Menuju Puncak Impian

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Usai memberikan pelatihan motivasi dan “life skills” kepada sejumlah remaja tahun 2005, saya dihadiahi sebuah buku yang sangat baik dan menginspirasi. Judulnya, Everest in your life yang ditulis oleh Gary P. Scott yakni pemandu gunung dan telah menghabiskan hidup lebih dari 20 tahun untuk mendaki dan menjelajahi dunia.

Everest tentu anda kenal sebagai salah satu gunung tertinggi di dunia. Everest sendiri adalah impian sang Penulis sepanjang hidupnya. Melalui buku ini, Everest diibaratkan seperti impian dalam hidup kita yang harus diperjuangkan, didaki, ditaklukkan dan dimenangkan. Menurutnya, kita semua secara alamiah adalah pendaki. Kita mungkin ingin meraih hal-hal besar atau kita mungkin menemukan sesuatu yang menghentikan kita meraih segala impian itu. Dalam mendaki dikenal istilah “crux” yakni gerakan atau bagian terberat dari suatu pendakian. Semua “crux” ini adalah titik penentu dimana kita harus memutuskan untuk menerima tantangan dan melangkah maju atau mundur. Ketika anda mendaki, anda menaklukan puncak-puncak yang lebih kecil dari keraguan, ketakutan, rasa tidak aman dan hambatan yang menghalangi kita.

Buku ini terdiri dari 10 Bab yang menuliskan inspirasi menarik bagi pembacanya. Berikut saya sarikan untuk anda:

1.Pilih “Gunung” anda
* Apapun “Gunung” yang anda pilih sebenarnya saat anda mencapai puncaknya, anda telah menaklukkan keraguan dan ketakutan anda sendiri.
* Sukses adalah hasil serangkaian keputusan kecil yang memuncak dalam sebuah tujuan besar. Kunci kesuksesan adalah mengikuti kata hati dan menjalankan impian anda.
* Mengetahui apa yang anda inginkan adalah langkah pertama untuk mewujudkannya jadi kenyataan. Pilih “gunung” – impian yang benar-benar menggairahkan dan menantang.

2. Kuasai ketrampilan anda
*Tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Begitu pun dalam mendaki gunung. Ketika anda mencari jalan pintas, anda kehilangan ketrampilan dasar. Kalau anda tidak tahu dasarnya, anda akan tersesat dan biasanya hasilnya mengecewakan.
* Jadi silahkan sedini mungkin, identifikasikan ketrampilan anda – alokasikan waktu- fokus – bersabarlah – cari pembimbing.

3. Ringankan beban anda
* Semakin sedikit yang anda bawa, semakin banyak anda belajar betapa sedikitnya yang anda perlukan. Dalam mendaki, jika anda membawa banyak perlengkapan maka akan lebih sedikit puncak yang bisa anda capai.
* Tetap berfokus pada tujuan anda. Jangan sampai anda tidak mencapainya karena dibebani barang-barang yang tidak akan pernah anda perlukan atau gunakan lagi.
* Belajarlah percaya pada diri sendiri ketimbang peralatan yang anda bawa.
* Buatlah sesederhana mungkin dan buanglah apa yang menjadi beban anda agar pendakian anda terasa ringan.

4. Percaya kepada diri sendiri
* Mempercayai diri sendiri adalah sebuah proses mental. Kita berhak untuk sukses, bahagia dan bebas menjalankan kehidupan yang diinginkan dan sadar bahwa masa depan itu tanpa batas.
* Jadikan kelemahan menjadi kekuatan anda. Buatlah anda berani mencoba dan gagal lagi. Dengan demikan anda belajar mendapatkan kepercayaan dan keyakinan diri. Berani juga untuk sukses.
* Seluruh dunia akan berubah jika kita memutuskan menerima diri apa adanya, kelemahan dan kekuatan – sisi baik dan sisi buruk, termasuk mengakui dan menerima masa lalu apa adanya kemudian belajar darinya.

5. Atasi ketakutan anda
* Ketakutan adalah emosi untuk meningkatkan kemampuan indera agar kita lebih waspada. Cara mengatasinya adalah lakukan hal yang menakutkan itu terus menerus sehingga akhirnya anda akan mencapai tingkat kenyamanan dan kepercayaan diri.
* Ketakutan biasanya didasarkan pada peristiwa yang tidak terjadi dan mungkin tak pernah terjadi. Semakin besar rasa khawatir tentang apa yang mungkin terjadi, semakin besar rasa takut yang menghentikan tindakan anda.

6. Jelajahi batasan anda
* Anda dapat menjelajahi petualangan yang besar dalam hidup saat menjelajahi batasan anda di segala bidang keahlian.
* Menjelajahi batasan berarti mencari tempat dimana anda menarik diri melebihi apa yang anda percayai atau yang anda pernah percayai sebagai mungkin. Jika tujuan tidak menantang anda, anda akan bosan dan berhenti. Pilihlah tujuan yang hasilnya tidak pasti sehingga anda dapat memelihara sensasi petualangan yang membuat anda tetap termotivasi.

7. Pilihlah rekan anda dengan bijaksana
* Orang yang mengelilingi anda seharusnya mereka yang berkontribusi dalam pencapaian anda. Anda bisa berbagi impian dengan orang yang akan menjadikan anda sukses. Pilihlah yang bijak dan selektif. Ingatlah, ini hidup anda!

8. Temukan kecepatan langkah anda
* Terburu-buru seringkali menimbulkan kesalahan. Ada perbedaan besar antara bergerak cepat dan efisien dengan bergerak secepat mungkin.
* Cobalah mengatur langkah anda sendiri, sisakan energi untuk menuntaskannya. Penting untuk tidak menguras mental dan fisik setiap waktu.

9. Ikuti naluri anda
* Yakinlah dan percaya pada insting dalam membuat keputusan terbaik. Belajarlah untuk membedakan emosi akan rasa takut dan keraguan dengan intusi anda. Ketahuilah bahwa dengan mempercayai intuisi, anda akan meningkatkan kesempatan untuk sukses.

10. Carilah kedamaian di dalam
* Kita tak perlu membuktikan kepada orang lain siapa diri kita, tetapi jauh lebih penting adalah apa yang saya kerjakan.
* Kita dilahirkan untuk melakukan petualangan dan pencapaian. Temukan kedamaian batin saat anda telah mencapai puncaknya. Belajarlah di sepanjang perjalanan.
* Tanpa kedamaian batin, pencapaian yang sudah anda raih akan kosong dan hampa. Hidup bisa dan seharusnya adalah sebuah petualangan jika kita mengikuti kata hati dan mengejar mimpi-mimpi.

Bagi anda yang suka petualangan dan pendakian, buku ini layak dibaca karena sarat pengalaman inspirasi dari Penulis dalam menjelajahi dunia.

Happy reading ­čśÇ

Good Bad, Who Knows?

image

(Good bad, who knows? Tetapi satu yang pasti Tuhan tidak membiarkan kita terpuruk dalam keburukan. Gambar Katedral St. Stephen di Passau. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Jodoh, Rejeki, Karir tidak ada yang bisa  menebak datangnya. Mungkin saat ini anda bertanya, mengapa saya begini atau begitu? Suatu saat anda akan paham “jalan cerita” yang sudah anda tempuh. Buruk menurut anda ternyata bisa mendatangkan kebaikan. Good bad, who knows?

