Kepribadian Suami/Isteri Juga Penentu Kesuksesan Karir Anda

image
Ada sekian miliar perempuan dan laki-laki di luar sana namun yang mana pasangan anda yang tepat? Sumber foto: Dokumen pribadi

Jika selama ini kita berpikir, kita hanya mencari pasangan hidup sebagaimana yang kita inginkan saja, anda sepertinya perlu mempertimbangkan hasil studi berikut ini. Mengapa? Dia yang menikah dengan kita adalah mereka yang kita butuhkan juga, termasuk soal pekerjaan seperti karir. Artinya, pasangan hidup tidak sekedar dikehendaki saja tetapi dibutuhkan untuk kelangsungan hidup, seperti karir pekerjaan.

Ada yang mengatakan mengapa orang pintar sulit menemukan pasangan hidup, katanya sih mereka yang pandai begitu selektif dalam memilih pasangan hidup dan begitu banyak pertimbangan. Akhirnya, mereka sulit mencari pasangan hidup. Lagi-lagi penuh pertimbangan, kenapa tidak? Pasangan hidup yang tepat juga mempengaruhi kesuksean anda bekerja

Nah, pertimbangan itu perlu bahkan urusan kehidupan berumah tangga. Malah dulu ada kawan yang sempat meninggalkan karirnya hanya untuk urusan rumah tangga, namun ada pula yang lebih memilih karir pekerjaanya ketimbang menikah. Whatever!!!

Apa pun pilihan anda, sebuah studi di tahun 2014 baru saja dirilis oleh Washington University yang mengkaji hampir 5.000 pasangan yang sudah menikah dari usai 19-89 tahun dengan 75% diantaranya adalah pasangan suami-isteri yang bekerja.

Baik laki-laki maupun perempuan bekerja memiliki skor kinerja yang tinggi bila memiliki pasangan hidup yang juga sama-sama memiliki skor tinggi dalam sikap hidup yang positif. Studi ini memperhitungkan peran pasangan hidup dalam menentukan kesuksesan anda bekerja. Jadi bukan hanya karakter anda saja sebagai pekerja yang menentukan anda sukses dalam karir. Ternyata studi ini membuktikan karakter kepribadian pasangan hidup (suami/isteri) juga mempengaruhi kesuksesan anda dalam bekerja.

Hmm, saya jadi ingat banyak pepatah yang beredar adalah benar adanya. Ingatkah anda,  di balik kesuksesan seorang pria, ada peran perempuan yang jadi pasangan hidupnya?

Lewat studi ini dibuktikan bahwa kesuksesan bekerja bisa ditentukan oleh laki-laki dan perempuan. Hanya saja, peran pasangan hidup juga mempengaruhi apakah anda layak dapat promosi, kenaikan gaji dan karir yang melesat?

Tips bagi anda yang belum menikah, silahkan mencari pasangan hidup yang memiliki karakter pribadi yang baik dan positif pula sehingga anda bisa sukses pula dalam karir!

Sumber bacaan:

https://source.wustl.edu/2014/09/spouses-personality-influences-career-success-study-finds/

Advertisements

Anda Mirip dengan Pasangan? Anda Berjodoh


Ilustrasi

Banyak ditemukan foto-foto bersama pasangan berseliweran di media sosial. Ada banyak pula comment yang mucul, salah satunya, “Hai, kalian berdua mirip ya. Jodoh ya!” Lalu dalam kesempatan lain misalnya, “Tidak menyangka, kalian berdua 11 12. Jodoh!” Dan masih banyak comment lain muncul kala kita, anda atau saya tampil berdua dengan pasangan.

Apakah demikian? Awalnya saya percaya bahwa kita bisa jadi berjodoh jika kita mirip satu sama lain dengan pasangan hidup kita. Kemudian dalam pencarian ‘soulmate’, saya berusaha cari yang sama dengan saya, ternyata susah juga. Hingga akhirnya saya menemukan suami saya, saya sempat ragu, bagaimana berjodoh? Wong saya dari Timur, dia dari Barat. Mata saya hitam, mata dia biru abu-abu. Kulit saya berwarna, dia putih. Dan masih banyak lagi perbedaan fisik yang berbeda, tentu saya dan dia tidak mirip. Sementara beberapa kali tampil berdua, orang sekitar berkomentar, “Kalian mirip berdua!!!”

