Saure Grumbeere und Nudeln: Masakan Khas Jerman (13)

Siap disantap selagi hangat!

Ada mie, kentang, telur dan bawang goreng. Jika disimak cara memasaknya, seperti mie rebus.

Memasak makanan hangat selagi musim gugur yang dingin di luar kemudian menginspirasi saya membuat mie rebus pakai telur dan irisan cabai rawit. Karena rindu bakmi godok, saya intip masakan Jerman yang mirip. Saya cari di buku resep memasak tidak ketemu. Saya ingat Saure Grumbeere mit Nudeln ini resep kreavitas Oma Mertua yang diturunkan ke Ibu Mertua lalu kemudian saya mencobanya sendiri. Mudah ‘kok!

‘Saure Grumbeere mit Nudeln’ ini sebenarnya seperti bakmi godok atau bakmi rebus jika di Indonesia. Isiannya ada mie (nudeln), telur rebus dan kentang (Grumbeere). Mungkin jika anda paham bahasa Jerman dan sering mengikuti resep masakan saya, anda bertanya kok Grumbeere untuk menggantikan kata kentang, yang biasa disebut Kartoffel

Di Jerman sesuai penjelasan ibu Mertua, ada tiga tipe kentang yakni fest kochend yang biasa digunakan untuk kartoffelsalat, vorwiegend fest kochend yang umum digunakan untuk kentang goreng, kentang rebus atau kentang tumbuk. Terakhir, mehlig kochend, ini jenis kentang yang bila dimasak mudah hancur dan cocok untuk kentang tumbuk, perkedel atau kroket.

Setelah saya cari tahu rupanya grumbeere adalah sejenis umbi-umbian seperti kentang namun jenisnya berbeda. Kira-kira dari penjelasan tiga jenis kentang, grumbeere masuk pada jenis kentang mana? Jenis kentang grumbeere ini paling banyak ditemukan di wilayah Amerika bagian selatan. Kentang jenis ini lembut teksturnya, artinya tidak usah terlalu lama memasaknya seperti normalnya kentang pada umumnya. Hmm, menarik ya!

Kembali lagi ke menu masakan, saure grumbeere mit nudeln adalah makanan kreasi sendiri. Untuk kuahnya sesuai nama maka berasa masam yang berasal dari cuka sayuran. Cuka sayuran ini sebagian berasal dari wine untuk campuran masakan. Asamnya tentu berbeda dengan rasa masam pada cuka umumnya atau rasa masam dari perasan buah lemon. 

Agar menyegarkan, kuah diberi daun salam dan tumisan bawang bombay sebelumnya. Dimakan selagi panas, saure grumbeere mit nudeln sesuai untuk menghangatkan badan dan rasanya yang masam buat badan kembali bersemangat.

Bahan yang diperlukan:

  1. Air secukupnya.
  2. Nudeln atau mie yang sesuai selera anda.
  3. Grumbeere atau kentang.
  4. Telur sesuai selera anda.
  5. Bawang bombay yang diiris halus.
  6. Beberapa daun salam.
  7. Fett atau minyak sayur untuk menumis.
  8. Bawang goreng jika suka.
  9. Cuka sayuran.
  10. Kaldu sayuran, Maggi dan bubuk paprika pedas.


Cara memasak:

  1. Rebus air untuk memasak nudeln terlebih dulu dan tambahkan garam dalam rebusan air. Jika sudah mendidih, masukkan nudeln dan masak hingga 8-10 menit. Setelah matang, tiriskan airnya dan singkirkan sementara waktu.
  2. Rebus air untuk memasak grumbeere yang sudah dipotong-potong seukuran dadu. Beri garam pada rebusan air. Jika sudah mendidih, masukkan kentang dan masak hingga matang. 
  3. Panaskan wajan dan masukkan fett. Tumis bawang bombay yang sudah diiris halus dan masukkan daun salam ke dalam. Jika berasa harum, tambahkan air secukupnya untuk kuah kaldu. Masukkan kaldu sayuran ke dalam dan bubuk paprika.
  4. Masukkan telur dalam rebusan selama 5-8 menit dengan api sedang. Jika telur sudah setengah matang, masukkan kentang ke dalam kuah kaldu. Masak hingga 3-4 menit. Tambahkan cuka sayuran ke dalam kuah kaldu.

Saran penyajian:

  1. Ambil nudeln atau mie ke atas mangkuk. Masukkan kuah kaldu yang sudah dimasak. Taburi sebagai topping, bawang goreng.
  2. Bawang goreng hanya sesuai selera dan keinginan anda saja.
  3. Anda bisa juga bebas mengkreasikan dengan sayuran seperti sawi, tauge atau wortel.
  4. Jika kurang pedas, silahkan tambahkan irisan cabai sesuai keinginan anda.

