The Reasons Why I Must Wake Up Early Morning

I am a morning person in this time due to my daily activities on weekdays. In practice, this is really not easy to train the habits waking up in early morning. But life must go on because I can not continue sleeping again. This article meant to write some reasons as good points that benefit for me.

A famous quote that Benjamin Franklin said “Early to bed and early to rise makes a man healthy, wealthy and wise.” That is true. My mom suggested me to wake up earlier morning if I wanna be sucessful person. I didn’t know this connection. I think this is only myth in Indonesia. When I rethink, waking up earlier makes you have more extra hours to be relax in life and fully focus to your working. In Jakarta, I must wake up early morning only to feel not stressful on traffic.

Another good point comes from my mother who taught me meaningful life. She suggested me to wake up earlier morning because I can keep alive. I can see the rising sun and enjoy the smell of morning. This could be joyful and excited for the whole day. Then I have good mood to start my day. Good advice!

I realized this doesn’t work for some people. Probably my post makes you disappointment about wake up early, not your type. I want to share regarding my life experiences happening now. After waking up early morning, I have no issue regarding sleeping problem. This is my own way to be excited on the day.

Normally I woke up early morning then spare 15-20 minutes for self-meditation or praying. This is only to relieve my brain and be calm tension for my soul. It is not necessary when I have something urgent to do at campus. I think this can be sleep pattern when you wake up early morning. 

Hope this informs 😁

****

In Bahasa Indonesia.

Dulu saat di Indonesia, saya diajarkan oleh ibu saya bahwa saya harus bangun di pagi hari jika tidak ingin rejekinya dipatok ayam. Saya tahu ini hanya mitos namun ternyata ada benarnya juga jika kita ingin sukses maka kita perlu bangun dan mempersiapkan lebih awal. 

Nyatanya bangun lebih pagi membuat kita lebih segar, punya banyak waktu menyiapkan aktivitas dan pastinya lebih fokus. Bangun pagi mengurangi stress. Kita bisa bersemangat menghadapi hari dan punya mood yang baik untuk memulai aktivitas.

Membangun kebiasaan bangun di pagi hari itu tidak mudah, apalagi musim dingin saat ini di Jerman. Namun saya harus melakukannya. Saat saya bangun lebih pagi maka saya punya banyak waktu untuk mempersiapkan segalanya lebih baik dan tidak terburu-buru. Terbayang jika saya di Jakarta dulu, saya harus bangun lebih awal agar saya tidak mengalami stress kemacetan.

Begitulah, bangun pagi juga mengajari saya untuk bisa bersemangat menghadapi hari. Saya bisa menyaksikan matahari terbit dan mencium aroma pagi. Itu seperti membuat saya bergairah dan membuat perasaan lebih baik lagi untuk memulai hari.

Saya tahu bahwa mungkin artikel saya ini tidak begitu baik bagi orang yang suka bangun siang. Mereka yang bangun siang pada dasarnya bisa jadi karena mereka lebih fokus untuk bekerja hingga larut malam sehingga butuh bangun lebih siang. Ada juga mereka yang bangun siang karena mereka mengalami masalah tidur. Namun sebenarnya saya hanya ingin membagikan artikel ini karena ini bermanfaat bagi saya.

Biasanya saya bangun lebih pagi untuk menyiapkan 15-20 menit berdoa atau meditasi. Ini sangat membantu untuk meringankan beban kerja otak dan menenangkan jiwa. Namun terkadang jika saya ada keperluan mendesak, saya bisa melewatkan waktu ini dan memilih untuk segera berangkat ke tempat tujuan.

Poin yang baik untuk dibagikan, jika kita bangun lebih pagi kita membuat pola tidur yang baik dan teratur. Tentu ini baik bagi kesehatan.

Semoga bermanfaat!

 

 

Mengapa Kita Ingin “Disukai” Di Media Sosial?

Do you have social media? If yes, you can continue. This post concerned on the question, why we would expect getting ‘like’ in our post? This happened to one of my collegues in Jakarta. She was looking worried and uncomfort while she worked at office. She just posted one picture on social media. She expected people around would like to response her posting.

I believe this could be happen over people who have social media. According to recent research, people can be excited and very enthusiastic after getting response on their post in social media especially more click ‘like.’ It is a such dopamin I think. The Experts state this taps the brain’s pleasure center involving such as ‘like’, ‘share’ or ‘comment’. 

Following mentioned above, here in down is the reasons to describe the trends:

  1. To show that one has noticed or recognized by clicking ‘like’
  2. To blow up self esteem.
  3. To have feeling secured and comfort after getting more ‘like’
  4. To be part of social habits commonly.

This is open opinion. So I explain in down still in Bahasa Indonesia. 

****

Kejadian yang saya ceritakan berikut terjadi di Indonesia. Teman kerja saya terlihat gelisah, sesekali dia melihat pada layar monitor hape. Terdengar bunyi notifikasi pada hape, dia melihat pada layar hape kemudian tersenyum senang. Lalu dia pinjam hape saya sebentar, sambil saya bersama dengan dia mengecek media sosial. Rupanya dia baru saja posting status dan saya dimintanya memberikan ‘like’. Oh, jadi karena ini membuatnya suka tersenyum sendiri. Anda paham maksud saya, ingin diberi ‘like’ pada status media sosial.

Saya sempat membaca berita bahwa si pencipta ‘like’ di facebook memutuskan enggan menggunakan facebook. Sebagai penciptanya, dia khawatir pemberian ‘like’ akan berdampak negatif secara psikologis pada penggunanya. Berita di sini. Kekhawatiran itu ternyata benar seperti yang tampak pada teman kerja saya tersebut. Dia sampai meminjam hape saya, on befalf of me, untuk memberikan ‘like’ pada postingannya.

Apa yang terjadi? 

Fenomena psikologis ini memang menimbulkan candu bagi penggunanya. Tetapi ini pula yang membuat saya mengamati dan memberikan pendapat saya di bawah ini. 

Mengapa orang ingin disukai atau diberi ‘like’ di media sosial?

