Bagaimana Hidup itu Berjalan? Belajar dari Sirkus

Ilustrasi.

Sejak saya masih anak-anak sudah mengenal sirkus. Ayah saya membawa saya dan adik saya pergi menonton sirkus di Jakarta, yang dulu populer digelar ketika liburan sekolah. Meski harga tiket sirkus tak murah, tetapi ayah saya membelinya untuk saya dan adik saya agar bisa terhibur selama liburan sekolah. Dari dulu sirkus sudah menjadi pertunjukkan yang menakjubkan, menyenangkan dan mengesankan dalam benak saya.

Setelah masa anak-anak berakhir, saya sudah tidak menemukan lagi pertunjukkan sirkus di Jakarta. Saya pun sudah abai dengan sirkus. Namun ingatan akan sirkus terbawa kembali saat saya pindah ke Jerman. Di sini sirkus masih menjadi hiburan rakyat yang kadang-kadang muncul semisal musim panas atau musim dingin. Beberapa kali juga saya perhatikan sirkus pun ada di acara festival budaya, volkfest di sini.

Sirkus memang menjadi hiburan rakyat yang disukai tua dan muda, mulai dari anak-anak hingga orangtua. Tetapi pertanyaannya, mengapa sirkus itu tidak pernah terselenggara sepanjang masa? Artinya sirkus itu hanya dilakukan di periode tertentu dan jangka waktu tertentu. Karena sirkus itu perlu waktu rehat, yang membuktikan bahwa hidup itu tak selamanya seperti pertunjukkan sirkus yang selalu menakjubkan dan mengagumkan.

Ayah saya pernah berkata bahwa hidup para pemain sirkus itu memang tidak menetap. Itu sebab pertunjukkan sirkus pun tak pernah sepanjang masa. Kata ayah saya “Untuk sesuatu yang menakjubkan dan mengagumkan, kita memang tak pernah bisa merasakannya sepanjang masa. Ada saatnya kita perlu menunggu kapan waktu pertunjukkan sirkus dimulai.” Dan menunggu itu memang melatih kesabaran saya. Ketika tiket sirkus sudah di tangan saya, sementara saya masih harus menunggunya beberapa hari kemudian untuk melihat pertunjukkan sirkus, itu adalah proses menunggu yang indah.

Sepulang dari sirkus, saya masih bertanya pada ayah selama perjalanan ke rumah. Pertanyaan saya misalnya, mengapa mereka bisa melakukan pertunjukkan itu dengan hebat? Ayah saya mengatakan bahwa mereka telah berlatih untuk kesekian kali tak terhitung banyaknya agar mereka tampil mengagumkan. Hal ini sudah mengajari saya bahwa tampil mengagumkan itu bukan hal mudah, ada proses dan latihan berkali-kali agar sempurna. Dari situ, ayah saya menjelaskan pada saya tentang pembelajaran hidup sesungguhnya.

Jika saya merasa gagal dan saya berbicara dengan ayah saya, dia mengingatkan saya tentang bagaimana sirkus itu berjalan. Bahwa segala sesuatu yang mengagumkan itu tidak ada yang instan dan mudah.

Ayah saya benar. Saya bisa belajar banyak hal dari pertunjukkan sirkus, tidak hanya soal tertawa dan bergembira saja tetapi soal kehidupan.

Ayah saya menambahkan bahwa kita bisa tampil seorang diri untuk sebuah keberhasilan dan kadang kita perlu tampil dalam sebuah tim, bersama orang lain. Dia juga mengingatkan bahwa keberhasilan hidup itu tak pernah lepas dari tangan dan bantuan orang lain juga yang mungkin tak tampak di layar panggung. Kadang kita bisa di atas panggung, tetapi bisa juga harus berada di belakang panggung. Namun keduanya sama baiknya.

Sirkus di masa anak-anak yang indah dan sirkus di masa kini saat saya menjadi dewasa yang menjalaninya sebagai pembelajaran hidup.

Musim Dingin Datang, Bersiaplah (Kemungkinan) Winterkilo

Ilustrasi.

Musim dingin itu sejatinya baru akan dimulai di bulan Desember, tetapi musim gugur itu sudah berasa dingin buat saya yang berasal dari negeri tropis. Bayangkan saja, suhu di luar itu sudah di bawah 10 derajat celcius. Pemanas ruangan pun sudah mulai dinyalakan. Dan malam hari itu suhunya sudah mencapai minus. Minggu lalu, salju pun sudah turun pertama kalinya di wilayah tempat tinggal saya. Itu adalah suasana musim dingin menurut saya.

