Makanan Khas Timur Tengah (9): 5 Kue-kue Manis yang Memikat di Mesir

Saya senang menikmati kue-kue yang disuguhi hotel selama liburan di Mesir. Kue kue di Mesir umumnya enak dan manis di lidah. Kue-kue ini selalu tersedia di meja prasmanan. Ini yang membuat berat badan saya bertambah manakala saya benar-benar menikmati liburan di sana. Mereka pun menyajikan kue-kue ini dengan dekorasi yang indah. Tentu siapa pun akan tergoda mencicipinya.

Saya pun bertanya pada kenalan di Jerman yang bisa berbahasa Arab, tentang nama dan pembuatan kue-kue tersebut. Kue-kue berikut dinikmati setelah menikmati makanan penutup. Makanan manis ini memang tepat untuk memberi sentuhan rasa berbeda, dengan asam, manis, pedas, asin dan gurihnya makanan sebelumnya.

Berikuti saya bagikan hasil penelusuran saya.

1. Baklava

Kue baklava adalah kue yang cukup populer di Jerman. Saya sendiri pernah menuliskan pembuatan kue borek yang berasal dari Turki. Kue borek seperti baklava yang juga ada di Mesir. Ada beberapa kesempatan baklava disajikan, saya tidak menyadarinya hingga saya berhasil mendokumentasikan baklava roll yang berisi pisang. Sementara baklava original tak sempat didokumentasikan.

Umumnya baklava bentuknya seperti ini.

Baklava adalah kue populer di wilayah Timur Tengah, yang telah ada sejak kekaisaran Ottoman. Migrasi telah memberi pengaruh pada sebagian wilayah di Eropa untuk mengadopsi kuliner seperti baklava. Orang-orang Turki yang pindah ke Jerman juga memperkenalkan kue baklava sebagai kuliner mereka. Selain itu, pastry baklava juga diperkenalkan oleh para migran Timur Tengah yang kini juga kerap bertemu saya di kursus integrasi budaya Jerman.

2. Halva

Halva ini rasanya lembut manis dengan isian kacang atau manisan. Halva ini sudah ada sejak abad 13 loh. Kue halva sebenarnya ada dua jenis, ada yang berbahan dasar tepung dan satu lagi berbahan butter. Halva tetap kue Arab yang terasa manis seperti julukan nama kue ini. Halva memang dicetak dalam loyang kue yang kemudian dipotong kotak-kotak. Isian halva juga sesuai selera seperti kacang lentil, nus dan manisan.

3. Basbousa

Ini disebut juga Haresa bagi orang Irak dan Syria.

Basbousa ini pernah saya bahas sebagai makanan Timur Tengah saat saya diajak teman migran asal Syria yang mengajak kaffetrinken di rumahnya. Cerita saya dapat dicek di link ini. Bagi orang Syria dan Iran, kue basbousa disebut dengan nama haresa.

Kue lainnya.

Cara membuatnya cukup mudah dari tepung yang disebut semolina, yoghurt dan gula yang dipanggang di oven. Biasanya kue ini dihias dengan kacang atau bisa juga dengan gula yang dicairkan seperti foto.

4. Layali Lubnan

Kue selanjutnya adalab layali lubnan dengan warna putihnya yang indah. Masih dengan tepung semolina, gula dan susu. Anda juga bisa menambahkan air mawar atau jeruk lemon yang diparut. Kue ini biasa disajikan sebagai dessert setelah didinginkan di kulkas. Untuk topping atas, anda bisa kreasikan sesuai selera.

5. Kahk

Kue bundar, kahk.

Kue berikutnya adalah kahk yang umumnya disajikan saat hari raya Idul Fitri. Kue bulat dan tebal ini berasa manis karena disiram dengan gula bubuk. Tepung, telur dan mentega menjadi bahan baku kue ini. Tentu di dalam kue bulat ini bisa diisi dengan macam-macam manisan.

Sebenarnya saya menikmati dan mendokumentasikan aneka pastry dan kue lainnya di Mesir, hanya saja saya tidak tahu nama-nama kue tersebut.

Baiklah, kue mana yang anda ingin coba?

Advertisements

Mesir (9): Assuan atau Aswan, Kota Tertua yang Kaya dengan Wewangian

Selesai di Philae Temple, bus yang kami tumpangi beranjak ke lokasi lainnya. Sebelum jam 13.00 waktu makan siang tiba, kami mengitari kota Assuan atau yang bisa disebut juga Aswan. Dari Assuan, kita bisa ke negeri tetangga Sudan, yang berjarak 300 kilometer. Jelas tour guide dalam bahasa Jerman pada kami di bus. Sepanjang jalan, ia banyak menunjukkan tempat-tempat publik di Assuan dan berbagai infomasi lainnya.

