Mengamati Keunikan Traveler Asal Jepang

Jam 00:50 saya dan suami tiba di kota selanjutnya dengan bis yang melewati perbatasan antar negara. Penumpang bis memang tak banyak karena bukan musim liburan. Mereka segerombolan mahasiswa seperti penduduk setempat bersegera keluar dari bis. Sebenarnya suami saya tidak setuju kami pergi ke kota ini karena belum booking hotel, namun saya nekat daripada menunggu tidak jelas urusan pekerjaan, mending traveling ke negera tetangga.

Bis berhenti di terminal tengah malam. Yups, tinggal saya dan suami saja yang bingung mau kemana karena belum booking hotel dan tidak tahu tujuan. Di jok tengah tampak ada seorang terlihat dari Asia juga. Saya beranikan diri menyapa supaya kami bisa bersama-sama menuju hotelnya, jika dia sudah booking hotel. Rupanya dia juga belum booking hotel dan belum tukar uang lokal saat tengah malam begini. Dia adalah turis asal Jepang. Gubraks

Kisah bertemu dengan traveler Jepang memang belum selesai. Tetapi saya suka keberanian mereka menjelajah dunia meski seorang diri dan dengan kapasitas bahasa Inggris yang terbata-bata. Contoh kisah lain saya bertemu dengan traveler Jepang, bisa dilihat di sini.

Berikut hasil pengalaman bertemu dan mewawancarai mereka, para turis Jepang yang saya amati:

  • Turis yang santun 

Siapa pun mengakui bahwa turis Jepang adalah orang yang santun, apalagi bilamana mereka berada di negara orang. Mereka tidak berbicara teriak-teriak seperti turis lain. Malahan, mereka seperti irit berbicara. Sangking santunnya, pernah grup wisatawan termasuk saya memarahi sopir bis yang tidak mengantarkan kami ke tempat tujuan, semacam ingin menipu, tetapi turis Jepang tetap santun alias tidak marah-marah seperti yang lain. Salut sama kesantunan mereka karena saat tidur dalam dormitory perempuan pun, mereka tidak ingin membuat kegaduhan meski datang tengah malam. 

  • Introvert

Dalam urusan diskusi dan obrolan, orang Jepang suka membatasi diri. Mereka akan berbicara seperlunya. Ini yang membuat saya berpendapat mereka termasuk introvert. Jika saya suka bertanya dan membangun pertemanan atau sekedar bertukar kontak dengan turis yang lain, namun ini tidak jadi kebiasaan orang Jepang. Mereka juga tidak ingin menyinggung perasaan atau berbicara hal pribadi. Mereka berpendapat semestinya pada umumnya, bukan pendapat pribadi. Misalnya orang Jepang berkata “We think bla bla…Our culture bla bla..”  Artikel lain bisa dilihat di sini.

  • Tidak takut berpergian sendirian

Sebelumnya saya tidak berani traveling sendirian keluar negeri sampai akhirnya saya menjumpai beberapa turis Jepang yang jadi solo traveler. Baik perempuan maupun laki-laki, mereka percaya diri untuk jalan sendirian. Mereka berani untuk memulainya, jadi mengapa saya tidak?

  • Berpakaian unik dan punya ciri khas fesyen

Saya juga suka melihat gaya berpakaian mereka yang unik, terlihat berbeda dari kebanyakan turis pada umunya. Entah pakaian yang nyentrik, stoking bolong-bolong atau rambut yang dikuncir ajaib, berbeda pada umumnya. Mereka tampak stylish meski sedang traveling.

  • Kurang cakap dalam berbicara bahasa Inggris

Turis Jepang yang saya jumpai rerata tidak cakap berbicara bahasa Inggris. Mereka paham jika kita berbicara bahasa Inggris tetapi terkadang jawaban mereka tidak jelas karena artikulasi atau aksen bicara. Jika mereka menjawab atau bertanya, saya lihat ada yang menggunakan translate tools yang diperdengarkan. Mungkin ini pula jadi alasan mereka tidak ingin banyak ngobrol, entahlah. 

    • Gadget maniak

    Alasan untuk tidak merasa sendirian saat traveling menurut mereka adalah gadget di tangan. Mereka bisa mencari alamat, main games atau mendengarkan musik hingga menggunakan translate tools. Saat transaksi dengan sopir taksi, mereka tetap bisa berkomunikasi dengan gadget alias memanfaatkan kalkultor di dalamnya.

    • Tepat waktu

    Jika kita berpergian dalam rombongan grup, orang Jepang adalah orang yang tertib dan datang tepat waktu. Mereka bukan orang yang datang terlambat karena sibuk ambil foto atau memilih barang belanjaan. Mereka menghargai aturan yang sudah dibuat kepala rombongan misalnya.

