Praha, Ceko (4): 7 Tempat Kunjungan Wisata yang Pertama

Praha adalah salah satu ibukota di Eropa Tengah yang punya pesona tersendiri karena kota ini dipenuhi menara bercirikan gothik yang indah. Praha bisa menjadi tujuan wisata setelah musim dingin berakhir, dimana anda bisa menyaksikan keindahan panorama sungai vltava yang membelah kota ini. Sepertinya anda wajib berkunjung ke sini karena ada banyak tempat yang bisa dikunjungi. Praha dijuluki sebagai kota seratus menara. Dijamin anda tak akan pernah terpuaskan! Seperti saya yang datang beberapa kali karena kota ini ramah dengan turis.

Langsung saja, saya dan suami mengikuti program sightseeing tour yang memudahkan kami. Setelah kami parkir mobil, kami sudah menemukan lokasi keberangkatan bis tur keliling kota. Untuk tur selama 24 jam, anda membayar 550 Koruna per orang. Anda bebas memilih jurusan wisata yang dikehendaki.

1. Jindrisska tower

Menara Jindrisska.

Menara menjulang tinggi bergaya arsitektur gothik ini terletak di jalan Jindriskka, di Praha 1. Itu sebab diberi nama sesuai lokasinya. Pemberian nama menara baru dilakukan pada abad 18, sebelumnya nama menara dikaitkan dengan gereja katolik di sekitar situ. Bahkan anda masih bisa menemukan lonceng gereja di menara ini. Menara ini dilalui jalur trem dan kerap padat dengan lalu lintas mobil atau pejalan kaki.

Sisi lain dari menara yang selalu ramai.

2. Wenceslas square

Tampak depan.
Sisi lain.

Boleh dibilang ini adalah alun-alun kota Praha karena tempat ini berada di pusat kota yang menjadi pilihan menikmati kota Praha di bangku taman yang disediakan. Anda juga bisa memili untuk menikmati lalu lalang orang di kafe di situ. Wenceslas sendiri berasal dari nama Santo Wenceslas, Ksatria Bohemia. Indahnya bunga-bunga di sekitar taman menjadikan banyak orang memilih untuk berfoto.

Di depan patung adalah taman yang dipadati lalu lalang orang.

3. Dancing house

Gedung menari, begitu terjemahan dari bangunan ini.

Bangunan yang berada di Praha 5 ini begitu berbeda karena bentuknya yang unik. Gedung yang dirancang oleh arsitek Frank Gerhy memang menjadi salah satu tujuan wisata bila kita berkunjung ke Praha. Menurut tour gouide kami, gedung ini tampak seperti pasangan yang sedang menari. Namun pandangan lain mengatakan bahwa bangunan ini mirip stiletto, sepatu perempuan. Tidak ada tiket masuk alias gratis bila kita berkunjung ke dalam. Namun hal lain yang bisa dilakukan adalah menikmati sajian dari kafe/restoran di atas teras gedung ini.

4. Peace Square

Gereja tampak samping.
Tampak dua menara gereja.

Nama lokasi destinasi ini adalah peace square yang berada di depan gereja St. Ludmila. Dalam bahasa lokal, tempat ini disebut Namesti Miru. Gereja bergaya neo-gothik ini sendiri dibangun pada tahun 1888 hingga 1893. Dua menara gereja ini semakin melengkapi bahwa Praha adalah kota seratus menara. Di lapangan depan gereja, tiap tahun kerap diselenggarakan berbagai event istimewa.

Lokasi sekitarnya yang banyak dimanfaatkan warga untuk beraktivitas.

5. Menara Zizkov TV

Lucu ‘kan!

Masih tentang menara yang menghiasi kota Praha. Kali ini menara komunikasi untuk tayangan televisi. Namun menara ini begitu menarik seperti yang anda lihat. Ada figur orang memanjat menara yang menambah artistik dan seni lebih dari menara pemancar. Biasanya di sini, bis hop on hop off akan berhenti selama 10 menit untuk wisatawan pergi ke toilet atau sekedar berfoto.

Di sekitar menara, ada taman yang dimanfaatkan warga untuk rileks.

6. Gedung teater nasional

Bangunannya di sudut kiri.

Gedung teater ini dibangun abad 19 dan berhasil memikat banyak pengunjung untuk berfoto. Bangunan ini tampak mempesona sehingga kerap menjadi latar belakang untuk foto pre wedding. Ini saya saksikan saat dua mempelai berwajah asia sedang mengabdikan beberapa adegan di depan gedung.

