Naik Kapal Kristal Swaroski Antara Jerman – Austria, Wah!

Kapal Kristal Swaroski yang didesain elegan, mewah dan eksklusif.
Lampu kristal di tengah.
Tangga kristal.

Pernahkah anda membayangkan naik kapal wisata melalui sungai di antara dua negara, Jerman dan Austria? Tak hanya itu, kapal wisata yang dinaiki adalah kapal wisata yang mencerminkan kristal swaroski. Anda tahu kan kristal swaroski? Di sini penumpang seperti dimanjakan dengan keistimewaan dekorasi kristal yang menjadi interior kapal. Penumpang pun bisa melihat keindahan panorama indah sungai yang membelah dua negara. Asyik, deh!

Interior kristal lainnya.
Ruangan lainnya.

Saya, suami dan ibu-bapak mertua berangkat untuk ikut paket wisata dengan kapal kristal swaroski selama dua jam untuk menjangkau perbatasan dua negara Jerman dan Austria. Kami datang di hari Minggu sewaktu Jerman sedang libur anak sekolah dan libur musim panas. Penumpang pun antusias untuk menumpang kapal ini. Tampak pula sekelompok turis yang datang ke Passau, turut serta dalam kapal bersama kami. Penumpang pun bebas memilih bangku-bangku yang dirancang seperti di hotel atau restoran eksklusif.

Meksipun ini adalah musim panas, namun dalam kapal tersedia AC yang mendinginkan suasana. Kapal ada tiga lantai. Sebagian penumpang memilih berdiam di lantai dua. Sebagian lagi memilih duduk di atas kapal, lantai tiga yang terbuka luas dengan angin semilir menyusuri sungai. Mereka yang senang dengan hangatnya matahari dan menikmati panorama bisa memilih duduk di sini atau di balkon tiap lantai.

Kolam putri duyung.

Kapal ini tersedia juga pramusaji yang siap melayani anda untuk memesan kuliner khas Bavaria. Anda pasti tahu schnitzel, sosis hingga makanan vegetaris bisa dipesan di sini. Tak ingin makan, anda juga bisa memesan minuman hangat dan dingin. Mungkin anda tertarik menikmati es krim seperti mertua saya atau minum es kopi. Tentu, anda harus membayar semua itu diluar harga tiket kapal.

Petugas patroli selalu menjaga dan mengawasi segala hal yang terjadi untuk menghindari hal tak terduga dan tidak dikehendaki.

Suasana yang nyaman dan tidak membuat mabuk kapal tentu disukai penumpang. Penumpang terasa nyaman. Bahkan anda bisa menikmati fasilitas toilet yang juga eksklusif dan tersedia pula toilet untuk penumpang berkebutuhan khusus seperti menggunakan kursi roda. Di lantai 1 tersedia toko yang menawarkan parfum, makanan hingga perhiasan kristal tentunya. Jika anda suka perhiasan kristal, di sini anda bisa membelinya langsung. Asli kristal swaroski untuk aksesoris perempuan seperti anting, kalung, cincin dan gelang. Sedangkan untuk pria, tersedia bolpoin berlapis kristal swaroski juga yang menawan.

Mau belanja aksesoris krital juga bisa.

Di dekat toko cinderamata, saya terpaku pada sudut dekorasi putri duyung dengan dekorasi kristal. Biasanya putri duyung dengan air mancur, namun ini digantikan dengan bayangan optik. Tampak yang menjadi kolam dipenuhi koin-koin berkilau yang saya kenali sebagai uang cents EURO. Sepertinya ini gambaran bagaimana mereka melempar koin ke dalam kolam putri duyung sembari mengucapkan keinginan.

Teras luar dimana anda bisa melihat panorama langsung dengan mata telanjang.

Sebagai penumpang, saya benar-benar menikmati panorama dua negara yang dibelah sungai. Anda bahkan menjumpai kapal wisata besar yang berasal dari negara-negara tetangga di seputaran Eropa seperti Swiss, Hungaria, Austria dan sebagainya melintasi sungai yang sama. Seru!

Bagaimana menjangkaunya?

Untuk naik kapal wisata ini, anda perlu naik dermaga dari kota Passau. Durasi perjalanan sekitar dua jam. Dari Hauptbahnhof Passau, anda perlu berjalan kaki sekitar sepuluh sampai lima belas menit untuk tiba di dermaga kapal.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Advertisements

Lutherstadt Wittenberg (3): Destinasi Wisata Bersejarah yang Wajib Dikunjungi

Keliling kota Wittenberg dengan kereta ini yang memuat kapasitas 60an orang.

