It’s About Time

“You can buy every thing in this world, except the time. You can not turn back your time as you want” said an Angel. She wears a shining white dress. She has two wings between arms. She looks like flying around me.

I am listening that softly voice thru’ my heart.

She said again “The one thing should be understood that a time is eternity. Such as love, the time teaches you how meaningful the happiness in real”

I am still silent to hear that voice.

“Keep praying and wait for a miracle happens to you, dear” said her.

Just a moment I remember my motto, PUSH, pray until something happens.

The time always has authority to every human. Time also is powerful to make a destiny on life. But praying can change the time to be our fate.

“See how powerful  praying than time! if it is meant to be, it will be”

After dreaming off, I wake up and realized it. ‘Oh shit! Still in early morning’ I come on my bed then sleeping again.

Mengunjungi Shenzhen, Tiongkok

Jalur Metro di Kota Shenzhen.

Jika di Singapore ada MRT, Hong Kong MTR maka Shenzhen punya Metro. Apa itu? Kendaraan publik semacam kereta yang menghubungkan satu stasiun ke stasiun lain dalam kota Shenzhen. Konon Metro di Tiongkok, tidak hanya di Shenzhen saja tetapi juga Beijing, Shanghai, Guangzhou dan Tianjin. 

Metro di sini ada 6 jalur yang sudah mulai di gunakan sejak tahun 2008 . Jalurnya hingga ke lokasi wisata dan bandara juga. Jadi jika ingin ke windows of world atau beberapa lokasi wisata lain bisa menggunakan Metro, tak perlu taksi.  

Awalnya khawatir juga apabila menggunakan taksi saat di Shenzhen karena biaya dan kesulitan bahasa. Nyatanya kita bisa menggunakan Metro. 

Sebagai kota industri yang sedang giat membangun, kota Shenzhen memang layak untuk dieksplorasi. Ada banyak wilayah komersial dan bisnis di sini. Anda juga bisa berbelanja puas karena Mal dan pusat perbelanjaan juga tak kalah dengan Hong Kong. 

Contoh dim sum yang dijajakan.
Persiapan sarapan pagi di restoran.
Suasana kota Shenzhen dari kamar jendela hotel.

Biaya hidupnya  relatif murah ketimbang di Hong Kong. Sebagai misal, saya bisa tidur di hotel bintang empat di sini dengan fasilitas yang baik, dengan harga yang sama dan belum tentu bisa didapatkan di Hong Kong. Di sini beli air minum kemasan 500ml bisa dapat 3 RMB sedangkan di Hong Kong bervariasi mulai 5 HKD-9HKD. 

Begitu pun soal makanan. Ada beberapa restoran yang menjual makanan halal. Lalu ada aneka dim sum yang yummy dan boleh dicoba. Di beberapa restoran, mereka memasang nama makanan dan apa saja yang disajikan dalam Bahasa Inggris sekalian gambarnya juga. Jadi tak perlu cemas soal makanan karena banyak juga restoran cepat saji atau gerai makanan franchise Internasional di sini. 

Tips

  1. Ada beberapa spot publik yang bisa memanfaatkan jaringan WIFI seperti di gerai KFC atau taman misalnya, syaratnya anda harus punya nomor SIM negara Tiongkok. Anda masukkan nomor tersebut dan langsung terhubung internet. 
  2. Tidak semua bisa berbahasa Inggris di sini. Anda bisa memanfaatkan kamus atau google translate tools bila mana anda perlu berkomunikasi dengan penduduk setempat seperti menawar harga atau tanya alamat. 
  3. Di sini tidak terima uang HKD atau mata uang lain, jadi anda harus sudah menukarkannya sebelum tiba. 
  4. Sebaiknya jika tidak cukup ahli dalam teknologi, tidak tergiur membeli aneka produk meski mereka memasang harga murah. 
  5. Pesan terakhir yang saya rekam saat membaca information board di hotel, yakni jangan menerima telpon dari orang yang tidak anda kenal dan ajak bertemu. Tolak juga jika anda tidak merasa yakin bila mereka ajak berfoto bersama, ajak salaman atau berkata “peace with you”.

