Berani Bermimpi, Apakah Perlu?

Sebagai seorang pemimpi, kunci utama adalah memiliki keberanian. Mereka yang berani adalah mereka yang mampu meraih impian. Tapi mengapa saat dewasa kita menjadi pengecut untuk meraih impian? Saya masih ingat, sewaktu masih anak-anak ditanya impian dalam hidup saat saya retret sekolah. Saya menuliskan dalam selembar kertas kecil impian hidup saya.

Setiap anak menuliskan impian tanpa ragu-ragu sambil membayangkannya. Setelahnya, Bapak Pembimbing Rohani bertanya dua atau tiga perwakilan dari kami dan menyebutkan impian yang ditulis. Mereka yang mewakili menyebutkan impian yang begitu menganggumkan bagi kami semasa anak-anak. Impian itu besar, hebat dan mengagumkan. Saya rasa saat saya menuliskan impian itu pun saya tidak diliputi rasa takut. Saya pikir bahwa waktu akan membantu saya mewujudkannya.

 

blog4

Menginjak usia dewasa, saat ditanya, “Apa impian anda?” Saya diam.

Saya bingung.

Saya takut.

Apa yang membedakan keberanian akan impian saya saat masih anak-anak dengan saat dewasa? Ini jawabnya,

1. Takut gagal
Ketakutan terbesar dalam mewujudkan impian adalah kegagalan. Bagaimana jika apa yang saya impikan itu tak pernah terwujud? Meski kita sudah memahami bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, tapi kita merasa berat menerima kegagalan. Seolah-olah gagal menjadi momok menakutkan mewujudkan impian. Mengapa sewaktu masih anak-anak dulu, kita mudah menerima kegagalan? Terima kegagalan sebagai jalan menuju kesuksesan.

2. Khawatir dicemooh
“Ah, impian itu tidak mungkin saya raih. Orang pasti tertawa jika tahu.”
Kebanyakan orang takut bermimpi karena tidak siap menerima cemooh dari orang sekitar. Ketidaksiapan dicemooh menunjukkan bahwa kita sendiri juga tidak siap memiliki impian itu. Rasa memiliki impian tentu akan tercermin betapa gigihnya kita berjuang meraihnya.

3. Merasa kurang kesempatan dan waktu
Sewaktu anak-anak saat berpikir impian, kita berpikir masih panjang jalan yang ditempuh. Saat dewasa, kita disibukkan dengan pernak-pernik kehidupan sehingga kita berpikir nanti dan nanti saja. Kita menunda dengan alasan waktu. Lalu, sesudahnya kita merasa terlambat. Setiap orang di dunia ini punya waktu yang sama, dua puluh empat jam. Milikilah impian selagi anda punya kesempatan itu.

4. Dipengaruhi cara pandang
Dulu sewaktu anak-anak kita tidak pernah ragu menuliskan impian. Kita masih polos. Kita belum dipengaruhi oleh ini itu. Saat dewasa, kita tumbuh oleh berbagai cara pandang yang kelak mempengaruhi keraguan kita untuk bermimpi. Seharusnya milikilah cara pandang yang mendukung anda mewujudkan impian.

Kesuksesan selalu berawal dari keberanian. Dan ketakutan terbesar di dunia ini berasal dalam diri sendiri. Lupakan impian anda jika anda tak bisa mengalahkan ketakutan dalam diri sendiri.

Trust your dream and hope, not your fear.

image
(Berdoa adalah salah satu cara saya mengalahkan ketakutan dalam diri sendiri saat memulai impian. Foto diatas bercerita suasana di suatu Gereja di Jerman. Dokumen pribadi)

 

Baca: https://liwunfamily.wordpress.com/2013/06/06/never-stop-dreaming/

Liburan Sendiri, Siapa Takut? Tips Bagi Wanita

image
(Life is journey. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Menjadi Solo Traveller bagi seorang perempuan bukan perkara mudah. Kerap saya sebagai perempuan juga dilandasi kecemasan, apakah saya bisa melakukan sendirian dan punya keberanian di negara lain?

Tidak hanya saya yang khawatir, orang terdekat saya dan orangtua juga gelisah memikirkan saya di negeri orang. Namun sepanjang saya punya niat baik, selalu ada orang baik yang membantu. Itu prinsip saya.

Jika bicara Solo Traveller di negara sendiri biasa saya lakukan karena tugas kantor sehingga saya merasa belum seberapa jika saya harus berada di negara orang dengan aneka macam tantangan lainnya.

Supaya tidak membuat cemas, berikut tips saya sebagai perempuan bila harus berpergian liburan sendiri:

Sebelum berangkat

1. Susun agenda perjalanan atau itinerary sejak di Indonesia.
Sebelum berangkat, ada baiknya anda menyusun aktivitas yang anda lakukan sepanjang liburan di negeri orang. Mulai hari pertama hingga kepulangan menuju Indonesia. Meski ada beberapa aktivitas yang belum pasti tetapi anda bisa menuliskan alternatif aktivitas agar liburan anda terfokus.

Biasanya jika anda tidak punya tujuan destinasi atau aktivitas dalam liburan, anda kadang menjadi perhatian seperti orang yang sedang bermasalah. Saya pernah menjumpai hal tersebut, dianggapnya perempuan tersebut sedang putus cinta dan depresi sehingga mudah dipengaruhi. Milikilah liburan bertujuan dan menyenangkan, ketimbang tidak ada itinerary.

2. Siapkan segala hal teknis seperti informasi hotel, transportasi, paket tur, uang asing, obat-obatan dan keperluan pribadi lain (baca tulisan saya tentang ini, bila anda tersesat)
Pesanlah hotel, transportasi dan paket tur jika anda bisa melakukan sebelum berangkat. Namun, jika anda tidak punya akses untuk melakukan seperti, hotel, paket tur atau transportasi lokal, anda setidaknya bisa menuliskan bagaimana anda mendapatkannya seperti nama, nomor telpon dan website.

Pastikan anda juga membawa barang penunjang seperti alat tulis, peta, kalkukator, kamus jika ada dan obat-obatan. Jadikan dalam satu tas yang praktis dan mudah dibawa kemana saja. Usahakan untuk tidak membawa barang bawaan dalam jumlah banyak. Ingat anda seorang diri. Membawa banyak bawaan akan memerlukan bantuan orang lain, menarik perhatian dan tentunya anda akan kerepotan. Bawalah tas yang ringkas, praktis dan tidak merepotkan.

