5 Hal yang Ingin Diketahui dari Akun Medsos Milik Mantan

Meski sudah tidak bersama lagi, mereka yang masih mengunjungi akun medsos milik mantan hanya penasaran, apakah mantan kekasih sekarang bahagia dengan statusnya? Sumber foto: Dokumen pribadi

Munculnya media sosial semakin menggeliatkan orang untuk mengasah rasa ingin tahu terhadap orang yang pernah dikenal, termasuk mantan kekasih. Media sosial yang dulu digagas untuk menghubungkan satu orang dengan yang lain sebagai bentuk jalinan pertemanan, kini media sosial juga dijadikan buruan untuk menyelidiki dan mengetahui keadaan mantan. Rasa penasaran ini muncul sehingga acap kali mengintip akun milik mantan hanya untuk mengetahui beberapa hal.

Sebuah studi yang dilakukan oleh The University of Western di Ontario menyebutkan bahwa perempuan masih mendominasi untuk mengecek mantan kekasih lewat media sosial. Dikatakan bahwa 88 persen pengguna Facebook perempuan masih mengintip akun milik mantan. Apakah gejala ini wajar?

Dari hasil diskusi dan bertanya dengan beberapa teman berikut 5 hal yang ingin diketahui sehingga seseorang masih mengunjungi akun media sosial milik mantan:

  1. Dimanakah lokasi keberadaannya?

Lokasi keberadaan menjadi incaran nomor satu untuk mengetahui informasi keberadaan mantan kekasih. Mereka ingin tahu apakah mantan kekasih sekarang sudah pindah lokasi tinggal atau mendapatkan promosi pekerjaan sehingga pindah ke lokasi lain. Terkadang lokasi keberadaan ingin diketahui sebagai isyarat seberapa jauh atau dekat mereka dengan mantan kekasih saat ini. Bisa jadi ada niat untuk menjalin tali silahturahmi kembali di masa mendatang jika berlokasi dekat dengan anda. Atau mereka merasa beruntung karena jarak lokasi sekarang yang berjauhan dengan mantan kekasih.

  1. Apa aktivitasnya sekarang atau apa yang sedang dikerjakannya?

Kebanyakan mereka yang mengunjungi akun mantan meski tidak berteman, hanya ingin mengetahui apa yang sedang dikerjakannya saat ini. Hal ini bisa menyangkut pekerjaan, gaya hidup atau informasi perubahan yang berbeda dari dulu mereka mengenalnya. Mereka bisa mengecek dari status yang dipostingkan atau dari timeline untuk menyelediki aktivitas yang sedang dikerjakannya saat sekarang.

 

  1. Apa statusnya sekarang?

Meski sudah menjadi mantan kekasih, tetapi mereka umumnya juga masih penasaran dengan status hubungan, apakah mantan kekasih masih melajang? Kepedulian mereka akan status mantan kekasih diumpamakan untuk mengetahui siapa yang lebih unggul untuk berpaling dari masa lalu.

  1. Bagaimana kondisi (tampang) nya sekarang?

Perubahan yang terjadi pada mantan bisa terlihat dari foto profil atau foto yang dipostingkan. Mereka yang mengunjungi akun milik mantan hanya sekedar untuk mengetahui perubahan pada penampilan dan bentuk tubuh. Ada pula yang masih memikirkan wajahnya yang dulu pernah dicintai hingga masih belum bisa melupakannya. Sesekali jika rasa rindu datang meski sudah menjadi mantan, mereka biasanya masih berkunjung ke akun milik mantan.

  1. Apakah dia bahagia?

Selain empat hal di atas, mereka yang masih mengunjungi akun milik mantan juga ingin mengetahui perasaan mantan. Meski kebahagiaan tidak diukur dari status hubungan, tetapi mereka yang masih menyelediki mantan masih tertarik dengan perasaan bahagia atau tidak mantan usai tidak bersama lagi.

Bagaimana dengan anda sendiri? Apakah anda juga masih mengunjungi akun milik mantan kekasih?

Sumber bacaan: http://lifestyle.okezone.com/read/2015/06/14/196/1165225/penyebab-wanita-masih-penasaran-dengan-mantan

Advertisements

Hari Bahasa Ibu Internasional

Setelah sampai di Jerman, saya sadar ternyata meski orang Jerman bisa berbahasa Inggris, mereka tetap membalas dengan Deutsch, bahasa mereka. Jangan malu berbahasa ibu, Bahasa Indonesia!

“Hey, stop it! Don’t be naughty like that!” seru seorang ibu muda memarahi anaknya saat saya dan suami sedang berjalan di pusat perbelanjaan di Jakarta. “Kamu itu jangan nakal! Nanti kamu jatuh bagaimana?” tambah ibu muda itu sekali lagi.

Tak lama dari situ, seorang pria paruh baya menghampiri ibu muda dan anak balita itu. Sepertinya pria ini adalah suami dan ayah dari anak putri yang baru saja dimarahi. Menurut pengamatan saya, pasangan suami isteri tersebut adalah sama-sama orang Indonesia. Mereka menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua setelah bahasa Indonesia. Wajarkah pasangan muda seperti yang saya lihat tersebut menanamkan bahasa asing kepada anak sedini mungkin?

Rupanya tren mengajarkan anak balita berbahasa asing juga dialami di negara Jerman yang memiliki bahasa ibu bukan bahasa Inggris. Bahasa Inggris salah satunya adalah bahasa asing yang mulai diajarkan kepada balita. Banyak ibu-ibu yang mulai khawatir akan arus globalisasi dan berpikir untuk memberikan pengajaran tambahan bagi anak-anak yang masih balita untuk mengenal bahasa Inggris. 

Fenomena ini bermunculan seiring dengan bertumbuhnya pernikahan campur, sama seperti yang dialami oleh beberapa kawan saya yang menikahi pria Jerman. Ada pula beberapa penduduk migran yang bekerja dan menetap di Jerman yang kemudian memasukkan anak mereka untuk ikut kursus bahasa Inggris untuk balita.

