Menyusuri Keindahan Pattaya, Thailand

Dermaga Pattaya. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Keindahan pantai Pattaya menjelang senja. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Apa yang muncul dalam benak anda pertama kali tentang Pattaya? Red light districts? Pantai? Kuliner? atau apa?

Mengeksplorasi Thailand memang tak pernah puas karena biaya wisatanya yang terjangkau. Sebagai contoh nih, saya dan suami berkesempatan menginap di hotel bintang tiga dengan harga promo. Murah.Wow! Bisa jadi harga ini berlaku karena kami tidak datang di saat peak seasons. Kemurahan akomodasi juga diikuti kemurahan kuliner di sana. Sebagai perbandingan saat kami memesan menu masakan Jerman, curry wurst + pomes di restoran Jerman hanya berbiaya 100 Baht saja. Murah untuk wilayah pariwisata sekelas Pattaya yang banyak dikunjungi turis mancanegara.

Kami berhenti di bandara Svarnabhumi, Bangkok menuju Pattaya dengan menumpang bis. Loket bis berada di depan food hall bandara. Setelah tiba keluar bandara, silahkan langsung turun ke lantai 1! Tiket seharga 120 Baht per orang. Bila menggunakan taksi meter menuju Pattaya kira-kira 1500-2000 Baht. Perjalanan menuju Pattaya sekitar 1,5 jam. Ada jadwal keberangkatan bis setiap jamnya mulai jam 08.00 wib hingga malam hari.

Bis akan berhenti di tiga lokasi yakni North Pattaya, Central Pattaya dan South Pattaya. Jadi pastikan dimana anda akan turun sesuai lokasi tempat anda menginap. Selepas itu, tentu anda tidak langsung bisa tiba di hotel anda. Anda bisa menumpang ojek dengan tawar menawar harga. Atau taksi meter, sesuai argo yang berjalan. Jika ingin murah, anda bisa menggunakan angkot yang disebut Baht Bus dengan biaya 10 Baht per orang.

Keindahan pantai Pattaya dari Mal Central Festival. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Pilihan wisata di Pattaya bisa beragam tergantung minat anda. Sebagai misal wisata keluarga, anda bisa mencoba Pattaya Underwater World, Museum Ripley’s Believe it or Not, atau aneka entertainment di Royal Garden Plaza berada di Central Pattaya. Di central ini, anda bisa ke shopping mall terbesar seperti central festival mall. 

Jika ingin berjemur di pasir dan bermain di pantai, bisa datang ke north pattaya. Tak jauh dari patung lumba-lumba di north ini, anda bisa ke Sanctuary Truth, yang keindahannya sampai sekarang belum selesai dan masih dikerjakan oleh para seniman. Di north pattaya, beberapa dijumpai restoran Jerman. 

Memasuki walking street. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Di south pattaya, anda akan menjumpai gogo bars, pub dan cafe untuk kalangan dewasa. Silahkan datang ke walking street juga untuk menikmati sensasi kuliner sea food yang murah! Berjalan menyusuri walking street hingga menemukan dermaga. Di sini menjadi pangkalan menuju pulau-pulau di seberangnya. Jika ingin menikmati keindahan dan kesunyian pantai, bisa menyeberang ke Coral Island. 

Tips dari saya:

1. Jika ingin harga murah dan tidak terlalu padat wisatawan, jangan datang saat liburan!

2. Gunakan kacamata, topi, sunblock/pelindung kulit dan alas kaki yang nyaman.

3. Berkeliling seputar Pattaya cukup gunakan angkot Baht Bus karena lebih murah. 

4. Kuliner di Pattaya terbilang murah dan kaya. Namun pastikan makanan yang anda pesan untuk menghindari alergi dan kehalalannya.

Selain Gawai, Ini 6 Alat Bantu Komunikasi Selama Traveling

Jari tangan bisa jadi alat bantu komunikasi juga. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Di masa kini, orang tak pernah lupa membawa gawai (handphone) sebagai alat komunikasi saat traveling, tidak hanya sekedar untuk menelpon. Di gawai anda bisa menikmati fitur lain semisal kamera atau tetap terhubung dengan internet untuk keperluan surat elektronik (E-mail) terjemahan kata asing atau mencari lokasi.

Pengalaman saya saat traveling misalnya saya harus berhadapan dengan penduduk lokal setempat yang tidak bisa berbahasa Inggris sementara saya tidak bisa berkomunikasi bahasa mereka. Atau, saya hendak bertanya sesuatu namun ternyata pelafalan kata dalam bahasa Inggris misalnya huruf R menjadi terdengar L, sungguh pengalaman berkomunikasi yang menarik. Anyway, komunikasi itu harus tetap dilaksanakan saat traveling agar kebutuhan kita tercapai. 

