Amsterdam (10): Coba Canal Boat Tour Siang atau Malam, Sama Serunya

Canal boat tour pada siang hari.
Canal boat tour pada malam hari.

Jika anda menyimak pengalaman saya traveling, anda pasti tahu bahwa ada berbagai cara menjangkau destinasi wisata. Salah satunya yang menjadi pengalaman saya di Amsterdam adalah mencoba canal boat tour yang mungkin tidak dijumpai di semua kota-kota yang menjadi tujuan wisata. Amsterdam yang indah dan dipenuhi kanal menjadi ide menarik untuk menelusurinya dengan menggunakan boat. Pilihan boat tour di ibukota Belanda ini ada berbagai macam. Anda bisa menikmati petualangan saat siang hari atau malam hari saat musim dingin seperti sekarang. Keduanya sama-sama seru.

Anda juga perlu tahu bahwa pilihan canal boat tour itu tidak hanya soal waktu, mau siang atau malam saja. Agen wisata di sini menawarkan juga romantic boat tour. Bagi pasangan yang berbulan madu atau ingin mengalami sensasi romantis di tengah dinginnya musim dan semaraknya lampu cantik menghiasi kota maka pilihan tur ini bisa jadi pertimbangan. Ada juga pilihan lovers canal tour.

Pilihan tur lain adalah menikmati boat tour sambil dinner. Ini membuat pengalaman makan malam anda semakin semarak. Selain menunya yang enak, tentu pengalaman makan di atas boat itu menarik. Tamu boat tour ini akan merasakan makan malam seperti di hotel eksklusif dengan citarasa menu istimewa. Pelayanan yang excellent tentu bisa menjadi ide liburan di Amsterdam yang menarik untuk anda dan pasangan.

Sewaktu saya dan suami datang, kami memilih night boat tour dengan tambahan light festival yang sedang digelar di Amsterdam. Anda pasti tahu bahwa malam begitu panjang saat musim dingin. Tur ini menyajikan pemandangan seni dan cahaya iluminasi yang membuat suasana semakin romantis. Cerita saya bisa anda buka kembali di sini.

Baca juga: Indahnya Amsterdam dalam balutan Light Festival

Destinasi pertama canal boat adalah Anna Frank Huis.
Menikmati light festival di musim dingin lewat canal night boat tour.
Canal boat tour menawarkan pengalaman menarik berwisata yang belum tentu ada di kota-kota lainnya.

Untuk boat tour siang hari, anda bisa memulainya di Anne Frank Huis. Pemandu wisata sekaligus juru mudi akan membawa anda menelusuri kota Amsterdam yang cantik. Jangan heran pula, anda akan bertemu beberapa boat house di sepanjang perjalanan anda. Ada sebagian warga Amsterdam yang memilih untuk tinggal di boat house. Jika anda beruntung, kita akan melihat sekilas penataan ruang house boat dari balik jendela. Ini seperti suasana di rumah yang nyaman dan apik ditambah interior yang menunjang.

Bisa jadi anda mendapati house boat saat canal boat tour.

Bagi wisatawan seperti saya, ada juga pilihan menginap di hotel boat atau Botel. Saya pernah menjumpai hotel seperti ini di beberapa kota di Eropa, sebut saja di Bratislava Slokawakia misalnya. Anda bisa merasakan pengalaman menginap yang menarik juga di hotel boat. Lain kali saya dan suami mungkin akan mencobanya.

Oh ya, tentang harga boat tour bisa anda jumpai di website mereka langsung. Biasanya agen tur akan memberikan korting harga jika anda memesan secara online. Korting? Ya, saya baru mengetahuinya bahwa kata tersebut berasal dari bahasa Belanda. Anda juga bisa mempertimbangkan ide saya di atas, saat anda tiba di Amsterdam. Pastinya ada banyak cara menikmati Amsterdam sebagai tujuan liburan anda.

Selamat berakhir pekan bersama keluarga!

Rekomendasi Tempat (31): Jika Rindu Masakan Nusantara Bisa Ke Restoran Jun, Amsterdam

Nasi rendang dengan taste yang kreatif dan berbeda dari umumnya nasi rendang.

Kami tiba di Amsterdam, Belanda menjelang makan malam. Sepanjang perjalanan memang tak banyak restoran buka dari Jerman menuju Belanda karena hari ini adalah hari libur nasional dua negara tersebut. Ya kami berangkat saat hari raya Natal dimana kedua negara tersebut menjadikannya sebagai hari libur. Begitu kami selesai memarkirkan kendaraan di public parking Amsterdam, kami bergegas mencari makan malam terdekat.

Tangan saya sibuk mencari rekomendasi tempat yang cozy dan menawarkan kuliner yang lezat. Meski ini bukan kali pertama ke Belanda tetapi saya sama sekali belum pernah mencoba masakan nusantara otentik di negeri kincir angin tersebut. Done! Restoran Jun yang letaknya tak jauh dari tempat kami menginap.

Mengapa kami merekomendasikan tempat ini?

Nasi ikan berbumbu pedas.

Pertama, personal service di restoran ini bagus sekali. Kami datang tiba-tiba tanpa reservasi karena kami memang tak ada rencana sebelumnya. Rupanya nih kita perlu reservasi dulu sebelum makan di situ. Begitu tahu kami belum melakukan reservasi, si empunya restoran berbaik hati memberikan kami tempat untuk tamu yang belum datang dan akan datang dalam dua jam lagi.

Ketika mereka tahu bahwa saya adalah orang Indonesia maka mereka mengajak saya berbicara dalam bahasa Indonesia. Pramusaji yang ramah adalah citra keramahan masyarakat Indonesia pada siapa saja. Suami saya pun langsung suka dan kami seperti sedang berada di Indonesia. Chef dan pramusaji sangat ramah untuk melayani tamu.

Kedua tentu saja, menu makanan yang enak seperti masakan di rumah. Pesanannya adalah nasi rendang dan ikan berbumbu pedas seperti yang anda pesan. Ikan berbumbu pedas yang disajikan umumnya memakai santan kelapa. Karena suami saya tak suka santan maka saya bisa memesan khusus ke Chef Jun, sang pemiliknya. Dia pun membuatkan yang istimewa untuk suami saya sesuai permintaan.

Minuman es teh yang dibuat home made juga bisa menjadi rekomendasi meski saya datang saat musim winter. Bagaimana pun minum es teh rumahan mengingatkan saya pada sajian yang biasa saya pesan di Jakarta. Sajian pembukanya adalah krupuk dan sambal yang mengingatkan kampung halaman. Banyaknya tamu restoran yang datang saat itu membuktikan kelihaian Chef Jun memikat pelanggan untuk datang dan menikmati sajian nusantara. Dan maaf saya tak enak mengambil foto suasana tamu yang penuh kala itu.