Ada seorang perempuan yang sudah mapan karirnya di Jakarta. Ia bermaksud untuk lebih serius lagi menjalani hidup dengan kekasihnya, Pria Amerika yang bekerja di Thailand. Bolak balik perempuan ini pergi ke Thailand, Singapura dan Penang hanya untuk memadu kasih dengan pria ini. Jarak menjadi kesulitan dalam hubungan mereka. Perempuan ini lalu melamar kerja dan kemudian ia diterima bekerja di Bangkok, Thailand. Ia berpikir pekerjaan ini menjadi peluang baginya untuk mengembangkan karir lebih baik lagi (International job) sambil ia bisa lebih memantapkan pilihan hidup dengan kekasihnya ini. Pria Amerika ini merupakan pria terpelajar, berasal dari keluarga yang baik, sudah cocok antar keluarga dan yang terpenting seiman.

Perempuan ini sebut saja, A akan segera mewujudkan mimpinya untuk punya karir internasional dan menikah dengan pria pujaannya. Orangtua A setuju dengan pilihan A, tentang karir dan kekasih A. Doa pun disampaikan tak kunjung putus. A pun menyampaikan kabar baik kepada kekasihnya. Bukan main kagetnya A terhadap reaksi kekasihnya setelah mendapat berita ini. Kekasihnya kaget dan meminta supaya hubungan mereka “break” sementara karena kekasihnya perlu waktu untuk berpikir. A sangat sedih dan putus asa. Ini menjadi hal buruk baginya. Ia pun tak memenuhi tawaran kerja di Bangkok tersebut. A merasa kehilangan mimpi-mimpinya. Ia putus asa. Good Bad, who knows?

Saat ia gelisah tersebut, datanglah tawaran seorang teman baik dari Jerman untuk berlibur. A berpikir ini ide yang baik untuk menghilangkan kesedihannya. Ia pun segera berangkat ke Jerman. Selama di Jerman, A seperti mencari “jalan cerita” hidupnya kembali. Ia merasa menemukan impiannya kembali di M├╝nchen, kota tempat A menghabiskan liburan cuti kantor yang sangat lama itu. Ia pun melamar studi di kota itu. Good bad, who knows?

Sekembalinya dari Jerman, A mendapatkan kabar bahwa ia diterima studi yang jadi pilihannya. A pun senang luar biasa. A lalu menyusun strategi untuk bisa kembali ke Jerman.

Tepatnya setahun usai perpisahan dengan kekasihnya, A mendapatkan email dari mantan kekasihnya yang menyatakan kerinduannya pada A. Mantan kekasihnya ini berharap A dapat kembali tinggal dan bekerja di Bangkok. Tak hanya itu, mantan kekasihnya bermaksud akan berlibur ke Jakarta dan bertemu dengan keluarga A.

Dilema muncul dalam diri A, antara kembali dengan mantan kekasihnya atau melupakan impian studi di Jerman. Semua harus segera diputuskan. A pun dengan tegas menyatakan bahwa ia tak akan kembali dengan mantan kekasihnya dan memilih melanjutkan pilihan di Jerman.
Good Bad, who knows?

Hidup adalah sebuah keputusan, meski itu berat dijalaninya. Segala yang buruk segera berlalu, datang yang baik. Begitu pun sebaliknya. Soal studi di Jerman sudah beres tetapi sesuatu terjadi. A mendapati ada persoalan administrasi yang sulit ia penuhi, ia terlambat melamar visa studi. A mendapati teman yang selama ini mengisi kekosongan hatinya, Pria Jerman yang baik hati sebut saja G. Mereka berkenalan saat A sedang mencari studi di Jerman. G banyak menolong dan membantu A dalam mengurus segala keperluan di Jerman. Tanpa G, ia tak mampu seorang diri yang tanpa rencana memutuskan pilihan hidup di Jerman.

Mereka pun intense berkomunikasi sehingga benih-benih cinta pun tumbuh. G melamar A untuk menjadi isterinya saat A berulangtahun. Good bad, who knows?

Tak perlu waktu lama bagi A dan G mengambil keputusan menikah. Toh mereka menyadari saling mencintai dan membutuhkan satu sama lain. A dan G menikah bahagia. Mereka kini bahagia sebagai suami dan isteri. Good bad who knows?

Memandang kisah di atas, kadang kita tak pernah menyangka hidup yang kita alami. Apa yang kita rencanakan belum tentu yang kita butuhkan. Kadang itu menjadi buruk, kita lalu frustrasi ketika kehilangan kekasih atau pekerjaan. Kita merasa dunia sudah berhenti berputar. Tetapi rancangan Tuhan pasti yang terbaik dan terindah. Jika buruk bagi kita, belum tentu buruk bagi Tuhan. Tuhan juga menawarkan kebaikan di saat keburukan terjadi, tak ada yang tahu.

Begitupun saat kebaikan terjadi, ingatlah bahwa itu tak akan lama dan segera berlalu. Percayalah hidup ini selalu menawarkan dua sisi, tinggal kita memutuskan untuk melangkah maju. Jika sesuatu buruk terjadi dalam hidup kita, pikirkan hikmah dari semua itu hingga kelak menjadi kebaikan. Good bad, who knows? Ambillah sesuatu yang baik saat hidup anda terasa buruk.

Ada kisah begini, seorang anak yang duduk di bawah kaki ibunya dan sedang memperhatikan ibunya yang sedang menyulam. Ia melihat mengapa sulaman ibunya terlihat rumit dan berantakan dari sudut pandangnya, di bawah kaki ibunya. Ia kemudian mempertanyakan itu.

Si ibu pun tersenyum dan menjawab, “Nak, sulaman ini memang terlihat rumit dan ruwet menurutmu jika kau melihat dari bawah. Coba kemari, aku menyulam keindahan dari atas sini. Kelak, kau akan tahu keindahan setiap benang yang aku rajut satu demi satu sehingga menjadi sulaman yang indah.”

Good bad, who knows? Meski rumit menurut kita, sebenarnya itu semua akan indah pada waktunya menurut kehendak yang di atas sana.

Tips Bertransportasi Umum di Negeri Orang

image

(ICE yaitu Intercity Express yang dikenal kereta tercepat dengan kecepatan 300km/jam. Sumber foto: Dokumen pribadi)

image

(Suasana hiruk pikuk di pusat stasiun M├╝nchen atau Hauptbahnhof M├╝nchen. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Kejadian ini tahun lalu, saat masih culun di M├╝nchen. Selama ini saya menggunakan kereta (Zug dalam bahasa Jerman) U-Bahn (Unter Bahn) atau kereta bawah tanah, saya hanya pasrah dan ikut saja sama si dia tanpa memperhatikan tiketnya. Saya langsung duduk manis sambil terkagum-kagum “kapan ya negeri saya punya kereta seperti ini”. Konon Jerman juga terkenal dengan teknologi keretanya yang super canggih dan tepat waktu, nama perusahaan perkereta-apiannya yakni Deutsche Bahn.

image

(Ini yang disebut S-Bahn alias Strasse Bahn berarti tidak di bawah tanah seperti U-Bahn. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Rupanya kelas sudah dimulai. Saya harus mandiri dan hanya kereta U-Bahn yang memang cocok dari Flat saya. Subuh saya sudah diceramahi dia, saat memberikan kartu pas kereta sambil menjelaskan caranya. Saya hanya manggut-manggut saja dan terkesan mengerti memanfaatkan kartu pas itu. Jadi memang tidak perlu pura-pura jika kita memang belum mengerti menggunakan kartu itu.

