Pulau Tenga: Makanan Asia di Jerman (14)

Saya sendiri sudah mencari tahu apa alasan dibalik penamaan menu ini, namun tak diketahui informasi. Makanan yang saya sebutkan ini umumnya disediakan di restoran Asia di Jerman. Masakan ini diklaim extra pedas dan ditandai bila pelanggan suka dengan selera pedas.

Konon pulau tenga diklaim berada di sekitar Malaysia. Pulau ini sendiri juga menjadi salah satu lokasi objek wisata. Pulau ini juga begitu eksotis dengan pasir dan lautnya yang menawan. Lalu mengapa masakan ini diberi nama demikian? Bisa jadi pulau tenga terkenal dengan sajian makanan lautnya. Saya mengira sajian ini terdiri dari makanan laut seperti udang, cumi dan kepiting jadi satu sajian. Itu bisa jadi alasan makanan ini dinamakan pulau tersebut. Ini hanya asumsi saya.

Karena penasaran dengan nama menu tersebut, maka saya pun memesannya. Saya tanya deskripsi makanan tersebut pada pramusaji. Pramusaji hanya menjelaskan bahwa makanan ini semacam cah atau tumis sayuran dengan seafood. Karena suka makanan laut, saya akhirnya memesannya.

Makanan itu pun segera dihidangkan sekitar dua puluh menit berlalu. Sajian ini disantap bersama nasi putih yang hangat. Ini semacam tumisan yang pedas berikut sayuran dan aneka makanan laut. Ada brokoli, wortel, jamur, mentimun, tauge dan paprika. Lalu sajian lainnya adalah udang, suwiran kepiting dan irisan cumi. Bumbunya benar-benar pedas dan ditambah bawang bombay.

Jika anda suka pedas, barangkali anda bisa mencoba memesannya. Makanan ini rasanya sederhana dan pedas. Untuk tambahan rasa, sepertinya ada saus tiram di dalam masakan.

Penasaran? Semoga bermanfaat!

Advertisements

Wantan Suppe und Wantan gebacken: Makanan Asia di Jerman (13)

Satu lagi makanan seperti dumpling adalah wantan suppe. Di daftar menu restoran Asia, saya mendapati wantan suppe sebagai makanan pembuka (vorspeisse).  Atau anda juga bisa memilih wantan gebacken dalam versi bukan sup. Ini seperti pangsit goreng.

Mari simak cerita saya!

Wantan Suppe

Suatu kali saya ingin sekali makan yang hangat seperti sup. Akhirnya saya mendapati menu ini untuk dipesan. Porsinya kecil dan tentu harganya pun tak mahal. Sekitar 70 ribu rupiah satu porsi dalam mangkuk kecil. 

Sup tersebut berkuah hangat karena tidak hanya berkaldu sapi saja tetapi ada irisan jahe. Satu porsi ada empat pangsit, yang berisi udang di dalamnya dan jamur. Sup juga ditambahkan sayuran seperti potongan wortel, mentimun dan daun bawang. Namun wantan suppe yang lain yang pernah saya dapati diberi daun ketumbar. 


Bagaimana rasanya?

Wantan suppe khas berasa kuliner Tiongkok. Pedas kuahnya berasal dari jahe. Saya suka sekali. Jangan lupa menyantapnya dengan sendok bebek! Ini seperti berada di Tiongkok.

Wantan gebacken

Lalu berikutnya saya datang lagi dan mencoba Wantan namun dengan berbeda versi. Pasalnya saya lihat di buku menu, tertulis wantan gebacken. Pada dasarnya ini semacam spring roll yakni lumpia tetapi bahannya tetap menggunakan wantan.

Wantan sebenarnya adalah pangsit. Isi pangsit bisa udang atau daging yang dicacah bersama tepung. Jika wantan suppe seperti pangsit berkuah maka wantan gebacken semacam pangsit goreng. 

Bagaimana rasanya?

Menurut saya, pangsit goreng ini renyah karena digoreng dalam kolam minyak. Ini berbeda dengan lumpia karena kulit lumpia dan pangsit tentu berbeda. Lalu makannya dengan menambahkan sambal asam manis. Dijamin anda pasti suka!

Kira-kira anda pilih mana?

Hühnerfleisch Ala Konpao mit Gemüse: Makanan Asia di Jerman (11)

Tumis daging ayam dan sayur dengan saus Konpao.