Restoran Jun terletak di area Joordan, pusat kota Amsterdam. Anda bisa mencek langsung ke websitenya. Restoran ini buka tiap jam 6 sore hingga malam hari. Ada berbagai pilihan menu makanan mulai dari makanan pembuka, makanan utama hingga makanan penutup seperti dessert dan aneka kue tradisional.

Baca juga: Rendang yang saya nikmati di Praha. Rupanya rendang kini sudah mendunia.

900 Hari Tiap Hari Blogging: Belajar dari Multatuli dan Anne Frank

WordPress mengumumkan.
Patung Multatuli di Amsterdam.

Anne Frank Huis.

WordPress mengingatkan saya bahwa hari ini saya sudah memasuki 900 hari blogging tiap hari alias one day one post di hari ke 900. Bukan hal mudah untuk mencari ide menulis dan tetap memperbaharui blog tiap hari lewat artikel gado-gado atau tema bervariasi. Saya memang tak bermaksud pada satu tema saja di blog ini karena blog ini berisi pendapat dan pengalaman saya yang indah dari berbagai macam pernik kehidupan. Saya berterimakasih pada anda yang setia untuk berkunjung ke blog saya. Tema hari ke-900 blogging tiap hari adalah Multatuli dan Anne Frank dalam perjalanan ke Amsterdam.

Bukan senjata untuk melawan dunia, tetapi tulisan. Petikan itu benar adanya ketika Multatuli, sang penulis berkebangsaan Belanda itu berhasil membuktikannya. Multatuli sebagai nama pena, memiliki nama asli Eduard Douwes Decker, yang diperhitungkan sebagai penulis hebat di Belanda. Saya sendiri mengenal namanya lewat pelajaran-pelajaran di sekolah di Indonesia. Sebelumnya, saya sudah menyambangi Museum Multatuli di Lebak, Banten Indonesia.

Begitu menjejakkan kaki di Amsterdam, saya pun menyempatkan diri bertandang ke museum Multatuli di bilangan pusat kota Amsterdam. Sayangnya, saya datang di hari libur Natal sehingga museum tersebut tidak beroperasi. Namun ini tidak menyurutkan niat saya untuk mencari tahu, karya romannya juga masih tersedia di beberapa toko buku yang saya sambangi di Amsterdam. Multatuli yang lahir tahun 1820 di Belanda, semasa hidupnya ia pernah tinggal di Indonesia kemudian ia wafat di Jerman tahun 1887.

Poster di depan museum.

Melalui roman “Max Havelaar” yang diterbitkan tahun 1860, sistim kerja paksa yang sedang berlangsung di Indonesia kala itu berhasil dihentikan sepuluh tahun kemudian. Karya tulisannya yang menyentuh berjudul “Max Havelaar” berisikan tentang sistim tanam paksa (Cultuurstelsel) yang terjadi di Lebak, Banten di jaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1860. Ia juga menyisipkan roman di dalamnya, seperti asmara Saidjah dan Adinda. Pembaca akan tersentuh dengan kisah dalam buku tersebut. Rupanya buah pikiran ini mampu mengubah dunia, meski butuh 10 tahun. Pada tahun 1870, sistim tanam paksa dihapuskan di Indonesia dengan terbitnya UU Agraria tahun 1870.

Rupanya menulis itu memberi kekuatan untuk memberi perubahan untuk dunia. Anda pasti mengenal beberapa nama penulis dunia yang juga melakukan hal yang sama untuk membuat perubahan. Meski itu sekedar buku harian saja, nyatanya hal itu memberi inspirasi bagi banyak orang. Sebut saja Anne Frank, seorang gadis belasan tahun yang menuliskan tentang situasi mencekam peristiwa perang dunia kedua dari sudut pandangnya, gadis berusia belasan tahun. Letak museum Anne Frank itu pun tak jauh dari Museum Multatuli.

Tampak muka, Museum Anne Frank Huis.
Rumah di tengah adalah museum Anne Frank.


Lagi-lagi saya tidak dapat menelusuri museum Anne Frank. Dua minggu sebelum kedatangan, tiket museum sudah habis terjual. Tiket museumnya hanya bisa dibeli secara online. Padahal saya begitu bersemangat untuk mengunjunginya, begitu tahu saya akan berangkat ke Amsterdam. Saya sendiri pernah menuliskan pelajaran yang dipetik Anne Frank saat menulis buku hariannya usai menonton dokumenter filmnya yang berbahasa Jerman. Saran saya, anda perlu membeli tiket museum Anne Frank satu atau dua bulan sebelum kedatangan agar bisa diijinkan masuk.

Mungkin saya atau bisa jadi anda belum sehebat mereka dalam menulis, tetapi siapa sangka bahwa catatan kecil yang kita buat bisa menjadi dokumentasi yang menginspirasi. Menulis itu memang tak mudah pun tak sulit, tetapi kebanyakan kita menjadi lupa untuk menuliskannya. Padahal setiap hari tangan kita disibukkan dengan menulis atau mengetik pesan singkat di smartphone. Kita mungkin juga menuliskan rencana harian atau laporan pekerjaan tetapi kita lupa membuat catatan di luar itu sebagai jurnal.

Menulis itu mencerahkan bagi penikmat tulisan. Bukan tak mungkin catatan yang kita tulis membawa perubahan dalam diri sendiri. Ini seperti self reminder untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Karena otak kita terbatas, yang tak mungkin menyimpan semuanya. Melalui tulisan, kita terbiasa mendokumentasikan apa pun yang berjalan. Anda bisa menyebutnya tulisan itu sebagai kenangan, tetapi saya lebih menyebutnya pengalaman dan mungkin pelajaran.

Dear lovely Readers, thanks for stopping by. Much love:)

Amsterdam (9): 5 Alasan Mengapa Banyak WNI Berkunjung

Seniman asal Belanda bernama G. Bredero yang diabadikan patungnya, dekat Niuewmarkt.
Sudut kota Amsterdam kala musim dingin.

Banyak alasan mengapa Warga Negara Indonesia (WNI) bisa berkunjung ke Belanda. Negara ini sudah dikenal ratusan tahun lalu di tanah air dan sebagian peninggalan jejak negeri Holland juga mudah ditemukan di pejuru Indonesia. Ya, negeri Belanda tak asing lagi bagi saya, warga Indonesia. Begitu melekatnya hubungan Indonesia dengan Belanda, wisatawan bisa berkunjung ke restoran Indonesia di pusat kota Amsterdam dan beberapa kota besar di Belanda.

