Mengamati Orang Korea Selatan

Ini masih soal jalan-jalan ke Korea, yang sekarang memang sedang booming budaya K-Pop yang tidak hanya melanda Indonesia saja loh. Saya punya teman baik, WNA USA yang jadi guru di Thailand bilang kalau banyak murid-muridnya menggandrungi gaya K-Pop. Lantas sewaktu saya bagikan cerita kunjungan dan foto-foto di Korea maka dia jadikan itu semacam bahan diskusi menarik di kelas.

Ternyata K-Pop tidak hanya melanda Asia, di Jerman juga loh. Sewaktu ada karnaval tahun lalu di pusat kota München, panggung anak muda pun menyetel lagu Gangnam style sambil berjoget ria ala Psy untuk mengusir dinginnya salju kala itu. Tanpa mau menggeneralisir, sekedar opini, berikut pengamatan hasil kunjungan saya ke Korea Selatan tahun 2012 lalu:

1. Pernah lihat tulisan Korea Selatan? Kata si Tour Guide yang membawa kami ke DMZ tour, paket tur ke perbatasan Korea Selatan – Korea Utara, bahwa tulisan korea selatan berasal dari campuran gaya huruf cina dan jepang.

2. Orang Korea Selatan sangat menghargai hasil produk buatan dalam negeri. Tak salah banyak orang pakai hp merk Samsung misalnya. Atau membeli mobil buatan Korea. Mereka juga sangat mencintai film buatan Korea sendiri dibandingkan impor.

3. Sebenarnya butuh waktu lama buat Korea Selatan untuk bangkit dalam dunia industri hiburan. Boleh dibilang musik mereka berkiblat ke negeri Paman Sam.

4. Bagi mereka, operasi plastik adalah hal yang wajar dan umum. Saya pun jadi merasa tidak aneh jika di sebelah saya adalah remaja laki-laki yang mukanya habis dipermak berjalan di tempat-tempat umum. Sayangnya saya tidak sempat mampir ke klinik operasi plastik, hehehe…

5. Tidak banyak bisa dijumpai orang Korea Selatan yang bisa berbicara bahasa inggris. Saya selalu tanya ke setiap orang dulu sebelum bicara, apa bisa bicara bahasa inggris? Umumnya mereka akan menghindar, menundukkan kepala dan mengatup kedua tangan di dada. Mungkin bahasa tubuhnya bilang bahwa saya tidak bisa bahasa inggris. Kejadian itu pun terjadi saat datang di hari pertama dan cari sarapan, saya dan teman harus bayar mahal karena lagi-lagi masalah komunikasi. Saya juga pernah nyasar di Seoul, baca https://liwunfamily.wordpress.com/2012/06/10/menyerah-5/.

image
(Salah satu makanan yang mengandung daging babi dipajang di tempat makan. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

6. Ini soal makanan. Bagi anda yang tidak makan daging babi, silahkan ditanya dulu ke penjualnya untuk memastikannya. Buat saya, rasa makanannya agak ajaib di lidah. Hampir setiap pesan makanan, saya selalu disuguhkan Kimchi, semacam menu wajib dan gratis. Oh ya, saya pernah makan malam bersama teman pria asal Korea, si Penjual menghidangkan semua makanan di meja. Saya hampir frustasi untuk membayarnya nanti. Rupanya memang begitu jika kita akan makan besar. Si penjual akan memajang makanan semua di meja. Kita hanya membayar menu utama saja. Wah, untungnya pula saya ditraktir oleh teman saya ini. Jika kita sudah merasa pasti dengan makanan yang mau dimakan, kita bisa menolak untuk tidak dihidangkan semua. Yang uniknya nih, sewaktu siang bolong yang menurut saya saat itu cuacanya masih sejuk dan ingin sekali makan mie rebus. Saya mampir sendirian di Resto tak jauh dari hostel menginap. Karena harga mie murah, saya pesan. Saya lupa nama makanannya. Si pelayan menyuguhkan seporsi mi dalam mangkuk besar, berikut es batu di dalam mi dan di luar mi serta gunting besar. Saya kaget dan bingung makannya. Rupanya di Korea saat itu sedang menuju musim panas, jadi mie disajikan pakai es. Jika musim dingin maka mie masih panas.

image

image
(Makan mie yang bercampur es batu di dalamnya. Disediakan gunting khusus memotong mi bila kesulitan. Sebelumnya penjual akan membagi empat bagian dengan gunting sebelum disajikan. Sumber foto: Dokumen pribadi)

7. Orang Korea punya karakter kerja keras. Di pusat kota Seoul saya akan temukan banyak kafe untuk mereka duduk sambil minum minuman lokal khas Korea. Mereka suka merayakan dan mengapresiasi kerja mereka dengan minum dan makan sampai larut malam. Jika larut malam, saya sering temukan mereka mabuk di sudut-sudut taman kota atau area pertokoan yang sudah sepi dan tutup. Di akhir pekan, mereka mengisi waktu bersama keluarga, teman atau pacar dengan duduk dan ngobrol di taman kota atau tempat wisata. Tempat wisata dan taman kota selalu penuh jika akhir pekan.

8. Anak muda Korea sedang digandrungi gadget. Saya amati mereka bisa berjalan sambil chatting. Meski mereka berpacaran, satu sama lain malah sibuk dengan gadget di tangan mereka.

9. Orang Korea termasuk orang yang tertib dalam berlalu lintas, ini di Seoul loh. Semua aturan dibuat jelas dengan huruf Korea dan cara bacanya. Mereka juga orang yang ramah terhadap orang asing.

10. Meski mereka terlihat modern, rupanya mereka sangat menghargai tata krama dan sopan santun. Buat mereka juga ciuman bibir di tempat umum masih tabu. Mereka akan berkata dengan sopan untuk menegur bila kedapatan orang yang tua, atau berbisik membicarakannya.

2. Gyokbugong palace (the bigest palace).
(Gyokbugong Palace adalah salah satu istana paling besar dari lima istana yang tersebar di kota Seoul. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

4. Hanok Traditional Village
(Hanok, Desa tradisional yang masih tetap terpelihara di balik kemegahan Kota Seoul yang metropolitan dan maju. Disini anda bisa menyaksikan tradisi yang masih dipegang orang Korea Selatan. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

6. The carnaval in Everland (like Disneyland)
(Everland diibaratkan seperti Walt Disney Korea Selatan, megah dan menarik sebagai wisata keluarga. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

6. The lantern festival
(Saat saya berkunjung, ada Festival Lampion di sepanjang jalan utama di Seoul. Sumber foto: Dokumen Pribadi)
7. Obama in Wax Museum
(Obama dalam Museum Wax 63 di Kota Seoul. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Untuk lokasi wisata yang seru di Seoul, selain DMZ tour, coba juga kunjungi Everland semacam Disneyland dan Wax Museum 63 yakni semacam Madame Tussauds. Jika anda suka berbelanja bisa juga kunjungi pusat perbelanjaan terbesar Lotte Mart.

Advertisements

Baduy yang Unik

Siapa sangka jarak kurang lebih 3 jam dari gemerlap dan modernnya Jakarta, anda masih bisa menemui komunitas tanpa listrik, tradisional, terpinggirkan dan memiliki budaya yang kental?

image
(Anak-anak komunitas Baduy Dalam. Seperti yang saya sampaikan, cara dan warna pakaian mereka seragam. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Tahun 2010 saya ikut mlancong ke Baduy dengan membayar “uang patungan” 250 ribu, saya bisa menjelajah ke komunitas hingga Baduy Dalam. Komunitas ini sungguh menarik karena masih kental dengan nilai-nilai leluhur yang dipercayai. Berkumpul di stasiun Tanah Abang, kami menuju stasiun Rangkasbitung, Banten. Dari situ, ada angkot minibus L300 menuju Cibeo.

