1 November: Hari Raya Orang Kudus, Allerheiligen di Jerman. Begini Tradisinya

Ilustrasi. Area pemakaman di Austria. Pada tanggal 1 November pun di Austria dijadikan hari libur nasional.

Contoh hiasan karangan bunga kering.

Biasanya area pemakaman di Jerman atau di Austria selalu ada Kapel atau Gereja, meski tak semua berlaku begitu. 



Bagi wilayah Bundesland, negara bagian yang bermayoritas Katolik maka 1 November menjadi hari libur. Di sini disebutnya Allerheiligen atau All Saints Day dalam bahasa Inggris. Ritual ini tidak hanya karena keyakinan semata sebagai umat Katolik, namun juga menjadi tradisi bagi orang Jerman yang sudah dilakukan selama ratusan bahkan ribuan tahun lalu. 

Adalah Jerman sebagai negara pertama yang melaksanakan ziarah ke kubur pada saat perayaan Hari Raya Orang Kudus. Dulu perayaan ini lebih banyak diselenggarakan di wilayah tempat kelahiran para santo atau santa yang sudah dimulai sejak abad 2 Masehi. Namun kemudian Paus Gregorius III mengumumkan perayaan ini diselenggarakan sebagai tradisi Gereja secara universal.

Sejak dua bulan lalu, supermarket dan toko-toko bunga di Jerman sudah dipenuhi dengan hiasan bunga kering. Nantinya hiasan ini diletakkan di atas makam. Hiasan ini tidak wajib, hanya sebagai pelengkap saja. Biasanya para ibu dan perempuan memikirkan hal ini sebelum tanggal 1 November.

Baca https://liwunfamily.com/2017/10/22/grabgesteck-hiasan-karangan-bunga-untuk-makam/

Kemarin sebagai hari libur, tiap Gereja sudah memiliki tradisi turun temurun dari generasi ke generasi untuk merayakan acara ini. Ada yang sudah memulainya di Gereja lalu kemudian dilanjutkan di makam. Ada juga yang langsung menyelenggarakan di kapel yang ada di makam. Sebagai informasi, di tiap kota memiliki area makam masing-masing. Jadi sebagai penghormatan kemarin, saya dan keluarga di sini datang ke dua kota yang berdekatan untungnya. Di makam, kota pertama perayaan untuk menghormati dan mendoakan keluarga dari pihak ayah mertua. Lalu, di makam kota kedua untuk menghormati dan mendoakan keluarga dari pihak ibu mertua.

Di Jakarta biasanya perayaan yang saya ikuti cukup mengikuti misa di Gereja. Jika punya banyak waktu saat di Jakarta, beberapa Gereja ada juga yang menyelenggarakan ziarah kubur juga. Namun saya tak pernah bisa ikut karena kesibukan bekerja tentunya.

Karena di Jerman dijadikan hari libur dan sudah menjadi tradisi dipastikan semua orang datang ke makam kemarin. Parkir pun penuh dan perlu berjalan jauh untuk mencapai makam. Dan udara kemarin tidak bersahabat alias dingin sekitar 8 derajat di luar namun tidak menyurutkan niat mereka untuk menghormati dan mendoakan para leluhur. 

Perayaan ibadat sederhana dan singkat dipimpin oleh Pastor. Suasana haru tampak di makam kala masing-masing orang berkumpul di di dekat makam keluarga. Ibadat juga diikuti dengan pemberkatan makam oleh Pastor. Pastor berkeliling di sekitar makam. Acara pun selesai. Di sini pula dijadikan ajang jumpa sanak keluarga dan family yang lama tak berjumpa. Namun sedih juga bilamana tak ada lagi sanak keluarga. Saya melihat seorang nenek yang sudah sepuh seorang diri berdoa sambil menangis di hadapan makam keluarganya. 

Mengunjungi makam dan berdoa bagi anggota keluarga dan kerabat yang sudah meninggal memang menyentuh bagi siapa saja. Tradisi ini pun dirayakan Gereja Katolik secara khusus pada 1 November. Di Jerman tradisi ini masih dipelihara hingga sekarang. 

Karena kondisi yang tak nyaman saat ibadah berlangsung, tak ada pengambilan dokumentasi. Semoga bisa dimaklumi­čśü

Advertisements

Grabgesteck: Hiasan Karangan Bunga Untuk Allerheiligen

Ini adalah bunga kering yang berhasil dibeli di toko bunga. Agak susah untuk dibawa dari toko, jadi diletakkan di bagasi mobil. Jangan tanya harganya ya!

Ini saya temukan di festival.

Ini saya temukan di festival (2).

Ini saya temukan di festival (3).

Ini saya temukan di festival (4).

Ini saya temukan di festival (5).

Ini saya temukan di supermarket (1).

Ini saya temukan di supermarket (2).

Tanggal 1 November setiap tahun di Bayern dijadikan hari libur. Hari libur ini disebut ‘Allerheiligen‘ yakni Hari Raya Orang Kudus atau dalam bahasa Inggris disebut ‘All Saints Day.’ Di seluruh dunia, umat Katolik memperingati ini dengan mengikuti misa kudus. Bahkan negara yang masih memegang tradisi Katolik pada tanggal ini dijadikan hari libur. Demikian negara bagian (Bundesland) di Jerman yang bermayoritas Katolik juga libur pada tanggal 1 November.

Namun di Bayern yang mayoritas Katolik punya tradisi yang unik, datang ke makam para leluhur atau orangtua. Tiap gereja mengadakan perayaan misa sederhana lalu berkunjung ke makam. Tradisi ini juga mengikutsertakan aneka hiasan bunga kering yang diletakkan di makam. Saya pun terlibat memilih hiasan untuk diletakkan pada makam leluhur di sini.

Rupanya nih tak sekedar hiasan saja, ada pendapat para perempuan di sini mengatakan bahwa hiasan adalah simbol status. Karena banyak orang yang melihat di makam, jadi harus berpikir bahwa tampilannya cantik. Untuk tampilan hiasan bunga yang disebut Grabgesteck ini ternyata perlu mengeluarkan kocek yang lumayan juga. 

Itu mengapa ketika saya punya banyak bunga indah di taman rumah, ibu Mertua berpesan agar hidup seperti bunga. Tidak hanya indah saat bermekaran, namun tetap indah meski sudah menjadi bunga yang layu dan kering. Agar kita masih terlihat indah dan bermanfaat bagi banyak orang. 

Jadi tak heran di supermarket atau festival dijumpai jual bunga kering akhir-akhir ini. Semula saya pikir ini untuk hiasan rumah. Rupanya hiasan bunga kering untuk tradisi tanggal 1 November nanti. Harganya bervariasi, pastinya dihitung mulai dari ratusan ribu rupiah. Semakin indah dan besar maka harga pun semakin mahal. Apa yang membuat perbedaan harga? Kreativitas. Di beberapa toko yang menjual hiasan serupa, melarang pengunjung untuk mengambil foto. 

Foto-foto yang saya dapatkan ini adalah contoh dan memang boleh didokumentasikan oleh si penjual.

Bagaimana menurut anda?