Tulisan ini dimaksudkan mengingat arus globalisasi sekarang hampir mengancam bahasa Ibu yang sudah banyak terkontaminasi dengan bahasa asing dan menyisipkannya saat berkomunikasi dengan orang lain. Ternyata dunia secara resmi melalui UNESCO pada 17 November 1999 mengumumkan adanya perayaan hari bahasa ibu internasional. Hari bahasa ibu internasional diperingati sebagai upaya untuk mempromosikan keanekaragaman bahasa dan budaya di dunia. Kemudian untuk meningkatkan kesadaran akan multi bahasa dan budaya, hari bahasa ibu internasional diselenggarakan pada 21 Februari setiap tahunnya.

Saya jadi ingat ketika ada seorang Biarawati katolik yang pernah mengikuti konferensi internasional yang diselenggarakan oleh PBB. Di setiap sudut meja saat mereka sedang makan siang, terpampang tulisan bahwa jangan pernah malu untuk berbicara dengan menggunakan bahasa anda. Mengikuti arus globalisasi boleh tetapi ingat bahwa bahasa ibu adalah bahasa pertama saat kita mengenal dunia pertama kali.

Selamat merayakan Hari Bahasa Ibu Internasional, teman!

Sumber bacaan:

http://www.dw.de/tren-kursus-bahasa-inggris-untuk-bayi/a-15808466

http://en.wikipedia.org/wiki/International_Mother_Language_Day

Selebrasi Hari Jadi dengan Suami/Isteri

Anda kenal tokoh Nazarudin, Filsuf dalam berbagai buku yang juga sering diceritakan Pastor Anthony de Mello? Dalam merayakan hari jadi, berikut kisah Nazarudin yang bisa mengingatkan anda.

Nazarudin berkata kepada Isterinya, “Dulu di tahun pertama kita menikah saat aku pulang bekerja, aku dapati engkau membawakan aku sandal dan anjing menggonggong. Kini setelah lima tahun menikah, aku pulang bekerja, aku lihat anjing membawakan aku sandal dan engkau menggonggong.” Lalu Isteri Nazarudin menyahut, “Hey, yang penting kini tetap ada yang membawakan sandal untukmu.”

blog 3

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Saya selalu ingat kisah Nazarudin, Filsuf terkenal itu tentang perkawinan saat sudah melewati setahun usia perkawinan. Ternyata tidak mudah melewati tahun-tahun awal perkawinan. Tahun lalu saat genap setahun perkawinan, saya dan suami merayakannya di Bali.

Semoga empat langkah berikut menginspirasi anda untuk merayakan hari jadi dengan suami/isteri tercinta:

1. Syukuri
Berapa usia perkawinan anda? Setahun, lima tahun, sepuluh tahun bahkan hingga tahun emas perkawinan mungkin anda bisa melewatinya bersama.Tak menjadi soal berapa pun usia perkawinan anda untuk tetap mensyukuri kebersamaan dengan pasangan saat satu hari jadi tiba, misalnya tanggal pernikahan, tanggal anda dilamar, tanggal dimana anda resmi menjadi suami/isteri, dsb. Saya dan suami mampir sebentar di Gereja di Kuta, ikut misa harian hanya untuk bersyukur tepat di hari jadi kami. Bersyukur adalah cara untuk saling mengapresiasi satu sama lain dalam suka duka perkawinan. Bersyukur bahwa dari sekian miliar pria/wanita di dunia, ada seorang yang Tuhan berikan untuk anda. Bersyukur bahwa anda dan pasangan mampu menerima kekurangan dan melewati hari demi hari dengan segala problemanya. Di kesempatan lain, saya juga mengingat pasangan lain yang merayakan selebrasi perkawinan perak dan emas dalam upacara meriah. Semua upacara syukur itu dilakukan semata-mata hanya untuk menyadari satu hal, anda dan pasangan mampu melewati berbagai krisis yang tak mudah dilalui oleh setiap pasangan suami/isteri. Ingat bahwa di masa kini, banyak pasangan yang harus menghadapi problematika perkawinan yang berujung pada perpisahan.

2. Refleksi
Apa yang telah terjadi di masa lalu dengan suami/isteri adalah berkah bukan masalah. Dengan begitu, anda saling menyadari kelemahan dan kekuatan satu sama lain. Refleksi dilakukan untuk menyadari seberapa jauh anda mampu berperan sebagai suami/isteri di mata suami/isteri, bukan sosok ideal yang didengungkan oleh berbagai bacaan. Tak ada yang sempurna, termasuk pasangan hidup anda sendiri. Jadikan hari jadi sebagai upaya refleksi untuk melihat ke masa depan secara bersama-sama, tidak lagi ke masa lalu. Mendiskusikan bersama apa yang harus diperbaiki. Mendiskusikan kembali hal-hal yang selama ini terlewatkan dan luput dari pemikiran anda. Tampaknya sepele memang, seperti tidak merapikan tempat tidur misalnya, atau membalas pesan singkat dengan segera tetapi jika tak pernah  dikomunikasikan bagaimana bisa dapat solusi.

3. Rayakan
Dimana anda akan merayakannya? Berlibur di pantai atau menyepi di pegunungan. Dimana pun anda akan merayakannya, jadikan saat itu sebagai hari kebahagiaan. Bahwa ternyata hal yang paling membahagiakan dalam hidup manusia adalah saat mereka bersama orang yang dikasihi. Nyatakanlah perasaan bahagia anda, perasaan sayang dan cinta anda, yang mungkin sekarang sudah jarang diucapkan. Rayakan bagaimana pertama kali suami/isteri menyatakan perasaan kepada anda. Rayakan bagaimana proses lamaran menikah itu terjadi. Rayakan, bukan berarti mewah atau mahal, tetapi berbeda dari kebiasaan sehari-hari. Hal ini untuk mengingatkan kembali janji perkawinan bersama, atau tanggal hari jadi yang selama ini terlupakan.