Baca: 10 Destinasi wisata bila berada di Amsterdam

Hal menarik lainnya adalah ketersediaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dari sightseeing tour yang ditawarkan di sini. Mungkin pengelola wisata tahu bahwa warga negara Indonesia menjadi wisatawan dominan atau artinya jumlahnya meningkat. Sementara saya belum menemukan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam sightseeing tour. Hal ini pasti ada alasan mengingat jumlah kunjungan wisatawan Indonesia yang mampir ke Amsterdam.

1. Alasan keterkaitan sejarah masa lalu

Multatuli Huis.

Siapa yang tak kenal negeri Belanda jika kita adalah warga negara Indonesia. Dalam pelajaran di sekolah atau tayangan film dokumenter sejak kita masih anak-anak tentang sejarah bangsa, Belanda adalah negara yang tak lepas dari masa lalu. Saya sendiri pernah bertemu dengan seorang anak perempuan usia dua belas tahun yang berlibur bersama keluarganya ke Penang, Malaysia. Bahasa inggrisnya bagus. Karena kami menginap di hotel yang sama maka saya mengenalnya. Lalu dia tertarik untuk bertanya banyak hal pada saya setelah dia tahu bahwa saya berasal dari Indonesia. Rupanya pelajaran di sekolahnya pun tak lepas dari sejarah di Indonesia. Saya pun mengamini bahwa saya pun belajar hal saya sama soal sejarah Indonesia yang pernah menjadi negeri koloni dari Belanda.

2. Alasan penerbangan yang langsung

Dari Jakarta tersedia penerbangan langsung ke Amsterdam.

Apa yang menyebabkan Amsterdam menjadi magnet bagi warga Indonesia? Alasan praktis adalah soal penerbangan. Dari bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng ke Amsterdam Airport Schiphol tersedia jalur penerbangan langsung. Ini yang memudahkan orang seperti saya misalnya memilih jalur pertama ke Amsterdam dulu baru kemudian melanjutkan destinasi lainnya di Uni Eropa.

3. Alasan kuliner

Kejunya itu enak sekali!

Saya sempat berpikir bahwa kuliner nusantara itu mendapatkan pengaruh juga dari negeri Holland. Sebut saja makanan perkedel, pancake, semur, kroket dan kue cubit. Begitu pun ketika saya di Amsterdam, restoran Indonesia dan toko tentang bahan pangan Indonesia itu tersebar di banyak tempat. Kenalan asal Jerman menyebutkan indonesisch rijsttafel perlu dicoba saat berada di Belanda. Rupanya ini adalah hidangan seperti kita makan di restoran padang. Sebagai orang Jerman, hidangan itu menarik disajikan secara bersamaan.

4. Alasan kunjungan keluarga

Patung Perempuan dengan Selendang di Amsterdam.

Begitu dekatnya Indonesia dengan Belanda hingga saya mendapati banyak kenalan yang punya sanak keluarga tinggal di Belanda. Itu sudah saya dengar dan dapati sejak saya masih tinggal di Indonesia. Karena alasan kekerabatan tersebut maka Amsterdam menjadi impian destinasi untuk dikunjungi setelah berkunjung ke kerabat dan sanak keluarga di Belanda.

5. Alasan wisatanya yang banyak pilihan dan ramah turis

Selalu saja ada tempat wisata baru di sini, contohnya ini.
Science Museum juga menarik untuk disambangi.

Bagi penyuka museum, rasanya anda perlu ke Amsterdam. Aneka macam museum menarik ada di sini. Tentu anda masih ingat cerita lima museum seperti museum sex atau museum canabis di sini. Banyak pilihan menarik tersedia untuk wisatawan. Kota ini ramah turis dan penduduknya pun bisa bahasa inggris dengan baik.

Baca: 5 Museum yang bisa dipertimbangkan untuk dikunjungi

Alasan lain pun mungkin masih ada lagi, seperti alasan seni misalnya. Sedangkan yang lain bisa saja menyebut alasan studi karena ada tawaran dari lembaga penyedia beasiswa yang memberi kesempatan untuk studi lanjutan di Amsterdam. Pastinya anda juga punya alasan tersendiri, mengapa perlu berkunjung ke Amsterdam?

Amsterdam (8): 10 Destinasi Wisata Berbayar Hingga Gratis, Hanya dengan Berjalan Kaki

Belanda memang bukan Amsterdam saja, tetapi kecantikan kota ini seperti magnet untuk datang.
Canal night tour Amsterdam bisa anda pilih di musim dingin untuk mendapatkan pengalaman terbaik. Tampak belakang Basilika Santo Nikolaus.

Kami berencana jam 9 pagi sudah keluar hotel dan mulai menjelajah pusat kota Amsterdam. Apa daya, ini musim winter dimana jam 8 pagi masih terasa gelap dan begitu sepi. Rasanya kami pun masih ingin diam di kamar yang nyaman sembari menikmati sarapan pagi. Kami tak perlu khawatir juga untuk menjangkau destinasi wisata karena jarak hotel dengan pusat kota begitu dekat hanya dengan berjalan kaki.

Nah, sepuluh tempat berikut adalah destinasi wisata turis bilamana datang ke Amsterdam. Anda tak perlu keluar uang taksi, sewa sepeda apalagi membawa kendaraan. Cukup berjalan kaki, semua bisa dijangkau. Sepuluh tempat ini ada yang gratis tetapi ada pula yang berbayar. Semua pilihan ada di tangan anda.

1. Dam Square

National monument.
Delman di area Dam Square.

Pemberhentian pertama adalah semacam alun-alun kota dimana warga bisa bertemu dan berekspresi. Seperti saat kami datang, di sisi tengah ada orang yang mencari uang dengan membuat pertunjukan akrobat. Di sisi lain, pertunjukkan budaya suatu negara yang ramai. Dam Square dikenal juga sebagai meeting point untuk sightseeing tour di Amsterdam. Dam Square ditandai National Monument sebagai peringatan perang dunia kedua. Monumen tersebut dibangun tahun 1956.

Dam Square letaknya di pusat dan strategis. Di sini pula orang bisa melakukan unjuk rasa/demonstrasi atau acara yang melibatkan massa. Di sini pula dulu menjadi terminal trem, kendaraan seperti kereta yang melintas di jalan raya. Dam Square juga menjadi tempat berlangsungnya pasar jelang natal. Karena dulu area ini dikenal sebagai market square.

2. Museum kota Amsterdam

Pintu masuk.
Lorong menuju kafe museum.

