Ingin Tahu Pakaian Tradisional Bavaria Masa ke Masa? Simak Ini

Pakaian tradisional adalah identitas budaya. Begitu pun yang saya amati setiap ada pergelaran budaya selama tinggal di Bavaria, bagian Jerman selatan. Mode pakaiannya pun tampak memiliki ciri tersendiri dibandingkan pakaian tradisional di wilayah Jerman bagian lainnya. Tak hanya itu saja, perkembangan jaman juga memperlihatkan perbedaan pakaian yang dulu terkesan konvensional menjadi lebih fashionable untuk dikenakan.

Bagaimana saya bisa mengetahuinya?

Suatu kali saya datang ke Volkfest atau semacam festival budaya yang rutin digelar, sebagaimana cerita saya di sini. Di festival tersebut, pria dan perempuan setempat mengenakan pakaian yang khas. Jika perempuan, mereka mengenakan dirndl dan pria mengenakan celana lederhöse yang juga sangat khas dengan aksesorisnya. Tak hanya pengunjung yang meramaikan saja berpakaian demikian, para pramusaji di biergarten yang melayani tamu pun berpakaian kebesaran khas orang Bavaria.

Ini juga bisa anda jumpai saat anda berkunjung ke Oktoberfest.

Dalam festival yang saya ceritakan tadi, ada bagian tentang budaya yang menampilkan perkembangan mode dari masa ke masa. Pada abad 19, wilayah Bavaria didominasi dengan pertanian sebagai pekerjaan utama. Pakaian yang masih konvensional nampak pada pria dan perempuan masa itu. Perempuan memakai dirndl yang panjang, menutupi mata kaki. Bahkan ada aksesoris tutup kepala hingga kaos kaki panjang sebelum mengenakan sepatu. Sementara pria tak berbeda jauh dengan mode sekarang. Lederhöse yakni celana berbahan kulit memang hanya sebatas lutut. Bahannya pun harus kuat karena mereka harus bekerja di ladang juga. Untuk jaket dan kaos kaki yang dikenakan pria jaman dulu, tak berbeda jauh dengan kondisi sekarang.

Mode kondisi sekarang?

Saya pernah dibelikan suami dirndl seperti cerita saya di sini. Sayangnya dia membelikan saya sebagai kejutan sehingga ukurannya tak sesuai. Rupanya untuk memakai dirndl ada triknya tersendiri. Seperti kebaya, tubuh perempuan dibentuk sedemikian rupa sehingga tampak elegan dan anggun. Jadi ukuran drindl itu harus dikenakan satu nomor kurang dari seharusnya. Misalnya, ukuran baju saya di Jerman adalah nomor 32 atau 34 kadang-kadang. Jadi ukuran dirndl saya tepatnya adalah nomor 30.

Kini saya punya beberapa dirndl. Dan ternyata harga dirndl pun fantastis mahalnya karena itu tergantung kekhasan dan dekorasi yang ditampilkannya. Harganya bervariasi sekitar 100€ sampai dengan 400€. Itu pun belum termasuk aksesoris, pakaian dalam drindl dan hal-hal lain yang melengkapinya, jika ingin. Tetapi jangan khawatir, jika tak ingin mengeluarkan kocek tebal, anda bisa mendapatkan model biasa di toko pakaian atau supermarket mulai dari 25€ hingga 60€.

Dirndl sekarang itu tidak sepanjang dahulu. Bagian seperti ‘celemek’ di masa kini dibuat dengan dekorasi yang indah dan tentu semakin rumit mengerjakannya maka semakin mahal harganya. Untuk pakaian dalam, ada yang memang tersedia khusus sehingga tampak serasi. Demikian juga aksesoris lainnya seperti anting, kalung, tas hingga sepatu.

Bersyukurlah sekarang para perempuan tidak perlu menggunakan dirndl tiap hari. Namun pakaian dirndl menjadi identitas saat acara festival budaya digelar.

So, siap-siap beli dirndl baru untuk Oktoberfest nih!

