Rekomendasi Terkini: Wisata ke Kuala Lumpur

Ini bukan kali pertama atau kedua, saya tiba di kota ini tetapi perubahan sungguh terjadi dan membuat saya takjub dibandingkan tempo lalu saat saya berkunjung. Kota Kuala Lumpur telah tumbuh dengan pesat dan menjadi metropolis. wpid-20141016_202628.jpg

 

 

Berikut beberapa rekomendasi terkini jika anda ingin mengunjunginya, yang baru-baru saya lakukan:

1. Jika anda ingin mengunjungi Kuala Lumpur dari Singapura, sebaiknya untuk menghemat biaya, pilihlah jalur pagi/siang hari.

Ada pilihan lain seperti taksi/mini van yang lumayan mahal jika anda ingin berangkat kapan pun bahkan malam hari. Semua bis/taksi/Van menuju Kuala Lumpur dari Queen Street, kawasan Bugis hanya berhenti sampai Johor Baru. Bis termurah sekitar 2-3 SGD. Sedangkan dulu, dari Singapura sudah ada MRT langsung ke Johor Baru yakni perbatasan Singapura – Malaysia, kini sudah tidak ada lagi.

2. Jika anda berasal dari kota lain semisal Melaka atau Pinang, pilih rute bis yang turun di Terminal Bis Puduraya.

Disini anda lebih dekat dengan lokasi Petailing Street, belanja murah dan Central Market, pasar seni juga penginapan dengan harga terjangkau ala backpacker.

3. Di Kuala Lumpur, ada banyak pilihan tinggal di sekitar pusat kota, Bukit Bintang, atau area Puduraya.

Saya memilih area Puduraya karena dekat dengan terminal Bis, Kawasan Backpacker-nya KL dan Central Market. Di wilayah Puduraya ini ada ragam pilihan tinggal dengan harga variatif. Mereka umumnya tidak menawarkan fasilitas sarapan pagi. Jadi silahkan siapkan roti/kudapan atau mampir di mini market yang tersebar murah menawarkan aneka macam makanan dan minuman yang menjamin anda tidak kelaparan pagi hari.

4. Jika anda ingin menghemat biaya menginap, ada juga pilihan tinggal sembari kerja jadi tukang bantu-bantu, juru masak atau pramusaji di hostel sekaligus bar juga.

Jika anda terpilih menawarkan keahlian jadi juru masak atau pramusaji misalnya, anda berkesempatan tinggal disitu dan makan gratis.

20141027_113814

20141027_113835

(Petunjuk destinasi jalur bis “GO KL” dan Kuala Lumpur’s Transit Rail Map terbaru. Sumber foto: Dokumen pribadi)

 

 

 

 

5. Untuk menghemat biaya juga, anda bisa mengelilingi kota dengan bis “Go KL” dengan gratis sesuai destinasi rute yang ditawarkan.

Di Puduraya misalnya, ada bis “Go KL” warna ungu dengan rute yang sudah ditentukan. Dapatkan peta destinasi bis “GO KL” yang memandu anda keliling kota Kuala Lumpur. Terdapat 4 jalur bis “GO KL”, jika anda salah jalur bis, silahkan berhenti di pos interconnetion dengan bis yang anda maksud, seperti MRT di Singapura, misalnya. Waktu operasinya untuk hari Senin-Kamis dari jam 6 pagi sampai 11 malam. Jika akhir pekan beroperasi mulai jam 7 pagi.

6. Jika anda suka berbelanja, silahkan datangi pusat belanja dengan aneka macam merek barang ternama kelas dunia di kawasan Bukit Bintang!

Namun untuk membeli sovenir khas Malaysia, silahkan datangi Pasar Seni atau Pasar murah area Puduraya. Petailing Street boleh dibilang seperti wilayah Ben Tanh Market jika di Ho Chi Minh City. Silahkan tawar dengan bahasa Indonesia, siapa tahu dapat harga murah. Di Petailing Street layaknya night market, anda bisa nikmati aneka kuliner.

7. Kuala Lumpur sekarang juga sudah ada Mass Rapid Transportation juga loh.

Ada 5 jalur LRT, KTM Commuter warna biru tua untuk ke Batu Caves, Kelana Jaya warna merah, Ampang Line warna kuning melewati Terminal Bis Terpadu “Bandar Tasik Selatan”, KL Monorail warna hijau muda dan KLIA Expres warna ungu yang bisa menuju ke bandara Kuala Lumpur. Nanti tiket LRT akan berupa koin plastik yang diterima dan tanda masuk stasiun, setelah sampai destinasi stasiun, koin dimasukkan di gate keluar. Melalui LRT, silahkan tanya jika anda ingin ke Batu Caves. Jika naik taksi ke Batu Caves, harganya lumayan selangit karena letaknya ada di luar kota. Anda juga bisa ke bandara Kuala Lumpur dengan menggunakan LRT langsung.

Kasturi

Central Market

Stasiun LRT Pasar Seni

(Tampak di atas Kasturi yang dekat dengan Pasar Seni, Central Market dan stasiun Pasar Seni jika ingin menggunakan LRT. Sumber foto: Dokumen Pribadi)

7. Untuk wisata dalam kota Kuala Lumpur, anda bisa mengunjungi beberapa tempat seperti:
a. Central Market (Kasturi Walk)
b. Petailing Street
c. KL Bird Park (Taman Burung)
d. Masjid tertua Jamek
e. KLCC (Menara kembar Petronas)
f. Museum National
g. KL Tower
h. Masjid Nasional
i. Sri Mahamariaman Temple
J. Katedral St. Mary (Gereja Anglikan)

8. Anda juga bisa langsung ke Singapura lewat jalur darat sekitar 5-6 jam tergantung kecepatan bis dan macetnya.

Ada juga pilihan kereta ke Singapura. Konon ada pilihan jadwal kereta malam hari dari KL dan tiba pagi hari di Singapura. Untuk kereta, anda bisa naik dari KL Sentral. Sedangkan bis ada aneka macam pilihan dengan fasilitas berbeda mulai dari kursi pijet, nyaman menggunakan laptop, bis tingkat hingga wifi. Anda bisa naik bis dari Terminal Bis Terpadu dengan sistem dan fasilitas senyaman layaknya naik pesawat. Terletak di Bandar Tasik Selatan, silakan anda gunakan jalur kuning LRT.

Selamat berpetualang!

Hal Menarik tentang Pria Jerman


Apa yang terbayang dari anda bila bertemu pria Jerman pertama kali? Apa yang anda pikirkan bila berkencan dengan pria Jerman? Apakah anda sedang menjalin hubungan dengan pria Jerman? Apakah anda memimpikan pria Jerman sebagai pasangan hidup?

