Pàlinka, Minuman Alkohol Tradisional Khas Hungaria

Melanjutkan hasil kunjungan saya ke tempat teman saya asal Hungaria sebagaimana yang saya ceritakan di sini. Tak hanya mencicipi sosis lokal buatan Hungaria, teman saya meminta saya mencoba minuman tradisional khas negaranya.

Minuman ini tak ubahnya ouzo yang pernah saya dapatkan di restoran Yunani. Atau limonen schnaps di restoran Italia. Nyatanya di restoran Asia, saya pun mendapatkan minuman alkohol tradisional khas Tiongkok. Semua lengkap sudah saya tuliskan di blog ini.

Baca:

  1. https://liwunfamily.com/2017/12/06/coba-masakan-yunani-griechiesches-restaurant-restaurant-elia-di-bavaria-1-rekomendasi-tempat-4/
  2. https://liwunfamily.com/2017/12/17/limonen-schnaps-a-kind-of-schnapps-the-first-experience-lasting-lemon-flavour/
  3. https://liwunfamily.com/2018/02/05/pflaumen-schnaps-minuman-pemikat-pelanggan-di-restoran-asia-di-jerman/

Sebagai tanda persahabatan, dia pun menghidangkan minuman tradisional. Ini semacam schnaps dari Hungaria, namanya pàlinka. Ini sebenarnya hasil penyulingan dari buah-buahan yang dibuat secara tradisional melalui proses fermentasi. Bahkan teman saya mengaku bahwa kakeknya bisa membuatnya dengan baik.

Bagaimana rasanya?

Rasanya tak ubahnya schnaps yang saya coba dari negara lain. Ada semacam rasa panas yang menghangatkan tenggorokan. Tak ada rasa manis di dalam minuman ini. Saya hanya mencicipi sedikit. Sisanya saya berikan suami saya yang datang menjemput.

Lain negara, lain pula nama minuman lokal yang menjadi kesukaan masing-masing orang. Dimana pun mereka selalu menghidangkan dalam gelas mini untuk minuman lokal semacam schnaps ini.

Bila anda datang ke Hungaria, silahkan anda mencobanya!

Semoga bermanfaat!

Pflaumen Schnaps: Minuman Pemikat Pelanggan di Restoran Asia di Jerman

Dua schnaps.

Pflaumen schnaps dari restoran yang berbeda.

Botolnya seperti ini.



Tiap negara punya minuman khas yang menjadi bagian dari tradisi sosial dan gaya hidup. Satu hal yang menarik adalah saat kita berada di restoran Asia di Jerman. Setelah kita membayar pesanan, maka si pramusaji menyajikan minuman penutup yang gratis untuk pelanggannya. Minuman sebagai penutup hidangan dan menjadi pemikat pelanggan bila berkunjung kembali ke restoran.

Biasanya schnaps ini disajikan dalam gelas kecil seperti pada foto di atas. Jika kita ingin lebih maka perlu membayar lebih. Umumnya diberikan secara gratis di saat datang untuk makan malam. Jika datang untuk makan siang, umumnya tidak diberikan. 

Schnaps yang saya ceritakan ini berasal dari buah pflaumen. Sepertinya saya tidak menemukannya di Indonesia jenis buah ini. Jadi pemberian schnaps pada pelanggan di restoran Asia di Jerman adalah cara pemilik restoran untuk menghormati pelanggan.

Namun bukan berarti makan di siang hari tidak dihargai. Untuk makan siang, biasanya complimentary diberikan berupa sup pembuka atau lumpia. Lumpia biasa disebut spring roll.

Tradisi minum alkohol pada masyarakat Tiongkok umumnya diberi dalam gelas penuh. Ini tidak seperti pada gelas untuk meminum wine, hanya setengah gelas. Namun masyarakat Tiongkok biasa meminumnya gelas penuh. Entah karena minuman ini hanya complimentary, schnaps diberikan penuh hanya saja gelasnya kecil, sekitar 2cl.

Boleh dikatakan schnaps di restoran Asia sama seperti ouzo di restoran Yunani atau limonen schnaps di restoran Italia. Tiap-tiap restoran secara istimewa ingin memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Salah satunya adalah pemberian schnaps sebagai complimentary.

Baca 

Jika anda tak terbiasa meminum schnaps atau sejenisnya maka anda juga bisa menolak secara halus. Ini bukan minuman yang memabukkan karena saya juga harus menyetir mobil. Tetapi ini semacam minuman persahabatan kepada pelanggan. 

Semoga bermanfaat!