5 Alasan Mengapa Saya Suka Minum Kopi?

Life begins after coffee. 

Obrolan kopi memang selalu menarik untuk menjadi bahan tulisan saya. Seolah-olah kopi memberi filosofi dalam kehidupan menurut saya. Menikmati kopi seperti menikmati momen hidup saat itu juga. Bahkan kopi jadi solusi kala mood saya turun saat bekerja. Meminum kopi adalah keseharian yang saya temukan pada orang-orang sekitar saya.

Lalu saya tertarik dan bertanya juga pada mereka, mengapa mereka suka minum kopi? Jawabannya bervariasi. Mungkin anda sebagai penikmat kopi menemukan salah satu alasan di bawah, berikut ini:

  • Karena rasa kafein di dalam kopi yang disukai.

Kopi mengandung kafein yang lebih tinggi dibandingkan teh, bahkan teh hitam sekalipun. Teh hitam maksudnya teh pekat dengan 1 teabag setara untuk 3 gelas teh. Kadar kafein dalam kopi dipercaya membangkitkan semangat seseorang sehingga banyak orang beralasan sarapan harus dengan secangkir kopi. Kafein merupakan senyawa kimia dari kafeina, yang ditemukan oleh seorang ilmuwan Jerman.

Baca: https://liwunfamily.com/2015/11/22/apakah-perempuan-yang-sedang-hamil-boleh-minum-kopi/

  • Karena aroma kopi yang memikat dan menggugah selera.

Jika saya sudah membuat kopi di kantor, satu atau beberapa orang teman pasti akan bergabung bersama saya untuk minum kopi bersama. Saat saya tanya mengapa? Mereka mencium aroma kopi yang saya buat. Secara psikologis indera penciuman berpengaruh untuk menentukan selera makanan atau minuman. Aroma kopi memang selalu menggugah rasa. Dari aroma kopi anda juga bisa menentukan varian dan asal kopi. Itulah uniknya aroma kopi.

  • Karena keluarga saya peminum kopi.

Keluarga adalah pengalaman pertama dalam kehidupan. Saya belajar minum kopi ketika ibu saya meminum kopi setiap pagi. Lalu suami juga meminum kopi tiap pagi. Rupanya kebiasaan meminum kopi saat sarapan karena budaya meminum kopi dari ayah, ibu dan seluruh anggota keluarga. Salah satu hadiah yang saya terima saat berkeluarga di Jerman adalah mesin pembuat kopi. Budaya minum kopi yang tumbuh dalam keluarga juga menentukan kebiasaan minum kopi.

  • Karena meminum kopi membuat saya relax.

Saat saya merasa workload di kantor bertambah atau ada tugas-tugas yang harus diselesaikan yang menyebabkan saya tegang dan tertekan maka kopi jadi ide yang menarik. Ternyata tidak hanya saya, beberapa rekan di kantor juga sering membuat kopi bersama di pantry hanya untuk membuat relax. Jadi bilamana stress menyerang dan tumpukan masalah dalam pikiran anda, segera buat kopi! Dijamin kopi bisa membuat relax.

  • Karena kopi menghilangkan rasa kantuk.

Alasan ngopi agar tidak mengantuk mungkin ini yang sering saya lakukan. Ini bukan iklan permen kopi. Namun seketika ide meminum kopi bisa terlintas kala rasa kantuk menyerang. Kopi dipercaya mampu mengusir rasa kantuk sementara waktu buat sebagian orang. Rupanya kafein dalam kandungan kopi juga bisa mengusir kantuk.

Baca: https://liwunfamily.com/2014/05/12/tak-bisa-tidur-kenali-penyebabnya/

Jika anda tidak bisa menemukan alasan di atas, kira-kira apa alasan anda meminum kopi? 

Dari lima alasan di atas, namun sebenarnya minum kopi menjadi bagian dari gaya hidup yang sudah ada sejak jaman dulu. Ini yang melatarbelakangi munculnya kafe sebagai tempat berkumpulnya orang menikmati rasa kopi. Seperti di Indonesia budaya minum kopi juga sudah ada sejak dulu. Ingat ‘kah minum kopi ala warung kopi?

Alasan terakhir yang menjamur pada generasi milenial pada kebiasaan minum kopi adalah bagian gaya hidup. Jadi mereka mewakili kebiasaan kekinian minum kopi dengan gaya metropolis. Jika dulu minum kopi cerminan orang-orang tua, kini berubah karena citra kopi sebagai bagian dari gaya hidup kekinian.