Hari pertama lolos, hari kedua hingga seterusnya saya pun lolos. Hari keempat, saya mulai bosan. Saya pulang ke flat pasti bengong lagi. Jadi saya niat jalan-jalan dengan kereta. Saya sengaja mengambil jurusan berlawanan dengan arah flat tempat tinggal saya. Di Jakarta juga dulu gitu, kalau mau duduk di kereta kita naik dulu ke stasiun paling jauh. Nah, saya pun demikian. Saya pikir kartu itu bisa digunakan sekehendak saya. Saya salah, saudara-saudara.

Seorang perempuan yang terlihat seperti penumpang biasa berbicara dalam bahasa jerman menanyakan tiket. Saya kasih dengan percaya diri. Astaga, dia pun mengoceh dalam bahasa jerman sambil bilang bahwa saya salah. Heh!!! Saya pun diperiksa paspornya dan dicatat namanya dalam sebuah slip pembayaran bank. Salahnya, si petugas mengira saya dari Korea, kenapa streotip muncul saya orang Korea? Astaga 180 derajat jauh berbeda. Saya jelaskan dalam bahasa jerman terbata-bata, asal negara saya dan maksud saya. Tetapi namanya negeri Jerman yang tertib dan taat hukum, siapapun pelanggar wajib diperlakukan sama.

Oh ya, denda 40 Euro saya dapatkan untuk kesalahan fatal karena salah memberi stempel pada kartu pas. Gubraks!!! Hebatnya, saat saya memberikan 40 Euro, Petugas menolak. Rupanya denda dibayarkan langsung lewat bank. Wah, cara seperti ini dijamin uang langsung masuk ke kas negara. Tidak ada lagi praktik suap menyuap lainnya saat sedang bertugas.

Berdasarkan pengalaman tersebut, berikut tips yang bisa membantu anda:

1. Selalu siapkan fotokopi paspor atau paspor asli dan kartu residen anda selama anda tinggal di luar Indonesia. Hal ini menunjukkan identitas anda seperti KTP.

image

(Ini contoh kartu gratis biasa dibagikan di stasiun atau tempat menginap yang menunjukkan rute kereta yang dilalui. Semua mudah dan sangat membantu bagi anda yang pemula. Sumber foto: Dokumen pribadi)

2. Tanyakan bagaimana jalur dan pemanfaatan kendaraan umum di negeri tersebut termasuk juga harga, penggunaan kartu dan pembayarannya. Anda juga bisa langsung tanyakan kepada petugas loket di terminal atau stasiun besar. Ada pula petugas pemandu turis yang kadang menyebar juga di stasiun. Ini saya jumpai misalnya di Seoul. Petugas pakai slayer bertuliskan “Ask Me” kalau tidak salah. Pastikan anda benar-benar paham dan tidak pura-pura seperti saya.

3. Jika ada pelanggaran dalam berlalu lintas dan berkendaraan, anda dapat menjelaskan siapa anda sebenarnya sebagai turis/pendatang baru. Ada yang dengan mudah menganulir kesalahan anda bila bukan kesalahan besar, seperti menabrak pasti itu kesalahan besar. Namun ada pula yang diperlakukan sama bagi setiap orang meski anda turis.

4. Bayarlah tiket sesuai ketentuan yang berlaku
Ini memang kisah yang tidak patut ditiru. Di negara Eropa semisal Belanda dan Jerman memang tidak dilakukan kontroling dan pengawasan ketat terhadap setiap penumpang. Celah ini dimanfaatkan beberapa teman Asia dengan tidak memiliki tiket. Pemerintah setempat telah mempercayai warganya bahwa jika akan pergi ke suatu tujuan maka penumpang dengan penuh kesadaran akan membeli tiket sesuai dengan harga yang berlaku. Kontroling tiket hanya dilakukan sewaktu-waktu. Bila kedapatan tidak punya tiket, anda akan kena sanksi yang fantastis. Saya masih melihat teman Asia memanfaatkan kepercayaan ini dengan tidak membeli tiket. Walah!!! Mereka benar-benar keterlaluan, memang bisa begitu. Belilah tiket sesuai tujuan dan kewajiban anda.

5. Bayarlah denda bila anda melanggar
Siapapun yang didenda sesuai ketentuan hukum yang berlaku wajib menaatinya. Bayarlah denda tersebut dan belajarlah untuk tidak mengulangi lagi.

image

(Ini contoh signboard di Stasiun Salzb├╝rg, Austria tentang arah tujuan ke Stasiun M├╝nchen dan jadwal kereta berangkatnya. Sumber foto: Dokumen pribadi)

6. Biasakan untuk disiplin dan tertib sesuai aturan yang berlaku, misalnya mengantri saat membeli tiket, tidak dorong-dorongan, beri kesempatan orang dalam kereta keluar dulu baru anda masuk, beri bangku bagi yang memerlukan sementara anda masih sanggup berdiri, dsb. Perhatikan juga aturan yang berlaku dalam transportasi umum. Misalnya, saya pernah ditegur saat naik Mass Rapid Transportation (MRT) di Singapore karena mencoba makan dan minum. Rupanya dilarang makan dan minum selama di MRT.

7. Tanyakan apabila ada kemudahan
Sebagai mahasiswa, anda mendapat kesempatan potongan harga dalam membeli tiket kereta. Anda juga bisa membeli tiket per bulan agar lebih hemat. Anda juga bisa mendapatkan sebagai turis atau pendatang baru peta dan kartu lintasan perjalanan. Peta atau kartu ini menjadi informasi buat anda yang ingin keliling kota menjadi mudah.

image

image

(Coba lihat bersih dan nyaman stasiun dan kondisi dalam keretanya, jadi jaga kebersihan itu perlu. Sumber foto: Dokumen pribadi)

8. Jagalah kebersihan
Anda sedang berada di negeri orang jadi tunjukkan identitas anda dengan menghargai milik bersama seperti transportasi umum. Hal terutama adalah tidak membuang sampah dan menjaga kebersihannya sepanjang anda berada di kereta atau transportasi umum milik bersama tersebut.

Selamat bertualang ­čśÇ

Geburtstag: Tradisi Hari Ulang Tahun di Jerman

 

 

wpid-img_20151005_011309.jpg
Dokumen pribadi.

 

Sewaktu kuliah dulu, dosen saya yang baru pulang studi dari Jerman cerita pengalamannya selama di Jerman. Menurut beliau, orang Jerman sangat menghargai tradisi perayaan ulang tahun untuk seseorang. Meski sederhana dan tak mewah tetapi sepertinya perayaan ulang tahun sangat berarti, tak sekedar potong kue dan tiup lilin semata. Jadi mereka yang dikenal dengan baik bagi orang Jerman, pertama-tama mereka akan mengucapkan ulangtahun saat tiba waktunya.