Happy traveling! 

Ladies Market di HK

Hai para perempuan di seluruh dunia, selamat merayakan hari ini!!!  Yups, hari ini adalah “the international women’s day”  yang dirayakan setiap 8 Maret. 

Salah satu yang jadi ciri khas bagi perempuan adalah kebiasaan berbelanja. Ini mungkin yang melatarbelakangi nama lokasi yang terbentang sepanjang jalan di Hong Kong (HK), dengan nama Ladies Market. 

Ladies market semacam pasar ala tradisional yang dimaksud bisa terjadi transaksi tawar menawar antara pedagang dan pembeli. Apakah ini hanya barang – barang keperluan perempuan saja? Jawabannya tidak. Ada juga berbagai pernak-pernik bagi kaum adam di sini seperti tas, pakaian,  jam tangan hingga underwear loh. 

Apakah pedagangnya hanya kaum perempuan saja? Lagi – lagi jawabannya tidak. Banyak juga lelaki sebagai pedagang di sini. Jadi kedua pertanyaan ini tidak berkaitan dengan nama pasar ini. 

Suasana saat jam 11 siang, masih ada lapak yang belum buka.

Bagaimana menjangkaunya? 

Paling mudah naik MTR turun di stasiun Mong Kok, ikuti petunjuk keluar di pintu D3. Dari sini anda berjalan sedikit lalu akan menemukan ratusan lapak yang dihiasi tenda-tenda terpal sepanjang jalur. 

Jam berapa buka operasionalnya? 

Sewaktu pagi hari jam 9, saya datang ternyata belum ada lapak yang buka. Saya melihat banyak pekerja menurunkan barang dagangan dan menggelar tanda. It is totally open yet in the morning. 

Kira-kira setelah jam 11 atau mendekati jam makan siang perdagangan dimulai. Bila anda jadi pembeli pertama dan saat anda menawar terjadi kesepakatan dengan pedagang maka anda mendapatkan pujian dari penjual agar dagangannya sepanjang hari mendapatkan berkah untung. 

Pasar berlangsung hingga malam hari. Tidak ada resminya penutupan pasar. Malahan anda akan menemukan keindahan pasar semacam Night Market. 

Coba tebak apa itu? Aneka celana dalam. Unik dan menarik.
Suasana menjelang malam hari, tetap ramai.
Suasana dalam pasar.

Apa saja yang dijual? 

Saya bisa mendapatkan berbagai sovenir menarik untuk oleh – oleh dengan harga miring. Mengapa? Sebelumnya saya sudah datang di toko sovenir dengan harga pasti namun ternyata harganya lebih mahal. Jika kita pandai menawar, kita akan mendapatkan  banyak barang dengan harga terjangkau. 
Selain sovenir, ada juga berbagai keperluan life style perempuan seperti tas, pakaian, jam tangan, perhiasan hingga pakaian dalam. Banyak pernak- pernik menarik buat perempuan jika anda suka bergaya stylish ditambah harganya miring. 

Hal menarik lain, di pasar ini beberapa pedagang bisa berbahasa Indonesia. Mereka tahu soal harga dengan baik dalam Bahasa Indonesia. Bahkan di sini saya menjumpai banyak juga pembeli asal Indonesia ketika saya mendengarkan mereka berbicara satu sama lain. 