3. Sampaikan informasi ke orangtua atau orang terdekat tentang destinasi wisata, hotel, maskapai penerbangan, waktu (tanggal berangkat dan tanggal pulang).
Untuk memastikan keberadaan anda dan liburan anda, sebaiknya anda memberitahukan tanggal keberangkatan, tanggal kepulangan, lokasi tujuan liburan, nama hotel, dan jika anda punya nomor lokal disana, anda bisa memberitahukannya kemudian.

4. Tanggalkan perhiasan berharga dan bawa uang secukupnya.
Tak usah mencolok dengan membawa perhiasan dan uang banyak. Pisahkan uang menjadi dua atau tiga bagian, sehingga jika anda kehilangan, tidak seluruh uang anda raib. Buatlah fotokopi paspor dan fotokopi tiket dan simpan aslinya di tempat yang aman. Fotokopi tersebut dapat dibawa dan ditunjukkan sepanjang diperlukan.

5. Catatlah sejak di Indonesia nomor-nomor telpon penting di negara tersebut, misal hotel tempat menginap, kantor polisi, rumah sakit, tourist information center, jika ada kenalan/kerabat di negara tersebut, kantor konsulat atau kedutaan Indonesia.

6. Siapkan pakaian yang pantas sehingga membuat anda nyaman dan aman, tanpa rasa was-was. Ingat anda pergi seorang diri. Sebaiknya jangan mengundang perhatian sekitar dengan pakaian atau perhiasan yang menimbulkan anda tak aman.

Sesudah berangkat

1. Hindari berpergian larut malam seorang diri. Jika memang harus pergi malam, tanyakan bagaimana akses transportasi yang aman menuju hotel. Jika memang harus menggunakan taksi, tanyakan estimasi biaya pada petugas hotel atau penduduk setempat. Jika anda merasa tak wajib berangkat di waktu malam, sebaiknya urungkan saja. Atau, cari aktivitas yang kurang lebih sama yang tak jauh dari lokasi hotel.

2. Seringlah memberi kabar ke orangtua atau orang terdekat tentang posisi anda.
Sampaikan pesan atau email tentang keberadaan lokasi anda dan keadaan anda kepada orang terdekat. Hal ini membantu untuk melacak keberadaan anda dan juga tidak membuat keluarga cemas.

3. Hindari turis-turis “nakal” yang ingin berbagi kamar dengan anda, mereka berpikir ini akan menghemat biaya. Katakan dengan tegas bahwa anda tidak bisa berbagi kamar dengan orang yang baru anda kenal. Jika anda terpaksa tinggal di Dormitory, anda bisa pilih dormitory khusus perempuan saja. Itu menurut saya. Karena saya seorang diri, saya hanya berpikir kenyamanan dan keamanan saja. Kebanyakan saya menjumpai perempuan asia yang pergi travelling sendiri lebih memilih single room atau dormitory khusus perempuan saja.

4. Jalin pertemanan dengan sesama turis di sana sambil mengamati gerak-geriknya, jika suara hati membuat anda merasa tidak nyaman sebaiknya menghindar, terutama bila diajak trip bersama atau clubbing. Saya biasanya menolak dan mengatakan bahwa saya sudah ada aktivitas lain.

5. Hindari minuman alkohol jika anda tidak terbiasa. Hal ini untuk menghindari anda mabuk dan hal-hal yang tidak dikehendaki.

6. Jalin hubungan baik dengan petugas hotel di sana. Biasanya mereka punya banyak informasi yang diperlukan dan juga informasi seputar tamu mereka. Mereka juga akan membantu anda untuk mengawasi bila ada turis “nakal.”

Tak mudah memang menjumpai perempuan Asia yang pergi berlibur sendirian. Namun, berpergian seorang diri akan memiliki pengalaman petualangan yang menakjubkan. Selamat mencoba!

4 Jenis Pribadi Masalah

 

image
Dokumen pribadi.

Entah mengapa usai ngobrol dengan teman hari ini, akhirnya kami sepakat membagi jenis orang berdasarkan masalahnya. Entah benar atau tidak, yang jelas ini bukan ilmiah hanya berdasarkan pengalaman dan observasi saja. Tapi bagus juga jika ada kesempatan untuk meneliti hehehe….

Berikut ini adalah jenis pribadi menurut masalahnya:

1. Si Pembuat Masalah
Pernah bertemu dengan orang yang selalu bermasalah? Mungkin orang itu masuk jenis ini. Hari ini, dia bermasalah dengan bosnya. Besok dia bermasalah dengan kekasihnya. Lusa dia bermasalah dengan anjing peliharaannya. Hari berikut dia bermasalah dengan orangtuanya. Lalu setelahnya dia bermasalah dengan kartu ATM dan seterusnya. Sampai anda sendiri pun melupakan masalah anda hehehe…

Tak hanya suka bercerita tentang masalahnya, Si Pembuat Masalah juga sering melakukan segala hal dengan penuh masalah, misalnya mempermasalahkan rekan kerjanya, mempersalahkan komputer, mempersalahkan kemacetan, mempersalahkan waktu sampai-sampai mempersalahkan Tuhan. Waduh?!

Tipe ini biasa dikuasai dengan orang-orang ekstrovert tetapi tidak melulu mereka yang ektrovert masuk dalam kategori ini. Mereka punya kecenderungan untuk mempersalahkan orang lain atau keadaan. Padahal sebagian besar hidup dikendalikan oleh diri sendiri. Jadi stop mempersalahkan atau membuat masalah. Kekuatan tipe ini, mereka punya banyak teman, suka bergaul, populer, dan punya jiwa penemu. Apa iya?!

2. Si Pemecah Masalah
Si Pemecah Masalah biasanya mudah dikenali dari karakter pribadi dan karisma yang dimilikinya karena mereka suka dimintai pendapat. Tipe pribadi ini digolongkan pribadi yang tenang, tidak emosional, suka mendengarkan dan suka dimintai saran/pendapat.

Anehnya tipe ini selalu hidup harmonis dengan si Pembuat Masalah. Tipe Pemecah Masalah juga dipandang orang yang bijaksana. Kelemahan dari tipe ini adalah mereka suka tidak fokus terhadap hidup mereka dan suka mengurusi masalah orang lain. Begitu ya?!

