Makanan Khas Timur Tengah (12): Koushary, Hidangan Perpaduan Nasi, Pasta dan Kacang Lentil

Salah satu porsi koshari atau koshary yang saya ambil.

Hidangan dari Mesir ini masih berlanjut dan tak luput juga diulas. Pasalnya saya sempat melihat hidangan ini beberapa kali diletakkan di meja prasmanan. Saya pun penasaran dan mengambil sedikit porsi dalam piring saya. Saya tertarik karena koushary, nama yang tertulis di atas meja prasmanan, berisikan nasi, sedikit pasta dan kacang. Hmm, rasanya pun enak.

Koushary, ada yang menyebutnya sebagai kushari, koshary, kosheri atau koshari. Sepintas nama-nama tersebut terdengar sama jika disebut, hanya penulisannya berbeda karena diambil dari huruf lokal yang berbahasa arab.

Saya membayangkan koushary ini seperti saya biasa membeli nasi uduk saat tinggal di Jakarta atau nasi kuning saat saya tinggal di Bandung. Koushary ini bisa dijumpai hampir di seluruh warung makan di Mesir. Ini seperti street foods juga yang mengeyangkan. Bayangkan makan satu porsi koushary sudah lengkap dengan nasi, pasta dan kacang lentil yang berbumbu. Lalu diberi bawang goreng di atasnya maka semua sudah terasa nikmat buat orang-orang di Mesir. Anda tinggal memilih lauk pauk atau tumisan sayur sebagai pelengkap.

Jika India punya Dal Makhani sebagai makanan nasional, maka Mesir punya koushary.

Koshary seumpama nasi uduk Jakarta atau nasi kuning Bandung bisa dicocokkan dengan sambal khas tomat dan lain sebagainya. Satu piring penuh koushary tersedia 200 kalori bila dihitung nilai gizinya. Tak ada aturan untuk menikmati koushary sebagai sarapan pagi, makan siang atau makan malam. Bahkan jika anda sudah merasa lapar, koushary bisa dibeli di pinggir jalan.

Ketika Husain menceritakan koushary, saya seperti tak habis pikir bagaimana menikmati semua secara bersamaan. Ini tampak berantakan dan tak menarik. Suami saya yang melihat saya mengambil satu porsi di piring tampak meragukan bahwa saya akan menghabiskannya. Ternyata ini enak, renyah, gurih dan berbumbu yang nikmat. Antara nasi, mie (pasta) dan kacang bersamaan.

Nyatanya koushary wajib dinikmati bila anda datang ke Mesir. Bahkan saya semakin penasaran ketika warung makan, gerobak kaki lima di Kairo hingga restoran pun menjualnya. Anda akan semakin penasaran jika anda tidak mencobanya saat sedang berada di Mesir.

Apakah anda sudah pernah menikmati koushary sebelumnya?

Makanan Khas Asia (59): Tumis Daging Sapi dengan Nanas ala Thailand

Lihat potongan nanas tidak hanya memberi rasa asam manis yang pas saja, tetapi masakan tampak cantik!

Thailand merupakan negara yang kaya akan kuliner dengan rasa asam manis sekaligus pedas. Tak hanya tom yum saja, rupanya Thailand punya banyak varian makanan tumisan, termasuk menggunakan nanas yang ditumis bersamaan sayuran lain dan daging sapi. Jangan tanya rasanya karena ini enak sekali! Makanan ini banyak digemari dan dipesan oleh orang-orang Eropa loh.

Awalnya saya tidak menyangka bahwa nanas bisa diselipkan dalam tumisan. Anda dan saya bisa jadi hanya tahu bahwa nanas hanya sebagai buah yang biasa disantap sebagai rujak saja atau salad buah. Tetapi di belahan negara lainnya, nanas bisa disajikan di atas piring sebagai makanan tumisan berbaur dengan sayuran lainnya.

Sebelumnya saya pernah mengulas juga mangga menjadi tumisan makanan bersama daging sapi. Mangga yang saya kenal sebagai buah pun ternyata bisa dinikmati sebagai masakan. Kini lanjutannya adalah nanas dalam tumisan.

Saya memesannya di restoran khas makanan asia di sini. Namanya mungkin terdengar asing, tumis daging sapi dengan nanas yang terasa asam, manis dan menyegarkan. Seperti yang anda lihat, daging sapi yang dipilih jelas yang benar-benar daging sapi lembut tanpa lemak. Dengan irisan yang halus, daging sapi akan terasa empuk dan dipadupadankan dengan sayuran seperti paprika, seledri besar, timun jepang dan bawang bombay. Tentu, ada irisan nanas yang berwarna kekuning-kuningan. Indah terlihat.