Kota Aswan terletak di sebelah selatan Mesir. Di sini disebut the first cataract of nile rivers dari enam titik sungai nil lainnya. Sisanya kebanyakan di Sudan.

Katedral Ortodoks untuk orang Koptik.
Hotel Old Cataract dari sungai nil.

Jika merujuk perjalanan saya ke Philae Temple yang berada di Aswan maka dapat dipastikan kota ini termasuk kota tertua sebelum masehi. Bahkan nama Aswan yang juga disebut syene disebut penulis kuno. Syene sendiri bisa dilihat kisahnya dalam kitab suci. Di sini didiami orang-orang suku nubian, yang berperawakan berbeda dari orang Mesir umumnya. Mereka berperawakan tidak besar, kulit hitam dan rambut keriting. Bahasanya pun berbeda, yang sampai sekarang masih digunakan untuk percakapan sehari-hari.

Menurut pemandu wisata kami, Assuan sudah dikenal dunia sebagai pengobatan herbal. Sebagaimana diketahui beberapa infomasi soal dunia medis sudah tergambar jelas di kuil. Misalnya lambang apotek yang digambarkan ular pun bermula di sini. Atau jika mengalami sakit ini dan itu ada beberapa pengobatan alami yang diambil dari tanaman yang tumbuh di sini, seperti tumbuhan yang menghasilkan minyak kayu putih. Karena Assuan yang dikenal dengan sumber daya alam wewangian yang biasa dipergunakan untuk parfum, Assuan menjadi singgahan pasar dunia. Tak salah jika sovenir dari Assuan yang bisa dibawa pulang adalah parfum alami tanpa alkohol yang wanginya mirip seperti parfum ternama.

Pemandangan dari sungai nil.
Salah satu orang suku Nubian yang membawa kami menyusuri sungai nil.
The Elephantine, pulau di sungai nil yang juga masih diselami oleh para arkeolog.

Assuan menjadi dikenal ketika Agatha Christie, seorang penulis ternama dunia yang pernah menuliskan kisah misteri ‘Death on the Nile’ dan sempat dibuat menjadi film. Di Jerman pun film tersebut juga populer sebagai film krimi. Untuk menuliskan kisah fiksi tersebut, Agatha Christie menginap di hotel Old Cataract yang view menghadap ke sungai nil. Hotel ini kerap dikunjungi turis karena lokasinya yang indah.

Kembali lagi tentang Assuan yang dikenal wewangian, kunjungan kami setelah Philae Temple adalah pabrik wewangian. Di tempat ini kami diperkenalkan bagaimana Assuan sudah dari dulu mengimpor bahan baku parfum sejak lama. Jika menyelusuri sejarah parfum, di Assuan sini berawal. Parfum sendiri berarti rumah wewangian dalam pengertian setempat. Dan Mesir dikenal dalam sejarah sebagai negeri pertama yang sudah mempopulerkan parfum.

Di sini pula saya tahu bagaimana beda parfum dan wewangian lain. Tak hanya itu, bagaimana parfum itu juga digunakan agar tahan lama wanginya. Di sini kami diperlihatkan tentang wewangian dan aromatherapi yang bermanfaat untuk pengobatan.

Assuan atau Aswan juga termasuk kota moderen kok. Ada pusat perbelanjaan, makanan cepat saji asal Paman Sam hingga kafe atau restoran manca negara. Soal hotel, silahkan sesuaikan dengan anggaran anda ada di sini. Kini Assuan sudah dihuni orang-orang multi etnis juga.

Selanjutnya, masih soal Assuan akan saya tunjukkan kehidupan desa wisata yang dihuni suku nubian. Di sini buaya dijadikan hewan peliharaan.

Selamat berhari Minggu!

5 Alasan Laut Ternyata Membuat Saya Bahagia

Pesona laut merah di Hurghada, Mesir.

Jika diminta berlibur ke gunung atau laut, anda lebih pilih mana? Alam memang memiliki cerita liburan masing-masing, yang tak bisa dibandingkan. Ada julukan, anak pantai bagi mereka yang suka laut dan anak gunung bagi mereka yang senang dengan pegunungan. Namun saya yang lahir dan dibesarkan di kota besar seperti Jakarta, suka pergi ke dua destinasi tersebut.

Nah, berlibur ke laut itu memang nyatanya menawarkan pesona tersendiri. Terakhir kali saya melakukannya waktu liburan tahun lalu di Kroasia. Di Zadar Kroasia, laut mediterania memang indah seperti kekaguman yang saya tuliskan di sini. Sedangkan di Hurghada Mesir saya takjub dengan keindahan pasir dan kehidupan bawah laut dari laut merah.

Saya berpikir, mengapa orang begitu senang berlibur ke laut? Saya menyelami perasaan itu saat saya berjemur di tepi laut merah. Saya menjadi bahagia.

