Spagheti Saos Udang Tomat

Jika selama ini, spagheti disajikan dengan daging. Nah kali ini saya mencoba resep spagheti dengan saos udang.

Bahan-bahan yang diperlukan:

  1. Pasta spagheti 200 gr
  2. Udang yang sudah dibersihkan kepala dan ekornya 250 gr
  3. Tomat 3 buah (dibuang kulitnya)
  4. Saos tomat
  5. Bawang putih secukupnya
  6. Bawang bombay secukupnya
  7. Garam/penyedap rasa
  8. 1 sendok teh tepung 
  9. 1 sendok makan air lemon
  10. Sedikit gula (tergantung selera)

Langkah-langkah membuatnya:

  • Bersihkan udang, sisihkan kepala dan ekornya. Lumuri dengan air perasan jeruk nipis agar tidak amis.
  • Masak udang selama 3-4 menit dalam air panas. Hal ini diperlukan agar rasa udang yang pekat tidak mengacaukan rasa saos nantinya. Setelah masak, tiriskan airnya kemudian dipisahkan.
  • Masak pasta spagheti selama 8-10 menit atau sesuai selera. Beri minyak sayur dan garam sedikit. Apakah pasta spagheti bisa diganti dengan pasta lain? Tentu bisa, silahkan sesuai selera. Setelah masak, tiriskan airnya kemudian pisahkan spagheti.
  • Untuk saos tomat, saya biasa gunakan tomat. Masak 3 tomat yang sudah dibuang kulitnya dalam air panas selama 5 menit. Hancurkan tomat sehingga blend dan menjadi saos.Sisihkan saos tomat segar. Jadi disini kita punya dua saos tomat, satu saos tomat segar buatan sendiri dan kedua saos tomat buatan pabrik.Bila suka pedas, saya biasakan gunakan saos tomat cabe.
  • Masukkan margarin dalam api kecil. 
  • Masukkan bawang putih dan bawang bombay setelah margarin mencair. Tumis hingga harum.
  • Masukkan saos tomat segar, masak bersama bawang.
  • Masukkan udang yang sudah direbus. Masak selama 2 menit dengan api sedang.
  • Masukkan saos tomat buatan pabrik sesuai selera. Tambahkan garam/penyedap rasa dan gula secukupnya. 
  • Terakhir tambahkan air lemon dan tepung. Tepung berfungsi mengentalkan saos karena biasanya saos tomat segar mengandung terlalu banyak air.
  • Masak saos udang tomat selama 2 menit.
  • Siap diletakkan di atas pasta spagheti.

Mudah bukan? Pasta spagheti saos udang tomat siap disajikan untuk 2 orang. Selamat mencoba!

Advertisements

Nasi Goreng Rasa Seafood

image
Sumber foto: Dokumen pribadi

Jika kita memesan menu di restoran untuk nasi goreng seafood, saya penasaran bagaimana membuat rasanya, lebih dari sekedar memberikan udang atau cumi di dalamnya. Akhirnya saya berhasil melakukan percobaan sederhana nasi goreng seafood.

Bahan-bahan:
1. 2 piring nasi
2. Minyak goreng
3. Teri Medan jenis teri nasi
4. Udang
5. Daun bawang (tergantung selera)
6. Cabe/paprikan merah (jika suka pedas)
7. Margarin
8. Setengah sendok kecap ikan
9. 1 Sendok kecap inggris
10. Terasi/belacan (ini rahasianya yang membuat rasa seperti seafood)

Cara memasak:
1. Panaskan 2 sendok makan minyak goreng dalam wajan. Goreng udang setelah dibuang kepala dan ekornya. Masing-masing sisi 3 menit dengan api kecil. Tiriskan minyaknya dan pisahkan.
2. Panaskan 1 sendok makan minyak goreng dalam wajan. Goreng teri nasi hingga kecoklatan. Tiriskan minyaknya dan pisahkan.
3. Panaskan margarin dalam wajan. Masukkan irisan daun bawang dan cabe/paprika merah. Hancurkan terasi/belacan lalu tumis bersama hingga harum. Masukkan nasi perlahan-lahan dan aduk bersama bumbu sebelumnya.
4. Setelah 3 menit, masukkan kecap ikan dan kecap inggris. Aduk hingga harum.
5. Sajikan nasi goreng bersama udang dan teri nasi yang sudah dimasak sebelumnya. Taruh di atas nasi goreng.

