokelat dan kuliner dengan suasana yang nyaman. Semakin tergiur memandang aneka kue yang tampak lezat yang dipajang, kami pun masuk mencicipi dari sekian kue yang ditawarkan. Katanya Kafe Greindl menawarkan torte yang sangat enak. Sayangnya kami datang terlambat sehingga torte pun sudah sold out.

Kue dan aneka pastry yang dijual terasa lezat karena saya sudah sering membelinya. Jika anda suka cokelat, anda juga mencoba aneka cokelat yang dikemas menarik untuk dicicipi atau sekedar buah tangan. Jangan lupa pesan kopi atau teh sesuai selera anda!

Rupanya tak hanya itu, kafe ini menyediakan juga pilihan sarapan pagi. Sarapan pagi ala western bisa anda nikmati dengan harga terjangkau. Anda juga bisa berkunjung ke dua kafe lainnya di Passau yang sama-sama masih dikelola keluarga Greindl.

Semoga bermanfaat!

5 Aktivitas Ini Menandai Musim Semi Dimulai

Selamat tinggal musim dingin! Banyak orang sudah menanggalkan jaket tebal dan perlengkapannya untuk menutupi sekujur tubuh. Kini mereka sudah berharap datangnya musim semi dan melupakan dinginnya suhu di luar. Meski musim semi belumlah sehangat seperti musim panas, namun kebanyakan orang-orang yang tahan dingin sudah mulai menanggalkan jaket mereka.

Musim semi ditandai dengan bermekeran bunga-bunga, dimana sebelumnya tertutup salju dan tampak tak indah. Burung-burung pun bernyanyi menandai musim yang baru. Daun pepohon mulai berganti wajah, tanda awal musim akan dimulai. Lantas, bagaimana kesibukan kami yang menyambut musim semi?


Hari Minggu yang jadi waktu keluarga dan istirahat di sini tiba-tiba disambut banyak orang dengan duduk di teras kafe atau taman. Untuk apa? Berjemur. Ketika informasi cuaca menunjukkan bahwa hari itu akan panas sekitar 20 derajat celcius, mendadak banyak orang pergi keluar rumah.

Apa yang terjadi?

1. Berjemur dan duduk di kafe/taman

Saat musim dingin, kami lebih memilih duduk di dalam ruangan karena ada penghangat ruangan. Justru sebaliknya, musim semi ditandai dengan kebanyakan orang duduk di luar ruangan seperti teras kafe atau bangku taman. Udaranya memang belum sepanas saat musim panas tetapi ini sudah cukup memberikan kehangatan.

Saya perhatikan bahwa mereka tetap memesan secangkir kopi hanya saja memilih untuk duduk di luar ruangan. Matahari yang bersinar dimanfaatkan orang-orang untuk melepaskan kerinduan untuk membakar tubuh mereka meski hanya sesaat dan tidak sepanas musim panas.

2. Antri beli es krim

Siapa yang ingin mendapatkan tambahan penghasilan saat ini? Berjualan es krim jadi ide bisnis. Lihatlah banyak orang mengantri untuk mendapatkan es krim! Mereka menikmatinya sambil duduk di taman kota. Ini hal yang sudah terlupakan tiga bulan silam dimana orang merasa kedinginan tanpa menikmati es krim. Meski suhu di luar hanya kisaran 20 derajat celcius, siapa sangka menikmati es krim sungguh jadi ide menikmati hidup saat itu.

3. Bersepeda

Teman sesama mahasiswa banyak yang menyimpan sepeda mereka karena mereka tak kuat mengayuh sepeda yang berlomba dengan suhu dingin. Kini mereka mulai merapikan jeruji sepeda, memperbaiki sepeda dan memarkirkan lagi sepeda di halaman rumah. Ketika informasi cuaca dikatakan suhu hangat dan tanpa hujan maka anda akan melihat kelompok pesepeda menikmati musim semi dengan apa yang mereka lakukan.

