Lelucon Pernikahan

 

wpid-20140406_225058.jpg
Sumber foto: Dokumen pribadi.

Isteri : “Sedang cari apa, Pak? Sibuk banget. Sini saya bantu.”

Suami : “Saya lagi cari anu.”

Isteri : “Cari apa?”

Suami : “Surat nikah”

Isteri : “Surat nikah? Memang kenapa dengan surat nikah kita, Pak?”

Suami : “Anu bu. Saya mau cek sampai kapan batas menikahnya kayak yang di KTP itu.”

Isteri : #@$@#$ (*gubraks)

Menikah adalah pilihan hidup yang tidak ditentukan. Saya yakin setiap pasangan yang akan menikah tidak pernah memikirkan kapan dan bagaimana bila bercerai, kecuali pernikahan kontrak yang memang tidak dilandasi cinta tetapi dilandasi kepentingan tertentu. Jelas ini berbeda.

Pernikahan dilandasi elemen cinta, komitmen, passion, dan kepercayaan yang menguatkan pilihan tersebut. Kepercayaan dan komunikasi adalah modal utama pernikahan.

Sewaktu saya bertemu dengan petugas catatan sipil di Indonesia. Petugas tersebut berasumsi bahwa pasangan suami isteri yang mengalami percekcokan dalam rumah tangga lebih memilih jalan perceraian ketimbang mempertahankan pernikahan. Apa yang terjadi? Masing-masing masih memikirkan diri sendiri.

 

Untuk membahas ego pribadi, simak lelucon berikut:

Pastor : “Baiklah, kalian sudah dipersatukan menjadi suami isteri sekarang. Suami, jangan pernah memikirkan dirimu sendiri lagi.”

Suami : “Baik, Pastor. Mulai sekarang saya akan memikirkan isteri saya.”

Pastor : “Tidak, bukan begitu jawabannya. Isteri, mulai sekarang jangan pernah memikirkan suamimu lagi.”

Isteri : “Hah. Pastor aneh. Suami saya tidak boleh memikirkan diri sendiri dan saya. Saya juga.”

Pastor : “Mulai sekarang kalian tidak lagi memikirkan diri sendiri, suami atau isteri tetapi ‘kita’.”

Anda paham maksud saya. Setelah menikah, anda bukan lagi dua tetapi satu. Mereka yang siap menikah memikirkan bagaimana masa depan “kita” anda dan pasangan hidup anda?

Mereka yang sudah menikah membentuk tanggungjawab baru menjadi keluarga dengan kehidupan bersama. Jika tidak bisa memikul tanggungjawab bersama berarti anda masih melajang. Menikah berarti “sama-sama bekerja” karena baik suami maupun isteri sama-sama memiliki peran untuk bekerja membentuk keluarga.

 

 

Stop Mengeluh! Ini Tipsnya…

wp-image--1456824414

Ternyata menjadi pendengar aktif itu tidak enak juga ya. Saya ingat saya pernah punya teman yang setiap hari selalu mengeluh. Kemarin dia mengeluh hidungnya yang tak mancung, sekarang dia mengeluh pekerjaannya membosankan, besoknya dia mengeluh pasangan hidupnya. Apa saja dikeluhkannya. Saya pun jadi tak nyaman bersamanya.

Jika saya yang dengar saja tidak suka mendengarkan keluhan, kalau begitu mulai sekarang jangan pernah komplen atau mengeluh. Apa yang menyebabkan orang selalu mengeluh? Rupanya mereka tak pernah ikhlas untuk menerima atau melakukannya. Itu sebab dia mengeluh.

Nah, akhirnya saya menemukan cara jitu buat saya sendiri agar tidak mengeluh:

1. Berpikir positif
Coba ubah paradigma yang semula merasa “buruk” menjadi baik dan lebih baik. Yakinkan bahwa apa yang dialami diri sendiri juga dialami oleh orang lain. Artinya, semua yang dikeluhkan adalah normal. Anda mengeluh jakarta macet. Seratus persen orang akan menjawab bahwa jakarta memang macet. Jadi buat apa dikeluhkan? Pikirkan hal yang positif bahwa saya terjebak macet karena saya bangun terlambat. Setelah itu, ubah perilaku anda agar tidak mengeluh macet yakni dengan berangkat lebih awal. Masalah selesai.

2. Mengingatkan diri bahwa semua normal
Sebagian besar yang dikeluhkan adalah hal-hal yang sepele. Jika yang dikeluhkan adalah masalah anda dengan bos, toh setiap orang yang bekerja pasti mengalami masalah yang sama. Jika anda mengeluh masalah hidup anda, setiap orang juga punya masalahnya sendiri-sendiri. Apa yang anda keluhkan adalah wajar. Bagaimanapun mengeluh tidak akan mengubah sesuatu. Sesuatu berubah jika anda mengubah cara berpikirnya dan melakukan sesuatu.

3. Apapun yang terjadi, semua akan berlalu
“No matter how bad the day is, it always has to end” Tidak mungkin seharian anda memikirkan jerawat atau wajah anda yang memang sejak lahir sudah begitu. Jerawat akan sembuh. Tak setiap hari dan orang juga berkomentar tentang wajah anda. Semua akan berlalu. Buat apa meratapi dan mengeluh yang memang anda sudah tahu jawabannya. Jawabannya adalah hidup ini tidak pasti.

4. Daripada memikirkannya lebih baik melakukannya
Apa yang mendasari keluhan anda adalah pikiran anda yang memfokuskannya. Daripada anda memikirkannya lebih baik melakukannya. Anda mengeluh pekerjaan anda yang setumpuk. Alih-alih pekerjaan anda berkurang, yang ada anda menghabiskan waktu hanya mengeluh. Jangan habiskan waktu anda hanya untuk mengeluh. Masalah selesai jika anda berhenti memikirkannya dan mengeluh.