Selamat menikmati!­čąś

Nudeln mit Schinken: Masakan Khas Jerman (12)

Praktis dan mudah, silahkan dicoba!


Pastinya tak banyak bumbu dan bahan yang diperlukan, mudah dan murah penyajiannya.


Anda bisa mengganti nudeln sesuai selera dan kebutuhan.



Masak apa yang paling cepat kala makan siang tiba dimana anda tak punya banyak waktu untuk memasaknya. Di Indonesia yang biasa saya lakukan adalah memasak mie instan dan telor. Selain praktis, makanan itu mengenyangkan. Supaya tidak dikomplen banyak orang karena tak sehat, saya tambahkan aneka sayuran dan bumbu instan diganti dengan bumbu ulek yang saya siapkan sendiri. Bakmi Indonesia itu sudah dikenal di mancanegara loh.

Kali ini saya pikir hal serupa akan saya lakukan kala saya tak punya banyak waktu untuk makan siang dan memasak. Saya cek di kulkas, hanya schinken yang dipunyai. Schinken di Indonesia lebih dikenal sebagai ham, yakni produk daging yang sebenarnya sudah masak. Untuk memasaknya kadang direbus, dikeringkan, dipanggang atau diasap. Sebagai makanan yang sudah jadi, schinken ini juga bisa menjadi makanan kalt essen atau makan malam bagi kebanyakan orang Jerman. Tentunya pemotongan dan penyediaan produk daging ini disesuaikan dengan regulasi yang berlaku di wilayah Jerman. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/08/27/kalt-essen-makanan-dingin-ala-jerman-tak-perlu-dimasak/

Masakan saya yang praktis dan cepat ini memang hanya membutuhkan schinken dan nudeln saja. Bagi anda yang tak suka berlama-lama di dapur atau tak tahu banyak cara memasak, bisa ditiru cara saya memasak berikut. 

Bahan yang diperlukan:

  1. Nudeln sesuai kebutuhan.
  2. Schinken secukupnya.
  3. Minyak sayur.
  4. Merica/paprika bubuk jika suka.

Cara memasak:

  1. Rebus air hingga mendidih dan tambahkan garam. Jika sudah mendidih, masukkan nudeln ke dalam air. Masak hingga 8-10 menit.
  2. Jika sudah matang, tiriskan dari air. Singkirkan sementara.
  3. Iris schinken menjadi potongan yang lebih kecil. 
  4. Panaskan wajan dan masukkan minyak sayur.
  5. Masukkan daging schinken, masak hingga beberapa menit. 
  6. Lalu masukkan nudeln yang sudah ditiriskan dari air. Aduk bersamaan hingga tercampur dan masak selama 2-3 menit. Tambahkan merica bubuk atau paprika bubuk jika suka. Selesai!

Saran penyajian:

  • Anda juga bisa mengganti bentuk nudeln sesuai selera. Kebetulan yang saya gunakan seperti fusilli
  • Anda juga bisa menambahkan telur yang sudah direbus terlebih dulu lalu dipotong-potong kecil. Masukkan bersamaan saat mengaduk nudeln dan schinken bersamaan.
  • Karena schinken sudah berasa asin, sebaiknya tidak ditambahkan garam atau kaldu apa pun. 
  • Jika ingin pedas, anda bisa tambahkan merica bubuk atau paprika bubuk sesuai selera.

Mudah ‘kan? Selamat mencoba!­čŹ▓

Curryhuhn mit Kokosmilch: Masakan Asia di Jerman (3)

Curryhuhn mit Kokosmilch.

Tak pernah habis mengulik soal makanan, terutama masakan asing di luar Indonesia. Kali ini saya membahas masakan dari negeri Gajah Putih. Mengapa? Saya rindu masakan Indonesia kemudian apa daya tidak sedang berada di wilayah yang ada restoran Indonesia plus saya malas masak. Wiken memang waktunya berburu makanan. Selain mencoba rasa baru, mungkin menarik saya bagikan lewat tulisan di sini.

Di kota M├╝nchen ada beberapa restoran franchise Thailand yang sudah punya nama. Artinya restoran ini tak pernah sepi dikunjungi peminat mulai dari orang Asia macam saya hingga mereka penduduk lokal yakni orang Jerman sendiri. Saya lupa nama restorannya, tetapi kali ini saya ingat nama masakan mereka.

Nama masakan memang terdengar Jerman, namun sesungguhnya ini adalah masakan ayam bumbu karri. Untuk karri sendiri menggunakan santan, dimana di sini disebutnya Kokosmilch.

