Döner und Dürüm: Doner Kebab ala Jerman

Harga Döner dan Dürüm kisaran 4,5€. Selain doner kebab, gerai di Jerman biasanya menjual pula pizza dan makanan cepat saji lainnya.

Penjual tampak sedang menyiapkan racikan. Botol putih adalah saus spesial berisi bawang putih dan resep rahasia. Penjual biasa menanyakan apa saja isian sesuai yang diminta pembeli.

Atas kiri adalah Dürüm pesanan saya. Atas kanan adalah Döner pesanan suami saya. Bawah tengah adalah kedua pesanan biasanya dibungkus dengan almunium foil untuk menjaga agar makanan tetap hangat.

Suatu saat di mall di Indonesia, suami saya meminta kami mampir di gerai makanan doner kebab. Katanya dia sangat menyukai makanan Turki ini yang sering dibelinya di Jerman. Maklum saja banyak generasi Turki yang sekarang sudah menjadi bagian dari masyarakat Jerman sehingga gerai doner kebab banyak pula dijumpai. Makanan doner kebab mudah di Jerman sebagai street food dan cepat saji. 

Setelah mencoba doner kebab, memang terjadi perbedaan doner yang dijumpai di Indonesia dengan di Jerman. Doner di Indonesia tersedia dalam pilihan daging kambing atau ayam yang diberi bumbu dan dipanggang. Isiannya ada sayuran seperti salad, ketimun dan tomat. Lalu diberi saus spesial doner. Semua isian dibungkus dengan roti khas semacam prata kemudian digulung. Begitu ‘kan ya di Indonesia.

Di Jerman ada banyak merek dagang yang menjual doner kebab. Salah satunya adalah doner kebab yang sudah jadi langganan keluarga. Tak mudah bagi orang Bayerisch untuk menikmati masakan yang bukan jadi keseharian mereka. Namun doner kebab yang satu ini begitu disukai oleh suami saya. Apalagi alasannya, jika bukan rasanya yang lecker di lidah atau enak sekali. 

Saya pun jatuh cinta dengan makanan ini. Apa yang membuatnya berbeda? Pertama adalah isian dagingnya. Irisan daging yang sudah dibumbui dan dipanggang khas ini berasal dari daging ayam kalkun. 

Jika dilihat dalam tampilannya, cek di link wikipedia, bentuk doner kebab di Jerman berjenis pita, yakni isian ditaruh dalam roti yang diberi wiijen di atasnya kemudian dibelah dua. Sementara street food di Indonesia kebanyakan donner kebab berbentuk gulungan (dürüm) dengan roti khusus seperti prata yang dipanggang sebelumnya. 

Isian daging doner kebab di Jerman berasal dari ayam kalkun ditambah isian sayuran yang berbeda pula. Sayuran sudah diiris halus semacam salat yakni kol, kol merah, bawang bombay, ketimun dan tomat. Agar semakin lezat, diberi saus spesial semacam saus bawang putih dengan campuran resep rahasia. Jika suka pedas, si penjual menaruh di isian cabe bubuk khas Turki dan Tabasco. Setelah itu, semua disisipkan dalam roti yang sudah terbelah dua. 

Saya suka doner gulungan dengan nama Dürüm Wrap dan suami suka döner yang berbentuk roti. Di awal penjual biasa menanyakan bukan isian daging, tetapi perlu tambah keju atau tidak. Ada tambahan keju maka bertambah pula harganya. Setelah selesai, penjual membungkusnya dengan kertas almunium foil untuk menjaga agar doner kebab tetap hangat.

Apa yang membuatnya lezat? Menurut saya, isian daging ayam kalkun yang diberi bumbu dan dipanggang seperti normalnya doner kebab. Tambahan lain adalah racikan saus bawang dengan resep rahasia juga menambah citarasa kelezatannya. 

Penasaran ‘kan? 

