Gebackene Ente mit Reis, Nasi Bebek Beda Versi: Makanan Khas Asia (28)

Gebackene ente mit reis, pakai kuah kari.

Gebackene ente mit reis, yang mirip seperti nasi goreng bebek.



Sudah lama saya tidak membahas makanan selera Asia karena begitu sibuknya mengeksplor rasa baru. Yups, cerita berikut adalah dua menu nasi bebek yang memiliki kemiripan dengan rasa dan penyajian berbeda. Ini saya dapatkan saat saya membeli keduanya di kedai Imbiss Asia di sini. Jeda makan siang, saya tak punya waktu banyak untuk memasak. Lantas, saya pun membeli keduanya di waktu dan tempat berbeda.

Gebackene ente mit reis adalah judul nama masakan dalam bahasa Jerman. Itu artinya adalah nasi dengan bebek goreng. Bebek goreng di restoran di sini disajikan tidak seperti bebek goreng di Indonesia pada umumnya. Bebek goreng dipilih dari daging fillet bebek yang sudah diberi bumbu. Sampai saat ini, saya masih mendapati daging bebek yang renyah, penuh daging dan tanpa tulang. Sementara di Indonesia mungkin daging bebek tidak penuh, bertulang dan digoreng renyah. 

Hal yang membedakan lainnya daging bebek yang disajikan di sini dengan di Indonesia adalah daging bebek diberi tepung roti. Daging bebek sendiri sudah renyah ditambah tepung roti yang pastinya semakin kriuk di mulut. Untuk setiap porsi, biasanya satu potong daging bebek. Lalu pastinya si pramusaji sudah mengiris-iris menjadi potongan kecil yang memudahkan kita menyantapnya. 

Jangan bayangkan makan daging bebek dengan sambal pedas seperti di Indonesia! Itu pengalaman saya selama ini. Di sini tak ada sambal pedas, jika kita ingin “sambal oelek” biasa disebut begitu, kita bisa tambahkan sendiri. Oh ya “sambal oelek” khas Indonesia juga dijual loh di gerai supermarket di sini. Biasanya kedai imbiss menyediakan sambal itu untuk memenuhi selera pelanggan yang datang.

Sekarang waktunya menjelaskan lebih detil dua menu nasi bebek di atas. Gambar pertama, paling atas adalah nasi bebek ditambah kuah kari. Ketika saya memesannya, si pramusaji tanya saus yang dikehendaki. Asal sebut saja, saya pilih kuah kari. Setelah pramusaji meletakkan nasi dan irisan daging bebek. Lalu bertanya soal saus kepada pelanggan, dia pun menambahkan di dekat daging bebek aneka sayuran rebus. Sayuran itu wajib disajikan di sini, apa pun menu yang dipesan. Setelah sayuran rebus diselipkan di dekat daging bebek, kuah kari berisi santan kelapa dan bumbu kari asal Thailand disirimkan di dekatnya. 

Berikutnya, saya jelaskan menu pada gambar kedua, paling bawah. Gebackene ente mit reis berikutnya boleh dibilang seperti nasi goreng bebek. Kalau menu pertama, menggunakan nasi putih biasa maka menu kedua menggunakan nasi yang digoreng. Nasi digoreng bersama sayuran seperti kol, mentimun dan kacang polong. Saya tidak suka nasi goreng ini karena rasanya hambar. Lebih baik saya pilih nasi goreng keliling yang biasa beredar di Jakarta karena rasanya lebih baik. Lagipula ajaib juga menurut saya bahwa nasi digoreng dengan aneka sayuran yang tidak pas. Mungkin sawi atau kol seperti nasi goreng keliling akan lebih baik rasanya.

Dari kedua menu di atas, saya lebih memilih menu pertama. Karena rasanya lebih enak dimakan ketimbang menu kedua yang rasanya “ajaib” di lidah saya. Kedua menu di atas berharga 6,5€ setara dengan Rp 97.500 dalam kurs 1€ sama dengan Rp 15.000. Begitulah, cerita kedua menu nasi bebek yang saya komparasikan.

Bagaimana cerita anda soal nasi bebek?

Advertisements

Restoran Pandaria, Selera Prasmanan Asia dengan Pilihan Eksotis: Rekomendasi Tempat (18)

Sushi dan salat.

Sebelum dimasak.

Setelah dimasak.