Advertisements

Makanan Khas Italia (26): Minestrone, Sup Sayur Pakai Pasta atau Nasi

Sup minestrone.

Makan malam ke sekian di hotel di Hurghada, Mesir bertajuk Italian Buffet. Pasta dan pizza sudah dipenuhi antrian. Sepertinya saya juga sudah sering mengulasnya di blog. Saya pun berpindah mencari sesuatu yang berbeda dan belum pernah diulas di blog. Ups, saya melewati bagian sup pembuka.

Sup pertama adalah sup wortel. Ini berisikan wortel berbumbu yang diperas hingga menjadi sari wortel. Saya sudah mencoba sebelumnya dan rasanya hanya wortel saja. Saya hanya menambahkan sedikit daun koriander. Pandangan saya beralih ke sup sebelahnya, sup minestrone.

Apa itu?

Sup wortel.

Saya pun mengambilnya di mangkuk. Rupanya isian sup beragam. Saya suka, ini seperti sup sayur di Indonesia. Ada wortel, buncis, tomat, seledri, kacang merah dan bawang bombay. Namun ada yang berbeda, yakni pasta. Bentuknya sebesar spaghetti hanya saja tidak panjang, bentuknya patah-patah. Biasanya sup minestrone memang ditempatkan sebagai makanan pembuka dalam gala dinner.

Sup minestrone kesempatan lain saat dinner di restoran Italia di Mesir.

Sup sayuran memang sudah menjadi hal lumrah sebagai makanan nusantara yang saya kenal sejak saya masih kecil. Bumbunya pun sederhana, hanya bawang putih, merica dan kaldu sayur. Rasanya sudah nikmat menurut saya.

Namun bagimana rasa sup minestrone asal Italia?

Semakin lengkap saya mencoba sup minestrone kedua kalinya saat suami mengajak saya makan malam di restoran Italia di Mesir. Isian sup minestrone pun tetap sama. Begitu pun rasanya.

Di Jerman, sup minestrone lebih besar porsinya dan isian pastanya lebih bervariasi. Sayurannya pun bervariasi dan lebih banyak. Kuahnya pun lebih kental. Bahkan ada juga nasi yang dimasukkan dalam sup, menggantikan pasta.

Nama minestrone sendiri diartikan sebagai sayuran. Jelaslah bahwa sup ini berisikan sayuran yang beraneka ragam dan kaya nutrisi. Sup ini sudah ada sejak abad 19. Namun tidak ada yang menjamin bagaimana resepnya karena semua tergantung pembuatnya. Rasa sup yang hangat sudah cukup enak dengan kaldu sayur.

Pendapat lain mengatakan kita bisa juga menambahkan daging yang dipotong kecil-kecil. Atau anda bisa memasukkan suwiran daging ayam sesuai selera anda.

Tertarik mencobanya?

Makanan Khas Timur Tengah (8): Chicken Shawarma, Seperti Donner Kebab dari Mesir

Shawarma.

Semula saya dan suami mengira makanan berikut adalah donner kebab. Karena orang yang bekerja di bagian makanan orientalis tampak menyayat daging yang dipanggang seperti seseorang pedagang berjualan donner kebab. Di depannya terdapat roti pita yang sudah dibelah dua dengan bagian tengah berlubang. Ini benar-benar mirip donner.

Tertulis nama makanan tersebut adalah chicken shawarma.

Apa itu?

Karyawan hotel menjajakan shawarma.

Shawarma ini begitu mudah dijumpai di Mesir sebagai street foods. Makanan ini dijajakan dengan harga terjangkau dan populer untuk dicoba bila datang ke Mesir. Saya melihat kedai penjual shawarma penuh oleh pembeli karena makanan praktis dan harganya terjangkau. Untuk menikmatinya ada saus mirip mayonnaise.