Hal-hal yang unik yang saya temui (ini menurut pemahaman saya saat jelajah tahun 2010):

1. Komunitas Baduy terbagi dua, Komunitas Baduy Dalam dan Komunitas Baduy Luar. Bagi mereka wisatawan asing (turis WNA)hanya boleh sampai Baduy Luar saja. Disebut Baduy Dalam karena memang komunitasnya yang masih terpencil, tidak ada barang-barang modern, bahan kimiawi (seperti sabun, odol, sampo), barang teknologi, tidak ada listrik dan memiliki struktur kekerabatan yang kental. Sedangkan Baduy Luar sudah sedikit lebih maju dengan keterbukaan sistim budaya dan adat, menerima teknologi dan nilai-nilai leluhur masyarakat Baduy sudah terbuka.

ekspresi orang baduy 3
(Mereka pun bekerja sebagai Porter dan terbiasa untuk mengerjakannya saat kita datang. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

2. Sampai di Cibeo, kita hanya boleh berjalan kaki menuju komunitas Baduy. Bagi anda yang membawa tas perlengkapan, tak perlu khawatir karena ada jasa Porter yang bertugas membawa tas kita sampai di tempat. Sewaktu saya dulu, hanya bayar 50 ribu untuk pulang pergi. Porter ini berasal dari pria dan anak-anak lelaki dari Baduy Dalam yang memang mendapatkan uang dengan cara seperti itu.

3. Pertama kita akan singgah dulu di komunitas Baduy Luar. Jalan kaki dari Cibeo ke Baduy Dalam memakan waktu kurang lebih 6 jam, menuruni bukit kecil dan padang luas.

ekspresi orang baduy 2
(Mereka pun ikut mencoba menjepret dengan kamera. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

4. Tak boleh menggunakan kamera, perlengkapan elektronik dan teknologi lainnya. Tidak membawa barang kimiawi seperti perlengkapan mandi. Tidak ada listrik, boleh bawa lilin dan senter.

5. Kepala komunitas Baduy Dalam disebut Kepala Pu’un. Dia adalah lelaki berperawakan gagah, putih bersih dengan usia sekitar 30 tahun. Mereka hidup rukun dalam kekerabatan dengan sistim budaya lokal yang dipatuhi, misalnya sanksi buat yang melanggar dari budaya adat. Terdapat 3 desa Baduy Dalam. Perempuan hanya berada di dalam lingkup sekitar baduy sementara lelaki baduy boleh keluar hingga ke Jakarta atau Bandung, misalnya tetapi tidak boleh pakai sandal dan kendaraan. Jadi mereka terbiasa jalan kaki.

5. Saat bertamu, kami disugguhkan gula merah sebagai sajian kepada mereka yang datang. Bentuk rumah mereka seragam dan semua harus menghadap ke barat. Baju yang mereka kenakan berbahan sama dengan warna hanya biru tua dan putih.

6. Ada layanan kesehatan dan pendidikan yang menjangkau mereka tetapi semua ada di komunitas baduy luar. Tungku memasak ada di dalam rumah, tidak ada lampu dan cahaya, terkesan gelap dan ventilasi udara yang minim. Bentuk rumah mereka seperti rumah panggung.

7. Sistim keyakinan kepercayaan mereka semacam sunda kuno. Saya sendiri kurang paham karena memiliki silsilah bahkan sejak dari Adam dan Hawa. Mata pencaharian mereka bergantung dari alam.

8. Nama-nama mereka umumnya terdengar unik dan asing, tidak seperti kebanyakan masyakarakat Indonesia pada umumnya. Mereka sangat menjunjung tinggi budaya dan nilai-nilai leluhur yang diwariskan nenek moyang. Semacam ada sanksi adat bila melanggar atau bahkan bisa dikeluarkan dari komunitas baduy dalam.

Demikian kira-kira hasil pengamatan, pengalaman dan ingatan saya akan jelajah satu malam dua hari di komunitas baduy dalam tahun 2010. Anda tertarik?

Tips Membeli Cinderamata

liwunfamilyblog-4.jpg.jpeg
Night market, tempat jual sovenir di Siem Riep, Kamboja. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Untuk menjawab pertanyaan yang muncul tentang membeli cinderamata, berikut adalah langkah-langkahnya:

 

Sebelum membeli

1. Tentukan anggaran yang anda miliki.
Sovenir bagi orang asia memang semacam tradisi bila berwisata. Hal ini berbeda dengan mereka yang WNA (warga negara asal Eropa dan Amerika). Buat mereka, sovenir mungkin dipertimbangkan untuk dibeli buat orangtua atau saudara dekat tetapi bagi orang seperti saya, saya bisa membeli buat keluarga, teman dekat, saudara sepupu, teman kantor, dan mungkin disimpan buat kenang-kenangan. Untuk anggaran biasanya saya siapkan tergantung dengan lokasi wisata yang saya kunjungi.

Jika masih seputar Asia, beberapa jenis sovenir, misal magnet holder, gantungan kunci, dompet kecil wanita, dan lain-lain bisa dibeli dalam bentuk lusinan atau per box isi lebih dari satu, jadi lebih murah. Sebaiknya tentukan di awal wisata besaran biaya membeli sovenir. Bila anda traveling ke luar negeri perlu diperhitungkan karena keharusan membeli sovenir dengan mata uang lokal. Sebaiknya urungkan niat membeli dengan kartu kredit. Selain itu, lebih mudah bertransaksi di pasar tradisional dengan mata uang lokal dan kebanyakan penjual tidak menerima kartu kredit.

image
Salah satu sudut dari Ben Tanh Market saat malam hari. Lokasi ini terkenal untuk beli cinderamata di Ho Chi Minh City, Vietnam. Sumber foto: Dokumen pribadi

2. Tanyakan ke orang setempat, lokasi untuk membeli cinderamata.
Untuk mengetahui lokasi membeli cinderamata, saya biasanya sudah browsing sebelumnya sehingga ketika tiba di tempat tujuan, saya akan mericek ke petugas hostel atau penduduk setempat. Tanyakan pula di lokasi cinderamata tersebut, bagaimana karakter penjualnya, apakah bisa ditawar hingga setengah harga, apakah lokasi cinderamata tersebut rawan dengan copet, apa yang menjadi kelebihan dari lokasi membeli cinderamata tersebut, dan sebagainya.

3. Kenali cinderamata khas dari lokasi wisata anda.
Gunakan kesempatan untuk browsing informasi dan bertanya ke penduduk setempat tentang cinderamata yang khas dari lokasi wisata anda. Cari cinderamata yang memang tidak akan anda dijumpai di negeri asal atau wilayah tempat tinggal anda, misalnya jenis bahan, motif/corak, dsb. Ada hal yang lucu, dulu saya ingin bisa mengkoleksi kaos dari setiap lokasi wisata yang saya tuju dengan tulisan nama kota atau negara, rupanya di pasar Tanah Abang juga ada. Lalu saya beli kaos yang saya suka tetapi dengan aksara setempat untuk membedakannya.

4. Tentukan target penerima cinderamata dan karakternya.
Jika anda sudah mengetahui selera penerima cinderamata, anda bisa dengan mudah menentukan jenis cinderamata incaran anda. Jika anda ingin membeli dalam jumlah banyak kepada sahabat atau rekan kerja anda, anda bisa beli dalam jumlah lusinan atau per box. Sebagai contoh, book mark atau pembatas buku bisa diberikan buat mereka yang suka baca. Jika anda ingin memberikan kepada orang yang istimewa, anda bisa langsung menanyakan cinderamata yang ingin dibawa. Dan pastikan cinderamata anda aman dan tidak merepotkan untuk dibawa, misalnya termasuk senjata tajam, senjata api. Bila anda berpergian seorang diri, sebaiknya pikirkan kapasitas barang bawaan anda dengan cinderamata yang akan anda bawa, termasuk bila membeli cinderamata bukan dilakukan di hari terakhir sementara anda masih melanjutkan perjalanan ke tempat atau kota lain. Pengalaman saya seorang diri traveling, saya lupa menaruh cinderamata sehingga hilang.

5. Akses transportasi menuju lokasi pembelian cinderamata.
Jangan sampai anda tersasar hanya karena membeli cinderamata. Biasanya letak beli cinderamata terpusat di suatu tempat. Cek peta saat menuju lokasi. Atau tanyakan akses transportasi umum untuk kesana kepada petugas hostel atau penduduk setempat. Alangkah baik jika anda sudah menemukan cinderamata “on the spot” alias langsung membeli di tempat bila anda tak punya banyak waktu.