4. Nordic walking

Berikutnya adalah pilihan sebagian orang menikmati musim semi dengan melakukan nordic walking. Apa itu? Nordic walking yakni fitness walking atau jalan kaki dengan menggerakkan seluruh anggota badan sambil kedua tangan memakai tongkat yang dikenal nordic walking pole. Saya mengamati banyak orang dalam kelompok kecil, berpasangan atau sendirian melakukannya. Bahkan ada rute yang memudahkan mereka melakukannya agar nyaman. Konon aktivitas yang berasal dari Finlandia ini sudah terbukti menyehatkan berdasarkan uji riset yang dilaksanakan berbagai lembaga.

5. Berkebun

Aktivitas terakhir yang tak kalah menariknya bagi mereka yang suka berkebun dan memelihara tanaman di rumah. Ketika musim dingin, tentu tak bisa melakukannya maka di awal musim semi saatnya. Lihatlah banyak benih, bibit tanaman dan aneka bunga dijual di supermarket! Hal menarik untuk berkebun di sini adalah aksesoris yang diletakkan di kebun atau sekitar tanaman. Terkadang aksesoris ini tampak mencolok ketimbang tanaman yang dipelihara. Aksesoris ini juga dijual di supermarket khusus berkebun dan perlengkapan rumah tangga.

Nah, jika anda berada di sini maka kira-kira aktivitas mana yang akan anda lakukan?

2 Variasi Kentang ala Kuliner Jerman, Bratkartoffeln atau Offenkartoffeln

Kentang adalah salah satu makanan pokok masyarakat Jerman. Di sini ada bermacam-macam kentang yang perlu diketahui. Misalnya, kentang berbeda dari warnanya, ada yang putih, sedikit kuning, merah hingga ungu. Perbedaan kentang lainnya misalnya dari ukuran kentang, ada yang mini, sedang hingga besar. Kentang pun masih dibedakan dari teksturnya misalya kentang yang tekstur lembut tidak cocok untuk sup. Itu hasil pengalaman saya sehingga saya jadi tahu juga bahwa kentang itu bermacam-macam.

Kentang yang digoreng seperti french fries, di sini dikenal dengan nama pommes. Untuk pommes sendiri, ada berbagai macam variasinya mulai dari yang bentuknya panjang seperti lidi, lonjong atau bahkan berbentuk bulat seperti wajah yang diberi emoticon. Menariknya di sini pun ada kentang manis atau yang dikenal sußkartofelln.

Penasaran ‘kan dengan variasi kentang? Saya ulas dua kreasinya yang mungkin bisa anda coba buat di rumah. Mudah kok!

Bratkartoffeln

Ini adalah makanan pokok yang biasa disajikan di sini, seperti nasi. Pasalnya makanan ini biasa untuk menemani makan steak, schnitzel atau makanan lainnya. Seperti yang anda lihat pada foto, bratkartoffeln untuk melengkapi sajian steak kambing yany saya pesan dan sayuran rebus. Cara membuatnya pun mudah.

Kentang biasanya direbus dulu selama 30-40 menit atau tidak sepenuhnya matang. Setelah kentang matang, potong kentang menjadi lebih kecil. Panaskan wajan, beri butter atau mentega. Masukkan potongan kentang dan goreng hingga cokelat. Selesai masak, bisa diberi daun seledri.

Offenkartoffeln

Kreasi kedua adalah kentang yang direbus dan diisi di tengah kentang dengan sayuran tumisan. Ini bisa menjadi kreasi anda selanjutnya di rumah. Untuk melengkapinya, tersedia saus yoghurt asam dengan bawang putih, sedikit garam dan perasan jeruk lemon.

Kini pembuatan offenkartoffeln yang juga mudah tentunya. Kentang pertama-tama direbus terlebih dulu. Beri garam dalam rebusan air. Masak kentang selama 45-60 menit atau hingga matang. Kemudian tumis sayuran yang dikehendaki dan beri sedikit garam. Letakkan tumisan sayuran di tengah kentang.

Dari kedua variasi kentang di atas, mana yang akan anda coba di rumah?