5. Bergaul atau berada di antara orang-orang yang positif, ceria dan selalu bersyukur
Pernah amati jika ada orang yang mengeluh, akan segera diikuti keluhan oleh orang di sekitarnya. Mengapa? Begitulah konformitas. Jadi anda sudah tahu jawabannya agar kita bisa selalu optimis maka bergaullah dan dekatlah dengan orang yang optimis juga. Jika kita berada di pasar ikan, tentu kita juga akan ikut bau ikan. Lingkungan juga mempengaruhi yang mendasari perilaku anda juga, termasuk mengeluh.

6. Alihkan perhatian dan berbuatlah sesuatu
Segera hentikan keluhan anda dengan mengalihkannya pada sesuatu yang lain dan segera kerjakan. Anggaplah tidak ada yang suka mendengarkan keluhan anda. Memang benar begitu. Siapa sih yang suka dengar orang komplen terus?

Komplen atau mengeluh boleh, yang tidak boleh jika terus menerus mengeluh.

Jadi sudahkah anda tersenyum dan bersyukur hari ini?

Kenyataan versus Kesan

image
Sumber foto: Dokumen pribadi

Sebagian besar orang-orang yang saya kenal lebih suka hidup dengan kesan, bukan kenyataan. Misalnya, banyak dari kita belum mengenal si X tetapi karena ada orang yang menyampaikan kesan tentang X, si X itu tidak baik maka sebagian besar orang akan memusuhi X. Padahal mereka belum kenal X apalagi merasa dirugikan oleh X.

Sering juga rekan kerja saya dulu memandang sulit belajar bahasa jerman karena kesan yang diciptakan sebagai bahasa asing. Padahal mereka belum pernah belajar bahasa jerman, hanya tahu kalimat “Ich liebe Dich” saja. Mereka percaya dari kesan, bukan kenyataan.

Banyak lagi kesan-kesan yang muncul di masyarakat hanya karena paradigma mereka tercipta oleh tampilan. Misalnya, perempuan berambut panjang dipercaya adalah wanita anggun. Atau, pria yang suka memakai pakaian ketat adalah kaum transeksual. Tampilan dipandang lebih penting untuk menunjukkan citra diri ketimbang kepribadian. Mirisnya lagi bila apa yang sudah dipersepsikan oleh orang itu salah. So, jadi bagaimana?

Saya belajar ilmu psikologi, beberapa teman saya mengesankan bahwa saya bisa mengenal kepribadian orang bahkan membuat analisa hanya karena tampilan. Padahal saya belum mengenal si target secara betul. Saya juga tidak suka bilamana ada orang yang suka sekali memberikan analisa kepribadian sepihak tanpa dilakukan pemeriksaan psikologis dulu. Buat saya, setiap orang itu unik.

Apakah anda mempercayai hal yang anda lihat? Atau anda merasa perlu melihat dulu baru mempercayai. Mana yang betul?

Kesan itu memang penting tetapi kenyataan lebih penting.

Toh kita setuju bahwa segala hal pasti ada alasannya. Jadi diri sendiri dan tak usah berusaha menyenangkan setiap orang di dunia ini. Anda bisa capek dan lelah batin. Jika memang anda tidak merasa berbuat, tak perlu takut dan tetaplah maju. Anda juga tidak perlu membuktikan kepada siapapun tentang diri anda. Itu namanya kesan. Tetapi biarkan waktu yang menjadi proses tentang siapa anda sesungguhnya. Itu namanya kenyataan.

Sewaktu kuliah dulu, kami melakukan eksperimen sederhana untuk mata kuliah Psikologi Sosial. Kelompok memutuskan kita akan membagi dua kelompok mahasiswa yang terdiri dari beberapa orang mahasiswa menjadi kelompok “Pembeli pertama” dengan pakaian perlente, berpakaian bermerek, rapi seperti layaknya artis. Kita tidak menyebut Pembeli Pertama sebagai orang kaya tetapi mereka diibaratkan dengan tampilan sudah menunjukkan sebagai orang memiliki uang banyak. Kelompok kontrol yakni “Pembeli kedua” adalah mereka yang berpakaian biasa, lusuh, sederhana, bahkan bisa dibilang “kampungan” atau “pengemis”. Studi ini ingin memperlihatkan perlakuan penjual di sebuah konter butik baju ternama terhadap penampilan pembeli. Ternyata memang studi sederhana ini menunjukkan bahwa ada perbedaan perlakuan antara kelompok pembeli pertama dengan pembeli kedua. Mengapa? Tampilan seseorang menimbulkan kesan. Padahal baik kelompok pertama maupun kelompok pembeli kedua adalah sama-sama ingin membeli. Kenyataan ditentukan kemudian.

Saya selalu ingat kalimat manis berikut “What others think of you is none your bussiness.” Tunjukkan seberapa nyata pribadi anda sesungguhnya bukan bagaimana anda harus mengesankan orang lain yang sebenarnya itu semua tidak real alias palsu.

Jadi sadarilah bahwa kita hidup dalam kenyataan bukan kesan.

Tips Membeli Cinderamata

liwunfamilyblog-4.jpg.jpeg
Night market, tempat jual sovenir di Siem Riep, Kamboja. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Untuk menjawab pertanyaan yang muncul tentang membeli cinderamata, berikut adalah langkah-langkahnya:

 

Sebelum membeli

1. Tentukan anggaran yang anda miliki.
Sovenir bagi orang asia memang semacam tradisi bila berwisata. Hal ini berbeda dengan mereka yang WNA (warga negara asal Eropa dan Amerika). Buat mereka, sovenir mungkin dipertimbangkan untuk dibeli buat orangtua atau saudara dekat tetapi bagi orang seperti saya, saya bisa membeli buat keluarga, teman dekat, saudara sepupu, teman kantor, dan mungkin disimpan buat kenang-kenangan. Untuk anggaran biasanya saya siapkan tergantung dengan lokasi wisata yang saya kunjungi.