Berikut lima alasan saya bahwa berlibur di laut membuat bahagia.

1. Suara ombak itu memberi kedamaian dan menenangkan

Dahulu saat saya masih kecil, saya suka sekali mendengarkan hiasan kerang laut besar seukuran kepalan tangan. Hiasan ini dari paman saya yang dibawa dari pulau Flores, Indonesia yang kaya juga dengan lautnya. Saya dapat mendengarkan suara laut lewat kerang itu. Suara itu seperti menenangkan buat saya. Hati yang damai tentu membuat bahagia. Mungkin ini yang menjadi ide penulis novel atau skenario film ketika tokoh dalam cerita mereka diumpamakan berjalan di tepi pantai atau pergi ke laut untuk mencari ketenangan dari masalah yang dihadapi si tokoh.

Saya dan suami menghabiskan waktu berjemur setelah sarapan pagi. Atau saya bangun sekitar jam lima pagi saat matahari terbit dan keluar kamar hotel, kemudian berjalan di tepi pantai kala sepi dan tak ada orang di situ. Sensasi pengalaman mendengarkan deburan ombak laut ternyata memberikan rasa bahagia.

2. Baik untuk kesehatan kulit dan tulang

Sinar matahari yang mengandung vitamin D ini baik untuk nutrisi kulit dan tulang. Saya sangat merasakan bagaimana saya rindu kulit saya terbakar matahari kala saya sedang menghadapi musim dingin di Eropa. Sebagai orang yang berasal dari iklim tropis, saya kerap merindukan hangatnya matahari. Perasaan ini mungkin juga dialami oleh sebagian orang dari negeri empat musim. Itu sebab laut menjadi destinasi liburan mereka.

Anda tahu bahwa kulit dan tulang sehat itu membahagiakan. Saya tak perlu menyimpan kaki dan tangan di balik selimut hangat. Tak perlu sarung tangan dan kaos kaki di luar rumah. Ada kalanya kita menjadi bersyukur ketika kita merasakan hangatnya matahari. Itulah rasa bahagia.

3. Laut menyimpan memori masa lalu yang indah

Siapa pun pasti punya kenangan saat menghabiskan diri di laut di masa lalu. Saya bercerita pada suami tentang masa lalu dimana saya mencoba parasailing di Bali. Pengalaman itu benar-benar menakjubkan bahwa saya yang semula takut mencobanya, ternyata saya mampu. Lalu suami saya bercerita liburannya di tepi laut mediterania di Italia bersama teman-temannya klub olahraga yang punya cerita lucu. Kami berdua pun tertawa mengenang cerita itu.

4. Mengurangi stress

Ketika kami pergi untuk berjemur di pantai, kami tinggalkan semua alat komunikasi dan elektronik. Ini seperti retreat atau wellness urlaub, dimana kami mengundurkan diri sejenak dari hiruk pikuk kesibukan pekerjaan dan studi. Kami hanya bawa buku untuk mengisi waktu. Itu salah satunya.

Ada banyak cara orang mengurangi stress di laut. Ada yang melakukan olahraga air. Ada yang berenang di laut. Ada yang melakukan diving dan snorkling. Atau hanya diam saja di atas balai-balai yang disediakan di tepi pantai. Dijamin itu semua tidak membuat stress. Alam menciptakan rasa bahagia sebagaimana yang ingin anda lakukan untuk mensyukurinya.

5. Membuat nyaman dan mudah terlelap (tidur)

Jujur saya merasa nyaman di balai malas di tepi pantai. Ini membuat saya tertidur sambil membaca buku. Angin pantai semilir membuat saya terlelap di balai malas itu. Begitu pun setelah seharian berada di laut, saya merasa ngantuk dan sudah tertidur lebih awal. Sepertinya saya menikmati pesona laut dengan baik sehingga saya bahagia.

Biasanya kita menjadi sulit tidur ketika ada sesuatu yang masih mengganggu dan membuat tak nyaman. Seharian di laut membuat saya mudah tidur di malam hari. Bahagia rasanya.

Saya pikir apa pun pilihan liburan anda. Pastikan bahwa itu membuat anda bahagia menikmatinya.

Es Krim Goreng, Jajanan Kairo yang Penuh Atraksi

Es krim goreng di Kairo.

Es krim selalu punya kisahnya sendiri. Saya beberapa kali mengulas es krim yang digemari di negeri suami saat musim panas tiba. Cerita saya tersebut bisa dicek di sini. Lalu bagaimana es krim di negeri tropis seperti Mesir yang baru saja kami kunjungi? Sebenarnya sih es krim saja dimana pun, termasuk di Mesir yang masuk suhu sangat panas saat kami berlibur musim panas. Namun saya menemukan es krim yang berbeda.

Setelah es krim jadi digulung-gulung seperti gambar, lalu ada siraman cokelat untuk menambah rasanya.

