OPINI: Cara Pengenalan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Saat Usia Dini

wp-image-277331993jpg.jpeg
Mimik muka tidak menyeramkan saat memperagakan dan menjelaskan kepada anak usia dini amat diperlukan. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Maraknya berbagai kasus kekerasan seksual akhir-akhir ini telah menimbulkan opini dan praduga penyebab kejadian tersebut. Bahkan kekerasan seksual tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja tetapi anak-anak yang ternyata dilakukan oleh orang-orang yang biasa dikenalnya dekat. Tulisan ini dimaksudkan untuk berbagi pengalaman melatih dan mengajari anak-anak tentang kesehatan reproduksi. Sedini mungkin, kita wajib memperkenalkan kepada anak-anak tentang kesehatan reproduksi dengan informasi yang benar. Namun yang lebih penting adalah life skills, yakni anak terlatih untuk melindungi dirinya dan merasa aman terhadap bahaya-bahaya yang mengancam keselamatan dirinya, terutama organ reproduksi.

Berikut pengenalan kesehatan reproduksi dini kepada anak di usia pra sekolah:

1. Tubuhku adalah berharga

Sejak kecil, beritahu pada anak bahwa tubuhnya begitu berharga. Tuhan telah memberi karunia tubuh yang sehat dan lengkap dan kita wajib bersyukur. Tubuh yang berharga berarti anak tahu jika sakit atau luka tentu rasanya tidak enak dan tidak nyaman. Ajari anak untuk menghargai tubuhnya dan tidak melakukan hal-hal yang menyakiti tubuh. Jika sedang mengajari anak untuk berdoa, minta anak untuk menyelipkan doa syukur atas tubuh yang sehat yang telah diberikan Tuhan.

2. Perkenalkan bagian-bagian tubuh

Banyak orangtua yang terkadang lupa dan tidak terbiasa memperkenalkan bagian-bagian tubuh anaknya. Anak dibiarkan tahu sendiri atau orang lain mengajarinya. Ajari anak untuk mengetahui bagian-bagian tubuh dari rambut hingga ujung kaki. Sebut nama dan fungsi bagian tubuh tersebut. Untuk organ reproduksi, sebutkan nama yang mungkin sesuai dengan bahasa lokal dan mudah dipahami anak. Misalnya, jika anak terbiasa untuk bilang “mama susu”, bisa dikatakan untuk payudara adalah susu. “Susu” akan tumbuh seiring dengan usia. Jika perempuan maka bentuk susu akan seperti “mama” dsb. Bagian tubuh akan bertumbuh dan berkembang seiring usia dan waktu. Misalnya tinggi badan, panjang rambut, dsb.

3. Merawat dan menjaga kebersihan

Ajak anak untuk merawat dan menjaga kebersihan tubuhnya. Ganti pakaian dalam dua kali sehari karena bila tidak, akan tumbuh kuman dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Minta anak untuk membersihkan tubuhnya sendiri dan bukan orang lain. Latih anak untuk mandi sendiri, buang air dan membersihkan tubuhnya saat sedang tidak berpakaian. Tumbuhkan rasa malu apabila anak sedang tidak berpakaian. Anak paham bahwa rasa nyaman muncul bila anak memakai pakaian yang bersih dan lengkap bila bertemu teman atau orang lain.

4. Membedakan jenis kelamin

Ajari anak untuk bisa membedakan dari gender. Misalnya, “Saya adalah A. Saya adalah perempuan, seperti Ibu. Kakak seperti Bapak. Mereka adalah laki-laki.” Sebut hal-hal yang membedakan secara fisik antara laki-laki dan perempuan, seperti perempuan memiliki rambut yang panjang sedangkan laki-laki berambut pendek. Organ reproduksi perempuan dengan laki-laki berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda setelah dewasa nanti. Katakan saja, Guru nanti akan menjelaskan di sekolah tentang fungsi organ reproduksi tersebut.