Jika masih seputar Asia, beberapa jenis sovenir, misal magnet holder, gantungan kunci, dompet kecil wanita, dan lain-lain bisa dibeli dalam bentuk lusinan atau per box isi lebih dari satu, jadi lebih murah. Sebaiknya tentukan di awal wisata besaran biaya membeli sovenir. Bila anda traveling ke luar negeri perlu diperhitungkan karena keharusan membeli sovenir dengan mata uang lokal. Sebaiknya urungkan niat membeli dengan kartu kredit. Selain itu, lebih mudah bertransaksi di pasar tradisional dengan mata uang lokal dan kebanyakan penjual tidak menerima kartu kredit.

image
Salah satu sudut dari Ben Tanh Market saat malam hari. Lokasi ini terkenal untuk beli cinderamata di Ho Chi Minh City, Vietnam. Sumber foto: Dokumen pribadi

2. Tanyakan ke orang setempat, lokasi untuk membeli cinderamata.
Untuk mengetahui lokasi membeli cinderamata, saya biasanya sudah browsing sebelumnya sehingga ketika tiba di tempat tujuan, saya akan mericek ke petugas hostel atau penduduk setempat. Tanyakan pula di lokasi cinderamata tersebut, bagaimana karakter penjualnya, apakah bisa ditawar hingga setengah harga, apakah lokasi cinderamata tersebut rawan dengan copet, apa yang menjadi kelebihan dari lokasi membeli cinderamata tersebut, dan sebagainya.

3. Kenali cinderamata khas dari lokasi wisata anda.
Gunakan kesempatan untuk browsing informasi dan bertanya ke penduduk setempat tentang cinderamata yang khas dari lokasi wisata anda. Cari cinderamata yang memang tidak akan anda dijumpai di negeri asal atau wilayah tempat tinggal anda, misalnya jenis bahan, motif/corak, dsb. Ada hal yang lucu, dulu saya ingin bisa mengkoleksi kaos dari setiap lokasi wisata yang saya tuju dengan tulisan nama kota atau negara, rupanya di pasar Tanah Abang juga ada. Lalu saya beli kaos yang saya suka tetapi dengan aksara setempat untuk membedakannya.

4. Tentukan target penerima cinderamata dan karakternya.
Jika anda sudah mengetahui selera penerima cinderamata, anda bisa dengan mudah menentukan jenis cinderamata incaran anda. Jika anda ingin membeli dalam jumlah banyak kepada sahabat atau rekan kerja anda, anda bisa beli dalam jumlah lusinan atau per box. Sebagai contoh, book mark atau pembatas buku bisa diberikan buat mereka yang suka baca. Jika anda ingin memberikan kepada orang yang istimewa, anda bisa langsung menanyakan cinderamata yang ingin dibawa. Dan pastikan cinderamata anda aman dan tidak merepotkan untuk dibawa, misalnya termasuk senjata tajam, senjata api. Bila anda berpergian seorang diri, sebaiknya pikirkan kapasitas barang bawaan anda dengan cinderamata yang akan anda bawa, termasuk bila membeli cinderamata bukan dilakukan di hari terakhir sementara anda masih melanjutkan perjalanan ke tempat atau kota lain. Pengalaman saya seorang diri traveling, saya lupa menaruh cinderamata sehingga hilang.

5. Akses transportasi menuju lokasi pembelian cinderamata.
Jangan sampai anda tersasar hanya karena membeli cinderamata. Biasanya letak beli cinderamata terpusat di suatu tempat. Cek peta saat menuju lokasi. Atau tanyakan akses transportasi umum untuk kesana kepada petugas hostel atau penduduk setempat. Alangkah baik jika anda sudah menemukan cinderamata “on the spot” alias langsung membeli di tempat bila anda tak punya banyak waktu.

6. Bila anda di lokasi wisata di luar negeri, maka pelajari kata/kalimat seperti berikut “berapa harganya?”;Mahal”, “Maaf” dan “Terimakasih”                                     Semoga dengan empat kata/kalimat sederhana tadi anda sudah bisa transaksi di pasar tradisional. Pelajari dari penduduk setempat tentang kalimat/kata tersebut. Ucapkan maaf bila tidak jadi membeli sambil mengatakan kata “mahal” dan yakinkan dengan bahasa tubuh bahwa uang anda tidak cukup.

7. Bawa kalkulator dan tas belanja.
Agar lebih mudah bagi anda melakukan transaksi tawar menawar, gunakan kalkulator. Hal ini bisa anda lakukan apabila berbelanja di luar negeri sementara anda tidak tahu betul soal angka dan bilangan. Bawa pula tas belanja karena tidak semua negara apabila kita berbelanja akan memberikan tas belanja gratis. Sebaiknya persiapkan saja sendiri.

Setelah tiba di lokasi cinderamata

1. Bila anda pergi ke pasar tradisional, berhati-hatilah dengan perhiasan dan uang yang anda bawa. Tanggalkan perhiasan bila anda merasa was-was. Saran saya bawalah uang secukupnya agar terhindar dari pemborosan atau kehilangan.

2. Jika anda merasa tidak tertarik dan tidak ingin membeli, sebaiknya urungkan saja untuk mencoba atau memegang seolah-olah membeli. Di beberapa negara, hal ini dipandang tidak sopan. Sebaiknya kita menghindari saja dari umpatan penjual lokal karena kita tidak jadi membeli. Anggapan turis melekat kepada kita seolah-olah kita pasti membeli dan punya uang.