Ini Alasan Kita Tidak Boleh Memotong Pembicaraan di Jerman

Lain budaya lain pula cara berkomunikasinya. Pengalaman ini yang saya amati lewat acara talkshow di televisi atau kebiasaan berkomunikasi di tempat kerja di Jerman. Ini menginspirasi saya untuk menuliskannya alasan, mengapa kita tidak boleh memotong pembicaraan. Dimana pun adalah hal tak baik bila kita memotong pembicaraan orang. Ini termasuk alasan kesopanan.

Saya pun mengamati berbagai diskusi talkshow di televisi pun begitu anggun dan tampak elegan. Di sini, saya mengamati talkshow tidak mungkin dua orang bisa berbicara bersamaan dan saling serang. Si moderator juga tampak menguasai panggung dan tidak memotong apa yang disampaikan pembicara. Di situ saya paham bahwa ada alasannya.

Mengapa demikian?

1. Orang Jerman adalah orang yang santun

Tiap orang mengklaim dirinya adalah orang Jerman maka mereka tahu identitas dirinya sebagai orang yang santun. Ada salam pembuka saat bertegur sapa seperti “Guten Morgen!” atau salam lain seperti “Servus!”, “Gruß Gott!”, “Guten Tag!”, “Moi Moi” atau sekedar “Hallo” saja sudah memberi tanda sapaan dan salam. Mengakhiri perjumpaan pun demikian, ada kata selamat tinggal atau sampai jumpa lagi seperti “Pfiat Dich!”, “Ciao!”, “Auf Wiedersehen!” atau “Schönen Tag!” dan sebagainya. Bahkan ketika kita hendak masuk ke kamar atau ruang kerja orang lain, kita perlu mengetuk pintu dan beri salam. Begitu santunnya maka anda bisa bayangkan bagaimana reaksi mereka jika anda memotong pembicaraan? Selain hal itu dipandang tidak sopan, tentu anda dianggap bukan orang yang santun.

2. Grammatik atau tata bahasa

Alasan berikutnya, tentu menyangkut persoalan grammatik atau tata bahasa. Secara struktur kata, kata kerja dalam bahasa Jerman itu ditempatkan di belakang. Sementara tata bahasa dalam bahasa Indonesia adalah subyek kemudian predikat. Misal, “ich muss arbeiten weil ich Geld für meine Familie brauche” yang diterjemahkan menjadi “Saya harus kerja karena saya butuh uang untuk keluarga saya” dimana “brauche” adalah kata kerja untuk orang pertama. Meski kata kerja tidak selalu ditempatkan di belakang kalimat, namun umumnya ditempatkan di belakang. Dengan begitu, guru bahasa Jerman di sini berpendapat bahwa kita harus menunggu lawan bicara selesai berbicara terlebih dulu agar tahu maksud keseluruhannya. Bayangkan bahwa anda memotong pembicaraan padahal lawan bicara belum mengucapkan kata kerja dan keseluruhan maknanya.

3. Komunikasi yang direct

Saya pernah ikut acara rapat di sini, mereka cukup singkat menyelenggarakan rapat. Cara orang di sini berkomunikasi itu direct, langsung dan tanpa basa-basi. Ini mungkin terdengar menyakitkan buat orang seperti saya, tetapi itulah mereka yang tidak menutupi apa pun. Dalam diskusi atau pembicaraan, tiap orang punya hak yang sama untuk berpendapat. Namun mereka berbicara to the point dan berdasarkan data. Orang di sini adalah orang yang berpikir logis sehingga mereka tidak akan berbicara melantur atau berlebihan. Tentu kita tidak mungkin juga memotong pembicaraan karena mereka pun berbicara apa adanya, tidak berbelit-belit.

Ketiga alasan di atas adalah hasil diskusi saya dengan beberapa teman di sini. Itu menarik buat saya tuliskan untuk menginspirasi.

Jika ada hal yang urgent dan important yang harus disampaikan sehingga perlu memotong pembicaraan maka anda perlu beri kode atau tanda untuk diberi kesempatan berbicara. Biasanya mereka cukup paham dan langsung mengerti.

Semoga bermanfaat!

Jägersoße zu Schnitzel, Saus Berbeda Buat Schnitzel: Makanan Khas Jerman (52)

Jägersoße tampak di kiri schnitzel dan kentang goreng.