1. Bentuk eksistensi atau pengakuan kehadiran kita

Bagaimana orang lain bisa mengakui keberadaan seseorang bila tidak mengenalnya. Demikian pula daftar orang dalam lingkup maya kita adalah orang yang kita kenal di dunia maya. Bisa jadi kita mengenal kehadiran orang tersebut dalam dunia maya hanya karena pemberian tombol ‘like’ tetapi dalam hidup nyata belum tentu kenal baik. Artinya pemberian tombol ‘like’ untuk menunjukkan keberadaan diri si pembuat status. Jika anda pasang status atau foto, namun tak ada satu pun yang merespon anda, bagaimana perasaan anda? Anda mungkin merasa terabaikan.  

2. Memberikan tombol ‘like’ ternyata mampu meningkatkan self esteem.

Apa iya? Segitu dahsyatnya pemberian tombol like sampai meningkatkan self esteem. Pertama-tama mari telaah dulu apa itu self esteem. Self esteem adalah sejauhmana seorang pribadi mengevaluasi dirinya secara subjektif tentunya, bisa positif maupun negatif sesuai pemikiran, perasaan dan opininya sendiri. Siapa sangka ya, mereka yang mendapatkan tombol ‘disukai’ dari orang lain bisa berpengaruh pada pendapat tentang dirinya. Hal ini sebagian besar terjadi pada remaja. Misal, setelah memotong rambut, si remaja pasang foto terbaru. Ada yang tidak suka dan ada yang memberikan komentar buruk dengan model rambut. Siapa sangka si remaja bisa menilai dirinya hanya dari respon seperti itu. Jika tak percaya, lakukan eksperimen sendiri pada media sosial anda! Baca di sini.

3. Setelah diberi ‘like’ ternyata memberikan rasa aman dan nyaman loh.

Seperti kasus pada teman saya yang gelisah saat bekerja, rupanya dia ingin ada yang memberikan respon terutama pemberian ‘like’ pada postingannya. Jika tidak ada yang memberikan respon, apa yang terjadi setelahnya? Dia, rekan kerja yang sedang kecanduan media sosial, bisa saja merasa tak bergairah. Malahan saya melihat dia menjadi tak fokus bekerja karena kerap kali melihat layar hape dan berharap pada tanda notifikasi. Setelah banyak yang merespon status atau postingannya, dia bisa jadi ceria luar biasa. Rasa aman dan nyaman ini ternyata dapat dengan mudah diberikan hanya karena pemberikan ‘like’ pada postingan orang lain. 

4. Karena ini adalah bagian dari kecenderungan kekinian gaya hidup mereka yang punya media sosial.

Begitulah bagi mereka yang memiliki media sosial, memberikan respon sebanyak-banyaknya dan berharap orang lain akan membalas hal yang sama pula. Saya sudah mencoba eksperimen ini. Namun tidak bisa digeneralisasikan pada semua orang. Tak semua orang terlibat di media sosial, termasuk beberapa orang yang saya kenal baik. Mereka yang tak memiliki media sosial bisa jadi punya kecenderungan yang berbeda. Saat ini, pemberian ‘like’ menjadi alasan kekinian, ke depan entah inovasi apa lagi yang muncul. 

Kesimpulan

Tak semua orang di dunia ini punya media sosial. Media sosial bukan hanya menjadi penghubung dengan orang lain, namun memberikan dampak psikologis dengan kemunculan pemberian respon termasuk ‘like.’ Setiap orang yang punya media sosial bisa jadi punya pendapat berbeda tentang ini, namun pastinya mereka mengalami hal yang sama karena ‘disukai’ atas postingan mereka. Perasaan apa yang sama? Perasaan senang. 

Semoga kita bisa lebih bijak terhadap penggunaan media sosial!

Mengapa Ada Orang Suka Datang Terlambat?

Why are some people always late? 

 Here is a note to describe five reasons in explaining tend to happen some people who are always late. 

  1. The frequently people always come late that identified to Type B.
  2. Family habits.
  3. Social influence.
  4. People are late because they don’t want to come early.
  5. ‘Attention seeking needy’ symptom.

I’d prefer to explain those in Bahasa Indonesia as below. 

****

Ilustrasi.

Siapa pun yang pernah berada di Jerman pasti paham bahwa kehidupan di sini begitu tertib dan disiplin soal waktu. Tentang jadwal kereta dan bis sebagai transportasi massal pun sesuai dengan jam dan menitnya. Luar biasa ‘kan! Salah satu hal yang perlu dihormati jika anda membuat janji dengan orang Jerman adalah ketepatan waktu. Jangan sampai anda mempermalukan diri sendiri dengan datang terlambat! 

Ternyata ketepatan waktu bukan hanya soal budaya yang menjadi ciri khas suatu bangsa, keterlambatan datang seyogyanya soal cerminan pribadi. Artinya jika kita bisa selalu datang tepat waktu dimana pun berada, maka itulah karakter kita. Tanpa bermaksud menggeneraliasikan, berikut pengamatan dan pengalaman saya terhadap orang-orang yang suka datang terlambat. 

1. Karena karakter orang yang datang terlambat kebanyakan termasuk tipe B.

Dalam psikologi secara umum ada yang membedakan orang melalui tipe A dan tipe B. Namun ini dominan orang, mereka berkisar pada tipe yang tidak ekstrim berada pada kedua kutub tersebut. Saya termasuk tipe A dimana segala sesuatunya bisa dikerjakan secara cepat dan energik. Mereka tipe A akan terlihat cepat dalam berjalan atau cepat saat menyelesaikan pekerjaan. Mengenai ketelitian, itu urusan belakang. Setidaknya mereka terbiasa mengerjakan segala sesuatu sebelum waktu berakhir. Jadi jika orang seperti saya ada janji pertemuan lalu tiba-tiba mengalami kejadian di luar rencana semisal bangun terlambat atau macet di jalan maka bisa menjadi hal yang membuat stress tersendiri. Saya akan berlari atau mengejar waktu agar jangan sampai datang terlambat. 