5. Berkata “Tidak”

Ajari anak untuk berkata “Tidak” apabila ada orang lain yang  memaksa tidak berpakaian (telanjang) dan menyentuh organ reproduksi seperti payudara. Minta anak memahami bahwa tubuh begitu berharga dan bisa terluka apabila orang lain melakukan hal-hal yang tidak disukai. Selain itu, anak diminta untuk bersikap tegas apabila ada orang lain yang memaksa untuk menyentuh organ reproduksi. Jika sikap tegas dan penolakan telah diberikan, ajari anak untuk melakukan perlawanan, menghindar atau lari dari orang tersebut.

6. Melihat hal-hal yang tidak perlu

Akhir-akhir ini, anak begitu mudah mendapatkan tontonan atau gambar-gambar porno. Mungkin anak belum paham tentang pornografi. Sampaikan ke anak bahwa pornografi adalah tontonan atau gambar yang memperlihatkan bagian tubuh yang telanjang (tidak berpakaian). Tanamkan ke anak rasa malu apabila melihat orang lain atau gambar/tontonan sedang telanjang. Katakan bahwa anak tidak memerlukan gambar/tontonan tersebut.

7. Melindungi diri

Ajari anak untuk melindungi diri apabila merasa organ tubuhnya sakit atau mendapatkan perlakukan kasar dari orang lain. Minta anak untuk menyampaikan secara langsung kepada orangtua apabila anak mengalami rasa sakit dan tidak nyaman terhadap perlakuan orang lain. Apabila anak mengalaminya di tempat umum seperti sekolah atau jalan, minta anak untuk lapor kepada guru, satpam atau orang dewasa sekitar. Katakan bahwa orang lain tidak berhak untuk bersikap kasar dan menyakiti tubuhnya. Buat anak berani untuk menolak, lari atau memberi perlawanan apabila ada orang lain yang memaksa dan melakukan kekerasan terhadapnya.

Semoga pengenalan ini bermanfaat bagi semua. Sedini mungkin, mari kita perkenalkan informasi yang benar dan perilaku yang melindungi agar terhindar dari informasi yang begitu mudah didapatkan dan perlakuan orang dewasa yang tidak sepatutnya dilakukan kepada anak-anak kita.

7 Cara Berpikir Positif Ala Saya

image
Pikiran itu ibarat awan, begitu luas dan kita yang perlu mengendalikannya. Dokumen pribadi.

“Don’t lose your hope. We never know what tomorrow will bring”

 

Menjadi pesimis dan putus asa adalah hambatan bagi seseorang untuk berpikir positif. Berikut adalah tips yang mungkin bisa dilakukan:

 

  1. Belajar berempati

Berempati dimaksudkan kita mampu menempatkan diri kita dalam posisi orang lain. Dengan demikian, kita mampu menghayati dan mencoba bermain peran bagaimana dan apa yang kita alami seandainya menjadi orang lain. Hal ini dimaksudkan kita mampu menghilangkan pikiran negatif dan menerima keadaan pihak lain.

  1. Ubah paradigma atau sudut pandang

Bilamana pikiran negatif menyerang kita, ubahlah apa yang sedang kita pikirkan itu menjadi sesuatu yang lebih positif. Mengubah hal negatif menjadi positif dimaksudkan kita mampu melawan pikiran-pikiran negatif dan menempatkan aura dan hal positif dalam pikiran kita. Pikiran adalah kendali dalam diri kita, jika kita dikendalikan dengan hal positif tentunya akan terasa lebih baik.

  1. Segala sesuatu ada alasannya

Di dunia ini, tidak ada yang dibuat secara kebetulan. Segala sesuatu terjadi karena ada alasan. Apa pun yang terjadi bukan berarti tanpa sebab. Jadi belajarlah menerima alasan dibalik itu semua. Sebagian besar yang terjadi dalam hidup ini juga bukan dirancang oleh kita. Alasan menentukan sebuah kejadian. Jadi terima alasan dan buka diri untuk memahaminya. Menyangkal sebuah alasan justru akan menghambat diri untuk berpikir positif.

  1. Ceritakan kepada orang terdekat

Tidak ada salahnya saat ini anda bercerita kepada orang terdekat bahwa anda sedang belajar untuk selalu positif dan meminta mereka untuk mengingatkan anda bilamana anda berpikir negatif. Dengan begitu, peluang anda untuk selalu berpikir positif akan lebih besar karena anda memiliki orang-orang yang membantu anda. Ingat, jika kita selalu berpikir negatif, orang-orang sekitar anda pun risih mendengarnya.

