Quotes 8: Life

It has its up and down. There are two options, fear or fun. It is on your decision.

Welcome February! 

Advertisements

The Mystery Blogger Award…

mystery blogger

 

Well, I have got the mystery blogger award that nominated from Peanuts this week.  This week was really hectic with test and everything regarding life. I missed a few articles as my commitment to submit  two posts every day. That is a life, new year and new challenging, simple thought!

Why was I been encircled the mysterious blogger? I have no issue hahaha… It could be I am the mysterious woman hahaha… joke. I would like to write regarding the mysterious of life, as simple question as why it happened? So everything has a purpose in life, including this nomination ūüėÄ

Now for the Mystery Blogger Award. This is an award created by Okota Enigma . I‚Äôd like to thank you as well. The rules for this award are:

  • Put the award logo/image on your blog.
  • List the rules.
  • Thank whoever nominated you and provide a link to their blog.
  • Mention the creator of the award and provide a link as well.
  • Tell your readers 3 things about yourself.
  • You have to nominate 10 ‚Äď 20 people.
  • Notify your nominees by commenting on their blog.

Now, for three things about myself, Anna Liwun.

  1. I am unique. One of my core life aims to be dare different in ways thinking and feeling and to empower myself to be unique woman. I think this way to be used to understand the world.
  2. I am dreamer.
  3. I love reading and writing.

Then the next nominees are:

  1. Zoolon
  2. weedjee
  3. jeannette paterakis
  4. Roberto Nicolini
  5. Makayla Nielson
  6. rudi1957
  7. Daniele Corbo
  8. aphadolie
  9. Arne
  10. Tony

As closing, I would like thank everyone who is being follower and visitor my blog. I am still learning how to be a good writer. Hope this year will be better for my blog!

Cheers,

Anna Liwun

Legenda Sepatu di Pinggir Sungai Danube: Budapest, Hungaria (4)

wp-image-4321229
Puluhan sepatu melegenda di pinggir sungai Danube.

 

wp-image-1371878168
Alkisah di jamannya, sepatu pernah menjadi barang berharga. Barang berharga itu pun ditinggalkan agar bisa dikenang atau dimanfaatkan orang lain. Tak ada yang tahu!
wp-image-1728011095
Mereka yang datang tidak hanya berfoto, tetapi juga meletakkan lilin, kartu ucapan atau bunga sebagai penghormatan kepada pemilik sepatu yang menjadi korban tragedi kemanusiaan.
wp-image-437458539
Ini lebih dari sekedar sepatu!

 

Saat melewati gedung Parlemen yang fenomenal itu, saya dan suami tanpa sengaja mendapati aneka sepatu memenuhi pinggir sungai Danube. Meski jumlahnya mungkin sekitar puluhan, tapi tempat ini menarik banyak wisatawan untuk berfoto. Tempat ini sendiri pun tak termasuk dalam tujuan destinasi wisata yang ditawarkan paket sightseeing city. Lokasi sepatu melegenda ada di depan gedung parlemen.

Saya bersikeras untuk mencari lokasi ini namun suami saya tidak mau dengan alasan karena bukan destinasi favorit. Katanya, jika ini merupakan destinasi wisata mengapa tak dicantumkan dalam paket tur. Akhirnya dia pun mengalah ketika kami melewati gedung parlemen, bahwa tour guide menjelaskan bahwa di seberang tampak wisatawan mengabadikan lokasi sepatu yang melegenda di pinggir sungai Danube.

Cepat-cepat kami berdua turun di pemberhentian selanjutnya dan melanjutkan berjalan kaki ke lokasi ini. Kira-kira lima belas menit kami berjalan kaki, kami menemukan puluhan sepatu berjajar di pinggir sungai. Tampak bahwa sepatu ini sudah berkarat, menjadi besi dan tak terawat lagi. Di beberapa sepatu terlihat pula lilin, karangan bunga atau kartu ucapan.

Apa yang terjadi?

Sekitar masa perang dunia kedua, ketika Hungaria pun dilanda kepemimpinan yang menyebabkan tragedi kemanusiaan bahwa puluhan ribu orang mati karena kebencian anti ras tertentu. Anda pasti paham maksud saya, bahwa mereka yang adalah berkebangsaan Yahudi dikirim ke kamp konsentrasi atau sebaliknya ditembak. Ada pula upaya prajurit yang menembakkan mereka dan membuangnya ke sungai Danube.

Sebagian memilih untuk menanggalkan sepatu yang mereka gunakan sebelum tewas dan mengakhiri hidupnya di sungai. Sepatu di masa itu merupakan barang berharga bagi siapa pun. Konon sepatu ditanggalkan agar para prajurit atau orang lain pun bisa memanfaatkannya kembali. Namun sesungguhnya mereka yang melakukan itu, ingin membuat peringatan bahwa tragedi kemanusiaan pernah terjadi. Dengan harapan, kejadian ini tak akan pernah terjadi lagi.

Kisah sepatu ini juga pernah diangkat menjadi sebuah film. Namun pastinya banyak orang datang untuk menyaksikan sejarah kemanusiaan yang pernah ada sebelumnya. Sepatu seperti saksi bisu bahwa tua, muda, perempuan atau laki-laki pernah menjadi korban kekejian perang. Ini terlihat dari aneka sepatu dengan berbagai model dan ukuran yang menandakan siapa saja tanpa memandang jenis kelamin atau usia sepanjang mereka adalah golongan yang dibenci.

Semoga tragedi kemanusiaan tak akan pernah terjadi lagi di muka bumi ini!