10 Tips Bawa Presentasi

Tips untuk membawakan presentasi

image
Materi. Materi. Materi. Kuasai materi yang akan dibawakan menjadi kunci keberhasilan presentas. Sumber foto: Dokumen pribadi.

1. Kuasai materi
Menguasai materi artinya anda dapat memilih materi yang Anda harus tekankan dan materi yang dapat dihilangkan agar membuat presentasi menjadi lebih efektif. Penguasaan materi ini membuat kita menjadi lebih nyaman pada saat presentasi dan membuat presentasi berjalan dengan baik.

2. Jiwai materi yang anda bawakan
Membawakan presentasi bisnis tidaklah sama seperti membacakan puisi, Anda tidak perlu anda menghafal materi yang anda bawakan, setiap presentasi membutuhkan 2 hal yakni harus hidup dan memiliki energi. Hal ini akan andaperoleh jika anda menjiwai materi yang Anda bawakan.

3. Lakukan simulasi presentasi anda
Sebelum berpresentasi, ada baiknya anda melakukan simulasi presentasinya terlebih dahulu. Jika memungkinkan undang rekan anda pada saat simulasi dan mintalah pendapat mereka dengan jujur, tentang performa Anda pada saat presentasi. Tidak ada salahnya jika anda terus mengulang agar memperoleh kesempurnaan.

4. Kuasai ruangan presentasi anda
Usahakan datang sebelum presentasi. Berjalanlah di seluruh ruangan agar anda dapat menentukan view yang paling tepat buat anda ketika berpresentasi.

5. Kuasai peralatan anda saat presentasi
Pastikan sound system berjalan dengan sempurna, juga pastikan LCD anda dapat menampilkan presentasi anda dengan sempurna, tidak ada salahnya anda juga mengecek saklar lampu untuk memastikan seluruh bahan presentasi anda dapat terlihat dengan sempurna.

6. Simpan bahan presentasi anda dalam diskdrive
Walau terlihat sepele, pastikan anda menyimpan semua file di dalam diskdrive,menyimpannya dalam floopy, flash disc ataupun CD kadang membuat running presentasi anda menjadi lebih lambat.

7. Gunakan remote control
Jangan kaku berdiri di stage dan jangan selalu berada disamping laptop danLCD yang anda gunakan. Anda harus berada pada posisi dimana semua audiens dapat melihat anda dengan jelas, makanya tidak ada salahnya anda menggunakan remote control. Tapi bukan berarti jika anda menggunakan remote anda bebas untuk berkeliling pada saat presentasi, hal tersebut hanya memecah konsentrasi audiens anda.

8. Hindari penggunaan laser pointer
Penggunaan laser pointer dapat memecah konsentrasi audiens anda, Apalagi pada saat anda mengalami kegugupan, penggunaan laser pointer malah jadi tidak efektif. Lebih baik anda menggunakan handout pada materi-materi yang ingin anda tampilkan.

9. Jangan berbicara pada slide yang anda buat.
Banyak presenter yang lebih melihat pada slide yang nyata-nyata telah mereka ketahui isinya daripada melihat audiens. Sebaiknya anda fokuskan mata dan perhatian anda kepada audiens, perbanyak kontak mata akan membuat presentasi anda menjadi lebih menarik.

10. Navigasikan slide anda.

Sebaiknya anda membuat slide dengan menggunakan ‘link’ hal ini penting karena audiens seringkali bertanya pada slide yang telah anda presentasikan.Penggunaan link membuat anda lebih mudah untuk menemukan slide yang perlu diulang, tanpa harus menampilkan seluruh slide presentasi.

 

Semoga bermanfaat!

Advertisements

ABCD: Trik Jadi Presenter Menarik

wp-image--1114241609
Fokus perhatian anda ada pada ABCD saat jadi presenter. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Anda merasa gugup saat presentasi? Hal itu adalah biasa dan wajar. Apalagi presentasi dilakukan di hadapan orang banyak atau biasa disebut di hadapan publik.

Berikut trik ABCD  yang berhasil saya terapkan:

A. ATTENTION

Lima menit pertama ketika nama anda disebut untuk mempresentasikan sesuatu, apa yang terjadi pada audience atau pengamat yang menyaksikan anda maju menjadi focal person di hadapan mereka? Lima menit pertama begitu menentukan bagi anda untuk menarik perhatian mereka. Bila tidak, lima menit kedua, ketiga dan selanjutnya maka pengamat atau sasaran penerima informasi anda akan mulai memberi penilaian terhadap anda. Jadi curilah perhatian (attention) mereka dengan sesuatu yang menarik.

“Tahukah bapak/ibu bahwa DKI Jakarta yang kita huni ini adalah provinsi terbanyak dan tertinggi untuk kasus HIV&AIDS di Indonesia?” Itu adalah contoh bagaimana kalimat pembuka begitu bombastis untuk disampaikan. Apakah ada data yang menyebutkan demikian? Ada, hanya kalimat tersebut seolah-olah mengundang reaksi untuk bertanya dan ingin tahu.

Contoh kedua, saya siapkan satu gambar besar yang bisa dilihat semua. Ada lima orang dengan karakteristik fisik macam-macam, mulai dari gambar pelajar, karyawan berdasi, orang papua, ibu yang menyusui anaknya, perempuan berpakaian seksi dan mini. Gambar ini saya jadikan contoh, “Kira-kira bapak/ibu, manakah dari lima orang ini yang terinfeksi HIV&AIDS?” Lalu audience mulai menebak-nebak berpikir, aktif menjawab dan sebagainya. Apa yang saya lakukan adalah menarik perhatian mereka untuk tahu, peduli dan “bertahan” menyaksikan saya untuk presentasi. Kira-kira begitu maknanya.

B. BENEFIT
Poin kedua ini ingin menunjukkan bahwa presentasi yang anda lakukan ini layak dan “menguntungkan” buat mereka yang duduk dan menyaksikan anda sebagai presenter. Trik ini paling jitu bagi anda yang berjualan produk atau anda yang melakukan persuasi agar mereka benar-benar mendengarkan presentasi anda dan bertindak.