Es krim goreng!

Sebenarnya ini kali ketiga saya melihat orang meracik es krim seperti itu. Pertama, saya pernah melihatnya di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta beberapa tahun lalu. Hanya saja saya lupa tepatnya dimana dan apa nama dagang es krim tersebut. Seingat saya, pembuatan es krim yang demikian diklaim berasal dari Turki.

Lalu kali kedua saya melihat es krim tersebut sepertinya di suatu pusat perbelanjaan di Eropa, hanya saja saya lupa juga tepatnya dimana. Model juga sama, es krim diletakkan di atas panci datar yang dingin kemudian diberi rasa sesuai permintaan pembeli. Lalu ada sedikit atraksi bolak-balik yang menampilkan kemahiran pedagang es untuk menghibur pembelinya. Setelah es krim berhasil digulung, lalu siap diletakkan di wadah. Ada sedikit dekorasi, entah cokelat dan warna-warni lain yang disesuaikan dengan rasa pesanan.

Salah satu es krim cokelat yang saya pesan dengan harga 4€ di Mesir, sementara suami pesan bir.

Kali ketiga saya mendapati hal serupa yang mengundang atensi turis seperti saya, saat kami sedang di Kairo. Kebetulan pemesan es krim sebelum saya berasal dari Spanyol. Mereka tampak kagum dengan atraksi pedagang es yang menghibur mereka dengan menyajikan es krim seperti menggoreng sesuatu. Harga es krim ini sekitar 2,50€ sesuai rasa yang saya pesan, yakni banana nutella.

Rupanya es krim goreng ini juga menjadi street food sama seperti chicken shawarma, yang pernah saya bahas sebelumnya. Es krim di daerah wisata di Mesir cukup mahal. Kami memesannya mengingat suhu mencapai 40 derajat celcius. Namun es krim goreng bisa jadi pilihan bila anda datang ke Kairo.

Mengapa Saya Bahagia Makan Jambu Biji?

Selama saya tinggal di Jerman, saya belum pernah menemukan jambu biji. Itu sebab saya senang sekali begitu ke daerah tropis seperti Mesir, mendapati suguhan buah jambu biji.

Setiap hari di Mesir saya mengunyah jambu biji karena sesungguhnya buah ini mengingatkan saya pada memori masa kecil. Saya dan beberapa teman sewaktu masih anak-anak naik ke pohon jambu biji hanya untuk mendapatkan buahnya. Pengalaman saat itu membahagiakan menurut saya.

Sekarang anda tahu bahwa jambu biji membawa kenangan yang membahagiakan saat saya masih anak-anak. Itu alasan pertama.

Masih soal kenangan tentang jambu biji, saya ingat bagaimana orang-orang yang mengasihi saya memberi jambu biji, guava juice yang fresh hingga bentuk kemasan rasa jambu biji pada saat saya terserang sakit demam berdarah. Entah darimana info diperoleh sehingga saya harus mengkonsumsi jambu biji. Setelah itu begitu bahagianya saya bisa sembuh dari sakit.

Lepas dari kenangan, saya langsung menikmati jambu biji tiap hari selama di Mesir. Alasannya, saya belum menemukan guava, nama lain jambu biji di Jerman. Itu sebab tak banyak turis Jerman yang bersama saya saat itu mengunyah jambu biji karena mereka tak mengenal buah ini, termasuk suami saya. Bahkan sebagian turis yang bersama saya mengira ini adalah buah pir karena penampilannya yang mirip. Sebagian lagi, tidak tahu bagaimana menikmati buah eksotis ini karena kita tidak memakan biji di dalam buah ‘kan.

Konon jambu biji memang tidak beredar di Jerman sehingga saya senang mengunyahnya tiap hari selama di Mesir. Lalu saya menceritakan manfaat kebaikan buah jambu biji dan rasanya yang belum pernah dinikmati teman-teman orang Jerman sebagai teman semeja makan. Mereka hanya melongo saat saya menjelaskannya. Saya bahagia karena saya merasa bahwa jambu biji begitu nikmat saya kunyah, sementara yang lain tak tahu jambu biji seperti apa.

Alasan lain, anda pasti setuju bahwa buah jambu biji ini kaya manfaat nutrisi loh.

Di Mesir umumnya buah jambu biji berwarna putih. Sementara di Indonesia saya menemukan ada yang berwarna merah muda dan putih. Karena jambu biji itu kaya kalium yang baik untuk meningkatkan sirkulasi peredaran darah. Kalium pada jambu biji ternyata juga membantu mengendalikan tekanan darah. Itu sebab disarankan untuk mereka yang punya masalah tekanan darah tinggi.

Tentu jambu biji baik dikonsumsi karena banyak mengandung serat yang bermanfaat mengatasi masalah pencernaan.

