Jangan Lupa Bawa Jam Weker Saat Traveling ke Eropa!

Pertama kali saya menjejakkan kaki ke benua biru alias Eropa, rekan kerja saya mengingatkan saya untuk bawa jam weker. Rekan kerja saya ini sudah berusia separuh baya, seusia dengan ibu. Dia sendiri sudah menjangkau lebih dari 50 negara di dunia. Jam terbang traveling yang dimiliki rekan kerja saya ini patut diacungi jempol sementara saya saat itu baru bisa menjejakkan kaki sebatas Asia saja. Itu sebab saya mendengar saran traveling darinya, termasuk pesannya. Jangan lupa bawa jam weker!” katanya saat saya hendak ke Jerman pertama kali.

Rupanya tak hanya rekan kerja saya itu, teman saya asal negara Paman Sam pun berpendapat hal yang sama. Saat saya bertanya, mengapa saya harus membawa jam weker. Teman ini menjawab sepanjang pengalamannya traveling di benua biru, dia memang belum menemukan jam di kamar tidur hotel. Setelah mendengarkan pengalaman dua orang yang sudah punya jam terbang tinggi traveling, akhirnya saya pun membawa jam weker kecil untuk diletakkan di kamar tidur hotel saat di Eropa nanti.

Mengapa demikian?

Saya sendiri belum sepenuhnya melakukan traveling ke seluruh negara di benua biru, tetapi saya sudah menjangkau beberapa negara. Sepanjang pengalaman saya, memang tidak ada jam di kamar tidur. Katanya sih memang aturannya hotel tidak wajib menyediakan jam di kamar tidur.

Pendapat lain mengatakan bahwa jam digital sekarang sudah menyatu dengan telepon di tiap kamar. Jika anda butuh waktu lokal, anda bisa melihat jam digital di telepon kamar. Jadi jika tamu butuh jam dan jam weker untuk mengingatkan, tamu hotel bisa memanfaatkan telepon kamar. Saya sendiri belum pernah menemukannya dan memanfaatkannya.

Alasan lain, kini hampir tiap orang punya handphone. Pada telepon genggam anda tersedia jam yang secara otomatis disesuaikan dengan kondisi waktu lokal anda berada. Tak sesulit waktu dulu dimana anda perlu punya jam tangan dan bawa jam weker untuk mengingatkan anda. Manfaatkan telepon genggam.

Dibalik alasan di atas, sebagian orang terbiasa menggunakan jam weker. Ada rasa janggal bila tak ada jam weker dan atau jam di dalam ruangan tidur. Itu sebab mereka membawa jam weker berukuran kecil untuk diletakkan di ruang tidur. Intinya, penggunaan jam weker sepenuhnya menjadi kebijakan tamu hotel, bukan lagi pengelola hotel.

Tetapi mengapa tidak ada jam di kamar hotel?

Jam tidak disediakan di kamar tidur hotel dikarenakan demi alasan kenyamanan tamu. Anda tahu ‘kan bahwa detak jarum jam itu sangat mengganggu bagi orang yang sensitif terhadap bunyi-bunyian. Lebih baik jam ditiadakan agar tiap tamu bisa tidur nyaman dan nyenyak, tanpa terganggu bunyi detak jam.

Kekhawatiran lain, banyak juga tamu yang usil terhadap keberadaan jam di kamar tidur. Begitu usilnya, ada juga perilaku tamu yang membawa jam dan menjadikannya sovenir. Tentu ini tidak dibenarkan. Untuk menghindari hal tak terduga demikian maka keberadaan jam di kamar tidur hotel ditiadakan.

Advertisements

Vietnam: Menikmati Acara Minum Teh dan Tradisinya

Apakah anda suka minum teh? Jika ya, mungkin anda tertarik dengan acara minum teh yang diselenggarakan teman mahasiswa asal Vietnam. Dia mengundang saya datang ke asrama mahasiswa untuk bincang-bincang sebentar. Mendengar tawarannya, saya pun tertarik datang. Bukankah Vietnam punya citarasa teh yang juga sama nikmatnya seperti vietname iced caffe yang selama ini dikenal?