Rinder-Rostbraten in Champignonsauce und Nudeln

(Siap disajikan dengan salat tomat. Saya tambahkan pula saus Maggi yang dimaksud.)

Lagi-lagi saya dapat resep baru dari mertua. Makan siang kali ini saya coba masakan, yang boleh dibilang seperti rendang ya. Masaknya juga mudah dan simpel. Agar semakin menyehatkan, makannya bersama salat tomat. Untuk pembuatan salat tomat dapat dilihat dalam link di sini.

Bahan yang diperlukan: 

1. 180 Gram daging sapi tanpa lemak, dibelah dua seperti steak. Pukul-pukul daging agar lunak saat dimasak.

2. 100 Gram mie.

3. Jamur Champignon.

4. Satu bungkus Maggi saus Rinder-braten. (Lihat gambar yang dimaksud, satu pak)

5. 3 Sendok makan Fett.

6. Garam dan lada secukupnya.

7. Dua liter air untuk mie.

8. 200 ml air panas untuk saus.

Cara memasak:

1. Memasak mie terlebih dulu. Masak dua liter air. Masukkan garam secukupnya. Setelah mendidih, masukkan mie. Masak mie kurang lebih 10 menit. Setelah masak, coba kekenyalannya, jika suka silahkan disisihkan sementara.

2. Ambil daging sapi, taburi kedua sisi daging dengan garam dan lada. 

3. Panaskan panci. Masukkan fett ke dalam panci panas. Setelah itu, masak daging dalam panci.

4. Masukkan air masak 200 ml ke dalam panci. Lalu masukkan saus Maggi Rinder-braten dan aduk perlahan-lahan. Masak ke dua sisi selama satu jam.

5. Setelah sejam, masukkan jamur ke dalam panci yang berisi daging. Masak lagi selama setengah jam. 

6. Setelah harum, silahkan disajikan untuk 2 porsi.

Catatan:

1. Jamur yang saya pakai adalah jamur kemasan yang biasa tersedia di supermarket.

2. Mie yang saya maksud semacam pasta. Anda bisa mengganti pasta sesuai selera. Atau anda bisa ganti juga dengan sayuran yang sudah direbus seperti wortel, brokoli dan buncis.

3. Memasak daging total selama satu jam setengah, mohon perhatian besaran api. Karena saya menggunakan kompor listrik.

4. Fett juga bisa diganti dengan minyak sayur. 

Selamat mencoba!

Jajanan Khas Negeri Italia di Italienische Einkaufsnacht

Apa yang anda pikirkan tentang negara Italia? Salah satunya pasti makanan contoh saja, pizza dan pasta. Betul sekali, baru-baru ini di sebuah kota di Bayern mengadakan Italien Einkaufsnacht atau bisa diistilahkan, malam keakraban dan kebudayaan negeri Italia.

Di sini beragam ditawarkan, mulai dari musik, makanan hingga paket tur wisata ke negeri Italia, tetangga Jerman tersebut. Karena judulnya berbelanja, di beberapa tenant toko di tempat berlangsungnya festival memberikan diskon berbelanja hingga larut malam. Seru kan?!

So, apa saja jajanan festival yang dijajakan? Berikut yang saya coba:

1. Pizza

Tahu dong makanan yang sudah mendunia ini? Pizza termasuk jajanan yang mudah ditemukan di Italia sendiri. Ada aneka rasa yang pasti menggugah selera, apalagi pizza margharita yang saya pesan di bawah ini:

2. Bruchetta


Sejenis roti baguette atau roti perancis yang diiris kemudian dipanggang sebentar dalam oven. Setelah itu, taruh di atas roti tomatten salat yang segar. Ada pula burger ala Italia, namun saya tidak coba membeli.

3. Creppes


Jajanan ini juga pastinya sudah ada di Indonesia, ya kan? Ada banyak varian rasa. Namun di sini semua creppes dijual dengan rasa manis, mulai dari harga 4€ saja. Tertarik?

