Ethiopian Sambusa, Sebutan Gorengan Isi Daging Sapi Cincang: Makanan Khas Afrika (2)

Sambusa, buatan Afrika.

Satu lagi makanan khas Afrika yang saya cicipi di salah satu restoran yang mengusung kuliner Afrika di kota Frankfurt. Nama makanan yang saya pesan adalah sambusa, yang sebenarnya ini adalah vorspeisse atau makanan pembuka. Hanya saja saya saya memesannya karena saya sedang tidak ingin makan dalam porsi besar. Di situ tertulis bahwa sambusa dalam satu porsi terdiri atas tiga potong. Itu sudah membuat saya kenyang.

Samosa, buatan India. Bandingkan!

Sambusa itu sudah saya bahas dalam makanan khas India. Silahkan cek linknya! Di situ saya jelaskan samosa yang berasal dari India berisikan kentang dan kacang lentil yang diolah jadi satu. Samosa yang saya perkenalkan dari India adalah makanan vegan. Jika anda ingin menyantapnya lebih lagi seperti samosa diberi kuah kari, makanan ini cocok untuk para vegetarian. Di artikel tersebut, saya jelaskan pula bahwa samosa juga terdapat di negara-negara di luar India. Karena migrasi di jaman dulu, samosa dari India pun bisa terpengaruh dari negara lain.

Akhirnya saat saya berada di restoran Afrika, samosa di sini disebut sambusa. Namun bentuk dan tekstur kulit pastry tetap sama. Bentuknya pun sama-sama segitiga seperti samosa dari India. Sedangkan yang membedakan adalah isiannya. Sambusa dari Afrika sering disajikan dengan olahan daging sapi. Sambusa lagi-lagi berasal dari Ethiopia seperti kuliner sebelumnya yang saya tulis di sini.

Sambusa dari Ethiopia ini juga digoreng setelah isian daging sapi cincang yang diberi sedikit bumbu sederhana. Baik sambusa maupun samosa merupakan kue pastry yang digoreng keseluruhannya dengan minyak panas. Setelah berwarna kecokelatan, itu berarti sudah matang. Lalu anda bisa menyantapnya dengan salad dan sambal khas Ethiopia. Rasa sambusa sedikit asam dibandingkan samosa. Saya sendiri tidak tahu apa yang membuatnya asam.

Bagi anda penggemar gorengan, silahkan cek resepnya dan bisa dibuat di rumah! Ini memang menarik apalagi makanan ini menjadi lintas negara dan benua. Jika anda berhasil membuatnya di rumah, isiannya pun tergantung selera anda bisa hanya kacang lentil saja, daging ayam cincang atau daging sapi cincang.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Teh Hijau, Daun Mint dan Ketimun Dicampur Jadi Minuman Kala Musim Panas: Minuman (1)

Anda pasti sudah mendengar bagaimana Jerman dan sekitarnya terlanda musim panas yang sangat terik. Kamis lalu, saya sempat merekam suhunya dari penunjuk info di mobil saat mengendarai mobil. Saya tidak tahu tepatnya saya sedang berada dimana, tetapi suhu saat itu menjelang jam lima sore mencapai 40 derajat celcius. Ini benar-benar pengalaman musim panas terpanas dimana saya belum pernah mengalaminya di Eropa. Tetapi ini aneh, karena senin kemarin cuaca berubah menjadi 19 derajat saat jam dua siang. Tak ada yang bisa menebak cuaca saat ini.

Di tengah udara panas, saya menyambangi restoran yang mengusung makanan khas Afrika. Karena saya penasaran dengan kuliner ini, saya memesan makanan khas seperti yang saya tulis di sini. Namun untuk minumannya, saya memesan sesuatu yang berbeda dan belum pernah saya coba sebelumnya.

Minuman racikan restoran ini agak unik memang. Untuk pertama kalinya saya mencoba minum es teh hijau, dicampur daun mint dan irisan mentimun. Bagaimana rasanya? Anda pasti penasaran ‘kan.

Bagaimana membuatnya?