Saran penyajian:
1. Bumbu nasi goreng juga bisa dihaluskan (uleg) yang terdiri atas cabe merah, bawang merah dan terasi.
2. Jika menggoreng udang sebaiknya terpisah karena rasa udang bisa mengubah rasa.
3. Sesuai selera bisa diganti kecap inggris dengan kecap manis.
4. Jika ingin menambahkan garam sebaiknya ganti margarin dengan minyak goreng. Ingat sudah ada rasa asin dari terasi dan teri nasi.

Fillet Ayam Tepung Saos Asam Manis Bawang

image
Enak disajikan selagi hangat dengan nasi. Sumber foto: Dokumen pribadi

Kali ini saya iseng mencoba menu baru. Kebetulan saya menemukan daging ayam tanpa tulang (fillet) di kulkas. Dengan bahan-bahan seadanya sederhana, saya coba menu “Fillet ayam tepung saos asam manis bawang.”

Bahan-bahan pertama:
1. 6 potong daging ayam tanpa tulang (fillet)
2. 2 sendok makan kecap inggris
3. 1 sendok makan kecap asin
4. Merica secukupnya
5. Garam/penyedap rasa secukupnya

Bahan-bahan kedua:
1. Tepung terigu secukupnya
2. Tepung panir secukupnya
3. 1 buah telur
4. Minyak sayur secukupnya

Bahan-bahan ketiga:
1. 7 Siung bawang merah
2. 6 sendok makan saos tomat
3. 2 sendok tepung terigu yang dilarutkan dalam air
4. 2 sendok air perasan lemon
5. 2 sendok margarin

Langkah-langkah memasak:

1. Siapkan bahan-bahan pertama. Lumuri ayam dengan kecap inggris, kecap asin, merica sedikit dan garam/penyedap rasa. Setelah itu simpan daging ayam berbumbu tersebut di dalam kulkas selama satu jam. Lihat gambar di bawah.

image
Daging ayam tanpa tulang yang sudah dilumuri bumbu sebelum disimpan di kulkas. Sumber foto: Dokumen pribadi

2. Siapkan masing-masing dalam loyang terpisah tepung terigu, tepung panir dan kocokan telur.

3. Masukan redaman daging ayam satu per satu ke dalam loyang yang pertama adalah tepung terigu. Kedua, masukkan dalam telur. Terakhir masukkan dalam tepung panir. Lihat contoh dalam gambar di bawah ini.

image
Setelah dilumuri tepung, siap untuk digoreng. Sumber foto: Dokumen pribadi

4. Goreng daging ayam bertepung ke dalam minyak panas hingga berwarna kecoklatan. Lakukan hingga semua daging. Masak dalam api kecil.

5. Untuk saosnya, siapkan bahan ketiga. Panaskan margarin dalam wajan panas. Tumis irisan bawang merah hingga harum.

6. Masukkan saos tomat ke dalam wajan. Beri larutan air tepung agar mengental. Terakhir masukkan air perasan lemon. Aduk dan masak hingga 2-3 menit saja.

7. Campurkan daging ayam bertepung yang sudah digoreng dengan saos.

Saran penyajian:

1. Gorenglah daging ayam bertepung dengan api kecil agar tidak gosong.

2. Untuk saos, bisa juga ditambahkan bawang Bombay, tergantung selera.

3. Saos dapat dapat disajikan terpisah dan dicocol dengan daging ayam tepung.

4. Untuk porsi dua orang.

Daging Ayam Tanpa Tulang Panggang Asam

Jika anda suka yang praktis dan tidak banyak bumbu rempah yang dimiliki, mungkin resep makanan berikut bisa dicoba.

