Gula Kapas atau Zuckerwatte, Manisnya Tak Lekang Waktu

Hasil jadi gula kapas yang saya beli.

Jika anda datang ke Jerman dan senang mengunjungi berbagai acara festival yang diselenggarakan secara musiman, maka anda bisa jadi mendapati gerai penjual manisan. Di lapak jualan manisan ini tersedia banyak permen, cokelat, es krim hingga minuman manisan yang digemari anak-anak. Namun ternyata ada saja remaja dan orang dewasa yang masih menyukai jajanan ini. Salah satunya adalah saya yang suka sekali membeli gula kapas setiap ada pameran. Jajanan ini mengingatkan saya pada masa anak-anak. Rasa manisnya memang menggoda selera.

Mesin penggiling gula kapas yang berputar saat pedalnya ditekan oleh si penjual, sementara tangan penjual memegang bilah bambu untuk merakit kapas yang dihasilkan dari gula yang sudah dimasukkan sebelumnya.

Terakhir kali saya membeli gula kapas di Indonesia ketika saya mengunjungi pasar malam di suatu kota saat saya sedang traveling untuk tugas kantor. Saya menghampiri penjual gula kapas itu dan memesan satu tangkai untuk saya sendiri. Setelah tiba di hotel, saya menikmatinya sendirian karena saya memang sedang ada tugas kantor. Gula kapas yang saya beli berwarna merah dan membuat lidah saya ikut berwarna merah. Tak sampai habis saya menikmatinya, kepala saya sudah pusing. Rekan kerja yang sama-sama traveling adalah ahli kima. Dia segera mengecek gula kapas yang saya beli. Dia katakan gula yang dipakai mengandung unsur zat perwarna. Itu sebab kepala saya pusing berdenyut.

Di Jerman, jajanan manisan ini disebut zuckerwatte.

Tetapi jangan pikir gula kapas di sini menggunakan zat perwarna! Tidak sama sekali! Saya tidak pernah merasakan sakit kepala setiap saya membelinya. Pun begitu, lidah saya pun tidak berwarna-warni sesuai warna gula kapas yang saya beli. Artinya, gula kapas di sini aman dan terjamin. Bahkan rasa gulanya pas, tak berlebihan dan bukan dengan pemanis buatan.

Di tiap festival, harga permen gula kapas berbeda-beda tergantung besar kecilnya acara tersebut. Festival di kota kecil terdapat gula kapas seharga 1,5€ begitu pun sebaliknya festival yang diselenggarakan akbar misalnya bisa mencapai 2,5€. Pastinya, harga gula kapas atau Zuckerwate dalam bahasa Jerman tidak melebihi 5€. Namun berapa pun harganya saya tetap membelinya karena rasa manisnya yang tak lekang waktu. Ini mengingatkan masa anak-anak saya yang indah.

By the way, darimana sih asal gula kapas itu sebenarnya?

Tak ada yang bisa menebak pasti darimana permen manisan ini berasal. Namun sebagian besar meyakini bahwa jajanan gula kapas muncul pertama kali di benua biru, Eropa. Hal itu disinyalir berasal dari mesin pemintal yang muncul di kala ada karnaval, festival dan keriaan lainnya yang diselenggarakan musiman. Pada masa itu manisan dikenal sebagai jajanan termahal bagi anak-anak. Hingga kini, anak-anak pun tetap menggemari jajanan yang lembut dan manis ini.

Ada yang menyebut alat mesin pemintal permen gula kapas telah ada sejak abad 15. Tetapi informasi lain menyebutkan, alat ini sudah dipatenkan sejak penemuan yang terjadi pada abad 19.

Dari masa ke masa bisa jadi telah ada penemuan yang membuat alat ini semakin moderen dan mudah dikendalikan. Bayangkan bahwa saya yang lahir dan dibesarkan di Asia masih menjumpai jajanan manisan yang sudah beratus-ratus tahun lalu telah ada di Eropa. Bagaimana pun manisnya gula kapas itu tak lekang waktu. Semanis masa anak-anak ketika kita penuh kegembiraan dalam dunia sederhana yang dikenal seorang anak.