Jam 16.00 sore saya sudah tiba di asramanya. Dia sudah membuatkan racikan springroll yang istimewa. Springroll ini pernah juga saya buat sebagaimana artikel di sini. Ini semacam lumpia khas Vietnam. Setelah menyambut kehadiran saya, dia meracik teh khas negerinya. Dengan begitu saya jadi mengenal tradisi minum teh dan kebiasaan di negerinya.

Sebagai negara agraris, Vietnam punya bermacam-macam teh. Teh yang paling banyak dikenal adalah teh hijau. Teh ini dipercaya baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Itu sebab minum teh hijau dalam gelas porselen mulai dari keluarga, komunitas petani hingga masyarakat pedesaan menjadi citra masyarakat Vietnam. Mereka bisa ngobrol satu sama lain sambil minum teh untuk menciptakan pertemuan sosial. Ini semacam gaya hidup tradisional masyarakat Vietnam. Begitu ujar teman mahasiswa asal Vietnam ini.

Umumnya masyarakat Vietnam suka dengan teh aroma bunga seperti melati yang dikenal teh yasmin atau teh lotus. Teh melati disebut trà lài yang diproduksi dalam dua tingkatan yang mirip dengan teh lotus. Teh hijau Vietnam memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dibandingkan dengan teh hijau asal Tiongkok. Konon teh hijau asal Vietnam kurang populer dibandingkan Tiongkok atau Jepang. Hal ini mendorong pemerintahnya membentuk Vietnam Tea Association agar semakin meningkat penjualannya ke mancanegara.

Begitu sekelumit cerita minum teh dari teman mahasiswa di sini. Akhirnya saya jadi paham bahwa minum teh bisa mendapatkan banyak hal yang selama ini tidak saya ketahui. Selesai acara minum teh, saya mendapat buah tangan minuman kemasan rasa teh hijau produksi negeri teman saya ini. Katanya minuman kemasan ini juga dijual di Asia Shop di Jerman. Andai minuman kemasan teh Indonesia juga bisa menjangkau hingga ke sini.

Begini Nama Kesayangan Orang Slowakia

Ilustration.

Lain budaya, lain kebiasaan. Saya punya banyak teman dari berbagai negara di sini. Kami suka berdiskusi dan tukar pengalaman satu sama lain. Kali ini saya ingin bercerita soal kebiasaan teman saya asal Slowakia yang menurut saya menarik untuk dibagikan kepada anda. Dia kerap memanggil seseorang yang dia kenal cukup dekat sebagai teman, yang berbeda dengan pada nama resmi panggilannya.

Saya penasaran sewaktu saya mendengar teman saya asal Slowakia ini memanggil teman lain yang bernama Agnes. Teman saya asal Slowakia ini menyebut teman saya yang bernama Agnes ini dengan “Agneska” padahal setelah saya telusuri nama sebenarnya adalah Agnes. Di sini ada tambahan “ka” pada nama panggilan seseorang. Begitu pun teman saya asal Slowakia ini sendiri, dia punya nama panggilan Martina. Saya sering mendengar dia disebut “Martinka” oleh beberapa kolega lain yang cukup dekat dengannya. Begitulah!

Semakin penasaran, semakin membuat saya bertanya kepada Martina. Dia yang ramah pun menjelaskan kepada saya asal muasal nama kesayangan yang disematkan kepada beberapa orang yang menurut dia cukup dekat.

Mengapa dia memanggil nama sedikit berbeda dari seharusnya hanya untuk beberapa orang saja?

Nama adalah sebuah panggilan. Mengubah nama panggilan seseorang belum tentu mudah diterima oleh yang bersangkutan sendiri yang berasal dari lain budaya dan lain negara. Itu sebab Martina, teman asal Slowakia ini menyebutnya sebagai nama kesayangan. Nama panggilan dari orang-orang Eropa Timur umumnya adalah nama santo-santa yang dipakai sebagai nama babtis. Itu sebab mereka juga masih merayakan “Die schönsten Heiligennamen” yakni nama-nama yang dirayakan sesuai perayaan orang kudus. Misal, nama saya Anna maka nama saya dirayakan setiap tanggal 26 Juni. Lalu orang-orang sekitar yang masih merayakan tradisi itu memberi ucapan kepada saya dan semua orang yang bernama Anna saat itu.