Untuk menutup kunjungan di kota Lutherstadt Wittenberg, berikut dijelaskan tempat yang menjadi tujuan wisata bersejarah melalui paket wisata yang tersedia. Kota Wittenberg menjadi salah satu destinasi wisata bila anda ingin tahu bagaimana sosok Martin Luther. Itu sebab kota ini tak pernah sepi dengan wisatawan dari pelosok Jerman dan berbagai belahan dunia. Pasalnya, Luther tidak hanya menjadi tokoh publik tetapi karya dan gerakannya pun sudah mendunia.

Patung Martin Luther di depan Frauenkirche, Dresden.

Kami datang ke pusat informasi wisata yang letaknya di depan Schlosskirche. Di sini terdapat toko sovenir dan paket wisata bersejarah keliling kota. Saya dan suami pun tak ketinggalan untuk ikut serta. Satu orang diwajibkan bayar 9€ dan mengikuti tur selama 1 jam. Dalam tur tersedia informan audio yang cukup jelas. Para wisatawan yang tertarik naik kereta terbuka yang cukup aktraktif.

Untuk schlosskirche atau All Saints Church dan museum Luther sudah dibahas sebelumnya. Silahkan anda cek!

Lalu apa saja yang bisa dikunjungi?

1. Markplatz

Dua tokoh gerakan reformasi gereja diabadikan di sini.

Markplatz dijumpai ada di hampir tiap kota di Jerman. Begitu pun di Wittenberg, kami melihat markplatz sebagai area perdagangan dan juga pernah menjadi saksi sejarah. Bagaimana pun markplatz adalah alun-alun kota, tempat strategis bertemunya penduduk kota. Anda bisa melihat area ini tak pernah sepi.

Area ini menjadi area perdagangan kota.

Ada patung Martin Luther di sini dan rekan seperjuangannya, Philip Melanchaton. Di sini pula anda bisa melihat bagaimana sejarah reformasi itu bermula. Alun-alun kota saat abad pertengahan menjadi tempat kampanye dimana banyak orang berkumpul mendengarkan seruan Luther.

Alun-alun kota juga terdapat toko, restoran kafe dimana anda bisa menikmati kota dengan santai. Kadang jika anda datang di waktu tepat maka ada konser musik atau pertunjukan kolosal di sini.

2. Lutherhaus

Tampak samping.

Ketika tour informan menyebut nama tempat ini, supir menghentikan kereta. Sebagian orang turun dan masuk ke gedung Lutherhaus. Beberapa turis baru masuk dengan mengantri satu per satu sambil menunjukkan tiket tur keliling kota. Rupanya anda perlu juga membayar tiket masuk ke Lutherhaus seperti umumnya museum.

Pintu masuk.

Lutherhaus adalah tempat dimana keluarga Luther tinggal dan menetap di Wittenberg setelah terjadinya reformasi gereja. Informasi dari tour guide bahwa kediaman keluarga Luther ini awalnya adalah biara karena bagaimana pun Luther itu pernah menjadi biarawan. Kemudian Luther mencetuskan protesnya dan biara pun diberikan untuk menjadi tempat tinggalnya. Di sini pula murid-murid Luther memahami gerakan yang diajarkannya. Bersama Katharina von Bora, Luther menghabiskan tahun-tahun awal gerakan reformasi di rumah ini.

Di sini pula anda bisa melihat bagaimana kamar pribadi Luther saat itu. Anda diajak untuk menyelami Luther dari tiap jengkal kediaman Lutherhaus.

3. Melanchaton Hause

Sebagaimana anda menyimak sejarah reformasi gereja abad pertengahan, bahwa Luther didampingi rekan seperjuangannya bernama Philip Melanchaton. Di rumah ini adalah kediaman Profesor Melanchaton tinggal dengan karya buah pikirnya hingga ia meninggal. Baru-baru ini rumah ini menjadi situs warisan dunia yang diakui UNESCO dan terbuka untuk umum.

4. Panorama 360

Di gedung moderen ini, kita bisa menjumpai visual teknologi yang menggambarkan kejadian abad pertengahan. Bangunan ini juga bisa disebut Luther 1517, sebagai memori gerakan Luther tahun 1517. Pengunjung bisa memahami dengan diajak seolah-olah anda larut dalam fenomena gerakan reformasi yang diusung Luther saat itu.