Sementara bagi mereka bertipe B, mereka memang ditakdirkan untuk menikmati waktu. Mereka bukan seperti orang bertipe A yang mengerjakannya tergesa-gesa. Anda bisa bayangkan jika ada orang tipe A dan tipe B berjalan bersama. Tipe A akan stress menghadapi tipe B yang begitu perlahan dan seperti tidak bersemangat. Mereka tipe B memang selalu memilih belakangan, entah karena mereka berpikir terlalu banyak atau terlalu menikmati waktu sehingga lupa bahwa seyogyanya mereka harus datang tepat waktu. Jadi jika ada janji bertemu maka mereka bertipe A berusaha berlari atau mengejar keterlambatan. Sedangkan orang bertipe B hanya pasrah bahwa memang bangun tidur terlambat, atau beralasan ‘Jakarta selalu macet.’ Artinya anda tidak bisa memaksa karakter pribadi orang, namun anda bisa buat janji 30 menit lebih awal.

2. Karena terbiasa dalam lingkungan keluarga.

Saya mengamati kejadian terlambat ini bila datang ke Gereja. Entah mengapa orang yang datang terlambat selalu keluarga yang sama yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Bagi orangtua saya sejak kecil, kami sudah dibiasakan bangun pagi lebih awal hanya untuk berangkat ke Gereja agar tidak datang terlambat. Lebih baik tidak sarapan pagi ketimbang datang terlambat ke Gereja. Itu prinsip keluarga saya. 

Begitu pun soal disiplin waktu sudah diajarkan sejak berangkat ke sekolah. Orangtua saya menanamkan budaya malu jika saya atau kedua adik saya datang terlambat ke sekolah. Sekolah saya cukup jauh dan perlu menggunakan transportasi umum di Jakarta. Saya pun sudah terbiasa bangun dua atau tiga jam sebelumnya hanya sebagai persiapan berangkat ke sekolah. Itu artinya kebiasaan yang tertanam dalam keluarga menjadi bekal bagi anak untuk tidak berani datang terlambat dalam suatu acara. Percaya deh jika sejak anak-anak dalam keluarga sudah diajarkan datang terlambat dalam acara apa pun, rasanya perlu waktu lama untuk mengubah kebiasaan tepat waktu. Keluarga itu ‘sekolah’ yang pertama.

3. Karena mereka yang suka datang terlambat sudah terbiasa dalam kelompoknya.

Saya bekerja di Indonesia dulu dan sering mengadakan acara pertemuan resmi. Saya terkadang bingung bagaimana mensiasati agar banyak orang hadir sebelum acara pembukaan resmi. Tak elok jika acara dibuka oleh pejabat tetapi tak banyak orang yang datang. Teman saya mengusulkan dalam susunan acara yang dibagikan disebutkan acara pertama bukan pembukaan resmi tetapi registrasi dari jam 08.00 sampai 09.00 pagi hari. Ini sebagai trik agar kecenderungan orang berpikir acara sudah dimulai sejak jam 8 pagi. Artinya acara tidak langsung dimulai dengan pembukaan resmi dulu. Begitulah!

Saya juga beberapa kali mengamati kecenderungan orang datang terlambat ke acara pelatihan. Hari pertama pelatihan hanya tiga orang yang datang terlambat. Hari kedua pelatihan sudah lima sampai sepuluh orang datang terlambat. Hari ketiga pelatihan ternyata lebih banyak lagi orang datang terlambat dari lima puluhan peserta pelatihan. Ini mungkin pengaruh konformitas, orang meniru perilaku orang lain dan dibiarkan meski datang terlambat itu salah. Siasat pelatihan berikutnya adalah memberikan ‘punishment‘ bagi mereka yang datang terlambat. Punishment semacam hukuman agar merasa malu datang terlambat di suatu acara. Jadi kebiasaan kelompok memang perlu diperhitungkan mengapa ada orang suka datang terlambat.

4. Karena mereka yang suka datang terlambat pada dasarnya tak ingin datang lebih awal.

Ada lagi nih alasan teman saya yang suka datang terlambat. Dia termasuk tipe orang yang menurutnya ditakdirkan untuk datang terlambat. Tiap hari datang kuliah selalu datang terlambat entah lima menit hingga tiga puluh menit keterlambatannya. Tiap hari jika ditanya alasan keterlambatannya pun berbeda-beda, selain memang letak rumahnya yang jauh dengan kampus. Teman saya ini mengatakan dia tidak bisa mengatur waktu dengan baik sehingga datang terlambat. 

Lalu saya penasaran karena selalu mendapati dia datang terlambat setiap kuliah. Seharusnya dia bisa datang tepat waktu jika mau bangun tidur lebih awal. Dia menjawab bahwa dia tak suka datang lebih awal ke kampus. Hmm, ini alasan yang aneh namun bisa jadi ada juga orang di dunia ini yang memilih datang terlambat ketimbang datang lebih awal. Alasannya karena tidak suka datang lebih awal. Bagaimana menurut anda?

5. Karena orang yang datang terlambat punya kebutuhan untuk diperhatikan.

Alasan terakhir ini mengacu pada pengalaman kala saya masih muda, dimana kebutuhan eksistensi diri begitu tinggi seperti diperhatikan dan diakui oleh lingkungan sekitar. Adalah teman saya, seorang remaja yang cantik menurut penilaian siapa pun juga saat itu. Karena kami merupakan teman sekolah dan bersahabat baik otomatis saya sering bersama dia untuk menghadiri acara-acara orang muda. Kebiasaan yang tak saya sukai dari dia adalah datang terlambat. Sebenarnya saya ingin berangkat sendiri ke acara itu, tetapi saya kurang percaya diri. Saya juga tidak ingin menghancurkan persahabatan dengan meninggalkannya. 

Beberapa kali datang terlambat tak masalah meski saya tak nyaman dan malu diperhatikan oleh banyak orang. Tetapi tidak bagi teman saya ini. Dia beranggapan datang terlambat seperti layaknya ‘artis’ sehingga selalu jadi pusat perhatian banyak orang. Jika saya datang terlambat saya memilih menyingkir duduk di belakang, tetapi teman saya ini memilih untuk ada di tengah acara. Artinya jika anda ingin menjadi selebriti di tengah acara, datanglah terlambat! Namun ini bukan ide yang baik menurut saya. 

Kesimpulan

Setiap orang punya waktu yang sama setiap hari, 24 jam. Menghargai orang lain dimulai dari menghargai waktu bertemu, datang tepat waktu. Dengan begitu anda pun dihargai oleh orang lain dan sekitarnya. Kelola waktu anda dengan baik jika anda tidak ingin datang terlambat!