Baca:  https://liwunfamily.com/2018/09/26/6-manfaat-mengejutkan-minum-kopi-yang-perlu-diketahui/

Bagaimana menurut anda?

Mengamati Sosis, Jajanan Lokal (Street Food) Asia

20170611_000508
Contoh sosis yang dijual di restoran Jerman.

 

Sosis merupakan makanan keseharian orang Jerman. Karena menjadi makanan khas dan digemari banyak orang di Jerman maka ada banyak varian sosis khas Jerman ini. Di Jerman, sosis disebut wurst. Ada 12 varian wurst yang jadi kebanggaan masyarakat Jerman dengan resep rahasia dan disukai. Silahkan cek di sini!  Namun sebenarnya bisa lebih dari 12 varian tergantung penyajiannya juga.

Sosis yang saya temui di Korea Selatan. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Sarapan pagi pertama saya di Seoul. Tebak yang mana sosis lokalnya. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Anyway, bagaimana sosis di Asia? Tak banyak yang saya ketahui, namun saya ambil contoh Korea Selatan dan Thailand.Di Seoul, ini jadi salah satu makanan pertama saya. Saya masuk ke pasar tradisional yang letaknya tak jauh dari penginapan. Sosis di Seoul dikenal nama resminya Sundae. Aslinya sosis di Korea ini terbuat dari bahan dasar daging babi (pork), namun sekarang bisa dijumpai juga sosis sea food. 

Di Korea Selatan, sundae jadi makanan lokal dan termasuk street food juga. Meski berasa aneh di lidah, makanan pagi saya terdiri dari sundae, kimchi, nasi yang dibuat seperti sushi dan sayuran berkuah.Walau pun street food, harganya lumayan mahal juga. Selama berkunjung ke Korea Selatan, sundae ternyata banyak disajikan di restoran pula. Katanya, ini termasuk makanan yang disukai.

Sosis lokal yang ditemui di pedagang kaki lima di Thailand. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Beranjak ke Thailand, sosis lokal bisa ditemukan sebagai jajanan street food juga karena dijual di pinggir jalan oleh pedagang kaki lima. Sementara waktu saya memesan curry wurst di restoran Jerman di Thailand rasanya sangat lezat. Si pelayan resto yang adalah perempuan Thai bercerita bahwa mereka benar-benar memproduksinya sendiri alias bukan buatan pabrik. Si pemilik resto adalah seorang pemuda Jerman yang menikahi perempuan Thai. Oh!!! Untuk di jalanan saya tidak berhasil mencoba sosis ini.

Sosis lokal Thailand diberi nama resmi Sai Ua. Saat saya tanya ke orang Thai pelafalannya tidak jelas jadi saya me-goggling-nya. Yups, sai ua berasal dari wilayah utara Thailand dan Myanmar. Bila dilihat bentuknya isi didalamnya merupakan daging babi (pork) yang dicincang dengan bumbu kari merah. Di pedagang kaki lima, sai ua diasapkan dan digantung seperti layaknya pembuatan sosis yang saya temui di Jerman. Bila ada yang order, pedagang ini baru memanggangnya. Sosis lokal ala Thai ini memang lebih enak homemade meski sekarang jika pergi ke gerai Seven Eleven saja mudah dijumpai.

Di Hong Kong, saya juga menjumpai sosis menjadi jajanan kaki lima. Silahkan cek tulisan saya tersebut di sini.

wp-image-1432704377jpeg.jpeg
Contoh sosis jadi jajanan di Hong Kong.

Well, good to know!

Dönnerteller: Doner Tanpa Roti, Lalu Apa?

Satu porsi Dönnerteller buat saya begitu besar. Namun makanan menyehatkan ini bisa tanpa kentang goreng. Mau coba?

Lain Ladang, Lain Belalang. Lain Lubuk, Lain Ikan. Pepatah itu mungkin tepat adanya bilamana saya membandingkan jenis makanan sama namun penyajian dan rasa berbeda. Apa contohnya? Döner Kebab. Makanan asal Turki ini bisa dijumpai dengan mudah baik di Jerman maupun di Indonesia. 

