Rahasia Kemenangan Itu Cuma Bersyukur dan Puas. Jangan Ingin Lebih!

(Salah satu kasino perbatasan. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Ketika mobil melaju ke area perbatasan negara Vietnam-Kamboja, di situ aku melihat beberapa kasino yang megah seperti layaknya hotel berbintang. Pemandangan ini kontras dengan bangunan lain di sekitar itu seperti rumah penduduk yang sederhana, jauh dari kemegahan.

Makan siang sudah tiba. Aku bertemu dengan seorang teman yang ajak makan siang bersama di restoran perbatasan. Sebenarnya aku tak terlalu suka dengan dengan rekan suamiku ini. Alasannya klise sih, teman ini suka pergi ke kasino. Halah! Akhirnya aku memberanikan diri untuk mengenalnya. Siapa tahu aku bisa belajar darinya! Bukan belajar berjudi tetapi belajar tentang hidup menurut pandangannya.

Perbatasan Kamboja-Vietnam begitu panas terik siang itu, tambah terik lagi dengar obrolan suami dan rekannya yang tidak aku mengerti. Wajar karena mereka berbicara satu sama lain tentang aneka topik yang tidak aku mengerti. 

Ternyata aku salah menilai orang, rekan ini orangnya sangat baik dan murah hati. Ia membayarkan makanan yang terbilang cukup mahal karena si kasir melihat tampang kami turis sehingga ia cepat menyebutkan nominal total makanan yang dipesan tanpa berhitung panjang. Pikirku jangan-jangan semacam dipalak, dipaksa bayar. 

Rekan suamiku langsung berkata “Saya akan bayar semua. Ini uangnya!” serunya pada si kasir restoran. Kasir dengan girang menerima uang dan melanjutkan pesanan.

Tidak hanya karena ia sudah membayarkan makanan, teman ini juga mengajari arti kemenangan diri. Rasanya jiwaku yang kalah karena harus membayar makanan, langsung antusias ingin tahu. 

Kau tahu Anna. Saat kau masuk kasino, kau harus terlihat elegan dan berpenampilan rapi. Meski kau membawa uang banyak, namun penampilan itu utama agar kau bisa diterima,” katanya. Aku mendengarkan termangut-mangut. Pantas saja ya orang-orang dalam kasino terlihat elegan seperti film-film yang sering aku tonton.

Lanjutnya, “Aku bermain hanya sebatas hiburan, tidak lebih. Mereka yang sudah kecanduan adalah mereka yang menuntut lebih dari seharusnya.” Waduh apa pula?!

“Aku habiskan seratus ribu misalnya. Lalu aku dapatkan tujuh lima ribu. Ya sudah, aku selesai. Anggaplah itu cuma hiburan, tak lebih,” jelasnya sambil ia mengunyah makanan yang baru saja disajikan. Hmm, menarik juga ya.

Aku pun antusias bertanya “Apa kau tak ingin menang lalu menjadi kaya?” Aku bertanya menyelidiki, sementara suamiku menyenggol kaki di bawah, memberi kode agar aku berhenti bertanya.

Rekan ini malah tertawa. Suamiku yang sungkan ikut tertawa setelah menyenggol kakiku. 

“Anna, itu dua hal yang berbeda. Kaya dan menang,” jawabnya. “Jika kau ingin menang, kau harus punya rasa cukup dan bersyukur. Itu menang namanya. Seberapa pun kau dapat, ambil dan pergi. Jangan menuntut lebih! Kau pasti tidak akan menang jika menginginkan lebih dari yang kau dapat.” Dia menjelaskan panjang lebar arti kemenangan sesungguhnya. Kemenangan itu tidak pernah abadi.

Kebanyakan orang setelah menang bertaruh, mereka ingin coba lagi, lagi dan lagi. Mereka berpikir kurang dan ingin lebih. Akhirnya mereka pulang dengan kekalahan karena candu. Ingin punya rasa menang sebaiknya bersyukur dan cukup menerima yang sudah didapat. Jangan mengambil berlebihan. Itu sih makna yang aku dapat dari rekanku ini. 

Aku bahkan tidak menikmati sajian makan siang khas Indocina ini dan memilih menikmati obrolan dari pendapat teman yang baru aku kenal. 

“So kaya? Siapa pun ingin kaya! Begitu ‘kan Anna?” tanyanya dan aku pun mengangguk. Sementara suamiku menjelaskan bahwa terkadang orang mencari cara instan untuk datang ke kasino misalnya untuk mendapatkan kekayaan.