    • Budaya antri

    Saat membuat antrian di imigrasi, para turis Jepang mampu buat antrian dengan tertib. Sementara turis Asia lainnya bisa serampangan mengambil jalur yang salah, memotong barisan atau tidak tertib sehingga membuat banyak turis lain marah-marah. Orang Jepang seperti terbiasa untuk tertib dalam antrian.

    Di atas adalah hasil pengamatan saya dan tidak untuk digeneralisasikan. Mungkin ada pengalaman yang lain, silahkan! Traveling membuka pemahaman saya bahwa setiap orang itu unik, tidak fanatik berlebihan dan menerima keragaman perbedaan satu sama lain.

    Pasar Tradisional Khas Natal di Jerman 

    Salah satu sudut Christkindlmarkt di Jerman. Sumber foto: Facebook Group.

    Ada banyak sebutan untuk mengatakan Christmas Market di Jerman. Pasar tradisional yang khas ini memang ada selama natal. Dibuka saat dimulainya minggu Adven pertama hingga berakhir saat natal tiba.

    Tidak ada nama resminya, di Jerman bagian selatan dan Austria mereka lebih suka menyebut pasar natal ini Christkindlmarkt. Christkindlmarkt diterjemahkan dalam pengertian harafiah ‘Pasar Kanak-kanak Yesus’ karena natal identik dengan kelahiran Yesus Kristus, sehingga ada pula yang menamakannya Christkindlesmarkt atau Christkindlmarket. Namun natal sendiri dalam bahasa Jerman diterjemahkan ‘Weihnachten‘ sehingga ada pula yang menyebut pasar ini menjadi Weihnachtsmarkt.

    Berdasarkan temuan sebuah foto, pasar khas natal ini ditemukan yang tertua berada di München tahun 1310. Kemudian seiring berjalan waktu pasar ini menyebar di seluruh kota di Jerman, bahkan negara tetangga yang berbahasa Jerman, seperti Swiss dan Austria. Kini natal tak lengkap di Jerman bila tidak berkunjung dalam keriyaan di pasar ini yang hampir ada di setiap sudut kota. 

    Ada beragam pernak-pernik khas natal yang dijual, termasuk panganan khas seperti kue jahe dan glühwine. Di sini, anda bisa membeli hadiah natal untuk orang tercinta, atau sekedar lihat-lihat juga boleh.

    Selain itu, pasar khas ini memadukan tradisi berdagang dan aktivitas charity, semacam bazaar ya. Inspirasi ini kemudian menyebar di berbagai belahan negara lain di benua Eropa. Bahkan di negeri Paman Sam pun sudah ada christmas market ini seiring terjadinya imigrasi yang membawa tradisi khas menjelang natal dari Jerman.

    Jika ingin mampir, berikut tipsnya:

    1. Agar bisa melihat keindahan kerlap-kerlip lampu di kegelapan malam, disarankan datang malam hari.
    2. Pastinya untuk menghalau dinginnya dan nyaman selama di pasar, disarankan memakai baju winter. Jadi jangan sampai salah kostum dan menggigil kedinginan!
    3. Siapkan uang tunai. Namanya pasar tradisional, tetap saja transaksi dilakukan cash dan tidak terima kartu kredit.
    4. Bawa tas belanja, ingat mungkin penjual tidak menyediakan kantong belanja buat anda.
    5. Gunakan alas kaki yang nyaman dan tertutup!
    6. Hati-hati copet juga, apalagi saat di keramaian.

    Selamat berbelanja!

    Jadi Orang Baik, Rahasia Panjang Umur Oma Isabel


    Jadilah manusia yang berguna setidaknya tidak berbicara buruk dan menyakiti orang lain! 

    Demikian kalimat bijaksana meluncur dari seorang perempuan tua yang sudah melewati seabad usianya. 102 tahun, wow! Aku terkejut sekaligus kagum padanya. Ditemui di panti jompo, nenek yang bernama Isabel itu tampak asyik menekuni pekerjaan merajut yang jadi hobinya beberapa tahun belakangan ini, kata suster yang sering merawat nenek itu.

    “Oma, apa kabar?” tanyaku.

    “Puji Tuhan, aku baik-baik saja. Terimakasih kau sudah mengunjungiku di sini” sapanya sambil menggenggam kedua tanganku dengan hangat.

    Aku berikan bingkisan seperti yang diminta kepala perawat padaku. “Jika kau ingin mengunjungi Oma Isabel, bawakan saja seperangkat benang rajut. Dia pasti senang,” kata kepala perawat lewat telpon saat aku bertanya soal kunjunganku.

