Raita, Saus Yoghurt Timun Seperti Tzatziki: Makanan Khas India (6)

Raita, pada makanan khas India.

Jika anda pernah mencoba saus tzatziki yang biasa dijumpai dalam makanan mediterania dan sekitarnya, maka kali ini saya mengangkat ulasan saus yang mirip dari India. Namanya raita, yang biasa mudah ditemukan di restoran India di Jerman. Ternyata tak hanya di India, teman lain asal Bangladesh pun meyakini bahwa ada raita di negaranya. Itu artinya raita ada di sekitaran India, Bangladesh dan negara Asia Selatan.

Lalu apa itu raita?

Tzatziki, saus berwarna putih tampak dalam makanan khas mediterania.

Raita adalah saus yang melengkapi masakan seperti kari dan makanan manis, gurih serta makanan khas asal India lainnya sesuai selera untuk menikmatinya. Bisa juga anda menyantap makanan pedas atau roti panggang khas India dengan raita. Jadi raita fleksibel disantap dalam berbagai makanan khas Asia Selatan umumnya. Namun intinya, raita berbahan dasar yoghurt.

Apa saja bahan dasar pembuatannya?

Saya mengamati seorang teman mahasiswa asal India yang membuat raita sebagai stok persediaan makanan. Bahan raita adalah yoghurt yang plain, tak ada rasa. Setelah anda bisa membuat raita sebagai sajian utama, maka anda bisa membuat variasi raita lainnya seperti raita rasa buah, raita vegetarian atau raita rasa mint. Semua terserah anda.

Bahan utama raita adalah timun dan bawang merah yang dipotong-potong kecil. Lalu semua bahan dicampur bersama yoghurt. Agar rasanya semakin enak, anda bisa tambahkan masala, bubuk cabai, jintan atau rempah-rempah lainnya. Semua bahan diaduk menjadi satu dan saat disajikan bisa ditambahkan irisan bawang merah lagi. Lagi-lagi itu sesuai selera si pembuat.

Jika tzaziki pada makanan mediterania kerap disajikan untuk menikmati makanan grilled dan nasi merah maka raita bisa disajikan sesuai selera atau kapan saja anda mau. Bahkan di belahan India lainnya, nama raita bisa jadi berbeda namun bahan yang digunakan sama.

Apakah anda sudah pernah mencoba raita?

Advertisements

Taco Buatan Mahasiswa Meksiko: Makanan Khas Meksiko (6)

Melanjutkan kuliner dari Meksiko berikutnya, saya perkenalkan taco yang dibuat teman mahasiswa asal Meksiko. Mengapa harus disebut begitu? Biasanya saya mendapati sajian makanan khas dari negeri opera sabun ini di restoran yang tersaji eksklusif. Nyatanya, buatan mahasiswa memang tampak sederhana tetapi rasa taco ini benar-benar enak. Ini tak kalah dengan makanan meksiko yang disajikan di restoran juga.

Adalah teman mahasiswa asal Meksiko yang mengundang saya datang ke asramanya. Undangan ini sebagai balasan saat saya menyajikan makanan nusantara. Dia pun berjanji untuk membuatkan makanan khas meksiko. Karena ini adalah buatan mahasiswa yang seadanya, tentu bahan yang diolah pun sesuai anggaran. Saya pun memperhatikan bagaimana membuat taco yang mudah dan praktis ini.

Bahan yang diperlukan

1. Roti Taco/Tortilla bisa juga

2. Taco seasoning yang bisa dibeli di supermarket

3. 300-500 gram daging sapi cincang

4. Jagung manis yang sudah matang

5. Daun salada air

6. Tomat yang diiris

7. Butter/margarin

8. Sedikit air

Langkah membuatnya

  1. Panaskan wajan, masukkan butter.
  2. Masukkan daging sapi cincang dan masak hingga kecokelatan.
  3. Masukkan bumbu taco dan sedikit air agar daging tidak menggumpal.
  4. Masak selama 5 menit.
  5. Panaskan roti taco dalam oven beberapa menit.
  6. Setelah isian taco matang, sajikan diatas roti.
  7. Tambahkan irisan tomat, daun salada air dan jagung manis.

Taco yang mudah dan praktis ini bisa jadi pilihan untuk anda yang tak punya banyak waktu memasak.