Jika pria-pria yang berasal dari Italia, Perancis atau Spanyol kerap dipandang romantis, pintar merayu dan bahkan seksi menurut pendapat kebanyakan perempuan berdasarkan survei di Inggris, lalu bagaimana dengan pria Jerman?

Berikut hasil pengamatan dan pengalaman saya:

1. Tepat waktu/Disiplin dalam hal waktu
Bila kita kencan dengan pria Jerman, mereka akan selalu datang tepat waktu. Mereka lebih memilih menuggu di awal 25 menit misalnya, daripada terlambat 5 menit. Mereka akan menganggap kita tidak sopan jika kita terlambat datang. Jadi jika kencan dengan pria jerman, harap diingat datang tepat waktu. Lalu, jika mengajaknya keluar pergi “nongkrong”, mereka tidak paham. Buat mereka harus ada tujuan yang jelas, sehingga mereka lebih memilih di rumah. Dialognya bisa diganti, “Let’s have a coffee outside” misalnya.

2. “Gila kerja”
Boleh dibilang Jerman adalah negeri para pria, hal-hal yang berbau “teknik”, “inovasi”, dan eksakta meski Jerman tidak pernah mengenal perbedaan pria dan wanita. Saya melihat pria Jerman sibuk dengan aktivitas pekerjaannya atau “gila kerja”. Tetapi jika libur atau akhir pekan tiba, mereka akan khusus memprioritaskan waktunya buat keluarga dan orang yang disayang. Jadi jangan mudah menaruh curiga bila pacar sedang tidak bisa dihubungi, itu artinya mereka sibuk bekerja. Mereka cukup mampu membedakan ranah pekerjaan/bisnis dengan urusan personal/keluarga.

3. Serius dan tidak suka humor
Bila bertemu di awal, mereka memiliki tampang serius dan tidak senyum. Namun, jika anda berhasil memikatnya dijamin mereka juga akan ramah pada anda juga. Mereka juga punya selera humor yang tak banyak. Mereka akan senang jika anda berinisiatif untuk bersikap humoris dan punya segudang cerita konyol. Dijamin hubungan kalian tidak akan “garing”.

4. Tidak romantis
Deutschland adalah negri bagi para pemikir dan pujangga. Goethe salah satunya. Romantis itu relatif meski tidak seperti pria Perancis dan Italia, tetapi pria jerman punya cara tersendiri untuk menunjukkan sisi romantisnya. Tak melulu soal kata-kata atau puisi cinta, memasakkan makanan di hari Valentine atau membantu anda membersihkan rumah bisa jadi romantis menurut mereka.

5. Beer Lovers
Sebagai negeri pembuat bir terkenal di dunia, Jerman punya lebih dari 300 jenis bir. Buat mereka bir adalah minum yang bisa dinikmati kapan saja, tua atau muda, musim panas atau musim dingin. Mereka pun merayakan tradisi minum bir massal yang dikenal “Oktoberfest”. Bir di Jerman juga murah untuk wilayah daratan Eropa. Bir adalah minuman lokal mereka. Sebagai pencinta bir, pria Jerman pun ingin juga menghargai bir lokal buatan negara lain. Selera mereka tentang bir patut diacungi jempol.

6. Suka Sepakbola (Fussballverrückt)
Masih ingat dong artikel saya sebelumnya jika Jerman layak juara dunia FIFA 2014 untuk ke-4 kalinya? Super! Minum bir sambil nonton bola adalah sebagian besar aktivitas pria Jerman yang dilakukan di kala senggang. Hampir di setiap kota bermunculan klub sepakbola. Coba nonton film “Der Ganz Grosse Traum” tentang awal kisah sepakbola di Jerman. Dalam Bundesliga, Klub favorit Jerman berlaga di lapangan, anda akan banyak mengenal klub sepakbola selain Bayern München. Nasionalisma pria Jerman memang patut diacungi jempol, apalagi jika soal sepakbola.

7. Ekonomis dan praktis
Bukan kikir atau pelit, pria Jerman tahu bagaimana kebutuhan soal uang. Mereka adalah orang yang praktis dan efisien dalam membelanjakan barang. Bahkan sampai ada survey pasar yang menyebutkan pria Jerman termasuk pelit dalam mengeluarkan uang untuk keperluan valentine. Mereka tidak akan menghamburkan uang hanya untuk hadiah pacarnya tetapi mereka akan membeli parfum, coklat dan hadiah lainnya bagi pasangan hidupnya, isterinya. Jadi buat apa beli hadiah mahal jika nanti putus. Mungkin begitu prinsipnya, itu analisa saya. Lalu mereka akan belikan hadiah istimewa jika anda sudah resmi jadi isteri/pasangan hidupnya.

8. Sosis dan roti
Jika ditanya pada orang jerman yang sedang berada di luar Jerman, apa yang dirindukan dari Deutschland? Jawabnya pasti roti dan sosis. Ya, Jerman memiliki aneka jenis sosis. Hampir tiap hari mereka akan makan roti dan sosis. Pria Jerman suka mengkonsumsi roti ditambah kopi/teh saat sarapan pagi.

9. “Dingin”
Sebagai perempuan, anda memang harus berinisiatif terlebih dulu terhadap pria jerman. Dalam hal asmara, pria jerman tidak cukup ahli untuk merayu. Sehingga hal ini bisa dikatakan pria jerman termasuk “dingin” terhadap perempuan. Jadi anda harus cukup kreatif untuk menghangatkan hubungan anda agar tidak hambar dan kemudian bubar. Rajinlah menambah wawasan anda sebab pria Jerman senang diajak diskusi.

10. Pemalu
Meski seorang pria jerman ini naksir berat dengan anda, mereka tidak mudah mengatakannya pada anda. Di belahan dunia barat yang lain, mungkin kita masih bisa menemukan pria yang berinisiatif berkenalan, mengobrol duluan dan mengajak kencan tetapi tidak untuk pria jerman. Jika anda sudah menyadari signal-signal cinta sebaiknya bantu arahkan dia untuk percaya diri menyatakannya.

11. Jujur
Pria Jerman adalah orang yang jujur meski kadang kejujuran menyakitkan hati anda. Mereka suka bicara apa adanya. Dalam hal perasaan, jika dia sudah menyatakan kekaguman dan keinginan untuk jadi pacar anda, itu artinya dia jujur kepada anda. Jika dia sudah siap membina rumah tangga dan jujur menyatakannya, anda adalah segala-galanya untuknya.