Ngomong-ngomong soal musim dingin, saya dapat istilah baru soal gaya hidup. Anda perlu tahu bahwa musim dingin itu bersahabat dekat dengan “rasa malas” yang berarti malas beraktivitas. Mau keluar rumah, saya sudah berasa malas karena suhu dingin yang menyengat. Rasa malas muncul karena langit yang cepat gelap karena matahari yang bersinar tak lama dibandingkan musim panas. Rasa malas bangun pagi karena suasana di luar masih terasa gelap. Ada banyak alasan wajar bila dikatakan bahwa musim dingin itu membuat rasa malas muncul.

Musim dingin itu memang punya banyak keinginan untuk mengunyah makanan agar tubuh tetap hangat. Kebiasaan untuk mengkonsumsi cemilan atau asupan makanan yang tak terkontrol membuat perubahan pada berat badan. Alhasil berat badan pun bertambah, seperti saya yang mengalami pertambahan berat badan. Ini yang harus diwaspadai bila musim dingin datang, menurut saya, yakni WINTERKILO.

Winterkilo adalah anggapan bahwa berat badan (mungkin) akan bertambah selama musim dingin. Ada rasa malas beraktivitas ditambah asupan makanan yang tak terkontrol. Bukan tidak mungkin “winterkilo” muncul sehingga tubuh akan tampak makmur berisi ketimbang sebelumnya. Berat badan saya pun naik tiga kilogram dan itu sudah membuat saya tak nyaman.

Tubuh yang tak berkeringat karena malas beraktivitas, konsumsi makanan berlebihan dan tak terkontrol tentu bisa menjadi pemicu winterkilo yang tidak diharapkan.

Oleh karena itu, saya pun segera menyadari betapa pentingnya olahraga, apa pun musimnya. Olahraga itu kunci agar tubuh tetap bugar sepanjang hayat. Itu sebab saya melihat ada saja orang tetap jogging di luar meski suhu di luar dingin sekali. Tubuh butuh aktivitas yang membakar kalori, yang bisa membuat kita berkeringat kala musim dingin sehingga mampu mengusir rasa malas.

Olahraga bisa dilakukan dari yang tak berbayar seperti jogging atau jalan-jalan di hutan kota hingga olahraga berbayar yang disesuaikan dengan selera anda. Bagaimana pun jalan-jalan ke hutan itu banyak manfaatnya, seperti yang pernah saya ceritakan. Itu yang saya lakukan pada minggu lalu. Olahraga lainnya juga memanfaatkan fasilitas olahraga di kampus yang disesuaikan jadwalnya seperti bulu tangkis, volley, basket dsb. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan promo keanggotaan fitness center bila kita malas olahraga di luar ruangan.

Selain olahraga, saya pikir perlu juga mengatur pola konsumsi makan. Mengkonsumsi sayur dan buah itu pun tak mengenal musim. Tubuh tetap butuh nutrisi yang baik tanpa mengenal musim. Ini mungkin trik saya agar saya tidak terkena sindrom winterkilo yang segera datang.

Have a nice Weekend!

Kreasi Sendiri (32): Banana Spring Roll, Pisang Karamel dari Kulit Lumpia dan Gula Palem

Banana spring roll atau pisang karamel buatan sendiri.

Suatu kali saya memesan secara online gula merah di toko asia, persepsi gula merah dengan palm zucker itu tertulis mirip. Padahal palm zucker dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi gula palem. Kandungan gula palem dan gula merah itu juga berbeda. Gula merah itu lebih pekat jika dicairkan, sebaliknya gula palem warnanya lebih terang. Jadi saya salah membeli dan tak mungkin juga saya kembalikan.

Akhirnya saya menemukan ide, memanfaatkan gula palem untuk kreasi masakan. Pilihan saya langsung membuat banana spring roll atas saran kenalan dari Thailand. Dia berpendapat bahwa gula palem bisa dimanfaatkan untuk membuat kue yang enak. Lalu saya putuskan memanfaatkan gula palem dan pisang untuk membuat kue banana spring roll. Mudahnya, saya pakai juga kulit lumpia yang diberikan kenalan tadi.

Pembelajarannya, manfaatkan kesalahan menjadi pengalaman baru. Begitu mudahnya saya membuat pisang karamel ini sehingga saya bisa menjadikannya sebagai cemilan. Resep ini juga mudah dan bisa anda coba di rumah. Karena saya salah membeli gula palem, saya jadi belajar buat banana spring roll.

