Insalata Fruti Di Mare, Salad Sea Food, Bandingkan dengan Pizza Sea Food: Makanan Khas Italia (23)

Salad Fruti di Mare, yakni salad isian sea food.

Salad. Salad. Dan salad. Ini menjadi santapan yang mendominasi saya saat musim panas ini. Saya benar-benar suka salad apa pun asalnya. Bagaimana pun makan sayur sangat bermanfaat untuk memberi nustri tubuh agar tubuh tidak dehidrasi. Selain alasan gizi, warna-warni salad dan isianya tampak menggugah selera. Padahal salad ya hanya sayuran saja, tetapi penyajiannya membuat saya jadi lapar.

Pizza Fruti di Mare, yakni pizza dengan topping sea food.

Seperti berikut ini, saya pesan di restoran Italia yang sudah dikenal di kota tempat tinggal saya. Saya memesan salad dengan isian sea food seperti cumi-cumi, udang, kerang dan ikan. Menariknya dari salad sea food yang diracik dengan bumbu ala Italia ini adalah saus pada saladnya yang benar-benar lezat. Saya yakin pecinta sea food pasti suka salad Insalata Fruti di Mare ini.

Memang untuk menyantap bersama salad, sea food dipotong kecil-kecil seperti ikan dan cumi-cumi misalnya. Rupanya ada juga potongan daging gurita di dalam kumpulan sea food yang saya pesan. Menariknya sea food dibuat terpisah dari potongan salad sehingga rasa saus salad dan rasa aneka sea food tidak bercampur. Ide bagus!

Rasa sea food yang saya nikmati ini antara segar, tawar dan lembut. Rupanya sea food sudah dimasak terlebih dulu sehingga tidak terkesan amis dan mentah. Mungkin perlu waktu agak lama agar semua bumbu meresap dalam sea food dan juga membuat semuanya tampak segar.

Sementara daun-daun salad dipilih yang masih segar seperti daun salada air, daun letucce, kol merah dan daun feldsalat, yang saya tidak tahu penyebutannya dalam bahasa Indonesia. Ada tambahan potongan tomat merah agar tampak seperti hiasan namun bisa juga disantap jika suka. Ada irisan bawang merah besar pada tumpukan salad.

Saus merah muda dan saus basilikum ditambahkan di atas salad. Ada rasa manis dam segar yang menambah rasa nikmat bila disantap dengan sea food. Saus ini pula yang dipergunakan untuk pizza fruti di mare, yang dipesan di restoran khas Italia. Saus ini melengkapi rasa sea food yang mendominasi topping pizza. Ini benar-benar enak. Saya sering memesan keduanya jika saya rindu makan sea food. Masakan Italia mampu membuat sea food tidak berasa amis. Enak!

Ini layak direkomendasikan bagi pecinta sea food.

Advertisements

3 Kreasi Daging Ayam yang Tidak Membosankan Ini Bisa Ditiru

Mengolah daging ayam menjadi masakan yang enak bisa jadi mudah, tetapi bagaimana jika daging ayam tersebut diolah dengan bumbu berbeda. Berbeda itu bisa berarti asing bagi saya dan anda, yang memang mengenal masakan nusantara dengan citarasa yang sudah pasti dikenali. Oleh karena itu, saya bagikan tiga kreasi berikut yang bisa dicoba di rumah. Meski masakan berikut sedikit serupa, tetapi rasa dan penampilannya berbeda. Ini bisa kreasi masak daging ayam yang tak membosankan.

1. Ayam Bakar Khas Timur Tengah

Waktu makan siang tiba. Saya pun bergegas menuju kantin kampus. Tak disangka, menu makan siang kali itu adalah ayam panggang. Saya yang sudah membaca daftar menu di website, segera mengantri bersama mahasiswa lainnya di depan etalase makanan.

Tampak menu yang saya ambil adalah nasi kuning dan ayam bakar. Itu pemikiran saya, namun bagaimana rasanya?

Nasi kuning itu di sini dikenal dengan nasi berbumbu kunyit. Mungkin nasi ini memang diolah dengan kunyit dan sedikit rempah sebelum disajikan. Rasa nasi kuning ini tentu berbeda dengan nasi kuning nusantara yang citarasanya ada daun salam, sereh dan santan. Nasi kuning ini berbeda tekstur pun rasanya.