3. Si Pengamat Masalah
Jika anda menemukan orang yang suka melihat dan menonton kejadian tanpa ikut serta membantu, atau mereka yang suka labil dalam memberikan pendapat tentang masalah orang lain, sebentar A kemudian berubah B, bisa jadi kategori ini.

Mereka suka mengamati tanpa suka ikut campur masalah orang lain. Bila ada dua kubu bersiteru, mereka tidak berpihak, kadang membela si anu tapi juga membela kubu satunya lagi. Mereka sebenarnya tidak suka perseteruan atau masalah. Mereka hanya mengamati saja. Mereka juga bukan tipe orang yang suka bercerita tentang masalahnya atau masalah orang lain.

4. Si Penghindar Masalah
Mereka yang masuk dalam golongan ini adalah mereka yang tidak suka repot dan tidak mau ribut dalam kompromi masalah. Lebih baik diam, adalah hal yang paling banyak dilakukan. Mereka juga lebih baik berkompromi dengan hal lain daripada memulai masalah, mendengarkan masalah atau mengamati masalah.

Bagi mereka, ada banyak urusan penting ketimbang meributkan rekan kerja yang bermasalah atau menceritakan masalah pribadinya. Mereka sebenarnya bukan tipe “EGP” alias Emang Gue Pikirin tapi mereka condong untuk menikmati hidup dengan cara mereka sendiri.

Ketika kantor ribut dengan masalah bos yang suka marah-marah, sementara si Pemecah Masalah berusaha menenangkan seisi kantor. Lalu, si Pembuat Masalah mulai becerita bla bla bla tentang sebab musabab bos marah. Di sisi lain, si Pengamat hanya mendengarkan dan mengamati saja suasana kantor. Nah, mereka yang adalah penghindar masalah akan memilih kesibukan sendiri atau mencari lokasi kerja yang tenang.

Demikian kurang lebih hasil diskusi di waktu siang. Saya sendiri menganggap hidup ini saling melengkapi dan tidak ada yang sempurna. Apa pun jenis pribadi anda, mari jadikan pribadi kita berkualitas dengan masalah yang kita punya. Dalam hidup selalu ada masalah.

Mereka yang suka merumitkan hal-hal sederhana cenderung punya banyak masalah. Tapi di sisi lain mungkin kehadiran mereka membantu kita untuk peka dan sadar bahwa bisa jadi timbul masalah bila kita cuek.

Tidak usah serius membacanya, cukup dihayati saja, termasuk pribadi mana kecenderungan anda?

Karnaval Di München Menjelang Rabu Abu

image

(Mereka menjual minuman lokal khas Glühwein, rasanya hangat. Minuman pengusir dingin. Dokumen pribadi)

image

image

(Mereka datang mengenakan kostum)

Besok tanggal 5 Maret diperingati sebagai Rabu Abu bagi umat katolik di seluruh penjuru dunia. Sebagai negara mayoritas katolik, Jerman memiliki tradisi yang unik untuk menandai masa prapaskah tersebut. Mengawali tradisi masa prapaskah dengan beragam cara dan kebiasaan yang berlaku di tiap wilayah berbeda-beda. Di München tradisi Rabu Abu diawali dengan karnaval dan menggelar acara di pusat kota München. Ada panggung hiburan mulai yang tradisional hingga modern, lengkap tersedia. Ada pula pusat jajanan yang menjual cemilan, minuman atau makanan juga ada. Banyak orang datang dengan mengenakan kostum ajaib dan mencolok sambil merayakan bersama di tengah dinginnya musim saat itu.

image

(Camilan yang juga dijual. Kacang tapi rasanya manis. Harganya 3 Euro. Dokumen pribadi.)

Aschermittwoch begitu mereka menyebut Rabu Abu besok. Tradisi ini sudah lama mereka lakukan untuk mengakhiri masa pesta atau bersukaria karena besok adalah masa prapaskah sudah dimulai. Artinya, tidak ada lagi hingar bingar pesta dan sukaria sampai masa prapaskah berakhir.

Di pusat perbelanjaan semacam Galerie, saya menjumpai anak-anak usia sekolah dengan didampingi orangtua dan guru mereka tampak asyik berhias diri dengan kostum dan merayakan bersama dengan aneka musik dan hiburan. Sepertinya hari karnaval, hari libur sekolah. Ada kawan bercerita di Bonn malah anak-anak diliburkan selama beberapa hari untuk menandai Rabu Abu ini.

Rabu Abu mau mengingatkan kita sebagai pribadi untuk “tidak sombong” dan melakukan kerelaan diri lewat tapa pantang dan puasa sebagaimana yang dapat kita lakukan. Masing-masing diri punya pengalaman dan kebiasaan spiritual untuk melakukannya.

Bukan betapa banyak dan bagusnya kita berpantang atau berpuasa tapi bagaimana kita dipersiapkan untuk menyambut kemuliaan Yesus Kristus sang Mesias, yang telah wafat bagi kita.

Selamat memasuki masa prapaskah, Saudaraku!

8 Nilai Permainan Masa Kecil

image

(Rindu masa kecil saat melihat anak-anak Jerman sedang berfoto bersama tokoh “Hero” dalam pesta kostum. Dokumen pribadi)

Apakah anda masih ingat permainan apa saja yang biasa anda mainkan bersama kawan-kawan anda dulu? Saya lebih sering melihat anak-anak masa kini yang sibuk memainkan gadget, video game, komputer untuk permainan.

Saya pikir nilai-nilai tersebut sudah mulai luntur seiring kemajuan teknologi dan punahnya permainan tradisional tersebut. Semua permainan tradisional yang saya mainkan murni tidak butuh biaya mahal, bahkan ada yang tidak perlu peralatan, hanya peraturan saja yang diperlukan.

Tulisan saya kini seputar permainan tradisional anak perempuan seperti congklak, bekel, “orang-orangan” bahkan ada permainan yang juga dapat dimainkan bersama anak laki-laki seperti lompat tali, petak umpet, main benteng, monopoli, ular tangga dsb. Tulisan ini murni hasil pengalaman dan pengayaan saya.

Nilai-nilai yang dipelajari dari permainan tersebut, antara lain:

1. Kejujuran
Jika dalam memainkan kita tidak jujur, tidak ada lagi yang mau berteman dengan kita atau mengajak bermain. Tidak punya teman, maka kita jadi kesepian. Itu yang saya rasakan. Jujur dalam bermain congklak dan bekel maka permainan diakhiri dengan adil dan kompetitif ketimbang dalam permainan dipenuhi rasa curiga, “jangan-jangan curang” batin lawan main.