Tips 

  1. Pilih alas kaki yang nyaman. Sebaiknya sneakers atau sepatu tertutup. Anda akan terbiasa berdesak-desakkan jika pembeli sedang padat. 
  2. Jika anda punya keahlian menawar harga maka anda beruntung. Jika tidak, mungkin anda bisa pastikan setengah harga dari yang ditawarkan kecuali mereka memasang harga pasti misalnya beli 3 harganya 100 HKD. 
  3. Jika anda tidak bisa menawar harga, anda bisa lakukan survei harga dulu dengan datang ke toko supermarket yang berharga pasti. Misalnya, anda ingin beli sovenir, anda sudah tahu di supermarket untuk harga 5 dompet kecil maka saat datang di Ladies Market anda bisa membuat lebih rendah lagi. 
  4. Jika tidak jadi membeli atau sudah terlanjur mencoba namun harganya tidak cocok maka bersiaplah menghadapi perangai pedagang. Menurut saya, hal itu wajar. Sebaiknya pikir ulang sebelum mencoba dan menawar harga. 
  5. Berhati-hati copet jika dalam keadaan ramai pembeli! Sebaiknya siapkan uang yang terpisah dari dompet yang berisi dokumen seperti paspor dan aneka kartu. Jadi jika terjadi kehilangan atau kecopetan, dokumen anda masih terselamatkan. 
  6. Sebaiknya bawa tas besar sehingga segala barang yang dibeli bisa dijadikan  satu jinjingan dan tidak merepotkan. Kadang ada pula pedagang yang tidak memberikan plastik jinjing untuk bawa barang yang baru dibeli.

Selamat berbelanja! 

Cicipi Wisata Kuliner ala Shenzhen di Malam Hari

Setelah Pizza jajanan pinggir jalan yang saya tulis di sini, kini saya mau bahas wisata kuliner lain sepanjang malam hari yang saya jumpai. Apa saja? 

1. Bubur

Yups, tak ubahnya di Indonesia, di sini ada bubur juga loh. Yang membedakannya kekentalan bubur yang berbeda dengan bubur di Indonesia. Bubur di sini encer berkuah. Lalu di dalamnya sudah ada isian sesuai selera. Saya pilih bubur ayam maka ada irisan daging ayam, cakwe, sedikit kacang tanah sepertinya,  irisan wortel dan bawang goreng. 

Saya dapatkan di restoran yang menjual aneka bakmi, bakso dan pinggir seperti di Jakarta. Harga bubur 8 RMB. Mereka akan menyajikannya panas-panas dalam mangkok. 

Sementara saat sarapan pagi di hotel, saya dapatkan dua macam bubur. Bubur polos dan bubur berisi sayur. Untuk topingnya bisa ditambahkan sesuai selera seperti kacang tanah, acar sayur, telur pitan, dan lain – lain. 

2. Sate 

Aneka sate dari seafood seperti udang, cumi, bakso ikan hingga jamur. Ada bumbu yang dicelupkan sesuai selera sate yang terpilih. 

3. Aneka irisan pork

Ini dijual dari mulai daging, usus, kuping hingga segala macam soal pork. Banyak yang antri membelinya. 

4. Aneka teh

Saya coba salah satu teh yang dijual, saya dengar mereka menyebut yasmin. Pikir saya, itu pasti teh yasmin, lumayan menghangatkan badan. Rupanya teh rasanya pahit luar biasa. 

Tak ada yang bisa memberi penjelasan jenis aneka teh yang dijual karena pedagang dan penjual yang saya temui saat itu tidak ada yang bisa berbahasa English. 

Harga teh bervariasi sesuai jenis yang dipilih mulai 5 RMB – 10 RMB. Penjual akan mengisi botol seukuran 330 ml lalu menyegelnya seperti minuman baru. 

Beberapa jajanan lokal lainnya adalah aneka bakmi. 

Selamat bertualang rasa! 

The Peak, Lihat Hong Kong dari Ketinggian

Jika anda berkunjung ke Hong Kong, anda menjumpai kota pelabuhan yang dihiasi gedung – gedung pencakar langit. Keindahannya bisa anda temui di The Peak. Datanglah di malam hari maka anda akan menemukan keindahan lampu – lampu yang menghiasi seluruh kota. 

Bagaimana menjangkaunya? 