Kembali ke soal nama kesayangan yang disematkan oleh orang-orang Slowakia. Di Slowakia sendiri, tiap orang punya nama panggilan dan nama keluarga. Untuk nama kesayangan yang disematkan itu hanya untuk penyebutan saja dan tidak resmi diberlakukan. Misal, teman saya bernama, “Martina” maka nama untuk penulisan dan resmi yang digunakan tetap “Martina”. Karena Martina adalah seorang perempuan maka ada sufiks penambahan “ka” menjadi “Martinka” dan “Agnes” menjadi “Agneska”. Perubahan nama itu bergantung pada gender dari orang yang bersangkutan sehingga terdengar maskulin dan feminin.

Anda mungkin bertanya, bagaimana jika orang Slowakia memanggil nama mereka yang pria?

Seorang pria dengan nama “Andrej” misalnya maka dipanggil menjadi “Andrejko“. Kini anda pasti paham bahwa ada sufiks tambahan “ko” yang cukup menarik terdengarnya. Sufiks penambahan nama “ka” dan “ko” disematkan sebagai nama kesayangan.

Ini baru nama panggilan, belum kita berbicara nama keluarga. Karena nama keluarga pun mengalami perubahan sesuai genus atau jenis kelamin dari kata tersebut, apakah feminim atau maskulin. Sementara bagi kita di Indonesia, tiap kata tidak memiliki genus. Tambahan lain untuk nama keluarga di Slowakia, bila ada nama keluarga memiliki kata sifat misalnya akhiran -y maka diganti menjadi -a.

Ini tidak berlaku bagi kita yang perlu membuat bubur merah putih untuk mengganti nama. Begitulah tradisi dari orang-orang Slowakia berdasarkan perbincangan saya dengan teman di sini.

Anda pasti penasaran, apa nama kesayangan yang diberikan Martina pada saya ‘kan?

Bratislava, Slowakia (10): Kastil di Tepi Sungai Danube dan Simbol Kota

Kastil dari kejauhan.
Salah satu dari empat menara.
Gerbang utama yang dikenal “Gerbang Ksatria”.
Di depan kastil.

Dalam rujukan kunjungan ke Bratislava, ada yang mengatakan bahwa tak lengkap berkunjung ke sini tanpa menjejakkan kaki ke kastil. Bahkan kastil ini adalah bangunan pertama yang kami lihat saat menyebrangi sungai danube. Kastil ini memang berada di bukit sehingga terlihat begitu mudah di seputar ibukota Slowakia ini.

Kastil yang berdiri sejak abad 9 ini memang menjadi prioritas utama dari sightseeing city tours yang ditawarkan. Di dekat kastil berdiri Slovak Nationals museum. Kemudian kami melihat bangunan megah yang memiliki empat sayap, dimana tiap sayap ada menara menjulang. Kemudian kami disambut dengan taman yang berukir patung-patung indah. Dari sini anda bisa melihat keindahan panorama kota Bratislava seperti Katedral Santo Martin atau gedung UFO.

Patung Santa Elizabeth dari Hungaria.
Benteng sekitar kastil dan seberang sungai danube adalah kota Bratislava yang baru.
Menuju pondasi basilika, namun tertutup untuk umum.
Menara katedral Santo Martin dari taman kastil.

Di sekitar teras luar kastil, kami menemukan pondasi basilika yang dulu dikenal sebagai “the great Moravian basilica”. Konon bangunan ini telah ada dua abad setelah pendirian kastil. Kastil ini juga menjadi bukti otentik bagaimana hubungan sejarah terjadi dengan Hungaria. Ya, kastil ini menyimpan memori penobatan Raja Hungaria, Stephanus I.