    “Apa ini, Anna?” tanya nenek. Aku diam dan membiarkan tangan rentanya membuka bingkisan yang kuberikan. Sambil berjalan perlahan, ia menuju sofa di ruang tamu panti. Aku berjalan mengikutinya.

    “Wah, kau baik sekali Anna!” serunya. “Suster kepala pasti bercerita padamu soal hobiku merajut. Aku memang sedang mengumpulkan baju-baju rajut buatanku. Sudah tiga tahun aku kumpulkan. Aku ingin menyumbang baju hangat untuk anak-anak panti asuhan.”

    Sambil duduk dia memeriksa benang rajut yang aku berikan. Aku bingung mau berbicara apa. Waktu kunjunganku tak lama. Suster perawat mengatakan Oma Isabel hanya bisa bertemu tamu setengah jam saja setiap hari. Saat aku bertanya alasannya, suster itu menjawab bahwa itu pinta oma agar waktunya lebih banyak digunakan untuk berdoa dan merajut.

    “Dengar Anna, umurku sudah tinggal sedikit lagi. Tinggal Tuhan yang menentukan kapan aku bertemu denganNya. Aku hanya fokus pada kebaikan, kebaikan dan kebaikan,” katanya sambil tertawa renyah. Giginya pun sudah tak lengkap, termakan usia. 

    “Apa rahasia Oma sehingga Oma masih terlihat fit sampai sekarang?” 

    Tawanya terhenti. “Aku suka makan sayur dan buah. Aku juga suka berjalan kaki. Namun yang terpenting bukan itu. Aku ingin hidupku berguna bagi orang lain. Mungkin itu Tuhan menambah bonus hidupku” katanya sambil tertawa lagi. Tawanya yang renyah membuat pertemuanku tidak kaku seperti sebelumnya.

    Penasaran aku dibuat oleh nenek yang sudah banyak makan asam garam kehidupan ini. Dibandingkan aku yang bukan siapa-siapa, nenek Isabel masih diingat orang dan populer justru karena kebaikannya. Dulu ia punya rumah mewah bak istana, pegawai yang banyak diperkerjakan pada industri rumahannya dan dipuja banyak pria karena pesona kecantikannya. Hidupnya banyak didekasikan bagi kemanusiaan, namanya sering dimuat di berbagai media. Namun kini di usia senjanya, ia tidak memiliki apa pun hanya tinggal di panti jompo milik pemerintah.

    “Bagaimana caranya agar hidup ini berguna bagi orang lain?” tanyaku. 

    “Menjadi manusia yang berguna setidaknya tidak berbicara buruk dan menyakiti orang lain. Itu sudah cukup,” sahut Oma Isabel. “Dari dulu aku hidup sendiri, tidak menikah agar hati dan perhatianku tidak terbatas. Aku cinta banyak orang dan aku milik mereka juga.”
    Dalam hatiku berbisik apakah tetap melajang jadi rahasia umur panjang?

    “Tidak Anna” kata nenek. Dia seperti membaca hatiku. “Hidup itu pilihan. Aku hanya memilih untuk hidup sendiri. Kau pikir hidup sendiri itu tidak ada masalah?” tanya nenek. “Hidup itu anugerah. Hidup menjadi bermasalah ketika kita memikirkan pendapat orang lain atau apa yang orang lain katakan tentang kita.”

    Aku mengangguk setuju dengan kalimat nenek barusan. What others think of you is none your business. Ngapain susah memikirkan pendapat orang lain, batinku.

    Tak terasa waktu berlalu hampir mendekati tiga puluh menit. Pertemuanku hampir usai bersama nenek yang berusia seabad ini. Di usianya yang renta, ia masih berupaya berbuat kebaikan dengan membuat baju hangat rajutan untuk anak-anak.Tampak suster perawat nenek datang membawa kursi roda.

    “Nah Anna, teruslah berbuat baik! Kebaikan akan selalu mengalirkan kebaikan hingga kau berusia tua nanti. Memang baik menjadi orang hebat, namun lebih hebat lagi jika kau bisa menjadi orang baik. Setiap hari” pesan Oma Isabel padaku sambil menepuk-nepuk bahuku. 

    Aku tertegun. Lalu aku melihat nenek sudah berada di kursi roda. Perjumpaan yang singkat namun berkesan. 

    Aku menghampiri Oma Isabel. Aku memeluknya. Aku berbisik, “Terimakasih Oma” dan dia memelukku hangat. “Hidup ini seperti buku dimana setiap lembarnya selalu berisi perbuatanmu dan orang-orang yang kau temui. Di akhir buku hidupku, aku bertemu engkau Anna. Terimakasih Anna!” ujar nenek. Aku melihat matanya berkaca-kaca. 

    Ia seperti memberi tanda pada suster perawat. Suster mendorong dan membawa nenek menjauh dariku. Nenek terlihat menoleh, tersenyum dan melambaikan tangan.