Dalam ulasan sebelumnya, saya menjelaskan bagaimana penyajian dönner yang berbeda dengan doner kebab yang biasa dijual di Indonesia. Dan saya suka dönner di sini. Karena rasa sausnya yang memikat, irisan daging ayam kalkun yang lezat plus saladnya yang ditambahkan dalam isian. Jadi beda ‘kan dengan yang tersaji di Indonesia. 

Jika anda datang ke Jerman, anda akan menemukan banyak gerai dönner yang menjual. Maklum generasi dari Turki banyak yang menetap di sini. Merek dagang dönner pun bermacam-macam. Jadi ini bukan semacam gerai franchise yang berbagi resep olahan bumbu dan penyajian yang sama. 

Sebagai contoh, saya suka dönner di tempat langganan, di kota saya karena bumbu sausnya itu yang enak sekali. Suatu kali saya membeli dönner di beda tempat dan tentu lain kota, menurut saya rasa saus dönnernya tidak selezat di tempat langganan saya. Namun sekali lagi semua gerai dönner punya ciri khas masing-masing. Sama seperti begitu banyaknya gerai makanan yang menjual pizza di sini. Tentang pizza, ceritanya lain kali.

Ketika saya berhenti di gerai dönner di kota lain di Jerman, saya pun khawatir rasanya tidak selezat seperti yang saya inginkan. Akhirnya saya memutuskan memilih menu berbeda. Namanya Dönnerteller. Penasaran ‘kan?

Dönnerteller adalah salah satu makanan cepat saji, serupa dengan dönner pada umumnya namun tidak menggunakan roti atau dürum. Dürum itu seperti apa? Silahkan simak di ulasan saya sebelumnya. Dönnerteller katanya nih lebih sehat meski makanan fast food loh. Jika anda suka dönner namun anda ingin menghindari karbohidrat maka anda bisa memilih dönnerteller. Karena anda bisa menghilangkan roti, dürum, kentang atau nasi yang biasanya jadi makanan pendamping. 

Dönnerteller yang saya pesan seperti dalam gambar, saya menambahkan kentang goreng. Porsi dönnerteller ternyata besar sekali. Benar saja, saya tidak bisa melahap semuanya karena saya sudah terlanjur kenyang. Si pramusaji mengatakan bahwa mereka membuat sendiri sausnya sehingga lezat.

Isian dönnerteller ada irisan daging ayam kalkun tentunya, ada salad yang menyegarkan yakni irisan bawang bombay, irisan kol putih, kol merah, tomat dan timun. Ini tentu menyehatkan. Ditambah saus yang menurut mereka racikan rahasia, rasanya sedikit asam dan ada campuran bawang. Rasanya? Luar biasa lezat! 

Saran saya, jika anda terbiasa makan dalam porsi kecil sebaiknya hindari tawaran dengan sajian kentang goreng. Sedapat mungkin minta tambahan saus yang lebih karena ini yang membuat semuanya terasa enak. Ingat pula, jika anda suka pedas, kadang mereka tidak memasukkan itu dalam makanan anda. Anda perlu mengingatkan untuk ditambahkan dalam piring anda. Menurut saya, tidak ada biaya tambahan untuk bubuk cabai atau tambahan saus Tabasco.

Semoga bermanfaat!

Begini Memasak Rindsroulade, Daging Sapi Gulung Ala Bayerisch

Daging sapi gulung disantap dengan mie. Agar menyegarkan, ada salat tomat dan salat timun. Lezat!

Jika gulungan daging dibuka terlihat ada beberapa isian. Silahkan mencoba resep di bawah ini!

Daging sapi berbentuk gulungan yang lezat ini umumnya menjadi hidangan yang meriah dan disukai oleh masyarakat di Jerman. Nama makanan ini Rindsrouladde, ada pula yang menyebut Rouladen atau di menu restoran juga ada yang menamakannya menjadi Rinderrouladen. Intinya pada masakan irisan daging sapi yang berbentuk bulat dengan acar sayuran dan daging asap di dalam isian.

Sebelumnya ibu mertua menelpon dan mengajak makan siang di rumah mereka. Seperti biasa undangan makan, beliau selalu bertanya nama makanan kemudian menjelaskan detil bentuk makanan kepada saya. “”Willst Du Rindsrouladde, Anna?” tanya ibu mertua di ujung telpon. Dia bertanya apakah saya mau jika dia memasak Rindsrouladde? Saya pun menjawab “Ja. Gerne Mama.” Tentu saya saya suka, suka makan maksud saya. 