Bahan yang diperlukan

  1. Pisang
  2. Kulit lumpia
  3. Gula palem
  4. Gula putih
  5. Putih telur
  6. Minyak goreng

Langkah memasak

  1. Belah 1 pisang menjadi empat bagian yang panjang.
  2. Ambil 1 toples gelas, masukkan gula putih dan gula pasir sama banyaknya. Tutup toples dengan rapi. Kocok kedua gula hingga tercampur rata.
  3. Siapkan 1 lembar kulit lumpia dan olesi tiap sisi dengan putih telur.
  4. Masukkan 1 potongan pisang dalam toples gula. Kocok sehingga tercampur rata.
  5. Letakkan pisang yang bertabur gula di tengah kulit lumpia.
  6. Lipat kulit lumpia dengan rapi dan di sisi kulit lumpia ditekan, seperti pada foto.
  7. Panaskan wajan dan beri minyak.
  8. Goreng pisang hingga berwarna kecokelatan. Siap disajikan!

Mudah ‘kan? Selamat mencoba!

Makanan Khas Jerman (63): Semmelknödel dan Kartoffelknödel, Ini Bedanya

Tampak kiri adalah sammelknödel dan kanan adalah kartoffelknödel.

Nasi adalah makanan pokok di Indonesia, sedangkan di benua biru ada beberapa pilihan sebagai side dishes makanan yang anda pesan. Di Jerman misalnya ada sebagian restoran yang sudah baku menetapkan pilihan side dishes tetapi ada juga yang bisa dipilih pelanggan. Pilihannya bisa roti, kentang atau nudeln, sejenis mie di sini.

Kali ini saya membatasi pilihan pada makanan lokal Bavaria yang biasanya sering dijumpai di restoran. Adalah bayerische semmerknödel yang diklaim enak menurut suami saya. Karena kami memang pernah mencicipi di tempat lain, memang ada rasa berbeda yang membuatnya berpendapat ada bumbu yang kurang. Bayerische semmerknödel itu semacam side dishes untuk menemani makanan seperti saure lunge misalnya. Tapi anda tidak akan menemukan semmelknödel dengan schnitzel karena itu terdengar dan terasa aneh. Jadi menu di sini itu memiliki “jodoh” makanannya sendiri, meski anda sebagai pembeli bisa memilih kemungkinan sesuai menu tersedia di restoran.

Semmelknödel itu bentuknya bulat seperti bola. Saya sendiri belum menemukan padanan lainnya yang berbentuk kotak atau bentuk lain. Semmelknödel itu bisa juga disebut knödelbrot karena pembuatannya yang juga memakai remah roti. Saya sendiri pernah mencoba membuatnya bersama suami waktu kami sedang tidak berada di Jerman. Hasilnya gagal, sehingga tidak perlu ada link tautan yang disertakan. Tinggal di Jerman begitu mudahnya menemukan semmelknödel di toko bahan makanan atau supermarket. Daripada repot, membelinya murah dan tak repot.

Bentuk semmelknödel yang mirip dengan kartoffelknödel, yakni sama-sama bulat seperti bola telah membuat saya tidak bisa membedakannya. Bayangkan saja, saya masih baru untuk mengenali bahwa keduanya itu berbeda. Ya, warna dan rasa jelas berbeda. Kartoffelknödel bisa menjadi makanan pendamping untuk schweinsbraten misalnya. Lagi-lagi saya juga belum menemukan kartoffelknödel dengan currywürst misalnya.

Kartoffelknödel itu bisa juga disebut kartoffelkloß. Ada yang mengatakan ini adalah dumpling-nya kuliner di sini. Bentuknya yang bulat sekitar lima sampai tujuh sentimeter diameternya membuat siapa saja puas menikmatinya bersama makanan lokal di sini. Bahkan restoran di sini menyajikannya dua untuk satu porsi makanan. Saya sendiri menikmati satu bola saja sudah terasa kenyang.

Pembuatannya mudah, menurut ibu mertua. Tetapi saya belum pernah membuatnya. Ini hanya terdiri kentang, tepung dan sedikit bahan lainnya yang saya tidak tahu apa itu. Lalu kentang yang sudah direbus matang dibuat bulat seperti bola. Saya hanya suka membuatnya seperti bola saja dengan kedua tangan saya. Lalu bola-bola tersebut direbus. Praktisnya, saya lebih sering membeli di supermarket kemudian memanaskannya di dalam panci yang berisi air panas. Mudah!

Baik semmelknödel maupun kartoffelknödel itu sudah mengenyangkan menurut saya. Sediakan saus apa saja, lalu buat keduanya matang dalam air panas dan siram dengan saus yang anda inginkan. Itu sudah mengenyangkan. Itu bisa jadi cara berhemat di musim dingin, makan sesuatu yang panas tak mahal dan tak banyak persiapan untuk memasaknya.

Anda ingin mencoba semmelknödel, kartoffelknödel atau keduanya?

Mesir, Luxor (19): Peninggalan Kolosal Firaun Amenhotep III yang Tak Utuh Lagi

Tampak depan, patung batu.
Tampak samping.