Jika kita jujur, kita juga akan dipercaya menjadi teman. Dalam permainan monopoli, “harta” yang kita kumpulkan akan jadi “berkah”.

Entah mengapa sejak kecil, saya sudah merasa bahwa “curang” atau cheating tidak akan membawa kebaikan, hati saya pun tidak tenang. Hidup ini dijalani dengan usaha untuk menang dan ikut aturan yang berlaku.

Jika sedari kecil kita sudah bersikap jujur, kita akan dipercaya untuk melakukan tanggungjawab yang lebih besar lagi. Kemenangan dalam permainan yang dilandasi rasa jujur akan lebih baik dibandingkan “curang”. Siapa yang suka berteman dengan anak “curang”?

2. Komunikasi
Awalnya saya anak pemalu hihihi (apa iya?!) Melalui permainan bersama teman, saya dilatih berbicara dan mengatur permainan dengan baik. Pastinya setiap anak akan berkomunikasi satu sama lain.

Kebayang banyak anak sekarang lebih banyak menonton televisi sehingga bahasa yang diserap belum tentu sesuai dengan usianya. Atau anak sekarang lebih banyak berkomunikasi satu arah dengan permainan teknologi yang dikuasainya, tanpa komunikasi.

3. Kemampuan bersosialisasi
Melalui berbagai permainan tradisional yang melibatkan banyak pemain, semisal “main benteng” atau “petak umpet” maka setiap anak dituntut untuk saling berbagi peran, membuat keputusan, memiliki alasan, berdebat, diskusi, yang ujung-ujungnya berkomunikasi satu sama lain. Menjadi “anak rumahan” dengan semua aneka permainan tersedia di rumah, takut bermain kotor-kotoran di luar, dilarang keluar rumah, tidak punya teman di rumah, dsb akan “membunuh” karakter anak untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya. Bukankah kemampuan bersosialisi akan menunjang kecerdasan emosional anak?

Tidak harus menjadi anak populer, tetapi bersosialisasi dengan teman sebaya mengisyaratkan anak tidak menjadi “anti sosial”. Orangtua saya juga tidak melarang saya bergaul dengan si A atau si B, mereka membiarkan saya menemukan alasan mengapa saya tidak suka berteman dengan si A atau si B.

4. Menciptakan aturan main atau kontrak bersama
Melalui permainan, anak akan belajar bermain peran, diskusi dan belajar memutuskan sehingga menjadi aturan main atau kontrak bersama. Anak akan belajar bagaimana bermain secara “fair” dan kompetitif.

Anak akan paham jika salah dan melanggar, maka ada konsekuensi yang harus dijalani. Anak akan paham bagaimana menghargai orang lain dengan aturan-aturan yang disepakati. Toh bermain ala bar-bar dan tidak ada aturan tidak akan disukai oleh anak karena tidak akan jelas untuk menentukan pemenang dalam permainan.

Saya juga belajar untuk menerima kekalahan sebagai bagian dari permainan dan bergiat diri untuk jadi pemenang misal “main ular tangga” dimana saya harus patuh mengikuti lemparan dadu, jika sudah sampai tahap atas tapi harus turun lagi karena lemparan dadu. Terpaksa?!

5. Kepemimpinan
Dalam permainan tertentu, ada pembagian peran semisal jadi pemimpin. Anak juga belajar memimpin kelompoknya, mengatur permainan, menghargai “anak buahnya” dsb. Anak yang mendominasi dan tidak menghargai “anak buahnya” tidak disukai untuk permainan selanjutnya. Sedari kecil, anak yang memiliki bakat pemimpin akan sudah tampak terlihat dalam setiap permainan.

6. Strategi (cara berpikir) dan kemampuan mengelola permainan (kemampuan manajerial)
Dalam setiap permainan, saya belajar bagaimana mengelola suatu permainan dan bermain peran, misal bermain “masak-masakan” atau “orang-orangan”. Strategi juga diperlukan agar bisa mengalahkan lawan dan mencapai kemenangan, misalnya dalam “main petak umpet” atau “main benteng”. Dalam permainan “monopoli”, saya belajar mengelola agar saya “tidak bangkrut”.

Jika saat ini, anak belajar strategi hanya dari video game atau permainan elektronik, tentu strategi yang ditawarkan sudah memiliki sistim yang otomatis dan baku, ketimbang permainan tradisional yang sifatnya dinamis dan berubah tergantung pemain, lokasi, alat bantu permainan, dsb.

7. Kreativitas
Permainan tradisional menumbuhkan kreativitas saya untuk menciptakan “tokoh” dalam permainan “orang-orangan”.

Kreativitas dalam menciptakan alat bantu permainan, misal dari kaleng susu bekas, koran bekas, kartu-kartu bergambar, biji-bijian dari tumbuhan, dsb. Buat saya permainan tradisional selalu menumbuhkan kreativitas anak untuk mengembangkan permainan atau alat bantu permainan. Menyenangkan bukan?

8. Gerak Otot dan Otak
Permainan tradisional menuntut anak untuk dinamis, aktif bergerak, berkreasi dan menciptakan strategi. Bandingkan anak harus diam dan tertuju pada permainan elektronik.

Nah, sekarang anda bisa menciptakan permainan tradisional bersama anak sekaligus mengingat masa kecil yang bahagia. Caranya adalah:

a. Sediakan waktu bersama anak, misal waktu akhir pekan atau saat liburan.

b. Kreasikan alat bantu permainan, misalnya buat peta ular tangga, menggunting majalah bekas untuk bermain orang-orangan, menjalin karet gelang untuk lompat tali, main benteng dari kaleng susu yang sudah tidak terpakai, dsb.

c. Sediakan lokasi yang nyaman, aman dan tidak berbahaya, misal bermain petak umpet.

d. Sediakan alat bantu permainan yang tidak berbahaya bagi anak, misal senjata tajam, api, listrik, dsb.

Tujuan Belajar Bahasa Asing

image

(Sertifikat kompetensi bahasa yang saya miliki, seperti bisa meliputi, kemampuan mendengar, membaca, menulis dan berbicara. Puji Tuhan, nilainya sangat baik. Sumber foto: Dokumen pribadi)

Seiring kemajuan teknologi yang semakin mudah dan cepat terhubung antar satu pribadi dengan pribadi yang lain, komunikasi dengan bahasa asing menjadi suatu tuntutan agar pesan yang disampaikan diterima dan terjadi umpan balik yang baik.