Berdasarkan pengalaman berikut 6 alat bantu komunikasi selama traveling, selain gawai atau hape:

1. Jari tangan

Saya belum memesan hotel ketika tiba. Segera saya mendapati hostel yang masih terpampang information board ‘Available Room’ yang berarti masih ada kamar kosong.  Saya lihat petugas hostel adalah seorang perempuan yang tidak bisa berbicara namun bisa mendengar dengan baik. Dia adalah seorang perempuan asal Filipina saat dia takjub saya berasal dari Indonesia. Komunikasi yang dilakukan adalah dengan jari tangan untuk berbicara berapa lama saya tinggal, berapa orang dalam kamar hingga harga per malam. Semua komunikasi dengan ekspresi tubuh dan jari tangan. Sepertinya saya dan petugas hostel ini tidak mengalami kebuntuan komunikasi. Buktinya pesan saya dan dia bisa diterima dengan baik. Rupanya jari tangan dan bahasa tubuh bisa digunakan sebagai alat bantu berkomunikasi.

2. Kertas + Pena/bulpen/pensil

Bingung bagaimana berkomunikasi dengan dua orang perempuan Jepang yang saya jumpai saat mengurus visa on arrival? Dua orang ini tak bisa berbicara bahasa Inggris. Saya terpaksa menyapa lebih dulu karena saya ingin share ongkos taksi. Harganya jadi lebih murah bila tambah dua orang lagi, pikir saya. Saya ambil kertas dan bulpen untuk menggambar mobil bertuliskan taksi. Lalu kertas saya gambari uang USD dan orang, demikian seterusnya hingga komunikasi berjalan baik. Artinya pesan dipahami oleh saya dan penerima pesan. Jadi selalu siapkan bulpen dan kertas karena sangat membantu sekali.

3. Kalkulator

Suka berbelanja membeli cinderamata? Jangan lupa bawa kalkulator! Dijamin cara ini ampuh buat menemukan kesepakatan harga. Kalkulator jadi alat bantu berkomunikasi yang baik saat saya memesan makanan di Cafe. Banyak menu makanan bernama aksara bukan huruf latin sehingga saya lebih memilih menu makanan dengan tekan angka di kalkultor saat pelayan bertanya pesanan saya.

4. Kamus

Gunakan kamus juga membantu untuk percakapan saat traveling. Cari juga kamus yang mudah dibawa dan terdapat panduan cara membacanya. Jika ingin praktis bisa juga kamus elektronik dari berbagai bahasa termasuk audio untuk diperdengarkan. Ini praktis untuk memandu anda berbicara dengan orang lokal.

5. Peta/denah lokasi

Kemana pun traveling saya selalu gunakan peta untuk menjangkau lokasi. Peta bisa didapatkan di pusat informasi turis, bandara, hotel dan lokasi wisata yang umumnya gratis. Anda juga bisa membelinya di mini market misalnya. Atau saya sudah mengunduhnya dari website sebelum berangkat. Peta ini jadi alat bantu komunikasi saat tersesat, ini memudahkan orang lokal membantu anda.

6. Kamera

Abadikan apapun selama traveling, saya pernah memanfaatkan kamera untuk menjelaskan kepada orang lokal bahwa saya mau ke lokasi tergambar di kamera. Akhirnya orang yang saya mintakan petunjuk dapat merespon pertanyaan saya. Mengapa? Saya tidak tahu penyebutan lokasi tersebut karena tidak beraksara latin. Dalam foto saya memotret lokasi dan namanya juga. Ini sangat membantu komunikasi anda juga ‘kan.

Menjelajahi Kota Siem Reap, Kamboja

Perbatasan Thailand – Kamboja. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Menjangkau Siem Reap ternyata lebih dekat dari Thailand, ketimbang negara-negara lain seperti Vietnam dan Laos. Jaraknya kira-kira sekitar 3 jam dari perbatasan (Border immigration). Sedangkan jika anda berangkat dari kota Ho Chi Minh City, Vietnam bisa 8-12 jam tergantung tingkat kelancaran perjalanan. Normalnya anda harus melewati Pnom Penh, ibukota negara Kamboja terlebih dulu sebelum ke Siem Reap.

Kota yang disinggahi pertama di Kamboja adalah Poi Pet setelah perbatasan Aranyaprathet, Thailand. Pilihan transportasi yang bisa ditempuh menuju kota Angkor Wat adalah taksi, van atau bis. Saya pilih taksi dengan cost sharing 10 USD per orang. Taksi hanya bisa memuat 4 orang saja. Taksi yang dimaksud semacam taksi gelap atau mobil pribadi yang disulap jadi taksi. Mereka menawarkan jasa taksi sejak pengurusan keimigrasian.