Berikut saya mau sampaikan tradisi perayaan ulang tahun dari beberapa pengamatan dan bacaan seputar tradisi perayaan ulang tahun di Jerman.

1. Jangan memberi ucapan sebelum hari ulang tahun yang sebenarnya karena dianggap akan membawa ketidakberuntungan!

Pernah suatu kali saya sampaikan ucapan ulang tahun ke teman saya asal Amerika. Setelah saya email, saya dapat kiriman balik dari teman saya ini bahwa saat itu bukan hari ulang tahunnya. Saya salah tanggal rupanya. Langsung saya email lagi dan sampaikan maaf. Saya juga tulis bahwa di Jerman akan dianggap kurang beruntung jika menyampaikan ucapan ulang tahun sebelum hari ulang tahun sebenarnya. Lalu dia balas email saya kembali bahwa menurut dia sebagai orang Amerika, pengucapan ulang tahun sebelum waktunya bukan masalah penting dan tidak berkaitan dengan ketidakberuntungan. Teman saya ini memaafkan. Nah, jadi beda budaya beda cara pandangnya. Jadi silahkan ucapkan ulangtahun pada waktunya supaya elok dan pantas. Jika perlu pasang reminder di Hp supaya membantu mengingat.

2. Ucapkan selamat ulang tahun yang umum dan biasa diucapkan seperti “Herzlichen Gl├╝ckwunsch!”┬á atau “Alles gute zum Geburtstag!”

Cukup buat anda yang pemula menyampaikan, “Alles gute zum geburtstag”. Jika mau terkesan formal, ucapan dapat menjadi seperti, “Ich gratuliere zum GeburtstagÔÇŁ Istilahnya dapat diterjemahkan menjadi ÔÇťCongratulations ya untuk hari ulangtahun Anda!ÔÇŁ Jika sudah paham bahasa Jerman, silahkan perkaya lagi ucapannya. Alangkah indah jika kita bisa menyampaikannya dalam bahasa Jerman.

3. Lagu yang dinyanyikan saat ulangtahun biasa seperti berikut ini:
“Zum Geburtstag viel Gl├╝ck!
Zum Geburtstag viel Gl├╝ck!
Zum Geburtstag liebe ANNA (tambahkan nama yang berulangtahun)
Zum Geburtstag viel Gl├╝ck!”
Itu syairnya dengan nada “Happy Birthday to you” (folk song english version) yang biasa kita nyanyikan hanya diganti menjadi lirik dalam bahasa Jerman.

4. Perayaan ulangtahun tergantung selera masing-masing.

Untuk mereka yang suka pesta, biasanya mereka menyelenggarakan pas sore sebelum ulang tahun. Lalu setelah jam 12 malam, diadakan acara tiup lilin dan “make a wish” kemudian pesta dilanjutkan lagi sampai larut malam. Namun pada umumnya acara ulang tahun bersama keluarga itu yang terutama seperti makan bersama atau sekedar “kaffee/tee und kuche” di pagi/sore hari.

5. Perayaan ulangtahun bagi anak-anak sangat istimewa di Jerman.

Anda masih ingat perayaan ulang tahun saat dulu masih kanak-kanak? Saya merayakan ulang tahun setiap tahun hingga umur dua belas tahun. Orang tua saya sangat perhatian untuk setiap ulang tahun anaknya. Nah, perayaan ulang tahun anak-anak, Kinderfeste, konon menurut sejarah berasal dari negeri Jerman. Di rumah dari anak yang sedang berulangtahun (Geburtsatgkind) akan dihiasi dengan berbagai dekorasi untuk menandainya. Hal yang unik adalah si Guru di sekolah tidak akan memberikan pekerjaan rumah yang jadi tugas sekolah pada anak yang sedang ulang tahun. Anggap saja jadi “Raja” atau “Ratu” sehari. Geburtstagkind dirayakan hingga anak berusia dua belas tahun.

6. Kue sudah pasti harus ada saat ulangtahun di Jerman.

Seperti biasa ulang tahun, pasti akan ada kue ulang tahun dan lilin. Lilin bisa sesuai dengan jumlah umur yang dirayakan, semua tergantung mereka yang merayakannya. Kue ulangtahun hanya simbol, tidak melulu kue tart.

7. Mereka yang ketahuan ulangtahun harus traktir teman/rekan kerjanya.

Di Jerman juga ada kebiasaan traktir kolega kerjanya jika kedapatan sedang berulangtahun. Sebaiknya pertimbangkan kocek di dompet, bila tak cukup sebaiknya jangan mengumbar tanggal ulangtahun anda pada teman-teman anda! Ini sekedar lelucon saja jika anda tak ingin membayar bill makanan atau bir/kopi di restaurant saat makan siang, misalnya.

8. Kado ulangtahun untuk orang istimewa harus ada.

Jika orang terdekat anda ulang tahun, tak ada salahnya anda memberikan kado sebagai ungkapan cinta (geburtstagsgeschenke). Tak harus mahal, setidaknya anda bisa memberikan tanda mata seperti umumnya misalnya coklat, parfum, bunga, buku, dsb. Tentunya pemberian anda tersebut akan dihargai oleh mereka yang sedang berulangtahun. Oh ya, kado yang diberikan juga tidak boleh dibuka sebelum hari ulang tahun yang sebenarnya. Tabu menurut mereka. Ayah dan ibu mertua memberikan besaran uang yang untuk saya dan setiap anaknya apabila berulangtahun. Lumayan!

9. Dialek ucapan ulangtahun beragam sesuai areanya, termasuk Bayerisch.

Konon ada berbagai kalimat ucapan selamat ulangtahun yang bervariasi sesuai dialek antar region di Jerman sendiri. Contohnya di Bayern, ucapannya terdengar menjadi, “Ois Guade zu Deim Geburdstog!”

10. Tak mesti ada, tetapi dulu ada periode tertentu saat ulangtahun harus diselenggarakan secara istimewa seperti usia 30 tahun, dst.

Ada perayaan ulang tahun tertentu yang dirayakan secara meriah bila mencapai usia 30, 50 dan 80 tahun. Di beberapa region di Jerman akan dikenal istilah pada pria yang berulangtahun di usia tersebut dengan, “Der Abrahamstag” Anda ingat ‘kan Bapa segala Bangsa dalam kitab suci, Bapa Abraham? Nah, menurut tradisi usia lima puluh ke atas tersebut dikenal pria sudah bermartabat dan lebih bijaksana seperti Bapa Abraham. Sedangkan di beberapa tempat diyakini pria yang genap berusia 30 tahun dan masih lajang maka diminta untuk menyapu tangga di ruang publik yang mudah terlihat dan bisa dijangkau oleh perempuan lajang lainnya yang melihat dan menaruh simpati. Tradisi ini belum pernah saya lihat, boleh percaya atau tidak.

Satu hal yang perlu diingat orang Jerman sangat menyadari makna pentingnya keluarga (family oriented) sehingga perayaan ulang tahun juga menjadi momen kebersamaan mereka bersama keluarga, orang-orang yang dikasihi.

Well, good to know!