Dari penjelasan di atas, pepatah kemiripan tanda berjodoh bisa jadi ada benarnya juga. Menurut hasil kajian para Psikolog yang dirilis The New York Times tahun 1987 dikatakan bahwa pasangan yang menikah makin lama mulai terlihat sama. Dikatakan bahwa awalnya menikah memang tidak terlihat mirip lambat laun jadi mirip berdasarkan kajian foto pasangan yang menikah dan sudah memasuki perkawinan perak. Hal ini terlihat dari kontur wajah, kerutan-kerutan halus yang menunjukkan mereka cocok sebagai pasangan suami isteri dalam kurun waktu lama. Evaluasi foto juga menunjukkan bahwa semakin besar kemiripan wajah akan menunjukkan kebahagiaan perkawinan.

Paul Ekman, Psikolog dan ahli dalam membaca ekspresi wajah di San Francisco, berkata “Pengalaman hidup bersama sebagai suami-isteri selama bertahun-tahun akan mengubah otot wajah dan pola kerutan yang cenderung mengarah pada kemiripan secara umumnya.”

Nah, lama perkawinan juga tidak hanya menentukan kebahagiaan antar pasangan, tetapi physically anda bisa saja mirip dengan pasangan. Hidup bersama pasangan tentu akan mempengaruhi anda secara pribadi dan tampilannya. Tak heran jika ada pasangan suami-isteri dianggap seperti “11-12, alias sama saja.”

Bagaimana dengan anda?

Menikmati Perjalanan Dua Cangkir Teh

blog1.jpg
Sumber foto: Dokumen pribadi

 

“Berhentilah menilai, Nak. Apa yang kau lihat bisa jadi hanya persepsi. Bahkan apa yang baru saja kau dengar mungkin opini,” kata Ibu sore itu kala minum teh bersama.

“Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku bingung, Bu.”

“Ikuti kata hatimu. Itulah kebenaran yang sesungguhnya,” sahut ibu kembali.

Kami melanjutkan minum teh kembali. Suasana tiba-tiba menjadi hangat sesaat untukku. Suara pluit pelabuhan berbunyi nyaring, tanda kapal akan berangkat. Kami berdua asyik memandang kapal itu bergerak menjauhi pelabuhan. Suasana hiruk pikuk orang di sekitar kami mulai tak terdengar. Kafe yang kami tempati sudah sepi dengan pengunjung.

“Bu, seandainya ibu harus membawa biduk kapal. Kemana sebaiknya biduk kapal itu harus berlabuh?” tanyaku pada ibu memecahkan kesunyian.

“Nak, dalam biduk tangga tidak ditentukan kemana arah perjalananmu atau tujuanmu berlabuh melainkan dengan siapa kamu berjuang mengayuhnya,” sahut ibu.

Sambil melihat kapal pergi meninggalkan pelabuhan, ibu berkata, “Kadang kita begitu diberatkan dengan tujuan biduk rumah tangga padahal seberapa jauh kita berlayar akan terasa nyaman jika kita sudah mengenal siapa yang bersama kita ketimbang tujuan kapal itu berlayar.”

Oh kalimat meluncur dari mulut ibu begitu menyentuh.

Angin dan badai yang dialami dalam perjalanan justru membuat kapal itu pergi jauh bergerak, bukan diam di tempat. “Jika badai datang, terima itu sebagai bagian dari perjalanan. Biarkan badai dan angin datang membawa kapalmu. Itu adalah cara alam bekerja membantumu, nak” tegas ibu.

Impian di depan mata, kayuhlah kapalmu dengan percaya diri. Jika kau ragu, kau akan membingungkan si nahkoda kapal, orang yang bersamamu” kata ibu sambil menyelesaikan tegukan terakhir teh dalam cangkirnya.

Sesaat datang kapal lain berlabuh di lagi di dermaga. Kapal datang dan pergi seolah-olah perjalanan tak pernah berakhir.