Memasuki ulasan kelima puluh dua dari makanan lokal di Jerman berikutnya, saya perkenalkan schnitzel yang sudah mendunia. Pasalnya schnitzel acapkali disajikan di restoran Jerman di berbagai belahan dunia di luar Jerman. Schnitzel adalah makanan populer nan meriah dan mudah ditemukan di sini.

Jägersoße sudah dituangkan ke atas schnitzel.

Schnitzel itu adalah potongan daging yang dipipihkan dan dibalut tepung roti. Schnitzel disajikan dalam kesempatan istimewa di restoran eksklusif hingga sajian instan yang dijual di supermarket lalu kita bisa menghangatkannya di microwave sebelum disajikan. Namun schnitzel menjadi citarasa berbeda ketika saya mendapatinya dengan saus jägersoße.

Saus jägersoße adalah saus krim dengan potongan jamur. Jamur yang biasa dipergunakan adalah jamur kancing, namun anda juga bisa menggunakan jamur chanterelle yang lebar atau jamur shitake juga bisa. Cara membuatnya sangat mudah. Cukup siapkan jamur, bawang putih, butter, krim makanan, jeruk lemon, garam dan merica. Jika tidak ada krim, anda juga bisa pergunakan tepung sagu sedikit.

Pertama, panaskan wajan dan masukkan butter. Masukkan bawang putih cincang, kemudian jamur yang sudah dipotong. Tumis sebentar lalu tambahkan krim, garam dan merica. Masak beberapa saat. Setelah saus jägersoße selesai, anda bisa menyiramkan di atas schnitzel sebagai variasi rasa.

Hmmm, bagaimana?

Leberknodelsuppe dan Leberspätzlesuppe, Ini Bedanya: Makanan Khas Jerman (51)

Leberknodelsuppe.

Saya sudah lama tidak membahas kuliner lokal asal tempat tinggal saya sekarang. Untuk menggenapi ulasan yang ke lima puluh satu, saya mengumpulkan dua makanan yang serupa tetapi berbeda. Dikatakan serupa, karena bahan yang digunakan untuk membuatnya sama. Hal berbeda adalah cara penyajiannya saja, meski keduanya disajikan dalam bentuk sup.

Leberknodelsuppe

Saya pernah mencoba membuat makanan ini sendiri yang dituliskan pengalaman dan resepnya di sini. Berdasarkan pengalaman membuatnya yang rumit, saya akhirnya memilih membeli saja. Di supermarket tersedia juga makanan instan yang langsung dipanaskan begitu tiba di rumah. Sedangkan saya juga pernah memesannya di restoran dengan harga yang cukup terjangkau juga.

Bahan pembuatannya dari daging sapi, hati sapi, tepung roti dan roti baguette yang dihaluskan dengan bumbu seperti bawang putih dan merica. Jika merujuk pada hasilnya, leberknodelsuppe itu mirip bakso, bentuknya yang sama-sama bulat. Sedangkan keduanya memiliki rasa yang berbeda, meski ada kandungan daging sapi. Setelah bahan yang dihaluskan tadi dibentuk bulat, maka kuahnya hanya diberi kaldu sapi saja.

Pada foto tampak ada kreasi sayuran yang dikehendaki sesuai selera. Ini saya pesan di restoran untuk melengkapi rasa dan dekorasi saja.

Leberspätzlesuppe

Makanan selanjutnya yang diulas adalah Leberspätzlesuppe yang tampak mirip. Serupa karena bahan yang digunakan juga sama seperti leberknodelsuppe, yakni daging dan hati sapi. Bentuknya saja yang berbeda, dimana leberspätzlesuppe dibentuk jadi lonjong kecil-kecil.

Apa sebab?

Setelah semua bahan dihaluskan, ada alat bantu namanya spätzlesieb, seperti saringan dandang. Ketika bahan dihaluskan maka olahan bahan akan jatuh melalui lubang saringan ke dalam panci berisi air rebus. Ketika sudah masak, maka bentuknya seperti spätzle atau pasta. Untuk menikmatinya, tambahkan rebusan air kaldu sapi dan irisan daun seledri sebagai dekorasi.

Hmmm, sup yang menyegarkan!