Jika anda tinggal di wilayah Kowloon, sebaiknya anda menuju Central dengan ferry. Bayar sekitar 2.2 HKD untuk ferry. Setibanya di Central Ferry, carilah pangkalan bus di lajur C. 

Dari sini anda perlu naik bus nomor 15 dari lajur C. Gunakan Octopus Card maka anda membayar sebesar 9.8 HKD. Dengan bus ini anda akan menemukan pemandangan yang indah berkelok-kelok menuju lokasi, seperti menuju ke puncak yang menyuguhkan hawa yang sejuk dan pemandangan yang hijau. Ditambah beberapa pemukiman apartemen pribadi yang mewah. 

Apa saja yang ditawarkan? 

Di sini akan dibangun museum 3D Trick Eyes, anda bisa berpose aneka rupa. Sewaktu saya datang, ini masih tertutup untuk renovasi. 

Ada pula the Peak Gallery dengan teras balkon melihat keindahan kota Hong Kong. Ini gratis, namun pemandangannya tidak seindah the Peak spot dimana anda mesti membayar 42 HKD. 

Berbagai restoran tersedia jika ingin mengisi perut dengan hawa yang sejuk ala pegunungan. Ada pula toko sovenir khas the Peak. 

Lalu untuk mencapai the Peak, anda mesti masuk gedung the Peak terpisah. Ikuti eskalator hingga anda menemukan konter tiket untuk membelinya sebesar 42 HKD. 

Setelah mencapai the Peak, anda akan menemukan spot yang menarik untuk berfoto atau melihat keindahan Hong Kong dari berbagai sisi. Jika ingin bergaya khusus dengan ahlinya, ada juru foto yang mengarahkan gaya anda di tempat tersebut. Foto yang sudah dicetak dapat diambil di tempat berbeda. 

Anda juga bisa melihat secara jelas dengan teleskop yang tersedia dengan membayar 5 HKD pas (tidak ada kembaliannya)  atau dengan menggunakan Octopus Card. 

Multimedia. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Selain itu ada multimedia gratis yang dilengkapi headset untuk menyimak Hong Kong. Anda bisa mendengarkannya sembari menikmati pemandangan dari the Peak. 

Spot katakan cinta di puncak ketinggian. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Bagi anda yang berpasangan, ada spot foto untuk ‘Katakan I love you’ di sini. Semakin romantis dengan sungguhan pemandangan puncak. 

Bagaimana kembali ke kota setelah itu? 

Setelah berpuas foto, anda bisa kembali ke kota dengan dua cara. Cara pertama anda bisa menggunakan bus nomor yang sama atau anda bisa gunakan bus nomor berbeda bilamana punya tujuan lain. Temukan lajur bus sama seperti anda berhenti dan turun dari bus. 

Cara kedua, kembali dengan tram. Masuklah gedung the Peak tram. Nikmati pemandangan ala penduduk lokal jaman dulu yang menggunakan transportasi ini ke kota dengan menyusuri berbagai gedung pencakar langit. Bayar dengan tram bisa gunakan Octopus Card kira-kira 15 HKD. Tram seperti berjalan mundur menurun ke bawah kembali. 

Setelah sampai di bawah, anda bisa lanjutkan dengan bus lagi nomor 15C untuk menuju MTR Central atau ferry. Jika ingin suasana privasi, anda bisa naik taksi menuju tujuan anda selanjutnya. 

Tips

  1. Sebaiknya anda gunakan jaket atau sweater penghangat tubuh karena udaranya yang sejuk di sekitarnya.
  2. Lengkap diri anda dengan kamera atau handphone berkamera karena sayang untuk dilewatkan. 
  3. Jika anda punya masalah dengan ketinggian, sebaiknya dipertimbangkan. Namun sejauh ini tidak ada masalah. 

Mobike: Keliling Kota Shenzhen Pakai Sepeda

(Atas: Mobike yang sedang diparkir. Bawah: Mobike bisa dijalankan di area pejalan kaki. Sumber foto: Dokumen pribadi.) 