Makanan lain setelah dimasak langsung oleh koki.

Saya lupa ini daging apa.

Aneka bumbu yang bisa diracik sendiri.

Salah satu penutup hidangan.

Ini juga hidangan penutup.

Rekomendasi tempat berikutnya yang saya bagikan adalah restoran bercitarasa Asia. Restoran ini terletak di kota Passau, Jerman. Suatu kali saya dan suami mencari pilihan makan malam yang berbeda di luar rumah. Dari hasil penelurusan kami, akhirnya saya sepakat ide suami untuk makan di restoran Pandaria.

Restoran ini dibuka menjelang malam sekitar pukul 17.30 waktu Jerman. Awalnya saya berpikir ini adalah restoran citarasa Jepang melihat dari tampilan dekorasi ruangan dari luar restoran dan di dalamnya. Ternyata restoran ini tidak hanya menyajikan kuliner negeri matahari terbit saja. Restoran ini memang restoran citarasa Asia. Konsep dekorasi ruangan hingga perlengkapan makan seperti sumpit dan semacamnya disediakan di sini.

Saya pikir saya adalah orang pertama yang datang begitu memasuki area parkir restoran. Saya salah. Sudah banyak tamu dan pelanggan lain memenuhi sebagian ruangan. Mereka duduk berkelompok seperti keluarga, kelompok pertemanan hingga orang-orang yang baru saja selesai bekerja. Memang makan di sini bisa sepuasnya karena disediakan ala prasmanan. Tetapi ingat, sesuaikan dengan kebutuhan anda. Tidak membuang makanan.

Ada beberapa kelompok makanan yang dipisahkan menurut pengaturannya. Jika anda suka sushi, beragam sushi ditawarkan sepuasnya untuk dinikmati. Begitu pun selera anda menikmati sushi mulai dari alat makan hingga bumbu campurannya. Di sebelah sushi, tersedia aneka salat sayuran dan buah. Mungkin ini adalah kelompok makanan dingin, alias tidak hangat.

Di tengah, anda bisa menikmati makanan selera Asia seperti yang biasa dijumpai di restoran Asia di Jerman. Makanan ala prasmanan di sini sudah selesai dimasak. Tersedia mulai dari nasi, sup, tumis dan aneka lauk pauk lainnya. Jika terbiasa makan dengan roti pun, di sini tersedia roti baguete yang sudah siap disantap. Lengkap!

Di barisan berikutnya adalah makanan yang fresh dan siap dimasak dengan koki yang handal di bagian dapur. Tersedia juga pilihan bumbu yang bisa anda racik sesuai selera. Oh ya, pada bagian ini tidak hanya aneka sayuran mentah dan makanan laut yang tersedia tetapi juga makanan yang mungkin jarang atau belum pernah anda nikmati. Saya mendapati daging kangguru, sapi, babi, ayam, burung dan zebra. Jika tamu tertarik mencicipinya ada tanda khusus yang diberikan di piring. Sepertinya ini berbeda harga, yakni lebih mahal dibandingkan harga makanan prasmanan lainnya yang dipilih.

Setelah anda memilih makanan yang masih segar, anda taruh piring di meja dapur dan pesan saus yang anda suka. Si koki akan memasakkannya untuk anda. Tinggal tunggu dalam hitungan sepuluh hingga lima belas menit maka makanan anda sudah diantarkan di meja anda. Sedangkan untuk makanan lainnya, anda bisa langsung ambil sendiri tanpa diantarkan pramusaji.

Untuk minuman tentu berharga terpisah dari harga prasmanan. Silahkan dipesan ke pramusaji yang melayani anda! Restoran ini juga menyajikan aneka makanan penutup yang enak sekali. Anda bebas memilih dan makan sepuasnya di tempat. Begitulah pengalaman menikmati makanan di sini.

Pho Vietnamese Noodles: Makanan Khas Asia di Jerman (26)

Continuing to Pho, Vietnamese noodles which explained in previously post through this link so I found another versions in Germany. As part of Asian authentic cuisine, Pho also sold out in restaurant. In seen picture below, you can see that pho is a kind of soup consisting with rice noodles, few herbs, onions, some leaves and sliced beef. A following post tells about two Pho’s in different places which found by assorted serving and flavours. 

Mie Pho di kedai Asia di Haupbahnhof München.

Mie Pho di kedai Asia di Passau.