5. Gereja St. Maria

Setelah Markplatz, ada sebuah gereja tua bercorak cokelat. Ini adalah gereja Santa Maria. Di gereja ini Luther dan Katharina von Bora melangsungkan pernikahan. Luther yang semula biarawan memutuskan keluar dari kaulnya dan memilih menikahi seorang perempuan.

6. Haus der Geschichte

Tujuan selanjutnya adalah haus der geschicte. Di Jerman ada kota-kota yang juga memiliki haus der geschichte. Tergantung pada pendiriannya, haus der geschichte dibangun seperti layaknya museum. Di Wittenberg, haus der geschichte berisi tentang informasi kehidupan masyarakat setempat pada abad 20.

7. Hundertwasserschule

Terakhir adalah Hundertwassershule, dengan bangunan kubahnya seperti negeri dongeng. Untuk memasuki gedung ini, pengunjung perlu bayar tiket masuk. Ada tur tersedia sekitar 45 menit untuk menyelami segala sesuatu tentang sekolah yang dirancang oleh lulusan murid Luther.

Begitulah, hasil kunjungan singkat saya. Kota ini layak disinggahi bila anda tertarik dengan sejarah dan menyelami sosok Luther yang dikenal dunia. Kota ini juga ramah turis dan di banyak sisi terdapat area untuk menikmati kota secara moderen. Untuk mencapai kota ini, anda perlu menggunakan kereta dari Leipzig misalnya. Sementara kami berkendara dari Leipzig sekitar satu jam.

Mengapa Handuk Hotel itu Berwarna Putih?

Apakah anda pernah menyadari bahwa kebanyakan hotel selalu menyediakan handuk itu berwarna putih? Ini seperti pertanyaan selintas yang saya pikirkan karena seringnya saya traveling. Sebelumnya saya pernah mengulas, mengapa seprei dan sarung bantal hotel itu berwarna putih. Saya pun sudah mendapati jawabannya dan tertulis di link ini. Kini pertanyaan selanjutnya adalah soal handuk yang juga sama-sama putih, apakah jawabannya sama?

Lalu apakah handuk anda pribadi di rumah juga berwarna putih?

Sejujurnya saya tidak ingin handuk di rumah itu berwarna putih. Saya berpikir pasti tidak mudah juga untuk mencucinya dengan baik dan cermat. Itu alasan pertama, mengapa saya tak punya handuk warna putih di rumah. Alasan lainnya, saya pernah menelusuri harga handuk berdasarkan warna. Semula saya hendak punya handuk warna putih di rumah, rupanya handuk warna putih itu harganya lebih mahal dibandingkan handuk warna lainnya. Jadi dua alasan tersebut menyatakan bahwa saya tak punya handuk warna putih.

Sementara handuk warna putih lebih sering digunakan pihak hotel tentu dengan ragam alasan yang berbeda. Alasan pertama seperti warna putih pada handuk besar, handuk ukuran sedang dan handuk ukuran kecil sangat cocok dipadupadankan dengan desain interior kamar mandi hotel. Anda tahu kan bahwa hotel membuat tamunya nyaman dan betah di kamar mandi. Dengan begitu, kamar mandi pun dirancang istimewa agar tamu merasa senang di kamar mandi. Warna putih sebagai warna primer membuat handuk cocok diletakkan atau digantung di dalam kamar mandi.

Alasan kedua tentunya berkaitan dengan jaminan kebersihan dan higenitas yang ditawarkan hotel. Anda tahu juga bahwa sudah banyak tamu datang silih berganti di kamar yang anda sewa, juga pastinya anda bukanlah orang pertama menggunakan handuk yang diberikan pihak hotel. Handuk putih yang bersih dan tanpa noda mencerminkan bagaimana hotel menjamin kebersihan dan higenitas agar anda sebagai tamu percaya dan tinggal di hotel. Warna putih pada handuk juga memudahkan kita sebagai tamu mendeteksi bersih atau tak bersihnya sanitasi dan fasilitas lainnya.

Alasan ketiga berkaitan dengan warna putih itu tetap punya kesan elegan dan modis. Warna putih dengan bahan material yang berbeda maka handuk terlihat mewah saat diletakkan di kamar mandi. Warna putih juga kerap disandingkan dengan berbagai dekorasi pernak pernik yang ada di kamar mandi sehingga tampak serasi dan istimewa.

