Langkah-langkah Mengkomunikasikan Pesan

Sebagai seorang yang belajar komunikasi dan melakukannya dalam pekerjaan, mengkomunikasikan pesan bukan hal yang mudah. Demikian pula dengan seseorang yang sedang belajar ilmu komunikasi bertanya dalam email langkah-langkah apa yang biasa dilakukan untuk mengkomunikasin pesan?

Berikut respon saya melalui 5 W + 1 H sebagai berikut:

1. What (Pesan apa yang ingin anda sampaikan?)
Pesan seperti apa yang hendak disampaikan menjadi kunci di awal. Apakah pesan yang dimaksud hanya sekedar informative atau pesan lebih persuasive? Tentu anda harus membedakan pesan tersebut. Jika ingin memberikan pesan persuasive maka pesan sarat akan argumen untuk mempengaruhi sasaran penerima pesan. Jika pesan yang hendak disampaikan adalah pesan yang bersifat informative maka anda juga harus menentukan sumber yang mengacu pesan tersebut. Anda juga harus menentukan kunci dari pesan, atau apa pesan utama yang hendak disampaikan kepada penerima pesan baru kemudian anda bisa menjabarkan cabang-cabang (biasa saya sebut begitu) yang menjadi pendukung pesan utama anda.

2. Why (Mengapa begitu penting pesan tersebut disampaikan?)
Apa yang melatarbelakangi pesan yang ingin anda sampaikan sehingga begitu penting untuk disampaikan? Apa tingkat urgensinya sehingga begitu disampaikan? Karena angka kematian ibu dan anak yang meningkat misalnya. Karena data statistik menunjukkan bahwa jumlah kasus HIV & AIDS meningkat dari tahun ke tahun. Apa pun itu gunakan sumber dan rekomendasi yang tepat sehingga pesan nanti dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.

3. Who (Siapa saja target/sasaran pesan anda)
Mengapa sasaran pesan begitu penting? Karena disini letak kepandaian anda mengkomunikasikannya agar tepat sasaran. Anda tak mungkin menggunakan bahasa baku ketika berbicara dengan anak muda. Anda bisa menggunakan bahasa lokal bilamana dipandang perlu agar pesan ini bisa diterima secara baik dengan masyarakat setempat. Intinya mengenali sasaran target penerima pesan bertujuan untuk membantu anda merumuskan pesan agar mudah diterima melalui bahasa dan keterbacaan pesan (istilah yang mudah mengerti, jargon atau bahasa slang). Karakteristik sasaran pesan juga membantu anda mengenali pesan apa yang tepat dan cocok untuk disampaikan. Karakteristik pesan bisa menyangkut budaya, bahasa, pekerjaan, pendidikan, usia, dsb.

4. Where (Dimana anda akan menempatkan pesan tersebut)
Apakah pesan anda akan ditempatkan secara terbuka layaknya poster atau banner? Atau pesan anda akan disampaikan sebagai public service announcement di radio dan televise, misalnya. Yang pasti, anda tentu harus membedakan pesan yang akan disampaikan agar tepat sasaran. Anda tidak mungkin menggunakan banyak kalimat untuk poster atau banner. Apakah cukup 5-10 detik mampu mengkomunikasikan pesan lewat gambar di poster atau banner, misalnya? Atau bagaimana mengkomunikasikan pesan dalam waktu 3 menit untuk PSA di radio misalnya. Kalimat-kalimat apa saja yang tepat.

5. When (Kapan waktu yang tepat untuk menyampaikan pesan)
Waktu untuk menentukan kapan saat terbaik untuk menyampaikan pesan ini agar mendapatkan political impact, misalnya. Waktu bisa menjadi hal penting bila ada informasi yang ingin diperjuangkan agar mempengaruhi opini publik. Misalnya, di publik berdasarkan media monitoring berkembang rumor yang tidak benar tentang program A atau isu A. Pesan atau informasi perlu segera (urgent dan importance) untuk meluruskan informasi yang salah.

6. How (Bagaimana anda menyampaikan pesan)
Hal ini bisa menyangkut format untuk menentukan cara yang tepat agar mendapatkan dampak yang besar bagi penerima pesan. Apakah cukup format printed materials seperti brosur dan leaflet sementara tingkat literasi di masyarakat tersebut rendah? Apakah media seperti film singkat mampu mewakili pesan yang ingin disampaikan?

Semuanya mudah bila terlebih dulu kita melakukan identifikasi masalah dan analisa situasi sehingga pesan yang akan disampaikan tepat sasaran.
Setelahnya lakukan monitoring dan feedback untuk mengetahui sejauhmana pesan yang sudah beredar atau dilakukan dapat diterima (tepat sasaran). Monitoring dan evaluasi diperlukan untuk mengetahui dampak dari pelaksanaan program komunikasi tersebut.

3 Resep Kebahagiaan

love2 copy

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Setiap orang ingin bahagia, meski makna kebahagiaan itu berbeda-beda bagi setiap orang. Banyak buku bercerita tentang cara memperoleh kebahagiaan dalam hidup. Banyak orang sukses juga menggambarkan arti kebahagiaan bagi mereka sendiri. Banyak teknologi diciptakan juga untuk menggapai kebahagiaan. Tetapi apakah anda sudah bahagia?