Demikian dengan ayam panggang, yang biasanya saya nikmati ayam panggang kecap atau ayam panggang madu. Justru sebaliknya, ini adalah ayam panggang berbumbu dengan tidak ada rasa manis. Ayam cukup empuk, tetapi ada hal yang membedakannya. Saya pikir mereka tidak membakarnya, melainkan memanggangnya di oven.

2. Salad daging ayam, Vietnam

Makanan kedua adalah salad daging ayam ala Vietnam yang dipesan di restoran khas Vietnam. Ini adalah aneka salad, terdiri atas daun-daun segar yang diberi bumbu segar dan asam, kemudian direndam sebentar agar bumbu menyerap. Sayurannya ada kol, daun mint, tomat cheri, buah zaitun, tauge dan irisan wortel.

Seperti judulnya, salad daging ayam. Daging ayam dimasak terlebih dulu kemudian didinginkan hingga tak berasa panas. Potongan daging ayam diiris lebih kecil kemudian disajikan di atas tumpukan salad. Sebagai dekorasi dan penutup hidangan, ada daun mint yang masih segar sebagai topping.

3. Kari ayam pedas, India

Makanan olahan daging ayam terakhir tentu anda pernah dengar sebelumnya, yakni chicken tika masala. Saya pernah mengulas menu ini di link ini. Namun jika anda melihat kedua foto dengan nama yang sama, maka ternyata keduanya berbeda.

Chicken tika masala yang saya tampilkan sekarang benar-benar berasal dari restoran khas India. Masakan ini super pedas dibuat bagi pecinta makanan kari dan pedas. Level kepedasannya pun bisa diatur sesuai pesanan pembeli. Masakan kari ayam super pedas ini layak dicoba bagi pecinta masakan pedas.

Dari ketiga makanan olahan daging ayam di atas, manakah yang anda suka?

Nikmatnya Minuman Rasa Raspberry, Daun Mint dan Jeruk Nipis: Minuman (2)

Kali ini saya promosikan minuman kala terik matahari masih menyelimuti Jerman saat ini. Minuman ini dijamin tanpa alkohol alias alkoholfrei dalam bahasa Jerman. Minuman ini menjadi begitu nikmat karena kandungan nutrisi yang berasal dari buah asli. Karena rasa minuman yang enak ini, saya bertanya apa saja bahan minuman racikan ini.

Jika anda suka, silahkan dicoba di rumah!

Minuman ini terdiri atas buah raspberry, daun mint dan jeruk nipis. Sebagaimana anda tahu bahwa ketiga bahan tersebut mengandung vitamin C yang baik untuk nutrisi kulit di saat musim panas seperti sekarang ini. Rasa asam, manis dan segar berpadu jadi satu. Apalagi ada tambahan es batu untuk membuatnya tetap dingin di kala saya memesannya saat suhu di luar mencapai 32 derajat celcius.

Buah raspberry tentu berbeda dengan buah strawberry yang selama ini banyak saya konsumsi. Buah yang banyak mengandung vitamin C ini dipercaya baik untuk pencernaan dan meningkatkan imunitas tubuh. Manfaat serupa juga ditemukan pada jeruk nipis yang diperas dan dimasukkan ke dalam minuman. Rasa asam segar menjadi nikmat tersendiri dalam minuman ini.

Sedangkan daun mint yang mudah dijual di supermarket di sini ternyata juga banyak digunakan dalam minuman dan makanan, lebih dari sekedar dekorasi. Daun mint banyak mengandung vitamin C juga. Manfaatnya juga baik untuk meningkatkan imunitas tubuh agar tidak dehidrasi kala panas menyengat. Selain itu, manfaat yang sama juga pada daun mint adalah menjaga kesehatan pencernaan.

Lanjut ke bahan-bahan yang diperlukan!

Adalah daun mint yang masih segar, buah raspberry, jeruk nipis, sedikit sirup raspberry untuk warna merahnya dan air soda. Semua bahan dicampur menjadi satu. Sebaiknya diracik untuk beberapa lama sebelum disajikan. Beri es batu untuk membuatnya tetap dingin.

Selamat mencoba!

4 Sate Berikut Bisa Jadi Inspirasi Masak

Musim panas memang banyak dimanfaatkan untuk membuat barbeque bersama keluarga dan kerabat. Hal menarik di sini, barbeque dibuat dengan meminimalisir asap sehingga membuat nyaman lingkungan sekitar. Itu semua tercipta berkat kecanggihan alat pemanggangan yang beranekaragam dijual di toko perabotan rumah tangga.