12. Tidak banyak bicara
Pria Jerman dikenal sebagai orang pemikir dan senang diajak diskusi. Namun mereka lebih suka mendengarkan agar mereka punya waktu untuk mengenal karakter perempuan yang diincarnya lewat topik pembicaraannya. Jadi siapkan banyak bahan bacaan agar tidak “mati kutu” dan “nyambung” saat diajak bicara. Tunjukkan jika anda juga pandai dan punya banyak wawasan.

Seluruh poin di atas hanya sebagai gambaran umum, tidak untuk digeneralisasikan. Ini hanya kecenderungan agar anda yang sedang mengincar pria Jerman dapat mempersiapkannya. Pelajari karakter dan budayanya, niscaya anda akan mengatakan, Deutschland über alles. So, siapkan diri anda buat pria Jerman incaran ya!

Mendengarkan dengan Penuh Perhatian

Pernahkah anda menjadi tumpuan curhat seseorang? Apakah anda termasuk orang yang suka mendengarkan atau sekedar mendengar?

Dalam kehidupan sehari-hari kerap saya harus mendengarkan dengan penuh perhatian orang yang saya kenal ketika mereka bercerita pengalaman dan perasaan yang sedang dihadapinya. Ada yang mengatakan mendengarkan yang baik adalah mereka yang mampu menjadi pendengar aktif, tetapi disini saya hanya berbicara bagaimana kita belajar mendengarkan dengan penuh atensi. Mereka yang mampu mendengarkan dengan penuh atensi dipastikan akan sering dimintai bantuan untuk menjadi teman sharing atau bertukar pendapat mengenai permasalahan yang dihadapi seseorang. Meski bukan berlatarbelakang Konselor, tetapi naluri kemanusiaan kita pun diuji untuk belajar mendengarkan dengan penuh perhatian.

Sebenarnya ketika seseorang sedang mulai bercerita, hal terpenting yang mereka perlukan hanya didengarkan, tidak lebih. Jika mereka bertanya tentang solusi masalah, itu adalah bentuk umpan balik mereka apakah kita cukup paham masalah yang sedang mereka hadapi. Sesungguhnya pun, solusi terhadap masalah mereka bukan di tangan kita. Mereka sendirilah yang seharusnya menemukan solusi terhadap persoalan mereka sendiri. Jadi belajar siapkan “telinga” yang lebar ketika kita mendengarkan dengan penuh perhatian.

Berikut langkah-langkah untuk mendengarkan dengan penuh perhatian:

1. Empati
Pertama-tama empati diperlukan agar kita benar-benar memahami persoalan yang sedang mereka hadapi. Empati adalah bagaimana kita menempatkan diri seolah-olah kita mengalami dan merasakan seperti yang dialaminya. Dengan demikian, kita menjadi mudah memahami situasi persoalan yang dihadapi, kesedihan, kesulitan, keputusasaan, penderitaan, dsb. Respon yang bisa diberikan seperti, “Saya bisa memahami apa yang kamu alami.”; “Oh, jika saya seperti kamu pasti keadaannya juga sulit ya.” Gunakan bahasa tubuh yang menyentuh seperti sentuhan, pelukan dan sapaan sehingga kita seolah-olah turut merasakan apa yang sedang mereka alami.

2. Tidak menggurui
“Seharusnya kamu jangan bersikap begitu, kamu harus lebih tegas. Lebih berani terhadap dia.” Demikian adalah contoh respon dari menggurui yang mungkin muncul terhadap sikap kita. Bila kita ingin mendengarkan dengan penuh perhatian, menggurui bukan dari bagian respon yang diharapkan mereka. Toh kita pun tidak ingin orang lain mendikte perilaku kita ketika pengalaman buruk sudah terjadi. Nasi sudah jadi bubur. Setiap orang berusaha untuk menjadi dirinya sendiri, meksi mereka dalam keadaan sulit sekali pun. Kita dapat menekankan bahwa pengalaman adalah guru terbaik dalam kehidupan, yang berlalu biarlah berlalu. Respon yang bisa kita berikan kepada mereka seperti mengulang pernyataan mereka sehingga mereka dapat menemukan kembali solusi untuk diri mereka sendiri. Misalnya, “Kamu bilang bahwa dia tidak suka kamu membeli makanan di restoran? Lalu menurut kamu sebaiknya bagaimana?”; “Jadi orangtua kamu tidak setuju jika kamu mengambil jurusan kuliah itu. Apa yang seharusnya kamu lakukan untuk meyakinkan mereka?”

3. Tidak memberikan penilaian atau menghakimi secara mendasar
Saat mendengarkan dengan penuh atensi, emosi kita pun diuji agar kita tetap tenang dan stabil menghadapi situasi yang sedang mereka hadapi, tidak ikut terpancing. Terkadang kita lebih mudah ikut serta terbawa emosi naluriah karena ingin segera memberi solusi atau penilaian terhadap apa yang baru saja didengar. Ingatlah bahwa kita baru saja mendengarkan secara sepihak dan kita pun tidak berhak untuk menghakimi persoalan yang baru saja didengar. Bersikaplah netral dan tidak terlibat dengan situasi yang sedang bergejolak.

4. Mendorong untuk berbicara lebih lanjut
Buatlah mereka senyaman mungkin untuk bercerita dan berbicara lebih terbuka, ketimbang anda lebih banyak berbicara. Yakinkan mereka dengan bahasa tubuh dan respon yang hangat seolah-olah anda adalah orang yang dapat dipercaya untuk mendengarkan cerita mereka. Jangan biarkan anda terpancing untuk menceritakan pengalaman serupa! Buatlah anggukan kepala, sentuhan dan respon umpan balik yang menandakan anda mengerti permasalahan merereka.

Bagaimana? Tertarik untuk mempraktekkannya? Selamat mendengarkan dengan penuh perhatian!

International Coffee Day: Perayaan Hari Kopi Sedunia

 

blog2
Dokumen pribadi.

 

 

 

Jika anda pecinta kopi, anda tahu kapan dirayakan Hari Kopi Sedunia? Awalnya saya tidak tahu jika ternyata ada perayaan hari kopi sedunia yang konon jatuh tanggal 29 September setiap tahunnya. Hal ini berawal dari inbox dalam e-mail saya yang masuk dengan subjek, “Happy coffee day”. Duh iseng banget kawan saya ini yang suka kopi, dia ajak saya untuk minum kopi lagi padahal saya tidak hobi minum kopi karena sesudahnya pasti saya tidak bisa tidur. Tetapi buat kawan saya ini, minum atau tidak minum kopi, tidur tetap tidak bermasalah. Ajaib!