Kebahagiaan itu relative. Jika bahagia menurut Nelayan adalah berhasil memperoleh tangkapan ikan, kemudian menjualnya dan mendapatkan uang itu untuk membayar sekolah anak dan menafkahi keluarga. Tentu kebahagiaan ini berbeda maknanya bagi Petani. Lalu anda bisa katakan, karena saya membedakan kebahagiaan itu berdasarkan profesi pekerjaan. Oke, kini saya kembali ke hal lain. Jika kebahagiaan menurut Nelayan adalah demikian, maka bahagia menurut anak nelayan tentu berbeda lagi, meski hidup dalam situasi yang sama dekat laut, misalnya.

Bahagia tidak ditentukan oleh profesi, wilayah tinggal, usia, kekayaan, pendidikan, cara pandang, status sosial, dsb. Kebahagiaan tidak ditentukan dari apa yang sudah anda lakukan, apa yang anda pikirkan, atau apa yang anda miliki tetapi kebahagiaan adalah apa yang anda rasakan.

1. Bersyukur
Tak pernah puas dan selalu ingin lebih adalah perasaan natural yang dialami oleh setiap orang. Saya akan bahagia bila lulus kuliah. Setelah lulus, saya akan bahagia bila bekerja. Setelah bekerja, saya akan bahagia bila menikah. Setelah menikah, saya akan bahagia bila punya anak. Setelah punya anak, saya akan bahagia bila punya rumah pribadi. Setelah punya rumah, saya akan bahagia bila punya mobil. Begitu seterusnya. Karena tidak pernah puas terhadap apa yang anda pikirkan dan anda miliki, kebahagiaan itu menjadi sulit dicapai. Bersyukur adalah ekpresi kepuasan terhadap apa yang anda rasakan. Bila anda bersyukur, anda tak perlu susah payah menentukan tolok ukur kebahagiaan. Bersyukur bukan terhadap apa yang anda miliki tetapi apa yang anda rasakan. Kebahagiaan terletak di hati. Bila dipikirkan, kita tidak pernah merasa dipuaskan. Bila terus dilakukan, kita akan lelah memenuhinya. Bersyukur adalah rasa atas pengalaman hidup yang kita alami. Bersyukur bahwa anda mendapatkan pekerjaan dibandingkan jutaan orang yang menganggur di luar sana. Bersyukur bahwa anda mendapatkan makanan dibandingkan jutaan orang yang kekurangan makanan dan kelaparan. Bersyukur bahwa anda sehat dan bernapas baik dibandingkan jutaan orang yang saat ini sedang menghadapi saat terminal karena sakit kritis atau koma. Bila anda tahu bagaimana cara bersyukur maka anda akan tahu apa itu bahagia sesungguhnya.

2. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain
Seorang teman komplen karena setiap saat harus membaca status atau gambar postingan dari kawan dalam list media sosialnya. Saya tanya balik, mengapa anda harus merasa repot untuk membaca atau melihatnya? Mengapa anda merasa tidak bahagia melihat postingan orang lain? Karena kita begitu sibuk membandingkan diri kita dengan orang lain dalam media sosial itu. Anda saja tidak suka bila Bos membandingkan kinerja anda dengan rekan kerja. Saya pun tidak suka bila orangtua membandingkan saya dengan anak lain atau saudara saya yang lain. Jadi berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Anda tidak akan pernah puas, tidak pernah merasa bahagia karena sibuk membandingkan apa yang anda miliki dengan orang lain. Apa yang anda lihat dari orang lain dalam media sosial belum tentu seratus persen betul seperti yang anda bayangkan.

3. Siap berbagi
Ada pepatah kuno mengatakan, bahwa anda menciptakan kehidupan bila anda mampu berbagi bersama orang lain. Bagikanlah apa yang anda miliki, bila anda tahu tidak memerlukannya lagi atau anda merasa berkelebihan. Toh, hal itu tidak akan membuat anda miskin. Bahkan mereka yang mampu berbagi dari kekurangannya, ternyata lebih berbahagia dibandingkan mereka yang hanya menerima saja. Bagikanlah pengetahuan atau ketrampilan yang anda miliki, bila anda yakin mampu. Bagikanlah perasaan anda kepada pasangan, sahabat, orangtua atau mereka yang anda percayai ketimbang anda memendamnya dalam hati. Mereka yang depresi adalah mereka yang tak mampu membagikan apa yang mereka hadapi dengan orang lain. Berbagi sesungguhnya adalah hakikat manusia sebagai makhluk sosial, dimana manusia membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Mereka yang mampu berbagi akan menerima. Mereka yang tak pernah berbagi, tidak akan pernah tahu bagaimana mendapatkannya kembali apa yang mereka inginkan.

Perkaya hidup ini dengan pengalaman bukan dengan kekayaan. Bila anda mampu melihat keindahan setiap hari, anda tidak akan pernah merasa kesusahan.

Resep Masakan: Kartoffelsalat

Di banyak negara ada berbagai ragam penyajian salad kentang. Salah satunya Jerman yang menyebut salad kentang dengan “Kartoffelsalat”. Pertama kali saya datang ke Jerman, saya makan ini bersama ayam panggang. Rasanya mantap.

20171017_160318
Kartoffelsalat dengan Schnitzel.

 

20141122_205406(1)
(Biasanya Karttofelsalat disajikan bersama sosis Jerman. Tambahkan bubuk cabe dan lada sesuai selera. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

Di Jerman Selatan ini biasa terkenal dengan karttofelsalat yang asli tanpa campuran sayur seperti ketimun dsbg. Sedangkan karttofelsalat dari Jerman Utara itu mirip dengan selera orang Amerika, dicampur mayoinase. Oh ya Kartoffelsalat cocok disajikan untuk segala musim, apalagi menjelang natal. Biasa disajikan selagi dingin lalu disimpan dalam kulkas untuk dimakan besoknya atau lusa. Karttofelsalat juga disajikan pada saat natal bersama sajian sosis jerman.