Berdasarkan hasil pengalaman pribadi mengikuti kursus bahasa asing dan sempat mewawancarai beberapa teman kursus, dapat disimpulkan, ragam tujuan belajar bahasa asing sebagai berikut:

1. Tujuan komunikasi sosial
Saya temukan seorang gadis manis yang sama-sama belajar bahasa asing karena baru kepincut dengan Pria WNA (=Warga Negara Asing) asal negri Paman Sam. Ia mengaku bahasa asing yang dikuasainya hanya sebatas so so alias belum percaya diri untuk bicara.

Tujuan komunikasi sosial mencakup perkenalan, pertemanan dan komunikasi sehari-hari yang dapat dipahami kedua belah pihak melalui satu bahasa yang disepakati bersama, misalnya bahasa inggris. Pada tujuan pertama ini juga terbuka peluang untuk berkomunikasi chit chat dengan orang asing dari negara yang dituju melalui berbagai fitur online messenger yang mudah, cepat dan praktis.

2. Tujuan pendidikan
Jika anda ingin mengambil pendidikan di luar Indonesia, anda mesti menguasai, mampu menunjukkan ketrampilan bahasa dan punya sertifikat bahasa sesuai standar persyaratan yang diperlukan.

Saya jumpai seorang calon dokter spesialis yang ikut serta uji kompetensi bahasa asing bersama saya, juga sedang memperdalam bahasa untuk mengambil spesialisasi di negara asal bahasa. Meski harus belajar bahasa asing lagi sesampainya di negara asal, mungkin untuk memperdalam istilah-istilah kedokteran, itu dugaan saya saja, tetapi ia begitu bersikeukeh untuk mempelajarinya.

Lupakan impian dan mimpi anda untuk belajar, jika anda mendapatkan sertifikat kompetensi bahasa dengan cara curang, memalsukan sertifikat. Sekarang begitu mudah jasa untuk menawarkan hal itu. Jika anda sampai ketahuan, anda akan dituntut oleh pihak universitas dan mendapatkan hukum pidana. Bukan hanya itu, cara-cara curang seperti ini akan mempengaruhi proses berikutnya bagi orang-orang yang sungguh-sungguh berniat studi.

3. Tujuan pekerjaan
Saya juga mendapati beberapa perempuan usia di bawah 25 tahun juga tampak berniat datang ke negara asal dengan maksud Au Pair. Apa itu Au Pair? Dapat dilihat dalam link berikut http://en.m.wikipedia.org/wiki/Au_pair

Ada beberapa pekerjaan yang juga mensyaratkan harus memiliki kompetensi bahasa asing untuk komunikasi dan kinerja karyawan tersebut. Setidaknya kompetensi bahasa juga akan menunjang karir anda apabila diterapkan di posisi jabatan yang sesuai seperti Translator, Interpreter, Communications Officer, Public Relationship, dsb dan perusahaan/organisasi yang tepat pula seperti perusahaan besar berskala nasional/internasional, lembaga bantuan donor, dsb. Dalam rekrutmen, kompetensi bahasa juga kadang menjadi pertimbangan untuk penilaian seseorang.

Di negara asal bahasa juga, kita akan sulit mendapatkan pekerjaan bila tidak punya kompetensi bahasa lokal. Contohnya seperti yang saya alami. Saya cari pekerjaan untuk mahasiswa paruh waktu dengan pekerjaan yang meminimalkan komunikasi, misalnya pramusaji, penata baju di toko pakaian, pengepak barang, asisten juru masak, dsb.

4. Tujuan menikah
Ada pula yang belajar bahasa asing karena menikah dengan warga negara asing juga. Bagaimanapun komunikasi juga diperlukan bagi kedua pasangan suami isteri agar seimbang. Warga negara asing pun juga ingin belajar bahasa Indonesia untuk mempermudah selanjutnya.

Bila anda ingin menikah dengan warga negara Jerman, misalnya, anda harus memiliki kompetensi bahasa Jerman dan punya sertifikat yang telah dilegalisasi oleh Goethe Institut. Sertifikat ini akan dilampirkan dalam pengajuan syarat-syarat menikah untuk visa menikah atau kumpul keluarga. Minimal syarat penguasaan kompetensi bahasa Jerman untuk menikah adalah A1. Hal ini dimaksudkan agar kita punya cukup bekal untuk tinggal dan “survive” dengan penduduk setempat.

5. Tujuan minat pribadi
Dari empat tujuan di atas, saya menggolongkan orang-orang yang belajar bahasa karena iseng, mengisi waktu luang, ingin mempelajari budaya, menambah wawasan atau ingin coba-coba peluang untuk tinggal menetap di negara asal, maka saya masukkan dalam tujuan minat pribadi.

Nah, semoga uraian di atas membantu anda untuk menemukan kira-kira bahasa asing apa yang cocok dengan tujuan anda? Selamat kursus bahasa asing!

Kita Lebih Berharga daripada Uang

image

(Sumber foto: Dokumen pribadi)

Saya suka sekali menyimpan mata uang asing dari negara-negara yang pernah saya kunjungi. Atau, saya kadang dapatkan mata uang asing dengan cara “Barter” misalnya, sewaktu ada acara internasional dengan peserta dari berbagai negara

Sewaktu perjalanan dinas menuju ke Jakarta dari Padang, saya bertemu dengan Pria asal Meksiko. Kami berbincang dan bertukar bahasa dan cerita lalu diberinya saya sovenir “20 Peso” hihihi lumayan buat koleksi. Sampai kapanpun nilai mata uang akan selalu berharga, malah banyak yang cari.

image

Lain lagi cerita soal uang. Teman saya dari Jerman datang ke Jakarta dan kami berdua naik taksi bersama menuju Restoran. Saat membayar ia keluarkan duit rupiah yang sudah jadul dan tak laku lagi. Saya dan supir taksi tertawa. Rupanya ia masih menyimpan uang rupiah era tahun 80an atau 90an hihihi sewaktu ia berkunjung ke Indonesia. Namun tetap saja uang jadul itu diterima oleh sopir taksi karena sopir taksi tersebut memikirkan tip yang lumayan dari uang itu. Ia juga berpikir bahwa uang itu masih bisa ditukar di bank. Bank bersedia menukar uang tersebut, asalkan asli.