Alasan selanjutnya, warna putih pada handuk juga memberi kesan kamar mandi yang bersih, segar dan cerah. Ini memberi dampak psikologis pada tamu tentang suasana kamar mandi yang nyaman. Siapa pun jadi betah berlama-lama di kamar mandi jika suasana kamar mandi demikian bersih dan menyegarkan.

Alasan terakhir yang perlu anda tahu adalah soal pemeliharaan dan perawatan handuk. Handuk dibuat dalam satu warna senada, yakni putih. Agar dalam siklus pencucian, ini membuat mudah untuk dilakukan. Tidak ada warna lain selain putih sehingga pencucian pun lebih hemat dan praktis tentunya. Tak hanya itu, jika ada hal yang tak bersih dan masih kotor maka handuk berwarna putih akan mudah dikenali.

So, semoga ini bermanfaat untuk anda. Selamat liburan musim panas!

Lutherstadt Wittenberg (2): Menjelajahi Sosok Martin Luther di Museum

Tampak depan.
Data pengunjung dari berbagai belahan dunia.
Sebaran umat di seluruh dunia dalam data juga bisa disimak di museum.

Melanjutkan kunjungan saya di kota Martin Luther yakni Wittenberg, kali ini saya ajak anda menyelami bagian dalam dari gereja All Saints. Gereja ini disebut juga dalam bahasa Jerman Schlosskirche yang juga menjadi fenomenal karena tempat bersejarah terjadinya reformasi gereja. Tokoh yang merencanakan dan mengawali perubahan gereja ini adalah Martin Luther. Ini bukan hanya menjadi sejarah gereja saja, melainkan juga sejarah dunia yang penting untuk diingat.

Martin Luther dilahirkan pada 10 November 1483. Dia pula tokoh yang menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman, yang awalnya hanya dikenal dalam bahasa Latin. Setelah menempuh program doktoral Teologi di Italia, lima tahun kemudian ia protes terhadap kebijakan gereja saat itu. Kemudian 31 Oktober 1517, ia menancapkan 95 Thesisnya di pintu gereja All Saints atau yang juga dikenal Schlosskirche. Tahun 1525, Luther menikahi Katharina von Bora. Pada usia 63 tahun, Luther meninggal dunia.

Mengenali sosok Martin Luther, anda bisa datang ke Lutherhaus, dimana beliau pernah tinggal. Namun saya datang menjelajahi museum Schlosskirche yang juga menyimpan kronologis terjadinya reformasi gereja. Di gereja ini pula konon Luther dimakamkan bersama dua pengikutnya yang setia.

Untuk masuk ke museum ini ada bagian yang gratis dan ada bagian berbayar. Pada bagian gereja di dalam memperlihatkan umumnya gereja katolik di Jerman yang bergaya gothik. Sayangnya gereja ini sudah tak aktif dan dijadikan museum. Di sini ada benda-benda rohani yang masih terawat baik, meski sebenarnya dahulu ini adalah gereja katolik. Kini gereja ini menjadi pusat jutaan mata yang ingin tahu bagaimana terjadinya reformasi gereja yang terjadi lima ratus tahun lalu.

95 Thesis terbaca jelas.

Setelah puas berkeliling bagian dalam gereja, anda bisa melihat sisi luar gereja yang dibangun dengan informatif dan aktraktif bagi turis. Ada biografi Martin Luther dari kelahiran hingga kematiannya. Lalu juga isi Thesis Luther yang terbaca dengan baik dalam bahasa Jerman. Di sini pula ada data statistik sebaran gereja yang denominasi di seluruh dunia setelah terjadinya reformasi.

Altar.
Pengunjung yang tak pernah sepi.
Organ dan interior umumnya gereja bergaya gothik di Jerman.
Bagian belakang gereja.

Hal menarik lainnya, anda bisa melihat video dan audio dalam museum berbayar. Di depan pintu ada monitor data pengunjung yang mencatat kedatangannya. Saya adalah orang ke-79 dari Indonesia yang pernah berkunjung ke sini. Museum ini sendiri dibuka menjelang perayaan lima ratus tahun reformasi gereja tahun 2017 lalu.

Dresden (4): Enam Tempat Lainnya yang Dikunjungi

Monumen di dekat Bruhl’s terrace.