  1. Tulis slogan/tulisan positif di dekat anda

Ada baiknya anda membuat motivasi diri untuk berpikir positif dengan menempelkan tulisan-tulisan atau slogan bermakna di sekitar tempat yang sering anda lihat, misalnya dinding lemari pakaian, meja kerja, dsb. Hal ini dimaksudkan untuk membantu anda agar tidak lupa bahwa berpikir positif itu menyehatkan jiwa dan raga.

  1. Berdoa

Selain mendekatkan diri kepada Tuhan, berdoa diyakini akan mampu mendorong kita untuk bersemangat dan membangkitkan aura yang lebih positif. Mintalah kepada Tuhan agar kita dapat selalu berpikir positif. Merangkai kata-kata dalam doa tentunya akan membawa kita pada harapan-harapan yang positif.

  1. Baca buku “Self Help” atau motivasi diri

Membaca buku “self help” atau motivasi diri yang membangkitkan semangat tentunya akan membantu anda untuk selalu optimis. Dengan begitu, pikiran-pikiran anda akan terbangun lebih positif lagi. Buku-buku seperti ini di Indonesia diletakkan dalam kelompok bacaan psikologi atau psikologi populer dalam toko buku.

 

Tidak mudah memang untuk berpikir positif. Satu hal, ingatlah bahwa berpikir negatif tidak akan membantu kita untuk menjadi pribadi yang baik. Pikirkan hal-hal positif yang anda miliki tentu akan merangsang anda menjadi pribadi yang berkualitas. Hidup dengan pikiran positif akan membuat anda selalu merasa bahagia ketimbang hal-hal buruk yang pasti tidak menyenangkan.

Tiada yang Mustahil Bagi Tuhan

“God has a perfect plan for us. He never does it all at once, just step by step because he wants to teach us to WALK by FAITH, not by sight”

 

wpid-basilika-st.-anna-3.jpg.jpeg
Semua percaya bahwa kekuasaan Tuhan tidak ada batasnya. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Jika semua disediakan instan bagimu, kamu tidak akan pernah belajar untuk mengenali proses. Kamu harus berjalan tahap demi tahap, agar kamu belajar sabar.

Jika semua mudah tersedia di hadapanmu, kamu tidak akan pernah belajar untuk bersungguh-sungguh. Iman mengajarimu untuk selalu tekun dan percaya meski itu mustahil bagimu.

Bagi Tuhan, tidak ada yang sia-sia karena semua ada dalam rencanaNya. Ia hanya ingin kita bersungguh-sungguh terhadap apa yang kita impikan. Jangan pernah kehilangan harapan karena harapan yang membuatmu bertahan untuk menggapainya.

Teruslah bermimpi dan lakukan, jangan terlena oleh mimpi dan tidak berbuat sesuatu.

Semua itu indah pada waktuNya.

 

 

 

 

 

 

Cinta itu Kepercayaan

image1
Cinta itu kepercayaan. Sumber foto: Dokumen pribadi

Suatu kali, saya meminta adik saya untuk mengantarkan saya pergi ke suatu tempat. Ini nasib saya yang mengandalkan dia untuk tiba di tempat dengan cepat dan tepat waktu karena saya tidak ingin datang terlambat dalam acara.

Siapa yang tak kenal dengan kemacetan Jakarta yang luar biasa di hari kerja dan jam kerja yang super padat, apalagi arah ke lokasi super super macet. Sepanjang jalan, saya berdoa agar saya bisa sampai di lokasi tepat waktu. Saya pun menjadi tidak konsen karena motor besar yang dibawa oleh adik saya, menyelip kemacetan Jakarta, melakukan segala macam trik agar bisa melewati lampu hijau dan terus menerabas kemacetan Jakarta. Tentu ini penuh risiko. Tiap kali saya menepuk bahu adik saya, sekedar mengingatkannya. Sangking saya cemas melewati bahaya di jalan raya dan terlalu sering memperingatkannya, Ia pun marah dan membentak saya. Intinya, dia meminta saya untuk percaya bahwa dia pasti akan membawa saya dengan selamat dan tidak usah mengaturnya.