Tak ada bumbu yang rempah seperti makanan nusantara. Ini hanya bawang putih, bawang merah dan cabai agar tampak pedas. Setelah irisan daging sapi potongan ditumis matang, masukkan sayuran yang dikehendaki dan masak bersamaan. Teman asal Thailand menjelaskan dengan baik masakan ini. Terakhir masukkan garam, merica, sedikit gula dan potongan nanas. Biarkan masak sebentar di atas wajan.

Kini anda punya ide menjadikan nanas sebagai campuran tumisan. Rasa nanas yang asam dan manis menambah citarasa tersendiri untuk masakan ini. Warna nanas pun menambah indah penampakan tumisan ini.

Mesir (22): Nefertiti, Wanita Tercantik yang pernah Ada Tetapi Tidak Banyak Dikenal

Patung wajah Nefertiti yang saya temukan di kapal wisata di Luxor.
Dari jauh, saya menemukannya di Museum Nasional di Kairo.

Siapa yang tercantik menurut anda, Nefertiti atau Cleopatra?

Begitu pertanyaan tersebut meluncur dari salah seorang turis yang bersama kami dalam rombongan. Saya pun tidak tahu jawabannya. Jujur saya baru sekarang mengetahui Nefertiti, sedangkan Cleopatra sudah lebih dulu saya kenal melalui berbagai tayangan hiburan atau buku bacaan. Saya baru mengetahui tokoh Mesir bernama Nefertiti saat saya menjejakkan kaki di Mesir. Sejarah negeri ini memang tak habis dikupas. Saya masih berlanjut dengan tokoh berpengaruh tercantik yang pernah ada sebelum masehi, bernama Nefertiti.

Nefertiti sendiri namanya mengandung arti sebagai “Perempuan Tercantik yang Telah Datang” begitu orangtuanya memberi nama padanya. Kecantikannya membuat Nefertiti terkenal dunia dan hingga sekarang Nefertiti dikenal sebagai icon kecantikan perempuan. Padahal Nefertiti berkuasa sekitar abad 14 Sebelum Masehi, jauh sebelum kehadiran Cleopatra yang dikenal banyak orang, termasuk saya. Saya hanya mengenal Cleopatra saja sebagai wanita tercantik yang pernah ada dari Mesir. Padahal Nefertiti itu jauh lebih cantik dari Cleopatra. Ini tampak dari tulang wajahnya yang simetris. Lehernya yang jenjang dan kulitnya cokelat menawan begitu mempesona siapa saja pada jaman itu.

Nefertiti adalah permaisuri dari Firaun Akhenaten, dinasti ke-18. Akhenaten dikenal sebagai Firaun yang memunculkan keyakinan monoteisme, yakni menyembah hanya pada satu dewa, Athen. Tidak ada dewa-dewa lain yang lebih tinggi selain dewa Athen. Dewa Athen digambarkan dengan sinarnya bercahaya seperti matahari. Ini yang kemudian memunculkan aliran Athenisme. Sayangnya Akhenaten tak lama berkuasa, yang kemudian digantikan Nefertiti.

Wajah Nefertiti yang icon itu jika diperhatikan ada yang janggal. Pada salah satu matanya, tampak tidak normal. Nefertiti digambarkan punya mata yang indah yang dihiasi eye liner hitam di kedua matanya, hanya saja satu matanya tak berfungsi baik. Ini bisa dilihat di perangko 0,70€ yang memunculkan wajah Nefertiti yang dikeluarkan pemerintah Jerman tahun 1989 dan berbagai patung wajah Nefertiti lainnya. Nefertiti kehilangan mata kirinya karena infeksi. Meski begitu, orang tetap memandang dia sebagai wanita tercantik ketimbang ratu lain.

Dibandingkan Cleopatra, banyak orang lebih mengagumi Nefertiti. Karena Nefertiti merupakan orang asli keturunan Mesir, sedangkan Cleopatra sesungguhnya bukan orang Mesir. Nefertiti dilahirkan di Thebes, yang sekarang disebut Luxor. Nefertiti dikenal karena kecantikannya sedangkan Cleopatra dikenal karena kecerdikannya. Nefertiti berkuasa sekitar abad 14 Sebelum Masehi sedangkan Cleopatra sekitar abad 30 Sebelum Masehi. Jadi saya bisa membedakan keduanya sekarang.

Di akhir hayatnya, tak banyak informasi jelas bagaimana Nefertiti itu meninggal. Ada rumor yang menyebut dia dibunuh, tetapi ada yang mengatakan dia sakit. Mereka masih menyimpan rekam medis Nefertiti pada masa itu bersama sang suaminya, yang adalah Firaun. Begitu pun mengenai kuburan dan muminya. Ada yang mengatakan sampai sekarang belum ditemukan muminya, tetapi ada yang mengatakan muminya disimpan secara rahasia dibalik makam Firaun lainnya.

Satu hal penting yang saya pelajari dari informasi Nefertiti adalah bahwa kecantikan itu relatif. Objektivitas ukuran kecantikan pun tidak bisa disamaratakan untuk tiap jaman. Wajah lebih jelas Nefertiti bisa anda cari sendiri via internet.