Shawarma adalah roti pita khas timur tengah yang dipanggang dengan isian sayur dan daging panggang. Daging panggangnya bisa bervariasi seperti daging kambing, sapi, kalkun hingga daging ayam. Seperti yang berada di hadapan saya adalah chicken shawarma. Katanya chicken shawarma lebih sehat ketimbang shawarma berisi daging kambing, yang lebih berlemak.

Di dalam isian shawarma ada hummus, tahini, acar, sayuran dan irisan ayam kalkun. Rotinya bisa roti pita seperti contoh di atas atau roti naan yang kemudian nantinya digulung. Ini seperti donner di Turki yang ternyata ada keterkaitan sejarah kehadiran dua makanan ini.

Jika disandingkan dengan gyros, berbeda karena saus tzatziki pada gyros.

Tertarik mencobanya?

5 Model Kreasi Tempat Tidur yang Buat Tamu Hotel Senang

Model angsa dan love dari handuk hotel.

Dahulu saat saya masih bekerja di Indonesia, traveling adalah bagian dari pekerjaan saya. Berpindah dari satu hotel ke hotel lain sebagai kebutuhan pekerjaan. Saya abai dengan service room yang menjadi kamar tidur saya menginap. Karena saya biasanya sudah lelah bekerja di luar dan tidak memperhatikan dekorasi kamar sebagai layanan kamar hotel. Menurut saya, kamar hotel sudah bersih, rapi dan wangi sudah cukup.

Itu dulu.

Seiring dengan traveling sebagai liburan saat berpindah ke Jerman, saya tentu ingin sesuatu yang berbeda. Berbeda maksudnya saya menjadi tidak bosan di kamar tidur. Kebayang kan jika liburan, kita ingin mendapat sensasi pengalaman berbeda. Salah satu kreasi yang berbeda adalah tempat tidur.

Saya pernah mengulas, mengapa kebanyakan hotel berwarna putih untuk seprei, selimut dan sarung bantal. Silahkan temukan jawabannya di sini!

Nah, room boy atau zimmermädchen dalam bahasa Jerman tidak hanya bertugas membersihkan kamar tamu hotel saja. Mereka harus ramah dan siap menyediakan berbagai keperluan dan kebutuhan tamu hotel. Satu yang menarik saat saya baru-baru ini berpergian ke Mesir adalah kreasi room boy untuk mendekorasi kamar tidur sehingga tampil cantik.

Kreasi ini sebenarnya berawal dari kreativitas staf pembersih kamar agar tamu hotel merasa nyaman di kamar. Sebenarnya ini adalah handuk hotel dan kadang bantal yang dikreasikan sehingga lucu, unik dan mengesankan buat tamu hotel. Akhirnya saya dan suami pun terkesan atas inisiatif dan kreasi mereka yang berhasil membuat kami senang setelah kami meninggalkan kamar begitu berantakan sebelumnya.

Berikut 5 model kreasi yang saya dokumentasikan sehingga bisa jadi inspirasi anda.

1. Model angsa

Model ini sudah biasa ditempatkan untuk mendekorasi tempat tidur. Biasanya model angsa didapati untuk kamar suami isteri sehingga terkesan romantis. Saya sendiri pernah mendapati model angsa sewaktu saya berlibur dalam rangka bulan madu dulu. Entah mengapa kami mendapatkan sambutan yang indah di atas tempat tidur. Angsa dari handuk hotel plus cokelat dari pihak hotel.

Model angsa ini juga memang memerlukan keterampilan untuk memilin handuk sehingga bisa meliuk menyerupai badan dan kepala angsa.

2. Model orang

Buat saya menggambar orang saja sudah susah, apalagi membuat figur orang dari handuk hotel. Kreativitas ini keren menurut saya. Bahkan suami saya sampai tertawa terpingkal-pingkal manakala dekorasinya adalah figur yang mencerminkan dirinya. Ini dari semua dari handuk besar dan handuk midi yang biasanya untuk tangan. Dibentuk menyerupai figur pria yang sedang santai. Agar lebih mengesankan, ada topi dan kacamata surya milik suami. Ditambah vas bunga diletakkan di sisi figur orang. Keren ya!