Ada dokumentasi foto berpigura yang menandai kemegahan tempat ini di masa lalu.

Usai berkunjung ke lembah timur pemakaman raja, perjalanan program kami selanjutnya adalah ke patung raksasa firaun. Destinasi selanjutnya berada di pintu masuk Luxor barat yang telah terlihat dari kaca bis sejak kami memasuki Luxor. Agar rute perjalanan tidak berputar-putar maka tujuan pertama adalah lembah pemakaman barat dan timur. Sebelum kembali ke kapal wisata, tujuan terakhir di hari itu adalah peninggalan kolosal yang terbuat dari batu, biasa disebut The Colossi of Memnon.

Begitu tiba di lokasi yang lapang, bis kami berhenti untuk parkir di situ. Reiseleiter, pemandu wisata dalam bahasa Jerman memberitahukan bahwa kami bisa berfoto selama tiga puluh menit di situ. Tempat ini memang tidak begitu istimewa dibandingkan tempat-tempat sebelumnya. Tak banyak pula yang bisa dikunjungi, sehingga tak banyak foto juga yang bisa diambil. Sebagian besar foto reruntuhan kuil, saya ambil dalam bus, lewat kaca jendela.

The colossi of memnon tidak ada tiket masuk. Di depan lapangan parkir tersedia toko-toko penjual sovenir dan toilet umum. Di seberang jalan tersedia aneka restoran lokal. Ini adalah lapangan luas yang gersang dengan dua patung batu besar seperti firaun yang biasa kami jumpai di tempat-tempat sebelumnya. Semua terbuat dari batu. Kami pun mendekat, turis-turis lain yang bersama kami sudah lebih dulu mendekat dan berfoto.

Menurut informasi pemandu wisata kami, patung ini setinggi sekitar 18 meter. Patung batu ini memang tampak tak utuh karena bencana gempa bumi sempat mengguncang Mesir. Batu-batu itu dikumpulkan lagi dan butuh bertahun-tahun untuk menyelesaikannya. Diperkirakan bangunan kolosal ini telah ada sejak abad 15 Sebelum Masehi. Bencana gempa pun pernah ada sejak sebelum masehi setelah bangunan kolosal ini berdiri megah. Beberapa kali gempa bumi mengguncangkannya hingga luluh lantak. Atas inisiatif beberapa ilmuwan, bangunan kolosal ini tersusun kembali.

Lalu siapakah figur dari patung kolosal tersebut?

Sisa reruntuhan yang terekam selama perjalanan.
Masih tampak berdiri dua figur patung batu yang masih kokoh, sementara lainnya tersisa puing batu saja.
Sudut lain saya berhasil merekam, bukti bahwa tempat ini pernah megah dan kolosal sebagai peradaban sebelum masehi.

Informasi lain menyebutkan patung ini setinggi 13 meter, yang menggambarkan Firaun Amenhotep III. Satu sisi figur firaun tersebut dan figur lain adalah isterinya, Royal Queen Tiye. Firaun Amenhotep pernah berkuasa sekitar abad 14 Sebelum Masehi dari Dinasti ke 18. Peninggalan kolosal ini didedikasikan untuk firaun Amenhotep sebagai kuil penyembahan.

Dua patung kolosal ini adalah pintu masuk menuju kuil yang didedikasikan untuk firaun ini. Sayangnya kuil yang begitu megah dan menandingi kemegahan kuil-kuil lainnya, luluh lantak akibat bencana alam seperti gempa bumi dan banjir pula. Contohnya abad 18 kuil ini mengalami banjir yang tinggi dan menenggelamkan sebagian wilayah ini. Hal ini ditunjukkan dalam dokumentasi foto di pinggir area kuil.

Area kuil yang luas tak mungkin kami jangkau lagi. Selain suhu yang panas dan tak bersahabat, area kuil ini masih dalam penyelidikan para ilmuwan. Di area sekitar kuil tampak diselingi sawah. Di sisi area ada pigura berfoto yang mendokumentasikan kuil ini di abad 18 sesudah masehi.

Kami hanya berfoto sejenak, tak lebih. Pedagang asongan tampak gigih menawarkan sovenir ke kami. Hampir semua di antara kami menolak halus tawaran mereka. Kami tetap sibuk berfoto atau kembali duduk di dalam bis. Selesai berfoto, kami segera ingin mencari tempat sejuk untuk menangkal teriknya matahari sebelum jam makan siang tiba.

2 Kreasi Daging Ayam Masakan Western Berikut Bisa Jadi Ide Anda

Apa yang anda bayangkan jika anda ingin makan dengan daging ayam? Mungkin itu adalah nasi dan ayam panggang atau menu bubur ayam. Ada banyak menu dengan daging ayam mulai dari mie ayam, sup ayam hingga ayam geprek. Semua memakai daging ayam. Tetapi bagaimana jika anda menemukan daging ayam yang dimasak secara western?