Selamat mencoba!

Bún Chả Hà Nội, Bihun Daging Panggang dari Hanoi: Makanan Khas Asia (49)

Bihunnya tampak tak terlihat. Bihun ada di bawah tumpukan sayur.

Jika anda berkunjung ke Vietnam wilayah utara seperti Hanoi, maka anda akan menemukan makanan tradisional berikut ini. Ini tak ubahnya Pho A yang sering saya ceritakan. Namun mie bihun berikut berbeda, baik dari bahan, penyajian hingga rasa yang saya coba. Makanan ini layak dinikmati jika anda berkunjung ke restoran vietnam atau langsung ke Vietnam, seperti yang pernah saya lakukan sepuluh tahun lalu.

Bun cha ha noi memang berasal dari Hanoi, Vietnam Utara. Sedangkan jika makanan yang serupa di Vietnam Selatan dikenal dengan nama bún thớt nướng. Isian dari makanan ini sebenarnya sama saja. Bun cha terdiri atas bihun beras ditumpuk dengan aneka sayur yang masih segar, kemudian dimakan bersama daging yang dipanggang. Nah, menariknya untuk mencampurkan semua bahan tadi diperlukan kuah rempah yang berasa asin, asam dan menyegarkan. Hmmm, enak!

Jika anda datang ke Hanoi, hampir dipastikan bun cha dijual mulai dari kaki lima hingga restoran bintang lima. Bun cha dihargai dari yang paling murah hingga paling mahal. Satu lagi, orang vietnam utara menikmati bun cha tak kenal waktu. Ini bisa dijadikan sebagai sarapan pagi, makan siang atau makan malam. Penelusuran informasi menyebutkan makanan ini sudah diedarkan sejak tahun 1960-an.

Menurut orang Vietnam sendiri, bun cha cocok dinikmati saat musim panas. Mereka biasa membuatnya sendiri di rumah karena ini termasuk makanan yang mudah dan praktis. Bahkan teman mahasiswa asal Hanoi bercerita dia dan keluarganya duduk di luar rumah sambil memanggang daging, sementara kuah asam dan sayuran diracik sesuai selera masing-masing anggota keluarga. Ini menjadi ritual yang mengasyikan, katanya pada saya.

Apakah anda tertarik mencoba bun cha?

2 Kue yang Berbahan Kopi Buatan Sendiri

Ilustrasi kue yang biasa dijual.

Dari semua kue yang disajikan di foto di atas, tahukah anda bahwa ada kue yang diracik dengan kopi? Hal ini saya ketahui setelah saya sibuk belajar membuatnya bersama kenalan yang sedang praktik kerja pembuatan kue di sini. Saya memang tidak sendiri membuatnya, namun ini menambah pengalaman saya dalam pembuatan kue yang selama ini tidak saya tekuni.

Membuat kue itu butuh kesabaran dan ketekunan. Itu yang saya pelajari. Nah, saya belajar dua kue berikut yang hasilnya memang tak seindah seperti toko kue atau kafe.

1. Tiramisu

Tiramisu yang dibeli di kafe.
Tiramisu buatan sendiri, tidak indah memang tetapi rasanya enak.

Kue tiramisu memang lezatnya tiada duanya. Saya tergila-gila mengenal kue ini pertama kali puluhan tahun lalu di salah satu hotel bintang lima di Jakarta. Setelah itu, saya jarang menjumpainya karena kue ini memang paling nikmat disajikan saat dingin. Jika saya menikmati kue tiramisu, saya ingin benar-benar mengunyahnya perlahan karena saya sesungguhnya tidak ingin menghabiskannya.

Bagaimana saya membuat tiramisu?

Kecanggihan informasi menghubungkan saya dengan resep membuat tiramisu. Rupanya ada paduan biskuit yang dihancurkan hingga menjadi kue lapisan dasar. Lalu ada spons yang lembut sebagai lapisan atas. Tak lupa kopi dingin yang menjadi bagian dari rasanya. Masukkan dalam loyang untuk mencetaknya. Agar nikmat saat dihidangkan, tiramisu harus diletakkan di kulkas selama beberapa jam. Taburi bubuk cokelat untuk dekorasi.

Yummy!

2. Brownies

Brownies yang dibeli di kafe.
Brownies yang dibuat di dapur sendiri.

