Makanan Khas Asia (53): Won Ton, Sejenis Pangsit Versi Sup atau Goreng

Won ton goreng.

Ada seorang kenalan lahir di Jerman tetapi kedua orangtuanya berasal dari Vietnam. Itu sebab kenalan saya berperawakan seperti orang Vietnam umumnya, hanya saja dia tidak bisa berbicara bahasa Vietnam. Generasi kedua dan seterusnya dari para migran asal Vietnam ini tinggal di Jerman untuk studi, bekerja atau membuka usaha kuliner. Salah satunya kenalan saya yang juga mahasiswa yang dan studi bersama saya di sini. Kemudian dia mengajak saya untuk menikmati kuliner Asia di restoran Vietnam.

Berhubung kuliah belum dimulai, saya pun menyambut baik ide dia untuk menikmati kuliner asal negeri orangtuanya. Kami berdua termasuk orang yang tak banyak makan sehingga porsi makanan yang dipilih pun tak besar. Pilihan menu makanan jatuh pada won ton atau dalam bahasa Inggris, kuliner ini disebut dumpling. Dumpling ini bisa disebut pangsit seperti yang saya kenal di Jakarta.

Won ton sup.

Karena hujan turun deras dan suhu menjadi lebih dingin saat musim gugur maka pilihan pertama kami adalah sup. Seperti yang anda lihat sup won ton terdiri atas beberapa pangsit dengan kuah sayur. Isian pangsit yang saya rasakan adalah daging ayam giling yang diberi bumbu sedikit. Lalu kenalan saya menceritakan bagaimana ibunya membuat sup won ton di rumah.

Isian pangsit untuk sup adalah daging giling dicampur tepung terigu, telur, sedikit bawang dihaluskan, garam, merica dan irisan daun bawang. Setelah dicampurkan menjadi satu, ambil satu sendok kecil dan dimasukkan dalam pangsit. Bungkus dengan memancungkan simpul atas pangsit. Setelah terkumpul sekian pangsit, kukus pangsit hingga matang. Hidangkan pangsit kukus dengan irisan sayuran seperti wortel dan kol yang sudah matang. Beri sedikit kaldu sayur dan masak hingga matang.

Selanjutnya untuk won ton goreng, isiannya sedikit berbeda. Isiannya adalah tepung terigu, udang yang bersih dan sudah dikupas kulitnya, garam dan merica. Selipkan isian pangsit goreng. Basahi satu sisi pangsit dengan air lalu lipat menutupi isian. Goreng dalam minyak panas. Won ton goreng biasa disajikan dengan saus asam manis.

Anda tertarik won ton sup atau goreng?

Advertisements

Makanan Khas Asia (52): Tumis Cumi ala Kong Pao

Apakah anda bisa melihat bahwa daging cumi seperti terukir indah dalam tumisan?

Memasak cumi bukan hal yang mudah pada prakteknya. Saya sempat beberapa kali memasak cumi dan menjadikannya rasa cumi seperti ‘sandal jepit’ kenyal dan tak bisa dimakan. Saya ingin memasak cumi-cumi, namun apa daya, saya tidak tahu cara mengolahnya dengan benar. Saya salut juga jika ada yang memasak daging cumi-cumi dengan baik.

Daging cumi yang berbeda ukirannya, tampak indah dalam tumisan.

Kekaguman saya mencicipi cumi-cumi kembali pada selera masakan Asia. Baru-baru ini saya mencobanya di dua tempat yang berbeda. Cumi-cumi yang dipesan berasal dari dua restoran Vietnam yang berbeda, tetapi dua porsi pesanan saya tampak berbeda. Anda bisa melihat dengan jelas, bagaimana keduanya memiliki saus cokelat kehitaman yang sama? Ya, saus ini bernama kong pao. Itu sebab nama masakan ini adalah tumis cumi-cumi pakai saus kong pao.

Apa itu saus kong pao?

Saus kong pao berasal dari masakan yang berawal dari salah satu provinsi di Tiongkok. Saus ini berwarna cokelat kental dan pekat. Saus ini terbuat dari campuran sayur, kacang tumbuk, cabai dan sari daging ayam. Rasa saus ini gurih dan enak menurut saya. Saus ini pas dipadupadankan dengan aneka kuliner yang dikehendaki seperti tumis cumi dan aneka tumisan lain.