Berikut saya bagikan empat kreasi sate yang barangkali anda minati. Pasalnya empat kreasi sate ini berasal dari empat negara berbeda yang tentunya diracik dengan bumbu yang berbeda pula.

Penasaran ‘kan?

1. Sate ala Yunani

Masakan berikut dikenal dengan nama souvlaki, seperti yang pernah saya bahas di link ini sebelumnya. Masakan ini tentu saya pesan di restoran khas Yunani. Ini adalah dua potong sate yang ditancapkan di bilah besi. Tentu daging tanpa lemak yang membuat sate lebih empuk dan enak untuk disantap. Ada bumbu khas mediterania di sini seperti rempah-rempah yang tak mudah saya tebak.

Untuk menikmatinya, ada nasi paprika khas Yunani. Tak lupa saus tzatziki yang menjadi kebanggaan masakan Yunani. Anda pasti tergoda untuk mencicipi masakan yang dipanggang dengan bumbu khas mediterania ini.

2. Sate ala Jerman

Sate kedua yang saya dapatkan adalah sate ayam. Awalnya saya takjub mendapati sate ayam dengan nasi di kantin kampus. Biasanya sate dimakan dengan kentang, tetapi ini dengan nasi. Rupanya kantin kampus menyuguhkan aneka kuliner dari berbagai bangsa sehingga tidak membosankan para mahasiswa yang jadi pelanggannya tiap hari.

Sate ditusuk dengan bilah bambu seperti di Indonesia. Sate terdiri atas potongan daging ayam dan beberapa potong paprika. Sepertinya sate ini tidak melalui pembakaran, tetapi dipanggang agar matang. Setelah matang, sate disiram dengan kuah pedas rasa tomat. Ada rasa asam dan segar dengan menikmati sate ini.

3. Sate ala India

Masakan sate terakhir berasal dari India. Sate ini terdiri dari aneka potong daging yang dikehendaki dan diberi bumbu khas India tentunya. Untuk menikmatinya, ada nasi kari dan aneka sayuran yang juga ikut dipanggang. Menu yang dipesan di restoran India ini yang memang dipanggang untuk daging dan sayurannya.

Porsi sate ini memang untuk dua orang. Itu sebab ada dua nasi kari dan banyaknya potongan daging. Agar lebih enak, disantap dengan perasan jeruk lemon dan irisan bawang merah. Rasanya enak!

4. Sate ala Jepang

Sate terakhir yang diulas adalah yakitori yang mungkin pernah anda dengar atau jumpai di restoran Jepang. Sate ini diberi saus teriyaki khas masakan Jepang umumnya. Sate ini terdiri atas potongan daging yang kecil-kecil yang diselipkan di bilah bambu. Rasanya cukup enak, ditaburi dengan biji wijen.

Jadi, sate mana yang akan coba?

2 Makanan Vegetaris, Pilih Mana? Spanyol Omelette Tortila atau Italia Antipasti

Kuliner dari Spanyol.

Melanjutkan aneka kuliner dari Spanyol, saya berikan ide makanan vegetaris bagi anda yang sedang diet makan daging. Jika anda berpikir makanan asal Spanyol ini dipesan di restoran khas masakan Spanyol, maka anda salah besar. Tak selamanya juga saya makan di restoran atau hotel, saya mendapatkan makanan ini di kantin kampus saya. Di sini kampus menyajikan aneka kuliner yang bisa dilihat di website kampus menunya tiap hari, kecuali Sabtu dan Minggu.

Kantin kampus menyajikan makanan vegan, vegetaris dan normal umumnya. Karena mahasiswa yang belajar di sini juga berasal dari berbagai bangsa maka menu pun bisa berasal dari macam-macam kuliner juga. Salah satunya, makanan asal Spanyol. Nama kuliner tersebut adalah Omellete Tortilla yang pernah saya bahas di link ini. Bedanya, tortila tersebut dalam link dipesan di restoran khas Meksiko.

Omelette tortila ini seperti telur dengan isian sayuran yang dipanggang. Sayurannya bisa dipilih sesuai selera, seperti pada foto. Ada wortel, kentang, buncis, kacang polong dan kacang merah. Sebelum disajikan, omelette tortila disantap dengan paprikadip. Ini adalah saus khas Meksiko dan Spanyol. Paprikadip terdiri atas potongan paprika merah yang dimasak dengan saus tomat dan berasa asam.