Si pramusaji datang dengan ramah membawakan masakan ini kepada saya. Mungkin dikira saya orang Thailand karena ini sudah kesekian kali saya diajak bicara bahasa Thai namun saya hanya menjawab “Entshuldigung, Ich komme nicht aus Thailand.” Lalu mereka pun tersenyum maklum sambil pergi. Kadang mereka berpikir saya adalah orang Filipina. Lanjut ke cerita masakan!

Masakan ini berkuah agak kental karena mengandung santan kelapa. Rasanya enak menurut saya. Ada sayuran seperti labu dan daun bambu ditambah irisan cabai merah. Kuah karrinya benar-benar terasa, tidak encer hanya berasa air saja. Daging ayam fillet berupa potongan-potongan kecil. Saya suka sekali. Karena belum berasa pedas, saya tambahkan cabai kering khas Thailand.

Jika anda berkunjung ke Thailand, mereka punya berbagai pilihan salat yang patut dicoba. Saya biasa membahas salat resep buatan Mertua, sekarang saya sontek bagaimana salat buatan Thailand.

Begitulah perkenalan makanan khas Thailand yang saya cicipi. Semoga menginspirasi­čŹŻ

Geschnetzeltes mit Nudeln: Masakan Khas Jerman (11)

Geschnetzeltes mit Nudeln siap disantap.

Isian saus ada daging sapi fillet, kacang polong, jamur dan merica hitam.

Nudeln yang digunakan.

Masak memasak dengan mie memang tak pernah habis. Jika kuliner Italia punya segudang resep dengan pasta, fusilli dan spagheti maka Jerman pun tak kalah dengan nudeln. Di Swiss nama masakan berikut dikenal Z├╝rcher Geschnetzeltes dengan sausnya berupa jamur dan daging sapi fillet.

Menu yang saya buat kali ini namanya Geschneltzeltes mit Nudeln. Cara membuatnya mudah dan cepat untuk makan siang yang tak punya banyak waktu rasanya cocok. 

Bahan yang diperlukan:

  1. 200 Gram nudeln
  2. 200 Gram daging fillet sapi.
  3. 100 Gram jamur.
  4. Kacang polong secukupnya.
  5. Bawang bombay yang diiris halus.
  6. Fett atau minyak sayur.
  7. Kaldu sapi, garam dan merica bubuk.
  8. Merica hitam secukupnya.
  9. Air secukupnya.

Cara memasak:

  1. Rebus air kira-kira 2 liter hingga mendidih dan tambahkan garam. Lalu masukkan nudeln dan masak kira-kira 8-10 menit tergantung tekstur nudeln yang dikehendaki.
  2. Jika sudah masak nudeln, tiriskan dari air dan singkirkan sementara.
  3. Panaskan wajan dan masukkan fett atau minyak sayur. Tumis bawang bombay yang diiris halus.
  4. Masukkan daging fillet yang sudah diiris memanjang kecil-kecil. Tumis selama beberapa menit.
  5. Masukkan kacang polong dan jamur yang sudah diiris terlebih dulu. Masak menjadi satu.
  6. Setelah agak matang, masukkan air sedikit dan beri kaldu rasa sapi, garam dan merica. Masukkan pula merica hitam agar pedas.
  7. Biarkan kuah mengental beberapa saat dan matang. 

Cara penyajian:

  • Ambil nudeln dan letakkan di piring yang melengkung.
  • Tambahkan saus yang tadi dimasak ke atas nudeln.
  • Anda bisa makan bersama salad tomat atau salat mentimun. 

Saran penyajian:

  1. Jika tidak suka menggunakan daging, anda bisa mengganti daging dengan wortel dan perbanyak jamur.
  2. Anda juga bisa variasikan dengan daun bawang dan seledri jika suka. 
  3. Bawang bombay pun bisa diganti dengan bawang merah dan bawang putih.
  4. Anda juga bisa kreasikan nudeln dengan bentuk yang lain sesuai selera.

Selamat mencoba!

Menyusuri Kuliner Malam di Myeongdong, Seoul

Ramai dan meriah itu pendapat saya pertama mengunjungi wilayah ini di malam hari.

Asyiknya mengamati orang lalu lalang dan merayakan happy hour saat wiken di sini.

Ini salah satu makan di restoran di sana.

Jangan tanya nama menu makanannya, saya sudah lupa!

Ada juga street foods yang perlu dicoba. Foto diambil dari lantai atas kafe.


Cerita traveling masih seksi untuk ditulis meski ini sudah lama berlalu. Saya tiba di Seoul, punya beberapa teman yang dikenal di sini. Ada satu teman kerja di proyek lama, perempuan Indonesia yang sedang mengambil studi di Seoul dan satu lagi pria Korsel asli yang saya kenal dari traveling. Satu lagi teman saya yang lain adalah pria asal Montenegro yang bekerja di Seoul. Traveling tidak hanya menambah teman tetapi menambah ilmu kehidupan. Teman saya yang terakhir ini membawa saya berkunjung ke kuliner malam Myeongdong, Seoul.