3. Lihat karakter penjual apabila menawar. Tanyakan pula, apakah ini harga pasti atau tidak bisa ditawar. Jika anda merasa kurang “sreg” dengan harga dan modelnya sebaiknya tinggalkan saja. Anda sudah belajar kata/kalimat sederhana. Anda sendiri pasti sudah ada prediksi harga dari cinderamata yang akan anda beli. Jika merasa mahal, anda bisa sampaikan dengan menunjukkan harga penawaran di kalkulator. Bila terjadi proses yang alot, sebaiknya lupakan saja.

4. Jika anda tak pandai menawar, sebaiknya pergi ke toko sovenir yang sudah ada label harganya, bukan pasar tradisional. Bagi anda yang praktis dan tak mau repot menawar, silahkan kunjungi toko yang sudah menempelkan harga pasti.

5. Sabar dan jangan terpancing emosi dengan umpatan dalam bahasa lokal. Karena kita berada di wilayah orang, tetaplah bersikap santun. Kita dianggap turis yang datang ke wilayah atau negara mereka, sebaiknya hindari hal-hal yang memancing emosi. Bila kita tidak jadi membeli, katakan “maaf” dan “mahal”.

6. Ingat kapasitas bagasi anda dan cara membawa sovenir tersebut. Terakhir dalam membeli cinderamata pastikan juga barang bawaan anda agar cinderamata tidak menyita ruang dalam tas anda. Jika sampai “over bagage” siasati barang bawaan anda. Strategi saya, saya kadang membawa dari rumah baju tidur yang sudah tak terpakai, jika melebihi kapasitas baju tersebut bisa dibuang. Atau, anda bisa mengganti celana dalam dengan disposal underwear, misalnya. Bila anda tidak pergi sendiri, anda bisa ‘share’ cinderamata untuk dititipkan sementara ke rekan perjalanan anda. Jika anda bersedia membayar kapasitas bagasi anda, tentu tidak jadi masalah.

Selamat berburu cinderamata!

Baca juga link berikut: https://liwunfamily.wordpress.com/2014/03/26/cinderamata-dari-indonesia/

Rasa Asin dan Jatuh Cinta

 

image
(Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

Saya suka sekali memasak, meski memasak bukan hobby tetapi buat saya memasak adalah seni meracik masakan dengan rasa dan hati. Jika hati sedang tak baik, marah-marah dan jengkel, bukan tidak mungkin rasa masakan juga ajaib. Beberapa kali saya sempat dikomplen karena rasa masakan yang ajaib, misalnya membuat sambal yang terlalu pedas lalu mama akan bilang bahwa hati saya sedang marah. Benar juga sih, ada kaitan antara rasa masakan dengan suasana hati.

image

image

image

(Hayo tebak akan jadi apa masakan saya nanti dari bahan-bahan di atas yang saya punya. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Begini ceritanya. Di jerman ini saya harus mandiri, termasuk memasak. Dulu sewaktu ngekos karena bekerja di Bandung dan Semarang, saya tak pernah memasak. Padahal saya dibekali magic jar, penanak nasi dan kompor gas kecil dengan gas seukuran 600 mili. Saya pilih makanan dengan membeli atau catering yang praktis dan murah. Lucunya di jerman, saya sempat telpon mama buat tanya bagaimana menanak nasi tanpa magic jar otomatis. Gubraks!

Membeli makanan di sini ‘kan mahal. Jadi saya belajar memasak otodidak, semua bahan dicampur sesuai pemahaman saya. Benar saja, teman jerman saya ini bilang masakan saya asin. Heh!!!! Antara malu dan kecewa, saya minta maaf hehehe.. Padahal pria jerman seperti dia saja pandai memasak.

Lalu kami berbincang mengenai rasa masakan yang keasinan. Menurut Mama dulu jika rasa masakan terlampau asin dikarenakan si pembuat “ngebet” menikah. Saya sampaikan begitu ke teman jerman saya. Menurutnya, jika rasa masakan asin dikarenakan si pembuat sedang jatuh cinta dan memikirkan seseorang sampai-sampai menaruh garam berlebihan. Hmm… masuk akal alasan teman jerman saya dibanding alasan mama yang bilang keasinan karena “ngebet” kawin. Dan kami pun tertawa bersama hahaha…

Suatu kali saya dan teman jerman ini makan di restaurant khas ‘Bavarian’. Saya mencicipi menu makanan saya, bukan main asinnya. Waduh, saya jadi meringis. Usai menyantap makanan, si pramusaji bertanya kesan dan rasa masakan yang kami makan dalam bahasa jerman. Dasar saya orang indonesia, kebanyakan basa-basi, alhasil saya jawab “Lecker” hahahaha… Teman jerman saya bilang katakan saja sejujurnya supaya mereka dapat memperbaikinya. Yah, zu spät atau terlambat dalam bahasa jerman hihihihi…

Iseng saya sekarang sedang baca laman Deutsche Welle tentang hasil riset ternyata ditemukan kaitan orang jatuh cinta dengan stimulan rasa pada indera pengecap. Kondisi orang sedang jatuh cinta dikenal dengan “kondisi darurat” dimana kondisi tersebut mempengaruhi rasa asin, manis dan pahit yang disebabkan oleh hormon , zat kimia pengantar informasi yang ikut menentukan hampir seluruh fungsi tubuh. Hormon misalnya, turut mengatur pencernaan, sistem imunitas dan ketahanan terhadap stress. Selain itu, hormon juga punya andil dalam urusan cinta. Begitu kata hasil penelitian yang dilakukan kepada 46 orang dalam kelompok yang sedang jatuh cinta. Sedangkan kelompok kontrol adalah mereka yang lajang atau mereka pasangan suami/isteri yang sudah menikah lama.