image
Sumber foto: Dokumen pribadi

Bahan yang diperlukan:
1. Daging ayam tanpa tulang (fillet ayam) – 200 gr
2. Bawang putih (3 siung)
3. Minyak sayur (1 sendok teh)
4. Garam secukupnya
5. Lada bubuk secukupnya
6. 2 Sendok Margarin
7. Irisan lemon

Langkah memasak:
1. Hancurkan bawang putih.
2. Lumuri daging ayam dengan bawang putih yang sudah hancur, garam secukupnya dan lada bubuk.
3. Diamkan selama 30 menit dalam kulkas.
4. Siapkan wajan yang datar kemudian panaskan margarin.
5. Masukkan daging ayam tadi ke dalam wajan. Setiap sisi daging dimasak 3-5 menit dengan api kecil.
6. Sajikan dengan perasan air lemon.

Saya memakan bersama gemüsepfanne. Resepnya bisa dilihat di sini https://liwunfamily.wordpress.com/2014/11/06/resep-masakgemusepfanne/

Mudah ya. Selamat mencoba 😀

Udang Goreng Mentega Saos Lemon

image
Udang goreng mentega saos lemon favorit keluarga. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Selama ini menu yang saya buat hanya udang asam manis tetapi kali ini saya mau mencoba udang goreng mentega saos lemon. Rasanya yang asam manis patut dicoba. Selain itu, cara memasaknya juga mudah dan tidak terlalu banyak bumbu.

Bahan yang diperlukan:

1. Udang (ukuran besar) 1/4 gram
2. Daun bawang
3. Bawang bombay (1/2)
4. 4 sendok kecap inggris
5. 1 sendok kecap ikan
6. Lemon (1/2)
7. Mentega (5 sendok)
8. Bawang putih (2 siung)
9. Bawang merah (3 siung)
10. Garam secukupnya
11. Gula secukupnya

Cara memasak:

1. Kupas udang lalu buang kepala dan ekornya.
2. Hancurkan bawang putih. Rendam udang dalam bumbu yang terdiri atas bawang putih, kecap inggris dan kecap ikan. Agar meresap, simpan dalam lemari es selama 1-2 jam.
3. Iris daun bawang, bawang bombay dan bawang merah.
4. Panaskan mentega kemudian tumis daun bawang, bawang bombay dan bawang merah hingga harum.
5. Masukkan rendaman udang beserta bumbu ke dalam tumisan.  Masak hingga 5 menit dalam api sedang.
6. Tambahkan air lemon, gula dan garam sesuai selera.
7. Sajikan selagi hangat untuk porsi dua orang.

Bagaimana? Mudah bukan?

Mari Memasak “Wiener Schnitzel”

Kebetulan masih ada Kartoffelsalat, kali ini saya hendak memasak Wiener Schnitzel. Jika anda datang ke Jerman, Schnitzel merupakan menu yang biasa di tawarkan. Di Indonesia saya beberapa kali sempat memesan Schnitzel di restoran Jerman atau hotel tempat berlibur.

Wiener Schnitzel adalah makanan yang terbuat dari irisan daging yang sudah dipipihkan dan dibungkus dengan tepung. Makanan ini berasal dari Wina (Wien) Austria sesuai namanya. Diperkenalkan di akhir abad 19 di wilayah Eropa. Di Jerman bagian selatan seperti Bayern, Schnitzel cocok disajikan dengan kartoffelsalat atau salad kentang.

Umumnya Schnitzel disajikan pakai daging babi, tetapi menurut history Schnitzel terbuat dari daging sapi. Berikut saya sampaikan cara membuatnya:

Bahan-bahan:
250 gr Daging Sapi ; Tepung Terigu; Tepung Roti; 1 telur ayam; Minyak sayur; garam dan lemon.

Cara memasak:
1. Potong daging jadi dua bagian seperti potongan steak. Pipihkan daging dengan pemukul sehingga menjadi datar.