Berikut ini adalah dua kreasi daging ayam yang bisa membuat anda tidak bosan mengunyah daging ayam. Apalagi menu daging ayam berikut disajikan dengan gaya western yang saya temukan di sini, benua biru. Ada restoran khusus yang menyajikan aneka menu dari daging ayam. Saya dan suami mencoba kedua menu daging ayam tersebut.

Ayam panggang dan kentang goreng.

Pertama, Ayam Panggang dan Kentang Goreng

Apa yang anda bayangkan jika mendapati ayam panggang? Tentu pikiran anda seperti yang saya bayangkan. Ayam panggang, nasi panas, sambal dan lalapan. Tetapi tidak untuk makanan western. Ayam panggang pun terasa sederhana, tidak kaya rempah seperti umumnya makanan nusantara.

Menu ini tertulis ‘Hans im Glück’ yang diperuntukkan untuk anak-anak. Sengaja saya memilih menu anak-anak karena saya ingin makan dalam porsi tak besar. Jika anda tak ingin makan dalam porsi besar di sini, anda bisa memilih menu untuk anak-anak atau menu untuk para senior, orang lanjut usia. Ini hanya sekedar saran agar anda tidak meninggalkan sisa makanan.

Menu ini terdiri atas kentang goreng dan ayam yang dipanggang dengan rasa sederhana. Ada rasa asin dan gurih pada ayam. Dagingnya pun empuk dan enak untuk dikunyah. Ini bisa jadi salah satu kreasi untuk anak anda misalnya. Agar menarik, anda bisa hias sekitar piring dengan sayuran rebus yang dihias.

Kedua, Cordon Bleu dan Rösti

Cordon bleu dan rösti.

Selanjutnya adalah menu pilihan suami saya. Baik cordon bleu maupun rösti sudah saya ulas sebelumnya, sehingga anda bisa menyimaknya. Makanan ini bisa menjadi kreasi anda yang ingin taste daging ayam dengan rasa western.

Cordon bleu ini hampir mirip dengan schnitzel, makanan murah meriah di seluruh Jerman. Bedanya, schnitzel hanya terdiri satu pipih daging fillet sedangkan cordon bleu terdiri atas dua potong daging pipih dengan keju cheddar di antara keduanya. Cara mudah lainnya, anda bisa pilih daging tanpa lemak tentunya. Potong agak tebal lalu belah di tengah agar bisa disisipkan keju di antara dua daging.

Baik schnitzel maupun cordon bleu diolah mirip, yakni dibungkus dengan tepung dua kali, terakhir dengan tepung roti. Lalu digoreng dalam minyak panas hingga kuning keemasan. Setelah masak, anda akan melihat lelehan keju di antara daging.

Sedangkan rösti ini adalah kentang yang sudah direbus terlebih dulu kemudian digoreng. Anda bisa memasaknya dengan memberi rasa seperti irisan bawang bombay, telur orak arik dan garam. Jika tidak, cukup kentang rebus yang kemudian digoreng hingga masak. Itu sudah cukup.

Selamat mencoba!

Makanan Khas Italia (29): Tortellini Prosciutto Di Parma, Pasta nan Creamy

Tortellini saus creamy dengan prosciutto.

Setelah saya membahas salad carpaccio, tentu anda ingin bertanya apa yang dipesan suami saya saat itu. Yups, dia memesan pasta tortellini. Tortellini sudah beberapa kali saya bahas seperti pada masakan tortellini dengan bayam atau tortellini dengan saus pesto roso buatan saya sendiri. Tentu kali ini saya menyajikan tortellini yang berbeda pula berikut ini.

Atur irisan roti di atas loyang; sikat kedua sisi sedikit dengan minyak zaitun dan taburi dengan peterseli. Panggang roti sampai berwarna cokelat keemasan, 10 hingga 15 menit, berputar sekali selama memanggang. Menyisihkan.

Suami ingin makan pasta yang creamy. Saat dia membaca buku menu, tortellini prosciutto di parma yang menggunakan sahne dan schinken maka dia pun memesannya. Sejujurnya saya tidak suka pasta yang creamy karena porsi dan rasanya sudah terdengar mengenyangkan. Namun tidak untuk suami saya. Dia memesannya karena dia ingin makan pasta yang creamy.

Jika anda suka, membuat pasta tortellini ini sangat mudah. Di supermarket di sini terdapat tortellini dengan dua rasa, ada yang vegan berisi bayam misalnya dan ada yang berisi daging. Anda tinggal memilih salah satunya. Setelah anda memasukkan dalam panci berisi air panas dan biarkan sampai matang.