Berikut bahan dan cara memasaknya:

Bahan:
1. Kentang
2. Bawang merah
3. Cuka
4. Gula
5. Garam
6. Lada
7. Minyak sayur
8. Daun piterseli
9. Kaldu

Cara:
1. Rebus kentang dalam air panas kurang lebih 40 menit dalam api kecil.

2. Cincang bawang merah secara halus.

3. Siapkan secara terpisah dalam mangkuk air matang secukupnya 250 ml, garam, minyak sayur satu sendok makan, gula dan cuka. Lalu aduk secara merata.

4. Setelah kentang matang, kupas dan potong-potong sesuai selera.

5. Campur kentang dengan air yang sudah diberi kaldu dan campuran bumbu (nomor 3), bawang merah lalu aduk secara merata dalam wadah. Tambahkan daun piterseli yang sudah dicincang dan lada secukupnya.

6. Baik bila dimakan 1-2 jam setelahnya.

Saran:

  1. Untuk memudahkan sebaiknya kentang dikupas setelah matang. Sebelum dimasukkan ke air, kentang dibersihkan terlebih dulu.
  2. Bisa juga disajikan dengan lauk lain atau telur sesuai selera.
  3. Enak juga dimakan saat dingin. Silahkan disimpan di kulkas setelah matang agar bisa dimakan lagi esoknya.

Mudah bukan? Selamat mencoba

Meramal Lewat Secangkir Kopi

 

wpid-img_20150930_213333.jpg
Dokumen pribadi.

 

 

Rupanya tak puas sekedar minum kopi saja, kali ini teman baik saya ini mengajak minum kopi lagi. Aduh, rasanya tak puas abang satu ini berbicara soal kehidupan dengan saya. Dia ingin ajak saya untuk pergi minum kopi. “Baiklah Bang, kita ketemu di kedai kopi biasa” tuturku menjawab ajakannya lewat telpon.

“Kita bertemu sore ya, An. Kaffetrinke. Ada yang mau aku tunjukkan padamu. Aku yakin kamu suka” sahutnya dengan gembira setelah aku merespon undangan minum kopi sore hari.

Meski saya bukan penikmat kopi, tetapi saya menikmati kebersamaan bersama teman saya yang hobi minum kopi ini. Pantas saja, kedai kopi selalu dipenuhi orang-orang yang berbincang soal kehidupan, pekerjaan, politik, ekonomi dan macam-macam lainnya. Memang bukan soal rasa kopi tetapi rasa obrolan yang ditawarkan lebih dari secangkir kopi.

Rupanya saya datang terlambat karena saya salah turun di stasiun terdekat. Saya berjalan kaki cukup jauh menuju kedai kopi itu. Terlihat abang sudah duduk bersama pria tua di pojok kedai kopi dengan satu bangku kosong di hadapan mereka. Sepertinya mereka sengaja menyediakan bangku itu untukku. Tetapi siapa pria di sebelah abang itu, batinku dalam hati.

“Maaf, saya datang terlambat. Saya salah turun stasiun. Tahu sendiri ‘kan di Jerman, semua serba tertib. Lagipula salju turun lumayan lebat juga, membuat saya kesulitan jalan ke sini. Hallo Bang, apa kabar?” sapaku sambil beralasan soal keterlambatan kereta.

“Baik An. Perkenalkan ini teman Abang. Dia orang Indonesia juga. Sudah lama tinggal di Jerman juga. Dia mampir ke sini karena lagi ada tugas di kota ini.”

Saya pun menyapa “hallo” sambil menjabat tangannya.

“Saya biasa dipanggil Zimmermann. Panggil saja begitu, Anna” sahut Zimmerman. Teman-teman Zimmermann menyebutnya begitu karena Zimmer dalam bahasa Jerman berarti kamar. Zimmerman suka sekali menyendiri di kamarnya. Ada pula alasan disebut Zimmermann karena ia bekerja di perusahaan kayu. Ah, entahlah.

“Aku sudah memilihkan pesanan kopi untukmu juga seperti biasa. Zimmermann ini punya keahlian khusus. Aku yakin kamu pasti suka, An” sahut abang memperkenalkan Zimmermann padaku.

Zimmermann adalah pria paruh baya dengan usia yang tak jauh dari abang. Ia sudah lama tinggal di Jerman dan bekerja di perusahaan kayu. Entah bagaimana abang berkenalan dengan Zimmermann tetapi mereka cukup akrab. Mereka beberapa kali bercerita tentang kawan-kawan mereka, kadang Zimmermann kenal dengan nama yang disebut abang, kadang pula Zimmermann tidak mengenal nama yang disebut.

Keahlian yang disebut abang adalah keahlian meramal masa depan dengan hanya meminum kopi. Menarik kan? Pantas abang ajak aku bertemu dengan Zimmerman. Abang tahu bahwa kadang aku selalu ingin tahu soal masa depan, tak sabar menanti waktu tiba. Namun meramal hanya lewat kopi, itu yang membuatku bertahan di kedai kopi itu hingga berlama-lama menemani teman baikku ini.

“Anna, jangan paksa Zimmermann dengan pertanyaan-pertanyaan sintingmu soal masa depan. Meramal itu natural. Jika meramal itu dipaksa namanya dukun. Zimmermann bukan dukun. Ia hanya mencoba mendapatkan inspirasi soal cara minum kopi.”