Melalui pertemuan kopi sore hari, saya jadi tahu tentang perayaan hari kopi sedunia yang memang sudah mulai ramai diselenggarakan di tiap negara. Di Indonesia tercatat dirayakan setiap tanggal 17 Agustus setiap tahunnya sedangkan dunia internasional merayakannya setiap tanggal 29 September sebagai hari promosi industri kopi. Di Jerman sendiri juga tercatat dirayakan setiap Sabtu pertama dalam bulan September setiap tahunnya. Meski perayaannya tidak semegah dan semeriah yang saya pikirkan. Padahal pencinta kopi di Jerman terbilang banyak.

Sejarah mencatat awal mula perayaan hari kopi bermula dari Asosiasi industri Kopi di Jepang yang sudah merayakannya sejak tahun 1983. Dunia Internasional mengakui perayaan hari kopi berawal dari Amerika yang mempublikasikan hari kopi nasional sejak tahun 2005. Sejak saat itu, banyak juga negara-negara yang sudah mempopulerkan perayaan hari kopi yang umumnya diperingati sekitar bulan September.

Bagaimana dengan Indonesia?

Sejak dulu kopi sudah dikenal sebagai minuman lokal yang dicintai dan dinikmati oleh berbagai kalangan. Negara Indonesia sendiri memiliki varian kopi yang terbentang dari mulai Aceh hingga ujung Indonesia timur. Saya pikir Indonesia memiliki lahan yang subur untuk mengelola tanaman kopi. Bahkan istilah “nongkrong di warung kopi” tidak hanya digandrungi anak muda tetapi juga berbagai kalangan yang memang menjadikan topik hangat soal politik dan ekonomi juga asyik dibicarakan sembari ngopi.

Alangkah hebat jika Indonesia mampu menjadi produsen yang bisa mengembangkan produk-produk kopi untuk dinikmati pecinta kopi dunia.

Bila industri kopi mampu dikelola dengan baik, kelak hal ini akan menguntungkan bagi petani yang menggantungkan hidupnya pada tanaman ini. Dulu saya punya pengalaman, tidak usah sebut nama lokasinya, tetapi kebetulan saya berada di suatu negara bukan penghasil kopi. Terbayang bahwa kopi yang disajikan adalah kopi impor. Anda tahu bahwa untuk mendapatkan segelas kopi saja, mereka hanya menaruh sedikit kopi dengan air banyak, sungguh rasa kopinya tidak terlalu nikmat. Beruntunglah jika saya di Indonesia, saya bisa sepuasnya menikmati minum kopi jika mau.
Semoga dengan perayaan hari kopi, semakin banyak kepedulian untuk mengelola industri kopi dengan sistim regulasi yang tepat dan mensejahterakan para petani.

“Let’s have a coffee outside, would you? hehehehe…”

Komunikasi yang Efektif

Apakah pernah mengalami pesan yang kita sampaikan tidak diterima dengan baik oleh si penerima pesan? Pesan menjadi tidak jelas maksudnya. Atau, si penerima pesan tidak dapat memahami maksud dari pesan yang disampaikan. Begitulah yang terjadi jika komunikasi tidak efektif. Hal ini bisa terjadi saat anda menjadi narasumber atau fasilitator yang mewajibkan anda menjadi orang yang fokal untuk berdiri di hadapan audience.

Berdasarkan pengalaman, berikut hal-hal apa saja yang perlu dilakukan agar komunikasi yang kita lakukan menjadi efektif, yakni:

1. Kenali sasaran penerima pesan
Siapakah yang akan menerima informasi dari anda? Kenali dari berbagai karakter seperti usia, budaya, tempat tinggal, dsb sehingga informasi yang akan sampaikan tepat sasaran. Tentu komunikasi menjadi tidak efektif ketika anda berbicara bahasa Indonesia kepada warga negara asing yang tak mengerti bahasa Indonesia, misalnya. Atau, anda perlu berbicara lantang dan mimik muka yang jelas kepada seorang nenek yang sudah mengalami penurunan pendengaran. Ketika berhadapan dengan pejabat dan orang yang bekerja di pemerintahan, tentu anda harus berbeda cara penyampaiannya dengan mereka yang bekerja di dunia hiburan, seperti artis dan seniman, dsb. Artinya, memahami siapa target/sasaran penerima pesan akan membantu kita agar komunikasi nantinya dapat berjalan efektif.

Dalam pertemuan sesi dengan orangtua, tentu anda perlu menyapa misalnya dengan “Bapak/Ibu” lalu dengan santun berbicara soal pengalaman mengasuh anak atau peran orangtua dalam keluarga. Berbicara dengan orang muda atau anak remaja, anda bisa menggunakan bahasa slank atau yang memang sedang menjadi istilah tersendiri untuk mereka. Bangun pendekatan yang baik dengan mengenali siapa sasaran penerima pesan anda.

2. Milikilah informasi yang benar, tepat dan lengkap
Kuasailah informasi yang akan anda sampaikan dengan baik. Dengan demikian anda terlihat layak dan dapat dipercaya untuk menyampaikan informasi tersebut. Anda bisa mengacu pada data atau sumber informasi yang dipercaya. Anda juga bisa mengacu pada pengalaman pribadi sehingga anda benar-benar mengalami peristiwa tersebut. Intinya, informasi yang lengkap dan benar akan memungkinkan anda untuk menyampaikan secara keseluruhan. Anda tentu tidak sedang bergosip atau menyampaikan sesuatu tanpa anda sendiri yakin dengan apa yang akan disampaikan. “Tahukah anda berapa jumlah orang yang meninggal karena kasus kematian penyalahgunaan Narkoba? Dari data yang saya dapatkan oleh lembaga…” Anda bisa mengacu dari berbagai sumber data lembaga yang dipercaya. Kuasai materi informasi yang akan bawakan agar anda tampil optimal dan layak untuk berbicara kepada target penerima pesan.

3. Lakukan gaya bahasa yang sesuai dengan informasi yang akan disampaikan
Gaya bahasa ini diperlukan meski anda bukan orang yang ekspresif. Gaya bahasa dilakukan dan disesuaikan dengan informasi yang akan sampaikan. Apabila anda ingin mengatakan hal yang bombastis semisal, “ledakan penduduk yang meninggal karena kasus HIV & AIDS” anda bisa mengatakan dengan gerakan tangan dan intonasi yang tinggi. Anda bisa terlihat sedih ketika ada sesuatu informasi yang menyentuh audience. Jangan biarkan panggung menguasai anda. Agar tidak terlihat gugup, anda harus bisa melihat ke sekeliling audience, perhatikan satu demi satu berkeliling. Anda juga tidak harus diam di tempat, pada “titik nyaman” anda, pergilah ke ruang tengah audience dan sapa beberapa peserta yang hadir di situ. Gaya bahasa juga menentukan bahwa anda tidak terlihat kaku dan datar dalam membawakan materi sehingga membantu audience memahami maksud yang ingin anda sampaikan.