Pintu masuk Angkor Wat. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Kota Siem Riep mendapat penghargaan sebagai kota terbersih, ini terlihat dari piagam yang diletakkan di depan kota. Kota ini terus bertumbuh sebagai kota pariwisata seiring dengan bertambahnya turis mancanegara yang berkunjung ke Angkor Wat. Kini tiket masuk Angkor Wat untuk satu hari sebesar 37 USD. Jangan khawatir transaksi di sini bisa menggunakan USD namun jika ada yang diperlukan 0,5 USD maka menurut mereka setara dengan 2000 KHR (Kamboja Riels). 

Silahkan berwisata di Siem Reap karena masih tergolong murah! Contohnya dengan biaya Rp 85000, anda sudah bisa mendapatkan kamar dengan fan yang nyaman, kamar mandi dalam plus sarapan pagi. Untuk peta kota Siem Reap, silahkan lihat di sini.  Jika ingin berkeliling ke kompleks candi Angkor Wat, bisa gunakan Tuk Tuk yaitu semacam becak yang ditarik pakai motor. Ongkos Tuk Tuk adalah 12 USD dengan waktu tempuh 30 menit menuju Angkor Wat, biasanya hotel anda bisa mengurusnya dengan baik.

Sebagai wilayah bekas koloni Perancis, beberapa peninggalannya seperti nama-nama hotel dengan aksen Perancis, begitu juga makanan lokal seperti burger dengan menggunakan roti baguette. Bahkan saat saya memesan pizza, pelayan restoran tetap menyajikan baguette dengan mentega di dalamnya. Hmm, aneh makan pizza tambah baguette, meski tak bayar dan tak memesannya.

Pantas disebut ‘Clean City’ Sumber foto: Dokumen pribadi.

Untuk melihat keseharian orang Khmer, orang lokal menyebutnya demikian maka datanglah ke beberapa pasar tradisional. Jika ingin membeli sovenir, bisa datang ke Old Market yang berlokasi di antara Pub Street dan sungai Siem Reap. Kini Siem Reap bukan lagi sebuah desa, namun seperti kota wisata yang didominasi turis. Selain itu, ada pula Night Market yang berlokasi di downtown Siem Reap. 

Harga sovenir bisa murah di night market. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Tips berbelanja di sini adalah harga bisa ditawar. Periksa kembali barang yang dibeli, jangan sampai membawa pulang barang yang tidak dikehendaki seperti kekecilan, rusak, dsbg! Oh ya, sempat ada isu dari turis asal Rusia, teman seperjalanan dalam taksi bahwa berlian di sini bagus. Jika anda tidak cukup ahli soal berlian, sebaiknya lupakan saja membelinya meski berharga murah.

Untuk menjelajahi kota ini, anda bisa sewa sepeda di tempat penginapan. Atau, anda bisa sewa Tuk Tuk untuk berkeliling. Soal kuliner, sekarang banyak juga dijual makanan halal. Mungkin karena memahami kebutuhan turis yang datang. Ada banyak ragam tawaran makanan asia dan western food.

Setelah dari Siem Reap, silahkan lanjutkan perjalanan kembali ke Bangkok, Pnom Penh atau Ho Chi Minh City dengan bis atau van yang ditawarkan jasa transportasi atau dibantu oleh hotel, tempat anda menginap. Selain itu ada pilihan transportasi udara berbiaya murah dari Siem Reap juga. Sebagai contoh Siem Reap – Bangkok rerata harga 60 USD.

Jangan khawatir jika anda berpergian solo trip ke sini! Dipastikan aman dan banyak wisatawan yang bisa bergabung juga sehingga jadi grup kecil. Tertarik?

Selain di Macau, Di Sini Juga Banyak Kasino

Yups, sudah pernah berkunjung ke Makau? Negeri ini bahkan dijuluki sebagai ‘Las Vegas-nya Asia’ karena tempat ini mudah dijumpai kasino seperti di Las Vegas Amerika Serikat, tempat orang menguji nasib pertaruhan. Nah, ternyata saya juga menjumpai kasino begitu mudahnya di Kamboja. 

Silahkan simak dua artikel sebelumnya tentang Kamboja di sini  atau yang ini!

Negara yang baru bergeliat perekonomiannya ini, kini sudah bebas visa untuk masuk bagi negara ASEAN, sedangkan yang (negara) lain harus dikenakan visa on arrival (VOA) 30 USD + 100 Baht. Atau, petugas imigrasi juga bisa menerima mata uang Baht sehingga VOA harus bayar 1200 Baht. Dulu tahun 2010, saya masih mengurusnya dikenakan VOA 20 USD. Jadi silahkan berkunjung untuk menganggumi Angkor Wat, Siem Riep yang terkenal kemegahannya seperti candi Borobudur, Jawa Tengah.