Tortellini sendiri berbeda dengan pasta lain yang tak ada rasanya. Anda makan tortellini saja sudah cukup mengenyangkan. Jika tortellini diberi krim, maka siapkan saus creamy di wajan panas. Beri sedikit bumbu agar rasanya menguat. Selanjutnya bisa juga ditambahkan keju parmigiano-reggiano yang saya sendiri sulit menemukan pandanan keju lainnya. Setelah kaldu krim selesai dimasak, masukkan tortellini yang sudah ditiriskan airnya.

Agar mengesankan seperti menu yang dipesan suami. Jika anda suka, tambahkan irisan prosciutto. Lagi-lagi di sini prosciutto itu mudah diperoleh di supermarket. Letakkan beberapa di atas pasta yang berkaldu creamy. Prosciutto bisa digantikan schinken atau daging ham yang sudah ready to eat.

Begitulah, anda bisa menikmatinya di rumah atau memesannya di restoran seperti yang kami lakukan.

Museum Anjing Dachshund di Passau: Dari Pablo Picaso, Olympiade Munich 1972 Hingga Segalanya Tentang Dackel

Museum tampak depan.
Ini koleksi anjing dackel yang menggemaskan.

Anjing ini menggemaskan karena kakinya pendek tetapi badannya panjang.

Koleksi anjing dackel yang tampak mewah.

Dackel berbalut emas.

Saya mengenal aneka jenis anjing sebagai binatang peliharaan sejak hijrah ke Jerman. Untuk memelihara anjing di sini itu tidak mudah, sebagaimana yang pernah saya ceritakan di artikel ini sebelumnya. Karena begitu besar tanggung jawabnya, saya belum berani memelihara anjing di rumah. Meski saya tahu bahwa punya binatang peliharaan bisa memicu kebahagiaan.

Jika anda pecinta binatang, bahkan menyukai anjing yang menggemaskan maka anda perlu datang ke museum anjing di kota Passau, Jerman. Museum ini lebih spesifik pada jenis anjing Dachshund, atau di Jerman anjing ini lebih dikenal dengan sebutan Dackels atau Teckels juga. Namun di Bavaria lebih sering mengenal jenis anjing ini dengan sebutan dackel. Anjing jenis ini biasa menjadi hewan peliharaan di Jerman. Jika menelisik riwayatnya, anjing jenis ini berasal dari Jerman.

Begitu dicintainya anjing dackel ini sehingga hewan ini terpilih sebagai maskot penyelenggaraan olahraga terbesar di dunia. Pada tahun 1972, di München berlangsung olimpiade yang mengusung maskot Anjing dackel. Nah, di museum ini anda bisa melihat pernak-pernik sovenir yang mengusung maskot anjing dackel pada saat penyelenggaraan akbar kompetisi olahraga sejagat itu.

Di Bavaria sendiri pada jaman dulu, anjing dackel dianggap sebagai hewan yang biasa dibawa saat berburu musang dan hewan sejenisnya yang merusak hasil ladang. Dackel dianggap sebagai hewan yang tak pernah membuat kesalahan untuk menangkap hasil buruan. Dia mengendus dengan baik. Ukurannya tak sebesar anjing umumnya, kakinya pendek tetapi badannya panjang. Warna bulunya kadang cokelat, hitam atau campuran keduanya. Seperti miniatur, anjing ini lincah dan memang terlihat menggemaskan.

Di museum yang terletak di Alstadt kota Passau Jerman, museum deckel menjadi salah satu incaran turis yang datang. Tingkah pola dackel yang lucu dan menyenangkan telah membuat siapa saja yang datang jatuh hati pada aneka koleksi yang disimpan di museum ini. Pendirinya memang tertarik dengan anjing dackel. Dia telah mengumpulkan koleksi tentang dackel sejak puluhan tahun. Meski lokasi museum tak besar, tetapi ada sekitar dua ribuan koleksi tentang dackel di sini.

Tokoh dunia dengan anjing dackel.
Dackel sebagai maskot olimpiade tahun 1972 di Munich, Jerman.

Dackel di Bavaria, Jerman.

Diawali dengan tokoh dunia Pablo Picaso yang ternyata dackel lover hingga tokoh dunia lainnya. Sebut saja Ratu Elizabeth II, John F Kennedy, Marilyn Monroe, Albert Einstein hingga John Wayne adalah para tokoh dunia yang berfoto bersama dackel. Anda bisa lihat dokumentasinya di sini. Lalu beranjak ke dalam, ada dackel yang dibalut emas dalam satu kotak kaca. Anda bisa menemukan pernak-pernik dackel yang dijadikan maskot olimpiade di Munich tahun 1972.