Seiring migrasi orang-orang Vietnam ke sini, muncul restoran yang menjajakan masakan khas Asia. Di restoran selera Asia seperti ini biasanya nama makanan dideskripsikan dengan detil dalam bahasa Jerman. Misal tumis cumi saus kong pao berarti cumi ditumis diberi saus bumbu kacang sedikit pedas bersama sayuran. Atau, makanan juga diberi visual gambar sehingga memudahkan pelanggan memahami makanan yang akan dipesannya. Untuk pemesanan, tiap menu makanan diberi nomor sehingga pelanggan bisa menyebutkan nomor pesanan kepada pramusaji, untuk memudahkannya.

Bagi saya, saus kong pao mengingatkan pada makanan sambal kacang yang kadang disajikan di pecel atau gado-gado. Hanya saja, bumbu saus kong pao berbeda sehingga berbeda pula rasanya.

Bagaimana menurut anda?

Salad Daging Sapi, Salad Daging Ayam atau Salad Vegetaris, Suka Mana?

Contoh salad vegetaris, tebak dari negara mana?

Masih soal salad yang tak pernah habis dibahas, apalagi saat ini adalah musim panas. Anda tahu bahwa menikmati salad adalah pilihan tepat agar makanan tidak disajikan dalam kondisi hangat selalu. Rasa salad pun bervariasi nikmatnya, antara asam segar dan manis asin bercampur jadi satu di mulut. Itu yang saya suka. Namun dibalik itu semua, saya telah mengumpulkan empat kreasi salad dari tiga negara di bawah ini.

Barangkali anda tertarik untuk mencobanya sendiri. Dijamin anda puas dengan rasa tiga salad ini.

Salad daging sapi

Irisan daging sapi tipis-tipis disajikan di bawahnya salad. Perhatikan yang diberi lingkaran adalah daging sapi masak.

Salad daging sapi ini berasal dari salah satu restoran lokal yang ada di Jerman. Saya memesannya karena saya sebelumnya sudah pernah menikmati salad daging sapi. Namun salad tersebut berasal dari Thailand. Silahkan temukan pengalaman saya tersebut di link ini! Saya mencoba membandingkan kedua salad daging sapi tersebut.

Salad daging sapi dari Thailand berasa pedas dan asam karena ada cabai dan perasan jeruk nipis bersamaan. Sedangkan salad daging sapi buatan restoran Bavaria ini tidak terasa pedas, hanya asam menyegarkan dari acar timun dan cuka salad. Untuk daging sapi kedua salad tersebut, sama-sama terbuat dari daging sapi fillet yang sudah dimasak sebelumnya dan didinginkan.

Hal menarik dari dua salad daging sapi yang saya nikmati ini adalah ada roti untuk menyantapnya. Ini sih kebiasaan makan salad di restoran di Jerman pada umumnya.

Salad daging ayam

Fillet daging ayam masak dan sudah dingin tampak yang diberi lingkaran.

Untuk salad daging ayam ini saya pesan di restoran Vietnam. Porsi salad daging ayam ini cukup banyak. Tak hanya berisi sayuran saja, ada mie beras dan tentu daging ayam fillet yang sudah masak.

Di Vietnam sendiri jenis salad seperti ini disebut bun xao. Hal menarik dari salad ala Vietnam ini adalah rasa yang gurih asam. Gurih berasal dari daging ayam fillet yang dimasak sebelumnya dan didinginkan sebentar. Ada bumbu yang dicampurkan pada mie beras dan aneka sayuran. Menurut penjual salad, biasanya salad ini dinikmati sebagai makan malam.

Salad daging ayam masakan Jerman.

Sementara salad daging ayam lainnya saya temukan di restoran lokal ala Bavaria, yang sedikit berbeda dengan buatan Asia. Perbedaan terletak pada saus yang digunakan dan rasa saus tersebutnya. Saus pada salad masakan Eropa kebanyakan menggunakan mustard, mayonnaise atau yoghurt yang dicampurkan dengan bumbu racikan si Chef dapur.