Kuliner dari Italia.

Kuliner vegetaris kedua yang dibahas berasal dari Italia. Makanan ini dipesan saat saya berada di kapal Kristal Swaroski yang diceritakan di di link ini. Sebenarnya, saya juga pernah memesan antipasti juga saat saya sedang di Regensburg. Ceritanya dapat dilihat di link ini.

Antipasti bisa menjadi pilihan bila anda sedang diet daging. Anda bisa mendapati aneka sayuran yang dipanggang dengan gaya khas masakan Italia umumnya. Antipasti yang saya pesan kali ini diselipkan keju di dalam sayuran panggang. Misalnya paprika atau peperoni pun terdapat keju juga. Ada saus balsamico untuk menyempurnakan rasanya.

Untuk menikmati antipasti atau antipasto, nama yang dikenal di Italia maka ada roti baguette. Salad pun tak pernah lupa diselipkan di restoran di Jerman. Tak hanya itu, ada tambahan di antipasti yakni breadstick. Ini semacam dekorasi dan pelengkap juga untuk menyantap antipasti.

Dari kedua kuliner asal Spanyol dan Italia, manakah yang anda suka?

My Indigo, Restoran Kekinian, Lebih dari Sekedar Makan: Rekomendasi Tempat (30)

Apa yang terbayang dalam benak anda jika mendengar restoran kekinian? Ini pendapat saya. Restoran tersebut dipenuhi banyak generasi milenial untuk makan, ngobrol, diskusi, ambil foto dan upload di media sosial. Dengan interior didominasi kayu, lampu temaram dan spot-spot instragammable, maka konsep yang diusung restoran My Indigo ini benar-benar menyenangkan dan suasana yang hangat untuk semua kalangan, terutama generasi milenial.

Untuk alasan privasi, saya tidak mengambil suasana pengunjung yang sedang ramai saat wiken. Ya, saya datang saat wiken minggu lalu. Tempatnya ramai dan enak untuk ngobrol.

Saya berkunjung ke restoran My Indigo di Linz, Austria. Sepertinya restoran ini mengusung konsep lebih dari sekedar makanan yang ditawarkan. Makanan yang alami dan sehat bisa menjadi pilihan para vegan dan vegetaris juga di sini. Karena dua orang di samping saya yang sedang memesan, mereka menyebut pilihan makanan vegetaris.

Menu yang tersedia di restoran tersedia di papan informasi atas, dekat meja pemesanan makanan. Lalu saat anda sudah menemukan apa yang ingin dipesan, berdirilah di di depan etalase makanan. Anda akan mendapatkan mangkuk besar berwarna hitam untuk meracik apa yang diinginkan. Untuk side dishes, anda bisa memilih nasi, noodle atau quinoa. Saya akhirnya memilih nasi. Main dishes akan dipandu untuk petunjuk pengambilannya. Misalnya menu saya adalah Austrian Beef Chili maka ada chili corn cane yang dicampur dengan nasi.

Tak berhenti di situ, pesanan saya berlanjut dengan salad yang diracik sesuai selera dan kebutuhan pembeli. Ada tauge, wortel, tomat cheri, buah zaitun, jagung dan lainnya yang biasanya disajikan di salad. Saya memilih alpukat dan dressing mayonaise. Saya tambahkan sambal sesuai selera saya. Setelah pembeli meracik menu yang diinginkan, dia bisa memilih minuman yang dibuat sendiri dari dapur My Indigo. Saya memilih teh klasik. Lalu pembeli langsung ke meja sebelah, yakni kasir dan membayar semuanya.

My Indigo menawarkan citarasa kreatif dari menu yang sesungguhnya. Misalnya, saya memesan Austrian Beef Chilli. Lalu ada makanan lainnya seperti sushi, ramen, Kari dari Thailand dan Pho dari Vietnam. Makanan khas India juga tersedia seperti tandoori dan dal. Di sini pula My Indigo menawarkan makanan bio atau organik yang disukai seperti kue, kopi dan minuman lainnya.

Anda bisa memesan makanan sebagai salad, mie atau sup hangat. Semua itu sesuai kreativitas dan selera anda untuk mencampurkannya dalam mangkuk anda.

Tertarik mencoba?

Ethiopian Sambusa, Sebutan Gorengan Isi Daging Sapi Cincang: Makanan Khas Afrika (2)

Sambusa, buatan Afrika.