Salah satu kasino di perbatasan Vietnam – Kamboja. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Nah, memasuki perbatasan Vietnam – Kamboja anda akan menemukan beragam gedung megah untuk kasino yang dilengkapi juga hotel mewahnya. Ternyata kasino tidak hanya terdapat di perbatasan dua negara tersebut. Rupanya kasino juga ada di perbatasan Thailand – Kamboja. 

Kasino yang terlihat jelas di perbatasan Thailand – Kamboja. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Di perbatasan Thailand – Kamboja, jika ingin melihat mereka yang ingin berjudi harus datang pagi hari. Orang Thailand yang menyukai judi biasanya datang pagi hari. Itu sebab tersedianya transportasi darat yang mudah dijangkau pada pagi hari dari Bangkok. Penasaran? 

Mengamati Perilaku Komunikasi Lisan dan Tertulis di Bandara

Suka traveling ke berbagai negara dan singgah untuk mengurus berbagai hal seperti check in pesawat, lihat jadwal keberangkatan, letak ruang tunggu hingga pengurusan imigrasi di bandara misalnya, saya tertarik mengamati perilaku komunikasi tersebut.Berkaitan dengan perilaku komunikasi berikut hasil pengamatan saya saat di bandara.

Di bandara Soetta Indonesia dan banyak bandara di Indonesia dalam pengamatan saya, lebih sering komunikasi yang disampaikan dari pengelola bandara kepada penumpang pesawat dan pengunjung adalah komunikasi lisan. Anda akan lebih sering mendengarkan jadwal pesawat mendarat atau penumpang harus masuk ke waiting gate misalnya. Padahal jadwal memang sudah tertera otomatis di papan informasi atau waktu untuk boarding time sudah muncul di boarding pass tetapi tetap saja disampaikan komunikasi lisan lewat announcement audio. 

Komunikasi lisan yang disampaikan lewat announcement ini ternyata lebih bermanfaat sebagai penanda kepada penumpang dan pengunjung bandara. Saya jadi ingat rekan kerja yang berangkat bersama naik pesawat berkata begini “Hey Anna, nanti saja ke waiting gate tunggu dipanggil” Itu adalah salah satu contoh perilaku komunikasi. Contoh lain, ada seorang pengunjung bandara lebih memilih bertanya dimana letak toilet atau mesin penarik uang ATM ketimbang membaca papan informasi atau papan petunjuk yang tersedia. Lagi-lagi perilaku komunikasi lisan. 

Atau misalnya ada teman saya tertipu mengejar jadwal pesawat dengan tujuan sama setelah mendapatkan informasi lisan dari petugas. Padahal bila dia bisa membaca papan informasi otomatis jadwal pesawat maka ia tidak perlu berlarian. Ingat pastikan kode/nomor penerbangan anda karena ada kesamaan jadwal, nama maskapai dan destinasi! 

Perilaku komunikasi lisan juga ternyata lebih efektif disampaikan untuk larangan misalnya dilarang merokok. Padahal sudah jelas ada papan informasi larangan merokok. Contoh lain, saat antrian penumpang menuju pesawat maka penumpang akan berlaku tertib mengantri setelah diperingatkan berkali-kali oleh petugas lewat komunikasi lisan ketimbang mematuhi papan informasi ‘Harap antri’ yang dipasang dekat pintu masuk. Perilaku komunikasi lisan di bandara memang masih diterapkan di beberapa negara lain. Perilaku ini disebabkan dengan budaya kebiasaan membaca masyarakat atau budaya literasi sebagai bagian komunikasi. Jadi kita lebih mengutamakan komunikasi lisan dibandingkan komunikasi tertulis.

Bagaimana dengan komunikasi tertulis di bandara lain?

Di bandara Changi Singapura atau bandara Dubai misalnya komunikasi untuk para penumpang tentang jadwal pesawat, ruang tunggu dan lain-lain disampaikan melalui papan informasi otomatis yang tersebar. Bahkan ada ketentuan untuk tidak diperdengarkan panggilan akhir penumpang pesawat sebagai peringatan. 

Begitu anda tiba untuk transit maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari papan informasi sebagai petunjuk. Jadi resiko ketinggalan pesawat misalnya ditanggung anda bilamana anda tidak membaca dengan cermat papan petunjuk.

Berbagai larangan atau informasi pun disampaikan lewat pesan tertulis atau gambar yang jelas. Jika anda mencari tahu letak toilet maka lihat sebaran papan informasi petunjuk. Iseng saya bertanya kepada petugas kebersihan misalnya, mereka rata-rata memang tidak suka membantu, entah karena faktor bahasa atau kesibukan bekerja. Itu artinya anda harus mengelola perjalanan anda dengan membiasakan diri membaca. Tingkatkan kebiasaan literasi anda sebagai bagian dari komunikasi!