4. Rencanakan
What’s next? Lalu apa setelah merayakan hari jadi? Rencanakan apa yang akan diperbuat di masa depan. Rencanakan bersama tentang ide-ide yang dulu sulit dikomunikasikan karena kesibukan masing-masing. Rencanakan pekerjaan, pertemanan, rumah, mobil, anak atau apa pun bersama pasangan anda. Toh, kini keputusan menyangkut kepentingan bersama, berdua.

5. Ingatkan
Mengapa anda hidup berpasang-pasangan? Karena anda memerlukan seorang yang saling melengkapi satu sama lain, termasuk saat anda lupa. Saling mengingatkan itu penting. Ingatkan jika pasangan sedang marah, agar segera reda. Ingatkan soal makan saat sedang sibuk kerja agar tak jatuh sakit. Ingatkan untuk minum obat agar tetap sehat. Ingatkan untuk tidak berbelanja berlebihan agar ada yang bisa ditabung. Ingatkan soal kewajiban kepada anak agar menghargai ayah dan ibunya. Ingatkan tugas dan tanggung jawab di rumah agar rumah selalu terawat baik. Ingatkan untuk selalu berdoa agar Tuhan selalu hadir dalam biduk perkawinan anda. Dan mungkin masih banyak lagi.

Ini Alasan Mengapa Saat Marah Dengan Pasangan, Tak Perlu Berteriak

Apakah marah merupakan salah satu sifat seseorang?

Dulu saya pernah punya rekan kerja sebut saja X yang hampir setiap hari selalu marah. Dipastikan tidak ada orang yang betah bekerjasama dengannya. Semua orang yang berada di dekatnya, paham dan menjulukinya sebagai Pemarah. Meskipun saya tidak berhubungan langsung dalam pekerjaan dengan X, tetapi saya jadi tertarik mengenali tabiat X ini. Saya pun bertanya kepada Asisten X, mengapa mereka menyebut X sebagai Pemarah? Alasannya sederhana karena X suka berteriak-teriak saat ada hal yang tidak sesuai. Jadi indikasi marah adalah teriakan. Hmmm, well saya jadi tertarik mengamati orang yang marah-marah.

Suatu waktu saya duduk sendiri di sebuah kedai kopi sambil menunggu bertemu dengan suami saya. Saya amati dua orang sepertinya sepasang kekasih di hadapan saya, sedang asyik memadu kasih. Mereka duduk berdekatan, tangan sambil menggenggam dan berbicara berbisik sembari cekikian atau tersenyum satu sama lain. Tak banyak pembicaraan. Kedua mata mereka saling bertemu terlihat mesra. Anda pasti bisa membayangkan situasi ini jika melihat sepasang kekasih yang demikian.

Tak lama berselang, muncullah teriakan di sudut meja kedai kopi tersebut. Sewaktu duduk memang saya mengamati ada seorang yang baru saja duduk dengan muka agak kecewa mengamati beberapa lembar dokumen di tangannya. Hingga akhirnya, datanglah seorang pria yang terlihat lebih muda dari pria ini, seperti seorang atasan dengan bawahannya, pria ini memarahi pria yang baru datang ini dengan berteriak-teriak. Ia sepertinya tidak peduli sedang berada di kafe, apalagi lingkungan sekitar yang memandangnya takjub. Benar juga kata Asisten X, ketika seseorang sedang marah ia akan berteriak-teriak. Kontan ini membuat Manajer Kafe datang menenangkan pria ini dan memintanya untuk pindah agar tidak mengganggu kenyamanan yang lain. Lalu pria yang dimarahi juga hanya manggut-manggut dan menuruti saja. Pria yang marah segera mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikan kepada Manajer Kafe.

Kembali ke topik marah, teriakan memang menjadi indikasi ketika seseorang marah seperti yang ditunjukkan pria barusan. Mengapa marah selalu identik dengan teriakan? Untuk apa pula pria barusan berteriak-teriak padahal lawan bicaranya berada di hadapannya, tak jauh dengannya.

Lalu hasil pengamatan saya juga kepada sepasang kekasih di hadapan saya. Mereka tak banyak bicara, hanya berbisik dan tersenyum dan mata mereka saling memandang satu sama lain.

Jadi ketika marah, hati begitu jauh sehingga perlu berteriak meski orang tersebut berada di hadapan kita. Sedangkan ketika sedang jatuh cinta, hati begitu dekat sehingga tak perlu berteriak-teriak, hanya berbisik dan sedikit berbicara sudah mengungkapkannya.

Nah, jika anda sedang marah kepada pasangan sebaiknya tak perlu berteriak-teriak karena semakin membuat hati anda jauh. Kendalikan amarah anda, tarik nafas dan diskusikan apa yang menjadi permasalahan anda. Jika anda suka marah-marah dipastikan, pasangan juga ogah berlama-lama dengan anda.

10 Tanda Anda Menikahi Orang yang Salah

 

wp-image-1427468669
Ini sebenarnya tempat untuk sikat gigi. Bentuknya yang unik seperti mengingatkan kita bahwa menikah adalah bersama selamanya.

Menikah adalah pilihan, sama seperti ketika anda memutuskan untuk menentukan jalan hidup anda sendiri. Ada orang yang begitu sulit menentukan komitmen untuk berumah tangga, namun ada pula orang yang begitu mudah membangun mahligai pernikahan hingga beberapa kali. Ada pula yang lebih tertarik untuk hidup sendiri “Being Single” ketimbang menghadapi pernikahan. Menikah atau belum/tidak menikah bergantung kepada anda. Ada pula yang meski sudah menikahi orang yang salah tetapi berusaha gigih untuk mempertahankan pernikahan dan mengubah cara pandangnya. Nah, ini mungkin solusi bilamana ditemukan mereka merasa menikahi orang yang salah atau terlanjur terburu-buru menikahi orang yang salah.