Satu lagi makanan khas Afrika yang saya cicipi di salah satu restoran yang mengusung kuliner Afrika di kota Frankfurt. Nama makanan yang saya pesan adalah sambusa, yang sebenarnya ini adalah vorspeisse atau makanan pembuka. Hanya saja saya saya memesannya karena saya sedang tidak ingin makan dalam porsi besar. Di situ tertulis bahwa sambusa dalam satu porsi terdiri atas tiga potong. Itu sudah membuat saya kenyang.

Samosa, buatan India. Bandingkan!

Sambusa itu sudah saya bahas dalam makanan khas India. Silahkan cek linknya! Di situ saya jelaskan samosa yang berasal dari India berisikan kentang dan kacang lentil yang diolah jadi satu. Samosa yang saya perkenalkan dari India adalah makanan vegan. Jika anda ingin menyantapnya lebih lagi seperti samosa diberi kuah kari, makanan ini cocok untuk para vegetarian. Di artikel tersebut, saya jelaskan pula bahwa samosa juga terdapat di negara-negara di luar India. Karena migrasi di jaman dulu, samosa dari India pun bisa terpengaruh dari negara lain.

Akhirnya saat saya berada di restoran Afrika, samosa di sini disebut sambusa. Namun bentuk dan tekstur kulit pastry tetap sama. Bentuknya pun sama-sama segitiga seperti samosa dari India. Sedangkan yang membedakan adalah isiannya. Sambusa dari Afrika sering disajikan dengan olahan daging sapi. Sambusa lagi-lagi berasal dari Ethiopia seperti kuliner sebelumnya yang saya tulis di sini.

Sambusa dari Ethiopia ini juga digoreng setelah isian daging sapi cincang yang diberi sedikit bumbu sederhana. Baik sambusa maupun samosa merupakan kue pastry yang digoreng keseluruhannya dengan minyak panas. Setelah berwarna kecokelatan, itu berarti sudah matang. Lalu anda bisa menyantapnya dengan salad dan sambal khas Ethiopia. Rasa sambusa sedikit asam dibandingkan samosa. Saya sendiri tidak tahu apa yang membuatnya asam.

Bagi anda penggemar gorengan, silahkan cek resepnya dan bisa dibuat di rumah! Ini memang menarik apalagi makanan ini menjadi lintas negara dan benua. Jika anda berhasil membuatnya di rumah, isiannya pun tergantung selera anda bisa hanya kacang lentil saja, daging ayam cincang atau daging sapi cincang.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Tagliatelle Salmone, Mie Lebar Creamy Pakai Ikan Salmon: Makanan Khas Italia (22)

Kuliner selanjutnya asal Italia adalah seputar pasta. Pasta yang dibahas kali ini jika dilihat seperti mie lebar. Dalam kuliner Italia, pasta ini disebut tagliatelle yang menurut saya seperti mie lebar, kira-kira lebarnya 6 sampai 10 milimeter. Pasta ini jika dilihat dari kejauhan seperti fettucini, tetapi tagliatelle lebih panjang, tak putus-putus.

Saya memesannya di restoran khas Italia di kota saya yang sudah ternama dengan masakannya yang enak. Saya pesan tagliatelle dengan salmon. Namanya adalah tagliatelle salmone. Dimana mie lebar ini sedikit creamy dengan rasa yang enak disantap. Cukup memuaskan dan kenyang tentunya.

Di atas mie lebar diberi topping ikan salmon yang empuk dan enak juga. Untuk ikan salmonnya seperti ikan asap yang dipanggang sehingga terasa di lidah. Setiap gigitan potongan salmon disantap bersama mie lebar yang tak berujung.

Untuk saus tagliatelle adalah fein tommaten sahnesauce dalam deskripsi menu. Artinya, makanan tersebut dimasak dengan saus krim yang berasa tomat. Enak sekali!

Penasaran ‘kan ingin mencobanya? Saran saya, coba anda kreasikan mie lebar dengan salmon filet. Dengan begitu, citarasa nusantara menjadi kreasi yang istimewa. Coba yuk!

Panggang Hati Sapi dengan Kentang Pedas, Enaknya: Makanan Khas Yunani (9)

Dua potong hati sapi yang dipanggang ditutupi irisan bawang.