Dalam pengalaman saya, saya akan sampaikan bahwa masih banyak informasi yang salah dan tidak tepat tentang HIV&AIDS yang berkembang di masyarakat sehingga saya perlu memberikan informasi yang benar. Atau misalnya, “Bapak/ibu, apakah anda tahu bagaimana memperoleh status seseorang yang sedang terinfeksi HIV atau tidak? Disini saya akan sampaikan bahwa bla bla bla…”

C. CREDENTIALS
Sebagai presenter, sajikan data dan informasi dari sumber yang meyakinkan dan terpercaya. Bahwa anda layak untuk menyampaikan informasi yang benar dan tepat karena tidak semua orang paham tentang materi yang akan anda sampaikan. Anda layak menjadi presenter karena anda punya datanya, anda paham isu/topiknya, anda menguasai materi yang akan disampaikan, anda bekerja di bidang tersebut dan anda mampu menjawab permasalahan yang muncul dalam presentasi.

“Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan tercatat kasus HIV&AIDS meningkat setiap tahunnya bla bla bla …”

Dalam hal ini, anda juga bisa memperkuat argumen anda dengan contoh kasus yang meyakinkan presentasi anda. Pastikan bahwa anda memang orang yang tepat untuk menyampaikan materi.

D. DELIVERABLES
Presentasi yang baik juga didukung teknik penyampaiannnya,

1. Olah persiapan
Latihan akan membuat anda menjadi sempurna. Sebelum tampil sebaiknya anda mempersiapkan materi dan bergaya layaknya presenter di depan cermin. Atau, minta bantuan orang lain untuk melakukan simulasi presentasi agar membantu anda untuk tidak gugup. Siapkan semua materi dan media visualisasi yang ingin disampaikan sebelum acara. Datanglah sebelum waktunya untuk mengatur situasi psikologis anda.

2. Olah media presentasi
Siapkan media visualisasi dari materi anda. Siapkan slideshow yang menunjang poin-poin yang akan anda sampaikan. Jangan buat background setiap slide dengan warna yang mencolok dan dan menggangu konsentrasi. Jika sound background setiap slide mengganggu, sebaiknya tak usah dipakai. Media visualisasi juga tidak melulu dengan slide show, anda bisa padukan dengan film singkat di awal, misalnya. Atau gunakan media peraga yang bisa dikreasikan sendiri. Anda juga bisa melakukan simulasi sederhana, misalnya saya akan siapkan sirup merah dengan pipet kecil dan segelas air putih. Saya akan simulasikan penyebaran infeksi HIV dengan memasukkan satu tetes sirup merah yang kemudian akan mudah menyebar.

3. Olah vokal
Jangan berbicara terlampau cepat sehingga tidak bisa dipahami materi yang anda sampaikan. Jangan pula terlalu lambat sehingga membosankan dan mengulur waktu. Latihlah pengucapan huruf dan kata sehingga jelas terdengar. Praktekkan sebelum anda tampil. Jangan pula berbicara terlampau tinggi sehingga memekakkan telinga atau tak enak didengar karena bisa jadi anda nanti menggunakan mic saat presentasi.

4. Olah pernafasan
Atur nafas anda saat berbicara di depan publik. Jangan sampai anda kehabisan napas saat berbicara. Atau, orang lain sampai mendengarkan suara nafas anda. Latihan nafas sebelum tampil juga perlu.

Selamat mencoba!

Anda Layak Tinggalkan Mantan Kekasih: Tips Bagi Perempuan

Memang benar hanya sebentar saja kita sudah bisa berkenalan tetapi butuh bertahun-tahun buat melupakan seseorang yang pernah hinggap di hati. Saya sadar betul bahwa sulit bagi seorang perempuan agar dapat bangkit dan mencari orang lain sebagai kekasih baru.

Seperti pepatah bilang, “Do not try to forget someone whom you love but try to get better.” Itu kata sahabat saya, WNA Perancis kala kami makan siang usai membahas teman kami yang baru saja putus cinta.

image
Dokumen pribadi

Namun, anda harus bersyukur karena layak meninggalkan mantan (ex) kekasih anda, bila:

1. Dia membuat anda menjadi lebih buruk
Jatuh cinta memberi perubahan. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan untuk menjadi lebih baik. Dulu anda malas memasak, berpacaran dengannya membuat sering memasak. Atau, anda dulu jarang sembahyang tetapi sejak kenal dan berpacaran, anda mulai rajin beribadah. Berpacaran itu memberi perubahan untuk menjadi pribadi lebih baik dan mulia lagi. Jika dia membuat anda tampak buruk dan tidak disukai oleh keluarga dan sahabat-sahabat anda, sebaiknya tinggalkan saja. Masih ada semiliaran pria yang layak anda cintai.

2. Dia membuat anda menangis dan bersedih
Hidup ini sudah susah, jangan bebani anda dengan permasalahan tentang dia dan segala hal yang semakin membuat anda menangis. Seharusnya kehadiran dia akan membuat anda bahagia. Bahagia memang tak melulu dengan tawa sukacita tetapi paling tidak, anda tidak menderita karena perilaku si dia. Jika dia membuat anda menangis dan bersedih, buat apa menahan penderitaan bersama dengannya. Kehadiran cinta seharusnya memberi sukacita dan kebahagiaan bagi seseorang.

3. Secara fisik, dia menganiaya anda
Aduh, anda berpacaran dengan pria yang memiliki tabiat pemukul dan pemarah? Jangan tunda lagi, lupakan pria macam ini. Seorang ayah saja tak sampai hati memukul anda sebagai anak putrinya, apalagi dia yang belum memberikan hidupnya untuk anda. Dia yang pernah menganiaya anda dan berjanji tidak akan melakukannya lagi, adalah hal yang mustahil. Seseorang yang suka melakukan kekerasan akan berlaku sama dan bisa kompulsif bila tidak ditangani secara psikologis dengan tepat.

4. Orangtua, keluarga dan teman-teman tidak menyukai anda bersama dengannya
Jangan sepelekan komentar dan saran orangtua, keluarga dan teman-teman dekat anda tentang si dia. Anda tak mungkin berlari dan hidup terpisah dari orangtua, keluarga dan teman-teman hanya demi menghabiskan waktu dan hidup anda bersama dia. Mereka pasti punya alasan tersendiri mengapa dia tak layak untuk anda. Intuisi mereka bisa jadi tepat. Seperti pepatah bilang, cinta juga butuh logika. Jika orang yang menyayangi kita saja tak menyukai dia bersama anda, buat apa anda memperjuangkan dia?