“Hidup adalah perjalanan, nikmatilah nak” kata ibu sambil pergi membayar dua cangkir teh di sore hari.

Hadiah Jam Tangan di Hari Ulang Tahun Pernikahan

image
(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Benda yang paling awet yang saya miliki adalah jam tangan. Saya selalu gunakan jam tangan setiap hari untuk melihat waktu. Itu mengapa jam tangan pemberian ayah dan adik lelaki saya selalu awet. Anehnya meski benda ini selalu saya pakai, bahkan tidak nyaman bila tidak pakai, saya tidak pernah membeli jam tangan. Hingga suatu saat, jam tangan saya rusak karena jatuh berkali-kali. Masih bisa diperbaiki tetapi jam tangan itu sudah ngaco jalannya. Pas kebetulan, jam tangan suami saya bermasalah.

Yeay!!! Hadiah jam tangan berpasangan adalah hadiah perkawinan kami. Benda yang selalu dipakainya adalah jam tangan, maklum sebagai orang Jerman, disiplin waktu adalah budayanya.

Bagaimana sejarah perayaan ulang tahun perkawinan di dunia?

Berawal dari zaman kekaisaran Romawi, dipercaya adalah awal perayaan ulang tahun pernikahan. Saat itu ulang tahun pernikahan dirayakan saat usia perkawinan genap 25 tahun dan 50 tahun. Nah, semakin maju zaman memasuki abad dua puluh, perayaan ulang tahun pernikahan berubah menjadi setiap lima tahun sekali. Bahkan di beberapa belahan dunia ada yang mengartikan ulang tahun pernikahan dengan simbol-simbol seperti 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun dengan perak, 50 tahun dengan emas, 60 tahun dengan berlian, dsb.

Seiring dengan bertumbuhnya dunia industri, perayaan ulang tahun pernikahan tidak menutup pada gap lima tahunan. Kapan pun bisa dirayakan. Berbagai tawaran hadiah juga mulai dijajakan bagi pasangan menikah tersebut.

Apa saja ide yang biasa dilakukan setiap pasangan untuk merayakan ulang tahun pernikahan?

Ada banyak cara merayakannya. Katakanlah teman kerja saya berkebangsaan Inggris yang merayakan ulang tahun pernikahan dengan makan malam romantis di restoran mexico.

Ada yang pergi berlibur, ada yang membuat video perjalanan pernikahan, kolase foto-foto pernikahan, menonton film bioskop, dsb.

Mengingat pentingnya nilai-nilai kehidupan dalam hidup berkeluarga, gereja katolik juga merayakan pesta ulang tahun pernikahan kolektif dengan ragam cara dan ritualnya. Intinya, hidup menikah tidak sekedar dirayakan di awal pernikahan tetapi setiap saat agar janji pernikahan setia dalam suka dan duka selalu diingat dan dijalani bersama.

Mengapa hadiah jam tangan?

Selain alasan kebutuhan seperti cerita saya di atas, hadiah jam tangan melambangkan ketulusan. Hadiah jam tangan akan terlihat elegan. Suami saat masih anak-anak mendapatkan hadiah jam tangan saat komuni pertama. Orangtua saya menghadiahkan jam tangan sebagai hadiah ulang tahun pernikahan mereka.

Pasangan lain menyebut hadiah jam tangan diberikan saat usia pernikahan antara 1 sampai 5 tahun.

Suami saya berkata, “Love is a sincerity. That is a reason to give you this for our wedding anniversary.”

Karena jam tangan adalah benda yang paling awet dipakai, semoga pernikahan pun demikian, awet dan tak lekang waktu.

Satu hal, ingatlah bahwa kita dapat membeli apa saja, tetapi tidak dengan waktu.

Bagaimana dengan anda?

Arti Mimpi tentang Jodoh


Apa yang kau cari sedang mencarimu. Konsep jodoh.

Aku datang tergopoh-gopoh menuju meja kerjaku. Aku datang terlambat. Aku menundukkan kepala dan cepat-cepat meraih laptopku untuk mulai bekerja. Aku lihat kanan kiri, rekan kerja sekitar seperti asyik dengan pekerjaannya. Oops, tidak dengan Ratna, si sekretaris bos yang tahu aku datang terlambat ke kantor. Dia tersenyum mengejek. Aku balas dengan tatapan mata meledek.