    Beberapa pekan setelah kembali dari Italia, aku mendapati pesan di hapeku. Teman kursus bahasa Jerman yang menjadi host saat aku di Italia mengirim pesan singkat. ‘Anna, wie geht’s? Oma Isabel sudah meninggal dalam damai’

    Tradisi Rayakan Nama Babtis di Jerman

    Seperti tradisi ulangtahun pada umumnya, nama babtis juga dirayakan sesuai penanggalan. Sumber foto: Dokumen pribadi

    Bagi anda yang menyandang nama babtis, coba telusuri lagi di kalender liturgi kapan perayaan nama santo/santa yang anda sandang!

    Adalah negara Jerman yang saya kenal berdasarkan tradisi keluarga suami karena kami katolik, maka ada perayaan ulangtahun untuk nama babtis. Jadi mereka akan serempak berkata “alles Gute zum Namenstag!” yakni ucapan untuk rayakan nama babtis. Ucapan tersebut tentu mirip dengan ucapan ulangtahun biasa yakni, “alles Gute zum Geburtstag!” Tentang tradisi ulangtahun bisa di lihat di sini.

    Dahulu orangtua memilihkan nama babtis sesuai tanggal kelahiran anaknya. Namun ini tidak mutlak. Ada orangtua yang memilihkan nama babtis dengan alasan tertentu. Seperti sekarang tradisi rayakan nama babtis sudah jarang dilakukan di Jerman, hanya golongan tertentu seperti mertua saya yang masih melakukan. Jadi mertua hafal betul nama babtis dan tanggal dirayakan untuk anak-anaknya. Di Bayern saya melihat masih ada keluarga yang merayakan tradisi ini. Meski kini tradisi ini sudah tidak populer lagi.

    Tradisi apa yang dilakukan untuk rayakan nama santo/santa pelindung?

    Seperti layaknya hari ulangtahun, biasanya akan ada kue ulangtahun, lilin dan doa bersama. Apalagi mereka yang nama babtisnya sama maka biasanya akan merayakan bersama-sama. Lalu pemberian ucapan selamat, termasuk kartu ucapan kepada mereka yang merayakannya.

    Nama babtis saya adalah Anna, yang dirayakan setiap tanggal 26 Juli, di Jerman banyak juga yang bernama Anna. Semua yang bernama Anna akan merayakannya. Dalam misa harian pastinya dirayakan oleh Gereja, jika sempat maka saya akan datang ke Gereja.

    Maksud tradisi ini agar mereka yang menyandang nama pelindung akan mendapatkan berkat untuk hidup seturut teladan nama babtis yang disandangnya. Seperti ucapan berikut,Möge Dein Name Dich stets daran erinnern, dass Du nie allein bist: Gottes Licht strahlt zu jeder Zeit über Dich und erleuchtet jede Dunkelheit. Alles Gute zum Namenstag!

    Jleb, makna ucapannya dalam ya? Semoga bermanfaat!

    Tradisi Natal di Jerman: Lilin Advent (Adventkranz)

    Hari minggu kemarin seluruh Gereja Katolik di dunia sudah memasuki masa Adven pertama. Masa Adven termasuk dalam agenda liturgi untuk mempersiapkan Natal. Jerman adalah salah satu negara yang masih memelihara tradisi seperti mengawali dengan adventkranz. Empat buah lilin yang dipasang sebagai simbol empat minggu masa adven menjelang Natal. Berarti minggu pertama ini, satu lilin sudah dinyalakan, begitu seterusnya hingga minggu ke-empat.

    Tradisi Adventkranz sederhana milik pribadi. Sumber foto: Dokumen pribadi.

    Sejarah 

    Adventkranz berawal dari inisiatif seorang guru katekis (semacam guru agama) yang bernama Johann Wichern pada tahun 1839. Dia mengajak anak-anak dan remaja yang tinggal di asrama yatim piatu untuk mempersiapkan Natal. Dia meminta mereka membuat 4 lilin besar dan lilin kecil diantara lilin besar lalu dihias seperti pohon natal. Lilin besar akan dinyalakan sesuai minggu perayaan adven.

    Seiring berjalannya waktu tradisi penyalaan lilin yang menandai minggu adven diterima dan dilaksanakan pertama kalinya di Gereja Katolik tahun 1925 di Köln. Lalu lima tahun kemudian tradisi Adventkranz juga diikuti Gereja Katolik di München. Kini tradisi ini menjadi bagian masa Adven Gereja Katolik di seluruh dunia.