Berdasarkan hasil bincang-bincang, hasil bacaan dan hasil pengamatan berikut adalah 10 tanda untuk mengenali apakah anda menikahi orang yang salah?

1. Anda sulit percaya atau menaruh kepercayaan kepada pasangan anda. Atau tingkat kepercayaan anda terhadap pasangan adalah rendah.
Begitu sulitnya anda mempercayai pasangan karena kerap anda menemukan pasangan berselingkuh dengan orang lain. Secara tidak langsung, anda mendapati pesan-pesan romantic kepada orang lain atau sikapnya yang berlebihan kepada orang lain. Sulit bagi anda menaruh kepercayaan bila pasangan sedang tidak bersama dengan anda, misalnya. Jika anda sampai sulit menempatkan kepercayaan kepada pasangan, untuk apa anda menikah? Ini masih soal kepercayaan dalam hal komitmen dan kesetiaan pernikahan. Ada pula pasangan yang memiliki tingkat kepercayaan rendah bila berhubungan soal uang. Sebagai suami/isteri, anda begitu khawatir terhadap pasangan untuk menyelewengkannya. Lagi-lagi jika tingkat kepercayaan anda rendah terhadap pasangan dalam bentuk apapun, sebaiknya pastikan kembali apa tujuan anda menikah dengannya? Anda mempercayai dulu baru kemudian menikah. Atau, anda menikahi dulu baru kemudian mempercayai.

2. Alasan utama anda memilih pasangan bukan karena karakter kepribadian yang dimiliki.
Ada banyak alasan yang melatarbelakangi mengapa orang menikahi pasangannya. Ada yang beranggapan, “Kok mau ya menikahi orang seperti dia?” Orang sekitar atau teman-teman dalam lingkungan kita begitu kaget dan ingin tahu apa yang melatarbelakangi pilihan hidup menikah bila didapati ada yang janggal. Lepas dari karakter fisiknya yang rupawan, apa anda punya alasan lain mengapa anda menikahi pasangan? Hey, menikah adalah pilihan hidup bersama orang lain, tidak seperti sesuatu yang begitu anda tidak suka bisa anda buang atau tinggalkan. Menikah melibatkan unsur sosial, budaya dan hukum. Jika secara pribadi anda tidak menyukainya, mengapa anda tetap menikahi pasangan? Ingatlah anda akan tinggal bersama kepribadiannya, bukan dengan kekayaan, pekerjaan, kerupawanan atau hal lain yang melekat pada pasangan.

3. Anda belum sepenuhnya membagikan tujuan hidup, prinsip atau nilai-nilai yang anda miliki kepada pasangan sehingga sering mengalami konflik membicarakan atau menjalaninya.
Dalam hidup berumahtangga, konflik yang muncul dianggap wajar. Dianggapnya konflik adalah bumbu penyedap rumah tangga. Toh menikah adalah pertemuan dua pribadi yang berbeda, jadi jika timbul konflik di antara keduanya, wajar saja. Namun menjadi tidak wajar bilamana konflik itu menyangkut tentang prinsip, tujuan, nilai kehidupan yang anda anut. Ingat bagaimanapun manusia, anda dan juga pasangan memiliki ego pribadi masing-masing. Jadi bilamana anda belum sepenuhnya menyampaikan pandangan serta hal pribadi kepada pasangan, wajar jika di kemudian hari konflik itu muncul.

4. Anda selalu berpikir pasangan akan berubah (kepribadian) setelah menikah.
Jika sebelum menikah, anda kurus maka setelah anda menikah, anda tidak lagi kurus. Berarti perubahan menyangkut fisik mungkin saja terjadi. Tidak banyak orang menyangka bila fisiknya berubah namun umumnya mereka paham pertambahan usia menyebabkan fisiknya pun berubah. Kini bayangkan bila anda berharap pasangan anda berubah setelah menikah, namun tidak juga berubah. Anda yang salah atau pasangan anda yang salah? Meski kepribadian itu unik, tidak serta merta mudah pula untuk berubah dalam waktu yang singkat atau karena alasan tertentu. Jangan pernah berpikir pernikahan akan membawa perubahan dalam pribadi pasangan anda!  Sebelum menikah, pasangan sudah tidak jujur dalam keuangan misalnya, apakah anda berpikir usai menikah ia akan berubah menjadi orang yang jujur?

5. Anda terlalu intim terlibat dalam hubungan seksual ketimbang mempelajari karakter satu sama lain dan tujuan hidup bersama. 
Jatuh cinta pada ketertarikan fisik adalah wajar, namun bagaimana jika yang diyakini adalah soal seksual semata dengan pasangan. Mereka yang terlibat secara seksual sebagai dasar berumahtangga bukan tidak mungkin akan menghadapi persoalan konflik di kemudian hari karena kebutuhan seksual bukan hal yang statis, sementara perkembangan seksual merupakan hal biologis yang dinamis. Anda tidak akan pernah dipuaskan bila kebutuhan seksual menjadi dasar anda berumahtangga.

6. Anda merasa tidak nyaman dan aman berada di dekatnya.
Menikah adalah sebuah komitmen seumur hidup untuk tinggal bersama dan berbagi segala suka dan duka bersama. Bayangkan saja jika anda tidak merasa nyaman untuk berbagi apa saja dengan pasangan, termasuk dalam hal soal sex. Bayangkan pula jika anda merasa hidupnya terancam alias tidak aman hidup bersama pasangan. Apakah anda yang salah memilih pasangan atau perasaan anda yang salah sehingga menimbulkan perasaan tidak aman dan nyaman? 

7. Anda tidak memiliki perasaan emosional kepada pasangan.
Jika ditanya mengapa anda menikahi pasangan? Jawabannya bisa jadi karena cinta. Cinta adalah perasaan emosinal yang tak bisa dijelaskan tetapi bisa dirasakan mengapa anda bertaruh hidup bersama dengannya. Nah, salahkah jika anda tak pernah mengalami perasaan emosional kepada pasangan? Gali kembali perasaan anda kepada pasangan, apakah ini yang disebut cinta atau rasa kagum semata? 