5. Hati kecil anda selalu ragu dan jarang mempercayainya. Anda mendapati dia berbohong. Anda merasa ragu terhadap perkataannya. Sebaiknya jangan sangkal hati nurani anda. Sebagai perempuan, anda diberi kelebihan intuisi yang kuat untuk mengenali tanda-tanda orang yang anda cintai. Jadi terima saja perasaan anda jika memang ragu-ragu dan tak mempercayainya.

6. Dia selalu mengelak jika berbicara hubungan yang serius
Perempuan selalu berharap hubungannya akan memberi kebaikan untuk serius di masa depan. Jika anda dan dia tak pernah membicarakan masa depan, bagaimana anda bisa mempertahankannya? Keseriusan seorang pria terlihat dari bagaimana ia memantapkan pilihan hidupnya pada seorang perempuan. Jika sekedar berteman, bisa anda dapatkan dari orang lain, apa bedanya teman dengan kekasih? Ajaklah dia berdiskusi tentang masa depan sebagai hal yang serius. Jika dia mengelak, anda sudah tahu jawabannya. Dia memang tak layak untuk anda.

7. Kerap anda dan dia selalu berkonflik karena berbeda pandangan
Berbeda bukan berarti halangan. Sama bukan berarti jodoh. Anda yang paling mengetahui seberapa kualitas hubungan anda dengannya yang tampak dari pertukaran pandangan dan pendapat. Jika perbedaan lain masih bisa diatasi, bagaimana dengan perbedaan pandangan hidup anda dan dia? Mungkinkah masih bisa dipersatukan? Membangun jalinan kasih bukan diperlukan kesatuan perbedaan tetapi pemahaman untuk bisa menerima perbedaan.

8. Anda lebih banyak berkorban untuknya
“It takes two tanggo” Anda tahu tarian Tanggo? Tarian yang menampilkan gerakan yang dinamis dan atraktif ini memerlukan dua orang untuk tampil (show up). Begitu pun dalam jalinan kasih. Jika hanya anda yang lebih banyak mengorbankan waktu, tenaga dan materi untuk dia sementara dia tidak bergeming.menyadarinya, buat apa diteruskan? Cinta memang butuh pengorbanan tetapi pengorbanan kedua belah pihak, bukan sepihak.

Hanya anda yang paham pria seperti apa yang anda butuhkan dan inginkan. Anda layak dicintai oleh pria yang hebat. Karena anda berada di balik kehebatan seorang pria. Jadi bersyukurlah bahwa anda berhasil meninggalkan dia, mantan kekasih.

Mencermati Gaya Komunikasi Orang Jerman

Apa yang anda pikirkan pertama kali saat berkomunikasi dengan orang Jerman yang baru anda kenal?

image
Mengamati orang jerman di pusat keramaian di sudut kota München. Sumber foto: Dokumen pribadi

Berikut adalah hasil pengamatan dan bacaan tentang gaya komunikasi orang Jerman pada umumnya.

1. Berbicara langsung dan tidak suka basa-basi.
Orang jerman sangat menghargai waktu, begitupun saat berkomunikasi. Mereka lebih suka “to the point” terhadap pembicaraan. Basa-basi memang kerap menjadi bumbu komunikasi tetapi kadang-kadang menjadi tidak jelas dan menimbulkan permasalahan. Orang jerman adalah orang yang teratur, terencana dan sistimatis sementara basa-basi hanya mengulur waktu dan diluar rencana atau konteks bicara. Jadi jika anda akan membuat pertemuan/rapat bisnis atau yang menyangkut seputar pekerjaan, upayakan pertemuan yang berencana, bertujuan dan sistimatis. Jika pasangan anda atau orang terdekat anda adalah orang jerman, nyatakan secara langsung maksud anda ketimbang anda meminta mereka menebak pembicaraan.

2. Berwajah serius untuk pertama kali dan akan bersikap ramah dan terbuka bila sudah mengenalnya.
Jika dibilang tidak suka senyum, orang jerman salah satunya. Bukan karena mereka pelit senyum tetapi mereka hanya bersikap ramah, termasuk senyum bila sudah kenal dan akrab. Di tempat umum, wajah mereka terlihat serius dan tertutup. Budaya senyum kepada siapa saja tidak berlaku pada orang jerman untuk orang asing atau tidak dikenal baik. Mereka bukan sombong tetapi memang demikian adanya.

3. Kontak mata saat berbicara.
Bagi mereka yang menghindari kontak mata saat berbicara bisa disebabkan karena persoalan budaya yang memang mengajarkan begitu. Dipandang tak sopan jika menatap mata langsung. Selain itu, menghindari tatap mata bisa jadi karena persoalan internal yang menyangkut kebenaran yang disampaikan atau kepercayaan diri terhadap lawan bicara. Ini tidak berlaku di Jerman. Bila sepasang kekasih atau suami isteri asal Jerman, mereka akan saling memandang satu sama lain. Mereka terlihat mesra dari tatapan mata. Untuk urusan komunikasi, orang jerman dapat dikatakan suka berbicara jujur sehingga mengandalkan kontak mata sebagai bagian komunikasi non verbal.

4. Jujur dan mungkin sedikit menyakitkan.
Seperti dikatakan di atas, orang jerman suka berbicara jujur dan apa adanya. Mereka adalah orang yang langsung (direct) yang memang bagi sebagian orang komentar mereka bisa sedikit menyakitkan. Jadi jangan marah jika mereka berbicara apa adanya tentang anda. Jangan khwatir, saya belum menemukan orang jerman sampai sekarang yang suka mendendam. Mereka juga orang yang logis dan rasional. Istilah dalam bahasa Indonesia, jangan dimasukkan ke dalam hati.

5. Kontak tubuh.
Jika di atas kita membahas kontak mata, orang jerman juga orang yang ekspresif untuk melakukan kontak tubuh. Pertama kali bertemu, mereka akan menjabat tangan dengan hangat sambil menepuk bahu anda. Itu wajar. Pertama kali saya bertemu orang jerman di bagian selatan, mereka akan mengajak kita berpelukan sambil “cipika cipiki” atau cium pipi. Itu adalah bentuk sapaan yang hangat baik pria maupun wanita. Mereka memperlakukan wajar dan sama, terutama jika akrab dan sudah kenal baik.