Jep! Percaya. Satu kata dalam hati yang membuat saya diam sesaat dan berdoa dalam hati agar perjalanan saya pun selamat. Seperti yang dia ucapkan, saya pun selamat tiba di lokasi dengan tepat waktu. Saya ucapkan terimakasih karena saya belajar satu hal yang menarik dalam hidup saya saat ini, Percaya.

Ketika di Jerman kemarin, saya juga belajar arti kata percaya ketika saya mengamati pola relasi diantara orang-orang Jerman. Saya dijelaskan tentang konsep kepercayaan yang menjadi inti dari suatu relasi, baik relasi antara sesama manusia maupun relasi antara manusia dengan Tuhan.

Jika dikaitkan antara contoh kepercayaan yang saya alami saat saya menjadi penumpang di motor adik saya, kepercayaan ibarat saya memberikan nyawa saya dan meletakkan padanya. Kepercayaan diumpamakan sebagai hidup saya kepada orang yang saya beri kepercayaan.

Kalimat bahwa tidak ada yang paling berharga selain kepercayaan, saya temukan di atas toko emas dan berlian di Singapura. Saya pikir kalimat tersebut benar adanya. Kepercayaan mahal harganya.

Bagaimana menumbuhkan kepercayaan kepada orang lain, bukan perkara mudah. Jika dalam psikologi perkembangan, kepercayaan sudah ditumbuhkan sejak masih bayi, saat kita hadir di tengah-tengah orang yang kita cintai, ibu dan keluarga inti. Tidak mudah kita mempercayai seseorang, apalagi orang yang kita cintai dan sedang tidak bersama dengan kita.

Siapa sih di dunia ini yang ingin mendapatkan celaka? Jika seseorang yang dipercayai telah melanggar kepercayaan yang diberikannya, maka orang yang memberi kepercayaan pun merasa “terluka”. Tidak akan sama lagi relasi yang telah dibangun atas dasar kepercayaan di awal jika seseorang merusak kepercayaan yang diberikannya. Itu lah mengapa kepercayaan manusia ditumbuhkan sejak bayi, saat masih diberi ASI oleh ibu kandung.

Pernahkah Anda berani menceritakan suatu rahasia dalam hidup kepada seseorang yang anda percayai? Jika ya, mengapa Anda lakukan hal tersebut? Jawabannya adalah Anda percaya kepada orang tersebut.

Mendapatkan kepercayaan adalah hal yang istimewa dalam hidup. Tidak semua orang mampu mendapatkan kepercayaan  dari seseorang, apalagi dari orang yang dicintai. Hendaknya kita sadar bahwa kepercayaan yang diberikan dari orang yang dicintai adalah bagian dari hidup, yang karena kepercayaan itu kita bisa terluka atau celaka jika kita melanggarnya.

Sukses Itu Terkadang Tidak Terlihat

wp-image-1775345742jpeg.jpeg

Apa yang menjadi ukuran sukses dalam hidup?

Kalimat tersebut melintas dalam kepalaku, saat menjelang akhir tahun. Akhir tahun kerap dijadikan bahan refleksi bagi setiap orang untuk melangkah di tahun berikut untuk lebih baik lagi.

Sukses identik dengan segala sesuatu yang terukur secara normatif yang berlaku di masyarakat dan terlihat secara visual bentuk konkritnya seperti gelar pendidikan, atau kepemilikan barang. Orang yang membawa mobil bagus dan punya rumah megah dianggap sukses dibandingkan orang yang tak punya mobil bagus dan rumah megah padahal dia sudah sukses bertahan hidup di Jakarta, misalnya. Sukses adalah capaian individual yang diwujudkan dengan sesuatu yang dianggap melampaui dari kewajaran.

Tidak semua orang bisa membeli mobil mewah, maka dia dianggap sukses. Atau, tidak semua orang di usianya dan dari suku bangsanya yang terpencil bisa bertahan di Jakarta, sehingga dianggap sukses. Tapi, apa itu sukses?

