CERPEN (36): Buat Apa Pintar Jika Tidak Bijak?

"Buat apa jadi pintar hanya untuk mengusai dunia nak?" pesan ibu lewat whatsapp sore ini. Aku ingin pintar ibu. Aku lebih memilih jadi wanita pintar ketimbang wanita cantik. Aku ingin ibu tahu bahwa kepandaian akan menguasai dunia. Mereka yang menguasai dunia adalah mereka yang pintar. Itu alasanku. Aku ketik berbagai alasan untuk meyakinkan ibu bahwa … Continue reading CERPEN (36): Buat Apa Pintar Jika Tidak Bijak?

CERPEN (41): Mengapa Kenyataan Tak Seperti Rencana?

Anak: "Ibu, mengapa kenyataan tidak berjalan sesuai rencana?" Ibu: "Mungkin kau lupa berdoa ketika merencanakannya, anakku." Anak: "Oh tentu tidak, Bu. Aku berdoa selalu setiap pagi dan malam hari. Aku pergi ke gereja setiap minggu. Tetapi mengapa nilai ujianku jelek ya?" Ibu: "Lalu, kau menyalahkan doa karena kenyataannya kau mendapat nilai jelek?" Anak: "Aku hanya … Continue reading CERPEN (41): Mengapa Kenyataan Tak Seperti Rencana?

Orangtua dan Agama

Suatu kali, seorang teman mengaku pada saya bahwa dia telah berpindah keyakinan. Saat mendengar pernyataannya, saya pun tidak bisa memberi komentar apa pun. Apalagi dia beralasan bahwa dia sungguh-sungguh mendalami apa yang baru saja dianutnya itu. Mungkin saat 5 tahun yang lalu, jika teman saya yang berpindah agama itu mengatakan pada saya, saya pasti akan … Continue reading Orangtua dan Agama