Di bandara Changi misalnya disediakan papan informasi tentang wisata Singapura. Jadi penumpang atau pengunjung bisa menikmati sejarah atau sekedar cari tahu tentang negara tersebut meski  cuma di bandara. So dipastikan tidak diperdengarkan pemberitahuan audio yang berseliweran tentang jadwal pesawat seperti di bandara Soetta. Mereka harus aware mengenai kebutuhan mereka saat di bandara berdasarkan informasi tertulis sebagai petunjuk. Bahkan di Changi misalnya ada papan petunjuk ke waiting room/gate berapa lama (menit) bila berjalan kaki. Tentu informasi ini jadi estimasi agar anda sadar betul kebutuhan anda. Pemberitahuan audio hanya berlaku dalam ruang tunggu bila pesawat siap berangkat seperti di Dubai dan Changi.

Mengapa Kita Perlu Punya Etika di Media Sosial?

Beberapa hari belakangan kita disibukkan dengan berbagai postingan di media sosial tentang berbagai hal yang memang sedang jadi tren di Indonesia. Yups, Pilkada merupakan salah satu yang menjadi isu nge-trend di media sosial. Namun di sisi lain banyak pula isu yang berseliweran baik positif maupun negatif di media sosial. Apakah kita perlu punya etika di media sosial?

Ada mungkin sebagian orang berpendapat seperti ini “Mulut gue, status gue, akun atas nama gue. Kenapa elo yang sewot?” Pendapatnya seperti itu benar, namun mereka bisa jadi disebut tidak tahu etika berkomunikasi. 

Ada pula yang menyahut begini “Hello, ini ‘kan cuma dunia maya. Orang tidak tahu siapa saya. Saya ‘kan pakai anonim alias bukan nama sebenarnya.” Lalu jika anda pakai anonim, apakah tidak bisa terdeteksi? Come on, meski dunia maya namun kini berlaku hukum ‘Statusmu Harimaumu’ jadi anda tidak bisa bersembunyi karena apa yang sudah dibagikan dalam dunia maya pun dianggap sebagai konsumsi publik. Kecuali anda membatasi atau menjadikannya private

Kembali soal etika, ini alasan pentingnya dilakukan dalam jaringan media sosial:

1. Postingan menunjukkan bagaimana anda berperilaku di media sosial karena apa yang anda bagikan diperlihatkan kepada teman dalam daftar anda atau dilihat publik. Jadi pepatah lama masih berlaku, Anda Sopan Kami pun Segan. 

2. Ingat kembali teman yang berada dalam daftar media sosial anda! Jika postingan anda soal pekerjaan lalu anda menuliskan hal-hal negatif, apakah itu tidak akan memperburuk posisi diri anda di tempat kerja? Jadi etika perlu karena menyangkut teman yang menjadi bagian dari daftar yang diterima anda di media sosial. Jangan sampai anda kehilangan pekerjaan hanya karena etika anda yang buruk di media sosial!

3. Anda mungkin berkilah bahwa daftar teman anda tidak berkaitan dengan bisnis atau pekerjaan. Namun bisa saja perbedaan pandangan dalam memposting yang disebut tidak tahu etika menyebabkan anda kehilangan persahabatan. Kok bisa? Bisa saja. Saat membagikan informasi viral di media sosial, perhatikan unsur SARA (suku, agama dan ras). Di sini diperlukan etika. Pastikan sumbernya dan yang terutama postingan anda tidak membuat ketidaknyamanan antar golongan. 

4. Anda bertanggungjawab terhadap akun yang sudah dibuat atas profil anda. Jadi etika perlu agar anda tidak dikenakan sanksi hukum atas hal-hal yang tidak santun. Buatlah orang lain dalam daftar anda nyaman dan berkenan pada postingan anda! Jika ingin postingan anda disukai banyak orang, pilihlah yang santun!

5. Terakhir, perhatikan pula hak cipta bila mengkopi konten orang lain! Lalu hindari juga cyber bullying terutama komentar negatif atas orang lain. Jika anda melanggarnya, kemungkinan anda dilaporkan ke administrator pengelola situs. Oleh karena itu etika perlu meski di media sosial karena menyangkut citra diri yang anda bangun di sana.

So, be wise! Jadilah bijak untuk memanfaatkan media sosial yang menghubungkan satu sama lain! 

Sering Mengeluh Sakit? Berdamailah dengan Masa Lalu

Begitu indah kekuatan pengampunan, seperti yang pernah saya tulis di sini. Bahwa sesulit apa pun mengampuni, sebenarnya anda belum benar-benar melupakannya. Ini lima alasannya, dilihat di sini

Berkaitan dengan pengampunan, baru saja dirilis dalam jurnal psikologi kesehatan bahwa ada dampak kesehatan fisik, bila psikis masih memendam kesalahan masa lalu. Studi ini memang tidak besar, tetapi hasilnya layak berpengaruh. Riset terhadap 148 orang yang dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar tingkat stress selama ini, kecenderungan memaafkan dengan kesehatan fisik mental yang dirasakannya. 