Aku berjalan ke pantry hendak membuat teh. Aku pikir ini akan membuatku tenang. Aku masih kepikiran mimpi semalam. Huh! Aku mengaduk gula dan seduhan air teh sambil pikiranku berputar mencari tahu, apa arti mimpi semalam.

“Dorr! Datang terlambat ya?”seru Ratna mengagetkan aku saat menikmati teh di pantry.

“Iya neng, aku bangun terlambat” sahutku padanya.

Ratna mengambil kursi dan mendampingiku minum teh. Ah, mungkin Ratna tahu arti mimpi semalam. Dia ‘kan punya rasa ingin tahu yang tinggi, jadi jika dia tidak tahu, maka ia akan cari tahu arti mimpiku semalam.

***

Makan siang tiba, sengaja aku ajak Ratna untuk makan bersamaku. “Kali ini aku yang traktir, tidak usah khawatir” seruku pada Ratna meyakinkan.

Kembali topik makan siang saat itu soal mimpiku semalam. Aku ceritakan detilnya. Awalnya Ratna menebak arti mimpi itu adalah pertanda seseorang akan datang sebagai jodoh. Tetapi dia belum yakin. Dia buka hape dan cari tahu makna mimpiku semalam.

“Iya benar. Semua laman yang aku kunjungi mengatakan bahwa kau akan bertemu jodoh. Bila warna putih berarti jodoh itu seperti malaikat yang baik hati” kata Ratna menyatakan arti mimpi sambil sesekali matanya melirik layar hape.

Jodoh. Arti mimpi semalam. Aku tidak berpikir demikian. Saat ini aku hanya ingin meraih mimpi untuk mengejar kuliah dan mendapatkan gelar pendidikan yang lebih baik. Aku ingin terbang menuju negeri impianku. Bukan jodoh. Apa pula arti mimpi semalam? Inikah petunjuk Tuhan.

***

Ibu datang mengunjungi kamarku. Sekali lagi aku ingin meyakinkan arti mimpiku semalam. Aku bertanya lagi. Jawaban ibu tetap sama. Jodoh. Aku tidak menginginkannya saat ini meski aku membutuhkan pasangan hidup mengingat usiaku yang tak lagi muda.

“Dengar Nak. Jodoh datang saat kamu sedang tidak mengejarnya. Disitulah jodoh datang menghampirimu” kata ibu dengan lembut mengusap kepalaku.

Memang aku dengar malah mereka yang terlalu mengejar ingin segera menikah, seperti Ratna misalnya, tak pernah kunjung datang.

“Tetapi siapa jodohku, bu? Pria yang aku inginkan pun kini pergi meninggalkanku” sanggahku pada ibu.

“Kadang Tuhan mengirimkan jodoh bukan seperti yang kau inginkan, tetapi seseorang yang kamu butuhkan” kata ibu sekali lagi sambil menutup pintu kamarku.

Jodoh. Arti mimpi. Apa yang kita butuhkan sesungguhnya lebih bermakna ketimbang seribu keinginan.

Apakah Cinta itu Ada?

Perbincangan suatu sore antar suami isteri seperti dikutip di bawah ini:

image
1 Korintus 13:4-8. Sumber foto: Dokumen pribadi

Isteri: Mengapa kamu mencintaiku, mas?

Suami: Mengapa kau bertanya begitu?

Isteri: Aku hanya ingin tahu apa alasanmu mencintaiku.

Suami: Dik, aku tak punya alasan apapun untuk mencintaimu.

Isteri: Mas, aku hanya ingin tahu mengapa kita menikah dan hingga kini terus bersama.

Suami: Dik, aku menikahimu karena aku mencintaimu. Tidak ada alasan mengapa aku mencintaimu karena tidak bisa dijelaskan. Hanya bisa dialami.

Isteri: Apakah itu berarti cintamu padaku begitu besar, mas?

Suami: Cinta yang sesungguhnya itu tanpa ukuran dan tanpa syarat. Cinta adalah nama istilah, sedangkan yang kau butuhkan adalah tindakan atau perwujudan cinta itu.