Dresden adalah ibukota dari negara bagian Saxony. Saya sudah mengulas sebagian hasil kunjungan saya sebelumnya di link ini. Di ulasan ketiga, saya masih membahas enam tempat lainnya yang belum dibahas. Kesimpulannya, Dresden layak dikunjungi karena indah dan bersejarah.

Albertinum dari sisi lain.

Empat tempat berikut letaknya masih berdekatan di sekitaran kota tua (baca: Altstadt), sedangkan hanya satu tempat yang letaknya cukup jauh dijangkau bila berjalan kaki, yakni Yenidze. Ada beberapa cara menikmati Dresden seperti yang saya tulis di sini.

Langsung saja, berikut lima tempat lainnya.

1. Albertinum

Albertinum bisa dikatakan akademi seni di kota Dresden. Albertinum adalah museum seni modern yang dibangun dengan gaya arsitektur reinaissance. Bangunan ini dinamai oleh Raja Saxony pada waktu itu, yakni Raja Albert. Di sini terdapat ruang-ruang indah yang memamerkan karya seni dunia seperti patung yang indah tempo abad 18. Gedung ini menyimpan new art gallery. Sebut saja Caspar David Friedrich, Claude Monet hingga Gerhard Richter. Di sini juga menyimpan koleksi patung seni Dresden.

Patung Ludwig Richter, juga adalah seniman yang karyanya diabadikan di Albertinum.

2. Brühl’s Terrace

Berjalan menjauh dari Albertinum, ada Brühl’s terrace yang pasti membuat anda berdecak kagum. Nama Brühl berdasar dari Heinrich von Brühl yang menginisiasi pembangunan ini pada abad 18. Dibangun secara bertahap hingga abad 19, balkon ini dihiasi patung indah, air mancur hingga tanaman khusus sehingga teras cantik ini mendapat julukan “The Balcony of Europe”.

Ini gratis dan bebas dikunjungi. Banyak orang senang duduk di bangku-bangku yang disediakan. Selain indah untuk berfoto, dari sini anda akan melihat pemandangan sungai Elbe dan neu alstadt. Bangunan teras yang indah dihiasi karya baroque yang membuat mata berdecak kagum karena begitu mempesona.

3. Dresden Fortress

Tak jauh letaknya dari Brühl’s Terrace, tampak benteng yang kokoh namun juga indah. Banyak orang datang menikmati pemandangan kota Dresden dari situ atau mereka mengambil foto di beberapa spot. Benteng ini dibangun menyerupai cincin yang menjadi struktur kota menandai gaya arsitektur renaissance. Ada jembatan, gerbang kota bahkan susunan saluran air yang menandai bahwa ratusan tahun lalu Dresden sudah memiliki peradaban yang maju dan lengkap. Anda bisa menyimaknya di bawah Bruhl’s terrace.

4. Promenade sungai Elbe

Ikut kapal wisata.
Olahraga air lainnya.

Selanjutnya turun ke bawah, ada restoran, biergarten tentu promenade sungai Elbe. Layaknya turis anda bisa menikmati bir lokal sambil menyantap kuliner lokal. Dengan indahnya musim panas, pemandangan sungai Elbe semakin cantik. Anda bisa datang dan memesan tur kapal wisata selama satu setengah jam di sini. Banyak juga orang memanfaatkan sungai Elbe dengan boat pribadi atau olahraga air lainnya.

Atau duduk menikmatinya di bangku yang disediakan.

5. Yenidze

Semula saya berpikir ini adalah masjid berdasarkan bentuk kubahnya. Rupanya arsiteknya memang meniru dari bangunan masjid. Bangunan yang dibangun awal tahun 1900-an adalah pabrik rokok. Namun kini bangunan ini lebih dimanfaatkan sebagai perkantoran.

6. Neumarkt

Terakhir adalah area bisnis seperti kafe, restoran dan shopping center. Letaknya di kota tua sehingga ini menjadi atraksi bagi turis untuk berbelanja sovenir, menikmati kuliner atau sekedar cuci mata.

Praha, Ceko (6): Johannes Kepler, Siapa Dia?

Salah satu monumen untuk Kepler di Praha.

Nama Kepler masih teringat di kepala saya saat saya masih duduk di bangku sekolah dan sedang mengingat hukum kepler. Itu salah satu alasan saya langsung mengabadikan monumen dan rumah tinggalnya saat saya berkunjung ke Praha. Akhirnya saya bisa berkunjung ke seorang ilmuwan yang dahulu saya kenal di sekolah. Kepler, dengan nama lengkap Johannes Kepler dikenal sebagai salah satu ilmu pengetahuan moderen. Ia berhasil menemukan hukum pergerakan planet-planet mengitari matahari.