Ukuran sukses dipandang pada kuantitas, pada jumlah dan frekuensi bukan pada kualitas diri yang bisa saja menurut pengakuan individu tersebut saya sudah sukses. Orang tua yang salah menanamkan nilai kesuksean dan memperlakukan kesuksesan anak dengan capaian nilai yang tinggi dibandingkan seberapa tinggi anak berjuang untuk meraih nilai tersebut, meski hanya dapat nilai jelek.

Kembali kita merefleksikan diri, apakah sukses sekedar materi? Proses hidup seseorang sepanjang tahun adalah kesuksesan yang berharga. Lihat, betapa aku sudah melewati kesukaran dalam pekerjaan, mengatasi persoalan hidup dengan lebih sabar atau mampu bertahan di tengah pola konsumtif dan tuntutan kebutuhan. Sukses yang sebenarnya berasal dari dalam diri, kualitas pirbadi yang bertumbuh dan berakar jadi lebih baik.

Mari Berjuang Untuk Impian!

wp-image-587475657jpeg.jpeg

‘Fight your dream, then your dream will fight for you. And above all, dont lose your hope’

Terkadang orang sekitar memandang pesimis terhadap keinginan dan impian kita. Kerap mereka menilai itu hal yang mustahil buat kita lakukan.Tetapi percaya atau tidak, kita belajar banyak hal dari proses mengejar impian.

Setiap orang adalah istimewa dan unik satu sama lain. Setiap orang juga punya kesempatan yang sama dalam hidup. Satu hari dengan dua puluh empat jam adalah sama bagi setiap orang. Tinggal bagaimana kita mengelolanya menjadi sesuatu waktu yang berharga dan tidak terlewatkan, termasuk impian.

Dalam film yang baru saja saya tonton di Bioskop, memperlihatkan keteguhan harapan. Keyakinan bahwa kita pasti berhasil, hanya memang semua itu tidak instan, penuh pengorbanan, perlu waktu untuk bertahan, sabar bahkan rasa putus asa dan menyerah mungkin saja tejadi. Ketika di akhir film, ada penyelidikan dan bertanya, bagaimana tokoh ini bisa bertahan hidup dan mustahil, tak ada yang percaya terhadap pengalamannya tetapi hal itu sungguh terjadi. Mungkin dalam hidup, kita pernah mengalami hal yang mustahil dan membuat orang tak percaya mendengarnya. Karena setiap orang adalah ‘Pahlawan’ bagi dirinya sendiri.

Begitu pula impian, setiap orang bisa mencapai apa yang diimpikan saat kita berserah pada Tuhan dan percaya bisa melewatinya. Sekarat, menyerah, putus asa, tak mampu bertahan, menangis adalah hal yang normal kita lewati.

Memang benar bahwa hidup ada dalam genggaman dan kendali kita. Mati, Jodoh dan Rejeki ada dalam guratan tapak tangan kita. Ketika kita menggenggamnya semua ada dalam kendali kita. Tetapi lihat ada guratan yang tak bisa kita genggam dan berada d luar kendali kita. Itu lah diluar kendali kita. Sisanya biar ada dalam kendali Tuhan.

‘Do the best, then God will do the rest. Keep the Faith!’

OPINI: Saya Belajar Dalam Kehidupan

image
Sumber foto: Dokumen pribadi

Saya belajar:

Saya belajar, yang membuat hidup ini menarik adalah mewujudkan impian menjadi kenyataan.

Saya belajar bahwa dalam hidup, justru hal-hal sederhana bisa menjadi paling luar biasa.

Saya belajar bahwa sabar adalah kunci keberhasilan. Bahwa segala sesuatu tidak diperoleh karena instan dan keberuntungan tetapi melalui proses dan kerja keras.

Saya belajar bahwa memaafkan adalah cara kita untuk merendahkan hati karena Tuhan tahu kita menang dari ego diri.

Saya belajar bahwa saya tidak dapat membuat orang mencintai saya. Semua yang saya lakukan adalah menjadi orang yang penuh cinta, sisanya terserah kepada mereka.

Saya belajar seberapa besar saya peduli, kadang-kadang mereka juga tidak peduli kembali.