6. Bila anda di lokasi wisata di luar negeri, maka pelajari kata/kalimat seperti berikut “berapa harganya?”;Mahal”, “Maaf” dan “Terimakasih”                                     Semoga dengan empat kata/kalimat sederhana tadi anda sudah bisa transaksi di pasar tradisional. Pelajari dari penduduk setempat tentang kalimat/kata tersebut. Ucapkan maaf bila tidak jadi membeli sambil mengatakan kata “mahal” dan yakinkan dengan bahasa tubuh bahwa uang anda tidak cukup.

7. Bawa kalkulator dan tas belanja.
Agar lebih mudah bagi anda melakukan transaksi tawar menawar, gunakan kalkulator. Hal ini bisa anda lakukan apabila berbelanja di luar negeri sementara anda tidak tahu betul soal angka dan bilangan. Bawa pula tas belanja karena tidak semua negara apabila kita berbelanja akan memberikan tas belanja gratis. Sebaiknya persiapkan saja sendiri.

Setelah tiba di lokasi cinderamata

1. Bila anda pergi ke pasar tradisional, berhati-hatilah dengan perhiasan dan uang yang anda bawa. Tanggalkan perhiasan bila anda merasa was-was. Saran saya bawalah uang secukupnya agar terhindar dari pemborosan atau kehilangan.

2. Jika anda merasa tidak tertarik dan tidak ingin membeli, sebaiknya urungkan saja untuk mencoba atau memegang seolah-olah membeli. Di beberapa negara, hal ini dipandang tidak sopan. Sebaiknya kita menghindari saja dari umpatan penjual lokal karena kita tidak jadi membeli. Anggapan turis melekat kepada kita seolah-olah kita pasti membeli dan punya uang.

3. Lihat karakter penjual apabila menawar. Tanyakan pula, apakah ini harga pasti atau tidak bisa ditawar. Jika anda merasa kurang “sreg” dengan harga dan modelnya sebaiknya tinggalkan saja. Anda sudah belajar kata/kalimat sederhana. Anda sendiri pasti sudah ada prediksi harga dari cinderamata yang akan anda beli. Jika merasa mahal, anda bisa sampaikan dengan menunjukkan harga penawaran di kalkulator. Bila terjadi proses yang alot, sebaiknya lupakan saja.

4. Jika anda tak pandai menawar, sebaiknya pergi ke toko sovenir yang sudah ada label harganya, bukan pasar tradisional. Bagi anda yang praktis dan tak mau repot menawar, silahkan kunjungi toko yang sudah menempelkan harga pasti.

5. Sabar dan jangan terpancing emosi dengan umpatan dalam bahasa lokal. Karena kita berada di wilayah orang, tetaplah bersikap santun. Kita dianggap turis yang datang ke wilayah atau negara mereka, sebaiknya hindari hal-hal yang memancing emosi. Bila kita tidak jadi membeli, katakan “maaf” dan “mahal”.

6. Ingat kapasitas bagasi anda dan cara membawa sovenir tersebut. Terakhir dalam membeli cinderamata pastikan juga barang bawaan anda agar cinderamata tidak menyita ruang dalam tas anda. Jika sampai “over bagage” siasati barang bawaan anda. Strategi saya, saya kadang membawa dari rumah baju tidur yang sudah tak terpakai, jika melebihi kapasitas baju tersebut bisa dibuang. Atau, anda bisa mengganti celana dalam dengan disposal underwear, misalnya. Bila anda tidak pergi sendiri, anda bisa ‘share’ cinderamata untuk dititipkan sementara ke rekan perjalanan anda. Jika anda bersedia membayar kapasitas bagasi anda, tentu tidak jadi masalah.

Selamat berburu cinderamata!

Baca juga link berikut: https://liwunfamily.wordpress.com/2014/03/26/cinderamata-dari-indonesia/

8 Rekomendasi Cinderamata dari Indonesia untuk Pria WNA

Sebagai orang indonesia tentu ingin sekali bisa memberikan cinderamata khas negara sendiri kepada mereka yang berada di luar indonesia bahkan yang belum pernah ke indonesia. Apa yang muncul dalam benak anda bila anda memberikan sovenir kepada mereka pria WNA?

Berikut bisa menjadi inspirasi anda berdasarkan pengalaman:

1. Sarung.
Indonesia kaya akan aneka tekstil dari Aceh hingga Papua. Dulu sewaktu perjalanan dinas, saya selalu membeli satu tekstil dari setiap lokasi daerah yang saya kunjungi sebagai cinderamata. Motifnya yang unik dan berciri khas akan membuat sarung tersebut terlihat elegan. Pilih bahan yang lembut meski harganya tidak murah. Sarung tenun asal Indonesia bagian timor seperti flores atau sarung khas dari wilayah sulawesi menarik untuk tanda mata.

2. Syal/penutup kepala.
Selain buat gaya, syal yang kerap dijadikan penutup kepala buat kebanyakan pria ternyata bukan sembarangan. Dalam syal yang saya temui di jogjakarta, syal itu bermotif khusus seperti peta indonesia atau dongeng pewayangan. Bila tidak dimanfaatkan sebagai penutup kepala, syal bisa dimanfaatkan sebagai hiasan dinding setelah dipermanis dalam pigura yang cantik. Syal juga bisa dimanfaatkan untuk penghangat kala musim dingin yang dililitkan di leher.

 

image
(Contoh syal tenun yang bisa dililitkan di leher dan bermanfaat saat musim dingin. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

3. Dasi batik.

 

image
(Aneka dasi batik buat sovenir. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

Nah, ini jadi favorit saya sebagai cinderamata. Meski tak setiap pria mengenakan dasi untuk bekerja, tetapi dasi batik khas indonesia ini memang unik. Berbeda dengan dasi pada umumnya, motif dasi batik memang tiada duanya di dunia. Patut dicoba, ya.

4. Lukisan.
Bila anda mengetahui karakter penerima sovenir yang suka pada lukisan, anda mungkin bisa memberikan lukisan khas indonesia yang terbuat dari alam atau tidak melulu dari kanvas. Jika memiliki permintaan khusus, anda bisa tanyakan selera lukisan yang digemari. Harga lukisan memang terbilang “wah” bagi kocek anda, namun pemberian lukisan ini akan sangat berarti bagi penerimanya. Jadi, siapkan tabungan anda?!

5. Buku “Sightseeing Indonesia.”
Bila penerima sovenir adalah backpacker sejati dan suka berpetualang, buku tentang rekomendasi wisata indonesia akan sangat disukainya, seperti buku terbitan Lonely Planet. Cari buku yang memang edisi terbaru sehingga layak untuk dijadikan panduan wisata ke indonesia. Lalu selipkan kalimat di sampul buku, “Welcome to Indonesia”.

6. Kaos/Baju batik.
Bagi anda yang sudah paham ukuran dan selera penerima sovenir, barangkali kaos bertuliskan indonesia atau nama-nama tempat di indonesia bisa dibungkus sebagai cinderamata. Ada pula kaos batik yang juga berbahan katun dan khusus didesain untuk pria. Demikian pula baju atau kemeja batik sepanjang ada paham ukuran, model, warna dan motif dari si penerima sovenir.

 

image
(Contoh baju khas dari Sumatera Utara untuk Pria. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

Jangan segan untuk bertanya pada pria incaran penerima sovenir! Hal yang ditanyakan semisal karakteristik baju atau kaos yang disukainya. Sayang ‘kan jika sudah membeli tetapi tidak pernah dipakai oleh si empunya kaos/baju. Jadi pertimbangkan dulu bila ingin memberi sovenir seperti ini karena beberapa kali saya menemukan ketidakcocokan mulai dari ukuran, selera, warna hingga bahan.

7. Handuk batik/piyama batik.
Ide ini saya temukan saat saya sedang mencari sovenir di toko batik. Si petugas toko menyampaikan bahwa ia baru saja melayani pesanan turis amerika dan jepang yang tertarik dengan handuk batik. Sayangnya stok handuk batik sudah habis sehingga saya tidak tahu rupa handuk batik yang disampaikannya. Ada pula piyama batik yang biasa dipakai dalam kamar. Ide ini saya dapatkan ketika saya dan beberapa staf WNA menginap di hotel ternama di solo. Begitu sukanya pada piyama batik, saya memintakan ke manajer hotel sebagai cinderamata untuk teman WNA saya yang “jatuh cinta” dengan piyama batik. Menarik, ya?