Psikolog di Iowa yang menulis studi ini, Loren Toussaint kemudian menyimpulkan bahwa mereka yang memiliki jiwa pemaaf terbebas dari rasa sakit dan stress. Mengapa? Karena orang yang berjiwa pemaaf memiliki coping skills yang lebih baik dalam menangkal hal-hal negatif yang menyerang tubuh.

Serupa dengan pendapat tersebut, Karen Swartz dari John Hopkins Hospital mengatakan bahwa imunitas tubuh menjadi menurun dan jantung terpompa lebih cepat sehingga memudahkan tubuh terserang penyakit kronis seperti sakit jantung dan diabetes bahkan depresi. Hal ini karena kita masih memendam dendam masa lalu. 

Berkaitan dengan hal tersebut, masa lalu memang tak mudah untuk dilupakan sehingga ini, sebut saja I, perempuan berusia paruh baya menderita Parkinson di usianya yang masih muda. Saya bertemunya di Gereja tempo lalu. 

Dulu saya mengenalnya, I adalah perempuan yang berpenampilan menarik. Kini penampilannya benar-benar tidak semenarik dulu dengan kondisi tangannya yang tremor. Hingga kini I memang masih melajang, di usianya yang tak muda lagi. Dia menceritakan ‘luka batin’ masa lalu yang pernah dialaminya dengan mantan kekasihnya.

Seburuk apa pun masa lalu, jadikan hidup anda lebih berharga dengan mengampuninya! Agar terbebas dari rasa sakit yang kronis, berdamailah dengan masa lalu anda. Jangan sampai ‘luka batin’ anda mengganggu hidup anda yang begitu berharga!

Kebanyakan Galau, Hati-Hati Jadi Frustrasi: Tips Perempuan

Hey, perempuan dripada frustrasi, bagaimana jika berbelanja saja? Sumber foto: Dokumen pribadi.

Istilah keren dan gaul di masa kini adalah galau, apa itu? Pastinya terlihat bilamana seseorang sedang galau maka suka posting status atau memainkan selera musik yang melow. Apa pun itu, ternyata galau bisa menyebabkan frustrasi.

Apa itu frustrasi?

Frustrasi adalah kondisi emosional yang terjadi karena ketidakmampuan meraih tujuan yang diinginkan. Biasanya terjadi pada perempuan yang masih menekankan hal-hal emosional ketimbang logika. Mereka mudah labil. 

Tingkat frustrasi disebabkan dari apa yang memicu kondisi perasaan tersebut. Jika tujuannya mendesak dan sungguh berarti dalam hidup, rasa frustrasi akan menjadi-jadi bahkan mengancam.

Apa saja penyebab frustrasi?

Masalah keluarga, masalah pertemanan, masalah pekerjaan, masalah keuangan dan termasuk masalah percintaan. Hal-hal tersebut biasanya yang memicu perempuan menjadi frustrasi tergantung level penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.

Apa kaitan rasa galau dengan frustrasi?

Galau dipicu oleh fantasi ingin mencapai tujuan, namun tidak diimbangi dengan kenyataan yang terjadi. Ketika orang galau namun menerima kenyataan hidupnya,mereka biasanya tidak menjadi frustrasi. Tetapi jika kondisi galau berlarut-larut maka kecenderungan seseorang menjadi frustrasi level tinggi justru memperparah jiwanya.

Mengapa bisa begitu? Kondisi galau yang terobsesi dengan keinginan misalnya masalah percintaan. Dia ingin mendapatkan pria impian namun ternyata tidak kesampaian sehingga berulangkali perilaku melow di status atau mendengarkan musik melow yang intens dan berlarut-larut justru menjerumuskan pada frustrasi yang membahayakan.

Jadi masih galau juga? Come on Ladies, cheers up yeah!!!!

5 Keuntungan Menikah Campur: Beda Budaya

 

copy-cropped-1y.jpg
Dokumen pribadi.

 

 

Cinta tidak memandang sekat jarak, bahasa, budaya bahkan ras. Jika saya traveling, saya bertemu dengan banyak pasangan campur beda budaya. Kini setelah sekian lama mengembara (curhat colongan), akhirnya saya menikah dengan suami yang berbeda budayanya. West meets east. Saya Asia dan dia Eropa. Saya Indonesia dan dia Jerman. Tentang keputusan menikah dengan warga negara asing (WNA) dapat dilihat di sini.