“Baiklah, Bang. Aku hanya terkesan dengan keahlian Zimmermann. Aku tak terlalu tertarik soal ramalan, tetapi bagaimana secangkir kopi dapat meramal masa depan, itu membuatku menarik.”

Aku meminum kopi sampai habis sambil mendengarkan obrolan mereka berdua soal berbagai topik. Kadang ada hal lucu, kami tertawa. Kadang ada hal yang tak saya mengerti, saya pun diam saja. Saya sedang menunggu sampai insting Zimmermann datang untuk membuat ramalan tentang saya.

“Dengar Anna! Saya melihat kamu sebagai pejuang impian. Kamu orang yang tidak mudah menyerah dengan keadaan. Kamu akan mendapatkan impianmu, tetapi…” secara tiba-tiba Zimmermann berbicara kepada saya tentang diri saya tanpa saya memintanya. Ia hanya menebak dari cara saya menikmati kopi dan ampas kopi yang saya minum. Ampas kopi itu dituangnya di piring kecil alas cangkir. Bagi saya, ampas kopi itu hanyalah ampas. Bagi Zimmermann, ampas kopi itu bisa memberikan arti tersendiri.

Sore itu secara mengejutkan saya bertemu dengan Zimmermann yang mampu menggambarkan saya dan impian saya, meski tidak spesifik. Saya tidak mengenalnya tetapi saya seperti larut dengan imajinasinya. Saya tertarik dengan celotehannya.

“Teruslah berjuang untuk mimpimu, Anna”  kata Zimmermann sekali lagi menutup visualisasinya tentang saya.

“Sebagian ada yang benar, sebagian ada yang tidak. Saya berterimakasih sudah dibantu, Zimmermann. Saya memang sedang memperjuangkan impian saya. Hanya saja bahwa memperjuangkan impian itu tak mudah. Mustahil.”

“Anna, orangtua saya bilang tidak ada mimpi yang terlalu besar. Tidak ada pula pemimpi yang terlalu kecil. Jadi tetaplah berjuang.”

“Abang tahu kau rajin berdoa. Teruslah berdoa karena itulah kekuatanmu” sahut abang menambahkan.

Secangkir kopi di sore hari memberikan arti dan kehangatan kala salju turun di luar kedai kopi. Setangkup harapan diperdengarkan kembali dari Zimmermann dan teman baikku ini, bahwa segalanya itu mungkin bagi mereka yang percaya dan terus berjuang.

Usai dari kedai kopi, abang mengantarku pulang dengan mobilnya. Kami meninggalkan Zimmermann di stasiun terdekat menuju hauptbahnhof  München setelahnya ia kembali ke kotanya.

“Anna anggaplah kamu adalah kapal yang kokoh. Meski terbuat dari kayu, pikirkanlah bahwa kapalmu tetap bisa berlayar meski badai, topan dan angin menerjang. Ingatlah bahwa kamu bisa berlayar menuju pantai harapan yang menjadi impianmu! Jangan takut! Tetaplah berdoa. Kembangkan layarmu dan teruslah pergi sampai kemana angin membawamu. Aku yakin, kapalmu tak pernah tenggelam karena Tuhan besertamu. Berlayarlah menuju pantai impianmu. Kadang maju kadang mundur, tetapi jangan pernah biarkan kapalmu terhenti.”

Tips Mengamankan Paspor (Agar Paspor Tidak Hilang)

(Jangan terlalu asyik liburan hingga melupakan paspor anda. Pastikan paspor aman pada anda. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Mungkin anda masih ingat kejadian ada paspor ganda di penerbangan pesawat MH 317, dimana ada seseorang menyalahgunakan paspor tersebut dan mengaku sebagai penumpang. Setelah diselidiki ternyata pengguna passport sah tidak berada di dalam pesawat tersebut. Usut punya usut Si Pengguna Paspor sah pernah kehilangan paspor saat berlibur ke Asia.

Acap kali saat berwisata saya pun mewanti-wanti soal paspor agar tetap tersimpan aman. Apalagi beberapa kali mendapati rekan-rekan sesama traveller mengalami kehilangan paspor. Nah untuk mengantisipasi kehilangan paspor berikut tipsnya:

1. Bila berpergian, buatlah kopi paspor sehingga bila mereka meminta penunjukkan ID Card, anda bisa tunjukkan kopi paspor, kecuali mereka meminta paspor asli.

2. Sebaiknya simpan juga softcopy paspor (scanned document) dalam bentuk email sehingga memudahkan anda untuk melacaknya bila terjadi sesuatu.

3. Simpanlah paspor asli di tempat aman, tak melulu harus di bawa saat keluar hotel, anda bisa simpan di deposit box hotel jika ada. Tetapi jangan pula diletakkan di sembarang tempat di hotel bila anda merasa hotel atau tempat anda menginap tak aman. Anda bisa membawa kopi paspor sebagai identitas pribadi anda saat keluar.

4. Jangan pernah menjaminkan paspor anda saat anda menyewa kendaraan. Di beberapa Negara saat menyewa kendaraan meminta anda meninggalkan paspor sebagai jaminan penyewaan. Anda bisa katakan alamat hotel/tempat anda menginap sebagai jaminan dan tunjukkan kembali kopi paspor anda. Ada pula melakukan deposit dalam bentuk sejumlah uang, dibandingkan menjaminkan paspor anda.