Salad vegetaris

Seperti pada tampak foto paling atas, itu adalah salad vegetaris. Saya menemukannya di salah satu restoran India di Jerman. Salad vegetaris ini bisa menjadi pilihan anda yang sama sekali ingin merasakan makanan hanya sayuran dan buah saja. Agar rasanya semakin semarak, ada garam masala dicampurkan di atasnya dan racikan saus yoghurt si juru masak.

Ada rasa asin, manis dan segar yang ditawarkan dari rupa-rupa sayur dan irisan buah segar pada salad ini. Dijamin anda akan semakin suka karena ada taburan kacang kenari yang membuat rasanya tambah gurih. Hmm, aneka rasa dalam lidah.

2 Makanan Berbahan Bihun Asal Asia Dinikmati di Eropa

Bihun Laksa dari Malaysia.

Bihun dalam bahasa Jerman disebut glasnudeln. Makanan berbahan bihun biasa saya temukan di kedai selera asia. Saya sendiri belum menemukan makanan lokal yang berbahan bihun. Bihun biasa dijual di toko asia atau supermarket bagian bahan makanan selera asia. Saya suka mengkonsumsi bihun yang kerap bisa menggantikan kebiasaan saya mengunyah nasi. Menurut saya, bihun juga terbuat dari beras.

Menurut kenalan asal Tiongkok, bihun disebut bee hoon. Akhirnya saya berkesimpulan sendiri, ini bisa jadi mengarahkan pada penyebutan orang Indonesia menjadi bihun. Tekstur bihun sendiri seperti lidi dan mudah patah. Saat bihun dimasak, itu menunjukkan rasa yang lembut di mulut dan mudah dipotong dengan gigi.

1. Bihun Laksa dari Malaysia

Seorang teman mahasiswa di sini membuatkan laksa untuk saya dan beberapa teman mahasiswa lainnya. Sebenarnya laksa juga ada di salah satu kuliner nusantara. Namun kali ini saya jelaskan laksa yang banyak dijual di Malaysia dan Singapura. Meski ada beberapa jenis laksa, saya menjelaskan laksa bumbu kari seperti pada gambar di atas.

Laksa bumbu kari ini menggunakan santan. Untuk menikmatinya, ada bihun, tauge, tahu dan daun ketumbar. Laksa seperti ini pernah saya temukan di perbatasan Malaysia dan Thailand. Bumbu yang digunakan teman mahasiswa di sini juga mudah, yakni bumbu kari, sereh, daun jeruk, irisan bawang bombay dan potongan daging ayam fillet. Semua bahan tersebut ditumis, kemudian masukkan potongan ayam. Setelah ayam masak, masukkan santan. Kemudian tambahkan bihun dan lain-lain.

2. Pho xo bao, bihun daging sapi dari Vietnam

Saya membeli makanan ini restoran vietnam di sini. Dari rincian menu memang dijelaskan bahwa masakan ini menggunakan bihun dan daging sapi. Jika menilik penampakkannya di foto atas, ini seperti Pho A tetapi versi bihun goreng.

Untuk bihun goreng dimasukkan setelah daging sapi fillet dan sayuran seleai ditumis. Rasanya pun tak jauh berbeda dengan bihun goreng yang jadi selera nusantara. Perbedaannya, ada daun ketumbar yang menjadi campuran bihun. Lagipula bihun yang lembut menutupi keseluruhan sayuran dan potongan daging sapi seperti tidak terlihat.

So, dari kedua makanan berbahan bihun di atas, manakah yang jadi pilihan anda?

Cah Ayam Sayur Bumbu Kacang: Kreasi Sendiri (10)

Libur telah usai. Semua aktivitas sudah kembali normal. Bagaimana jika kita memasak kreasi makanan?

Apakah anda suka mencoba makanan dengan bumbu kacang? Bisa jadi anda akan tergoda untuk membuatnya sendiri di rumah. Pasalnya makanan ini begitu mudah membuatnya setelah saya mengamati teman saya asal Vietnam membuatkannya untuk saya. Dia sendiri menyebut makanan ini “Satai” atau sate seperti yang kita kenal.

Mengapa demikian?