Baca https://liwunfamily.com/2014/04/25/mengamati-orang-korea/

Kata teman saya ini, Myeongdong itu adalah kawasan elit perbelanjaan. Siang hari saya juga hilir mudik ke area ini yang tak pernah sepi lalu lalang orang. Saya memang tidak tertarik berbelanja karena malas menambah beban bagasi. Kawasan komersil ini pastinya asyik untuk dijelajahi dengan warna-warni sorot lampu jika malam hari, itu pemikiran saya.

Sebenarnya saya sudah lelah seharian jadi backpacker ke beberapa tempat wisata di Seoul, namun karena ditraktir makan sebagai tanda persahabatan saya ikut saja. Departemen store pada malam hari pastinya tutup, yang masih buka dan hingar bingar adalah kafe dan restoran. Serunya lagi saya berjalan-jalan ketika wiken, mengapa? Banyak karyawan kantor merayakan happy hours sambil minum bir lokal. Di sisi lain banyak pula generasi milenial yang ber-gadget sibuk foto-foto di restoran dan kafe.

Jika anda datang ke wilayah Myeongdong untuk berbelanja saat siang hari, itu betul! Namun malam hari, anda juga bisa datang untuk mengamati keramaian orang-orang Seoul merayakan kebersamaan, entah berpasangan, bersama rekan kerja atau bersama keluarga. Makan malam di sini juga boleh, namun siapkan kocek yang tebal karena sebagai wilayah elit pastinya harga sewa tempat tak murah, jadi harga mahal pastinya ada untuk setiap makanan. Namun anda layak datang sembari berfoto di sini karena ini adalah area favorit para turis.

Dari berharga mahal di restoran sudah saya coba meski saya tidak tahu apa nama makanan yang saya coba. Maklum ditraktir jadi lupa harga dan menu makanan. Hingga saya mencicipi kuliner kaki lima yang mudah ditemui di pinggir jalan. 

Hotel saya memang tak jauh dari wilayah ini. Cukup berjalan kaki kira-kira 30 menit lamanya. Jika berniat ke Seoul untuk berbelanja, memang Myeongdong tempatnya, termasuk bagi anda yang suka berbelanja kosmetik. Setelah saya amati terkadang toko juga memberikan harga diskon juga. 

Baca juga 

Begitulah pengalaman menyusuri kuliner malam di Myeongdong. Jangan tanya nama makanannya karena sudah lupa! Pastinya layak untuk tempat berfoto dan wisata kuliner. 

Semoga bermanfaat­čśü

Zwetschgen, Manisan Buah Plum ala Jerman 

Manisan buah plum buatan sendiri.

Awalnya saya pikir ini semur jengkol, karena penampakannya yang mirip. Rupanya ini manisan buah plum. Pupus harapan makan semur jengkol.

Buah plum memang tak mudah ditemui di Indonesia. Pohon ini lebih mudah ditemukan di Eropa Tengah, termasuk di Jerman. Bahkan saya pun diberitahukan oleh mertua di sini penampakan pohon plum yang besar dan rimbun. Tinggi pohon kira-kira 6 sampai 10 meter dari tanah. Buah plum di sini disebut Zwetschge, karena jamak maka menjadi Zwetschgen.

Saya sempat membahas nama pasar menjadi pasar plum, namun pasar musiman tersebut tak menjual buah plum. Bunga di pohon muncul sekitar bulan April. Pohon berbuah sekitar bulan Agustus – September. Oleh karena itu muncul pasar plum, Zwetschgenmarkt di bulan September. Di Eropa bagian tengah buah plum digemari untuk diselipkan dalam kue. Ada pula yang membuat buah plum sebagai manisan. Makan manisan sebagai pengganti buah bisa dilakukan di sela makan siang.

Baca https://liwunfamily.com/2017/09/18/zwetschgenmarkt-pasar-yang-tidak-jual-plum-lalu-apa/

Kali ini mari kita ulas bagaimana membuat manisan buah plum. Sebenarnya buah plum masih asing bagi saya. Ibu mertua yang membuatkan manisan plum mengatakan buahnya mirip pflaumen. Namun sebenarnya keduanya berbeda. Pflaumen yang pernah saya ulas di sini sudah dalam bentuk minuman yang diimport dari Tiongkok langsung. Saya beli via online karena saya suka setelah mencoba di Chinna Restaurant. Buah Pflaumen warnanya saat dibuka terlihat terang seperti warna merah atau kuning. Sedangkan buah Zwetschgen, buah plum yang kita bahas di sini warnaya setelah dibuka gelap seperti ungu. Ternyata berbeda ‘kan mungkin masih dalam satu familie!