Makanan Khas Italia (31): Salad Isi Makanan Laut dan Pizza Ikan Teri Besar

Ini salad rasa makanan laut, enak sekali!

Beralih ke makanan laut yang berasal dari Italia, saya ajak anda untuk mencoba salad dan pizza berikut ini. Keduanya memang istimewa ketika saya dan suami juga penyuka makanan laut memilih ini untuk dijadikan santapan malam. Kami pergi dinner untuk meluangkan waktu sejenak setelah seharian bekerja. Akhirnya pilihan makan di restoran Italia pun menjadi kesepakatan bersama. Restoran Italia itu bisa dipastikan ada hampir di tiap kota di Jerman.

Kami tiba di restoran Italia yang mengusung makanan istimewa yakni pizza dengan rasa terenak. Sepertinya tidak salah pilih, suami yang gemar makan pizza pun segera mencermati buku menu pada bagian pizza. Matanya tertuju pada deskripsi pizza yang ditawarkan. Lalu ia menyentakkan saya pada pilihan pesanannya. Ia mengatakan bahwa ia ingin mencoba pizza TIRRENA.

Di deskripsi menu dijelaskan pizza tirrena, saya menemukan isian pizza ada schinken atau salami atau daging ham yang biasa kita kenal. Lalu ada keju, irisan bawang bombay dan saus tomat. Plus, ada ikan sardellen dalam bahasa Jerman. Lalu saya pun segera mencari tahu nama ikan sardellen dalam bahasa Indonesia. Rupanya dalam bahasa Indonesia, ikan ini masuk dalam golongan ikan terri. Wah!

Lihat itu ikan sardellen yang menyempurnakan rasa pizza, juga sama-sama enak!

Italia juga termasuk negara yang kaya akan kuliner makanan laut. Tak salah jika kami berdua memilih restoran Italia hanya untuk menikmati makanan lautnya. Saya sendiri memilih menu salad makanan laut. Salad ini tertulis dalam insalata frutti di mare dalam bahasa Italia. Dan saya sudah menikmati salad ini untuk kesekian kalinya. Penyajian salad makanan laut ini pun berbeda-beda tergantung sang juru masak.

Hal yang membedakan untuk rasa salad adalah dressing sauce yang dipergunakan untuk menguatkan rasa makanan. Sebenarnya salad saja hanya terdiri atas tumpukan sayuran yang dikehendaki. Pada salad berisi makanan laut maka tumpukan sayur diberi topping makanan laut. Ada ikan, kerang, udang dan gurita. Ini enak sekali!

Dressing sauce pada salad yang saya pesan tak hanya ada rasa asam, manis dan asin saja tetapi ada rasa segar ketika saya menyebarkan perasan jeruk lemon yang diberikan. Ini menambah citarasa tersendiri untuk salad ini. Plus ada balsamico sauce yang bisa anda lihat pada warna kehitaman melingkari salad. Saus ini memang cocok untuk menyempurnakan rasa salad makanan laut.

Semoga anda semakin penasaran untuk mencoba dua makanan laut asal Italia ini. Bagi para sea food lover, saya pastikan anda akan menyukainya.

Antara Bos Perempuan dengan Bos Laki-Laki, Anda Pilih Mana?

Ilustrasi.

Kemunculan emansipasi telah memberikan pengaruh dalam dunia kerja. Perempuan dan laki-laki pun punya peluang yang sama untuk menduduki posisi pemimpin. Meski ini belum tentu berlaku di semua perusahaan, tetapi saya terkejut juga ketika mendengarkan teman saya mengeluh lebih suka dipimpin oleh si A ketimbang B, berdasarkan gendernya. Hanya karena gender, dia berpikir bahwa bos perempuan itu lebih baik ketimbang bos laki-laki.

Begitu tiba di rumah, tangan saya sibuk mencari tahu tentang studi yang berkaitan. Saya bukan feminist activist, tetapi sebagai perempuan saya menjadi penasaran juga. Apakah benar berlaku bahwa bos perempuan lebih baik daripada bos laki-laki seperti yang dikatakan teman saya tadi?

Suatu studi menyatakan bahwa perempuan lebih terlibat dalam tim kerja, daripada pimpinan laki-laki. Ini yang menyebabkan pengaruh keterlibatan pemimpin perempuan mendorong performance lebih tinggi dalam pekerjaan. Meski studi ini tidak dapat digeneralisasikan dalam semua bidang pekerjaan, nyatanya pemimpin perempuan itu memakai pendekatan pendampingan ketimbang pendekatan komando yang dilakukan pemimpin pria. Melalui pendekatan yang seperti ini, pemimpin perempuan membangun komunikasi yang partisipatif sehingga lebih disukai. Sementara pemimpin pria tampak seperti militer dan tradisional yang mengesankan adanya hierarki dalam kepemimpinan.