Dikatakan juga bahwa saat jatuh cinta, tubuh merasa memerlukan lebih banyak rasa asin, manis dan asam dalam suatu makanan dibandingkan mereka, pasangan yang sudah lama bersama. Menarik ya?!

Tadinya saya cuma berpikir pakai logika saya saja bahwa saat orang sedang jatuh cinta, mereka menjadi tidak fokus, konsentrasi terpecah karena memikirkan yang dicintainya sehingga kebanyakan menaruh garam. Hahahaha… ternyata ada hasil penelitiannya toh. Good to know!

 

8 Rekomendasi Cinderamata dari Indonesia untuk Pria WNA

Sebagai orang indonesia tentu ingin sekali bisa memberikan cinderamata khas negara sendiri kepada mereka yang berada di luar indonesia bahkan yang belum pernah ke indonesia. Apa yang muncul dalam benak anda bila anda memberikan sovenir kepada mereka pria WNA?

Berikut bisa menjadi inspirasi anda berdasarkan pengalaman:

1. Sarung.
Indonesia kaya akan aneka tekstil dari Aceh hingga Papua. Dulu sewaktu perjalanan dinas, saya selalu membeli satu tekstil dari setiap lokasi daerah yang saya kunjungi sebagai cinderamata. Motifnya yang unik dan berciri khas akan membuat sarung tersebut terlihat elegan. Pilih bahan yang lembut meski harganya tidak murah. Sarung tenun asal Indonesia bagian timor seperti flores atau sarung khas dari wilayah sulawesi menarik untuk tanda mata.

2. Syal/penutup kepala.
Selain buat gaya, syal yang kerap dijadikan penutup kepala buat kebanyakan pria ternyata bukan sembarangan. Dalam syal yang saya temui di jogjakarta, syal itu bermotif khusus seperti peta indonesia atau dongeng pewayangan. Bila tidak dimanfaatkan sebagai penutup kepala, syal bisa dimanfaatkan sebagai hiasan dinding setelah dipermanis dalam pigura yang cantik. Syal juga bisa dimanfaatkan untuk penghangat kala musim dingin yang dililitkan di leher.

 

image
(Contoh syal tenun yang bisa dililitkan di leher dan bermanfaat saat musim dingin. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

3. Dasi batik.

 

image
(Aneka dasi batik buat sovenir. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

Nah, ini jadi favorit saya sebagai cinderamata. Meski tak setiap pria mengenakan dasi untuk bekerja, tetapi dasi batik khas indonesia ini memang unik. Berbeda dengan dasi pada umumnya, motif dasi batik memang tiada duanya di dunia. Patut dicoba, ya.

4. Lukisan.
Bila anda mengetahui karakter penerima sovenir yang suka pada lukisan, anda mungkin bisa memberikan lukisan khas indonesia yang terbuat dari alam atau tidak melulu dari kanvas. Jika memiliki permintaan khusus, anda bisa tanyakan selera lukisan yang digemari. Harga lukisan memang terbilang “wah” bagi kocek anda, namun pemberian lukisan ini akan sangat berarti bagi penerimanya. Jadi, siapkan tabungan anda?!

5. Buku “Sightseeing Indonesia.”
Bila penerima sovenir adalah backpacker sejati dan suka berpetualang, buku tentang rekomendasi wisata indonesia akan sangat disukainya, seperti buku terbitan Lonely Planet. Cari buku yang memang edisi terbaru sehingga layak untuk dijadikan panduan wisata ke indonesia. Lalu selipkan kalimat di sampul buku, “Welcome to Indonesia”.

6. Kaos/Baju batik.
Bagi anda yang sudah paham ukuran dan selera penerima sovenir, barangkali kaos bertuliskan indonesia atau nama-nama tempat di indonesia bisa dibungkus sebagai cinderamata. Ada pula kaos batik yang juga berbahan katun dan khusus didesain untuk pria. Demikian pula baju atau kemeja batik sepanjang ada paham ukuran, model, warna dan motif dari si penerima sovenir.

 

image
(Contoh baju khas dari Sumatera Utara untuk Pria. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

Jangan segan untuk bertanya pada pria incaran penerima sovenir! Hal yang ditanyakan semisal karakteristik baju atau kaos yang disukainya. Sayang ‘kan jika sudah membeli tetapi tidak pernah dipakai oleh si empunya kaos/baju. Jadi pertimbangkan dulu bila ingin memberi sovenir seperti ini karena beberapa kali saya menemukan ketidakcocokan mulai dari ukuran, selera, warna hingga bahan.

7. Handuk batik/piyama batik.
Ide ini saya temukan saat saya sedang mencari sovenir di toko batik. Si petugas toko menyampaikan bahwa ia baru saja melayani pesanan turis amerika dan jepang yang tertarik dengan handuk batik. Sayangnya stok handuk batik sudah habis sehingga saya tidak tahu rupa handuk batik yang disampaikannya. Ada pula piyama batik yang biasa dipakai dalam kamar. Ide ini saya dapatkan ketika saya dan beberapa staf WNA menginap di hotel ternama di solo. Begitu sukanya pada piyama batik, saya memintakan ke manajer hotel sebagai cinderamata untuk teman WNA saya yang “jatuh cinta” dengan piyama batik. Menarik, ya?