“Tidak. Itu salah jika mereka datang mencari kekayaan di sana. Itu hanya hiburan,” jelasnya pada suamiku. 

“Kaya adalah pola pikir. Jika kau merasa kaya, kau akan merasa cukup dan bersyukur. Menjadi kaya bukan melakukan cara agar disebut kaya. Kau bisa membeli tas harga ratusan Dollar agar disebut kaya namun apalah artinya jika di dalam tas kau hanya punya tiga Dollar. Lebih baik kau punya tas harga tiga Dollar tetapi di dalam tas kau punya ratusan Dollar.” Aku dan suami mengangguk-angguk dan memperhatikan orang di hadapan kami seperti seorang yang memberikan pencerahan. Padahal awalnya aku menolak bertemu dengannya karena ia suka pergi ke kasino.

Siang yang terik ini aku jadi menikmati obrolan yang semula kupikir membosankan. Ternyata aku salah. 

Banyak orang tak pernah puas saat mendapatkan apa yang mereka inginkan, akhirnya mereka “kekurangan” dan tak pernah menang malahan. Lagi-lagi bersyukur dan merasa cukup atas apa yang dimiliki. 

Jangan pula mencari cara untuk kaya dengan cara instan! Kau tidak akan pernah mendapatkannya. Mengapa? Kemenangan dan kekayaan tiada yang abadi. Tetapi rasa syukur dan cukup itu yang utama dalam hidup sehingga merasa menang. 

Jika dalam pertandingan, kau tidak menjadi juara, kau tetap menang karena kau sudah cukup ambil bagian jadi peserta dan bersyukur bertemu dengan Sang Juara. Kalah menang, kaya miskin itu semua hanya pola pikir. Seberapa pun harta yang dimiliki, jika kau merasa puas dan bersyukur maka berpikirlah kaya.

Pencerahan tidak melulu dari seorang Maha Guru. Dari seorang yang semula tidak aku sukai karena sering pergi ke kasino, ternyata aku belajar arti kemenangan dan kekayaan.

Kastil Neuburg am Inn: Dekat Perbatasan Austria-Jerman  

(Kastil dengan jembatan penghubungnya, mirip seperti film-film ksatria jaman dulu.)

(Taman paradise.)

(Patung Kristus yang dimaksud, tampak muka dan belakang sama.)

(Petunjuk area lokasi kastil yang luas ini.)

(Semacam pintu gerbang di depan kastil sebelum menuju jembatan penghubung.)

Diasumsikan dibangun pada tahun 1050 maka tak heran bangunannya sudah banyak yang tak terawat, namun kastil tetap berdiri megah dengan sisa-sisa kejayaan masa lampau. Kemudian terjadi perombakan dan direnovasi ulang pada tahun 1310. Adalah Georg Graf Ludwig von Sinsendorf mengubah tampilan kastil menjadi bergaya Baroque, khas bangunan Jerman tempo dulu. 

Di muka kastil ada patung Kristus yang terkenal ketika Pontius Pilatus kala itu menjatuhkan hukuman salib dan berseru “Ecce Homo” yang berarti lihat manusia itu. Sontak orang-orang yang melihat berteriak lantang ‘Salibkan Dia!’ Patung itu menjadi terkenal. Dalam papan informasi dikatakan nama ‘Der Doppelseitige Cristus’ yang berarti ada patung muka dan belakang punya figur sama.

Apakah patung ini terinspirasi dari lukisan abad ke-17, Christ before Pilate. Semula lukisan ini sebagai maha karya Rembrandt. Belakangan diketahui sebagai karya pelukis Belanda Nicolaes Maes. Saya pun tidak tahu keterkaitan lukisan dengan patung ini. Namun berdasarkan papan informasi dikatakan bahwa patung dibuat tahun 1675. So? Anda bisa menganalisa sendiri.

Di depan kastil ada taman paradise, yang mungkin kala itu disebut seperti surga karena cantiknya. Dari taman terlihat di seberang adalah negeri Austria.

Sumber 

http://www.spottinghistory.com/view/5864/neuburg-castle/

Masak Zigeunerschnitzel mit Nudeln und Tomatensalat

Untuk Schnitzel mungkin sudah terbiasa membuatnya, bahkan Schnitzel dikenal juga di Austria dan Ceko loh saat saya berkunjung ke sana. 

Kali ini saya mencoba resep masakan buatan mertua saya. Ibu mertua pun dapat inspirasi dari Oma, jadi turun temurun. Resepnya mudah dicoba.