Saya belajar bahwa butuh waktu yang lama untuk membangun kepercayaan, tetapi dalam sekejap bisa saja kepercayaan itu dihancurkan. Kepercayaan tidak ternilai harganya.

Saya belajar bahwa sebaik-baiknya teman, tekadang mereka juga bisa menyakiti hati dan saya perlu memaafkan mereka.

Saya belajar bahwa dalam hidup bukan apa yang saya miliki yang diperhitungkan sebagai kekayaan jiwa tetapi seberapa banyak orang-orang yang hadir dalam hidup

Saya belajar bahwa permintaan maaf pasti ada alasan dibalik itu semua.

Saya belajar saat saya terkesan dengan sesuatu setelah 15 menit maka saya jauh lebih baik mengenalnya. Jangan suka menilai dari ‘sampul’ saja! Beri waktu untuk mengenalnya!

Saya belajar bahwa tidak seharusnya saya membandingkan diri saya dengan keberhasilan orang lain.

Saya belajar bahwa saat saya melakukan dan memutuskan secara instan, belum tentu hal itu berasal dari hati dan bisa karena emosi sesaat. Jadi pikirkan sebelum lakukan dan putuskan.

Saya belajar bahwa butuh waktu bertahun-tahun buat menjadi orang yang saya inginkan.

Saya belajar bahwa saya perlu menyelipkan kalimat sayang buat orang yang saya kasihi, karena bisa jadi itu adalah saat terakhir saya bersamanya.

Saya belajar bahwa saat saya menyerah, mungkin saya sudah mendekati tujuan saya. Menyerah bukan jalan terakhir buat saya.

Saya belajar bahwa saya harus bertanggungjawab terhadap apa yang saya lakukan, tidak peduli bagaimana perasaan saya.

Saya belajar bahwa saya mengendalikan perilaku agar saya tidak dikendalikan oleh perilaku saya.

Saya belajar bahwa seberapa indah suatu hubungan di awal, suatu saat kasih sayang akan pudar. Jadi terimalah dan belajar memelihara cinta itu.

Saya belajar bahwa untuk menjadi ‘pahlawan’ maka saya harus menerima konsekuensinya.

Saya belajar bahwa uang bukanlah sumber kebahagiaan.

Saya belajar bahwa teman baik akan ada saat saya tidak sanggup melakukannya.

Saya belajar bahwa orang-orang yang menendang keluar, suatu saat adalah orang yang membuat saya kembali bangkit.

Saya belajar bahwa saya berhak untuk marah tetapi tidak berarti saya menjadi orang yang kejam dan bengis.

Saya belajar bahwa setiap orang boleh salah. Saya membenci kesalahannya tetapi bukan orang yang melakukan kesalahannya.

Tidak Siap Hadapi Perubahan, Eits Tunggu Dulu!

Sejatinya, tidak ada manusia di dunia ini yang siap akan perubahan. Sumber foto: Dokumen pribadi.

 

 

Adakah manusia yang siap dengan perubahan? Berubah kondisi kerja. Berubah kondisi alam. Berubah pasangan hidup. Berubah kondisi fisik. Berubah tempat tinggal. Mungkin masih banyak lagi perubahan yang terjadi dalam hidup ini. Padahal setiap hari adalah perubahan dari hari sebelumnya. Setiap detik adalah perubahan dari detik sebelumnya. Lalu, mengapa manusia tidak siap dengan perubahan? Perubahan yang terjadi setiap detik adalah perubahan yang terjadi karena sudah diketahui dan terbiasa. Perubahan yang dimaksud dengan tidak siap adalah perubahan yang mendadak, tidak direncanakan dan tidak dikehendaki.

Perubahan memerlukan proses yang tidak mudah untuk menerima. Awalnya, kebanyakan dari kita berusaha menyangkal perubahan. “Ah, saya tidak tua kok. Rambut pun belum putih semua.” Padahal usianya sudah memasuki 70 tahun, misalnya. “Siapa bilang saya dipecat. Saya hanya memutuskan keluar karena saya tidak tahan dengan sikap bos baru.” Padahal dia dipecat karena dia tidak patuh pada aturan yang diterapkan oleh bos baru. Masih banyak lagi penyangkalan yang kita lakukan karena kita sulit menerima perubahan.