Makanan berikut ini adalah sejenis cah ayam dengan saus Konpao, yang konon berasal dari salah satu wilayah di Tiongkok, Szechuan. Saya memesannya di restoran China, di Jerman.

Namun jika anda ingin mencoba memasaknya di rumah, silahkan contek informasi di bawah ini!

Bahan yang diperlukan:

  • Daging ayam
  • Minyak sayur
  • Telur,  ambil putihnya saja.
  • Kecap manis.
  • Jahe diiris tipis.
  • Paprika.
  • Bawang Bombay diiris halus.
  • Wortel yang diiris halus.
  • 2 Siung bawang putih dan cincang halus.
  • Cuka beras
  • 3 daun bawang
  • 50 kacang yang sudah disangrai

Langkah memasak:

  1. Potong ayam menjadi kotak-kotak kecil.
  2. Rendam ayam dalam campuran yang terdiri atas garam, kecap, cuka beras, dan putih telur.  Aduk merata sebelum direndam. Diamkan selama 15-30 menit.
  3. Campur bahan untuk sausnya dengan baik.
  4. Panaskan wajan, tuangkan minyak ke dalam.
  5. Tumis paprika, bawang putih dan jahe sampai aroma tumbuh.
  6. Tambahkan daging ayam dan wortel ke dalam tumisan. Masukkan cuka beras sedikit.
  7. Taburi bawang bombay dan tumis sampai daging hampir matang.
  8. Tuang saus rendaman ayam. Masak hingga matang.
  9. Sebelum dihidangkan, taburi kacang. Hidangan pun siap disajikan.

Selamat mencoba!

Sauer-Scahrf Suppe, Sup Pembuka yang Menyegarkan: Makanan Asia di Jerman 


Satu hal menarik saat saya datang ke restoran Asia di Jerman saat makan siang adalah sup pembuka yang dihidangkan secara gratis. Saya pernah mendatangi restoran Asia lainnya, sup pembuka yang dihidangkan adalah pekkingsuppe. Sebagaimana yang diceritakan dalam pengalaman saya di sini.

Sebenarnya ada dua pilihan, yakni sup pembuka atau lumpia. Lumpia dikenal di sini sebagai spring roll. Karena cuaca yang dingin, kami lebih memilih sup yang hangat. Kebanyakan pun begitu dengan pelanggan lainnya. Kebiasaan di restoran lain semisal restoran Yunani saat makan siang, kami dihidangkan salat pembuka. Begitulah, seperti yang diceritakan di sini

Nah, lain restoran lain pula penyajian sup pembukanya meski sama-sama restoran Asia. Saya pun mendapatkan sauer-scharf suppe. Dari namanya yang berbahasa Jerman terkesan sup ini asam dan pedas. Ternyata memang begitulah kenyataannya. Sup ini berasa asam pedas dengan beberapa irisan sayuran di dalam.

Apa yang membuatnya asam? Saya pikir ada cuka beras di dalam pengolahannya. Rasa pedas dari cabai juga berasal dari paprika dan irisan cabai merah di dalam sup. Tak hanya itu, biasanya ada semacam pasta tomat sehingga ini yang membuatnya sempurna asam dan pedas. Sayuran di dalam seperti irisan wortel, jamur, tauge dan daun bambu.

Lalu untuk membuatnya kental, tepung tapioka. Sedangkan bulir-bulir putih berasal dari telur yang diacak-acak menurut saya. 

Rekomendasi saya, anda bisa menambahkan suwiran daging ayam ke dalam sup jika suka. Dan yang lebih saya suka, bisa pula ditambahkan irisan cabai rawit dan sedikit kecap manis. Hmm, pasti rasanya fantastis. Mantap dinikmati kala musim dingin seperti sekarang.

Bagaimana pendapat anda?

Pflaumen Schnaps: Minuman Pemikat Pelanggan di Restoran Asia di Jerman

Dua schnaps.

Pflaumen schnaps dari restoran yang berbeda.

Botolnya seperti ini.



Tiap negara punya minuman khas yang menjadi bagian dari tradisi sosial dan gaya hidup. Satu hal yang menarik adalah saat kita berada di restoran Asia di Jerman. Setelah kita membayar pesanan, maka si pramusaji menyajikan minuman penutup yang gratis untuk pelanggannya. Minuman sebagai penutup hidangan dan menjadi pemikat pelanggan bila berkunjung kembali ke restoran.