Gedung teater nasional di sebelah kanan gambar.

7. Stasiun utama kota Praha

Menara di stasiun utama kota Praha.

Terakhir dalam kunjungan singkat adalah stasiun utama kota Praha. Di sini menjadi jalur terpadat untuk kereta dan bis bagi mereka yang datang dan pergi di Praha. Stasiun besar ini termasuk memiliki bangunan indah dan besar pula. Karena lokasi saya berada di stasiun, saya tidak bisa mengabadikan seluruh bangunan stasiun hanya menara saja yang melengkapi kota ini.

Untuk lanjutan wisata saya di Praha, segera berlanjut. Apakah anda punya pengalaman berkunjung ke Praha?

Advertisements

Praha, Ceko (3): Temukan Damai itu Dalam Diri Sendiri

Patung Sri Chinmoy di Praha.

Berjalan menyusuri sungai vltava di Praha, Ceko ternyata saya menemukan satu hal menarik. Adalah patung Sri Chinmoy dengan pakaian khas pria India. Saya pun segera menghampiri untuk mendokumentasikannya. Saya tersentuh dengan satu kalimat yang diletakkan di bawah kaki patung. Patung itu sendiri dikenal sebagai “the statue of harmony” atau dalam bahasa lokal disebut Socha Harmonie.

Kutipannya.

Bunyi tulisannya begini “if you can create harmony in your own life, this harmony will enter to the vast world.” Kutipan ini berasal dari Sri Chinmoy yang digambarkan dari patung berfigur dirinya. Dia sendiri adalah tokoh spiritualitas yang berasal dari India.

Saya tidak sedang membahas tokoh Sri Chinmoy, tetapi makna kutipan tersebut. Ini seperti yang pernah saya sampaikan dalam link ini. Di situ saya menulis perjumpaan saya dengan seorang oma saat traveling. Dia menyampaikan kutipan di kartu pos berbunyi “You’ll never find a peace in outside world unless you find it inside yourself first.” Inti dari dua kutipan tersebut sama sebenarnya.

Bagaimana pun tiap orang senang jika segalanya penuh kedamaian dan harmoni dalam hidup. Tetapi bagaimana menciptakan itu jika kita sendiri tidak bisa membuatnya untuk diri sendiri? Pertama-tama, pastikanlah damai itu berawal dari saya secara pribadi. Seberapa pun beratnya apa yang telah anda lalui dan perbuat, berdamailah dengan Sang Waktu. Anda tak mungkin mengulang hal yang terjadi, tetapi anda punya banyak waktu untuk memulai yang baru.

Damai dalam diri sendiri saat kita mampu memaafkan yang sudah berlalu. Bukan waktu yang memaafkan diri sendiri tetapi keberanian untuk melakukannya.

Hmm, selalu ada yang menarik lebih dari sekedar traveling.

Wellnessurlaub, Liburan yang Sebenarnya

Dua minggu lalu teman saya baru saja pulang berlibur dari salah satu negara Afrika. Di sana dia dan kekasihnya menghabiskan liburan yang disebutnya “wellnessurlaub” dalam bahasa Jerman. Ya, liburan semacam ini memang disukai bagi sebagian orang Jerman. Pasalnya liburan macam ini menjanjikan liburan yang sesungguhnya, yakni “well-being” yang biasanya tidak kita dapatkan dengan mudah. Bisa saja liburan membuat kita stress, gegar budaya, sakit atau khawatir dengan tagihan biaya liburan yang membengkak dan perkara lainnya. Padahal liburan itu sebaiknya menawarkan kesejahteraan batin seperti “wellnessurlaub” yang kini sedang menjadi gaya hidup.

Saat saya bercerita tentang pengalaman liburan rekan kerja saya pada suami, maka suami pun mengusulkan hal yang sama untuk liburan musim panas. Heh! Bayangkan rekan kerja dan beberapa rekan kerja yang lain menghabiskan 2 minggu liburan hanya dengan rileks, menikmati alam, pijat, sauna dan tidur. Untuk kebutuhan kesehatan misalnya ada dokter, tenaga terapi dan tenaga medis yang selalu siap jaga. Kita benar-benar menikmati liburan yang menjauhkan diri dari hiruk pikuk kemacetan, kegaduhan dan ketegangan lainnya selama liburan. Setelah liburan, tubuh pun sehat dan bugar. Ini semua biasanya sudah diatur dalam program liburan.