    Tradisi keluarga

    Jerman adalah bangsa yang family oriented. Terbukti, hampir setiap keluarga Jerman yang merayakan Natal memiliki Adventkranz. Suami saya bercerita bagaimana dulu setiap penyalaan lilin yang menandai minggu adven maka keluarga dan anak-anak berkumpul lalu berdoa. 

    Ada pula keluarga yang menyanyikan lagu-lagu adven. Atau penyalaan Adventkranz menjadi pererat tali silahturahmi keluarga menjelang natal dengan makan bersama atau sekedar menikmati kehangatan glühwine untuk melawan dinginnya Desember. 

    Bagaimana Adventkranz di Indonesia?

    Di Indonesia keluarga saya tidak membuat tradisi adventkranz. Saya hanya menjumpai di Gereja saja. Inilah uniknya bahwa kini tradisi hari raya keluarga saya bertambah dari budaya suami. 

    Selamat memasuki masa Adven!

    Sumber bacaan: http://blogs.transparent.com

    Festival Tollwood di München

    Sumber foto: https://www.germany.travel/en/events/events/tollwood-festival-in-munich-125.html

    Festival Tollwood adalah festival tahunan yang digelar pada saat musim panas atau musim dingin. Tahun 2016 ini festival Toolwood dilaksanakan pada musim dingin mulai 23 November hingga akhir Desember. Tempat penyelenggaraannya biasanya di Olympiapark atau Theresienwiese. Namun musim dingin tahun ini diselenggarakan di Olympiapark.

    Festival ini diselenggarakan sebagai aksi simpati dan kecintaan terhadap lingkungan hidup. So sudah pasti ‘Go Green’ ya, melibatkan banyak seniman berpartisipasi yang mengundang animo masyarakat untuk datang. Dengan penjualan tiket ini berarti mendonasikan untuk kepentingan ekologi. Jadi biasanya setiap tahun ada semacam festival musik di sini.

    Tidak hanya penjualan tiket untuk pertunjukkan musik, festival Tollwood juga menyajikan pasar khas Jerman menjelang natal, Weihnachtsmarkt atau Christkindlesmarkt. Booth-booth ini disewakan yang juga sebagai donasi kepada lingkungan hidup. Jadi pengunjung juga bisa membeli keperluan hari raya. Asyik ya!

    Oh ya hal yang menarik di München, setiap festival selalu ada orang-orang yang suka berkostum menarik perhatian. Jangan kaget karena dandanan mereka yang ajaib meski sebenarnya ini bukan pesta kostum atau pesta topeng!

    Jika anda ingin menghabiskan liburan natal di München, silahkan mampir ke Olympiapark ya!

    Everland: Disneyland ala Korea Selatan

    Parade festival pada jam-jam tertentu. Sumber foto: Dokumen pribadi.
    Everland fantasy. Sumber foto: Dokumen pribadi.

    Jika Hong Kong atau Jepang punya Disneyland, maka Korea Selatan punya Everland yang kabarnya dikelola Samsung Corperation. Ini semacam entertainment resort buat keluarga yang terdiri atas arena bermain seperti di Dunia Fantasi, Ancol Jakarta dilengkapi taman bunga bertema misal area bunga mawar , bunga tulip dan ada parade karnaval negeri dongeng juga kebun binatang. Pokoknya lengkap!

    Salah satu spot di arena ‘Petting Zoo’ Sumber foto: Dokumen pribadi.
    Salah satu arena taman bunga yang suka dijadikan ajang foto. Sumber foto: Dokumen pribadi.
    Salah satu atraksi permainan uji nyali. Sumber foto: Dokumen pribadi.

    Apa yang menarik? Saya pikir Everland menawarkan hiburan untuk semua kalangan usia. Tidak usah bawa bekal makanan, di sini tersedia food hall juga. Atraksi untuk keluarga misalnya aneka taman bunga yang bagus untuk spot foto. Tidak hanya taman saja, Everland melengkapi juga dengan informasi jenis tanaman dan edukasi pembibitannya. Untuk wisata menebarkan jantung, ada seperti roller coster bagi mereka yang suka mencobanya. Atau rumah misteri yang ingin uji nyali. Anda juga bisa berkunjung ke kebun binatangnya, konon ada 201 species hewan, sayangnya saya tidak menghitungnya hahaha. Ada juga taman kupu-kupu, dimana anda bisa melihat keragaman aneka kupu-kupu yang indah. Lengkap ‘kan!

    Bagaimana menjangkaunya?

    Saya naik bis yang memang dikhususkan menuju resort tersebut. Jadi resort ini memang terletak agak jauh dari kota Seoul, butuh kira-kira satu jam. Bis berangkat dari Myeong Dong, Seoul sekitar jam 9 pagi. Detilnya bisa dilihat di sini. Setelah sampai, bis akan parkir di area yang luas khusus bis. Harap diingat lagi nomor bisnya untuk kembali lagi pulang usai menghabiskan waktu seharian di Everland.