Biasanya schnaps ini disajikan dalam gelas kecil seperti pada foto di atas. Jika kita ingin lebih maka perlu membayar lebih. Umumnya diberikan secara gratis di saat datang untuk makan malam. Jika datang untuk makan siang, umumnya tidak diberikan. 

Schnaps yang saya ceritakan ini berasal dari buah pflaumen. Sepertinya saya tidak menemukannya di Indonesia jenis buah ini. Jadi pemberian schnaps pada pelanggan di restoran Asia di Jerman adalah cara pemilik restoran untuk menghormati pelanggan.

Namun bukan berarti makan di siang hari tidak dihargai. Untuk makan siang, biasanya complimentary diberikan berupa sup pembuka atau lumpia. Lumpia biasa disebut spring roll.

Tradisi minum alkohol pada masyarakat Tiongkok umumnya diberi dalam gelas penuh. Ini tidak seperti pada gelas untuk meminum wine, hanya setengah gelas. Namun masyarakat Tiongkok biasa meminumnya gelas penuh. Entah karena minuman ini hanya complimentary, schnaps diberikan penuh hanya saja gelasnya kecil, sekitar 2cl.

Boleh dikatakan schnaps di restoran Asia sama seperti ouzo di restoran Yunani atau limonen schnaps di restoran Italia. Tiap-tiap restoran secara istimewa ingin memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Salah satunya adalah pemberian schnaps sebagai complimentary.

Baca 

Jika anda tak terbiasa meminum schnaps atau sejenisnya maka anda juga bisa menolak secara halus. Ini bukan minuman yang memabukkan karena saya juga harus menyetir mobil. Tetapi ini semacam minuman persahabatan kepada pelanggan. 

Semoga bermanfaat!

Kokos Suppe mit Gemüse, Sayur Lodeh ala Thailand: Makanan Asia di Jerman (9)

Kokos suppe mit Gemüse.

 
Makanan berikut yang saya temukan mirip seperti sayur lodeh di restoran selera Asia di Jerman. Boleh dibilang makanan ini mirip juga seperti di Thailand yang biasa menggunakan bumbu kari dan santan. Namun pastinya makanan ini diklaim berasal dari Asia karena saya menemukannya di restoran citarasa Asia.

Cara membuatnya juga mudah.

Bumbu kari yang digunakan.

Santan kelapa.

Bahan yang diperlukan:

  1. Sayuran (wortel, sawi putih, buncis, jamur dan brokoli)
  2. Bawang bombay
  3. Santan kelapa
  4. Bumbu kari merah khas Thailand
  5. Garam, gula dan cabai halus.
  6. Minyak sayur

Langkah memasak:

  1. Potong sayuran menjadi lebih kecil. Bawang bombay diiiris halus.
  2. Panaskan wajan dan tambahkan minyak sayur. Tumis bawang bombay.
  3. Masukkan semua sayuran. Masak hingga setengah matang.
  4. Masukkan santan, cabe halus dan bumbu kari merah. Masak hingga berbuih.
  5. Tambahkan garam dan sedikit gula.
  6. Masak beberapa menit. Selesai.
  7. Hidangkan bersama nasi putih.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Reis gebraten-Krabben: Makanan Asia di Jerman (6)

 

Nasi goreng kepiting. Justru udang lebih terlihat dibandingkan suwiran daging kepitingnya.

 

Nasi goreng lainnya.

Makanan berikut yang diulas bahan dan pembuatannya adalah nasi goreng kepiting. Di Jerman, tepatnya di restoran Asia nama makanan ini ditulis dalam daftar menu juga. Namanya Reis gebraten-Krabben. Krabben sendiri terjemahan bahasa Jerman yang diartikan kepiting.

Tak semua orang pandai mengolah daging kepiting, termasuk saya. Itu sebab, jika saya ingin mendapatkan dagingnya maka datang ke supermarket. Maksudnya, saya bisa membeli dagingnya saja. Selain mudah, tentu ini tidak merepotkan.

Baiklah, lanjut dengan memasaknya!

Bahan yang diperlukan:

  1. Beras putih yang panjang jenis Langkornreis.
  2. Minyak sayur.
  3. 200 gram daging kepiting.
  4. Udang setengah matang, tiriskan dari airnya.
  5. Telur.
  6. Saus tiram.
  7. 1 irisan lemon.
  8. Cabai halus.
  9. Garam dan merica.
  10. Bawang bombay diiris halus.
  11. Bawang putih tabur.
  12. Daun bawang diiris.
  13. Aneka sayuran kemasan (wortel, tauge). Tiriskan dari airnya.