Jika kita tertarik dengan liburan ini, ada banyak pilihan paket dan lokasi yang dikehendaki. Tak usah jauh ke luar Jerman, di negara ini ada beberapa wilayah yang dijadikan pilihan “wellnessurlaub” dengan program yang sangat menjanjikan. Ada juga program liburan “well-being” yang ditentukan oleh makanan selama liburan. Makanan sehat dan kaya nutrisi juga disajikan untuk pilihan paket komplet. Wah!

Program “wellnessurlab” memang terdengar seperti hanya untuk orang-orang tua dan lanjut usia. Siapa bilang? Stress melanda siapa saja. Setiap orang butuh revitalisasi setelah penat dan jenuh dengan pekerjaan atau kehidupan rutinitas. Toh, kita ingin liburan yang benar-benar membuat kita menikmatinya dengan baik, tidak terganggu dengan pernak-pernik mengurus liburan. Atau liburan yang membuat badan tambah lelah dan capai. Liburan “wellnessurlaub” itu berbeda.

Program liburan ini ada bermacam-macam bentuknya. Anda bisa memilih lokasi, program dan durasi yang sesuai anggaran dompet anda. Karena liburan model ini memang terbilang tidak murah. Namun wellnessurlaub atau wellness retreat perlu dicoba sesekali agar anda menemukan suasana baru dalam liburan.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Praha, Ceko (2): Jembatan Charles yang Diminati dan Punya Pesona

Jembatan Charles menjadi ikon kota Praha tampak kejauhan.
Gerbang jembatan nan gothik.

Praha itu memiliki magnet tersendiri di Eropa tengah. Kata turis dari negeri paman sam saat kami bersama kelompok turis lainnya berjalan menuju titik keberangkatan sightseeing city tour. Ia kerap datang bersama isterinya jika mereka berlibur ke Eropa. Meski mereka sudah datang beberapa kali, namun berkeliling kota Praha sepertinya tak pernah terpuaskan. Sama seperti saya yang datang lagi ke Charles Bridge karena saya belum mendokumentasikannya dalam cerita di blog.

Ini Salib di jembatan yang saya ceritakan.
Patung Pieta.

Di Praha ada beberapa jembatan yang menghubungkan kota lama dengan kota baru. Jembatan di Praha umumnya terbuat dari batu yang kokoh dan konstruksinya bergaya baroque. Namun Jembatan Charles tampak berbeda karena ini bukan cara orang menyebrangi sungai, melainkan cara wisatawan menikmati legenda, seni dan keindahan alam pusat kota Praha. Siapa pun yang melewati jembatan ini tak pernah terpuaskan untuk melihat suguhan seniman jalanan atau cinderamata buah tangan mereka.

Saya sendiri lebih asyik menelusuri tiap patung yang menghiasi jembatan. Ya, jumlah patung karya seni di Jembatan Charles terbilang tiga puluhan. Penduduk Ceko menyebutnya tiap patung orang kudus ini bisa menjadi rangkaian cerita yang tak ada habisnya. Sayangnya ada saja tangan-tangan jahil dan usil membuat vandalisme yang tak berarti. Sepintas rekan kerja orang Ceko berpendapat bahwa sebagian patung sudah dipindahkan di museum agar terpelihara baik.

Ramainya orang lalu lalang di jembatan ini.
Jembatan yang ramai juga dipadati orang berjualan atau seniman jalanan.

Tak ada tiket masuk di sini. Datang di hari libur setelah Paskah seperti yang saya lakukan ternyata membuat dua jalur datang dan pergi di jembatan dipadati banyak orang. Pertama-tama ada menara bergaya gothik yang menyambut anda di muka jembatan. Jembatan dihiasi lampu yang bersinar indah kala malam hari. Ada 16 pilar di jembatan ini. Ada banyak atraksi yang menghibur anda sebagai cara orang mencari uang, termasuk menawarkan jasa kapal wisata di sungai, bawah jembatan.

Saya dan suami datang saat libur paskah. Ada Salib yang tampak bercahaya dan ada pula patung Pieta, Bunda Maria memangku jenazah Yesus. Sebagian orang memilih berfoto di tiap patung, namun ada juga yang sibuk memilih barang dagangan di dekat patung-patung tersebut. Yang lain, sibuk memperhatikan seniman jalanan atau menyimak orang-orang yang bermain perahu wisata di sungai, di bawah jembatan.