8. Anda menganggap pernikahan adalah solusi atas persoalan masa lalu atau melarikan diri dari kehidupan percintaan sebelumnya yang menyakitkan.

Saya pernah mendapati pasangan yang sudah menikah dan tak bertahan lama karena setiap hari mereka membahas hal yang sama, yakni soal masa lalu yang tak pernah habis diselesaikan. Masing-masing merasa “benar” dengan pendapatnya, intinya suami merasa bahwa isteri tidak mencintai dengan sepenuh hati mengingat sang isteri pernah mengalami masa lalu yang indah bersama pria lain. Bagaimana pun, menikah berarti anda mencintai pasangan dengan masa lalu, masa kini dan masa depannya. Jadi masa lalu biarlah menjadi sejarah bukan masalah. Jadi jika anda pernah mengalami masa lalu yang indah, tak terlupakan lalu menerima tawaran pria lain untuk menikah maka itu bukan solusi terbaik. Selesaikan masa lalu anda dan bangun masa kini dan masa depan anda dengan lebih baik. Menikah bukan solusi pemecahan atau pelarian dari masa lalu anda.

9. Anda tidak pernah (jarang) mendapatkan kata sepakat dalam diskusi dengan pasangan.
Setiap hari dalam hidup bersama pasangan, bukan tidak mungkin diskusi dan konflik kerap muncul. Mengapa hal itu terjadi? Karena menikah adalah jalinan kasih dua orang yang berbeda pribadi, budaya, keluarga, cara pandang, dsb. Jika anda tak pernah mendapati kata sepakat dalam diskusi dengan pasangan, maka selidiki lagi apa ada yang salah dengan anda, cara anda berkomunikasi atau cara anda memahami pasangan sehingga tak pernah mendapatkan kata sepakat? Ingatlah bahwa sepakat bukan berarti menyamakan pendapat, sepakat berarti menghargai satu sama lain dan membangun suatu pemahaman baru, saya setuju dan pasangan setuju. Ini tak mudah tetapi mendiskusikan lebih baik ketimbang anda memendam dan tak pernah terselesaikan sampai kapanpun.

10. Anda merasa terpaksa menikah dengan pasangan.
Selidiki kembali, apa alasan utama anda menikah? Jika anda pernah merasa terpaksa menikah maka setelah menikah anda akan merasakan dampak keterpaksaan tersebut dalam membina rumah tangga. Menikah bukan eksperimen coba-coba, apalagi memaksakan diri untuk memiliki status sosial. Sebaiknya menikah memang berasal dari dalam hati anda sendiri, bukan karena tuntutan yang membuat anda terpaksa menikah.

Sebelum memutuskan apakah anda menikahi orang yang salah, ada dua hal kesalahan dalam pernikahan yakni, anda memang benar-benar menikahi orang yang salah. Atau kedua, anda mencintai dengan cara yang salah.

10 Resep Pernikahan Bahagia

Memutuskan menikah bukan perkara mudah karena menyangkut kepentingan dua belah pihak serta keluarga berdua plus tujuan hidup. Teori memang mudah tetapi kenyatannya diperlukan kerjasama kedua belah pihak baik suami maupun isteri agar tercipta pernikahan bahagia.

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Pernikahan bahagia bukan sebuah konsep tetapi pilihan akan kenyataan dan tujuan yang sedang anda tempuh.

Berikut 10 resep pernikahan yang bahagia dari sumber yang tidak diketahui:

1. Sebaiknya jangan pernah marah secara bersamaan baik suami maupun isteri. Artinya bahwa salah satu pihak harus ada yang bersikap menenangkan. Jika api dilawan api, nantinya jadi kebakaran.

2. Menyambung soal kebakaran di atas, jangan pernah saling berteriak satu sama lain meskipun itu terjadi dalam rumah sendiri. Nah, jika kebakaran terjadi, boleh deh teriak-teriak. Ingat juga kenapa tidak boleh saling teriak-teriak karena anda bukan pasangan “Tarzan and Jane” yang sedang di hutan hehehe…

3. Jangan mau menang sendiri meski anda yakin anda benar. Ingatlah ini bukan adu debat atau kompetisi memenangkan kampanye, anda adalah suami dan isteri. Jadi biarkanlah pasangan anda menjelaskan argumen secara berapi-api agar menang berdebat dengan anda. Intinya, harus ada satu pihak yang perlu mengalah. Mengalah ‘kan untuk menang… cie.. memenangkan hatinya maksudnya hehehe…

4. Dalam hidup bersama, pasti timbul kritik satu sama lain. Jadi lakukan kritik dengan menyenangkan, bukan menyerang. Ingat kritikan itu untuk pasangan anda, bukan lawan politik ya!!!

5. Nah ini, kebiasaan lama suka muncul kembali yakni mengungkit ‘dosa-dosa’ lama. Yang lalu biarlah berlalu. Jika sudah ngaku dosa satu sama lain, buat apa dikatakan kembali. Kata orangtua, tak baik. Jadi lupakan kesalahan yang lalu dan ampuni orangnya. Hey, bukankah kita mencintai pasangan dengan masa lalu, masa kini dan masa depan? Hehehe..

6. Ingat sewaktu masih pacaran dulu, dunia milik berdua. Nah, apalagi sudah menikah. Jadi abaikan dunia lain, hanya dia seorang dunia anda sekarang. Yang lain cuma ngontrak, katanya hahahaha…

7. Nah ini resep jitu bahagia pernikahan, jangan pernah memendam amarah hingga dibawa tidur, segera selesaikan secara adat suami isteri dengan penuh cinta alias langsung berbaikan. Berikan jari kelingking tanda perdamaian atau kecupan manis. Dijamin langsung lanjut di tempat tidur… mimpi indah hehehehe..