Model orang lainnya yang dibuat si room boy adalah menggunakan bantal dan T-Shirt diletakkan di kursi di depan pintu kamar. Untuk kepalanya, ada handuk midi dibentuk menjadi kepala ditambah kacamata surya milik suami. Setelah kamar, kamar mandi dan tempat tidur tertata rapi dan bersih maka dekorasi orang ini diletakkan di kursi yang melengkapi meja tulis kamar. Tampak figur orang sedang duduk, dengan celana tidur suami diletakkan di kursi. Lucu sekali!

3. Model binatang

Jujur saya sendiri terkesan dengan kreativitas si room boy. Dia tidak hanya membuat kamar bersih dan tertata rapi tetapi juga membuat tamu hotel seperti saya jadi berbahagia mendapati kamar rapi dengan hiasan seperti gajah misalnya. Gajah dibentuk dari dua bantal sebagai badan. Sedangkan kepala, belalai dan ekor berasal dari handuk. Agar semakin mengesankan badan gajah, kain dekorasi tempat tidur menutupi bantal. Lucu ya!

Lain lagi bentuk hewan lainnya adalah kera yang bergelantungan di langit kamar. Ya, tiap kamar mendapati handuk besar untuk berjemur di pinggir kolam renang. Dua handuk milik saya dan suami dibentuk seperti kera bergelantungan. Keren sekali!

4. Model bunga

Satu lagi yang menarik adalah bunga berikut tangkainya yang dibuat meliuk. Semua terbuat dari handuk. Supaya meyakinkan itu adalah bunga, ada vas bunga sesungguhnya diletakkan di tengah.

5. Model yang susah dideskripsikan

Terakhir adalah model yang sendiri bingung menyebutnya apa. Apakah ini figur hewan atau bunga? Saya tak paham, tetapi menarik untuk disimak.

Satu lainnya pun demikian, tampak seperti kalajengking atau apa? Namun bentuknya yang unik telah membuat saya terkesan.

So, dari lima model di atas yang saya terangkan, bagaimana pendapat anda?

Makanan Khas Jerman (60): Bratensülze, Makanan Beku yang Bisa Langsung Dinikmati Enak

Mungkin anda akan terkejut dengan penampakan kuliner asal Jerman ini. Mengapa tidak? Ini seperti makanan yang dibekukan dengan isian tergantung selera, bisa sayuran, telur dan daging. Tentu saja makanan ini berasa dingin dan terhitung kalt essen. Saya sendiri belum mencobanya, namun suami memesannya beberapa kali.

Penasaran ‘kan bagaimana pembuatannya?

Saya sendiri belum bisa membuatnya. Suami memesannya di restoran lokal. Saya pun mencari tahu pembuatannya.

Jadi sebenarnya ada bubuk sulze atau ada juga yang menyebutnya sülzflüssigkeit yang bisa dibeli dalam bentuk kemasan di supermarket. Ini fungsinya untuk membuat makanan tetap segar. Penting untuk diingat bahwa makanan yang dibentuk seperti ini dengan bubuk sulze tidak boleh berlemak. Anda bisa membuat sayur segar atau daging fillet yang sudah matang. Atau bisa juga daging ham atau telur rebus.

Untuk membuat larutan ini bekerja pada makanan maka diperlukan tambahan cuka atau irisan jeruk lemon.

Makanan yang dikehendaki sudah siap disantap atau dimakan. Masukkan dalam mangkuk beling atau mangkuk plastik. Tata semua makanan yang dikehendaki dalam mangkuk, beri hiasan dekorasi agar warnanya indah seperti daun seledri, irisan tomat segar, acar timun atau telur rebus. Masukkan sebelumnya daging fillet panggang yang sudah masak dan berbumbu.

Setelah makanan ditata, siram lagi dengan sisa sülzflüssigkeit. Buat semua makanan tersiram baik agar benar-benar terendam sulze. Diamkan dalam kulkas untuk hasil maksimal selama 15-30 menit.