4. Gunakan penekanan-penekanan pada informasi yang dianggap penting
Jika di atas berbicara dengan gaya bahasa, kini biarlah anda juga bisa menekankan pada bagian-bagian yang dianggap penting. “Kira-kira menurut anda semua, mengapa perlu pendidikan kesehatan reproduksi?”. Penekanan dimaksudkan audience memahami bahwa itu menjadi kata kunci dan terpenting dalam informasi yang anda sampaikan.

5. Gunakan media yang tepat
Jadilah orang yang menarik perhatian audience, tidak hanya terampil berbicara dengan penguasaan materi tetapi juga terampil dalam menggunakan media yang ada. Ada banyak media yang dapat dilakukan tergantung konteks pembicaraan dan tujuan pesan. Anda juga bisa menggunakan media elektronik dengan audio slide show yang menarik atau film singkat untuk mengawali informasi anda. Anda juga bisa menggunakan berbagai media pembelajaran yang berbiaya rendah namun mampu mewakili pesan yang akan disampaikan, seperti kertas koran, gelas mineral, tali, atau barang-barang yang sudah terpakai. Kreativitas media akan mempengaruhi pesan yang akan berikan agar menjadi menarik (tidak monoton) dan memudahkan audience untuk menangkap maksudnya.

6. Mintalah respon atau umpan balik
Raihlah respon atau umpan balik mereka dengan bertanya tentang informasi yang sudah anda berikan. Apakah mereka menangkap maksudnya? Anda bisa langsung bertanya kepada mereka, kejelasan maksud informasi yang anda sampaikan. Anda juga bisa menguji beberapa dari mereka dengan pertanyaan-pertanyaan pancingan seputar informasi yang anda sampaikan. Hal ini membantu anda sebagai evaluasi diri anda sebagai pembawa informasi dan juga menentukan apakah komunikasi yang sudah anda lakukan berjalan efektif atau tidak.

Ajaklah penerima pesan anda untuk terlibat dalam komunikasi, sehingga terjadi komunikasi dua arah yang optimal dan kondusif. Anda bisa melibatkan mereka dalam informasi ataupun hanya sekedar bertanya respon kejelasan materi yang anda sampaikan.
Selamat mencoba!!!

Basilika St. Anna

image

image

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Sebagai seorang yang memiliki pelindung Santa Anna, saya tentu berbahagia mengetahui ada Basilika St. Anna di Altötting, Jerman. Tahun lalu saya berkesempatan mengunjunginya. Memiliki mayoritas penduduk beragama Katolik, wilayah Bayern sangat mudah ditemukan gereja-gereja bergaya baroqoue seperti Basilika St. Anna ini. Ada yang mengatakan Basilika yang terletak sekitar 97 KM dari kota München ini bergaya Neo-Baroque.

Dikelilingi desa berusia tua, tempat ini sudah terbiasa dikunjungi peziarah yang datang untuk mencari kedamaian spiritual lewat pengalaman batin melalui suasana kuno yang historis. Apalagi seperti kompleks ziarah, anda bisa berkunjung ke beberapa tempat sekaligus jika mau. Tak banyak gambar bisa diambil, tetapi yang jelas anda akan terbawa oleh larutnya suasana seperti layaknya peziarah yang datang dari penjuru Jerman, Eropa dan benua lainnya. Ada yang datang berdoa, ada pula yang sekedar menikmati jalan-jalan seputar kompleks ziarah dan ada pula yang hanya sekedar membeli sovenir. Tak salah jika beberapa paket tur menyebut tempat ini “Lourdes”nya Jerman.

Berdasarkan informasi, Basilika Santa Anna di Altötting adalah gereja terbesar yang dibangun pada abad ke-20 di Jerman. Gereja ini mampu menampung 8 ribu umat dengan luas 83 meter, tinggi 24 meter serta lebar kubah 27 meter. Pada tahun 1913 Paus Pius X menetapkan menjadi Basilika Kepausan setelah diresmikan pada 13 Oktober 1912 oleh Uskup Passau Sigismund Felix von Ow-Felldorf.

Ada yang bilang gereja ini sudah dibangun sejak tahun 808 lalu sempat dihancurkan karena perang. Kemudian di abad 13, tepatnya tahun 1499 mulai dibangun kembali.

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Sebagai gereja ketiga dari kompleks ziarah, beberapa hal menarik yang ditemukan seperti atapnya yang berbentuk Kubah yang konon di abad 17 sudah dibangun sebagai fondasi pertama. Selain altar untuk mempersembahkan misa, ada juga Organ yang kesohor Basilika ini. Organ terbesar konon di Jerman diberikan oleh Biara Kapusin dan satu lagi organ yang digunakan untuk paduan suara.

Karena belum pernah mengunjungi Basilika yang lain, jadi saya tidak bisa buat perbandingan. Tetapi tips dari saya,

1. Jika anda datang di bulan ziarah seperti Mei dan Oktober dipastikan tempat ini padat dipenuhi peziarah. Jika ingin leluasa anda bisa datang diluar jadwal itu.

2. Lalu sebagai tempat suci, sebaiknya gunakan pakaian yang pantas karena siapa tahu anda berkesempatan ikut misa yang sering diadakan.

3. Sebagaimana layaknya ziarah, kenakan juga alas kaki yang nyaman karena mungkin anda akan lebih banyak bergerak dan berjalan keliling kompleks ziarah.

4. Jika anda tertarik ada beberapa pilihan tempat untuk dikunjungi, jadi silahkan dicari informasinya karena bisa jadi anda tak mungkin mengunjungi semua tempat, seperti saya misalnya hanya Basilika St. Anna saja.

5. Ada juga cinderamata sebagai “buah tangan” yang dijual sekitar kompleks ziarah.

6. Ada juga pilihan paket ziarah yang menambahkan tempat dan kisah perjalanan Paus Emeritus Benediktus XVI atau juga dikenal Paus Ratzinger berikut kota kelahiran dan tempat-tempat yang dijadikan karyanya.

7. Ada beberapa pilihan untuk datang, dengan transportasi umum seperti kereta dan bis tetapi jika anda bukan orang lokal sebaiknya ikut saja pilihan paket tur karena lebih praktis.

Menikmati Hidup Apa Adanya

Masih ingat cerita saya soal kopi dan cangkir? Di sini link-nya.