Bagaimana pengalaman anda sendiri soal disiplin waktu?

Mengapa Begitu Senang Orang Indonesia Datang ke Hong Kong?

Pertunjukan teknologi cahaya dan instrumen musik yang indah di Victoria Habour yang sayang dilewatkannya.

Kapal Ferry yang menghubungkan kedua wilayah Hong Kong.

The Peak, di sini anda bisa menyaksikan kota Hong Kong.

Ada tiket yang harus dibayarkan untuk menuju ‘The Peak’. 

Malam hari pun kota ini tak pernah sepi.

Wisata kuliner seperti street foods selalu enak menurut saya.

Peta transportasi publik MTR yang sudah tersistim dengan baik.

Bus menuju ke bandara yang memudahkan turis.

Ladies Market di siang hari.



Sebagai wilayah yang pernah menjadi koloni Inggris, Hong Kong punya beragam alasan mengapa harus dikunjungi. Bagi orang Indonesia pilihan berwisata ke Hong Kong menjadi pilihan yang mungkin dilakukan. Sebagian wilayah Hong Kong berada dekat dengan negara Tiongkok. Sebagian lagi yang menjadi pusat kota terpisah yang dapat dijangkau dengan kapal ferry. Keindahan panorama alam di antara kedua wilayah yang dipisahkan ini menimbulkan pemandangan yang unik dan menarik mata. 

Saya setuju dengan pendapat orang-orang yang datang hanya untuk bekerja atau wisata saja bahwa lahan di Hong Kong mahal. Begitu mahalnya hingga standar hotel untuk bintang dua atau bintang 3 saja membuat anda sulit untuk melonggarkan kaki di kamar hotel. Meski harga hotel di Hong Kong sesuai dengan besaran ruang di kamar, namun pilihan untuk datang ke Hong Kong begitu mudah. Apalagi promosi tiket pesawat menjadikan Hong Kong destinasi liburan yang sering dipilih orang Indonesia.

Berikut laporan pandangan mata dan mewawancari beberapa teman yang suka hilir mudik berwisata ke Hong Kong.

(1). Tak perlu visa

Yups, bagi orang Indonesia asal anda memiliki paspor dan tidak punya daftar cekal berpergian ke luar negeri tentunya anda bisa berpergian ke Hong Kong. Penerbangan langsung kira-kira tiga jam, namun saya memilih transit dulu di Bandara Changi, Singapura. Setelah tiba di Hong Kong, anda tinggal isi kartu kedatangan dan mengikuti prosedur pemeriksaan keimigrasian. Jika anda ingin langsung ke Macau, juga boleh memotong antrian dan mengikuti jalur khusus. Di sini anda akan mendapatkan semacam stiker sebagai bukti keimigrasian. Done! Anda bebas tinggal di Hong Kong selama 30 hari. Jika ingin tinggal lebih lama maka anda harus mengajukan visa di Konsulat Tiongkok dua minggu sebelum keberangkatan.

(2). Kulinernya enak

Begitu mudah mendapatkan makanan dari yang berkelas dan mahal hingga jajanan kaki lima. Hong Kong punya budaya wisata kuliner malam yang bisa anda temukan di pasar malam. Jika anda sering makan di restoran bergaya Tiongkok, anda perlu datang ke Hong Kong. Semua makanannya enak menurut saya. Hal menarik bagi anda yang berkocek tebal, silahkan buka daftar restoran yang sudah mendapat penghargaan terbaik! Hong Kong memberi award pada restoran-restoran terbaiknya. Jangan khawatir restoran berpredikat terbaik biasanya para staffnya berbahasa Inggris! Ada juga loh restoran Michelin di Hong Kong. 

(3). ‘Surga’ Belanja 

    Ini juga alasan menarik bagi para perempuan jika dikatakan Hong Kong adalah surga berbelanja. Di Hong Kong anda bisa mendapatkan barang bermutu dan berkelas hingga barang-barang yang sedang kekinian namun harganya terjangkau. Saya sampai datang berkali-kali hanya untuk membeli barang yang diinginkan di ‘Ladies Market.’ Di sini anda bisa menawar harga juga. Ini semacam area berbelanja tradisional dengan lapak-lapak yang memenuhi area di sepanjang jalan yang ditemukan. Meski namanya ‘Ladies Market’, ternyata banyak juga barang-barang keperluan kaum adam.

    (4). Multi-etnis

      Pemerintah Hong Kong bangga menyebutnya sebagai identitas ‘Asia’s World City’ dimana anda bisa menemukan berbagai etnis terutama Asia di sini. Di sini saya menemukan banyak juga orang Indonesia yang bekerja di sektor domestik. Pegawai hotel yang membersihkan kamar di hotel kedua yang saya tempati juga merupakan orang Indonesia. Saya mendengar sayup-sayup dia berbicara bahasa Jawa melalui telepon sembari membersihkan kamar. Dari dia, saya banyak bertanya soal transportasi atau wisata seputar kota Hong Kong. Tidak hanya etnis Asia saja di Hong Kong, banyak juga kaum migran dari berbagai bangsa yang datang untuk bekerja di sini. Sebagai wilayah yang pernah jadi ‘koloni’ Inggris, tentu bahasa Inggris juga menjadi bahasa pengantar sehari-hari kedua. Banyak aksara latin sebagai petunjuk informasi publik yang mudah bagi turis dan pendatang. Selain itu, anda juga bisa dengan mudah berkomunikasi dengan penduduk lokal dalam bahasa Inggris. 

      (5). Tempat wisata populer

      Di Hong Kong anda bisa mengunjungi Disneyland yang terkenal di dunia. Taman fantasi ini digemari sebagai wisata keluarga. Destinasi wisata yang menarik lagi adalah Victoria Park, baik malam hari maupun siang hari tempat ini menawarkan keindahan kota Hong Kong. Itu adalah sebagian lokasi wisata yang berbayar. Tempat wisata gratis juga bisa anda lakukan yakni menyaksikan cahaya lampu semacam pertunjukan dengan iringan musik di dekat pelabuhan. Anda juga bisa datang ke Avenue of Stars, dimana anda bisa berfoto di samping patung Bruce Lee yang legendaris itu. Atau mungkin tertarik dengan kemerlapan night market di Temple Street atau menikmati berbagai festival/karnaval yang kerap digelar di Lan Kwai Fong

      Kesimpulan

      Hong Kong bisa menjadi pilihan untuk berwisata bagi anda. Sekarang sudah banyak jalur penerbangan menuju Hong Kong dari Indonesia. Ada juga tawaran paket tur yang memudahkan anda di Hong Kong. Transportasi publiknya yang ramah bagi turis membuat siapa saja ingin berkeliling Hong Kong. Udaranya juga tidak terlalu terik jika siang hari, malahan anda bisa kedinginan di malam hari. Pastinya siapkan kocek anda sebelum menjelajah Hong Kong! 