Segudang manfaat jambu biji tentu membuat saya bahagia. Bagaimana dengan anda?

Makanan Khas Afrika (6): Kufta, Semacam Cevapcici dari Mesir

Kufta disajikan di restoran di Kairo.
Restoran di Kairo yang punya keistimewaan kufta yang super enak dengan pemandangan langsung ke piramida.

Salah satu menu yang disuguhkan dalam kesempatan makan siang di kapal wisata adalah kufta. Saya bertanya pada koki masak yang berjaga di situ tentang kufta. Si koki menjelaskan bahwa kufta adalah beef, daging sapi. Saat koki menjawab, di samping saya berdiri teman semeja makan yang berasal dari Jerman. Dia menyahut bahwa ini seperti cevapcici. Mendengar itu, saya langsung mengambil beberapa kufta dalam piring saya. Hmm, rasanya seperti daging sapi panggang. Enak memang!

Lanjut dari situ, saya mendapati kufta di resort hotel, tempat kami menginap di Hurghada. Di situ tertulis jelas kufta di loyang penyajian. Saya ingat bahwa tema buffet malam itu adalah Egyptian food maka wajar jika kufta disajikan.

Kufta disajikan di hotel di Hurghada.

Kufta dengan cara berbeda disajikan di salah satu restoran di Kairo. Saat itu, kami mengadakan perjalanan ke Kairo dan berhenti untuk makan siang di salah satu restoran. Restoran tersebut letaknya sekitar piramida. Karena pemandangan dari meja makan kami adalah piramida dari kejauhan. Sepertinya restoran ini menyajikan kufta yang istimewa. Enak sekali!

Meja kami disuguhi kufta yang masih hangat di atas tungku yang masih panas. Kufta terhias indah di tungku dengan aroma yang menggugah. Saya pun mengambilnya karena saya suka rasanya. Ini mengingatkan pada sate daging sapi atau cevapcici yang saya makan di Jerman atau di Kroasia, negara asal cevapcici.

Kufta seperti bakso dan berkuah pedas disajikan di kapal wisata.

Tentang cevapcici, bisa dicek artikel saya sebelumnya di link ini.

Kufta itu seperti daging sapi giling berbumbu yang dibentuk lonjong dan dipanggang hingga matang. Sepertinya kufta ditusuk dalam batang bulat saat memasak, sehingga membuat sisi dalam kufta berlubang. Rasa bumbunya khas mediterania yang kaya akan rempah. Dijamin anda puas dan suka. Aromanya saat dipanggang seperti sate.

Kufta disajikan dengan nasi atau roti ala Mesir. Semua tergantung selera. Daging kufta empuk dan tidak liat sehingga digemari.

Apakah tertarik untuk mencoba kufta?

Mesir (8): Assuan Philae Temple, Didedikasikan Untuk Dewa Isis yang Tak Pernah Selesai Dibangun

Kuil tampak dari perahu yang kami tumpangi.
Pilar batu besar menandai ciri khas bangunan kekaisaran romawi.
Tampak sphinx yang tak utuh lagi di depan pintu masuk.

Apa kabar anda di hari Minggu? Saya ajak jalan-jalan lagi ya. Setelah puas berfoto di High Plant Dam, bus pun melanjutkan perjalanan. Petugas tur menjelaskan kisah kota Assuan yang kami jejaki saat itu. Ada pula yang menyebutnya Aswan. Itu sama saja. Tentang kota Assuan, saya buat terpisah.

Dewa Isis adalah dewa alam semesta. Itu sebab di atas kepalanya adalah bola dunia.
Tampak beberapa dewa lainnya dengan pilar batu yang bercirikan bunga lotus.

Tak sampai empat puluh menit, bus berhenti di suatu dermaga kecil. Ada banyak rombongan turis juga di situ. Tempat yang kami kunjungi selanjutnya adalah Philae Temple. Letak kuil ini ada di sebuah pulau kecil dan memerlukan perahu menuju ke sana. Rombongan turis berbahasa Jerman dibagi dua kelompok agar perahu aman menuju tujuan.

Sepanjang parkir bus hingga perahu berlabuh, hilir mudik pedagang sovenir menjajakan dagangannya. Kami tidak menggubris hingga berhasil duduk di perahu motor. Perahu bergerak menjauhi dermaga, menuju kuil tujuan. Pemandangan danau ini benar-benar alami dan indah. Letaknya berada di Lake Nasser, antara High Dam dan Old Dam. Di sekitar sini, suku nubian tinggal dengan karakteristik yang sedikit berbeda dari orang Mesir umumnya. Ya, suku nubian berasal dari Ethiopia, yang lebih sering kita kenal sebagai orang Ethiopia.