Saya sendiri tidak terlalu ambil pusing, apakah suka dipimpin bos perempuan atau bos laki-laki karena saya berpikir ada perbedaan karakter yang unik yang tidak bisa disamaratakan. Ini sama seperti mengapa mereka memilih saya yang perempuan untuk suatu pekerjaan ini dan itu, ketimbang laki-laki. Ada alasan yang mendasar dan mungkin logis bahwa posisi tertentu memang lebih baik untuk lelaki dan atau posisi lain memang untuk perempuan. Hanya saja akan terdengar aneh saja jika anda suka dipimpin oleh si A atau B hanya karena gender, bukan karena kapasitas.

Gaya partisipatif pada bos perempuan bisa jadi tidak disukai karena terkesan tidak efektif. Namun gaya kepemimpinan bos laki-laki yang tradisional bisa jadi bumerang karena kontrol yang ketat dan lebih banyak diatur. Dengan begitu, sebenarnya sama saja. Tak ada yang lebih baik antara dipimpin bos perempuan atau bos laki-laki. Semua tergantung bagaimana kita sebagai pekerja bisa menunjukkan kinerja yang baik, bukan tergantung gender pemimpinnya.

Apakah kita akan giat bekerja hanya karena siapa bos kita? Saya pikir justru kita menjadi aktif dan produktif dalam bekerja karena siapa kita sesungguhnya.

Sejak perempuan diberi peluang dalam manajeman, tidak berarti bahwa pria dan wanita bisa dianggap sama dalam kepemimpinan. Mereka punya cara dan pendekatan tersendiri sebagaimana karakter kepribadian mereka. Orang yang berjiwa pemimpin tampak ketika mereka mampu mengorganisir dan menangani pekerjaan.

Satu hal menarik yang saya pelajari dari ayah saya adalah bagaimana kita bisa menjadi pemimpin, jika kita tidak bisa memimpin diri sendiri menjadi lebih baik. Jangan harap kita bisa menjadi pemimpin jika kita tidak bisa memimpin dalam hal kecil. Segala yang besar bermula dari perkara kecil. Bagaimana kita bisa jadi pemimpin, bila kita tidak tahu bagaimana mengelola kebutuhan diri sendiri. Jadi saya lebih setuju pemimpin itu tidak diperhatikan berdasarkan gendernya tetapi kapasitas dan kemampuannya.

Makanan Khas Asia (57): Sate Asal Vietnam Pakai Saus Kacang Beda Rasa dengan Sate yang Saya Kenal

Sate Ayam yang dibuat di restoran Vietnam.

Apa pun makanan yang diberi saus kacang dan berasa pedas, disebutnya sate. Entah mengapa muncul istilah sate yang memang berbeda dari sate yang umum dan menjadi kuliner nusantara. Sate yang saya ulas kali ini berasal dari Vietnam. Saya menjadi penasaran untuk mencobanya, meski ini berbeda dari sate yang saya kenal. Tetapi saya menyukai rasanya yang sungguh lezat sekali.

Sesungguhnya saya tidak bisa mengklaim bahwa makanan yang disebut satay atau sate itu hanya berasal dari Indonesia. Nyatanya makanan yang disebut sate yang saya nikmati ini hanya karena diberi bumbu kacang. Itu sama seperti sate sebagai makanan nusantara yang kita kenal. Hanya saja ada rasa saus yang berbeda antara bumbu kacang sate yang menjadi makanan nusantara dengan saus kacang yang dipakai pada makanan Vietnam.

Sate khas Vietnam dengan saus kacang ini sungguh enak.

Umumnya sate makanan nusantara tidak hanya berbumbu kacang saja. Menurut saya, kita menyebutnya sate ketika makanan itu dipanggang di atas bara api. Saus sate memang umumnya adalah saus kacang, tetapi tidak wajib. Bahkan saya paling suka makan sate dengan saus kecap manis, irisan cabai dan potongan bawang merah saja. Atau saya juga suka makan sate khas maranggi yang diberi saus sambal yang dihaluskan kasar. Itu hanya untuk membuktikan bahwa sate asal Indonesia tidak melulu bersaus kacang untuk menikmatinya.

Saya ambil contoh bumbu sate madura yang juga punya sate terenak dengan saus kacangnya. Ada kacang tanah, cabai, bawang merah, kemiri, kecap manis dan gula merah yang dihaluskan bersamaan. Sebelum dihaluskan, kacang tanah terlebih dulu disangrai dengan sedikit minyak. Setelah mendapatkan saus kacang yang dihaluskan, saus tersebut dicairkan dengan sedikit air panas. Dengan begitu, sate yang terdiri tusuk daging yang sudah dipanggang dapat dinikmati dengan saus kacangnya.

Tunggu, bagaimana dengan sate asal Vietnam?

Satenya sudah jelas berbeda dimana potongan dagingnya tidak dipanggang seperti sate khas nusantara. Tetapi kita berbicara tentang saus kacangnya yang enak pada sate asal Vietnam.