Baca https://liwunfamily.com/2017/07/18/ketika-gluckskek-dan-pflaumen-schnaps-jadi-penutup-makanan/

 

20170716_121810
Buah plum asal Tiongkok yang dijadikan schnaps, minuman beralkohol yang disediakan sebagai complimentary di China Restaurant di Jerman.

 

Buah plum atau pflaumen dari Tiongkok yang sudah dalam bentuk minuman, rasanya menghangatkan badan. 

Suatu kali ibu mertua menawarkan manisan buah plum ini. Katanya ini buatan sendiri. Jadi rasa manis yang terdapat dalam manisan buah plum tidak terlalu manis sesuai kesukaannya. Bahkan saya diminta menambahkan sedikit gula bila masih terasa masam. Mudah cara membuatnya kok, mau tahu?

Cara membuatnya:

  1. Pilih buah plum yang masih baik, tidak terlihat busuk untuk dibuat manisan.
  2. Cuci buah tersebut. Tiriskan buah dari air lalu potong-potong seperti pada gambar.
  3. Masak dalam air dalam panci. Masukkan buah plum yang sudah dipotong-potong tersebut. Tambahkan gula sesuai kesukaan.
  4. Tutup panci dan masak bersamaan hingga 80 derajat panasnya. Masak kira-kira 20-30 menit. Untuk memastikan tingkat kepanasan air, gunakan termometer.

Agar awet berbulan-bulan, masukkan dalam botol gelas.

Jika sudah dingin masukkan wadah dalam botol gelas yang tertutup. Manisan ini bisa hingga berbulan-bulan. Buah plum aslinya masam, dengan dibuat manisan tentu lebih disukai.

Selamat mencoba!

Pichelsteiner Asli Bayerisch: Masakan Khas Jerman (10)

Pichelsteiner ala Bayerisch.

Di Austria sudah turun salju, di tempat saya belum namun udaranya seperti membuka kulkas.

Saat ini padahal musim gugur, namun suhunya dingin sekali menurut saya. Bayangkan saja jika saya berjalan keluar seperti masuk dalam kulkas. Memang di Austria, negara tetangga sudah mulai turun salju. Di tempat saya di Jerman memang belum turun salju, suhu di luar kira-kira 6 derajat sampai 10 derajat. Kadang hujan disertai angin semakin membuat saya menggigil.

Jika di Indonesia, saya bisa mampir makan bakso maka di Jerman saya akan membuat sup, tentunya berisi rebusan sayur dan daging. Makanan yang mirip dengan bakso dan sup di Jerman, dikenal dengan sebutan Pichelsteiner namun di wilayah Bavarian disebutnya ‘Pichelsteiner Eintopf’. Makanan ini juga sering dijumpai dalam jumlah besar saat prasmanan atau buffet. Jika Hungaria punya sup goulash maka Jerman punya pichelsteiner yang isiannya mirip, meski rasanya berbeda. Menurut saya ini seperti sup daging yang biasa dibuatkan oleh ibu saya di Jakarta.

Asal nama konon dari wilayah bavaria, semacam makanan tradisional yang diklaim sudah ada sejak abad 19. Tahunya darimana? Sebuah kumpulan resep abad 19 menyebutkan nama masakan ini. Saya pun punya kumpulan resep masakan khas Bayerisch ini. Katanya pichel berasal dari nama panci untuk merebus dagingnya. Itulah sejarah munculnya nama masakan ini.

Mari kita lanjutkan memasak!

Petunjuk memasak dari Buku kumpulan resep Bayerisch pemberian ibu Mertua. Kadang saya kreasikan menurut sepemahaman bahasa Jerman yang saya ketahui.

Kaldu sapi yang digunakan.

Bahan yang diperlukan:

  1. 200 – 300 Gram daging sapi dan daging asap, jika suka.
  2. Sayuran seperti kentang, wortel, kubis, seledri dan daun bawang.
  3. 30-50 Gram Fett atau minyak goreng.
  4. 1/2 Liter air.
  5. 1 Buah kaldu rasa sapi, garam dan merica bubuk.
  6. 1 Bawang bombay iris halus.

Langkah memasak:

  1. Kupas kentang dan potong-potong sayur sesuai yang dikehendaki.
  2. Potong daging menjadi dadu.
  3. Panaskan panci dan masukkan fett. Tambahkan bawang bombay di dalam panci.
  4. Masak daging yang sudah dipotong dadu.
  5. Masukkan sayuran kentang, kubis wortel ke dalam panci.
  6. Tambahkan air ke dalam panci lalu masukkan kaldu sapi 1 buah, garam dan merica secukupnya.
  7. Masak kurang lebih 1 jam dengan api kecil.
  8. Lima menit sebelum mematikan kompor, tambahkan daun bawang dan seledri.