      Semoga bermanfaat!

            Mengapa Kita Mudah Iri pada Keberhasilan Orang Lain?

            Four reasons why we feel easier envy to see the success of others ?

            wp-image--1156642073
            Terkadang kebahagiaan terbesar muncul dari hal terkecil, jadi mengapa kita harus iri? 

             

             

            Rasa iri adalah perasaan naluriah yang dialami setiap manusia. Buunk (2012) berpendapat bahwa iri adalah respon terhadap orang lain yang memiliki kesuksesan, keberhasilan, keterampilan dan kualitas hidup yang kita inginkan. Terkadang rasa iri bisa tumbuh dalam lingkungan terdekat seperti keluarga dimana antar adik dan kakak bisa muncul kecemburuan sosial. Atau misalnya iri bisa terjadi melihat sahabat sendiri memiliki apa yang tidak kita miliki.

            Sebuah studi dengan pengambilan data melalui kuesioner dan wawancara menunjukkan bahwa kebanyakan orang tidak jujur menjawab apakah mereka merasa iri atau tidak melihat keberhasilan orang lain. Namun dalam pertemuan antara klien dan psikolog, dijumpai bahwa sesungguhnya gangguan yang muncul kerap dipicu oleh rasa iri atau kecemburuan sosial yang tidak mudah diakui.

            Saya mengamati kecenderungan sosial yang terjadi, mengapa orang mudah merasa iri kepada keberhasilan orang lain? Meski kita berkata “Tidak, saya tidak iri!” Sesungguhnya ada bagian dari hati kecil yang memang naluriah cemburu pada orang lain.

            (1). Pola asuh keluarga (Parenting in family)

            Bagaimana orangtua membesarkan dan mendidik anda dalam keluarga? Lima tahun pertama adalah kunci kehidupan. Ada orangtua yang kemudian membandingkan anak satu dengan anak lainnya dalam tumbuh kembang anak. “Kakaknya yang pertama lebih lincah saat belajar berjalan dan sudah bisa bicara pada umur dua tahun. Adiknya lebih lambat, umur segini belum bisa apa-apa” kata salah seorang teman yang sudah menjadi orangtua. Tanpa sadar, orangtua telah menumbuhkan bibit kecemburuan sosial dalam keluarga.

            Saya baru sadar setiap orang itu unik ketika saya sudah dewasa dan mencapai pendidikan tinggi. Pemahaman bahwa setiap anak itu punya keunikan dan keberhasilan masing-masing belum tentu dipahami dengan mudah sebagai orangtua. Misalnya nihCoba lihat contoh abangmu dia dapat nilai matematika sembilan. Masak nilai matematika kamu cuma lima” kata seorang ayah. Siapa yang tidak cemburu jika kita mendengar hal ini? Ini pernah dikeluhkan teman saya yang merasa dalam hidupnya selalu dibanding-bandingkan oleh abangnya yang lebih berhasil.

            Saya berharap agar orangtua bisa memahami apa yang menjadi bakat dan minat anak-anaknya tanpa perlu digeneralisasikan satu dengan yang lain. Menurut orangtua, hal itu dilakukan untuk memacu semangat anak. Namun bagi anak itu menyedihkan. Bentuk perlakuan adil dan kasih sayang orangtua terhadap anak-anaknya, terutama keluarga yang memiliki banyak anak juga perlu diperhatikan. Agar masing-masing anak merasa cukup kasih sayang, tanpa dipandang memihak satu dengan yang lain.

            Baca https://liwunfamily.com/2010/09/02/anak-sulung-anak-kesayangan/

            (2). Adanya kompetisi saat di sekolah (the competitions at school)

            Sekarang saya amati sudah tidak ada lagi pemberian ranking di kelas saat sekolah. Dulu jaman saya sekolah, guru memberikan ranking atau peringkat tiap siswa. Semula ada guru yang memberikan peringkat satu sampai sekian puluh siswa tergantung banyaknya siswa. Lalu kemudian ada juga guru yang memberikan peringkat yang terbaik saja yakni satu hingga sepuluh siswa. Hal yang paling menyedihkan adalah guru menulis nama-nama siswa yang mendapatkan peringkat terbaik di kelas. Lalu bagaimana jika tidak mendapatkan peringkat di kelas? Guru bermaksud baik dengan memberikan peringkat sebagai apresiasi kepada siswa. Namun bagaimana dengan siswa lain yang punya nilai pas-pasan? Ini menyedihkan bagi siswa yang tak berprestasi yang jumlahnya banyak.

            Ketika saya masih belajar di sekolah rasanya begitu menegangkan menghadapi ujian sekolah. Saya sudah stress agar saya bisa tekun mendapatkan prestasi yang baik. Kenyataannya ujian sekolah berbeda dengan ujian kehidupan, ini yang membuat saya harus siap menghadapi kompetisi. Dalam kehidupan di sekolah, mereka yang juara adalah siswa yang berprestasi. Sedangkan di kehidupan selanjutnya bahwa mereka yang juara adalah mereka yang berbahagia dalam hidup, lepas dari rasa iri dan cemburu. Bagi saya, sekolah adalah rumah kedua dimana anak tumbuh berbahagia tanpa komparasi atau kompetisi. Sejujurnya di sini kita bisa berlatih nilai keadilan, tanpa ada kecemburuan satu dengan yang lain.