Pertama-tama teh hijau dari Jepang yang tepat disajikan. Lalu siapkan wadah yang sudah berisi air. Masukkan teh hijau bubuk dan daun mint. Beri sedikit perasan jeruk lemon. Jika anda suka manis, beri sedikit saja sirup tetapi ini hanya pilihan agar rasanya tidak pahit dari kandungan teh hijau. Setelah itu simpan dalam lemari es beberapa jam. Saat disajikan masukkan irisan mentimun dan beberapa es batu ke dalam gelas. Tambahkan mint sebagai hiasan.

Apa saja manfaatnya?

Manfaat minum teh saja, sudah pernah saya bahas sebelumnya di link ini. Di artikel tersebut anda bisa mengetahui manfaat teh hijau dan teh mint sekaligus. Namun bagaimana manfaatnya bila digabungkan menjadi teh hijau, daun mint dan mentimun sekaligus?

Saat saya mencicipi, ada rasa segar yang luar biasa enak. Beberapa batu es tampak mendinginkan minuman ini. Warna yang dihasilkan jelas hijau yang berasal dari daun mint, teh hijau dan mentimun itu juga. Ada rasa manis segar dalam minuman ini. Nikmat juga diminum saat musim panas begini.

Air mentimun adalah minuman banyak mengandung manfaat bagi kulit, mengatur tekanan darah dan baik pula untuk kesehatan tulang. Rasanya tepat jika saya meminum air mentimun saat panas karena minuman ini memberi kelembaban saat udara terik sekali. Begitu sederhananya air mentimun, anda bisa meraciknya sendiri di rumah. Hanya perlu segelas air, beberapa irisan mentimun dan sedikit perasan jeruk lemon. Simpan di lemari es sebelum menikmatinya!

Sedangkan untuk teh hijau sudah pasti baik sebagai anti oksidan melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas dan mengurangi penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Siapa pun mengakui manfaat yang diberikan teh hijau untuk mencegah penyakit seperti diabetes misalnya. Tentu teh hijau diminum tanpa gula.

Mint juga dipercaya mampu mencegah tubuh dari serangan flu dan mengurangi rasa sakit pada masalah pencernaan. Bahkan ada yang mengatakan mint dapat membantu menurunkan berat badan.

Dari sekedar minuman yang kaya nutrisi namun mudah dibuat, mengapa tidak dibuat sendiri di rumah. Toh, manfaatnya mengalahkan minuman non alamiah tentunya.

Selamat mencoba!

Ethiopian Vegetables Alicha, Tumisan Sayuran Pakai Roti Injera: Makanan Khas Afrika (1)

Menjelajahi dunia lewat kuliner bisa jadi pilihan saat kita belum pernah menjejakkan kaki di negara tersebut. Itu pula yang menjadi pilihan saya dan suami saat menyambangi salah satu kota besar di Jerman. Bagaimana pun di Jerman telah bermunculan aneka kuliner dari berbagai belahan dunia seperti Afrika. Saya pun berkesempatan mencicipi masakan asal Ethiopia.

Makanan ini disebut dalam menu yakni Alicha. Dideskripsikan bahwa alicha termasuk dalam golongan vegetaris dan vegan. Karena alicha adalah tumisan sayuran yang terdiri atas kentang, wortel dan paprika. Tentu tumisan yang dimaksud dibumbui dengan rempah khas Afrika yang kaya.

Untuk membuat kentang empuk perlu kentang khusus yang soft, tidak begitu keras. Lalu potongan kentang ditumis terlebih dulu dengan bawang merah. Setelah lima menit berlalu, tambahkan bawang putih, potongan wortel dan irisan paprika. Masak lagi hingga empuk dengan diberi sedikit kunyit bubuk, garam dan air. Itu sebab warna tumisan sedikit kuning seperti sayuran tumisan acar yang juga saya kenal sebagai salah satu makanan Indonesia.

Rasa tumisan ini memang tampak sederhana tetapi rasanya kaya sekali seperti gurih, pedas, asin dan sedikit manis. Hanya dari sayuran saja tetapi rasa masakan menjadi kaya.

Makanan ini disajikan di restoran Afrika dengan sedikit salad sebagai dekorasi dan roti khas. Roti ini disebut Injera Flatbread. Roti ini seperti palatschinken di Jerman, tetapi roti ini berwarna cokelat. Rasa roti ini sedikit asam dan tawar. Roti Injera ini menjadi salah satu makanan pokok di Ethiopia, Eritrea dan sekitarnya.

Apakah anda pernah mencoba kuliner ini sebelumnya?