Mesir (20): Luxor Karnak Temple, Bangunan Termegah Sepanjang Sejarah dengan Arsitektur Menawan

Tiket masuk.
Bangunan begitu megah dan kokoh sejak sebelum masehi sudah berdiri, arsitekturnya
membuat berdecak kagum.
Meski pilar ini sudah terlihat tak sempurna, percayalah saya berpikir bagaimana mereka membuatnya sebelum ada teknologi sebelum masehi.

Tiap dindingnya berukir informasi yang tergerus jaman. Beratnya tiap pilar 70 ton.

Ini bukti peradaban manusia sebelum masehi.
Kompleks temple batu ini membutuhkan 30 masa pemerintahan firaun untuk membangunnya. Wow!

Sabtu pagi yang indah, program acara selanjutnya di Luxor adalah Karnak Temple. Kami semua berangkat dengan mengendarai bus menuju pusat kota Luxor. Lalu bis kami berlanjut ke Karnak Temple yang menjadi incaran wisatawan dunia yang suka sejarah dan arsitektur. Saya yang melihatnya dari kejauhan saja sudah berdecak kagum, apalagi dahulu ketika bangunan ini masih utuh. Jelas bangunan ini menjadi situs warisan dunia karena bangunan semacam aula dan beberapa temple lainnya dibangun dengan megah, indah dan tercatat terbesar di dunia.

Sebagai lokasi wisata dunia, tempat ini sudah lebih baik seperti lokasi tiket masuk, parkir mobil dan penataan sovenir yang tak mengganggu pengunjung. Tiket masuk dibagikan satu per satu di antara kami. Di pintu masuk terdapat informasi petunjuk bahwa karnak temple adalah kompleks beberapa kuil dan ruang pertemuan juga terdapat danau yang indah di sini. Bangunan ini sudah tampak menonjol dari pesisir sungai nil.

Kuil Karnak didedikasikan untuk dewa Amun-Ra, yang kepalanya bertanduk dua seperti lambang Aries dan wajahnya berjenggot panjang. Anda bisa melihat gerbang pintu masuk seperti kepala bertanduk yang berjejer di depan. Itu adalah simbol dewa Amun-Ra. Kuil ini didedikasikan pula untuk dewi Moot (=Mut) isteri dewa Amun-ra. Dari namanya, ini menjadi cikal bakal kata ibu, yakni mother, mutter (dalam bahasa Jerman) karena dewi Mut adalah ibu Khonsu. Dewa Khonsu adalah putera dari dewa Amun-Ra dan dewi Moot, yang berkepala bulan. Ini menjadi lambang di beberapa kuil terdapat keluarga, ayah, ibu dan anak. Itu adalah simbol mereka.

Sebagai bangunan termegah di dunia sepanjang sejarah, tentu memerlukan waktu yang tak sebentar untuk membangunnya. Bayangkan saja konstruksi sudah dimulai sejak kekuasaan King Intef II, kemudian diperluas tahun 1971 Sebelum Masehi pada pemerintahan King Senusret I. Lalu pembangunan berlanjut terus hingga pemerintahan Ptolomeus VIII. Anda bisa membayangan betapa megahnya tempat ini masa itu, Sebelum Masehi.

Kompleks temple terbagi enam untuk penyembahan dewa Amun-ra, dewa Montu, dewi Mut, dewa Khonsu, dewa Opeth dan dewa Ptah. Begitu megahnya bangunan ini hingga membutuhkan 30 Firaun membangunnya. Kemegahannya juga menyedot animo wisatawan dunia sebagai target kunjungan kedua, setelah Piramid Giza di Kairo. Arsitekturnya yang terbuat dari batu kokoh hingga kini tak bisa diselami bagaimana manusia pada jaman itu bisa membangunnya. Begitu pendapat kami mendengarkan penjelasan reiseleiter, pemandu wisata berbahasa Jerman pada kami.

Kemegahan ini tampak dari hypostyle hall yang terdiri atas pilar batu yang kokoh dan tinggi menjulang. Anda perlu tahu bahwa pilar batu ini tertinggi di dunia, tak ada yang menandingi jumlahnya yang juga banyak. Ada 134 pilar batu yang melambangkan tanaman teratai di ujung tiang. Informasi menyebutkan bahwa hall termegah ini mulai dibangun pada pemerintahan King Seti I (1313 – 1292 Sebelum Masehi). Kemudian selesai dibangun oleh putranya sendiri, Ramses II (1292 – 1225 Sebelum Masehi).

Arsitektur menawan lainnya adalah obelisk, yakni tugu batu kokoh dengan muncung pada puncaknya. Obelisk ini berada pada pilar keempat dan kelima. Tinggi obeliks sekitar 28 meter. Wah!

Obeliks setinggi 28 meter di antara beberapa pilar batu.

Temple megah ini didedikasikan untuk dewa Amun-ra, yang menyerupai lambang aries seperti terlihat di muka pintu masuk.
Pilar batu diberi lingkaran menggambarjan dewa Amun-ra, yang punya tanduk dua.

Lebih jelas saya mengambil figur dewa Amun-ra (kiri) dengan dewa Khonsu (putranya).
Lingkaran kuning adalah figur dewa Khonsu. Lingkaran orange adalah figur dewa Monto yang digambarkan juga bertanduk dua, memegang senjata dan sebagai dewa perang. Lingkaran hijau adalah figur dewa Amun-ra.
Figur dewa Khonsu, dengan bulan di atas kepalanya.
Altar batu dalam kapel.
The sacred lake atau danau yang disucikan yang sudah berusia ribuan tahun lalu.

Ketika saya memasuki bangunan kompleks batu megah ini, saya berdecak kagum pada upaya manusia masa itu membuatnya. Ini seperti masa peradaban manusia dimulai, dengan menciptakan simbol-simbol komunikasi terukir di dinding-dinding batu tersebut. Kini sebagian informasi terukir itu sudah tergerus jaman.