4. Eiscreme 

Italia juga dikenal dengan aneka rasa ice cream yang menggugah lidah, apalagi di musim panas di Eropa. Datanglah ke Eropa saat musim panas seperti sekarang, banyak gerai ice cream khas Italia dipenuhi orang-orang yang bersantai ria! Festival ini juga tak kalah menjual ice cream meski di malam hari.

Menyenangkan bukan?

Belajar ‘Branding’ dari Indomie

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Artikel ini tidak bermaksud advertorial namun saya jadi tertarik membahas mengenai ‘branding’ produk ini setelah saya mendapati artikel bahwa produk ini sudah menjangkau ke Nigeria, Afrika. Ternyata tidak hanya sampai di Afrika, saya pun bisa mendapati produk ini di Jerman. 

Sejalan dengan pendapat seorang ahli marketing (2000) bahwa bagaimana produk bisa semakin dikenal, salah satunya melalui multiple market places. Ini mungkin cara dimana indomie tidak saja bisa dirasakan di Indonesia, namun hingga mancanegara. 

Kali ini saya ingin mengulas bagaimana pembentukan citra indomie hingga saya pun ingin beli meski jauh dari Indonesia. Bahkan saya saja sampai membawa 1 dus Indomie ke Korea Selatan buat seorang teman Indonesia yang menitipkan indomie. Itu artinya branding indomie melekat pada mereka yang pernah merasakan nikmatnya makan indomie. 
Saya jabarkan dalam empat (4) P berikut ini:

1. Placement (Branding)

Teknik marketing ini merujuk pada bagaimana indomie dikenal sebagai produk mie dengan citarasa Indonesia. Strategi placement branding semula muncul saat booming film di era tahun 1940-an yang menunjukkan bagaimana seorang artis dalam film dengan citra produk yang melekat pada mereka. Produk tersebut bukan sekedar tempelan film namun bertujuan mempengaruhi siapa pun yang melihat.

Begitu pun dengan indomie, meski ada produk lain memiliki aneka rasa masakan khas Indonesia, namun indomie mampu melekat kekhasannya sebagai produk Indonesia. Dari pemilihan nama saja, saat saya memilih indomie di toko Asia, si kasir langsung menebak saya berasal dari Indonesia. Semula banyak orang Asia di sekitar saya menduga saya dari Thailand atau Filipina, namun saat membayar indomie maka mereka pun tahu asal saya.

Bisa jadi ini karena pengaruh iklan yang melukiskan budaya Indonesia. Iklan indomie yang saya kenang adalah bukan tentang bagaimana memasak indomie itu sendiri atau rasa indomie, namun kekhasan atau budaya Indonesia. Menarik bukan? 

2. Price

Sebagai anak kos dulu, saya pernah merasakan bagaimana menikmati indomie seperti makan di restoran. Mengapa? Saya tidak punya uang tetapi cukup dengan indomie saya bisa merasakan rasa yang kurang lebih sama dengan makanan yang dimaksud. Artinya, harga indomie cukup terjangkau untuk kocek saya kala itu.

Ada banyak pula pilihan produk mie instan lain di Jerman, dari yang berharga murah atau setara dengan indomie hingga yang mahal. Namun hanya dengan kisaran 0,39€ – 0,70€ atau 39 cents Euro hingga 70 cents Euro, saya sudah bisa mengobati rasa rindu masakan Indonesia meski jauh di mata. Harga itu bervariasi saat saya temukan di berbagai supermarket dan toko Asia di sini.

3. Product

Produknya bagaimana? Anda bisa menilai sendiri. Menurut saya, meski indomie berasal dari Indonesia namun bahasa yang digunakan pun menyesuaikan. Lihat saja contoh indomie rasa kari ayam maka ditulis Nodelsuppe mit Hühnergeschmack! Jadi siapa pun yang tidak paham bahasa Indonesia dapat mengerti rasa kemasan yang beraneka ragam di muka depan produk. Ini pula termasuk petunjuk memasaknya dalam bahasa setempat di muka belakang produk.