Isteri: Aku mencintaimu, Mas. Aku membutuhkanmu. Apakah kau juga begitu?

Suami: Aku mencintaimu juga, Dik. Kau membutuhkan diriku, cintaku atau apanya?

Makin bingunglah isteri menjawabnya. Cinta memang tidak bisa didiskusikan. Tidak ada alasan mengapa kau jatuh cinta. Cinta juga tidak perlu dipamerkan atau ditunjukkan.

Kata suami sekali lagi, “Kau tak perlu membuktikan kepada dunia bahwa kau mencintaiku, Dik. Buktikan pada dirimu sendiri bahwa cinta itu ada.”

Rahasia Resep Perkawinan Ala Kue Coklat Nenek

blog 3
Sumber foto: Dokumen pribadi
“Semua rahasia kelezatan kue coklat terletak pada peraciknya bukan pada wadah, bahan atau takaran yang diberikan. Jika ingin berhasil membuat kue coklat pastikan bahwa peraciknya membuatnya dengan sabar dan sepenuh hati.”

Sore itu aku berkeinginan membuat kue coklat yang disukai oleh suamiku. Aku tertarik mempraktikkan kue coklat yang biasa dibuat nenek. Mengapa? Kue coklat buatan nenek sungguh berbeda. Rasanya khas dan belum pernah ditemui di toko coklat mana pun. Aku pikir aku bisa menyajikannya untuk suamiku saat tiba di rumah nanti. Aku ingin memberikan kue coklat yang disukainya untuk menghilangkan rasa lelah setelah seharian bekerja di luar. Itu pikirku!

Tiba-tiba ibu datang menghampiri aku di dapur. Dilihatnya dapur yang berantakan, serbuk tepung yang kemana-mana serta mukaku yang berantakan. Ia tersenyum melihat wajahku. Aku buru-buru melap wajahku dan memperhatikan kembali catatan resep kue coklat di atas meja. Aku menghafal bahan yang diperlukan dan berapa banyak harus ditaruh dalam adonan tepung. Tepung sudah siap diulenin, aku bergegas meletakkan takaran coklat di dalam adonan.

Aku ingin menunjukkan kepada ibu tentang kemahiranku membuat kue coklat. Aku yakin aku bisa membuat kue coklat yang sama enaknya seperti buatan nenek.

****

Setengah jam berselang setelah adonan kue coklat aku masukkan dalam oven. Hasilnya? Kue coklat itu hangus, tidak enak rasanya dan tidak menarik untuk dilihat. Apa yang terjadi? Aku menangis, marah dan kecewa luar biasa. Aku sudah meluangkan waktu seharian agar dapat membuat kue coklat, mengapa hasilnya tidak seperti yang aku harapkan?

****

Ibu datang menghampiriku. Ia menarik lenganku dan mengajak aku duduk di teras belakang, dekat dapur. Dengan tangannya yang lembut, ia mengusap wajahku yang penuh serbuk tepung dan bubuk coklat. Lalu ia pergi ke dapur. Lima menit kemudian ia datang membawakan secangkir teh manis. Ia memintaku minum teh dan membiarkan aku diam beberapa saat.

Ibu memang paling mengerti apa yang aku rasakan. Aku mulai bercerita tentang kue coklat yang gagal aku buat. Aku bingung dan mulai mencari tahu penyebab kegagalan itu.

****

Kue coklat yang dibuat nenek tentu akan selalu berbeda dengan kue coklat buatanku atau buatan siapapun. Nenek punya resep rahasia. Meski nenek memberitahukan resep rahasia itu padaku, rasa kue coklat itu tetap berbeda. Bahan yang digunakan dan dicampurkan memiliki aturan dan takaran yang disesuaikan setelah adonan demi adonan diaduk. Jadi memang tidak ada aturan baku untuk menaruh tepung, gula atau coklat. Mengapa? Karena semua disesuaikan dengan rasa adonan sebelumnya. Saat memasak, ibu mengatakan bahwa kesabaran diperlukan agar hasilnya baik. Saat di oven, nenek tahu berapa lama harus dipanggang. Ia tidak pernah memberikan waktu yang pas karena ia selalu ingin memastikan adonan kue yang dibuat sesuai dengan berapa lama pemanggangan di oven.