    Tiket yang tersedia mulai dari tawaran satu hari, dua hari atau langganan satu tahun. Kita akan mengantri di loket depan.

    Tips

    1. Karena banyaknya aktivitas berjalan kaki, sebaiknya pakai alas kaki yang nyaman.
    2. Sebaiknya pilih kostum untuk area terbuka/outdoor karena pastinya akan berkeringat dan panas.
    3. Melindungi panasnya matahari bisa manfaatkan sunblock, topi, payung dan sunglasses.
    4. Sebaiknya bawa minuman sendiri, daripada membeli air minum kemasan karena area wisata pastinya harga sedikit mahal.
    5. Siapkan kamera anda karena banyak spot buat berfoto!

     

    Leberknödelsuppe: Makanan Khas Jerman (2)

    Leberknödelsuppe buatan sendiri, tak kalah dengan restoran. Sumber foto: Dokumen pribadi.

    Makanan khas Jerman yang akan saya masak bernama Leberknödelsuppe. Selain di Jerman, makanan ini juga mudah ditemui di restoran Austria juga. Makanan ini seperti bola-bola bakso dan sangat pas dimakan saat musim dingin yang sudah happening di Jerman. Maklum sekarang sudah minggu Advent pertama yang dirayakan umat Katholik di seluruh dunia.

    Di restoran Jerman pada umumnya Leberknödelsuppe disajikan bersama mashed potato. Namun daripada memesan di restoran, sebaiknya kita coba sendiri. Berhasil!

    Bahan-bahan:

    • Roti Baguette (roti perancis)
    • Hati sapi 400 gram
    • Bubuk oregano (satu sendok teh)
    • Susu 200 militer
    • Telur (3 buah)
    • Bawang bombay (1 buah)
    • Bawang merah sedikit saja atau tergantung selera
    • Daun seledri iris halus
    • Tepung roti (2-3 sendok)
    • Bumbu penyedap (2 sachet)
    • Air masak 3 liter

     

    Bentuk adonan seperti bola. Sumber foto: Dokumen pribadi.

    Cara memasak:

    1. Potong roti perancis seperti dadu. Singkirkan dalam wadah tertutup.
    2. Panaskan susu dan masukkan ke dalam roti perancis yang sudah dipotong dadu.
    3. Hancurkan hati sapi yang murni, diperhatikan agar dalam hati tidak terdapat serat-serat lemak. Jika ada, sebaiknya dibuang. Jadi ini benar-benar murni hati sapi.
    4. Hancurkan bawang merah bersama hati sapi dan dua buah telur.
    5. Potong-potong lebih kecil lagi dengan tangan roti yang sudah bercampur susu tadi. Lalu masukkan ke dalam adonan hati sapi yang sudah hancur bersama bumbu tadi.
    6. Masukkan ke dalam adonan yakni satu sendok makan garam, setengah sendok teh lada bubuk, daun seledri yang diiris halus dan tepung roti.
    7. Hancurkan adonan lagi dengan tangan hingga bisa membentuk bola. Bentuk bola-bola seperti gambar dengan kedua tangan. Singkirkan dalam wadah.
    8. Masak air hingga mendidih dan campurkan bersama dengan bumbu penyedap. Atau gunakan air kaldu yang panas.
    9. Kecilkan api atau masak dalam api kecil, lalu masukkan satu per satu adonan bola hingga tenggelam. Masak hingga 25 menit.
    10. Leberknödelsuppe siap disajikan untuk 4-6 orang.


    Tips:

    1. Saat membuat bulatan bola, alangkah baik tangan dalam keadaan basah.
    2. Jika tidak ada bawang bombay, bisa manfaatkan bawang merah sebagai pengganti.
    3. Untuk menghancurkan hati sapi bisa ditumbuk atau menggunakan mixer.
    4. Bawang merah diiris halus lalu bisa dihaluskan dengan mixer atau diuleg.
    5. Pilih bumbu penyedap rasa sapi agar rasa kaldu menjadi kuat.
    6. Adonan bola akan berhasil kita buat jika dimasukkan dalam air berkuah kaldu akan tenggelam, lalu sekitar 25 menit adonan bola akan naik.

    Linderhof Palace: Istana Linderhof yang Misterius di Bavarian, Jerman

    Linderhof Palace tampak dari luar berselimutkan salju. Sumber foto: Dokumen pribadi.

    Jika anda ikut paket tur menuju Kastil Neuschwanstein, seperti yang pernah diceritakan di sini,  anda akan berhenti juga di salah satu istana King Ludwig II dari Bavarian yakni Linderhof Palace. Boleh dibilang istana ini menjadi tempat istirahat kala Raja Ludwig II mulai meletakkan batu pertama pembangunan Kastil Neuschwanstein, kastil impian seperti di negeri dongeng.