8. Namanya juga dengan pasangan, si Ibu dari anak-anak kita atau Ayah dari anak-anak kita, ngapain sih mesti pelit kasih pujian. Siapapun pasti senang dipuji apalagi dilakukan di depan anak-anak. Berikan pujian, kata-kata positif dan kalimat cinta yah setidaknya setiap hari. Pujian itu gratis loh!!!!

9. Nobody’s perfect. Semua orang juga tahu bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Jika kita berbuat salah kepada pasangan, akui itu dan segera meminta maaf. Ikan asin jika disimpan terus tetap baunya akan tercium juga. Daripada bau nantinya, sebaiknya buang sekarang ikan asinnya cepat-cepat alisa akui kesalahan anda.

10. It takes two to tanggo. Diperlukan dua orang untuk menghasilkan tarian yang indah. Begitupun jika berantem dengan pasangan, hanya anda berdua. Nah bila bertengkar, coba amati lagi siapa yang paling banyak berbicara untuk menjelaskan. Nah, bukan perkara benar atau salah, tetapi bagaimana meredakan pertengkaran yang terjadi. Jika satu bicara, yang lain juga harus mendengarkan. Beri kesempatan satu sama lain untuk berbicara dan mendengarkan!

Hmmmm… ada pendapat? Silahkan…

Komunikasi antar Suami Isteri

a life

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Suatu waktu ada seorang teman baik cerita tentang masalah perkawinannya ke saya. Dia baru saja menikah dengan seorang pria baik-baik yang juga saya kenal baik. Kini mereka berdua sedang menantikan anak keduanya. Namun di tengah penantian anak kedua mereka, sang Isteri datang bercerita pada saya bahwa ia sedang bermasalah dengan suaminya. Ia bertutur bahwa hampir tiap malam selama sebulan mereka bertengkar untuk sesuatu yang tidak mereka pahami satu sama lain. Lalu, saya pun jadi bingung mendengarnya.

Sebenarnya, saya tidak ingin menanggapi persoalan pribadi mereka yang saya kenal baik, entah suami dan isteri. Ketika saya berusaha meninggalkan curahan hati isteri, ia pun menarik tangan saya dan meminta saya untuk mendengarkannya. Alasannya satu karena saya dianggapnya ahli komunikasi. Jadi persoalannya adalah komunikasi suami dan isteri. Saya pun menanggapinya, meski komunikasi adalah pekerjaan saya namun prakteknya komunikasi suami isteri tidak seperti dalam pekerjaan.

“Hello Mbak, gimana saya dengan suami yang berasal dari dua negara dengan bahasa yang berbeda satu sama lain. Kami berdua kadang-kadang juga mengalami kebuntuan komunikasi karena perbedaan bahasa dan budaya yang jadi melatarbelakangi. Hanya satu yang membuat kami terus bersama adalah saling mengerti satu sama lain.”

Apa ada ilmu komunikasi antar suami isteri?

Intinya dalam komunikasi antar suami isteri adalah

1. Saling memahami satu sama lain
Meski bahasa Inggris bukanlah bahasa ibu buat kami berdua, saya dan suami. Intinya memang cuma bahasa Inggris yang bisa menjadi bahasa pengantar satu sama lain. Apakah suami dan saya jago berbahasa Inggris? Jawabnya tentu tidak. Kami kerap mengalami mis komunikasi karena tidak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan. Ternyata komunikasi tidak harus berbahasa yang sama, sepanjang kita bisa memahami apa yang disampaikan oleh pasangan, sepatutnya komunikasi sudah terjadi. Komunikasi adalah target memahami pesan yang kita sampaikan. Jadi bersyukurlah jika anda dan pasangan berasal dari bahasa Ibu yang sama. Minimalisir segala perdebatan dan diskusi hanya soal komunikasi. Sebenarnya komunikasi apa yang anda maksud hingga bermasalah? Tak selamanya komunikasi itu selalu berawal dari suara mulut dan telinga untuk mendegarkan. Gunakan hati anda juga untuk memahami. Upayakan semua panca indera anda bekerja, agar pesan tidak hanya harus diterima tetapi juga dipahami.

2. Saling memaafkan dan mengampuni satu sama lain
Tak melulu komunikasi itu lancar seperti jalan tol. Bisa jadi komunikasi macet. Bisa jadi komunikasi menimbulkan masalah dan konflik. Komunikasi antar suami isteri adalah komunikasi untuk bisa saling memaafkan dan mengampuni satu sama lain. Maafkan suami, jika ia lupa tanggal ulang tahun anda. Gunakan isyarat komunikasi bahwa hari itu adalah hari ulang tahun anda. Ampuni isteri, jika ia lupa membuatkan sarapan dan kopi pagi sebelum berangkat ke kantor. Beri sinyal lewat sms, “Kayaknya ada yang lupa buatkan sarapan pagi deh ”. Upayakan komunikasi bukan hanya sebagai alat menyerang pasangan, tetapi juga komunikasi menjadi sarana untuk mendamaikan, memaafkan dan mengampuni pasangan.

3. Saling mendengarkan satu sama lain
Jika anda sudah mengetahui kodrat suka berbicara alias cerewet, maka komunikasi juga menjadi penting untuk saling mendengarkan satu sama lain. Beri kesempatan pasangan untuk mengutarakan pendapatnya bila selama ini kita terlalu mendominasi pembicaraan. Mendengarkan penuh perhatian artinya kita melibatkan diri dalam percakapannya. Mendengarkan aktif berarti kita merespon hal-hal yang disampaikan. Konon hal terindah dalam komunikasi suami isteri adalah saat keduanya bisa saling mendengarkan satu sama lain.

4. Saling berbagi satu sama lain
Komunikasi suami isteri artinya bila kita bisa berbagi satu sama lain tentang pengalaman keseharian. Hanya pasangan kita, tempat untuk kita berbagi keluh kesah setiap hari. Bagikanlah segala pengalaman menyenangkan dan menyedihkan lewat berbagai komunikasi kepada pasangan. Meski kisah yang anda alami adalah hal yang sepele, tetapi kisah yang anda bagikan menjadi luar biasa karena berbagi cerita adalah bentuk eksistensi relasi suami isteri. Berbagi cerita akan menularkan virus kepada pasangan untuk juga melakukan hal yang sama seperti anda.