Dalam produk muka depan, jelas ditampilkan rasa kemasan, termasuk imej yang menggambarkan makanan tersebut saat disajikan. Setidaknya visualisasi akan membantu saat orang memilih produk. Soalnya saya pernah traveling di Asia, lalu saya dan suami mampir ke toko membeli kemasan mie instan setempat, namun di produk muka depan tidak tertera seperti apa penampakan setelah memasak. Saya dan suami hanya bisa menebak seperti apa hasilnya setelah dimasak. 

Lalu informasi 3 menit di sampul muka produk cukup membuat puas bagi mereka yang ingin segera makan tanpa berlama-lama memasak. Memang ada yang lebih dari 3 menit? Ada saja. Artinya tiap produk punya informasi masing-masing, namun indomie punya keunggulan, dalam 3 menit anda sudah bisa makan.

4. Promotion

Saya masih ingat ketika di Indonesia, iklan indomie begitu touching, bukan karena soal produk makanan, namun soal budaya Indonesia. Iklan indomie begitu menggaung apalagi saat baru meluncurkan rasa baru karena iklannya yang berdurasi cukup lama dan berulang-ulang. Saya yakin promosi indomie sudah cukup mendulang kesuksesannya. 

Sekali lagi di akhir, saya tegaskan bahwa ini tidak bermaksud iklan atau advertorial namun belajar bagaimana strategi komunikasi suatu produk bisa mendunia. Tulisan ini juga bukan karena ikut kontes menulis atau kompetisi blog, tapi murni ini pendapat saya. Terimakasih indomie. 

Memasak Wurst-Gulasch

Jangan heran kalau banyak postingan tentang resep memasak, maklum liburan musim panas diisi dengan menikmati aneka masakan yang belum pernah saya coba sebelumnya.

Gulasch adalah sejenis sup yang mudah ditemukan pada masakan di Jerman. Ada yang klaim bahwa gulasch sesungguhnya dari negeri Hungaria, tetapi beberapa kali saya pergi ke restoran Jerman di Asia, masakan gulasch terkadang diselipkan dalam daftar menu. 

Daripada panjang lebar membahas gulasch, mari sekarang memasak gulasch. Gulasch yang sering saya coba di restoran Jerman di Asia adalah gulasch dengan isian daging dan beberapa sayuran. Makan bersamaan dengan roti. 

Kali ini saya coba Wurst-Gulasch resep mertua yang praktis. Itu artinya gulasch memakai Wurst, atau sosis. Saya yakin semua bisa memasaknya karena praktis dan mudah.

Bahan-bahan yang diperlukan:

1. 180 Gram Fleisch Wurst.

2. 1 siung bawang bombay.

3. 10 buah paprika besar.

4. 2 liter air.

5. 1 sendok makan Fett.

6. 3 Würfel (pak) Fleish Suppe.

7. 1 sendok makan tepung.

8. 2 sendok pasta tomat.

9. Paprika bubuk

Langkah memasak:

1. Siapkan panci kemudian masukkan fett jika sudah panas. Setelah itu masukkan bawang bombay yang sudah dicincang halus.

2. Setelah tercium harum kira-kira 2 menit, masukkan paprika besar yang sudah diiris halus. Lalu masukkan air ke dalam panci.

3. Tunggu air hingga mendidih, lalu masukkan wurst yang sudah diiris kecil ke dalam. 

4. Masukkan lagi 3 pak fleish suppe, tepung dan diaduk perlahan.

5. Setelah air mengental, tambahkan bubuk paprika dan pasta tomat. Masak kurang lebih 30 menit hingga bercampur rata dan kuah mengental.
6. Siap disajikan dengan nasi. Hidangan ini untuk porsi 6 orang.