Untuk menikmatinya, anda perlu roti seperti khas makanan Jerman umumnya.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Mesir (7): High Dam Site Assuan, Begini Cara Mereka Simpan Air

Papan informasi.

Rabu pagi jam 06.30 kami sudah bersiap diri di lobby bawah untuk program perjalanan selanjutnya. Setelah makan pagi di restoran, kami bergegas menuju bus yang membawa kami keliling kota Assuan. Saya pun tak menyadari bahwa kapal kami sudah tiba di Kota Assuan, sepertinya saat kami tidur lelap, kapten kapal mengemudikannya dengan tenang, tanpa terasa ke Assuan. Ya, Assuan dikenal dunia sebagai pasar singgah di benua Afrika.

Pemandangan sekitar dam.

Tiba dalam bus, tour guide menjelaskan program hari ini kepada kami dalam bahasa Jerman. Lalu dia pun banyak cerita tentang Assuan, sementara pak sopir membawa kami ke acara pertama. Cerita tentang kota Assuan, saya buat terpisah. Kami berkunjung ke bendungan air terbesar yang disebut High Dam Site. Dam ini sangat berarti bagi warga Mesir untuk menampung air mengingat jarang sekali hujan datang dan letak sungai nil di Mesir pun bukan di bagian muara. Negara-negara yang dilalui sungai nil, apalagi di muara sudah lebih dulu mendapatkan air, sementara Mesir hanya sisanya saja.

Bendungan.

Atas dasar itu, pemerintah Mesir membangun dam besar sejak Januari tahun 1960 dan selesai dibangun tahun 1971. Dam ini masuk dalam area yang dijaga ketat, mengingat ini adalah sumber air bagi warga Mesir. Untuk masuk ke dalam pun, ada beberapa pos penjagaan yang harus dilalui dilalui. Di pintu utama, tas dan barang bawaan pun harus melewati mesin scanner. Pengunjung yang datang wajib membayar 75 LM Egyptian Pound.

Old Asswan dam.

Dam ini menggantikan Old Asswan Dam. Di dam baru kita bisa berfoto tetapi tidak boleh merekam dengan video. Beberapa petugas militer tampak hilir mudik di sekitar kami. Petugas tur memberikan kami waktu setengah jam untuk foto dan mengeksplorasi.

Monumen persahabatan.

Tempat yang wajib didokumentasikan di sini selain bangunan plant high dam, yakni friendship symbol. Mengapa? Ini adalah monumen yang menandai persahabatan. Sebelum ada dam ini, negara-negara yang dilalui sungai nil memperebutkannya sehingga terjadi konflik. Lewat pembangunan dam ini, orang Mesir tak lagi khawatir kekurangan air.

Setelah berfoto di beberapa tempat yang indah, tiga puluh menit berlalu. Sopir bis segera menyalakan motor untuk segera kami melanjutkan tujuan kami.

Kemana? Nantikan cerita saya selanjutnya!

4 Salad Isi Sayuran Saja Tetapi Enak, Mau Bukti?

Salad sayuran yang dipesan di restoran Vietnam.

Hampir menutup musim panas, saya tetap memburu salad yang unik, menarik dan enak untuk dibagikan pada anda. Unik karena disajikan dengan kreativitas si koki dapur. Menarik karena saya belum pernah menemukan sebelumnya. Satu lagi, enak tentunya karena saya sudah mencobanya.

Tiga salad berikut hanya berisi sayuran saja tetapi sudah cukup membuat saya puas memesan mereka. Bahkan menikmati sayuran dalam salad ini saja sudah membuat saya kenyang.

Pertama, salad dari Vietnam.