Usai bertelpon, saya sudah membayangkan makanan ini seperti daging sapi gulung. Jam makan siang keesokan harinya, saya sudah meluncur pertama ke rumah mertua saya dibandingkan suami dan kakak ipar. Kami semua bertemu di ruang makan saat rehat bekerja. 

Sore hari saya masih membayangkan makanan yang saya santap siang ini karena lezatnya. Saya telpon ibu mertua dan bertanya resep dan cara memasaknya. Saya bagikan di sini, barangkali ada yang mau mencoba.

Bahan yang diperlukan:

  • Daging sapi tidak ada lemak dan tulang seperti topside beef atau silverside.
  • Daging asap.
  • Wortel.
  • Telur rebus.
  • 1 sendok Mustard tiap gulungan daging
  • Daun piterseli yang diiris halus.
  • 1/4 Liter air.
  • Fett/margarin/minyak sayur
  • Garam dan lada secukupnya.
  • Saus penyedap rasa (lihat gambar).

Saus pertama. 

Saus kedua. 

Cara memasak:

  • Pukul-pukul irisan daging secara merata dengan palu daging. Beri taburan garam dan merica. Singkirkan sementara.
  • Isian daging. Potong wortel berbentuk batang yang halus. Isian selanjutnya adalah telur rebus yang dipotong kecil. 
  • Ambil irisan daging. Sapu daging dengan mustard. Lalu taruh selembar daging asap, wortel dan telur. Taburi kembali dengan daun pitterseli, garam dan lada secukupnya.
  • Gulung daging berbentuk rol. Supaya awet dan bertahan, jepit dengan tusukan daging atau tusuk gigi juga bisa. 
  • Masak gulungan daging. Taruh fett dalam wajan panas. Masak gulungan daging dibolak-balik hingga kecoklatan. Setelah berwarna coklat, masukkan 1/4 liter air. Masak hingga daging empuk.
  • Setelah gulungan daging masak, sisakan air daging untuk sausnya.
  • Membuat saus. Gunakan air rebusan daging, masukkan saus penyedap rasa bersamaan. Aduk-aduk perlahan hingga mengental selama 1-2 menit. 

Tips:

  • Ada juga yang mengikat gulungan daging dengan benang. Silahkan disesuaikan dengan selera anda.
  • Isian daging juga bisa dibeli di supermarket di Jerman berupa acar yang berisi telur dan wortel.
  • Tes kematangan gulungan daging dengan ujung garpu agar tidak mengkoyakkan gulungan.
  • Jangan sampai lama karena saus akan tampak gosong dan tidak baik!
  • Ada pula resep lain membuat saus dengan menggunakan anggur merah.

      Penyajian makanan ini bisa dengan mie nudeln seperti dalam gambar atau kartoffelsalat. Agar lebih segar, Ibu Mertua membuatkan salat timun dan salat tomat.

      Semangat mencoba!

      29 September, International Coffee Day. Sudahkah Ngopi?

      Mari menikmati kopi pagi ini!

      Hari Jumat (29/9) bertepatan dengan perayaan Internasional kopi. Kopi bukan hanya sekedar minuman saja melainkan juga gaya hidup. Berjamurnya kedai kopi menunjukkan betapa masyarakat punya kebiasaan menikmati lebih dari secangkir kopi. Apa itu? Obrolan dibalik kopi.

      Apakah kopi bisa menimbulkan kecanduan? Bisa saja. Karena banyak orang memunculkan filosofi tiada power bekerja tanpa kopi. Life begins from coffee. Kandungan kafein dalam kopi dipercaya menjadi candu sehingga orang tidak terbiasa tanpa kopi di pagi hari. Itu sebab mereka bergairah bekerja dengan kopi sebagai sarapan

      Kopi tidak membuat sekat gender. Baik laki-laki maupun perempuan sama-sama senang minum kopi. Lalu, bagaimana jika peminum kopi sedang hamil? Studi menunjukkan bahwa perilaku perempuan hamil meminum kopi dalam ambang batas satu atau dua gelas sehari tidak berpengaruh pada tingkat kecerdasan anak, masalah perilaku atau obesitas. Para peneliti tidak menemukan hubungan antara asupan kafein ibu mereka dengan obesitas anak yang mereka kandung.