Bahan-bahan yang diperlukan:

1. 200 Gram daging sapi untuk steak

2. Fett, bisa juga digantikan dengan butter, minyak sayur atau olive oil jika tidak ada.

3. Paprika besar sesuai selera.

4. Cabe sesuai selera.

5. Bubuk garam, bubuk lada dan bubuk paprika.

6. Magi atau Knor penyedap rasa

7. 100 gram mie yang besar. Mau digantikan pasta juga bisa sesuai selera.

8. 1 liter air untuk memasak mie.

9. Tomat masak atau berwarna kemerahan.

10. 1 Buah bawang bombay.

11. Bawang merah tergantung selera.

12. Cuka.

13. Minyak sayur.

Langkah-langkah memasak:

1. Daging panggang. Masukkan 1 sendok fett ke dalam wajan. Masukkan potongan daging, masak hingga kecoklatan dan hampir matang. Lalu angkat dan taruh di dalam wadah. Taburi daging tersebut dengan garam, lada dan bubuk paprika seluruh bagiannya. Setelah dibumbui, panggang kembali ke dalam wajan hingga masak kecoklatan. Singkirkan sementara.

2. Membuat kuah. Iris bawang bombay, paprika besar dan cabe (jika suka). Tumis fett kembali, setelah harum masukkan bahan tersebut ke dalam wajan. Aduk perlahan dan masukkan Maggi atau Knor penyedap rasa dan sedikit pasta tomat agar kuah mengental baik. 

3. Setelah kuah mengental baik dan masak, masukkan daging yang sudah dipanggang tadi dan diaduk-aduk agar bercampur rata. Tunggu beberapa menit hingga masak. Siap disajikan.

4. Masak mie. Siapkan 100 gram mie. Rebus air 2 liter. Setelah mendidih, masukkan garam secukupnya lalu kemudian mie. Masak mie hingga matang kira-kira 10 menit. Saring mi hingga kering dan siap disajikan. 

5. Buat salat tomat. Iris tomat dan bawang merah. Siapkan wadah kemudian masukkan setengah gelas air matang. Air disesuaikan dengan banyaknya tomat. Masukkan 1 sendok cuka, 1 sendok minyak sayur, irisan bawang merah dan garam secukupnya. Aduk perlahan kemudian masukkan irisan tomat. Tunggu beberapa saat sebelum dihidangkan. Sebaiknya salat tomat dibuat 2-3 jam sebelum makan agar rasanya bercampur rata dan lebih enak.

Masakan pun siap disajikan untuk 2 porsi. Selamat mencoba!

Steak Salat Ala Anna

Saya tidak tahu bagaimana menyebutkan resep masakan berikut karena saya racik sendiri. Masakan yang mudah, murah dan sehat. Dijamin anda bisa membuatnya di rumah.

Begini cara pembuatannya:

Bahan-bahan yang diperlukan:

1. Aneka sayuran yang bisa dijadikan salat seperti kol merah, selada air, tomat. Untuk selada air dan kol merah dipotong-potong. Sedangkan tomat diiris sebelum disajikan. Anda juga bisa tambahkan irisan tipis wortel jika suka.

2. 1 sendok makan cuka, 3 sendok makan air matang, 1 sendok makan minyak goreng. 

3. Garam secukupnya dan 3 sendok makan margarin.

4. 200 Gram daging steak yang sudah dipukul-pukul. 

5. Bawang putih, merica, penyedap rasa dan bubuk oregano sesuai selera. Bawang putih, merica dan penyedap rasa dihaluskan.

Langkah pembuatan:

1.  Aneka sayuran nomor 1 kecuali tomat dimasukkan dalam wadah dan campur jadi satu. 

2. Siapkan bahan nomor 2. Masukkan bahan-bahan nomor 2 dalam gelas lalu aduk-aduk perlahan. Setelah itu campurkan larutan ke dalam sayuran. Biarkan meresap dalam wadah. Anda juga bisa mengguncang-guncangkan agar rasa bercampur rata. Singkirkan sementara.

3. Daging steak dilumuri bumbu bawang putih, merica dan penyedap rasa yang sudah dihaluskan. Taburi oregano juga.

5. Diamkan daging dalam lumuran bumbu agar meresap selama 1-2 jam. 

6. Setelah meresap, masukkan margarin ke dalam wajan panas. Masukkan perlahan daging steak yang sudah dilumuri bumbu. Masak dalam api kecil selama 5 menit masing-masing sisi hingga kecoklatan kedua sisi. 