Jika anda berkunjung ke Vietnam, makanan di atas yakni Mie Pho tak asing lagi dijumpai. Pasalnya makanan ini seperti makanan meriah, murah dan mudah di dapat di pelosok Vietnam. Jangan tanya berapa kali saya makan saat di Ho Chi Minh City! Sampai-sampai saya pun berkunjung ke Mie Pho yang dikunjungi Presiden USA, Bill Clinton. Cerita saya dapat di cek di sini.

Lain Vietnam lain pula di Jerman mengenai penyajian mie pho tersebut. Berjalan ke kota tua di Passau, saya mendapati restoran milik orang Vietnam. Saya memesan mie tersebut sembari menikmati suasana kota tua Passau nan cantik. 

Mie pho yang saya pesan datang tiga puluh menit kemudian. Semangkuk mie dengan bihun putih, tauge panjang, daun bawang, daun seledri dan irisan daging sapi. Kuahnya pun tampak bening. Rasanya berbeda dengan mie pho yang pernah saya makan sebelumnya di negeri asalnya. Di Vietnam, saya akan menemukan daun basil dan daun ketumbar sebagai campuran.

Ya sudah dinikmati saja sajian mie yang sudah dipesan. Sementara suami saya memilih minum kopi saja dan menikmati camilan kue. Rasa mie tidak terlalu kuat dibandingkan harapan saya. Hambar, sepertinya ada yang kurang. Akhirnya saya pun mengambil saus sambal agar lebih nikmat. Entahlah!

Kemudian saya makin penasaran dengan mie pho. Saat di stasiun besar Munich, saya pun berhenti sesaat di kedai Asia. Wah, lagi-lagi mata saya tertuju pada Vietnamese Noodle. Saya pesan lagi. 

Lima belas menit berlalu, si pramusaji yang juga merangkap kasir menyebut pesanan saya. Bergegas saya ambil mie pesanan saya. Semangkuk mie pho berukuran besar dengan kuah kecoklatan seperti menggairahkan untuk dinikmati.

Jika kedua gambar mie disandingkan, maka anda bisa melihat perbedaannya. Bahwa mie yang baru saya pesan memiliki citarasa yang kuat dan enak. Ada rasa perpaduan aneka sayuran tidak hanya daun bawang dan tauge saja. Nikmat sekali! 

Menyimak kedua gambar mie yang saya sajikan, anda akan pilih yang mana?

Prasmanan Selera Asia, Jento Restaurant: Rekomendasi Tempat (17)

This post tells about the recommended restaurant which offers “Buffet”. Buffet is a system of serving to be placed on center in various food. Jento Restaurant, Bar and Louge with buffet is located on center of old town Passau and serves Asian flavour and cuisines.

Hidangan utama yang saya ambil, isinya macam-macam.

Hidangan pembuka.

Minum teh hijau jadi kegemaran saya di sini.

Ada aneka hidangan penutup namun saya hanya memilih pisang dibungkus cokelat.

Restoran Asia berikut yang diperkenalkan berada di pusat kota Passau. Ini semacam restaurant, bar dan lounge yang memperkenalkan citarasa Asia. Berbagai pilihan hidangan ditawarkan di sini, termasuk saat saya mencicipi makanan ala prasmanan (buffet) yang menggugah selera saya.

Saya dan seorang teman asal Indonesia janjian untuk makan siang di sini di kala hari kerja. Pasalnya jika menikmati sajian prasmanan di hari Minggu atau hari libur lainnya, harganya lebih mahal. Jadi kami sepakat melakukannya di hari kerja, di saat jam makan siang. Harganya pun bersahabat seperti penyambutan pramusaji yang melayani kami saat datang.

Untuk harga prasmanan per orang tentu diluar harga pesan minuman. Jika anda tidak ingin makan secara buffet, ada pilihan menu lainnya sesuai yang tertera di buku menu. Oh ya, buffet juga tersedia pilihan berbagai hidangan sushi. Jika anda menyukainya, ada biaya buffet plus sushi. Yups, ada biaya tambahan lainnya.

Seperti biasa, silahkan ambil makanan sesuai selera anda! Ingatlah bahwa ini bukan aji mumpung dimana boleh makan sebanyak-banyaknya! Namun makanlah sesuai kebutuhan anda. Sebaiknya pilih dan ambil sedikit dulu ketimbang mubajir dan tidak dimakan. Rasanya anda akan malu jika makanan yang sudah diambil tidak habis.