Rumah tinggal di Praha, terlihat prasasti tertulis di atas pintu.

Hal lain yang saya temukan dari sosok Kepler adalah perhitungan denyut nadi manusia hingga akhirnya menjadi pandangan ilmu kedokteran. Kepler juga dikenal sebagai ahli matematika. Begitu banyak kiprah Kepler hingga ia dekat dengan Kaisar atau penguasa saat itu. Ia yang terlahir sebagai Jerman, sempat tinggal di beberapa kota di Eropa. Salah satunya, ia bersama keluarga tinggal di Praha, Ceko.

Kota Praha yang dibelah sungai vltava yang indah.

Baru saja Kepler memulai hidup baru di Praha, isterinya meninggal dunia. Kepler yang berduka, memutuskan untuk pindah dari Praha. Namun ia urung memutuskan kepindahannya dari Praha. Kepler begitu dipercaya pendapatnya oleh Kaisar Bohemia saat itu, abad pertengahan dimana Eropa dilanda gejolak hubungan antara ilmu pengetahuan dengan gereja. Kepler meninggal tahun 1630 di Regensburg, Jerman.

Menyimak profil hidup Kepler, saya tertegun akan dedikasinya pada ilmu pengetahuan. Entah apa jadinya jika Kepler tidak menemukan hukum kepler yang secara tepat mendefinisikan orbitnya.

Ada pendapat?

Pernah Berpikir Alasan Telepon Dipasang di Kamar Mandi Hotel?

Saya sering traveling ke banyak tempat dan menginap di hotel. Saya biasanya mengamati hotel-hotel yang ekslusif dan berkelas seperti hotel bintang 4 misalnya, mengapa mereka meletakkan telepon di kamar mandi. Awalnya saya tidak menyadari itu hingga saya mengalami hal yang urgent saat traveling.

Suatu kali saya dan suami pergi menginap di suatu hotel mewah, saya yang sedang berada di kamar mandi terpaksa mengangkat telepon. Telepon ini paralel dan ada juga di dekat di kamar tidur. Rupanya petugas hotel menelpon kamar saya karena suami saya sedang menunggu di lobby hotel dan ia ketinggalan telepon genggamnya. Lalu suami meminta petugas hotel menelpon ke kamar kami dan saya memang sedang berada di kamar mandi. Begitulah, saya langsung menyadari, apa fungsinya telepon di kamar mandi?

Apakah anda pernah berpikir hal yang sama seperti saya?

Saya pun berusaha cari tahu, apa maksudnya. Pertama, ini merupakan salah satu persyaratan dari kebijakan hotel yang memang punya kategori dan kelas tertentu. Artinya, memang tidak harus semua kamar mandi meletakkan telepon di dalamnya. Kriteria tertentu hotel ternyata mewajibkan untuk meletakkan telepon di situ.

Alasan kedua adalah tentu keamanan dan keselamatan. Konon telepon diletakkan di kamar mandi agar bisa menjamin keamanan dan kenyamanan orang yang memang memerlukan bantuan orang lain. Telepon ini menjadi alat bantu berkomunikasi bagi mereka yang berada di kamar mandi dan memerlukan bantuan gawat darurat. Ini alasan logis dan bisa jadi itu benar bahwa ada alat komunikasi tersedia.

Namun, sekarang sudah ada telepon genggam, apakah masih diperlukan juga?

Alasan lain juga menyebutkan bahwa peletakkan telepon di kamar mandi itu menandakan komunikasi yang privat. Saya sih belum pernah menjumpai telepon di kamar mandi hotel itu bisa menggunakan loudspeaker. Itu artinya telepon di kamar mandi adalah telepon konvensional yang perlu langsung dengan telinga. Anda kan belum pernah mendapati penggunaan telepon di kamar mandi sambil mencukur kumis, karena anda menggunakan loudspeaker. Itu sebab komunikasi per telepon di kamar mandi adalah benar-benar privat.

Bagi orang-orang sibuk dan padat dalam jadwal pekerjaan, telepon di kamar mandi membuat mereka tetap terhubung. Karena bagaimana pun komunikasi itu diperlukan agar anda tetap terhubung dengan dunia.

So, saya jadi paham bahwa selalu ada alasan dibalik sesuatu. Tentunya pemasangan telepon di kamar mandi pun pasti ada gunanya juga.