Bumbu sate berasal dari peanut butter yang mudah saya peroleh di toko asia di Jerman. Peanut butter juga saya pergunakan untuk saus kacang pada somay buatan saya. Bagaimanapun saya pikir peanut butter itu terkesan praktis dan simple tanpa menggoreng, menumbuk dan menghaluskan terlebih dulu.

Untuk mendapatkan saus sate terdiri atas peanut butter, saus hoisin yang sedikit pedas dan beri pasta bawang putih. Agar tambah enak, bisa juga diberi irisan bawang bombay. Percaya deh saus kacang pada sate asal Vietnam ini benar-benar menggoda rasanya. Penasaran ‘kan?

Kreasi Sendiri (34): Ini Rahasia Mie Ayam Indonesia yang Enak

Mie ayam buatan sendiri.

Menikmati bakmi ayam bisa menjadi pilihan tepat ketika cuaca di sini memang sedang menuju musim winter. Jika saya sedang berada di Jakarta, tentu mudah membelinya dimana saja. Namun kerinduan saya makan mie ayam membuat saya ingin mencoba membuatnya sendiri di sini.

Kadang disebut juga bakmi ayam yang menurut orang Tiongkok, ini benar-benar lezat.

Mengapa mie ayam ini enak?

Ada beberapa alasan yang menyebut mie ayam nusantara itu enak. Ini bukan soal micin atau kandungan msg yang di dalam racikan bumbunya. Pertama, potongan daging ayam yang dicacah dan diberi bumbu itu membuat nikmat para noodle lovers. Mie sendiri pada dasarnya berasa tawar, justru dengan topping potongan daging ayam halus yang diberi rempah-rempah justru memberi nikmat tersendiri. Coba deh anda makan mie saja, tanpa potongan topping potongan daging ayam berbumbu tadi! Tak enak ‘kan?

Kedua, proses menumis potongan daging ayam yang butuh waktu lama hingga benar-benar masak. Ternyata memasak potongan daging ayam itu waktunya hanya tak sebentar saja loh. Karena rasa daging ayam sudah cukup masak. Namun anda perlu membuat bumbu meresap lebih lama dengan membiarkannya dalam api kecil sehingga potongan daging ayam itu benar-benar berwarna kuning keemasan yang cantik. Itu alasan kedua mie ayam nusantara itu benar-benar enak.

Ketiga, mie ayam itu enak ketika diberi kuah minyak sisa dari rendaman potongan daging ayam yang menjadi topping. Awalnya saya bingung bagaimana membuat mie yang biasa dijual di Jakarta sebagai street foods karena ada minyak berbumbu yang biasa dicampurkan dalam semangkuk mie yang dipesan. Akhirnya saya praktik membuat minyak berbumbu dari hasil racikan memasak topping daging ayam. Hasilnya, ini membuat enak.

Resep membuat topping daging ayam yakni menghaluskan bumbu-bumbu. Terdiri atas bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lada dan garam. Setelah bumbu halus, tumis dengan banyak minyak agar nanti bisa digunakan untuk minyak berbumbu pada mie ayam. Tumis bumbu halus, tambahkan sereh, daun salam, daun jeruk dan sedikit kaldu ayam. Biarkan masak sebentar dalam api kecil.

Resep ini juga bisa dikreasikan menjadi bihun ayam, yang disesuaikan dengan selera anda.

Di lain waktu, saya kreasikan juga topping bakmie ayam menjadi bihun ayam. Bihun yang terbuat dari beras juga cukup mengenyangkan. Bukan tidak mungkin, ini bisa menjadi salah satu pilihan buat anda sekeluarga ketimbang jajan di luar rumah.

Selamat mencoba di rumah!

Mesir (21): Luxor Temple Menjadi Tempat Sembahyang Sejak Sebelum Masehi

Dua patung Ramses II sedang duduk berada di muka.
Salah satu obeliks lebih dekat.
Empat patung Ramses II berdiri dan tugu obeliks.
Area Ramses II court.
Dahulu tempat ini juga menjadi tempat penobatan firaun sebelum berkuasa.

Mesir memang tak pernah selesai dikupas wisata sejarahnya. Negeri tertua di dunia ini rupanya menyimpan banyak sekali sejarah peradaban yang tak lekang waktu. Itu sebab cerita wisata saya pun masih berlanjut. Masih di Luxor, kota yang menyimpan kekayaan sejarah para Firaun yang pernah dipelajari dalam ilmu sejarah dan budaya di sekolah dulu. Kali ini wisata berlanjut ke Luxor Temple, tempat yang direkomendasikan untuk dikunjungi bila anda tertarik dengan sejarah, budaya, arsitektur dan plus agama.