5. Bila kedapatan anda melanggar lalu lintas dan Polisi melakukan tilang atas pelanggaran anda, sebaiknya anda tidak menjaminkan paspor anda. Pengalaman rekan seperjalanan saat paspor mereka ditahan karena melanggar lalu lintas, si petugas ini sulit untuk mengembalikan paspor ini dan berdalih akan mengembalikan dengan embel-embel tertentu. Sebaiknya anda cukup waspada soal ini. Anda bisa katakan bahwa dokumen anda tertinggal di hotel dan silahkan membayar denda yang jadi kewajiban anda.

6. Jika anda hendak berpergian ke tempat-tempat hiburan di malam hari, sebaiknya anda juga waspada dengan tidak membawa paspor asli. Pengalaman rekan lain, ia kehilangan paspor asli saat bersama dengan beberapa teman wanita yang baru dikenalnya di hiburan malam. Bisa jadi ia mabuk dan tidak sadar saat berada di tempat hiburan tersebut.

Semoga tips di atas membantu 

Belajar dari Kesalahan

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Ini masih soal kesalahan, terkadang lebih mudah buat kita mengenang kesalahan dibandingkan keberhasilan atau keindahan yang pernah terjadi dalam hidup kita. Ternyata itu normal dan wajar. Contohnya adalah gaun batik yang baru saja saya beli. Ceritanya saya dan suami memiliki baju batik yang kami beli dan persiapkan secara seragam, batik couple. Yah, jika memakai baju batik bersama, rasanya indah menurut kami berdua.

Lalu kami berdua memakai baju batik perdana, artinya pertama kali kami mengenakan baju baru itu. Modelnya apik dan susah payah kami mencarinya supaya terlihat “kompak”. Pada momen special itu, saya melakukan kesalahan sehingga gaun batik itu robek di belahan belakang. Antara sedih bercampur bingung karena baru pertama kali saya mengenakan gaun itu, ternyata sudah robek. Mau dibuang sayang, tidak rela karena baru pertama kali mengenakannya. Saya pun menjahit robekan belakang gaun tersebut dengan keahlian menjahit saya. Hey, saya kan punya ketrampilan menjahit dulu dengan nilai A minus, sebaiknya saya manfaatkan untuk memperbaiki gaun batik tersebut.

Ternyata setelah dijahit kembali, saya berniat untuk mengenakan kembali pada kesempatan lain dengan suami. Saya pun mengenakan gaun batik itu. Tak disangka teman-teman yang hadir dalam acara itu mengagumi gaun yang saya pakai. Mereka bertanya soal model, merek dan tempat saya membeli. Mereka rupanya tidak melihat jahitan tempat robeknya gaun tersebut. Gaun itu tetap terlihat indah, meski ada robekan jahitan belakang. Tidak ada yang tahu. Mereka mengagumi gaun saya, meski di awal saya memikirkan robekan jahitan belakang.

Setiap orang pernah melakukan kesalahan dalam hidup. Bukan berarti setiap “kesalahan” langsung dibuang, karena tidak mudah buat kita merelakannya. Kita bisa perbaiki dengan segala keahlian yang kita miliki. Terkadang kita begitu fokus pada kesalahan dan melupakan keindahan secara keseluruhan. Toh orang lain pun bisa jadi tak mengetahui kesalahan yang sudah pernah anda buat. Kebanyakan mereka melihat keberhasilan dan keindahan dari orang lain, sementara diri kita pribadi lebih suka mempersoalkan kesalahan yang pernah terjadi dalam hidup kita.

Sebagai gambaran, anda pasti mengenal Menara Miring Pisa di Italia. Konon menara yang dibangun tahun 1174 tersebut mengalami kesalahan desain, saat membangun menara setinggi 56 meter tersebut, pondasi hanya sedalam 3 meter. Jadi bisa dibayangkan bahwa proyek pembangunannya pun sempat dihentikan sesaat dan dilanjutkan kembali dengan pertimbangan tanah di sekitar menara sudah mulai bergeser. Tak ada yang pernah memikirkan bahwa telah terjadi kesalahan saat pembangunannya, namun yang ada menara ini begitu mengagumkan bagi banyak orang hingga sekarang.

Setiap orang tak luput dari kesalahan di masa lalunya. Lebih baik kita pernah berbuat kesalahan dan tidak memikirkannya lagi dibandingkan kita tak pernah berani berbuat dan berpikir takut salah.

Satu pelajaran berharga dari setiap orang sukses yang saya pelajari bahwa kesuksesan yang mereka raih berasal dari kepingan-kepingan kesalahan yang pernah mereka buat dan dirajut kembali sehingga menjadi keberhasilan.

Belajar dari Si “Orientirungsloss”

Apa anda pernah tersesat? Apa anda pernah pergi ke tempat yang tidak semestinya? Apa anda tidak pernah membuat kesalahan dalam hidup?

ekspresi orang baduy 3

(Seorang Porter dari Suku Baduy sedang berjalan menyusuri jalan menuju kampung Baduy Dalam. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Eits, tunggu dulu. Saya yakin tidak ada orang di dunia ini yang sempurna, tanpa kesalahan, termasuk menemukan jalan jika berada di kota yang baru atau suatu tempat. Suami saya menjuluki saya “Orientirungsloss” dalam bahasa Jerman yang jika diterjemahkan dalam bahasa bebasnya seperti bingung dan suka kesasar. Memang beberapa kali traveling ke kota baru seperti di Jerman saja, saya kesasar. Lalu, beberapa kali travelling bersama dengan suami, kami beberapa kali mendapati kejadian konyol tersesat karena suami saya nurut saja jalan dengan saya.