8. Pernak-pernik (gantungan kunci, asbak, pipa cerutu, hiasan meja, korek api bermotif, kartu pos, pembatas buku, dsb).
Ide pernak-pernik saya temukan dari pengalaman bila saya pergi keluar negeri dan membawa sovenir buat teman-teman saya. Mudah ditemukan dan harganya terjangkau untuk kocek saya. Untuk pernak-pernik ini coba sesuaikan dengan karakter si penerima sovenir, misalnya merokok (korek api bermotif, pipa cerutu, asbak), suka membaca (pembatas buku bentuk wayang, kartu pos), dsb. Urusan pernak-pernik, bisa anda pilihkan hal yang netral seperti gantungan kunci, tempelan kulkas, hiasan meja, dsb.

Semoga ide di atas membantu anda dalam memilihkan sovenir atau cinderamata khas indonesia bagi mereka pria WNA. Kenapa pria? Karena selera para pria sulit ditebak apabila diberikan tanda mata dari perempuan, begitu ‘kan? Hehehehe…

Baca juga link serupa disini https://liwunfamily.wordpress.com/2014/03/29/tips-membeli-cinderamata/

Liburan Sendiri, Siapa Takut? Tips Bagi Wanita

image
(Life is journey. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Menjadi Solo Traveller bagi seorang perempuan bukan perkara mudah. Kerap saya sebagai perempuan juga dilandasi kecemasan, apakah saya bisa melakukan sendirian dan punya keberanian di negara lain?

Tidak hanya saya yang khawatir, orang terdekat saya dan orangtua juga gelisah memikirkan saya di negeri orang. Namun sepanjang saya punya niat baik, selalu ada orang baik yang membantu. Itu prinsip saya.

Jika bicara Solo Traveller di negara sendiri biasa saya lakukan karena tugas kantor sehingga saya merasa belum seberapa jika saya harus berada di negara orang dengan aneka macam tantangan lainnya.

Supaya tidak membuat cemas, berikut tips saya sebagai perempuan bila harus berpergian liburan sendiri:

Sebelum berangkat

1. Susun agenda perjalanan atau itinerary sejak di Indonesia.
Sebelum berangkat, ada baiknya anda menyusun aktivitas yang anda lakukan sepanjang liburan di negeri orang. Mulai hari pertama hingga kepulangan menuju Indonesia. Meski ada beberapa aktivitas yang belum pasti tetapi anda bisa menuliskan alternatif aktivitas agar liburan anda terfokus.

Biasanya jika anda tidak punya tujuan destinasi atau aktivitas dalam liburan, anda kadang menjadi perhatian seperti orang yang sedang bermasalah. Saya pernah menjumpai hal tersebut, dianggapnya perempuan tersebut sedang putus cinta dan depresi sehingga mudah dipengaruhi. Milikilah liburan bertujuan dan menyenangkan, ketimbang tidak ada itinerary.

2. Siapkan segala hal teknis seperti informasi hotel, transportasi, paket tur, uang asing, obat-obatan dan keperluan pribadi lain (baca tulisan saya tentang ini, bila anda tersesat)
Pesanlah hotel, transportasi dan paket tur jika anda bisa melakukan sebelum berangkat. Namun, jika anda tidak punya akses untuk melakukan seperti, hotel, paket tur atau transportasi lokal, anda setidaknya bisa menuliskan bagaimana anda mendapatkannya seperti nama, nomor telpon dan website.

Pastikan anda juga membawa barang penunjang seperti alat tulis, peta, kalkukator, kamus jika ada dan obat-obatan. Jadikan dalam satu tas yang praktis dan mudah dibawa kemana saja. Usahakan untuk tidak membawa barang bawaan dalam jumlah banyak. Ingat anda seorang diri. Membawa banyak bawaan akan memerlukan bantuan orang lain, menarik perhatian dan tentunya anda akan kerepotan. Bawalah tas yang ringkas, praktis dan tidak merepotkan.

3. Sampaikan informasi ke orangtua atau orang terdekat tentang destinasi wisata, hotel, maskapai penerbangan, waktu (tanggal berangkat dan tanggal pulang).
Untuk memastikan keberadaan anda dan liburan anda, sebaiknya anda memberitahukan tanggal keberangkatan, tanggal kepulangan, lokasi tujuan liburan, nama hotel, dan jika anda punya nomor lokal disana, anda bisa memberitahukannya kemudian.

4. Tanggalkan perhiasan berharga dan bawa uang secukupnya.
Tak usah mencolok dengan membawa perhiasan dan uang banyak. Pisahkan uang menjadi dua atau tiga bagian, sehingga jika anda kehilangan, tidak seluruh uang anda raib. Buatlah fotokopi paspor dan fotokopi tiket dan simpan aslinya di tempat yang aman. Fotokopi tersebut dapat dibawa dan ditunjukkan sepanjang diperlukan.

5. Catatlah sejak di Indonesia nomor-nomor telpon penting di negara tersebut, misal hotel tempat menginap, kantor polisi, rumah sakit, tourist information center, jika ada kenalan/kerabat di negara tersebut, kantor konsulat atau kedutaan Indonesia.

6. Siapkan pakaian yang pantas sehingga membuat anda nyaman dan aman, tanpa rasa was-was. Ingat anda pergi seorang diri. Sebaiknya jangan mengundang perhatian sekitar dengan pakaian atau perhiasan yang menimbulkan anda tak aman.

Sesudah berangkat

1. Hindari berpergian larut malam seorang diri. Jika memang harus pergi malam, tanyakan bagaimana akses transportasi yang aman menuju hotel. Jika memang harus menggunakan taksi, tanyakan estimasi biaya pada petugas hotel atau penduduk setempat. Jika anda merasa tak wajib berangkat di waktu malam, sebaiknya urungkan saja. Atau, cari aktivitas yang kurang lebih sama yang tak jauh dari lokasi hotel.

2. Seringlah memberi kabar ke orangtua atau orang terdekat tentang posisi anda.
Sampaikan pesan atau email tentang keberadaan lokasi anda dan keadaan anda kepada orang terdekat. Hal ini membantu untuk melacak keberadaan anda dan juga tidak membuat keluarga cemas.

3. Hindari turis-turis “nakal” yang ingin berbagi kamar dengan anda, mereka berpikir ini akan menghemat biaya. Katakan dengan tegas bahwa anda tidak bisa berbagi kamar dengan orang yang baru anda kenal. Jika anda terpaksa tinggal di Dormitory, anda bisa pilih dormitory khusus perempuan saja. Itu menurut saya. Karena saya seorang diri, saya hanya berpikir kenyamanan dan keamanan saja. Kebanyakan saya menjumpai perempuan asia yang pergi travelling sendiri lebih memilih single room atau dormitory khusus perempuan saja.

4. Jalin pertemanan dengan sesama turis di sana sambil mengamati gerak-geriknya, jika suara hati membuat anda merasa tidak nyaman sebaiknya menghindar, terutama bila diajak trip bersama atau clubbing. Saya biasanya menolak dan mengatakan bahwa saya sudah ada aktivitas lain.

5. Hindari minuman alkohol jika anda tidak terbiasa. Hal ini untuk menghindari anda mabuk dan hal-hal yang tidak dikehendaki.

6. Jalin hubungan baik dengan petugas hotel di sana. Biasanya mereka punya banyak informasi yang diperlukan dan juga informasi seputar tamu mereka. Mereka juga akan membantu anda untuk mengawasi bila ada turis “nakal.”

Tak mudah memang menjumpai perempuan Asia yang pergi berlibur sendirian. Namun, berpergian seorang diri akan memiliki pengalaman petualangan yang menakjubkan. Selamat mencoba!

Kastil Neuschwanstein: Kastil Impian yang Tak Pernah Selesai

Foto dokumen pribadi saat awal tahun 2013. Akan lebih indah jika anda berkunjung di musim summer.
Foto dokumen pribadi saat awal tahun 2013. Akan lebih indah jika anda berkunjung di musim summer.

Anda tertarik menonton film kartun keluaran Disney? Coba amati di akhir film selalu ada seperti gambar kastil sebagai penutup. Nah, konon kastil tersebut diinspirasi oleh Walt Disney dari Kastil Neuschwanstein.