    Ada banyak legenda dan versi yang bisa diceritakan kata si tour guide yang mengantarkan grup kami ke sana. Sebagai contoh King Ludwig II punya ambisi membangun kastil termegah, namun tak pernah selesai. Bahkan istana ini yang sudah rampung pun masih ada perbaikan di kamar pribadi raja. Sang Raja pun tak sempat melihat renovasi kamarnya. Beliau pun ditemukan meninggal secara misterius hingga tak bisa mengetahui karya impiannya, Kastil Neuschwanstein.

    Istana ini tidak sebesar istana pada umumnya karena kenyataannya hanya ada empat kamar yang berfungsi baik. Istana ini juga tidak semegah Versailles, istana raja Perancis. Konon pula King Ludwig II begitu mengidolakan Raja Louis XIV. Jadi istana ini disebut Royal Villa sebab menjadi tempat peristirahatan raja yang mewah. Mewah karena memakan biaya yang cukup fantastis. 

    Hal yang menarik adalah banyak cermin di dalamnya yang konon seperti menciptakan ilusi jalan. Kata si tour guide begitu, tetapi saya tidak berani coba takut nyasar di dalam meskipun istana ini tidak besar. Lalu kedua yang menarik, di kamar pribadinya itu ada semacam bilik pengakuan dosa. Wah, keren juga ya! Lalu semua furniture terlihat glowing sehingga terkesan mewah. 

    Sekali lagi saya katakan kami tidak boleh mengambil foto kondisi di dalam istana. Tour guide dan petugas depan istana sangat melarang kami. Kami berjalan menyusuri istana dalam jumlah grup-grup kecil. Di luar istana boleh difoto, tetapi hello kondisi salju dan dingin yang menyengat membuat kami urung ambil foto. 

    Istana ini memang seperti sebuah misteri layaknya kematian King Ludwig II yang tidak diketahui penyebabnya. Istana ini adalah simbol impian dan kenyataan. Oh ya nama Linderhof, kabarnya berasal dari pohon Linden yang sudah berusia ratusan tahun, yang tumbuh di sekitar istana. Wah!

    Anyway, ini tips menuju ke sana:

    • Ikut paket tur yang tersedia di dekat Hauptbahnhof München, biar lebih mudah. Pilih saja tur ke Kastil Neuschwanstein!
    • Sebaiknya jangan pergi saat salju turun, repot bo! Susah juga pemandangan di luar istana jadi tertutup salju. Konon ada taman yang indah depan istana.
    • Ikuti aturan petugas dan tour guide karena jika melanggar, kita dilarang masuk meski sudah bayar.

    Tips Menulis Advertorial: Untuk Isu Program Pengembangan Sosial

    Advertorial berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris yakni Advertising dan Editorial. Jelaslah jika menyangkut kedua kata tersebut maka advertorial dimaknai sebagai opini dengan gaya jurnalistik untuk mempromosikan suatu isu atau produk untuk diketahui oleh khalayak publik. Umumnya kita mengenal advertorial bilamana kita mendapatinya di media cetak tentang suatu produk atau ulasan kunjungan ke suatu negara sebagai promosi traveling misalnya. Advertorial di televisi misalnya bisa disisipkan saat menjelang berita dengan gaya khas model yang disampaikan seperti layaknya berita.

    Advertorial di media cetak biasanya dibuat atas kebijakan dari redaksi untuk kepentingan iklan. Otomatis gaya yang disajikan tidak terlihat seperti iklan dengan visualisasi yang memikat. Biasanya advertorial lebih berupa narasi dengan selipan satu hingga dua foto pendukung. Demikian hasil pengalaman membuat naskah advertorial untuk isu program sosial. Saya pikir untuk isu komersial seperti advertorial produk pun tidak jauh berbeda.

    Berikut tips menulis advertorial untuk isu pengembangan sosial (bukan komersil/iklan):

    1. Tanyakan kebijakan dan aturan yang berlaku di setiap media cetak untuk penayangan advertorial!

    Mengapa? Setiap media cetak punya aturan beragam, misalnya media cetak lokal dengan nasional jelas berbeda. Di media cetak lokal, advertorial merupakan kolom yang menggiurkan seperti biaya iklan, ketimbang media cetak nasional. Ini sebabnya media cetak nasional menetapkan harga yang tinggi dibandingkan harga penayangan advertorial di media lokal. Atau jika anda ingin bekerjasama dengan vendor yang jadi pihak ketiga, anda bisa menetapkan kebijakan sendiri misalnya advertorial akan tayang di 1 media nasional dan 9 media lokal. Tentukan siapa yang jadi sasaran pembaca advertorial anda, jika hanya level provinsi, cukup saja media lokal!