Secuil Seni Menghadapi Perubahan Hidup

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Siapa yang dapat menebak saat dunia yang kita jalani berubah? Perubahan itu selalu menggelisahkan. Perubahan itu menciptakan kebingungan, keraguan, kemarahan, kecemasan dan keputusasaan. Banyak orang memang tak siap menghadapi perubahan karena perubahan selalu membuat tidak nyaman. Perubahan ada diluar kendali kita. Padahal perubahan akan membawa kita keluar dari zona nyaman untuk sesuatu yang lebih baik. Mereka yang berubah adalah mereka yang berhasil memanfaatkan peluang meraih impian hidup ini.

Anda tahu musuh dari perubahan? Ketakutan. Takut mengambil risiko, takut berubah, takut malu, takut orang lain mengkritik anda, dsb adalah sekian banyak rasa takut yang dihadapi saat muncul perubahan.

Setiap perubahan selalu memunculkan tanya, mengapa jalan hidup yang saya tempuh banyak rintangan? Pertanyaan yang wajar karena perubahan terjadi diluar kehendak kita sehingga menganggap itu sebagai rintangan. Padahal anda perlu tahu bahwa jika jalan hidup yang kita tempuh bebas dari rintangan, itu artinya jalur itu tak berguna. Bukankah setiap rintangan mengajarkan makna dan arti hidup yang sukses?

Apa yang akan dilakukan saat dunia sekitar kita berubah? Ikuti suara hati dan ambillah risiko yang akan mengubah peluang jadi kenyataan. Apa pun risiko menghadapi perubahan, tidak serta merta membawa keberhasilan. Satu hal yang harus diingat, jadikan kegagalan sebagai guru terbaik dalam meraih impian. Optimislah!

Saat perubahan terjadi,
1. Kendalikan pikiran dan kata-kata anda sehingga menjadi tindakan yang berarti.
2. Andalkan niat untuk berubah menjadi lebih baik.
3. Bersikaplah fleksibel jika memang diperlukan untuk mengubah arah.
4. Sandarkan pada kekuatan alam semesta yang dengan caranya akan menopang anda secara misterius.
5. Gunakan kemampuan untuk mengilhami dan menyemangati sesama. Buatlah dunia terpesona bahwa kita mampu melalui perubahan dengan dukungan sesama!
6. Jadilah diri sendiri. Jadilah seperti “air” yang mengalir, fleksibel, berbelok, mengitari dan mengalirlah bersama arus yang ada. Arus ini yang menjadi jalan yang mendukung dan membimbing kita pada sesuatu yang tak terbatas. Sesungguhnya kehidupan ini harus dijalani semaksimal mungkin, bukan?
7. Jangan lihat ke belakang (masa lalu) dan terima perubahan sebagai bagian dari jalan hidup kita.

Perubahan terjadi agar kita menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan bukan merupakan tujuan tetapi proses, perjalanan yang menakjubkan dan penuh rintangan. Tidak ada ukuran waktu tentang seberapa lama seseorang menemukan kebahagiaan. Jangan pandang usia dan seberapa waktu akan dilewati menghadapi perubahan!

Jangan pula berpikir bahwa perubahan tidak membawa kebahagiaan! Mereka yang takut akan perubahan adalah mereka yang tak siap menerima keadaan apa adanya. Kunci dari perubahan adalah membiarkan semua mengalir apa adanya secara alami dengan ikhlas dan sabar.

Alasan Jerman Menang World Cup FIFA 2014

Deutschland ist Weltmeister 2014. Berseliweranlah kalimat-kalimat tentang kesan dan status di dunia maya tentang pertandingan final semalam melawan Argentina. Euforia kemenangan tidak hanya di Brazil sebagai tuan rumah penyelenggaraan atau di Jerman sebagai pemenang tetapi di seluruh dunia yang mencermati kekaguman skill para pemain tim Jerman ini.

Kini tim Jerman berhasil mematahkan mitos seperti yang pernah saya tulis sebelumnya. Konon tak ada yang mampu meraih kemenangan bila perhelatan dilangsungkan di benua Amerika. Mitos tinggallah mitos. Toh saat mereka, para ahli Vodoo di Amerika Latin berusaha membuat kaki-kaki para pemain bola tim Jerman tak bergerak, ternyata tak berhasil. Tim Jerman merupakan tim kuat dan gigih dalam memperjuangkan impian mereka, Weltmeister. Super!!!

Karena bahasa Jerman saya belum 100 persen bagus, berikut hasil bacaan sana sini, mengapa tim Jerman layak Juara Dunia 2014.

Berikut ulasannya:

1. Mental pemain
Ich dr├╝cke meine Daume. Saya patut mendukung keahlian Joachim L├Âw ini yang tak hanya melatih skill para pemain tetapi juga bagaimana mental mereka menjadi Juara. Konon G├Âtze yang semula hanya ditempatkan sebagai cadangan mampu memecahkan kebekuan dengan gol tercipta dari bisikan semangat si Pelatih. Wow!!!

2. Formasi Pertahanan
Tim Jerman mampu menunjukkan di semi final melawan tim Brazil skor 7:1 bahwa mereka Die Mannschaft bermain benar-benar serius. Di awal pembukaan melawan Portugal saja, tim Jerman benar-benar membuat skor 4:0 yang membuat superstar Christiano Ronaldo geleng-geleng.

3. Belajar dari 24 tahun lalu
Konon Juara Dunia yang pernah disandang Tim Brazil dan Italia memerlukan waktu 24 tahun setelah meraih juara ke-4 kalinya. Jadi setelah meraih sukses Juara Dunia ketiga kalinya memang diperlukan waktu persis 24 tahun lalu untuk mendapatkannya.Sejauh ini, Jerman meraih kemenangan Juara Dunia ketiga pada 8 Juli 1990, dua puluh empat tahun lalu melawan Argentina. Kini 2014 mereka berhasil meraih Juara Dunia ke-4 kalinya.

4. Pengalaman
Tidak ada tim seperti Der Panzer Jerman ini yang tangguh dalam pertandingan Piala Dunia. Total ada 105 pertandingan dengan 65 menang, 20 seri dan 20 kalah tentunya penampilan dan performa mereka adalah sesuatu yang baik di final. Ini belum termasuk kemenangan tadi malam ya, berarti ada 66 menang.

5. Tim terkuat
Para pemain tim Jerman merupakan salah satu tim terkuat saat ini. Tidak hanya para pemainnya saja, tapi juga Neuer sang Kiper idola saya ini. Semalam ia berhasil mendapatkan sarung tangan emas. Ia juga mampu mempertahankan “kejebolan” gawang dari serangan lawan.

6. Mengandalkan Inovasi Teknologi
Siapa yang tak kenal dengan negeri penuh inovasi ini? Berlatih kemudian direkam dan dievaluasi untuk peningkatan kapasitas pemain adalah salah satu strategi mereka. Selain itu ada satu teknologi inovasi dimana mereka mampu merekam dan memiliki kunci strategis untuk menyeimbangkan kelihaian Messi, Superstar dari Argentina ini.

7. Regenerasi pemain
Pemerintahan yang peduli dan kemudian berinvestasi besar untuk memperbaiki susunan dan regenerasi pemain kini telah berhasil memetik buahnya. Siapa yang menanam, mereka akan menuai. Pemain muda yang berstamina baik dan fit adalah keseriusan mereka untuk melakukan pembinaan antar pemain. Alhasil mereka mampu bertahan dan berjuang di babak tambahan, tanpa pantang menyerah. Bahkan si Tante Merkel pun ikut menyaksikan dan memberikan dukungan kepada Der Panzer ini langsung ke Brazil. Luar biasa!!!