Perhatian:

1. Di Jerman ada banyak varian sosis, pilih fleisch wurst. Anda juga bisa mengganti juga denga daging sapi sesuai selera.

2. Fett bisa diganti dengan minyak sayur.

3. Kaldu bubuk Fleish Suppe adalah semacam bumbu yang dicampurkan dalam sup. Di Indonesia anda bisa ganti dengan Maggi Kaldu rasa sapi.

(Bubuk penyedap rasa yang dimaksud. Di Indonesia mungkin bisa digantikan Maggi.)

4. Wurst-Gulasch bisa disajikan dengan mie, tergantung selera. Saya makan di sini dengan nasi.

Mudah bukan? Selamat mencoba!

Pasta Salmon dengan Saus Arabiata

Ada banyak varian memasak pasta. Kali ini saya coba padukan dengan ikan salmon yang dipanggang. Begini caranya:

Bahan-bahan yang diperlukan:

1. Dua potong salmon

2. 150 gram pasta. Silahkan pilih pasta bebas sesuai dengan selera.

3. Minyak goreng

4. Margarin

5. 6 buah tomat kecil yang segar

6. 2 paprika besar

7. Seperempat bawang bombay

8. 4 sendok makan saus Arabiata. Saus ini mudah didapatkan di supermarket.

9. Garam, paprika bubuk dan merica secukupnya.

Langkah memasak:

1. Masukkan air sebanyak dua liter. Masukkan sedikit garam dan minyak sayur. Kemudian masukkan pasta dan masak selama 10 menit setelah air mendidih di panci. 

2. Setelah 10 menit, tiriskan pasta dan singkirkan sementara.

3. Taburi salmon pada kedua sisi yakni garam, paprika bubuk dan merica. Diamkan sebentar.

4. Siapkan wajan panas, masukkan margarin. Setelah mencair, panggang salmon dalam api kecil selama lima menit pada masing-masing sisi salmon. Kemudian angkat setelah salmon berwarna kecoklatan.

5. Siapkan wajan panas, masukkan minyak secukupnya. Kemudian masukkan paprika, tomat dan bawang bombay. Tumis hingga harum. 

6. Masukkan saus Arabiata ke dalam wajan dan aduk bersamaan. Setelah 5 menit, masukkan pasta yang sudah tiris dari air. Aduk perlahan-lahan agar saus bercampur rata.

7. Tunggu hingga bumbu meresap 3 – 5 menit kemudian siap disajikan bersama salmon yang sudah masak.

Bagaimana? Mudah bukan? Anda juga bisa berkreasi sendiri.

Perhatian:

1. Jika membeli salmon beku, silahkan keluarkan 1-2 jam sebelum dimasak agar mencair. Lalu keringkan kedua sisi dengan tisu, baru kemudian dilumuri bumbu seperti garam, merica dan paprika bubuk.

2. Paprika dan tomat hanya variasi rasa saja. Jika tidak suka, boleh tidak memakainya. Saya kebetulan suka sekali paprika dan bawang.

Masak Zigeunerschnitzel mit Nudeln und Tomatensalat

Untuk Schnitzel mungkin sudah terbiasa membuatnya, bahkan Schnitzel dikenal juga di Austria dan Ceko loh saat saya berkunjung ke sana. 

Kali ini saya mencoba resep masakan buatan mertua saya. Ibu mertua pun dapat inspirasi dari Oma, jadi turun temurun. Resepnya mudah dicoba.

Bahan-bahan yang diperlukan:

1. 200 Gram daging sapi untuk steak

2. Fett, bisa juga digantikan dengan butter, minyak sayur atau olive oil jika tidak ada.

3. Paprika besar sesuai selera.

4. Cabe sesuai selera.

5. Bubuk garam, bubuk lada dan bubuk paprika.

6. Magi atau Knor penyedap rasa

7. 100 gram mie yang besar. Mau digantikan pasta juga bisa sesuai selera.