Berjalan ke arah selatan, kami menemukan patung Santa Elizabeth. Ini ada kaitan dengan gereja biru yang saya kunjungi sebelumnya dengan dinasti kerajaan di Hungaria. Konon di menara bagian selatan tampak mewah karena dulu sempat dijadikan tempat penobatan raja dan ratu. Di samping patung santa Elizabeth, ada prasasti yang menjelaskan profil beliau yang pernah hidup tahun 1207 – 1231.

Di taman belakang ini banyak orang sibuk berfoto. Sebagian lagi memilih duduk di bangku yang sediakan. Namun jika ada pengunjung ingin menikmati secangkir kopi dan kue atau menikmati makan siang, maka anda bisa datang di restoran ekslusif. Pemandangan yang indah dan kuliner yang lezat menjadi pilihan bagi pengunjung kastil.

Bagaimana akhir pekan anda hari ini?

Bratislava, Slowakia (7): 7 Tempat Berswafoto yang Dijamin Kekinian

Membahas Bratislava memang tak ada habisnya. Pasalnya ibukota yang dihimpit dua negara besar ini, ternyata punya pesona kekinian. Menurut saya, pesona ini digambarkan dengan berbagai spot yang bisa dijadikan tempat berswafoto. Bukankah itu trend yang sedang digemari saat ini? Pastinya, anda akan menyimak ulasan saya berikut dimana ada tempat berbayar, namun ada pula yang gratis.

Di Bratislava, anda puas menikmati sesi berfoto karena ada banyak tempat bisa dijadikan spot foto. Misalnya patung paparazi yang keren atau patung napoleon soldat yang juga asyik dijadikan tempat berfoto. Dua patung tersebut tidak saya masukkan karena saya tidak sempat berkunjung. Jadi ada tujuh tempat menurut hasil kunjungan saya di Bratislava.

Apa saja?

1. Man at Work

Menurut anda, apa yang sedang dilakukan pria dalam patung ini?
Patung ini populer dijadikan tempat berfoto di kota tua Bratislava.

Tak usah kaget bila anda menemukan muka orang yang muncul dari lubang saluran air di jalan raya. Pasalnya ini adalah patung muka pria tersenyum dan mengenakan topi. Tempat ini adalah spot yang paling banyak difoto orang, entah itu turis atau penduduk lokal sekalipun. Letaknya yang strategis di sudut jalan, di area kota tua menyebabkan tempat ini selalu ramai dan tak pernah sepi untuk dikunjungi. Harap anda berhati-hati untuk menemukannya karena patung pekerja yang memunculkan wajah tersenyum ini memang tidak tinggi. Ini gratis!

Dalam bahasa lokal, patung ini disebut “cumil” atau mata-mata. Karena patung ini digambarkan sedang bekerja, namun ia digambarkan dengan wajah yang jahil. Itu sebab ada yang berpendapat, pria di patung hendak mengintip rok perempuan yang lewat di situ. Di sisi lain, patung ini digambarkan sebagai orang yang sedikit bekerja dan hanya senang menonton.

Dibalik kehebohan patung ini, pastinya tiap hari orang selalu penuh berfoto dan memegang kepala patung. Mungkin karena patung tidak tinggi dan mampu menjangkau hingga kepala patung yang bertopi tentara. Di sisi lain, jika ada yang memegang kepalanya dan menyebutkan impiannya maka ia berhasil mendapatkannya tanpa diberitahukan pada orang lain. Begitulah, mitos!

2. Gereja Biru

Tempat yang paling banyak diabadikan berikutnya adalah gereja biru, yang pernah saya ulas di link ini. Gereja ini dipersembahkan untuk Putri Elizabeth dari Hungaria (1207-1231) yang pernah tinggal di Kastil Bratislava. Gereja biru ini baru dibangun sekitar tahun 1900-an dan letaknya berdekatan dengan sekolah katolik. Bentuknya unik seperti puri dan berwarna biru keseluruhan membuat citra instragamble.

Ini gratis dan anda bisa datang berjalan kaki langsung sekitar 15 hingga 20 menit dari pusat kota. Pastikan kamera anda untuk mengabadikannya. Meski saya pun tak yakin bisa masuk ke dalam gereja, kita bisa mendokumentasikannya dari luar saja.