      Citarasa kopi seperti memberikan filosofi tentang hidup. Bahwa apa pun wadah yang digunakan untuk minum kopi, namun yang terpenting adalah bagaimana menikmati kualitas rasa kopi. Seumpama menikmati kualitas hidup, lupakan ‘wadah’ itu, bisa jadi jabatan pekerjaan, pendidikan, kekayaan, status sosial dan sebagainya.

      Ilustrasi, Masjid Raya Aceh. Bukti otentik bahwa saya suka minum kopi gayo

      Ilustrasi, Gapura perbatasan Papua dan Papua New Guinea. Bukti otentik saya juga suka minum kopi papua selama di sana.

      Berbanggalah Indonesia yang kaya akan kopi. Saya pernah singgah mulai di Aceh, dengan kopi arabica  (gayo) yang khas hingga Papua dengan kopi robusta. Keren ‘kan? Indonesia punya itu semua. 

      Melalui perayaan hari kopi ini, semoga bukan hanya gaya hidup minum kopi yang meningkat namun industri kopi juga. Agar dunia tahu bahwa Indonesia punya kopi berkualitas. 

      Selamat Hari Kopi Internasional! Sudahkah Ngopi pagi ini? ☕

      PS: Dirangkum dari berbagai artikel kopi di blog ini.

      Mie Pho, Khas Vietnam Ini Pernah Dicoba Presiden Amerika

      Sumber foto: Dokumen pribadi.
      Foto saat mantan Presiden Amerika sedang makan mie Pho. Sumber foto: Dokumen pribadi.

      Konon jika anda mampir ke Ho Chi Minh City, hidangan mie Pho wajib dicoba. Mengapa? Mie pho itu semacam hidangan di Vietnam yang bisa dimakan sebagai sarapan, makan siang hingga makan malam. Wow!

      Mie Pho terdiri atas untaian mie kuning ditambah bumbu khusus lalu punya kuah kaldu dan tambahan daging cincang. Pilihan daging ayam juga tersedia. Jika diaduk kuahnya maka ada sayuran yang ditambahkan bisa tauge, wortel, kentang atau sesuai selera. Ada lagi yang diletakkan terpisah daun ketumbar dan jeruk nipis, jadi bebas sesuai selera bisa ditambahkan dalam mie pho juga. Rasanya mantap bila anda suka mie berkuah seperti mie ramen Jepang, cuma bumbu kaldunya beda.

      Konon sejarah mie Pho berasal dari Vietnam Utara namun sekarang sudah menyebar ke seluruh Vietnam, termasuk Ho Chi Minh City. Jadi jika berkunjung ke Vietnam, jangan heran bila berjamur restoran yang menjajakan mie pho! Bahkan mie ini juga dijual di pedagang kaki lima yang mangkal, tak jauh dari area penginapan saya. Asyik, harganya murah! 

      Tidak hanya di Vietnam, mie Pho sekarang sudah mendunia. Beberapa mall di Jakarta sudah menjual sensasi makanan khas Vietnam ini. Silakan dicoba tanpa perlu ke Vietnam langsung! Di Indonesia ada mie Pho, di Jerman juga ada. Ingat cerita saya di sini. Di München, saya menemukan orang Vietnam yang tinggal menetap dan buka usaha kuliner. 

      Mie Pho versi berbeda. Sumber foto: Dokumen pribadi.
      Mie Pho versi Mie Pho 2000 yang pernah dikunjungi Presiden Amerika. Sumber foto: Dokumen pribadi.

      Namun jika anda penasaran, ingin tahu mie Pho yang enak dan populer, datang langsung ke Kota Saigon atau HCMC ini. Ada 1 restoran mie yang kabarnya pernah dikunjungi salah satu Presiden USA. Wah! Gegara saya dapat informasi dari warga lokal, ada restoran mie Pho favorit yakni Mie Pho 2000. Tempatnya sangat strategis jalan, pojok dan dekat dengan Ben Tanh Market. Habis nge-mie, bisa langsung belanja oleh-oleh. Seru! Infonya bisa dilihat di sini.

      Sebagai bukti bahwa mie Pho 2000 pernah dikunjungi Presiden Bill Clinton, si empunya restoran memajang fotonya di dinding restoran. Keren! Harganya juga layak dengan rasanya yang sedikit berbeda dibandingkan mie Pho lainnya. 

      Masuk Angin? Kenali Daun Dill dan Praktik Memasak Saus Dill

      Daun dill tumbuh berjejer di kebun. Ternyata khasiatnya bisa untuk masuk angin.