Untuk hidangan seperti ini, porsi makan saya tetap sama yakni tidak banyak. Saya lebih memilih ambil sedikit dan macam-macam jenisnya. Saya suka mencoba makanan yang baru terlihat di hadapan saya. Semuanya asli selera Asia.

Ada nasi putih dan nasi goreng. Mie goreng dan aneka mie. Lalu aneka tumisan sayuran. Ada daging ayam yang dipanggang atau diberi bumbu. Ada juga hidangan bebek atau beef yang bercampur dengan sayuran. Semua lengkap.

Pertama-tama ambil dulu hidangan pembuka, yakni sup. Setelahnya, silahkan ambil hidangan utama yang tersedia di meja hidangan! Lalu jangan lupa dessert yang bisa dinikmati di akhir hidangan. 

Suasana dalam restoran.

Pastinya anda akan merasa puas dengan varian sajian Asia yang menggugah selera. Tempatnya pun asyik buat nongkrong bersama teman atau keluarga.

Sate Ayam dan Chop-Suey Tintenfisch mit Gemüse: Makanan Asia di Jerman (25)

Sate ayam.

Satee 2 portionen Hühnerfleischspeiß. Begitu nama menu yang saya temukan dalam daftar di salah satu restoran Asia. Ya, sate ayam begitu kira-kira dalam bahasa Indonesia. Hmm, sebenarnya menu ini masuk dalam pilihan sajian untuk anak-anak. Namun bagi saya saat itu adalah ingin makan dengan porsi yang tidak besar. Selain itu, saya sudah lama tidak menikmati sate ayam.

Saat saya memilih makanan itu, suami saya takjub karena itu porsi untuk anak-anak. Namun saya katakan bahwa saya ingin sekali mencicipi sate ayam. Suami pun menyerah. Dia pun memilih menu cah cumi berbumbu chop-suey

Hari minggu begini kami datang ternyata restoran Asia ini begitu diminati oleh banyak orang Jerman di sini. Kami menunggu pesanan dalam waktu setengah jam karena pramusaji tampak sibuk hilir mudik melayani pengunjung. Jika hari minggu maka harga makanan prasmanan atau buffet pun meningkat. Jadi kami berpikir untuk menikmati sajian sesuai daftar menu yang tersedia, tidak prasmanan.

Makanan pertama saya datang yakni sate ayam. Dalam benak saya adalah sate sepuluh tusuk dengan bumbu kacang atau kecap manis. Akhirnya saya menikmati sate ayam dengan versi berbeda. Adalah dua tusuk fillet ayam yang dipanggang. Tak ada bumbu pelengkap seperti bumbu kacang atau kecap manis seperti yang saya pikirkan. Namun saya menikmatinya dengan baik.

Cap cay cumi.

Fortune cookies.

Selang beberapa lama pesanan suami pun datang yakni chop-suey tintenfisch mit gemüse. Ini semacam cap cay sayuran dengan cumi. 

Saya berusaha cari tahu saus chop-suey. Rupanya di Indonesia, makanan dengan dengan selera chop-suey adalah semacam cap cay yang memang populer diperkenalkan di Jakarta oleh para masyarakat Tiongkok peranakan. Saya sering membelinya karena aneka sayuran di dalam. 

Demikianlah kuliner Asia yang ditemukan di sini. Usai menyantap makanan, kami diberi schnaps dan fortune cookies

Kung Fu Suppe, Sup Menyehatkan: Makanan Asia di Jerman (25)

Kung fu suppe.


Teh hijau ala negeri Tiongkok.

Makanan berikut yang dibagikan mungkin terdengar ajaib, berasal dari namanya. Saya pun penasaran setelah membaca nama makanan ini tertera di buku menu di restoran Asia di sini. Makanan ini pun diletakkan sebagai sup pembuka.
Sebagai sup pembuka maka saya pun memesan kung fu suppe. Selang beberapa menit, makanan ini pun tersaji di depan mata dengan hidangan teh panas yang menyehatkan kala di luar dingin dan hujan.

Semangkuk Kung Fu suppe masih terjangkau kocek. Penyajiannya pun diletakkan dalam mangkuk kecil semacam di restoran tradisional di Tiongkok. Atau jika anda menyukai film persilatan asal Tiongkok, bentuk dan ukuran mangkuk seperti yang digunakan para pendekar silat. Makannya pun dengan sendok bebek.