6. Terkesan Formal.
Lingkup pertemanan orang jerman sangat terbatas. Mereka lebih memikirkan kualitas hubungan, karena mereka selektif dan ketat. Mereka termasuk lambat dalam urusan persahabatan. Dengan begitu, mereka bisa membedakan urusan dalam pekerjaan/bisnis dengan persolan pribadi/keluarga. Dalam bahasa jerman dikenal ‘you’ untuk konteks formal dan informal. Terhadap orang asing atau baru bertemu, maka orang jerman akan memanggil “Sie” sedangkan untuk sapaan informal atau sudah dikenal dengan sapaan “Du”. Mereka akan berhati-hati dalam berbicara dan menyapa dengan “Sie”. Sebagai contoh untuk memanggil dokter perempuan, mereka akan menyapa “Guten Morgen, Frau Doktor”. Untuk salam formal, mereka menempatkan gelar akademis. Dalam situasi formal, perempuan disapa “Frau” dan laki-laki disapa “Herr”.

7. Mampu membedakan urusan bisnis atau pekerjaan dengan hal pribadi.
Orang jerman tidak suka membicarakan atau mencampuradukkan urusan bisnis dengan persoalan pribadi. Dalam urusan pekerjaan, mereka akan fokus pada hal-hal bisnis/pekerjaan. Orang Jerman jarang mengundang untuk ke rumah mereka, bila itu terjadi maka komunikasi informal yang dimaksud.

8. Pentingnya janji dalam pertemuan dan disiplin waktu.
Dianggap tidak sopan jika kita berkunjung ke rumah kerabat di Jerman tanpa janji. Apa pun dalam segala urusan bisnis dan sosial, kita membuat janji bertemu. Jerman merupakan negara yang teratur, tertib dan disiplin dengan istilah “termin”. Jika kita mendapatkan undangan berkunjung atau memiliki pertemuan dengan orang jerman, kita diharapkan datang tepat waktu. Mereka yang datang terlambat atau tidak tepat waktu dipandang tidak sopan. Mereka sangat menghargai waktu. Dalam sapaan formal, mereka akan memanggil nama belakang (nama keluarga) kepada anda pertama kali.

9. Rasional, berpikir deduktif dan logis.
Jerman adalah orang yang suka berpikir deduktif dan membangun pengetahuan teoritis untuk sebuah argumen. Mereka lebih menerima segala hal yang rasional dan logis. Mereka cenderung kritis, suka berdebat dan mengkaitkan pertanyaan dengan subyek terkait atau fokus. Mereka akan mengatakan “Anda salah” secara blak-blakan dalam urusan pekerjaan.

10. Sedikit yang berbicara bahasa inggris.
Tak banyak dijumpai orang jerman bisa berbicara dalam bahasa inggris yang baik dan benar. Semua hal untuk publik lebih banyak dituliskan dalam bahasa jerman. Bahkan untuk nonton film impor buatan Hollywood misalnya, Jerman sudah mengalihbahasakan menjadi Deutsch. Mereka akan sangat menghargai bila kita bisa berbicara bahasa jerman meski masih terbata-bata. Ucapkan “Hallo” atau “Servus” sebagai sapaan pembuka.

Semoga bermanfaat!

 

5 Hal Ini Bisa Jadi Tidak Siap Menikah

wpid-1-2.jpg
Siapkah anda berkomitmen? Sumber foto: Dokumen pribadi

Hidup ini adalah sebuah keputusan dari pilihan-pilihan yang ditawarkan di dunia ini. Begitu pemahaman saya, termasuk menikah. Memutuskan menikah mudah tetapi kesulitan selanjutnya adalah memelihara keputusan itu sehingga menjadi “kontrak batin” dengan pasangan hidup. Disebut pasangan hidup karena anda akan menghabiskan hidup bersama pasangan dalam suka dan duka. Ini yang berat.

 

Nah, ada alasan mengapa buat sebagian orang menikah menjadi hal yang menakutkan. Sebagian besar dari orang yang saya tanyakan menjawab, tidak siap.

1. Tidak siap berkomitmen
Usai menikah, anda tidak seperti kala waktu berpacaran. Anda bisa marah dan mengancam putus. Yang terjadi kemudian putus nyambung, putus nyambung. Menikah tidak seperti itu. Anda harus berbeda saat marah. Jika anda menghentikan hubungan dengan pasangan, tidak lagi seperti pacaran, tapi anda akan menghadapi segudang masalah lainnya. Menikah adalah sebuah komitmen dua orang yang terlibat dalam institusi yang kelak akan disebut keluarga. Komitmen itu tidak sekedar janji dengan pasangan tetapi juga janji yang anda ucapkan di hadapan Tuhan (melalui nikah agama), orangtua dan keluarga besar. Selain itu juga memiliki konsekuensi hukum, karena pernikahan anda tercatat secara hukum administratif. Tidak siap berkomitmen berarti kebebasan anda terancam. Bisa jadi seperti itu pemikirannya. Oleh karena itu, komitmen pernikahan disebut janji suci.

2. Tidak siap secara finansial
Ada yang berpikir bahwa menikah akan menyelasaikan masalah finansial anda. Belum tentu begitu. Baik lajang maupun berumahtangga sama-sama punya masalah finansial. Sebelum menikah, anda misalnya sudah dihadapkan pada biaya pernikahan. Setelah menikah muncul lagi biaya-biaya hidup yang ditambah dengan hadirnya anak dan kompleksnya biaya tak terduga lainnya. Tetapi memang begitu pernikahan. Dengan menikah, anda diharapkan mampu mengelola keuangan anda sehingga mandiri. Jika masih bergantung pada orangtua, saudara atau orang lain secara finansial, coba telisik lagi, apakah anda sudah siap menikah?

3. Tidak siap menjadi orangtua
Memang anak bukan satu-satunya tujuan pernikahan tetapi siap atau tidak, menikah akan menggiring anda sebagai orangtua. Peran orangtua tidak ringan. Kerap pasangan yang sudah menikah memutuskan untuk menunda dulu memiliki anak agar siap menghadapi peran selanjutnya sebagai ayah dan ibu.