Teman saya ini menyebut masakan ini sebagai satai atau sate karena menggunakan sambal kacang. Masuk akal memang, sate yang kita kenal pun menggunakan sambal kacang. Persoalannya, sate ini tidak seperti daging yang ditusuk kemudian dibakar dalam bara api.

Begini cara membuatnya.

Bahan yang diperlukan

  • Kol putih
  • Wortel
  • Timun jepang
  • Daging ayam fillet
  • Garam, merica dan sedikit gula
  • Bawang putih
  • Bawang bombay
  • Bumbu kacang
  • Air
  • Minyak goreng

Cara memasak

  1. Cuci bersih sayuran dan iris tipis, termasuk bawang putih dan bawang bombay.
  2. Potong daging fillet ayam menjadi lebih kecil.
  3. Panaskan wajan dan masukkan minyak goreng.
  4. Masukkan bawang putih dan bawang bombay.
  5. Masukkan semua sayuran dan tumis hingga layu.
  6. Tambahkan daging ayam fillet yang sudah dipotong. Tumis bersamaan dengan sayuran.
  7. Siapkan bumbu kacang dan lumerkan dengan air panas. Masukkan dalam wajan dan masak beberapa saat.
  8. Siap dihidangkan bersama nasi hangat!

Mudah ‘kan sate yang dibuat oleh teman saya, asal Vietnam ini. Sayuran yang dikehendaki juga bisa diganti sesuai selera.

Japanische Ramen Suppe, Mie Ramen yang Berbeda: Makanan Khas Asia (42)

Mie Ramen yang saya temukan di sini. Tidak pedas dan kuahnya bening.
Mie ramen di Asia tampak berkuah pedas.

Siapa suka makan ramen perlu tahu bahwa ada hal berbeda dari ramen yang dibuat di restoran Asia di sini.

Musim dingin sudah datang. Suhunya mencapai 1 derajat celcius di luar. Namun demikian, ini tidak membuat kami malas dan berdiam di rumah. Kami pun berjalan kaki keliling pusat kota. Dari sekedar berjalan kaki ini, akhirnya saya menemukan restoran Asia baru.

Berhubung sudah lapar maka kami memutuskan untuk makan siang di situ. Kami pesan mie ramen yang tertulis di buku menu “Japanische Ramen suppe” kemudian pramusaji segera merespon pesanan kami.

Mie ramen yang terpikir adalah mie berkuah pedas dengan sajian nori di dalam sup. Bahkan di Jakarta, kita bisa mengatur level rasa pedas seperti yang diinginkan. Kami pun pernah mencoba makan mie ramen di Asia saat traveling. Rasa dan penampilannya tak ada duanya. Cerita saya soal mie ramen saat traveling di sini. Itu yang mendorong kami pesan ulang mie ramen di Jerman.

Sepuluh menit kemudian, pesanan kami datang. Ternyata mie ramen tersebut berbeda dengan apa yang dipikirkan. Perbedaannya adalah tidak ada nori di dalam sup. Kuahnya pun tidak berasa pedas. Ini seperti sup ayam dengan sayuran di dalam. Dalam sup tampak sayuran brokoli, timun jepang dan daun bambu.

Mungkin setiap orang bisa membuat selera mie ramen seperti yang diinginkan. Seperti yang saya temukan di sini bahwa mie ramen ini identik dengan sup ayam yang diberi mie lebar dan tambahan sayur.

Meski mie ramen ini di luar perkiraan, setidaknya mie ramen yang kami nikmati di sini bisa menghangatkan tubuh sesaat. Maklum saja kami merasa kedinginan di luar.

Salad Dada Ayam ala Thailand: Makanan Khas Asia (38)

Salad dada ayam ala Thailand.
Salad dada ayam di restoran Jerman.

Makanan selanjutnya dari Asia yang dibahas berasal dari Thailand. Ada dua model makanan yang sama-sama membahas salad ayam yang pernah dibahas sebelumnya. Dengan begitu anda bisa melihat perbandingannya. Kedua salad dada ayam yang pernah dipesan ala Bavaria, Jerman dan Austria.