Tapi sewaktu-waktu, saat kami berdua menyewa kendaraan di suatu kota saat wisata. Saya yang menjadi penunjuk jalan, saya memberikan instruksi yang salah hingga kami tersesat menuju hotel tempat kami menginap. Suami saya juga menggantungkan petunjuknya sama saya, jadi jika salah yah sudah. Setelah dipikir-pikir, usai tersesat itu kami menemukan jalan baru menuju lokasi lain yang lebih dekat. Saya juga jadi paham mengapa kita tersesat di hari pertama atau saat terasa baru menjejakkan kaki di kota itu. Bahwa berikutnya jalur itu akan membantu dan memudahkan kami selanjutnya. Jadi kesalahan yang tidak semestinya, wajar terjadi karena membantu kita menemukan yang benar.

Dalam perjalanan hidup, kadang jalan yang kita tempuh tidak seperti yang kita impikan. Bisa jadi anda berpikir, bahwa anda tersesat dalam perjalanan anda. Bisa jadi anda berpikir jalan hidup anda salah atau buntu. Lalu, apakah putus asa adalah semestinya yang kita lakukan? Anda bisa bayangkan saat sudah larut malam dengan menenteng kopor yang berat, kami tersesat. Jika putus asa, tentu kami tidak menemukan solusi dari rasa lelah. Jadi hadapi terus jalan yang sedang dihadapi. Anda bisa bertanya dan meminta petunjuk agar anda tahu kemana anda harus berjalan dalam menggapai tujuan anda. Saya bisa memahami bagaimana kita sudah terbebani dalam hidup dan mesti mencari solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi, tetapi jangan pernah berhenti bertanya, mencari dan berjalan. Hidup itu seperti ombak di laut, kadang bisa maju kadang bisa mundur namun tidak pernah diam di tempat.

xx

(Hidup itu seperti ombak, kadang maju kadang mundur namun tak pernah diam di tempat. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Anda pasti kenal tokoh dunia seperti Colombus yang menemukan benua Amerika. Kini siapa pun ingin bisa pergi ke sana. Tapi tahukah anda, konon Colombus melakukan “kesalahan” yang besar saat ia berusaha mencari jalur menuju India? Dengan kesalahannya, Ia berhasil menemukan benua Amerika. Berkat kesalahannya, banyak orang mengikuti jalurnya dan menemukan hidup yang baru di Amerika.

Saya akhirnya belajar dari “Orientirungsloss”, bahwa saat menapaki jalan, jangan pernah takut berbuat salah. Kesalahan akan membantu untuk menemukan yang benar dan memudahkan saya untuk mencapai tujuan. Kesalahan juga yang membantu saya untuk mempelajari kembali yang sudah terjadi untuk menemukan tujuan, kemana arah yang dikehendaki.

Jika anda merasa tersesat dalam perjalanan hidup, segera bertanya kepada orang sekitar, meminta petunjuk kepada Tuhan dan tetap optimis untuk tidak meratapi apa yang sudah terjadi. Segera temukan tujuan arah yang dikehendaki, dan tidak menganggap jalur yang sudah adan tempuh itu sebagai kesalahan. Ingat cerita Colombus atau cerita saya yang beberapa kali tersesat saat traveling, bahwa tidak ada yang salah dalam jalan yang sedang anda tempuh, anda hanya mencoba belajar menemukan jalur baru agar kemudian membantu anda di kemudian hari.

Komunikasi antar Suami Isteri

a life

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Suatu waktu ada seorang teman baik cerita tentang masalah perkawinannya ke saya. Dia baru saja menikah dengan seorang pria baik-baik yang juga saya kenal baik. Kini mereka berdua sedang menantikan anak keduanya. Namun di tengah penantian anak kedua mereka, sang Isteri datang bercerita pada saya bahwa ia sedang bermasalah dengan suaminya. Ia bertutur bahwa hampir tiap malam selama sebulan mereka bertengkar untuk sesuatu yang tidak mereka pahami satu sama lain. Lalu, saya pun jadi bingung mendengarnya.

Sebenarnya, saya tidak ingin menanggapi persoalan pribadi mereka yang saya kenal baik, entah suami dan isteri. Ketika saya berusaha meninggalkan curahan hati isteri, ia pun menarik tangan saya dan meminta saya untuk mendengarkannya. Alasannya satu karena saya dianggapnya ahli komunikasi. Jadi persoalannya adalah komunikasi suami dan isteri. Saya pun menanggapinya, meski komunikasi adalah pekerjaan saya namun prakteknya komunikasi suami isteri tidak seperti dalam pekerjaan.

“Hello Mbak, gimana saya dengan suami yang berasal dari dua negara dengan bahasa yang berbeda satu sama lain. Kami berdua kadang-kadang juga mengalami kebuntuan komunikasi karena perbedaan bahasa dan budaya yang jadi melatarbelakangi. Hanya satu yang membuat kami terus bersama adalah saling mengerti satu sama lain.”

Apa ada ilmu komunikasi antar suami isteri?

Intinya dalam komunikasi antar suami isteri adalah

1. Saling memahami satu sama lain
Meski bahasa Inggris bukanlah bahasa ibu buat kami berdua, saya dan suami. Intinya memang cuma bahasa Inggris yang bisa menjadi bahasa pengantar satu sama lain. Apakah suami dan saya jago berbahasa Inggris? Jawabnya tentu tidak. Kami kerap mengalami mis komunikasi karena tidak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan. Ternyata komunikasi tidak harus berbahasa yang sama, sepanjang kita bisa memahami apa yang disampaikan oleh pasangan, sepatutnya komunikasi sudah terjadi. Komunikasi adalah target memahami pesan yang kita sampaikan. Jadi bersyukurlah jika anda dan pasangan berasal dari bahasa Ibu yang sama. Minimalisir segala perdebatan dan diskusi hanya soal komunikasi. Sebenarnya komunikasi apa yang anda maksud hingga bermasalah? Tak selamanya komunikasi itu selalu berawal dari suara mulut dan telinga untuk mendegarkan. Gunakan hati anda juga untuk memahami. Upayakan semua panca indera anda bekerja, agar pesan tidak hanya harus diterima tetapi juga dipahami.