Winter awal tahun 2013 lalu, saya berkesempatan mengunjungi Kastil Neuschwanstein yang terletak di Bayern barat daya. Kebetulan, saya memang sedang mengunjungi Muenchen dan ingin sekali melihat seperti apa kastil tersebut. Sangking tergilanya dengan Jerman, saya beli buku ”Sightseeing Germany” yang khusus membahas tentang negara Jerman. Nah, sampul buku itu adalah gambar Kastil Neuschwanstein.

image

image

(Miniatur kastil Neuschwanstein. Dokumen pribadi)

Tidak usah repot untuk pergi ke sana karena rutenya yang berkelok-kelok jika anda bukan seorang penduduk Jerman. Saya ikut paket tur yang ditawarkan tak jauh dari Hauptbanhof central station. Saya berangkat bersama 2 teman pria Indonesia yang memang sedang mengunjungi saya di Muenchen. Kebetulan, mereka adalah teman baik yang memberi saya potongan harga untuk bayar paket tur yang lumayan mahal itu. Kira-kira saya membeli harga paket tur senilai kurang lebih 750 ribu rupiah.

Kita akan menggunakan bis yang eksklusif, beda ya kalau ikut paket tur di Eropa dibandingkan saya pernah ikut tur di negara Asia hehehe….

Di dalam tur ada seorang Pemandu yang ramah dan menggunakan bahasa Inggris yang cukup jelas. Dia akan bercerita tentang apa saja selama perjalanan.

Kastil ini dibangun oleh Ludwig II, raja Bavaria dari 1864 hingga kematiannya pada tahun 1886. Ada banyak mitos yang terjadi seputar pembangunannya hingga kematian Raja Ludwig II tersebut. Istana ini memang dibangun untuk menampilkan keindahan dan kemegahan dibandingkan seluruh istana di dunia. Ada kisah berujar bahwa istana ini adalah salah satu tragedi, keputusasaan, dan keanehan langsung.

Neuchswanstein berasal dari kata Neu yakni ”Baru”; Swan yakni ”Angsa” dan Stein ”Batu”, lebih pendeknya Batu Angsa Baru, kurang lebih begitu karena kastil ini dibangun dengan membentuk benteng yang paling ambisius dari niat Raja Ludwig II bermimpi dapat membuat puri paling termashyur di dunia setelah memutuskan mengundurkan diri menjadi raja dan menghibur diri dengan membangun kastil.

Kisah Raja Ludwig II pun menjadi fenomena karena kepribadian dan impiannya. Sayangnya, di usia 41 tahun Raja Ludwig II meninggal dengan penuh misterius. Sampai sekarang tidak ada yang tahu penyebab kematiannya. Sementara kastil tersebut belum sepenuhnya selesai dibangun.

Saat berkunjung ke tempat wisata ini, semua dalam keadaan tertib. Lagi-lagi begitulah Jerman. Kita akan mendapatkan nomor antrian sesuai tiket yang dipegang dan akan masuk sesuai kelompok nomor. Kita juga tidak boleh mengambil foto selama dalam kastil. Sayang sekali ya.

Saya pun sempat bertanya kepada Pemandu Tur, apa kaitan pembangunan kastil dengan misteri inspirasi kastil Walt Disney? Tidak ada jawaban yang pasti, yang jelas Walt Disney mengambil inspirasi kisah Cinderella yang terkenal di seluruh dunia dengan menjadikan kastil ini sebagai legenda dongeng. Saya pun berpikir, seperti apa yang diimpikan oleh Walt Disney bahwa ia pun sudah memiliki impian yang besar sekali dan dikenal di dunia meski pada akhirnya ia pun tidak bisa menikmatinya. Sama seperti Ludwig II yang bermimpi ingin membangun kastil yang paling menganggumkan tetapi sayangnya tidak tercapai. Namun kastil ini begitu melegenda sama seperti kisah Cinderella.

Jika anda berkunjung di musim winter tentu pemandangan di luar kastil tertutup salju dan tidak jelas seperti kastil yang dilambangkan untuk menandai negara Jerman. Coba datang di musim summer, barangkali anda akan melihat danau angsa yang dikenal penuh misterius dan konon menjadi legenda bagi pembuatan kastil ini.

Setiap orang yang datang hanya bisa tiba di bawah puncak kastil dan kita harus berjalan mendaki untuk mencapai puncak kastil. Ada juga sewa semacam “dokar” yang ditarik dengan kuda. Tetapi luar biasa, anda tidak akan menyesal melihat kemegahan kastil dan pemandangan disekelilinginya di wilayah Bavaria.

image

(Pemandangan di sekitar kastil. Dokumen pribadi)

Usai dari mengunjungi kastil, saya kirim sms dengan orang tercinta betapa saya senang tiba di tempat yang saya impikan. Tidak mudah memang mewujudkan impian. Tetapi lihat bahwa suatu saat orang akan berdecak kagum dengan impian kita.

*direvisi

Bagaimana Bila Tersesat Saat Traveling? 8 Benda yang Harus Dibawa

wpid-IMG-20140122-WA0005.jpg
Saya sering traveling namun saya juga sering tersesat. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Kita tidak dapat memprediksi hal-hal yang mungkin terjadi apabila berada di negeri orang, termasuk tersesat. Saya pernah mengalami beberapa kali dan sungguh membuat saya belajar hal-hal yang baru di negeri orang. Namun demikian, kita perlu mengantisipasi agar kita tahu hal yang harus dilakukan secara tepat sehingga kita bisa kembali ke tempat tinggal “sementara” di negeri tersebut.

Di bawah ini saya paparkan beberapa tips yang mungkin membantu anda apabila mengalami hal yang sama, yakni:

1. Tidak usah panik dan tetap tenang
Saya bisa paham kondisi anda apabila anda bingung dan berusaha “pulang” menuju tempat tinggal sementara anda. Tidak usah panik dan tetaplah tenang agar anda tidak memancing rasa curiga dari orang sektiar, bahkan mungkin bisa mengancam keselamatan nada apabila anda terlihat seperti turis, akan mudah diperdaya. Untuk beberapa negara yang rawan bagi area turis, tentu anda disarankan untuk cari informasi yang benar dan tepat. Kepanikan justru akan membuat anda tidak bisa berpikir dan secara psikologis akan menghambat anda.

2. Gunakan petunjuk yang anda miliki saat itu

Potretlah sebanyak mungkin, termasuk lokasi tempat tinggal anda yang akan menjadi alat bantu sebagai petunjuk bila tersesat.
Potretlah sebanyak mungkin, termasuk lokasi tempat tinggal anda yang akan menjadi alat bantu sebagai petunjuk bila tersesat.

Cek dalam tas anda, benda apa saja yang sedang anda bawa? Apa anda bawa kartu nama hotel, peta kota, atau hanya ingat nama hotel? Jika anda punya kartu nama hotel/peta kota, tentu akan membantu anda mencari petunjuk arah yang harus anda lakukan. Atau anda bisa gunakan informasi tersebut untuk menemukan lokasi yang sedang anda cari.

Pengalaman saya, saya pernah tidak punya petunjuk apapun seperti kartu nama hotel, peta kota dan nama hotel karena saya sedang berada di negeri yang memiliki huruf aksara yang tidak bisa saya pahami. Untunglah saya masih menyimpan dokumen email dalam smartphone saya tentang nama hotel tersebut dan menjadikan email tersebut sebagai petunjuk informasi untuk ditanyakan kepada orang yang tepat.

Selanjutnya, jika tidak ingin tersesat, anda bisa menyimak tips saya setelah ini tentang benda-benda yang wajib dibawa agar tidak tersesat lagi.

3. Cari Petugas Polisi
Polisi dianggap sebagai orang yang tepat dalam memberikan informasi. Anda bisa gunakan petunjuk yang anda punya semisal nama hotel, nama lokasi/jalan tempat tinggal, atau hal-hal yang harus dilakukan karena anda bingung untuk menuju lokasi sasaran. Perlu diingat juga, tidak semua polisi di setiap negara bisa berbahasa inggris. Tetapi pada dasarnya, polisi akan sangat ramah membantu turis seperti anda di negara mereka.