8. Rekor Piala Dunia
Untuk ketujuh kalinya Argentina dan Jerman bertemu di Piala Dunia. Jerman kalah hanya satu dari enam duel di final Piala Dunia 1986 (2:3). Sisanya Jerman seri sebanyak dua kali dan empat kali menang mengalahkan Argentina, termasuk dalam final Piala Dunia tahun 1990 (1:0) dan tahun ini (1:0) alias tadi malam.

Der Ganz Grosse Traum, itulah Juara Dunia ke-4 kalinya bagi tim Jerman.

Pepatah mengatakan, Es ist noch kein Meister vom Himmel gefallen. Bahwa untuk menjadi Weltmeister, Juara Dunia bukanlah instan atau jatuh dari langit melainkan diperlukan waktu dan kegigihan untuk memperjuangkannya.

7 Alasan Mengapa Saya Suka Travelling?

(Jika hidup begitu mudah, dimana petualangan itu terjadi? Traveling jawabannya. Itu pendapat saya. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Sejak kecil saya suka membayangkan pekerjaan Bapak saya yang ‘mobile’ dan tak pernah diam di tempat. Ia juga tak suka bekerja di belakang meja dan memilih aktif dan dinamis dalam menghasilkan penghidupan. Jika pepatah bilang, “Vater war mein erster Chef” yang artinya bapak menjadi figur utama dalam penentuan karir pekerjaan di masa mendatang bagi seorang anak, mungkin itu tepat bagi saya.

Bapak saya boleh dikatakan sudah mengunjungi banyak wilayah di Indonesia. Kini saya pun demikian. Sambil bekerja, dapat uang saku pula plus bisa menikmati banyak hal ketimbang saya bekerja diam di belakang meja. Alhasil saya sudah singgah ke berbagai wilayah di Indonesia, dari barat hingga ke timur.

Saya pun mulai nabung dan berhemat buat bisa berkunjung ke luar Indonesia. Prinsip saya, pengalaman adalah guru terbaik yang belum tentu bisa saya dapatkan kedua kali, tak bisa saya beli serta belum tentu semua orang bisa melakukannya. Jadi saya lebih memilih menghabiskan uang saya lima juta, misalnya, untuk berkunjung ke Korea Selatan ketimbang berbelanja tas dan baju bermerek. Kembali lagi hidup soal pilihan. Saya telah memilihnya, travelling.

Lalu mengapa saya suka traveling?

1. Karena saya dapat menemukan hal baru

Banyak hal yang bisa saya dapatkan saat sedang traveling, pastinya apapun itu merupakan hal berharga yang tak bernilai buat saya. Tak melulu soal pengalaman indah dari traveling, justru hal-hal baru yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya bisa terjadi dan saya alami. Saya bisa bertemu orang baru, budaya baru, suasana baru, cara pandang baru, kehidupan sementara baru, pikiran baru yang dimaksudkan sesaat melalui travelling saya belajar menjadi lebih bijak sebagai pribadi setelahnya. Pengalaman saat saya mewawancarai penduduk hingga pejabat setempat bila bekerja sambil traveling turut membantu saya memperkaya konteks data yang saya ambil. Atau pengalaman saya tersesat di negeri orang dan bagaimana saya bisa kembali ke penginapan. Lain lagi bagaimana saya mengamati cara pembuatan makanan hingga penyajian lalu kemudian saya mencobanya. Atau bagaimana saya melewati perbatasan di Papua New Guinea atau Timor Timor yang bertetangga dengan kita, meski cuma mampir sebentar saat sedang bertugas. Pengalaman itu indah meski tak sempurna. 

Tips dari saya, jangan suka membandingkan suatu kondisi dengan kondisi/wilayah lain! Hargai mereka dimanapun anda berpijak.

2. Karena saya bisa melakukan refleksi diri dan mandiri

Saya bukan tipe traveler yang suka bergantung dengan teman seperjalanan. Saya bisa mandiri untuk berwisata sendiri. Saat sendiri, saya bisa melakukan refleksi diri terhadap perjalanan hidup dan situasi yang sedang saya hadapi. Saya mengambil banyak hikmah dari traveling, tak melulu perlu menghabiskan uang yang penting ada waktu bagi saya dan diri saya. 

Tips dari saya, jangan pernah takut travelling sendirian karena banyak juga Traveller/Plancong yang melakukannya sendiri! Sebagai makhluk sosial, saat sendiri pasti akan ada teman baru yang mengisi perjalanan travelling anda.

3. Karena saya bisa belajar dari sudut pandang yang berbeda
Beberapa teman yang saya jumpai saat travelling membuka pemahaman saya terutama soal keberanian. Misalnya, bagaimana saya pun tak perlu ragu dengan bahasa inggris saya toh saya bertemu H, Perempuan Jepang yang bisa survive travelling meski tak pandai bahasa Inggris. Atau, saya harus berani merantau di negeri orang karena saya bertemu R, Pria dari Montenegro yang datang jauh-jauh dan nekat berwirausaha di Asia meski pendidikan dan uang yang dimiliki tak seberapa. Ada lagi kisah saya menjelaskan makna pengampunan ketika seorang gadis cilik 12 tahun asal Belanda yang berlibur bersama keluarganya. Ketika itu dia berjumpa dengan saya dan bertanya, apakah saya sebagai orang Indonesia tidak menaruh dendam bila bertemu dengannya asal Belanda dimana yang dipelajarinya di sekolah bahwa bangsanya telah menjajah kita. Wah, pengalaman perjumpaan dengan mereka memperkaya saya akan hidup ini. 

Tips dari saya, anda bisa buat jurnal harian dari perjalanan travelling anda, syukur-syukur dibagikan menjadi artikel reportase atau inspirasi perjalanan.

4. Karena saya sedang merayakan “sesuatu” dalam hidup

Merayakan sesuatu tak melulu dengan pesta atau peringatan syukuran. Lewat travelling, saya biasanya ingin berbagi dengan orang yang tak pernah saya jumpai sebelumnya. Tak ada yang tahu hari ulang tahun saya saat itu, tetapi saya bisa makan bersama dengan sopir dan penduduk setempat saat saya sedang ulang tahun. Kami pergi ke lokasi wisata kuliner terenak di kota itu, lalu mereka saya traktir. Luar biasa melihat senyum mereka sambil bercerita tentang kehidupan mereka. Traveling telah ada sejak jaman dulu ketika manusia di awal sejarah mulai nomaden dan mencari penghidupan di lokasi baru. Pada dasarnya manusia tak ingin diam dalam satu tempat. Manusia tak pernah puas terhadap apa yang dimilikinya, traveling adalah jawabannya. Tak harus perayaan ulang tahun, asal saya ingin berbagi kesenangan lalu traveling menjadi rencana perayaannya. 

Tips dari saya, temukan jiwa petualangan saat anda travelling, disitu anda seperti merayakan hidup lewat perjalanan yang baru ditempuh.