Pada bagian tersembunyi dari kompleks ini adalah semacam kapel untuk berdoa. Dahulu ini dianggap tempat yang sakral untuk penobatan. Di tengahnya terdapat altar batu dan tempatnya begitu menjorok ke dalam sehingga sedikit gelap. Simbol di tiap dinding batu kapel kini sudah mulai pudar dan tak tampak lagi.

Bagian akhir dari kompleks ini adalah danau suci atau the sacred lake. Danau ini tampak indah mempesona, di akhir temple. Dengan luas 200 meter dan kedalaman lebih dari 100 meter, danau ini dimulai pembangunannya saat Hatshepsut dan Thutmosis III.

Begitu luasnya kompleks ini dengan pembangunannya yang berlangsung sebelum masehi, membuat saya berdecak kagum. Bagaimana kekuatan manusia saat itu, yang belum merasakan kecanggihan teknologi tentunya. Wajar tempat ini layak dikunjungi jika anda berkunjung ke Mesir.

Mesir, Luxor (19): Peninggalan Kolosal Firaun Amenhotep III yang Tak Utuh Lagi

Tampak depan, patung batu.
Tampak samping.

Ada dokumentasi foto berpigura yang menandai kemegahan tempat ini di masa lalu.

Usai berkunjung ke lembah timur pemakaman raja, perjalanan program kami selanjutnya adalah ke patung raksasa firaun. Destinasi selanjutnya berada di pintu masuk Luxor barat yang telah terlihat dari kaca bis sejak kami memasuki Luxor. Agar rute perjalanan tidak berputar-putar maka tujuan pertama adalah lembah pemakaman barat dan timur. Sebelum kembali ke kapal wisata, tujuan terakhir di hari itu adalah peninggalan kolosal yang terbuat dari batu, biasa disebut The Colossi of Memnon.

Begitu tiba di lokasi yang lapang, bis kami berhenti untuk parkir di situ. Reiseleiter, pemandu wisata dalam bahasa Jerman memberitahukan bahwa kami bisa berfoto selama tiga puluh menit di situ. Tempat ini memang tidak begitu istimewa dibandingkan tempat-tempat sebelumnya. Tak banyak pula yang bisa dikunjungi, sehingga tak banyak foto juga yang bisa diambil. Sebagian besar foto reruntuhan kuil, saya ambil dalam bus, lewat kaca jendela.

The colossi of memnon tidak ada tiket masuk. Di depan lapangan parkir tersedia toko-toko penjual sovenir dan toilet umum. Di seberang jalan tersedia aneka restoran lokal. Ini adalah lapangan luas yang gersang dengan dua patung batu besar seperti firaun yang biasa kami jumpai di tempat-tempat sebelumnya. Semua terbuat dari batu. Kami pun mendekat, turis-turis lain yang bersama kami sudah lebih dulu mendekat dan berfoto.

Menurut informasi pemandu wisata kami, patung ini setinggi sekitar 18 meter. Patung batu ini memang tampak tak utuh karena bencana gempa bumi sempat mengguncang Mesir. Batu-batu itu dikumpulkan lagi dan butuh bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Diperkirakan bangunan kolosal ini telah ada sejak abad 15 Sebelum Masehi. Bencana gempa pun pernah ada sejak sebelum masehi setelah bangunan kolosal ini berdiri megah. Beberapa kali gempa bumi mengguncangkannya hingga luluh lantak. Atas inisiatif beberapa ilmuwan, bangunan kolosal ini tersusun kembali.

Lalu siapakah figur dari patung kolosal tersebut?

Sisa reruntuhan yang terekam selama perjalanan.
Masih tampak berdiri dua figur patung batu yang masih kokoh, sementara lainnya tersisa puing batu saja.
Sudut lain saya berhasil merekam, bukti bahwa tempat ini pernah megah dan kolosal sebagai peradaban sebelum masehi.

Informasi lain menyebutkan patung ini setinggi 13 meter, yang menggambarkan Firaun Amenhotep III. Satu sisi figur firaun tersebut dan figur lain adalah isterinya, Royal Queen Tiye. Firaun Amenhotep pernah berkuasa sekitar abad 14 Sebelum Masehi dari Dinasti ke 18. Peninggalan kolosal ini didedikasikan untuk firaun Amenhotep sebagai kuil penyembahan.

Dua patung kolosal ini adalah pintu masuk menuju kuil yang didedikasikan untuk firaun ini. Sayangnya kuil yang begitu megah dan menandingi kemegahan kuil-kuil lainnya, luluh lantak akibat bencana alam seperti gempa bumi dan banjir pula. Contohnya abad 18 kuil ini mengalami banjir yang tinggi dan menenggelamkan sebagian wilayah ini. Hal ini ditunjukkan dalam dokumentasi foto di pinggir area kuil.

Area kuil yang luas tak mungkin kami jangkau lagi. Selain suhu yang panas dan tak bersahabat, area kuil ini masih dalam penyelidikan para ilmuwan. Di area sekitar kuil tampak diselingi sawah. Di sisi area ada pigura berfoto yang mendokumentasikan kuil ini di abad 18 sesudah masehi.

Kami hanya berfoto sejenak, tak lebih. Pedagang asongan tampak gigih menawarkan sovenir ke kami. Hampir semua di antara kami menolak halus tawaran mereka. Kami tetap sibuk berfoto atau kembali duduk di dalam bis. Selesai berfoto, kami segera ingin mencari tempat sejuk untuk menangkal teriknya matahari sebelum jam makan siang tiba.