Bagaimana menurut anda?

Praha, Ceko (5): Menikmati Kuliner yang Murah hingga Mahal

Aneka permen, manisan dan cokelat bisa jadi buah tangan.
Cup fruits, mau coba?

Berkunjung ke Praha tidak hanya menarik mata untuk memandang pesona menara dan keindahan arsitekturnya saja, tetapi juga mencicipi kuliner aneka ragam. Saya suka membelanjakan jajanan street foods dan restoran yang ternyata ramah di dompet. Itu pendapat saya. Atas dasar ini, saya menuliskan pengalaman kuliner saya selama berada di Praha.

Artikel pertama tentang kuliner di Praha sudah tertulis tentang masakan nusantara di link ini. Check it out! Ini menandakan makanan nusantara sudah mendunia juga.

Di restoran dengan live music, mengapa tidak?

Lanjut ulasan kuliner.

Pertama, saya sarankan anda menikmati jajanan street foods. Ada banyak ragam jenis jajanan yang bisa anda coba. Seperti yang saya beli adalah minuman jus yang dikemas menarik tampak dalam foto. Kemasan jus empat rasa sekaligus ini memikat mata turis yang menuju jembatan Charles yang terkenal itu. Bayangkan warna buah yang memikat dan rasa jus yang smoothie sungguh nikmat di kala siang hari yang terik.

Atau coba es krim atau jajanan ini.

Tak ingin jus buah, bisa juga jajanan sehat seperti cup fruits, aneka buah yang dikemas dalam gelas plastik. Anda bisa memesan dan duduk di bangku-bangku sekitar sembari menikmati sungai vltava yang indah. Mengkonsumsi buah baik juga saat kita lelah berkeliling kota sub Praha 1. Asyik ‘kan!

Anda juga bisa membeli keripik kentang yang dililit di lidi kayu. Ada rasa gurih dan garam sesuai selera anda. Yummy dan cukup enak bagi pencinta street foods. Tak ingin kentang, ada juga jagung rebus manis. Setidaknya jagung bisa mengenyangkan saat dompet menipis karena anggaran belanja yang membengkak.

Ini keripik kentang kekinian.

Kedua, anda bisa menikmati aneka cokelat, manisan permen hingga es krim. Praha seperti ibukota tetangganya, Bratislava adalah kota kaya akan permen home made yang dikemas lucu, menarik dan rasa yang sesuai keinginan anda. Anda bisa menjadikan manisan ini sebagai sovenir atau buah tangan.

Jangan ketinggalan juga es krim yang mudah dijumpai dari yang murah hingga mahal. Bahkan saya menemukan es krim berbalut kue. Enak juga.

Ketiga, aneka makanan eksklusif dan istimewa yang tersaji di restoran juga bisa anda pilih. Anda bisa menikmati kuliner sambil menikmati pemandangan kota Praha di gedung dance house. Atau anda juga bisa menikmati sajian lokal dan western lainnya di dekat sungai vltava. Di sini ada pergelaran live music yang membuat suasana liburan anda semakin semarak.

Tertarik berkunjung ke Praha?

Pilsen, Ceko (2): Apa Saja Objek Wisatanya? Simak Ini

Pilsen adalah kota keempat terbesar di Ceko. Jaraknya yang dekat dari Praha, menjadikan kota ini tak pernah luput dari kunjungan wisatawan mancanegara. Kota Pilsen dikenal sebagai kota industri terutama bir yang enak dan dikenal di seluruh dunia.

Kesempatan berkunjung ke Pilsen kali ini saya manfaatkan dengan mengunjungi objek wisata. Meski begitu cuaca tidak mendukung saat kami datang. Awan menggelayut dan hujan gerimis membuat foto tampak tak indah. Bahkan saya hampir urung berjalan-jalan karena hujan. Langsung saja, lokasi berikut adalah tujuan wisata di Pilsen.

Apa saja?

1. Katedral St. Bartolomeus

Gereja tampak samping.

Sekitar abad 13 gereja katedral ini didirikan. Gereja yang bergaya arsitektur gothik ini menjadi landmark kota Pilsen karena letaknya yang berada di jantung kota. Di area sekitar gereja memang menjadi alun-alun kota. Karena saat kami datang, area tersebut tampak dibangun panggung. Hujan gerimis tidak menyurutkan niat saya untuk mampir sejenak. Sayangnya pintu gereja sedang ditutup. Saat kami ingin beranjak ke menara gereja, ada peringatan bahwa gereja sedang mengalami renovasi.