Kami tiba di Philae Tempel. Tiket masuk sebesar 140EGP dibagikan dari tour guide. Di depan pintu masuk ada papan informasi yang menjelaskan bahwa kuil ini dibangun jaman Mesir lampau yang didedikasikan untuk dewa Isis. Kuil sudah ada sejak jaman Dinasti Taharqa abad 6 atau 7 sebelum masehi. Kemudian pada abad 2 sebelum masehi, Raja Ptolomeus II berusaha menyelesaikan kuil ini, tetapi upayanya belum berakhir juga. Hingga Mesir dikuasai kekaisaran romawi pun, Philae Tempel tak pernah selesai terbangun.

Dewa Isis digambarkan juga sebagai a Bird goddess. Dia juga dipercaya memiliki sayap.
Tiap dindingnya menggambarkan pujian kepada dewa Isis.
Ini adalah lambang bunga lotus.

Dewa Isis adalah ibu dari Horus yang dipercaya menolong saat kematian. Menurut mitologi Yunani lampau, dewa Isis memegang peran penting karena melahirkan dewa Horus. Di kuil ini kisah dewa Isis diperlihatkan lewat simbol-simbol huruf hierogliph yang terukir di dinding utama kuil. Bahkan jaman Ptolomeus II, dewa Isis diyakini sebagai penguasa alam semesta. Kuil ini adalah bukti bagaimana orang dulu begitu mengagungkan dewa Isis, universal goddess.

Saya yang mendengarkan penjelasan petugas tur dalam bahasa Jerman terkagum-kagum bahwa dulu saya senang sekali menonton film-film mitologi Yunani. Ini bukanlah mimpi bahwa akhirnya saya bisa menyambangi kuil ini, meski kini kondisinya pun tak sempurna lagi. Apalagi pada abad 3-4 sesudah masehi, kuil ini ditinggalkan ketika orang-orang masa itu telah mengenal Tuhan. Tak hanya itu, bencana banjir beberapa kali yang melanda pulau terpencil ini sempat mengancam kuil ini meski akhirnya terselamatkan.

Kuil ini pada akhirnya memang tak selesai dibangun. Di sisi kiri kuil, pengunjung akan menemukan Temple of Horus dan Temple of Nakhtenbo. Juga kita bisa melihat Hadrian Gate, yang berciri khas kekaisaran romawi dengan pilar batu kokoh dan menjulang tinggi. Setelah itu, ada dua patung singa seperti sphinx yang tampaknya tak utuh lagi. Figur dewa Isis, Hathor dan Horus terukir di pintu masuk kuil.

Altar.
Tampak tak pernah selesai dibangun.
Pemandangan cantik danau Nasser.

Berbagai huruf hierogliph yang menyatakan pujian untuk dewa Isis tampak jelas di sini. Namun ada hal menarik, di sini ada altar yang dikaitkan keyakinan masyarakat Mesir kuno sesudah Masehi. Ini seperti menandakan mereka adalah jemaat kristen awal sekitar abad 4-5 setelah masehi. Ini menandakan tak ada lagi penyembahan kepada dewa. Bisa jadi ini adalah cikal bakal kristen koptik yang juga menjadi bagian 10% dari warga Mesir yang mayoritas islam.

Di sini juga diperlihatkan bunga lotus sebagai simbol wilayah Mesir atas, yakni wilayah Assuan sekitarnya. Bahkan beberapa pilar batu juga menggambarkan bunga lotus. Jika anda menyimak cerita sebelumnya tentang high dam plant, terdapat monumen persahabatan yang juga dilambangkan sebagai bunga lotus.

Keluar dari kuil, kita bisa melihat pemandangan danau Nasser yang cantik. Ada juga ruang pemujaan, yang letaknya di seberang. Sisi lain adalah toilet dan kios penjulan sovenir.

Di luar tampak ada kursi batu yang berbentuk teater. Entah apa maksudnya. Pengunjung diberi kesempatan berfoto di sekitar kuil selama tiga puluh menit.

Tips dari saya, jika anda hendak ke sini:

  1. Siapkan pakaian casual.
  2. Alas kaki yang nyaman.
  3. Pakai topi atau penutup kepala agar tidak kepanasan.
  4. Pakai kacamata surya jika butuh.
  5. Pakai sunblock jika perlu.
  6. Ikuti petugas tur resmi agar aman dan nyaman selama trip.
  7. Bawa minum.
  8. Siapkan uang receh untuk keperluan toilet.

Selamat jalan-jalan!

Makanan Khas Timur Tengah (8): Chicken Shawarma, Seperti Donner Kebab dari Mesir

Shawarma.

Semula saya dan suami mengira makanan berikut adalah donner kebab. Karena orang yang bekerja di bagian makanan orientalis tampak menyayat daging yang dipanggang seperti seseorang pedagang berjualan donner kebab. Di depannya terdapat roti pita yang sudah dibelah dua dengan bagian tengah berlubang. Ini benar-benar mirip donner.