            (3). Terpengaruh media sosial (The impacts of social media)

            Apakah anda setuju jika dikatakan bahwa media sosial juga berkontribusi menumbuhkan rasa iri? Lihat teman lama posting tentang statusnya dari lajang menjadi menikah! Atau memperhatikan foto-foto sahabat yang selalu pelesiran keluar negeri. Mungkin iri juga melihat seorang teman sudah berhasil mencapai posisi pekerjaan yang anda inginkan sebelumnya. Begitulah media sosial, si pemilik akun bebas memposting apa saja dan memilih foto-foto yang dikehendaki. Saya sudah tidak lagi membagikan hal-hal yang menurut saya pribadi dan membuat keriyaan seperti wisata keluar negeri. Jika anda ingin bahagia pagi hari, sebaiknya tidak membuka media sosial. 

            Baca https://liwunfamily.com/2015/07/24/hubungan-medsos-dengan-kesehatan-jiwa/

            (4). Kurang rasa bersyukur (Lack of feeling grateful)

            Betapa mudah mengatakan, namun sulit mempraktikkannya yakni bersyukur. Jika timbul iri dan mengatakan sejujurnya pada orang yang dimaksud, kita dianggap orang yang kurang bersyukur. Begitu yang umumnya terjadi. Bersyukur memperlihatkan bahwa kita merasa puas terhadap kehidupan yang kita miliki. Bersyukur juga memperlihatkan bahwa kita menghargai proses dan hasil yang sudah terjadi dalam hidup kita. Susah senang, sakit sehat adalah proses yang harus dilalui setiap orang. You get what you think! Berpikirlah yang baik maka akan mendapatkan yang baik. Jika iri muncul terhadap orang lain, alihkan menjadi hal yang harus disyukuri dalam hidup sendiri.  

            Lihatlah dari hal yang kecil dan sederhana untuk bersyukur! Bukan bahagia dulu baru kemudian bersyukur, tetapi bersyukurlah dan bahagia secara bersamaan!

            Baca https://liwunfamily.com/2014/01/27/belajar-bersyukur/

            Kesimpulan

            Kita boleh merasa iri dan cemburu pada keberhasilan orang lain, namun jadikan itu sebagai pemicu yang konstruktif dan positif. Artinya, jangan lantas karena iri kita jadi bergosip atau menjelekkan orang lain! Atau karena timbul iri akhirnya mencelakai atau membahayakan orang lain. Jadikan iri untuk mendorong anda untuk melampaui orang lain yang anda cemburui! 


            Mengapa Banyak Orang Ingin Berkunjung ke Shenzhen, Tiongkok?

            Selamat datang di Lou Ho, Shenzen!

            Suasana kala malam hari.

            Gedung pencakar langit dari jendela kamar hotel.

            Berkeliling kota dengan jarak dekat, bisa sewa sepeda.

            Menikmati kuliner malam.

            Ini aneka rempah mungkin yang dijual.

            Selamat datang bulan November! Apa rencana anda di bulan ini? Tetap semangat menjelang dua bulan lagi tutup tahun. Apakah semua rencana anda di tahun ini sudah tercapai semua? Jika belum, mari berpacu mengejarnya. Kali ini saya membahas soal traveling lagi yang selalu seksi untuk dibaca. Karena masih banyak orang penasaran dengan cerita traveling saya, silahkan di simak artikel di bawah ini.

            Anda yang pernah datang ke Hong Kong, mungkin terbersit keinginan untuk mengunjungi wilayah Tiongkok, yang berdekatan langsung. Ya, Shenzhen adalah kota metropolis di provinsi Guangdong. Tepatnya kota ini berbatasan langsung atau sebelah utara dari Hong Kong. Katanya dua puluh tahun lalu, kota ini masih sepi namun sekarang kota ini tumbuh seperti kota industri. 

            Bagi orang Indonesia sekarang tentu tak mudah untuk masuk ke sini, anda perlu visa yang diterbitkan di Kedutaan di lokasi anda tinggal. Peraturan berubah ketika dulu banyak orang Indonesia ingin melihat dan merasakan langsung Tiongkok sambil lalu dari Hong Kong. Beruntungnya saya masih bisa diijinkan untuk datang bersama suami dengan VOA (Visa On Arrival) lima hari untuk melihat sejenak kota yang dirancang sebagai Special Economic Zone

            Dari hasil pengamatan, berikut alasan mengapa banyak orang ingin datang ke Shenzen?

            • Alasan industri

            Jika anda melewati perbatasan antara Hong Kong dan Shenzhen, anda akan menemui ratusan atau ribuan orang datang dan pergi tak pernah sepi. Kota ini menjadi pusat industri beberapa produksi teknologi Tiongkok seperti Huawei, ZTE, itu yang saya ketahui. Di sini ada Shenzhen Hi-Tech Industry Park juga. Kota ini bertumbuh cepat dan banyak bangunan bergedung tinggi yang dibuat bak kota industri. Apalagi Shenzhen juga punya bandara dan pelabuhan sendiri sehingga jangkauan perdagangan berbagai lintas udara dan laut begitu mudah. Banyak juga tenaga kerja asal Asia yang bekerja di sini. Itu sebab kekhawatiran penyalahgunaan ijin datang sebagai turis bermunculan. Beberapa negara mulai dibatasi, termasuk Indonesia. 

            Baca https://liwunfamily.com/2017/03/01/pengalaman-urus-visa-2017-shenzhen-tiongkok/

            • Alasan wisata

            Jika menyimak lokasi wisata di sini, memang lebih baik mengikuti paket tur yang disediakan. Destinasi wisata di sini berbeda dengan di Hong Kong yang mudah bagi turis. Namun pengunjung yang datang senang dengan segala hal wisata yang tak melulu natural seperti Window of World, dimana anda bisa menemukan landmark dari berbagai belahan dunia yang berbentuk mini di sini. Untuk memudahkan transportasi, anda bisa memanfaatkan metro, kereta untuk dalam kota. Atau jika jarak berdekatan, bisa sewa sepeda. 

            Baca https://liwunfamily.com/2017/03/03/mobike-keliling-kota-shenzhen-pakai-sepeda/

            • Alasan budaya 

            Karena Hong Kong sudah menjadi wilayah multi-etnis maka Shenzhen masih menjadi alasan untuk melihat budaya Tiongkok lebih dekat. Di sini sulit sekali menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris. Namun tenang saja, penduduknya sangat ramah dan mau membantu jika ada kesulitan atau tersesat. Ada banyak Temple yang terbuka untuk dikunjungi. Kekentalan budaya juga tampak dari kuliner yang dijajakan. Mungkin anda tertarik mencobanya, silahkan. 