Vietnam telah mendominasi kuliner khas Asia, selain Thailand. Salah satunya adalah salad khas Vietnam yang saya pesan beberapa waktu lalu. Isinya benar-benar murni hanya sayuran saja. Ada irisan wortel, tauge, kol, timun, paprika dan bawang merah besar. Untuk sausnya, ada sedikit mayonnaise dengan bumbu asam manis yang cukup enak di lidah saya. Setelah saus, salad ditutup dengan irisan daun ketumbar.

Kedua, salad dari India

Sedangkan salad kedua berasal dari salad vegan yang dipesan khusus dari restoran India. Isinya pun hanya sayuran saja. Ada yang menarik, salad ini diberi biji kenari yang gurih dan kaya nutrisi.

Salad terdiri atas irisan lobak putih yang rasanya seperti bengkuang, timun, tomat dan taburan daun ketumbar. Untuk dressing sausnya, ada cuka dan minyak zaitun untuk salad. Agar terasa gurih, ada biji kenari yang ditaburi di atas salad.

Ketiga, salad dari Yunani

Salad berikut adalah salad yang umumnya saya dapatkan sebagai complimentary dari menu yang dipesan di restoran Yunani. Ini juga termasuk salad sayuran.

Isian salad adalah daun salada air, kol, timun, irisan wortel, acar kol merah dan peperoni. Untuk sausnya, ada rasa asam manis yang berasal dari tzatziki yang menjadi saus khas mediterania. Menariknya, ada biji zaitun yang diselipkan dalam salad. Ini menjadi kekhasan masakan mediterania.

Keempat, Salad dari Mesir

Terakhir salad sayuran dari Mesir berupa aneka sayuran yang diiris terlebih dulu. Ada wortel, kol, timun dan acar bawang merah besar. Di sini ada terung ungu yang sudah dipanggang terlebih dulu. Hal yang membedakan lainnya adalah bawang merah besar yang dibelah dua dan dipanggang. Beri sedikit garam dan perasan jeruk nipis. Wah, enak ternyata!

Jadi, anda akan pilih mana?

Mesir (6): Ada Banyak Alasan Berkunjung, Anda Perlu Tahu

Pesisir laut merah yang indah.

Beberapa teman bertanya, mengapa kami memilih liburan musim panas ke Mesir? Jawabannya banyak. Pertama, kami suka dengan kultur atau budaya. Mesir adalah negara yang termasuk tertua di dunia yang kaya akan budaya sejak sebelum masehi. Kita tidak akan pernah habis menjejalahi budayanya yang sarat sejarah sejak saya belajar dulu di sekolah. Biasanya kami liburan di suatu negara tidak lama, namun kali ini kami punya lebih dari dua minggu hanya untuk Mesir.

Mesir tidak hanya piramida dan sphinx saja. Ada banyak alasan untuk datang ke sini.

Piramida dan sphinx yang ada di Kairo sudah ada dari ribuan tahun lalu.

Alasan kedua adalah Mesir juga punya alam dan pantai yang indah. Meski hanya sepuluh persen wilayah Mesir berisi gurun pasir, tetapi selalu ada sisi yang indah dan menarik untuk dikunjungi. Kami mengeksplor kota Luxor dan Assuan di pesisir sungai nil dengan kapal wisata. Sungai nil pun punya pesona tersendiri. Benar kata orang Mesir, sungai nil adalah hadiah terindah dari Tuhan. Di satu sisi sungai nil begitu subur sehingga dihuni banyak penduduk dan di sisi lain sungai nil dipenuhi padang yang gersang nan tandus.

Kaya kuliner dan selalu puas dengan makan dan minum selama traveling.

Bersamaan dengan kami adalah turis asal Eropa yang menghabiskan waktu liburan musim panas di Mesir. Mereka menghabiskan diri dengan berjemur. Di tepi laut merah letak hotel kami selanjutnya. Jika anda suka diving dan snorkling, ini wajib sekali dicoba. Pantainya sangat indah. Dari sini, ada ferry yang bisa mengantar penumpang ke negara Saudi Arabia dengan waktu tempuh tiga setengah jam.

Jika suka sejarah, Mesir adalah tempatnya.