Di wilayah Jerman bagian lain, sup dimasak juga bersama sumsum tulang sapi. Jadi terbayang bahwa makanan ini mirip bakso ‘kan? Jika anda suka, bisa mengganti bawang bombay dengan bawang merah dan bawang putih.

Selamat mencoba! ­čąś

Rote Bete und S├╝├čkirchen: Manisan Ala Jerman yang Menyehatkan

Tidak setiap hari mengkonsumsi daging. Tubuh pun perlu rehat beberapa hari. Lalu makan daging juga diselingi buah atau sayuran.

Jika tak ada buah atau sayuran, bisa juga diganti manisan seperti manisan buah bit atau manisan buah cherry.

S├╝├čkirchen, manisan buah cherry.



Banyak hal yang bisa saya pelajari dari kebiasaan orang Jerman dalam mengkonsumsi makanan setiap hari. Misalnya nih satu minggu full tentu tak baik jika terus menerus makan daging. Jadi pasti ada jeda beberapa hari tidak makan daging. Untuk melengkapi gizi dan nutrisi makanan, kadang diselingi dengan salat atau manisan buah.

Beberapa waktu lalu saya perkenalkan salat mentimun atau salat tomat di sini. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/07/11/buat-salad-mentimun-gurkensalat/

Baca https://liwunfamily.com/2017/08/03/masak-zigeunerschnitzel-mit-nudeln-und-tomatensalat/

Sekarang saya perkenalkan manisan buah yang sesungguhnya rasanya tak manis-manis amat seperti permen. Hanya saja untuk menguatkan rasa dari rasa aslinya ditambah gula. Contohnya buah bit. Anda pasti tahu buah yang digolongkan dalam kelompok lobak ini rasanya tak selezat buah pada umumnya. Itu yang saya alami. Dulu saat membuat jus bit dan buah naga bukan hal yang saya suka. Karena mengolah buah bit membuat tangan berwarna merah. Akhirnya saya menyerah!

Buah bit itu bagus buat kesehatan. Selain untuk membuang racun dalam tubuh, buah bit baik untuk menstabilkan tekanan darah dan mencegah anemia. Kandungan antioksidan di dalam buah bit juga mencegah tubuh dari kanker atau tumor. Nah, tentu malas mengolah buah bit atau mengunyah rasanya yang menurut saya tak berasa lezat seperti buah pada umumnya. 

Manisan buah bit atau Rote Bete.

Di Jerman saya mengenal manisan Rote Bete yang dimakan di sela-sela makanan berat dan tak berserat. Rasanya tak seberapa manis dan enak membuat saya suka mengunyahnya. Siasat membuat manisan rote bete cocok juga buat orang yang malas mengolah buah bit tetapi membutuhkannya untuk keperluan nutrisi.

Lanjut manisan yang lain adalah S├╝├čirchen. ‘Kirche’ sendiri diterjemahkan sebagai buah ‘cherry’. Karena kata jamak, sehingga menjadi ‘kirchen’. Buah cherry juga rasanya tak seberapa lezat dibandingkan buah lain. Lagi-lagi itu menurut pendapat saya. Namun saya adalah orang pertama yang berburu cherry jika diletakkan pada kue sebagai hiasan. Buah cherry sebagai hiasan kue sudah dalam bentuk manisan. Namun aslinya buah cherry yang saya dapati di sini kadang manis kadang masam.

Manisan buah cherry atau S├╝├čkirchen.

Begitu pun cherry yang bisa juga dibuat dalam manisan. Manisan cherry dikenal namanya s├╝├čkirchen. Segala buah-buahan baik untuk tubuh, termasuk cherry. Kandungan cherry mampu menangkal radikal bebas dan memerangi berbagai kanker dalam organ tubuh. Cherry dikatakan rendah lemak namun tinggi kadar airnya. Itu sebab saya mengunyah s├╝├čkirchen saat menyantap daging. 

Rasanya cukup bermanfaat dari kedua buah yang saya tulis di atas. Andai beberapa hari dalam seminggu kita meluangkan waktu untuk menyediakan buah atau manisan tentu tubuh akan berasa fit dan menyehatkan. Setidaknya kedua buah, buah bit dan buah cherry yang aslinya dimakan tak lezat namun dibuat manisan membuat siapa saja suka. Manisnya benar-benar pas dan tidak berlebihan seperti layaknya gula-gula.

Bagaimana pengalaman anda mengkonsumsi buah?