      Daun dill rupanya tak populer di Indonesia. Setelah saya cari dalam literatur ditemukan bahwa nama lainnya di Indonesia adalah Adas Sowa. Daun dill tumbuh di daratan Eropa dan mudah diperoleh di supermarket juga.  Bentuknya panjang seperti daun bawang, hanya ini lebih kurus dan berbunga (lihat gambar).

      Selain dimanfaatkan untuk dimasak, daun dill ternyata berkhasiat untuk obat. Khasiatnya bisa untuk mengobati sakit kembung atau masalah pencernaan. Bahkan ada yang percaya daun dill juga bisa untuk mengobati masuk angin. Jika tak percaya, coba telusuri salah satu jamu tolak angin, pasti ada daun dill atau adas di dalam sajiannya. Wangi daun dill memang khas sekali.

      Nah, manfaat daun dill begitu besar buat saya yang kadang merasa masuk angin. Akhirnya saya coba eksperimen memasak saus dill di rumah. Ini resep ibu mertua saya sih. Tak ada salahnya jika kita mempraktikkan apalagi saat ini kerap datang hujan. Untuk menghindari masuk angin, silahkan praktik membuat saus dill di bawah ini.

      Pertama-tama, makanan yang enak dengan sajian saus dill atau Dill Sauce adalah sejenis rebusan atau sajian yang tidak banyak rempah misal steamed salmon. Kali ini saya mencoba daging sapi dan sayuran yang semuanya direbus. 

      Steamed meat and vegetables with dill sauce. 

      Begini membuat Saus Dill yang enak itu, bahan yang diperlukan antara lain:

      • Daun dill yang diiris halus 2 sendok makan.
      • 1/2 liter air.
      • Sedikit cuka.
      • 40 gram fett atau bisa diganti minyak sayur/margarin.
      • 40 gram tepung terigu.
      • 1 kaldu penyedap rasa (fleish suppe Knorr).

      Untuk cuka, jika tidak suka anda bisa menggantinya dengan sour cream atau air perasan lemon. Tepung terigu bisa juga diganti dengan mayonnaise atau yoghurt. Sedangkan penyedap rasa bisa digantikan garam dan lada secukupnya.

      Di beberapa resep pembuatan saus dill, ada juga yang menggunakan bawang yang diiris halus atau bawang putih bubuk sebagai penyedap. Silahkan saja sesuai selera.

      Langkah membuat saus dill:

      Panaskan fett dalam wajan panas hingga mencair. Masukkan tepung terigu hingga mengental lalu dilanjutkan air. Aduk perlahan, setelah itu masukkan penyedap rasa dan sedikit cuka. Terakhir campurkan daun dill. Masak selama 10 menit. Siap disajikan dengan makanan lain.

      Ada yang menyantap saus dill menjadi bumbu olesan diselipan daging seperti hamburger. Silahkan berkreasi sesuai selera juga!

      Untuk sajian makanan saya:

      Mudah bukan?

      Daging dan sayuran direbus bersamaan dalam air kira-kira 3 liter. Masak sampai daging sapi berasa empuk. Tambahkan garam di dalam air. Ini juga mudah bukan?

      Daging yang dipilih adalah daging sapi tanpa lemak dan tulang. Sedangkan sayuran, saya memilih wortel dan kubis.

      Baik makanan dan saus dill siap disajikan bersamaan. Semoga bermanfaat😁

      Jangan Hanya Tahu Makan Crepes, Apa Sih Itu?

      Crepes buatan sendiri. Lihat kulitnya berbeda dari crepes yang dijual di Indonesia.

      Kulit crepes dijual di supermarket. Lumayan jadi bisa buat di rumah.


      Selalu ada crepes yang jadi jajanan di setiap festival di sini. Dengan variasi isian yang manis, siapkan kocek 4€-5,5€. 

      Saya menyukai crepes kala masih sekolah di Jakarta dulu sering mampir ke Blok M mall. Dengan seragam putih abu-abu, saya mulai suka dengan jajanan ini. Kemudian kuliah pun sambil menyisihkan uang jajan, saya beli crepes juga. Saya suka rasanya yang yummy, bisa dibuat manis atau asin, kadang bisa dibuat juga panas atau dingin. Pokoknya suka deh!