7. Siapkan piring, taruh semua sayuran salat pada nomor 2. Taruh di atas, irisan tomat. Kemudian tambahkan steak sebagai topping. Hidangan steak salat siap disajikan.

Saran penyajian:

1. Sayuran salat disesuaikan dengan selera. Jika ingin tomat dan timun, sebaiknya ditaruh saat penyajian. Anda juga bisa menambahkan buncis rebus juga jika mau. 

2. Sebaiknya salat sayuran dibuat 1-2 jam sebelumnya agar rasa sudah meresap.

3. Untuk topping, anda bisa tambahkan juga telur mata sapi dan bacon jika suka. 

Selamat mencoba!

Untuk Jadi Pemimpin, Latih Dulu Komunikasi Anda!

Ada orang yang berjiwa pemimpin, meski dulu tak bermimpi jadi pemimpin. Lain lagi ada orang yang tidak menyangka jadi pemimpin karena kemampuannya sehingga ia terpilih. Kepemimpinan yang dimaksud di sini bukan diturunkan, namun bagaimana seorang pemimpin dipilih dan terpilih. Sesungguhnya kemampuan apa yang diperlukan oleh pemimpin? Salah satunya adalah komunikasi.

Bagaimana bisa mempengaruhi anak buah atau orang-orang yang dipimpinnya jika tak bisa berkomunikasi dengan baik? Komunikasi itu penting, tidak sekedar menyampaikan pembawa pesan saja. Tetapi komunikasi lebih pada pembawa perubahan. Jadi bila ada pemimpin memberikan dampak buruk, lihat saja bagaimana ia mengkomunikasikan segala sesuatunya. Apakah cukup jelas atau membawa masalah?

Ada pemimpin yang menyamaratakan komunikasi karena merasa ‘sok’ jadi pemimpin. Komunikasi itu tidak dipandang sebelah mata bahwa saya sebagai pemimpin dengan orang yang mendengarkan sebagai anak buah. Komunikasi seorang pemimpin, bukan ‘Dengarkan saya!’ tetapi ‘Mari duduk dan kita bicara bersama!’ Itu komunikasi seorang pemimpin.

Pemimpin harus paham saat berkomunikasi, bukan membangun jarak sehingga orang lain segan. Dia sebagai pemimpin tahu bahwa berkomunikasi adalah membangun kenyamanan sehingga tiada jarak. Ia tidak menyuruh bekerja tetapi ia sebagai pemimpin mengajak bekerja bersama-sama. Apa artinya? Ada komunikasi dua arah, bukan satu arah. 

Berkomunikasi ala pemimpin bukan pula serta merta tentang bagaimana teknik memberi instruksi. Namun seyogyanya pemimpin tahu bagaimana bersosialisasi, artinya ada interaksi. Ia tidak duduk dalam singgasana yang tidak terjangkau orang-orang yang dipimpinnya melainkan ia berada di tengah mereka yang dipimpin. 

Sebagai pemimpin berlakulah komunikasi yang punya rasa ‘ingin tahu’ ketimbang ‘sok tahu’ karena meskipun pemimpin itu pintar, ia perlu juga bertanya apa kebutuhan orang-orang yang dipimpinnya. 

Di era revolusi komunikasi sekarang ini, pemimpin perlu loh tahu bagaimana berkomunikasi yang bijak. Gunakan media sosial tidak hanya sekedar kekinian tetapi menginspirasi banyak orang. Itu baru namanya pemimpin. Ia tidak menggerutu kala tidak didengarkan namun ia membuka diri untuk mendengarkan. 

Sudah saatnya pemimpin bijak memanfaatkan berbagai saluran media komunikasi untuk menyuarakan hati orang-orang yang dipimpinnya. Ia bukan pemimpin yang berkeluh kesah lewat propaganda media. Ia berani karena piawai mengkomunikasikan kebutuhan orang-orang yang dipimpin. 

Buat Apa Pintar Jika Tidak Bijak?


Ilustrasi.

“Buat apa jadi pintar hanya untuk mengusai dunia nak?” pesan ibu lewat whatsapp sore ini. 

Aku ingin pintar ibu. Aku lebih memilih jadi wanita pintar ketimbang wanita cantik. Aku ingin ibu tahu bahwa kepandaian akan menguasai dunia. Mereka yang menguasai dunia adalah mereka yang pintar.