Mesir (17): Luxor Valley of the Kings, Lembah Pemakaman Para Firaun yang Tersembunyi

Pintu masuk. Tampak belakang seperti piramid, yang dahulu memang bentuknya mengerucut seperi piramid di Kairo.
Ini adalah lokasi valley of Kings sebelah timur.
Mereka masih terus bekerja menggali dan menyelidiki lokasi baru.
Pengunjung wajib naik kereta ini dari dan ke lokasi parkiran.
Lokasi berbatu dan tebing curam perlu diperhatikan alas kaki yang nyaman jika anda ingin berkunjung ke sini.

Bis kami melaju lagi usai berkunjung ke Dheir el-Bahari, yang sama-sama pernah dijadikan lokasi bersemayamnya firaun yang sudah wafat. Di tempat sebelumnya bak istana padang pasir, kami bisa menjelajahi tempat bersemayam makam Hatshepsut, firaun perempuan yang tangguh dan dikenal membawa Mesir pada kemajuan. Lokasi ini disebut pemakaman lembah barat karena kondisinya yang elit dan lebih populer dikunjungi turis. Sedangkan lokasi selanjutnya lebih pada kubur batu tersembunyi para firaun yang terbentuk selama ribuan tahun lalu. Lokasinya disebut sebagai pemakaman lembah timur, yang tampak dipenuhi lubang batu dan tebing pasir yang gersang. Namun lokasi ini memiliki harta karun sejarah yang tak ternilai. Tahun 1922 lokasi ini dibuka untuk umum sebagai awal pariwisata dan cikal bakal sejarah yang ingin diketahui publik dunia.

Siapa yang tak kenal para tokoh firaun yang dipelajari dalam sejarah di sekolah. Lokasi yang kami datangi menunjukkan bukti peradaban manusia sebelum masehi yang mengesankan. Mereka adalah firaun yang membangun kubur batu dengan hiasan kebesaran dan harta karun di dalamnya. Di sini masih terus dilakukan penggalian dan penyelidikan tentang kemungkinan para penguasa berabad-abad sebelumnya sehingga kami sebagai turis tidak mungkin menjangkau semua lubang kubur yang tersedia.

Tiket masuk dibagikan kepada tiap orang diantara kami. Suhu yang sama teriknya di lokasi pemakaman lembah barat, membuat kami berhenti sejenak sambil mendengarkan pemandu berbahasa Jerman menjelaskannya. Sesuai tiket masuk, pengunjung hanya boleh mengunjungi tiga lokasi kuburan dari sekian lubang kubur batu para firaun. Di sini mungkin kita bisa menemukan raja dan ratu abad sekian yang pernah memerintah. Namun sesuai aturan, 3 lokasi lubang batu sudah cukup membuka mata kami bagaimana mereka menyimpan raga para penguasa agar tampil mempesona.

Lembah pemakaman ini diperkirakan ada sejak abad 15 Sebelum Masehi. Sekitar 63 lubang batu, dengan lubang gua yang ditandai bisa dikunjungi atau tidak. Hanya 15 lokasi lubang batu yang bisa dikunjungi. Dari papan informasi memang belum semua makam sudah dikenali, hanya para tokoh elit yang sudah diberi informasi. Juga informasi pemandu membantu lubang batu mana yang menarik dan layak dikunjungi. Lubang batu kubur ini seperti berhiaskan teks dan gambar religius yang mengingatkan kita pada Sang Pencipta. Masing-masing gua batu dituliskan nomor, nama dan dijaga petugas yang mengontrol turis yang masuk. Sementara di luar, kita masih melihat pekerja hilir mudik menggali dan bekerja di lokasi.

Di lokasi pemakaman lembah timur, ada yang mengatakan layak untuk datang ke kubur Thutmose I, sebagai firaun pertama yang dikubur di sini. Selanjutnya kita bisa melihat kubur penguasa Thutmose III dan seterusnya. Ada juga yang tertarik pada Ramses yang selalu dibuatkan film-film jika kita menyimaknya dalam dunia hiburan. Firaun yang terkenal dan layak dikunjungi juga seperti Tutankhamun, Seti I dan Ramses II. Untuk masuk ke makan Tutankhamun, kita perlu bayar ekstra lagi. Informasi lain menyebutkan lubang makamnya saja sama saja, orang hanya kagum pada figur firaun tersebut saja.

Tiap lokasi gua batu yang boleh dikunjungi tersedia papan informasi seperti ini. Sisanya banyak yang belum dikenali.
Papan informasi depan lubang batu.

Atau seperti ini, papan informasi di depan gua.

Ada hiasan dinding tak berwarna dan penuh arti seperti ini.

Ada yang sudah berhias penuh warna.

Di gua batu tampak dindingnya masih kokoh dan berhias penuh makna, sementara makamnya lurus ke bawah.
Tampak di tengah adalah batu sarkofagus, meletakkan mumi.

Ada gua batu berisi kamar-kamar milik keluarga penguasa yang ikut dimakamkan. Ada juga dulu tempat menyimpan harta karun keluarga.

Setiap dinding gua sarat makna yang tak boleh disentuh oleh pengunjung.
Pengunjung akan mendapati lorong berhias seperti ini dari pintu masuk hingga ke tengah, yang berisi batu makam.

Kami mengikuti arahan pemandu tur saja. Kami berkunjung ke lubang batu milik firaun Ramses IV, Ramses IX dan Seti II. Sewaktu berada di makam Ramses IX, saya sama sekali tak ambil gambar karena ada himbaun larangan ambil foto. Rupanya pengunjung bisa berfoto, hanya tidak boleh merekam, buat video tujuan komersial. Lubang gua berikutnya, saya pun mendokumentasikan bagian dalam kubur para firaun tersebut.