Patung Santo Johannes Nepomuk.
Plakat Santo Johannes Nepomuk yang sering disentuh orang hingga berkilauan.

Namun ada yang menarik ketika banyak orang antri untuk bisa memegang patung dan diam sesaat. Tampak orang yang memegang benda rohani itu seperti berdoa beberapa saat. Benda rohani itu tampak berkilau karena jutaan atau entah berapa banyak orang yang datang ke situ dan melakukan hal yang sama. Rupanya ini adalah patung orang kudus yang berasal dari Ceko. Ya, dia adalah Santo Johannes Nepomuk. Plakatnya dihampiri banyak orang sambil menyebutkan sesuatu dalam hati, entah berdoa atau apalah. Legenda penduduk setempat, bila kita berdoa lewat perantaranya maka kita mendapat keberuntungan.

Tak jauh dari patung Santo Johannes Nepomuk adalah plakatnya. Dimana Santo Johannes Nepomuk tampak terbaring dengan latar belakang jembatan. Riwayat Santo Johannes Nepomuk pernah saya tuliskan di link ini. Kematiannya tragis ditenggelamkan ke sungai. Namun kesalehan hidupnya telah membuktikan bahwa ia layak menjadi orang kudus. Itu sebab di sebagian Jerman dan Praha, Santo Johannes Nepomuk diletakkan di pinggir sungai atau jembatan. Di Jembatan Charles kota Praha ini sebagian orang percaya kesalehan hidupnya dan berharap keberuntungan.

Di kedua ujung jembatan ada menara gothik.

Saran saya, anda datang pagi-pagi sekali untuk mengambil spot berfoto ketika belum banyak orang lalu lalang dan para pedagang atau seniman jalanan mencari uang. Anda juga bisa datang di malam hari. Pantulan cahaya dan sinar lampu di jembatan semakin menambah romantisme berfoto. Jembatan ini memang punya pesona yang membuat siapa saja datang ke Praha, wajib berkunjung ke sini.

Cerita tentang Praha, ibukota Ceko masih berlanjut.

Pilsen, Ceko (1): 1 Mei Hari Libur yang Berbeda

Maibaum yang ada region Bavaria, di dekat perbatasan Jerman – Ceko.
Maibaum yang ada di Ceko, menuju kota Pilsen.
Salah satu air mancur yang jadi landmark kota Pilsen dengan latarbelakang Gereja Katolik St. Bartholomeus.

Tanggal 1 Mei sebagai Hari Pekerja Internasional dirayakan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Jerman dan Austria sebagaimana cerita saya pada tahun lalu. Silahkan temukan di link ini! Namun tradisi ‘Maibaum‘ tersebut memang tak wajib dilakukan tetapi tanggal 1 Mei pasti hari libur di dua negara tersebut.

Karena saya dan suami juga libur, kami memutuskan pergi ke negara tetangga untuk menikmati hari libur. Kami berangkat ke Ceko, tepatnya menuju kota Pilsen sebagai kota terbesar keempat di negara tersebut. Jika anda suka minum bir pasti kenal merek dagang “Pilsner” yang dikenal dunia. Bir Pilsner terbilang punya citarasa dan kualitas yang mumpuni. Pabriknya berada di kota ini. Nama bir tersebut tentu berasal dari nama kota ini.

Apa yang terjadi tanggal 1 Mei di kota Pilsen?

Pilsen juga adalah kota industri dan budaya. Sebagai kota industri, tentu ada bilangan pekerja yang juga merayakan tanggal 1 Mei. Ya, negara Ceko juga memasukkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur. Di dekat perbatasan Ceko – Jerman memang kami melihat ‘Maibaum‘ yakni batang pohon yang ditancapkan dengan dekorasinya yang mirip di sekitar Bavaria, tempat tinggal kami. Sedangkan di kota Pilsen sendiri, kami tidak menemukannya.

Kami berkunjung ke Pilsen sekaligus berwisata karena kami berpikir bahwa 1 Mei adalah hari libur. Di Jerman pada hari Minggu dan hari libur memang tidak ada kegiatan bisnis seperti supermarket misalnya tetapi tidak di negara Ceko. Kami melihat bahwa supermarket dan kegiatan bisnis seperti layaknya hari kerja dan tetap beroperasional. Tidak ada pemberlakuan hari dan jam untuk libur. Itu sebab kami melihat banyak juga turis dari Jerman yang datang ke Ceko untuk berlibur atau sekedar berbelanja. Ini tampak dari plat mobil yang menunjukkan identitas pemiliknya.