Mau jalan mungkin sudah lelah, mau naik Metro mungkin terlalu dekat? Bisa jadi karena cuma hanya keliling sekitar pusat kota misalnya. Silahkan anda bisa gunakan Mobike! 

Mobike adalah semacam sepeda sewa yang sudah menggunakan aplikasi internet. Aplikasinya bisa dilihat di sini. Kota – kota di Tiongkok yang sudah menggunakan mobike ada di Beijing, Shanghai, Guangzhou dan juga Shenzhen. 

Penggunaannya pun cukup mudah, terutama bila anda cukup paham Bahasa Mandarin. Minta tolong orang lokal juga boleh kok. Anda juga harus punya aplikasi WeChat untuk memudahkannya. Registrasi  dengan kartu identitas, tak sampai sehari setelah disetujui, anda akan mendapatkan barcode untuk penggunaannya. 

Bayarnya sekitar kurang lebih 300 RMB. Akan ada barcode untuk mendapatkan sepeda. Praktis juga diparkir dimana saja seperti di area pedesterian atau area pejalan kaki. Dikuncinya juga aman dan anda pun tidak perlu berlelah jalan kaki. 

Keliling sehat dengan sepeda namun tak perlu capek jalan kaki, mobike boleh dicoba. 

Street Food: Hu Bei Wohui, Pizza ala Shenzhen

Diolesi toping nya setelah dipanggang. Sumber foto: Dokumen pribadi.
Dipanggang di kendi tanah. Sumber foto: Dokumen pribadi.
Harganya 5 RMB. Sumber foto: Dokumen pribadi.
Penasaran dengan jajanan ini, saya minta staf hotel menuliskannya. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Apabila traveling sambil mencicipi makanan pinggir jalan yang khas tentu merupakan pengalaman menarik bagi saya. Tiba di kota Shenzhen, saya berjalan menyusuri pasar malam, seberang Century Plaza Hotel di Lou Ho. Di situ aneka penganan lokal yang boleh dicoba. 

Salah satunya adalah Hu Bei Wohui sejenis prata khas roti India yang dipanggang di dinding kendi tanah yang dibakar, semacam Pizza ala Shenzhen. Rasanya yummy sekali ditambah olesan sausnya dari bumbu rempah dan sedikit cabe diulek halus. Makannya di Shenzhen pas malam hari yang dingin rasanya luar biasa enak. 

Ada beberapa tempat jajanan kaki lima yang menjual ini, namun saya tertarik datang ke pedagang yang ada di sudut toko karena ramai orang yang datang. Harganya 5 RMB. Tunggu sekitar 2-3 menit, anda sudah bisa langsung mencicipi setelah melihat pembuatannya. 

Pizza panggang ala Shenzhen ini jika dilihat dari bahan-bahan dan warnanya menyerupai bak pao. Lalu penjual akan memipihkannya dengan penggiling kayu. Setelah pipih, dipanggang di kendi tanah yang membara sambil dibolak-balik. Selesai dipanggang, roti ini akan diberi olesan toping. Setelah itu dibagi dua dan dimasukan dalam pembungkus kertas. 

Selamat menikmati makanan ini! 

Pengalaman Urus Visa 2017 Shenzhen, Tiongkok

Edit

Atas saran beberapa teman, saya menuliskan pengalaman ini karena berbagai keraguan bagaimana nasib WNI masuk Shenzhen bila hanya mengandalkan visa on arrival. Karena beredar isu beberapa WNI tidak bisa masuk saat akhir 2016 lalu. 

Memang lebih asyik bila berkunjung ke wilayah sekitarnya jika sudah di Hong Kong (HK) seperti Shenzhen, yang letaknya tak kurang dari sejam dengan MTR dari Kowloon Station. 