Brownies memang bukan berasal dari negara Jerman. Meski begitu, Jerman yang kaya pastry ini juga terdapat kue brownies. Biasanya saya membeli brownies untuk dinikmati sebagai sarapan pagi. Namun rasa brownies akan berbeda jika saya membuatnya sendiri. Pengalaman saya membuat dituliskan di bawah ini.

Untuk bahan yang diperlukan antara lain:

  1. Coklat batang 230 gr
  2. Kakao bubuk 100 gr
  3. Espresso bubuk 30 gr
  4. Butter 60 gr
  5. Gula 400 gr
  6. Gula pasir tapi warna coklat 100 gr
  7. Vanille extract
  8. Telur 6 buah
  9. Tepung 130 gr

Membuatnya pun mudah. Semua bahan dicampur dengan mixer agar hasilnya maksimal. Langsung panggang dalam oven. Kue cokelatnya terasa sekali aroma kopi dari espresso yang dimasukkan ke dalam.

Kesimpulan

Dua kue di atas bisa dinikmati sambil menikmati kopi. Saya sudah mencoba membuat dan menikmatinya. Saya pikir anda pun bisa mencobanya di rumah. Bagaimana?

Rawon, Makanan Berkuah Rempah yang Menggoda: Kreasi Sendiri (23)

Rawon daging sapi dan bakwan jagung buatan sendiri.

Apa kabar anda di hari Minggu? Kali ini saya ajak anda memasak makanan di rumah. Idenya datang ketika saya rindu masakan nusantara. Kebetulan seorang teman mahasiswa asal Indonesia membawakan bumbu kemasan rawon. Bukan hal yang mudah membuat rawon tanpa bumbu kemasan karena saya memerlukan rempah yang saya yakin tidak ada dijual di Eropa. Apa itu? Kluwek.

Rawon dengan tambahan tauge panjang.

Kluwek dalam istilah asing dikenal “Pangium edule” dengan pohonnya tumbuh di Indonesia, Papua New Guinea dan sekitar Asia lainnya. Buah kluwek dikonsumsi setelah melalui proses fermentasi. Hanya di Asia, buah kluwek menjadi salah satu penyedap makanan. Seperti kuliner yang saya perkenalkan sekarang, namanya rawon. Ini sejenis sup daging dengan kuah yang kental dan kaya akan bumbu. Tanpa kluwek, rasa rawon menjadi berbeda dan tak enak tentunya.

Bahan yang diperlukan:

  1. Daging sapi 500 gram
  2. Bumbu rawon 1 kemasan
  3. Bawang putih 4 siung
  4. Bawang merah besar 1 siung
  5. Batang sereh
  6. Daun jeruk
  7. Daun bawang
  8. Bawang goreng
  9. Minyak sayur
  10. Air
  11. Garam, merica dan kaldu sapi

Bahan pelengkap lainnya

  1. Tomat
  2. Telur rebus
  3. Bakwan jagung

Cara memasak

  1. Rebus daging dalam panci berisi air. Biarkan daging sampai empuk dan matang.
  2. Masukkan daun jeruk, batang sereh dan setengah irisan daun bawang ke dalam panci berisi daging. Masak bersamaan.
  3. Setelah daging matang, potong-potong daging menjadi lebih kecil.
  4. Ambil kuah daging menjadi 4 gelas dan bumbu lainnya, masukkan dalam panci.
  5. Cincang halus bawang putih dan bawang merah. Tumis bawang putih dan bawang merah.
  6. Masukkan tumisan bawang ke dalam panci berisi 4 gelas air.
  7. Masukkan bumbu rawon bersamaan. Masak hingga air mendidih.
  8. Ketika air sudah mendidih, sajikan dalam mangkuk berisi potongan daging, tomat, tauge, potongan telur rebus dan daun bawang.
  9. Sirami dengan bawang goreng.
  10. Sajikan dengan sambal dan bakwan jagung.

Hmm, selamat mencoba!

Selamat hari Minggu!

Mie Ramen atau Mie Ayam, Kuliner Asia Dinikmati di Eropa

Mie ramen.