4. Tidak siap berkorban
Jika sudah menikah, banyak hal harus dikorbankan. Waktu dan tenaga dicurahkan agar kelanggengan dan harmonisasi pernikahan berjalan mulus. Teman saya yang sudah menikah berujar, pengorbanan terbesar usai menikah adalah korban perasaan, meninggalkan ego pribadi dan memikirkan “kita” anda dan pasangan, bukan diri sendiri. Memutuskan menikah berarti mengorbankan kebebasan anda untuk sebuah pilihan hidup bersama yang tak mudah. Ini yang masih sulit. Tak jarang orang meninggalkan pernikahan karena belum bisa mengorbankan kebebasan mereka.

5. Tidak siap akan perubahan hidup
Saya belum cek data berapa besar pengaruh perubahan hidup usai menikah, tetapi yang jelas berdasarkan pengamatan dan testimoni dari orang sekitar, menikah membawa perubahan. Perubahan fisik tentu akan mudah terlihat, misalnya usai menikah mereka mengalami kenaikan berat badan. Namun yang tidak disadari perubahan non fisik yang memang tidak terlihat tetapi dirasakan betul oleh orang yang mengenalnya. Seharusnya menikah memberikan perubahan hidup yang lebih baik dan positif dibandingkan saat masih melajang. Tentunya tidak setiap orang dapat menerima perubahan hidup yang menurut mereka sudah aman dan nyaman. Satu hal, perubahan hidup usai menikah akan mempengaruhi kehidupan relasi anda selanjutnya. Siapkah anda?

Ketidaksiapan menikah tidak ditentukan oleh usia, budaya, ras/suku, pola asuh, pergaulan tetapi faktor internal personal, hanya anda dan Tuhan yang tahu jawabannya.

Lelucon Pernikahan

 

wpid-20140406_225058.jpg
Sumber foto: Dokumen pribadi.

Isteri : “Sedang cari apa, Pak? Sibuk banget. Sini saya bantu.”

Suami : “Saya lagi cari anu.”

Isteri : “Cari apa?”

Suami : “Surat nikah”

Isteri : “Surat nikah? Memang kenapa dengan surat nikah kita, Pak?”

Suami : “Anu bu. Saya mau cek sampai kapan batas menikahnya kayak yang di KTP itu.”

Isteri : #@$@#$ (*gubraks)

Menikah adalah pilihan hidup yang tidak ditentukan. Saya yakin setiap pasangan yang akan menikah tidak pernah memikirkan kapan dan bagaimana bila bercerai, kecuali pernikahan kontrak yang memang tidak dilandasi cinta tetapi dilandasi kepentingan tertentu. Jelas ini berbeda.

Pernikahan dilandasi elemen cinta, komitmen, passion, dan kepercayaan yang menguatkan pilihan tersebut. Kepercayaan dan komunikasi adalah modal utama pernikahan.

Sewaktu saya bertemu dengan petugas catatan sipil di Indonesia. Petugas tersebut berasumsi bahwa pasangan suami isteri yang mengalami percekcokan dalam rumah tangga lebih memilih jalan perceraian ketimbang mempertahankan pernikahan. Apa yang terjadi? Masing-masing masih memikirkan diri sendiri.

 

Untuk membahas ego pribadi, simak lelucon berikut:

Pastor : “Baiklah, kalian sudah dipersatukan menjadi suami isteri sekarang. Suami, jangan pernah memikirkan dirimu sendiri lagi.”

Suami : “Baik, Pastor. Mulai sekarang saya akan memikirkan isteri saya.”

Pastor : “Tidak, bukan begitu jawabannya. Isteri, mulai sekarang jangan pernah memikirkan suamimu lagi.”

Isteri : “Hah. Pastor aneh. Suami saya tidak boleh memikirkan diri sendiri dan saya. Saya juga.”

Pastor : “Mulai sekarang kalian tidak lagi memikirkan diri sendiri, suami atau isteri tetapi ‘kita’.”

Anda paham maksud saya. Setelah menikah, anda bukan lagi dua tetapi satu. Mereka yang siap menikah memikirkan bagaimana masa depan “kita” anda dan pasangan hidup anda?

Mereka yang sudah menikah membentuk tanggungjawab baru menjadi keluarga dengan kehidupan bersama. Jika tidak bisa memikul tanggungjawab bersama berarti anda masih melajang. Menikah berarti “sama-sama bekerja” karena baik suami maupun isteri sama-sama memiliki peran untuk bekerja membentuk keluarga.

 

 

Stop Mengeluh! Ini Tipsnya…

wp-image--1456824414

Ternyata menjadi pendengar aktif itu tidak enak juga ya. Saya ingat saya pernah punya teman yang setiap hari selalu mengeluh. Kemarin dia mengeluh hidungnya yang tak mancung, sekarang dia mengeluh pekerjaannya membosankan, besoknya dia mengeluh pasangan hidupnya. Apa saja dikeluhkannya. Saya pun jadi tak nyaman bersamanya.

Jika saya yang dengar saja tidak suka mendengarkan keluhan, kalau begitu mulai sekarang jangan pernah komplen atau mengeluh. Apa yang menyebabkan orang selalu mengeluh? Rupanya mereka tak pernah ikhlas untuk menerima atau melakukannya. Itu sebab dia mengeluh.

Nah, akhirnya saya menemukan cara jitu buat saya sendiri agar tidak mengeluh:

1. Berpikir positif
Coba ubah paradigma yang semula merasa “buruk” menjadi baik dan lebih baik. Yakinkan bahwa apa yang dialami diri sendiri juga dialami oleh orang lain. Artinya, semua yang dikeluhkan adalah normal. Anda mengeluh jakarta macet. Seratus persen orang akan menjawab bahwa jakarta memang macet. Jadi buat apa dikeluhkan? Pikirkan hal yang positif bahwa saya terjebak macet karena saya bangun terlambat. Setelah itu, ubah perilaku anda agar tidak mengeluh macet yakni dengan berangkat lebih awal. Masalah selesai.

2. Mengingatkan diri bahwa semua normal
Sebagian besar yang dikeluhkan adalah hal-hal yang sepele. Jika yang dikeluhkan adalah masalah anda dengan bos, toh setiap orang yang bekerja pasti mengalami masalah yang sama. Jika anda mengeluh masalah hidup anda, setiap orang juga punya masalahnya sendiri-sendiri. Apa yang anda keluhkan adalah wajar. Bagaimanapun mengeluh tidak akan mengubah sesuatu. Sesuatu berubah jika anda mengubah cara berpikirnya dan melakukan sesuatu.