Di tiap lubang gua, kita bisa melihat denah kamar bagaimana mereka menyimpan penguasa dan keluarganya ketika wafat. Lalu ada lubang gua yang sudah lengkap informasi bertuliskan bahasa Inggris dan bahasa Arab tentang firaun yang mana, biografi hingga bagaimana penemuan makamnya. Lalu di beberapa lokasi lubang gua juga tampak antrian dimana kita tak bisa berlama-lama di dalam karena pengunjung harus memberi kesempatan yang lain juga.

Pada dasarnya lubang batu yang jadi kubur para firaun ini sama. Hal yang membedakan adalah grafis yang menghiasi dinding kubur, yang sarat makna menurut para sejarahwan dan arkeolog. Ada grafis hierogliph dengan warna-warni yang indah, namun ada juga yang tampak hanya ukiran tanpa warna. Pengunjung juga sudah tidak bisa melihat mumi, hanya batu sarkofagus yang menjadi peninggalan bagaimana dulu para firaun dan keluarganya dimakamkan. Pengunjung seperti saya menjadi paham bagaimana para penguasa dahulu menjalani kehidupan selanjutnya ke alam baka.

Tips dari saya

  1. Datanglah bersama program tur resmi yang dipandu dengan pemandu yang mumpuni dan bisa berbahasa asing seperti yang anda inginkan. Tiket masuk 200EGP.
  2. Jalan yang curam, berbatu dan berdebu tentu pilihan alas kaki pun sebaiknya yang nyaman sekali. Saya lebih memilih sepatu tertutup.
  3. Bawa minum. Jika ingin beli air minum di sana, siapkan uang receh sekitar 2€ untuk air minum.
  4. Pakai penutup kepala. Lokasi yang panas dan berdebu tentu paling nyaman memakai penutup kepala.
  5. Pakai kacamata surya.
  6. Dilarang merokok.
  7. Dilarang menyentuh atau memegang dinding yang dikunjungi.
  8. Tak usah bawa banyak barang, apalagi tas besar karena kita akan melalui pemeriksaan yang ketat.
  9. Jika anda ingin dokumentasi video, tanyakan petugas di pintu masuk sebelum anda ditegur petugas secara ilegal.
  10. Tolak dengan sopan berbagai jasa yang ditawarkan oleh orang lokal agar menimbulkan rasa nyaman.
  11. Ikuti panduan dan petunjuk pemandu tur, karena ada area yang dilarang untuk turis.
  12. Siapkan uang receh jika ingin pergi ke toilet.

Mesir (16): Roti yang Wajib Anda Tahu

Roti yang biasa dijajakan tampak di Kairo.

Sepertinya ini roti pita, bisa dibelah di tengah atau dinikmati langsung juga bisa.

Dimana pun anda berada, makanan pokok adalah makanan yang menjadi kebiasaan untuk disantap dalam keseharian. Di Indonesia misalnya makanan pokok adalah nasi. Ada saja orang yang mengaku belum makan jika dia belum mengunyah nasi. Padahal dia sudah menghabiskan roti dan salad kentang. Makanan pokok seolah-olah menjadi wajib hukumnya karena hal itu menjadi utama dalam kebiasaan makan sehari-hari.

Kembali ke negara Mesir yang masih saya ulas, kira-kira apa ya makanan pokok di sana?

Selain nasi, orang Mesir juga menjadikan roti sebagai makanan pokok. Itu sebab roti selalu disajikan di etalase makanan. Konon roti sudah menjadi catatan sejarah sebagai kuliner tertua di dunia. Bahkan kehidupan masyarakat Mesir sebelum masehi sudah mengetahui bagaimana membuat roti sebagai menjadi makanan pokok. Roti itu simbol kehidupan, menurut masyarakat Mesir.

Sebagai simbol kehidupan, orang Mesir menyebut kehidupan sebagai ‘Aish‘ sehingga mereka memiliki roti yang sejak lama disebut Aish Baladi. Aish ini bukan lafal kosakata bahasa Arab untuk roti. Aish baladi menjadi makanan sehari-hari yang bisa dinikmati kapan saja, siapa saja dan dengan makanan pendamping yang sesuai selera. Bahkan hanya makan aish baladi saja sudah cukup mengenyangkan karena ini terbuat dari gandum yang dipanggang. Roti jenis ini mudah ditemukan dan dijajakan di toko roti atau warung makan.

Saya menemukan beberapa varian roti tetapi sayangnya tak ada informasi nama roti-roti tersebut. Roti pita misalnya yang pernah saya ulas sebelumnya di kuliner chicken shawarma. Ini seperti donner, dengan roti pita yang dibelah di tengah kemudian isian daging disisipkan ke dalam. Roti pita ini termasuk flatbread.

Ini saya tidak tahu apa namanya.

Ini juga apa namanya ya?

Ini yang saya suka, tetapi saya tidak tahu namanya.

Flatbread seperti kebanyakan makanan Timur Tengah maka roti bisa dinikmati layaknya tortilla. Anda tinggal menggulung daging dan sayur sebelum masuk dalam mulut. Selain shawarma, roti pita juga disajikan untuk hawawashi.

Jenis roti lainnya, saya tidak tahu namanya. Hanya saja roti ini menjadi pilihan untuk dinikmati sebagai makanan pokok selain nasi.

Saya sendiri paling suka mengunyah flatbread mereka yang diberi sedikit rempah. Rasa roti ini gurih dan teksturnya renyah. Sampai saya selesai liburan, saya lupa bertanya apa nama roti tersebut.

Apakah anda suka mengkonsumsi roti juga bila tak ada roti atau kentang?

Mesir (15): Luxor Dheir el-Bahari, Pernah Jadi Kompleks Pemakaman Firaun Hingga Situs Biara Kristen Awal

Tampak depan.
Patung Sphinx.
Tangga untuk naik ke lantai paling atas.
Tampak ada dua lantai.

Naik kereta ini dari pintu masuk hingga ke temple.