Tidak nyaman adalah situasi yang terjadi ketika sesuatu berubah dan tiba-tiba. Kita merasa “jengah” dan tidak terbiasa. Kita biasanya protes atau cenderung diam. Kita biasanya complaint atau cenderung bergosip. Intinya kita tidak merasa nyaman terhadap perubahan yang terjadi.

Jika tidak nyaman muncul, biasanya diiringi dengan rasa takut dan cemas. Kita sudah “ngeri” membayangkan apa yang akan terjadi di depan mata setelah perubahan. Kita mulai memikirkan keberadaan kita. Kita memikirkan efek perubahan terhadap hidup kita yang sudah terbiasa. Takut membuat kita menjadi tidak siap dengan perubahan.

Apa yang harus dilakukan? Siap atau tidak siap, perubahan adalah proses menuju kematangan pribadi agar kita mampu bersikap bijaksana dalam hidup. Cara agar kita mampu mengendalikan ketidaksiapan menghadapi perubahan adalah berserah diri kepada Tuhan. Saat kita tidak punya kendali atas perubahan yang terjadi dalam hidup, ada peran Tuhan yang mengetahui mengapa harus terjadi perubahan.

Percaya, perubahan bukan musibah tetapi berkah. Siapkan dirimu menghadapi perubahan yang akan terjadi.

Sedang Patah Hati? Ini Tipsnya

image
Indahnya suatu relasi ketika masih bersama, namun saat patah hati, tidak ada yang menyukainya. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Tidak ada pasangan di awal pacaran akan berpikiran untuk pisah dan patah hati. Suatu hubungan diawali dengan rencana yang indah. Namun apa daya bahwa suatu hubungan bisa saja kandas tanpa bisa dipahami sebab dan muasalnya.

Berikut tips untuk mereka yang sedang ‘Patah Hati’

1. Jangan Disangkal, Terima Kenyataan

Awal dari perpisahan bukan perkara mudah untuk diterima. Kadang kita tidak percaya bahwa kita bisa putus sama dia. Bahkan mungkin orang lain dan teman-teman sudah menyangka kita sampai pada tahap pernikahan.  Jika kita terus menyesali kenyataan, kita tidak akan menerima dan terus menerus larut dalam kesedihan. Jadi, STOP! Terima bahwa perpisahan itu adalah hal yang wajar dalam berpacaran. Tuhan mungkin ingin menunjukkan siapa sebenarnya jodoh kita nanti.

2. Kesalahan bukan pada Anda

Kita tidak akan pernah bisa mengulangi hal yang sama. Kita juga tidak bisa mengundurkan waktu dan memperbaiki kenyataan yang sudah tejadi. Anda akan terus menderita jika terus memikirkan perpisahan itu. Ingat, kesalahan juga bukan pada Anda. Refleksi dari perpisahan bukan terletak pada siapa yang menyebabkan perpisahan tetapi apa sebenarnya makna di balik perpisahan.

3. Hapus dan buang semua kenangan tentang dia

Memang tidak mudah buat kita untuk melupakan kenangan indah, apalagi setelah perpisahan kita seperti kehilangan hal-hal yang biasa dilakukan bersama. Wajar bahwa poin ini tak mudah dilakukan, tetapi jika dilakukan ternyata 2 kali lebih efektif untuk menanggulagi patah hati. Karena hal-hal yang masih ada dalam memori akan senantiasa teringat lagi jika ada ‘media pengantar’nya. Lagian, jika kita membuang semua hal yang lama, kita jadi mudah menerima hal yang baru. Siapa tahu kita segera mendapatkan orang yang lebih baik.

4. Lakukan yang disukai tetapi tidak bisa terwujud hanya karena dia

Konon seorang aktris sampai membeli sepatu berhak tinggi dengan harga fantastis dan berita tersebut dimuat agar si mantan, yang juga aktor tahu bahwa dulu si aktris tidak bisa melakukan karena si mantannya tidak menyukainya memakai sepatu hak tinggi. Hal ini mau menunjukkan bahwa hidup kita sudah bebas dan tidak terbelenggu lagi. Kita juga bisa jadi apa yang kita inginkan. Kita mau tunjukkan bahwa hidup kita baik-baik saja bahkan jauh lebih baik.