3. Apapun yang terjadi, semua akan berlalu
“No matter how bad the day is, it always has to end” Tidak mungkin seharian anda memikirkan jerawat atau wajah anda yang memang sejak lahir sudah begitu. Jerawat akan sembuh. Tak setiap hari dan orang juga berkomentar tentang wajah anda. Semua akan berlalu. Buat apa meratapi dan mengeluh yang memang anda sudah tahu jawabannya. Jawabannya adalah hidup ini tidak pasti.

4. Daripada memikirkannya lebih baik melakukannya
Apa yang mendasari keluhan anda adalah pikiran anda yang memfokuskannya. Daripada anda memikirkannya lebih baik melakukannya. Anda mengeluh pekerjaan anda yang setumpuk. Alih-alih pekerjaan anda berkurang, yang ada anda menghabiskan waktu hanya mengeluh. Jangan habiskan waktu anda hanya untuk mengeluh. Masalah selesai jika anda berhenti memikirkannya dan mengeluh.

5. Bergaul atau berada di antara orang-orang yang positif, ceria dan selalu bersyukur
Pernah amati jika ada orang yang mengeluh, akan segera diikuti keluhan oleh orang di sekitarnya. Mengapa? Begitulah konformitas. Jadi anda sudah tahu jawabannya agar kita bisa selalu optimis maka bergaullah dan dekatlah dengan orang yang optimis juga. Jika kita berada di pasar ikan, tentu kita juga akan ikut bau ikan. Lingkungan juga mempengaruhi yang mendasari perilaku anda juga, termasuk mengeluh.

6. Alihkan perhatian dan berbuatlah sesuatu
Segera hentikan keluhan anda dengan mengalihkannya pada sesuatu yang lain dan segera kerjakan. Anggaplah tidak ada yang suka mendengarkan keluhan anda. Memang benar begitu. Siapa sih yang suka dengar orang komplen terus?

Komplen atau mengeluh boleh, yang tidak boleh jika terus menerus mengeluh.

Jadi sudahkah anda tersenyum dan bersyukur hari ini?

Kenyataan versus Kesan

image
Sumber foto: Dokumen pribadi

Sebagian besar orang-orang yang saya kenal lebih suka hidup dengan kesan, bukan kenyataan. Misalnya, banyak dari kita belum mengenal si X tetapi karena ada orang yang menyampaikan kesan tentang X, si X itu tidak baik maka sebagian besar orang akan memusuhi X. Padahal mereka belum kenal X apalagi merasa dirugikan oleh X.

Sering juga rekan kerja saya dulu memandang sulit belajar bahasa jerman karena kesan yang diciptakan sebagai bahasa asing. Padahal mereka belum pernah belajar bahasa jerman, hanya tahu kalimat “Ich liebe Dich” saja. Mereka percaya dari kesan, bukan kenyataan.

Banyak lagi kesan-kesan yang muncul di masyarakat hanya karena paradigma mereka tercipta oleh tampilan. Misalnya, perempuan berambut panjang dipercaya adalah wanita anggun. Atau, pria yang suka memakai pakaian ketat adalah kaum transeksual. Tampilan dipandang lebih penting untuk menunjukkan citra diri ketimbang kepribadian. Mirisnya lagi bila apa yang sudah dipersepsikan oleh orang itu salah. So, jadi bagaimana?

Saya belajar ilmu psikologi, beberapa teman saya mengesankan bahwa saya bisa mengenal kepribadian orang bahkan membuat analisa hanya karena tampilan. Padahal saya belum mengenal si target secara betul. Saya juga tidak suka bilamana ada orang yang suka sekali memberikan analisa kepribadian sepihak tanpa dilakukan pemeriksaan psikologis dulu. Buat saya, setiap orang itu unik.

Apakah anda mempercayai hal yang anda lihat? Atau anda merasa perlu melihat dulu baru mempercayai. Mana yang betul?

Kesan itu memang penting tetapi kenyataan lebih penting.

Toh kita setuju bahwa segala hal pasti ada alasannya. Jadi diri sendiri dan tak usah berusaha menyenangkan setiap orang di dunia ini. Anda bisa capek dan lelah batin. Jika memang anda tidak merasa berbuat, tak perlu takut dan tetaplah maju. Anda juga tidak perlu membuktikan kepada siapapun tentang diri anda. Itu namanya kesan. Tetapi biarkan waktu yang menjadi proses tentang siapa anda sesungguhnya. Itu namanya kenyataan.

Sewaktu kuliah dulu, kami melakukan eksperimen sederhana untuk mata kuliah Psikologi Sosial. Kelompok memutuskan kita akan membagi dua kelompok mahasiswa yang terdiri dari beberapa orang mahasiswa menjadi kelompok “Pembeli pertama” dengan pakaian perlente, berpakaian bermerek, rapi seperti layaknya artis. Kita tidak menyebut Pembeli Pertama sebagai orang kaya tetapi mereka diibaratkan dengan tampilan sudah menunjukkan sebagai orang memiliki uang banyak. Kelompok kontrol yakni “Pembeli kedua” adalah mereka yang berpakaian biasa, lusuh, sederhana, bahkan bisa dibilang “kampungan” atau “pengemis”. Studi ini ingin memperlihatkan perlakuan penjual di sebuah konter butik baju ternama terhadap penampilan pembeli. Ternyata memang studi sederhana ini menunjukkan bahwa ada perbedaan perlakuan antara kelompok pembeli pertama dengan pembeli kedua. Mengapa? Tampilan seseorang menimbulkan kesan. Padahal baik kelompok pertama maupun kelompok pembeli kedua adalah sama-sama ingin membeli. Kenyataan ditentukan kemudian.

Saya selalu ingat kalimat manis berikut “What others think of you is none your bussiness.” Tunjukkan seberapa nyata pribadi anda sesungguhnya bukan bagaimana anda harus mengesankan orang lain yang sebenarnya itu semua tidak real alias palsu.

Jadi sadarilah bahwa kita hidup dalam kenyataan bukan kesan.