8. 1 liter air untuk memasak mie.

9. Tomat masak atau berwarna kemerahan.

10. 1 Buah bawang bombay.

11. Bawang merah tergantung selera.

12. Cuka.

13. Minyak sayur.

Langkah-langkah memasak:

1. Daging panggang. Masukkan 1 sendok fett ke dalam wajan. Masukkan potongan daging, masak hingga kecoklatan dan hampir matang. Lalu angkat dan taruh di dalam wadah. Taburi daging tersebut dengan garam, lada dan bubuk paprika seluruh bagiannya. Setelah dibumbui, panggang kembali ke dalam wajan hingga masak kecoklatan. Singkirkan sementara.

2. Membuat kuah. Iris bawang bombay, paprika besar dan cabe (jika suka). Tumis fett kembali, setelah harum masukkan bahan tersebut ke dalam wajan. Aduk perlahan dan masukkan Maggi atau Knor penyedap rasa dan sedikit pasta tomat agar kuah mengental baik. 

3. Setelah kuah mengental baik dan masak, masukkan daging yang sudah dipanggang tadi dan diaduk-aduk agar bercampur rata. Tunggu beberapa menit hingga masak. Siap disajikan.

4. Masak mie. Siapkan 100 gram mie. Rebus air 2 liter. Setelah mendidih, masukkan garam secukupnya lalu kemudian mie. Masak mie hingga matang kira-kira 10 menit. Saring mi hingga kering dan siap disajikan. 

5. Buat salat tomat. Iris tomat dan bawang merah. Siapkan wadah kemudian masukkan setengah gelas air matang. Air disesuaikan dengan banyaknya tomat. Masukkan 1 sendok cuka, 1 sendok minyak sayur, irisan bawang merah dan garam secukupnya. Aduk perlahan kemudian masukkan irisan tomat. Tunggu beberapa saat sebelum dihidangkan. Sebaiknya salat tomat dibuat 2-3 jam sebelum makan agar rasanya bercampur rata dan lebih enak.

Masakan pun siap disajikan untuk 2 porsi. Selamat mencoba!

Steak Salat Ala Anna

Saya tidak tahu bagaimana menyebutkan resep masakan berikut karena saya racik sendiri. Masakan yang mudah, murah dan sehat. Dijamin anda bisa membuatnya di rumah.

Begini cara pembuatannya:

Bahan-bahan yang diperlukan:

1. Aneka sayuran yang bisa dijadikan salat seperti kol merah, selada air, tomat. Untuk selada air dan kol merah dipotong-potong. Sedangkan tomat diiris sebelum disajikan. Anda juga bisa tambahkan irisan tipis wortel jika suka.

2. 1 sendok makan cuka, 3 sendok makan air matang, 1 sendok makan minyak goreng. 

3. Garam secukupnya dan 3 sendok makan margarin.

4. 200 Gram daging steak yang sudah dipukul-pukul. 

5. Bawang putih, merica, penyedap rasa dan bubuk oregano sesuai selera. Bawang putih, merica dan penyedap rasa dihaluskan.

Langkah pembuatan:

1.  Aneka sayuran nomor 1 kecuali tomat dimasukkan dalam wadah dan campur jadi satu. 

2. Siapkan bahan nomor 2. Masukkan bahan-bahan nomor 2 dalam gelas lalu aduk-aduk perlahan. Setelah itu campurkan larutan ke dalam sayuran. Biarkan meresap dalam wadah. Anda juga bisa mengguncang-guncangkan agar rasa bercampur rata. Singkirkan sementara.

3. Daging steak dilumuri bumbu bawang putih, merica dan penyedap rasa yang sudah dihaluskan. Taburi oregano juga.

5. Diamkan daging dalam lumuran bumbu agar meresap selama 1-2 jam. 

6. Setelah meresap, masukkan margarin ke dalam wajan panas. Masukkan perlahan daging steak yang sudah dilumuri bumbu. Masak dalam api kecil selama 5 menit masing-masing sisi hingga kecoklatan kedua sisi. 