            Baca https://liwunfamily.com/2017/03/07/cicipi-wisata-kuliner-ala-shenzhen-di-malam-hari/

            • Alasah biaya hidup 

            Dibandingkan di Hong Kong yang begitu mahal untuk sewa hotel, di sini saya masih bisa dapatkan hotel yang berfasilitas baik dengan harga yang sama. Biaya hidup murah juga terasa saat membeli air minum kemasan, di Hong Kong perlu keluar uang 5HKD-9HKD sedangkan di sini hanya sekitar 3RMB untuk kemasan 500ml. Makanan juga banyak pilihan karena ada mall terbesar dan varian restoran yang tak kalah menarik juga dan harganya masih terjangkau. 

            Baca https://liwunfamily.com/2017/03/10/mengunjungi-shenzhen-tiongkok/

            Apakah anda pernah mengunjungi Shezhen atau kota lain di Tiongkok? Bila ya, silahkan bagikan dalam kolom komentar di bawah!

            5 Alasan Perlu Belajar Bahasa Jerman

            wpid-6-bmw-museum.jpg.jpeg
            Siapa yang tak kenal mobil buatan Jerman ini, BMW? Produk buatan Jerman memiliki kualitas yang dikenal di seluruh dunia. Ilustrasi: Museum BMW. Sumber foto: Dokumen pribadi.

            Apakah anda suka belajar bahasa asing? Apa tujuan anda belajar bahasa asing?

            Saya belajar bahasa Jerman awalnya adalah karena ingin menambah skill berkomunikasi dalam bahasa asing selain Bahasa Inggris yang sudah dikuasai saat bekerja. Itu alasan pertama. Kedua, bahasa Jerman pun wajib saya kuasai karena saya ingin study lanjutan di Jerman. Tak mudah bagi orang Jerman membalas pertanyaan anda dengan bahasa asing lainnya meski mereka paham yang dimaksud, mereka tetap akan berbahasa Jerman untuk membalasnya.

            Tenang saja, banyak kosakata dalam bahasa Jerman yang mirip atau sama dengan bahasa Indonesia. Selain itu, anda juga tidak kesulitan belajar bahasa Jerman karena menggunakan huruf latin, bukankah sama seperti dengan Indonesia? Kali ini ada lima alasan mengapa perlu bahasa Jerman. Simak di bawah ini:

            1. Bahasa Jerman adalah bahasa keempat yang populer dipelajari di dunia.

            Selain bahasa Inggris, bahasa Perancis dan bahasa Mandarin, ternyata oh ternyata bahasa Jerman disukai untuk dikuasai oleh pemula. Tercatat di Goethe, lembaga resmi bimbingan bahasa Jerman ada 14,5 juta orang yang belajar bahasa Jerman. Juga bahasa Jerman diajarkan di sekolah di 144 negara di dunia. (Sumber)

            Di dunia tercatat ada 6 negara yang menggunakan bahasa Jerman sebagai bahasa sehari-hari yakni Jerman, Austria, Swiss, Belgia, Luxemburg dan Liechtenstein. Ditambah beberapa negara lain yang pernah jadi koloni negara Jerman dan sebagian orang lain yang belajar bahasa Jerman maka diperkirakan ada 280 juta penduduk di dunia yang menguasai bahasa Jerman.

            Di USA dengan native English, bahasa Jerman adalah bahasa asing ketiga lainnya yang digunakan selain bahasa Spanyol, bahasa Perancis dan American Sign Language. Konon terjadi migrasi yang cukup besar dari orang Jerman hijrah ke USA. Jadi jangan salah jika ada sebagian family name asal Jerman yang tersebar juga di USA, termasuk family name keluarga suami.

            2. Bahasa Jerman diperlukan untuk memahami buku-buku pengetahuan terutama filsafat dan psikologi.

            Jika seorang Jerman, Martin Luther tidak menerjemahkan Alkitab dari bahasa Latin ke dalam bahasa Jerman, mungkin sampai sekarang kita mengenal Alkitab dalam bahasa Latin saja. Banyak tokoh dunia yang populer dengan sastra dan karya tulis lainnya berasal dari Jerman. Tidak usah disebut, anda pasti mengenal banyak tokoh pujangga dan filsuf asal Jerman.

            Ketika saya belajar Psikologi di Universitas pun diketahui bahwa ilmu psikologi lahir di sebuah universitas di Leipzig, Jerman. Tokoh psikologi yang populer dari Austria, berbahasa Jerman seperti Sigmund Freud pun banyak menghasilkan karya tulis. Jika anda suka musik seperti Beethoven yang lahir di Bonn dan Mozart yang lahir di Salzburg, keduanya berbahasa Jerman.

            Artinya begitu mudah bagi anda belajar berbagai ilmu pengetahuan langsung dari karya-karya mereka seandainya bisa menguasai bahasa Jerman. Itu artinya anda bisa mengenal buah pikir tokoh-tokoh dunia tanpa perlu diterjemahkan.

            3. Suka Teknologi? Belajar bahasa Jerman amat diperlukan.

            Siapa yang tidak mengenal berbagai produk buatan Jerman? Aneka mobil dan elektronik lainnya yang berasal dari Jerman tentu lebih dipercaya kualitasnya. Ya ‘kan? Made in Germany pasti disukai meski harganya tak murah. Bagi orang yang membayar kualitas, produk buatan Jerman menjadi pilihan.

            Mengapa produk mereka berkualitas? Contohnya nih waktu saya mampir di Museum BMW. Ada slogan yang dibuat ‘Striving for perfection in everything you do’ Mereka menuntut kesempurnaan, kualitas itu nomor satu. Jadi jika ingin berbisnis, bahasa Jerman perlu dikuasai agar negosiasi menjadi lancar. Ada pepatah Jerman mengatakan ‘Wer Deutsch spricht, kauft auch Deutsch.’ Nah, silahkan cari sendiri maknanya.