Cerita ketiga, ketika saya dan Mama mendapatkan uang kembalian lima puluh ribu rupiah yang sudah robek. Mama pun langsung merapikan uang tersebut dengan isolasi sehingga terlihat baik. Hasilnya, meski uang tersebut sudah terlihat kucel dan ada tambalan isolasi tetap saja uang diterima dengan nilai yang sama oleh pedagang lain sesudahnya.

Dari ketiga cerita di atas, saya menarik kesimpulan bahwa seberapa lamanya uang,seberapa kecil nominalnya dan seberapa “jelek”uang tersebut, ia tetap berharga dan nilainya tidak berkurang. Uang begitu berharga sehingga banyak orang berupaya memalsukannya.

Saya tidak mengibaratkan anda atau kita dengan selembar nilai uang. Kita lebih berharga dari uang. Jadilah seperti “uang” yang menganggap diri kita begitu berharga. Toh, nilai dua ribu pun tidak akan memiliki nilai penuh dua ribu jika tidak ada uang logam dua ratus perak, misalnya. Seberapa pun kecil peran kita, kita amat berharga untuk menggenapi suatu nilai yang penuh makna.

Jangan pernah menganggap rendah diri meski nilai dari peran kita begitu kecil dalam suatu kelompok atau komunitas. Kita tetap berarti. Ingat saja koin yang nilainya kecil bila dikumpulkan akan memiliki nilai yang punya arti.

Tidak ada tua dan muda. Jika uang yang sudah jadul saja masih begitu bernilai, apalagi kita?

Tempatkan diri kita sebagai pribadi yang bernilai. Bukan tampilan yang rupawan yang memikat hati tapi nilai yang terkandung didalamnya. Meski uang seratus ribu rupiah sudah kucel, lusuh dan sudah diinjak-injak tapi toh nilainya tetap sama seratus ribu rupiah dan orang masih menginginkannya. Jadilah pribadi yang bernilai meski banyak orang sudah “menginjak-injak” dan waktu membuat anda usang, atau orang lain telah “merobek” anda. Nilainya tetap sama meski peristiwa telah membuat anda “tak rupawan lagi.”

Jadilah “original”, tidak usah memalsukan diri. Mereka menerima kita sebagaimana adanya. Uang palsu jelas tidak diterima.

Kita adalah pribadi yang bernilai dan berharga. Seperti kutipan berikut yang terkirim ke email saya,

“You’re a diamond in the rough. A brilliant ball of clay. You can be a work of art, If you just go all the way”. Kau adalah berlian yang belum diasah; Segumpal lumpur yang berkilauan Kamu bisa menjadi maha karya; Jika kau mau melewati prosesnya”

Kastil Neuschwanstein: Kastil Impian yang Tak Pernah Selesai

Foto dokumen pribadi saat awal tahun 2013. Akan lebih indah jika anda berkunjung di musim summer.
Foto dokumen pribadi saat awal tahun 2013. Akan lebih indah jika anda berkunjung di musim summer.

Anda tertarik menonton film kartun keluaran Disney? Coba amati di akhir film selalu ada seperti gambar kastil sebagai penutup. Nah, konon kastil tersebut diinspirasi oleh Walt Disney dari Kastil Neuschwanstein.

Winter awal tahun 2013 lalu, saya berkesempatan mengunjungi Kastil Neuschwanstein yang terletak di Bayern barat daya. Kebetulan, saya memang sedang mengunjungi Muenchen dan ingin sekali melihat seperti apa kastil tersebut. Sangking tergilanya dengan Jerman, saya beli buku ”Sightseeing Germany” yang khusus membahas tentang negara Jerman. Nah, sampul buku itu adalah gambar Kastil Neuschwanstein.

image

image

(Miniatur kastil Neuschwanstein. Dokumen pribadi)

Tidak usah repot untuk pergi ke sana karena rutenya yang berkelok-kelok jika anda bukan seorang penduduk Jerman. Saya ikut paket tur yang ditawarkan tak jauh dari Hauptbanhof central station. Saya berangkat bersama 2 teman pria Indonesia yang memang sedang mengunjungi saya di Muenchen. Kebetulan, mereka adalah teman baik yang memberi saya potongan harga untuk bayar paket tur yang lumayan mahal itu. Kira-kira saya membeli harga paket tur senilai kurang lebih 750 ribu rupiah.

Kita akan menggunakan bis yang eksklusif, beda ya kalau ikut paket tur di Eropa dibandingkan saya pernah ikut tur di negara Asia hehehe….

Di dalam tur ada seorang Pemandu yang ramah dan menggunakan bahasa Inggris yang cukup jelas. Dia akan bercerita tentang apa saja selama perjalanan.

Kastil ini dibangun oleh Ludwig II, raja Bavaria dari 1864 hingga kematiannya pada tahun 1886. Ada banyak mitos yang terjadi seputar pembangunannya hingga kematian Raja Ludwig II tersebut. Istana ini memang dibangun untuk menampilkan keindahan dan kemegahan dibandingkan seluruh istana di dunia. Ada kisah berujar bahwa istana ini adalah salah satu tragedi, keputusasaan, dan keanehan langsung.

Neuchswanstein berasal dari kata Neu yakni ”Baru”; Swan yakni ”Angsa” dan Stein ”Batu”, lebih pendeknya Batu Angsa Baru, kurang lebih begitu karena kastil ini dibangun dengan membentuk benteng yang paling ambisius dari niat Raja Ludwig II bermimpi dapat membuat puri paling termashyur di dunia setelah memutuskan mengundurkan diri menjadi raja dan menghibur diri dengan membangun kastil.

Kisah Raja Ludwig II pun menjadi fenomena karena kepribadian dan impiannya. Sayangnya, di usia 41 tahun Raja Ludwig II meninggal dengan penuh misterius. Sampai sekarang tidak ada yang tahu penyebab kematiannya. Sementara kastil tersebut belum sepenuhnya selesai dibangun.

Saat berkunjung ke tempat wisata ini, semua dalam keadaan tertib. Lagi-lagi begitulah Jerman. Kita akan mendapatkan nomor antrian sesuai tiket yang dipegang dan akan masuk sesuai kelompok nomor. Kita juga tidak boleh mengambil foto selama dalam kastil. Sayang sekali ya.