Tertulis nama makanan tersebut adalah chicken shawarma.

Apa itu?

Karyawan hotel menjajakan shawarma.

Shawarma ini begitu mudah dijumpai di Mesir sebagai street foods. Makanan ini dijajakan dengan harga terjangkau dan populer untuk dicoba bila datang ke Mesir. Saya melihat kedai penjual shawarma penuh oleh pembeli karena makanan praktis dan harganya terjangkau. Untuk menikmatinya ada saus mirip mayonnaise.

Shawarma adalah roti pita khas timur tengah yang dipanggang dengan isian sayur dan daging panggang. Daging panggangnya bisa bervariasi seperti daging kambing, sapi, kalkun hingga daging ayam. Seperti yang berada di hadapan saya adalah chicken shawarma. Katanya chicken shawarma lebih sehat ketimbang shawarma berisi daging kambing, yang lebih berlemak.

Di dalam isian shawarma ada hummus, tahini, acar, sayuran dan irisan ayam kalkun. Rotinya bisa roti pita seperti contoh di atas atau roti naan yang kemudian nantinya digulung. Ini seperti donner di Turki yang ternyata ada keterkaitan sejarah kehadiran dua makanan ini.

Jika disandingkan dengan gyros, berbeda karena saus tzatziki pada gyros.

Tertarik mencobanya?

5 Model Kreasi Tempat Tidur yang Buat Tamu Hotel Senang

Model angsa dan love dari handuk hotel.

Dahulu saat saya masih bekerja di Indonesia, traveling adalah bagian dari pekerjaan saya. Berpindah dari satu hotel ke hotel lain sebagai kebutuhan pekerjaan. Saya abai dengan service room yang menjadi kamar tidur saya menginap. Karena saya biasanya sudah lelah bekerja di luar dan tidak memperhatikan dekorasi kamar sebagai layanan kamar hotel. Menurut saya, kamar hotel sudah bersih, rapi dan wangi sudah cukup.

Itu dulu.

Seiring dengan traveling sebagai liburan saat berpindah ke Jerman, saya tentu ingin sesuatu yang berbeda. Berbeda maksudnya saya menjadi tidak bosan di kamar tidur. Kebayang kan jika liburan, kita ingin mendapat sensasi pengalaman berbeda. Salah satu kreasi yang berbeda adalah tempat tidur.

Saya pernah mengulas, mengapa kebanyakan hotel berwarna putih untuk seprei, selimut dan sarung bantal. Silahkan temukan jawabannya di sini!

Nah, room boy atau zimmermädchen dalam bahasa Jerman tidak hanya bertugas membersihkan kamar tamu hotel saja. Mereka harus ramah dan siap menyediakan berbagai keperluan dan kebutuhan tamu hotel. Satu yang menarik saat saya baru-baru ini berpergian ke Mesir adalah kreasi room boy untuk mendekorasi kamar tidur sehingga tampil cantik.

Kreasi ini sebenarnya berawal dari kreativitas staf pembersih kamar agar tamu hotel merasa nyaman di kamar. Sebenarnya ini adalah handuk hotel dan kadang bantal yang dikreasikan sehingga lucu, unik dan mengesankan buat tamu hotel. Akhirnya saya dan suami pun terkesan atas inisiatif dan kreasi mereka yang berhasil membuat kami senang setelah kami meninggalkan kamar begitu berantakan sebelumnya.

Berikut 5 model kreasi yang saya dokumentasikan sehingga bisa jadi inspirasi anda.

1. Model angsa

Model ini sudah biasa ditempatkan untuk mendekorasi tempat tidur. Biasanya model angsa didapati untuk kamar suami isteri sehingga terkesan romantis. Saya sendiri pernah mendapati model angsa sewaktu saya berlibur dalam rangka bulan madu dulu. Entah mengapa kami mendapatkan sambutan yang indah di atas tempat tidur. Angsa dari handuk hotel plus cokelat dari pihak hotel.

Model angsa ini juga memang memerlukan keterampilan untuk memilin handuk sehingga bisa meliuk menyerupai badan dan kepala angsa.

2. Model orang

Buat saya menggambar orang saja sudah susah, apalagi membuat figur orang dari handuk hotel. Kreativitas ini keren menurut saya. Bahkan suami saya sampai tertawa terpingkal-pingkal manakala dekorasinya adalah figur yang mencerminkan dirinya. Ini dari semua dari handuk besar dan handuk midi yang biasanya untuk tangan. Dibentuk menyerupai figur pria yang sedang santai. Agar lebih mengesankan, ada topi dan kacamata surya milik suami. Ditambah vas bunga diletakkan di sisi figur orang. Keren ya!