So, berdasarkan pengalaman tersebut, berikut pengalaman saya mengenai hal-hal yang menguntungkan dengan pernikahan campur beda budaya setelah menginjak usia pernikahan hampir tiga tahun. Silahkan disimak!

1. Dapat pencerahan budaya baru

Siapa sangka jodoh saya berasal dari orang yang berbeda budaya? Awalnya saya dengar lagu berbahasa Jerman. Lama kelamaan suka dengan kualitas produk negara ini. Lalu jatuh cinta dengan budayanya. Jadi sebelum ketemu suami saya, saya sudah belajar dulu tentang budaya Jerman. Datang ke perpustakaan Goethe di Jakarta. Nonton festival film berbahasa Jerman. Semuanya mencerahkan saya tentang budaya yang berbeda. Misalnya budaya disiplin waktu yang tertib dan terencana.

Kejadian konyol yang pernah saya lakukan di Jerman misalnya dituliskan di artikel ini. Intinya, saya tidak boleh ‘seenak udel’ ubah tujuan kereta seperti di Jakarta, tujuan mau ke stasiun Depok, naik dulu ke stasiun Tanah Abang agar dapat duduk. Satu hal yang saya suka juga budaya menghormati privasi orang begitu tinggi.

Intinya, pernikahan campur beda budaya mengajarkan anda untuk tidak bersikap prejudice atau fanatik berlebihan. Saya dan suami jadi belajar toleransi satu sama lain.

2. Belajar bahasa yang baru

Saya belajar bahasa Jerman dan mengikuti kursus setelah tertarik mempelajari budayanya. Usai pulang kerja, saya ikut kursus. Terbayang rasa lelah seharian di kantor lalu dijejali bahasa asing. Saya banyak melatih kosakata dengan teman-teman virtual berbahasa Jerman. Banyak cara saya lakukan. Kisah belajar bahasa Jerman saya pun tidak sia-sia, saya dapat nilai 93 mendekati sempurna. Artikelnya bisa dilihat di sini.

Bagaimana dengan suami saya? Dia belum pernah belajar bahasa Indonesia. Kini setelah menikah, saya lihat dia mulai menguasai sedikit. Kejadian konyolnya yang pernah dilakukan suami misalnya begini. Suatu kali saya  dan suami pergi bertemu dengan dua orang teman perempuan di Jakarta. Mereka semua orang Indonesia. Suami menyapa mereka dengan berkata “Selamat pagi nona-nona!” Oh gosh! Rupanya dia belajar dari running text terjemahan percakapan film English to Bahasa dari “Good morning Ladies!” Nona adalah kalimat formal yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari lalu kami semua jadi tertawa.

Menarik jika bisa menguasai berbagai bahasa di dunia. Karena bahasa adalah pintu dunia. Saya dan suami pun masih belajar satu sama lain hingga sekarang. Belajar bahasa itu perlu!

3.  Perayaan & tradisi bertambah

Family oriented adalah Jerman banget. Saya berpikir budaya barat adalah budaya yang cuek terhadap keluarga, tetapi ternyata tidak. Bagaimana perayaan ulangtahun begitu berkesan tidak hanya sekedar merayakan hari jadi, tetapi bermakna. Artikelnya di sini  Lalu juga berbagai tradisi lainnya seperti hari ibu atau hari ayah dirayakan di Jerman. Jadi saya tidak hanya mengenal hari ibu 22 Desember saja ya.

Karena suami berasal dari Bayern, banyak tradisi yang masih dipelihara misalnya menjelang masa Prapaskah, berbagai perayaan digelar. Lalu juga kemeriahan pelaksanaan natal yang berbeda juga saya rasakan. Intinya, kemana pun kita melangkah bahwa tradisi dan perayaan mencerminkan identitas budaya kita. Dan sekarang menjadi bertambah karena menikah.

4. Memperluas citarasa makanan

Dulu makanan saya begitu lokal karena hanya itu yang bisa saya masak. Setelah menikah, saya belajar citarasa makanan yang berbeda. Suka atau tidak, saya dan suami harus terbuka soal selera dan citarasa makanan. Kami berbagi pengalaman masak bersama. Atau saya mencoba aneka resep yang selama ini baru untuk saya. Saya belajar banyak soal memasak dari mertua.

Biasanya sarapan saya selalu nasi, kini diubah jadi roti misalnya. Suami saya yang jarang makan nasi dulunya, sekarang dia jadi sering makan nasi. Itulah perbedaan rasa namun memperluas citarasa membuat saya dan suami kaya untuk mencoba hal baru. Intinya, saya dan suami sekarang terbuka dengan hal baru dalam hidup, termasuk makanan. Jadi kelezatan makanan pun jadi variatif tergantung bagaimana mengelolanya.