 

wp-image-1705949733

Kali ini saya diajaknya oleh Penikmat Kopi lagi untuk ngobrol soal kehidupan. Katanya lebih nikmat jika ngobrol itu sambil minum kopi. Wah, saya tidak punya kopi di rumah. Kami pun sepakat ngopi-ngopi di luar rumah.

Karena saya tidak tahu banyak soal kopi dan tempat minum kopi, saya jadi manut saja ketika dia memberhentikan mobil di sebuah kedai kopi sederhana. Saya pikir tadinya mau diajak nongkrong dan minum kopi di Mall atau gerai kopi ternama gitu. Eh malah saya diajaknya ke kedai kopi di sudut kota yang konon asyik buat diskusi dan ngobrol.

Sambil memesan minuman dan cemilan, saya mengamati beberapa meja yang berisi sepasang orang sedang ngobrol serius, ada pula segerombolan anak muda seperti musisi yang membawa alat musik sambil menyanyikan sebait demi sebait sedangkan di sudut lain ada sekelompok ibu-ibu muda yang membicarakan mode pakaian.

“Nah kembali soal kopi, Anna. Saya ingin kamu mencoba menikmati rasanya” seru teman saya ini memecahkan keheningan.

“Saya tidak tahu membedakannya.”

“Anna, kau tidak perlu ahli untuk menikmatinya. Hanya nikmati. Tak usah kau pikir yang rumit dengan teori. Jalani saja apa adanya.”

Tiba-tiba pramusaji datang membawakan pesanan dua cangkir kopi dan cemilan. Teman saya langsung menyeruput kopi dengan gayanya yang khas. Dengan bahasa tubuhnya, saya diminta meminum kopi di hadapan saya.

“Dalam hidup ini, terkadang kita dipusingkan oleh pencitraan. Kau sudah terbawa oleh arus dunia. Jika minum kopi, kau selalu bayangkan kedai kopi mewah ternama. Padahal yang kau butuhkan hanya secangkir kopi dengan rasanya yang nikmat. Ingat Anna, hidup itu juga cuma soal rasa. Jadi nikmati rasanya. Pahit manis. Apapun itu” katanya kembali seolah-olah kebijaksanaannya muncul usai menyeruput kopi.

“Apakah abang tidak pernah memiliki target dalam hidup? Misalnya target nikah gitu. Kok hidup abang santai banget” tanyaku sinis agar dia pun bisa memikirkan hidupnya juga.

“Seperti yang saya bilang apa sih tujuan kau minum kopi? Gak ada ‘kan. Ada kopi diminum, dinikmati setiap tegukannya. Jika kau terlalu memusingkan tujuan minum kopi, pikiranmu hanya dipenuhi target-target dan melupakan rasa nikmatnya. Jika hidupmu dipenuhi target, maka kau akan melupakan bagaimana caranya menikmati hidup ini. Dengar Anna, jangan biarkan target-target itu mengendalikanmu menikmati hidup ini.”

“Bang, jika kita tidak punya tujuan hidup, untuk apa kita hidup? Abang  terlalu menikmati hidup sampai abang lupa menikmati rasanya menikah” seruku sekali lagi dengan sinis kepadanya.

Dia pun tertawa. Saya pun tertawa juga pada akhirnya.

“Abang ingin melamarmu tetapi kau sudah ada yang punya”  kelakarnya kembali kepadaku.

“Anna, buatlah pikiranmu sesederhana seperti kau menikmati kopi ini. Bahagiakan dirimu dengan rasanya, dengan suasana sekitarnya yang nyaman dan indah, dengan senyum pramusajinya yang ramah, dengan harganya yang terjangkau, dengan cemilannya yang enak. Dan aku pun langsung bahagia. Bahagia itu ternyata sederhana, yakni kamu nikmati apa adanya. Pahit dan manis itu adalah bagian dari rasanya.”

“Aku sengaja memilihkan kedai kopi tak bernama ini kepadamu. Aku ingin membuyarkan rencana indahmu untuk nongkrong di gerai kopi ternama dan eksklusif. Aku ingin tahu, apa reaksimu jika rencanamu berubah? Yang kulihat, kamu kaget dan bingung. Namun itu wajar. Dalam hidup, apa yang terjadi jika rencana-rencanamu berubah? Syok, takut, cemas, bingung, putus asa, atau komplen sambil marah-marah.”

Aku pun tersinyum kecut mengingat aku sempat protes saat dia memarkir mobilnya di depan kedai kopi ini.

“Orang masa kini terlalu banyak dipenuhi oleh pikiran yang kompleks dan tujuan yang mengendalikan hidup mereka. Rasakan dan nikmati hidup ini ibarat kau nikmati kopi ini. Jangan pernah takut untuk menghadapi kenyataan jika rencanamu berubah. Hidup itu soal pilihan, Anna. Jadi pilihlah apa yang membahagiakanmu!”

Lalu kami pun menikmati cemilan dan kopi sambil mendengar iringan musik dari gerombolan anak muda yang tadi baru aku amati. Hidup ini jadi ringan sesaat, tanpa beban ketika kita sungguh-sungguh menikmatinya. Betul juga kata Abang, temanku yang baik hati ini.

Sekelumit Profesi Public Relations (PR)

 

wp-image-1170919817
Ilustrasi. Menjadi seorang PR anda harus memiliki segudang keterampilan karena anda bertugas di garda depan dari suatu produk atau perusahaan. 

 

Ada yang tertarik menekuni dunia PR? Atau anda sedang menjadi PR di suatu perusahaan/organisasi?

Public relations (PR) menjadi istilah baru yang dulu sering dinamakan “Staf Humas”. Profesi ini telah ada sejak dulu hanya saja kini profesi ini menjadi kompleks dan khas seiring dengan era komunikasi informasi yang berkembang pesat. Artinya, PR menjadi profesi yang berkaitan dengan relasi publik yang menjamin citra yang positif dan kuat dari organisasi/perusahaan bahkan kini PR pun dituntut mampu mempengaruhi opini dan sikap publik yang positif dan berkelanjutan.

Tentu ini tak mudah. Jika dulu, siapa pun dianggap bisa berperan sebagai “Staf Humas” karena bisa “ngomong”, kini mereka yang berprofesi tersebut harus punya pengetahuan dan ketrampilan yang layak sehingga terbangun komunikasi yang baik dan saling mempercayai antara organisasi/perusahaan dengan masyarakat serta stakeholder terkait.