8. Pernak-pernik (gantungan kunci, asbak, pipa cerutu, hiasan meja, korek api bermotif, kartu pos, pembatas buku, dsb).
Ide pernak-pernik saya temukan dari pengalaman bila saya pergi keluar negeri dan membawa sovenir buat teman-teman saya. Mudah ditemukan dan harganya terjangkau untuk kocek saya. Untuk pernak-pernik ini coba sesuaikan dengan karakter si penerima sovenir, misalnya merokok (korek api bermotif, pipa cerutu, asbak), suka membaca (pembatas buku bentuk wayang, kartu pos), dsb. Urusan pernak-pernik, bisa anda pilihkan hal yang netral seperti gantungan kunci, tempelan kulkas, hiasan meja, dsb.

Semoga ide di atas membantu anda dalam memilihkan sovenir atau cinderamata khas indonesia bagi mereka pria WNA. Kenapa pria? Karena selera para pria sulit ditebak apabila diberikan tanda mata dari perempuan, begitu ‘kan? Hehehehe…

Baca juga link serupa disini https://liwunfamily.wordpress.com/2014/03/29/tips-membeli-cinderamata/

Hambatan Komunikasi dengan Pasangan

image

(Hal terpenting dalam komunikasi dengan pasangan adalah kemampuan memahami apa yang tidak dikatakan)

Jika waktu lalu, saya membahas tuntas tentang 7 hambatan komunikasi pada umumnya dalam link berikut https://liwunfamily.wordpress.com/?s=hambatan+komunikasi

Kini mari kita kupas hal-hal yang menjadi hambatan komunikasi dengan pasangan, suami/isteri sebagai orang yang kita cintai.

1. Budaya
Jika anda dan pasangan berlatarbelakang budaya yang sama, tentu tidak menjadi masalah. Jika anda dan pasangan berasal dari budaya yang berbeda, maka suami/isteri perlu saling memahami. Misalnya, konflik komunikasi yang kerap terjadi dengan rekan saya yang baru saja menikah dengan pria WNA. Si wanita Indonesia terbiasa basa-basi dalam menyatakan pendapat, sedangkan suami yang WNA ingin “to the point”.

Budaya akan membentuk kebiasaan berkomunikasi dalam diri individu tersebut seperti tutur kata, isi pembicaraan dan gaya bicara. Jadi wajar jika kita menemukan hambatan dalam berkomunikasi yang dikarenakan budaya. Kenali budaya pasangan sebagaimana waktu masih berpacaran dulu.

2. Waktu
Pernah mengalami konflik karena salah menyampaikan pesan atau usai berkomunikasi? Bisa jadi waktu adalah penyebabnya. Tak mungkin usai bekerja, kita bercerita hal-hal yang membangkitkan emosi. Cari waktu yang tepat jika kita ingin mengungkapkan hal yang sensitif, misalnya usai makan malam. Atau, atur waktu dengan pasangan agar tidak salah momentum.

3. Teknologi
Jangan pernah berpikir bahwa pasangan anda tahu dan paham tentang teknologi. Pasalnya teknologi berkembang setiap saat. Pahami dulu mengenai kecakapannya memanfaatkan alat komunikasi. Lalu pahami juga situasi yang terjadi, misalnya hujan kadang menjadi penghambat penerimaan pesan.

4. Wawasan
Jangan paksa juga pasangan memahami cerita atau keluh kesah anda karena bisa jadi pasangan tidak paham tentang topik anda. Pahami hal-hal yang menjadi minat, pekerjaan dan aktivitas pasangan sehingga kita bisa merespon dan memberikan feedback saat pasangan bercerita. Toh, kita ingin jadi pasangan yang “nyambung” atau setidaknya “tidak bodoh-bodoh” amat saat diajak bicara.

Agar tidak terjadi hambatan dalam berkomunikasi, berikut elemen-elemen yang diperlukan:

1. Jujur
Jika anda berbohong suatu saat anda tidak akan bisa menutupinya lagi. Katakan sejujurnya di awal dibandingkan pasangan tahu yang sebenarnya di kemudian hari.

2. Percaya
Beri kepercayaan pada pasangan untuk menjelaskan. Jangan memiliki asumsi atau pemikiran sepihak yang belum tentu benar. Jika anda tidak percaya pada pasangan, buat apa anda menikah? Percaya adalah kunci dari pernikahan.

3. Kerelaan untuk mendengarkan
Berilah waktu pada pasangan untuk bercerita dengan ikhlas. Toh, anda juga tidak suka bila pasangan memotong pembicaraan anda atau dia cuek saja. Perlakukan pasangan sebagaimana anda ingin diperlakukan saat bercerita. Beri kesempatan pada pasangan pula untuk menjelaskan.

4. Sabar
Seberapapun panjangnya ia bercerita atau seberapa emosionalnya anda saat dia bicara, tetaplah sabar. Jangan terpancing emosi. Akan ada giliran bagi anda untuk merespon. Jadilah pasangan yang aktif untuk meredam emosinya, bukan memancing emosinya.

5. Fokus
Jangan mengkaitkan topik pembicaraan tentang masa lalu atau hal-hal yang tidak berkaitan. Buatlah sesederhana mungkin dan tidak menggeneralisasikan suatu permasalahan.

6. Empati
Berupayalah untuk memahami pasangan dengan empati. Pahami apa yang sedang diceritakan pasangan dengan bahasa tubuh bahwa anda peduli dan mengerti apa yang dirasakan. Misalnya memeluk pasangan, meraba dengan penuh kelembutan, mengusap air matanya, dsb.

Penipuan Kerja di Luar Negeri

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Sangking ambisinya saya buat sekolah sambil kerja di jerman, saya hampir terjerumus jebakan seseorang yang mengaku seorang HRD yang menawarkan pekerjaan. Kejadiannya sudah hampir setahun lalu.