      Nah tahun 2013 saya menginjakkan kaki pertama di Jerman, ada festival digelar di pusat kota München. Tak disangka ada penaganan crepes, wow! Langsung saya ikut antri kala musim dingin saat itu, pas saya lihat harganya 4€. Hmm, bila dibandingkan di Indonesia harga Crepes sekarang sekitar 1€. Namanya kepengen, saya suka sekali mencicipinya. 

      Di belahan bumi lain, sebut di Perancis dan Luxemburg, ternyata makanan ini termasuk street foods loh. Jadi wabah crepes tidak hanya melanda di Jerman saja, rupanya makanan ini cocok dijadikan penganan setelah makan siang dan sebelum makan malam.

      Meski bentuk crepes di Eropa berbeda dengan kebanyakan yang dijual di Indonesia, namun inti adonan tetap sama. Kulit crepes berasal dari tepung terigu, susu dan telur. Setelah dicampurkan dan dikocok, ambil adonan kira-kira satu centong sayur lalu ditaburi di wajan panas yang datar. Sebelumnya beri olesan mentega pada wajan panas tersebut. Kemudian putar adonan memenuhi wajan melingkar, tunggu beberapa saat kemudian jadi kulit crepes.

      Crepes tak ubahnya pancake. Makanan ini bisa diisi dengan berbagai isian yang manis seperti coklat, pisang, selai, sirup mapple, jus lemon atau irisan manisan lain bahkan ice cream. Ada pula isian crepes di Indonesia ditambahkan daging cincang matang dan sayuran sehingga menyerupai kebab. Ini termasuk hot crepes di Indonesia. Namun di Eropa, anda tidak menemukan isian hot crepes seperti di Indonesia, dimana ada irisan daging atau sosis di dalam.

      Makanan Crépes dengan penulisan asli seperti itu, sesungguhnya berasal dari Perancis. Nama crépes berasal dari bahasa Yunani kuno yang berarti ‘frying pan’ mungkin karena dibuat dalam wajan datar yang panas. Ada yang beranggapan crepes sejenis pancake juga.

      Ibu Mertua ternyata bisa juga membuat crepes. Di Jerman crepes dikenal dengan sebutan Pfannkuchen. Katanya isian crepes berupa selai. Namun di berbagai festival di Bavarian, jajanan crepes sering saya jumpai dan mereka tetap menyebutnya crepes. Harga crepes bervariasi dulu tahun 2013 harganya 4€ sekarang di setiap festival ada yang menjual 4€ hingga 5,50€ tergantung isian crepes di dalam. 

      Karena suka dengan crepes, supermaket di sini menjual kulit crepes saja. Bagus juga buat pemula seperti saya yang tak pernah berhasil membuat kulit crepes di wajan panas. Harga kulit crepes per 6 lembar adalah 1,69 €. Saya pikir harga ini masih masuk akal ketimbang saya selalu gagal membuat kulit crepes.

      Silahkan bervariasi untuk isian crepes. Anda bisa gunakan coklat Nutella atau semacamnya. Anda bisa tambahkan irisan pisang juga seperti banana coklat layaknya crepes yang dijual di Indonesia. Hal berbeda kulit crepes di Indonesia sedikit crunchy sementara di sini tidak.

      Semoga bermanfaat!

      Sakit Maag Bolehkah Minum Teh?

      Teh koleksi milik pribadi.

      Suatu kali saya mengalami sakit maag karena makan siang yang terlambat dan makanan tersebut terlalu pedas. Kumat deh maag saya! Asisten Kantor langsung membuatkan secangkir teh untuk saya dengan harapan bisa menghilangkan nyeri maag. Belum selesai diminum, teman kerja lain sudah memperingatkan untuk tidak minum teh kala sakit maag. Alasannya, teh mengandung kafein.

      Apa benar teh tidak cocok untuk sakit maag?

      Jawaban dokter tergantung jenis teh dan intensitas minum teh. 

      Di Jerman, saya berhasil menemukan aneka rupa teh sesuai rasa, selera dan asal negara yang diinginkan. Termasuk saya berhasil menemukan teh buatan Indonesia. Teh ini disebut Schwarze Tee atau teh hitam karena teh yang dihasilkan berwarna pekat. Katakanlah dari intensitas 1 – 5 maka teh ini memiliki nilai 4. Teh ini seratus persen buatan pulau Jawa dan dipetik langsung dengan tangan (Hand-gepflückt). 