Apakah anda suka makan mie seperti mie ayam atau mie ramen? Tentu kedua jenis kuliner tersebut berbeda karena asal makanan pun berbeda. Mie ayam yang saya bahas ini memang berasal dari Indonesia. Sedangkan mie ramen di sini adalah kuliner asal Jepang, meski ada banyak kreasinya ditemukan di Asia. Saya sendiri pernah menikmati mie ramen di Indonesia yang menurut saya terbilang berasa pedas.

Kali ini saya membahas dua makanan berbahan mie yang cukup populer juga di Jakarta, yakni mie ramen dan mie ayam.

Mie Ramen

Saya pernah mengulas mie ramen yang saya nikmati di Hong Kong dan di Jerman. Sedangkan mie ramen berikut saya nikmati di salah satu restoran selera asia di kota Pilsen, Ceko. Pasalnya saya tertarik dengan tampilan mie yang tampak pedas karena hari itu sedang hujan dan suhu cukup sejuk. Saya berpikir ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk menghangatkan tubuh.

Mie ramen ini rasanya berbeda seperti yang saya harapkan. Mie ramen ini tidak terasa pedas. Rasa pedas dalam mie berasal dari jahe merah yang diiris sebagai topping. Ada rumput laut dan irisan daging seperti biasanya mie ramen. Namun ada jamur yang dimasak dengan saus teriyaki. Untuk rasa mie ramen, ini tidak seperti yang saya nikmati sebelumnya. Hal ini karena juru masak restoran ini memang bukan orang Jepang.

Mie Ayam

Mie ayam.

Mie ayam biasa saya nikmati di Indonesia sejak saya masih bersekolah. Biasanya kantin sekolah menyediakan mie ayam dengan harga terjangkau. Bahkan mie ayam bisa menjadi makanan favorit saya dan teman-teman kelas jika kita kedapatan tugas kerja kelompok. Kunci lezatnya mie ayam berada pada racikan bumbu yang dicampur dalam irisan potongan daging ayam dan minyak bumbu.

Mie ayam yang saya bahas kali ini adalah buatan teman mahasiswa asal Indonesia yang sedang studi di Jerman. Dia membuatkannya untuk kami yang bertandang ke asrama mahasiswa. Untuk racikan potongan ayam terbuat dari bumbu bawang putih, bawang merah, minyak wijen, saus teriyaki dan sedikit kecap manis. Untuk mie dan sayurannya direbus bersamaan. Hmm, cukup enak.

Jika anda harus pilih, mana yang paling disukai dari dua menu mie di atas?

Tortila Corn Chicken Bagi Pecinta Ayam Bumbu Pedas: Makanan Khas Meksiko (5)

Tortila rasa ayam di restaurant Meksiko.

Siapa suka makanan khas Meksiko, pasti mereka suka makanan yang bercitarasa pedas. Hal ini diamini oleh teman mahasiswa asal Meksiko yang berpendapat bahwa kuliner di negaranya itu memang punya rasa spicy seperti kuliner di Asia. Cabai yang mereka gunakan juga tergolong pedas dalam ukuran dunia. So, anda pasti terbayang ‘kan kuliner meksiko itu cocok bila anda suka makanan pedas.

Suatu kali saya dan suami menyempatkan makanan di salah satu restoran meksiko di pusat perbelanjaan di Austria. Hasil kunjungan saya, sudah dituliskan di link ini. Rupanya baik kuliner Spanyol maupun kuliner Meksiko memang agak mirip, hanya saja kuliner Meksiko terkenal pedas. Restoran yang mengusung kuliner dua negara tersebut memang selalu ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan. Seolah tak mau ketinggalan, saya datang lagi dengan menu berbeda, sementara suami saya tetap kembali pada selera yang sama. Suami saya memesan makanan yang sama seperti yang pernah dipesannya.

Pesanan suami saya yang sama seperti pertama kali berkunjung.

Nama menu yang saya pesan adalah Tortila Corn Chicken. Pastinya ada pilihan rasa isian tortila, tetapi saya memilih daging ayam fillet yang dicampur dengan aneka sayuran pedas dan jagung manis. Saya pernah membahas tortila juga yang dibuatkan teman asal Spanyol. Cerita saya tentang tortila tersebut, ada di sini. Waktu itu, teman asal Spanyol yang tinggal bersama di asrama mahasiswa membuatkan tortila de patatas. Tortila ini mirip seperti omelet yang diisi kentang.