Konon munculnya dunia industri dan geliat pemerintahan baru usai perang dunia menjadikan PR dipandang sebagai profesi yang menentukan dan menjembatani antara kebutuhan perusahaan/organisasi dengan keinginan masyarakat/publik. Di era sekarang pun, ada yang masih menempatkan “Staf Humas” sebagai posisi “sambil lalu” dan tak berkualitas dengan layanan data dan informasi yang seadanya, namun ada pula yang menjadikan PR sebagai garda depan yang terampil dan handal untuk citra identitas perusahaan/organisasi (brand identity).

Berdasarkan pengalaman, berikut beberapa hal yang harus dimiliki untuk menjadi PR:

1. Kemampuan analisa dan menilai situasi
Untuk mengenali keinginan publik, pertama-tama perlu dilakukan pengamatan dan analisa tentang situasi yang terjadi. Bisa jadi sebagai PR dihadapkan pada suatu krisis yang harus dikelola dan diperlukan riset kilat dan informal sehingga paham strategi yang dilakukannya. Atau mungkin PR harus mengatasi konflik yang menimbulkan gap antara kebutuhan perusahaan/organisasi dengan masyarakat. Apa pun itu, seorang PR diharapkan mampu mengatasi masalah yang terjadi melalui publicity dan memberi saran kepada manajemen agar terbangun hubungan yang baik dan terpuaskan.

Untuk ketrampilan ini, seorang PR bisa memiliki ketrampilan riset sosial sederhana yang informal untuk mengenali kebutuhan. Atau, lakukan media monitoring untuk mengetahui tone yang terjadi di masyarakat. Menggali testimoni dari berbagai pihak dengan terjun langsung ke lapangan, dan sebagainya.

2. Keterampilan berkomunikasi.
Sebagai komunikator yang berhubungan langsung dengan publik, tentu PR harus punya ketrampilan komunikasi yang baik. PR harus terampil menjelaskan dengan baik kepada khalayak, mampu menarik atensi dan memahami dengan baik organisasi/perusahaan. PR akan berhadapan juga dengan media atau khalayak ramai, dipastikan harus punya kepercayaan diri untuk tampil.

Bukan hanya sekedar bicara dan terkesan ngawur, tetapi juga PR mampu mendengarkan aspirasi khalayak, menjawab pertanyaan dengan profesional dan juga Back up terhadap manajemen. Ada banyak contoh dimana PR harus berhadapan dengan pendemo atau masyarakat yang komplen dan marah-marah. Seorang PR harus tetap bersikap santun dan mampu menjaga hubungan yang harmonis. Meski ini tak mudah, tetapi sebagai seorang PR perlu menggunakan sisi humanis untuk bisa menyelesaikan kasus/masalah dengan baik.

3. Keterampilan mengorganisasikan (event/exhibition organizer)
Banyak pula cerita keberhasilan, good stories, best practices dan pengalaman kesuksesan yang ingin dibagikan kepada publik. Lewat pameran atau lokakarya, PR diharapkan mampu memiliki perencanaan, eksekusi dan menata terselenggaranya aktivitas tersebut sehingga mendapat sambutan yang positif di media, pemerintah, stakeholders dan masyarakat luas. Ini tidak hanya prestasi yang luar biasa dari profesi PR tetapi juga kebanggaan bagi perusahaan/organisasi untuk mempertahankan citra baik dan membangun relasi komunikasi yang kondusif.

Tentu PR bukan menjadi provokator yang tanpa esensi dalam pembentukan citra perusahaan/organisasi, tetapi juga PR memiliki tanggungjawab moral yang menjawab kebutuhan khalayak sesuai tujuan perusahaan/organisasi. PR harus aktif dalam menyediakan layanan informasi/data, membina relasi eksternal dengan baik dan penghubung (liason) bagi perusahaan/organisasi dengan masyarakat.

4. Keterampilan menulis.
Menulis adalah seni mengekspresikan gagasan dan pengalaman terbaik untuk disampaikan kepada khalayak lewat berbagai media, seperti media sosial, siaran pers, public service announcement atau advertorial yang semuanya itu menjadi elemen terpenting yang dimiliki PR. Santun dalam menulis dengan tata bahasa yang baik yang didukung dengan data yang menguatkan sehingga mempermudah publik mempercayainya.

Rajinlah menulis sehingga akan memperkaya ketrampilan menulis seorang PR. Menulis juga diperlukan dalam menyusun laporan (executive summarry) yang padat dan jelas. Menulis juga menjadi jurnal rutin yang menjadi dokumen keberhasilan perusahaan/organisasi. Jurnal menjadi alat ukur perkembangan dan kemajuan suatu perusahaan/organisasi. Bahkan jurnal pun bisa dimanfaatkan untuk fact sheet yang bisa dilampirkan dalam info kit/siaran pers jika memang diperlukan.

Munculnya perkembangan dunia informasi dan komunikasi maya, maka keterampilan menulis juga menjadi bagian yang memperkaya kualitas dari perusahaan/organisasi. Ini tentu menjadi promosi identitas yang tanpa batas dan luas cakupannya.

5. Kepribadian yang luwes, terbuka dan mampu membangun relasi dengan banyak orang.
PR adalah orang yang memiliki pribadi yang luwes dan mampu membangun relasi yang baik dengan banyak orang. PR juga memiliki inisiatif dalam membangun komunikasi dan relasi. PR akan berkontak dengan banyak pihak secara luas dan bekerja sama secara heterogen sehingga dipastikan merupakan pribadi yang ramah, santun dan berjiwa besar dalam menerima kritikan.

6. Kreatif, imajinatif dan unik.
Dalam mengkreasikan media sebagai bagian dari produk komunikasi, PR dituntut untuk kreatif sehingga menarik atensi khalayak. PR memiliki daya imajinasi yang luas sehingga berhasil mewakili pesan yang dimaksud. Jangkauan dan target audience diperhitungkan oleh PR sebagai bagian pemilihan media yang tepat. Jadilah PR yang unik, yang menonjolkan sisi-sisi humanis yang berbeda (compelling) sehingga menyentuh dan tepat sasaran. Apalagi jika PR dituntut tidak hanya sekedar membeberkan fakta dan data tetapi juga mempengaruhi opini publik, PR memiliki peluang yang strategis dan berani tampil beda.

Kesimpulan

Meski kemunculan PR berawal dari negara maju di Eropa dan Amerika, namun kini bidang ini diminati di negara berkembang seperti Indonesia. Kini semakin banyak lembaga/perusahaan yang menganggap eksistensi citra perusahaan/organisasi ditentukan oleh profesionalitas PR. Karena opini publik menentukan citra dan kepercayaan bagi kemajuan perusahaan/organisasi. Hambatan melaksanakan fungsi dan peran PR juga kerap terjadi, disini peran PR mampu “membaca” kebutuhan agar tepat sasaran.