Wei├čwurst, Sosis Putih Makanan Khas Bavaria

Wei├čwurst dimasak sendiri di rumah bersama roti pretzel.

Roti pretzel.

Satu kali teman baik kami mengundang makan di salah satu restoran terbaik di Munich. Kami janji bertemu di Hauptbahnhof  Munich jam 9 pagi pada hari Sabtu, dimana kebanyakan saya dan suami bangun lebih siang karena tak ada aktivitas pekerjaan saat wiken. Alhasil kami bisa bertemu tepat waktu, sesuai janji karena tak baik bilamana kita datang terlambat di Jerman. Kami pun sama-sama menuju ke restoran untuk ngobrol, temu kangen dan makan sesuatu karena kami semua melewatkan sarapan pagi. 

Jika datang ke restoran khas Jerman memang tak ada pilihan menu makanan lain selain makanan tradisional. Makanan apa yang paling cocok disajikan di antara jeda sarapan pagi dan makan siang? Jawabannya wei├čwurst atau sosis putih. Saya ikut saja pilihan suami dan temannya namun saya yang belum pernah makan sosis ini. Saya sudah membayangkan pasti sosis berwarna putih. Karena ‘wei├č‘ jika diterjemahkan adalah ‘putih.’

Selang lima menit memesan makanan, pramusaji datang membawakan semacam mangkok besar berbahan porselen berisi wei├čwurst. Lalu pramusaji menyiapkan pretzel, roti yang khas yang biasa ditemukan di Bavaria. Suami dan temannya meminum bir gandum, katanya cocok untuk menemani makan wei├čwurst. Saya kedapatan minum air putih bersoda. 

Ini pertama kali saya makan wei├čwurst sehingga saya perlu melihat bagaimana mereka mulai memakannya. Pertama-tama ambil sosis yang sudah dipanaskan tadi dari mangkok. Tiriskan airnya karena kita tidak memerlukan airnya. Lalu kupas kulit sosis dengan memotong ujung sosis yang terkelupas sedikit sehingga kemudian kita bisa merobek keseluruhan kulit sosis dengan mudah. 

Karena dimakan di rumah, boleh saya menggunakan tangan. Namun anda perlu belajar agar tetap menggunakan garpu dan pisau jika makan di restoran atau area publik.

Tampilannya jika sudah dibuka seperti ini.

Ini cocolannya, semacam mustard manis. Menurut saya seperti sambal kacang ya ‘kan?

Ini seperti perlu teknik khusus karena anda hanya perlu garpu dan pisau saja. Jika di rumah, mungkin anda bisa merobek kulit sosis dengan tangan langsung, tetapi di area publik seperti restoran maka gunakan peralatan makan anda. Rupanya saya berhasil mengupas kulit sosis dengan baik. Kata teman suami “Jetzt bist Du Bayerisch” kepada saya. Maksudnya, sekarang saya sudah menjadi penduduk Bavaria.


Wei├čwurst adalah makanan tradisional khas Bavaria, Jerman bagian selatan. Karena tidak ada pengawet di dalam sosis, banyak orang berpendapat sosis ini sebaiknya disajikan sebelum lonceng Gereja dibunyikan. Itu artinya dimakan sebelum makan siang dimana lonceng Gereja selalu dibunyikan saat jam 12 siang. Namun di masa kini yang penuh kemajuan teknologi seperti lemari pendingin yang baik maka wei├čwurst juga bisa disajikan saat malam hari setelah disimpan dulu di lemari pendingin. 

Mungkin anda bertanya mengapa sosis tersebut berwarna putih? Pertanyaan ini pun saya tanyakan kepada teman-teman saya orang Bayerisch. Sebenarnya semua sosis berasal dari daging yang berwarna merah. Lalu jika sosis itu berwarna putih karena sosis ini hanya menggunakan campuran garam meja saja sehingga daging yang semula merah jika dimasak berubah menjadi putih keabu-abuan. Garam meja tidak mengubah warna sosis. Setelah mengetahuai pembuatannya, itu sebab wei├čwurst harus dimakan sebelum makan siang. Begitulah sesuai kebiasaan masyarakat Bavaria jaman dulu kala ketika belum ada lemari pendingin. 

Jika anda datang saat festival semacam Oktoberfest, maka makanan wei├čwurst  biasa disajikan. Makannya dengan roti Pretzel lalu sosis dipotong kecil-kecil dan diberi sedikit cocolan mustard manis. Tadinya saya pikir mustard manis itu seperti sambal kacang loh karena mirip sekali. Bedanya mustard manis ini tidak pedas dan memang lebih manis. 