Usai mendapatkan berita bahwa saya diterima studi, sontak saya pun berupaya memutar otak untuk “survive” di sana dengan modal yang saya miliki. Maklum, saya membiayai kuliah sendiri. Orangtua bilang mereka akan bantu bila saya memutuskan kuliah lanjutan di jakarta saja. Karena perbedaan tersebut, saya berusaha mencari informasi kerja.

Tiba-tiba saya dapat pesan pribadi dari seorang Asia yang ngaku tinggal di salah satu kota di jerman. Kebetulan saya memang gabung dalam komunitas expat. Bila dipikir profil saya disitu, tidak jelas, nama samaran, tidak ada foto profil, pokoknya tidak lengkap. Lantas, bagaimana dia tertarik menawarkan pekerjaan ke saya. Saya juga bingung. Karena saya ambisi ingin dapat kerja, jadi saya ingin tahu dan tertarik juga.

Saya diminta untuk wawancara by skype. Oke, saya pun setuju. Saya tidak mau kirim apapun data atau foto saya sebelum saya “deal” dengan pekerjaan yang ditawarkan.

Hari yang ditunggu pun tiba. Saya takut juga jika wawancara by skype, saya di-record atau foto saya dicuri. Jadi saya pun hanya mau wawancara by audio, no cam. Dia pun setuju. Kami berbicara dua jam, tetapi kebanyakan tidak berbicara soal pekerjaan malah hal yang pribadi. Saya pun sempat mengancam, jangan coba menipu saya karena saya punya banyak kenalan orang jerman di jerman. Dia pun masih meyakinkan saya bahwa pekerjaan ini benar, bukan pekerjaan gadungan. Apalagi dia tahu saya akan mengambil studi di jerman.

Usai memasang foto profil, karena dia penasaran, dia semakin tertarik dengan saya. Awalnya dia menawari pekerjaan jadi akuntan di perusahaan pakaian dalam ternama di dunia. Gubraks!!!! Pekerjaan mustahil yang bisa saya kerjakan tetapi karena butuh uang, saya ikuti saja. Nah, sewaktu lihat foto profil saya yang “aduhai” sexy menurut mata pria hahahahaha.. saya sengaja. Padahal saya tidak “naked” atau pasang foto dengan bikini. Dia pun menawarkan saya tidak jadi akuntan tetapi model pakaian dalam. Lebih gubrakkss lagi!!!!

Disinilah saya mulai curiga. Sambil wawancara dalam bahasa inggris, saya browsing perusahaan tersebut. Memang lokasi perusahaan tersebut ada di kota lelaki gadungan itu. Dia pun memaksa saya untuk kirim Curriculum Vitae (riwayat hidup in english) atau lebenslauf (riwayat hidup in deutsch) atau riwayat hidup ke emailnya. Hey, saya pernah bekerja di bagian HRD, pastinya saya harus tahu info pekerjaan, deskripsi pekerjaan dan proses aplikasi dulu baru saya kirim. Lelaki gadungan ini bilang bahwa dia adalah staf HRD yang diberi kepercayaan bos jerman. Hmmm… aneh!

Oke, sudah dua jam di skype. Saya pun menjanjikan akan kirim CV segera usai bicara.

Tidak, saya tidak segera kirim. Saya kontak teman dekat jerman saat itu. Saya cerita tentang lelaki gadungan itu. Dia pun membantu mencarikan informasinya. Bukan main, dalam sekejap rupanya lowongan gadungan itu juga disebar di jerman juga tetapi kontak emailnya seperti nama wanita rusia. Karena saya tidak ada facebook, teman saya juga melacak lelaki gadungan ini via facebook, ditemukan pria ini memang asia tetapi bukan dari filipina seperti pengakuannya tetapi malaysia. Langsung, teman saya ini meminta saya untuk menghapus lelaki gadungan di skype dan memblok di whatsapp.

Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran buat siapa pun. Berikut ini tips dari saya:

1. Jangan mudah memberikan informasi detil dan lengkap tentang diri anda di media sosial.

2. Jika ada tawaran pekerjaan, tawaran bisnis, tawaran menikah, tawaran pertemanan, sebaiknya pertimbangkan dulu dengan mengecek profilnya terlebih dulu.

3. Tetap tenang apabila ada tawaran buat anda via pesan pribadi. Jangan mudah terpancing.

4. Cek kebenarannya via jaringan pertemanan seperti yang saya lakukan.

5. Jangan pernah kirim foto, data, CV, apalagi uang dengan orang yang baru dikenal via internet dan belum pernah bertemu.

Si Penjaga Hati: Temulawak

image
(Ini bukan temulawak tapi brezel, sejenis roti asin dan gurih di jerman. Saya suka membeli dan menyimpannya sebagai pengganti cemilan)

 

Jika anda ingin kurus, berbahagialah anda mungkin anda tidak atau belum pernah minum jamu temulawak hihihi…

Ada yang tahu khasiatnya jamu temulawak? Yup, buat saya yang “kuri” alias kurus sekali, sari temulawak diminum untuk menambah selera makan. Rata-rata perempuan menyimpan snack, cemilan atau kudapan di meja kerja, kamar tidur, kamar kos atau flat-nya tetapi saya tidak hehehehe…

Kalau kata orang jerman, Der Appetit kommt beim Essen. Artinya, selera makan berasal dari makanan. Nah, itulah saya. Jadi mama suka khawatir soal makanan dan berat badan saya, jika hidup terpisah dari orangtua seperti sekarang ini. Inilah alasan saya ngobrol sama mama soal temulawak yang merangsang selera makan hari ini. Ternyata ramuan temulawak mujarab, sehingga saya jadi doyan makan.
Mama yang berasal dari jawa telah mengajari saya menyukai minum jamu atau minuman herbal, termasuk temulawak. Lalu iseng mama bertanya mengapa orang jawa tidak mudah sakit hati.

