Makanan Khas Jerman (66): Burgunderbraten, Daging Sapi Panggang Warna Merah Kehitaman

Burgunderbraten di salah satu restoran yang saya pesan.

Makanan di Jerman memang punya nama yang unik, tetapi tentu berkaitan mengapa diberi nama tersebut? Sementara makanan nusantara semisal sayur asem saja, saya tidak bisa menjelaskan alasannya mengapa disebut sayur asem saat ditanya suami. Jawaban mudah saya adalah sayur tersebut berasa asem sehingga disebut sayur asem. Begitu pun nama-nama makanan di Jerman terkadang membuat saya berpikir, mengapa diberi nama tersebut. Seperti ulasan makanan berikut, yakni burgunderbraten.

Saya mendapati dua sajian burgunderbraten di dua tempat berbeda. Pertama, saya makan siang bersama suami. Kami memesan menu yang sama dan sesungguhnya saat itu, saya tidak tahu apa nama menu masakan yang saya makan. Saya pikir itu sama saja dengan schweinebraten. Hingga saya tahu ini berbeda ketika saya mendapati hidangan kedua di hotel, saat ada acara makan malam keluarga.

Warna burgundi membuat nama masakannya disebut demikian. Ini adalah makanan istimewa di Jerman yang terbuat dari irisan daging sapi muda yang dipanggang. Untuk rempah-rempah yang digunakan adalah thymian yang memberikan aroma khas pada sapi panggang tersebut. Begitu istimewanya di Jerman hingga hidangan ini terbawa ke Austria sebagai hidangan daging sapi ala Burgundy.

Burgunderbraten lain sebagai makanan utama, yang saya dapatkan dalam menu 5 macam.

Sebetulnya apa itu burgundy?

Burgundy adalah nama anggur yang berasal dari bagian timur Prancis. Lembah ini terkenal dengan anggurnya yang lezat. Di situ terdapat penyulingan anggur yang diminati bagi para wine lovers dunia. Warna wine burgundy adalah merah tua gelap. Meski ada juga anggur putih dari lembah ini, tetapi untuk masakan burgunderbraten lebih cocok anggur merah sehingga menampilkan warna yang khas.

Warna merah juga dilengkapi dengan warna kubis merah gelap sebagai pendamping makanan. Buktinya dua makanan yang sama yang satu, dinikmati di Jerman dan satu lagi dipesan di Austria menghasilkan sajian yang sama. Mereka selalu memberikan kubis merah sebagai sajian pendamping. Rasa kuliner ini enak pastinya. Sekarang anda jadi tahu mengapa masakan ini disebut burgenderbraten.

Glühwein: Minuman Khas di Musim Dingin di Jerman

Glühwein di Christkindlmarkt.

Kirschglühwein, versi lain glühwein hanya tambahan buah cheri saat diseduh.

Kedai menjual glühwein.

Harga yang tertera.

Glühwein dijual di supermarket.



Datang ke Christkindlmarkt atau Weihnachtmarkt, apa yang selalu ditemukan dan terjual adalah sesuatu yang menjadi ciri khas masyarakat di Jerman. Glühwein, minuman yang disajikan hangat dan terbuat dari anggur merah.

Secara tradisional, glühwein diminum kala musim dingin di wilayah tengah Eropa, termasuk Jerman. Tak heran, glühwein sudah dijual dalam bentuk botol di supermarket atau tersedia untuk langsung diminum di pasar menjelang Natal.

Saat saya datang menghampiri salah satu Christkindlmarkt, ada kedai glühwein yang menjual dengan harga 2€ per gelas. Si ibu penjual mengatakan kita bisa menambah gula yang sengaja disediakan bila diperlukan. 

Glühwein memang dimasak agar hangat, termasuk ditambah beberapa rempah-rempah sesuai selera. Ada yang menambah kayu manis, adas, cengkeh bahkan lemon juga. Itu semua tergantung kesukaan anda.

Di supermarket, glühwein disajikan dalam botol gelas. Per volume botol, kadar alkohol dalam glühwein kira-kira 8 – 13 persen. Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Jika masih berasa masam, anda bisa menambahkan gula sesuai keinginan.

Di Jerman, glühwein disajikan saat musim dingin bersama kue jahe. Artinya, minuman yang dikhususkan untuk mengusir dingin. Ini semacam periode Natal, dimana seluruh keluarga dapat menikmati kebersamaan dengan glühwein dan ginggerbread atau kue jahe.

Semoga bermanfaat!