Pintu gereja.

Di gereja katedral ini juga terdapat relikui dari Raja Henry Bohemia yang pernah berkuasa di Ceko. Wilayah katedral ini menjadi banyak dijadikan spot berfoto mengingat ada tiga air mancur yang berbalut warna emas. Tiga air mancur ini dibahas kemudian. Lalu ada patung Bunda Maria berbalut warna emas di samping gereja dan berhadapan langsung dengan Renaissance Town Hall.

Patung Bunda Maria.

2. Renaissance Town Hall

Letaknya di seberang katedral.

Bangunan kedua yang tampak menawan adalah renaissance town hall. Letak bangunan ini berada di depan dari pintu samping gereja katedral. Bangunan ini tampak menawan sehingga banyak turis mengabadikannya. Desain luar bangunan memang menakjubkan bagi tiap mata yang melihatnya.

Sejatinya bangunan ini dibangun sekitar abad 16, dengan gaya arsitektur renaissance. Kemudian tiga abad setelahnya, dekorasi di luar bangunan ditambahkan untuk mempercantik penampilannya.

3. Three Fountains

Ini air mancur pertama.

Kunjungan selanjutnya adalah air mancur kota yang berjumlah tiga, tetapi bangunannya mencolok. Warna emas yang berbalut pada keran air mancur tampak mempesona. Sepertinya bagi yang mengamati, tiga rancangan air mancur ini punya makna tersendiri.

Air mancur kedua.

Rupanya air mancur ini melengkapi area alun-alun kota Pilsen. Melalui sebuah ajang kompetisi desain, terpilihlah rancangan tiga air mancur untuk melengkapi sudut gereja yang bergaya gothik. Tiga sosok air mancur melambangkan anjing, unta dan malaikat yang saya sendiri juga sulit menebak air mancur dari lambang tersebut.

Air mancur ketiga.

4. Synagoga Pilsen

Synagoga di Pilsen.

Destinasi wisata selanjutnya adalah synagoga, tempat ibadah umat yahudi. Bangunan didominasi dengan batu granit ini dibangun sekitar abad 19. Berada di jalan raya besar, synagoga ini mudah dijangkau saat berada di Pilsen.

Di atas adalah kunjungan singkat di Pilsen. Kami melewati museum pembuatan bir, yang juga layak dikunjungi.

El Cid Restaurant, Pilsen di Ceko, Rasa Eksklusif yang Nyata: Rekomendasi Tempat (28)

Beef steak.
Sea food soup in Phillipine colonial way.

Menyambangi kota Pilzen di Ceko, kami sudah merancang untuk makan siang yang lezat dan eksklusif. Ternyata niat kami terwujud, kami menjumpai salah satu dari sekian tempat makan di pusat kota Pilzen yang lezat. Seperti yang anda lihat, menu makanan yang kami pesan benar-benar menggoda. Ya, rekomendasi tempat selanjutnya adalah restoran yang mengusung kuliner negeri matador, Spanyol. Namanya adalah El Cid.

Kami disambut ramah dengan pramusaji yang mengetahui bahwa kami adalah turis. Berbekal bahasa Inggris, pramusaji menanyakan pesanan kami. Menu dalam buku tersedia dalam bahasa setempat dan bahasa Inggris. Saya pilih sea food soup dan suami pilih beef steak. Sepertinya anda yang suka makanan lima jenis ala hotel, bisa mencoba makan di sini. Semua tersaji secara eksklusif dan elegan, termasuk segala pesanan kami.

Kami mendapatkan menu pembuka dan minuman. Ada roti baguette untuk mengawali santapan kami. Selang tak lama, datang pesanan kami berdua. Sea food soup saya dinyatakan dibuat ala Filipina, terdiri atas kerang, cumi-cumi dan udang. Rupanya dahulu Spanyol sempat menjajah Filipina sehingga nama menu menjadi soup in Philippine colonial way. Sedangkan beef steak suami terdiri atas steak, kentang tumbuk dan salad sayur. Salad sayur ini disebut coleslaw. Semua enak dan lezat tersantap.

Selesai menyantap, pramusaji menawarkan makanan penutup tetapi kami benar-benar merasa cukup kenyang. Rasanya tepat jika kami merekomendasikan restoran ini karena kami suka rasa dan tampilannya yang elegan.