****

Apa kaitan perkawinan dengan resep kue coklat? Semua pasangan selalu berusaha untuk membuat perkawinan yang terbaik dalam hidup mereka, sama ketika mereka akan membuat kue coklat yang terenak. Mereka berpikir resep kue coklat orang lain dapat ditiru dan dipraktikkan dengan hasil yang sama padahal dalam membuat kue coklat, si pembuat selalu memiliki rahasia. Meski rahasia itu dibagikan, maka hasilnya tak pernah sama.

Seperti perkawinan, meski setiap pasangan yang harmonis di dunia ini berhasil membagikan rahasianya, hasilnya tidak bisa diterapkan sama. Mengapa? Semua rahasia kelezatan kue coklat terletak pada peraciknya bukan pada wadah, bahan atau takaran yang diberikan. Jika ingin berhasil membuat kue coklat pastikan bahwa peraciknya membuatnya dengan sabar dan sepenuh hati.

Jangan pernah berpikir waktu menentukan kualitas pemanggangan kue coklat! Kualitas rasa kue coklat ditentukan oleh racikan pembuatnya. Mereka yang mahir membuat kue coklat seperti nenek, tidak suka kue coklat dibandingkan dengan buatan orang lain. Jadi kualitas perkawinan tidak ditentukan dari seberapa lama mereka menikah. Agar perkawinan seperti kue coklat yang terenak, jangan pernah membandingkannya dengan orang lain.

Teruslah berlatih memasak kue coklat karena tidak pernah didapatkan hasil akhir tentang resep kue coklat yang sempurna. Jadi tidak pernah ada resep yang tepat dan sempurna agar memiliki pernikahan yang harmonis.

Nenek bilang variasi dalam membuat kue coklat menentukan rasa dan kualitas kue coklat agar orang yang mencicipinya tidak bosan. Sedari kecil saya melihat nenek selalu membuat kue coklat dengan berbagai macam varian rasa atau hiasan yang menarik untuk dinikmati saat natal tiba. Agar tidak membosankan, buatlah variasi yang mewarnai pernikahan agar bisa dinikmati.

****

Semoga resep kue coklat nenek menginsprasi resep perkawinan yang sesungguhnya. Resep kue coklat itu tak pernah lekang oleh waktu dan tak pernah sempurna.

Mengapa Anak Sulung Lebih Pintar?

wpid-vvv.jpg
Anak-anak suku Baduy. Sumber foto: Dokumen pribadi

Pertanyaan itu diajukan oleh seorang teman saat kami sedang makan siang. Saya pun tergelitik untuk menyelidiki demikian, benarkah? Hal ini terkait dengan tulisan saya sebelumnya, apakah anak sulung lebih sukses https://liwunfamily.wordpress.com/2014/05/04/anak-sulung-lebih-sukses/. Meski kesuksesan bukan jaminan tentang kepintaran seseorang tetapi pertanyaan kawan saya tadi ingin segera dijawab.

Berdasarkan dari hasil studi dan bacaan berikut yang berhasil dirangkum:

  1. Editor Majalah Parenting berpendapat bahwa anak pertama mendapatkan perhatian yang besar dari keluarga dan kerabat orangtua. Anak pertama dianggap sebagai bentuk tanggungjawab orangtua saat pertama kali menjadi orangtua sehingga anak pertama cenderung diperlakukan secara sempurna. Sebagian besar waktu, tenaga dan juga mungkin uang diinvestasikan untuk anak pertama. Meski anak kedua dan selanjutnya diperlakukan hal yang sama tetapi pada anak pertama, orangtua lebih mencurahkan perhatian terbesarnya dibandingkan anak yang lain. Lebih lanjut, ia berpendapat bahwa anak pertama menjadi pusat perhatian sehingga anak pertama menjadi ambisius untuk sukses. Mereka juga lebih giat dan berkembang lebih cepat seperti menyerap kosakata. Hal ini menunjukkan bahwa mereka lebih cerdas.
  2. Ada sebuah studi yang menemukan bahwa orangtua ternyata lebih ketat memberlakukan aturan kepada anak pertama seperti nonton tivi, melaksanakan PR sekolah, dsb dibandingkan anak yang kedua dan selanjutnya. Setelah anak pertama, orangtua biasanya sudah mulai longgar dalam memberlakukan aturan.
  3. Sebuah studi jangka panjang ditunjukkan tentang pengaruh urutan kelahiran terhadap penilaian performa akademis di sekolah. Hasilnya ada pengaruh urutan kelahiran dengan hasil akademis yang diterima anak. Anak pertama cenderung memiliki skor yang lebih baik.
  4. APA (American Psychological Association) juga merilis hasil riset yang dilakukan oleh Frank dan koleganya. Studi mereka terhadap 90 kakak beradik di suatu sekolah menengah ingin mengetahui intelegensi, etos kerja dan performa akademis. Hasil mereka juga diverifikasi dengan rapot siswa yang diteliti itu sendiri. Ternyata anak sulung memiliki kecenderungan yang lebih baik dalam penilaian. Penelitian ini juga menyatakan bahwa ada banyak faktor mengapa hal itu terjadi, seperti orangtua mendampingi dan menaruh perhatian lebih pada anak pertama dibandingkan anak yang lain.

Beberapa hal yang menarik untuk saya:

  1. Bukan anak pertama, tengah atau bungsu yang menjadi kunci keberhasilan seorang anak. Sebaiknya orangtua bisa mengatakan bahwa setiap anak adalah terbaik dan mereka juga pandai.
  2. Jangan pernah membandingkan seorang anak dengan anak yang lain! Kerap orangtua ingin seorang anak mencontoh anak yang lain. Rasanya itu tidak adil. Setiap anak itu unik. Mereka tumbuh dengan karakter dan jiwa yang berbeda pula.
  3. Anak pertama bukan eksperimen. Perlakukanlah semua anak sama rata dan sama rasa!

Bagaimana menurut anda?

Sumber bacaan:

http://www.surfnetparents.com/1654/personality-traits-of-your-firstborn-child/

http://edition.cnn.com/2013/10/23/living/parents-first-borns-smarter-why/index.html

http://www.nbcnews.com/id/38683279/ns/health-childrens_health/t/sorry-kid-first-borns-really-are-smarter/#.VeB8yZfIsSE

4 Resep Pernikahan Sehat

wpid-1-2.jpg
Sumber foto: Dokumen pribadi

Suatu kali seorang teman datang dan mengeluh tentang pernikahannya pada saya. Ia menyesal telah menikah dengan sang suami, padahal penyesalannya itu telah menghasilkan tiga buah hati yang cantik dan tampan. Mereka sudah dikaruniai oleh segudang kemewahan juga. Apa yang kurang? Teman saya ini pun membandingkan pernikahannya yang sudah hampir sepuluh tahun dengan saya yang baru seumur jagung. Mulailah ia membandingkan dari A hingga Z.

Apa yang dibandingkan oleh teman saya ini hanya ‘kulitnya’ saja. Ia iri melihat kemesraan pasangan lain. Ia ingin suaminya berubah romantis, yang menurut saya romantis itu relatif. Jika pasangan lain bisa awet hingga sepuluh, dua puluh, atau bahkan melewati pesta pernikahan perak atau emas, bukan berarti pernikahan tersebut tidak melewati badai dan gelombang dalam perjalanannya.

Maraknya media sosial yang ditunjukkan dengan aneka postingan mesra antar pasangan seperti status dan foto hanya merupakan irisan permukan, bukan keseluruhan. Tidak ada pernikahan sempurna layaknya pangeran dan putri di kerajaan dongeng.

Jadi kunci pernikahan yang sehat adalah,

  1. Berhenti mengeluhkan pernikahan anda, tetapi mensyukuri seseorang yang sedang berjuang bersama anda untuk membangun impian.
  2. Tidak membandingkan pernikahan anda dengan mereka. Anda sebagai orang yang bertanggungjawab menjalankan pernikahan, bukan mereka.
  3. Jangan pernah membandingkan pasangan anda dengan orang lain! Siapa pun tidak suka dengan hal itu.
  4. Berpikirlah bahwa tidak ada yang sempurna, termasuk pernikahan!