2. Taburi garam di atasnya. Diamkan beberapa saat.

3. Siapkan 3 wadah terpisah, wadah untuk tepung terigu, kocokan telur ayam dan tepung roti.

4. Masukkan daging dalam tepung terigu dan baluri hingga seluruh daging.

5. Daging di nomor 4 segera dimasukkan dalam kocokan telur seluruhnya hingga menempel.

6. Masukkan kembali daging dalam balutan tepung roti hingga seluruh daging seperti tampak pada gambar.

image
Sumber foto: Dokumen pribadi

7. Panaskan minyak sayur dalam penggorengan. Goreng irisan daging hingga berwarna kuning kecoklatan. Tambahkan perasan lemon di atas daging yang sudah matang.

image
Wiener schnitzel disajikan dengan salat kentang. Sumber foto: Dokumen pribadi

Silahkan sajikan bersama salat kentang. Guten Appetit 😀

Mari Membuat Fillet Fish Goreng

image

 

wp-image-2111866685
Jika suka, bisa tambahkan saos mayonaise.

 

Fish Chips atau fish fillet kini menjadi mudah di dapatkan di restoran cepat saji. Fish chips paling banyak menggunakan ikan dori. Di pasar swalayan biasanya sudah disiapkan, seperti yang saya dapatkan saat ini. Jika Fish chips biasa dihidangkan dengan pomes, kentang goreng maka kali ini saya coba dengan kartoffelsalat.

Bahan-bahan:

1. 150 gr Ikan Dori
2. Tepung serba guna
3. 1  Telur
4. 1 sendok air perasan lemon
5. Garam
6. Lada
7. 1 sendok kecil Margarin
8. Minyak sayur secukupnya.

Cara Membuat:
1. Lumuri ikan yang sudah dipotong fillet terlebih dulu dengan perasan air lemon. Taburi garam dan lada secukupnya. Diamkan selama 10-15 menit.
2. Kocok telur dalam wadah terpisah.
3. Siapkan tepung di wadah yang berbeda. Masukkan fillet ikan dalam tepung. Baluri seluruhnya.
4. Masukkan fillet ikan yang bertepung ke dalam kocokan telur. Diamkan beberapa saat.
5. Masukkan lagi fillet ikan ke dalam tepung.
6. Siapkan minyak sayur dalam penggorengan panas.
7. Masukkan terlebih dulu margarine sedikit kemudian perlahan-lahan fillet ikan yang bertepung ke dalam penggorengan.
8. Goreng hingga warna kecokletan.

Untuk kartoffelsalat, bisa dilihat di sini https://liwunfamily.wordpress.com/2014/11/23/resep-masakan-kartoffelsalat/

Guten Appetit 😀

Food is Memory

Mi Phở yang diceritakan. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Mi Phở yang diceritakan. Sumber foto: Dokumen pribadi.

“What keeps me motivated is not the food itself but all the bonds and memories the food represents.” 

Suara telpon di henponku berdering. Nomor telpon yang tidak aku kenal. Aku ragu untuk mengangkat telpon itu apalagi nomor telpon tersebut berasal dari kode negara 84. Siapa yang telpon ya, pikirku. Aku bergegas mencari tahu kode negara tersebut. Oh, Vietnam. Siapa yang telpon dari negara tersebut? Lagi-lagi aku bertanya dalam hati.

Telpon sekali lagi berdering. Aku semakin penasaran. Lebih baik aku mengangkat telpon ini.

Hallo?”

Rupanya abang sedang ada di Negeri Indochina. Ia sedang bertugas untuk beberapa hari. Ia bercerita panjang lebar soal keadaan dan pekerjaannya selama di kota tersebut. Ia bertanya balik tentang kondisi dan aktivitasku. Kemudian, ia mengajak aku ngobrol lewat skype. Dia mau tunjukkan sesuatu padaku, katanya. Oke, jawabku. Ia adalah sahabat yang sering memiliki kejutan yang bermakna.

***

Pertama kali aku mengenal abang, sahabat karibku ini lewat perjumpaan yang tak sengaja. Aku sedang duduk di depan Rathaus, mengamati sekelilingku. Waktu makan siang tiba, cacing dalam perutku mulai bernyanyi. Aku ingin beli makanan, tetapi apa daya uang dalam dompet kecilku tak ada. Hanya 2 Euro 70 sen. Aku minum lagi air putih dalam botol yang selalu aku bawa. Setidaknya minum mampu membuatku bertahan kala perutku sudah keroncongan.