Cara memasak:

  1. Masak nasi dalam panci berisi air selama 30 menit. Setelah masak, tiriskan airnya.
  2. Panaskan wajan. Beri minyak sayur.
  3. Masukkan telur dan aduk-aduk hingga masak. Kemudian masukkan bawang bombay iris, daun bawang dan sayuran yang sudah ditiriskan.
  4. Setelah agak matang, masukkan nasi. Aduk perlahan.
  5. Masukkan lagi udang yang ditiriskan airnya dan daging kepiting dan campurkan dengan semuanya.
  6. Tambahkan saus tiram, garam, merica bubuk, bawang putih sesuai selera anda. Jangan lupa masukkan perasan jeruk lemon dan cabai halus! Aduk perlahan hingga bercampur jadi satu dan masak selama beberapa menit hingga masak.
  7. Selesai dan siap disajikan.

Selamat mencoba!

Gebraten Tintenfisch-Knoblauch: Makanan Asia di Jerman (7)

Gebraten Tintenfisch Knoblauch, Cah cumi saus bawang bila diterjemahkan.

 

Makannya bersama nasi putih hangat, nikmat sekali!

 

 

Makanan Asia yang kali ini saya perkenalkan berasal dari Asia yang mudah dijumpai di restoran di Jerman pada umumnya. Sajian ini adalah pesanan favorit suami saya jika kami makan di restoran Asia di Jerman.

Suatu kali dia meminta saya membuatkannya, sehingga muncul ide untuk berbagi resep sederhana ini. Barangkali anda ingin mencobanya di rumah.

Bahan yang diperlukan:

  1. 400 Gram cumi-cumi
  2. 3 Bawang putih 
  3. Aneka sayuran yang diinginkan seperti sayuran kemasan khas Asia. Biasanya tersedia di supermarket, yang terdiri dari wortel, brokoli, tauge dan daun bambu. 
  4. Sambal Asam Manis Khas Thailand.
  5. 70 ml minyak zaitun.
  6. Garam dan merica tabur.
  7. Saus tiram

Langkah memasak: 

1. Potong cumi lebih kecil.

2. Haluskan bawang putih. 

3. Siapkan sayuran menjadi satu dalam wadah, tiriskan dari airnya.

4. Panaskan sedikit minyak zaitun di dalam panci. Masukkan bawang putih yang dicincang halus. Tambahkan cumi yang sudah dibumbui.

5. Masukkan lagi aneka sayuran setengah matang. Tumis bersamaan dengan cumi. 

6. Jangan terlalu masak cumi terlalu lama sehingga akan menjadi alot! Masukkan sambal asam manis dan saus tiram ke dalam. Sekali lagi, tambahkan sedikit garam dan merica.

7. Aduk perlahan dan masak selama dua sampai tiga menit. Selesai!

8. Sajikan dengan nasi panas!

Catatan:

  • Untuk sayuran, anda bisa menyesuaikan dengan selera dan kebutuhan. Anda bisa pilih sayuran yang disukai lalu tumis sebentar sehingga setengah matang sebelum digabung bersama cumi.
  • Olive oil bisa diganti minyak sayur biasa.
  • Sambal asam manis bisa dikreasikan sendiri dengan cabai yang sudah dihaluskan kemudian tambahkan gula dan perasan lemon.

Selamat mencoba!

Zwei Mal Gebratene Fischwürfel dan Shanghai Gebraten Ente: Rekomendasi Tempat (10)

Kedua menu pesanan sudah datang.

 

zwei mal Gebratene Fischwürfel mit Bambu.

 

Shanghai Ente.

 
Siapa pun senang jika mendapati pemilik dan pramusaji di restoran begitu akrab dengan pelanggan. Ini pula yang membuat kami datang lagi ke restoran sederhana milik orang Vietnam yang hijrah ke Jerman sejak sepuluh tahun lalu.

Nama restorannya, Asiabistro-Bambus yang terletak di pinggir Niederbayern. Begitu mengenal saya dari Indonesia, pemilik langsung ramah dan bercerita pengalamannya selama hidup di Jerman. Saya salut bahwa ia bisa berjuang dan membuka bisnis restoran ini. Perantau yang hebat!