5. Saling membantu satu sama lain
Komunikasi juga meliputi saling membantu sama lain, artinya bantu pasangan untuk bisa mengkomunikasikan pengalaman, perasaan dan pendapatnya. Komunikasi lisan menjadi sulit dilakukan, gunakan berbagai saluran komunikasi agar komunikasi bisa berjalan. Saya pernah merasakan pedihnya hubungan jarak jauh (long distance relationship), tetapi komunikasi membantu kami memahami apa yang sedang terjadi di sana dan di sini. Saat komunikasi terjadi, seolah-olah tak ada jarak yang membentang di antara kami. Jadi gunakan komunikasi untuk saling membantu sama lain dengan pasangan, agar tetap terhubung.

Menemukan “Chemistry” Perkawinan, Sulitkah?

Tak ada yang pernah berpikir bahwa pertengkaran dalam perkawinan akan membawa kelanggengan, bahkan kini usia perkawinan mereka sudah lebih dari 25 tahun. Mereka adalah Bude dan Pakde saya yang sering bertengkar hebat, adu mulut dan tak pernah akur di hadapan orang lain. Entah bagaimana cinta tumbuh di antara mereka, toh mereka sudah memiliki 3 putri dengan usia perkawinan yang melewati usia pesta perak. Lewat adu mulut dan pertengkaran, mereka bisa saling memaafkan dan memahami satu sama lain. Hingga kini mereka tetap bersama.

Begitulah cinta. Kadang kita tak pernah memahami bagaimana cinta bisa tumbuh kepada pasangan hidup yang mungkin sebelumnya dibenci, atau sepanjang perkawinan sering bertengkar. Mungkin satu sama lain telah menemukan “chemistry” yang tak bisa dijelaskan secara logis tetapi keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Anda tak bisa menemukan pada orang lain meski sejuta pesona ada pada diri yang lain, itu yang kemudian diyakini “chemistry”.

Ada dua hal dalam perkawinan bila tidak menemukan “chemistry” pada pasangan anda yakni pertama, anda menikahi orang yang salah. Atau kedua, anda mencintai orang dengan cara yang salah. Lantas bagaimana jika terlanjur menikah? Disini letak kebahagiaan seorang yang masih melajang agar tidak terdampar pada sebuah kesalahan perkawinan.

Pikirkan apa yang melatarbelakangi perkawinan anda, apakah soal status sosial? Bahwa menikah dianggap anda sudah “laku” atau “yang penting nikah”. Atau perkawinan dipandang sebagai pencarian keuntungan semata mengingat umur, ekonomi, gaya hidup, pekerjaan, atau permintaan orang lain.

Temukan “chemistry” pada pasangan anda agar perkawinan tidak lagi menjadi pembenaran dari tuntutan hidup. Nikmati kebahagiaan anda yang masih melajang agar anda tidak terjebak pada kesalahan, salah orang yang dicintai atau salah cara mencintai.

5 Perubahan Setelah Menikah

wp-image-1427468669

 

Memasuki kehidupan baru pernikahan bukan perkara mudah bagi setiap orang, apalagi bagi mereka yang baru pertama kali menjalani mahligai perkawinan. Pernikahan bukan soal perubahan status dari yang semula “single” menjadi “married”. Pernikahan memberi rasa sensasi yang berbeda bagi setiap orang setelah ia bergumul untuk memantapkan pilihan menikah.

Mengapa demikian? Karena pernikahan pastinya akan membawa perubahan bagi setiap orang. Sadar atau tidak, perubahan bagi mereka yang menikah adalah proses yang mesti dilalui agar pilihan hidup menikah bukan sekedar keterpaksaan menikah karena umur, status, materi atau desakan pihak lain.

Perubahan yang mungkin terjadi usai menikah seperti yang dialami kebanyakan pasangan berikut ini:

1. Perubahan berat badan.
Banyak orang beranggapan tubuh perempuan paling rawan mengalami peningkatan usai menikah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari isu pemakaian alat kontrasepsi, perubahan hormon hingga gaya hidup yang permisif. Tak heran mereka yang memperhatikan penampilan anda, akan takjub bahwa berat badan anda akan bertambah. Baik pria maupun perempuan menganggap penambahan berat badan bagian dari perubahan perkawinan yang menunjukkan kepuasan. Benar demikian? Namun bukan berarti mereka yang lebih kurus usai menikah tidak merasa puas. Sejauh ini belum ada studi kaitan antara besaran berat badan dengan kepuasan pernikahan.

2. Perubahan pola pikir.
Dahulu sebelum menikah pola pemikiran dan tanggungjawab hanya untuk diri sendiri sekarang usai menikah tentu berbeda. Anda perlu melibatkan pasangan hidup dalam berpikir dan memutuskan pilihan, meski keputusan tersebut hanya menyangkut persoalan anda sendiri seperti pekerjaan, hobi dan minat, pertemanan, dsb. Anda pun kini tak lagi menyatakan “saya” tetapi “kita” yang berarti anda tidak seorang diri dalam berpikir dan bertindak.

3. Perubahan pengelolaan keuangan.
Anda dan pasangan mulai memikirkan masa depan bersama yang menyangkut urusan uang. Dahulu saat masih “single” anda bisa dengan bebas membelanjakan kebutuhan dan kesenangan pribadi. Sekarang saat menikah, anda mesti memikirkan mana yang menjadi prioritas untuk dibelanjakan. Anda juga perlu mendiskusikan perihal keuangan dengan pasangan agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Masalah finansial bisa menjadi batu sandungan dalam relasi suami isteri jika tidak dipahami dengan baik usai menikah. Ingatlah bahwa menikah bukan soal peningkatan atau pengurangan finansial anda tetapi masalah tanggungjawab untuk masa depan bersama.