Oh Tuhan, aku lapar sekali,” perihku dalam hati.

Aku malas juga beranjak pulang. Tidak ada energi.

Tak lama berselang, seorang pria duduk di bangku bersama denganku. Bangku besi yang sama denganku. Bangku tersebut bergoyang menunjukkan seseorang hadir bersamaku.

“Woher kommen Sie?” tanya pria yang duduk di sebelahku.

Ia bertanya darimana asalku. Ia menduga aku berasal dari Asia karena melihat gantungan kunci tasku berbentuk gajah, khas negeri gajah putih. Ia berpikir mungkin saja aku berasal dari Thailand.

Tidak aku sangka, pria yang bertanya tadi berasal dari Indonesia. Wah, aku punya teman. Yeay!!!!

Perkenalan yang singkat. Lalu dia berkata, “Ich habe hunger.”

Kami pun bergegas ke restoran terdekat untuk mencari makan siang. Dia bilang dia akan membayar makan siang itu. Kami menghampiri restoran Vietnam yang letaknya tak jauh.

***

Suara telpon di layar monitor komputer berdering. Obrolan pun dimulai.

Abang sudah aku anggap sebagai kakak. Aku selalu menganggap dia bijaksana dan cerdas. Ia selalu memiliki solusi dari setiap permasalahan yang aku sampaikan.

Di monitor Komputer, ia tunjukkan aku semangkuk Phở, makanan khas negeri Vietnam. Saat menyantap makanan pokok negeri Indochina tersebut, abang jadi teringat padaku. Ia teringat bagaimana kami pertama kali bertemu dan berbagi cerita tentang hidup.

Anna, makanan ini mengingatkanku pada pertama kali kita bertemu. Kita makan bersama di restoran itu. Kemudian kita berlanjut dengan berbagai cerita,” seru abang sambil menunjukkan semangkuk Phở padaku.

Phở adalah makanan pokok Vietnam. Mi Phở adalah salah satu makanan pokok selain nasi, terdiri dari mi beras, potongan daging, sedikit sayuran dan berkuah kaldu.

***

Bukan soal rasa yang tersedia dalam makanan itu, tetapi bagaimana kenangan dalam makanan itu yang mengingatkan kita untuk mengenang kembali masa lalu.

Buat saya dan abang, mi Phở tidak mampu mengobati rasa lapar dan rindu akan masakan tanah air kala kami berdua bertemu pertama kali tetapi kami menemukan persahabatan dan persaudaraan. Rasa itu melebihi rasa makanan yang kami makan saat itu hingga akhirnya kami bersahabat kini. Usai makan, abang seperti memotivasi aku untuk terus melanjutkan mimpi-mimpi. Mimpi untuk berani menjadi diri sendiri.

Pernahkah anda merasakan makanan hingga angan dan memori anda terkenang akan sesuatu atau seseorang dibalik makanan itu?

Menikmati Kuliner Masakan Jerman di Bali

blog 12(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Liburan bersama suami tahun lalu, kami sempatkan mampir ke restoran jerman yang terletak di jalan legian, Kuta, Bali. Kebetulan suami lagi rindu kuliner kampungnya di Bayern, so kami pun mencari informasi soal kuliner di Bali. Nama restoran adalah MAMA’S GERMAN RESTAURANT yang sudah beroperasi sejak tahun 1985. Restoran ini tentu ramai bagi penikmat kuliner masakan jerman atau sekedar nongkrong minum bir mengamati orang yang lalu lalang tak pernah sepi di jalan legian.

Karyawan yang melayani mengenakan pakaian modifikasi layaknya Dirndl, pakaian khas Bayern untuk kostum karyawan perempuannya. Restoran ini berada di ruang terbuka alias outdoor sehingga dipastikan jika siang hari akan merasakan panasnya Bali juga. Sepasang turis senior sedang menikmati kebersamaan mereka dalam santap siang, yang secara kebetulan duduk bersebelahan dengan kami. Di sudut sana, ada sekelompok muda-mudi turis yang berbahasa inggris memesan menu kepada pramusaji yang menghampiri.