5. Karena saya belajar beradaptasi dengan orang yang baru ditemui/dikenal

Tak mudah bagi orang pemalu seperti saya untuk membuka diri dan berhadapan dengan orang asing. Lewat traveling, saya bisa mendengar kisah dan inspirasi mereka soal kehidupan atau opini mereka. Disitu kami berbagi kontak sehingga mungkin suatu saat saling membutuhkan satu sama lain. Bahasa bukan menjadi hambatan dalam komunikasi, yang diperlukan adalah keberanian membuka diri dan pengertian satu sama lain. Saya berkenalan dengan Perempuan Belgia yang tinggal di Swiss saat kami tinggal dalam satu dormitory. Dari topik pembicaraan soal kebiasaan tidur karena kami mengomentari teman seruangan yang punya kebiasaan tidur jelek hingga akhirnya dia memberikan celana bermerek ‘Zara’ yang baru dibelinya sebagai kenang-kenangan. Bahwa saya bertemu dengan Pria Polandia yang mengatakan bahwa setiap orang pasti senang travelling karena mereka suka kebebasan untuk mengeksplorasi. Saya bisa bertukar pengalaman dan budaya yang saya miliki dengan mereka yang saya jumpai. 

Tips dari saya, hindari topik-topik pembicaraan yang sensitif seperti agama, suku, ras dan konflik politik. Jika anda sudah terlanjur bertanya dan ingin tahu, ucapkan maaf sebagai tanda maklum. Hargai apa pun budaya dan kebiasaan mereka, ambil sisi yang baik dan tinggalkan sisi yang buruk dari pertemuan dengan mereka.

6. Karena saya ingin mengenal budaya dan karakter penduduk setempat

Setiap orang adalah unik. Mereka dibentuk oleh kebiasaan dan lingkungan sekitar, tak salah jika ada hal-hal yang perlu saya pelajari dari mereka sebagai bentuk kekaguman saya. Pernah suatu kali saya dan rekan perjalanan saya, Gadis asal Israel pergi bersama ke komunitas penduduk pedalaman Thailand. Dari dia saya belajar mengamati budaya dan karakter komunitas tersebut yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Budaya yang dimilikinya memberi pemahaman tentang budaya diluar “kacamata” saya sehari-hari. 

Tips dari saya, dokumentasikan hasil pengamatan dan pemahaman anda lewat foto dan tulisan karena sejarah petualangan anda tentu tak akan terulang.

7. Karena saya suka tantangan dan petualangan

Saat pekerjaan terasa membosankan, traveling menjadi petualangan yang menggairahkan dan memberi semangat usai kembali bekerja. Traveling menjadi tantangan tersendiri untuk survive di wilayah lain terhadap kondisi yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Lewat traveling, saya berusaha keluar dari zona nyaman saya dan belajar mengatasi perubahan yang muncul. Hey, bukankah ini tantangan yang mengasyikkan? Jika orang berpikir bahwa traveling hanya untuk mereka yang berduit, siapa bilang? Anda bisa lamar pekerjaan yang memang diperlukan intensitas traveling yang tinggi. Rancang perjalanan sederhana berbiaya murah ke keliling pulau misalnya. Lihatlah traveling sebagai petualangan anda untuk keluar dari “kotak” anda selama ini. 

Tips saya, tak melulu traveling itu perlu biaya mahal tetapi travelling pasti butuh dana karenanya berhematlah dan siapkan kocek yang cukup. Pengalaman traveling tentunya lebih berharga.

Jika anda merasa bosan, mungkin anda perlu traveling. Seperti teman Polandia yang saya kenal tadi berkata bahwa, “Every one loves traveling.” Namun bagi saya saat ini, Every one needs travelling. Dijamin asyik dan menggairahkan hidup. 

Saya bermimpi akan banyak tempat yang dapat saya kunjungi. Karena dunia ini ibarat sebuah buku dimana setiap lembarnya selalu ada yang menarik dari sekedar traveling.

Memenangkan Impian: Alles Hat Seine Zeit

image

(Sumber foto: Google image)

Kemarin saya berharap negeri Jerman menorehkan sejarah kembali di dunia persepakbolaan mengingat sepak terjang lawannnya, Brazil adalah tuan rumah yang memang banyak melahirkan figur-figur pemain bola. (https://liwunfamily.wordpress.com/2014/07/08/sejarah-jerman-menang-world-cup-semoga/) Tak hanya itu, tim Brazil sudah memenangkan lima kali juara World Cup FIFA sedangkan tim Jerman baru tiga kali, 1954; 1974 dan 1990.

Doa saya terkabul, Tim Jerman tidak hanya menang melawan tim Samba tetapi mencatatkan sejarah bahwa impian melebihi sekedar prediksi. Tim Jerman mampu menunjukkan kekuatan penyerangannya melawan Tim Brazil, yang juga jadi favorit banyak orang. Tim Jerman mampu unjuk gigi, 7:1 wow!!! Saya sudah optimis dengan tim sepakbola favorit saya ini sejak mereka mampu mengalahkan tim Portugal 4:0 di awal.

Der Mensch denkt, Gott lenkt. Manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Jika Tuhan berkehendak, Ia mampu menunjukkan kemenangan melebihi apa yang diperkirakan manusia. Bahkan Thomas M├╝ller pemain favorit saya mengatakan ia tak menyangka kemenangan telak melawan Brazil ini. Pertandingan sepak bola ini cuma persoalan siap menang dan siap kalah.Jadi bisa anda bayangkan bagaimana Brazil lovers dan pendukungnya begitu syok menyaksikan kekalahan ini. Adalah David Luiz, salah satu Pemain Brazil pun tampak sedih dan meneteskan air mata karena kekalahan ini.

Meski belum sepenuhnya Jerman menjadi Pemenang karena belum melewati babak final pada hari minggu nanti waktu Jerman namun baik bagi saya belajar dari karakter mereka yang saya idolakan. Adalah sang pelatih Joachim Loew yang konon dari hasil bacaan mengatakan punya keahlian khusus, tidak hanya melatih skill tetapi juga mental para pemainnya. Super!!!

Apakah hari minggu besok tim Jerman berhasil meraih juara untuk ke-4 kalinya?

Saya saja yang tak paham sepak bola jadi penasaran plus fussballverr├╝ckt juga sekarang. Apalagi sang Kapten Philip Lahm merasa optimis bisa membawa timnya meraih juara dunia kembali. Wah, semoga saja impian mereka terkabul.

Kalau soal impian, saya jadi antusias ingin memaknai kemenangan mereka nanti. Si Jagoan Favorit saya, Thomas M├╝ller pun berkata, “Wir werden alles geben f├╝r diesen Erfolg. Kami akan memberikan segalanya untuk keberhasilan ini.” Jadi semakin yakin bahwa Der Panzer akan menang. Saya jadi belajar bahwa ternyata “Mental Juara” juga diperlukan jika ingin meraih impian.

Semoga setelah dua puluh empat tahun, tim Jerman benar-benar mampu mengalahkan tim Argentina, yang konon punya superstar yakni Lionel Messi. Sama seperti kemarin, saya sempat cemas sewaktu tim Jerman melawan tim Portugal yang juga punya superstar Christiano Ronaldo itu. Namun mental juara mampu mengalahkan tim Portugal, 4:0.