Hari Jumat tiba program acara di pagi hari adalah pergi ke salah satu temple di sekitar Luxor. Semua bergegas sarapan pagi dan segera meninggalkan kapal. Bis kami menuju luxor yang memiliki kekayaan sejarah di masa lalu. Salah satunya temple yang kami kunjungi ini sudah ada sejak abad 15 sebelum masehi. Bahkan temple ini pun semakin diperluas saat Firaun Hathepsut berkuasa. Di sini anda akan melihat ruang untuk firaun tersebut yang dimakamkan di sini. Kini kamar tersebut sudah kosong tentunya.

Begitu tiba, karcis masuk dibagikan pada kami satu per satu. Saat kami datang, suhu udara benar-benar terik sekali. Jika anda ke sini, anda perlu penutup kepala, kacamata surya dan pakaian casual. Lokasinya juga tampak gersang sehingga anda perlu juga bawa air minum. Dari pintu masuk, anda bisa berjalan kaki tetapi kami semua memilih naik kereta yang disediakan.

Nama temple di tiket masuk tertulis “El Deir Al Bahari Temple” yang bisa diterjemahkan menjadi biara yang terletak di utara. Setelah hadir jemaat kristen awal di tanah Mesir, temple ini sempat menjadi monastery. Namun dahulu temple ini menjadi kompleks pemakaman firaun yang dibangun berabad-abad silam sebagai bukti kejayaan Mesir sebelum masehi. Pada abad 19 mulailah dilakukan penyelidikan sejarah keberadaan mumi dan bangunan yang megah ini di lembah sungai nil.

Hingga kini penyeledikan tiap sudut kamar dan dinding yang menghiasi temple ini tak pernah selesai. Itu sebab kita melihat ada rumah pasir yang dibangun mirip sebagai kediaman para ilmuwan dan arkeologi. Bangunan megah ini masih menjadi misteri peradaban manusia berabad-abad silam.

Salah satu area di temple ini juga disebut sebagai tempat yang disucikan. Orang Mesir menyebut tempat tersebut sebagai Djeser-Djeseru yang berarti ‘Mahakudus’ dan pembangunannya memakan waktu bertahun-tahun lamanya. Bahkan ruangan ini pun memiliki arsitektur yang menawan. Konon arsitek ruangan ini adalah kekasih Hatshepsut. Lokasinya berada di lantai atas. Hatshepsut disebut sebagai wanita paling tangguh di Mesir. Pada jaman kejayaan firaun ini, Mesir banyak mengalami kemajuan.

Jika anda datang ke sini, ada tiga tingkat bangunan yang bisa diamati. Lantai paling bawah, tidak banyak yang bisa diamati. Tingkat pertama pengunjung bisa melihat kamar Hathor dan Annubis. Sedangkan di tingkat dua terdapat ruang untuk Ptolomeus dan Amun-re.

Jika anda datang ke sini, anda akan lihat bangunan yang masih megah padahal dibangun sebelum masehi.

Dewa Anubis.

Sepertinya dewa Set, dewa tertua di Mesir.

Lebih dekat dengan simbol dewa.

Ada yang masih utuh dan tidak utuh lagi.

Ruangan dalam, salah satunya.

Pemandangan dari atas ke bawah.

Rumah arkeolog dan ilmuwan sekitarnya.

Suhu yang terik meski saat itu kami datang jam 8 pagi, telah membuat kami tak betah berlama-lama di situ. Kami beranjak pergi. Tour guide membiarkan kami mengeksplor dan berfoto-foto selama empat puluh menit. Aura mistis dan suhu udara yang tak bersahabat membuat saya segera ingin ke bis yang punya pendingin.

Lokasi wisata ini wajib dikunjungi karena pemandangan yang indah di lembah sungai nil. Jika anda suka sejarah maka lokasi ini juga menjadi cikal bakal cerita dewa Mesir, mumi dan peradaban manusia di masa lalu yang tak selesai diselediki.

Saran dari saya

  1. Jika ada orang yang menawarkan bantuan berfoto atau jasa tour guide sebaiknya anda menolak dengan sopan.
  2. Agar nyaman datang ke sini, sebaiknya anda datang pagi hari atau menginaplah di sekitar Luxor agar bisa datang pagi hari.
  3. Bawa air minum.
  4. Siapkan uang receh jika anda ingin ke toilet.
  5. Jika anda ingin beli sovenir, tawarlah harga tersebut.
  6. Gunakan pakaian casual dan alas kaki yang nyaman.
  7. Pakai penutup kepala dan kacamata surya.
  8. Terakhir, ikuti petunjuk tour guide agar anda tetap aman.

Bagaimana menurut anda?

Cara Unik Orang Cari Uang (2): Jual Sovenir di Sungai Nil

Uang bukan segalanya tetapi segalanya butuh uang. Itu sebab ada banyak cara dilakukan agar bisa menghasilkan uang, sepanjang uang itu halal dan tidak mengambil hak orang lain. Saya pikir perlu ada kreativitas atau kenekatan untuk bekerja mendapatkan uang. Seperti hal berikut yang saya temukan di Mesir, dimana mereka berusaha mendapatkan uang dengan menjual sovenir.

Baca juga: https://liwunfamily.com/2018/06/12/cara-unik-orang-cari-uang-1/

Penjual sovenir menawarkan dagangan ke penumpang kapal.

Pedagang sovenir berdialog ke kapten dan anak buah kapal agar mereka bisa mendekatkan perahu mereka.

Selama kami mengikuti tur di kapal wisata menyusuri sungai nil, ada hal menarik tentang upaya orang mencari uang. Pada dasarnya mereka tahu bahwa penumpang kapal pesiar yang menyusuri sungai nil adalah para wisatawan dari luar Mesir. Tentu ini menjadi kesempatan ladang uang untuk menjual sovenir.