Salad dada ayam sebagaimana gambar di atas tak ubahnya yang saya pesan sebelumnya di Austria. Dada ayam dipanggang sebagaimana pesanan saya. Dada ayam fillet diberi hanya diberi garam dan merica. Sementara saladnya terdiri atas aneka sayuran seperti daun salada air, tomat, timun dan wortel yang diberi racikan olive oil dan garam.

Jika salad dada ayam yang sudah dibahas sebelumnya dipesan di restoran tradisional ala Jerman maka salad dada ayam berikut benar-benar dari restoran Asia. Tepatnya salad dada ayam ini dibuat dengan selera Thailand. Dimana semua sayurannya dibiarkan segar dan tanpa dimasak. Sedangkan dada ayam, sudah dipanggang sebelumnya dan dipotong kecil-kecil.

Saya memesannya kala masih musim panas untuk makan siang. Saya pikir salad dada ayam jadi pilihan yang jitu di tengah teriknya matahari di luar dan rasa lapar yang sangat.

Pesanan saya datang sekitar lima belas menit setelah memesannya. Si pramusaji berperawakan Asia datang menyerahkannya. Tampak sepiring besar yang membuat saya berpikir bagaimana menghabiskannya.

Ini adalah aneka sayuran yang terdiri atas salada air, tauge, tomat, timun dan kol. Semuanya dicampur bersamaan dengan kuah salad yang segar, sedikit pedas dan sedikit asam. Begitulah salad ala Thailand. Cabai masih segar dan dihaluskan.

Sementara hanya potongan dada ayam yang memang khusus dimasak. Dada ayam hanya dibumbui sedikit garam kemudian dipanggang beberapa saat hingga kecokelatan. Saat disajikan sayuran yang berbaur kuah asam dan pedas, dicampurkan potongan dada ayam.

Mantap! Tertarik mencobanya?

Bihun Daging Sapi ala Thailand: Makanan Khas Asia (37)

Bihun daging sapi ala Thailand.

Membayangkan makan bihun daging sapi ala Thailand, pikiran saya melayang ketika saya makan pad thai yang pernah saya makan di kaki lima di Bangkok. Saya memang berada di restoran selera Asia di Jerman. Nama menu terpampang di meja kasir. Namanya Glasnudeln mit fleisch, yang bisa diterjemahkan bihun dengan daging sapi.

Pad thai yang pernah saya makan juga sejenis bihun, mie yang terbuat dari beras. Ini makanan populer yang mudah ditemukan dari restoran eksklusif hingga kedai kaki lima. Makanan ini bisa dicampur dengan sayuran dan ditambahkan lainnya sesuai selera seperti daging atau makanan laut. Saya pernah mencoba keduanya.

Lalu apa bedanya dengan menu yang saya jumpai di Jerman? Itu pemikiran saya. Berhubung sudah sangat lapar di kala makan siang, keputusan pun langsung dibuat.

Selang beberapa menit, makanan saya sudah diberikan oleh pegawai restoran. Terlihat seporsi besar bihun bercampur daging sapi. Ada tampak aneka sayuran seperti wortel, brokoli, jamur, tauge dan paprika. Lengkap. Rasanya seperti tumisan biasa, tidak terlalu istimewa memang. Namun berhubung sudah lapar, saya tidak lagi mengingat apa saja bumbu penyajinya.

Di restoran ini tersedia pilihan daging yang disukai. Saya pilih daging sapi. Juga bila tak ingin makan daging, pilihan lain adalah dengan udang. Isiannya hampir sama, hanya saja daging sapi digantikan udang.

Bagaimana menurut anda?

Kuy Teav, Mie Rebus ala Kamboja: Makanan Khas Asia (31)

Jika Indonesia terkenal dengan Bakmi Goreng di sini maka Vietnam punya mie Pho A. Ini semacam aneka masakan Asia yang dijajakan di Jerman. Tentang Pho dan bakmi goreng sudah saya kupas sebelumnya.