Jika anda datang ke Amsterdam, tempat kedua yang wajib dikunjungi adalah museum kota. Museum ini berisikan tentang Amsterdam masa lalu, masa kini dan masa mendatang. Enam ratus tahun lalu, bangunan museum ini semula adalah biara kemudian abad 16, bangunan dialihfungsikan menjadi panti asuhan yang menampung ribuan anak. Tahun 1975 fungsi panti asuhan direlokasi yang selanjutnya menjadi Amsterdam Museum. Museum ini berisi lebih dari soal sejarah Amsterdam di masa lalu, tetapi ada seni, budaya dan kebiasaan orang-orang di sini abad per abad.

Contohnya adalah kedatangan Napolleon Bonaparte ke Amsterdam.

Tidak hanya museum, di sini ada kafe dan teras yang sunyi untuk pengunjung di tengah hiruk pikuk kota Amsterdam. Anda bisa menikmati secangkir kopi dan kue-kue negeri Holland yang enak itu atau Heinaken bir mungkin. Museum buka tiap hari mulai dari jam 10 pagi dengan tiket masuk seharga 15€. Jika anda punya I am amsterdam city card maka anda gratis masuk.

3. Royal Palace

Royal palace dari seberang jalan, yakni area shopping centre.
Raja dan Ratu Belanda.

Royal Palace adalah tempat wajib yang dikunjungi di kota-kota besar di Eropa. Pasalnya ini tidak hanya menggambarkan kehidupan monarki pada jaman dulu kala tetapi bangunan istana memang berkesan dan menarik menjadi objek foto. Di depan royal palace seperti alun-alun kota yang tak pernah sepi turis. Selalu ada atraksi yang menarik minat wisatawan atau area berkumpulnya para warga.

Maket istana.

Istana ini didirikan abad 17 dengan gaya arsitektur klasik. Di sini pula terdapat balai kota pemerintahan kota yang diusung sejak dikenal Dutch Golden Age. Bangunan bercorak kuning ini memiliki interior yang melambangkan prestise dan kekusaan. Lebih jelasnya, anda bisa berkunjung ke sini pada jam operasional buka dengan membayar tiket 10€ per orang. Jika anda punya tiket museum terusan maka anda gratis berkunjung.

4. Madame Tussauds

Madame Tussauds di kota Amsterdam.

Tak jauh letaknya dari Royal Palace adalah museum lilin Madame Tussauds. Meski ada banyak museum Madame Tussauds, namun di Amsterdam pastinya ada yang berbeda dan menarik. Saya tidak masuk ke dalam museum karena saya pikir ini kurang lebih sama saja seperti museum madame tussauds yang pernah saya kunjungi di kota lain. Tiket masuknya pun bisa digabung dengan tiket Amsterdam Light Festival.

5. Central Station

Stasiun kereta utama yang besar dan megah di malam hari.
Stasiun yang bersebrangan dengan pusat informasi turis.

Dikutip dari laman informasi turis, setiap harinya diperkirakan sekitar seperempat juta orang lalu lalang melewati stasiun utama Amsterdam. Stasiun ini termasuk yang terbesar dari bandara udara Amsterdam yang ditransfer ke berbagai stasiun di wilayah lain di Belanda. Amsterdam central station juga menjadi titik terminal moda transportasi di ibukota Belanda ini. Stasiun ini pertama kali dibuat dan resmi digunakan pada abad 19 akhir.

Jika anda sudah tiba di stasiun ini, anda bisa mudah membeli tiket moda transportasi umum lainnya. Anda juga bisa langsung mendatangi pusat informasi turis yang letaknya di seberang stasiun. Dari sini juga anda bisa langsung menuju stasiun lain di belahan Belanda lainnya.

6. Zeedijk

Zeedijk Buddhist temple.
Restoran di Niuewmarkt.

Lokasi wisata selanjutnya adalah area chinatown yang dijadikan pusat kuliner selera asia, rumah ibadah seperti klenteng dan sovenir. Area ini cukup luas untuk dijelajahi, saya dan suami hanya mampir sebentar mengingat kami salah jalan yang pada akhirnya menemukan tempat ini. Letak chinatown dekat dengan Nieuwmarkt. Area ini mudah dikenali karena terdapat banyak restoran selera asia dan toko-toko sovenir. Sebenarnya ini kurang tepat juga disebut area pecinan mengingat ada juga warga asia lainnya semisal Thailand dan Indonesia misalnya yang juga berusaha di situ.

7. Pasar bunga atau Bloemenmarkt

Lengkapnya!
Sovenir juga aneka macam dijual di sini.

Sebagaimana anda tahu bahwa Amsterdam dikenal sebagai kota yang cantik karena dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah. Selain musim dingin, anda akan melihat cantiknya bunga-bunga bermekaran di Amsterdam. Tentu anda tak akan lupa bunga tulip yang menjadi kebanggaan warga Holland. Cek juga museum tulip yang pernah saya ulas sebelumnya.

Di Amsterdam saja terdapat beberapa lokasi pasar atau toko bunga. Ada masanya dahulu bunga Tulip menjadi kebanggaan warga di sini. Itu pula yang menyebabkan usaha tidak hanya menjual bunga saja, melainkan ada bibit bunga, pupuk hingga hiasan untuk taman. Saya dan suami membeli salah satu hiasan taman rumah belakang karena berkebun juga menjadi aktivitas sebagian orang Jerman diluar musim dingin.

Contoh sovenir yang dijual.

Area bloemenmarkt di jalan Singel Amsterdam menjadi perhatian turis seperti saya. Kami bisa melihat dan mengamati aneka bunga, perlengkapan berkebun hingga kebutuhan aksesoris lainnya. Di sini juga menjadi sentra penjualan buah tangan yang bisa dijadikan sovenir. Oh ya, anda juga bisa menikmati aneka kafe dan kuliner di sekitar sini. Kami pun mampir menikmati poffertjes yang pernah diulas sebelumnya.

8. Rembrandt square park dan museum

Dari kejauhan.
Dari dekat.

Rembrandt museum juga menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi, tetapi kali ini saya mengajak anda untuk melihat area rembrandt park yang menjadi ajang warga untuk berfoto ria. Pasalnya di sini ada patung miniatur yang menjadi spot turis berfoto. Saya sendiri tidak masuk ke museum Rembrandt. Kami akhirnya memilih berhenti dan di area park terdapat jajanan street foods yang bisa dicoba.

9. Magere Brug

Jembatan cinta.