4. Perubahan waktu kebersamaan dengan teman/sahabat.
Dahulu saat “single” anda bisa bebas nongkrong dan menghabiskan waktu bersama teman/sahabat. Kini anda harus memikirkan bahwa menikah memberi anda tanggungjawab baru. Kebebasan yang bertanggungjawab dan punya batasan usai menikah adalah perlu sehingga tidak menimbulkan konflik dengan pasangan di kemudian hari. Anda yang menikah mulai berubah mengatur jadwal pertemuan dengan teman/sahabat. Pasangan yang baik adalah mendukung kebebasan bertanggungjawab bersama sahabat/teman dibandingkan membatasi atau melarangnya.

5. Perubahan peran.
Anda yang sudah menikah pun sudah bertambah peran menjadi suami atau isteri. Anda pun dipersiapkan untuk berperan sebagai orangtua bagi anak-anak anda nantinya. Perubahan peran ini tentunya tak mudah dihadapi bagi mereka yang menikah sehingga tak jarang mereka memilih menunda memiliki anak.

Kesimpulan

Perubahan setelah menikah tiap-tiap orang tidak bisa digeneralisasikan. Saya menuliskan berdasakan hasil diskusi dan pengamatan dengan teman-teman. Pastinya perubahan setelah menikah menunjukkan perubahan kepribadian dalam diri seseorang. Apakah dia berubah lebih baik atau malah berubah lebih buruk setelah menikah? Hanya orang-orang terdekat dan sekitarnya yang mengenalinya.

Tips Agar Pernikahan Langgeng: Jatuh Cintalah

 

image
(Rahasia kelanggengan pernikahan terletak dari bagaimana anda selalu membuat diri anda jatuh cinta pada pasangan setiap hari. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

Anda ingin tahu apa rahasia agar pernikahan langgeng hingga maut memisahkan?Berikut hasil studinya.

Anda yang pernah jatuh cinta pasti pernah merasakan makna bahwa cinta itu buta karena kita mengagungkan sosok orang yang kita cintai. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Dr Viren Swami, dari University of Westminster di London, Inggris bahwa sosok yang anda cintai adalah orang yang ideal dan menarik menurut anda.

Dia menambahkan bahwa orang-orang yang jatuh cinta juga cenderung berpikir pasangan mereka lebih menarik daripada diri mereka sendiri. Hal ini yang mendasari rahasia kelanggengan pernikahan itu sesungguhnya. Dengan demikian para Psikolog menyampaikan rahasia pernikahan yakni keyakinan anda sendiri bahwa pasangan anda adalah figur yang lebih menarik. Hal ini baik sehingga menyebabkan hubungan anda bertahan.

Cinta kepada pasangan ditunjukkan dari seberapa besar anda mengagumi pasangan. Bukankah cinta berawal dari kekaguman anda pada pasangan? Bisa jadi anda memandang pasangan anda adalah sosok yang ideal. Meski kita tahu bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini tetapi memandang pasangan sebagai sosok yang ideal dan menarik bagi anda efeknya akan terasa hingga usia lanjut atau tua.

Fenomena ini dalam ilmu Psikologi yang saya pelajari dikenal dengan “Halo Effect” yakni “if someone is perceived as having an attractive personality they are also seen as physically attractive.”

Teori ini diperkuat dengan studi Dr Swami dalam penelitian di Belanda, yang meminta 70 pasangan untuk menilai penampilan mereka satu sama lain dan orang asing. Hasilnya mereka yang berpasangan memiliki skor yang tinggi.

Berikut tips yang membantu anda,

 

1. Pikirkan 10 hal yang membuat anda jatuh cinta pada pasangan.

Anda bisa menuliskan dan meletakknya di tempat tersembunyi. Atau, anda bisa nyatakan langsung pada pasangan pada momen-momen tertentu, misalnya ulang tahun pasangan, hari valentine, dsb. Anda juga bisa meniru ide romantis berikut. Selipkan kartu kecil bertuliskan 10 hal yang membuat anda jatuh cinta dan letakkan di tempat tidurnya. Ingat kembali 10 hal ini saat anda sedang kesal dengan pasangan. Anda juga bisa menambahkannya menjadi 100 hal yang buat jatuh cinta.

2. Sampaikan “I love you” atau kalimat sayang kepadanya.

Atau tunjukkan juga dengan perhatian-perhatian kecil lainnya, misalnya saat anda meminta bantuan padanya, berkomitmen mengatakan “I love you” setiap hari atau setiap sms”, berterimakasih atas sarapan/makan malam sambil berucap “I love you”.

3. Pastikan bahwa hanya pasangan anda adalah sosok yang menarik buat anda.

Cara mengukur bahwa dia adalah pasangan yang cocok dengan anda mulai dari suaranya yang lembut, perhatiannya, masakannya, cara dia membersihkan rumah, rambutnya, kulitnya yang halus, pribadinya yang humoris atau apa saja yang membuat anda kagum padanya. Ingat jika anda tak pernah kagum pada pasangan anda, bisa jadi ada yang salah dalam relasi anda.

4. Ingat bagaimana momen dulu saat anda jatuh cinta dengannya.

Masih ingatkah saat anda dilamar/melamar pasangan anda? Atau saat pasangan berkorban hal sederhana untuk anda, saat anda merasa hanya dia perempuan/pria yang layak untuk anda. Semoga ini mengingatkan anda bahwa cinta tidak hanya buta tetapi butuh perjuangan dan pengorbanan.

5. Tak ada yang paling indah di dunia ini selain kita merasa dicintai.

Kita adalah pribadi yang berarti. Hargai pasangan dengan kalimat/kata pamungkas yang perlu diutarakan kepada pasangan tanpa sungkan dan gengsi, “Aku mencintaimu”; “Terimakasih”; “Aku minta maaf” dan “Tolong”.