Cappucino di salah satu kafe di Pilsen Plaza.

Kami berkunjung ke dua shopping center. Informasi tertulis menyatakan shopping center dibuka daily open sampai jam 21.00 yang membuat kami tergiur berbelanja. Kami sempatkan berdua menikmati hari libur dengan memesan cappucino dan kue. Untuk harga barang terkadang kami melihat tertulis dalam mata uang Koruna (CZK) dan terkadang juga Euro (EUR). Hal yang memudahkan kami di Ceko bahwa transaksi juga bisa dilakukan dengan non tunai seperti berbelanja atau memesan makanan di kafe/restoran. Jika anda punya kartu debit atau kredit maka anda bisa langsung bertransaksi.

Jalan tol yang tak berbayar.

Di Pilsen Plaza yang terletak di pusat kota punya bea parkir hanya 30 CZK untuk 3 jam. Sedangkan di area shopping center lain yang letaknya 15 menit dari pusat kota ternyata tidak ada biaya parkir mobil. Selain bea parkir yang terjangkau, tidak ada biaya tol yang kami lalui alias gratis. Asyik ‘kan!

Pilsen sendiri letaknya sekitar 90 kilometer dari Praha. Jika kami menggunakan kendaraan pribadi, lamanya perjalanan sekitar 60 menit dari Praha. Banyak turis yang melanjutkan wisata dari ibukota Ceko ke kota ini atau sebaliknya. Kota besar ini punya beberapa pilihan wisata. Banyak juga penduduk kota yang bisa berbahasa Inggris sehingga memudahkan turis berwisata.

Lebih lanjut cerita wisata kami, segera dinantikan ya!

Zagreb, Kroasia (2): 8 Tempat Wajib Dikunjungi

Peta destinasi wisata di Zagreb.
Kendaraan yang dipakai untuk sightseeing city tour.

Kroasia kini menjadi destinasi wisata buat sebagian orang Indonesia. Namanya mulai dilirik untuk dikunjungi karena negara ini berhasil masuk dalam runner up juara piala dunia sepak bola tahun lalu. Siapa sangka negara yang letaknya di dekat wilayah mediterania menyimpan banyak pesona alam seperti laut dan pantai yang indah. Silahkan simak cerita saya liburan tahun lalu ke salah satu kota terbesar kedua di Kroasia di link ini dan kota kelahiran Luca Modric, si pemain sepak bola yang kiprahnya juga dikenal di tanah air. Link saya berkunjung ke Zadar, kota kelahiran Luca Modric bisa di cek di sini.

Suasana yang nyaman dan audio terjemahan seputar kota Zagreb.

Kali ini ulasan saya tentang Kroasia adalah ibukotanya. Ya, Zagreb menjadi kota terbesar pertama di Kroasia. Jika anda punya visa schengen, anda bisa memasuki Kroasia yang kini telah menjadi bagian dari negara Uni Eropa. Ini dibuktikan dengan bendera Uni Eropa di perbatasan negara dan beberapa tempat publik lainnya. Mata uang yang digunakan disebut Kuna.

Untuk memudahkan anda berkeliling Zagreb, anda bisa mengikuti paket Hop On Hop Off Panoramic Tour dengan titik keberangkatan dari jalan utama, Palmoticeva Ulica. Paket ini sudah termasuk mendengarkan alih bahasa seperti bahasa Inggris, bahasa Jerman dan lain-lain. Kita juga mendapatkan akses internet selama perjalanan tur.

1. Jelacic Square

Dapat dikatakan ini adalah area alun-alun kota Zagreb. Di sini menjadi area bebas mobil dan khusus pejalan kaki sejak area ini mulai dipadati lalu lalang mobil. Namun di sini menjadi tempat titik temu dari trem, transportasi umum di Zagreb. Untuk menandai area ini, anda cukup mengenali dari patung seorang pria menunggang kuda.

Pria tersebut adalah Josip Jelacic yang dibuat oleh seorang seniman Austria. Saat Kroasia dilanda masalah politik, patung ini sempat dipermasalahkan hingga ada seorang yang menyimpannya selama kurun waktu tertentu. Ketika Kroasia sudah berdiri menjadi negara independen, patung ini ditempatkan kembali sebagai simbol alun-alun kota Zagreb.