Jika kemarin si “Gajah” peramal Nelly dianggap sukses meramalkan tim Jerman menang melawan tim Brazil, sekarang Nelly pun dimintai bantuannya lagi. Menurut ramalannya, tim Jerman menang melawan Argentina. Wow!!!

Alles hat seine Zeit. Segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu menang. Ada waktu kalah. Namun kini tiba tim Jerman akan menang meraih impian Juara World Cup ke-4 kalinya, sepertinya begitu hihihihi… May Germany wins!!!

Wir werden sehen was die Zeit bringt hihihihi

Sejarah Jerman Menang World Cup, Semoga?

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Hari ini tepat 24 tahun lalu, Jerman memenangkan Piala Dunia. Di Stadion Olimpiade di Roma, Italia pada tanggal 8 Juli 1990 Jerman merebut gelar Piala Dunia untuk ketiga kalinya dalam World Cup FIFA. Jerman berhasil mengalahkan tim tangguh Argentina kala itu.

Melalui kemenangan menjadi Juara Dunia FIFA di Italia ini, Jerman mengukir sejarah ketiga kalinya setelah memenangkan Piala Dunia di tahun 1954 dan 1974. Akankah tahun ini, sejarah terulang kembali bahwa Jerman memenangkan final World Cup FIFA 2014 di Brazil?

Pengetahuan saya tentang sepak bola memang minim namun Jerman yang dijuluki “Der Panzer” menggugah saya mengikuti sepak terjang kesolidan dan kekompakkan mereka menyerang gol-gol lawan. Saya juga termasuk “fussballverr├╝ckt” kini bila nonton sepak bola mengingat impian saya agar Jerman jadi juara dunia kembali.

Ada dua pemain yang membuat saya terpesona pada sosok Pria Jerman yang ada dalam tim ini. Pertama, Manuel Neuer si Penjaga gawang. Pria berusia  28 tahun ini memang layak diandalkan karena kemampuannya yang baik mempertahankan “kejebolan” gawang. Kedua, Thomas M├╝ller yakni pemuda asal Bayern yang punya stamina dan tubuh yang fit. Saya sudah jatuh hati padanya sejak di awal pertandingan Jerman vs Portugal dimana ia berhasil menjebol gawang lawan hingga tiga kali.

Malam ini perhelatan Jerman vs Brazil digelar, akankah Jerman mampu mengalahkan tim Samba yang juga jadi tuan rumah di World Cup 2014 ini? Tanpa Neymar bukan tidak mungkin Brazil juga bisa unjuk gigi. Namanya pertandingan sepak bola tak ada yang bisa secara tepat dan akurat memprediksinya. Meski Gajah “Peramal” mengatakan bahwa Jerman berhasil mengalahkan Brazil, namun itu sekedar ramalan.

Semoga Jerman mampu mencatat sejarah kembali di tanggal bersejarah ini seperti dua puluh empat tahun lalu. Tidak hanya itu. Jika Jerman berhasil menjadi juara dunia World Cup FIFA ke-4 kalinya, maka mitos yang beredar tumbang. Yah namanya mitos, isinya mengatakan bahwa kesebelasan Eropa belum pernah menjadi juara dunia bila World Cup dilaksanakan di Amerika. Kini tinggal Jerman dan Belanda yang dijagokan dari Eropa memasuki babak final.

Mereka “fussballverr├╝ckt” pun kini sedang berharap-harap cemas menantikan kemenangan yang akan menghantarkan Jerman ke babak final.

See, if it is meant to be, it will be. May Germany wins!!!

Mengapa Kesabaran Tak Mudah Dilakukan?

image

(Kutipan bagus dari kalender dinding, “Tuhan selalu berikan yang terbaik untukmu, mungkin bukan yang terbaik yang kamu inginkan tetapi pasti yang terbaik yang kamu butuhkan.” Sumber foto: Dokumen pribadi)

Seperti biasa terjadi, jika ada musibah, kesulitan, persoalan, tragedi atau bahkan kesedihan yang terjadi maka setiap orang yang bersimpati pada kita akan bicara, “Sabar ya…” Kata sabar diucapkan berulang kali dan mungkin tidak hanya oleh satu orang, cuma mau menegaskan bahwa kita harus sabar.

Sebenarnya apa sih “sabar”? Lalu mengapa mereka yang bersimpati dengan kita mengeluarkan mantra andalan, sabar yang seolah-olah kata ini menentramkan hati kita. Saya yakin kata sabar itu bukan hasil tetapi proses, perlu waktu dan tak mudah menjalaninya. Sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa sabar itu belajarnya susah tetapi nilainya pasti baik.

Nah, sabar itu ikhlas yakni merelakan semua berjalan menurut apa adanya tanpa syarat.

Saya yakin banyak pelajaran hidup di dunia ini yang bisa dipetik dari kesabaran. Cuma yang jadi persoalan kita sulit menerima kenyataan berjalan apa adanya, sehingga sabar itu menjadi sulit pula dijalani. Sabar itu menjadi berat untuk kita terima karena kita takut menghadapi perubahan yang muncul.

“Leichter gesagt als getan”, Pepatah Jerman bilang bahwa memang lebih mudah mengatakan ketimbang melakukakan. Jadi Mengapa sabar mudah diucapkan tetapi sulit dijalankan?

1. Karena Sabar itu butuh proses dan waktu. Sejuta orang menasehati anda untuk sabar tetapi itu semua tak akan mempan bagi anda karena anda baru saja putus cinta. Anda butuh waktu yang menjadikan anda sabar lalu menerima itu sebagai kenyataan. Akhirnya “sabar” bekerja pada anda karena jeda yang tertunda menjadikan anda lebih bijak.

2. Karena Cara pandang yang rumit yang membuat sulit bersabar. Lebih mudah menasihati anak kecil untuk sabar menerima kegagalan perlombaan dibandingkan anda yang baru saja gagal memenangkan proyek pekerjaan. Sabar itu tanpa syarat. Titik. Buatlah sesederhana mungkin ketika tragedi menimpa anda sehingga mantra “sabar” bekerja pada anda.

3. Karena Sabar itu tidak enak. Segala sesuatu yang tertunda itu memang tak pernah enak dirasakan. Menunggu. Menunggu. Akhirnya sabar dikatakan lagi sebagai mantra. Siapa yang bilang sabar itu enak?

4. Karena Segala hal yang baik di dunia ini tak mudah dilakukan. Kesabaran berbuah kebaikan. Ada banyak tantangan dan cobaan sebagai ujian untuk menguji kita. Mereka yang sabar dikatakan akan memiliki surga karena mereka berhasil mengalahkan ego diri.

5. Karena Sabar itu “mahal” harganya dan butuh perjuangan. Tidak ada yang bisa diraih dengan mudah tanpa kesabaran. Kesabaran akan mengajari kualitas pribadi meski kuantitas kegagalan dan tragedi kerap banyak menghampiri kita. Kesabaran menguji kekuatan kita untuk bertahan. Mereka yang bertahan adalah pemenangnya.

Bersabarlah karena setiap penantian pasti berujung.

“No matter how bad you wait for this, this too shall pass…Trust me, it works”

PS: Untuk seorang sahabat terbaik yang sabar menanti jawaban, Selamat merayakan hari lahir dan semoga Tuhan bersamamu selalu. Alles Gute und Gesundheit zum geburtstag.