2. Saling memaafkan dan mengampuni satu sama lain
Tak melulu komunikasi itu lancar seperti jalan tol. Bisa jadi komunikasi macet. Bisa jadi komunikasi menimbulkan masalah dan konflik. Komunikasi antar suami isteri adalah komunikasi untuk bisa saling memaafkan dan mengampuni satu sama lain. Maafkan suami, jika ia lupa tanggal ulang tahun anda. Gunakan isyarat komunikasi bahwa hari itu adalah hari ulang tahun anda. Ampuni isteri, jika ia lupa membuatkan sarapan dan kopi pagi sebelum berangkat ke kantor. Beri sinyal lewat sms, “Kayaknya ada yang lupa buatkan sarapan pagi deh ”. Upayakan komunikasi bukan hanya sebagai alat menyerang pasangan, tetapi juga komunikasi menjadi sarana untuk mendamaikan, memaafkan dan mengampuni pasangan.

3. Saling mendengarkan satu sama lain
Jika anda sudah mengetahui kodrat suka berbicara alias cerewet, maka komunikasi juga menjadi penting untuk saling mendengarkan satu sama lain. Beri kesempatan pasangan untuk mengutarakan pendapatnya bila selama ini kita terlalu mendominasi pembicaraan. Mendengarkan penuh perhatian artinya kita melibatkan diri dalam percakapannya. Mendengarkan aktif berarti kita merespon hal-hal yang disampaikan. Konon hal terindah dalam komunikasi suami isteri adalah saat keduanya bisa saling mendengarkan satu sama lain.

4. Saling berbagi satu sama lain
Komunikasi suami isteri artinya bila kita bisa berbagi satu sama lain tentang pengalaman keseharian. Hanya pasangan kita, tempat untuk kita berbagi keluh kesah setiap hari. Bagikanlah segala pengalaman menyenangkan dan menyedihkan lewat berbagai komunikasi kepada pasangan. Meski kisah yang anda alami adalah hal yang sepele, tetapi kisah yang anda bagikan menjadi luar biasa karena berbagi cerita adalah bentuk eksistensi relasi suami isteri. Berbagi cerita akan menularkan virus kepada pasangan untuk juga melakukan hal yang sama seperti anda.

5. Saling membantu satu sama lain
Komunikasi juga meliputi saling membantu sama lain, artinya bantu pasangan untuk bisa mengkomunikasikan pengalaman, perasaan dan pendapatnya. Komunikasi lisan menjadi sulit dilakukan, gunakan berbagai saluran komunikasi agar komunikasi bisa berjalan. Saya pernah merasakan pedihnya hubungan jarak jauh (long distance relationship), tetapi komunikasi membantu kami memahami apa yang sedang terjadi di sana dan di sini. Saat komunikasi terjadi, seolah-olah tak ada jarak yang membentang di antara kami. Jadi gunakan komunikasi untuk saling membantu sama lain dengan pasangan, agar tetap terhubung.

7 Tips Berhemat Liburan ke Bali

Bali masih dikenal sebagai tujuan pariwisata terkenal baik dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa kali berkunjung untuk tujan wisata dan dinas ke Pulau Dewata ini, saya jadi tertarik untuk bercerita liburan yang hemat.

sunset kuta (Sumber foto: Dokumen pribadi)

Berikut tips dari saya:

1. Datanglah saat bukan masa liburan
Sebagai warga Indonesia, anda sudah pasti tahu saat masa liburan tiba seperti hari raya lebaran, natal, tahun baru dan liburan anak sekolah. Jika anda ingin benar-benar berhemat, silahkan datang saat bukan masa liburan. Selain anda bisa menikmati liburan yang tidak padat, anda juga bisa membayar transportasi dan akomodasi yang terjangkau. Di masa “peak season”, anda akan menjumpai kepadatan turis dan biaya-biaya yang relative mahal karena kondisi liburan.

2. Siapkan akomodasi sebelum berangkat
Jika anda selama ini terbiasa untuk melakukan reservasi hotel “on the spot” di tempat lain, sebaiknya jangan lakukan jika anda ingin berhemat. Silahkan lakukan pesan hotel sebelum berangkat melalui situs-situs traveling yang kadang menawarkan promosi dan potongan harga. Anda juga bisa memilih lokasi tinggal yang tak jauh dari lokasi wisata yang ditawarkan situs travelling, sehingga anda tidak perlu membayar lebih untuk transportasi lagi.

3. Siapkan segala perlengkapan sebelum berangkat
Namanya lokasi wisata sepopuler Bali, tentu anda akan tahu bahwa untuk mendapatkan barang-barang seperti perlengkapan mandi dan obat-obatan, misalnya maka harga akan lebih mahal dibandingkan tempat tinggal anda. Jadi sebaiknya anda sudah siapkan segala yang anda perlukan dan hindari untuk membeli keperluan pribadi di lokasi wisata. Tanyakan kepada staf hotel seperti fasilitas yang tersedia, sarapan, jarak menuju pantai, dsb. Jika anda tinggal di hotel yang murah, tidak serta merta semua fasilitas tersedia untuk anda, misalnya sarapan pagi. Anda bisa menggantinya dengan membawa roti dan minuman sebagai pengganti.