      Teh hitam konon kabarnya memiliki kandungan kafein sekitar 40-45 mg per 240 ml. Sekali tea bag pada teh hitam ini bisa untuk 3 gelas. Informasi ini tertera pada kemasan teh. Namun teh hitam ini memiliki kandungan kafein lebih rendah ketimbang teh racikan yang bukan instan.

      Jadi sebenarnya orang yang sakit maag boleh saja meminum teh sepanjang tidak melebihi kadar kafein. Bila dikatakan teh mengandung kafein, kira-kira meminum teh tidak melebihi 3 gelas. Karena kadar kafein dalam teh sendiri juga lebih rendah ketimbang kopi.

      Teh untuk atasi maag.

      Ada lagi teh khusus bila mengalami maag, apa itu?

      Setelah mengamati berbagai jenis teh, saya menemukan teh untuk mengatasi sakit maag. Ini saya pikir cocok ketimbang harus mengkonsumsi obat. Namun bilamana dalam beberapa hari sakit maag tidak mengalami pembaikan, sebaiknya langsung konsultasi ke dokter. Demikian saran dari kemasan teh tersebut.

      Beberapa merek teh untuk sakit maag bisa dijumpai di sini. Teh ini semacam teh herbal yang dipercayai mengatasi nyeri maag yakni bunga kamilen, daun mint dan biji jinten. Bunga kamilen cocok tumbuh di wilayah empat musim dan berkhasiat meredakan nyeri perut. Selain untuk mengurangi nyeri, daun mint dipercaya juga baik untuk pencernaan. Sementara biji jinten mengandung anti bakteri pada saluran pencernaan dan menetralisir racun. 

      Dalam teh ini sendiri tidak ada kandungan kafein. Memang teh ini dikatakan Arznei-tee, teh untuk pengobatan. Semacam pilihan bilamana ada orang yang mengalami maag dan bukan maag kronis seperti penanganan khusus dokter, mungkin tidak perlu intens minum obat, teh ini bisa menjadi pilihan.

      Semoga bermanfaat😄

      Ternyata Paprika Bisa Untuk Kecantikan

      Tanaman paprika. Paprika tidak hanya baik untuk imunitas tubuh tetapi ternyata kaya kandungan untuk kesehatan kulit.

      Boleh percaya atau tidak bahwa paprika bisa bermanfaat juga untuk kecantikan. Saya suka makanan pedas, termasuk mengkonsumsi paprika. Mengapa paprika? Karena saya bisa dapat secara gratis alias tersedia di kebun belakang rumah mertua ketimbang cabai, dimana saya harus membelinya di toko Asia.

      Sebagai penguat rasa pedas, saya kerap mencampurkan paprika baik dimasak atau dikonsumsi mentah. Rasa paprika yang dipetik langsung cenderung manis dan tidak sepedas seperti makan cabai pada umumnya. Memang kadar capsaicin di paprika lebih rendah ketimbang cabai.

      Seringnya mengkonsumsi paprika membuat saya tertarik manfaat paprika. Tak disangka paprika bermanfaat untuk kulit. Apa saja?

      1. Paprika kaya vitamin C

      Tentu anda tahu manfaat yang besar dari vitamin C untuk kulit. Paprika bagus untuk memperbaiki sel kulit. Kandungan paprika juga baik untuk meregenerasi kulit dan mengatasi flek pada kulit. Tidak menyangka ya!

      2. Paprika kaya vitamin A

      Ternyata tidak hanya mengandung vitamin C saja, paprika ada kandungan vitamin A yang bermanfaat untuk peremajaan kulit. Paprika mampu menangkal kerutan di wajah. Apalagi ditemukan pula beta-karoten dalam paprika yang baik untuk kesehatan kulit.

      3. Paprika bisa bantu atasi jerawat

      Ini yang menarik, mampu atasi jerawat. Mengapa? Paprika juga mengandung anti bacteria yang mencegah munculnya jerawat dan masalah pada kulit.

      Beberapa resep masakan Jerman di sini, saya suka mencampurkan paprika sehingga rasanya pedas, tetapi tidak sepedas cabai. Anda tahu goulash soup? Makanan yang konon dari Hungaria ini, juga banyak ditemukan varian paprika di negeri asalnya.

      Tips lain untuk memanfaatkan paprika adalah menjadikan masker wajah. Campur dua sendok teh paprika bubuk dengan madu. Oleskan pada wajah lalu tunggu hingga mengering. 

      Bagaimana? Semoga bermanfaat😉

      Sumber bacaan: http://www.stylecraze.com