Sesungguhnya kita sebagai turis biasa membeli sovenir di toko sovenir. Bahkan di kapal pesiar yang kami tumpangi pun tersedia toko sovenir dimana kami bisa dengan mudah membelinya.

Namun berbeda dengan cara unik yang dilakukan oleh mereka yang nekat menjajakannya dengan menyandarkan perahu kecil mereka ke kapal kami. Cara nekat ini mungkin tidak bisa dilakukan semua orang, terutama mereka yang tak bisa berenang. Untuk menarik simpati penumpang kapal awalnya mereka berteriak menyapa atau bernyanyi. Ketika para penumpang menepi dan melihat ke bawah, asal suara maka mulailah mereka menawarkan barang dagangan mereka.

Mula-mula mereka menyebut harga dalam Euro, padahal penumpang ada juga orang Inggris yang menggunakan pound sebagai mata uang. Jika terjadi kesepakatan harga, dalam teriakan tentunya dan bahasa Inggris seadanya, maka barang sovenir yang dimaksudkan dilemparkan ke atas, dalam kapal. Setelah penumpang sebagai pembeli sovenir mengecek barang yang dimaksud maka uang disisipkan dalam barang lain. Lalu uang yang disisipkan dalam barang kembali dilempar ke bawah, dalam perahu.

Atraksi jual beli sovenir yang menarik tersebut tentu saja terbilang nekat dan tak wajar. Di satu sisi, penumpang iba dengan upaya mereka mencari uang, mulai memuji penumpang hingga menyanyi. Namun di sisi lain, bisa saja hal ini menjadi tak nyaman dan aman. Bagi penumpang kapal wisata yang tak membeli jelas, ini sangat mengganggu. Bahkan ada kejadian dimana barang yang dikirim tak tepat sasaran sehingga menimbulkan kerugian bagi mereka si penjual sovenir.

Kerugian itu belum seberapa dari pertaruhan keselematan mereka di deras arusnya sungai nil. Ada kejadian dimana mereka yang nekat menjual sovenir dengan cara ini harus berhadapan dengan kapten atau anak buah kapal yang tak setuju dengan cara mereka menggelendot di sisi kapal. Begitulah!

Persaingan menjual sovenir di Mesir pun terbilang tinggi. Cara lain, yang tidak saya dokumentasikan adalah pengemudi perahu layar penyeberangan menawarkan dan menjual sovenir pada kami selama perjalanan, sebelum kami tiba di kapal pesiar. Ada juga sebagian dari kelompok turis dari kami membelinya.

Baca juga https://liwunfamily.com/2019/10/23/mesir-15-3-sovenir-wajib-buat-turis/

Nah, itu tadi pengalaman mencari uang dengan cara unik nan nekat.

Apakah Egyptian Pancake Sama dengan Pancake Lain?

Pancake dari Mesir.

Salah satu pancake asal Eropa.

Bahkan pancake bisa dibuat sup juga loh.

Mengenali kuliner yang beragam dari seluruh dunia memang menarik. Tidak sekedar mencoba, saya pun kadang mendapati adanya persamaan dan perbedaan mulai dari bentuk, rasa hingga penyajian. Meski saya bukan orang yang ahli dalam kuliner, tetapi sebagai orang yang suka bertualang rasa maka mencicipi, mencari resepnya dan mengulasnya bisa menjadi kepuasan tersendiri. Siapa tahu pembaca di sini terinspirasi membuatnya?

Sarapan pagi selama di Mesir memiliki variasi yang beragam, ada nasi, roti hingga kue-kue. Semua bisa anda pilih sesuai selera anda.

Kemudian mata saya tertuju pada egpytian pancake yang tertera di meja etalase. Apa itu?

Pancake dari Mesir bisa dikatakan renyah dan garing. Jika anda mencicipi, anda pasti terkejut bahwa pancake asal Mesir ini rasanya agak mirip dengan croissant yakni roti asal Prancis.

Melalui sejarah yang panjang bahwa egyptian pancake ini pernah menjadi sesajen persembahan bagi para dewa jaman dahulu kala. Ketika orang Mesir telah mengenal Tuhan, hidangan istimewa ini menjadi konsumsi siapa saja. Karena pembuatannya yang mudah dan rasa yang istimewa, egyptian pancake menyebar hingga ke benua biru saat terjadi migrasi.

Perkara benar atau tidak cerita saya maka anda bisa mencoba sendiri saat datang ke Mesir.

Sedangkan italian pancake sudah sering saya kupas. Apalagi jika bukan crepes yang juga mudah dibuat.

Sebenarnya italian pancake juga diakui sebagai makanan tradisional beberapa negara Eropa. Contohnya Jerman yang mengenal pancake sebagai pfannkuchen. Rasa dan bentuknya pun sama. Ini hanya terdiri tepung, telur dan air saja. Untuk isian, anda bisa sesuaikan dengan selera dan kebutuhan.

Bahkan italian pancake juga merambah ke area bisnis yang menjadi street foods di sebagian negara. Di Jakarta misalnya kini anda bisa melihat kuliner pancake berbagai dunia. Menurut saya pancake punya persamaan, sama-sama dibuat flat dan rasa yang manis dinikmati.

Pancake nusantara adalah serabi. Dibuat dengan flat dan rasa yang manis sudah terasa istimewa.

Mesir (15): 3 Sovenir Wajib Buat Turis

Parfum dan botol parfum dari Mesir.

Berburu sovenir bisa jadi agenda anda saat traveling. Ada turis yang menyisipkan anggaran untuk membeli sovenir, tetapi ada juga yang sama sekali tak tergiur membeli sovenir. Ada turis yang membeli sovenir untuk keperluan sendiri, semacam koleksi dan dekorasi pribadi, namun ada juga yang membeli sovenir untuk orang lain. Jadi pembelian sovenir bisa bermacam-macam sesuai kebutuhan dan tujuan.