Jika anda suka makan sesuatu yang dipanggang, rasanya anda perlu berkunjung ke restoran Yunani. Masakan utama yang ditawarkan umumnya memang recommended jika soal panggang daging. Tak heran memang begitu faktanya kuliner khas Yunani itu berurusan soal barbeque dan panggang. Daripada repot memanggang di rumah, datang ke restoran Yunani menjadi pilihan praktis.

Pilihan suami, sate dan nasi pedas.

Adalah suatu restoran khas Yunani yang berada di lokasi pusat wisata menawarkan aneka menu sajian utama. Saya dan suami pun tak ketinggalan memilih menu panggang yang menjadi istimewa pilihan restoran. Setelah kami memesan, kami dapat ouzo, semacam schnaps minuman khas Yunani. Rupanya tiap restoran Yunani punya tradisi masing-masing. Ada yang menyajikan ouzo di awal saat memesan, namun ada pula yang menawarkan ouzo di akhir setelah membayar pesanan.

Selang tak lama, muncul pesanan saya yakni dua potong hati sapi yang benar-benar lembut dan enak. Meski dipanggang, tetapi ini tidak berbau amis. Rasa khas bumbu mediterania dapat saya rasakan dalam tiap potong hati sapi. Ditambah acar bawang bombay yang menguatkan rasa daging panggang. Enak sempurna manakala anda menyantapnya dengan kentang pedas yang juga dipanggang sedikit setelah anda merebusnya dengan baik.

Salad.

Oh ya setelah makanan kami tiba, kami juga mendapatkan salad khas mediterania. Rasa aneka sayuran segar menjadi satu manakala ada saus tzatziki di dalam salad. Salad kuliner Yunani memang punya citra rasa yang berbeda dari kebanyakan salad yang saya coba.

Untuk pesanan suami, ini seperti sate khas Yunani. Potongan daging ditusuk dalam bilah besi panjang. Satu porsi hanya satu tusuk saja, berbeda jika anda memesan sate khas nusantara. Sate ini seperti pesanan saya di restoran Yunani sebelumnya. Dimana sate terdiri atas potong daging tanpa lemak yang benar-benar tampak terlihat guratan panggang besi panas. Sate khas Yunani pernah saya ulas juga di sini.

Apakah anda tergoda menikmati masakan panggang khas Yunani?

Spaghetti Carbonara, Creamy yang Disuka: Makanan Khas Italia (21)

Setelah lama tak membahas kuliner Italia, kali ini saya bawakan menu yang sudah sering saya santap tetapi belum pernah diulas. Saya kerap memesan spaghetti carbonara justru pada saat saya sedang di luar Italia. Nama pasta cabonara juga melekat di Indonesia karena makanan ini juga mudah dijumpai di restoran bergaya western. Bisa jadi anda juga tak asing lagi dengan spaghetti carbonara.

Namun pertama-tama, apa arti nama carbonara itu sebenarnya?

Saya penasaran lalu bertanya kepada kenalan asal Italia. Maklum banyak juga orang Italia tinggal di Jerman. Menurut mereka, carbornara itu bisa diartikan “bacon and egg” ketika dia menjawab pertanyaan saya dalam bahasa Inggris.

Namun ada juga arti berbeda dari kata carbonara. Carbonara juga bisa diartikan bara arang. Lalu apakah makanan ini dimasak dengan bara arang seperti mie godok jawa yang pernah saya temui di Semarang? Nyatanya pasta carbonara tidak dimasak dengan bara arang.

Pasta carbonara biasa juga menggunakan spaghetti sehingga disebut spaghetti carbonara. Meski ada banyak pasta lainnya seperti rigatoni, fettucini dan masih banyak lainnya tetapi carbonara paling pas disajikan dengan spaghetti. Resep ini yang akhirnya dipublikasikan sebagai umumnya dikenal spaghetti carbonara pada abad 20.

Padahal spaghetti carbonara sudah dikenal sejak abad 19 awal. Nama carbonara mengacu pada potongan daging ham atau bacon dicampur dengan telur. Namun bacon yang dipilih tentu adalah bacon asap. Berangsur-angsur telur orak arik pada carbonara juga dicampur keju. Itu sebab pasta carbonara itu tampak creamy menyatu dengan spaghetti.

Sedangkan spaghetti dengan saus lain misalnya, saus dijadikan topping atau diletakkan di atas spaghetti. Tetapi spaghetti carbonara itu dibiarkan menyatu sehingga benar-benar disuka bagi pencinta makanan Italia.

Hmm, nikmat!