Itu alasanku. Aku ketik berbagai alasan untuk meyakinkan ibu bahwa aku ingin jadi wanita pintar. 

“Pintar itu perlu. Tapi buat apa menguasai dunia jika kita tak bisa menguasai diri sendiri?” tanya ibu kembali. 

Pesan pertanyaan yang menohokku. Yup, siapa pun bisa menguasai dunia tetapi belum tentu bisa menguasai diri sendiri. 

Lalu aku bertanya balik ke ibu, “aku harus bagaimana ibu?”

Menaklukkan dunia itu memang hebat tetapi lebih hebat jika ia bisa menaklukkan diri sendiri. Buat apa pintar jika ia tidak bijak?

Banyak orang berusaha menguasai dunia tetapi tidak mengenal dirinya sendiri. Dia seolah-olah ingin dunia mengenalnya, tetapi apakah dia sudah mengenal dirinya sendiri? Belum tentu. 

Belajar menguasai diri sendiri agar kita sadar bahwa jika kita pandai dan punya ilmu sesungguhnya kita tak perlu sombong. Bahkan sesungguhnya mereka yang berilmu tinggi tiada artinya apa-apa. 

Mereka yang berilmu tahap pertama bisa sombong. Mereka yang berilmu di tahap kedua bersikap rendah hati. Padahal mereka yang sudah berilmu di tahap ketiga, mereka merasa diri tidak ada artinya lagi. Ingat bahwa di atas langit masih ada langit. Setinggi apa pun ilmu yang dimiliki untuk menaklukkan dunia, pertama-tama kuasai dulu diri sendiri.

Vimperk: Kota Bersejarah di Selatan Ceko

Kota menyimpan sejarah dan indah.

Parkir 30 menit gratis, jika lebih bayar di kasir otomatis. Di situ saya temukan plakat bersejarah.

Siapa sangka saya punya hotel di sini?! Sepertinya ini hotel lama yang sudah tidak beroperasi lagi.

Dua puluh kilomoter dari perbatasan Jerman-Ceko, kami mampir di kota Vimperk. Kota ini dipenuhi bangunan kuno yang masih terawat indah terbuat dari batu dan rumah-rumah dari kayu. Kotanya berliku naik turun karena kontur tanah yang tidak rata, namun menarik mata.

Sebagai contoh berhenti sebentar di restoran, saya mengamati kontur restoran yang indah seperti masuk terowongan, di dalam interior terbuat dari batu dan plafon yang rendah, seperti rumah keong dalam dongeng. Menarik sekali!

Parkir 30 menit gratis, selanjutnya bayar di kasir otomatis seperti di Jerman dengan mata uang Korona. Ada restoran, hotel dan bank. Mau tarik tunai di ATM juga mudah? Saya tarik 1000 Korona setara dengan 600 ribu rupiah. Pembayaran di sini misal restoran, bisa dengan Euro atau Korona. Harga makanan di restoran atau kafe juga terjangkau atau lebih murah dibandingkan di Jerman. 

Banyak bangunan bergaya baroque di sini. Ada Gereja Katolik di pusat kota. Kastil dan museum bisa dikunjungi karena konon kota ini adalah kota lama nan indah yang menyimpan sejarah. Salah satu sudut bangunan, ketika saya memarkirkan mobil ada plakat tertulis ‘Pada 6 Mei 1945 Tentara Amerika membebaskan kota Vimperk.’ 

Menjangkau Perbatasan Jerman – Ceko

Area perbatasan di Ceko yang dijadikan kawasan menjual kebutuhan yang murah.

Mata uang Ceko, Korona.

Tak ada angin tak ada hujan, suami saya ajak mampir ke Ceko, salah satu negara yang berbatasan langsung dengan Jerman. Oke, saya setuju karena tidak perlu berwisata bermalam-malam layaknya ke luar negeri. Hanya sekedar cari tahu saja untuk saya.

Kami berangkat pagi dan sore sudah kembali. Rencana suatu saat di bulan Oktober nanti, kami bisa berkunjung ke ibukotanya Praha.

Di perbatasan sebagaimana saya menjumpai beberapa perbatasan antar negara di Asia, saya menjumpai pasar atau istilahnya jual beli. Saya suka karena bisa mengamati budaya lokal untuk bertransaksi, karena harganya bisa ditawar. Ada juga supermarket atau toko yang menjual sembako, parfum, pakaian atau yang lain dengan klaim bebas pajak. Misal, waktu saya berada di perbatasan Thailand-Kamboja, ada mall perbatasan yang klaim bebas pajak juga. 