5. Buka pertemanan yang baru

Dulu mungkin kita sulit untuk berteman dengan si A atau si B. Saatnya kita menerima pertemanan dengan yang lain. Dengan demikian, kita bisa melupakan perpisahan dengan mantan. Dengan membuka pertemanan baru, kita seperti diberi kesempatan untuk memilih dan menimbang bahwa ada yang lebih baik dari apa yang pernah kita alami. Jangan mudah menyerah dan jangan terlalu terburu-buru untuk mulai relasi baru. Jangan ceritakan masa lalu kepada rekan yang baru kecuali jika ditanya.

Dengan perpisahan, kita belajar menjadi pribadi yang dewasa, karena kita bisa membedakan yang terbaik dalam hidup kita. Perpisahan adalah hal yang wajar.

Semoga tips ini bermanfaat!

Pentingnya Panggilan Nama untuk Eksistensi Diri

image
Siapa pun ingin diakui keberadaannya di dunia ini. Sumber foto: Dokumen pribadi.

‘Everything has a reason to exist in this world’

Apalah arti sebuah nama, begitu pepatah mengatakan. Nama menjadi penting karena menunjukkan jati diri dan keberadaan. Bahwa sesuatu atau seseorang itu ada di dunia ini.

Apa yang terjadi saat ini adalah semua orang butuh pengakuan atas dirinya? Pengakuan adalah bentuk cinta. Artinya, semua orang ingin dicintai.

Segala sesuatu di dunia ada maksudnya. Bahkan hidup kita di dunia pun ada tujuannya. Tuhan menciptakan setiap orang dan sesuatu bukan tanpa maksud. Mirislah saya kala mendengar seseorang bahwa hidupnya sudah tidak berguna lagi. Hal negatif dalam hidup pun ada agar kita belajar mengenal dan memilah mana yang positif dan negatif. Jika hidup ini berisi hal yang baik, dimanakah keberadaan yang buruk? Tentu ada maksud mengapa hal buruk ada di dunia ini. Segalanya ada dengan alasan.

Banyak orang bisa mengklaim dan mengakui keberadaan orang lain, mengabaikan kebenaran. Tetapi di situ, kita paham bahwa dalam hidup ada orang-orang tersebut yang keberadaanya karena kerja keras dan jerih payah kita. Terima saja, toh banyak mata akan tahu sebenarnya siapa di balik itu semua.

Kita mudah membenci hal yang buruk atau orang yang jahat. Hey, hidup ini tidak ada yang sempurna. Kita hadir untuk melengkapi semua itu. Mereka menjadi pelengkap hidup kita agar kita menjadi sempurna. Apakah yang baik itu pasti sempurna?

Keberadaan adalah kunci bahwa setiap orang dan segala sesuatu menjadi pelengkap satu sama lain. Belajarlah untuk berada di pihak lain, maka kita akan mengerti alasan di balik itu semua, baik atau buruk.

Ada orang yang karena kejahatannya atau sifat buruknya merasa diakui keberadaanya. Atau, orang yang bingung dengan dirinya dan mengklaim pekerjaan orang lain. Atau, sesuatu menjadi dikenal karena bertentangan dan penuh konflik. Semua negatif dan buruk bukan berarti tanpa tujuan diciptakan dan ada di dunia.

Memanggil nama adalah cara kita menghargai dan mengakui keberadaan orang lain, meski banyak nama yang sama tetapi kita tahu bahwa nama x dengan tabiat y cuma satu di dunia ini.

Mengenal sesuatu adalah cara agar kita belajar tentang keberadaan. Hargai setiap perbedaan dan konflik. Cintai orang lain, bahkan orang yang jahat sekalipun. Karena yang buruk adalah perbuatannya, bukan orangnya. Pada dasarnya, setiap orang dan segala sesuatu butuh dicintai, karena itulah mereka diakui keberadaannya.