Tiap negara yang jadi tujuan wisata juga punya keunikan sebagai oleh-oleh yang bisa dibawa pulang. Misalnya, cokelat bisa jadi identik sebagai sovenir yang wajib dibawa pulang bila berkunjung ke benua biru. Lebih spesifik lagi misalnya saat saya pergi ke Seoul, Korea Selatan. Dimana kami sebagai kelompok turis diagendakan berkunjung ke pabrik gingseng. Kunjungan ke pabrik gingseng setelah saya selesai trip ke DMZ perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara.

Nah, bagaimana dengan Mesir? Berikut saya kasih 3 contekan sovenir yang diagendakan oleh agen tur kami selama di Mesir.

1. Papirus

Papirus terindah yang pernah saya lihat dan penuh makna.

Batang tanaman air untuk menjadi papirus.

Pusat industri papirus di Luxor.

Seni menulis atau melukis di atas media papirus memang menjadi keahlian bangsa Mesir sejak dulu kala. Sejarah telah mencatat bahwa bangsa Mesir telah mengenal komunikasi tertulis (hierogliph) sebagai bukti peradaban yang lebih maju.

Papirus sebenarnya lebih pada tanaman yang tumbuh di perairan. Dengan sedikit olahan dan teknik maka papirus bisa menjadi media untuk mendokumentasikan informasi, semacam kertas yang kita kenal seperti sekarang. Papirus juga bisa digunakan seperti kanvas yang menjadi karya yang indah.

Kami datang ke pabrik papirus yang asli, original dan memang layak untuk dibawa pulang. Letak pabrik sekaligus penjualannya ada di Luxor. Pertama kami datang langsung diberi demontrasi bagaimana membuat papirus mulai dari tanaman hingga menjadi media kertas atau kanvas. Kami juga diperlihatkan perbedaan papirus asli atau palsu. Kemudian berbagai papirus silahkan dibeli sesuai minat anda. Tetapi memang perlu dipertimbangkan harganya karena semakin sukar dibuat, tentu harganya pun semakin mahal.

Untuk pembayaran, pembeli bisa menggunakan electronic card. Jika tak membawa uang, kita juga bisa membayar saat nanti di kapal pesiar. Sedangkan pengemasan papirus benar-benar bagus sehingga tak menyulitkan saat dibawa pulang.

2. Batu granit

Batu granit murni, belum diolah.

Pusat kerajinan batu granit di Luxor.

Tampak pekerja batu granit olahan yang sangat ramah dan menghibur.

Contohnya yang dijual.

Sovenir kedua adalah saat kami berada di Luxor. Jika anda bisa menyimak cerita traveling saya, anda akan tahu bahwa kota Luxor itu kaya akan batu granit.

Kami mampir di pusat industri batu granit yang menyerap banyak tenaga kerja. Di sini kami bisa melihat olahan batu granit yang memang punya keunikan dan kekuatan tersendiri. Batu granit bisa dibentuk bermacam bentuk mulai dari perlengkapan rumah tangga hingga dekorasi rumah. Semua tergantung selera dan kocek anda.

Sebagai turis, kita perlu tahu mana batu granit asli dan bukan (=tiruan). Oleh karena itu, turis perlu datang ke tempat yang tepat.

3. Parfum

Sovenir terakhir adalah parfum. Sebagaimana cerita saya sebelumnya soal kota Assuan atau Aswan bahwa kota ini menjadi pusat parfum dunia. Tak heran jika anda berkunjung ke Mesir maka anda wajib membelinya. Assuan telah menjadi pasar utama parfum dunia sejak ribuan tahun. Di pusat industri parfum, anda akan menjumpai aneka wewangian ternama yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan alami, yang berasal dari Assuan atau Aswan.

Rupanya Assuan atau Aswan menghasilkan tumbuh-tumbuhan tidak hanya sebagai parfum saja, melainkan aromatherapi hingga essential oil untuk penyembuhan seperti minyak kayu putih misalnya. Orang Mesir percaya bahwa aroma bisa membantu penyembuhan semisal anda merasa tidak enak badan, flu dan kedinginan maka bisa menghirup aroma mint beberapa tetes di dalam air.

Bahkan parfum yang semula bukan disemprotkan, tetapi cukup diberi di beberapa titik tubuh membuat awet wanginya. Dan Mesir adalah negeri pertama pembuat botol parfum yang memang menurut saya, tak banyak yang tahu bagaimana memakai parfum sesungguhnya.

Soal harga, saya yakin bahwa anda tahu bahwa parfum itu memang berharga fantatis. Tetapi parfum di sini asli, tanpa campuran dan memang layak dimiliki.

So, anda sendiri ingin sovenir apa dari Mesir?

3 Olahan Mangga Asal Masakan Thailand, India dan Mesir

Buah mangga selama ini dikenal di Indonesia sebagai buah favorit untuk dibuat rujak. Rujak bisa dikatakan semacam salad buah yang bersaus kacang dengan rasa manis dan pedas. Selain rujak, mangga bisa dikonsumsi langsung karena rasanya yang manis dan enak. Tak hanya itu, ada juga mangga yang dijadikan campuran sambal sehingga disebut sambal mangga.

Dibalik cerita pemanfaatan mangga, anda juga bisa mendapati mangga yang digunakan untuk konsumsi lainnya berdasarkan pengalaman saya saat traveling. Dengan begitu, anda jadi tahu kreasi makanan yang dibuat dari mangga.