Ini adalah jembatan romantis yang dijuluki sebagai ‘The Amsterdam Kissing Bridge” yang menawan di malam hari saat musim dingin. Jembatan ini menjadi salah satu ajang aktraksi saat Amsterdam Light Festival Show yang saya ceritakan sebelumnya. Magere Brug adalah jembatan kecil di atas Sungai Amstel yang terkenal. Jembatan ini menghubungkan tepi sungai di Kerkstraat, antara Keizersgracht dan Prinsengracht yang terkenal di pusat kota.

Saya mengetahui mitos “jembatan cinta” dari film drama dengan setting di kota Amsterdam yang ditayangkan di Jerman. Karena film itu, saya pun jadi tahu tentang jembatan yang sebenarnya tampak biasa saja. Kemudian penjelasan juru mudi sekaligus pemandu wisata dalam boat tour memperkuat dugaan mitos tersebut. Hal ini sebagai informasi agar anda tidak heran setibanya di jembatan ini, mungkin ada pasangan yang berciuman sebagai tanda kasih dan mempercayai mitos ini. Mitos bagi pasangan yang berciuman di bawah jembatan ini maka cinta mereka abadi.

10. Shopping Centre

Sebagian gang berbelanja yang selalu ramai.

Tempat terakhir diperuntukkan bagi pecinta shopping atau berbelanja yang luas dengan berbagai merek dunia. Anda bisa dipuaskan untuk memilih barang kesukaan anda di sini dengan tetap memperhatikan anggaran yang tersedia di dompet anda. Tak hanya berbelanja, anda bisa mengamati lalu lalang orang dengan menikmati secangkir kopi dan pancake Holland yang enak di kafe di sini.

Have a nice day!

Amsterdam (7): Begijnhof, Kisah Desa Tradisional di Pusat Kota

Sebagian besar didominasi bangunan abad 17 dan 18.
Ini area yang tidak boleh dimasuki turis.
Tak ada penjelasan siapa patung ini, mungkin ini adalah Cornelia Arents, the beguinage yang tidak mau dimakamkan di dekat gereja protestan. Tampak belakang adalah gereja protestan.

Jika di Seoul ada desa tradisional Namsangol Hanok village seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, maka di Amsterdam bisa jadi punya Begijnhof yang letaknya juga di pusat kota. Saya mengetahuinya setelah saya dan suami berkunjung ke Amsterdam Museum. Letaknya yang menjorok ke dalam memang tak mudah ditemukan. Begitu masuk ke dalam dalam, anda dilarang berisik dan membuat kegaduhan.

Baca: Desa tradisional di kota Seoul

Begijnhof dinyatakan muncul sekitar abad 14 dimana warga Belanda masih religius dan termasuk penganut Katolik taat, seperti yang tampak di sini. Di desa ini hidup banyak perempuan yang memilih untuk selibat, seperti biarawati yakni mereka memilih tidak menikah dan mengabdikan diri untuk Tuhan dan sesama. Tetapi mereka sesungguhnya bukan biarawati karena mereka tidak mengambil sumpah. Begitu saya membacanya di papan informasi. Sebagian rumah-rumah di sini dibangun pada abad pertengahan dan sedikit mengalami perbaikan. Apalagi Beginjhof pernah mengalami kebakaran. Ada satu rumah yang diperbaiki juga tahun 1950-an.

Sebagaimana anda tahu bahwa abad 15 muncullah gerakan Luther yang mengawali perubahan dalam gereja Katolik. Gerakan protes Luther yang berasal dari Wittenberg, Jerman terhadap gereja memberi pengaruh hingga ke Belanda. Sempat terdengar, abad 16 terjadi reformasi gereja di Belanda sehingga sebagian besar warga beralih menjadi penganut gereja Lutheran. Banyak warga Belanda tak lagi menjadi penganut ajaran katolik, tetapi tidak untuk sekelompok warga yang tinggal di Beginjhof. Sebagai informasi, Belanda bagian utara didominasi warga Kristen Protestan dan warga di bagian selatan didominasi warga Katolik.

Baca: Mengunjungi gereja All Saints, tempat Luther menempelkan 150 Thesisnya

Penduduk di Begijnhof menamakan diri sebagai ‘the beguinage’ memilih bertahan di desa itu dan terisolir. Mereka mempertahankan gereja katolik yang ada di situ. Sekilas kapel yang terletak di nomor 31 seperti rumah biasa, dikarenakan mereka ingin menyembunyikannya. Munculnya gerakan reformasi gereja menyebabkan Beginjhof punya gereja protestan juga. Kini ada dua gereja, yakni gereja katolik dan gereja protestan. Ada yang menjuluki gereja ini adalah gereja tersembunyi karena umumnya gereja selalu tampak terlihat dan terbuka.

Salah satu dinding rumah warga.
Gerbang masuk yang di atas pintu tampak prasasti batu Santa Ursula, sebagai pelindung.
Gereja protestan.
Kapel, yang keseluruhan adalah bangunan asli abad 16, bangunan paling tua di situ.

Tercatat orang terakhir ‘the beguinage’ wafat sekitar tahun 1970. Meski tak ada lagi orang asli Begijnhof, tetapi masih ada sampai sekarang 108 perempuan yang memilih tetap tinggal dan merawat desa itu. Itu sebab, orang yang datang diminta untuk tidak buat kegaduhan. Turis boleh melihat-lihat, berfoto dan berdoa di dalam gereja juga.

Ini menjadi spot foto bagi turis karena desa ini masih terdapat bangunan Houten Huys, tipe bangunan di Belanda pada abad pertengahan. Di tengah keriuhan pusat wisata Amsterdam, ternyata ada Begijnhof yang memberi ketenangan. Mereka sengaja menciptakan suasana batin yang damai, terisolir dari hiruk pikuk kota Amsterdam.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

Amsterdam (6): 5 Museum Menarik nan Unik yang Mungkin Anda Tertarik

Kota Amsterdam yang selalu cantik dan menjadi incaran wisata dunia.
Ilustrasi.

Amsterdam begitu menggoda siapa saja untuk datang. Padahal orang Belanda sudah menyarankan bahwa Belanda tidak hanya Amsterdam saja, ada kota-kota lain yang sama menariknya seperti Amsterdam. Kami juga berkunjung ke Den Haag dan Rotterdam. Namun kami berpikir tak lengkap rasanya ke Belanda, jika kami belum menjejakkan kaki di pusat ibukota Belanda meski kami sudah pernah melintasi Belanda sebelumnya. Dan akhirnya museum menjadi bagian dari keseruan kunjungan kami di sini.

Lima museum berikut berada di pusat kota Amsterdam dengan letaknya berdekatan satu sama lain. Begitu menariknya museum ini dikarenakan ini mungkin tabu di Indonesia untuk dibahas tetapi di sini anda bisa mendapatkannya.