Ditanya pertanyaan tersebut, saya langsung jawab, “Karena orang jawa gampang legowo dan ‘nrimo.” Jawaban yang muncul berdasarkan pengamatan dan pembelajaran dari mama.

Dan mama pun tertawa hahahaha…

Terlepas pernyataan ini benar atau tidak bahwa orang jawa tidak mudah sakit hati. Wong belum ada data statistik penyakit berdasarkan suku hehehe… Mama bilang bahwa sari temulawak ternyata berkhasiat sejak jaman dulu untuk kesehatan hati (liver).

Oh ya, Ma? Langsung saya meluncur ke sumber bacaan buat ngecek.

Studi telah menunjukkan bahwa temulawak mampu melindungi sel-sel hati. Nama latinnya, Curcuma xanthorrhiza, temulawak memiliki rasa pahit sekali dan memang terbukti mampu menyembuhkan sakit liver. Rahasia di balik keampuhan temulawak terletak pada rimpang yang mengandung paratoluilmetilkarbinol dan kamfer yang membentuk suatu senyawa yang sifatnya merangsang hati untuk giat memproduksi cairan empedu yang dapat mengurai lemak.

Agar tidak mudah sakit hati, silahkan mengkonsumsinya. Bahkan, industri farmasi sekarang sudah membuatnya dalam kemasan yang tidak berasa pahit seperti kita meminum sari rebusan aslinya. Buat saya, ramuan ini bisa juga menambah selera makan.

Sumber bacaan:
1. Mengenal lekak-liku Tubuh & Potensi Penyakitnya. Christina Krisnawati. (Curiosita, April 2005)
2. http://intisari-online.com/mobile/read/temulawak-pun-obati-sakit-hati

Bir Jerman

image

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Anda suka minum bir? Datanglah ke jerman terkenal punya harga murah untuk bir di daratan Eropa. Tidak diragukan lagi Jerman memiliki lebih dari 300 varian bir yang patut dicoba rasanya. Bir seperti minuman untuk segala musim di jerman, meski rasa terbaik untuk merasakan sensasinya ada di musim panas. Bahkan melalui perayaan “Oktoberfest” yang biasa digelar di akhir september hingga awal Oktober setiap tahunnya, anda seperti dibawa ke dalam “surganya bir”.

Jerman terkenal dengan varian bir lokal yang memang rata-rata hampir diproduksi di tiap region dan memiliki rahasia tersendiri dalam pembuatannya, meski di awal tahap produksinya semua sama. Namun jika anda ingin mencoba bir lokal, anda dapat mencoba seperti “Paulner” dan “Löwenbrau”. Ada juga yang biasa disukai “Pils”, kependekan dari Pilsener.

Di lower Rhine, ada bir “Altbier” yang masih diproduksi tradisional. Kemudian di selatan, ada “Weizenbier” sementara ada bir versi Berlin, “Berliner Weisse” atau white beer yang biasa disajikan dengan fruit juice. Di Berlin ada juga “Schultheiss”, “Berliner Kindl” dan “Engelhardt”. Jika anda suka bir hitam, boleh dicoba “Dunkel” atau “Schwarzbier”. Jadi memang bir di jerman juga punya spesialisasinya, entah dari soal warna, rasa, penyajiannya hingga momentum minumnya.

image

(“Wiessbier” buatan Erdinger yang juga cukup kesohor hingga terjual di Indonesia juga. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Di wilayah Bayern terdapat pabrik tertua pembuatan bir sejak tahun 1040 di Fresing, hanya 25 menit dengan kereta dari pusat kota München. Tak jauh dari Freising, Erdinger juga memproduksi bir yang juga populer bahkan saya berhasil menemukan merek bir ini di Indonesia juga.

Bir memang jadi minuman lokal khas Bayern hingga disajikan secara massal saat Oktobrfest. Bir biasa disajikan dengan ukuran 1 liter atau gelas jumbo. Wow! Bagi mereka pecinta bir, Bavarian menawarkan “Löwenbräu”, “Hofbräu” dan “Paulner” dan masih banyak lagi.

image

(Lokasi Theresienwiese yang biasa dijadikan perayaan Oktoberfest yang masih tertutup salju di bulan Februari. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Oktoberfest terkenal sebagai tradisi terbesar yang diselenggarakan setiap tahunnya. Konon tradisi ini berawal dari niat untuk merayakan pernikahan Raja Ludwig (kemudian menjadi Raja Bavarian) dengan istrinya, Therese von Saxe-Hildburghausen. Memang perayaan Oktoberfest sendiri dirayakan di hall luas di Theresienwiese, München dan biasanya diakhiri pada hari minggu di minggu pertama Oktober.

Jika anda tertarik, anda harus mempersiapkan akomodasi jauh-jauh hari mengingat membludaknya turis yang ramai dengan tingkat hunian yang tinggi.

image

(Biergarten di München. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Oh ya, disini juga ada “Biergarten” yaitu tempat dimana kita bisa minum bir dalam ukuran jumbo sambil relax atau santai. Ada juga istilah “Bier Kellner” yakni mereka para pramusaji yang menyediakan bir jumbo kepada pelanggan. Bier Kellner paling banyak wira wiri jika musim oktoberfest. Tahun 2012 lalu tercatat Bier Kellner perempuan di Oktoberfest berhasil membawa gelas bir jumbo berikut isi birnya sebanyak 13. Walah…

Sebagai negara pecinta bir, sampai ada slogan “Das ist nicht mein Bier” yang kerennya dalam bahasa inggris “That is none of my business!”. Dalam bahasa indonesia slank diartikan “Emang Gue Pikirin” atau “Masalah buat lo!”. Bagaimana tertarik datang ke Jerman?