Tips Membeli Cinderamata

liwunfamilyblog-4.jpg.jpeg
Night market, tempat jual sovenir di Siem Riep, Kamboja. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Untuk menjawab pertanyaan yang muncul tentang membeli cinderamata, berikut adalah langkah-langkahnya:

 

Sebelum membeli

1. Tentukan anggaran yang anda miliki.
Sovenir bagi orang asia memang semacam tradisi bila berwisata. Hal ini berbeda dengan mereka yang WNA (warga negara asal Eropa dan Amerika). Buat mereka, sovenir mungkin dipertimbangkan untuk dibeli buat orangtua atau saudara dekat tetapi bagi orang seperti saya, saya bisa membeli buat keluarga, teman dekat, saudara sepupu, teman kantor, dan mungkin disimpan buat kenang-kenangan. Untuk anggaran biasanya saya siapkan tergantung dengan lokasi wisata yang saya kunjungi.

Jika masih seputar Asia, beberapa jenis sovenir, misal magnet holder, gantungan kunci, dompet kecil wanita, dan lain-lain bisa dibeli dalam bentuk lusinan atau per box isi lebih dari satu, jadi lebih murah. Sebaiknya tentukan di awal wisata besaran biaya membeli sovenir. Bila anda traveling ke luar negeri perlu diperhitungkan karena keharusan membeli sovenir dengan mata uang lokal. Sebaiknya urungkan niat membeli dengan kartu kredit. Selain itu, lebih mudah bertransaksi di pasar tradisional dengan mata uang lokal dan kebanyakan penjual tidak menerima kartu kredit.

image
Salah satu sudut dari Ben Tanh Market saat malam hari. Lokasi ini terkenal untuk beli cinderamata di Ho Chi Minh City, Vietnam. Sumber foto: Dokumen pribadi

2. Tanyakan ke orang setempat, lokasi untuk membeli cinderamata.
Untuk mengetahui lokasi membeli cinderamata, saya biasanya sudah browsing sebelumnya sehingga ketika tiba di tempat tujuan, saya akan mericek ke petugas hostel atau penduduk setempat. Tanyakan pula di lokasi cinderamata tersebut, bagaimana karakter penjualnya, apakah bisa ditawar hingga setengah harga, apakah lokasi cinderamata tersebut rawan dengan copet, apa yang menjadi kelebihan dari lokasi membeli cinderamata tersebut, dan sebagainya.

3. Kenali cinderamata khas dari lokasi wisata anda.
Gunakan kesempatan untuk browsing informasi dan bertanya ke penduduk setempat tentang cinderamata yang khas dari lokasi wisata anda. Cari cinderamata yang memang tidak akan anda dijumpai di negeri asal atau wilayah tempat tinggal anda, misalnya jenis bahan, motif/corak, dsb. Ada hal yang lucu, dulu saya ingin bisa mengkoleksi kaos dari setiap lokasi wisata yang saya tuju dengan tulisan nama kota atau negara, rupanya di pasar Tanah Abang juga ada. Lalu saya beli kaos yang saya suka tetapi dengan aksara setempat untuk membedakannya.

4. Tentukan target penerima cinderamata dan karakternya.
Jika anda sudah mengetahui selera penerima cinderamata, anda bisa dengan mudah menentukan jenis cinderamata incaran anda. Jika anda ingin membeli dalam jumlah banyak kepada sahabat atau rekan kerja anda, anda bisa beli dalam jumlah lusinan atau per box. Sebagai contoh, book mark atau pembatas buku bisa diberikan buat mereka yang suka baca. Jika anda ingin memberikan kepada orang yang istimewa, anda bisa langsung menanyakan cinderamata yang ingin dibawa. Dan pastikan cinderamata anda aman dan tidak merepotkan untuk dibawa, misalnya termasuk senjata tajam, senjata api. Bila anda berpergian seorang diri, sebaiknya pikirkan kapasitas barang bawaan anda dengan cinderamata yang akan anda bawa, termasuk bila membeli cinderamata bukan dilakukan di hari terakhir sementara anda masih melanjutkan perjalanan ke tempat atau kota lain. Pengalaman saya seorang diri traveling, saya lupa menaruh cinderamata sehingga hilang.

5. Akses transportasi menuju lokasi pembelian cinderamata.
Jangan sampai anda tersasar hanya karena membeli cinderamata. Biasanya letak beli cinderamata terpusat di suatu tempat. Cek peta saat menuju lokasi. Atau tanyakan akses transportasi umum untuk kesana kepada petugas hostel atau penduduk setempat. Alangkah baik jika anda sudah menemukan cinderamata “on the spot” alias langsung membeli di tempat bila anda tak punya banyak waktu.

6. Bila anda di lokasi wisata di luar negeri, maka pelajari kata/kalimat seperti berikut “berapa harganya?”;Mahal”, “Maaf” dan “Terimakasih”                                     Semoga dengan empat kata/kalimat sederhana tadi anda sudah bisa transaksi di pasar tradisional. Pelajari dari penduduk setempat tentang kalimat/kata tersebut. Ucapkan maaf bila tidak jadi membeli sambil mengatakan kata “mahal” dan yakinkan dengan bahasa tubuh bahwa uang anda tidak cukup.

7. Bawa kalkulator dan tas belanja.
Agar lebih mudah bagi anda melakukan transaksi tawar menawar, gunakan kalkulator. Hal ini bisa anda lakukan apabila berbelanja di luar negeri sementara anda tidak tahu betul soal angka dan bilangan. Bawa pula tas belanja karena tidak semua negara apabila kita berbelanja akan memberikan tas belanja gratis. Sebaiknya persiapkan saja sendiri.

Setelah tiba di lokasi cinderamata

1. Bila anda pergi ke pasar tradisional, berhati-hatilah dengan perhiasan dan uang yang anda bawa. Tanggalkan perhiasan bila anda merasa was-was. Saran saya bawalah uang secukupnya agar terhindar dari pemborosan atau kehilangan.

2. Jika anda merasa tidak tertarik dan tidak ingin membeli, sebaiknya urungkan saja untuk mencoba atau memegang seolah-olah membeli. Di beberapa negara, hal ini dipandang tidak sopan. Sebaiknya kita menghindari saja dari umpatan penjual lokal karena kita tidak jadi membeli. Anggapan turis melekat kepada kita seolah-olah kita pasti membeli dan punya uang.