Advertisements

Pentingnya Arena Bermain Anak di Tempat Publik: Hasil Pengamatan

Ten years ago, I was to be worker in one of International organization for children welfare in Indonesian. This headed me to understand child rights as well. Based on UN Convention on the rights for children (1989), there are 10 rights to be granted to children. One of them mentioned its called “rights to play.”

Every kid likes to play and leisure that promotes children to have recreational activities. This is great things for children in improving their quality of life in freely than they are busy with gadget at this modern age. I had memorable regarding playing time how beautiful that moments when I was a kid. But how should we let children to play if we don’t put “kindergarten” nor play ground near house?

As observed in here, I found the play ground near house in every housing contiguously. This is great place for family activity and free. Not only that, some public service such as hospitals, bank and restaurant provide limited place as play ground for children. This awesome! For sure, children love to keep normally playing when their parents have something purpose in out of home.

Again in down, my opinion written up in Bahasa Indonesia. I wish one day this idea could be followed in next government in my born city to provide playground as public facility.

Area bermain di dekat kompleks rumah.

Tempat bermain di showroom mobil.

Pojok bermain di restoran.


In Bahasa Indonesia

Setiap orang dihargai haknya di Jerman, bahkan seorang anak sekalipun. Sebagai contoh di restoran tradional makanan Jerman, saya biasa menemukan menu khusus anak-anak. Mengapa dibuat istimewa? Karena ukuran porsi makanan untuk anak-anak tentu berbeda daripada orang dewasa. Tentu saya paling sering memilih menu anak-anak karena porsi makan saya yang tak banyak. Selain itu, pilihan minuman anak-anak tentu tidak mengandung alkohol seperti meminum bir.

Tak hanya soal makanan, sebagai orang yang pernah bekerja di organisasi kemanusiaan yang berfokus pada kesejahteraan anak maka saya pun mengenal hak anak. Salah satu hak dasar anak adalah bermain. Siapa pun yang namanya anak-anak pasti senang bermain. Bermain itu menyenangkan.

Berkaitan dengan hal tersebut, saya menemukan arena bermain untuk anak-anak di kompleks pemukiman penduduk. Sepertinya arena bermain ini dibangun oleh pemerintah setempat, itu terlihat dari papan informasi di sekitar area. Anak-anak pun bebas bermain dan terkadang saya mengamati orangtua juga dapat menemani anak-anak mereka bermain. Tempatnya nyaman karena ada perlengkapan permainan.

Tak hanya itu, hal menarik yang saya amati lainnya adalah ruang bermain yang disediakan di tempat publik semisal restoran, bank bahkan showroom mobil sekalipun. Meski tak semua melakukan hal yang sama, namun ini sungguh luar biasa bagi anak. Di bank misalnya, saya temukan seorang anak sedang naik kuda-kudaan sementara ibunya sedang ditanyai teller bank. Ada sudut tak besar yang beralaskan karpet warna-warni bertuliskan angka 1 sampai 10.

Di restoran pun demikian, meski tak semua. Saya menemukan arena bermain yang tak luas, dimana pengelola meletakkan aneka miniatur mobil, hewan dan sebagainya. Beralaskan karpet yang nyaman, tentu membuat orangtua bisa membiarkan anak-anaknya bermain sementara mereka bisa bersantap menikmati hidangan. Atau di showroom, saya bisa menemukan meja kecil dan kursi untuk anak yang berwarna mencolok. Di meja tersedia kertas dan alat mewarnai. Menarik ‘kan!

Sebagai seseorang yang pernah jadi anak, tentu saya senang dan tahu betul betapa bermain itu menyenangkan. Jadi jangan protes jika anak sibuk dengan gadget! Mungkin kita perlu juga koreksi diri bahwa lupa menyediakan sarana bermain untuk mereka.

Ini bisa menjadi usulan bahwa suatu saat kota kelahiran saya pun bisa membuat serupa. Taman bermain anak yang nyaman sehingga mereka bisa bergerak bebas. Bukankah bermain bebas secara natural dapat meningkatkan kualitas hidup anak dan tumbuh lebih sehat? Jika ya, sediakan juga fasilitas yang aman dan nyaman untuk anak bermain!

Semoga!