Jika polisi yang anda jumpai tidak bisa berbicara bahasa inggris, biasanya polisi tersebut akan merujuk rekannya yang lain yang bisa berbahasa inggris untuk membantu anda. Anda juga bisa berikan kartu nama hotel atau dokumen nama lokasi sasaran yang anda cari, sehingga polisi dapat mengetahui kemana anda harus bergerak. Di beberapa hotel di negara yang tidak beraksara latin, mereka akan menuliskan nama hotel sesuai dengan huruf lokal setempat. Syukur-syukur, anda diantar ke lokasi apabila kebetulan sang polisi akan lewat ke arah yang sama. Ucapkan terimakasih setelah anda dibantu dan tetap tersenyum. Anda akan sangat dihargai apabila anda juga belajar bahasa lokal untuk ucapkan kata “terimakasih”.

4. Segera kunjungi Tour Information atau Petugas Pembantu turis “Ask Me”
Di pusat kota-kota besar, biasanya pemerintah menyediakan pusat layanan informasi bagi turis. Anda bisa datang ke situ untuk bertanya arah jalan pulang. Ada juga petugas-petugas yang mengenakan slyer selempang bertuliskan “ask me” yang juga suka berseliweran di pusat-pusat keramaian, seperti stasiun, pusat perbelanjaan, dsb.

5. Gunakan smartphone
Lagi-lagi jika anda punya smartphone, anda bisa gunakan untuk mendeteksi dengan bantuan google maps lokasi yang anda cari. Anda bisa juga gunakan dokumen email saat anda book hotel. Pengalaman saya, saya gunakan kamera dalam ponsel untuk memotret peta lokasi hotel sehingga bisa dicek apabila salah jalan. Setidaknya dengan smartphone, anda bisa manfaatkan banyak fitur yang akan membantu anda mencari lokasi. Anda juga bisa menelpon hotel/tempat tinggal anda menginap, menelpon rekan kerja/saudara anda yang dikenal di negara tersebut.

6. Tanyakan kepada Mahasiswa/Siswa Sekolah yang bisa berbahasa Inggris.
Tidak mudah untuk bertanya kepada peduduk lokal apalagi bagi mereka yang tidak menguasai bahasa inggris. Tips saya saat saya sedang naik transportasi umum dan bertanya lokasi, saya bisa tanya ke mahasiswa/siswa sekolah. Asumsi saya saat itu, mereka pasti belajar bahasa inggris sehingga mereka bisa membantu saya menemukan lokasi yang saya cari. Bahkan, mereka justru membantu untuk menerjemahkan ke supir bis yang saya tumpangi agar saya bisa turun di lokasi yang saya mau.

7. Ingat nama hotel/alamat hotel
Di saat anda panik, anda justru tidak bisa berpikir. Apabila anda punya ingatan yang masih sangat baik, anda bisa ingat nama hotel/nama lokasi tempat tinggal anda. Hal pertama yang biasa saya lakukan di negara yang baru saya kunjungi adalah mengingat patokan lokasi tempat tinggal saya, seperti nama gedung besar sekitar, nama pasar sekitar, nomor kendaraan di lokasi tempat tinggal, dsb. Usahakan untuk mengingat petunjuk yang anda punya agar membantu anda.

8. Cari lokasi ternama yang bisa berbahasa inggris, seperti tempat kursus, hotel internasional, rumah sakit internasional, dsb.
Saya pernah tersesat dan sudah mondar mandir tetapi belum menemukan lokasi yang saya cari. Akhirnya, saya menemukan lokasi tempat kursus bahasa inggris. Asumsi saya saat itu, tempat kursus pasti memiliki orang yang bisa berbahasa inggris dan membantu saya untuk menemukan lokasi yang saya inginkan. Jadi, apabila anda tersesaat silahkan temukan di sekitar anda, gedung berstandar internasional karena pastinya mereka memiliki staf yang bisa berbahasa inggris dengan baik.

Supaya tidak tersesat lagi, berikut benda-benda yang harus disimpan dalam tas yang anda bawa pergi:

1. Peta kota
Anda bisa dengan mudah mendapatkannya saat mendarat di aiport. Peta tersebut gratis tersedia di pojok-pojok informasi. Anda juga bisa mengunduh peta kota sebelum berangkat dari internet. Di negara-negara besar, anda bisa dapatkan peta kota dan berbagai leaflet informasi di tempat-tempat publik seperti stasiun, terminal, hotel, tur informasi, dsb.

2. Ponsel
Akan ada banyak manfaat yang akan gunakan dengan ponsel, seperti cerita saya di atas. Gunakan berbagai fitur yang anda punya. Bahkan anda juga bisa memanfaatkan nomor lokal untuk mengakses internet. Sekarang anda juga menggunakan google maps untuk mendapatkan petunjuk menuju lokasi yang anda inginkan.

3. Bulpen dan kertas
Jika tersesat, mereka akan membantu anda menggambarkan lokasi yang anda cari. Atau anda bisa mencatat dan menggambarkan lokasi sekitar anda sebagai alat bantu agar anda tidak pergi ke lokasi yang salah berulang kali.

4. Kartu nama hotel
Simpan baik-baik kartu nama hotel saat anda sudah melakukan reservasi. Biasanya anda bisa dengan mudah mendapatkannya. Apabila hotel atau lokasi tempat tinggal anda tidak memiliki kartu nama hotel, silahkan minta bantuan penduduk lokal untuk menuliskan nama dan alamat tempat tinggal, terutama jika anda berada di negara yang tidak beraksara latin.

5. Kamus
Jika anda tertarik untuk membawa kamus yang ringan dan praktis akan sangat membantu. Gunakan kamus antar bahasa inggris dengan bahasa setempat. Biasanya kamus-kamus memiliki panduan pertanyaan simpel dan sederhana dengan bahasa lokal yang mungkin akan membantu anda untuk bercakap-cakap dengan penduduk lokal.

6. Kartu nama teman/rekan kerja/saudara yang tinggal di negera tersebut.
Bagus jika anda punya kenalan/saudara/kerabat yang berada di negara tersebut. Minta kartu nama mereka atau minta mereka menuliskan nama dan nomor telpon mereka dalam bahasa setempat.

7. Kamera/Ponsel yang tersedia fasilitas kamera
Silahkan potret sebanyak mungkin gambar depan tempat tinggal anda, lokasi peta tempat tinggal anda, nomor bis/transportasi yang biasa anda tumpangi. Foto bisa anda cek setelahnya, akan menjadi alat bantu untuk mengecek lokasi yang anda cari.

8. Informasi petunjuk kendaraan umum (public transportation).
Biasakan untuk memiliki informasi kendaraan umum sehingga akan membantu anda untuk mengenali lokasi tempat tinggal anda. Beri tanda lokasi tempat tinggal anda dan lokasi yang anda cari sebagai alat bantu anda kemudian.

Semoga pengalaman saya dapat membantu anda agar tidak tersesat. Hal yang terutama yang perlu anda siapkan adalah senyum manis kepada orang. Saat tiba pertama kali di negara orang, pelajari kata-kata sederhana seperti ucapan pertama kali saat bertemu, ucapan terimakasih, ucapan maaf, dsb sehingga akan membantu anda di kemudian hari.

Semoga bermanfaat!

6 Tempat Wisata Gratis di München (Munich)

1
Frauenkirche yang menjadi landmark kota Munich. Dokumen pribadi.

Siapa yang tak kenal klub sepak bola Bayern Muenchen yang sedang “naik daun” akhir-akhir ini? Atau, kenal dengan produk mobil BMW? Atau, tahu Oktoberfest yang biasa digelar setahun sekali di akhir September hingga awal Oktober? Atau, apakah anda peminum Bir, tentu tahu bagaimana rasa dan jenis Bir yang terkenal enak di dunia? Atau biar lebih mudah, apa anda sempat nonton film “Ainun & Habibie” yang sempat menjadi “box office” di Indonesia?

Nah, jika anda mengenal beberapa dari pertanyaan tersebut, anda pasti mengenal Muenchen atau Munich yang biasa dikenal dalam international terms.

Kali ini, saya mau berbagi pengalaman wisata gratis selama di München yang mungkin menarik hati anda untuk mencoba.