3. UFO

Jika merujuk pada kata UFO, bangunan ini terkesan piring terbang karena bangunan tampak kejauhan seperti melayang. Berada di pinggir sungai danube, bangunan yang digemari untuk berfoto pasalnya di sini anda bisa menyaksikan panorama kota Bratislava dari puncak UFO. Semakin romantis bila anda datang di malam hari karena kota ini dihiasi kerlap kerlip lampu. Anda juga bisa candle light dinner di kafe di sini. Tak ingin pergi ke kafe, anda juga bisa puas menggantungkan gembok cinta di puncak UFO.

Untuk menjangkau ke sini, anda perlu merogoh uang sebagai tiket masuk dan lift untuk menjangkau ke atas. Lebih lanjut, silahkan cek ulasan saya di sini!

4. Icebar

Pilihan berswafoto selanjutnya ada di Icebar. Bagi anda yang belum pernah pergi ke bar, bisa jadi terdengar aneh. Sebenarnya ini bukan bar biasa melainkan astmofer yang ditawarkannya yang asyik untuk berfoto. Ya, suasana seperti di kutub utara. Anda akan memasuki suasana yang super minus dengan dekorasi batu es yang tentu jadi obyek foto.

Di mana ada aneka balok es yang dibentuk berbagai rupa. Anda bisa berpose dengan aneka model es yang diinginkan. Tak usah khawatir soal jaket, tiket masuk sudah termasuk sewa jaket dan minuman kok. Begitu dinginnya, saya pun tak bisa lagi mengabadikan foto di dalam. Seru ya!

5. Guard’s Booth

Dalam bahasa lokal, ini disebut Strazns Budka. Patung ini digambarkan sebagai prajurit yang selalu siap siaga seperti prajurit penjaga pos. Tentu saja anda bisa berfoto secara gratis di sini. Patung ini masih berlokasi di kota tua dan masih mengandung nilai historis.

6. Patung Schöne Naci

Selanjutnya, tempat swafoto gratis yang bisa anda lakukan adalah berfoto di dekat patung schöne naci yang selalu ramah. Ia digambarkan sebagai patung yang ceria dan lucu. Konon dia adalah cucu seorang pebadut terkenal.

Patung yang mengenakan baju tuksedo memang baru dibuat sekitar tahun 1990an namun patung ini disukai para wanita karena wajah patung yang ramah dan memberikan penghormatan lewat topinya yang diangkat.

7. Hviezdoslavovo

Di depan Slovak National Museum terdapat patung besar seperti pria yang berpakaian elegan dan duduk. Di lapangan terbuka itu saya mengamati pasar rakyat, panggung hiburan dan beberapa kafe. Banyak orang senang berfoto di dekat taman di situ, apalagi jika ada perhelatan istimewa semisal saat kami datang menjelang tahun baru. Di area ini pernah menjadi perhelatan pidato Presiden USA tahun 2005 yang sedang berkunjung ke Slowakia, yang saat itu dihadiri jug oleh Presiden Rusia.

Ada banyak spot berfoto di sini. Lebih menarik lagi jika anda menikmati street foods yang sedang dijual atau menikmati secangkir kopi di kafe sekitar sini. Ide menarik untuk berfoto ‘kan.

Hmm, tertarik berfoto di tujuh tempat di atas?

Bratislava, Slowakia (9): Mencicipi Keju Domba Goreng Hingga Creamy Pasta Selera Lokal

Keju Domba Goreng dengan saus yoghurt asam.

Tiba di kota tua Bratislava yang menjadi destinasi wisata turis, tentu kami ingin melengkapinya dengan mencoba kuliner lokal. Makanan khas Slovak memang patut dicoba manakala makanan ini disajikan oleh restoran lokal. Adalah Slovak Restaurant yang tepat berada di jantung kota Bratislava mendorong kami untuk mampir sejenak.

Kami tiba saat makan siang dan sempat tak ada tempat untuk kami. Karena kami sudah lapar, kami urung menunggu. Sepasang turis segera beranjak keluar karena mereka sudah selesai makan. Kami pun segera menempati tempat mereka. Dengan cekatan, pramusaji merapikan meja dan memberi kami buku menu.