Begitu seterusnya, koleksi sovenir tentang dackel tersimpan rapi dalam museum ini. Mulai hal yang lucu, unik dan menggemaskan hingga informasi bersejarah yang melibatkan dackel di dalamnya. Di sini pengunjung juga bisa melihat bagaimana anjing dackel di USA dikaitkan dengan hot dog, makanan favorit di sana.

Anda perlu tahu bahwa museum yang baru dibuka sejak tahun 2018 ini telah berhasil menyedot perhatian masyarakat dunia pecinta anjing atau anjing dackel. Karena ini adalah museum dackel pertama di dunia. Wow!

Bagi pencinta anjing, terutama anjing dackel perlu berkunjung ke sini. Aneka aksesoris, perlengkapan rumah tangga hingga keperluan pribadi yang diberi lambang dackel benar-benar menggemaskan. Anda bisa membelinya di depan, sebelum memasuki museum.

Periksa 4 Alasan ini, Jangan Menyalahkan Orang Lain Atas Kekurangan Diri Sendiri

Ilustrasi.

Kita sepakat bahwa tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Namun kenyataannya kita selalu berupaya tampil sempurna agar bisa diterima orang lain. Kita lupa bahwa tiap orang itu selalu punya dua sisi, kelebihan dan kekurangan sehingga itu pula yang menyebabkan begitu mudahnya kita melupakan kekurangan diri sendiri dan mempersalahkan orang lain.

“Coba kamu tadi tidak makan dulu, kita mungkin tidak datang terlambat ke seminar.”

“Kamu sih pakai baju seperti itu, saya jadi kecopetan ‘kan.”

“Seandainya kamu tidak memaksa saya duduk di depan saat ujian, saya mungkin mendapat nilai bagus.”

Dan masih banyak sederet kalimat yang meluncur dan terdengar tidak masuk akal, bahwa penyebab kesalahan, kegagalan dan hal buruk lainnya adalah disebabkan orang lain.

Pernahkah anda mendapatkan masalah itu? Atau mungkinkah anda juga begitu, menyalahkan orang lain ketika hal buruk terjadi pada anda?

Akhirnya saya berpikir, pasti ada alasan yang melatarbelakangi mengapa orang tersebut berperilaku demikian. Mengapa dia menyalahkan orang lain atas kekurangan diri sendiri?

1. Bentuk pertahanan diri

Saya berpikir orang yang suka menyalahkan orang lain atas kekurangan diri sendiri menandakan dia sebenarnya inferior. Dia begitu takut, lemah dan justru pengecut. Salah satu cara untuk menutupi kekurangan dirinya adalah menyalahkan orang lain. Ini semacam deffense mechanism yang dibangun agar diri sendiri tidak tampak minus, salah dan buruk di mata orang lain.

Tipsnya:

Yakinkan kepada orang yang selalu menyalahkan orang lain atas kekurangan diri sendiri bahwa hidup itu tidak selalu sempurna. Jika datang terlambat, masih bisa ditolerir, maka lain kali harus bangun lebih awal. Tak perlu takut duduk di depan ruang ujian sepanjang kita belajar giat menyiapkan ujian. Buatlah sesuatu yang dipersalahkan menjadi rencana yang lebih positif. Apa yang sudah terjadi, tinggalkan dan segera perbaiki lagi bukan justru menyalahkan orang lain.

2. Menyalahkan orang lain sebagai cara untuk menyerang orang lain

Ketika kondisi terhimpit, terdesak dan tak bisa keluar, akhirnya segala cara dilakukan termasuk menyerang orang lain. Ada rasa lebih baik setelah menyalahkan orang lain karena diri sendiri terasa lebih buruk (=punya kekurangan). Senjata ampuh untuk menyerang orang lain adalah menyalahkannya, meski sejujurnya diri sendiri lebih bersalah.

Tipsnya

Ketika saya berjumpa dengan orang yang demikian, saya selalu menekankan begini. “Bencilah kesalahannya, bukan orangnya!” yang berarti seseorang itu bisa salah. Kesalahan itu bisa terjadi pada siapa saja. Menyalahkan orang lain bukan cara ampuh untuk menghakimi orang lain. Jika saya bisa salah, maka anda juga bisa salah. Jadi buat apa menyalahkan orang lain untuk kekurangan yang anda miliki? Itu tidak masuk akal.

3. Cara paling mudah

Secara naluriah, manusia ingin menjauhi yang sulit dan mendekati yang mudah. Ketika hidup penuh kegagalan, keburukan dan dianggap sial menurut diri sendiri maka menyerang orang lain adalah cara paling mudah.