Saya berpendapat bahwa sup ini cukup menyehatkan. Pasalnya sup menghadirkan aneka sayuran warna-warni yang indah dilihat. Ada wortel, daun bawang, daun bambu dan kembang kol sepertinya. Lalu ada potongan daging ayam. Rasanya cukup hanya lada dan kaldu ayam. Saya juga suka karena tidak terlalu banyak rempah di dalamnya. 

Jangan tanya alasan dibalik penamaan sup tersebut! Saya sudah coba cari tahu namun pramusaji yang melayani hanya tersenyum dan tidak tahu alasannya. Apa mungkin sup ini disajikan sebelum berlatih kung fu? Ah, itu hanya gurauan saya. 

Semoga bermanfaat!

Makan ala Prasmanan, Golden Wok: Rekomendasi Tempat (15)

Teh hijau.

Schnaps.

Nasi putih, cah tauge daging sapi, tumis udang dan krupuk.

Buah potong dan permen.

Biasanya saya datang ke restoran ala Asia dengan memesan menu sesuai buku daftar sajian yang tersedia di setiap meja tamu. Kali ini saya mencoba pilihan lain yakni prasmanan atau buffet yang disajikan di salah satu restoran Asia di Jerman. Restoran yang mengklaim spesial menu asal Tiongkok – Thailand ini terletak di kota Passau. 

Untuk harga per porsi per orang dikenakan 8,90€ untuk hari Senin sampai Sabtu. Sedangkan jika kita datang di hari minggu seingat saya harganya menjadi 15,90€. Untuk porsi anak-anak harganya jadi lebih murah. Saya dan suami pun akhirnya mencoba menu prasmanan ini. Alasannya, harga tersebut sudah termasuk hidangan pembuka sampai hidangan penutup. Namun memang harga tersebut tidak termasuk minuman yang dipesan. Ala prasmanan disajikan saat makan siang, sepertinya tidak dilakukan untuk menu makan malam.

Restoran terletak di jalan Neuburgerstrasse, yang berada di lantai atas. Sedangkan di bawahnya adalah supermarket Kaufland. Letaknya yang strategis membuat restoran ini banyak diminati oleh mereka yang suka selera makanan Asia. 

Dengan ramah, kami disambut oleh si pramusaji. Restorannya begitu luas, bersih dan ekslusif. Tampak ornamen seperti lampion dan aksara Tiongkok menghiasi restoran ini. Untuk meja prasmanan diletakkan agak menjorok ke dalam. Lalu tersedia juga toilet yang bersih dan nyaman. Keren!

Jika tamu sudah memilih ala prasmanan, maka silahkan datang ke meja buffet dengan aneka pilihan menu. Berbagai peralatan makan seperti piring, mangkuk, sendok, garpu, sumpit bahkan piring kecil untuk dessert tersedia di sekitar meja prasmanan. Silahkan anda memilih yang anda suka! Namun bagi saya yang tak suka makan banyak, jelas ala prasmanan ini hanya membuat saya memilih menu apa saja yang saya sukai. 

Hidangan pembuka ada beberapa pilihan seperti pekkingsuppe atau spring rolls. Ada juga aneka pilihan nasi mulai dari nasi putih biasa, nasi goreng hingga nasi berbumbu lainnya. Aneka hidangan laut hingga hidangan daging pun tersedia. Saya juga melihat krupuk, sudah lama saya tidak makan krupuk. Selain itu, sushi dengan berbagai pilihan tersedia di sini. 

Hidangan penutup, ada berbagai pilihan seperti buah potong, salat, coklat, permen dan aneka manisan lainnya. Tentunya ini semua dihidangkan disesuaikan dengan kebutuhan perut anda. 

Hal yang perlu diperhatikan saat makan ala prasmanan adalah perhatikan makanan yang dihidangkan. Jika perlu tanyakan terlebih dulu apabila anda merasa ragu atau tidak yakin. Anda bisa ambil porsi sampel lalu cicipi untuk memastikan hidangan tersebut. Rasanya tak elok jika anda sudah mengambilnya lalu tidak menghabiskannya. Ingat bahwa anda telah memilih dan mengambilnya sesuai kebutuhan, bukan pemberian. 