Model orang lainnya yang dibuat si room boy adalah menggunakan bantal dan T-Shirt diletakkan di kursi di depan pintu kamar. Untuk kepalanya, ada handuk midi dibentuk menjadi kepala ditambah kacamata surya milik suami. Setelah kamar, kamar mandi dan tempat tidur tertata rapi dan bersih maka dekorasi orang ini diletakkan di kursi yang melengkapi meja tulis kamar. Tampak figur orang sedang duduk, dengan celana tidur suami diletakkan di kursi. Lucu sekali!

3. Model binatang

Jujur saya sendiri terkesan dengan kreativitas si room boy. Dia tidak hanya membuat kamar bersih dan tertata rapi tetapi juga membuat tamu hotel seperti saya jadi berbahagia mendapati kamar rapi dengan hiasan seperti gajah misalnya. Gajah dibentuk dari dua bantal sebagai badan. Sedangkan kepala, belalai dan ekor berasal dari handuk. Agar semakin mengesankan badan gajah, kain dekorasi tempat tidur menutupi bantal. Lucu ya!

Lain lagi bentuk hewan lainnya adalah kera yang bergelantungan di langit kamar. Ya, tiap kamar mendapati handuk besar untuk berjemur di pinggir kolam renang. Dua handuk milik saya dan suami dibentuk seperti kera bergelantungan. Keren sekali!

4. Model bunga

Satu lagi yang menarik adalah bunga berikut tangkainya yang dibuat meliuk. Semua terbuat dari handuk. Supaya meyakinkan itu adalah bunga, ada vas bunga sesungguhnya diletakkan di tengah.

5. Model yang susah dideskripsikan

Terakhir adalah model yang sendiri bingung menyebutnya apa. Apakah ini figur hewan atau bunga? Saya tak paham, tetapi menarik untuk disimak.

Satu lainnya pun demikian, tampak seperti kalajengking atau apa? Namun bentuknya yang unik telah membuat saya terkesan.

So, dari lima model di atas yang saya terangkan, bagaimana pendapat anda?

Mesir (7): High Dam Site Assuan, Begini Cara Mereka Simpan Air

Papan informasi.

Rabu pagi jam 06.30 kami sudah bersiap diri di lobby bawah untuk program perjalanan selanjutnya. Setelah makan pagi di restoran, kami bergegas menuju bus yang membawa kami keliling kota Assuan. Saya pun tak menyadari bahwa kapal kami sudah tiba di Kota Assuan, sepertinya saat kami tidur lelap, kapten kapal mengemudikannya dengan tenang, tanpa terasa ke Assuan. Ya, Assuan dikenal dunia sebagai pasar singgah di benua Afrika.

Pemandangan sekitar dam.

Tiba dalam bus, tour guide menjelaskan program hari ini kepada kami dalam bahasa Jerman. Lalu dia pun banyak cerita tentang Assuan, sementara pak sopir membawa kami ke acara pertama. Cerita tentang kota Assuan, saya buat terpisah. Kami berkunjung ke bendungan air terbesar yang disebut High Dam Site. Dam ini sangat berarti bagi warga Mesir untuk menampung air mengingat jarang sekali hujan datang dan letak sungai nil di Mesir pun bukan di bagian muara. Negara-negara yang dilalui sungai nil, apalagi di muara sudah lebih dulu mendapatkan air, sementara Mesir hanya sisanya saja.

Bendungan.

Atas dasar itu, pemerintah Mesir membangun dam besar sejak Januari tahun 1960 dan selesai dibangun tahun 1971. Dam ini masuk dalam area yang dijaga ketat, mengingat ini adalah sumber air bagi warga Mesir. Untuk masuk ke dalam pun, ada beberapa pos penjagaan yang harus dilalui dilalui. Di pintu utama, tas dan barang bawaan pun harus melewati mesin scanner. Pengunjung yang datang wajib membayar 75 LM Egyptian Pound.

Old Asswan dam.

Dam ini menggantikan Old Asswan Dam. Di dam baru kita bisa berfoto tetapi tidak boleh merekam dengan video. Beberapa petugas militer tampak hilir mudik di sekitar kami. Petugas tur memberikan kami waktu setengah jam untuk foto dan mengeksplorasi.

Monumen persahabatan.

Tempat yang wajib didokumentasikan di sini selain bangunan plant high dam, yakni friendship symbol. Mengapa? Ini adalah monumen yang menandai persahabatan. Sebelum ada dam ini, negara-negara yang dilalui sungai nil memperebutkannya sehingga terjadi konflik. Lewat pembangunan dam ini, orang Mesir tak lagi khawatir kekurangan air.

Setelah berfoto di beberapa tempat yang indah, tiga puluh menit berlalu. Sopir bis segera menyalakan motor untuk segera kami melanjutkan tujuan kami.

Kemana? Nantikan cerita saya selanjutnya!