Begitulah informasi seputar makanan tradisional khas Bayerisch. Semoga bermanfaat! ­čŹ╗

Coba Milchkaffee di Kafe Barista, Austria: Rekomendasi Tempat (2)

Satu cappucino di depan dan satu milchkaffe milik saya.

Milchkaffee rasanya mantap di sini.

Ada juga pilihan minum berbagai varian teh dari berbagai belahan dunia lainnya.

Ini dia tempatnya.

Sambil menikmati suasana kota Baroque di luar kafe.


Tanggal 31 Oktober kemarin adalah hari libur di Jerman. Saya dan suami memutuskan berbelanja dan jalan-jalan di kota Sch├Ąrding, Austria. Kota ini pernah saya bahas sebelumnya, karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Jerman. Usai jalan, saya pun menikmati pusat kota dengan nongkrong di warung kopi layaknya turis. Saya lihat ternyata banyak juga orang Jerman yang datang ke sini. Ini terlihat dari plat mobil mereka yang lalu lalang dan parkir.

Baca https://liwunfamily.com/2017/11/06/scharding-kota-tua-di-austria-bergaya-baroque-2/

Sebagian turis senang untuk berada di luar kafe karena bisa menikmati pemandangan bangunan baroque di sekitar kafe. Lagi pula udaranya yang sejuk seperti membuka pintu kulkas, membuat mereka betah duduk di luar kafe. Sementara suami saya tahu bahwa saya lebih memilih duduk di dalam karena ingin menghangatkan badan. Kafe yang saya kunjungi bernama ‘Barista: L├áchinger’s Caf├Ę & Bar’ berada di deretan bangunan baroque di pusat kota Sch├Ąrding. 

Struktur bangunan yang menarik di dalam kafe membuat banyak orang betah dan nyaman. Saat kami datang, kafe ramai dikunjungi terlihat dari hilir mudik pramusaji memenuhi permintaan pelanggan. Jadi sebagai tamu kafe, kita tinggal duduk hingga si pramusaji datang dan menanyakan pesanan. Begitu pun saat selesai memesan dan ingin membayar, kita panggil lagi pramusaji. Pramusaji bertugas merangkap sebagai kasir juga. Dia akan membuatkan bon pesanan kita dan menerima pembayaran. Jangan lupa tip ya!

Baca https://liwunfamily.com/2017/08/23/jangan-pelit-beri-tip/

Karena saya tidak ingin minum kopi, pilihan jatuh antara teh atau milchkaffee. Di sini ada beragam teh yang kelihatannya mampu membuat saya rileks dan hangat setelah berdingin ria di luar. Tiba-tiba pramusaji datang menanyakan pesanan. Suami langsung berkata “Eins capuccino und eins milchkaffe.” Ya saya tidak protes juga karena saya juga bingung di antara dua pilihan. Milchkaffee, mengapa tidak?

Milchkaffee di sini bisa juga disebut hauskaffee. Di Indonesia boleh diartikan secara harafiah adalah kopi susu, namun ini berbeda seperti biasa dikenal di Indonesia dimana menggunakan susu kental manis. Di Jerman, milchkaffee populer bila mereka tak terlalu suka dengan kuatnya kafein dalam kopi. Kopinya pertama-tama disaring. Lalu komposisinya 50% kopi dan 50% susu cair, tanpa perlu pemanis lagi. Biasanya ada yang menaburkan juga bubuk kakao agar ada rasa manisnya. Ada yang mengatakan milchkaffee seperti minuman espresso yang mewah. 

Selang lima belas menit kemudian, pesanan datang. Ukuran cangkir cappucino lebih kecil ketimbang cangkir milchkaffee. Lalu kami berdua mendapatkan masing-masing satu gelas kecil isi air putih biasa. Setelah dinikmati keduanya benar-benar enak. Tempatnya pun nyaman dan asyik untuk ngobrol.

Selain itu, kafe ini juga menyediakan kue-kue yang terlihat lezat. Sayangnya saya tidak mencobanya. Kami juga senang karena kafe ini juga menyediakan toilet yang nyaman bagi pengunjung. Ini penting karena di daerah wisata, kita masih kesulitan mendapatkan toilet umum.

Mungkin lain kali lagi kami datang, saya ingin mencoba aneka teh yang berasal dari berbagai belahan dunia lain. Tempatnya recommended, bila anda berwisata ke sini.

Menurut saya milchkaffee rasanya tepat jika anda suka kopi namun tidak terlalu kuat kandungan kafeinnya. Karena milchkaffee juga mengandung susu, bukan krim atau creamer loh. Jika anda datang ke Jerman atau Austria, silahkan coba milchkaffee atau hauskaffee, dijamin ketagihan deh!

Semoga bermanfaat!

Bagaimana pengalaman anda meminum milchkaffee atau mungkin kopi susu? ÔśĽ