Bagi pecinta museum dan bukan, museum berikut ini menawarkan atsmofer berbeda untuk pengunjung. Dijamin anda tidak akan bosan berkunjung ke museum. Staf museum memiliki informasi yang mumpuni, berbagai pertanyaan pengunjung bisa dijelaskan dengan baik. Dari yang berbayar hingga gratis, saya bagikan untuk anda.

1. Museum Tulip

Museum tampak depan.


Berdiri di jalan Prinsengracht, seberang jalan menuju Anne Frank Huis adalah lokasi museum Tulip. Museum Tulip tidak begitu besar, yang berisi sejarah, informasi dan berbagai pernak-pernik tentang bunga cantik ini. Seperti yang saya ketahui bahwa bunga tulip ini berawal sekitar abad 16 di Belanda, yang diperkenalkan saat jaman kekaisaran Ottoman. Bunga ini berhasil memikat banyak warga Belanda saat itu hingga menjadikannya sebagai investasi. Hingga kini, bunga tulip masih mendapat tempat di hati warga Belanda. Warna dan bentuknya yang rupawan menjadi daya tarik tersendiri sebagai objek foto.

Pengunjung bisa membayar tiket masuk sebesar 5€ untuk orang dewasa. Di sini kita bisa mendapatkan bibit hingga cara merawat bunga tulip. Selain itu, bunga tulip bukan asli pun bisa dijadikan dekorasi rumah atau sovenir. Letaknya tak jauh dari Museum Keju atau di seberang jalan menuju lokasi Anne Frank Huis.

2. Museum keju

Museum tampak depan.

Museum selanjutnya adalah museum keju yang letaknya hampir bersebelahan dengan museum tulip. Atau anda bisa berjalan kaki sekitar dua menit dari arah Anne Frank Huis. Ini bisa menjadi petunjuk itinerary anda bila berkunjung ke Amsterdam. Museum keju ini pun tak begitu luas tetapi kaya akan informasi keju yang menjadi makanan favorit orang Belanda. Museum ini diperuntukkan untuk siapa saja, bukan hanya penggemar keju saja. Anda bisa masuk gratis.

Museum keju menawarkan contoh keju yang bisa dicoba pengunjung yang datang. Tentu saja, anda bisa membeli dan membawa pulang aneka macam keju yang tersedia. Keju yang disedikan pun ada berbagai macam. Staf di sana dengan ramah menyambut dan memperkenalkan keju terbaik untuk anda. Anda pasti suka datang ke sini.

3. Museum Multatuli

Museum tampak muka.

Museum selanjutnya yang menarik untuk dikunjungi adalah Museum Multatuli. Siapa yang tak kenal Multatuli, nama yang disebut dalam pelajaran di sekolah saat saya bersekolah di Indonesia dulu. Saya sudah memasukkan jadwal mengunjungi tempat ini begitu tiba di Amsterdam. Sayangnya saya datang di hari libur dimana museum pun tutup. Mengenai Multatuli yang merupakan nama pena dari Eduard Douwes Decker, saya buatkan dalam artikel terpisah.

Museum ini berjarak sekitar 10 menit dengan berjalan kaki dari Anne Frank Huis. Museum ini pun gratis bagi siapa saja. Dulu museum ini adalah rumah kelahirannya, tetapi sejak dijadikan museum maka bangunan dialihkan sebagai peninggalan karya Multatuli menjadi dua lantai. Multatuli dikenal dengan buah pikirnya yang menolak kolonialisme. Di museum ini, pengunjung bisa mengenal sosok Multatuli yang sederhana dan buah pena hasil karyanya.

4. Museum Sex

Museum tampak depan.

Museum selanjutnya yang juga menarik dikunjungi adalah museum sex, yang berjarak sekitar dua menit saja dari Amsterdam Central Station. Museum yang berada di area lalu lalang para turis dan pejalan kaki ini mudah dijangkau. Namun mereka yang sudah berusia 16 tahun yang boleh masuk ke situ. Pengunjung juga boleh berfoto asalkan sudah membayar tiket masuk sebesar 5€. Museum ini lebih pada karya seni dan permainan multimedia yang dianggap tabu dan tidak dipertontonkan di muka publik.

5. Museum Cannabis

Museum terakhir yang bisa jadi informasi untuk anda adalah museum cannabis. Sebagaimana kita ketahui, para ahli terus berupaya membuktikan manfaat dari ganja untuk kehidupan manusia. Misalnya cannabis ternyata bermanfaat untuk perawatan kulit dan masih banyak lagi yang perlu dibuktikan. Meski manfaatnya pun masih menjadi pro dan kontra, museum ini menghadirkan nuansa informatif dan edukatif dari tanaman mariyuana ini.

Staf museum yang berpengalaman dan cukup informatif akan menjelaskan mariyuana dari sejarah, jenis-jenisnya hingga manfaatnya yang berbentuk produk. Pengunjung juga bisa melihat tanaman mariyuana yang masih hidup. Lokasi museum berada di Damstraat.

Bagi anda yang tertarik datang ke Amsterdam, bisa jadi informasi di atas menjadi pertimbangan agenda wisata anda mengunjungi jantung kota Amsterdam.

Selamat berhari Minggu!

Ketika Amsterdam dan Brussels Dilanda Jajanan Kentang Goreng Kekinian

Antrian di Brussels.
Antrian di Amsterdam.
Sebungkus kentang goreng yang berhasil saya dapatkan.

Ada pemandangan menarik ketika saya berkunjung ke Amsterdam dan Brussels di pusat kota. Ada antrian yang mengular menunggu giliran. Mereka berbaris rapi hanya untuk menikmati sebungkus kentang goreng. Saya mendapati pemandangan ini di pusat kota Amsterdam, area turis tepatnya seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Kini antrian yang sama untuk sebungkus kentang pun ada di Brussels. Ajaib!

Baca: 3 Jajanan di Amsterdam yang saya coba

Entah apakah terjadi trend yang sama antara Amsterdam dan Brussels, nyatanya saya mendapati pemandangan serupa di kedai kentang goreng. Saya berpikir, jajanan kentang goreng ini begitu istimewa hingga mengundang orang datang dan mengantri membelinya. Setelah saya amati, pembeli membeli kentang goreng kemudian mereka melakukan foto selfie. “Demam” makan kentang goreng kekinian sedang melanda di sini.