Mesir pun hanya ditempuh selama empat jam setengah dari bandar udara Munich, Jerman. Itu contohnya. Jadi penerbangan dari Eropa ke Mesir hanya beberapa jam saja sudah menjadi alasan untuk datang ke sini. Bayangkan jika mesti terbang menempuh belasan jam, mereka sudah merasa bosan. Mesir bisa jadi pilihan orang-orang Eropa berlibur.

Seorang penari Nubian sedang bersiap tampil.

Alasan lain semua kembali pada diri masing-masing. Kami pun bertemu dengan beberapa orang Eropa yang mengaku datang ke Mesir tiap liburan musim panas. Atau mereka datang bukan kali pertama seperti kami. Satu hal buat kami, selalu ada sisi menarik lebih dari sekedar traveling. Tinggallah beberapa lama di Mesir maka anda akan menemukan alasannya.

Huruf hierogliph yang menandakan Mesir sudah menjadi pelopor komunikasi lewat simbol-simbol.

Berikut 10 hal menarik saat saya traveling di Mesir.

  1. Orang di sini mengakui tidak mudah buat orang Jerman yang terbiasa disiplin waktu. Janjian kami dengan petugas tur selalu tidak tepat. Waktu singkat dipikir hanya 10-15 menit, kenyataannya berlaku lebih dari 30 menit. Buat kami tidak masalah, ini adalah liburan. Tetapi bagi warga di sini, kebiasaan tak tepat waktu sudah menjadi tradisi.
  2. Kebiasaan memberikan tip atau uang jasa. Dalam kultur Mesir ini disebut ‘Bakischich’ dalam bahasa Arab. Besarannya sekitar 10-15 persen dari total yang dibelanjakan. Agar pelayanan lebih maksimal, berikan tip di awal. Hari pertama semisal menginap di hotel beberapa hari maka kami sudah berikan tip di awal sehingga service room memuaskan. Tak segan, mereka yang membantu juga meminta tip untuk diberikan setelah selesai jasa layanan seperti tour guide, porter tas, kusir delman, sopir bis wisata, dsb. Ini sudah menjadi kebiasaaan mereka.
  3. Biaya hidup terjangkau dan paket wisata yang murah. Biasanya saya cukup sibuk menentukan soal makanan selama kami traveling. Di Mesir, kami bisa mendapatkan paket ‘all inclusive’ makan dan minuman dari pagi hingga malam yang lengkap selama traveling. Kulinernya sesuai lidah dan enak. Ada program acara yang menarik sehingga wisatawan seperti kami tak bosan dan betah selama di Mesir.
  4. Hari Jumat adalah hari libur di sini, sama seperti hari Minggu di Jerman. Sedangkan Kamis seperti layaknya hari Sabtu dan hari Minggu seperti hari Senin.
  5. Mesir menggunakan mata uang Egpytian Pound (LE) Mesir, meski begitu berlaku juga mata uang Euro untuk berbelanja di toko sovenir dan area pariwisata.
  6. Makanan yang disediakan adalah halal. Meski wisatawan selama saya berpergian adalah orang-orang Eropa, mereka puas dengan kuliner yang disediakan. Semua enak dan pas di lidah. Tiap hari ada tema kuliner yang buat wisatawan tidak bosan.
  7. Begitu pun soal minuman alkohol. Karena kami tinggal di wilayah pariwisata yang pastinya dihuni turis dari berbagai dunia maka mereka menyediakan alkohol dengan harga yang cukup mahal.
  8. Bahasa sehari-hari orang Mesir adalah bahasa Arab. Namun mereka yang bekerja di sektor pariwisata bisa berbicara dengan baik dalam bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Jerman dan bahasa Prancis.
  9. Tidak ada harga yang pasti saat anda berbelanja. Mereka memasang harga tetapi anda juga berhak menawar.
  10. Saat musim panas di Eropa seperti saat kedatangan kami, tidak ada perbedaan waktu antara Mesir dan Jerman. Kira-kira untuk waktu Indonesia Bagian Barat maka terjadi perbedaan lima jam lebih awal saat musim panas, semisal di Mesir jam 7 pagi maka di Jakarta jam 12 siang.