Sebagai complimentary, restoran ini memberikan schnaps ala Tiongkok. Schnaps biasa disajikan di gelas berukuran mini. Kali ini warnanya merah, namun rasanya tak berubah. Tetap hangat di tenggorokan.

So, semoga bermanfaat! Apakah anda pernah mencoba makan ala prasmanan di restoran lain?

Spring Roll, Biasa Disebut Lumpia: Makanan Asia di Jerman (23)

Spring roll is a kind of dim sum and literally in Indonesia called as lumpia. Indonesia claimed lumpia as rolled pastry that filled in vegetables. 

Each Asian restaurant in Germany placed spring rolls in vorspeisen or dessert. As guest of restaurant, we are able to choose it in the opening main dishes as the same as soup also. To complete the taste, spring rolls served with sweet sour sauce. Hmm, perfect delicious!

A few weeks ago, I’ve tried to make spring rolls at home. Honestly, those needed perfect hands to look tasty and pretty. For sure, a recipe how to make spring rolls shared through this post. 

***

Lumpia mungkin tak asing lagi bagi anda. Apalagi jika anda mengetahui bahwa Semarang memiliki lumpia yang terkenal enaknya. Saya sepakat dengan itu karena ada rasa dan aroma yang khas dari lumpia asal Semarang. 

Setelah saya sering traveling ke negara sekitar Asia, tak disangka bahwa lumpia tak hanya milik Semarang, Indonesia saja. Contohnya saat saya di Thailand, teman saya seorang turis asing memesan “spring roll” untuk dinikmati sebagai kudapan. 

Nah, spring roll juga disajikan di restoran Asia di Jerman sebagai vorspeisse. Artinya, lumpia ini disajikan di awal hidangan utama. Beberapa restoran Asia bahkan membuat dua pilihan sebagai hidangan pembuka, spring roll atau sup. 

Dari penjelasan di atas, sekarang lanjut dengan membuat spring roll. Bahan-bahannya mudah didapat di supermarket. 

Bihun yang bisa dibeli di supermarket.

Sausnya yang bisa dibeli di supermarket.


Bahan yang diperlukan 

  1. Wortel, tauge dan daun bambu kemasan. Tiriskan airnya.
  2. Bihun.
  3. Kulit lumpia.
  4. Minyak goreng.
  5. Tepung.
  6. Air.
  7. Saus tiram.
  8. Sambal khusus spring roll.
  9. Garam dan merica.

    Cara membuat 

    1. Siapkan air panas dalam wadah. Potong bihun menjadi lebih kecil. Masukkan bihun dan rendam dalam air panas selama 15 menit. Tiriskan airnya.
    2. Untuk sayuran, saya beli di supermarket dalam bentuk kemasan. Sayuran yang sudah tercampur tersebut, sudah terpotong dengan cantik. Tiriskan airnya.
    3. Panaskan wajan. Masukkan minyak sayur. Tumis sayuran hingga layu.
    4. Tambahkan bihun yang sudah terendam air panas. Campurkan bersamaan. Tambahkan saus tiram, garam dan merica sedikit. Tumis beberapa menit.
    5. Selesai isian lumpia. Siapkan kulit lumpia.
    6. Untuk perekatnya, campurkan 1 sendok tepung terigu dan air sedikit. 
    7. Lebarkan satu kulit lumpia. Letakkan semua satu isian sayuran dan bihun di ujung kulit lumpia.
    8. Bungkus dan bentuk kulit lumpia sebagaimana yang diinginkan. Gunakan perekat dari tepung terigu. 
    9. Jika sudah selesai, singkirkan sementara. Agar tetap terbungkus cantik, anda bisa tutupi lumpia yang terbungkus dengan plastik makanan sehingga tetap awet.
    10. Siapkan wajan. Masukkan minyak sayur dalam kondisi yang cukup untuk merendam lumpia. 
    11. Masukkan lumpia satu per satu ketika minyak sudah panas. Hal ini dilakukan agar warna kuning lumpia menjadi alami dan merata.

    Jika sudah selesai menggoreng lumpia, anda bisa menyajikan dengan saus spring rolls yang biasanya terjual di supermarket. Sekarang tak perlu datang ke restaurant Asia untuk mencicipi spring rolls atau lumpia.

    Selamat mencoba!