Di area perbatasan, tempat jual barang-barang murah saya temukan penjual adalah orang asal Vietnam. Ada beberapa lapak yang luas untuk menjual tas, pakaian, sepatu hingga perabotan dan juga makanan di sini. Selain itu mereka menjual rokok dan aneka minuman. Katanya sih harga lebih murah di negeri yang pernah bersatu dengan Slowakia itu. 

Saya beli beberapa barang, memang harganya jauh lebih murah. Penjual menerima mata uang Euro, meski harga yang tertera bisa dalam mata uang Euro atau Korona, mata uang Ceko. Semisal barang yang dijual di Jerman 8€, di sini bisa 5€ atau harga bensin juga lebih murah di sini. 

Di wilayah perbatasan yang dijadikan kawasan niaga ini juga, saya bertemu komunitas asal Vietnam yang menjadi penjual barang-barang di sini. Mereka para penjual asal Vietnam, menebak saya dari Filipina atau Thailand. Asyik main tebak-tebakan, karena salah saya minta mereka turunkan harga. 

Dua orang perempuan yang saya beli barang dagangannya menuturkan mereka tiba di situ kira-kira 15 tahun yang lalu. Dalam bertransaksi mereka lumayan fasih bahasa Jerman loh. Meski saya tidak cek, apakah mereka juga fasih bahasa lokal alias bahasa Ceko?

Pedagang siap menerima uang Euro. Saya bercengkerama sebentar karena pernah wisata ke Ho Chi Minh City, sementara mereka mengaku dari Vietnam Utara, dekat dengan Kota Hanoi. Bagaimana mereka bisa bertahan dan memutuskan tinggal di situ? Lagi-lagi sejarah masa lampau negara-negara tersebut.

Di perbatasan saya temukan juga wisata malam, cuma saya dan suami datang siang sehingga tidak menyaksikan bagaimana gemerlapnya tempat itu. Anda tahu ‘kan? Ada kasino, ada diskotik atau night club. 

Bertanyalah, Anda Akan Tahu!

Ketika suatu kali, saya mengikuti kuliah. Dosen saya, seorang ahli komunikasi mengatakan begini. “Banyak komunikasi yang dimulai dari asumsi.” Katakanlah, dia bahagia. Apa benar dia bahagia? Anda bisa berasumsi dari posting status dan foto di fesbuk. Atau anda bisa tahu dia bahagia karena anda kerap melihat dia tersenyum atau tertawa. Tetapi pernahkah anda bertanya, apakah dia sungguh-sungguh bahagia? Itulah komunikasi. 

Dalam hidup pemikiran kita lebih banyak dipenuhi asumsi ketimbang rasa ingin tahu. Kita malu bertanya. Kita tidak mau terkesan ‘bodoh’ juga kemudian memilih jadi ‘sok tahu’ daripada ‘pura-pura’ bodoh. Mengapa tidak memulai komunikasi dengan bertanya? 

Benar juga bahwa diperlukan pertanyaan tingkat tinggi untuk mendapatkan jawaban yang cerdas pula. Bahwa pertanyaan mengasah rasa ingin tahu bahkan pertanyaan yang menggelitik sesungguhnya tidak hanya mengarahkan anda pada kreativitas saja tetapi inovasi. Saya jadi ingat pengalaman dulu membantu dalam riset sosial, bahwa dasar dari riset adalah pertanyaan, sehingga saya jadi tahu.

Seorang tokoh negarawan, Bernard Baruch mengatakan semua orang pernah melihat apel jatuh dari pohon, tetapi hanya Newton yang mempertanyakannya. Dengan begitu kita mengenal hukum gravitasi. Awal dari teori adalah pertanyaan.

Daripada berteori tentang hidup, buatlah pertanyaan sehingga anda jadi tahu. Misal, mengapa saya harus kuliah di jurusan ini? Mengapa saya bekerja begini? Mengapa saya harus kehilangan kacamata saya? Mengapa saya harus bertemu dengan orang pemarah macam dia? Mengapa saya tidak suka berbicara dengan dia? Dan sebagainya pertanyaan-pertanyaan yang disusun. 

Pada akhirnya, anda akan menemukan sisi yang selalu baik dan positif ketimbang penyesalan. 

Pepatah itu benar, lebih baik bertanya daripada sesat di jalan! Bertanyalah maka anda akan tahu! 

* Catatan secangkir cappucino di Kafe.