Bagi anda, kentang goreng bukan hal baru. Saya juga! Banyak kuliner yang saya liput dan muat di blog ini juga bercerita tentang kentang goreng, tetapi mengapa kentang goreng? Kentang goreng dalam bahasa Jerman disebut pommes, di sini mereka menyebutnya frite fries. Kentang goreng juga tak asing dijumpai di restoran cepat saji yang berasal dari negeri Paman Sam. Lalu apa istimewanya kentang goreng ini?

Saat malam hari, antrian kedai kentang goreng tampak mengular. Suami saya urung membelinya. Keesokan harinya, pemandangan antrian pun masih tetap sama. Tak hanya itu kedai yang menjual kentang goreng pun di sini mudah dijumpai. Ada yang berpendapat, anda harus membeli kentang goreng A dibandingkan B. Sementara saya sebagai turis tak tahu bagaimana membedakan rasanya.

Merek yang sama seperti di Amsterdam, tetapi kedai kentang goreng ini ada di Brussels.
Mengapa kentang goreng?

Karena penasaran, saya minta suami untuk berhenti di kedai kentang goreng tetapi kedainya harus menyediakan tempat duduk. Ini alasan saya untuk bisa duduk dan menikmati sebungkus kentang goreng. Sementara beberapa kedai kentang goreng lain tidak menyediakan tempat duduk. Pembeli bisa menikmati di tempat sambil berdiri atau dibawa pulang. Sebungkus kentang goreng punya harga bervariasi baik di Amsterdam maupun Brussels. Pastinya harga sebungkus normal itu masih dibawah 5€. Menurut hitungan saya, harga ini sedikit lebih mahal jika saya membeli kentang goreng di warung cepat saji.

Mereka mengklaim, kentang yang dibuat berasal dari kentang dengan kualitas terbaik. Cara mengolah hingga menggoreng kentang goreng itu menjadi rahasia tersendiri. Bahwa kentang goreng terasa renyah dan tak terlalu berminyak. Itu menjadi kesukaan orang-orang di sini. Tak hanya itu, ada saus istimewa untuk menemani kentang goreng kekinian. Pemesan bebas memilih varian saus yang dijual. Jika selama ini saya mengenal saus kentang goreng hanya saus tomat atau mayonnaise saja, mereka punya saus terenak lainnya untuk dinikmati bersama kentang goreng.

Setelah kita mendapatkan sebungkus kentang goreng, jangan lupa berfoto! Foto ini semakin menambah kekinian jajanan yang sedang digandrungi di sini.

Suami saya berpendapat mungkin trend jualan kentang goreng bisa menjadi ide bisnis di Jakarta. Who knows! Ide ini bisa dicoba jika anda tahu bagaimana strategi memasarkannya. Buktinya orang rela antri hanya untuk sebungkus kentang goreng.

Amsterdam (5): 6 Gereja Menawan di Pusat Kota

Basilika Santo Nikolaus tampak belakang.

Ketika berkunjung ke Belanda, hal yang ingin saya lakukan adalah berkunjung ke gereja karena saya dulu pernah bersekolah di sekolah katolik yang dididik oleh beberapa suster dan pastor yang berasal dari Belanda. Saya hanya membayangkan bahwa di Belanda pasti ada banyak gereja. Itu sebab salah satu tujuan saya adalah mendatangi gereja di Amsterdam, meski saya dan suami tidak pergi ke semua gereja di Amsterdam.

Enam gereja yang saya liput berikut memiliki bangunan arsitektur yang indah. Tampak menara gereja menjulang yang mudah terlihat siapa saja. Gereja ini ada yang menjadi kebanggaan kota Amsterdam dan ada yang memang terletak di jantung kota Amsterdam. Sebagian gereja yang saya liput masih aktif melayani ibadah dan kebaktian tetapi ada juga yang hanya menjadi museum.

1. Basilika Santo Nikolaus

Basilika Santo Nikolaus dari seberang Amsterdam Central Station.

Tempat selanjutnya yang wajib dikunjungi adalah Basilika Santo Nikolaus, atau di Indonesia dikenal sebagai gereja sinterklas. Tokoh yang sering dikenal kala natal tiba. Itu pula yang mendasari saya untuk datang ke gereja tersebut. Sayangnya, saya datang di waktu kurang tepat. Jam 17.00 gereja katolik ini sudah tutup. Mengingat saya datang saat libur natal, saya berpikir bisa menyaksikan lebih dekat basilika ini, yang menurut sebagaian besar orang, basilika ini sangat indah dengan interior, ukiran jendela kaca dan muralnya. Saya hanya memandangi dari kejauhan karena letaknya di jantung kota Amsterdam sehingga membuatnya menjadi icon kota Amsterdam.

Dari dekat, Basilika Santo Nikolaus dengan dua menaranya.

Letak gereja katolik ini di seberang pusat informasi turis dan stasiun utama kereta. Dua menara gereja ini mengingatkan gereja-gereja di Jerman seperti Frauenkirche dengan mengusung gaya arsitektur neo-baroque. Dua kapel yang didedikasikan untuk santo Yosep dan santa Maria berada di sisi kanan dan kiri gereja. Basilika ini selesai dibangun tahun 1887 yang didedikasikan untuk santo nikolaus, pelindung kota Amsterdam. Pengunjung yang datang pasti terpesona dengan mural di dalam yang berisi 11 rasul Yesus, tanpa Yudas Iskariot di situ.

2. Oede kerk

Menara gereja.
Kini menjadi museum.

Gereja kedua ini saya tidak menemukan keseluruhan gereja, saya hanya mengambilnya dari jarak dekat. Disebut ‘old church‘ gereja tua karena paling tua didirikan yakni tahun 1280. Di gereja ini ada kursi untuk bangsawan dan pemimpin. Berangsur-angsur tiap abad terjadi perubahan dan restorasi. Kekacauan terjadi ketika gerakan Luther merambah ke Amsterdam. Gereja ini menjadi saksi sejarah tentang reformasi gereja di situ.

Hal menarik dari gereja ini adalah empat loncengnya yang melambangkan Iman, Harapan, Kasih dan Kebebasan. Berbagai ornamen dan lukisan yang menghiasi gereja ini berasal dari abad pertengahan. Kaca jendela gereja terukir indah dan penuh warna. Organnya juga spetakuler seperti umumnya gereja katolik di Jerman yang saya kunjungi.

3. Westerkerk

Gereja dari kejauhan.

Ini adalah gereja pertama yang saya kunjungi setelah berkunjung ke Anne Frank Huis. Letaknya dekat dengan museum keju, museum tulip dan museum Anne Frank. Gereja ini adalah gereja protestan yang menjadi kebanggaan kota Amsterdam. Gereja ini masih aktif menyelenggarakan kebaktian tiap Minggu, sedangkan tiap hari gereja dibuka jam 10.30 waktu setempat. Sebagai informasi, gereja dibangun pada abad 17 dengan towernya yang bisa dijangkau untuk melihat keindahan kota Amsterdam.