1. Frauenkirche

image
(Suasana dalam Frauenkirche. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Biasa dikenal sebagai “church woman” atau “Gereja Perempuan” Frauenkirche dijadikan simbol bagi kota Muenchen. Dengan dua tower kembar yang bisa diambil dari puncak kota München. Di sini, kita bisa melihat keagungan dan kemegahan gereja katolik dengan sejarah yang menyertainya. Di kota ini ada pahatan gambar Paus Benediktus XVI yang sempat menjadi uskup disini.

Gereja ini menjadi seperti museum dan tak pernah sepi dari turis yang datang, baik untuk berdoa atau ikut misa maupun yang datang untuk melihat dan mempelajari arsitekturnya. Selain itu, gereja ini dipenuhi beragam mitos dan informasi seputar Muenchen masa lalu. Gereja ini menjadi salah satu lokasi wajib dikunjungi apabila ingin ke Muenchen.

2. Marienplatz atau sentral Muenchen

image
(Marienplatz tampak dari atas dan tampak dua menara Frauenkirche. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Sebagai sentral Muenchen, tentu akan banyak orang lalu lalang di tempat ini. Marienplatz seperti tugu dengan patung Bunda Maria dibalut warna kuning emas di atasnya. Lokasinya berada di depan Rathaus Muechen sehingga tentu akan menjadi lokasi sentral.

Yang menarik bagi wisatawan apabila melewati atau berada di Marienplatz jam 12 siang tepat, maka akan melihat patung-patung yang berada di gedung Rathaus akan menari mengikuti lonceng gereja yang dibunyikan. Biasanya wisatawan akan berhenti sejenak dan mengamati patung-patung tersebut menari. Lokasi ini dikelilingi bangunan menarik dan sayang untuk dilewati.

3. Englischer Garten

Datanglah saat musim panas atau semi, dijamin anda akan menyukai tempat ini. Kita bisa melihat danau dengan taman disekelillingnya. Banyak orang duduk di sekitarnya, membaca buku atau ngobrol. Disitu juga ada restaurant bergaya Bavarian dimana kita bisa minum bir dengan berbagai jenis rasa dan warna.

Jika anda pernah menonton film “Ainun & Habibie” Englischer Garten adalah lokasi dimana pasangan Ainun & Habibie berjalan di taman tersebut sebagai sepasang kekasih yang mesra sekali. Dari namanya saja, Englishcer Garten, sudah terdengar seperti lokasi taman dengan tawaran mata yang sejuk dan indah mengamati tanaman-tanaman di sekitarnya.

4. BMW Museum

image
Menara BMW.

Ingin tahu mobil-mobil BMW dan detil sejarah hingga model
Modelnya, datanglah ke BMW museum. Selain mobil-mobil BMW juga
terdapat motor buatan BMW dan aneka merchandise BMW. Sir Henry Royce
memang brilian dalam menciptakan branding mobil ini. “Strive perfection in
everything you do” begitu kutipan Sir Henry Royce yang menginspirasi bahwa
buatannya selalu menjadi yang terbaik di dunia.
Di sini jika anda punya uang, anda bisa membeli produk-produk
mereka secara langsung. Petugas penjualannya selalu ramah dalam melayani
pertanyaan dan melakukan uji coba terhadap produk mereka. Di depan
Museum terdapat pabrik pembuatannya. Sayangnya, saya tidak mencoba
untuk masuk ke dalam pabrik tersebut.

5. Olympiazentrum

2

Olympizentrum seperti arena olahraga di Muenchen. Tak jauh letaknya dari BMW Museum, anda bisa turun dalam satu stasiun yang sama. Dikelilingi dengan besi-besi yang menyerupai sarang laba-laba, Olympiazentrum menjadi lokasi menarik untuk dikunjungi oleh siapapun, sekedar bermain skating di kala musim salju atau musim panas, atau jogging di sekitar areal lahan yang luas sekali.
Saya suka sekali di puncak dari Olympiazentrum dimana kita bisa melihat kota Muenchen secara keseluruhan, menarik sekali. Sambil duduk di bangku dan mengamati kota München, saya merasakan keindahan kota dan perasaan damai menyadari bahwa pada akhirnya saya tiba di Jerman. Atau, anda juga bisa melihat kota Müchen secara keseluruhan dari tower di sana.
Jika ada festival pertunjukan musik atau konser, Olympiazentrum selalu dijadikan tempat pelaksanaannya.

6. Allianz Arena

 

image
(Stadion Alianz Arena. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

Nah, buat anda pencinta sepak bola atau fans dari klub “Bayern München” silahkan luangkan waktu untuk berkunjung ke arena stadion yang terkenal di dunia itu. Jika memang tidak ada pertandingan, kita bisa dengan leluasa untuk pergi ke sana sambil berfoto ria. Karena apabila ada pertandingan maka kereta pun akan penuh sesak dengan penonton dan fans dari klub bola. Datanglah malam hari saat tidak musim salju, dijamin anda akan memotret gedung ini dengan sinar lampu yang menakjubkan. Fantastis dan menarik!

 

Ada banyak lokasi wisata atau sightseeing semacam city tour yang bisa anda lakukan di kota ini. Saya mencoba berwisata sendiri tanpa ikut tur. Untuk Oktoberfest, saya akan lanjutkan tulisan saya di waktu lain. Pastinya menarik terutama bagi anda penyuka jenis bir dan festival perayaan Jerman.

Selamat berkunjung ke Kota München!

Tips Persiapan Berlibur Saat Musim Dingin (Salju)

Berkunjung ke stadion Alianz Arena di saat musim Winter. Dokumen pribadi.
Berkunjung ke stadion Alianz Arena di saat musim Winter. Dokumen pribadi.

wp-1490928566976.jpeg

Musim dingin atau yang dikenal dengan musim salju memang sudah usai di belahan bumi sana, tapi saya pikir perlu juga sekedar berbagi pengalaman persiapan yang harus dilakukan sebelum saya berangkat ke negara tujuan. Saya rasa dengan mudah kita bisa mendapatkan aneka tips dan persiapan menghadapi musim dingin melalui internet tetapi satu hal yang terpenting metabolisme dan ketahanan tubuh masing-masing orang berbeda-beda, termasuk kita yang berasal dari daerah tropis.

Awalnya saya sempat dilarang untuk pergi karena cuaca yang ekstrim, menurut saya karena pengaruh perubahan iklim sebagai dampak dari cuaca yang tidak menentu, jadi wajar jika banyak yang mencemaskan saya untuk berangkat di musim dingin. Satu hal yang perlu diingat pula, sebenarnya tidak ada rasa dingin bila salju muncul apabila kita berpakaian dengan benar dan tepat. Cara berpakaian yang salah dan mengenakan bahan yang tidak tepat, tentu akan menimbulkan rasa dingin.

Berdasarkan pengalaman, berikut hal-hal yang bisa dilakukan:

1. Gali informasi tentang kondisi cuaca negara yang dituju

Sebelum berangkat, saya sudah mencari informasi di internet di bulan tersebut selama 3 tahun terakhir tentang alam dan kondisi cuacanya. Berapa derajat cuaca di sana jika saya tiba di periode tersebut? Tidak hanya dari internet, saya pun bertanya ke teman yang tinggal di negara tersebut, seperti apa kondisi dingin di sana. Saya juga bertanya pendapatnya tentang kemungkinan yang mungkin muncul, seperti salju yang menghambat penerbangan, pemanas ruangan di tempat tinggal yang akan saya tempati, dsb. Saya juga memastikan hal-hal yang biasa mereka lakukan di negara tersebut saat musim dingin tiba.

Tidak berhenti sampai disitu, saya juga bertanya dengan teman Indonesia yang pernah tinggal di negara tersebut atau negara-negara yang mengalami musim salju. Bagaimana kondisi tubuh mereka dan persiapan yang mereka lakukan? Untungnya dengan bertanya atau bahkan ngobrol dengan teman Indonesia yang pernah menetap di luar negeri sebelumnya, saya jadi dipinjamkan beberapa perlengkapan winter yang memang sesuai dan cocok saat salju tiba.