    Semua tergantung pada kebutuhan anda sendiri. Prinsipnya, anda adalah pemesan advertorial seperti layaknya iklan. Bilamana anda punya anggaran, silahkan sesuaikan dengan kebutuhan anda, seperti luas kolom dengan harga rupiah! Bila anda menyerahkan kepada pihak ketiga maka tugas anda menjadi ringan, anda hanya tinggal mereviu naskah yang mereka kirimkan sebelum diterbitkan.

    2. Buatlah isu yang menarik (significant) sehingga layak untuk dipromosikan!

    Meski anda bergerak di bidang kesehatan misalnya, namun konten apa yang layak untuk diketahui publik dan linear dengan program yang sedang anda emban? Bagaimana dengan Hari AIDS Sedunia 1 Desember yang belum diketahui banyak orang? Konten apa yang akan dipromosikan terkait program pencegahan yang sedang digalakkan? Program pencegahan untuk remaja yang berkaitan misalnya isu kesehatan reproduksi remaja yang masih minim dan tabu lalu penyalahgunaan NAPZA. Itu hanya contoh. Galilah pendapat masyarakat sekitar yang sejalan dengan konten yang ingin anda publikasikan. Hal ini akan menarik bagi publik untuk menyimaknya sehingga mereka pun berpikir ini adalah bagian dari pengetahuan, bukan iklan.

    3. Tulislah dari sudut pandang jurnalis, bukan pengelola program!

    Seahli apa pun anda mengenai isu yang akan diangkat dalam advertorial, posisikan diri anda sebagai jurnalis! Bahasa jurnalis mencitrakan bagaimana tulisan ini akan dibaca oleh publik. Anda juga bisa meminta tes keterbacaan terhadap tulisan anda dengan mengirimkan naskah advertorial anda kepada redaktur media cetak tersebut atau jurnalis lain. Fungsi advertorial untuk isu program sosial lebih pada penerjemahan bahasa program sehingga dikenal oleh publik. Oleh karena itu, hindari kata-kata yang tidak familiar dan tidak diketahui oleh masyarakat pada umumnya.

    4. Sisipkan opini atau pendapat figur publik atau pejabat terkait!

    Agar meyakinkan publik, kutiplah pernyataan dari orang yang berpengaruh dan berkaitan dengan isu tersebut. Misalnya, advertorial tentang ajakan memberi ASI pada bayi. Anda bisa mewawancarai beberapa artis yang memiliki kesepahaman dengan anda untuk memberi ASI pada bayinya. Atau isu program pendidikan, anda bisa mengutip pernyataan pejabat publik yang linear dengan konten anda. Hal ini bisa dilakukan sebagai pembuka advertorial bilamana pernyataan tersebut kuat mempengaruhi opini publik atau penutup di akhir tulisan.

    5. Buatlah runtut secara informatif dan eksploratif terhadap isu yang diangkat!

    Tulislah advertorial dengan gaya penulisan langsung tentang perkenalan program anda! Awalilah profil singkat program anda, visi misi dan tujuannya. Ini sifatnya informatif yang menjelaskan keterkaitan anda (program apa) dengan isu yang sedang dikelola dan sedang berkembang di masyarakat. Ungkapkan secara mendalam (eksploratif) mengenai harapan yang ingin disampaikan dalam advertorial anda, misalnya ajakan untuk hidup sehat dan jauhi NAPZA.

    6. Beri 1-2 foto yang menarik sesuai konten yang ditulis!

    Karena advertorial sifatnya naratif, lebih banyak ulasan, pilihlah satu atau dua foto yang menarik dan sesuai dengan isu yang anda angkat. Misalnya tentang pemberdayaan perempuan maka foto yang bisa ditampilkan mengenai para perempuan di suatu daerah yang bahu-membahu bekerja memperbaiki jembatan yang rusak. Foto memang hanya sebagai pendukung dan pelengkap naskah agar lebih menarik.

    7. Cantumkan alamat kontak sebagai penanggungjawab program!

    Di akhir tulisan advertorial, cantumkan identitas program dan alamat kontak yang dapat diketahui oleh publik. Berikan pula alamat website yang mudah dikunjungi publik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program yang anda kelola!

    Jika anda sudah berhasil menayangkan satu isu advertorial, anda juga bisa melakukan kemitraan dengan media cetak tersebut. Kemitraan bisa berlaku misalnya 2 bulan sekali x 6 terbitan x harga nominal setiap terbit. Semua memang disesuaikan dengan anggaran komunikasi yang tersedia. Lalu petakan isu yang menarik untuk 6 kali terbitan sesuai program yang sedang dikelola.