Saya pun sempat bertanya kepada Pemandu Tur, apa kaitan pembangunan kastil dengan misteri inspirasi kastil Walt Disney? Tidak ada jawaban yang pasti, yang jelas Walt Disney mengambil inspirasi kisah Cinderella yang terkenal di seluruh dunia dengan menjadikan kastil ini sebagai legenda dongeng. Saya pun berpikir, seperti apa yang diimpikan oleh Walt Disney bahwa ia pun sudah memiliki impian yang besar sekali dan dikenal di dunia meski pada akhirnya ia pun tidak bisa menikmatinya. Sama seperti Ludwig II yang bermimpi ingin membangun kastil yang paling menganggumkan tetapi sayangnya tidak tercapai. Namun kastil ini begitu melegenda sama seperti kisah Cinderella.

Jika anda berkunjung di musim winter tentu pemandangan di luar kastil tertutup salju dan tidak jelas seperti kastil yang dilambangkan untuk menandai negara Jerman. Coba datang di musim summer, barangkali anda akan melihat danau angsa yang dikenal penuh misterius dan konon menjadi legenda bagi pembuatan kastil ini.

Setiap orang yang datang hanya bisa tiba di bawah puncak kastil dan kita harus berjalan mendaki untuk mencapai puncak kastil. Ada juga sewa semacam “dokar” yang ditarik dengan kuda. Tetapi luar biasa, anda tidak akan menyesal melihat kemegahan kastil dan pemandangan disekelilinginya di wilayah Bavaria.

image

(Pemandangan di sekitar kastil. Dokumen pribadi)

Usai dari mengunjungi kastil, saya kirim sms dengan orang tercinta betapa saya senang tiba di tempat yang saya impikan. Tidak mudah memang mewujudkan impian. Tetapi lihat bahwa suatu saat orang akan berdecak kagum dengan impian kita.

*direvisi

Kisah Perempuan Di Negeri Orang

image
Dokumen pribadi

 

Sebenarnya sudah lama saya ingin curhat soal ini tapi gak tahu mulai darimana. Saya salut dengan “Pahlawan Devisa” atau para TKW yang meninggalkan keluarga demi mencari nafkah. Mereka berjuang untuk hidup agar keluarga di Indonesia juga tetap hidup.

Sewaktu liburan hari raya lebaran, saya menyempatkan diri menjadi “Solo Traveller” keren namanya hihihi alias mlancong ke negeri orang. Nah, saya tinggal cuma tiga malam di kota tersebut lalu mesti lanjut ke negeri sebelahnya dengan jalan darat.

Awalnya kikuk juga mlancong sendirian tapi ada beberapa tempat yang mau saya kunjungi. Sendirian?! Hmm… mikir juga ya tapi sudah bulat tekad saya pasti bisa.

Baru saya sampai menginjakkan kaki di kota itu dan menunggu bis, muncullah seorang gadis asal Sumatera yang ternyata satu pesawat dengan saya dan bekerja di sebuah pabrik di kota itu. Lalu kami ngobrol banyak. Saya jadi tahu suka dan dukanya bekerja di negeri orang menurut versi “Mbak 1” sebut saja demikian. Karena nanti ada beberapa TKW yang akan saya ceritakan. Hebat, ia harus mengatasi emosi Bos-nya yang juga asal Asia yang kadang suka marah-marah gak jelas. Dia tanya balik ke saya, “Kalau Bos Mbak orang mana? Galak juga?”

“Hadeh, saya Pelancong, Mbak” jawab saya. Lalu dia pun pergi naik bis jurusannya.

Lanjut ke hostel yang sudah saya pesan, rupanya si Pemilik Hostel punya karyawan baru, sebut saja “Mbak 2”. Mbak 2 ini baru kerja lima bulan disitu. Dia senang sekali ketika tahu ada tamu orang Indonesia. Mbak 2 asal dari Sumatera, sudah menikah, punya dua anak dan ditinggal oleh suaminya yang menikah lagi. Dia merantau ke kota itu setelah sembilan bulan numpang di rumah saudaranya yang kerja di pabrik di kota itu. Saudaranya pula yang membawa Mbak 2 ini kerja di Hostel. Tugasnya adalah membersihkan setiap kamar dan mencuci barang milik hostel seperti sprei, selimut dll.

Nah, saya juga ngobrol tentang kehidupan Mbak 2 bahwa ia harus melakukan pekerjaan ini semata-mata untuk biaya kedua anaknya. Mantan suaminya sungguh tidak bertanggungjawab. Kalau soal gaji, saya rasa juga tidak terlalu besar karena memang tugas Mbak 2 tidak berat dan juga santai. Hanya ada beberapa kamar dan semua tergantung order si Majikan empunya hostel.

Lalu bagaimana Mbak 2 bisa bertahan dan mengumpulkan uang buat dikirim? Rupanya sore hari, saya diajak jalan keliling kota oleh Mbak 2 bersama dua orang bule Eropa. Mbak 2 bilang satu dari si bule ini adalah pacarnya. Saya pun kaget, maksud kata pacar ini. Karena mereka adalah turis. Sudah hampir satu bulan si turis ini bersama Mbak 2 untuk berbagi hasrat seksual. Oh, ini namanya “Pacar”. Disinilah saya tahu, bagaimana Mbak 2 bisa mencukupi biaya sehari-hari seperti makan dan punya uang lebih. Si bule yang jadi pacarnya, yang memberikan uang. Jika waktu kerja usai, Mbak 2 akan bisa berpacaran dengan si bule.

Saya tanya soal cinta pada Mbak 2. Dia hanya tersenyum. Semua karena ia butuh hidup. Anak dan keluarga di Indonesia hanya tahu ia bekerja di luar negeri. Ini bukan kali pertama, ia anggap “berpacaran” dengan tamu. Yang penting dapat uang. Saya jadi miris. Lah, saya jadi ngoceh ke Mbak 2 tentang perilaku seks beresiko itu dan bahayanya. Mbak 2 pun menangis dan bilang jika saya jadi “orang sukses”, jangan lupakan dia.