2. Art Pavilion

Gedung megah ini dibangun sekitar abad 19 sebagai gedung seni bersejarah. Warna kuning pada bangunan dengan atap berwarna hijau tosca. Gedung megah ini tepat berada di utara area King Tomislav Square.

3. Stasiun kereta api utama

Seperti layaknya stasiun utama di Eropa pada umumnya, biasanya gedungnya sudah berusia ratusan tahun dan tampak megah. Ini juga menjadi stasiun tersibuk di Zagreb.

4. Arts and Crafts Museum

Lagi-lagi museum seni karena negara ini pencinta seni sangat. Saat saya berkunjung ke beberapa kota di Kroasia, saya juga mendapati museum seni dengan hal-hal yang signifikan dipamerkan. Di museum seni dan kerajinan ini terdapat lebih dari 160 ribu objek yang dikumpulkan sejak abad 4 Masehi. Niat menjadi museum berawal dari tempat ini yang smeila adalah sekolah seni. Bangunan bergaya renaisans ini memang menjadi salah satu tujuan wisata di Zagreb.

5. Gereja Katolik Santa Catharina

Gereja katolik yang dibangun pada abad 17 ini sempat mengalami kerusakan karena gempa bumi melanda tahun 1880. Setahun kemudian dilakukan perbaikan di gereja ini. Namun peristiwa alam ini belum sebanding dengan peristiwa penembakan yang terjadi abad 17. Atas bantuan dan donasi keluarga kaya dari Krosia, gereja ini diperbaiki kembali.

6. Gereja katolik Santo Markus

Gereja katolik bergaya gothic ini dibangun sekitar awal abad 13. Semula gaya arsitektur bangunan gereja adalah romanesque. Kemudian bentuk bangunan mengalami perubahan seabad setelah pembangunannya. Gereja ini menarik untuk diamati karena atapnya yang melambangkan kota Zagreb dan triune wilayah Kroasia, Slavonia dan Dalmatia.

7. Katedral Zagreb

Tampak depan.
Tampak samping.

Gereja katedral bersejarah yang telah melewati pergulatan politik dan masa ke masa dibangjn sekitar abad 13. Gereja katolik Santa Maria Diangkat Ke Surga memiliki menara yang konon tertinggi di Kroasia. Menara setinggi 108 meter dibangun setelah Kroasia sempat dilanda bencana gempa bumi pada abad 19.

8. Mirogoj

Terakhir adalah pemakaman umum untuk semua agama dan orang tak beragama. Anda juga bisa menemukan makam orang yang terkemuka di kroasi. Karena arsitekturnya yang menawan, pemakaman umum ini juga menjadi salah satu destinasi wisata kota Zagreb.

So, semoga bermanfaat bagi anda yang berkunjung ke sini😊

Lachs Teriyaki, Akakiko Japan Restaurant Pluscity Austria: Rekomendasi Tempat (27)

Rekomendasi tempat selanjutnya yang dipilih ada di Austria. Saat saya berbelanja di salah satu shopping center di sana, Pluscity maka saya mendapati restoran citarasa Asia. Dari namanya, restoran ini terkesan bercitarasa kuliner Jepang. Ternyata benar, di buku menu terdapat aneka sushi yang bisa dipilih dan makanan asal negeri matahari terbit.

Makanan yang saya pesan adalah lachs teriyaki. Sebagaiman foto di atas, anda melihat ada potongan ikan lachs atau ikan salmon yang digoreng dengan tepung. Di atas potongan ikan salmon tepung tersebut terdapat sayuran yang terdiri atas bermacam-macam warna dan bentuk. Selain itu ada salad sayuran berupa kubis, chinakohl dalam bahasa Jerman. Terakhir, nasi putih untuk menikmatinya.

Untuk ikan salmon digoreng dengan tepung dan memang tidak berbumbu apa pun. Justru melengkapi rasa ikan, ada tumisan sayur yang menjadi topping dan dekorasi. Sayuran ditumis dengan saus teriyaki, yang menjadi kekhasan masakan Jepang. Saus teriyaki adalah bumbu dasar dari masakan negeri matahari terbit.

Saus teriyaki berwarna kecokelatan yang kental dan rasanya sedikit manis. Saus teriyaki berbeda dengan kecap manis yang biasa dicampurkan dalam sajian nusantara. Saus teriyaki juga menjadi inti rasa dari masakan yang saya pesan. Konon saus teriyaki terbuat dari komposisi kecap, sake, gula dan jahe. Warnanya yang cokelat mengkilap tentu mudah dikenali di antara jenis saus dan kecap lainnya.

