CERPEN (53): Arti Mimpi tentang Jodoh

Apa yang kau cari sedang mencarimu. Konsep jodoh. Ini adalah Reblog dari artikel yang sama dan sudah tayang pada 2 Oktober 2015. Aku datang tergopoh-gopoh menuju meja kerjaku. Aku datang terlambat. Aku menundukkan kepala dan cepat-cepat meraih laptopku untuk mulai bekerja. Aku lihat kanan kiri, rekan kerja sekitar seperti asyik dengan pekerjaannya. Oops, tidak dengan … Continue reading CERPEN (53): Arti Mimpi tentang Jodoh

CERPEN (52): Pengalaman Itu Mahal Harganya!

Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah tayang pada 27 April 2016. Pagi itu, aku bertemu dengan seorang nenek tua di tepian desa. Dia sedang mengambil air di sumur tua milik desa. Sumur tua yang terletak jauh dari keramaian desa, sehingga setiap orang harus berjalan berkilo-kilo untuk menjangkaunya, termasuk nenek tua di sebelahku … Continue reading CERPEN (52): Pengalaman Itu Mahal Harganya!

CERPEN (51): Inspirasi Kue Cokelat di Bulan Desember

Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah tayang pada 1 Oktober 2017. Siang itu ibu mengundangku untuk datang menjenguknya. Maklumlah di usia ibu yang tak lagi muda, ibu meminta bantuanku untuk membuatkan kue cokelat. Katanya, ia sudah tak sanggup mengaduk adonan kue coklat. Meski kue cokelat buatanku tak seenak ibu atau nenek, tetapi … Continue reading CERPEN (51): Inspirasi Kue Cokelat di Bulan Desember

CERPEN (50): Kopi yang Tak Pernah Manis

Ini adalah Reblog dari artikel fiksi yang sudah tayang sebelumnya pada 7 September 2015. “Zwei Kaffee, bitte!” seru abang teman baikku. Abang datang mengajakku ngobrol di warung kopi. Meski warung kopi ini sederhana, entah mengapa ia memuji racikan kopi tempat ini. “Ok!” sahut sang pelayan yang sepertinya sudah terbiasa menerima order dari abang. Bisa jadi … Continue reading CERPEN (50): Kopi yang Tak Pernah Manis

CERPEN (49): Rahasia Resep Perkawinan Ala Kue Coklat Nenek

Ini adalah Reblog dari artikel berjudul sama yang sudah tayang pada 8 September 2015. "Semua rahasia kelezatan kue cokelat terletak pada peraciknya bukan pada wadah, bahan atau takaran yang diberikan. Jika ingin berhasil membuat kue cokelat pastikan bahwa peraciknya membuatnya dengan sabar dan sepenuh hati." Sore itu aku berkeinginan membuat kue cokelat yang disukai oleh … Continue reading CERPEN (49): Rahasia Resep Perkawinan Ala Kue Coklat Nenek

CERPEN (48): Menemukan Kedamaian di Siang Bolong

Ini adalah Reblog yang sudah tayang dengan judul sama pada 9 September 2015. Seorang oma duduk di hadapanku siang itu. Ia seperti memerlukan bantuan untuk menulis sesuatu di kartu pos yang akan ditulisnya. Aku memang sedang berada di kantor pos yang menjadi landmark kota. Aku mampir sebentar untuk mengambil gambar yang menurutku menarik untuk dijadikan … Continue reading CERPEN (48): Menemukan Kedamaian di Siang Bolong

CERPEN (45): Jika Anda Pernah Gagal, Mungkin Anda Perlu Ubah Caranya

Ini adalah Reblog dari artikel dengan judul sama dan sudah tayang pada 30 November 2015. Satu bulan lagi, tahun akan berganti. Tidak terasa perjalanan yang sudah dilalui, hari demi hari, bulan demi bulan dan kini sudah di penghujung tahun. Kira-kira apa yang sudah dicapai dari niat dan harapan yang kita lambungkan di awal tahun? Adakah … Continue reading CERPEN (45): Jika Anda Pernah Gagal, Mungkin Anda Perlu Ubah Caranya

CERPEN (43): Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit

Setiap Sabtu saya tayangkan ulang cerita pendek yang sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul sama pada 9 Januari 2016. Tiba-tiba pintu kamarku diketuk. "Ayo bangun, nak. Apa kamu tidak sekolah?" tanya ibu dari luar kamar. Ibu langung masuk kamarku yang memang tidak terkunci. "Bergegas berangkat ke sekolah, kamu bisa bareng dengan abangmu." "Ibu, mengapa aku harus … Continue reading CERPEN (43): Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit

CERPEN (42): Balon-balon yang Pergi Bersama Masa Lalu

https://i.postimg.cc/zXp9DMq4/1.png Ilustrasi.   Setiap Sabtu saya tayangkan ulang cerita pendek yang sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul sama pada 17 Januari 2016. "Cup. Cup. Sudah berhenti nangisnya," seru ibu mengelus bahuku. Aku terisak sesaat menghentikan tangisku. Aku tersenyum. "Ibu tahu apa yang kau butuhkan. Ini!" kata ibu sambil menyerahkan dua balon warna kesukaan padaku. Aku tertawa … Continue reading CERPEN (42): Balon-balon yang Pergi Bersama Masa Lalu

CERPEN (41): Mengapa Kenyataan Tak Seperti Rencana?

Setiap Sabtu saya tayangkan ulang cerita pendek yang sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul sama pada 10 September 2014 Anak: "Ibu, mengapa kenyataan tidak berjalan sesuai rencana?" Ibu: "Mungkin kau lupa berdoa ketika merencanakannya, anakku.” Anak: "Oh tentu tidak, Bu. Aku berdoa selalu setiap pagi dan malam hari. Aku pergi ke gereja setiap minggu. Tetapi mengapa … Continue reading CERPEN (41): Mengapa Kenyataan Tak Seperti Rencana?