Peta MTR Hong Kong, pilih jalur biru muda. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Dari HK pilih jalur East rail Station MTR, warnanya per 2017 biru muda. Pergi menuju ke Hung Hom Station atau Kowloon Station untuk menunggu kereta ke Lo Wu. Tunggu kereta menuju Lo Wu. Anda akan tiba di pemberhentian terakhir Lo Wu. 

Di perbatasan HK, silahkan serahkan kopi arrival card dari imigrasi HK waktu tiba. Lalu masuk ke imigrasi Shenzhen di lantai 2. Di sana ada formulir yang harus diisi dan silahkan ambil nomor antrian. 

Jika dipanggil sesuai nomor antrian, serahkan paspor dan formulir imigrasi. Biar lebih meyakinkan siapkan pula bukti reservasi hotel di Shenzhen. Petugas akan ambil foto seperti layaknya beberapa imigrasi, tetapi suami yang WNA tidak diambil fotonya. Hmm, bingung. 

Lalu jika disetujui, tunggu dipanggil di loket berikutnya untuk pembayaran 178 RMB per orang. Setelah bayar, di loket ketiga akan dipanggil beberapa menit setelahnya bahwa visa sudah tertempel di paspor. 

Silahkan menuju loket lantai 1, di bagian imigrasi kedatangan. Isi formulir arrival card lalu serahkan bersama paspor. Dan selesai keimigrasian di Shenzhen setelah anda melewati scanning barang bawaan. 

Selamat datang di Lou Ho Port Shenzhen, Tiongkok! 

Mencicipi Street Food Ala Hong Kong 

(Sumber foto: Dokumen pribadi) 

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang street foto di sini, saya akan kembali soal jajanan khas pinggir jalan selanjutnya yakni tahu dan sosis khas Hong Kong. Pertama, saya bahas soal tahu menyerupai tahu sumedang tetapi ukurannya jumbo dan baunya itu khas tak enak bila kita cium aromanya dari kejauhan, tetapi rasanya enak loh. 

Setelah pesan 12 HKD, anda akan mendapatkan tahu yang masih hangat lalu disilahkan menambahkan bebas saus cocolannya. Hmm, rasanya luar biasa dengan aromanya yang khas. 

Penganan khas berikutnya adalah sosis. Sebagaimana yang pernah dikupas sebelumnya tentang sosis, di sini ada pula sosis-sosis ukuran jumbo yang katanya hand made. Jadi tidak hanya di Indonesia atau Thailand, sosis dipanggang dan dijual di pinggir jalan. 

Sebagai pencinta sosis, suami berpendapat rasanya cukup enak dan tidak mengecewakan. Rasanya cuma satu yakni pork. Harganya sekitar 15 HKD. 

Jajanan lain ala kaki lima. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Pilihan jajanan street food lainnya adalah aneka sea food yang menyerupai sate. Meski street food namun makanan tersebut dijual dengan tetap memperhatikan kebersihan. Makannya sih tidak nyaman karena bisa sambil jalan atau berhenti dulu di pinggir jalan. 

Sukses itu Perlu Orang Lain

Sumber foto: Dokumen pribadi.

Jika ingin menang, kau harus mengerjakannya seorang diri. Tetapi jika ingin cepat selesai, kerjakanlah bersama dengan yang lain. 

Adakah orang lain tidak bersamamu saat kau meraih sukses? Apa pun tipe kepribadianmu, yakinlah bahwa orang lain bersamamu. Mereka bisa beri semangat, membantumu bahkan mendoakanmu. 

Libatkanlah orang lain jika ingin sukses! Berbagilah ilmu jika anda sudah cukup ahli. Minta doa orang tua agar dimudahkan. Bersikap rendah hati saat meminta bantuan orang lain. Bahkan belajarlah banyak hal dari musuhmu. Sukses tak mungkin seorang diri. 

Mungkin kau ingin memenangkan suatu pertandingan, apa arti kemenangan jika tak ada orang lain sebagai lawanmu? 

Jika ingin sukses, jadikan orang lain sebagai berkat bagimu!