Luxor temple letaknya tepat di tengah kota Luxor sendiri. Berada di pusat kota, temple ini begitu mempesona sebagai objek foto orang yang lalu lalang. Ada traffic light, gedung pemerintahan, hotel dan area pertokoan yang berada di sekitar lokasi wisata ini. Itu sebab lokasi ini dijadikan destinasi terakhir karena mudah dijangkau.

Cuaca yang terik saat kami datang membuat saya sudah lelah begitu tiba. Pemandu wisata memberikan penjelasan tentang asal muasal pendirian temple dan keterkaitan beberapa tempat yang sebelumnya sudah dikunjungi. Hanya saja saya sudah tak fokus lagi menyimaknya dalam bahasa Jerman. Padahal lokasi wisata ini amat menarik wisatawan karena bangunan arsitekturnya yang megah, yang pernah dibangun selama ratusan tahun. Wow!

Bangunan yang megah ini diperkirakan ada sejak abad 15 Sebelum Masehi. Keberadaan bangunan ini masih ada kaitan dengan Karnak Temple, yang sudah saya ulas sebelumnya. Bahkan ada garis lurus seperti jalan yang sebelumnya menghubungkan kedua bangunan antara karnak temple dan luxor temple. Bayangkan ini sudah terjadi tiga ribu tahun lalu sehingga banyak peninggalan yang tak utuh dan tak sempurna. Ukiran tiap dinding candi tampak tak jelas tetapi penggalian dan penyelidikan sejarah tak berhenti untuk mencari tahu.

Untuk menunjukkan keterkaitan Karnak Temple dan Luxor Temple, ada sebuah festival ritual kuno yang membawa patung dewa Amun, dewi Mut dan dewa Khonsu dari Karnak Temple ke Luxor Temple. Festival ini disebut festival Opet sesuai penanggalan keagamaan bangsa Mesir waktu itu, sebelum masehi. Dengan begitu temple ini juga didedikasikan untuk pemujaan dewa-dewa tersebut, sebagai festival keagamaan tertua. Konon di Luxor Temple terdapat tempat bagi Amun mengalami kelahiran kembali. Itu sebab nama Luxor Temple disebut Thebes. Thebes adalah sebutan orang Yunani untuk wilayah Luxor pada masa itu sebagai tempat berdevosi kepada dewa Amun.

Kuil diawali dengan sphinx yang sebelumnya menghubungkan dengan Karnak Temple. Sphinx berkepala manusia dulu terhubung sampai Karnak Temple. Lokasinya berada di selatan. Di muka kuil ada 2 tiang kokoh seperti obeliks yang berukir kisah heroik tentang pertempuran Mesir melawan bangsa lain. Tiang penyangga di muka kuil dibangun oleh Ramses II dengan 4 patung Ramses yang berdiri dan 2 patung Ramses yang duduk dengan tangan diletakkan di lutut. Area ini sendiri disebut area Ramses II court. Ramses II hanya memperluas kuil ini, sebelum Hatshepsut dan Amenhotep III membangunnya.

Saya sudah tak banyak mendengarkan penjelasan dari pemandu wisata. Hanya saja, saya ingat bahwa kuil ini pernah menjadi pusat keagamaan terbesar. Dindingnya bergambarkan ukiran pujian kepada dewa-dewa Mesir dahulu. Namun bangsa Romawi datang menguasai Mesir. Luxor temple pun beralih fungsi.

Diperjelas dengan denah ini.
Sphinx dan lurus ke depan, tampak gereja.

Dewa Amun-ra dan dewi Mut.
Masjid.


Abad 6 Masehi Luxor Temple yang megah ini menjadi gereja kristen koptik yang mengawali jemaat kristen awal di Mesir. Untuk membuktikannya, di sini masih terdapat altar dan hiasan dinding seperti di gereja, tempat sembahyang umat kristiani. Sayangnya warnanya semakin pudar seiring waktu. Ada yang mengatakan bahwa dulu temple ini dijadikan biara untuk para misionaris kristen.

Salah satu peninggalan misionaris kristen di Mesir, anda bisa melihat di pusat kota Luxor gereja katolik Santa Chatarina dan beberapa gereja denominasi lainnya. Bahkan saat saya datang di hari Minggu ke Luxor, tampak gereja dipadati umat yang sedang beribadah.

Pemandu wisata mengatakan ada satu dinding yang dulunya menjadi kuil pemujaan dewa, berubah menjadi salah satu bagian gereja. Kemudian dinding itu pula menjadi bagian dari masjid, tempat sembahyang umat islam. Masjid itu bernama Abu Al-Haggag. Sampai sekarang masjid ini masih digunakan masyarakat sekitar untuk bersembahyang.

Dari sini saya bisa menangkap maksud dinding informasi yang bertuliskan dalam bahasa Inggris sebagai berikut. “The functioning mosque makes Luxor Temple one of the rare sites in Egypt that has been a place continous worship since at least 2000 BC.” Itu sebab, anda layak menyelami misteri peradaban manusia berabad-abad lamanya di tempat ini.