1. Pudding mangga, Mesir

Saya bahas pertama pudding mangga terlebih dulu. Ini saya dapatkan saat di Mesir yang ditempatkan sebagai makanan pencuci mulut. Saya menyebutnya pudding tetapi sebenarnya isiannya adalah kunafa yang dipanggang renyah dengan topping buah mangga dan krim kue. Barangkali saat saya datang sedang musim buah mangga atau mangga sebagai alternatif dekorasi.

Menurut Husein, pramusaji kami selama di kapal bahwa orang Mesir suka mengkonsumi mangga di rumah. Bisa jadi mereka memiliki pohon mangga yang memang tumbuh di area tropis karena saya sungguh belum menemukan pohon mangga di Jerman.

Untuk membuat dessert ini, anda cukup memiliki kunafa, mentega, gula, krim kental, mangga dipotong dadu dan sirup gula. Rasa kudapan mangga ini boleh dibilang manis alami dan tidak berlemak. Biasanya kudapan ini juga menjadi pilihan sajian saat bulan Ramadhan tiba.

2. Tumis saus mangga, Thailand

Kreasi kedua soal mangga adalah tumis saus mangga asal Thailand. Thailand menjadikan mangga sebagai campuran tumisan dalam masakan mereka. Saya kerap mendapati menu saus mangga saat menyambangi restoran yang menjajakan masakan Thailand. Seperti yang anda lihat, saya memesan tumis daging sapi saus mangga yang dikemas untuk dimakan di rumah.

Untuk sajian ini, saya bertanya sama teman saya orang Thailand langsung yang juga bekerja sebagai Küchenhilfe di sini. Dia pun terbiasa membuat saus mangga untuk dicampurkan dalam masakan. Caranya pun mudah.

Begini membuat saus mangga, masukkan jahe cincang, cabai, bawang putih, garam, rempah asal Thailand dan sedikit tomat. Hancurkan dan haluskan sehingga menjadi pasta yang indah dan enak. Selanjutnya anda tinggal menumis sayuran bersama potongan daging yang dikehendaki. Masukkan pasta mangga sebagai pelengkap rasa. Mudah ya!

3. Kari saus mangga, India

Kreasi makanan aroma mangga terakhir adalah makanan asal India. Anda pasti mengenal bahwa masakan India selalu beraroma kari. Kebetulan saya memesan kari ayam saus mangga di restoran India. Karena rasanya yang enak, saya cari resepnya di internet dan mungkin bisa dicoba di rumah.

Tumis pasta tomat, mangga yang dihaluskan dan tika masala. Tambahkan bawang putih, kunyit dan jinten. Kemudian masukkan santan sedikit, yoghurt plain dan krim. Aduk hingga masak. Tambahkan pada potongan daging ayam yang sudah matang dan dibumbui terlebih dulu.

Baca juga: Makasan India yang enak dengan olahan pisang dan daging kambing di link ini!

Nah, dari tiga kreasi masakan di atas maka silahkan dipilih yang bisa dicoba di rumah!

Mesir (13): 2 Sup Menyehatkan Berikut Wajib Dicoba Loh

Sup adalah salah satu makanan favorit saya bila musim dingin tiba. Aneka sup musim dingin pernah saya ulas sebelumnya di artikel, INSPIRASI SUP MUSIM DINGIN. Sup yang hangat berisi bahan-bahan menyehatkan tentu membantu tubuh tetap terlindungi dari serangan sakit kala orang yang dilahirkan di wilayah tropis seperti saya harus beradaptasi. Sup dalam porsi kecil sudah membuat saya kenyang menikmatinya.

Pengalaman menikmati sup kala traveling misalnya saat saya berada di Budapest. Lucunya saya menikmati sup dari Thailand yang ternyata enak sekali. Karena saya sudah merasa kerap mencicipi goulasch suppe yang original di Hungaria sehingga saya ingin rasa sup berbeda.

Kali ini saya bagikan dua sup saat saya traveling di Mesir.

1. Sup Ozro dan sayur

Pertama, anda pasti bertanya, apa itu Orzo? Saya yang tak familiar dengan masakan Timur Tengah tentu takjub dengan penampakan orzo yang mirip nasi bentuknya. Orzo memang sejenis pasta yang bentuknya seperti beras. Namun soal rasa, orzo berbeda dengan nasi. Rupanya orzo terbuat dari gandum yang bisa disajikan dalam sup atau salad.

Orzo ini konon lebih menyehatkan karena rendah lemak dan kandungan proteinnya dua kali lipat.

Untuk membuat sup seperti di atas, ozro bisa disajikan dengan wortel, seledri bahkan bayam. Tak perlu waktu lama memasak sup ozro, ketika sayur sup sudah matang maka masukkan ozro. Tambahkan kaldu sayur, sedikit perasan lemon, garam dan merica. Tunggu beberapa saat hingga ozro siap dihidangkan.

2. Chard and Lentil soup

Sup kedua yang menyehatkan berasal dari kacang lentil. Ini seperti sup kacang-kacangan yang menyehatkan. Untuk membuatnya pun mudah.

Pertama, anda memasakkan kacang lentil dalam panci terlebih dulu. Beri kaldu ayam dan masak hingga berbuih. Anda bisa menambahkan kentang jika suka. Jika air menyusut dan sudah berwarna kecokelatan, anda bisa menambahkan ketumbar, minyak zaitun, garam, bawang putih bubuk dan sedikit perasan lemon.

Kacang lentil atau kacang berwarna kemerahan ini banyak mengandung zat besi yang cocok untuk bayi dan ibu hamil. Selain itu, kacang lentil itu sumber protein yang baik, mampu melindungi kesehatan pencernaan dan menjaga kesehatan tubuh.

Kacang lentil banyak dikonsumsi di Asia, seperti misalnya makanan di India. Siapa yang tak kenal makanan tradisional Dal Makhani dari India? Atau gorengan Samosa yang juga cocok untuk para vegetaris dan vegan.

Apakah anda tertarik mencoba sup di atas?