5. Kesempatan kunjung keluarga jadi intensitas traveling tinggi

Saya ingat tahun 1980-an dimana begitu sedikit orang bisa naik pesawat atau kapal laut, saya sudah mencoba keduanya. Mengapa? Karena saya berkesempatan mengunjungi keluarga ayah di Flores. Luar biasa ya!

Suami yang tidak pernah tinggal di Asia sebelumnya, jadi punya kesempatan untuk belajar mengenal budaya saya di Indonesia. Mungkin jika tidak menikah dengan saya, dia hanya tahu Bali saja (katanya). Padahal kekayaan alam Indonesia lebih dari sekedar Bali alias masih banyak lagi. Kami pernah mengendarai mobil dari Banten hingga ujung Jawa Timur, mengeksplorasi pulau Jawa. Dia pun kagum.

Kesimpulan

Menikah campur memberi kemungkinan untuk berpergian lebih intens lagi untuk mempererat tali silahturahmi satu sama lain. Saya jadi punya saudara dan keluarga di Jerman dan suami punya keluarga besar di Indonesia.

Demikian pengalaman saya di atas. Hikmahnya adalah bahwa setiap orang itu unik, terlepas apa pun budayanya. Jika memang itu jodoh, meski berbeda budaya, toh anda harus menerima dan belajar budayanya juga.

Mengapa Timbul Kegagalan Berkomunikasi Antara Pria dan Wanita?


Kebiasaan perempuan berbicara basa-basi dan tidak direct, sementara pria tidak suka itu. 

Sebagai orang yang belajar dan bekerja di dunia komunikasi, tidak serta merta membuat saya ahli berkomunikasi kepada lawan jenis, termasuk pengalaman dengan suami sendiri. Ternyata ini tidak hanya dialami oleh saya seorang, mungkin juga anda atau banyak juga perempuan yang komplen bahwa pria tidak bisa memahami komunikasi yang dilakukannya. Lalu laki-laki juga mengeluh bahwa mereka selalu gagal berkomunikasi dengan perempuan, terutama perempuan yang dicintainya. 

Jika ditelusuri, berikut alasan kegagalan komunikasi sehingga menimbulkan kesalahpahaman antara pria dan wanita:

1.  Perempuan lebih menekankan perasaan saat berkomunikasi, pria berbicara berdasarkan pemikiran (logika)

Schatz, bagaimana jika kita makan di restoran itu saja?” tanya suami. Saya jawab “Tidak, saya tidak suka restoran itu. Sepertinya restoran itu tidak enak makanannya” Kemudian suami bertanya kembali, bagaimana saya tahu bahwa restoran itu memiliki makanan tidak enak. Dengan santai saya jawab, itu intuisi atau perasaan saja. Padahal saya belum pernah makan di situ. Sementara suami memilih restoran itu karena dekat dengan hotel.

Intinya pria lebih menekankan logika saat berkomunikasi sementara perempuan banyak ditentukan oleh perasaan mereka. Jadi perempuan bisa beralasan apa saja bahkan terdengar tidak masuk akal, sementara pria tidak mampu mencernanya karena terdengar tidak logis. Di sini muncul kesalahpahaman kedua belah pihak. 

Tips: Lakukan klarifikasi di antara kedua belah pihak agar informasi yang disampaikan dan diterima jelas dan sama baiknya.

2. Perempuan berbicara paling banyak kata sedangkan pria tidak suka mendengarkan

Schatzi, saya bertemu dengan si A lalu bercerita bla bla bla. Si A ini ternyata bla bla bla. Padahal bla bla bla…” kata saya pada suami. Saya berbicara terus dengan kalimat pengulangan, kata yang sama sedangkan suami asyik di depan laptopnya. “Hello Schatz, kamu dengar apa yang saya ceritakan?” tanya saya balik. Dengan polos dia menjawab “Ya, kamu bertemu dengan si A” Mendengarkan itu rasanya mau marah saja, mengapa dia mendengar awal percakapan saja. Akhirnya salah paham.

Para ahli komunikasi sudah meneliti bahwa perempuan berbicara paling banyak kosakatanya dibandingkan laki-laki. Hasil studi dirilis di sini. Jadi tidak serta merta pria bisa mendengarkan dengan baik sehingga memahami komunikasi yang dibangun dengan perempuan yang dicintainya. Mungkin pria mendengarkan dengan baik di awal atau akhir percakapan padahal bisa jadi inti yang disampaikan anda ada di tengah. 

Tips: Jika ingin berkomunikasi yang serius sebaiknya sampaikan secara langsung tanpa berbelit-belit atau basa-basi sehingga mudah ditangkap dan didengarkan. Bangunlah komunikasi dua arah, bukan hanya anda saja sebagai perempuan yang berbicara.