4. Zuiderkerk

Gereja ini memiliki menara setinggi 80 meter.

Bangunan keempat adalah gereja yang kini diubah menjadi pusat informasi. Dahulu bangunan ini adalah gereja pertama protestan di Amsterdam yang dibangun antara tahun 1603 hingga tahun 1611. Hal paling indah dari gereja ini adalah menaranya yang memainkan instrumen antara jam 12.00 hingga jam 13.00 waktu siang hari. Sejak tahun 1929, gereja ini tak aktif lagi sebagai gereja akibat minim pembiayaan mungkin. Sejak tahun 1988, pemerintah setempat mengalihfungsikan menjadi pusat informasi tata kota dan perumahan.

5. De Krijtberg

Gereja tampak dari kejauhan.

Gereja kelima adalah sekitar area shopping centre. Ini adalah gereja katolik yang disebut Paroki Santo Nikolaus. Gereja ini didedikasikan untuk Santo Fransiskus Xaverius dengan gaya arsitektur Neo-Gothic. Tak jauh dari gereja ada Ignatiushuis atau komunitas pengikut Santo Ignatius. Dibuka sejak tahun 1883, gereja ini masih aktif melayani umat seperti penyelenggaraan perayaan ekaristi, pengakuan dosa dan lain-lain.

6. De Nieuwe Kerk

Gereja yang letaknya di depan alun-alun.
Kiri adalah sebagian bangunan royal palace dan tampak ‘new church’.

Gereja terakhir adalah De Nieuw Kerk yang letaknya dekat dengan Royal Palace. Gereja ini adalah gereja protestan yang selesai dibangun pada abad 15. Konstruksinya sendiri sudah sejak abad 14, dengan gaya arsitektur neo-gothic. Pembangunan ‘new church’ sebagai terjemahan Nieuw Kerk dilakukan mengingat gereja ‘old church‘ atau oude kerk di atas sudah tidak muat lagi menampung jumlah umat. Tetapi berlangsungnya jaman mengubah fungsi gereja, kini ini menjadi museum dan tempat perhelatan resmi kenegaraan.

Demikian cerita liputan enam gereja yang saya telusuri di Amsterdam. Benar juga, selalu ada yang menarik di rumah Tuhan.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

Amsterdam (4): Light Festival Show, Perpaduan Seni, Cahaya dan Urban Design yang Menarik

Amsterdam light festival.
Jalur tur warna hijau adalah pilihan saya.
Tema kupu-kupu dari artis asal Jepang.
Ini dari Korea Selatan.
Mobil hanyut karena banjir.

Musim dingin membuat malam begitu cepat datang. Jam 4 sore hari hari sudah mulai gelap namun tiap musim punya keindahan tersendiri, termasuk musim dingin. Ini pula yang membuat beberapa kota di Eropa memanfaatkannya menjadi aktraksi wisata seperti Amsterdam Light Festival. Light festival lainnya juga saya nikmati di Brussels, ibukota Belgia dan beberapa kota lain di Eropa.

Dikutip dari laman resmi, Amsterdam light show digelar setiap tahun di musim dingin yang menampilkan iluminasi mengagumkan yang melibatkan artis, designer dan arsitek dari berbagai dunia. Saat kami datang festival sedang berlangsung hingga 19 Januari 2020. Untuk tema festival kali ini adalah DISRUPT, yang bisa diartikan kekacauan tetapi bisa juga menginspirasi perubahan.

Beruntungnya saya bisa hadir menyaksikan keindahan seni dan cahaya yang dipadukan bersamaan. Ini sama seperti saat saya datang ke kota Seoul, Korea Selatan ketika ada malam festival lampion karena acara seperti ini hanya terjadi pada periode tertentu saja. Semua begitu indah menghiasi kota. Atraksi ini menjadi pilihan keluarga dimana anak-anak bergembira memperhatikan iluminasi cahaya yang dimainkam. Seperti yang saya lihat, beberapa keluarga membawa anak-anak serta dalam acara night boat tour.

Night boat tour di malam hari saat light festival terbagi dua jalur yakni hijau dan merah. Kami memilih rute warna hijau, dengan tiket harga 23,50€ per orang. Untuk tiket rute warna merah sepertinya hampir sama besarnya. Jika anda sudah memesan secara online, anda berhak mendapatkan potongan harga. Durasi perjalanan night boat tour warna hijau berlangsung selama 75 menit. Di dalam ada penjelasan dalam bahasa Belanda dan terjemahan dalam bahasa Inggris. Secara informatif, pemandu wisata yang merangkap kapten boat menjelaskan bagian demi bagian iluminasi dengan baik.

Pakaian digantungkan.
Restoran di tepi kanal pun ikut meramaikan festival cahaya.
Hanya tulisan saja sudah keren.
Tema lingkungan hidup, es meleleh dan di sini anda tidak hanya melihat es mengambang di air tetapi juga ada suaranya yang menyerupai bongkahan es meleleh.
Anda bisa melihat kan bayangan di atas yang dihasilkan dari iluminasi seniman.
Ini iluminasi seperti bayangan anak memanjat, padahal itu hanya karya seniman.
Di bawah jembatan ini, jika sepasang kekasih berciuman maka cinta mereka akan sejati. Mitosnya!

Sepanjang rute kami mendapatkan sajian cahaya yang menarik. Saya merasa ini menjadi atraksi wisata yang layak anda coba jika anda berkunjung ke Amsterdam. Amsterdam light festival dalam berbagai versi juga bisa anda lakukan. Saya melihat ada night romantic boat tour dimana ada layanan glühwein dan minuman selama tour. Tetapi untuk night boat tour yang saya lakukan di tahun ini ditiadakan minuman atas kebijakan pemerintah kota.

Untuk memesan Amsterdam Light Festival bisa dipesan secara online atau membeli langsung di tempat. Lokasi tiket dan titik keberangkatan untuk jalur merah di pusat informasi turis atau di seberang Amsterdam Central Station. Sedangkan jalur hijau berada sekitar seratus meter kemudian.

Saya hanya membayangkan jika pariwisata di Indonesia bisa menggarap ide ini. Ada banyak kota di dunia yang menjadikan wisata air sebagai aktraksi wisata yang menarik. Sungai yang bersih bukan tak mungkin akan menjaga alam tetap lestari dan mendatangkan pundi-pundi pariwisata buat wisatawan. Who knows ya!