Pasta creamy, lupa apa namanya.

Buku menu tertulis dalam tiga bahasa yakni bahasa lokal, bahasa Jerman dan bahasa Inggris. Tentu ini memudahkan pengunjung seperti kami yang benar-benar tak paham kuliner lokal. Tiap makanan diberi deskripsi dan foto. Kemudian kami pun sudah tak tahan ingin memesan hanya dengan membaca deskripsi makanan, meski kami tidak tahu bagaimana rasanya. Jujur, restoran ini penuh pengunjung di dua lantai yang dimilikinya. Pertanda bahwa restoran cukup enak.

Pramusaji datang menghidangkan minuman yang kami pesan berikut bertanya apakah pesanan kami selanjutnya. Saya memilih keju domba goreng seperti yang disarankan pramusaji cantik di hadapan saya. Karena saya memang tidak ingin makan dalam porsi besar. Sedangkan suami memilih makanan sejenis pasta yang cremy dengan keju.

Silahkan datang ke restoran ini!

Sebenarnya saya pernah mencicipi keju domba fresh dalam berbagai kuliner Jerman. Namun, rasa keju domba digoreng pasti berbeda. Saya mendapat dua potong keju yang sudah digoreng matang berwarna kecokelatan. Rasa keju yang sedikit asam dan teksturnya liat membuat saya takjub. Untuk mencicipingnya, potongan keju dicelupkan dengan saus yoghurt asam. Begitulah rasanya!

Sedangkan suami saya tampak bersemangat menikmati pasta yang dipesannya. Saya melihat dia kesulitan mengunyahnya karena pasta yang terlalu creamy dan mengenyangkan. Ditambah lagi pasta creamy ini ditaburi keju lagi. Anda bisa membayangkan bahwa makanan ini pasti enak bagi pecinta keju sebenarnya.

Harga kedua makanan tersebut tidak begitu mahal menurut saya, untuk kawasan pusat wisata. Soal rasa, saya kembalikan kepada tiap orang tergantung selera masing-masing saat mencicipi kuliner lokal. Namun kedua kuliner di atas layak dicoba.

Hmmm…

Sampai Berapa Kali Cium Pipi? Tradisi Tiap Negara Berbeda-beda

Ilustrasi.

Lain negara, lain kebiasaan memberi salam dengan mencium pipi. Pengalaman pertama mencium pipi dengan lawan jenis di Munich sempat mengejutkan ketika saya pertama kali bertemu dengan seorang sahabat. Rupanya hal ini adalah wajar untuk cium pipi kanan dan kiri baik pada lawan jenis maupun sesama jenis sebagai tanda persahabatan. Di Munich, mereka menyebutnya “bussi” untuk mengawali dan mengakhiri pertemuan. Bahkan jika pertemuan hanya lewat chatting saja, maka diakhiri dengan kata “bussi” yang berarti cium persahabatan. Cerita saya bisa dilihat di sini.

Namun kebiasaan ini tidak serta merta terjadi di negara lain. Ini menjadi topik diskusi kami saat makan siang dengan rekan kerja beda bangsa dan juga beberapa kenalan saya yang dikenal di Jerman. Sebagai misal, rekan kerja asal Hungaria sedang menelpon sahabatnya yang juga berasal dari negara yang sama. Dia pun mengakhiri pembicaraan dengan kata “puszi” maka saya yang mendengarnya terkejut dan penasaran. “Puszi” adalah istilah yang sama seperti di Munich “bussi” yang berarti cium persahabatan. Cium pipi ini dilakukan dua kali juga.

Sedangkan pengalaman saya dengan kenalan asal Ukraina berbeda. Dia adalah seorang perempuan Ukraina yang datang ke Jerman karena suaminya asal Pakistan bekerja di Jerman. Setiap bertemu dengan saya, dia memberikan cium persahabatan alias cium pipi satu kali. Awalnya saya berpikir bahwa cium pipi dilakukan dua kali, dia tiba-tiba berhenti dan menghardik saya. Dia mengatakan bahwa cium persahabatan dengan menempel pipi di Ukraina, Rusia dan Kazhastan hanya dilakukan satu kali. Saya mendengarnya takjub juga. Ternyata tiap negara berbeda-beda.