4. Sewa kendaraan
Jika anda memiliki keahlian menyetir kendaraan bermotor dan memiliki dokumen lengkap seperti SIM, silahkan sewa mobil dan motor yang tersebar di lokasi wisata atau di dekat hotel tempat anda menginap. Hal ini dilakukan untuk menghemat pengeluaran membayar taksi atau ojek. Jika anda datang bersama keluarga atau kelompok teman, anda bisa menghemat dengan menyewa mobil bersama. Anda yang datang bersama pasangan, juga bisa menyewa motor dengan membayar tariff motor sebesar lima puluh ribu rupiah berikut 2 liter bensin sehingga anda puas berkeliling. Sedangkan untuk tariff mobil berbeda-beda tergantung jenis mobil yang ingin anda sewa dan lama anda menyewa. Perhatikan rambu-rambu lalu lintas, tertib berkendaraan dan pahami rute jalan yang kadang hanya satu arah. Siapkan itinerary dan lokasi wisata yang akan anda kunjungi. Sewa kendaraan terhitung 24 jam, jadi jika anda menyewa jam 12 siang maka anda mengembalikannya pada jam 12 siang esok hari. Anda juga sudah bisa minta serah terima kunci sejak tiba di bandara, bila anda ingin langsung menggunakan kendaraan.

5. Tawarlah harga saat membeli barang/sovenir atau datanglah ke pusat sovenir
Sebaiknya anda sudah memikirkan sovenir atau barang apa yang ingin anda beli, sehingga memudahkan anda untuk berbelanja sekaligus. Silahkan datang ke pusat lokasi oleh-oleh yang lengkap dan murah dibandingkan anda membeli satuan. Selain harganya murah, anda bisa membeli dalam jumlah yang banyak plus anda bisa meminta mereka mengepak praktis untuk dibawa dan disimpan di bagasi pesawat. Jika anda ingin membeli sovenir di area wisata, silahkan lakukan keahlian menawar anda kepada mereka.

tana lot (Sumber foto: Dokumen pribadi)

6. Kunjungi pantai untuk publik yang gratis
Ada beberapa pantai yang harus membayar ranjang pantai, namun ada pula yang anda bebas datang membawa alas dan makanan. Di wilayah lokasi wisata, tersebar pantai-pantai yang terbuka untuk umum namun ada pula yang tertutup. Cukup membayar lokasi parkir dua ribu rupiah untuk motor, anda bisa memarkirkan motor dan menikmati suasana pantai. Untuk tiket masuk lokasi wisata, semisal Tana Lot, tentu anda harus membayar tiket masuk sebesar 30 ribu rupiah per orang dan biaya parkir motor/mobil.

7. Makan di warung Indonesia murah
Jangan khawatir soal makanan, di Bali banyak tersebar aneka makanan yang lezat dari Indonesia maupun berbagai Negara. Bila anda mengunjungi lokasi wisata, tentu restoran dan kafe tersebar dengan harga yang cukup lumayan sesuai pelayanan dan penyajian makanan yang anda kehendaki. Namun, anda bisa berhemat makan dengan cara mencari warung makan Indonesia yang masih terjangkau dompet anda atau menjauh dari lokasi wisata, maka akan ada beberapa warung makan murah.

Semoga bermanfaat !

Resep Masakan: Gemüsepfanne

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Bagi anda yang ingin diet, tak ingin makan daging berikut coba masakan sayuran lezat dan bergizi khas masakan Jerman. Ini semua modifikasi, jadi silahkan sesuaikan dengan selera anda masing-masing. Jumlah bahan juga bisa anda sesuaikan kebutuhan.

Bahan yang dibutuhkan:
1. Kentang
2. Wortel
3. Jamur
4. Brokoli
5. Daung bawang
6. Daun Piterseli
7. Bawang Bombay
8. Bawang merah
9. Bawang putih
10. Margarin
11. Telur
12. Garam
13. Merica
14. Olive oil
15. Bubuk cabe (jika anda suka pedas)

Cara membuat:
1. Rebus kentang, wortel, jamur dan brokoli hingga hampir matang.
2. Setelah matang, potong kentang, wortel, jamur dan brokoli menjadi potongan kecil-kecil. Siapkan secara terpisah.
3. Lalu siapkan bumbu yang sudah diiris halus bawang merah, bawang putih dan bawang bombay.
4. Siapkan pula irisan daun bawang dan daun piterseli terpisah.
5. Tumis bumbu yang sudah diiris halus dengan olive oil. Berikan margarin sebagai penyedap. Kemudian masukkan jamur potongan yang sudah direbus secara bertahap.
6. Jika wanginya sudah muncul, masukkan berikutnya potongan kentang, wortel dan brokoli ke dalam tumisan.
7. Tambahkan garam dan merica secukupnya.
8. Terakhir masukkan daung bawang dan piterseli ke dalam tumisan. Tambahkan kocokan telur ke dalam masakan sesuai selera.
9. Jika suka pedas, silahkan masukkan bubuk cabe sebagai penyedap di akhir sajian.

Jika anda menyukai berkuah, anda bisa masukkan krim kental setelah tahap nomor 7. Dengan begitu, anda bisa menghilangkan kocokan telur.

Mudah, bukan? Semua tergantung selera. Pastinya sehat dan kaya akan gizi.

Selamat mencoba 🙂