2. Kenali dan pahami tubuh sendiri

Coba Anda ingat apa yang terjadi pada tubuh anda jika anda mengalami kondisi dingin, seperti naik gunung di ketinggian yang dingin, misalnya. Saya sendiri membandingkan kondisi tubuh saya saat saya berkunjung ke Korea Selatan, bagaimana reaksi tubuh saat kondisi dingin tiba. Apakah anda alergi seperti gatal-gatal apabila kondisi dingin muncul? Atau, apakah anda mimisan saat dingin?

Kenali tubuh anda sendiri terhadap reaksi dingin. Tingkat imunitas tubuh setiap orang berbeda-beda. Saya yakin negara yang anda tuju adalah negara yang bersih dari polusi, tentu reaksi pertama dalam tubuh adalah hal yang wajar. Tetapi hanya anda sendiri yang paling tahu kondisi tubuh anda sendiri.

3. Berangkat dalam kondisi fit

Jika anda sudah siap dengan segala hal termasuk tanggal keberangkatan dan tiket di tangan. Siapkan tubuh yang fit untuk anda. Tubuh yang fit dan stamina yang sehat tentu akan memungkinkan tubuh memiliki kekebalan yang baik pula. Ingat bahwa kita akan naik pesawat dengan penerbangan yang tidak pendek dan perbedaan waktu yang berbeda dengan negara sendiri. Jadi tubuh yang fit akan memungkinkan kita untuk nyaman selama perjalanan dan sampai disana.

4. Cek kesehatan

Tidak ada salahnya untuk cek kesehatan ke dokter, terutama dokter yang mengenal riwayat sakit anda. Saya pun demikian. Setelah mendengar cerita teman bahwa ia sempat mengalami darah keluar di kuping, saya pun cek ke dokter THT untuk memastikan kondisi telinga saya.

Tanyakan kepada dokter seberapa baik kondisi tubuh anda untuk berada di wilayah dingin. Selain itu, jika ada beberapa keluhan dan gejala ringan lainnya, minta dokter menuliskan resep obat yang mudah didapat apabila mengalami keluhan di negara tujuan. Minta nasehat dokter apa yang harus dilakukan untuk mengatasi alergi dan sebagainya.

5. Vaksinasi Influenza

Untungnya sebelum berangkat, saya sempat vaksin beberapa termasuk influenza. Saya dapatkan vaksin influenza di rumah sakit Bandara Soekarno Hatta. Saat itu, saya ikut teman saya yang mau berangkat umroh. Saya bisa bayangkan jika tidak divaksin influenza, karena saya mengamati banyak orang sakit flu, tidak hanya orang Asia tetapi juga orang yang tinggal di negara tujuan.

Saya lupa harga dari vaksin Influenza tersebut karena saya bayar sekaligus dengan 2 vaksinasi yang lain. Saya pikir di Indonesia sudah ada beberapa rumah sakit yang menyediakan vaksin tersebut. Vaksinasi Influenza berlaku selama 1 tahun.

Sewaktu saya pulang dari negara tujuan, saya bertemu wanita Srilanka, dia mengalami sakit influenza dengan gejala berat. Dia sudah berobat ke rumah sakit terbaik, tetapi apa boleh buat, lebih baik mencegah daripada mengobati.

6. Pastikan informasi tentang asuransi kesehatan yang kita miliki

Untuk negara yang saya tuju, saya memang harus memiliki asuransi kesehatan atau yang dikenal travel insurance. Tidak sekedar sebagai administrasi belaka, saya pikir kita perlu bertanya juga hak-hak yang kita dapatkan apabila kita harus mengalami perawatan dan pengobatan di negara tujuan. Tanyakan pula prosedur untuk klaim dan reimbursement apabila ketentuannya tersebut. Tanyakan rumah sakit yang direkomendasikan, biaya pengobatan dan klaim yang diperoleh dan bukti administrasi dan surat yang diperlukan untuk klaim, dsb.

Saya rasa kita semua ingin tetap sehat selama di negara tujuan tetapi tidak ada salahnya memastikan tentang prosedur tersebut daripada kita tidak tahu hak-hak kita memanfaatkan travel insurance.

7. Beli perlengkapan musim dingin di sini

Saat saya bertanya dengan teman di negara tujuan, dia menyarankan saya membeli di negara tujuan karena memang sedang sale dan discount besar-besaran. Memang berbeda jika discount/sale dengan di negara sendiri, disana harga barang-barang berkualitas memang benar-benar layak untuk dibeli.

Tetapi saya menyarankan untuk membeli di sini. Saya sudah membeli jauh-jauh hari sebelum berangkat dengan mencicil setelah saya browsing di internet, toko yang menyediakan perlengkapan winter. Saya rasa harganya lumayan bisa dijangkau bila beli disini. Saya ingat sewaktu saya sampai di negara tujuan, saya sudah disambut salju. Salju turun dengan lebat sekali dan untunglah saya sudah membawa jaket winter saya serta perlengkapan lainnya. Selain itu, saya sempat membandingkan model dan merek jaket winter yang sama yang saya beli di sini dengan negara tujuan, ternyata jauh lebih murah saya beli di sini.

Ada baiknya tanyakan juga kepada petugas toko, barang-barang apa yang diperlukan untuk dikenakan saat musim salju, seperti sarung tangan, penutup kepala, topi kupluk, jaket bulu angsa, sepatu khusus musim salju dan pakaian long john underwear satu set.

Demikian sekedar berbagi pengalaman apabila ingin berkunjung ke negara empat musim saat salju turun. Satu hal yang menarik buat saya dari negara tropis, kita bisa menyaksikan indahnya salju dan rasa dingin yang berbeda. Selain itu,  harga tiket pesawat jadi lebih murah saat berpergian di saat musim dingin.

Mengapa Kita Jadi Berani?

image
Akhirnya untuk pertama kali, saya traveling keluar negeri sendirian. Dokumen pribadi

Libur lebaran lalu saya manfaatkan dengan pergi ke negeri sebelah dan sebelahnya lagi sekedar melepas kejenuhan di Jakarta. Sudah membeli tiket sebulan sebelunnya, bahkan saya tahu tiket ini tidak layak karena terlalu mahal, tetapi ini adalah konsekuensi yang harus saya terima karena masa ‘high season’. Saya pun nekat membeli tiket meski saya belum tahu jadwal lowong teman yang akan saya kunjungi, saya pikir harganya bisa lebih baik daripada beli di waktu menjelang lebaran, pasti lebih mahal.

Saatnya tiba, saya pun mengemas barang untuk dibawa. Ini adalah perjalanan pertama kalinya saya keluar negeri bukan untuk bertugas, tapi berlibur. Tak disangka teman saya yang akan dikunjungi tersebut mendadak tak punya waktu libur. Sedih rasanya, terlanjur beli tiket dan saya juga tidak mau rugi dengan harga tiket yang tak layak itu.

Sambil menimbang-nimbang hal yang akan dilakukan seminggu sendirian, saya pun sempat memutuskan tak jadi berangkat. Namun, keberanian saya diuji. Saya pikir berani itu tidak mudah, berikut hal-hal yang perlu dipertimbangkan:

1. Pikirkan konsekuensi dari keberanian yang akan diambil dan bila tak jadi diambil. Dengan demikian kita jadi mudah melangkah.

2. Menjadi positif bila keberanian dilakukan. Bayangkan bila kita tidak berani dan ragu-ragu, tentu otak sebagai sistim pengendali kita akan dikuasai oleh sebagian besar hal negatif.

3. Pikirkan mendapat pengalaman baru yang akan diperoleh. Sejatinya, kita menjadi takut karena kita belum pernah melakukannya. Ingat, bahwa kita tidak akan pernah bisa membeli pengalaman.

4. Lakukan dengan kesungguhan dan tekad yang kuat. Kalau kita akan menjalankannya setengah hati, tentu akan memperburuk keadaan ‘berani’ yang kita jalankan.

5. Mengelola diri dan emosi secara lebih baik. Keadaan takut justru disebabkan karena kita ingin bergantung pada seseorang agar kita berani. Dengan langkah berani, tentu kita dilatih untuk mandiri kelola diri dan emosi.

6. Menjadi lebih strategis dan praktis. Percaya atau tidak kalau kita berani, ada hal-hal yang dirancang otak untuk berencana dan bertindak lebih strategis dan praktis, ketimbang kita pasif dan menunggu.

Pastinya, saya selalu percaya bahwa Tuhan beserta kita. Siapa takut?