7. Siapkan piring, taruh semua sayuran salat pada nomor 2. Taruh di atas, irisan tomat. Kemudian tambahkan steak sebagai topping. Hidangan steak salat siap disajikan.

Saran penyajian:

1. Sayuran salat disesuaikan dengan selera. Jika ingin tomat dan timun, sebaiknya ditaruh saat penyajian. Anda juga bisa menambahkan buncis rebus juga jika mau. 

2. Sebaiknya salat sayuran dibuat 1-2 jam sebelumnya agar rasa sudah meresap.

3. Untuk topping, anda bisa tambahkan juga telur mata sapi dan bacon jika suka. 

Selamat mencoba!

Aneka Jajanan Festival Ala Bayerisch

(Festival ditutup dengan pesta kembang api, atau feuerwerk dalam bahasa Jerman)

Salah satu tanda musim panas adalah digelarnya aneka festival di berbagai kota. Karena udara yang mendukung dilakukan di alam terbuka (outdoor) dan lamanya matahari bersinar menyebabkan festival berlangsung meriah di biergarten. 

Kemarin adalah salah satu festival yang saya hadiri. Acara festival selama 3 hari berturut-turut. Saya tidak membicarakan festivalnya tetapi jajanan yang saya temukan di sini. Apa saja?

1. Crepes

(Ini crepes sudah terlanjur saya gigit. Tak apa ya?!)

Di Indonesia tersedia jajanan ini, demikian pula di sini. Saya pesan yang rasa nuttela dan pisang sebagai isian. Rasa lain adalah coklat atau selai strawberry. Harganya bervariasi dari 2€ hingga 4€. 

2. Bretzel dan Steckerlfisch

(Saya suka sekali Bretzel. Makan satu saja sudah berasa kenyang.)

Apa itu? Saya suka bretzel, semacam roti yang ditaburi garam. Jika di luar dikenal, Pretzel. Lalu ikan mackarel yang dibakar atau Steckerlfisch. Bretzel harga 2,5€ dan ikan bakar ini 7,5€. Jika di rumah saya di Jakarta, ikan bakar ini hanya sekitar Rp 16.000 per potong maka di sini berbeda harganya. 

3. Pommes, Lachssemmel dan wurst salat

(Jika suka sushi, silahkan mencoba makan ala burger dengan isian salmon baked. Enak dan sehat.)

(Salat sosis atau wurst salat diberi irisan bawang merah dengan kuah asam dan menyegarkan.)

Pommes adalah kentang goreng. Ada juga semacam hot dog, roti dengan sosis di dalam. Lalu saya membeli Lachssemmel yakni roti semmel yang di beri isi irisan salmon yang sudah dipanggang ditambah irisan bawang. Kisaran harga 10€.

4. Zwetschgenbavesen

(Ini seperti roti bantal menurut saya)

Hmm, menyebut jajanan ini susah buat lidah saya. Semacam kue yang diberi isian coklat atau mesis dan ditaburi gula. Semacam roti bantal kali ya. Rasa kue ini tentu manis. 

5. Ayam panggang, Salat Kentang dan Leberkasse

Bagi yang suka ayam panggang, boleh dicoba. Jika beli di sini harus setengah atau utuh. Makannya bisa dipilih dengan roti semmel atau bretzel atau salat kentang. Harga variatif sekitar 7,5€. Ada juga leberkasse dan salat kentang. 

6. Aneka manisan (kacang manis, permen, liebkuchenhertz, zuckerwatte)

Bagi anak-anak, booth ini selalu menarik karena ada manisan, coklat atau permen kapas dari gula (zuckerwatte). Ada juga kacang manis dan kue jahe berbentuk hati (liebkuchenhertz).

Demikian laporan kuliner festival yang saya coba. Semoga bermanfaat.