Saat saya menjelaskan hal ini saat makan siang, seorang teman lain asal salah satu negara di Timur Tengah menyahut bahwa cium persahabatan di negaranya itu dilakukan tiga kali. Saya tambah terkejut lagi. Dia menjelaskan bahwa cium pipi kanan, cium pipi kiri dan terakhir cium pipi kanan. Hal ini biasa dilakukan, pria dengan pria atau wanita dengan wanita. Namun kenalan lain menambahkan bahwa di negaranya juga terjadi cium persahabatan tiga kali baik sesama jenis maupun lawan jenis. Dia berasal dari Belanda.

Sedangkan saya yang berasal dari Indonesia pun bingung menjelaskan tentang tradisi cium persahabatan di negara saya. Saya berpendapat bahwa cium pipi yang biasa saya lakukan dua kali karena saya sudah lama tidak bertemu dengan sahabat lama. Untuk mengawali dan mengakhiri pertemuan sebagai cium persahabatan memang tidak ada tradisi yang pasti diketahui.

Anda sendiri bagaimana?

Bratislava, Slowakia (8): Devin Castle, Batu Tua Penuh Legenda dan Layak Dikunjungi

Panorama yang ditawarkan benar-benar indah.
Luas dan tak lengkap bangunannya.
Salah satu tembok pengintai.
Sisi sungai di sekitar kastil.
Pengunjung dilarang menuju ke sana, mungkin bangunannya yang riskan.
Kiri adalah sumur yang dulunya menjadi sumber mata air.

Happy Sunday!

Jika anda menemukan perangko atau uang koin sebelum diberlakukan mata uang Euro di Slowakia, anda bisa melihat monumen batu yang jadi kejayaan bangsa, Slavia. Itu adalah devin castle yang letaknya sekitar 12 kilometer dari pusat kota tua. Kami berkendara dengan kendaraan pribadi sekitar sepuluh menit lamanya.

Devin castle diyakini keberadaannya sejak abad 5 sebelum masehi atau bangunan ini sudah ada sejak jaman neolitikum. Awal masehi bangsa romawi memperkuat bangunan batu yang menjadi ciri khas peninggalannya. Itu sebab ada jejak jemaat kristen awal di sini. Sekitar tahun 20 dan 30 masehi, bangsa romawi memanfaatkan tempat ini mengingat tempat ini subur, berada di pertemuan dua sungai besar, yakni morava dan danube. Pembangunan tahap dua kastil berlangsung pada abad pertengahan sekitar abad 13 dan 15 masehi. Kastil ini menjadi saksi sejarah dari masa ke masa, bahkan pada masa Napoleon. Kini kasil tinggal puing yang menjadi monumen penting sejarah dan arkeologi yang masih terus diselediki.

Begitu tiba tampak tumpukan batu yang sudah tidak utuh namun masih terjaga. Pintu tiket masuk baru saja dibuka saat kami menjejakkan kaki di gerbang pintu masuk. Harga tiket dua Euro per orang sebagai retribusi. Kemudian kami segera memasuki lokasi yang menawarkan panorama yang indah dan menawan. Di satu sisi pegunungan dan sisi lain sungai. Ini seperti yang pernah disampaikan guru sejarah saya di sekolah bahwa peradaban manusia diawali di tepian sungai.

Imajinasi saya membayangkan bangsa Slavia masa lalu di kastil batu yang berjaya. Jejak kaki pertama adalah kapel umat kristen awal sekitar abad 4. Lalu arah pandangan ke tumpukan batu yang dulu pernah menjadi kastil yang indah. Naik ke atas, kami menemukan menara pengintai dengan beberapa lubang batu yang masih bertahan. Kemudian ada juga upper castle yang berada di atas bukit.

Berjalan menyusuri ke arah depan, nampak sumur yang dulu dijadikan sumber air tentunya. Kedalaman sumur berdasarkan informasi sekitar 55 meter dan sepenuhnya dibangun dengan batu. Rupanya bangunan batu ini tidak hanya pernah menjadi kastil. Sumber lain menyebutkan bahwa tempat ini pernah menjadi gudang senjata. Kami akhirnya menemukan tempat yang dulu pernah menjadi gudang amunisi.