Untuk rasa masakan yang saya pesan, saya menilai enak dan lezat. Harganya pun terjangkau dan sesuai untuk masakan asia di restoran. Suasananya yang cozy dan strategis membuat restoran ini kerap ramai. Oh ya, jika anda tak bisa menggunkan sumpit maka anda bisa memesan perlengkapan makan lainnya. Mungkin suatu saat saya akan memilih masakan khas Jepang lainnya seperti sushi atau ramen.

Semoga bermanfaat.

Praha, Ceko (1): Keren, Makanan Indonesia Sudah Mendunia di Food Court Kekinian

Nasi Rendang.
Bakso.
Manifesto Market di Praha.

Saya rindu makanan Indonesia. Tak disangka, saya mendapati warung makan nusantara yang dijual langsung oleh orang Indonesia saat saya datang ke Praha, Ceko bersama suami. Si penjual berasal dari Bali, bernama Pak Komang. Dengan ramah, dia melayani saya bahkan dia memberi saya porsi bakso sebagai salam perkenalan.

Daftar menu di kedai Pak Komang.
Kedai gaya retro klasik yang asyik untuk berfoto.

Saya undang anda untuk datang ke food court bergaya retro nan kekinian yang sedang digandrungi anak muda di Praha. Datanglah ke Manifesto Market! Tempatnya asyik untuk nongkrong dan bisa untuk spot foto. Keren!

Di Manifesto Market tersebut, saya mendapati aneka makanan dunia. Indonesia pun tak mau kalah karena ada restoran bali yang juga menjajakan menu nusantara. Tampak nasi rendang, bakso, nasi campur bali hingga bir bintang yang jadi produk Indonesia. Ini bisa jadi ‘obat’ bagi mereka yang rindu masakan tanah air di tanah Eropa. Pak Komang yang sudah lima tahun tinggal di Praha akan senang menyambut anda.

Harga makanan yang dijual di kedai Pak Komang cukup terjangkau buat saya yang biasa hidup di Jerman. Anda bisa membayarnya dengan kartu kredit atau debit semudah anda memesannya. Makanan yang dijualnya sangat enak buat saya. Jangan lupa sambalnya yang pedas seolah-olah mengingatkan saya pada sambal buatan ibu saya.

Siapa bilang makanan nusantara tak ada peminatnya! Buktinya, ada saja pria dan wanita berambut pirang memesan menu di kedai Pak Komang. Mereka senang dengan masakan Indonesia yang terkenal kaya akan rempah dan rasa makanan yang eksotis.

Semakin malam, tempat yang berada di Praha 1 ini semakin ramai dan digemari kalangan pelancong. Maklum tempatnya strategis yakni titik keberangkatan untuk bis Hop on Hop off yang bertujuan keliling kota Praha. Suasana yang asyik untuk bercengkerama dengan pelancong lain atau menikmati kota Praha dengan pilihan kuliner mancanegara bisa jadi alasan mereka untuk datang ke sini. Saya dan suami menemukan lokasinya memang tak jauh dari parkir mobil.

Jika anda datang ke Praha, jangan lupa mampir ke sini!

Zagreb, Kroasia (1): Tradisi Jelang Paskah

Dekorasi telur paskah di depan Katedral Zagreb.

Kroasia adalah salah satu negara di Eropa Timur yang mayoritas penduduknya beragama katolik. Hal ini tampak dari banyaknya bangunan gereja katolik yang sudah ada sejak jaman kristen awal. Lalu berbagai tradisi penduduknya pun masih berkaitan dengan liturgi gereja katolik. Seperti yang saya amati bahwa persiapan pra-paskah sudah dimulai sejak Rabu Abu atau yang disebut Pepelnica dalam bahasa setempat. Kemudian masa paskah dimulai dengan berbagai tradisi warga, kebanyakan di wilayah Dalmatia.

Salah satu gereja yang sudah ada sejak tahun 305 Masehi di Split, Kroasia.
Menara katedral Split.

Untuk pekan suci dimulai dengan Minggu Palma, yang disebut dengan Cvetjanica dalam bahasa setempat. Tradisi paskah lainnya banyak dilakukan di wilayah Dalmatia, satu dari empat region Kroasia. Dalmatia merupakan wilayah tertua dan penuh sejarah. Bahkan namanya disebut dalam kitab suci perjanjian baru. Orang-orang Dalmatia merayakan paskah lebih khidmat ketimbang hari raya natal. Sejak Minggu Palma, komunitas di paroki sudah sibuk mengorganisir persiapan Tri Hari suci.