3. Lihat karakter penjual apabila menawar. Tanyakan pula, apakah ini harga pasti atau tidak bisa ditawar. Jika anda merasa kurang “sreg” dengan harga dan modelnya sebaiknya tinggalkan saja. Anda sudah belajar kata/kalimat sederhana. Anda sendiri pasti sudah ada prediksi harga dari cinderamata yang akan anda beli. Jika merasa mahal, anda bisa sampaikan dengan menunjukkan harga penawaran di kalkulator. Bila terjadi proses yang alot, sebaiknya lupakan saja.

4. Jika anda tak pandai menawar, sebaiknya pergi ke toko sovenir yang sudah ada label harganya, bukan pasar tradisional. Bagi anda yang praktis dan tak mau repot menawar, silahkan kunjungi toko yang sudah menempelkan harga pasti.

5. Sabar dan jangan terpancing emosi dengan umpatan dalam bahasa lokal. Karena kita berada di wilayah orang, tetaplah bersikap santun. Kita dianggap turis yang datang ke wilayah atau negara mereka, sebaiknya hindari hal-hal yang memancing emosi. Bila kita tidak jadi membeli, katakan “maaf” dan “mahal”.

6. Ingat kapasitas bagasi anda dan cara membawa sovenir tersebut. Terakhir dalam membeli cinderamata pastikan juga barang bawaan anda agar cinderamata tidak menyita ruang dalam tas anda. Jika sampai “over bagage” siasati barang bawaan anda. Strategi saya, saya kadang membawa dari rumah baju tidur yang sudah tak terpakai, jika melebihi kapasitas baju tersebut bisa dibuang. Atau, anda bisa mengganti celana dalam dengan disposal underwear, misalnya. Bila anda tidak pergi sendiri, anda bisa ‘share’ cinderamata untuk dititipkan sementara ke rekan perjalanan anda. Jika anda bersedia membayar kapasitas bagasi anda, tentu tidak jadi masalah.

Selamat berburu cinderamata!

Baca juga link berikut: https://liwunfamily.wordpress.com/2014/03/26/cinderamata-dari-indonesia/

Rasa Asin dan Jatuh Cinta

 

image
(Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

Saya suka sekali memasak, meski memasak bukan hobby tetapi buat saya memasak adalah seni meracik masakan dengan rasa dan hati. Jika hati sedang tak baik, marah-marah dan jengkel, bukan tidak mungkin rasa masakan juga ajaib. Beberapa kali saya sempat dikomplen karena rasa masakan yang ajaib, misalnya membuat sambal yang terlalu pedas lalu mama akan bilang bahwa hati saya sedang marah. Benar juga sih, ada kaitan antara rasa masakan dengan suasana hati.

image

image

image

(Hayo tebak akan jadi apa masakan saya nanti dari bahan-bahan di atas yang saya punya. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Begini ceritanya. Di jerman ini saya harus mandiri, termasuk memasak. Dulu sewaktu ngekos karena bekerja di Bandung dan Semarang, saya tak pernah memasak. Padahal saya dibekali magic jar, penanak nasi dan kompor gas kecil dengan gas seukuran 600 mili. Saya pilih makanan dengan membeli atau catering yang praktis dan murah. Lucunya di jerman, saya sempat telpon mama buat tanya bagaimana menanak nasi tanpa magic jar otomatis. Gubraks!

Membeli makanan di sini ‘kan mahal. Jadi saya belajar memasak otodidak, semua bahan dicampur sesuai pemahaman saya. Benar saja, teman jerman saya ini bilang masakan saya asin. Heh!!!! Antara malu dan kecewa, saya minta maaf hehehe.. Padahal pria jerman seperti dia saja pandai memasak.

Lalu kami berbincang mengenai rasa masakan yang keasinan. Menurut Mama dulu jika rasa masakan terlampau asin dikarenakan si pembuat “ngebet” menikah. Saya sampaikan begitu ke teman jerman saya. Menurutnya, jika rasa masakan asin dikarenakan si pembuat sedang jatuh cinta dan memikirkan seseorang sampai-sampai menaruh garam berlebihan. Hmm… masuk akal alasan teman jerman saya dibanding alasan mama yang bilang keasinan karena “ngebet” kawin. Dan kami pun tertawa bersama hahaha…

Suatu kali saya dan teman jerman ini makan di restaurant khas ‘Bavarian’. Saya mencicipi menu makanan saya, bukan main asinnya. Waduh, saya jadi meringis. Usai menyantap makanan, si pramusaji bertanya kesan dan rasa masakan yang kami makan dalam bahasa jerman. Dasar saya orang indonesia, kebanyakan basa-basi, alhasil saya jawab “Lecker” hahahaha… Teman jerman saya bilang katakan saja sejujurnya supaya mereka dapat memperbaikinya. Yah, zu spät atau terlambat dalam bahasa jerman hihihihi…

Iseng saya sekarang sedang baca laman Deutsche Welle tentang hasil riset ternyata ditemukan kaitan orang jatuh cinta dengan stimulan rasa pada indera pengecap. Kondisi orang sedang jatuh cinta dikenal dengan “kondisi darurat” dimana kondisi tersebut mempengaruhi rasa asin, manis dan pahit yang disebabkan oleh hormon , zat kimia pengantar informasi yang ikut menentukan hampir seluruh fungsi tubuh. Hormon misalnya, turut mengatur pencernaan, sistem imunitas dan ketahanan terhadap stress. Selain itu, hormon juga punya andil dalam urusan cinta. Begitu kata hasil penelitian yang dilakukan kepada 46 orang dalam kelompok yang sedang jatuh cinta. Sedangkan kelompok kontrol adalah mereka yang lajang atau mereka pasangan suami/isteri yang sudah menikah lama.

Dikatakan juga bahwa saat jatuh cinta, tubuh merasa memerlukan lebih banyak rasa asin, manis dan asam dalam suatu makanan dibandingkan mereka, pasangan yang sudah lama bersama. Menarik ya?!

Tadinya saya cuma berpikir pakai logika saya saja bahwa saat orang sedang jatuh cinta, mereka menjadi tidak fokus, konsentrasi terpecah karena memikirkan yang dicintainya sehingga kebanyakan menaruh garam. Hahahaha… ternyata ada hasil penelitiannya toh. Good to know!