Baca https://liwunfamily.com/2018/05/07/pho-vietnamese-noodles-makanan-khas-asia-di-jerman-26/

https://liwunfamily.com/2018/02/26/bakmi-goreng-und-nudeln-gebraten-huhn-krabben-makanan-asia-di-jerman-18/

Kali ini saya membahas mie rebus dari negeri lain yang masih jadi tetangga ASEAN. Yups, mie rebus ala Kamboja ini saya temukan di salah satu kedai Asia di sini. Namanya Kuy Teav meski saya tidak tahu bagaimana menyebutnya dengan benar. Dalam penelusuran dikatakan secara harafiah, nama mie berasal dari daratan Tiongkok. Di Indonesia boleh dibilang mie ini seperti kwe tiau, sesuai asal kata. Artinya makanan ini berisi mie panjang yang direbus. Mienya sendiri terbuat dari beras.

Kuy teav sendiri dikenal di Kamboja dan Vietnam sebagai makanan pagi, makanan siang atau makanan malam. Semua terserah selera anda. Saat saya berkunjung ke Kamboja dua kali, kedai mie hampir serupa dengan warung bakso di Jakarta. Artinya mudah ditemukan.

Kembali soal makanan ini, kuy teav yang saya temukan di Jerman bukan berisi potongan daging babi sebagaimana dijumpai di negeri asalnya. Mie rebus ini berisi potongan mie, aneka sayuran seperti daun ketumbar, tauge, irisan kubis, daun bawang dan terakhir berisi suwiran daging ayam yang sudah direbus sebelumnya. Menurut saya rasa mie ini seperti rasa mie ayam hanya saja daun ketumbar memberikan rasa yang sedikit berbeda.

Setidaknya setelah saya mencoba makan mie ini, rasa penasaran saya pun terbayar. Apakah anda penasaran dan tertarik mencobanya?

Reisnudelnsalat mit Rindfleisch, Salad Khas Kamboja: Makanan Khas Asia (30)

Apakah anda suka salad? Jika ya, boleh dicicipi salad yang satu ini asal Kamboja. Saya benar-benar suka dengan rasanya yang sedikit pedas, asam dan menyegarkan. Salad ini tak ubahnya salad khas Thailand yang pernah saya bahas di sini. Mungkin Thailand dan Kamboja bertetangga sehingga rasa dan rupa kulinernya sedikit ada kesamaan.

Anda pasti takjub jika melihat siapa pengelola dari kafe dan restoran yang menyajikan salad ini. Pasalnya mereka bukan orang Kamboja atau Thailand. Pastinya mereka bukan orang Asia pula. Adalah beberapa muda-mudi Eropa yang sedang berwirausaha di sini. Kafenya tidak besar namun dibangun dengan nyaman khas anak muda. Beberapa buku resep atau kumpulan kuliner asal Asia menghiasi meja pelanggan.

Karena mendapatkan informasi dari rekan mahasiswa, saya penasaran untuk mencicipinya. Melihat menu yang terpampang di dinding dekat kasir, mata saya langsung tertuju pada reisnudelnsalat. Langsung saya membayar di muka dan menunggu sepuluh menit. Pesanan pun diantarkan ke meja saya.

Reisnudelnsalat adalah semacam salad yang terdiri atas bihun beras, potongan daging sapi goreng dan tauge besar. Tambahan sayuran sebagai pelengkap sajian yakni daun ketumbar, daun mint, irisan lemon dan irisan timun. Di atas salad ditaburi kacang tumbuk yang tak halus. Kacang ini katanya dipanggang sebelumnya baru kemudian ditumbuk tak halus. Lalu ada tambahan bawang goreng yang ditaburi di atas salad. Namun apa yang membuatnya lezat adalah sausnya.

Untuk membuat saus yang menyegarkan, ada triknya. Saus terdiri atas air jeruk nipis, cuka beras, saus kecap ikan, cabai, gula, bawang putih dan sereh. Semuanya dicampurkan bersamaan sehingga menghasilkan rasa pedas, asam dan segar. Saya suka rasanya yang benar-benar pas di lidah. Sedangkan potongan daging sapi hanya digoreng seperti biasa. Lalu dihidangkan ketika dingin.

Reisnudelnsalat ini cocok disajikan saat makan siang di waktu sommer seperti ini. Suhu di luar mencapai 30 derajat celcius. Salad ini tetap mengeyangkan dan menyegarkan.

Hmm, bagaimana menurut anda?