Alasan lain, warga Mesir sangat ramah kepada wisatawan yang datang.

Semoga bermanfaat.

Makanan Khas Italia (25): Panini Prosciutto, Semacam Sandwich Keju dan Ham

Selanjutnya yang dibahas adalah makanan Italia yang mungkin pernah anda jumpai sebelumnya. Saya sendiri pernah membahas kuliner ini sebelumnya di link ini. Yups ini adalah panini. Namun pastinya saya tidak akan membahas hal yang sama. Panini yang saya bahas sekarang bernama panini prosciutto.

Apa bedanya?

Panini ini semacam sandwich yang bisa dimakan kapan saja sesuai selera. Ini bisa jadi sarapan pagi, makan siang bila ingin praktis dan tak banyak waktu makan atau makan malam. Semua sesuai selera anda.

Prosciutto sebenarnya adalah daging ham kering yang diiris tipis. Ada yang ready to eat, namun ada pula yang masih mentah. Lalu untuk mengisi dalam sandwich, ada irisan keju dan paprika. Lagi-lagi isian sandwich sesuai selera anda.

Untuk menikmati prosciutto, sandwich menggunakan roti panini yang lembut. Panini dilapisi bagian atas dengan biji wijen sehingga terasa gurih. Bentuk panini bisa bermacam-macam, tetapi yang saya perkenalkan sekarang panini sebagai sandwich.

Setelah terisi isian panini yang diinginkan, termasuk prosciutto, maka panggang dalam oven panas selama 15 menit. Ini membuatnya sandwich semakin enak dan crunchy. Biarkan hingga sandwich berwarna cokelat keemasan.

Bagaimana menurut anda?

Makanan Khas Afrika (5): Roz bil Laban, Pudding Nasi dari Mesir

Pudding nasi original buatan Mesir.

Anda mungkin masih ingat, saya pernah membahas tentang rice pudding atau pudding nasi beberapa waktu lalu. Ulasan tersebut bisa dicek di sini.

Ditambahkan sedikit cinamon untuk menambah rasa.

Berkaitan dengan rice pudding, saya mendapatkannya juga saat bermalam di kapal wisata di Mesir. Pudding nasi ini disajikan sebagai sarapan pagi Saya cukup terkejut juga mendapatinya dalam etalase sarapan pagi. Semula saya pikir ini adalah bubur karena tampak jelas terlihat bulir-bulir nasinya. Rupanya itu adalah pudding nasi.

Pudding nasi dengan gula putih tabur, enak juga loh.

Saya tentu saja mengambilnya dalam mangkuk. Saat duduk, saya bertanya pada pramusaji yang ramah melayani saya. Dia katakan itu adalah pudding nasi. Dia pun dengan senang menceritakan bagaimana pembuatan pudding nasi buatan isterinya di rumah.

Pudding nasi sebenarnya hanya berisi beras yang dimasak bersamaan susu. Diberi garam sedikit dan rasa vanila jika suka. Rice pudding buatan isterinya itu sangat enak. Jelas si pramusaji yang bernama Husein kepada saya.

Tak mau kalah, saya jelaskan saya juga suka pudding nasi sejak tinggal di Jerman. Saya justru baru mengetahui bahwa Mesir juga menjadikan pudding nasi sebagai sarapan pagi. Saya pun suka pudding nasi rasa vanila atau kadang ditambahkan kayu manis.Seperti bersemangat merespon cerita saya, Husein pergi ke bagian dapur.

Begitulah orang Mesir yang selalu ramah pada turis. Bergegas Husein membawakan bubuk kayu manis. Saya pun memasukkannya sedikit ke dalam mangkuk.

Anda bisa melihat dua pudding nasi asli dan pudding nasi dengan tambahan kayu manis.

Anda suka mana?