Tipsnya

Buatlah hidup semudah seperti yang anda inginkan! Agar lebih mudah, mengapa juga harus menyalahkan orang lain atas kekurangan diri sendiri. Salah, perbaiki lagi, gagal, bangun, jatuh dan bangkit adalah proses pembelajaran diri. Mudahnya adalah perbaiki perilaku yang selalu menyerang orang lain karena menyalahkan orang lain atas kekurangan diri sendiri tidak akan menyelesaikan masalah anda.

4. Tidak bisa menerima kenyataan

Lebih lanjut lagi, perilaku menyerang orang lain atas kekurangan diri sendiri disebabkan karena tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi. Kenyataan hidup itu memang kadang tidak semanis impian. Dan itu normal dan wajar. Jika kekurangan ada pada diri sendiri, bukan berarti tidak ada kelebihan dibalik itu semua. Terima kenyataan adalah cara paling mudah menerima kekurangan diri sendiri.

Tipsnya

Tidak ada saran yang paling jitu selain menerima kenyataan bahwa tiap orang itu pasti punya kekurangan. Dan menyerang orang lain itu harus dihentikan karena hal itu sangat menyinggung perasaan orang lain.

Kesimpulan

Tiap orang punya kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Kekurangan bukan berarti kita tampak begitu buruk. Begitu pun sebaliknya menyalahkan orang lain atas kekurangan diri sendiri juga bukan berarti menunjukkan bahwa kita hebat.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga!

Kreasi Sendiri (31): Kue Pastel Pakai Puff Pastry dan Tidak Digoreng

Percobaan kue pastel tidak digoreng.

Acara kampus akan menggelar malam budaya Asia yang diinisiasi oleh mahasiswa Asia di wilayah tempat tinggal saya. Seorang mahasiswi asal Indonesia meminta saya membuatkan finger foods vegan asal nusantara yang bisa diterima di lidah. Tidak pedas, tidak ada daging dan praktis untuk kalangan mahasiswa. Saya pun mulai berpikir aneka jajanan pasar yang mudah dibuat.

Muncul ide adalah kue pastel seperti pada foto di atas. Pada akhirnya saya memutuskan buat kue nagasari, kue pisang karena kue tersebut punya makna filosofi yang dapat dijelaskan kepada warga asing di sini. Tentang kue nagasari buatan saya, akan dilanjutkan berikutnya. Sementara kue pastel itu mirip dengan samosa asal India atau Sambosa asal Afrika yang juga pernah saya bahas sebelumnya.

Untuk kulit pastel, saya bereksperimen dengan pakai blatterteig dalam bahasa jerman. Ini semacam puff pastry yang biasa dijual di supermarket. Ide ini saya dapatkan ketika saya melihat kenalan asal Persia yang membuat kue Borek yang sudah pernah saya ulas.

Sedangkan isian pastel masih sama seperti umumnya pastel yang dijajakan di Indonesia. Isian pastel tersebut adalah kentang dan wortel yang ditumis ringan. Saya juga sempat memberi isian tambahan, bihun juga. Semua tergantung selera anda. Terakhir, kreasi pastel adalah memanggang kue ini. Jika pastel umumnya digoreng dalam minyak panas, saya mengkreasikan dalam oven panas.

Bahan yang diperlukan

  1. Puff pastry/blätterteig
  2. Kentang
  3. Wortel
  4. Daun bawang
  5. Bihun yang sudah direndam air panas (jika ingin)
  6. Margarin
  7. Bawang bombay
  8. Bawang putih
  9. Garam dan merica
  10. Kuning telur

Langkah membuatnya

  1. Potong kentang dan wortel menjadi potongan kotak kecil. Iris halus daun bawang dan bawang putih. Haluskan bawang putih, merica dan garam.
  2. Panaskan wajan dengan margarin. Masukkan bawang putih yang sudah dihaluskan. Masukkan daun bawang dan bawang bombay. Masak sebentar.
  3. Masukkan potongan kentang dan wortel. Masak hingga matang.
  4. Letakkan satu lembar puff pastry. Buatlah lingkaran dengan bantuan mulut gelas.
  5. Ambil satu lingkaran puff pastry. Letakkan bihun dan adonan tumisan di tengah.
  6. Letakkan sisi yang menutup keduanya. Tekan tiap sisi yang berbentuk setengah lingkaran tersebut.
  7. Buat ulir tepian dengan mencubit sedikit agar mengunci tepian kue.
  8. Lakukan sesuai persediaan. Panaskan oven.
  9. Oleskan tiap pastel dengan kuning telur.
  10. Panggang pastel dalam suhu 150 derajat hingga matang.

Kesan dari mahasiswa yang mencoba pastel tersebut adalah pastel ini enak rasanya. Berhasil!

Apakah anda tertarik mencoba kreasi baru ini?