Berbeda kuliner Spanyol, tortila ala Meksiko ini sudah ada roti tortila yang biasa dijual di supermarket. Jika anda ingin mencoba buat tortila, silahkan beli roti tortila di supermarket dan silahkan racik isiannya seperti yang saya pesan. Dijamin anda akan puas menikmati masakan Meksiko yang menggoda lidah itu.

Untuk tortila yang saya pesan, isiannya berupa daging fillet ayam bagian dada yang dipotong-potong bersama aneka sayuran sesuai selera anda. Semuanya ditumis dengan saus tortila atau yang biasa disebut saus salsa. Setelah sayuran dan daging ayam hampir matang, tambahkan jagung manis yang biasa sudah matang juga. Untuk menikmatinya, anda bisa tambahkan keju cheddar, jika suka. Sementara dalam pesanan saya, tidak ada keju.

Yummy!

Apakah anda pernah mencoba masakan Meksiko juga?

Pisang Goreng ala Vietnam Bisa Jadi Pilihan Manis yang Kreatif

Salah satu kudapan yang selalu teringat saat berada jauh dari Indonesia adalah pisang goreng. Pasalnya, ibu saya kerap membuatkannya untuk saya jika saya sedang berada di rumah. Pisang goreng memang paling nikmat disantap selagi hangat. Saya pun gemar membuatkannya sesekali di sini karena suami saya juga suka makan pisang goreng ala Indonesia ini.

Namun siapa sangka, ada cara kreatif membuat pisang goreng. Ini saya temukan ketika saya bertamu ke kawan mahasiswa asal Vietnam. Dia tahu bahwa saya suka mencoba sesuatu yang baru untuk disantap. Dia membuatkan pisang goreng yang sedikit berbeda dari pisang goreng yang selama ini saya nikmati. Kala itu di sini hujan turun deras, dia menyajikan pisang goreng yang menurut saya sangat tepat. Dia buatkan pisang goreng dan teh ala Vietnam.

Seperti biasa buah pisang dibelah menjadi dua bagian. Lalu masukkan dalam tepung sebelum digoreng. Ketika minyak sudah panas di wajan, masukkan pisang yang dibalur tepung. Goreng pisang hingga warna kecokelatan. Setelah matang, beri siraman madu di atas pisang. Tak lupa, ada irisan kacang almond yang digunakan sebagai dekorasi dan pelengkap rasa.

Kreasi pisang goreng yang manis dan kreatif ini bisa jadi pilihan bagi anda. Apalagi pisang yang crunchy ditambah manisnya madu dan rasa almond akan menambah citarasa yang kaya, lebih dari sekedar pisang goreng yang selama ini saya kenal. Ini bisa menjadi pilihan untuk menemani keseharian anda yang berbeda.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Tips Masak Ayam Goreng Kuning Keemasan dan Tak Berminyak

Buatan saya sendiri, bangga sekali.

Berada di luar Indonesia membuat saya rindu masakan nusantara. Salah satunya adalah membuat ayam goreng yang kaya akan bumbu dan rempah seperti yang dibuat ibu saya. Pasalnya, ayam goreng memang mudah ditemukan di mana saja tetapi ayam goreng buatan ibu saya tidak mungkin ditemukan di benua biru. Lalu saya bertanya pada ibu saya, bagaimana membuat ayam goreng yang enak.

Hasil pengalaman saya tertulis di bawah ini sebagai saran untuk anda, jika anda ingin mencobanya.

1. Pastikan bumbu untuk merendam ayam potong

Untuk membuat ayam goreng kaya bumbu, tentu juga perlu banyak bumbu juga. Kita tidak mungkin menggunakan hanya bawang putih dan garam saja. Kunci memasak ayam goreng kuning keemasan adalah kunyit. Bumbu yang diperlukan adalah bawang putih, kunyit, ketumbar, serei, daun salam, daun jeruk, sedikit kaldu ayam dan garam. Haluskan semua bumbu, kecuali sereh yang dipukul-pukul dan daun salam yang dirobek sedikit sedangkan daun jeruk cukup dimasukkan dalam rendam bumbu ayam.