            4. Bahasa Jerman diperlukan bilamana anda study di Jerman.

            Jerman dikenal berada di urutan ketiga sebagai Best Countries for Education, atau negara yang punya pendidikan terbaik setelah UK berada di nomor dua dan Kanada di urutan pertama. Tidak bisa dipungkiri bahwa sudah ada Universitas di Jerman yang juga membuka studi dalam bahasa Inggris. Namun sebagian besar perkuliahan berlangsung 30% bahasa Jerman meski menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris. Sedangkan lainnya masih tetap menggunakan bahasa Jerman dalam perkuliahan. Apalagi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa juga semakin besar bilamana menguasai bahasa Jerman di tingkat profesional.

            5. Bahasa Jerman jadi modal dasar bilamana ingin tinggal di Jerman.

            Jerman menduduki posisi keempat sebagai sepuluh negara terbaik di dunia untuk tinggal. Sebagai negara industri kesempatan bekerja juga tinggi karena angka pengangguran di sini pun rendah. Di Jerman pekerja mendapatkan upah minimal tertinggi dibandingkan negara lain di Eropa. Terbukanya lapangan pekerjaan dan kehidupan yang nyaman membuat siapa saja ingin tinggal dan menetap di Jerman.

            Tentu maksud dan tujuan tinggal di Jerman pertama-tama anda perlu membuktikan kemampuan bahasa Jerman. Ini tak mudah namun setelah anda bisa menguasai tata bahasa, kosakata dan kasus penggunaan kalimat maka anda akan mengatakan ‘Deutsch ist einfach.

            Jadi apakah anda tertarik untuk belajar bahasa Jerman juga?

            5 Alasan Mengapa Saya Suka Minum Kopi?

            Life begins after coffee. 

            Obrolan kopi memang selalu menarik untuk menjadi bahan tulisan saya. Seolah-olah kopi memberi filosofi dalam kehidupan menurut saya. Menikmati kopi seperti menikmati momen hidup saat itu juga. Bahkan kopi jadi solusi kala mood saya turun saat bekerja. Meminum kopi adalah keseharian yang saya temukan pada orang-orang sekitar saya.

            Lalu saya tertarik dan bertanya juga pada mereka, mengapa mereka suka minum kopi? Jawabannya bervariasi. Mungkin anda sebagai penikmat kopi menemukan salah satu alasan di bawah, berikut ini:

            • Karena rasa kafein di dalam kopi yang disukai.

            Kopi mengandung kafein yang lebih tinggi dibandingkan teh, bahkan teh hitam sekalipun. Teh hitam maksudnya teh pekat dengan 1 teabag setara untuk 3 gelas teh. Kadar kafein dalam kopi dipercaya membangkitkan semangat seseorang sehingga banyak orang beralasan sarapan harus dengan secangkir kopi. Kafein merupakan senyawa kimia dari kafeina, yang ditemukan oleh seorang ilmuwan Jerman.

            Baca: https://liwunfamily.com/2015/11/22/apakah-perempuan-yang-sedang-hamil-boleh-minum-kopi/

            • Karena aroma kopi yang memikat dan menggugah selera.

            Jika saya sudah membuat kopi di kantor, satu atau beberapa orang teman pasti akan bergabung bersama saya untuk minum kopi bersama. Saat saya tanya mengapa? Mereka mencium aroma kopi yang saya buat. Secara psikologis indera penciuman berpengaruh untuk menentukan selera makanan atau minuman. Aroma kopi memang selalu menggugah rasa. Dari aroma kopi anda juga bisa menentukan varian dan asal kopi. Itulah uniknya aroma kopi.

            • Karena keluarga saya peminum kopi.

            Keluarga adalah pengalaman pertama dalam kehidupan. Saya belajar minum kopi ketika ibu saya meminum kopi setiap pagi. Lalu suami juga meminum kopi tiap pagi. Rupanya kebiasaan meminum kopi saat sarapan karena budaya meminum kopi dari ayah, ibu dan seluruh anggota keluarga. Salah satu hadiah yang saya terima saat berkeluarga di Jerman adalah mesin pembuat kopi. Budaya minum kopi yang tumbuh dalam keluarga juga menentukan kebiasaan minum kopi.

            • Karena meminum kopi membuat saya relax.

            Saat saya merasa workload di kantor bertambah atau ada tugas-tugas yang harus diselesaikan yang menyebabkan saya tegang dan tertekan maka kopi jadi ide yang menarik. Ternyata tidak hanya saya, beberapa rekan di kantor juga sering membuat kopi bersama di pantry hanya untuk membuat relax. Jadi bilamana stress menyerang dan tumpukan masalah dalam pikiran anda, segera buat kopi! Dijamin kopi bisa membuat relax.

            • Karena kopi menghilangkan rasa kantuk.

            Alasan ngopi agar tidak mengantuk mungkin ini yang sering saya lakukan. Ini bukan iklan permen kopi. Namun seketika ide meminum kopi bisa terlintas kala rasa kantuk menyerang. Kopi dipercaya mampu mengusir rasa kantuk sementara waktu buat sebagian orang. Rupanya kafein dalam kandungan kopi juga bisa mengusir kantuk.

            Baca: https://liwunfamily.com/2014/05/12/tak-bisa-tidur-kenali-penyebabnya/

            Jika anda tidak bisa menemukan alasan di atas, kira-kira apa alasan anda meminum kopi? 

            Dari lima alasan di atas, namun sebenarnya minum kopi menjadi bagian dari gaya hidup yang sudah ada sejak jaman dulu. Ini yang melatarbelakangi munculnya kafe sebagai tempat berkumpulnya orang menikmati rasa kopi. Seperti di Indonesia budaya minum kopi juga sudah ada sejak dulu. Ingat ‘kah minum kopi ala warung kopi?

            Alasan terakhir yang menjamur pada generasi milenial pada kebiasaan minum kopi adalah bagian gaya hidup. Jadi mereka mewakili kebiasaan kekinian minum kopi dengan gaya metropolis. Jika dulu minum kopi cerminan orang-orang tua, kini berubah karena citra kopi sebagai bagian dari gaya hidup kekinian.

            Baca:  https://liwunfamily.com/2018/09/26/6-manfaat-mengejutkan-minum-kopi-yang-perlu-diketahui/

            Bagaimana menurut anda?