Dialog Ibu & Anak: Mengapa Kenyataan Tak Seperti Rencana?

“Why things do not always go according to our plan?”

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Anak: “Ibu, mengapa kenyataan tidak berjalan sesuai rencana?”

Ibu: “Mungkin kau lupa berdoa ketika merencanakannya, anakku.”

Anak: “Oh tentu tidak, Bu. Aku berdoa selalu setiap pagi dan malam hari. Aku pergi ke gereja setiap minggu. Tetapi mengapa nilai ujianku jelek ya?”

Ibu: “Lalu, kau menyalahkan doa karena kenyataannya kau mendapat nilai jelek?”

Anak: “Aku hanya bingung, Ibu. Mengapa kenyataan yang terjadi tidak seperti yang kita rencanakan? Aku berencana dapat nilai ujian bagus. Aku berencana jika nilai ujianku bagus maka aku akan belikan Ibu Guru hadiah. Tetapi semuanya jadi berantakan. Nilai ujianku jelek. Aku tak jadi belikan Ibu Guru hadiah.”

Ibu: “Nak, hidup itu selalu berubah. Tak ada yang menduga kau dapat nilai ujian jelek. Mungkin dengan nilai ujian jelek, itu berarti kau harus belajar lebih giat lagi. Bukan berarti kau mendapat nilai ujian jelek, tidak memberikan hadiah pada Bu Guru, kan? Jika ingin memberi kau harus lakukan dengan tulus, tanpa syarat.”

Anak: “Ibu, mungkin aku terlalu sombong dan menyepelekan ujian ini. Jadi nilaiku jelek.”

Ibu: “Itu betul, Nak. Jangan pernah menjanjikan sesuatu yang belum jadi milikmu. Bukankah hidup ini tidak sepenuhnya berada dalam kendalimu?”

Anak: “Iya, ibu benar. Aku menjanjikan hadiah pada Bu Guru jika nilai ujianku bagus. Ternyata nilai ujianku jelek. Hidup itu tak pernah bisa ditebak.”

Ibu: “Nak, jika kenyataan tidak sesuai harapan bisa jadi Tuhan ingin mengujimu. Ia ingin melihat kegigihanmu. Apakah kau cukup kuat melewati kenyataan yang terjadi?”

Anak: “Baiklah, Bu. Aku akan belajar sungguh-sungguh untuk dapat nilai bagus di ujian perbaikan ini. Mungkin aku akan dapat nilai bagus. Aku juga akan tetap berikan hadiah pada Bu Guru. Bukankah Bu Guru juga sudah baik padaku, mengajari aku dengan sabar?.”

Ibu: “Itu bagus, Nak. Kau harus paham bahwa kadang segala sesuatu itu berjalan di luar rencana kita. Agar kita tahu bahwa hidup tidak sepenuhnya ada dalam kendali kita.”

Beberapa hari setelah ujian perbaikan.

Anak: “Ibu, lihatlah! Aku dapat nilai ujian bagus. Aku lulus, Bu.”

Ibu: “Wah, selamat ya sayang! Ibu tahu kau pasti bisa.”

Anak: “Ibu, ternyata aku perlu sabar untuk mendapatkan nilai ujian yang bagus. Kadang kita perlu menunda waktu untuk mendapatkan harapan yang sesuai kenyataan.”

Ibu: “Iya, anakku. Adakala kenyataan itu haruslah pahit agar membuatmu jadi bernafsu untuk mencoba lagi. Kamu tahu minum jamu berasa pahit, tetapi lewat rasa pahit itu cukup menyembuhkan sakitmu. Segala yang pahit tak selamanya mengenakkan.”

Anak: “Sekarang aku mengerti mengapa hidup itu semestinya berubah? Karena perubahan diperlukan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik lagi. Betul begitu, Bu.”

Ibu: “Ya anakku. Sekarang kau juga mengerti mengapa kenyataan tidak berjalan sesuai rencana. Karena untuk sesuatu yang lebih baik, ada waktunya.”

10 Tips Persiapkan Siaran Pers

Dalam mempublikasikan informasi kepada khalayak melalui bantuan media massa, salah satunya digunakan siaran pers sebagai elemen terpenting. Organisasi atau perusahaan memerlukan rilis siaran pers dalam penyelenggaraan event/peristiwa hingga promosi produk/jasa detil yang profesional yang mengundang atensi juru warta untuk dimuat.

Berdasarkan pengalaman, berikut beberapa tips mempersiapkan siaran pers:

1. Pahami dulu tujuan penyampaian siaran pers sehingga anda tahu bagian mana yang perlu jadi highlight untuk paragraf pembuka dan judul yang menarik. Mengingat rutinitas dan frekuensi berita yang tinggi maka diperlukan kekuatan inti cerita yang padat untuk dimuat.

2. Gunakan selalu sudut pandang sebagai wartawan dalam penulisan di dalamnya.

3. Asahlah kemampuan penulisan siaran pers dengan rajin membaca koran-koran ternama.

4. Cantumkan logo dan identitas perusahaan/organisasi sebagai kepala surat.

5. Cantumkan tanggal pembuatan dan nomor siaran pers.

6. Buatlah siaran pers dengan kalimat efektif (tidak ada pengulangan kalimat), informatif dan aktraktif dengan memuat informasi yang dimaksud berdasarkan data/fakta. Bila perlu cantumkan sumber/link yang berkaitan untuk mengetahui lebih lanjut.

7. Untuk menguatkan opini, dapat dimuat pernyataan dari seseorang. Gunakan tanda baca kutipan dan nama jelas yang menyatakan tersebut. Opini haruslah berasal dari orang yang berkaitan dengan isu pemberitaan. Sekali lagi buat dengan sudut pandang wartawan.

8. Cantumkan juga siapa orang yang bisa dikontak bila ingin informasi lebih lanjut tentang perusahaan/organisasi tersebut, termasuk hal-hal yang menyangkut dengan pemberitaan dalam siaran pers. Hal ini bisa dicantum di bagian penutup siaran pers (Nama jelas, nomor kontak dan email).

9. Tulislah dengan tata bahasa baku dan sesuai. Hindari kesalahan penulisan kalimat. Sebaiknya periksa dan baca sekali lagi sebelum dibagikan. Bisa juga anda meminta orang lain meninjau siaran pers tersebut agar tidak ada kesalahan penulisan (typo error).

10. Susunlah siaran pers sedapat mungkin dalam 1 halaman. Anda dapat membuatnya lebih tetapi tidak melebihi 2 halaman. Jika ingin membuat 2 halaman sebaiknya dibuat halaman bolak-balik (tidak menjadi dua lembar).