Ilustrasi tentara romawi di depan Katedral Split.

Memasuki Pekan Suci, perkumpulan komunitas tertentu mengenakan pakaian tentara romawi dan menyanyikan lagu abad pertengahan. Masih di area yang sama, dimulai Kamis Putih atau yang disebut Veliki Cetvrtak dimana mereka punya tradisi berjaga di sebuah makam. Tradisi ini seolah-olah seperti waktu Yesus menjalani malam setelah dijatuhi hukuman mati oleh Pilatus. Tradisi ini berakhir setelah Yesus Bangkit dengan memecahkan bunyi-bunyian. Dimana sebelumnya tidak ada alat musik diperdengarkan karena kita sedang memasuki masa sengsara.

Masih ada tradisi-tradisi lain yang dilaksanakan tiap paroki di Dalmatia menjelang Paskah. Tradisi ini sudah dilaksanakan berabad-abad lamanya. Pemerintah setempat mempromosikannya untuk memperkenalkan Kroasia kepada dunia melalui tradisi penyelenggaraan Paskah.

Satu yang pasti saat Paskah di Kroasia adalah telur warna. Telur dicat berwarna-warni dan diberikan sebagai hadiah. Ada pula telur yang didekorasi indah sebagai lambang perayaan paskah. Lomba mencari telur atau lomba berburu telur adalah salah satu keunikan merayakan paskah juga di sini. Seperti yang saya temukan telor dekorasi di depan Katedral Zagreb saat ini.

Selamat merayakan Paskah bagi anda yang merayakannya!

Bulgogi Bibimbap, Nasi Campur Korea Selatan: Makanan Khas Asia (47)

Bibimbap yang saya pesan di Austria.

Boleh dibilang bibimbap yang jadi nasi campur ala Korea Selatan (Korsel) berikut termasuk mendunia. Beberapa kenalan asal Eropa mengenal makanan ini sebagai makanan favorit setelah mereka pernah menikmatinya di restoran selera Asia. Sementara saya sendiri pernah menikmati makanan ini saat berkunjung ke Korsel tujuh tahun lalu. Makanan ini konon terpilih sebagai salah satu makanan terlezat di dunia versi jajak pendapat CNN travel tahun 2011.

Bibimbap yang dipesan di Seoul, Korsel.

Saya berpendapat makanan ini semacam nasi campur ala Korsel karena makanan ini berisi nasi putih yang diatasnya ditaburi sayuran rebus, irisian telur dan daging sapi bumbu teriyaki. Untuk irisan telur yang saya nikmati adalah telur dadar yang matang kemudian diiris halus. Sedangkan versi lain, telur pun bisa dikreasikan telur mata sapi atau telur mentah. Wow! Kemudian di atasnya diberi taburan biji wijen.

Konon bibimbap dinikmati oleh semua kalangan sebagai cara yang praktis untuk menikmati hidup. Lagipula bibimbap disajikan dengan nasi sebagai makanan utama rakyat Korsel umumnya. Seingat saya saat berkunjung ke Seoul, bila pesan makanan maka nasi tak perlu dibayar. Jika di luar Korsel, bibimbap dikemas dalam satu mangkuk nasi beserta sayur dan lauk pauknya maka bibimbap di Seoul disajikan secara terpisah. Si pembeli mendapatkan aneka macam sayuran dan lauk pauk dalam satu meja penuh, seperti kita makan di restoran padang. Begitulah bibimbap yang saya nikmati di Seoul.

Saat saya berada di Seoul, saya mendapatkan penjelasan bahwa bibimbap punya filosofi tersendiri bagi masyarakat Korsel. Isinya beraneka ragam warna, mencerminkan kehidupan itu sendiri. Tak hanya itu, isi bibimbap juga melambangkan keseimbangan hidup. Ada nasi, karbohidrat dan protein. Lengkap!

Kehadiran bibimbap di luar Korsel menandakan bahwa kuliner mereka sudah mulai bermigrasi. Saya pun akhirnya bisa menikmati versi praktis bibimbap dalam satu mangkuk di Austria setelah tujuh tahun menikmati versi orginal di Seoul.

Pernahkah anda memesan bibimbap?