Kreasi Sendiri (33): Kue Nagasari Tampak Eksotis dengan Daun Pisangnya yang Susah Ditemukan

Kue nagasari atau kue pisang yang dijajakan di malam budaya.
Kue pisang tampak eksotis di Eropa karena rasa dan pembungkusnya.

Sebagaimana yang saya janjikan tempo lalu bahwa saya menyediakan kue pisang atau yang disebut kue nagasari saat acara malam budaya di kampus. Cerita saya sebelumnya adalah saya berhasil mencoba kue pastel pakai puff pastry, tetapi saya berpikir ulang untuk menyajikannya. Akhirnya resep kue pastel ini dipakai kelompok mahasiswa dari Thailand.

Mengapa kue nagasari? Bisa jadi pertanyaan itu muncul dalam benak anda. Pemilihan kue nagasari menurut saya tak mudah sebagaimana sulitnya mencari daun pisang untuk membungkus kue nagasari. Bukan tanpa alasan, saya memilih kue nagasari untuk ditampilkan dalam malam budaya. Ternyata mereka suka dengan kue buatan saya.

Ini alasan pemilihan kue nagasari. Pertama, kue ini bisa diterima oleh berbagai kalangan baik vegan, vegetaris atau pemakan segala. Kue ini berisi tepung beras, sedikit tepung maizena, santan kelapa dan diberi irisan pisang. Tentu kue nagasari bisa dirasakan di semua lidah karena rasanya sederhana. Bagaimana pun di sini kami perlu menjelaskan apa yang menjadi deskripsi isian makanan yang dijajakan.

Alasan kedua, kue nagasari itu ternyata punya makna filosofinya sebagai salah satu jajanan pasar di Indonesia. Kue ini konon dahulu disajikan sebagai makanan untuk para tamu terhormat kerajaan. Belakangan diketahui siapa pun bisa menikmati kue nagasari karena pembuatannya yang sederhana. Bahkan kue nagasari tidak luput dari acara budaya di pulau Jawa. Kue nagasari dianggap simbol ketulusan hati karena warnanya yang putih.

Kue nagasari dipandang punya filosofi tradisi Jawa sehingga menjadi salah satu jajanan pasar.

Alasan berikutnya, kue nagasari tampak menawan dalam balutan daun pisang. Untuk mendapatkan daun pisang di sini, itu tidak mudah. Saya harus memesannya secara online. Daun pisang yang saya peroleh import dari negeri Thailand.

Kue nagasari menjadi misteri tersendiri bagi pengunjung yang datang. Apalagi tampilan kue nagasari menjadi khas dan unik ketika mereka sendiri baru pertama kali mencicipi kue nagasari. Mereka terkesan dan suka dengan rasa kue nagasari yang sedikit manis, gurih dan sederhana. Enak, kata mereka!

Alasan terakhir nih, aroma kue nagasari itu memang berbeda. Daun pisang ternyata membantu memberi aroma alami pada makanan yang dibungkusnya. Tak hanya itu, saya juga menambahkan daun pandan saat merebus santan sebelum dicampurkan tepung. Anda bisa membayangkan bahwa daun pandan itu memberi aroma yang enak untuk citarasa jajanan nusantara.

Jangan tanya saya lagi, bagaimana saya juga bisa mendapatkan daun pandan! Itu pastinya butuh perjuangan juga. Sama seperti daun pisang, daun pandan pun dipesan khusus sehingga wangi kue nagasari itu alami dan mengesankan.

Setelah berjibaku membuat kue ini, saya senang bahwa saya berhasil membuatnya dengan baik. Semua suka dengan rasa dan tampilan kue nagasari ini. Saya bangga bisa memperkenalkan kue ini kepada mereka yang belum pernah makan kue nagasari sebelumnya, apalagi ada juga yang belum pernah berkunjung ke Indonesia.

11 Tahun, 820 Hari: Sering Menulis Tiap Hari, Ini 7 Keseringan Dampaknya

Selamat bergabung di aplikasi wordpress yang ke-11!
Sudah 820 Hari, blogging tiap hari!

Menulis setiap hari itu menjadi tantangan tersendiri buat saya selama 820 hari. Padahal saya sudah memulai sejak 11 tahun lalu bergabung di wordpress, aplikasi yang menyalurkan hobi menulis saya. Namun kebiasaan rutin menulis baru beberapa tahun belakangan ini. Seandainya 11 tahun lalu saya sudah menulis tiap hari tentu sekarang saya sudah menghasilkan sekitar empat ribuan artikel. Sayangnya, itu tidak terjadi demikian.

Dahulu pekerjaan saya di Indonesia adalah sebagian traveling ke pelosok nusantara untuk bekerja. Tak terbayang berapa banyak tempat dan artikel yang bisa saya kumpulkan sekarang. Menyesal? Saya sangat menyesal tidak bisa menyisihkan kesibukan pekerjaan dahulu dengan menulis. Kini saya tahu betapa pentingnya menulis tiap hari untuk aktualisasi diri. Saya merasakan self-esteem yang tumbuh positif melalui kebiasaan ini.