Lanjut ke perempuan ketiga, perempuan berusia sekitar 40an tahun yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di luar negeri. Saya bertemu sebut saja, Mbak 3 saat transit di suatu bandara menuju Jakarta. Ia mengeluh tidak betah karena sikap majikan yang kasar dengan beban tanggung jawab yang besar. Mbak 3 harus bangun jam lima pagi dan tidur jam sebelas malam. Rumahnya besar tapi hanya Mbak 3 yang bekerja membersihkannya. Belum lagi ia harus siap apabila anak majikan pulang larut malam dan membukakan gerbang.

Mbak 3 sudah tidak betah, sering sakit dan rindu keluarga. Belum genap dua tahun, ia beralasan anak sakit supaya bisa kembali ke Indonesia. Intinya, ia tidak mau kembali lagi bekerja.

Bertemulah saya dan Mbak 3 dengan Mbak 4 yang ternyata juga bekerja di negara lain sebagai Penjahit. Sepertinya dari cerita Mbak 4, penghasilannya lumayan. Jadi kami sama-sama bertemu di terminal transit menuju Jakarta.

Mbak 4 malah justru senang bekerja di negara yang memang terdengar makmur dan menjanjikan, kata Mbak 4. Lalu mereka bertanya lagi ke saya, “Kalau Mbak ini kerja di negara mana? Baik gak majikannya?”

Lagi-lagi hehehe… memang bukan tampang Pelancong.

Empat Mbak di atas menginspirasi saya tentang bagaimana memperjuangkan impian di negeri orang sebagai perempuan, susah dan senang hanya Tuhan yang tahu. Jadi ini hasil petualangan saya sendirian.

Kutipan berikut, saya dapat dari guru privat bahasa jerman dalam email, menarik buat di-share:

The journey’s a lonely one
So much more than we know
But, sometimes you’ve got to go
Go on and be your own hero.

Seringkali perjalanan ditempuh sendirian
Lebih dari yang kita bayangkan semula
Tapi kadang kau harus terus melangkah
Dan jadi pahlawan bagi dirimu sendiri

Seperti lagu “Hero” yang dinyanyikan Mariah Carey dengan lirik,

“And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
‘Cause you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you’ll finally see the truth
That a hero lies in you”

Lima Rumus M: Makan yang Baik

image
Dokumen pribadi.

 

Setiap orang punya kebiasaan masing-masing dalam tradisi makan sehari-hari. Saya jadi ingat sewaktu dulu sekolah, temen saya pernah kursus “kepribadian”. Sekarang setelah belajar ilmu Psikologi rasa-rasanya tidak tepat istilah “kepribadian” digunakan. Memang perlu kursus? Hihihi…

Nah, teman saya dalam kursus tersebut diajarkan tentang “table manner”. Gak usah ilmiah dulu, tapi menurut pengamatan saya saat itu, teman saya diajarkan sekaligus praktik tentang tata cara makan dan penggunaan alat makan ala western style. Walah….

Saya yang belum pernah diajari “table manner” seolah-olah dibuat kikuk saat menghadiri makan malam formal dalam acara resmi kantor. Makin lama saya jadi tidak canggung lagi karena belajar mengamati dan langsung praktek. Gak perlu bayar kursus mahal hihihi…

Soal “table manner” tidak saya bahas disini. Karena bagaimanapun hal itu tergantung konteks budaya dan kebiasaan.

Meskipun saya bukan ahli nutrisi dan gizi, cobalah resep berikut ini, (PS: ini hasil pengayaan pribadi hehehehe)

1. Makanlah dengan penuh rasa syukur.
Jika anda sudah bisa makan tiga kali dalam sehari, anda termasuk orang yang beruntung. Masih ada di belahan bumi yang lain, atau penduduk di wilayah lain yang masih kekurangan untuk makan sebanyak tiga kali. Jadi bersyukurlah untuk makanan yang tersedia untuk anda. Berdoa, sampaikan doa singkat penuh syukur bahwa anda mendapatkan makanan pada hari ini. Ucapkan dalam hati. Atau ajak anak untuk berdoa makan.

2. Makanlah bila pada waktunya.
Bagi mereka yang punya masalah dengan pencernaan, tertib makan sangat diperlukan agar tidak menimbulkan penyakit nantinya, seperti maag. Normalnya makan sebanyak tiga kali. Ada yang memiliki pola tidak sarapan pagi tapi makan siang menjadi lebih maju plus makan malam, jadi total dua kali. Tidak dilarang. Tapi jika anda mengalami masalah pencernaan dan gizi nutrisi sebaiknya disarankan untuk berkonsultasi ke dokter ahli. Ada yang menyelingi kebiasaan di sela-sela waktu makan dengan snack atau kudapan. Mohon pertimbangkan agar asupan makanan utama lebih prioritas dibandingkan snack atau semacamnya.

3. Makanlah secukupnya.

image
Dokumen pribadi

Makanlah secukupnya sesuai selera dan kebutuhan tubuh anda. Jangan berpikir makan banyak dan dapat disimpan lama sehingga akan melewati jam makan malam. Sebaiknya ambil lagi jika merasa kurang ketimbang anda ambil banyak tapi ternyata tidak dihabiskan.

4. Makanlah dengan nikmat, tidak terburu-buru tapi tidak terlalu lama.
Kunyahlah makanan dengan baik, tidak terburu-buru atau tidak terlalu lama. Waktu yang cukup untuk mengunyah yakni dengan menikmati makanan yang ada dan tidak disambi dengan mengerjakan hal lainnya, misal makan sambil mengerjakan tugas. Selesaikan tugas anda baru kunyah makanan tanpa diimbangi aktivitas lain. Dengan demikian kita menghormati makanan yang tersedia.

5. Makanlah dengan menu yang sehat dan bergizi.
Sedari kecil di sekolah, kita sudah mengenal makanan sehat dalam empat sehat lima sempurna. Kurangi makanan instan. Masaklah makanan dengan baik. Alangkah baik anda sudah mengetahui cara memasaknya ketimbang anda suka mendapatkannya dengan cara instan. Hal ini juga menghindari hal-hal yang tidak baik dalam makanan yang dikandungnya seperti pengawet, boraks dan zat kimia lainnya. Cukupkan makanan daging, tidak berlebihan. Makanlah ikan sebaiknya dua kali dalam seminggu. Perbanyak buah dan sayuran. Hindari makanan yang memang jadi pantangan supaya sehat seperti cabai atau makanan pedas, gorengan, sup/sate kambing, dsb.

Ajari anak sedini mungkin untuk kelima hal di atas agar tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas.

Semoga bermanfaat!