    Fischfillet süß-sauer: Makanan Asia di Jerman (15)

    Berbagai makanan Asia sudah saya bagikan kepada anda, termasuk makanan laut yang begitu disukai kami. Menyelusuri makanan Asia di Eropa memang tak pernah selesai karena kuliner Asia juga diminati oleh mereka pencinta kuliner.

    Berikut adalah ikan fillet bertepung dengan bumbu asam manis. Namanya, fischfillet süß-sauer. Saya beberapa kali membuatnya di waktu senggang. Jika anda tertarik mencobanya, bisa ditiru informasi di bawah. Namun untuk bumbu asam manis, saya lebih memilih untuk membelinya di supermarket. Selain praktis, rasanya juga lumayan enak.

    Oh ya, beberapa kali saya juga melihat resep ikan saus asam manis menggunakan irisan nanas agar rasanya semakin segar. Itu pun bisa anda lakukan. Namun saya tidak menggunakan nanas karena sulit juga menemukan nanas di sini. 

    Bahan yang diperlukan:

    1. 100 g wortel
    2. 1 bawang bombay iris halus
    3. 2 siung bawang putih, hancurkan halus
    4. 100 gr mentimun hijau
    5. 100 gr tauge 
    6. 100 gr Brokoli
    7. 400 gr ikan dori
    8. Tepung terigu
    9. Garam, merica dan gula tabur
    10. 1 telur, ambil putihnya saja 
    11. 1 Sambal saus asam manis
    12. 2 sendok makan pasta tomat
    13. Perasan jeruk lemon
    14. Minyak sayur

    Langkah memasak:

    1. Siapkan semua sayuran seperti wortel, brokoli dan mentimun. Kemudian campurkan jadi satu dalam wadah semua sayuran seperti wortel, mentimun, brokoli dan tauge.
    2. Iris ikan dori menjadi beberapa potong. 
    3. Siapkan satu wadah untuk tepung terigu dan satu wadah lain untuk putih telur. Beri garam dan merica ke dalam tepung. Aduk kembali.
    4. Masukkan satu per satu potongan fillet dori ke wadah putih telur kemudian mandikan dengan tepung. Jika sudah berlumur tepung, masukkan dalam wajan panas yang sudah berisi minyak sayur. Banyak minyak sayur harus membuat potongan ikan benar-benar terendam sehingga rasanya renyah.
    5. Masak ikan fillet bertepung yang dikehendaki dan tiriskan dari minyak. Singkirkan sementara.
    6. Panaskan wajan. Masukkan minyak sayur. Tumis bawang bombay dan bawang putih. 
    7. Masukkan semua sayuran, tumis hingga harum. 
    8. Setelah sayuran ditumis matang, masukkan ikan fillet yang sudah matang. Aduk perlahan kemudian masukkan sambal asam manis. Beri garam, gula sedikit. Tambahkan pasta tomat dan sedikit perasan lemon.
    9. Masak selama dua menit dan siap dihidangkan.

    Semoga bermanfaat!

    Udonnudeln, Knusprige Hühnerfleisch mit Chop Suey: Makanan Asia di Jerman (12)

    Penasaran dengan mie udon tetapi bersaus chop suey, berikut saya ceritakan pengalaman saya mencicipinya di kedai Imbiss Asia. 

    Imbiss ini menjual kuliner Jepang seperti miso dan sushi. Keinginan saya memuncak begitu melihat ada daftar udon di situ. Ternyata ada berbagai pilihan menu udon sendiri seperti hanya sayuran saja atau selera daging yang dikehendaki. Pilihan saya adalah udon dengan daging ayam. 

    Rupanya tak hanya sekedar memilih selera saja, pramusaji merangkap kasir dan juga juru masak ini bertanya lagi saus apa yang dikehendaki. Hmm, ada pilihan saus juga. Makanan seharga 7€ ini pun akhirnya saya pilih dengan saus chop suey.

    Udon boleh dibilang merupakan makanan Jepang. Namun saus chop suey rupanya berasal dari Tiongkok. Sausnya kental, cokelat kehitaman dan rasanya tak pula manis atau asin seperti kecap pada umumnya. 

    Makanan yang dipesan pun datang juga. Sepiring besar udon, dengan campuran sayuran berwarna-warni. Ada daging ayam di dalam sesuai pesanan saya. Chop suey sebagai campuran rasa untuk kesemuanya.

    Penasaran ‘kan?