Kemudian turun ke bawah, ada gerbang batu dihiasi jendela untuk melihat ke arah seberang sungai. Tepatnya, itu adalah negara Austria.

Pengalaman menarik saat kami tiba di sana adalah si penjual tiket meminta kami membayar dengan uang pas koin 2€ karena petugas tidak punya uang kembalian. Akhirnya kami merelakan tanpa uang kembalian. Lainnya adalah kami kesulitan mencari toilet umum. Letaknya WC umum yang agak jauh dari lokasi wisata dan juga saat kami membutuhkan, toilet masih terkunci. Asyiknya, kami mendapatkan gratis parkir mobil, sementara di lokasi wisata lain kami perlu bayar.

Begitulah kastil tua yang kami jejaki di Bratislava. Bagaimana pengalaman anda hari ini?

Linz, Austria (5): 4,5 Euro Puas Berkeliling Seharian Pakai Kendaraan Umum

Tiket 4,5€ per orang.
Jalur transportasi selama di Linz jadi petunjuk moda transportasi.
Dalam kereta ada monitor petunjuk halte dan informasi berita.
S-Bahn tampak sebelah kiri. Jalurnya selalu di tengah jalan raya.
Kereta sightseeing di alun-alun kota.

Berkeliling kota Linz kali ini saya lakukan dengan kendaraan umum. Di Linz ada S-Bahn atau straßebahn, sejenis kereta listrik yang menghubungkan satu halte ke halte lainnya, jika kita tidak bawa kendaraan pribadi atau tidak ingin naik taksi. Ada juga pilihan car sharing jika anda suka terhubung dengan aplikasi pintar. Sayangnya saya tidak mencoba aplikasi tersebut. Ternyata saya cukup bayar bis atau kendaraan umum 4,5€ maka kita bisa berkeliling selama dua puluh empat jam di kota ini.

Harganya yang murah sebanding dengan pelayanan keretanya juga. Di dalam kereta sangat nyaman dan bersih juga perjalanannya cepat. Tak perlu khawatir terlewat jalur stasiun tujuan karena tersedia monitor halte tujuan dan suara yang diperdengarkan ke penumpang. Monitor dalam kereta di letakkan di atas, dekat langit-langit kereta. Di situ juga terdapat informasi online news, semacam berita yang bisa dibaca penumpang.

Dalam kereta ada ruang juga untuk ibu yang membawa kereta dorong bayi atau orang yang berkebutuhan khusus dan duduk di kursi roda. Kereta yang nyaman untuk segala kalangan pastinya.

Jika sudah di alun-alun kota, anda bisa naik kereta sightseeing kota linz dan ikut jadwal program tur bersama turis yang lainnya. Puas berjalan keliling kota, anda juga bisa menikmati keindahan sungai danube dengan naik ferry. Sebagaimana pengalaman saya naik ferry di kota Linz yang diceritakan di link ini. Pilihan lain bagi yang suka shopping, anda bisa ke pusat perbelanjaan Pluscity yang menyediakan aneka kebutuhan anda.

Saran saya,

1. Bayarlah tiket sesuai keperluan! Jika anda kedapatan tidak ada tiket saat pemeriksaan oleh petugas maka anda dikenakan denda yang cukup besar.

2. Jagalah kebersihan selama perjalanan! Bagaimana pun kita senang jika mendapati kereta bersih dan nyaman.

3. Turunlah sesuai tujuan tiket, kecuali anda gunakan tiket terusan 24 jam! Jika kedapatan tidak sesuai tujuan tiket kereta maka anda dikenakan denda.

4. Saat di stasiun utama (Hauptbahnhof) dan stasiun terakhir, semua penumpang wajib turun. Itu peraturannya.

5. Tiket kereta juga bisa digunakan untuk bis kota Linz. Cukup bayar 4,5€ maka anda bisa gunakan moda transportasi umum bis atau kereta di Linz.

Selamat bertualang!