Kembali ke soal restoran, tempat ini begitu sering didatangi banyak orang Jerman yang suka menikmati masakan Asia. Mungkin rasanya yang enak atau pemiliknya yang ramah nan bersahabat, entahlah. Suasananya memang kekeluargaan seperti masakan rumahan khas Asia.

Pilihan saya kali ini adalah Shanghai Ente, yakni bebek goreng krispi yang menggunakan saus yang disebut Shanghai. Bebek goreng ini renyah dan gurih sekali. Saya suka. Sepertinya, pemilik sekaligus tukang masak tahu betul bagaimana menggoreng bebek dengan benar. Tak hanya, potongan bebek bertepung saja yang saya dapatkan. Di dalam rupanya ada sayuran seperti wortel, buncis, brokoli dan jamur yang ditumis ringan.

Sedangkan pilihan suami saya adalah zwei mal Gebratene Fischwürfel. Suami saya suka sekali makan ikan. Di menu ini adalah ikan yang digoreng tepung dan dimasak bersamaan dengan tumisan sayuran bambu. Dalam buku menu tertulis jika masakan ini berasa pedas. Rupanya saus yang digunakan adalah cabai halus.

Jika semua makanan terasa enak dan lezat di lidah, lalu pilihan selanjutnya apakah anda suka dengan restoran bergaya kekeluargaan yang ramah atau restoran eksklusif?

Suasana restoran.

 

Teh hijau.

 

Rasanya betah berlama-lama duduk di sini karena suasanya yang kekeluargaan dan akrab dengan pemilik.

 

Saya sudah datang beberapa kali ke restoran ini. Sang pemilik selalu menyapa dengan ramah kepada setiap pelanggan yang datang. Tak hanya itu, tamu yang datang juga saling menyapa satu sama lain seperti teman saja. Ini seperti bukan di Jerman! Kami saling menyapa satu sama lain meski tak kenal. Beberapa pria Jerman terlihat duduk sendirian menikmati masakan Asia dan bir.

 

Reis gebraten mit Ente und Nudeln gebraten mit Reindfleisch: Makanan Asia di Jerman (4)

Reis gebraten mit Ente.

 

 

Nudeln gebraten mit Rindfleisch.

Makanan Asia apalagi yang bisa dijumpai di Jerman boleh dikatakan banyak variasinya. Kali ini saya kedatangan seorang teman asal Indonesia yang sama-sama rindu masakan Asia. Kami pun mampir di restoran Asia di pinggiran Bavaria. Mungkin mencicipi kuliner di tanah perantauan mengobati rasa rindu masakan tanah air.

Setelah lihat daftar menu, pilihan saya jatuh pada menu mirip nasi goreng bebek. Nama makanan berikut dalam bahasa Jerman disebut reis gebraten mit Ente. Pemilik kedai dengan ramah menyambut kami seraya menjelaskan menu masakan yang ingin kami coba. Sudah lama tidak makan bebek, tentu ini bukan nasi bebek ala Madura yang terkenal dengan sambalnya yang pedas.

Reis gebraten mit Ente adalah sepiring nasi goreng yang disertai sayuran seperti wortel, brokoli dan buncis di dalam nasi yang digoreng. Lalu ada campuran telur seperti layaknya nasi goreng. Sebagai topping, diberi potongan daging bebek yang digoreng krispi. Renyah, gurih dan enak sekali! Meski tak ada rasa pedas sama sekali, namun rasanya cukup memuaskan. Pramusaji pun menghidangkan sambal tambahan di meja.

Lain nasi goreng lain pula mie goreng yang dipesan teman saya. Sebagai penyuka mie goreng, makanan berikutnya sesuai dengan kerinduannya mencicipi masakan tanah air. Nudeln gebraten mit Rindfleisch ini semacam mie goreng dengan berbagai sayuran di dalam. Ada potongan telur dadar dalam campuran mie. Sesuai namanya, potongan daging sapi dicampur bersamaan mie.

Kedua jenis makanan di atas dapat memuaskan keinginan kami mencicipi kuliner Asia. Untuk minumannya, kami berdua yang masih kedinginan akibat cuaca di luar memutuskan minum teh hangat. Sembari menikmati teh dan menyantap masakan Asia, kami pun berdua ngobrol dalam bahasa Indonesia. Dan sekitar kami pun memperhatikan dengan seksama.

Bagaimana santapan anda hari ini?