Artikel ini bukan yang pertama yang menjelaskan manfaat menulis tiap hari dan tantangannya. Saya sudah mengulas sebelumnya, yang bisa anda cek di blog ini.

Kali ini saya membahas apa sih dampaknya menulis tiap hari selama 820 hari, yang saya rasakan. Sering menulis itu menyebabkan keseringan pada hal lain. Apa saja?

1. Sering Baca

Apakah anda berpikir saya tahu segala hal lewat semua ide yang saya tulis? Saya tahu tentang banyak hal ketika saya membutuhkannya untuk memperkaya data artikel saya. Artikel saya memang tidak berhubungan dengan persoalan pribadi, sehingga saya harus mencari informasi yang melengkapi artikel yang hendak ditulis. Mengapa begini? Mengapa begitu? Lewat membaca, saya menjadi tahu sesuatu yang mendasari atau latar belakang tentang sesuatu hal. Ada yang mengatakan membaca dulu kemudian menulis, tetapi bagi saya membaca dan menulis harus dilakukan beriringan atau sejalan.

2. Sering Bertanya

Mengapa mereka melakukan itu?” atau “Apakah benar di Tiongkok itu ada hari lajang?” dan sebagainya pertanyaan-pertanyaan saya pada beberapa kenalan saya berbeda bangsa di sini. Kebiasaan bertanya itu ternyata melatih berpikir kritis saya. Misalnya, saya bertanya bagaimana membuat makanan ini dan itu kepada orang lain. Jika anda hidup di negeri perantauan dan tidak mengenal akrab, anda tak mungkin bergosip dan membicarakan orang lain. Tentu berdiskusi soal kebiasaan, makanan hingga budaya itu membuat hidup saya makin kaya.

3. Sering Cari Tahu

Ada yang memanfaatkan kecanggihan smartphone itu untuk terhubung dengan orang lain yang berada jauh di sana, ada yang selfie, ada yang menjadi social media addicted atau ada pula yang menjadi vlogger. Semantara saya memanfaatkan smartphone untuk menyimpan ide menulis dan memotret apa yang saya lihat. Lewat smartphone, saya mencari tahu tentang ide menulis yang hendak saya kembangkan. Dunia kini seluas dua jari, anda bisa mencari tahu begitu mudahnya. Jika stuck menulis, segera cari tahu ide menarik untuk ditulis.

4. Sering Penasaran

Menulis tiap hari itu membuat saya penasaran pada banyak hal di dunia ini. Saya penasaran terhadap sesuatu hal sehingga ini melatih saya untuk menulis. Menulis tiap hari itu memunculkan rasa penasaran. Besok saya akan menulis apa. Bulan depan, apa yang akan saya tulis. Saya penasaran dengan suatu tempat, suatu makanan atau sesuatu hal, hanya karena saya harus menulis tiap hari.

5. Sering Berpendapat

Menulis tiap hari itu melatih keterampilan linguistik seseorang, itu yang saya rasakan. Ini bisa menjadi alasan, saya begitu mudah mengungkapkan pendapat saya ketika berdiskusi atau berjumpa dengan orang lain. Keterampilan lingustik itu membuat saya cakap berpendapat tentang sesuatu ide, bukan menggosip ya.

6. Sering Berpikir Terstruktur

Bahwa seberapa banyak orang memahami sesuatu, ketika dia sering berpikir terstruktur. Ia akan mudah menuliskan atau menyampaikan hal yang mudah dicerna dan terstruktur. Apa yang menyebabkannya? Menulis tiap hari melatih otak untuk menyampaikan sesuatu secara tertulis, yang berhubungan satu sama lain sehingga menjadi struktur artikel. Kebiasaan baik ini tentu mendorong saya untuk berpikir terstruktur dalam kerangka berpikir (=logical frame) yang sering tentang sesuatu hal.

7. Sering Punya ‘Me Time’ buat menulis

Hal terakhir yang menjadi keseringan saya adalah memiliki waktu sendiri untuk menulis. Saya tahu bahwa saya punya aktivitas lain yang juga sama penting atau lebih penting dari sekedar menyalurkan hobi menulis. Namun kebiasaan menulis tiap hari melatih saya untuk meluangkan waktu sendiri untuk menulis. Jika ditanya apa ‘me time’ saya? Menulis dan membaca adalah ‘me time’ saya yang tak terpisahkan.

Menulis tiap hari itu adalah soal memilih bagaimana memanfaatkan waktu luang. Target saya adalah menggenapi artikel sampai hari ke-1.000 menulis tiap hari. Semoga saya berhasil melampui 180 hari lagi menulis tiap hari.

Anda sendiri bagaimana?