Seperti yang dikatakan bahwa jika kita mulai membandingkan, tentu ini akan menjadi racun yang akan merusak pikiran dan tentunya pernikahan anda sendiri.

Sumber bacaan:

https://www.yahoo.com/health/why-comparing-your-marriage-to-others-is-toxic-123751444925.html

Ingin Pernikahan Mewah? Eits, Tunggu Dulu

wpid-20140406_225058.jpg
(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Hari pernikahan tentunya berkesan bagi siapa pun yang merayakannya karena dianggap sebagai hari bersejarah untuk memulai pilihan hidup bersama orang yang dicintai. Di masa kini pun begitu banyak tawaran konsep rencana pernikahan dengan segudang impian yang menjanjikan sehingga perayaan jadi “raja dan ratu” sehari benar-benar bermakna. Tentunya perayaan pernikahan berkesan tidak hanya bagi kedua mempelai tetapi juga mereka yang termasuk kaum keluarga dan kerabat bahkan tamu undangan yang hadir.

Dunia industri yang berkaitan dengan jasa persiapan hingga pelaksanaan perkawinan kini mulai bertaburan seiring dengan permintaan agar perayaan bersejarah tersebut dapat terlaksana menarik dan mengesankan. Tak jarang mereka yang hendak menikah mulai merancang dan mempersiapkan jauh-jauh hari agar pelaksanaan perhelatan berlangsung maksimal. Semua ingin yang terbaik, tentunya. Tetapi apakah pernah dipikirkan tentang biayanya?

Syukur jika anda sudah memiliki semua biaya yang diperlukan untuk pernikahan anda! Syukur pula jika anda termasuk satu dari sekian banyak pasangan yang beruntung bisa merayakan pesta mewah seperti “raja dan ratu” sehari. Gaya hidup dan tuntutan menjadi salah satu faktor untuk melaksanakan pesta pernikahan mewah nan bersejarah itu, namun apakah ini menjadi faktor kebahagian dalam perkawinan?

Di tahun 2014 sebuah studi yang dilakukan oleh dua professor di Universitas Emory menyatakan bahwa cincin pernikahan berkorelasi dengan tingkat perceraian. Jika cincin berharga murah dikatakan memiliki tingkat perceraian yang lebih rendah. Selain itu, pernikahan yang menghabiskan biaya lebih rendah ternyata memiliki pernikahan yang tahan lama ketimbang mereka yang telah royal menghabiskan biaya pesta pernikahan.

Menurut dua professor ini, pasangan yang menghabiskan biaya pernikahan rendah (sedikit) memiliki beban keuangan yang berkurang. Disinyalir ketegangan pernikahan bisa dipicu oleh beban keuangan di antara pasangan, termasuk soal biaya pernikahan. Hal ini bisa menimbulkan konflik dalam pernikahan nantinya.

Studi pertama ini bertujuan untuk meneliti korelasi antara biaya pernikahan dengan lama pernikahan yang dilakukan terhadap 3.151 orang dewasa di Amerika Serikat. Salah satu temuan studi menunjukkan pasangan yang menghabiskan kurang dari USD 1,000 untuk pesta pernikahan memiliki tingkat perceraian yang lebih rendah.

Di luar biaya pernikahan dan harga cincin, studi ini juga menambahkan bahwa semakin banyak jumlah orang yang menghadiri pernikahan, semakin rendah tingkat perceraian.

Sedangkan di Inggris, sebuah survey dilakukan oleh “Majalah Pengantin” kepada para pembacanya. Hasilnya diperoleh bahwa rata-rata pasangan di Inggris menghabiskan £ 24.700 pada pernikahan mereka dan harga rata-rata cincin sebesar £ 2.451.
Sumber bacaan:

http://edition.cnn.com/2014/10/13/living/wedding-expenses-study/index.html

http://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/spending-more-on-you-wedding-day-and-engagement-ring-could-make-you-more-likely-to-divorce-9789905.html