2. Ungkep ayam atau masak ayam dalam bumbu

Kemudian bumbu yang tersedia di atas, ditumis dengan sedikit minyak goreng. Masak hingga harum. Begitu bumbu sudah harum, masukkan dalam air bersamaan dengan daging ayam potong. Untuk ukuran air, sebaiknya anda tidak memberi banyak air yang merendam daging ayam potong keseluruhan. Jumlah air sebaiknya setengah dari panci yang berisi potongan daging ayam. Pada dasarnya, saat kita merendam ayam maka daging ayam akan berair juga.

3. Pastikan dalam api kecil

Agar bumbu meresap dengan warna kuning yang sempurna pada ayam, sebaiknya anda masak dalam api yang kecil. Bagi saya menggunakan kompor listrik, saya mengaturnya pada tingkat terendah. Dahulu saya memasak dengan api besar, rupanya membuat bumbu tidak terlalu meresap. Dengan begitu, kita juga mendapatkan warna kuning keemasan yang kita inginkan bila kita memasaknya dalam api kecil.

4. Panaskan oven

Judulnya memang ini adalah ayam goreng, tetapi saya tidak ingin ayam goreng yang terlalu berminyak. Pengalaman saya, ayam goreng yang digoreng dengan minyak sayur perlu waktu untuk membiarkan minyak tiris. Selain itu, saya juga pernah beberapa kali gagal menggoreng ayam dengan minyak karena percikan minyak panas yang menyerang saya. Untuk menghindari semua itu, akhirnya saya putuskan memanggangnya dengan oven. Meski ini tidak tampak seperti ayam panggang, tetapi ayam goreng. Ini adalah cara saya mendapatkan ayam goreng yang diinginkan. Ketika ayam potong sedang diungkep, saya mulai panaskan oven.

5. Panggang dalam suhu 150 derajat selama 15-20 menit

Ketika daging ayam tampak setengah masak, masukkan dalam wadah. Panggang dengan panas 100-150 derajat celcius hingga berwarna kuning keemasan. Saya sendiri membutuhkan waktu 15-20 menit hingga ayam benar-benar masak.

Bagaimana menurut anda?

Sandwich Salmon Saus Pesto, Pilihan Menu Kreatif Kafe

Ini dia sandwich salmon saus pesto.

Sandwich adalah salah satu makanan praktis yang umumnya disajikan di kafe atau kedai roti. Begitu praktisnya, sandwich tidak perlu memakan waktu untuk mengolah dan memasaknya. Sandwich juga tak perlu memakan banyak bahan makanan. Artinya, sandwich adalah makanan dengan harga terjangkau dibandingkan makanan umumnya. Namun bukan berarti sandwich tidak menyehatkan loh. Semua kembali dari bagaimana anda menyajikan sandwich.

Isi dalam sandwich seperti ini.

Saya memesan sandwich ini ketika saya dan suami mengendarai mobil dari Praha menuju rumah di Jerman. Kami sudah lapar, kemudian mobil berhenti di suatu kota yang saya lupa namanya. Kami berhenti di kafe kekinian, tempat anak muda nongkrong. Kafe diatur sedemikian rupa yang membuat pengunjungnya betah berlama-lama. Tampang kami berdua yang asing membuat saya urung mendokumentasikan suasana kafe. Apalagi kami pun tak bisa berbicara bahasa Ceko yang membuat kami terlihat sebagai turis.

Karena saat itu adalah menjelang makan malam, pramusaji menawarkan menu hanya sandwich saja. Kami tergiur dengan sandwich yang berisikan saus pesto racikan mereka sendiri. Beberapa kali, saya membahas saus pesto seperti di link ini. Saus pesto lebih banyak dikenal pada kuliner Italia, namun siapa sangka bahwa saya menemukan kuliner saus pesto di Ceko.

Cara membuat saus pesto itu mudah. Saus ini terdiri atas daun kemangi, kacang pinus panggang, bawang putih dan minyak zaitun. Semua bahan dicampur dan dihancurkan dengan food processor. Saus pesto bisa juga digunakan untuk pasta. Sedangkan untuk sandwich, ini bisa dimasukkan bersamaan daging salmon yang sudah matang. Lalu seperti yang anda lihat, ada sayuran hijau sebagai penambah rasa dan dekorasi.

Sandwich ini disajikan dalam kondisi hangat. Jadi setelah semua bahan dibentuk menjadi sandwich, maka sandwich dipanggang beberapa menit. Sandwich ini terasa lezat disajikan dalam kondisi hangat.

Bagaimana menurut anda?