Melihat daftar menu yang disajikan, sontak suami saya langsung bingung karena ingin mencoba semua mengingat kerinduannya untuk menikmati kuliner kampungnya. Akhirnya disepakati ia memesan Leberkäse khas Bayern, yang berisi panggangan daging berikut potongan kentang dan sayuran dengan toppingnya adalah telor mata sapi juga ditambah sosis khas jerman. Sedangkan saya sudah merindukan Bretzel, roti favorit dengan taburan garam dan es teh karena panasnya luar biasa saat itu. Saya juga memesan sup Goulash, yakni potongan daging ditambah sayuran di dalamnya. Cara memakan sup ini berikut dengan potongan roti yang disediakan. Rasanya nikmat sekali mengingat kami memang sengaja untuk tidak mengambil sarapan sejak pagi.

Saya juga menyukai Bretzel yang dibuat di sini karena rasanya yang pas dan khas seperti saat saya membeli di Jerman. Sedangkan di beberapa restoran lain memiliki rasa yang menurut saya tidak terlalu pas dengan rasa aslinya seperti di Jerman. Ohya ini juga bukan kali pertama saya dan suami mengunjungi restoran citarasa jerman. Sebagai gambaran, di restoran lain kita sudah disambut oleh pramusaji dengan sapaan seperti layaknya di Jerman, seperti “Servus”.

Letak restoran yang strategis sehingga membuat restoran ini tak pernah sepi pengunjung. Restoran ini juga membuka cabang di Bandung dan di Serpong. Soal harga tergantung jenis makanan yang anda pesan juga. Restoran ini juga menyajikan menu andalan khas Indonesia juga loh seperti nasi goreng dan sate. Ada juga beberapa menu lain seperti Pizza dan Burger.

Jika ingin mengetahui restoran, dapat dilihat di link berikut http://www.bali-mamas.com/menu/german-specialties.html

Jadi apakah anda tertarik untuk mencoba kuliner citarasa jerman?

Resep Masakan: Pasta mit Champignon Sahne Soße

Kali ini saya mau berbagi mengenai resep Pasta dengan saus krim jamur begitulah jika disampaikan dalam bahasa Indonesia.

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Bahan-bahan yang diperlukan:
1. Pasta (Biasanya saya hanya menakar pasta mentah semangkuk bisa untuk 2 porsi)
2. Jamur Champignon
3. Krim (240 ml)
4. Bawang putih satu siung digeprek halus
5. Bawang bombay diiris halus
6. Daun kemangi diiris biasa
7. Daun piterseli secukupnya iris halus
8. Perasan air lemon secukupnya
9. Tepung terigu sedikit
10. Margarin
11. Minyak olive oil buat masak pasta
12. Garam secukupnya

Cara memasak:
1. Masak pasta selama 8-10 menit atau sesuai selera, masukkan garam sedikit dan minyak olive oil.
2. Sisihkan pasta dan siap untuk sausnya.
3. Gunakan margarin untuk menumis bawang putih dan bawang bombay. Masak hingga harum.
4. Masukkan jamur ke dalam tumisan hingga matang. Jamur biasanya tidak memerlukan waktu lama untuk ditumis.
5. Masukkan krim sambil diaduk-aduk lalu beri garam secukupnya.
6. Masukkan sedikit tepung lalu kocok dalam adonan tumisan hingga mengental dan matang.
7. Masukkan irisan daun kemangi dan daun piterseli ke dalam adonan saus.
8. Terakhir masukkan perasan air lemon ke dalam masakan.
9. Jika anda suka lada atau pedas, silahkan tambahkan sesuai selera.

Saran penyajian
1. Untuk jamur bisa digunakan sesuai selera.
2. Untuk krim, bila tidak suka terlalu kental bisa dikurangi setengah dengan menambahkannya dengan susu cair atau air matang.
3. Biasanya saya lebih suka memasukkan pasta ke dalam adonan saus agar tercampur rata.
4. Bisa juga mengganti olive oil dengan minyak sayur.

Selamat mencoba!